Hello, Cambodia! | CREAMENO

Pages

Hello, Cambodia!


Gue sempat main ke Phnom Penh - Kamboja dalam waktu singkat. Saat itu gue cuma ke capital city-nya, dan nggak mampir Siem Reap. Alasannya, selain karena gue suka kota, juga karena gue cuma punya waktu 4 hari 3 malam jadi lebih mau menghabiskan waktu santai di satu tempat 😆

Sooo, dalam series Kamboja kali ini dan beberapa post mendatang, gue akan banyak ceritakan pengalaman gue ketika di Phnom Penh - Kamboja. I wish you like it~! 😍 By the way, untuk bisa sampai ke Phnom Penh ada penerbangan direct dari Jakarta, tapi kalau dari Pulau Bali maupun Pulau Jeju harus transit dulu di KLIA2, Kuala Lumpur, Malaysia 😁

Ohya, penerbangan gue ke Phnom Penh itu pagi sekitar jam 6.50 dari Kuala Lumpur - Malaysia (gue terbang langsung dari Korea ke Malaysia terus lanjut ke Kamboja) dan butuh waktu sekitar dua jam untuk sampai ke Phnom Penh, Kamboja ~ fyi, warga negara Indonesia bebas visa, jadi nggak perlu antri VOA sedangkan warga negara Korea perlu antri VOA dan membayar USD 30 untuk masa berlaku 30 hari di Kamboja (tumben Korea nggak free visa) ðŸĪĢ


Meng-ngemeeeeng, setelah beres imigrasi, gue langsung beli USIM di counter area kedatangan dengan harga USD 5 (kuota 30 GB). Ada beberapa penjual USIM dengan berbagai pilihan brand, tapi dua yang paling terkenal itu adalah brand SMART dan brand METFONE 😁 Jadi silakan pilih sesuai selera, kalau gue pakai METFONE karena antriannya nggak begitu panjang.



Anyway guuuuuys, bicara soal Bandara International Phnom Penh, bandaranya itu bagus dan bersih. Terlihat baru juga desainnya, nggak yang jadul sekali hehe. Dan letaknya cukup jauh dari Phnom Penh City. Mungkin macam Bandara Soekarno Hatta atau Bandara Incheon yang letak aslinya ada di Tangerang dan Incheon, dan butuh beberapa waktu untuk sampai ke capital city Jakarta dan Seoul 😆 So, untuk kita yang mau ke Phnom Penh City dari bandara bisa naik GRAB Car, atau TUK-TUK dan juga kereta bandara ROYAL EXPRESS 😍



Gue pribadi akhirnya coba kereta bandara yang ternyata datang setiap satu jam sekali hahahaa. Jadi gue harus tunggu 30 menit untuk jadwal kereta berikutnya. Well, demi sebuah pengalaman, gue pun rela menunggu kereta datang 😂 Dan ketika keretanya datang, cuma ada 3 orang yang naik ke kereta hahahahaha mungkin orang-orang pada pilih naik GRAB Car atau Tuk-Tuk karena harganya nggak jauh beda dan nggak perlu menunggu lama ðŸĪŠ

Harga tiket kereta ROYAL EXPRESS adalah USD 2,5/orang yang mana kalau pergi ramean sama teman bisa patungan bayar GRAB kisaran USD 8 --- dan di Kamboja hampir semua tempat terima pembayaran USD, jadi nggak perlu exchange ke Riel (Kamboja currency) 😉👌


Butuh waktu 30 menit untuk sampai di stasion Phnom Penh City, dan setibanya di stasion, gue melanjutkan perjalanan ke hotel menggunakan GRAB Car seharga USD 2 *beuh ujung-ujungnya naik GRAB*. Wk ðŸĪĢ Eniho, gue nggak visit banyak tempat di Phnom Penh karena waktu itu tujuan gue untuk short escape disela biztrip Thailand. Jadi gue lebih banyak wisata kuliner dan rebahan --- Plus gue booking hotel ala resort di tengah kota dan enak banget hotelnya, alhasil gue jadi malas-malasan ke luar dan sekalinya ke luar, gue justru ke mall hahahaha 🙈

Namun begitu, gue punya banyak cerita lucu di sana, karena gue pergi bersama si kesayangan, jadi ada hal absurd yang kami alami dan sayang untuk dilewatkan *lumayan untuk dikenangan* 😆 Dari mulai salah pilih hotel yang ternyata banyak tungaunya dan harus cari pengganti, terus sok-sokan naik Tuk-tuk saat hujan alhasil Tuk-tuknya ditutup terpal biar airnya nggak masuk ke dalam dan gue ended up sesak napas (padahal harapan gue bisa dapat angin sepoy macam naik Bajaj di Jakarta) ðŸĪŠ Sampai cerita di mana gue dan si kesayangan menemukan ayam bakar enak seharga 1 USD (14.000 IDR) dan membuat kami senang sebab di Korea mau makan ayam bakar harus ke luar 10.000 won alias 120.000 RUPIAH *mantaph!* hahaha.

