Decluttering | CREAMENO

Pages

Decluttering

Orang-orang yang kenal gue secara personal pasti tau kalau gue ini hidupnya minimalis, karena gue nggak suka tumpuk sesuatu di dalam rumah. Terlalu minimalisnya sampai jumlah baju dan sepatu gue masih bisa dihitung jari tangan ~ Dan mba di rumah pun sering bilang kalau fashion style gue adalah 'cuci - kering - pakai' karena nggak punya banyak pilihan ðŸĪĢ

Namun begitu, bukan berarti gue sebagai wanita nggak suka belanja ~ Karena bisa dibilang, gue ini sangat sangat sangat suka belanja dan nggak pernah bosan kalau diajak window shopping ke mall 😁 Untung pekerjaan gue kadang mengharuskan gue untuk belanja, jadi hasrat berbelanja yang acap kali mendadak muncul bisa tersalurkan dengan baik dan benar ðŸĪŠ

By the waaay, gue sampai punya daftar ulang tahun teman-teman dan keluarga karena itu salah satu dari sekian banyak cara untuk menyalurkan keinginan gue berbelanja ~ Ketika gue lagi ingin cuci mata, maka gue buka catatan ulang tahun yang gue punya, sambil berpikir kira-kira teman gue yang ini cocoknya dikasih apa, saudara gue yang itu lagi ingin apa, dan lain sebagainya 😂

🐰🐰🐰

Bisa dibilang, prinsip hidup minimalis ini juga gue gunakan ketika dalam perjalanan. Mau itu trip seminggu atau sebulan, gue akan bawa satu suitcase dan tas kecil saja, dan yang membedakan adalah saat gue harus pergi lebih dari seminggu ~ maka gue akan pilih apartment atau condotel yang memiliki fasilitas laundry machine dalam ruangan 😎 hehehe.

Dan terbukti, ditahun lalu, ketika gue keliling banyak negara selama tiga bulan, gue tetap survive dengan satu suitcase dan tas kecil yang gue punya ðŸĪĢ Gue pun bawa laptop yang menyebabkan space untuk baju berkurang, dan untuk mensiasatinya, gue siapkan beberapa dress yang nggak makan tempat. Thank God, I can enjoy my trips tanpa harus berpikir besok pakai baju apa 😂

🐰🐰🐰

Bagaimana dengan rumah? Well, rumah gue nggak begitu banyak isinya. Karena gue betul-betul berusaha untuk beli barang yang fungsional, alhasil gue nggak beli banyak perintilan rumah 😆 Though kadang kecolongan tapi nggak sampai bertumpuk-tumpuk jumlahnya 😎 Padahal kalau boleh jujur, gue ini suka sekali home decor dan belanja perintilan ðŸĪĢ

Nah, hidup minimalis ini gue lakukan bukan tanpa alasan. Gue yang notabene sering biztrip alias berpindah tempat dari satu lokasi ke lokasi lain membuat gue sadar bahwa sebenarnya, gue ini nggak butuh banyak barang 😂 Dan proses gue 'melepaskan' justru bukan di rumah, melainkan saat gue melakukan sebuah perjalanan beberapa tahun silam ~ Karena gue pada awalnya sama seperti kebanyakan orang di dunia, suka sekali menumpuk barang 😂

Read: Climbing a Mountain

Saat gue melakukan perjalanan, mulanya gue bawa cukup banyak barang, dan pelan tapi pasti, gue mulai merasa everything is too much 😅 Gue ended up mulai belajar melepaskan apa yang nggak gue butuhkan, dan semakin banyak yang gue lepas, semakin gue tercengang karena saat dihitung nominalnya bisa buat makan di Warung Pedas Bu Andika setahun lamanya ðŸĪŠ

Dari situ gue sadar, kalau apa yang selama ini gue punya, mungkin 80% bukanlah apa yang gue butuhkan. That's why gue bilang TOO MUCH, karena segitu banyaknya. Dan dari situ, gue mulai belajar untuk lebih menghargai diri gue sendiri, dan tentunya untuk lebih menghargai uang ~ 😄 Nonetheless, gue masih berproses untuk jadi the best version of myself. Semoga bisa 🙈 Wk.

