Dutch [Red] Square | CREAMENO

Pages

Dutch [Red] Square



Tourist walked around Red Square.



Kalau pernah lihat blog teman lain yang bahas Melaka, pasti ada satu area yang nggak pernah luput dari tulisan karena memang area ini terkenal oleh turis lokal maupun mancanegara. Nama areanya Dutch Square yang dikenal dengan Red Square karena bangunannya berwarna merah 😁 Hehehee. Gue yang datang sebagai turis tentu ingin melihat langsung seperti apa bentuk asli Dutch Square, dan berangkatlah gue ke Dutch Square diantar oleh supir GRAB πŸ˜†

By the way, dari Rosa Malacca ke Dutch Square berjarak 1 km dengan tarif GRAB sebesar 5 MYR (IDR 17.500) 😁✌ gue pun turun di depan Dutch Square yang sudah penuh orang. Ohyaa, kalau mau naik GRAB better sebelum jam 4, karena setelah itu pasti macet total, sebab banyak orang mau ke Jonker Night Market πŸ™ˆ dan seperti yang gue tulis pada post sebelumnya, gue berkunjung ke kota Melaka demi Jonker Night Market yang buka saat akhir pekan saja πŸ˜πŸ‘Œ

Long story short, gue akhirnya bisa melihat Dutch Square which is beberapa bangunan yang ada merupakan peninggalan masa kolonial Belanda, Inggris, Portugis serta China ~ πŸ˜† Dan pada post kali ini gue mau bahas secara singkat sejarah dari bangunan yang gue lihat sebelumnya πŸ˜„

Tolong dibaca sampai habis, ya!
If you've ever seen bloggers writing about Melaka, there is definitely an area that has never been forget to write because this area is well known by both local and foreign tourists πŸ˜„ the name of the area is Dutch Square and it's also known as Red Square due to the color of the buildings which are red ~ 😁 and I could say, the buildings look so pwettyyyy!

As a tourist myself, I (of course!) wanna see the original shape of Dutch Square, so that's why I went to Dutch Square using GRAB 😁 by the way from Rosa Malacca hotel to Dutch Square is only 1km with a GRAB rate around 5 MYR (USD 1++) 😍✌ Ah, and if you want to use GRAB taxi to Dutch Square, you better go before 4 p.m, because after that, you will get traffic jam because a lot of people want to go to Jonker Night Market. And, as I said in my previous post, I visited Melaka for the sake of Jonker Night Market which only opens on weekend (Friday - Sunday) πŸ˜†

Long story short, I was able to see the buildings in Dutch Square, where some of the buildings are historical relics from the Dutch, Britain, and Portuguese colonial times with a lilbit touch of China era. And now, in this post, I want to briefly write about the history of the buildings that I saw before πŸ˜„ -- if you have a time, please read until the end, guys!
λ‹€λ₯Έ λΈ”λ‘œκ±°κ°€ μ“΄ Melakaλ₯Ό 보면 외ꡭ인 κ΄€κ΄‘κ°μ—κ²Œ 잘 μ•Œλ €μ Έμžˆμ–΄μ„œ 빼놓지 μ•Šμ•„μ•Ό ν•  곳이 μžˆμ–΄μš” πŸ˜„ 지역 이름은 Dutch Square인데 λΉŒλ”© 색깔이 빨간색이기 λ•Œλ¬Έμ— Red Squareλ‘œλ„ μ•Œλ €μ Έ μžˆμ–΄μš” ~ 😁 κ΄€κ΄‘κ°μœΌλ‘œμ„œ, Dutch Square의 μ›λž˜ λͺ¨μ–‘을 보고 μ‹Άμ–΄μ„œ GRAB을 타고 κ°”μ–΄μš” 😁 Rosa Malacca hotelμ—μ„œ Dutch SquareκΉŒμ§€ κ±°λ¦¬λŠ” 1km 남짓이고 GRABμš”κΈˆμ€ 5λ§κΉƒμ΄μ—μš”(1λ‹¬λŸ¬++) ✌ μ €λŠ” 이미 λ°©λ¬Έμžλ“€λ‘œ 가득 μ°¬ Dutch Square 정면에 λ‚΄λ Έμ–΄μš”.

