Climbing a Mountain | CREAMENO

Pages

Climbing a Mountain


Buat gue, human relationship (baik dalam hal pernikahan maupun pacaran) itu seperti naik gunung. Susah dan pastinya melelahkan. Mudah saat permulaan, tapi nggak mudah dipertahankan. That's why, gue jarang melakukannya, both naik gunung maupun menjalankan hubungan (apalagi pernikahan, sebisa mungkin 1 kali saja). Karena, efforts yang gue butuhkan besar, jadi ketika gue memutuskan untuk melakukan hal tersebut, gue akan sangat serius memikirkan ๐Ÿ˜„

Sama seperti ketika kita naik gunung, kita selalu mempersiapkan banyak hal sebagai langkah pertama. Pada sebuah hubungan pun, kita juga perlu mempersiapkan diri kita. Apakah kita sudah cukup kuat menghadapi segala cobaan? Apakah kita sudah cukup berkompeten dan bisa diandalkan? Dan apakah kita sudah cukup bijaksana? Plus sejuta pertanyaan mendasar lainnya ๐Ÿ˜

Karena bisa saja, saat di tengah jalan untuk mencapai ke puncak, kita merasa lelah. Atau yang paling parah, ingin menyerah kalah. Meanwhile, kita harus terus mendaki, tapi jalanannya terlalu berat dan licin. Dan kita nggak bisa melihat apapun kecuali kegelapan dan suara burung (omongan orang). Lalu entah bagaimana, hanya secercah cahaya bulan yang memberikan kita harapan, kalau suatu hari nanti, kelak kita akan sampai pada puncak tujuan ๐Ÿ˜„

Read: My [ Our ] Future

Seperti orang lain yang juga turut mendaki dan berjuang, akan ada masanya dimana kita merasa senang. Mungkin saat kita bisa melihat banyak pepohonan, atau pun pemandangan menarik di sepanjang perjalanan. Dan begitu pula sebuah hubungan berkembang, nggak semuanya buruk walau nggak semuanya indah ๐Ÿ˜

Yang terpenting adalah, daripada turun dari gunung maupun dari sebuah hubungan, kemudian acapkali berkata, "Gue mau menyerah!" -- lebih baik, istirahat. Karena mungkin, bisa saja, kita hanya butuh istirahat, duduk, minum, dan melihat pemandangan di belakangan, pada sebuah kenangan dan semua cerita yang telah kita bagikan.

However, setiap orang punya kekuatan dan sudut pandang berbeda. Bahkan ketika kita mendaki gunung bersama partner kita, nggak berarti partner kita punya kekuatan dan sudut pandang yang sama dengan kita. Salah satu bisa saja menyerah lebih cepat dari yang lainnya. Atau besar kemungkinan, semua justru bisa meraih puncak setelah bergandengan tangan bersama-sama. Karena ada banyak hal bisa saja terjadi seketika dan kita nggak akan pernah tau itu apa.

Meski partner kita berkata bahwa mereka baik-baik saja, bisa jadi mereka sebenarnya nggak baik-baik saja. Dan gue yakin, ini adalah tantangan besar karena kita harus survive dengan hubungan kita disaat ada banyak kesempatan untuk menyerah. So, ketika masa sulit itu datang, meski kita masih berada di tengah perjalanan, jangan lupa untuk katakan padanya, "Let's holding hand, kita bisa menikmati hal yang indah kalau kita bersama-sama." ๐Ÿ’•
The best thing to hold onto in life is each other.
— Audrey Hepburn
For me, human relationships (both in terms of marriage and dating) are like climbing mountains. Difficult and certainly tiring. Easy at first, but not easy to maintain. That's why, I rarely do it, both climbing mountains and doing relationships (especially marriage, I wish only once for a life time). Because, the efforts that I need are huge, so when I decide to do that, I will seriously think about that ๐Ÿ˜„

Just like when we go up to the mountain, we always prepare many things as the first step. In any relationship, we also need to prepare ourselves with so many questions ahead of time. Are we strong enough to face all trials? Are we competent and reliable enough? And are we wise enough? Plus a million other fundamental questions ๐Ÿ˜

