Sorry Not Sorry | CREAMENO

Pages

Sorry Not Sorry


Gue itu orangnya memang picky, nggak cuma soal makanan saja, bahkan soal blog yang mau gue baca pun pasti gue pilih ๐Ÿ˜‚ kalau nggak suka topiknya, maka akan gue skip. Daripada cuma baca sekilas terus kasih komentar ala kadarnya, better nggak usah sama sekali. That's why, kalau gue akhirnya main ke sebuah blog dan gue suka dengan topik siempunya blog, maka akan gue baca tulisan teman tersebut dari awal sampai akhir. Dan saat kasih komentar pun sebisa mungkin sesuai dengan topik yang teman tersebut tulis ๐Ÿ˜

Bukan apa-apa, tapi gue selalu punya prinsip kalau apapun yang gue tulis (entah komentar maupun jurnal) sebisa mungkin meninggalkan hal positif. Biar nggak jadi 'wasting' ๐Ÿ˜†✌ coba kalau kita sudah meluangkan waktu 1 menit tapi jadi 'wasting' yang ada cuma akan merugikan diri sendiri. Meski gue yakin, banyak teman blogger lain bisa jadi nggak sependapat dengan apa yang gue tulis ๐Ÿ˜‚ yaaah, namanya juga prinsip, setiap orang punya pilihannya masing-masing.

Read: So Called Power

Albeit, karena alasan di atas juga, kalau ada komentar masuk ke blog gue yang isinya singkat, padat dan kadang nggak 'nyambung' or nggak jelas, gue biasanya akan langsung hapus komentar tersebut tanpa pikir panjang ๐Ÿ˜† sound menyebalkan, ya? Tapi daripada gue kesal lihatnya, lebih baik dihapus saja HAHAHA. Berhubung gue juga nggak berharap blog gue punya ratusan komentar, jadi gue nggak masalah punya sedikit komentar asal teman-teman yang komentar memang menulis komentar tersebut dengan suka cita ๐Ÿ˜
"Bagaimana bisa tau, yang menulis suka cita atau nggak?"
Entahlah, gue pakai feeling biasanya ๐Ÿ˜‚ mostly yang gue hapus itu kalau komentar singkat, seperti "Nice writing!" atau, "Nice sharing." dan yang lebih menyebalkan lagi kalau ada yang komentar, "First comment." -- OMG! Sudah tahun 2020, masih komentar demikian, membuat sakit kepala nggak sih bacanya ๐Ÿ˜… dan beberapa komentar lain yang sebenarnya agak panjang tapi nggak jelas dan nggak 'nyambung' dengan tulisan yang gue buat, yaaa gue hapus saja ๐Ÿ˜

So sorry not sorry, untuk teman yang komentarnya menghilang dari blog gue ๐Ÿ˜†✌ untung yang gue hapus belum banyak, itu artinya persentase teman blog yang membaca tulisan gue masih lebih banyak daripada yang sekedar lewat ๐Ÿ˜‚ dan anehnya yang sekedar lewat itu kalau gue check blognya bukan tipe blog journal, melainkan entah jenis blog apa. Gue juga nggak paham isinya ๐Ÿ˜… yasudah, sekian curhatan gue kali ini, tolong jangan dimasukkan ke hati~ ๐Ÿ˜‹
I'm a picky person, and it's not only about food, because I also picky about the blog that I want to read ๐Ÿ˜‚ normally, if I don't like the topic, then I'll skip it instead of just reading at a glance and giving short comments, I better not read it at all. That's why, if I end up reading some other blog and I like the topics, then I will read the posts from beginning to the end. And when I give comments, I will write it as much as possible according to the topic that they wrote ๐Ÿ˜

I know it's nothing, but I always have a principle that whatever I write (whether it's comments or journal) it should leaves a positive feeling for me. So, it doesn't become a 'wasting' ๐Ÿ˜†✌ if, let say, we have already spent 1 minute to write or read, but it becomes a 'wasting', it will only hurt ourselves. Isn't, it? Although I'm sure, many blogger friends may not agree with what I write ๐Ÿ˜‚ Well, that's okay, because it is a principle, and everyone has their own choice.