μ•„, 그리고 GRAB을 타고 Dutch Square에 κ°€κ³  μ‹Άλ‹€λ©΄ μ˜€ν›„ 4μ‹œ 이전에 κ°€μ‹œλŠ”κ²Œ μ’‹μ•„μš”. κ·Έ ν›„μ—λŠ” μ°¨κ°€ λ§‰νžˆκ±°λ“ μš” ν•˜ν•˜ν•˜ ~ μ•„λ§ˆ λ§Žμ€ μ‚¬λžŒλ“€μ΄ Jonker Night Market에 κ°€κΈ° μœ„ν•΄μ„œ μΌκ±°μ—μš”. λ„€ μ €λ²ˆ ν¬μŠ€νŠΈμ—μ„œ λ§μ”€λ“œλ Έλ‹€μ‹œν”Ό μ €λŠ” 주말에 μ—΄λ¦¬λŠ” Jonker Night Marketλ₯Ό λ³΄κΈ°μœ„ν•΄ Melaka에 주말에 μ™”μ—ˆμ–΄μš”(κΈˆμš”μΌ-μΌμš”μΌ)πŸ˜πŸ‘Œ

κ°„λž΅νžˆ λ§ν•˜μžλ©΄ Dutch Squareμ—μ„œ λ³Έ 건물듀 쀑 μΌλΆ€λŠ” λ„€λœλž€λ“œ, 영ꡭ 및 포λ₯΄νˆ¬κ°ˆ 식민지 μ‹œλŒ€ 및 μ•½κ°„μ˜ μ€‘κ΅­μ‹œλŒ€μ˜ 영ν–₯을 받은 κ²ƒλ“€μ΄μ˜€μ–΄μš”. μ§€κΈˆ 이 ν¬μŠ€νŠΈμ—μ„œλŠ” κ·Έ λ•Œ λ³Έ 건물의 역사에 λŒ€ν•΄μ„œ κ°„λ‹¨νžˆ μ“°κ³  μ‹Άμ–΄μš” πŸ˜„ λκΉŒμ§€ μ½μ–΄μ£Όμ‹œκΈ° λ°”λž˜μš”!

Stadthuys is right behind the clock tower.

Yang pertama adalah Stadthuys atau dalam bahasa Inggris disebut City Hall 😍 Bangunan ini dibangun pada tahun 1650 sebagai kantor pemerintah Belanda ~ Bagi yang belum tau, Malaysia merupakan kolonial Belanda sama seperti Indonesia. Dan dari info yang gue baca, Stadthuys ini menjadi bangunan Belanda tertua di Melaka yang masih berdiri sampai sekarang 😁 Pada saat ini, Stadthuys berfungsi sebagai museum sejarah 400 tahun Melaka.
The first is Stadthuys or in English means City Hall ~ This building was built in 1650 as a Dutch government office. For those who don't know, Malaysia is also a Dutch colonial like Indonesia before it was finally taken over by a Great Britain. And Stadthuys is the oldest Dutch building in Melaka which still standing strong until now 😁 At this time, Stadthuys has been transformed into a 400-year history museum of Melaka which also tells about the glory of Melaka πŸ˜„πŸ‘Œ
첫 λ²ˆμ§ΈλŠ” Stadthuys ν˜Ήμ€ μ˜μ–΄λ‘œ City Hallμ΄μ—μš” ~ 이 λΉŒλ”©μ€ 1650λ…„ λ„€λœλž€λ“œ μ •λΆ€ μ²­μ‚¬λ‘œ μ§€μ–΄μ‘Œμ–΄μš”. λ§λ ˆμ΄μ‹œμ•„λŠ” μΈλ„λ„€μ‹œμ•„μ™€ 같이 영ꡭ 이전에 λ„€λœλž€λ“œ μ‹λ―Όμ§€μ˜€μ–΄μš”. 그리고 μ—¬μ „νžˆ νŠΌνŠΌν•œ Stadthuys λŠ” Melakaμ—μ„œ κ°€μž₯ 였래된 건물이기도 ν•΄μš” 😁 ν˜„μž¬ Stadthuys의 κΈ°λŠ₯은 400λ…„ 역사인 Melaka λ°•λ¬Όκ΄€μœΌλ‘œ λ³€κ²½λ˜μ„œ Melaka의 μ˜κ΄‘μ— λŒ€ν•΄μ„œ 말해주고 μžˆμ–΄μš” πŸ˜„πŸ‘Œ μ•ˆνƒ€κΉκ²Œλ„ λ‚΄λΆ€μ—λŠ” 듀어가지 μ•Šμ•˜μ–΄μš”.

Christ Church Melaka.