Because it could be, when in the middle of the road to reach the top, we feel tired. Or the worst case, we want to give up. Meanwhile, we must continue to climb, but the road is too heavy and slippery. And we can't see anything except darkness and the sound of birds (what people says). Then somehow, only a glimmer of moonlight gives us hope, if someday, we will reach the top of our goal ๐Ÿ˜„

Read: My [ Our ] Future

Like others who also climb and fight, there will always a time when we feel happy. Maybe when we can see a lot of trees, or even interesting sights along the way. And as the relationship develops, I could say not everything is bad even though not all is beautiful ๐Ÿ˜

The important thing is, rather than coming down from a mountain or our relationship, then say, "I want to give up!" - we better, rest. Because maybe, it could be, we just need a break, sit, drink, and look at the scenery (for all the memories and stories that we have shared).

However, everyone has different strengths and points of view. Even when we climb mountains with our partners, it doesn't mean our partners have the same strengths and perspectives as us. One can give up faster than the other. Or most likely, all can actually reach the top after holding hands. Because there are many things that can happen in the middle of our way and we will never know that.

And when our partners say that they are okay, they may actually not okay. And I'm sure, this is a big challenge because we have to survive with our relationship (climbing a mountain) when there are many opportunities to give up. So, when the hard times come, please don't forget to tell our partner, "Let's hold hands, I'm sure we can enjoy all of the beautiful things if we are holding hands." ๐Ÿ’• because,
The best thing to hold onto in life is each other.
- Audrey Hepburn
์ €์—๊ฒŒ ์žˆ์–ด์„œ ์ธ๊ฐ„๊ด€๊ณ„(๊ฒฐํ˜ผ ๋ฐ ์—ฐ์•  ๋‘˜๋‹ค)๋Š” ์‚ฐ์„ ์˜ค๋ฅด๋Š” ๊ฒƒ๊ณผ ๊ฐ™์•„์š”. ์–ด๋ ต๊ณ  ์ง„์‹ฌ ํ”ผ๊ณคํ•ด์š”. ์ฒ˜์Œ์—๋Š” ์‰ฌ์šด๋ฐ ์œ ์ง€ํ•˜๊ธฐ๊ฐ€ ์–ด๋ ค์›Œ์š”. ๊ทธ๋ž˜์„œ ์‚ฐ์„ ์˜ค๋ฅด๋Š”๊ฒƒ๊ณผ ๊ด€๊ณ„๋ฅผ ๋งบ๋Š”๊ฒƒ ๋‘˜๋‹ค ๊ฑฐ์˜ ์•ˆํ•ด์š”(ํŠนํžˆ ๊ฒฐํ˜ผ์€ ์ธ์ƒ์— ํ•œ๋ฒˆ๋งŒ ํ–ˆ์œผ๋ฉด ํ•ด์š”). ์™œ๋ƒ๋ฉด ๋“ค์ด๋Š” ๊ณต์ด ๋„ˆ๋ฌด ํฌ๊ธฐ ๋•Œ๋ฌธ์ด์—์š”. ๊ทธ๋ž˜์„œ ๊ทธ๋ถ€๋ถ„์€ ์ œ๊ฐ€ ์ •๋ง ์‹ฌ๊ฐํ•˜๊ฒŒ ์›ํ• ๋•Œ ํ• ๊ฑฐ์—์š” ๐Ÿ˜„

์‚ฐ์„ ์˜ค๋ฅด๋Š” ๊ฒƒ ๊ฐ™์ด ์šฐ๋ฆฌ๋Š” ํ•ญ์ƒ ์ฒซ๋‹จ๊ณ„์—์„œ ๋งŽ์€๊ฒƒ์„ ์ค€๋น„ํ•ด์š”. ์–ด๋–ค ๊ด€๊ณ„์—์„œ๋“  ์šฐ๋ฆฌ๋Š” ๋ฏธ๋ฆฌ ๋งŽ์€ ์งˆ๋ฌธ๋“ค์„ ์Šค์Šค๋กœ ์ค€๋น„ํ•ด์•ผ๋˜์š”. ์šฐ๋ฆฌ๊ฐ€ ๋ชจ๋“  ์‹œ๋ จ์„ ๊ฒฌ๋”œ๋งŒํผ ๊ฐ•ํ• ๊นŒ์š”? ์šฐ๋ฆฌ๊ฐ€ ์ถฉ๋ถ„ํžˆ ์œ ๋Šฅํ•˜๊ณ  ์‹ ๋ขฐํ•  ์ˆ˜ ์žˆ์„๊นŒ์š”? ์šฐ๋ฆฌ๊ฐ€ ์ง€ํ˜œ๋กœ์šธ๊นŒ์š”? ๊ทธ๋Ÿฐ ์ˆ˜๋งŒ๊ฐ€์ง€์˜ ๊ทผ๋ณธ์ ์ธ ์งˆ๋ฌธ๋“ค์ด ๋” ์žˆ์–ด์š” ๐Ÿ˜

