Walk Around Central | CREAMENO

Pages

Walk Around Central

I took a lot of taxi photos while in Hong Kong ๐Ÿ˜†

Selain pergi ke tempat wisata terkenal seperti Disneyland, gue sering 'get lost' mengikuti arah kaki melangkah hanya untuk melihat bagaimana kehidupan warga lokal, maupun untuk mencari cafe cantik di pinggir jalan ๐Ÿ˜ Kadang, tanpa sadar, gue bisa jalan kaki 5 - 10 km jauhnya sambil sesekali berhenti untuk ambil foto dan menikmati pemandangan yang ada di depan mata ๐Ÿ˜

One from so many buildings that caught my attention ๐Ÿ˜

Waiting ๐Ÿ˜ฌ✌

Seems he wanna give surprise to someone that he loves ๐Ÿฅณ

Menurut gue, Hong Kong selalu punya cerita. Gue bisa duduk dua jam lamanya di sebuah cafe, dengan spot menarik, dan mempelajari gerak-gerik orang-orang di sekitar ๐Ÿ˜† Nggak jarang gue pun tenggelam dalam pikiran gue sendiri saat memperhatikan mereka dan bertanya dalam hati, "Apa kira-kira yang mereka pikirkan?" -- kenapa mereka terlihat sangat bahagia?

Walking and keep walking ๐Ÿคช

In between ๐Ÿ’•

Small alley ๐Ÿ˜

Memang mudah menilai hidup seseorang dari apa yang kita lihat saat mereka menampilkannya. Padahal, bisa saja yang ditampilkan hanya 0,005% dari hidup mereka ~ Gue bahkan pernah (for reaaal!), duduk di samping mba bule cantik yang terlihat bahagia sedang sibuk komunikasi lewat telepon dan sayup-sayup gue dengar percakapan dia yang ternyata sedang stres mempersiapkan divorce-nya ๐Ÿ˜ฑ Kalau kata om John Lennon, "The more we see, the less we know for sure." ๐Ÿงก

Another taxi ๐Ÿ˜†

You guys should visit LA CABANE ๐Ÿ˜

Never get enough ๐Ÿฅณ

That's why, dari banyak perjalanan yang sudah gue lakukan, gue kembali belajar, untuk melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang. Termasuk perjalanan gue ke Hong Kong yang seperti gue bilang sebelumnya, selalu punya cerita ๐Ÿ˜ฌ Nah, foto-foto di atas adalah beberapa koleksi foto yang gue dapat saat berjalan kaki menyusuri distrik cantik di Hong Kong Central ๐Ÿ˜๐Ÿ’•

24 comments:

  1. Meskipun nggak bisa secara mendalam, setidaknya jalan kaki bisa bikin kita tahu gambaran umum di suatu tempat. Apalagi kalau jalannya ke tempat-tempat "sehari-hari," bukan yang artifisial yang sengaja dibikin buat turis.

    Btw, waktu Mbak Eno ke sana, apakah masih ada aksi di Hong Kong? Dengar-dengar Hong Kong demonstrasi sedang sering di sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas, jalan kaki bisa membuat kita lebih tau gambaran umum daerah yang kita datangi dan kebetulan saya justru suka banget jalan ke area yang lokal agar bisa lihat secara langsung bagaimana orang lokal menjalani hidupnya sehari-hari ๐Ÿ˜ฌ

      Waktu saya ke sana awal Januari kemarin, nggak ada aksi demo sama sekali mas. Semua aman terkendali ~ ๐Ÿ˜

      Delete
  2. Semuanyaaaa menarik!

    Tapi serius saya penasaran, itu editnya gimana sih sampai semua foto yang ditampilkan tuh terasa banget kalau hidup, hanya saja sedang membeku gitu jadi diam.

    Saya kalau edit foto itu kok jatuhnya kalau nggak terang banget ya kontras banget kek siang bolong pakai lampu ratusan watt hahahaha.

    Foto-foto di atas eh dan rasanya di semua postingan yang ada di blog ini tuh rasanya ikut hidup, semacam menceritakan kelanjutan dari tulisannya..