Bangunan ke dua posisinya di sisi kiri Stadthuys bernama Christ Church merupakan gereja protestan tertua di Melaka dan dibangun pada tahun 1741 😍 Menurut sejarah, orang Belanda jaman dulu mau mengganti gereja St. Paul hasil kolonial Portugis yang rusak, jadilah dibangun Christ Church 😬 nah, Christ Church ini saksi sejarah kependudukan Belanda, hingga akhirnya Inggris Raya mengambil alih dan mengganti semua warna dinding gereja menjadi merah 😁
The second building which is located on the left side of Stadthuys is Christ Church, and it is the oldest protestant church in Melaka - was built in 1741. Historically, this church was built because the Dutch wanted to replace St. Paul church (from Portuguese era) that has been damaged. So Christ Church is a part of historical witness when Dutch colonized Malaysia until Great Britain took over and changed all the colors of the church to red (it's still open til now) 😁
Stadthuys μ™Όμͺ½νŽΈμ— μœ„μΉ˜ν•œ 두 번째 λΉŒλ”©μ€ Christ Church둜 Melakaμ—μ„œ κ°€μž₯ 였래된 κ°œμ‹ κ΅ ꡐ회이며 1741년에 μ§€μ–΄μ‘Œμ–΄μš”. μ—­μ‚¬μ μœΌλ‘œ 이 κ΅νšŒλŠ” λ„€λœλž€λ“œκ°€ 포λ₯΄νˆ¬κ°ˆ μ‹œλŒ€μ— μ†μƒλœ St. Paul ꡐ회λ₯Ό λ°”κΎΈκΈ° μœ„ν•΄ μ§€μ–΄μ‘Œμ–΄μš”. κ·Έλž˜μ„œ Christ ChurchλŠ” 영ꡭ이 λ°›μ•„μ„œ 색깔을 λΉ¨κ°„μƒ‰μœΌλ‘œ λ°”κΏ€ λ•Œ κΉŒμ§€ λ„€λœλž€λ“œκ°€ λ§λ ˆμ΄μ‹œμ•„λ₯Ό μ‹λ―Όμ§€λ‘œ λ§Œλ“  역사적인 증거이기도 ν•΄μš”. μ—¬ν•˜νŠΌ 이 κ΅νšŒλŠ” μ•„μ§κΉŒμ§€ κΈ°λŠ₯을 λ‹€ν•˜κ³  μžˆμ–΄μš” 😁

Malacca Art Gallery.

Dan bangunan ke tiga yang berdiri megah di sisi kiri Christ Church adalah Balai Seni Melaka yang dibangun pada tahun 1958. Balai Seni Melaka ini dibangun untuk memfasilitasi kegiatan seni di Melaka dan masih digunakan sebagai museum untuk simpan karya seniman Malaysia 😍 Gue pribadi lihat dari luar karena museumnya sudah tutup waktu gue datang πŸ˜‚
And the third building -- stands on the left side of Christ Church is Malacca Art Gallery, which was built in 1958. The building was built to facilitate art activities in Melaka and is still used as a museum to store art from Malaysian artists. I personally only look at it from the outside because the museum was closed when I arrived πŸ˜‚✌ -- seems they closed around 3 pm.
그리고 κ·Έ μ™Όμͺ½μ— μ„œμžˆλŠ” μ„Έλ²ˆμ§Έ λΉŒλ”©μ€ 1958λ…„ 지어진 Malacca Art Galleryμ—μš”. 이 λΉŒλ”©μ€ Melaka의 μ˜ˆμˆ ν™œλ™μ„ μœ„ν•΄ μ§€μ–΄μ‘Œκ³  λ°•λ¬Όκ΄€μ—μ„œ Melaka의 μ˜ˆμˆ κ°€λ“€μ˜ μž‘ν’ˆμ„ λ³΄κ΄€ν•˜λŠ” μš©λ„λ‘œ μ‚¬μš©λ˜κ³  μžˆμ–΄μš”. μ œκ°€ 갔을 λ•ŒλŠ” 문이 λ‹«ν˜€μžˆμ–΄μ„œ μ™ΈλΆ€μ—μ„œλ§Œ λ΄€μ–΄μš” πŸ˜‚✌

Tan Beng Swee Clock Tower.