Read: So Called Power

Albeit, for the reasons above too, if there are comments coming into my blog whose contents are short and sometimes not 'connected' or unclear, I (usually) will immediately delete those comments without much thinking ๐Ÿ˜† umm, sounds annoying, huh? But instead of feeling upset whenever I see it, I guess would be better to just erase it HAHAHA. And since I don't expect my blog to have hundreds of comments, so it doesn't matter if I only have little comments as long as my friends who write a comment do it with joy ๐Ÿ˜
"How do I know who writes it with joy or not?"
I don't know, I just used my feeling ๐Ÿ˜‚ mostly, I deleted it if it was just a short comment, like "Nice writing!" or, "Nice sharing." and even more annoying if someone comments, "First comment." - OMG~!! Now, already 2020, and there are still people who comment like that. Don't you feel a headache when read it? ๐Ÿ˜… and I also deleted some other comments that are actually rather long but unclear and not 'connected' to the writing that I made, yeah, I'm sure will delete it ๐Ÿ˜

So sorry not sorry, for friends whose thinking that your comments disappeared from my blog. Fortunately, I have not deleted much, which means the percentage of my friends who read my writing is still more than some people who only passing ๐Ÿ˜‚ and strangely, when I checked that 'passing' people's blog, their blog is not journal blog, and I also don't know what type of blog they have. It was just random and I don't understand the contents ๐Ÿ˜… nonetheless, that's all my babble for now, please don't take my words to your heart ~ ๐Ÿ˜‹
์ €๋Š” ๊นŒ๋‹ค๋กœ์šด ์‚ฌ๋žŒ์ด๊ณ  ์Œ์‹๋ฟ๋งŒ์ด ์•„๋‹ˆ๋ผ ์ œ๊ฐ€ ์ฝ๊ณ ์‹ถ์€ ๋ธ”๋กœ๊ทธ๋„ ๊นŒ๋‹ค๋กญ๊ฒŒ ์ •ํ•˜๊ธฐ ๋•Œ๋ฌธ์ด์—์š”๐Ÿ˜‚ ๋ณดํ†ต, ์ฃผ์ œ๊ฐ€ ์•ˆ์ข‹์œผ๋ฉด ๊ทธ๋ƒฅ์ฝ๊ณ  ๋Œ€์ถฉ ๋Œ“๊ธ€ ๋‹ฌ์ง€์•Š๊ณ  ๊ฑด๋„ˆ๋›ฐ์–ด์š”. ๊ทธ๋ ‡๊ธฐ ๋•Œ๋ฌธ์— ๋‹ค๋ฅธ ๋ธ”๋กœ๊ทธ์˜ ์–ด๋–ค ๊ธ€์„ ์ฝ๊ณ  ๋งˆ์Œ์— ๋“ค๋ฉด ๊ทธ ๋ธ”๋กœ๊ทธ์˜ ์ฒ˜์Œ๋ถ€ํ„ฐ ๋๊นŒ์ง€ ๋‹ค ์ฝ์–ด์š”. ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ์ฝ”๋ฉ˜ํŠธ๋ฅผ ๋‹ฌ๋•Œ, ์ฃผ์ œ์— ๋”ฐ๋ผ ๊ฐ€๋Šฅํ•œ ๋งŽ์ด ์จ์š” ๐Ÿ˜

๋ณ„๊ฒŒ ์•„๋‹ˆ๋ž€๊ฑด ์•Œ์•„์š”. ํ•˜์ง€๋งŒ ์ €๋Š” ํ•ญ์ƒ ์“ธ๋•Œ ์›์ฐฉ์ด ์žˆ์–ด์š” (๋Œ“๊ธ€์ด๋‚˜ ์ €๋„) ์ œ๊ฐ€ ์“ด ๊ธ€์ด ๊ธ์ •์ ์ธ ๋Š๋‚Œ์„ ์ค˜์•ผํ•œ๋‹ค๋Š” ๊ฑฐ์—์š”. ๊ทธ๋ž˜์•ผ ๊ทธ๊ฒƒ์ด '๋‚ญ๋น„'๊ฐ€ ๋˜์ง€ ์•Š์•„์š” ๐Ÿ˜†✌ ์šฐ๋ฆฌ๊ฐ€ ๊ธ€์„ ์ฝ๊ฑฐ๋‚˜ ์“ฐ๋Š”๋ฐ 1๋ถ„์„ ์†Œ๋น„ํ–ˆ์ง€๋งŒ ๊ทธ๊ฑด '๋‚ญ๋น„'๊ฐ€ ๋˜์š”. ์•ˆ๊ทธ๋ž˜์š”? ์ˆ˜๋งŽ์€ ๋ธ”๋กœ๊ฑฐ ์นœ๊ตฌ๋“ค์€ ์ œ๊ฐ€ ์“ด ๊ธ€์— ๋™์˜ํ•˜์ง€ ์•Š์„ ์ˆ˜ ์žˆ์–ด์š” ๐Ÿ˜‚ ์Œ. ๊ดœ์ฐฎ์•„์š” ๊ทธ๊ฑด ๊ทธ๋ƒฅ ์ œ ์›์น™์ด๋‹ˆ๊นŒ์š” ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ๋ชจ๋‘๊ฐ€ ๊ฐ์ž์˜ ์„ ํƒ์„ ํ•  ์ˆ˜ ์žˆ์–ด์š”