28 comments:

  1. Buat saya, yang paling susah adalah membuang kaos yang terlalu sering dipakai. Kenangannya banyak. Hehehe... Tapi, untungnya saya jarang beli kaos, jadi belum perlu menghadapi dilema. :D

    Btw, kalau traveling saya juga biasanya nggak bawa baju banyak-banyak. Untuk dua bulan, paling cuma empat kaos dan dua celana. Kalau kotor bisa dilaundry di hostel--atau beli kaos suvenir. :D Dan bener banget kalau yang makan tempat itu laptop, jadi persoalan banget nih sekarang karena sebagian besar armada pesawat dalam negeri sudah memberlakukan bagasi berbayar. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau masih layak pakai jangan dibuang mas, hihi ~ apalagi kalau kaos tersebut punya banyak cerita 😎 untung mas nggak sering beli kaos ya, jadi nggak perlu menghadapi dilema 😂

      Memang paling enak kalau traveling itu bawa secukupnya, apalagi kalau kita nggak punya asisten yang mau membawa barang kita ke mana-mana ðŸĪĢ hehe, soalnya lelah juga harus bawa sesuatu yang berat ~

      Tapi ada banyak sahabat saya yang lebih suka bawa barang lengkap karena memang hobinya gonta ganti fashion style sesuai lokasi tujuan, and nothing's wrong with that. Ini hanya soal preferensi saja 😎 selama sama-sama nyaman 😆🙌

      Iya mas, laptop itu sudah 'makan' kiloan sendiri ~ that's why saya bawa pakaian sedikit saja yang penting laptop bisa masuk juga 😂 padahal kadang saya pakai pesawat full service, tapi tetap malas taruh koper saya di bagasi, entah kenapa lebih compact rasanya kalau saya bawa ke kabin ðŸĪĢ

      Delete
  2. Mbaaa, saya ga suka window shopping tapi kok suka numpuk barang yaa. Hahaha.

    Tahun ini saya niat banget mau decluttering. Selalu terinspirasi sama tulisan yg membahas ini. Nonton Youtube pun suka yg hidup minimalis.

    Pelan2 saya mau belajar. Tapi kadang runtuh liat diskonan, hahaahaha. Niatnya belum kuat banget kali ya. Niat. Niat. Niat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wajar mba, saya dulu banget juga termasuk yang suka koleksi barang 😎✌ cuma sekarang semakin bertambah usia, semakin merasa kalau saya nggak butuh banyak hal ~ hehehe. Kalau mba masih suka menumpuk barang, it's okay kok karena bisa jadi itu memberikan kepuasan tersendiri untuk mba dan itu nggak salah 😁

      Semisal mba ingin pelan-pelan decluttering, dimulai dari baby step dulu saja mba agar nggak overwhelmed dengan situasi yang di depan mata. So, mba bisa enjoy saat melakukannya 😍 SEMANGAT mbaaa! Pasti bisa 💕

      Delete
  3. Saya juga... Baju ya gitu-gitu aja, sepatu cuma punya 2 (kets sama flat shoe), sendal cuma 1, itupun jepit ðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢ.

    Justru yang banyak art materialnya.. aku bingung gimana declutternya. Kadang tetiba bahan materialnya dibutuhkan. Huhuhu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasanya begitu ya mba, yang berhubungan dengan pekerjaan justru lebih banyak especially art materials, pasti perintilannya buanyaaaak bangats ðŸĪĢ

      It's okay kok mba, selama memang butuh, apalagi kalau untuk sample dan jualan, masa mau dibuang 😎

      Delete
    2. By the way ini ewafebri.. hahaha.. Ngadminin beberapa Blog, jadi lupa "saya ini siapa ?". Hihihi... Maafkan.

      Delete
    3. Oalah, Aneka Warna itu olshopnya mba Evva 😆 saya kira siapa, pantas saya bingung perasaan nggak pernah BW ke blog itu hihi ~ sukses ya mba business-nya 😍

      Delete
  4. Kalo aku kayaknya bukan hidup minimalis, soalnya baju dan kaos saja setumpuk mbak, biar ngga bosan soalnya bajunya itu-itu saja.