Yang terakhir ada Tan Beng Swee Clock Tower atau menara jam yang merupakan hadiah dari saudagar China bernama Tan Jiak Kim ~ Jadi Tan Jiak Kim memberi menara untuk memenuhi harapan ayahnya (Tan Beng Swee) di masa silam 😁 selain itu, ayah dari Tan Beng Swee yang bernama Tan Kim Seng adalah milioner China yang memberi jembatan di seberang menara. So, kalau kita mau ke Jonker pasti lewat jembatan itu yang masih kokoh sampai sekarang πŸ˜„
And for the last is Tan Beng Swee Clock Tower which is a gift from one of Chinese millionaire named Tan Jiak Kim. So Tan Jiak Kim gave a clock tower fulfill his father (Tan Beng Swee) wish in the past ~ besides that, Tan Beng Swee's father named Tan Kim Seng was also the one who gave a bridge right across the clock tower 😍 So, if we wanna go to Jonker Night Market from Dutch Square, we will definitely pass the bridge which is still standing strong until now πŸ˜„
그리고 λ§ˆμ§€λ§‰μ€ μ€‘κ΅­μ˜ 백만μž₯자 Tan Jiak KimλΌλŠ” μ‚¬λžŒμ΄ μ„ λ¬Όν–ˆλ‹€λŠ” Tan Beng Swee Clock Towerμ—μš”. Tan Jiak Kim은 그의 μ•„λ²„μ§€μ˜(Tan Beng Swee) κ³Όκ±° λ°”λž¨μ„ λ‹΄μ•„μ„œ 이 μ‹œκ³„νƒ‘μ„ 쀬닀고 ν•΄μš” ~ κ·Έ 외에도 Tan Beng Swee의 아버지 Tan Kim Seng은 μ‹œκ³„νƒ‘μ„ κ°€λ‘œμ§€λ₯΄λŠ” 닀리λ₯Ό μ„ λ¬Όν–ˆλ‹€κ³  ν•΄μš”. λ”°λΌμ„œ Dutch Squareμ—μ„œ Jonker Night Market에 κ°€μ‹ λ‹€λ©΄ μ•„μ§κΉŒμ§€ νŠΌνŠΌν•˜κ²Œ 버티고 μžˆλŠ” λ‹€λ¦¬ν•˜λ‚˜λ§Œ κ±΄λ„ˆλ©΄ λ˜μš” πŸ˜„

Victoria Water Fountain.

Sebenarnya ada satu lagi yaitu Air Mancur Victoria peninggalan Inggris tapi gue nggak punya foto jelasnya karena terlalu banyak orang ketika gue ke sana πŸ€ͺ jadi kalau mau mengabadikan Air Mancur Victoria pasti nggak gampang πŸ˜‚ kebetulan di samping Air Mancur Victoria persis ada tulisan I LOVE MELAKA jadi memang area itu adalah spot foto paling ramai untuk para turis yang ingin foto bersama teman, keluarga, hadirin hadirot sekalian πŸ˜†

🐰🐰🐰

Liburan di Melaka buat gue terasa seperti healing, mungkin karena Melaka nggak seramai Johor Bahru, Kuala Lumpur maupun Penang 😁 terus, berbeda dengan Penang yang lebih ramai saat pagi dan siang (maklum hunting mural nggak seru saat malam), di Melaka ramainya justru sore jelang malam ~ Dan selama di Melaka kegiatan gue nggak jauh-jauh dari visit cafe sampai bosan. Sometimes duduk di tepi kanal sambil lihat kapal kecil lewat dan menunggu sunset datang 😍

Anyway, post ini sebetulnya gue draft di tahun 2019, cuma berhubung foto-fotonya bagus (PD!) dan sudah ready alias nggak perlu edit lagi, jadi nggak ada salahnya gue tayangkan sekarang 🀣 -- To be honest semenjak harus stay di rumah, mood gue untuk edit foto perjalanan langsung drop karena gue kawatir kalau lihat foto nanti bisa sedih berkepanjangan πŸ™ˆ berhubung gue nggak tau kapan Corona hilang, gue hanya berharap semoga tahun depan mood gue kembali normal 😍 so, buat yang tunggu cerita Nepal, Jepang, Aussie dan lainnya, tahun depan, yah πŸ˜‚

Kalau, teman-teman ada yang tertarik sama Melaka? 😍
Actually there is one more which is Victoria Water Fountain and it's a relic from Great Britain but I don't have a clear photo of it because there were too many people when I visited there πŸ˜‚ so if you wanna capture Victoria Water Fountain is definitely not easy πŸ˜‚ and, next to Victoria Water Fountain is exactly 'I LOVE MELAKA' big sign and the area is the busiest photo spot for tourists who want to take a picture with friends, family and whoever they come with ~