Read: So Called Power

๊ทธ๋Ÿผ์—๋„ ๋ถˆ๊ตฌํ•˜๊ณ  ์œ„์˜ ์ด์œ ๋กœ ์ธํ•ด ์งง๊ณ  ๊ด€๋ จ์—†๋Š” ํ˜น์€ ๋ช…ํ™•ํ•˜์ง€ ์•Š์€ ๋Œ“๊ธ€์ด ์žˆ์œผ๋ฉด ์ €๋Š” ๋ณด๋Š”์ฆ‰์‹œ ๋ณ„ ์ƒ๊ฐ ์—†์ด ์‚ญ์ œํ•ด์š”๐Ÿ˜† ์Œ, ํ™”๋‚ผ๋งŒํ•œ ์†Œ๋ฆฌ์ฃ ? ํ•˜? ํ•˜์ง€๋งŒ ์ œ๊ฐ€ ๋ณผ๋•Œ๋งˆ๋‹ค ํ™”๋‚˜๋Š”๊ฑฐ๋ณด๋‹ค ์ง€์›Œ๋ฒ„๋ฆฌ๋Š”๊ฒŒ ๋” ๋‚˜์•„์š” ํ•˜ํ•˜ํ•˜ํ•˜ ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ์ œ ๋ธ”๋กœ๊ทธ์— ์ˆ˜๋ฐฑ๊ฐœ์˜ ๋Œ“๊ธ€์ด ์žˆ๋Š”๊ฑธ ๊ธฐ๋Œ€ํ•˜์ง€ ์•Š๊ธฐ ๋•Œ๋ฌธ์— ๋ช‡๋ช‡ ์นœ๊ตฌ๋งŒ ์ฆ๊ฒ๊ฒŒ ๋Œ“๊ธ€์„ ๋‹ฌ์•„์ค€๋‹ค๋ฉด ๋ฌธ์žฌ์—†์–ด์š” ๐Ÿ˜
"์–ด๋–ป๊ฒŒ ์ฆ๊ฒ๊ฒŒ ์“ฐ๋Š”์ง€ ์•Œ์•„๋ณผ๊นŒ์š”?"
๋ชจ๋ฅด๊ฒ ์–ด์š” ๊ทธ๋ƒฅ ๋Š๋‚Œ์ด ์™€์š” ๐Ÿ˜‚ ๋ณดํ†ต "์ž˜์ผ๋„ค์š”!"๋‚˜ "์ข‹์€ ๊ณต์œ " ๊ฐ™์€ ์งง์€ ๋Œ“๊ธ€์€ ์ง€์›Œ์š”. ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ๋” ์งœ์ฆ๋‚˜๋Š” ๋Œ“๊ธ€์€ "์ฒซ ๋Œ“๊ธ€" ๊ธ‘์€๊ฑฐ์—์š” - OMG~!! ๋ฒŒ์จ 2020๋…„์ธ๋ฐ ์•„์ง๋„ ๊ทธ๋Ÿฐ์‚ฌ๋žŒ์ด ์žˆ๋‹ค๋‹ˆ, ์ฝ์œผ๋ฉด์„œ ๋จธ๋ฆฌ๊ฐ€ ์•„ํŒŒ์˜ค์ง€ ์•Š์œผ์„ธ์š”? ๐Ÿ˜… ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ์‹ค์ œ๋กœ ์ž‘์„ฑํ•œ ๊ธ€๊ณผ ๊ธธ์ง€๋งŒ ๋ช…ํ™•ํ•˜์ง€ ์•Š๊ณ  "๊ด€๋ จ๋˜์ง€ ์•Š์€" ๋Œ“๊ธ€ ๋˜ํ•œ ํ™•์‹คํžˆ ์‚ญ์ œํ•  ๊ฑฐ์—์š” ๐Ÿ˜

