Father's Garden | CREAMENO

Pages

Father's Garden




Kalau lagi mau makan jeruk atau di Jeju dikenal sebagai 'Halabong' ~ gue pikir akan seru apabila kita petik dari kebun 😍 Alhasil, pergilah gue ke Father's Garden yang letaknya nggak jauh dari tempat gue. Jadi Father's Garden ini kebun besar yang isinya berbagai macam tumbuhan. Salah satunya Halabong yang merupakan buah khas Pulau Jeju, Korea Selatan 😁
When I wanna eat oranges or more famous as 'Halabong', I think it would be better if I pick right away from garden 😍 So, I decided to visit Father's Garden near my place. Hehehehee. And for your infos, Father's Garden is a big garden, which contains various kinds of plants. One of them is Halabong, the unique fruits from Jeju Island, South Korea 😁 you should try!
μ˜€λ Œμ§€λ₯Ό λ¨Ήκ³  싢을 λ•Œ ν˜Ήμ€ 'ν•œλΌλ΄‰'으둜 더 유λͺ…ν•œ 곳을 μ›ν•œλ‹€λ©΄ κ°€κ²Œμ—μ„œ 사지말고 μ •μ›μ—μ„œ 직접 κ³ λ₯΄λŠ” 것이 더 쒋을 거라고 μƒκ°ν•΄μš” 😍 κ·Έλž˜μ„œ 집 근처 νŒŒλ”μŠ€κ°€λ“ μ— κ°€κΈ°λ‘œ κ²°μ •ν–ˆμ–΄μš”. νŒŒλ”μŠ€κ°€λ“ μ€ λ‹€μ–‘ν•œ 식물듀이 μžˆλŠ” 큰 μ •μ›μ΄μ—μš”. κ·Έ 쀑 ν•˜λ‚˜κ°€ μ œμ£Όλ„ νŠΉμ‚°ν’ˆμΈ ν•œλΌλ΄‰μ΄μ—μš” 😁




Serunya di Father's Garden, kita bisa makan dan petik buah sampai puass 😍 Kalau mau bawa pulang boleh, tapi perlu beli kantong khusus di sana πŸ˜„ Berhubung gue cuma mau makan saja, bingung juga kalau bawa pulang nanti takut nggak habis, jadilah gue ke sana hanya buat petak-petik Halabong sambil duduk santai menikmati pemandangan yang ada πŸ˜‚
The most exciting part of Father's Garden is we can pick and eat the fruit as much as we want. If we wanna bring to home also can, however we need to buy the bag πŸ˜„ Since I just want to eat, because I was afraid if I bring to home, nobody will finish it... I ended up chose to go there just to eat on the spot while sitting and enjoy the view πŸ˜‚ And it was really fun.
νŒŒλ”μŠ€κ°€λ“ μ˜ κ°€μž₯ 큰 ν₯미둜운 점은 과일을 직접 λ”°μ„œ λ¨Ήκ³  싢은 만큼 λ§ˆμŒλŒ€λ‘œ 먹을 수 μžˆλ‹€λŠ” μ μ΄μ—μš”. μ§‘μœΌλ‘œ κ°€μ Έκ°€λŠ” 것도 λ˜μ§€λ§Œ κ±°κΈ°μ„œ νŒŒλŠ” 비닐봉지λ₯Ό μ‚¬μ•Όλ˜μš” πŸ˜„ 집에 κ°€μ Έκ°€λ©΄ 아무도 μ•ˆλ¨Ήμ„κ²Œ λ»ν•˜κΈ°μ— .. μ €λŠ” κ²°κ΅­ κ·Έμžλ¦¬μ— 앉아 풍경을 μ¦κΈ°λ©΄μ„œ μ‹œμ‹ν•˜κΈ°λ‘œ ν–ˆμ–΄μš” πŸ˜‚




