Tuk-Tuk Experience | CREAMENO

Pages

Tuk-Tuk Experience


Akhirnya gue coba naik Tuk-Tuk juga, guys! Hahaha. Percaya atau nggak, gue nggak pernah naik Tuk-Tuk atau transportasi sejenis selama traveling karena gue nggak bisa menawar harga. That's why gue selalu pilih naik transportasi yang sudah fixed tarifnya seperti GRAB 😆 Wk.

However, ketika gue di Kamboja, ternyata gue baru tau kalau kita bisa order Tuk-Tuk via aplikasi GRAB dengan tarif tetap, jadi gue nggak perlu pusing tawar harga. So, pada satu kesempatan, gue pun memberanikan diri untuk order Tuk-Tuk demi pengalaman hehee. Kebetulan waktu itu gue mau balik ke hotel dari AEON Mall (bah, jauh-jauh ke Kamboja ujungnya main ke mall) dan hujan deras 😂 Jadilah Tuk-Tuk hadir untuk menghindari kemacetan~

Dari AEON Mall ke hotel nggak jauh, dan gue hanya perlu bayar 1 USD saja. Itu pun bisa dibayar pakai card, jadi nggak perlu ke luar uang cash 😁✌ ---- terus, kalau ditanya bagaimana perasaan gue ketika pertama kali naik Tuk-Tuk? Jawabannya.. seru jugaaaaa hahahaha. Jujur, nggak beda jauh sama bajaj Jakarta, tapi gue terakhir kali naik bajaj jaman sekolah dasar dan itu cuma dua kali kayaknya 😂 Jadi pengalaman naik Tuk-Tuk di Kamboja bisa dibilang begitu menggoda 😆

Di Kamboja sendiri selain GRAB, kita bisa pakai aplikasi lokal untuk order mobil atau Tuk-Tuk ~ nama aplikasinya PassApp. However, gue belum pernah coba PassApp (baru download doang) karena ternyata tarifnya nggak tetap. Jadi cuma kasih harga perkiraan, sehingga driver bisa naik turunkan harga sesuai tingkat kemacetan. Itu juga alasan gue pilih GRAB karena tarif tetap 🙈

By the way, ada yang punya pengalaman serupa? 😁

8 comments:

  1. Saya naik bajaj aja belom ngerasain wkwkwk, dulu lebih milih becak 😅

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya bajaj hanya ada di Jakarta ya kalau di Indonesia? Saya juga cuma 2x naik bajaj waktu kecil, itupun diajak ortu sekedar untuk experienced :D

      Nah tapi kalau naik becak lumayan sering, especially dulu jaman sekolah ada becak mini juga yang bisa disewa untuk main bersama teman-teman masa kecil HAHAHA :3

      Delete
  2. Kalau naik bentok saya sudah pernah namun kalau naik bajaj dan tuk -tuk belum pernah nih.hahaha....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tuk-tuknya mirip Bajaj Jakarta, mas 😁

      Delete
    2. Klarifikasi, kata " bentok ' yang saya tulis , seharusnya adalah ' Bentor " alias becak motor. :)

      mudah mudahan Mbak juga pernah naik bentor. :)

      Delete
    3. Saya belum pernah naik bentor 🙈

      Delete
  3. Naik bajaj belum pernah, naik tuk-tuk apalagi. Tapi bajaj dan tuk-tuk sama aja kan mbak? Di Jakarta Bajaj udah nggak ada atau udah ganti berbahan bakar bio-diesel gitu kayaknya, ya? Udah nggak tinggal di Jakarta lagi, sih jadi nggak ngikutin perkembangan di sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau Tuk-tuk yang di Cambodia mirip sama Bajaj di Jakarta, however untuk Tuk-tuk di Thailand agak berbeda dan size-nya lebih besar, mba 😁

      Delete