    Tapi sebenarnya kalo dipikir ² sebenarnya baju dan kaos yang aku sering pakai yang itu-itu saja, kadang malah istri saya yang muter biar baju yang lama kepakai.😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masnya ambil baju paling atas doang ya? Makanya itu itu saja yang dipakai 😂 hehehehe.

      It's okay mas, selama masih nyaman dengan semua yang dipunya, nothing's wrong with that 😁

      Delete
    2. Lha kok tahu, mbak Eno punya kemampuan indigo ya.😂

      Iya, kadang kalo dipikir kok sepertinya terllau banyak, apalagi kalo baju yang lama kekecilan, paling dijadikan lap.😂😂😂

      Delete
    3. Saya juga diajarkan ibu saya kalau baju sudah lama banget dan nggak layak lagi, better dipotong persegi untuk dijadikan kain lap hehehe. Biasanya material baju itu bagus untuk lap-lap 😂

      Delete
    4. Apa orang tua sama ya cara didiknya, kok ajarannya sama dengan emak saya.😂

      Delete
    5. Iya mas, sepertinya ortu jaman dulu mirip-mirip cara mendidik anak-anaknya 😁🙌

      Delete
  5. Aku diantara keduanya, minimalis banget ya enggak, tapi kelebihan juga ga suka... Ditengah"nya.untuk urusan rumah sih aku termasuk suka printilan tpi yg imut"sesuai ama rumah yg jg minimalis ,kalo pergi" aku termasuk orang yng anti ribet, kalo bisa bw ransel aja, tapi untuk pergi yg rada lama aku cuma bw 1 koper yg ukuran sedang, semua barang aku masukin, dan 1 tas selempang kecil, make up dan peralatan jg yg simpel aja,,, baju demen yg casual kyk jeans ama kaos panjang
    berhubung aku pk hijab ato kemeja, pake sepatu teplek ato sepatu kets doank...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang paling enak yang sedang-sedang saja ya mba, alias secukupnya dan sebutuhnya 😁

      Kalau pergi bawa banyak barang itu kadang ribet banget, belum lagi nanti semisal overweight tasnya 😂 haduuuh bisa stres ahahahaha ~ tapi apapun style dan pilihan kita, yang penting tetap nyaman ya mbaaa 😍🙌

      Delete
  6. Saya juga (merasa) diri saya minimalis, saya nggak suka kalau lemari saya penuh, sulit ambil bajunya soalnya, jadi hampir sebulan sekali saya sortir pakaian khususnya pakaian anak.

    Sebelum bikah, seingat saya kamar kos saya hanya penuh dengan buku.
    Setelah nikah saya bete karena kayak tinggal di tempat pemulung, heran saya sama suami, barang-barang ga dipakai yang saya buang eh diambil lagi dan dikumpulkan di depan gitu, mana banyak ular hhh...

    Curcoolll hahaha.

    Meskipun demikian, gak enaknya saya tuh mudah terayu oleh sesuatu yang lucu, setelah sortir baju. kalau liat baju lucu beli lagi, terus yang lama dibuang lagi, malah makin boros hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada memang mba, orang yang seperti suami mba, susah buang barang hehe. Ortu saya juga begitu, selalu mengumpulkan barang yang padahal kalau dipikir pikir sudah nggak diperlukan lagi 😂

      Eniwei, normal banget kalau kita kegoda sama yang lucu-lucu, hahahaha, karena kadang saya pun kegoda juga, makanya kecolongan sekali dua kali ~ 😁✌ however sekarang saya berusaha untuk pasang rem lebih pakem daripada sebelumnya, biar dompet nggak juebol ðŸĪĢ

      Delete
  7. samaa mbaa,, menurut ku yaa, aku juga minimalis. seperti pakaian juga jarang beli dan terkadang kalo udah sukak sama 1 pakaian, pasti bakal dipakai terus.

    sampai-sampai ada netizen yang bilang "pakai baju itu muluk sih, kayak gak punya duit aja buat beli baju yang lain" duhh, ampuunn dahhh.. netizen maha bener..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cuci kering pakai juga ya mba? ðŸĪĢ

