All About Myanmar | CREAMENO

Pages

All About Myanmar


Eniho, seperti yang terlihat di beberapa foto pada post sebelumnya, mayoritas masyarakat Myanmar menggunakan sarung atau dalam bahasa Myanmar disebut 'Longyi' untuk keseharian πŸ˜„ Longyi yang dikenakan oleh laki-laki disebut dengan 'paso' sedangkan Longyi yang dikenakan oleh perempuan disebut 'htamein' ~ bedanya dengan negara Asia Tenggara lain yang menggunakan sarung pada momen tertentu, di Myanmar sarung digunakan pada setiap kesempatan. Mau itu saat kerja, atau saat bermain bola pun saat bersama teman.

However, semakin ke sini, semakin banyak anak muda Myanmar yang menggunakan celana jeans untuk keseharian dan tetap memiliki sarung untuk acara formal πŸ˜„πŸ‘Œ By the way, kebanyakan perempuan Myanmar menggunakan bubuk organik yang disebut Thanakha pada wajah mereka. Bubuk ini berfungsi untuk menjaga kulit dan beauty purpose tentunya πŸ˜„ ohya dalam bahasa Myanmar, Thanakha berarti 'membersihkan' dan mereka percaya bahwa Thanakha bisa menjaga wajah mereka dari panas serta membuat kulit lebih cerah ~
Anyhow, as seen in some photos from my previous post, the majority of Burmese wear sarongs or 'Longyi' (in Burmese) for everyday life πŸ˜„ Longyi worn by men is called 'paso' while Longyi worn by women is called 'htamein' ~ the difference culture between other Southeast Asian countries is that they only wear sarongs at certain moments, while in Myanmar sarongs are wear on every occasion. When they go to work or even when they gathering with friends πŸ˜†

However, nowadays many young people are wearing jeans in their daily lives and wearing sarongs for formal occasions~ And another good story is in their daily lives, most women use a kind of organic powder so called 'Thanakha' which has function to protect their skin and of course for beauty purpose πŸ˜„ in Burmese, Thanakha means 'clean' and they also believe that Thanakha can keep their faces from the sun's heat and make the skin feel brighter~ πŸ˜†
μ—¬ν•˜νŠΌ 이전 κ²Œμ‹œλ¬Όλ“€μ˜ μ‚¬μ§„μ—μ„œ λ³Ό 수 μžˆλ“―μ΄ λŒ€λΆ€λΆ„μ˜ λ²„λ§ˆμΈλ“€μ„ 사둱 ν˜Ήμ€ 'Longyi'(λ²„λ§ˆμ–΄)둜 λΆˆλ¦¬λŠ” μ˜μƒμ„ μΌμƒμƒν™œ ν•  λ•Œ μ‚¬μš©ν•΄μš” πŸ˜„λ‚¨μžλ“€μ΄ μž…λŠ” LongyiλŠ” 'paso'라 ν•˜κ³  μ—¬μžλ“€μ΄ μž…λŠ”κ±΄ 'htamein'이라고 λΆˆλŸ¬μš”~ νŠΉμ • μˆœκ°„μ—λ§Œ 사둱을 μž…λŠ” λ™λ‚¨μ•„μ‹œμ•„ λ‹€λ₯Έ λ‚˜λΌλ“€κ³Ό λ¬Έν™” μ°¨μ΄λŠ” λ§€μˆœκ°„μ— μ°©μš©ν•œλ‹€λŠ” μ μ΄μ—μš”. μΌν• λ•Œλ‚˜ 심지어 μΉœκ΅¬λ“€κ³Ό λͺ¨μΌ λ•Œλ„μš” πŸ˜†

ν•˜μ§€λ§Œ μ˜€λŠ˜λ‚ μ˜ μ Šμ€ μΉœκ΅¬λ“€μ€ μΌμƒμƒν™œμ—μ„œλŠ” 청바지λ₯Ό μž…κ³  격식을 κ°–μΆ°μ•Ό ν•  μˆœκ°„μ— μž…κΈ°λ„ ν•΄μš”~ 그리고 λ‹€λ₯Έ 쒋은 μ†Œμ‹μ€ μΌμƒμƒν™œμ—μ„œ λŒ€λΆ€λΆ„μ˜ λ²„λ§ˆ 여성듀이 'Thankha'라고 λΆˆλ¦¬λŠ” μœ κΈ°λ† νŒŒμš°λ”λ₯Ό ν”ΌλΆ€λ³΄ν˜Έ 및 미용으둜 μ‚¬μš©ν•΄μš”. ThanakhaλŠ” 'μ²­κ²°'을 μ˜λ―Έν•˜κ³  κ·Έλ“€ μ—­μ‹œ Thanakhaκ°€ 얼꡴을 νƒœμ–‘μ˜ μ—΄κΈ°λ‘œλΆ€ν„° λ³΄ν˜Έν•΄μ£Όκ³  ν”ΌλΆ€κ°€ λ°μ•„μ§ˆ 것을 λ―Ώμ–΄μš”~πŸ˜„


Makanya, nggak heran kalau jalan-jalan di Myanmar, kita akan sering lihat perempuan Myanmar (dan laki-laki juga) pakai Thanakha di pipi mereka 😍 Karena budaya Thanakha itu~lah, gue jadi penasaran mau lihat, kalau perempuan Myanmar dandan, gayanya akan seperti apa~ well, walau sebenarnya gue sudah lihat saat gue di bandara dan di resepsionis hotel tempat gue menginap, tapi gue ingin melihat pada keseharian mereka bukan saat mereka bekerja πŸ˜†
So, no wonder if you are traveling in Myanmar, you will often see women (and men) using Thanakha on their cheeks 😍 Because of Thanakha's culture ~  I became curious and wanted to see, what if Burmese women got dressed, what kind of style will they use and look like (?) Well, even though I actually saw it when I was at the airport and at the hotel reception, but I wanted to see how they wearing make up in their daily basis not when they are at work πŸ˜†
κ·Έλž˜μ„œ λ―Έμ–€λ§ˆλ₯Ό 여행쀑이라면 Thanakha 뺨에 λ°”λ₯΄κ³  μžˆλŠ” μ—¬μ„±(그리고 남성듀)을 λ³Ό 수 μžˆμ–΄μš” ~😍 μ €λŠ” λ²„λ§ˆμ—¬μ„±λ“€μ΄ μ˜·μ„ μž…μ„ λ•Œ μ–΄λ–€ μŠ€νƒ€μΌμ„ μ‚¬μš©ν•˜κ³  λͺ¨μ–‘은 어떀지(?) ν˜ΈκΈ°μ‹¬μ΄ μƒκ²Όμ–΄μš”. 음, κ³΅ν•­μ΄λ‚˜ ν˜Έν…” λ¦¬μ…‰μ…˜μ—μ„œ μ‹€μ œλ‘œ λ΄€μ§€λ§Œ 일할 λ•Œκ°€ μ•„λ‹Œ μΌμƒμ—μ„œλŠ” 어떀지 λ³΄κ³ μ‹Άμ—ˆμ–΄μš” πŸ˜†