์™œ๋ƒ๋ฉด ์ •์ƒ์— ๊ฐ€๊ธฐ ์ „์— ์ง€์น  ์ˆ˜ ์žˆ๊ธฐ ๋•Œ๋ฌธ์ด์—์š”. ์ตœ์•…์˜ ๊ฒฝ์šฐ ํฌ๊ธฐํ•  ์ˆ˜ ์žˆ์–ด์š”. ๊ณ„์† ์˜ฌ๋ผ๊ฐ€์•ผ ํ•˜์ง€๋งŒ ๋ชธ์ด ๋ฌด๊ฒ๊ณ  ๊ธธ์ด ๋ฏธ๋„๋Ÿฌ์›Œ์š”. ๋˜ ์–ด๋‘ ๊ณผ ์ƒˆ์†Œ๋ฆฌ(์‚ฌ๋žŒ๋“ค์˜ ์†Œ๋ฆฌ) ์™ธ์—๋Š” ์•„๋ฌด๊ฒƒ๋„ ๋ณผ ์ˆ˜๋„ ๋“ค์„ ์ˆ˜๋„ ์—†์–ด์š”. ์–ด์จŒ๋“  ๋‹ฌ๋น›์˜ ํฌ๋ฏธํ•œ ๋น›๋งŒ์ด ์–ธ์  ๊ฐ€๋Š” ์šฐ๋ฆฌ ๋ชฉํ‘œ์ธ ์ •์ƒ์— ๊ฐˆ ์ˆ˜ ์žˆ๋‹ค๋Š” ํฌ๋ง์„ ์ค„ ๋ฟ์ด์—์š” ๐Ÿ˜„

Read: My [ Our ] Future

๋“ฑ๋ฐ˜์„ ํ•˜๊ฑฐ๋‚˜ ์‹ธ์šฐ๊ณ ์žˆ๋Š” ๋‹ค๋ฅธ ์‚ฌ๋žŒ๋“ค๋„ ๋งˆ์ฐฌ๊ฐ€์ง€๋กœ ํ•ญ์ƒ ํ–‰๋ณตํ•˜๋‹ค๊ณ  ๋Š๋ผ๋Š” ๋•Œ๊ฐ€ ์žˆ์–ด์š”. ์•„๋งˆ ์šฐ๋ฆฌ๊ฐ€ ์ˆ˜๋งŽ์€ ๋‚˜๋ฌด๋“ค์„ ๋ณด๊ฑฐ๋‚˜ ๊ธธ์—์„œ ๋†€๋ผ์šด ๊ด‘๊ฒฝ์„ ๋ดค์„ ์ˆ˜ ์žˆ์–ด์š”. ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ๊ด€๊ณ„๊ฐ€ ๋ฐœ์ „ํ•จ์— ๋”ฐ๋ผ ๋ชจ๋“ ๊ฒƒ์ด ์•„๋ฆ„๋‹ต์ง€๋Š” ์•Š์ง€๋งŒ ๋ชจ๋“ ๊ฒƒ์ด ๋‚˜์˜๋‹ค๊ณ ๋„ ํ•  ์ˆ˜ ์—†์–ด์š” ๐Ÿ˜

์ค‘์š”ํ•œ ๊ฒƒ์€ ์‚ฐ์ด๋‚˜ ๊ด€๊ณ„์—์„œ ๋‚ด๋ ค์˜ค๋Š” ๊ฒƒ์ด์•„๋‹ˆ๋ผ "๋‚˜๋Š” ํฌ๊ธฐํ•˜๊ณ  ์‹ถ์–ด" ๋ผ๊ณ  ๋งํ•˜๊ณ  ์‰ฌ๋Š”๊ฑฐ์—์š”. ์™œ๋ƒ๋ฉด ์šฐ๋ฆฌ๋Š” ๊ทธ๋ƒฅ ํœด์‹์ด ํ•„์š”ํ•ด์„œ ์•‰์•„์„œ ๋ฌผ์„ ๋งˆ์‹œ๊ณ  ํ’๊ฒฝ์„ ๋ณด๋ฉด ๋  ์ˆ˜๋„ ์žˆ๊ธฐ ๋•Œ๋ฌธ์ด์—์š”.