    Btw i love that moment!
    Pengen banget kayak gitu some day, nggak jauh-jauh, di kota sini juga, pengen gitu suatu waktu bisa jalan kaki menjelajah, meski sudah sering dilewati naik kendaraan, kalau jalan kaki itu beda, terasa banget kita mengenal tempatnya, mengenal populasi lain.

    Ini juga terjadi kalau kita naik kendaraan umum.
    saya sering kali semacam terhibur saat sedang naik bus kota Suroboyo Bus, ada banyak kisah yang bisa saya lihat sambil menikmati perjalanan :)

    Dan btw, betul sekali, apa yang kita lihat hanya sepersekian aja dari kenyataan hidup seseorang.
    Itu mengapa kadang miris gitu ya ada stranger yang sukanya menghakimi, padahal kenal aja enggak, baru sekali ketemu pulak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Editnya nggak macam-macam mba, hanya diatur contrast dan exposurenya serta colornya saja ๐Ÿ˜ฌ soalnya saya juga nggak terlalu jago untuk editing warna ๐Ÿคฃ

      Saya juga ingin banget jalan-jalan di Surabaya, walau hanya sekedar duduk di cafe or coffee shop. Hihi. Sepertinya Surabaya menarik sekali kuliner dan taman-tamannya ๐Ÿ˜ beberapa waktu lalu kebetulan saya sempat mampir Surabaya sebentar, dan had so much fun di sana mbaaa ~

      Terus saya pun ingin sekali naik kereta meski hanya sebentar atau jalur pendek saja, penasaran bagaimana kereta sekarang. Setelah baca banyak cerita di blog teman lainnya, semakin ingin coba naik kereta ๐Ÿ˜ karena terakhir kali sudah lama sekali sebenarnya.

      Semakin ke sini, memang semakin mudah sepertinya untuk menghakimi satu sama lainnya. Mungkin karena paparan kehidupan seseorang itu lebih mudah terlihat bahkan dari layar handphone pun bisa. Saya pun masih terus belajar untuk lebih baik dan nggak seenaknya menilai kehidupan seseorang dari apa yang saya lihat ๐Ÿ˜ฌ semoga kita bisa terus upgrade kualitas diri kita ya mba ๐Ÿ’• sama-sama belajar ๐Ÿ˜๐Ÿ™Œ

      Delete
    2. Waahh serius cuman edit-edit sederhana? berarti emang udah punya default di pikiran kali ya, kalau pas nya itu seberapa, soalnya hampir semua fotonya itu sama loh tone-nya, kayak tampilan-tampilan IG zaman now, disamain tone nya.

      Tapi beda banget kalau di IG cuman foto, jadinya ya enak dilihat aja, di sini kan ada kisahnya, jadinya lebih hidup. :D

      Btw ayo ke Surabaya :D

      Saya juga pengen naik kereta, jujur saya naik kereta baru 2 kali, pulang pergi Bandung - Surabaya, belasan tahun lalu, saat kereta masih nggak enak banget hahahaha.

      Udah sering gitu saya ngomong ke pak su mau jalan-jalan pakai kereta, ke Solo kek, kan ga jauh-jauh banget tuh, tapi ujung-ujungnya pak suami pengennya bawa kendaraan sendiri, biar nggak ribet bawa barangnya katanya, ckckckckc

      Padahal kan pengen nikmati keretanya, biar beda gitu hehehe

      Delete
    3. Sudah ada angka defaultnya mba, biar tone-nya sama satu dengan yang lainnya jadi enak dilihat (minimal sama mata saya, ahaha) ๐Ÿ˜‚ memang lebih enak baca blog ya mba, saya juga merasakan hal yang sama, karena dari blog teman-teman, saya bisa membaca cerita, bukan hanya foto-foto saja ๐Ÿ˜

      Saya pun nggak ingat sudah berapa kali naik kereta, tapi bisa dibilang pengalaman naik kereta saya di Indonesia itu nggak banyak. Padahal pemandangan alamnya juga nggak kalah ciamik kalau dilihat-lihat ๐Ÿ˜† semoga one day kita bisa dapat kesempatan untuk naik kereta mbaaa, meski jarak dekat sudah pasti senang ๐Ÿ˜