Read: Maha Bandula Park


Lalu berangkatlah gue ke mall πŸ˜‚ iya MALL, soalnya kata salah satu teman gue, kalau mau lihat gaya fashion orang-orang di belahan dunia manapun memang paling gampang di mall. Doi yakin siapa saja yang pergi ke mall pasti dandan, "Lo harus tau, buat cewek, mall adalah tempat terbaik untuk unjuk fashion kita." Betulkah? πŸ˜„

Lantas terpilihlah Junction City Mall yang letaknya di central Yangon, Myanmar. Junction City ini jadi satu dengan Hotel Pan Pacific dan bisa dibilang kalau mall ini one of the best mall in Myanmar πŸ˜„ berhubung Myanmar sedang ada pembangunan besar jadi banyak bangunan baru tinggi menjulang πŸ˜† so, bagaimana kesan pertama waktu masuk Junction City Mall? Well, keren bangats 😍 suasananya begitu kontras bahkan dalam jarak 500 meter dari mall, di mana gue bisa melihat banyak warga lokal masih pakai sarung dan Thanakha.
Then I decided to visit shopping mall HAHAHA yes SHOPPING MALL! Because one of my friends said, "If you want to see the REAL fashion style of people in any part of the world, it would be easy if you visit shopping mall." My friend believes that anyone who visit shopping mall will doll up, "You should know, for women, shopping mall is the best place to show off their fashion." Is it correct? πŸ˜‚

So, I chose Junction City Mall, located in central Yangon, Myanmar. Junction City Mall was built in one building with Pan Pacific hotel and I guess this mall is one of the best malls in Myanmar. Since Myanmar is undergoing massive construction so that's why many new high buildings just built up πŸ˜† then, what was my first impression when I entered Junction City Mall? Well, I was amazed 😍 the atmosphere was so contrast even within a distance of 500 meters from the mall, where I saw many locals still wear sarongs and Thanakha πŸ˜„
κ·Έ λ‹€μŒ μ‡Όν•‘λͺ°μ— κ°€κΈ°λ‘œ κ²°μ •ν–ˆμ–΄μš” ν•˜ν•˜ν•˜ λ„΅ μ‡Όν•‘λͺ°! μΉœκ΅¬λ“€ 쀑 ν•˜λ‚˜κ°€ "세계 μ–΄λ””μ„œλ‚˜ μ§„μ§œ νŒ¨μ…˜ μŠ€νƒ€μΌμ„ λ³΄κ³ μ‹ΆμœΌλ©΄ μ‡Όν•‘λͺ°μ— κ°€λ©΄ 되"라고 ν–ˆκ±°λ“ μš”. 제 μΉœκ΅¬λŠ” μ‡Όν•‘λͺ°μ— λ°©λ¬Έν•˜λŠ” μ‚¬λžŒλ“€μ΄ κΎΈλ―Έκ³  올 거라고 ν–ˆμ–΄μš” "μ•Œλ‹€μ‹œν”Ό μ‡Όν•‘λͺ°μ€ νŒ¨μ…˜μ„ κ³Όμ‹œν•˜λŠ” 제일 쒋은 μž₯μ†Œμž–μ•„" 맞죠? πŸ˜‚

κ·Έλž˜μ„œ μ–‘κ³€ 쀑심뢀에 μœ„μΉ˜ν•œ Junction City Mall을 μ„ νƒν–ˆμ–΄μš”. Jungtion City Mall은 Pan Pacific ν˜Έν…”κ³Ό ν•¨κ»˜ ν•œ 건물에 μ§€μ–΄μ‘Œκ³  제 생각에 λ―Έμ–€λ§ˆ 이제 막 λ°©λŒ€ν•œ 곡사λ₯Ό μ§„ν–‰ν•˜κ³  μžˆμ–΄μ„œ λ§Žμ€ κ³ μΈ΅λΉŒλ”©λ“€μ΄ μƒˆλ‘œ λ§Œλ“€μ–΄μ‘ŒκΈ° λ•Œλ¬Έμ— μ—¬κΈ°κ°€ λ―Έμ–€λ§ˆμ—μ„œ 제일 쒋은 μ‡Όν•‘λͺ° 쀑 ν•˜λ‚˜μΈκ²ƒ κ°™μ•„μš”. πŸ˜†Junction City Mall의 첫인상이 어떠냐고 λ¬ΌμœΌμ‹ λ‹€λ©΄? 음, μ €λŠ” 깜짝 λ†€λžμ–΄μš” πŸ˜λΆ„μœ„κΈ°κ°€ λ§Žμ€ ν˜„μ§€μΈλ“€μ΄ 사둱과 Thanakhaλ₯Ό μž…κ³ μžˆλŠ” 뢈과 500λ―Έν„° 떨어진곳과도 λŒ€μ‘°μ μ΄μ—ˆμ–΄μš” πŸ˜„