ํ•˜์ง€๋งŒ ๊ฐ์ž๊ฐ€ ๊ฐ€์ง„ ํž˜์ด ๋‹ค๋ฅด๊ณ  ๊ด’๋„˜์ด ๋‹ฌ๋ผ์š”. ์‹ฌ์ง€์–ด ์‚ฐ์„ ์˜ค๋ฅผ ๋•Œ ํŒŒํŠธ๋„ˆ๊ฐ€ ์šฐ๋ฆฌ์™€ ๊ฐ™์€ ๊ฐ•์ ๊ณผ ๊ด€์ ์„ ๊ฐ€์ง€๊ณ  ์˜ฌ๋ผ๊ฐ€๋Š” ๊ฒƒ๋„ ์•„๋‹ˆ์—์š”. ํ•œ์‚ฌ๋žŒ์ด ๋” ๋นจ๋ฆฌ ํฌ๊ธฐํ•  ์ˆ˜ ์žˆ์–ด์š”. ํ˜น์€ ์†์„ ์žก๊ณ  ๋ชจ๋‘๊ฐ€ ์ •์ƒ์— ๋„๋‹ฌํ•  ์ˆ˜๋„ ์žˆ์–ด์š”. ๋„์ค‘์— ์ผ์–ด๋‚  ์ˆ˜ ์žˆ๋Š” ์ผ์ด ๋งŽ๊ธฐ ๋•Œ๋ฌธ์— ์•Œ์ง€ ๋ชปํ•ด์š”.

ํŒŒํŠธ๋„ˆ๊ฐ€ ์•ˆ๊ดœ์ฐฎ์€๋ฐ ๊ดœ์ฐฎ๋‹ค๊ณ  ํ•  ์ˆ˜๋„ ์žˆ์–ด์š”. ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ์ด๊ฑด ํฌ๊ธฐํ•  ์ˆ˜ ์žˆ๋Š” ๊ธฐํšŒ๊ฐ€ ๋งŽ์„ ๋•Œ ๊ด€๊ณ„์†์—์„œ ์‚ด์•„๋‚จ์•„์•ผ๋˜๊ธฐ ๋•Œ๋ฌธ์— ํฐ ๋„์ „์ด์—์š”. ๋”ฐ๋ผ์„œ ์‹œ๋ จ์ด ์˜ค๋ฉด "์†์žก์ž ์šฐ๋ฆฌ๊ฐ€ ์†์žก์œผ๋ฉด ์•„๋ฆ„๋‹ค์šด ๋ชจ๋“  ๊ฒƒ๋“ค์„ ์ฆ๊ธธ ์ˆ˜ ์žˆ์„๊ฑฐ์•ผ" ๋ผ๊ณ  ๋งํ•ด์ฃผ์„ธ์š” ๐Ÿ’• ์™œ๋ƒ๋ฉด,
The best thing to hold onto in life is each other.
- Audrey Hepburn

20 comments:

  1. Setiap hubungan membutuhkan usaha di setiap masanya. Entah di awal, saat pertengahan, saat sudah lelah, atau saat mau ke puncak.

    Dalam hubungan antar manusia, yang nggak cuma soal pernikahan, masing2 individu tahu batasan dirinya kapan harus bertindak atau istirahat.

    Dan, komunikasi sangat penting supaya partner kita juga tahu apa yang kita rasakan dan kita mau. Siapa tahu dengan begitu ada jalan keluar lain yang bisa dinikmati bersama supaya lebih asyik.