🐰🐰🐰

Vacation in Melaka for me feels like a healing program, maybe because Melaka is not as busy as Johor Bahru, Kuala Lumpur or Penang 😁 -- And in contrast to Penang which is more crowded in the morning and afternoon (yeah, mural hunting isn't fun at night), in Melaka it's more crowded at night πŸ’• Anyway, talk about my activities in Melaka, mostly, I just visited cafe. Sometimes, I sat on the edge of canal to watch small boats pass by and waiting for the sunset to come 😍

Do you guys interested to visit Melaka? 😍
μ‹€μ œλ‘œ κ±°κΈ°μ—λŠ” Victoria Water Fountainκ°€ ν•˜λ‚˜ 더 있고 그것 λ˜ν•œ 영ꡭ의 μœ μ‚°μ΄μ§€λ§Œ λͺ…ν™•ν•œ 사진이 μ—†λ„€μš” ν•˜ν•˜ν•˜ κ±°κΈ° λ°©λ¬Έν–ˆμ„ λ•Œ 거기에 μ‚¬λžŒμ΄ μ—„μ²­ λͺ°λ €μžˆμ—ˆκ±°λ“ μš” ~ κ·Έλž˜μ„œ Victoria Water Fountainλ₯Ό μ°λŠ”κ²Œ 쉽지 μ•Šμ•˜μ–΄μš” πŸ˜‚ 그리고 Victoria Water Fountain λ‹€μŒμ€ 'I LOVE MELAKA'λΌλŠ” μ»€λ‹€λž€ ν‘œμ‹œκ°€ μžˆμ–΄μ„œ κ°€μ‘± 및 μΉœκ΅¬λ“€λΌλ¦¬ 사진 μ°λŠ” μž₯μ†Œκ°€ μžˆμ—ˆμ–΄μš” ~

Dutch [Red] Square
Bandar Hilir, 75200 Malacca, Malaysia

26 comments:

  1. Dutch Square itu berarti di Malaka Malaysia ya mbak. Baru tahu kalo Malaysia pernah dijajah oleh Belanda sebelum diambil alih oleh Inggris. Buktinya ada gereja peninggalan Belanda di Malaka ya.

    Bangunannya kenapa warnanya jadi merah semua ya? Apa karena artistik atau ada sebab lainnya?

    Semoga tahun depan Corona sudah reda sehingga mbak Eno bisa traveling lagi, semangat ya mbak.πŸ˜€

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas Agus, Dutch Square ada di Melaka, Malaysia πŸ˜† -- dan iya dulu sempat dijajah Belanda sebelum diambil alih Inggris Raya. Nah, bangunannya dicat merah semua saat Inggris ambil alih kekuasaan karena warna merah itu salah satu warna ciri khas Inggris pada masanya (begitu sejarah yang saya baca) 😁

      Amiiiiin mas, saya ada penerbangan Januari 2021 yang belum saya cancel / re-schedule hahahaha. Semoga bisa berangkat *harap harap cemas* πŸ˜‚

      Delete
    2. Oh begitu toh, ternyata warna merah itu ciri khas Inggris pada masanya.

      Semoga terlaksana mbak penerbangan pada Januari 2021.

      Delete
    3. Amiiiin, thank you doanya brother Agus 😁✌

      Delete
  2. Waaah ada kisah perjalanan ke Nepal dan Aussie juga, Mbaa? Aaaah semoga cepat tayang di blog, penasaran! πŸ˜†

    Begitu lihat bangunan Christ Church itu langsung familiar, karena sering lihat fotonya hahahaha bangunan berwarna serba merah batu bata ini iconic sekali yaa. Dan hebat sekali pengelola daerah di sana sangat menjaga setiap bangunan tua yang ada sehingga bisa bertahan sampai detik ini. Malah menjadi daya tarik para turis yang traveling ke sana ya :D

    Melaka ini salah satu destinasi wisata yang ingin aku kunjungi, Mbaa. Membayangkan sore-sore ngopi di kopitiam sebelah sungai Melaka itu kayaknya cozy sekali deh πŸ˜† sungainya itu jauh nggak ya, Mba, dari area Dutch Square ini?