์ œ ๋ธ”๋กœ๊ทธ์—์„œ ๋Œ“๊ธ€์ด ์‚ฌ๋ผ์กŒ๋‹ค๊ณ  ์ƒ๊ฐํ•œ ์นœ๊ตฌ์—๊ฒŒ So sorry not sorry. ๋‹คํ–‰ํžˆ ์‚ญ์ œ๋ฅผ ๋งŽ์ดํ•˜์ง€๋Š” ์•Š์•˜์–ด์š”. ์ฆ‰ ๋Œ€์ถฉ์ฝ๋Š” ์‚ฌ๋žŒ๋ณด๋‹ค ์ž˜ ์ฝ์–ด์ฃผ๋Š” ์‚ฌ๋žŒ์˜ ๋น„์œจ์ด ๋งŽ๋‹ค๋Š” ๊ฑฐ๊ฒ ์ฃ  ๐Ÿ˜‚ ์ด์ƒํ•˜๊ฒŒ๋„ ์‚ฌ๋žŒ๋“ค์˜ ๋ธ”๋กœ๊ทธ๋ฅผ "ํ†ต๊ณผ"ํ•œ๋‹ค๋Š” ๊ฒƒ์„ ํ™•์ธํ–ˆ์„ ๋•Œ ๊ทธ๋“ค์˜ ๋ธ”๋กœ๊ทธ๋Š” ์ €๋„ ๋ธ”๋กœ๊ทธ๊ฐ€ ์•„๋‹ˆ๊ณ  ์–ด๋–ค ํƒ€์ž…์˜ ๋ธ”๋กœ๊ทธ์ธ์ง€๋„ ์•Œ ์ˆ˜ ์—†์—ˆ์–ด์š”. ๋‚ด์šฉ๋„ ์•Œ์ˆ˜์—†๊ณ  ์•„๋ฌด๋ ‡๊ฒŒ๋‚˜ ์‚ฌ์šฉํ•œ๊ฑฐ์ฃ  ๐Ÿ˜… ๊ทธ๋ ‡์ง€๋งŒ ์ œ๊ฐ€ ๋– ๋“œ๋Š” ์†Œ๋ฆฌ๋ฅผ ๋„ˆ๋ฌด ๋งˆ์Œ์— ๋‹ด์•„๋‘์ง€๋Š” ๋งˆ์„ธ์š” ~ ๐Ÿ˜‹

22 comments:

  1. Sama banget nih sama saya. Kadang mampir ke blog yg isinya tuh berat banget dan ga ngerti, daripada ninggalin komentar yang ga nyambung mending gausah komen aja deh hehehe.

    Kalo first segala macem di youtube masih banyak tuh wkwkkw. Entah apa bangganya dengan berkomentar seperti itu, entah dia nonton sampai abis juga atau engga. Takutnya malah cuma komen doang, nonton mah ga sampe satu menit udah di close wkwkw.

    Kalo saya lebih kesel sih sama yg komen jualan mba hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, iya mas Ilham, kalau saya nggak paham topik tulisannya, saya better nggak baca atau komentar, daripada nggak 'nyambung' ~ nggak enak juga sama yang sudah mengeluarkan efforts menulis kan, nanti jadi merasa nggak dihargai sama saya usahanya :D

      Nah itu, heran deh, saya kira 'first comment' cuma ada di IG atau youtube, eh ternyata blog saya kena juga beberapa kali. Untung belum sampai kedapatan komentar 'pertamax' HAHAHA. Daripada saya approve, better saya deleted saja komentar demikian biar nggak buat sakit mata :/

      Untungnya saya belum kedapatan komentar jualan mas, semoga nggak ada lagi yang komentar aneh bin ajaib di blog kita yaaaaa. Mari berdoa bersama-sama :P

      Delete
  2. Sama banget!! Aku juga begitu, kalo main ke blog temen-temen biasanya yang emang orangnya 'sudah kenal' banget, baik dari cara nulisnya ato pun temanya yang udah pas banget ama aku, baru lah ku menaruh komentar.