Sedangkan di dalam mall, gue disambut dengan pemandangan anak muda dan para orang tua yang fashion-nya oke punya 😍 ada beberapa memang yang tetap pakai sarung, namun mayoritas anak muda di mall semua pakai celana jeans maupun terusan~ bahkan di dalam mall ada banyak toko menjual produk skincare dan fashion ternama yang penuh oleh warga lokal. Pokoknya apa yang dipikirkan oleh teman-teman gue soal Myanmar jauh total dari bayangan πŸ˜†
Too bad gue nggak punya fotonya, sila bayangkan saja πŸ€ͺ
Terus apakah orang lokal Myanmar 100% homogen atau heterogen alias berbeda-beda seperti Indonesia atau Amerika? Ummmm.. sepengamatan gue, ketika melihat orang lokal di Myanmar sekaligus saat baca cerita orang di mana-mana, walau nggak 100% homogen tapi memang mayoritas lebih mirip orang Asia Selatan (Bangladesh, India) atau kalau kata teman gue, "Mirip orang Padang." πŸ˜†
Whereas when in the shopping mall, I saw many young people and elderly with a great fashion sense 😍 there are some who still wear sarongs of course, but the majority of young people in the mall all wear jeans and dress ~ even in the mall there are many shops selling famous fashion and skincare products that are full of local people. It was totally different with what my friends think about Myanmar.
Too bad I didn't have any pictures, so please imagine it πŸ€ͺ
Anyway, speaking of local people.. are they 100% homogeneous or heterogeneous (like Indonesian and American)? Umm, as far as I know, when I saw local people, even though they are not 100% homogeneous but the majority are look like South Asians (Indian, Bangladesh) or as my friend said, "They look like Padangnese. " πŸ˜†
μ‡Όν•‘λͺ°μ—μ„œ νŒ¨μ…˜ 감각이 λ›°μ–΄λ‚œ μ Šμ€ μ‚¬λžŒλ“€κ³Ό 노인뢄듀을 λ΄€μ–΄μš” 😍 λ¬Όλ‘  μ—¬μ „νžˆ 사둱을 μž…μ€ μ‚¬λžŒλ“€μ΄ μžˆμ—ˆμ§€λ§Œ μ‡Όν•‘λͺ° μ•ˆμ˜ λŒ€λΆ€λΆ„μ˜ μ Šμ€ μ‚¬λžŒλ“€μ€ μ²­λ°”μ§€λ‚˜ λ“œλ ˆμŠ€λ₯Ό μž…μ—ˆμ–΄μš”~ 심지어 ν˜„μ§€μΈλ“€λ‘œ κ°€λ“ν•œ 유λͺ…ν•œ νŒ¨μ…˜ 및 μŠ€ν‚¨μΌ€μ–΄ μ œν’ˆμ„ νŒŒλŠ” 곳도 μžˆμ—ˆμ–΄μš”. 제 μΉœκ΅¬λ“€μ΄ μƒκ°ν–ˆλ˜ λ―Έμ–€λ§ˆμ™€λŠ” ν™•μ‹€νžˆ λ‹€λ₯Έ κ³³μ΄μ—ˆμ–΄μš”.

μ–΄μ¨Œλ“  ν˜„μ§€μΈλ“€μ— λŒ€ν•΄μ„œ λ§ν•˜μžλ©΄.. 100% 이질적 ν˜Ήμ€ λ™μ§ˆμ μΌκΉŒμš”?(μΈλ„λ„€μ‹œμ•„μ™€ 미ꡭ처럼) 흠..μ œκ°€ λ³Έ ν˜„μ§€μΈλ“€μ€ 100% λ™μ§ˆμ μ΄μ§€λŠ” μ•Šμ§€λ§Œ λŒ€λΆ€λΆ„ λ‚¨λΆ€μ•„μ‹œμ•„μΈ 처럼 λ³΄μ—¬μš”(인도, λ°©κΈ€λΌλ°μ‹œ) πŸ˜†


Namun bukan berarti nggak ada perbedaan yang indah karena ternyata ada juga lho orang lokal yang mirip Chinese. Usut punya usut, bertahun-tahun lalu, saat di mana China kekurangan perempuan, mereka memutuskan untuk menikahi perempuan dari negara Asia lainnya seperti Myanmar dan Vietnam karena di Myanmar sendiri jumlah perempuan lebih banyak πŸ˜„ jadilah mixed kids ini tumbuh besar membawa perbedaan cantik di Myanmar 😍

Dan next soal makanannya, makanan di Myanmar agak mirip dengan makanan di India juga di Malaysia, bahkan ada beberapa yang mirip rasanya dengan makanan Indonesia. Seperti contohnya nasi, mereka lebih sering makan nasi biryani dan sayurnya sendiri agak mirip sayur tumis capcay kalau di Indonesia 😍 so, gue nggak ada masalah sama sekali ketika makan di Myanmar, karena rasanya enak HAHA.
But that does not mean there is no difference at all because it turns out there are also local people who look like Chinese. After read some journals, I found out that many years ago, when China lacked of women, they decided to marry women from other Asian countries such as Myanmar and Vietnam because in Myanmar the number of women is more than men πŸ˜„ so these mixed childrens was born and finally growing up brings a beautiful difference to Myanmar 😍

And next about the food, food in Myanmar is somewhat similar to food in India as well as in Malaysia, there are even some food that taste like Indonesian food. For example, rice, they often eat biryani rice and one of their vegetables stir-fried taste like Indonesian capcay 😍 so, I had no problem at all, because it was delicious HAHA.
κ·Έλ ‡λ‹€κ³ ν•΄μ„œ 차이가 μ—†λ‹€λŠ” μ˜λ―ΈλŠ” μ•„λ‹ˆμ—μš”. μ€‘κ΅­μΈμ²˜λŸΌ λ³΄μ΄λŠ” ν˜„μ§€μΈλ“€μ΄ 있기 λ•Œλ¬Έμ΄μ—μš”. 일뢀 μ €λ„μ—μ„œλŠ” λͺ‡ λ…„ μ „ 쀑ꡭ에 여성이 λΆ€μ‘±ν–ˆλ˜ λ•Œμ— 여성인ꡬ가 더 λ§Žμ€ λ―Έμ–€λ§ˆλ‚˜ λ°°νŠΈλ‚¨ 같은 μ•„μ‹œμ•„μ˜ λ‹€λ₯Έλ‚˜λΌ μ—¬μžμ™€ κ²°ν˜Όν•˜κΈ°λ‘œ κ²°μ •ν–ˆλ‹€κ³  ν•΄μš”. πŸ˜„κ·Έλž˜μ„œ ν”Όκ°€ μ„žμΈ 아이듀이 νƒœμ–΄λ‚˜κ³  μžλΌμ„œ 결ꡭ에 λ―Έμ–€λ§ˆμ™€λŠ” λ‹€λ₯Έ 아름닀움을 κ°€μ Έμ˜€κ²Œ λ˜μ—ˆμ–΄μš” 😍

