The Reasons | CREAMENO

The Reasons


Hidup ini rasa-rasanya selalu penuh dengan alasan HEHE, seperti gue yang selalu ditanya oleh teman-teman baik gue mengenai alasan gue menulis blog padahal biasanya gue adalah orang yang paling malas bercerita (yaiyalah kalau cerita langsung bisa berbusa mulut gue, makanya gue tulis di blog biar pada baca) ๐Ÿ˜‚ sampai pertanyaan soal kenapa gue menyebut diri sendiri dengan 'gue' bukan 'saya' ~ dan pertanyaan lain yang sempat terlontar seperti kenapa gue mendadak blogwalking padahal dulunya nggak pernah ๐Ÿ˜‚✌

Kalau dipikir-pikir, segala sesuatu, entah itu sebuah pilihan maupun keputusan pasti dilatar belakangi oleh sebuah alasan dan kali ini gue mau bercerita soal alasan nggak penting gue yang berhubungan dengan blogging ๐Ÿ˜† jadi, alasan gue buat CREAMENO selain karena mau mendokumentasikan perjalanan-perjalanan gue di masa silam yang cukup membuat gue semaput saat edit fotonya, juga karena gue mau bercerita kepada temans dan keluarga nun jauh di sana~

Gue ini kan hidup merantau (dan nomaden) yang artinya jauh dari keluarga besar dan teman-teman gue (which most of them tinggal di kota metropolitan), dan gue bukan tipe orang yang setiap hari berkomunikasi kasih kabar soal gue lagi di mana, sedang apa, sama siapa ๐Ÿ˜‚ so, gue buat blog ini dan gue kasih link-nya ke orang-orang terdekat gue biar mereka semua bisa baca dan tau kegiatan gue meski nggak semuanya gue tuliskan. Tapi seenggaknya, mereka jadi ada bayangan kalau gue masih tetap hidup dan bahagia HAHAHA.

Nah, berjalan dengan waktu, dan semakin banyaknya tulisan yang sudah dibuat, gue mulai rajin blogwalking ke blog teman-teman maya~ niat awal hanya mau baca tulisan-tulisan orang, lalu mulai merasa nyaman dan ketagihan menjadi pembaca beberapa blog yang gue bookmarks, dan yang tadinya sungkan untuk menyapa pun akhirnya memberanikan diri untuk meninggalkan komentar ๐Ÿ˜† lalu nggak menyangka kalau ternyata komentar gue pun berbalas dan hati ini senang luar biasa ๐Ÿ˜‚✌๐Ÿ’“ lebaaaaayyyy, yaaa?

Jujur, gue merasa diterima dengan baik oleh banyak teman maya gue, dan itu memberikan kebahagiaan tersendiri untuk gue HEHE. Karena gue sudah bisa dapat ilmu banyak dari blog-blog yang gue baca pun gue juga dapat pertemanan yang hangat ๐Ÿ˜„ albeit, itulah alasan gue kenapa gue mendadak blogwalking padahal dulunya nggak pernah. Kalau dipikir-pikir, dari 70-an post yang gue tulis selama 3 bulan ke belakangan, hanya 15 post yang ada komentarnya, karena memang gue baru memulai kegiatan blogwalking ini sekitar 3 minggu belakangan ๐Ÿ˜‚ yeah, I'm a newbie guys!

Terus, kenapa gue memilih pakai kata 'gue' bukan 'saya' karena tadinya gue kan menulis hanya untuk orang-orang terdekat, dan di keseharian gue itu, gue menyebut diri sendiri yaaa dengan sebutan 'gue' HAHAHA. Kalau tiba-tiba gue menulis dengan kata 'saya', beuh yang ada teman-teman gue pada mencela gue semua sampai puasss secara gue nggak pernah memanggil diri gue dengan kata santun tersebut kecuali sama orang tua dan yang dituakan ๐Ÿ˜‚

Read : Being Consistent

However, semenjak blogwalking dan baca blog-blog teman lain yang semuanya santun, gue jadi merasa kurang ajar sendiri HAHAHA terus sempat berpikir, "Apa gue ganti semua saja pakai aku atau saya, ya? Nggak enak soalnya kalau dibaca sama teman-teman maya." ๐Ÿ˜… tapi teman baik gue bilang, "Nggak usahlah, jadi diri sendiri saja. Lagipula lo kan menulis untuk kenangan pribadi. Jadi nggak apa-apa pakai kata 'gue', teman-teman maya lo pasti mengerti." -- Duileh HAHAAYY!