    Kadang pun buat orang yang baru ku 'blogwalking' kalo temanya gak sesuai ama interestku, cuma ku baca aja. Kalo gak ada yang sesuai interest, liat postingan lainnya, tapi kalau emang ga sesuai, cuma lihat-lihat aja. Soalnya kalau menulis komentar gitu, gak bisa di paksa wkwk.
    Memang benar, inilah yang dinamakan prinsip.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi sama donggg, saya juga main ke blog teman-teman memang yang sudah biasa saya kunjungi, kalaupun baru, biasanya saya lihat topiknya sesuai dengan interest saya baru saya baca dari awal sampai akhir :D

      That's why yang komen di blog saya, teman itu itu saja, mungkin saya-nya juga yang mainnya kurang jauh ya karena cuma komentar di blog itu itu saja hahahahah~

      However belakangan ini, saya ada main ke beberapa blog baru yang menarik minat saya, lumayan jadi tambah teman hehehehe. Dan ternyata, blogwalking itu susah susah gampang. Apalagi kalau ketemu yang cocok topiknya, rasanya blog itu mau saya doakan biar rajin update jadi saya ada bahan bacaan :3

      Nah iya, setuju mas, menulis komentar memang nggak bisa dipaksakan. Jadi better nggak usah komentar daripada cuma bilang, 'Nice writing' dan sebagainya kan? Kelihatan banget nggak niatnya hahahaha. Kita yang terima komen begitu juga jadi KZL :P

      Delete
  3. Kebetulan saya suka banget mengomentari Blog yang berhubungan dengan cerita perjalanan, kisah-kisah receh atau pemikiran yang seperti ini.

    Mungkin karena banyak yang hal yang bisa dikomentari. Saya agak susah berkomentar pada tulisan tentang review produk kecantikan, karena gak paham. Hahaha..

    Makanya jarang banget berkomentar di Blog yang nichenya beauty. Pasti kalo blogwalking ke beauty blog milih artikel yang bahasannya lebih luas . Hihihi..

    Saya agak katrok emang ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, memang bacaan pun bisa ikut selera ya mba :D

      Saya kebetulan juga termasuk yang suka baca blog mba Evva, sampai saya simpan di reading list biar tau kalau ada update-an. Karena topiknya cocok sama minat saya hehe. Memang in the end, apapun yang kita baca, pasti mengikuti minat kita ke arah mana. Bukan berarti yang nggak masuk ke minat kita itu jelek, cuma memang nggak cocok saja :D

      Kalau saya paling jarang komentar di blog IT, karena nggak paham~ tapi kalau masih soal SEO dan blogging, saya masih punya ketertarikan di sana jadi masih sering saya baca :P and it's okay mba, nggak katrok kok~ namanya juga pilihan, nggak bisa dipaksakan :D

      Saya tulis ini karena saya KZL dapat komentar singkat padat dan nggak jelas, yang kelihatan banget kalau orang itu nggak baca sama sekali tulisan saya hahahaha~ entah apa tujuannya komentar singkat begitu di blog saya :3

      Delete
  4. Hi! Baru baca about me. Keren banget ya sampai tiga bahasa gitu. Heheh

    Btw, kita punya pemikiran yang sama. Kalau sekedar komentar "nice sharing" dan sejenisnya, rasa-rasanya entah saja. Tapi kalau saya belum ke tahap mendelete komentar macam itu. Masih saya biarin. Heheh. Capek mau hapus-hapus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi kak Ajeng, terima kasih kunjungannya :D

      Hehehe, kalau saya memang pasti langsung hapus komentar yang menurut saya terlalu nggak jelas karena nggak enak juga kalau dilihat. Kebetulan saya sering baca komentar-komentar yang masuk ke blog saya dan sebisa mungkin selalu saya balas. Lumayan kak, olahraga jari tangan :3

      Delete
  5. Mbak pernah ceirta ya di salah satu postinganku tentang "FIRST" hahahaha. Kalau jaman dulu itu PERTAMAX buat saved posisi pertama saja lalu ya komen dibawahnya, just for fun. Dulu anak-anak alay, hahaha.

    Kalau sekarang aku biasanya bisa komentar panjang kalau emang aku punya sesuatu buat aku tulis di artikel itu, kadang bercurhat ria, hahaha. Kalau ada topik ga aku fahami, kadang aku baca ulang, baca lagi kok tetep nggak ngerti yawes aku tetep komen tapi ga bisa panjang.

