Minimize Miscom? | CREAMENO

Pages

Minimize Miscom?


Kemarin, salah satu teman gue bertanya, "Coyyy, bagaimana sih caranya meminimalisir miskom?" Well, yang pasti miskom itu sering terjadi karena, satu, nggak mau atau nggak bisa jadi pendengar yang baik, dua, terlalu banyak asumsi dan, tiga, nggak fokus dengan apa yang dilakukan atau pada tugas yang diberi ๐Ÿ˜ padahal menurut gue, mau di dunia kerja, atau di dunia pertemanan, dan di hubungan antar anak manusia, komunikasi itu penting~

Sayangnya, banyak kejadian dimana kita nggak benar-benar paham apa yang sedang dibicarakan atau ditugaskan akibat dari 3 hal di atas. Bahkan sering terjadi, kita berkata, "Iya paham." -- padahal nggak benar-benar paham maka terjadilah kesalahan ๐Ÿ˜„ so, kalau ditanya bagaimana caranya meminimalisir miskom adalah dengan belajar mendengarkan. Itu yang utama. Dan bukan hanya sekedar mendengarkan tapi juga paham akan konteks yang dibicarakan.

Lantas, apabila kita masih bingung, jangan asumsi sendiri tanpa bertanya, "Oh, jadi maksudnya begini?" -- instead of diam saja ๐Ÿ˜†๐Ÿ‘Œ it's okay kok guys untuk bertanya jikalau memang belum benar-benar paham, daripada diam pura-pura paham tapi habis itu berbuat kesalahan karena komunikasi yang nggak lancar. That's why, di dalam komunikasi yang sehat, memang sudah sebaiknya kita menjauh dari asumsi personal ~ Bertanyalah dan cek kembali pembahasan yang sebelumnya dibahas ataupun tugas yang sebelumnya diberikan.

Read: Finally, Goodbye!

On a side note, asumsi itu bahaya kawan. Bukan hanya di dunia kerja saja, bahkan di dunia manapun, asumsi itu bahaya karena bisa menyebabkan miskom dan parahnya bisa membuat kita saling berpikiran buruk tanpa sebab. Ujung-ujungnya apa? Kerja jadi nggak nyaman, di dunia pertemanan pun juga bisa jadi bermusuhan, apalagi di hubungan antar anak manusia bisa jadi bubar jalan ๐Ÿ˜‚

Kalau kata pepatah, "Malu bertanya sesat di jalan." -- nah kalau kata mate gue, "Berasumsi banyak, miskom kemudian." HAHAHAHAHAHA. In the end, meskipun susah, tapi nggak ada salahnya kan dicoba. Andaikata pada akhirnya tetap gagal, seenggaknya sudah pernah berusaha sebaik yang kita bisa ๐Ÿ˜ dan akhir kata, semoga kita semua bisa berkomunikasi lebih baik dengan siapapun lawan bicara kita. Seperti kata Om Paul J. Meyer nih guys,
"Communication - the human connection
is the key to personal and career success."
Yang artinya, komunikasi adalah KUNTJI kalau kita mau sukses di dunia karir dan personal life kita sendiri. Jadi jangan berkecil hati~ tetap berusaha berikanlah yang terbaik pada setiap komunikasi yang kita miliki, agar kelak nggak ada miskom-miskom lagi diantara kita dan orang-orang yang kita sayangi serta hargai ๐Ÿ˜„
Yesterday, one of my friends asked, "What should I do to minimize miscommunication?" Well, we need to know that miscommunication often occur because, first, we do not want to (or cannot) be a good listener. Second, we have too many assumptions and, third, we are not focus on the things that we should do or the tasks that we got ๐Ÿ˜ whereas in my opinion, in every aspect of this world, from working to friendship and relationships, communication is important ~

Unfortunately, there are many instances where we don't really understand about the things that being said or the tasks that we got because of the 3 points above. And in fact (it often happens), we told them, "Yes, I understand." - even though we don't really understand, that's why we ended up makes such a mistake ๐Ÿ˜„ so, if you asked how to minimize miscommunication? The answer is by learning to listen. And the main thing is not only listen but also understand.