That's why pada akhirnya gue tetap memanggil diri sendiri dengan sebutan 'gue' walau ketika berkomentar dan membalas komentar, gue pun berubah jadi santun dengan kata 'saya' HIHIHI semoga ketulusan gue tetap masuk ke hati teman-teman maya yang pernah gue kunjungi blognya ๐Ÿ˜ dan semoga teman-teman yang berkunjung ke blog gue juga nggak merasa gue ini nggak sopan dengan cara gue menuliskan cerita. Over all, terima kasih untuk teman-teman yang sudah mampir ke blog gue dan semoga ada sedikit manfaat yang bisa didapat ๐Ÿ˜„๐Ÿ’“ salam hangat dari paradise island~
Life is always full of reasons HEHE, like me who always got questions by my good friends about the reason why I write a blog even though usually I am the most lazy person when needed to tell a story (yes, if I need to keep talking, my mouth will be foaming, that's why I write so my friends can read) ๐Ÿ˜‚ to the question about my reason why I call myself 'gue' (informal) not 'saya' (formal) ~ and other questions such as why I suddenly blogwalking even though I never had ๐Ÿ˜‚✌

When I think about it, whether it's a choice or a decision, everything must have a reason and this time I want to talk about my reasons which relate directly to this blog ๐Ÿ˜† so yeah, my reason for creating CREAMENO blog other than because I want to documenting my trips in the past that made me quite stress while editing the photos... is because I wanted to tell many stories about my trips, my thoughts and everything to my friends and family who live really far away ~

I live a nomadic life, means I live far from my big family and good friends (which most of them live in metropolitan city), and I am not the type of person who communicates daily. About where I am, what I'm doing, with whom I'm doing it ๐Ÿ˜‚ so, I created this blog and I gave the link to my closest people, wishing they could read and know my activities even though I didn't write all of the stories specifically. But at least, they know that I'm still alive and happy HAHAHAHA.

Now, as time goes by, and more posts was done, I start visiting other blog (blogwalking) ~ my initial intention was only to read people's writings, however I begin to feel comfortable and addicted to several blogs that I bookmarks. Although at first I was a bit reluctant to say hello, but I finally brave enough to leave a comment on their blog. Honestly, I didn't expect that my comments will get reply but I still got some replies and it gave me a moment full of joy ๐Ÿ˜‚✌๐Ÿ’“

I also feel welcomed by many friends that I found here, and it gives me happiness. Because while I do blogwalking, I'm not only get a lot of knowledge from the blogs that I read, I also get a warm friendship ๐Ÿ˜„ albeit, that's my reason why I suddenly blogwalking even though I never did before. Come to think of it, out of the 70 posts that I've written over the past 3 months, only about 15 posts have comments, because I just started blogwalking about 3 weeks ago ๐Ÿ˜‚

Then, why do I keep using the word 'gue' (informal) not 'saya' (formal) because I used to write for my closest people, and with them I keep calling myself 'gue' (informal) HAHA. If suddenly I write with formal words such as 'saya', my friends will tease right away because I never call myself with that polite words except to my parents and elders ๐Ÿ˜‚

Read : Being Consistent

However, since I started blogwalking and reading other people blogs. I found out that most of them using polite words, so I feel a bit rude in here HAHAHA and I keep thinking, "Should I just replace everything using polite words? I feel bad to my blogger friends." ๐Ÿ˜… but my good friend said, "You don't need to, just be yourself. After all, you write for yourself, for your personal memories. So it's okay to use the informal word, and I guess your virtual friends will understand." ๐Ÿ˜‚๐Ÿ‘Œ

That's why in the end I call myself 'gue' (informal) even though when commenting and replying the comments, I turn into woman with polite words HIHIHI I hope my sincerity still enters the hearts of you guys who have visited my blog ๐Ÿ˜ and hopefully you guys who visit my blog will not feel that I'm rude with the way I write my stories. Over all, thank you for stopped by my blog and hopefully you get a few benefits from here ๐Ÿ˜„๐Ÿ’“ regards from paradise island!
ํ•ญ์ƒ ์นœ๊ตฌ๋“ค์—๊ฒŒ ์ด์•ผ๊ธฐํ•  ๋•Œ ๊ฒŒ์œผ๋ฅด๋‹ค๊ณ  ํ•˜๋ฉด์„œ ๋ธ”๋กœ๊ทธ๋ฅผ ํ•˜๋Š” ์ด์œ ๊ฐ€ ๋ญ”์ง€, ์ œ๊ฐ€ ์ž์‹ ์„ ๋ถ€๋ฅผ ๋•Œ 'saya'(๊ณต์‹)๋ผ๊ณ  ํ•˜์ง€ ์•Š๊ณ  'gue'(๋น„๊ณต์‹)์ด๋ผ๊ณ  ํ•˜๋Š”์ง€, ํ˜น์€ ์™œ ๊ฐ‘์ž๊ธฐ ํ•ด๋ณธ์ ๋„ ์—†๋Š” ๋ธ”๋กœ๊ทธ์›Œํ‚น์„ ํ•˜๋Š”์ง€์— ๋Œ€ํ•œ ์งˆ๋ฌธ์„ ๋ฐ›๋Š” ์ €์™€๊ฐ™์ด ์ธ์ƒ์€ ํ•ญ์ƒ ์ด์œ ๋“ค๋กœ ๊ฐ€๋“์ฐจ์žˆ์–ด์š” ํ—คํ—ค (๋„ค, ๋งŒ์•ฝ์— ๊ณ„์† ๋ง์„ํ•ด์•ผํ•œ๋‹ค๋ฉด ์ €๋Š” ์ž…์— ๊ฒŒ๊ฑฐํ’ˆ์„ ๋ฌผ๊ฑฐ์—์š” ๊ทธ๋ž˜์„œ ๊ธ€๋กœ ์“ฐ๋Š”๊ฑฐ์—์š”) ๐Ÿ˜‚✌ ~