      Tapi memang saya juga berpikir bawa mobil sebenarnya lebih simple kalau bawaannya banyak ~ apalagi kalau jaraknya nggak begitu jauh karena sekarang sudah ada ruas tol Jawa kan mba ๐Ÿ˜ however, sesekali naik kereta akan jadi pengalaman berharga sepertinya ๐Ÿ˜†✌

      Delete
  3. Observasi juga hal yang paling menarik dan saya suka. Hihihi.. Bukan untuk judging pastinya. Cuma emang saya memperhatikan saja. Kadang kalo kurang kerjaan, saya jadikan model bikin karakter doodle baru di journal. Hahhaha..

    Yang membawa boneka dan balon yang paling menarik. Penasaran aja, dia itu kurir ? Beliin buat anaknya ? Buat ponakannya ? Buat anak-anak panti ? Buat pacarnya ? Buat isterinya ? Buat siapa ? Hahhaha... *Kepo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Observasi selama bukan untuk judging nggak masalah kok mba, selama nggak membuat orang yang kita observasi jadi nggak nyaman karena kita lihat terus-terusan ๐Ÿ˜ฌ kalau bisa lihat sekilas saja ehehehehe.

      Saya juga penasaran, mas itu bawa boneka besar dan balon sebegitu banyaknya untuk apa. Tapi saya rasa itu untuk event semacam surprise yang mau dikasih ke orang yang mungkin mas itu sayang ๐Ÿ˜† soalnya saya lihat ada tulisan semacam 'I love you' di sana. So sweet, yaaaa ๐Ÿ˜

      Delete
  4. interesting, someday i wanna go to Hongkong after read this. When i was child Hongkong called "mafia macao" for joke? hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. I wish you can visit Hong Kong as soon as possible ๐Ÿ˜

      I never know about the nickname, hihi. But it can be true for some reason. Maybe we should search about it for more informations ๐Ÿ˜

      Delete
  5. Of course the buildings! Aku juga suka dengan bangunan-bangunan di Hong Kong. Old but gold, tapi bangunan modernnya juga apik sih ya ๐Ÿ˜ Tentang si mbak bule itu sedih juga ya. Kalo kata quote yang pernah kubaca, apa yang kita lihat dengan mata itu bukan yang 'real', karena manusia cuma memperlihatkan apa yang ingin mereka tunjukkan *tiba-tiba deep*

    Mbak, nulis buku dong tentang perjalanan, kayaknya seru deh baca cerita lengkap pengalaman traveling Mba ke sana ke mari.

    ReplyDelete
    Replies
    1. TOOOOOSSS mbaaa ๐Ÿ˜†๐Ÿ™Œ

      Buat saya, buildings-nya Hong Kong itu interesting banget. Entah kenapa nggak pernah bosan melihatnya ๐Ÿ˜ bahkan sekedar duduk di Victoria Peak sambil lihat buildings pun bisa membuat saya puas ๐Ÿคฃ

      Iya, saya jujur kaget juga karena mba bule itu looks really happy, stunning, dan effortless ~ sepertinya hidupnya happy always dan tanpa beban. Tapi waktu saya dengar percakapan mba bule tersebut, saya jadi sadar, kalau semua orang pasti punya masalah. Kitanya saja yang nggak lihat. Jadi sudah sebaiknya nggak asal judge cuma karena yang terlihat dari luar bahagia, belum tentu di dalamnya nggak ada duka ๐Ÿ˜Š

      Waduuuh belum kepikiran untuk tulis buku mba, karena saya merasa tulisan saya sebenarnya nggak menarik-menarik amat ๐Ÿ˜‚ mba Jane duluan dong tulis buku, nanti saya pasti beli dan bacaaaa ๐Ÿ˜๐Ÿ™Œ

      Delete
  6. Iya sih, memang paling mudah melihat apa yang orang tampilkan dalam keseharian, padahal mungkin yang dilihat itu bukan aslinya.

    Bisa saja orang terlihat bahagia jalan kaki, padahal dia lagi pusing mikirin keluarga atau kebutuhan.