    Tadi pagi habis nonton berita, vaksin Covid-19 akan segera hadir sekitar bulan November ini, Mbaa. Mudah-mudahan bisa segera didistribusikan dengan baik di Indonesia, jadi kita bisa segera traveling dengan aman kembali 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada mba, saya ada list negara yang belum dibahas *kebanyakan belum daripada sudah* πŸ˜‚ Nepal ada tapi saya nggak naik gunung, cuma menikmati dari bawah. Kalau Aussie cuma di Perth, Sydney dan Melbourne saja (mostly karena biztrip pula, jadi cerita tempat wisatanya nggak banyak -- namun semoga fotonya bisa dinikmati nantinya) πŸ€ͺ -- terus Jepang ini lumayan banyak ceritanya, dan beberapa negara Eropa serta scandinavia. Mungkin baru beberapa tahun lagi kelar mba (mengingat blog ini sepertinya sudah ganti haluan jadi blog curhat bukan blog perjalanan, alhasil sekarang cerita perjalanannya cuma jadi selingan) πŸ™ˆ

      Saya tuuuuh mau ke Dutch Square juga karena lihat banyak foto bangunan merah itu berseliweran di mana-mana. Terus jadi penasaran. Ternyata aslinya memang cantik, mba 😍 -- dan Melaka ini kotanya kecil, sehingga area wisatanya terpusat, dan yang paling terkenal adalah area Dutch Square ini yang letaknya persis seberang Jonker Night Market 😁 kalau mba mau ke Melaka, pilih weekend yah karena night market hanya buka saat weekend. Seru banget bisa duduk duduk di tepi sungai sambil tunggu sunset, habis itu yalan-yalan lihat night market πŸ˜†

      Ohya, sungainya tepat di depan Dutch Square, mba. Kopi Tiam nggak jauh dari sana. Jadi antara Dutch Square dan Jonker Street dipisah oleh sungai dan untuk ke Jonker harus jalan kaki lewat jembatan πŸ˜† seriously di sana seru untuk yalan-yalan karena semua area wisatanya berdekatan. Dan cocok untuk getaways 3D2N sebab kotanya so small 😍

      Amiiiin, berharap vaksin bisa segera ke luar dan kita bisa selalu dalam keadaan sehat, mba πŸ’• hehehe. Semangat!

      Delete
  3. Unik sekali ya warna bangunannya merah (tapi dari layar laptopku mah warnanya lebih ke merah muda) semua, jadi penasaran apakah warna cat di dalam ruangan bangunan tersebut juga merah seperti warna diluarnya?
    hmmm...
    Btw, ditunggu banget foto-foto traveling ke Jepangnya, karena saya suka sekali dengan jepang.

    semoga moodnya ga harus nunggu ampe tahun depan ngedit fotonya, hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Merahnya bukan merah darah soalnya Ady, lebih ke merah brick jadi agak ke pink dan oren sepertinya hahaha (lupa lupa ingat) -- terus ini di foto jelang sunset, alhasil kena terpaan cahaya oren 🀣 too bad saya nggak lihat bagian dalamnya jadi nggak tau warnanya apa πŸ™ˆ

      Amiiiin, semoga yah, meski nggak janji bisa segera πŸ˜†✌

      Delete
    2. ooooh...

      Btw super sekali kakak Eno ini, asli baru nemu blog di zaman ini yang seaktif ini.
      ditinggalin bentar udah ada dua postingan baru aja. dikomen trus ga lama bales lagi, semuanya dibalesin lagi. sungguh menginspirasi.

      Tapi seringkali tiap saya nulis, karena ga tau mau nyampein apa, jadinya ga jelas, kak...
      kalo kyk gitu,, maksain tetep nulis dan post di blog apa engga ya? *ya walaupun bebas aja sih, toh yg liat paling itu itu aja

      Delete
    3. Saya masih kurang aktif dibanding bloggers lainnya Ady, hehehe. Mungkin Ady bisa baca blog mas Anton maniakmenulis.com 😁 beliau sering bahas soal dunia blog dan cara penyampaiannya mudah dipahami seperti bicara dengan teman, dan beliau lebih aktif dari saya. Sehari bisa tulis 6 post kadang hehehehe ~

      Menurut saya, terlepas Ady tau atau nggak bagaimana cara menyampaikan suatu cerita, better tetap ditulis saja 😍 mau curcol semua isinya, mau nggak ada penutup atau pembuka, atau mau ngalor ngidul ke selatan ke utara yaaa nggak masalah ~ sebab, pembaca yang sudah suka dengan gaya tulisan Ady, akan tetap suka dan baca. So nggak perlu kawatir sama hal-hal teknis seperti di atas 😁✌