λ‹€μŒμœΌλ‘œ μŒμ‹μ— κ΄€ν•΄μ„œ λ―Έμ–€λ§ˆλŠ” 인도 μŒμ‹ 뿐만 μ•„λ‹ˆλΌ λ§λ ˆμ΄μ‹œμ•„ μŒμ‹κ³Όλ„ λΉ„μŠ·ν•΄μš” μ‹¬μ§€μ–΄λŠ” μΈλ„λ„€μ‹œμ•„ μŒμ‹κ³Ό λΉ„μŠ·ν•œ 것도 μžˆμ–΄μš”. 예λ₯Όλ“€λ©΄ μŒ€μΈλ° 가끔 biryani μŒ€μ„ 먹기도 ν•˜κ³  야채듀 쀑 ν•˜λ‚˜λŠ” μΈλ„λ„€μ‹œμ•„μ˜ capcay와 같은 맛이 λ‚˜μš” 😍 κ·Έλž˜μ„œ λ§›μžˆμ—ˆκΈ° λ•Œλ¬Έμ— μ „ν˜€ λ¬Έμ œκ°€ μ—†μ—ˆμ–΄μš” ν•˜ν•˜.


Nah, gue punya catatan penting juga nih guys, nggak semua restoran di Myanmar bisa terima pembayaran pakai kartu bahkan restoran sekelas KFC saja masih harus cash bayarnya πŸ˜† dan beberapa hotel juga belum pakai kartu jadi ketika pesan hotel, make sure memang hotel tersebut menerima pembayaran dengan kartu~ dan saat pesan makanan, pastikan membawa uang cash πŸ˜‚ dan sekedar informasi, Myanmar sendiri sekitar 7 tahun lalu nggak punya ATM, jadi segala sesuatu yang dibeli memang harus dibayar pakai cash.

Selain itu, di Yangon, motor itu dilarang! Alasannya kalau dari yang gue baca, karena dulu setiap bulannya sering terjadi kecelakaan akibat pengendara motor yang sembarangan. So, sekarang jangan heran kalau motor betul-betul bersih di jalanan Yangon, Myanmar. Kalaupun ada yang mirip-mirip motor, itu sebetulnya e-bikes dan tetap saja nggak begitu banyak penggunanya πŸ˜‰ jujur ini membuat jalan di Myanmar terlihat bersih, teratur dan nyaman~ 
I also wanna give important note, because not all restaurants in Myanmar can accept card payments even at KFC, I still need to pay used cash πŸ˜† and some hotels also cannot accept the card, so make sure when you book a hotel, they can accept payment by card ~ and when ordering food, make sure you also bring some cash πŸ˜‚ and just for your information, Myanmar itself around 7 years ago did not have any ATM, so everything purchased must be paid in cash.

And you should know that in Yangon, the motorbike is banned! The reason was because every month there were frequent accidents due to careless drivers. So, don't be surprised if you could not see any motorbikes on the streets of Yangon, Myanmar. Even if there are similar motorbikes, it is actually e-bikes and still not many drivers use it. Honestly this makes roads in Myanmar look more clean ~
λ‹€λ₯Έ μ€‘μš”ν•œ μ •λ³΄λŠ” 거의 λŒ€λΆ€λΆ„μ˜ λ―Έμ–€λ§ˆ μ‹λ‹Ήμ—μ„œλŠ” μΉ΄λ“œμ‚¬μš©μ„ λͺ» ν•  μˆ˜λ„ μžˆλ‹€λŠ” κ±°μ—μš” 심지어 KFCμ—μ„œλ„ ν˜„κΈˆμœΌλ‘œ κ³„μ‚°ν–ˆμ–΄μ•Ό ν–ˆμ–΄μš” πŸ˜†κ·Έλ¦¬κ³  일뢀 ν˜Έν…”μ—μ„œλ„ μΉ΄λ“œλ₯Ό 받아주지 μ•Šμ•„μ„œ μ˜ˆμ•½ν•˜μ‹€ λ•Œ μΉ΄λ“œμ‚¬μš©μ΄ κ°€λŠ₯ν•œμ§€ ν™•μΈν•˜μ…”μ•Ό λ˜μš”~ 그리고 μŒμ‹μ„ μ£Όλ¬Έν•  λ•Œ ν˜„κΈˆμ΄ μžˆλŠ”μ§€ 확인해야 λ˜μš” πŸ˜‚ λ―Έμ–€λ§ˆλŠ” 7λ…„μ „λ§Œν•΄λ„ ATM이 μ—†μ–΄μ„œ λͺ¨λ“  λ¬Όν’ˆμ„ ν˜„κΈˆμœΌλ‘œ μ§€λΆˆν•΄μ•Ό ν–ˆμ—ˆμ£ .