    Dan aku kalau nyaman di suatu blog biasanya akan komen di beberapa postingan. Jujur, aku lebih suka tulisan-tulisan organik macam ini sih. Lebih masuk gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iya mba hahaha saya pernah komentar juga sepertinya perihal FIRST ini. Memang jaman dulu kata 'PERTAMAX' itu sering saya lihat bertebaran di mana-mana, tapi itu kan dulu banget yaaa mba. Nggak menyangka sekarang masih ada yang menggunakannya untuk spam di blog orang :/

      Memang benar mungkin, budaya itu akan terus turun menurun ke generasi berikutnya. Termasuk budaya 'pertamax' hihihi. By the way, saya termasuk yang suka baca blog mba Hanila juga, makanya saya masukkan ke reading list saya biar nggak ketinggalan update-annya~

      Jadi jangan bingung ya mba kalau komentar saya bertebaran di blog mba hahahaha. Semoga kita bisa saling memberikan komentar positif dan membangun satu sama lainnya :3

      Delete
  6. Ada lo yang japri minta komennya di blogku dihapus karena katanya blogku spam score nya gedhe. Halagh. Blogger jadul kayak aku langsung melongo
    Tapi sekarang orang ngeblog memang kepentingannya beda2. Jadi saat berkomentar juga ada yang memang ada kepentingannya sendiri.
    Tapi saya yakin orang yang ngeblog karena memang suka menulis dan berbagi kisah2 kehidupan sehari-hari pasti bertahan lama

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh sampai sebegitunyaaa :O

      Saya memang kurang paham mba, soal Spam Score dan teman-temannya itu, cara checknya juga bingung di mana. Dan kalau kita komen di blog orang yang spam score-nya besar, memang kenapa kah mba? Ada efek sampingnya? Hehe.

      Saya sebenarnya nggak masalah kalau memang kepentingan orang tersebut saat komen adalah hanya ingin traffic atau apa (entah saya juga bingung kepentingannya apa ehehe), cuma kalau bisa saat komen juga jangan terlalu kelihatan nggak niatnya. Saya yang baca juga nggak enak hahaha. Masa saya tulis panjang lebar cuma dikomen 'Nice sharing!' -- :< hahahaha. Makanya saya hapus saja komentar yang demikian :P

      Semoga blog kita bertahan lama, mbaaa :D

      Delete
  7. Saya belajar blogging, blogwalking, dan berkomentar dari komunitas dan baca2 komen orang di blog. Dulu pernah ada yang bahas soal ini juga. Dan hari gini masih ada yg komen 'pertamax' yaelah basi amat, hahaha.

    Samaan mba, saya kalau baca postingan yang bikin pusing mending ga usah komen. Makanya suka main ke blog yang isinya santai.

    Oia, kadang hal2 yang Mba lakukan benar juga karena dulu saya banyak banget dapat spam. Banyak yang komen minta sumbangan, promo ga jelas. Itu yang bikin pening krn ga nyambung dan yang pasti bikin broken link.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, makanya saya heran, 2020 masih saja ada yang komentar 'first comment' -- sampai saya terkejut dibuatnya hehehehe (kidding mba) :P

      Saya pun sebenarnya masih belajar dalam berkomentar di blog teman-teman lain, dan saya usahakan baca dari awal sampai akhir. Alhasil, saya memang cuma baca topik-topik yang saya sukai :D mungkin karena itu juga teman blog saya masih sedikit, karena mainnya cuma ke blog itu lagi dan itu lagi :3

      Dulu komentar blog saya nggak dimoderation mba, cuma semenjak dapat beberapa spam langsung saya moderation biar bisa saya sortir dulu sebelum publish~ daripada isi komentarnya nggak 'nyambung' semua. Jadi membuat nggak nyaman teman-teman yang baca :>

      Delete
  8. so do I, Mbak. and i totally like your blog mbak. Blogwalking in your blog gives me inspiration about photo and english post. Honestly i am not a confident person, even for taking a good picture and telling a story in english.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you so much mba, Ghina for liking my blog :)

      I'm still learning about photography and write proper english hehe. So I apologize, if there are some grammatical error on my blogposts. And about confident, you should be confident as person. No need to worry about what people maight say about your photos or your english story, because you take the photos and you write your story (first and foremost) is for yourself :D

      Delete
  9. Memang ujung-ujungnya balik lagi ke minat masing masing. Sebagai blogger amatir, ini termasuk kebingungan aku saat ada blogger lain yang meninggalkan komentar tapi pas aku mampir balik ke blogger tersebut, jdi bimbang karena nichenya gak cocok sama aku :'( wkwkwk.

    tapi ya aku setuju, mau gimana nama nya selera, minat dan apalagi kalau udah jadi prinsip, jadi mohon maaf saja :'D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, memang semua kembali pada minat dan selera masing-masing. Jadi nggak perlu memaksakan diri kalau niche-nya memang nggak cocok dengan kesesuaian hati :D

      Yang penting nggak menyakiti satu sama lain :P

      Delete
  10. Nice posting, nice sharing, nice try hahahaha.