์„ ํƒ์ด๋‚˜ ๊ฒฐ์ •์— ์žˆ์–ด์„œ ๋ชจ๋“ ๊ฒƒ์—๋Š” ์ด์œ ๊ฐ€ ์žˆ์–ด์•ผ ํ•ด์š” ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ์ด๋ฒˆ์—๋Š” ์ด ๋ธ”๋กœ๊ทธ์™€ ์ง์ ‘ ๊ด€๋ จ๋œ ์ €์˜ ์ด์œ ์— ๋Œ€ํ•ด์„œ ์ด์•ผ๊ธฐํ•˜๊ณ  ์‹ถ์–ด์š” ๐Ÿ˜† ๋„ค, ์ œ๊ฐ€ CREAMENO ๋ธ”๋กœ๊ทธ๋ฅผ ๋งŒ๋“  ์ด์œ ๋Š” ์‚ฌ์ง„์„ ํŽธ์ง‘ํ•˜๊ณ  ๋ฌธ์„œํ™”ํ•˜๋ฉด์„œ ์ŠคํŠธ๋ ˆ์Šค๋ฅผ ๋ฐ›์ง€๋งŒ ์นœ๊ตฌ๋‚˜ ๋ฉ€๋ฆฌ ๋–จ์–ด์ ธ ์žˆ๋Š” ๊ฐ€์กฑ๋“ค์—๊ฒŒ ์ œ ์ด์•ผ๊ธฐ๋ฅผ ํ•˜๊ธฐ ์œ„ํ•ด์„œ์—์š” ~

์ €๋Š” ์นœ์ฒ™ ๋ฐ ์นœ๊ตฌ๋“ค๊ณผ ๋–จ์–ด์ ธ ๋…ธ๋งˆ๋“œ ์ƒํ™œ์„ํ•˜๊ณ  ์žˆ์–ด์š” (๋Œ€๋ถ€๋ถ„ ๋Œ€๋„์‹œ์— ์‚ด๊ณ ์žˆ์–ด์š”) ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ์ €๋Š” ์–ด๋””์žˆ๋Š”์ง€, ๋ˆ„๊ตฌ์™€ ๋ญ˜ํ•˜๋Š”์ง€ ๋งค์ผ ์ปค๋ฎค๋‹ˆ์ผ€์ด์…˜ ํ•˜๋Š” ํƒ€์ž…์ด ์•„๋‹ˆ์—์š” ๐Ÿ˜‚ ๊ทธ๋ž˜์„œ ์ด ๋ธ”๋กœ๊ทธ๋ฅผ ๋งŒ๋“ค๊ณ  ํŠน๋ณ„ํ•œ ์ด์•ผ๊ธฐ๋Š” ์•„๋‹ˆ๋”๋ผ๋„ ๋ญ˜ํ•˜๊ณ  ์žˆ๋Š”์ง€ ์ฝ์„ ์ˆ˜ ์žˆ๊ธฐ๋ฅผ ๋ฐ”๋ผ๋ฉด์„œ ๋งํฌ๋ฅผ ์คฌ์–ด์š”. ์ ์–ด๋„ ์ œ๊ฐ€ ์•„์ง ์‚ด์•„์žˆ๊ณ  ํ–‰๋ณตํ•˜๋‹ค๋Š”๊ฑด ์•Œ๊ณ ์žˆ์–ด์š” ํ•˜ํ•˜ํ•˜ํ•˜

์ด์ œ ์‹œ๊ฐ„์ด ํ˜๋Ÿฌ์„œ ๋” ๋งŽ์€ ํฌ์ŠคํŠธ๊ฐ€ ์ž‘์„ฑ๋˜์„œ ๋‹ค๋ฅธ ๋ธ”๋กœ๊ทธ๋ฅผ ๋ฐฉ๋ฌธํ•˜๊ธฐ ์‹œ์ž‘ํ–ˆ์–ด์š”(๋ธ”๋กœ๊ทธ์›Œํ‚น) ~ ์ €์˜ ์ฒซ๋ฒˆ์งธ ์˜๋„๋Š” ์‚ฌ๋žŒ๋“ค์˜ ๊ธ€์„ ์ฝ๋Š” ๊ฒƒ์ด์—ˆ์ง€๋งŒ ํŽธ์•ˆํ•ด ์ง€๋ฉด์„œ ๋ถ๋งˆํฌํ•œ ๋ช‡๋ช‡ ๋ธ”๋กœ๊ทธ์— ์ค‘๋…๋˜๊ธฐ ์‹œ์ž‘ํ–ˆ์–ด์š”. ์ฒ˜์Œ์—๋Š” ์ธ์‚ฌํ•˜๊ธฐ ๊บผ๋ ค์กŒ์ง€๋งŒ ์šฉ๊ธฐ๋ฅผ ๋‚ด์„œ ๋ธ”๋กœ๊ทธ์— ์ฝ”๋งจํŠธ๋ฅผ ๋‚จ๊ฒผ์–ด์š”. ์‚ฌ์‹ค ๋‹ต์žฅ์„ ๊ธฐ๋Œ€ํ•œ๊ฑด ์•„๋‹ˆ์—ˆ์ง€๋งŒ ์•„์ง ๋‹ต์žฅ์„ ๋ฐ›๊ณ ์žˆ๊ณ  ๊ทธ ์ˆœ๊ฐ„ ๊ธฐ์จ์œผ๋กœ ๊ฐ€๋“์ฐจ๊ฒŒ ๋˜์š” ๐Ÿ˜‚✌๐Ÿ’“