그리고 μ–‘κ³€μ—μ„œλŠ” μ˜€ν† λ°”μ΄κ°€ κΈˆμ§€λ¬λ‹€λŠ” 것을 μ•„μ…”μ•Όλ˜μš”! 맀달 λΆ€μ£Όμ˜ν•œ μš΄μ „μžλ‘œ μΈν•΄μ„œ 사고가 났기 λ•Œλ¬Έμ΄λΌκ³  ν•΄μš”. κ·Έλž˜μ„œ μ–‘κ³€μ˜ κ±°λ¦¬μ—μ„œ μ˜€ν† λ°”μ΄λ₯Ό λ³Ό 수 없어도 놀라싀 ν•„μš”κ°€ μ—†μ–΄μš”. μ˜€ν† λ°”μ΄ λΉ„μŠ·ν•œκ²Œ μžˆκΈ°λŠ” ν•˜μ§€λ§Œ μ‹€μ œλ‘œλŠ” e-bike이고 아직은 λ§Žμ€ μ‚¬λžŒλ“€μ΄ μ‚¬μš©ν•˜μ§€ μ•Šμ•„μš”. 사싀 μ΄κ²ƒλ•Œλ¬Έμ— λ―Έμ–€λ§ˆμ˜ λ„λ‘œκ°€ 더 κΉ¨λ—ν•΄λ³΄μ—¬μš”~


Another fun fact, walaupun letak setir mobil di Myanmar berada di sebelah kanan (sama seperti Indonesia, etc), tapi jalur kendaraannya juga berada di kanan (seperti Korea, etc) - bingung? πŸ˜‚ Dan perbedaan waktu mereka adalah GMT +6.30 (as you know sangat sedikit negara yang memiliki perbedaan waktu 0.30), jadi kalau di Bali jam 11 maka di Myanmar masih jam 9.30 (beda -1.30 menitan) πŸ˜†

For the last, pertanyaan paling mendasar yang gue dapat dari teman-teman gue, 'apakah worth it untuk liburan ke Myanmar?' well, gue rasa worth it. Lagipula harganya nggak begitu mahal πŸ˜‚ buat gue, Myanmar bisa dijadikan contoh negara yang walau baru 7 tahun mulai berkembang, tapi perkembangannya super signifikan. Mereka bisa membuat aturan tanpa motor dan meningkatkan moda transportasi publik sedikit demi sedikit. Jalanan di Myanmar juga bersih! Bahkan bandaranya saja bagus dan besar, mungkin 20 tahun dari sekarang, Myanmar bisa jadi negara yang maju pesat.

Who knows, kan? πŸ˜„πŸ‘
Another fun fact, even though the location of the steering wheel in Myanmar is on the right (same as Japan, Indonesia, etc), but the vehicle lane is also right (same as Korea, etc) πŸ˜‚ confused, eh? And the difference in their time is GMT +6.30 (as you know, very few countries have time difference 0.30), so if in Bali now 11pm then in Myanmar still 9.30pm (difference around -1.30 minutes) πŸ˜†

Meanwhile, the most basic question that I got was 'is it worth to go to Myanmar for holiday?' well, I think it's worth. Moreover, the price is not very expensive πŸ˜‚ for me, Myanmar can be used as an example of a country that even though it has only begun to develop for 7 years, but their progress really significant πŸ‘ They can make rules without motorbikes and improve their public transportation little by little, and it makes the roads in Myanmar are also clean! Even the airport is good and big, maybe 20 years from now, Myanmar can be a rapidly developing country. Who knows, right? πŸ˜„πŸ‘
λ‹€λ₯Έ μž¬λ―ΈμžˆλŠ” 사싀은 λ―Έμ–€λ§ˆμ—μ„œ μš΄μ „λŒ€λŠ” 였λ₯Έμͺ½μ—μžˆλŠ”데(일본,μΈλ„λ„€μ‹œμ•„,νƒœκ΅­κ³Ό 동일) 차선도 였λ₯Έμͺ½μ΄λΌλŠ” κ±°μ—μš”(ν•œκ΅­κ³Ό 동일) πŸ˜‚ν˜Όλž€μŠ€λŸ½λ„€μ£ μž‰? 그리고 μ‹œμ°¨λŠ” GMT +6.30μ΄μ—μš”(μ•„μ‹œλ‹€μ‹œν”Ό 0.30 μ°¨μ΄λ‚˜λŠ” λ°λŠ” λͺ‡κ΅°λ° μ—†μŒ) κ·Έλž˜μ„œ λ°œλ¦¬μ—μ„œ μ˜€ν›„ 11μ‹œλΌλ©΄ λ―Έμ–€λ§ˆλŠ” 아직 μ˜€ν›„ 9μ‹œ30λΆ„μ΄μ—μš”(1μ‹œκ°„ 반 차이) πŸ˜†

ν•œνŽΈ, κ°€μž₯ 기본적인 질문으둜 'λ―Έμ–€λ§ˆμ— νœ΄κ°€κ°ˆ κ°€μΉ˜κ°€ μžˆμ–΄μš”?' 음, μ €λŠ” κ°€μΉ˜κ°€ μžˆλ‹€κ³  μƒκ°ν•΄μš”. κ²Œλ‹€κ°€ 물가도 비싸지 μ•Šμ•„μš” πŸ˜‚ μ €μ—κ²Œ λ―Έμ–€λ§ˆλŠ” 7λ…„μ „ κ°œλ°œμ„ μ‹œμž‘ν•˜κΈ΄ ν–ˆμ§€λ§Œ 과정이 정말 μ€‘μš”ν•˜λ‹€λŠ” 것을 μ•Œλ €μ£ΌλŠ” μ˜ˆμ‹œκ°€ λ˜λŠ” λ‚˜λΌμ˜€μ–΄μš” πŸ‘ μ˜€ν† λ°”μ΄λ₯Ό μ‚¬μš©ν•˜μ§€ μ•ŠλŠ” 법을 λ§Œλ“€κ³  λŒ€μ€‘κ΅ν†΅μ„ μ‘°κΈˆμ”© κ°œμ„ ν•΄λ‚˜κ°ˆ 수 μžˆμ—ˆκ³  λ„λ‘œκ°€ κΉ¨λ—ν•΄μ‘Œμ–΄μš”! 곡항도 크고 μ’‹μ•„μš”. μ•„λ§ˆ 20λ…„ λ’€μ—κΉŒμ§€ λ―Έμ–€λ§ˆλŠ” λΉ λ₯΄κ²Œ λ°œμ „ν•  수 μžˆμ„κ±°μ—μš”. κ·Έλ ‡μ£ ? πŸ˜„πŸ‘

28 comments:

  1. Sampai serius saya bacanya. Sebentar2 mbak... Saya mau ngebayangin pake Longyi setiap hari, Main bola atau ngumpul keseharian pake Longyi..???? Apa enak yaa..Haahaaa..

