Understand Instead | CREAMENO

Pages

Understand Instead



Apakah kita pernah buat salah? Tentu. Coba kasih tau gue satu orang saja yang nggak pernah buat salah, bisa nggak ditemukan? Enggak, kan? Karena, nggak ada manusia yang sempurna ๐Ÿ˜ Ibu pernah bilang, "Semua orang yang lahir ke dunia adalah orang baik, hanya terkadang situasi dan kondisi mereka membuat mereka jadi nggak baik -- So, daripada benci orangnya, better kita benci masalahnya, yang menyebabkan mereka jadi demikian. Dan kita nggak akan tau keadaan apa yang sudah mereka lalui hingga seperti sekarang ---- that's why tugas kita adalah mengubah cara pandang kita. Sehingga kita bisa melanjutkan hidup dengan lebih dewasa." ๐Ÿ˜‰

Read: Why Jeju, Korea?

Well, kita nggak perlu menulis semua kesalahan yang pernah kita perbuat karena terlalu banyak. Yang perlu kita lakukan adalah mengakui, sebegitu kerasnya kita usaha untuk jadi lebih baik, kita akan tetap melakukan kesalahan-kesalahan lain (baik disengaja maupun enggak), dan apa yang kita lakukan setelahnya? Meminta maaf, dan meminta dimaafkan, lalu belajar dari pengalaman. However, dihari kemudian, kita kembali buat salah dan circle itu terus berputar entah sampai kapan (mungkin sampai kita tutup usia). So, melalui post ini, gue cuma mau bilang ke anak gue di masa depan, "Dear kids, nggak apa-apa kalau kalian berbuat salah, tapi ayoo berusaha untuk belajar dan mengakui apa yang kita perbuat tanpa harus menghindarinya." ๐Ÿ’“
Did we ever make any mistakes~? YES. Tell me one person who never did any mistakes, can you find it? Of course, NO! Because nobody's perfect. My mom said, "All people born to be nice, just sometimes situation makes them bad. So instead of hating the people, just hating the problem which causing them to be like that. And we never know what they've been through so despite all circumstances, let's try to fix our point of view and we can continue our life in wise way." ๐Ÿ˜‰

Read: Why Jeju, Korea?

Well, we don't need to write down all of the mistakes we made because it was too many ๐Ÿ˜† The things that we can do is to admit.... as hard as we tried to be nice, we still made some mistakes and what can we do afterwards? Apologize, asking for forgiveness and trying to learn from the experience. However, next day.. we will make another mistakes again and the circle goes on and on until we die ๐Ÿ™ˆ So within this post, I wanna tell my future kids, "Dear kids, it's okay to make mistakes but let's try to learn from it, admit it and never avoid it." ๐Ÿ’“
์šฐ๋ฆฌ๊ฐ€ ์‹ค์ˆ˜ํ–ˆ๋˜ ์ ์ด ์žˆ์„๊นŒ์š”? ๋‹น์—ฐํžˆ ๋งž์•„์š”. ์‹ค์ˆ˜ํ•ด๋ณธ ์  ์—†๋Š” ์‚ฌ๋žŒ์ด ์žˆ์œผ๋ฉด ์•Œ๋ ค์ฃผ์„ธ์š” ์ ˆ๋Œ€ ์—†์ฃ ? ๋‹น์—ฐํžˆ ์—†์–ด์š”. ๋ˆ„๊ตฌ๋„ ์™„๋ฒฝํ•˜์ง€๋Š” ์•Š๊ธฐ ๋•Œ๋ฌธ์ด์—์š”. ํ•˜์ง€๋งŒ ์šฐ๋ฆฌ์—„๋งˆ๋Š” ์šฐ๋ฆฌ์—๊ฒŒ "๋ชจ๋“ ์‚ฌ๋žŒ์ด ์ฐฉํ•˜๊ฒŒ ํƒœ์–ด๋‚ฌ๋Š”๋ฐ ๋‹จ์ง€ ๊ฐ€๋” ์ƒํ™ฉ์ด๋‚˜ ์ƒํƒœ๊ฐ€ ๊ทธ๋“ค์„ ๋‚˜์˜๊ฒŒ ๋งŒ๋“ค์–ด. ๊ทธ๋ž˜์„œ ์‚ฌ๋žŒ์„ ์‹ซ์–ดํ•˜์ง€๋ง๊ณ  ๊ทธ๋“ค์ด ๊ทธ๋Ÿด ์ˆ˜ ๋ฐ–์— ์—†์—ˆ๋˜ ๋ฌธ์ œ๋“ค์„ ์‹ซ์–ดํ•ด์•ผ ๋˜. ์šฐ๋ฆฌ๋Š” ๊ทธ๋“ค์ด ๊ฒช์€ ๋ชจ๋“  ์ผ์—๋„ ๋ถˆ๊ตฌํ•˜๊ณ  ์šฐ๋ฆฌ ๊ด€์ ์„ ๋‹ฌ๋ฆฌํ•˜๋ ค๊ณ  ๋…ธ๋ ฅํ•ด์•ผ๋˜๊ณ , ๊ทธ๋ž˜์•ผ ์ข€ ๋” ํ˜„๋ช…ํ•œ ๋ฐฉ๋ฒ•์œผ๋กœ ์‚ด์•„๊ฐˆ ์ˆ˜ ์žˆ์–ด"๋ผ๊ณ  ํ•˜์…จ์–ด์š”๐Ÿ˜‰