๋˜ ์—ฌ๊ธฐ์„œ ์ฐพ์€ ๋งŽ์€ ์นœ๊ตฌ๋“ค์˜ ํ™˜์˜์„ ๋ฐ›๊ณ  ํ–‰๋ณต์„ ๋Š๊ปด์š”. ์™œ๋ƒ๋ฉด ๋ธ”๋กœ๊ทธ ์›Œํ‚น์„ ํ•˜๋Š” ๋™์•ˆ์— ์ฝ์€ ๋ธ”๋กœ๊ทธ์˜ ์ง€์‹ ๋ฟ๋งŒ์•„๋‹ˆ๋ผ ๋”ฐ๋œปํ•œ ์šฐ์ •๋„ ์–ป์„ ์ˆ˜ ์žˆ์—ˆ๊ธฐ ๋•Œ๋ฌธ์ด์—์š” ๐Ÿ˜„ ๊ทธ๋Ÿผ์—๋„ ๋ถˆ๊ตฌํ•˜๊ณ  ๊ฐ‘์ž๊ธฐ ์˜ˆ์ „์—๋Š” ํ•˜์ง€ ์•Š์•˜๋˜ ๋ธ”๋กœ๊ทธ์›Œํ‚น์„ ํ•˜๊ณ ์žˆ๋Š” ์ด์œ ๊ฐ€ ๋˜ ์žˆ์–ด์š”. ์ง€๋‚œ 3๊ฐœ์›” ๋™์•ˆ ์“ด 70๊ฐœ์˜ ํฌ์ŠคํŠธ ์ค‘์—์„œ 15๊ฐœ์˜ ํฌ์ŠคํŠธ์—๋งŒ ์ฝ”๋งจํŠธ๊ฐ€ ์žˆ์–ด์š”. ์™œ๋ƒํ•˜๋ฉด 3์ฃผ ์ „์— ๋ธ”๋กœ๊ทธ์›Œํ‚น์„ ์‹œ์ž‘ํ–ˆ๊ธฐ ๋•Œ๋ฌธ์ด์ฃ  ๐Ÿ˜‚

๊ทธ๋Ÿผ, ์™œ 'saya' (๊ณต์‹) ๋Œ€์‹  'gue'(๋น„๊ณต์‹)์„ ์‚ฌ์šฉํ• ๊นŒ์š”. ๊ทธ๊ฑด๋ฐ”๋กœ ๊ฐ€๊นŒ์šด ์‚ฌ๋žŒ๋“ค์—๊ฒŒ ์“ฐ๊ณ ์žˆ๊ธฐ ๋•Œ๋ฌธ์ด์—์š” ํ•˜ํ•˜. ๊ฐ‘์ž๊ธฐ 'saya' ๊ฐ™์€ ๊ณต์‹์ ์ธ ๋‹จ์–ด๋ฅผ ์“ด๋‹ค๋ฉด ์ œ๊ฐ€ ๋ถ€๋ชจ๋‹˜์ด๋‚˜ ๋‚˜์ด๋งŽ์€ ์‚ฌ๋žŒ์„ ์ œ์™ธํ•˜๊ณ ๋Š” ์ •์ค‘ํ•œ ๋‹จ์–ด๋ฅผ ์“ด์ ์ด ์—†๊ธฐ ๋•Œ๋ฌธ์— ์ œ ์นœ๊ตฌ๋“ค์€ ๋ฐ”๋กœ ๋†€๋ฆด๊ฑฐ์—์š” ๐Ÿ˜‚

Read : Being Consistent

ํ•˜์ง€๋งŒ ๋ธ”๋กœ๊ทธ์›Œํ‚น๊ณผ ๋‹ค๋ฅธ์‚ฌ๋žŒ์˜ ๋ธ”๋กœ๊ทธ๋“ค์„ ์ฝ๊ธฐ ์‹œ์ž‘ํ•˜๋ฉด์„œ ๋ถ€ํ„ฐ ๋Œ€๋ถ€๋ถ„์˜ ์‚ฌ๋žŒ๋“ค์€ ๊ณต์†ํ•œ ๋‹จ์–ด๋ฅผ ์“ฐ๋Š”๊ฑธ ๋ฐœ๊ฒฌํ•ด์„œ ๋ฒ„๋ฆ‡์—†๊ฒŒ ๋ณด์ผ ์ˆ˜ ์žˆ๋‹ค๊ณ  ๋Š๊ผˆ์–ด์š” ํ•˜ํ•˜ํ•˜ํ•˜ ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ์ €๋Š” "๊ทธ๋ƒฅ ๊ณต์†ํ•œ ๋‹จ์–ด๋กœ ๋‹ค ๋ฐ”๊ฟ”๋ฒ„๋ฆด๊นŒ? ๋ธ”๋กœ๊ทธ ์นœ๊ตฌ๋“ค์—๊ฒŒ ๋ฏธ์•ˆํ•˜๋„ค."๋ผ๊ณ  ๊ณ„์† ์ƒ๊ฐํ–ˆ์–ด์š” ๐Ÿ˜… ํ•˜์ง€๋งŒ ์ œ ์นœ๊ตฌ๋“ค์€ "์•ˆ๊ทธ๋ž˜๋„ ๋ผ, ํ•˜๋˜๋ฐ๋กœํ•ด. ๋„ˆ๋Š” ๊ฐœ์ธ์ ์ธ ๊ธฐ์–ต๋“ค์„ ์œ„ํ•ด์„œ ์“ฐ๊ณ ์žˆ์ž–์•„. ๊ทธ๋Ÿฌ๋‹ˆ๊นŒ ๋น„๊ณต์‹ ๋‹จ์–ด๋ฅผ ์จ๋„ ๊ดœ์ฐฎ์•„. ์•„๋งˆ ์ธํ„ฐ๋„ท ์ƒ ์นœ๊ตฌ๋“ค๋„ ์ดํ•ดํ• ๊ฑฐ์•ผ."๋ผ๊ณ  ํ–ˆ์–ด์š” ๐Ÿ˜‚๐Ÿ‘Œ