    Kecuali acara kemall atau jumpa pacar mungkin baru bergaya pake jeans atau celana bahan kali yaa.

    Kalau masalah wajah menurut saya mah mirip orang Vietnam. Mungkin kalau dipedalamannya iya kali yaa mirip orang india atau orang padang pesisir yang berkulit hitam. Heehee..

    Uang cash lebih dominan ternyata ketimbang Atm atau kartu kredit lainnya. Repot juga yaa harus bawa uang cash.


    Kalau Yangon itu kota kecil apa Metropolitannya mbak.? Hebat kalau motor sampai dilarang setidaknya bisa mengurangi polusi jalan ketimbang indonesia parah.

    Mobil stirnya sama, Cuma aneh kalau naik angkutan umum turunnya. "Yangon Kanan bang"..Haahaaa!!..Nggak enak banget dengarnya yaa.

    Mungkin posisi jalannya sudah diatur kali yaa sama pemerintah Myanmar.

    Oiya 1Kyat Myanmar berapa sekarang mbak.

    Kalau 9000Kyat 84 ribu berapa lupa saya juga Wuueehheee...Mantap kisahnya mbak laanjuutt...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Justru kata teman saya yang laki-laki lebih enak main bola pakai sarung mas HAHAHAHA entahlah, tapi di Indonesia sendiri saya pernah beberapa kali lihat orang main bola pakai sarung kalau sedang pergi ke rumah simbah πŸ˜‚

      Sepertinya, kalau anak muda yang modernnya sudah banyak yang pakai jeans pada keseharian mereka ~ tapi memang agak kontras pemandangannya karena saat ke luar dari area shopping mall, saya lihat banyak sekali yang masih pakai Longyi 😁 menarik yaaa.

      Mungkin ada beberapa yang mirip Vietnam, tapi mostly yang ketemu sama saya mukanya mayoritas mirip Bangla sama India hihi even supir GRAB dan resepsionis di hotel juga ~ tapi bisa in general can be mirip Vietnam, karena sepertinya memang area Indochine mirip-mirip semua 😍

      Di Myanmar masih jarang yang terima pembayaran pakai kartu, bahkan sistem ATM mereka juga masih susah untuk terima kartu dari luar negeri. Meski beberapa sudah pakai jaringan VISA / Mastercard. So, better bawa cash saja daripada kerepotan hehe. Karena Myanmar baru mulai buka untuk internasional sejak kurang lebih 7-8 tahun silam, di mana tadinya bahkan VISA / Mastercard pun nggak mau buka jaringan di sana karena history-nya, bank-bank besar di Myanmar dimiliki oleh militer ~ thanks to ASEAN GAMES, Myanmar jadi lebih terbuka dan mulai merubah banyak sistem di dalamnya however mereka masih butuh proses sampai betul-betul bisa memiliki standar 😬

      Yangon adalah mantan ibu kota Myanmar, yang sekarang ibu kota barunya sudah dipindah ke kota lainnya hehehe. Bisa dibilang, Yangon itu kota besar kalau di Myanmar. Dan senangnya karena motor dilarang, jadi jalanan pun lebih rapi dan terarah 😍

      1 MMK = 10 IDR gampangnya mas. Jadi tinggal dikali 10 saja kalau mau convert harga-harga di Myanmar agar nggak pusing πŸ˜‚ soalnya kalau nggak genap, saya susah hitungnya hahahaha. So, 9000 MMK saya anggap 90.000 IDR 😁✌

      Delete
  2. Menarik sekali postingannya. Hehehe, berkali-kali saya bilang kalau saya suka membaca budaya dan kebiasaan di negeri orang. Jangan bosen ya, Mba.

    Iya, orang Myanmar masih pakai sarung di keseharian mereka. Dan saya pernah dikasih teman thanaka. Kalau saya bilang kayak bedak adem di Jawa. Tapi thanaka ini bikin wajah kencang, lho. Setelah dibasuh, muka juga jadi bersih. Saya pernah menulis tentang thanaka tapi udah lama.

    Sempat nyari thanaka di olshop Indo tapi ga ada.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak bosan dong mbaaa πŸ˜‚

      Too bad saya belum pernah coba Thanaka, hanya melihat saja hihihi. Tapi memang sepenglihatan saya seperti bedak dingin yang suka dipakai mbah-mbah di kampung Jawa ya, mba. Pernah lihat soalnya beberapa mbah pakai bedak dingin di pipi tapi warnanya putih, while Thanaka kan agak kekuning-kuningan 😍

      Delete
  3. Baru tahu saya kalo orang Myanmar itu suka pakai sarung, baik perempuan ataupun laki-laki. Ngga kalah sama anak pesantren di Indonesia ya.😁

    Eh, beneran tuh motor dilarang di Myanmar?? Apa cuma di Yangon aja ya mbak?

    Tapi memang betul sih, motor itu banyak yang mengalami kecelakaan, dari 10 kecelakaan, kayaknya 8 diantaranya dialami motor.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya hihi, bedanya cuma mereka pakai dalam setiap keadaan, kalau orang Indonesia mostly pakai sarung saat ibadah saja sepertinya. Nggak sampai ke kantor pakai sarung juga 😬

      Dilarang hanya untuk area Yangon mas, di kota lain masih bisa sewa motor atau kendarakan motor hehehe. Mungkin karena Yangon kota besarnya, jadi chance untuk terjadi kecelakaan pun lebih besar dari kota lain yang ada πŸ˜„

      Delete
    2. Ya ngga ibadah saja sih pakai sarung. Di daerah sini masih ada orang ngerongdo pakai sarung, mau tahlilan pakai sarung, bahkan mau ke sawah juga pakai sarung.

      Bukan ke sawah sih aslinya, tapi ke kali Deket sawah buat...

      Lha, kalo orang Yangon dilarang pakai motor berarti banyak yang pakai mobil ya kalo mau kemana-mana??