    Sejujurnya, itu mengapa saya sudah jarang ikut list blog walking melalui grup, soalnya saya tersiksa banget baca postingan yang saya kurang ngeh.
    Dibaca perlahan juga jadinya pengen tidur.

    meskipun demikian, saya benar-benar berusaha biar bisa komen yang lebih related dan tentunya nyambung meski akhirnya banyakan curcol hahaha.


    Bukan salah postingannya sih, tapi memang mungkin masalah selera.
    Saya itu penggemar postingan yang bernada curhat, tentang hal-hal remeh yang justru lebih mengena dan melekat di hati.

    Entahlah saya terlalu capek mikir serius kali ya, lagian hal-hal penting yang bersifat ilmiah itu kadang mudah saya lupakan.

    Tapi membaca curhatan itu lebih ngena, merasuk ke hati dan selalu membawa manfaat langsung buat saya.

    So begitulah, saya lebih suka blog walking natural kayak gini, mengunjungi sebuah blog dan saya diberi kebebasan mengutak atik isi blognya, nyari postingan yang saya sukai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang semua masalah selera mba Rey, jadi bukan salah postingannya atau penulisnya hihihi~ karena menurut penulisnya, tema tersebut bisa jadi kan selera mereka :D

      Sama saja seperti makanan, pasti ada yang kita suka sesuai selera, ada juga yang memang bukan selera kita sehingga nggak bisa kita paksakan untuk kita makan :P

      Saya juga tipikal yang suka baca blog curhatan maupun jurnal keseharian / perjalanan, bukan yang berat-berat. Mungkin karena in real life sudah memforsir otak saya dengan sesuatu yang berat, jadi ketika blogwalking maunya baca yang ringan dan santai-santai saja :>

      Eniwei, thank you so much ya mba Rey, sudah sering berkunjung lagi dan lagi ke blog saya hihi. Lavv <3

      Delete
  11. Baru baca ini dan pengen nimbrung komen ๐Ÿ˜‚

    Lagi-lagi kita samaan nih, Mba, tentang pilih-pilih blog yang dibaca dan soal meninggalkan komentar hahaha. Itu kenapa semua komentar yang masuk ke blog aku moderasi, karena ternyata blog ku banyak banget spam comment huhuhu sedih banget akutu ini spammers datangnya dari mana. Aku lebih seneng kalo kolom komentar blogku tuh jadi semacam ruang diskusi atau ngobrol antar teman-teman pembaca atau sesama blogger. Kan lebih asik yaa jadinya.

    Soal baca blog aku lebih suka yang bertemakan cerita keseharian, traveling dan hobi (buku, musik atau film). Yaa, apa yang aku suka dan biasanya aku tulis di blog, topik itu juga sih yang pasti aku baca hahaha Makanya blog yang sering aku kunjungi itu-itu lagi, termasuk blog Mba ini, karena cucok hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi mba, thank you sudah komen ๐Ÿ˜ฌ

      Sekarang saya pun memoderasi komentar yang masuk mba, meski bukan spam yang aneh-aneh, tapi saya tetap pilih mana komentar yang mau saya publish dan mana yang sepertinya asal-asalan dan perlu saya hapus saja ๐Ÿ˜‚ karena saya memang nggak perlu banyak komentar di blog saya, hehehe. Sedikit buat saya nggak masalah asal memang sesuai konteksnya ๐Ÿ˜✌

      Dan saya beruntung, karena rata-rata teman yang tulis komentar di sini menulis dengan niat untuk membangun ruang diskusi yang sehat bersama-sama ~ ๐Ÿ˜๐Ÿ’•

      By the way, blog mba Jane juga salah satu blog yang saya suka plus masuk ke reading list saya setiap kali update karena topiknya cocok dengan minat saya ๐Ÿ˜†๐Ÿ™Œ

      Delete