      Frankly speaking, saya suka tulisan-tulisan Ady, mungkin karena yang ditulis lebih banyak soal keseharian, jadi saya bisa relate πŸ™ˆ dan gaya menulis Ady sudah asik, mengalir serta nyaman untuk dibaca πŸ˜† yakin deh cepat atau lambat, Ady akan ketemu pembaca yang suka blog Ady apa adanya. Til then, semangat menulis yah, sayang blog bagusnya kalau sampai lumutan 🀣

      Delete
  4. Ini menarik banget, Mbak Enoooooo. Apalagi pemandangan yang serba merah ini. Duh, jadi pengen foto-foto di sanaaaaaaa.😍

    Tapi gara-gara ingat Corona jadi sedih lagi aku, Mbak Eno. Mau jalan-jalan yang deket aja gak bisa.. Apalagi yang beda negaraaaaa😭😭😭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cantiiiik mba Roeeem untuk background foto, dan aslinya pun cantik sekaliiii, hehehe, saya suka banget area ini sampai bolak balik coba satu cafe ke cafe lain, sambil tunggu jadwal night market buka 😍

      Sementara waktu kita yalan-yalan virtual mba πŸ™ˆ

      Delete
  5. Pemandangannya keren banget, tapi tadi aku kira masjid loh melihat foto pertama. Ternyata gereja yaa mbak haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau foto pertama bukan gereja mas, yang ada dua orang jalan itu, kan? Hehehehe. Itu restoran namanya Melaka Chocolate House 😁

      Delete
  6. Aamiin kak, semoga pandemi ini segera berakhir. Biar bisa nonton bioskop lagi, biar kalau nongkrong tidak disamperin polisi atau pengawas, biar kehidupan berjalan sebagaimana dulu buru-buru mandi karena terlambat ke kampus. Sekarang mah bangun 5 menit sebelum kuliah online juga tidak masalah. Tinggal cuci muka dan benerin rambut, beres.

    Kalau untuk ke Melaka, kayaknya belum ada pikiran. Saat ini, kalau di luar Indonesia, saya ingin ke Adelaide atau ke kota-kota di India. Kalau dipikir-pikir, kayaknya seru juga πŸ˜…

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiiin, sudah lama juga nggak menonton bioskop nih saya, mas πŸ˜‚ hahahaha. Dan sama bangettt, meski sebenarnya kerja online nggak perlu ribet pada pagi harinya, namun feel berangkat kerja buru-buru itu kadang saya rindukan πŸ™ˆ semoga kita bisa kembali menjalankan hidup kita dengan normal 😍

      Waow India.. perginya saat winter mas, jangan summer, panas! 🀣

      Delete
  7. Yaampuun postingan Mba Eno ngerecall memori saya pas ke Melaka bertahun2 yg lalu πŸ˜†πŸ˜†
    Makasi udah cerita bangunan2 di Red Square Mba Eno. Ternyata umur bangunannya udah pd tua bgd yaa. Hehehe..

    Apalagi, bener banget kata Mba Eno, fotonya Red Square Mba Eno cakep2 bangeeet 😍 Klo aku justru yg paling diinget di Red Square (selain foto2 di depan Gereja dan fountainya) itu adalah Melaka panaaas bgd. Apa krna di deket pantai yaa. Hehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi jadi rindu ya, mba? πŸ˜†

      Iyes, bangunannya sudah tua-tua. Dari jaman kakeknya kakek buyut kita mungkin mba πŸ˜‚ by the way, saya waktu di Melaka hanya jalan saat sore hari dari jam 4, mba. Jadi sudah nggak begitu panas, justru cenderung sejuk di sana. Mungkin mba merasa panas karena dari siang?

      Delete
  8. Mbak eno, aku thu selalu suka lihat bangunan-bangunan khas jaman kolonial. Meskipun mereka menjajah pada jamannya, mereka juga meninggalkan bermacam-macam arsitektur bangunan yang cantik dan kokoh. Buktinya hingga ratusan tahun, bangunan-bangunan tersebut masih berdiri. Padahal teknologi pada waktu itu belum semaju sekarang. Kadang aku menyebutnya orang-orang dulu emang sakti-sakti..hahahaha πŸ˜…

    Oyaa, aku tahu perjalanan mbak eno di nepal dari blognya mas morishige. Tapi aku cariin kok kayaknya gada. Ternyata belum dipublish...buruan dipublish mbak..aku ga sabar untuk baca..hehehee

    Salah satu masalah di artikel perjalanan itu ngumpulin dan edit foto yang pas. Dulu mikirnya fotonya udah pas,bagus. Eh pas dilihat sekarang rasanya kok ada yang kurang yaa. Itu yang sering aku rasakan...hahahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sakti bangettt, saya kadang heran, bangunannya masih tetap kokoh sampai sekarang. Dibuatnya pakai apa, yah 🀣 tapi mungkin karena bangunan sekarang lebih banyak pakai sesuatu yang enteng, even genteng pun pakai yang tinggal pasang macam main The Sims makanya kekuatannya nggak sekokoh bangunan jaman dulu, mas *sok tau saya* πŸ™ˆ Wk.