      Delete
    3. Ohiya, kalau di kampung simbah masih sering lihat bapak bapak pakai sarung pergi ke sawah sama kalau lagi ronda πŸ˜† betul betuuul, saya lupa soalnya ditempat saya lihatnya waktu lagi ibadah saja 😬

      Kebanyakan naik transportasi publik mas, atau sepeda dan banyak juga sih yang naik mobil ehehehe πŸ˜πŸ‘

      Delete
  4. suka sekali baca catatan perjalanan disini :D walaupun ditulis dalam full english tapi mudah dicerna orang awam seperti saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi mba, ada versi bahasa Indonesianya kok. Bisa dipilih pada menu setelah judul (saya sediakan tiga bahasa untuk pembaca, ada Indonesian, English dan Korean) 😁

      Salam.

      Delete
  5. daripada negara2 populer di asean, aku lebih suka yg kurang populer macam myanmar ini.. masih banyak kearifan lokal yang bisa diamati.. bangunan dan suasananya juga unik, terkesan klasik..

    itu wajah ditaburi putih2 gitu kaya di Indonesia juga ya, di kampung2 masih ada yg kek gitu hehe..

    -Traveler Paruh Waktu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Myanmar ini menjadi salah satu destinasi populer dua tahun terakhir, dengan jumlah turis masuk yang signifikan (kalau dari berita yang saya baca) hehe. Mostly karena penasaran sebab dulunya Myanmar cukup tertutup dari mata dunia 😬

      Iya mas, memang agak mirip bedak dingin yang dipakai simbah simbah di kampung. Saya juga pernah lihat πŸ˜†

      Delete
  6. I knew about the streering issue of Myanmar after watching a Top Gear Special episode. They guys were trapped in the traffic jam and one of them found out the bizarre fact about the steering position. Jeremy Clarkson guessed that perhaps they changed the lane from the left to the right because they wanted to get rid of the British influence... since people in the UK driving on the left side of the road LOL.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Even though I've never watched Top Gear Special, but I understand what you mean πŸ˜‚ it seems what Jeremy Clarkson guessed was true ~ but it still interesting because Myanmar only changed the lane, why not steering too? Then it would be more comfortable, isn't it? 😬

      Delete
    2. Yeah... Perhaps they should import cars from the US instead of Japan. But, you know, they're still dealing with problems. And I believe they are still embargoed by many countries.

      Delete
    3. Yeah, I wish the situation will be better in the future. Let's hoping for the best πŸ˜πŸ™Œ

      Delete
  7. Setahuku Myanmar ini di tahun 70an memindahkan posisi mengemudinya dari LHT ke RHT - tapi transisinya ga berjalan mulus, salah satunya adalah mereka masih banyak impor kendaraan RHD.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah baru tauuuu 😍 thanks mas infonya, hehe terjawab sudah kebingungan saya kenapa setirnya sama lane-nya bisa sama 😁✌

      Delete
  8. Ya ampuuunn, ini mah kayak sedang menceritakan daerah saya tumbuh besar dulu.
    Jadi, mama saya itu tugasnya di sebuah puskesmas yang ada di desa.

    Alhasil, sepanjang saya tumbuh besar, kondisi seperti yang diceritakan itu sering banget saya lihat, bahkan saya dulu sering dipakaikan tanakha itu, kalau di Buton namanya bedak dingin.

    Biasanya dibuat dari tepung beras yang dikasih campuran macam-macam, ada daun kapas yang konon bisa memudarkan bekas luka, juga kunyit dan bumbu lainnya yang konon menyehatkan kulit.

    Terlebih di Buton itu panas banget, jadi hampir tiap hari kita lihat cewek-cewek make bedak gitu, bukan cuman di wajahnya, tapi di tangan dan kaki.

    Saya dulu seringnya di tangan, karena pas kelas 2 SD, saya ditinggal mama sekolah, sampai akhirnya tangan kiri saya itu awalnya alergi, nggak diobatin dan sampai infeksi meninggalkan bekas, dan ajaib memang, bekasnya jadi sedikit berkurang karena dikasih bedak gitu.

    Kalau wajah dipaksa sih sama bibi saya (kakak bapak saya, minta dipanggil bibi, hahaha), karena saking panasnya, wajah saya hitam dan ada bercak putih gitu, dipakein bedak gitu jadi berkurang gosongnya :D

    Terus mengenai sarung, bahkan bapak saya seringnya dulu pakai sarung, kakek saya malah kayaknya memang punya ilmu apa gitu, sampai dia hanya boleh pakai sarung. seumur hidup nggak pernah liat kakek saya pakai celana.
    dan orang-orang kebanyakan pakai sarung sih, baik bapak-bapak, ibu-ibu sampai gadis-gadis, tentu exclude saya, karena nggak betah hahaha.

    Itu foto 2 cewek pakai sarung ya? persis kayak orang-orang di sana dulu.

    Tapi sayangnya sekarang udah jarang sih, kalau nggak salah sejak tahun 2000an dulu, banyak orang luar masuk ke daerah tersebut buat mengolah aspal, alhasil budaya-budaya asli semakin ditinggalkan.

    Btw lagi, kayaknya memang Myanmar ini mirip Malaysia ya, atau Melayu. Btw lagi bahasanya Upin Ipin itu loh mirip dengan bahasa di Buton :D

    Etapi bahasa Myanmar bukan Melayu ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, kalau di Indonesia memang lebih dikenal as bedak dingin ya mba 😁 saya juga ingat bedak dingin itu karena dulu sering lihat simbah pakai hihi ~ dan saya pernah coba, memang rasanya dingin. Sama kayak Thanaka yang juga terasa dingin saat digunakan katanya πŸ˜†

      Waaaah seruuuu, budaya Buton menarik juga untuk dipelajari ternyata 😍 kakek mba hebat banget bisa bertahan pakai sarung setiap hari. Saya juga sama kayak Mba Rey, nggak betah dipakaikan sarung 🀣 entah kenapa, celana lebih comfortable hehehehe. Dan foto dua cewek itu, mereka pakai longyi a.k.a sarung mba 😬

      Semoga budaya-budaya asli di Indonesia pun tetap terjaga ya mba, meski banyaknya pendatang maupun besar kemungkinan penduduk aslinya justru bermigrasi ke kota lain. Tapi semoga budaya lokal, tetap terpelihara dengan baik πŸ˜πŸ™Œ

      Sepertinya Myanmar bukan Melayu mba CMIIW πŸ˜†

      Delete
    2. wkwkwkk iya kah? Bahasanya beda ya nggak kayak Melayu.
      Saya agak lupa-lupa ingat, waktu SD saya pernah baca buku tentang negara-negara di Asia, sayang saya udah lupa sih, udah lama banget hahaha.