Read: Why Jeju, Korea?

๋„ค, ์šฐ๋ฆฌ๋Š” ๋„ˆ๋ฌด ๋งŽ๊ธฐ ๋•Œ๋ฌธ์— ์ €์ง€๋ฅธ ์‹ค์ˆ˜๋ฅผ ๋‚˜์—ดํ•  ํ•„์š”๊ฐ€ ์—†์–ด์š”. ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ์ธ์ •ํ•ด์š”.. ์ข‹์•„์ง€๊ธฐ ์œ„ํ•ด ์—ด์‹ฌํžˆ ๋…ธ๋ ฅํ•œ ๋งŒํผ ์—ฌ์ „ํžˆ ์‹ค์ˆ˜๋ฅผ ํ•ด์š” ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ๋‚˜์„œ ์šฐ๋ฆฌ๊ฐ€ ๋ญ˜ ํ•  ์ˆ˜ ์žˆ์„ ๊นŒ์š”? ์ฃ„์†กํ•ฉ๋‹ˆ๋‹ค๋ผ๊ณ  ์‚ฌ๊ณผ๋ฅผ ๊ตฌํ•˜๊ณ  ๊ฒฝํ—˜์—์„œ ๋ฐฐ์šฐ๋ ค๊ณ  ๋…ธ๋ ฅํ•ด์š”. ํ•˜์ง€๋งŒ ๋‹ค์Œ๋‚ .. ๋‹ค๋ฅธ ์‹ค์ˆ˜๋ฅผ ํ• ๊ฑฐ๊ณ  ์ด๋Ÿฐ ๋ฐ˜๋ณต์€ ์šฐ๋ฆฌ๊ฐ€ ์ฃฝ์„ ๋•Œ๊นŒ์ง€ ๊ณ„์†๋ ๊ฑฐ์—์š”. ๊ทธ๋ž˜์„œ ์ด ํฌ์ŠคํŠธ๋ฅผ ํ†ตํ•ด์„œ ๋ฏธ๋ž˜์˜ ์ž์‹๋“ค์—๊ฒŒ ๋งํ•˜๊ณ  ์‹ถ์–ด์š” "์–˜๋“ค์•„, ์‹ค์ˆ˜ํ•˜๋Š”๊ฑด ๊ดœ์ฐฎ์•„. ํ•˜์ง€๋งŒ ๊ฑฐ๊ธฐ์„œ ๋ฐฐ์šฐ๋ ค๊ณ  ๋…ธ๋ ฅํ•˜๊ณ  ์ธ์ •ํ•ด์•ผ์ง€ ๊ทธ๊ฑธ ํ”ผํ•˜๋ ค๊ณ  ํ•˜๋ฉด ์•ˆ๋˜"๐Ÿ’“

"Life is about learning anyway and we are all different.
Don't judge, understand instead." - Roy T. Bennett

16 comments:

  1. Not sure if we can do as your mom told you, hahaha.
    To be honest we tend to hate the people, right?
    But, this good reminder somehow.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeah, honestly it's kinda hard because when we getting hurt, we will hate the person who hurt us (and it's normal, right?) hehehe. However, I keep trying my best to understand every situation before hating people to the bone :D

      Nowadays, I realize, hating people also take too much energy :"> so, I wish, I can be more understanding as long as it's not a big deal (or mistakes) :3

      Delete
  2. Tidak suka dengan seseorang karena seseorang berbuat salah itu wajar, dan memang di sisi lain kita juga harus memahami kondisi mereka mengapa mereka melakukan itu. Lebih bagus lagi kalau kita memaafkan kesalahan mereka, toh kita juga bisa berbuat salah. Terima kasih dengan reminder nya ya, Mbak. Karena memang kita sebagai manusia sering lupa kalau kita harus saling memahami.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, hehe, masih belajar untuk bisa memahami dan memaafkan kesalahan setiap orang karena saya juga sering buat salah :D