    Btw, jauh juga tuh jalan kaki 5-10 km, apa ngga pegel ya? ๐Ÿ˜ณ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa jadi mas, hehehe ~ semoga saya bisa lebih bijaksana dan nggak mudah menilai seseorang hanya dari apa yang terlihat di luar saja yaaaa. Doakan mas ๐Ÿ˜ฌ

      Sebenarnya 5 - 10 km itu jauuuuuh, apalagi saya gampang lelah dan emosi kalau kepanasan ๐Ÿ˜‚ alias sering misuh misuh sendiri hehehe. That's why, saya baru mau jalan jauh kalau sedang musim dingin, dan itu saya pasti mampir mampir kok mas jadi nggak pegal. Semisal jalan 1 km terus mampir cafe. Jalan lagi 1 atau 2 km terus mampir coffee shop ๐Ÿคฃ pulang-pulang langsung penuh perutnya kebanyakan makan dan minum AHAHAHA ๐Ÿคช

      Delete
    2. Hahaha, berarti kalo pulang ke Jakarta bisa tambah ndut soalnya kan macet terus, karena ngga sabar di mobil, akhirnya turun jalan kaki dan tiap 1km makan atau ngopi dulu.๐Ÿคฃ

      Delete
    3. Justru kalau di mobil nggak begitu berasa capenya jadi belum pernah sampai berhenti-berhenti di jalan cuma demi makan ๐Ÿคฃ kecuali kalau jarak jauh, paling 1x mampir rest area. Nggak sampai~lah setiap 1 km makan ๐Ÿ˜†

      Delete
  7. Tentang jalan kaki di Hong Kong ini saya juga punya pengalaman menarik, karena selalu disapa sama mbak-mbak BMI (TKW) yang ramah-ramah dan kadang ngasih tahu arah atau tempat makan yangenak & halal.
    Setelah ngobrol dengan beberapa dari mereka, rupanya mereka juga menyimpan beban berat kehidupan. Semua tersimpan di balik senyuman.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru ya mba, apalagi bisa ketemu another Indonesian di negara orang ๐Ÿ˜ฌ senang rasanya hehehehe ~

      Menurut saya hidup di negara orang memang lebih berat daripada di negara sendiri, meski dari luar terlihat enak tapi tentu saja berjauhan dari ibu pertiwi itu nggak selalu asik ๐Ÿ˜

      Delete
  8. taxi itu belum pernah berubah dari 2003 ya? masih warna merah dan jenis mobil yang sama? Hahahaha.

    AKu pun kalau ke tempat baru suka memperhatikan orang-orang di sekitarku. Cuma kalau ada teman aku ga focus, focusnya ngobrol. Kalau sendirian bener-bener melakukan perenungan. Baisanya aku dapat ide atau pemikiran terhadap sesuatu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Taxi-nya dari dulu sama mba ๐Ÿ˜
      Tapi tetap cantik entah kenapa, haha.

      Saya juga kalau sama teman kadang nggak fokus, tapi kadang pun meski pergi berdua pasangan atau dengan teman dan keluarga, akan ada momen di mana hanya duduk saja sambil diam dan merenung sejenak menikmati suasana ๐Ÿ˜‚ especially karena saya lebih banyak mendengarkan tipenya hehehe.

      Delete
    2. Aku suka dengan teman yang banyak mendengarkan tapi pasti akan bikin aku sungkan, endingnya diem-dieman, lho! hahaha

      Delete
    3. Biasanya jadi diam karena kehabisan topik pembicaraan ya mba? Hahaha. Mana biasanya yang lebih suka mendengarkan itu kadang nggak punya topik pembicaraan ๐Ÿ˜‚ seperti saya ini contohnya ~ sering bingung mau bahas topik apa ๐Ÿ˜

      Delete
  9. Komposisi warga lokal Hong Kong itu beragam, ya mbak? Tidak melulu orang China, ada juga orang India, bahkan bule kaukasia, ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, banyak sekali ekspatriat di sana dari berbagai negara ๐Ÿ˜ Namun untuk lokalnya masih tetap didominasi oleh warga keturunan Tiongkok sepertinya ~

      Delete