Ditunggu ceritanya, yah! 😍

10 comments:

  1. I stayed in Phnom Penh for two nights. Got in by bus from Siem Reap, so I didn't get the chance to try the train. Didn't even know it actually exista. Ha!

    ReplyDelete
    Replies
    1. I also didn't know it exist at first haha, I just knew it after read some blog from other traveller :D seems the train just started their operations few years ago, so it considering new~

      Delete
  2. Btw, saya salut banget ama teman-teman yang suka traveling ke daerah dengan tulisan beda dengan biasanya, saya depresi baca tulisan di foto itu hahahaha.

    Btw, suka banget cara menulis kisah traveling di blog ini, di bagi per bagian, jadinya nggak terlalu panjang.

    Saya belajar banyak tentang tulisan panjang, banyak yang suka nulis traveling tuh, artikelnya panjang kek kereta api, sampai bosan bacanya , padahal kisahnya bagus.

    Pas baca tulisan-tulisan di sini saya jadi ngerti pentingnya menulis singkat dan simple.

    Justru jauh lebih mudah dimengerti dan orang-orang nggak bosan bacanya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga waktu itu memutuskan untuk ke Kamboja dadakan mba, karena pas ada tiket murah dan waktu senggang setelah urusan di Malaysia jadi capcus ke Kamboja. Padahal biasanya agak-agak khawatir kalau pergi ke negara yang notabene hurufnya melinting-linting seperti di Kamboja, tapi pengalaman di Myanmar bisa survive alhasil nekat berangkat juga ke Kamboja :D

      Saya sebenarnya mau juga menulis panjang seperti traveller kebanyakan yang saya baca tulisannya mbaa, mau menulis yang rinci dan jelas tapi apa daya kemampuan saya belum sampai di sana. Jadi saya cuma menulis perbagian saja sesuai tempat yang saya datangi hihi karena saya pun sebenarnya kalau jalan jalan sehari itu cuma berkunjung ke satu atau dua tempat saja :3

      Tapi tulisan mba pun meski panjang, saya tetap sukaaa hahahaha makanya selalu saya baca sampai habis~ kebetulan kemarin jarang buka blog karena sedang sibuk jadi saya skip banyak cerita mba, makanya mau dilanjut baca-baca lagi sekarang :D

      Delete
  3. Selama berkeliling dunia ada kejadian-kejadian lucu ga mba? Misalnya aja kaya ditegor orang karena melakukan kesalahan atau ada warga lokal yang ngajak pedekate gitu wkwkwkw 😅

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduuuh pertanyaannya hahaha, coba saya ingat-ingat dulu yaaa~ saya termasuk yang nggak banyak interaksi sama orang, paling kalau memang perlu saja seperti check-in hotel berarti interaksi sama receptionistnya atau saat sedang ingin makan di resto berarti interaksi sama pelayannya.

      Di luar itu juarangggg sekali interaksi sama orang, karena sayanya juga menghindari sebisa mungkin nggak banyak interaksi di luar :D aneh ya? hihi. Kapan-kapan saya cerita soal ini deeeeh. Thank you mas Ilham sudah bertanya, jadi punya ide tulisan :P

      Delete
  4. I will be in Siem Reap early November. it will be just a short trip.

    Thanks for your writing. At least, it gives me a little description about what the country looks like.

    It seems to me I will get quite an adventure there.

    ReplyDelete
    Replies
    1. My pleasure Mr. Anton :D

      However, as far as I know, Phnom Penh and Siem Reap a bit different. In Siem Reap, mostly all about nature. So if you like nature, I guess you will love it :D

      Cannot wait to read your story!

      Delete
  5. hahah.Lucu yah.saya pikir penumpang yang akan naik kereta jumlahnya banyak.eee..ternyata cuma tiga orang,heheh.

    Berarti duduk di dalam keretanya bisa lebih leluasa dan auto selonjoran dong,hahah.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, leluasa banget tapi nggak sampai selonjoran 😂

      Delete