Jujur seperti yang gue ceritakan di post lampau, meski gue kalau berlibur sukanya main ke kota daripada alam, tapi kalau untuk hidup, gue lebih suka dekat alam bukan di kota besar. Makanya gue pilih Bali dan Jeju sebagai tempat yang gue sebut 'rumah' 😁 Dan salah satu privileges yang gue punya karena hidup dekat alam adalah bisa makan Halabong tinggal petik sepuasnya πŸ˜‚

Kalau teman-teman suka buah apa? 😍
Honestly as I told you in my old post, even though I like to see the city rather than nature while on trip, but for living, I prefer to live near nature rather than in a big city ~ So that's why, I chose Bali Island and Jeju Island as two places I called 'home' πŸ˜† and one of the privileges I have from living close to nature is being able to eat Halabong as much as I want πŸ˜‚

How about you, guys? What kind of fruit you like? 😍
사싀 μ €λŠ” my old postμ—μ„œ 말씀 λ“œλ Έλ“―μ΄ νœ΄μ–‘μ§€λŠ” μžμ—°λ³΄λ‹€ λ„μ‹œλ₯Ό 더 μ’‹μ•„ν•˜μ§€λ§Œ μ‚¬λŠ”κ±΄ λ„μ‹œλ³΄λ‹€ μžμ—° 근처λ₯Ό 더 μ„ ν˜Έν•΄μš”. κ·Έλž˜μ„œ μΈλ„λ„€μ‹œμ•„μ˜ 발리λ₯Ό, ν•œκ΅­μ—μ„œλŠ” μ œμ£Όλ„λ₯Ό μ„ νƒν•΄μ„œ '집'이라고 λΆ€λ₯΄κ³  μžˆλŠ”κ±°μ—μš” 😁 그리고 μžμ—°μ—μ„œ κ°€κΉŒμš΄ 삢을 μ„ νƒν•œ 특ꢌ 쀑 ν•˜λ‚˜λŠ” λ‚΄κ°€ μ›ν•˜λŠ” 만큼 ν•œλΌλ΄‰μ„ 먹을 수 μžˆλ‹€λŠ” μ μ΄μ—μš” πŸ˜‚πŸ‘

21 comments:

  1. Nah ini yang salah satu bikin aku ngiler yaitu metik buah jeruk langsung dari pohonnya, asli kepengin kayak gitu.

    Rasanya beda aja gitu ya sama beli yang di pasar biarpun sama-sama jeruk.

    Kalo disini ngga ada buah jeruk yang petik langsung, adanya buah hati...πŸ˜„✌️

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru ternyata petik buah langsung dari pohonnya, biasa terima beres beli di supermarket πŸ˜‚

      Rasanya entah kenapa lebih fresh, dan bisa pilih juga yang paling bagus kualitas dan bentukannya 😁 hehehe. Kalau di sana nggak ada, semoga one day mas Agus bisa buat kebun jeruk sendiri yaaaa. Lancar rejekinya 😊

      Delete
    2. Amiiin ya robbal alamin.

      Biarpun ngga punya kebun jeruk tapi sepertinya punya yang lain. Saat ini lagi menanam pohon sukun tiga buah, saat ini sudah setahun, kayaknya dua tahun lagi sudah bisa panen.

      Sebenarnya saat itu ada sih bibit jeruk, cuma harganya mahal 150ribu, kalo sukun cuma 25ribu, jadinya lebih hemat..✌️πŸ˜ƒπŸ˜

      Delete
    3. Waaah enaknya kalau sudah panen, saya jadi ingat sewaktu kecil, setiap pulang ke rumah simbah dikasih keripik sukun dan itu enaaaaak πŸ˜‚ semoga lancar sampai proses panen ya mas~

      Saya belakangan ini juga lagi mau belajar soal pembibitan Halabong atau Jeruk, karena pohonnya kecil nggak sebesar mangga dan rambutan, jadi cukup kalau mau dipasang di halaman belakang. Cuma masih belum tau proses agar tumbuh sempurna, jadi sementara belajar dulu sampai bisa. Di Jeju, banyak rumah yang punya pohon Halabong meski cuma satu atau dua hahaha. Cantik juga ternyata untuk halaman apalagi kalau warna kuningnya sudah ke luar πŸ˜†

      Delete
  2. Halabong makin cantik ya. Waktu ke Jeju aku sempat ke sini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selalu cantik dan enak rasanya 😁✌

      Delete
  3. It seems cool. The name's kinda funny tho: Father's Garden. But how about the cool doll? Is the bear Father's Garden's property, or somebody left it there incidentally?