๊ทธ๋ ‡๊ธฐ ๋•Œ๋ฌธ์— ๊ฒฐ๊ตญ ์ฝ”๋งจํŠธ๋ฅผ ๋‚จ๊ธธ ๋•Œ๋‚˜ ๋‹ต์žฅ์„ ๋‚จ๊ธธ ๋•Œ๋Š” ๊ณต์†ํ•œ ๋‹จ์–ด๋ฅผ ์“ฐ๊ฒ ์ง€๋งŒ 'gue'(๋น„๊ณต์‹)๋ฅผ ์‚ฌ์šฉํ•˜๊ณ  ์žˆ์–ด์š” HIHIHI ๋ธ”๋กœ๊ทธ๋ฅผ ๋ฐฉ๋ฌธํ•ด์ฃผ์‹œ๋Š” ์—ฌ๋Ÿฌ๋ถ„์˜ ๋งˆ์Œ์— ์™€๋‹ฟ๊ธฐ๋ฅผ ๋ฐ”๋ž˜์š” ๐Ÿ˜ ๊ทธ๋ž˜์„œ ์—ฌ๋Ÿฌ๋ถ„๋“ค์ด ์ œ๊ฐ€ ์“ด ๊ธ€๋“ค์ด ๋ฌด๋ก€ํ•˜๊ฒŒ ๋Š๊ปด์ง€์ง€ ์•Š๊ธฐ๋ฅผ ๋ฐ”๋ž˜์š”. ๋ฌด์—‡๋ณด๋‹ค๋„ ๋ฐฉ๋ฌธํ•ด์ฃผ์…”์„œ ๊ฐ์‚ฌํ•˜๊ณ  ์—ฌ๊ธฐ์„œ ์กฐ๊ธˆ์ด๋‚˜๋งˆ ์ •๋ณด๋ฅผ ์–ป์–ด๊ฐ€์‹œ๊ธฐ ๋ฐ”๋ž˜์š” ๐Ÿ˜„๐Ÿ’“ ํŒŒ๋ผ๋‹ค์ด์Šค ์„ฌ์—์„œ!

26 comments:

  1. Haaaaaii Creameno. Makasih lhooo udah mampir ke 'rumah digital' aku, ini aku mampir balik, biar sama-sama saling mampir wkwkwk. What should I call you anyway?

    Terus soal blogwalking, sama bangeeet aku gak pernah begituan sebelumnya. Sampe kepikiran ini blog ada yg baca gak sih? Wkwk. Terus baca blog orang kok happy ya bisa diskusi di komentar, terus nanya caranya, katanya 'Sering sering ninggalin jejak biar pada ngeh sama blogmu' gitu. Asyique juga ternyata blogwalking, banyak referensi~

    P.S.: itu komen aku hapus sblmnya soalnya belom selese wkwk ๐Ÿ˜™

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haiii haiiii~ :D

      Sama-sama, kembali kasih sudah berkunjung ke rumah digital saya juga hihihi. Semoga bisa berteman baik terus ya walau hanya di dunia maya :P

      Iya kaaan, blogwalking itu menyenangkan hahaha bisa dapat banyak ilmu baru, terus kadang dapat bahan tulisan baru, juga teman baru. Senang banget kalau komen dibalas sama empunya blog dan paling happy kalau blog yang di-bookmarks pada update new post~ :D

      Delete
  2. Ah! Saya banget nih... cuma kebalikan.
    Awal-awal bikin blog saya malah pake 'gue' karena waktu itu bikin blog untuk review film dengan harapan target pembaca saya adalah anak muda. Padahal on daily basis saya pake "saya" untuk komunikasi sama temen-temen.