      Duuuh ada-ada saja sampai begituan pun dikasih komentar sama netizen. Sabar mba Thya, nggak apa-apa namanya juga punya prioritas lain. Yang terpenting bajunya masih layak pakai dan mba juga nyaman memakainya. Why not 😍💕

      Delete
  8. Awalnya aku mengira diriku ini cukup minimalis, karena pada dasarnya nggak suka numpuk barang. Tapi kalau udah nengok koleksi buku di rak maupun yang udah disimpan di gudang, busettt kok banyak amat yak ðŸĪĢ belom lagi perintilan anak dari bayi sampai sekarang, kebanyakan hadiah yang nggak terpakai, sebagian udah kujadikan kado lagi, sisanya entah mau diapakan huhu

    Kalau aku tantangannya tuh di makanan (food waste), suka kalap beli ini ujung-ujungnya nggak kemakan. Jujur aku tuh sampai udah nggak ada rasa "sayang" kalau buang makanan, padahal ini kebiasaan buruk banget kan. Akhirnya, sekarang lagi belajar untuk lebih rajin nyusul meal plan dan bikin grocery list biar nggak kalap di supermarket hihi

    Tentang minimalism ini lagi kupelajari banget nih, kok menarik yaa konsep gaya hidupnya (:

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga dulunya koleksi banyak buku mba Jane, sebelum berpaling ke ebook karena lebih mudah dibawa ke mana-mana dengan banyak pilihan bacaan dalam satu tablet ðŸĪĢ alhasil buku-buku lama koleksi saya beberapa saya kasih ke orang dan beberapa lagi masih saya simpan di dalam box agar nggak mudah debuan 😁

      Nah, saya juga termasuk yang awalnya hobi beli bahan makanan dalam jumlah terlalu banyak karena dulu prinsipnya lebih baik berlebih daripada kekurangan. Tapi semakin ke sini semakin sadar kalau cara pikir saya salah, alhasil saya pun sama seperti mba Jane mulai menerapkan meals plan agar tau saya butuh material apa dalam jumlah secukupnya 😎

      Semangat untuk kita mba 😍🙌

      Delete
  9. kalau aku ga jelas, hahaha
    AKu sumpek kalau lihat hal-hal berantakan tapi terkadang aku suka di luar kontrol, cuma sekarang sudah lumayan terkontrol. Cuma, anakku suka numpuk sampah (entah apalah dijadiin mainan trus disimpan ga boleh dibuang, hahaha)

    Nyerah kalau punya anak kecil, apalagi kalau dia ingin daur ulang hal-hal yang nurut aku sampah buat dia itu mainan, xixixixi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aahahaha lucunya Zafaaaa, nggak apa-apa mba, kreatif-nya Zafa mungkin ada ditumpukan yang menurut mba itu adalah sampah 😁 kalau kata iklan, nggak kotor nggak belajar 😂

      Delete
  10. Ah bener banget itu quotesnya joshua. dulu Aku termasuk yang suka numpuk barang terutama di dalem laci meja kerja, semuanya masuk di situ. Tapi lama kelamaan ya gak betah sendiri, malah jadi risih liatnya hehehe. Emang paling enak kalo punya barang yang bener bener di perlukan aja.

    Thanks kak..creameno tulisannya selalu seru ✌

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama dong seperti saya, entah kenapa suka sekali menumpuk perintilan di laci meja kerja. Especially stationery dan teman-temannya 😂 untung sekarang sudah saya bersihkan dan nggak lagi-lagi gampang belanja cuma karena lucu doang 😁

      Thanks juga mba Reka, sudah berkunjung 😍

      Delete
  11. Oh I love your style! This is it! The kind of lifestyle that I want to live. Having minimum stuffs as living with a lot of traveling chances. You go your way girl, it's cool to travel with just enough baggage. And it's also cool to have enough clothes and shoes in your closet. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you mba Intan, sebenarnya saya masih belajar untuk kontrol diri agar nggak kalap mata 🙈 Thankfully, pelan-pelan bisa lebih minimalis sekarang 😁

      Delete