    I now literally nothing about South Korea except for the name of the capital city and Park Ji Sung, so "halabong" is a new thing for me. Is it some kind of orange?

    ReplyDelete
    Replies
    1. About the doll, yes it's their property 😁 They have many stuffs inside the garden, but I just captured some~ hehehe.

      And about halabong, yes it's kind of orange (special products from Jeju Island, South Korea)~ the taste kinda sweet and sour. And it's delicious 😍

      Delete
    2. Waduh, ngomong apa ini, ngga paham saya..πŸ€”πŸ€”

      Delete
    3. Beliau tanya, bonekanya itu properti Father's Garden atau punya tamu yang ditinggal di sana. Dan juga tanya apakah Halabong sejenis jeruk atau bukan hehehe πŸ˜„

      Delete
  4. Wow... Father's Garden is really cool. I think, beside you can pick and eat the fruit as much as you want, you get better air than in a big city. I usually love the nature place because of the air and water. Both are good for our healthy.

    Have a nice nature! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeah, that's the things that I like the most. Because the air is good, and the sky so blue 😍 also every fruits really fresh, that's why I chose to live near nature so I can enjoy the view and the air whenever I want 😁

      Delete
  5. Bali dan Jeju memiliki kemiripan, ya secara geografis?

    Ada keseruan tersendiir memang memakan buah dengan cara memetiknya sendiri. Bahkan dekat rumahku di kampung juga sekarang membuka wisata petik jeruk sendiri yang super murah (nurut aku) cuma aku belum pernah nyobain, di sana satu minggu habis sudah untuk area Batu dan Malang kota.

    Karena aku kalau jalan emang aslinya suka ke Malng kota sambil nyamperin beberapa tempat kenangan hahahha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mirip-mirip mba, cuma Jeju 4 musim kalau Bali 2 musim hehehe. Jeju ini dulunya juga ada volcano kayak Bali, cuma sudah nggak aktif. Dan kalau musim panas, nggak jauh beda sama suasana Bali~ 😁

      Iya mba, nanti kapan-kapan ajak Zafa petik buah pasti Zafa senang. Di Jeju itu tempat petik-petik buah pasti rame sama anak-anak. Ada Jeruk, Strawberry, Bluberry dan lain-lainnya. Anak-anak sukaaaa πŸ˜‚ saya yakin Zafa akan suka juga hehehe.

      By the way, aku juga suka banget sama Malang. Mau balik lagi ke sana, one day 🀣

      Delete
  6. Huwaaa pengeeennnn, itu jeruknya udah pada matang sempurna pula!
    saya mah buah apa aja, yang penting manis dan segar.
    Bapak saya pernah nanam pohon jeruk di bidang tanah gitu, terus pas udah besar dan berbuah, kitanya panen dong, dan jeruknya kesyuuutttt hahahaha.

    Dulu di belakang rumah mama saya banyak pohon buah, ada pisang, sirsat, jambu air, kedondong, mangga.

    Tapi yang paling rajin berbuah itu sirsat, kami sampai eneg makannya, sampai dibuang-buang.