      Betul banget, budaya modern benar-benar melibas budaya asli, ditambah dengan dahsyatnya medsos bikin jadi lebih tenggelam deh budaya aslinya.

      Padahal kayak bedak dingin itu ya, itu mah sebenarnya sama aja kayak masker, tapi lebih alami dan lebih berkhasiat karena kebanyakan di bikin sendiri dari tepung beras dikasih campuran bahan lainnya sesuai kebutuhan :)

      Delete
    3. Sependengaran saya agak beda bahasanya πŸ˜‚ apa telinga saya yang error yaaaa hahahahahaha 🀣

      Betul mba, sekarang budayanya betul-betul bergeser, tapi semoga tetap ke arah positif. Karena memang yang namanya dunia itu pasti akan terus mengalami perubahan, jadi tinggal bagaimana kitanya siap atau nggak menghadapinya 😁 dan yang terpenting, nggak lupa akan budaya yang kita punya ~

      Saya pernah coba bedak dingin waktu kecil, masih ingat karena dulu sempat penasaran sama yang simbah pakai di pipinya terus ingin pakai juga akhirnya dikasih πŸ˜‚

      Delete
  9. Wait, what? Gimana ceritanya setir di kanan tapi jalurnya di kanan juga. Ntar repot ga tuh kalo mau naik mobil hehehehe

    Tapi keputusan untuk melarang motor bagus juga ya. Bisa bikin jalanan bersih gitu. Coba deh, bandingin sama pulau jawa

    -Fajarwalker.com-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Unik ya? Hehehe. Kayaknya sih nggak ribet, mungkin karena sudah terbiasa πŸ˜πŸ‘ betul, setuju, keputusan melarang motor itu bagus banget, jadi lumayan bersih jalannya nggak begitu semrawut πŸ˜†

      Delete
  10. Aku kalau baca pasti sambil ngebayangin gitu, di kepalaku kaya ada layar besar dan bergerak.

    Nah, paling seru pas di Mall, lha pas product skin care kenapa yang muncul Wardah dan Maybelinne hahahaha!

    APa-apa serba cash, jadi saat mendarat apa kita harus siap cash yang ditukar dengan mata uang sana dalam jumlah cukup, Mbak? Agak ribet ya? tapi, dengan demikian kit aga bergantung bank juga, sih.

    Aku tuh berharap Indonesia kalau ewallet/emoney Indoensia kelak bisa juga dipakai transaksi di luar negeri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya kalau baca cerita juga sering sambil membayangkan mba 🀣 tapi lucu juga kalau yang kebayang Wardah haha, mungkin karena mba orang Indonesia jadi yang terbayang produk-produk lokal Indonesia 😁

      Iya mba bisa bawa dollar untuk tukar cash di money changer, atau tarik cash di ATM cuma beberapa ATM masih nggak bisa tarik cash. Waktu itu saya harus coba beberapa ATM baru bisa πŸ˜… terus banyak resto masih belum terima pembayaran gesek kalau di Myanmar, so cash is a king 😬

      Kalau ewallet / emoney masih agak susah mba, karena di dunia ini yang bisa digunakan untuk pembayaran dan diterima dibanyak negara mostly baru jaringan VISA / Mastercard 😁 bahkan Alipay saja belum bisa diterima dibanyak negara, cuma bukan nggak mungkin one day, seluruh dunia bisa menerima pembayaran by Go-pay 😍

      Delete
  11. Thanaka ini mungkin semacam tabir surya gitu ya mb, atau masker hahahahha, tapi ya udah udaya sih ya, jadi even jalan2 di tempat umum pake itu adalah biasa bagi mereka

    #terpenting kulitnya jadi pada mulus-mulus

    Btw aku kok agak ngeri ya yang liat rute setir kanan, tapi jalur jalanannya juga kanan, waaakkkk #blum bisa ngebayangin

    Trus hebat juga ya, meski baru mulai merangkak untuk berkembang mengejar negara asia tenggara lainnya, di rule yang ga memberlakukan motor itu menurutku keren. Maksudnya meminimalkan kadar polutan kendaraan bermotor dan kasih opsi lain yaitu kendaraan umum yang which is bagus dong yekan hihi

    Etapi aku mah ke mall ga fesyeneble jugah mba...maklum ku orange ga andal bermecing2 ria sama outfit. Antara outfit dolan ama outfit di rumah sai mawon alias sama aja hahahha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, mirip tabir surya buat anti panas 😁 sunblock bahasa kerennya ehehehe. That's why tetap dipakai di tempat umum, karena itu kultur untuk mereka ~

      Saya juga awalnya bingung karena jalurnya di kanan tapi setirnya juga di kanan, alhasil agak keder waktu lihat mobil-mobil di jalan, sambil berpikir, eh kok mobilnya di jalur ini? 🀣 baru deh setelah itu sadar kalau memang jalurnya berbeda dari jalur pada umumnya 😬✌

      Eniho, itu kata-kata teman saya memang sejujurnya asal ceplos saja πŸ˜‚ tapi memang menurut saya paling gampang kalau mau lihat fashion orang lokal tinggal ke mall, karena kemungkinan besar, minimal ada 10% yang berusaha fashionable di sana 😁 jadi bisa kelihatan tuuuh gaya ibu-ibu, bapak-bapak sampai anak mudanya Yangon yang mungkin agak beda dengan style keseharian πŸ˜†

      Delete