    Lama-lama saya mulai g nyaman dengan "gue" wkwkw entah lah... berasa saya jadi sok gaul aja padahal aslinya kaku wkwkwk akhirnya balik lagi pake "saya" deh demi kenyamanan menulis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju mba, memang paling enak menulis itu mengikuti daily basis kita agar lebih nyaman hehehe~ kebetulan karena daily basis saya lebih sering pakai gue makanya dari awal menulis blog ini pun pakai gue. Dan dulu nggak pernah ada pikiran akan blogwalking atau dibaca sama teman-teman maya lain hihihi :D

      Makanya kemarin sempat agak nggak enak hati, dan berniat mau ganti jadi 'saya' biar lebih sopan gitchuuu ceritanyaaaah, tapi takut malah jadi kaku dan nggak nyaman. So, ended up tetap menggunakan panggilan gue seperti keseharian :D

      Eniwei, thank you ya mba sudah berkunjung ke rumah digital saya. Semoga bisa saling berkunjung terus di hari-hari kemudian :3

      Delete
  3. Memang senyamannya aja sih mbak. Dulu saya nulis di blog waktu masih SMA itu pakai "aku" makin kesini jadi "saya". Kalau gue karena bukan orang Jakarta jadi nggak biasa aja menyebut diri sendiri dengan kata itu. Makasih ya blogwalkingnya. Semoga terjalin silahturahmi melalui rangkaian kata-kata yang kita tuliskan. ๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mbaaaa atas kunjungannya :D

      Hehehe, siap mba. Mari saling nyaman menulis yang penting jadi nggak membuat malas :P hehehe. Sebenarnya baik 'aku' - 'gue' - maupun 'saya' hanya sebatas kata panggil untuk diri sendiri, wish apapun kata panggilnya, tetap makna cerita yang disampaikan bisa diterima oleh yang membaca :D

      Semangat!

      Delete
  4. Berhubung lahir besar bukan di Jakarta, jadinya saya tahu mayoritas orang nggak biasa pakai lu-gue. Lebih biasa pakai aku. Tapi orang Jakarta suka merendahkan kata aku, dikiranya cuma untuk orang pacaran. Jadi, rasanya lebih enak pakai saya. Tapi itu kan preferensi masing-masing orang, ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sepertinya lu gue kebanyakan digunakan di Jakarta. Soalnya waktu saya pindah ke kota lain, kebanyakan pakai saya. Bahkan kata 'aku' itu jarang digunakan kecuali hanya dengan orang yang memang dikenal dekat seperti orang tua ataupun saudara :D

      Kalau ketemu stranger di luar, pasti yang dipakai 'saya' ~ mungkin itu juga yang menyebabkan banyak orang termasuk saya berpikir kalau kata 'aku' memang khusus digunakan untuk hubungan dekat (anak ke ortu, atau antar pasangan, dan saudara maupun kerabat) :D

      Tapi saya pikir justru bukan merendahkan kata 'aku' melainkan kata 'aku' itu super spesial makanya digunakan untuk hubungan-hubungan khusus saat pacaran misalnya. Ibarat kata si hubungan naik level dari pertemanan jadi pacaran misalnya. Dari lo gue jadi aku kamu. Cihuyyy :P

      Tapi ini sepertinya hanya berlaku di kota Jakarta hehe (CMIIW) soalnya di kota lain jarang saya dengan ada yang bilang gue / aku, atau mungkin sayanya saja yang mainnya kurang jauh :D

      Delete
    2. Ah iya. Meningkatkan harkatnya menjadi hubungan spesial itu kata yang bagus juga. Eh, tapi kalau di lingkungan pendatang, saya pakainya aku kamu. Kalau pakai kowe - aku dirasa aneh lha nggak fasih bahasa Jawa, walau tetap pakai aku juga. Hahaha...

      Delete
    3. Hihihi iya mba Dyah, saya kalau di lingkungan Jawa masih pakai aku - kamu seperti Jawa Tengah, Jawa Timur dan D.I Yogyakarta tapi cuma untuk orang yang dikenal dekat :D

      However, kalau sama stranger maka panggilan yang digunakan akan sama seperti ketika saya sedang di luar Pulau Jawa misal Sumatera, Bali atau Kalimantan, which is berubah menjadi saya dan sebut nama orang yang diajak bicara, karena agak kikuk rasanya kalau 'kamu-kamuan' hahahaha :3

      Jadi biasa diganti ke kata ganti orang ke tiga such as Bapak / Ibu / Mas / Mba : "Saya mau minum teh, Mas Adi (kamu) mau minum apa?" -- Begitu hahahaha~ mungkin karena terbiasa menggunakan kata 'aku - kamu' untuk hubungan khusus jadi susah kalau mau kamu-kamuan ke orang :D

      Seru yaaaaa bahasa Indonesia :P

      Delete
  5. Halo,
    Salam kenal balik karena telah mampir ke blog saya. Selamat berteman. Saya pun merasa di dunia maya (blog) ini diterima dengan baik, apapun bahasan yang saya tulis di blog. Teman-teman blog serasa tidak menjustifikasi.

    Dulu saya juga pengen pakai "gue" kesannya lebih santai, lebih asyik, tapi kan.... Saya orang Jawa timur, bayanginnga kok lucu. Heheh... Just be you saja kak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mba Ajeng, salam kenal :D

      Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya, dan semoga bisa berteman dengan baik yaaa~ hehe. Setuju soal yang satu ini (teman-teman blog tidak menjustifikasi) karena saya pun merasakannya hihi :3

      Iya, just be ourselves saja yaaa. Karena semua kata panggil itu maknanya baik jadi tinggal digunakan sesuai dengan kenyamanan personal hehehehe. Indonesia kan negara besar dengan banyaknya kultur dan budaya~ saya senang juga walau ada banyak perbedaan cara panggil namun kita tetap satu Indonesia :D

      Delete
  6. Halo mba, baru sempet mampir lagi nih hehehe.