    Terus sampai di Surabaya saya shock berat pas tahu ternyata di sini mahal hahahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jeruknya matang sempurna mba, dan rata-rata rasanya enak cuma bedanya halabong dengan jeruk Indonesia mungkin dirasanya yang masih ada sentuhan asam. Nggak ada yang totally manis 100% kayak di Indonesia 😁

      Aduuuh itu mimpi saya banget punya pohon buah di belakang rumah, bahagia rasanya kalau betulan tercapai hahahaha. Sama sayur-mayurrrr, ingin punya 😍

      Sirsak tuuuh mahal mba, di Bali pun mahal. Padahal saya suka jus sirsak, tapi karena setiap kali di Indonesia susah dapat sirsak alhasil beralih ke jus lainnya yang lebih mudah πŸ˜‚ lucky you mbaaa, punya kebun sirsak 😍

      Delete
  7. Kebun jeruknya ini ngingetin aku reality show Coffee Friends, lokasinya di Jeju dan coffee shop mereka letaknya di perkebunan jeruk gitu. Semua menu mereka yang berbahan dasar jeruk bisa metik langsung dari kebunnya. Seru banget! Jeruknya gede-gede gitu lagi hahaha

    Bersyukur banget, ya, Mba punya pengalaman tinggal di negeri orang. Kalau aku sekarang ini cukup puas dulu dengan Bali, karena orangtua tinggal di sana jadi Bali pun rumah buat aku :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah iya, pernah lihat sekilas soal Coffee Friends πŸ˜†

      Seru memang mba pengalaman metik dan makan di cafe yang ada di dalam perkebunan jeruk. Di Jeju ada beberapa yang mirip-mirip Coffee Friends gitu, cafenya betul-betul di tengah perkebunan hehehe. Father's Garden juga sama 😁

      Bali juga enak mbaaa, ada cafe yang letaknya di tengah perkebunan. Dari mulai kebun hidroponik, terus kebun buah-buahan, tapi memang Bali lebih banyak terkenalnya cafe di tengah sawah. However, pengalamannya nggak jauh beda, sama-sama menyenangkan 😍

      Delete
  8. Mbaaa ini tiket masuknya brp, dan buka setiap saat ato musim tertentu yaa? :D. Aku juga suka makan lgs buah dr kebunnya. Tp LBH milih buah2 yg dikupas. Kayak jeruk, durian, melon.. kalo buah lgs makan kayak anggur dan strawberry, aku menghindari makan di tempat kecuali udh dibersihin dulu :D. Ttp ga yakin walo dibilang organik dll :p. Parnoan aku kalo soal makanan yg ga dibersihin hahahahaha. Sedang pandemi gini pula :D.

    Seumur2 aku prnh nyobain makan buah lgs, di kebun nenek di Sibolga. Kebetulan beliau ada kebun durian. Jd kalo mudik, dan sdg musim kami puas makan durian yg jatuh dr pohon :D.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buka setiap saat mba Fanny, hehehehe ~

      Kalau tiketnya sekitar 7.000 KRW pada tahun lalu, sebab tahun ini saya belum ke sana, however sepertinya tahun depan pun nggak banyak perubahan. Ohya dengan 7.000 KRW itu mba bisa petik Jeruk dan makan sepuasnya di dalam πŸ˜‚ -- nanti dikasih alat untuk petikan 😁

      Kalau mau beli dan bawa pulang, perlu beli kantong, jadi better makan di sana saja sampai kenyang mba, sambil lihat pemandangan πŸ™ˆ

      Samaaa dong mba, saya prefer yang masih berkulit jadi bisa dikupas, kalau yang langsung makan biasanya nggak saya makan. Ohya, kalau ke kebun strawberry lebih enak sekalian buat selai, dan selai strawberry Jeju itu terkenal enaaaak. Terus kalau mba Fanny suka matcha, mungkin bisa mampir Innisfree Jeju House, sambil belajar mengenai perusahaan Innisfree dan makan-makan di cafe-nya yang terkenal 😍

      Delete
  9. Uwuuuu, langsung autobookmark. Nunggu pandemi berakhir, semogaa taun depan bisa kesyanaa :D. Trimss infonya mbak Eno ^^

    ReplyDelete