    Terima kasih, Mba, untuk postingan pengingat ini. Iya, kadang saya butuh istirahat sebentar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yep mba, komunikasi memang penting sekali dalam setiap hubungan antar anak manusia. Bahkan bukan hanya pada pasangan, tapi juga pada teman, pada keluarga, pada orang tua, dan pada siapapun yang kita kenal ๐Ÿ˜ฌ

      Dan it's okay untuk istirahat sejenak apabila diperlukan, karena bagaimana pun juga badan dan pikiran kita kadang butuh untuk break dari segala macam kegiatan dan pikiran yang ada ๐Ÿ˜„

      Semoga, mba Pipit selalu berbahagia, sehat, dan langgeng dengan pasangan sampai akhir hayat ๐Ÿ’• semangat mba!

      Delete
  2. Pembahasan kali ini cukup bikin ku terkejoet mb, hihi
    Temanya agak berat

    Tapi aku pribadi suka sama metafora metafora yang mba sajikan dalam tulisan ini. Bagaimana mengandaikan kehidupan marriage yang bagaikan sebuah pendakian di kaki gunung. Ada bagian startnya, bagian lelah lelahnya, bagian perjuangannya untuk menuju puncak, sampai bagian sweetnya, macam metafora yang ketemu bulan dan banyaknya pohon2...

    Itu kerasa sweet dan sampai di hati pembaca mbaaa..

    Bagus, i like your style in everyway how to describe them #hadududuud inggrisku kacau hihi

    Aku jadi kayak baca tulisan2 kontemplasi di koran nasional yang ditulis di pojok laman bagian yang biasa ditulis pengamat gaya hidup

    At the end, Semoga semua pasangan yang sudah berada dalam ibadah pernikahan selalu dikaruniai pernikahan yang berkah, sakinah mawaddah warrohmah, saling bergandengan tangan sampai maut memisahkan. Amiiinnn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, iya mba jarang-jarang ya ๐Ÿ˜‚

      Kebetulan saya itu nggak begitu suka naik gunung mba, jadi karena nggak begitu suka, alhasil jarang melakukannya. Menurut saya, naik gunung itu susah hahaha. Dan sama dengan sebuah hubungan, saya juga nggak punya banyak record mantan dalam hubungan masa silam saya karena buat saya punya hubungan sama susahnya dengan naik pegunungan ๐Ÿคฃ

      By the way, doa yang sama untuk mba Nita yaaa. Semoga mba Nita bahagia dan sehat selalu, serta langgeng hingga akhir hayat bersama pasangan tercinta ๐Ÿ˜๐Ÿ’•

      Delete
  3. Menurutku memang betul sih, pernikahan itu seperti naik gunung ataupun mungkin berlayar di lautan.

    Akan banyak rintangan, misalnya saja ombak besar yang bisa menenggelamkan perahu. Tapi adakalanya kita juga akan disuguhi pemandangan laut yang indah, matahari terbit di laut beda pemandangan. begitulah sebuah hubungan dalam pernikahan.

    Eh, ini bahas gunung kenapa aku ngomong nya laut aja ya...๐Ÿ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuuul, hehehe.

      Memang sebuah hubungan itu, ya seperti itu adanya. Nggak selamanya indah, pasti ada susah-susahnya. Tapi bukan berarti juga hanya berisi kesedihan saja, pasti ada juga bahagianya ๐Ÿ˜

      So, saya berdoa, semoga Mas Agus selalu diberi kemudahan dalam menghadapi setiap permasalahan dan kelapangan hati juga yaaa ~ bahagia, sehat dan sejahtera ๐Ÿ˜„๐Ÿ™Œ

      Delete
  4. Beraat banget tulisan kali ini sampe aku tuh susah buat berkata", karena sampai saat ini pu msh ttp berjuang, betul ga semudah diawal ketika menjalin hubungan, ternyata lbh sulit buat mempertahankan... Bisa jadi ketika ditengah perjalanan tadi salah satunya bahkan keduanya sudah sama" letih... Trrgantung ke duanya... Aah sy ga bisa berkata" yg bijak mbak.. Krna sy sendiri msh bnyk khilafnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perjuangan mba kelak akan ada hasilnya ๐Ÿ˜

      Semangat mba Heni, saya juga masih banyak khilafnya, yang penting kita selalu berusaha untuk memperbaiki sikap kalau memang kita berbuat salah ๐Ÿ˜†✌ hihi ~

      Saya doakan, mba langgeng bersama pasangan tercinta dan bahagia bersama selamanya ๐Ÿ˜๐Ÿ’•

      Delete

  5. Yaa apapun bentuknya baik pernikahan atau hubungan dengan lingkup lingkungan serta hubungan dengan kekasih.

    Meski sesederhana apapun harus ada bekalnya, Dan berapa jumlah bekal diri kita, Tentunya kita dan pasanganlah yang lebih tahu kapasitasnya.