      Saya menulis ini untuk reminder ke diri sendiri agar nggak mudah jangan sampai membenci seseorang hanya karena satu dua hal. Karena kadang saya nggak tau alasan kenapa mereka demikian, sama seperti mungkin mereka nggak tau alasan saya membuat kesalahan :>

      Terima kasih mba atas kunjungannya :3

      Delete
  3. My ex-supervisor told me "It's okay to make mistake, but you have to fix it"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, ketika membuat kesalahan, harus belajar juga untuk memperbaikinya. Ini yang masih sulit kadang :D dan membuat saya ingin terus menerus belajar :>

      Delete
  4. Halo, kunjungan pertama dan blognya bagus banget. Keren mba blognya bisa 3 bahasa.

    Saya setuju banget dengan ini dan lagi menerapkan untuk mengubah cara pandang kita terhadap sesuatu. Nggak mudah sih. Pelan-pelan nih belajarnya, haha. Kalo bisa gini, bikin hidup jadi enak ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mba Pipit, salam kenal :D
      Terima kasih sudah berkunjung ya~

      Setuju sama mba, kita hanya perlu sedikit belajar untuk sesekali mengubah sudut pandang kita. Karena kadang terlalu keras juga nggak sehat untuk mental :>

      Semangat mba, kita sama-sama belajar :3

      Delete
  5. Setelah baca artikelnya, saya baca komentarnya. Kok ada yg komentar sok English banget. Ngga tahunya blog ini bisa beralih bahasa ya? Keren!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, terima kasih mba :D

      Iya, saya translate tulisan saya ke bahasa Inggris dan Korea. Jadi yang komentar bukan sok English, tapi mungkin memang bacanya yang versi English. Salam kenal :>

      Delete
  6. Saya amat sangat setuju ama nyokapnya tuh.
    Waktu mengajarkan saya untuk menyadari, bahwa sesungguhnya semua manusia itu baik, nggak ada orang jahat.

    Hanya saja, sikon mengubah masing-masing menjadi kurang baik.
    Saya rasa, bahkan nggak ada manusia yang benar-benar menikmati berbuat salah, kecuali memang dia 'sakit'.

    Ah suka banget tulisan ini, simple tapi mengena banget :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbaaaa :D

      Waktu juga mengajarkan saya, akan terlalu lelah bila terus membenci seseorang. Meski orang itu telah menyakiti kita. Lebih baik benci masalahnya dan belajar dari pengalaman yang ada agar tak terulang di hari kemudian :3

      Saya juga yakin semua orang baik dan betul kata mba, nggak ada yang benar-benar menikmati berbuat salah karena kita pun ketika berbuat salah pasti ada gejolak dalam hati yang membuat sesak dada. Hehehe.

      Sama-sama belajar ya kita, mba :>

      Delete
  7. Bagi jenis-jenis orang yang pengertian dan bisa memaklumi orang lain, tulisan seperti inilah yang biasanya selalu ada di dalam pikirannya ketika dia harus dihadapkan dengan berbagai macam orang. Apa yang negatif itu berubah menjadi positif thinking. Dia tau asal muasal dari permukaan sebuah sikap negatif yang ditujukan kepada seseorang. Salut dengan orang seperti itu, "hardwork in the silent" untuk kebaikan semua orang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya pun masih belajar mba Rini, untuk bisa memahami, mengerti, dan memaklumi orang lain ~ ๐Ÿ˜ dan saya juga masih perlu belajar untuk tau masalah-masalah yang ada. Tentunya harus dengan berpikir keras ๐Ÿ˜†

      Lagipula menjadi negatif itu nggak ada gunanya, yang ada drain energy kita dan orang yang terkena imbas dari hal negatif yang kita pikirkan / berikan ๐Ÿ˜‚ jadi saya hanya ingin bisa melihat sesuatu dari sudut pandang baru, meski kalau boleh mengaku, saya pun sering salah walau sudah berusaha semaksimal yang saya bisa ๐Ÿคฃ

      So let's workhard, for the sake of people ๐Ÿ˜

      Delete
  8. Bersyukurlah ketika kita merasa bersalah dan menyesali kesalahan tersebut, itu artinya kita sadar kalau kita hanyalah Manusia biasa yang selalu khilaf dan salah.

    ReplyDelete