      Iya nanti publish habis ASEAN kelar mas, biar urutan hahahaha. By the way, saya ke Nepal tuh nggak naik gunung, lhoooo. Jadi mungkin ceritanya nggak fun, karena semua kegiatan saya ada di kota πŸ˜‚ nggak jauh-jauh dari hunting cafe, jalan kaki keliling, lihat perintilan warna warni (sangat colorful di sana) dan main sama si kesayangan πŸ€ͺ

      Ihhhhh betuuuul mas, edit foto sangat memakan waktu, tenaga serta pikiran hahahahaha. Belum lagi kalau perjalanannya sudah setahun lalu atau dua tahun lalu, keburu buyar dan nggak ingat 🀣

      Delete
  9. kalo aku sukak beud sama Melaka, waktu pertama menginjakkan kaki di area ini.
    cuman bisa bilang "yampunnnnnnn apiknyaaaa" hahaha, yampun bangunan tua tapi bisa cantik kayak gini, mau foto dimana aja kok ya tetep apik
    oohh jadi jembatan yang arah ke jonker walk itu begini sejarahnya hehehe, aku belum pernah coba googling.
    agak lupa lupa ingat ini, waktu nunggu waktu hunting ke jonker walk, aku dan travelmate lagi ngincer satu tempat yang hips banget waktu itu, aku lupa apa, entah tempat makan atau spot foto hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apiiiik bingits mba, semua sudutnya bagus untuk foto hahahaha ~ cocok buat yang hobi OOTD depan bangunan atau sekedar foto selca πŸ˜†πŸ’•

      Iya sejarahnya demikian, dan jembatannya fenomenal yah, ada di bawah pohon, bisa lihat kapal lewat hehehe. Suka banget saya berdiri di sana. View sungainya berpadu sama warna sunset 😍

      Ayoooo ceritakan pengalaman mba di Melaka, pasti lebih seru dari saya, sebab mba Ainun tipe petualang hehehehe. Mau bacaaa πŸ™ˆ

      Delete
  10. Si kakak tadi bilang say, katanya November nanti akan persiapan vaksin corona.
    Katanya dia liat di TV, semoga beneran yaaa..
    Semoga segera ditemukan vaksinnya, agar corona bisa dihempaskan dan kita bisa bebas lagi dengan new normal yang berbekalkan new good habbit :)

    Oh ya, fotonya memang udah bagus kok say, dan rasanya udah lama ya nggak baca tulisan travel Eno yang khasnya sebangunan-sebangunan atau bahas setempat gini.

    yang bikin saya jadi tahu lebih detail suatu daerah, karena bahasnya dikit-dikit, jadi lebih mudah dicernanya, maklum mamak Rey anak rumahan, travelingnya di blog temen-temen ajah hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, saya baca berita katanya November. Semoga betulan bisa dan bagus hasil vaksinnya 🀧 lelah kalau begini terus soalnya hehehe. Amiiin mba, semoga kita bisa kembali normal dengan kebiasaan baru yang bisa terus kita jaga 😍

      Sudah lama saya nggak bahas travel sebab yang suka baca tulisan travel saya nggak banyak mba 🀣 *nggak sebanyak curcolan* hahaha.

      Delete
  11. 2021 will be our year.. Semoga 2021 bisa lebih baik. Congorna udah ilang dibasmi..Aminn
    Wow, saya baru dnger daerah Melaka dan sepertinya bagus.. Destinasi Malaysia yang pngen saya kunjungin *kalau ada kesempatan. Maunya ke Ipoh.. itupun taunya dari vlog Ria SW.. wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. AMIIIIIIN mas Byuuuu ~

      Mas sama seperti mba Jane, ke Ipoh karena Ria SW hahahaha. Saya belum pernah ke Ipoh, nanti pankapan saya mau lihat vlognya dulu, penasaran 🀣 Melaka menurut saya cocok untuk weekend getaways, berangkat Jumat malam atau Sabtu pagi, dan pulang Minggu malam pun bisa πŸ™ˆ hehehehe.

      Delete