    Ga masalah atuh mba pake saya atau gue, kalau saya sendiri sih sehari hari pake gue tapi entah kenapa kalo di blog atau bales komen segala macem udah nyamannya pake kata saya hehehe.

    Intinya tetep semangat mba, saya tunggu postingan ke seribunya ๐Ÿ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mas Ilham, lagi sibuk ya? Hehe.

      Syukur atuh mas kalau nggak masalah hihi cuma kemarin sempat khawatir saja kalau cara saya menulis dengan kata panggil 'gue' takutnya jadi terkesan bagaimana-bagaimana :D terima kasih mas Ilham atas komentarnya, apapun bahasa yang digunakan selama baik it's okay kan yaaaa :P

      Semangat juga mas, semoga terkejar target 200 postnya! Hahaha :3

      Delete
  7. Aku enggak bermaksud mendikotomi si, tapi kata Gue itu ciri khas Jakarta ya? Jadi maklum aja sih jika Mba Eno (atau aku harus panggil apa nih?) memang habitatnya orang kota gitu ya? Tapi coba bayangken, aku yang emang habitat orang desa, terus ngomong "Gue" yang bakal diketawain hehe...

    Anyway, sila Mba Eno pakai "Gue" dan Aku pake "Aku/Saya" ajah. Sama-sama subyek kan?

    Salam dari desa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi mas,

      Sepertinya iya lebih banyak digunakan di kota Jakarta, tapi kata 'gue' sendiri sekarang sudah masuk kamus Bahasa Indonesia bahkan sudah bisa diterjemahkan ke banyak bahasa (maksudnya di kamus-kamus itu kata 'gue' sudah ada arti pada bahasa asingnya) :D

      Dan memang pengaruh habitat juga, tapi sebenarnya kata 'gue' itu lebih banyak digunakan pada pergaulan sehari-hari saja, namun apabila sudah masuk dunia kerja dan lain sebagainya pun walau di Jakarta tetap menggunakan kata 'saya' -- hehehe. Unik ya, bagaimana sebuah kata bisa membuat orang tertawa kalau digunakan di daerah berbeda. Semakin sayang sama Indonesia karena budayanya yang luar biasa banyak :D Semacam kalau pakai kata 'abdi' di Bali, mungkin langsung pada bengong karena nggak paham saya bilang apa hihi~

      Terima kasih mas :D
      Salam balik dari saya~

      Delete
  8. Gue mah... upss... hahaha.. saya kurang terbiasa memakai kata itu.. bukan berarti ga pernah. Tapi, ga pernah bermasalah kalau ada orang yang memakai kata itu untuk dirinya. Bahkan, kalau mau nyebut "elu" pun no problemo.

    Itu hanya sebuah kata tunjuk saja.. tergantung situasinya. Kalau sekarang di blog sendiri atau di blog teman-teman memakai gue, buat saya sih biasa saja.

    Mungkin ada yang tidak nyaman dengan cara itu, tetapi rasanya lebih enak melihat orang yang menjadi dirinya sendiri dibandingkan yang berusaha menjadi orang lain.

    So be yourself.. mas.. eh mbak (maafkan saya yang kerap lupa. Maklum, faktor "U").

    Elu ga usah pikirin apa yang dipikirin orang lain. Pikirin aja diri sendiri gimana nyamannya.

    Salam elu gue dari seorang "gue"..:-P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hola Mas Anton,

      Hahahaha iya mas, saya rasa juga dengan bertambahnya umur saya, dan circle pertemanan yang mengecil, otomatis kata lu-gue nggak lagi begitu sering saya gunakan dibanding ketika masih sekolah hahahahaha. Mungkin kalau dulu jaman sekolah bisa 24 jam bilang lu-gue ke ratusan teman yang ada, sekarang bilang lu-guenya hanya ke segelintir teman dekat saja :D

      Sisanya berganti ke 'saya' karena hidup sudah lebih banyak di lingkungan yang meminta saya untuk bertemu orang baru, entah itu stranger, rekan-rekan, dan lain sebagainya yang nggak bisa lagi seenaknya 'lu-gue-an' hahahahahaha :P

      Terima kasih mas Anton yang lebih suka melihat seseorang menjadi dirinya sendiri, senang rasanya karena saya diterima dengan baik menjadi diri saya sendiri dengan cara kepenulisan seperti ini :D

      Salam balik dari seorang 'gue' juga mas! Hehe :3

      Delete
  9. Alasan bloggingnya cukup bagus dan menarik menurutku sih. Ya seenggaknya kan nanti kalo udah nini-nini bisa jadi memorable banget. Kalo aku blogwalking karena aku ga punya byk temen haha. Kan dengan blogwalking langganan sapa tau bs jadi temen juga haha. Blogmu tak cantumin di tab bloggers ku hehe. Biar gampang tinggal klik.. ๐Ÿ˜„ Semoga ga keberatan yah hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Ran,

      Niatnya begitu Ran, biar bisa dibaca sampai Nini-nini itu pun kalau Nini masih bisa baca dan matanya nggak siwer ya :D hahahaha. Besar harapan juga semoga blogging era masih bertahan hingga masa Nini-nini datang~ :P

      Setuju Ran, dengan blogwalking jadi bisa tambah teman, dan kalau ada blog-blog yang menarik pun bisa di follow. Kebetulan belakangan ini lagi hobi bookmarks beberapa blog yang memang saya suka baca tulisannya termasuk blog Ran Soeky juga :D keep writing, Ran! :D

      No worries, tentu nggak keberatan hihi. Lavvv <3

      Delete
  10. Halo mba salam kenal. Apapun yang mba tulis selama tidak menyakiti orang lain atau membuka aib orang lain. Itu sah-sah aja kok. Yang penting mba bisa menulis dengan nyaman dan jadi diri sendiri ya. Tetap semangat ya. Karena menulis bisa juga buat ngeluarin unek2 kita atau salah satu cara mengevaluasi diri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hola mba, salam kenal~ terima kasih sudah berkunjung ke blog saya hehehehe :D dan terima kasih juga untuk komentarnya.