    Karena kehidupan pernikahan atau hal yang serupa pastinya kita diberi kekuatan dan cobaan yang berbeda-beda.

    Seperti yang telah dijelaskan diatas jika kita mendaki gunung. Lelah atau tidaknya kita yang merasakan dan menentukannya diri kita sendiri.

    Kehidupan yang dialami manusia sudah digariskan, Tetapi kita selalu diberikan jalan untuk selalu berusaha menjadi yang terbaik dalam hidup ini.

    Meski kehidupan hanya satu kali jika alur langkah yang kita tentukan tepat sasaran semuanya akan punya makna yang berwarna-warni.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, yang terpenting adalah terus berusaha semaksimal yang kita bisa untuk memberikan yang terbaik pada hubungan yang kita punya ๐Ÿ˜

      Dan karena hidup hanya satu kalilah, sebisa mungkin harus berusaha dengan sebaik-baiknya agar kita nggak menyesal diakhir jalan pada setiap keputusan yang kita buat ๐Ÿ˜Š

      Semoga mas selalu bahagia bersama pasangan ya ๐Ÿ˜„๐Ÿ™Œ

      Delete
  6. Quotes yang terakhir sering kupakai untuk caption instagram client, hahaha.

    Yes, hubungan itu emang kayak kurs dollar. Kadang naik kadang turun, hehehe. Satu hal yang selalu aku sadari adalah, ga pernah ada sosok sempurna sesuai ekspektasi kita. Setiap manusia pasti ada kurangnya.

    Jadi solusinya, ya turunkan ekspektasi kita, berdamailah dengan realita. Puji kelebihannya, hargai kekurangannya. Kayaknya itu kunci hubungan awet seumur hidup ehehehe

    Fajarwalker.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kesempurnaan hanya milik Allah kalau kata Bunda Dorce ๐Ÿ˜✌ hehehe. Jadi kita harus belajar menerima kekurangan dari orang-orang yang kita kenal, karena kita tempatnya salah ๐Ÿ˜ฌ

      Memang yang paling menyakitkan itu ekspektasi berlebih, hehehe. So, sebisa mungkin belajar untuk nggak too much sepertinya akan jauh lebih baik ๐Ÿ˜„๐Ÿ™Œ

      Delete
  7. Suka banget baca tentang perspektif orang lain terhadap suatu topik kayak gini. Jadi lebih bisa memahami cara berpikir orang lain, dan belajar lebih banyak.

    Tak cuma hubungan yang naik dan turun ya ? Saya merasa hidup pun juga begitu. Kadang di tengah jalan, terengah-engah (bahasa apa ini ?). Tapi jujur saya belum mau ngalah, tak apa sampai puncaknya belakangan. (Demotivasi ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ)

    Senengnya banget Blog ini menyediakan cara berbagi sudut pandang yang menarik. Baca pun jadi lebih asik. Bolak-balik ke sini, justru baca tulisan yang model gini. Hahaha...

    Thanks kakak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cencunya dong ๐Ÿ˜†

      Bukan hanya hubungan, tapi juga bisa soal kehidupan dan lain sebagainya. Pasti akan selalu ada krikil tajam. Saat terjadi suatu masalah, sebisa mungkin duduk tenang, dan hadapi dengan hati yang lapang ๐Ÿ˜ฌ

      Kalau bisa kita jangan sampai menyerah ya ๐Ÿ˜๐Ÿ™Œ

      Delete
  8. naik gunung dan menjalin sebuah hubungan memang identik.. perlu persiapan matang, pertimbangan berbagai risiko, hal-hal indah yang bisa dilihat dan dirasa, perlu usaha yang menguras tenaga dan pikiran dan lain sebagainya..