Albeit, we are still confused with what they said, then don't make our own assumptions. We better asking, "Oh, is this what you mean?" - instead of only quiet ๐Ÿ˜†๐Ÿ‘Œ because it's okay to ask, if we really don't understand, rather than silently pretending to understand but after that we makes a mistake because the communication is missing. That's why, in healthy communication, it would be best to stay away from personal assumptions ~ Ask, ask and ask. And focus, check again the conversation that previously we discussed with them.

Read: Finally, Goodbye!

On a side note, assumption is dangerous. Not only in working area, even in any areas, assumption is dangerous because it can cause miscommunication and it will make us think ill of each other without reasons. And then? Work becomes uncomfortable, and if it happens on our friendship, we will hate each other. Most worse case if it happens on our relationship, the possibility to break up will higher.

As the saying goes, "If you feel embarrassed to ask the road, you will lost your ways." - and, my mate also said, "Too much assumptions, will causing miscommunication." HAHAHA. In the end, Although it's hard, it would be better to try. And if still fails, at least we have tried our best ๐Ÿ˜ and hopefully, we can having a good communication with whoever we are talking to. Like Paul J. Meyer said,
"Communication - the human connection
is the key to personal and career success. "
Which means, communication is a KEY if we want to succeed in our careers and personal lives. Please don't be discouraged ~ keep trying to give our best for every communication that we have, so that someday there will be no miscommunication between us and the people we care ๐Ÿ˜„ good luck, let's do well ๐Ÿ’“
์–ด์ œ ์นœ๊ตฌ ์ค‘ ํ•œ๋ช…์ด "์ž˜๋ชป๋œ ์˜์‚ฌ์†Œํ†ต์„ ์ตœ์†Œํ™”ํ•˜๋ ค๋ฉด ์–ด๋–ป๊ฒŒ ํ•ด์•ผํ• ๊นŒ?" ๋ผ๊ณ  ๋ฌผ์–ด๋ดค์–ด์š”. ์Œ, ์šฐ๋ฆฌ๋Š” ์™œ ๊ทธ๋Ÿฐ ์ผ์ด ์ž์ฃผ ๋ฐœ์ƒํ•˜๋Š”์ง€ ์•Œ์•„์•ผ๋˜์š”. ๋จผ์ €, ์šฐ๋ฆฌ๋Š” ์ž˜ ๋“ค์œผ๋ คํ•˜์ง€ ์•Š์•„์š”. ๋‘˜์งธ, ์šฐ๋ฆฌ๋Š” ๋„ˆ๋ฌด ๋งŽ์€ ๊ฐ€์ •์„ ๊ฐ€์ง€๊ณ  ์žˆ๊ณ , ์…‹์งธ, ์šฐ๋ฆฌ๊ฐ€ ํ•ด์•ผํ•  ์ผ์ด๋‚˜ ์—…๋ฌด์— ์ง‘์ค‘ํ•˜์ง€ ์•Š์•„์š”. ๐Ÿ˜ ์ œ ์ƒ๊ฐ์— ์ผ์—์„œ ์šฐ์ • ๋ฐ ๊ด€๊ณ„๊นŒ์ง€ ์„ธ์ƒ์˜ ๋ชจ๋“  ์ธก๋ฉด์—์„œ ์ปค๋ฎค๋‹ˆ์ผ€์ด์…˜์€ ์ค‘์š”ํ•ด์š” ~