      Iya mba, selama tujuannya baik dan nggak menyakiti pihak manapun termasuk SARA, semua sah-sah saja hehe. Syukurnya selama ini saya masih merasa nyaman menulis di sini, karena teman-teman blognya juga baik-baik :D

      Semangat juga untuk mba,
      Keep writing, keep inspiring <3

      Delete
  11. Dulupun saya begitu.. gara2 bahasan Blog tentang study case dll, agak aneh kalo saya bikin postingannya pake " gw ".. hahaahaa..

    Walhasil belakangan mengubah gaya penulisan, jadi semi formal. Kalo formal banget agak aneh jugaa, soalnya saya bukan tipe yang serius ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aahahaha memang gaya bahasa itu tergantung dari isi blog juga ya, kalau isi blognya study case akan aneh apabila pakai gue-gue'an :D hehehehe~

      Kebetulan gaya bahasa saya sebenarnya bisa dibilang semi formal juga karena agak baku, cuma bedanya dipanggilan yang saya gunakan ke diri saya sendiri hahahaha :D

      All in all, yang penting apapun gaya bahasanya, mau tipe serius atau bukan, tetap jadi diri sendiri yang utama :P semangatttt menulis yaaaaa, mba! <3

      Delete
  12. Selalu ada tempat untuk teman-teman yang rajin blog walking kok :)
    Sebenarnya mungkin tanpa blog walking, akan ada banyak orang yang baca tulisan di blog ini, saya salah satunya.

    Saya suka banget dengan tulisan-tulisan dalam tema thoughts di blog ini, mungkin karena isinya opini kali ya, saya suka banget mengetahui apa isi pikiran orang, opininya, terlebih kalau orang tersebut menceritakan tentang dirinya.

    Saya jadi merasa dekat dan mengenal orang tersebut meski hanya melalui tulisan.

    Masalahnya, kalau enggak ada jejak komen, hanya sedikit yang mau mampir, bukan karena mereka nggak mau, tapi karena memang kita pada tahu, semua pada sibuk, huhuhu.

    Saya juga awal ngeblog, saya yang rajin berkunjung duluan ke blog orang, semacam 'memaksa' mereka datang ke blog saya, untuk melihat tulisan saya.

    Dan sama kayak saya, awalnya terus terang mampir ke blog ini hanya karena ada jejak komen di blog saya, dan sudah jadi kebiasaan saya berkunjung kembali, tapi ternyata karena berkali-kali mampir, saya jadi familier juga ama blog ini, terlebih setiap ke sini, banyak tulisan-tulisan yang belum saya baca :D

    Oh ya, kalau mengenai kata 'saya' dalam keseharian, dulunya saya pakai kata 'aku' tapi karena saya memang mengenal blog setelah kerja, di mana kalau dalam dunia kerja itu 'aku' terasa nggak sopan, saya seringnya pakai kata 'saya'.

    Dan itu kebawa saat saya menulis, dan akhirnya bahkan sekarang saya lebih sering mengatakan 'saya' dalam keseharian saya hahaha.

    Apapun itu, menulis dengan hati itu penting, biar kita bisa selalu menulis, karena kita merasa bukan melakukan sesuatu tugas, tapi semacam sedang ngomong.

    Dan lagipula, dengan jujur menulis sesuai diri kita, lama-lama akan jadi ciri khas kita juga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju mbaaaa :D

      Memang sepertinya kita harus rajin blogwalking biar dapat kunjungan balik, karena kalau kita nggak blogwalking, orang nggak akan tau blog kita eksis hehehehe.

      Saya juga paling suka baca tulisan personal dari blog teman-teman, apalagi kalau sudah menyangkut pengalaman dan pendapat, karena saya jadi tau dan bisa belajar dari pengalaman orang banyak tanpa harus mengalaminya :D kan pengalaman adalah guru terbaik katanyaaaah hihi~

      Terima kasih ya mba sudah mampir berkali-kali ke blog saya, apalagi saya termasuk yang suka baca blog mba Rey juga karena isinya menyenangkan untuk dibaca :3 semoga kita bisa tetap saling berkunjung ke blog masing-masing ke depannya.

      Hehehe, pada akhirnya semua soal bagaimana kita menulis dengan hati dan sesuai dengan kenyamanan diri sendiri ya mba, dan saya pun juga so far selalu merasa ketika menulis itu hanya seperti bercerita, bukan lagi seperti tuntutan karena menuliskan tugas. Semangat terus mba Rey, saya selalu menunggu tulisan-tulisan mba berikutnyaaaa :D

      Delete