    Tapi ketika berhasil berjuang dan melewati semua rintangan, semua akan terasa sangat indah di puncak, puncak kebahagiaan.. :)

    -Traveler Paruh Waktu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuuul, ketika berhasil, rasanya luar biasa ๐Ÿ˜

      Seenggaknya ketika kita mau mendaki gunung maupun menjalani sebuah hubungan, sebisa mungkin kita punya persiapan, dan sebuah tujuan. Sesederhana, mencapai kebahagiaan ๐Ÿ˜ฌ

      Terima kasih atas komentarnya ~

      Delete
  9. Aku belum pernah mandaki gunung, kalau suami ngledekin aku bukan type pencinta alam tapi pecinta mall. Sebenarnya tidak gitu juga, aku type pengagum alam. Hanya fisik saja yang tidak kuat, hahaha.

    Tapi, aku kuat jalan jauh. Menyusuri pantai dari ujung ke ujung asyik juga asal pas ga terik, hahaha.

    Kalau dalam hubungan, dulu aku type yang gampang menyerah. Mungkin karena selama ini aku belum pernah berjuang
    mendapatkan "sayang seseorang" duluan.

    Pernah, aku sukaaa banget, ampe setahunan aku itu kasih kode-kode eh dia baru nyadar satu tahun kemudian di mana aku sudah ilfil. Jadi di saat aku nembak aku udah ga ada feeling apa-apa. Yaudah.

    Tapi, seiring waktu aku mulai bisa memaknai namanya hubungan, apalagi pernikahan. harus sekali. Aku bilang ke suami, kamu ga bisa menghujani aku hadiah materi dan kemewahan tapi setia dan perlakukan aku dengan baik itu lebih berharga dari materi. Karena, Bundaku selalu menasehati ga usah takut kekurangan selama suami istri hubungannya baik pasti rejeki lancar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahahaha sama dong kita mba ๐Ÿคฃ
      Sama-sama pencinta shopping mall ~

      Saya juga suka jalan tapi sebisa mungkin saat suhu lagi nggak panas, entah kenapa kalau kepanasan itu saya jadi nggak enjoy yang ada justru emosional ๐Ÿ˜‚ that's why prefer jalan kalau musim dingin sekalian. Hehehehe.

      Setiap orang pasti ada fasenya sampai pada masa ketemu yang pas ya mba, mungkin dulu mba lebih mudah menyerah karena belum ketemu sama yang betul-betul memperjuangkan mba. However, sekarang sudah ketemu, jadi bisa berjuang sama-sama ๐Ÿ˜

      Memang benar, menurut saya juga sikap dan tanggung jawab itu lebih penting daripada materi meski materi juga penting. Tapi buat saya.. setia, perlakuan yang baik, dan bertanggung jawab as pasangan dan kepala keluarga jauh lebih utama agar hubungan bisa berjalan hingga akhir ๐Ÿ˜

      Delete
  10. Sukaaaaa pakai banget! dengan mengibaratkan naik gunung.
    Betul banget, emang ngos-ngosan.

    Dan saya suka banget dengan filosofi, kalau capek jangan turun, tapi berhenti dulu, istrahat, ngemil-ngemil, minum-minum, asalkan jangan ketiduran entar nggak nyampe-nyampe di puncak hahahah

    Menikah memang melelahkan, butuh keikhlasan yang jauh lebih tidak mudah dari menikah itu sendiri.

    Tapi kalau kita mau usaha, selalu melihat turun gunung itu sayang banget karena udah segitu panjang usaha kita, saya rasa semua akan baik-baik saja, dan selalu punya semangat berdua untuk selalu mau mendaki gunung bersama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang melelahkan ya mba ๐Ÿ˜
      Tapi worth it dengan yang didapat ~

      Ehehehehe, kalau sampai ketiduran saat mendaki gunung atau saat menjalani hubungan, itu sama saja seperti mati rasa ya? ๐Ÿ˜‚ yang ada nggak akan sampai ke tujuan ๐Ÿ˜†

      Dan saya setuju dengan yang mba Rey bilang, ikhlas itu nggak mudah. Menerima kenyataan, dan nggak taruh ekspektasi berlebihan ๐Ÿ˜ฌ semua perlu proses, dan semoga kita bisa selalu memiliki hati yang lapang ๐Ÿ˜

      Semangat terus untuk kita ya mba, semoga selama kita masih mau berusaha, pasti diberikan jalan dan kemudahan untuk sampai tujuan. Dan selama masih bisa dipertahankan, mari bertahan dengan bergandengan tangan ๐Ÿฅณ๐Ÿ’•

      Delete