๋ถˆํ–‰ํžˆ๋„, ์œ„์—์„œ ๋งํ•œ ์„ธ๊ฐ€์ง€ ์™ธ์—๋„ ์ˆ˜๋งŽ์€ ๊ฒƒ๋“ค์ด ์˜์‚ฌ์†Œํ†ต์„ ๋ฐฉํ•ดํ•ด์š”. ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  (ํ”ํžˆ๋ฐœ์ƒํ•จ) ์ดํ•ดํ•˜์ง€ ๋ชปํ–ˆ๋”๋ผ๋„ "์ดํ•ดํ–ˆ์–ด์š”" ๋ผ๊ณ  ๋Œ€๋‹ตํ•ด์š”. ๊ทธ๋ž˜์„œ ๊ฒฐ๊ตญ ์‹ค์ˆ˜๋ฅผ ๋ฐœ์ƒํ•˜์ฃ  ๐Ÿ˜„ ๊ทธ๋ž˜์„œ ์˜คํ•ด๋ฅผ ์ตœ์†Œํ™”ํ•˜๋ ค๋ฉด ๋“ฃ๋Š” ์—ฐ์Šต์„ ํ•ด์•ผ๋˜์š”. ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ๊ทธ ๋‹ค์Œ์€ ๋“ค์–ด์„œ๋งŒ ์•ˆ๋˜๊ณ  ์ดํ•ด๋ฅผ ํ•ด์•ผ๋˜์š”

๊ทธ๋Ÿผ์—๋„ ๋ถˆ๊ตฌํ•˜๊ณ , ์šฐ๋ฆฌ๋Š” ์—ฌ์ „ํžˆ ๋‹ค๋ฅธ์‚ฌ๋žŒ์˜ ๋ง์— ํ˜ผ๋ž€์Šค๋Ÿฝ๊ณ , ๊ทธ๋Ÿฌ๋ฉด ๊ฐ€์ •ํ•˜๊ณ  ๊ฐ€๋งŒ์žˆ๋Š” ๋Œ€์‹  "์˜ค, ์ด๊ฒŒ ๋ฌด์Šจ์˜๋ฏธ์•ผ?" ๋ผ๊ณ  ๋ฌผ์–ด๋ด์•ผ๋˜์š” ๐Ÿ˜†๐Ÿ‘Œ ์™œ๋ƒํ•˜๋ฉด ์ •๋ง ์ดํ•ด๋ฅผ ๋ชปํ–ˆ๋‹ค๋ฉด ๋ฌผ์–ด๋ด์•ผ๋˜๋Š”๋ฐ ๊ทธ๋Ÿฌ์ง€ ๋ชปํ•ด์„œ ์‹ค์ˆ˜๊ฐ€ ๋‚˜์˜ค๊ฒŒ ๋˜๊ฑฐ๋“ ์š”. ๋”ฐ๋ผ์„œ ๊ฑด๊ฐ•ํ•œ ์˜์‚ฌ์†Œํ†ต์—์„œ๋Š” ๊ฐœ์ธ์ ์ธ ๊ฐ€์ •์„ ๋ฐฐ์ œํ•˜๋Š”๊ฒƒ์ด ๊ฐ€์žฅ ์ข‹์•„์š” ~ ๋ฌป๊ณ  ๋˜ ๋ฌผ์–ด๋ณด์„ธ์š”. ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ์ง‘์ค‘ํ•˜๊ณ  ํ™•์ธํ•˜๊ณ  ๋…ผ์˜ํ–ˆ๋˜ ๋‚ด์šฉ์„ ๋‹ค์‹œ ํ™•์ธํ•ด์•ผ๋˜์š”.

Read: Finally, Goodbye!

๋ง๋ถ™์—ฌ, ๊ฐ€์ •์€ ์œ„ํ—˜ํ•ด์š”. ์ผ์˜ ์˜์—ญ ๋ฟ๋งŒ์ด ์ด๋‹ˆ๋ผ ์–ด๋–ค ๋ถ„์•ผ๋“  ๊ฐ€์ •์€ ์˜คํ•ด๋ฅผ ๋ถˆ๋Ÿฌ์˜ค๊ธฐ ๋•Œ๋ฌธ์— ์œ„ํ—˜ํ•ด์š”. ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ์˜คํ•ด๋Š” ์„œ๋กœ๋ฅผ ์ด์œ ์—†์ด ์ž˜๋ชป์ƒ๊ฐํ•˜๊ฒŒ ํ• ๊ฑฐ์—์š”. ๊ทธ๋Ÿฌ๊ณ  ๋‚˜์„œ๋Š”์š”? ์ผ์ด ๋ถˆํŽธํ•ด์ง€๊ณ  ์นœ๊ตฌ์‚ฌ์ด์— ๊ทธ๋Ÿฐ์ผ์ด ๋ฐœ์ƒํ•˜๋ฉด ์„œ๋กœ๋ฅผ ๋ฏธ์›Œํ•˜๊ฒŒ ๋˜์š”. ๊ฐ€์žฅ ์•ˆ์ข‹์€ ๊ฒฝ์šฐ๋Š” ์šฐ๋ฆฌ์˜ ๊ด€๊ณ„์—์„œ ์ผ์–ด๋‚˜๋Š” ๊ฑฐ์—์š”. ๊ฐ€์žฅ ๋‚˜์œ ๊ฒฝ์šฐ์—๋Š” ํ—ค์–ด์งˆ ๊ฐ€๋Šฅ์„ฑ์ด ๋†’์•„์š”.

"๊ธธ์„ ๋ฌป๋Š”๊ฒŒ ์ฐฝํ”ผํ•˜๋‹ค๊ณ  ๋Š๋‚€๋‹ค๋ฉด ๊ธธ์„ ์žƒ์„ ๊ฒƒ์ด๋‹ค" ๋ผ๋Š” ๋ง์ฒ˜๋Ÿผ ๋‹น์‹ ์€ ๊ธธ์„ ์žƒ์„ ๊ฑฐ์—์š”. ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ์ œ ์นœ๊ตฌ๋Š” "๋„ˆ๋ฌด ๋งŽ์€ ๊ฐ€์ •์€ ์˜คํ•ด๋ฅผ ๋ถˆ๋Ÿฌ์˜จ๋‹ค" ๋ผ๊ณ  ํ–ˆ์–ด์š”. HAHAHAHA ๊ฒฐ๊ตญ ์–ด๋ ต๊ฒ ์ง€๋งŒ ์‹œ๋„ํ•ด์•ผ๋˜์š”. ์‹คํŒจํ•œ๋‹ค ํ•ด๋„ ์ ์–ด๋„ ์ตœ์„ ์€ ๋‹คํ•œ๊ฑฐ๋‹ˆ๊นŒ์š” ๐Ÿ˜ ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  Paul J. Meyer ๊ฐ€ ๋งํ•œ๊ฒƒ ์ฒ˜๋Ÿผ ์šฐ๋ฆฌ๊ฐ€ ์ข‹์€ ์˜์‚ฌ์†Œํ†ต์„ ๋‚˜๋ˆ„๊ธธ ๋ฐ”๋ž˜์š”.
"์˜์‚ฌ์†Œํ†ต - ์ธ๊ฐ„๊ด€๊ณ„๋Š”
๊ฐœ์ธ๊ณผ ์ปค๋ฆฌ์–ด ์„ฑ๊ณต์˜ ์—ด์‡ ๋‹ค "
์ฆ‰, ์ปค๋ฆฌ์–ด์™€ ๊ฐœ์ธ ์ƒํ™œ์—์„œ ์„ฑ๊ณตํ•˜๊ธฐ ์œ„ํ•ด์„œ๋Š” ์˜์‚ฌ์†Œํ†ต์ด ์—ด์‡ ๋ผ๋Š” ๋ง์ด์—์š”. ๋‚™์‹ฌํ•˜์ง€ ๋งˆ์„ธ์š” ~ ์ตœ์„ ์„ ๋‹คํ•ด์„œ ๊ณ„์† ์‹œ๋„ํ•˜์„ธ์š”. ์–ธ์  ๊ฐ€๋Š” ์šฐ๋ฆฌ์™€ ์šฐ๋ฆฌ๊ฐ€ ๋Œ๋ณด๋Š” ์‚ฌ๋žŒ๋“ค ์‚ฌ์ด์— ์ž˜๋ชป๋œ ์˜์‚ฌ์†Œํ†ต์ด ์—†์–ด์งˆ๊ฑฐ์—์š” ๐Ÿ˜„ good luck, let's do well ๐Ÿ’“

6 comments:

  1. kadang pas komunikasi, ada yang suka terbentur dengan orang secara personal tidak kita sukai. dalam pekerjaan pun sering terjadi gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau benturannya sudah terlalu personal padahal di dunia kerja jatohnya jadi nggak sehat ya mas hehehe. Padahal seharusnya berusaha profesional meski kita mungkin harus berurusan dengan orang yang nggak kita suka ๐Ÿ˜

      Delete
  2. "Asumsi" ini emang banyak jadi penyebab miskomunikasi Ya Mbak. Aku setuju banget.

    Aku dari dulu kerja di bagian Sales and Marketing sering misscom dengan orang produksi sebab mereka suka berasumsi sendiri. Untuk meminimalis akhirnya aku menciptakan system untuk departemenku yaitu sebelum ada gambar mereka tidak bileh menebak-nebak. Dnegan gambar kita lakukan verifikasi bareng istilahnya biar kita "bicara tentang hal yang sama".

    Sampai sekarang pun kadang masih aja ada begitu aku mulai bisnis sendiri. Karena tahu sendiri orang sales itu secara personal kek gimana maunya cepet cepet cepet dan bagus! Produksi berkata lain hahahaha.

    Dalam pertemanan dan juga hubungan suami istri juga demikian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, asumsi ini memang paling sering jadi alasan dari segala macam penyakit. Entah miskom, entah julid, dan lain sebagainya hihihi. Even di luar perihal komunikasi, semisal ada teman tulis story apa, kita asumsinya apa, eh kita sakit hati dikira untuk kita, ternyata ujungnya salah paham ๐Ÿ˜‚ padahal sebelum asumsi, ada satu proses yang dinamakan bertanya untuk memastikan. Tapi kebanyakan dari kita, melewatkan proses itu dan langsung main asumsi saja ๐Ÿ˜

      Nah, dalam usaha pun sama mba. Kadang staff atau team member suka asumsi tanpa bertanya sampai jelas. Mereka kadang berpikir mereka sudah 100% paham, tapi ternyata nggak sepenuhnya paham. Alhasil jalurnya jadi berbelok arah dari tujuan awal. That's why, saya selalu bilang ke circle saya, untuk tanya dulu sampai paham konteksnya baru eksekusi. Biar nggak wasting time juga ๐Ÿ˜ soalnya kalau sudah salah jalan, akan makan waktu lama untuk mengembalikan ke jalur awal ๐Ÿ˜…

      Dan begitu pula dalam pertemanan maupun hubungan dua anak manusia. Kalau sudah main asumsi, terus ribut dan marah-marah sendiri, eh ternyata salah. Kan jadi wasting energy hehehe. Semoga kita belajar untuk berkomunikasi dengan lebih baik lagi ๐Ÿ˜„ saya tentu juga masih belajar sampai saat ini~

      Delete
  3. hihihi iya bener tuh.
    Saya jadi ingat waktu kerja terakhir dulu, bos saya kalau ngomong kayak orang kumur-kumur, saya bertanya 2 kalipun tetap nggak ngerti.

    Untungnya dia orang sulit percayaan, jadi meski udah kasih intruksim dia rajin nanya lagi progresnya, rajin ngingatin, jadi secara nggak langsung saya jadi ngerti apa maksudnya hahaha.

    Dan asumsi itu beneran membahayakan loh, terlebih kalau yang berasumsi adalah orang egois dan kolot, ya tamat dah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Susah banget mba kalau bicara sama orang yang kayak kumur-kumur gitu, mau ditanya pasti tetap nggak jelas ๐Ÿ˜‚ harus bersabar banyak banyak ~

      Iya mba, kalau keseringan asumsi bisa nggak sehat buat otak juga, mostly yang banyak asumsi itu pun tetap fokus pada pikirannya sendiri meski sudah diarahkan dan diberi tau dengan detail ๐Ÿ˜…

      Delete