Yangon City Hall | CREAMENO

Pages

Yangon City Hall


Selain Sule Pagoda, gue sempat lihat Yangon City Hall yang letaknya di depan Maha Bandula Park. Jadi, Myanmar (Burma) salah satu kolonial Inggris dulunya, dan City Hall ini dibangun saat nasionalisme orang Myanmar berkobar pada tahun 1925 😄 Namun dalam pembangunannya, Myanmar sempat terkendala banyak masalah akibat Perang Dunia II.

Untung pembangunan City Hall akhirnya selesai, and for your infos, based on sejarah yang gue baca, arsitek dari City Hall adalah orang Myanmar bernama U Tin yang sukses mengaplikasikan keindahan Myanmar pada bangunannya meski tetap ter-influence Inggris pada masanya 😉


That's why, City Hall sering disebut sebagai 'The Finest Example of Myanmar Architectural' oleh masyarakat 😁 Sampai sekarang City Hall masih dipakai untuk Yangon City Development Committee (YCDC) lho kawan. Dan, di samping City Hall ada AYA BANK, salah satu bank besar di Myanmar. AYA BANK memakai bangunan peninggalan Inggris yang masih layak 😍

Read: Sule Pagoda


Berhubung gue hanya bisa lihat bangunannya dari luar, jadi gue nggak tau isi dalamnya apa 😂 Tapi yang pasti, bangunan City Hall ini memang bagus dan megah, agak mirip-mirip bangunan Maroko konsep desainnya (apa perasaan gue doang?) ðŸĪŠ Eniho, gue lihat City Hall dari Maha Bandula Park, tempat yang sama untuk melihat Sule Pagoda ~ ini taman betul-betul pusat dari banyak bangunan klasik bersejarah 😍 And me like it pokoknyah!

Yangon City Hall
Maha Bandula Road, Yangon
Myanmar [ +95 1 543 217 ]

14 comments:

  1. Mungkin gedung di kota tua Jakarta dulu, mirip kayak AYA Bank gitu ya.. ? Khas ala2 eropa bentuknya. Saking aja yang di sini udah pada hancur. Hahaha..

    Bagian ujung gedung juga ada bentuk pagodanya meski kecil. Jadi ciri khas bangunan di sana ya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, kalau AYA Bank gedungnya mirip-mirip sama gedung peninggalan Eropa di Kota Tua 😆 cuma yang City Hall lebih mirip gedung di Maroko kalau sepintas 😁

      Konsep arsitektur Burma (Myanmar) memang sepertinya pakai semacam mini Pagoda di sudut-sudut bangunan. Tapi kurang tau itu secara menyeluruh, atau hanya beberapa bangunan yang menggunakan konsep demikian. Soalnya nggak banyak lihat gedung klasik di Myanmar yang menggunakan desain serupa 😍 bisa jadi, memang itu hasil buah pikiran sang desainer saja ~

      Delete
  2. Mungkin Yangon City Hall mirip dengan kota tua Batavia di Jakarta kali ya mbak, soalnya banyak bangunan tua nya yang terawat.

    Menurutku sih bangunan di city hall ngga mirip bangunan di Maroko, tapi mirip di wakanda mbak..😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, too bad saya belum pernah lihat Wakanda ðŸĪĢ nggak mengikuti filmnya jadi kurang tau bentukan Wakanda seperti apa (hanya pernah dengar saja orang-orang bahas Wakanda) 😁

      Mungkin iya mirip hehehe 😄✌

      Delete
    2. Kalo mau lihat wakanda harus ijin dulu sama iron man dan black panther..😄

      Itu cuma negeri fiksi mbak, kayak negeri dongeng di cerita majalah bobo..😂

      Delete
    3. Oh Iron Man 😂

      Saya kebetulan nggak mengikuti filmnya ~ maaf jadi nggak bisa paham yang mas Agus bahas ðŸĪĢ dulu waktu muda sometimes masih oke lihat film super hero, tapi semakin ke sini semakin nggak sanggup kalau dibuat kaget (deg-degan) yang ada emosi sendiri 😂 alhasil jadi nggak melihat film super hero lagi hehehehe ✌

      Delete
  3. Serius deh, liat fotonya, kayak lagi berada di Surabaya, di dekatnya tugu pahlawan, banyak banget bangunan kayak gitu.
    Memang sih arsitekturnya detailnya agak beda, kalau nggak salah di Surabaya itu kan peninggalan Belanda, tapi bangunannya mirip-mirip deh.

    Oh ya selain Yangon City Hall itu sih, megah banget itu mah.

    kalau dilihat-lihat, yang membedakan arsitektur zaman dulu itu cuman detail luarnya aja deh, tapi struktur bangunan utamanya kayaknya mirip-mirip di semua negara ya (sotoy hahaha)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mirip-mirip memang mba, mungkin karena sama-sama banyak bangunan peninggalan Eropanya 😁

      Kalau di Indonesia mostly kan dari Belanda, hanya sedikit yang Inggris. Tapi feelnya memang nggak beda jauh sama yang di Myanmar 😆 dan betul kata mba Rey, yang membedakan sepertinya di detailnya karena strukturnya hampir mirip semua. Sama-sama tinggi menjulang dan megah 😂

      Delete
  4. Untuk ukuran ibu kota negara, kayaknya Yangon keliatan sepi, ya? Jalannya besar tapi mobilnya sedikit. Apa karena transportasi publiknya bagus?

    Bangunan-bangunannya juga keren, kayak di kota-kota di Malaysia. Sudut Yangon kayak di foto nomor 3 itu malah mirip jalan di Penang. Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang agak sepi mas kalau dibandingkan yang lain, tapi by the way setau saya ibu kota Myanmar sudah bukan di Yangon lagi ~ dan di Yangon nggak boleh ada sepeda motor, hanya mobil saja jadi mungkin karena itu terlihat rapi lalu lintasnya 😁

      Untuk transportasi publik masih standar bus, dan taxi, jadi belum yang maju banget, tapi masyarakat Yangon sendiri sepertinya menggunakan bus dengan baik jadi itu bisa jadi alasan juga kenapa nggak banyak kemacetan di sana sini 😄 CMIIW.

      Iya, kalau saya mau samakan, memang Yangon ini masih lebih mirip Penang akan kesederhanaannya dan banyaknya historical building di sana. Tapi in some part of Yangon, tetap sih ada area residential yang lebih mirip sama India karena terlalu padatnya 😆✌ dengan tumpukan apartment-apartment tinggi menjulang tapi tua-tua umurnya, dan jalanan yang super ramai dengan orang lokal lalu lalang. Saya sempat kesasar soalnya, jadi masuk ke area residen yang nggak ada turisnya 😅

      Delete
  5. Mbak, aku ketinggalan juga postingan ini ya?
    Sungguh seri ini perjalanan meski singkat ke tempat-tempat bersejarah. Dulu aku kurang tertarik dengan tempat-tempat seperti ini akan tetapi makin kesini aku semakin suka.

    Apalagi jika ada informasi tentang pengaruh-pengaruh budaya di sebuah bangunan. Yang pastinya ga selalu dari segi fungsi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perjalanan saya ke Myanmar memang super singkat mba, jadi nggak main ke banyak tempat. Meski begitu saya tetap puas, karena belajar banyak 😆

      Dulu saya juga nggak suka sama sejarah, paling malas kalau sudah ada pelajaran sejarah maupun pelajaran yang harus menghapal lainnya. Tapi sekarang, saya baru sadar, belajar sejarah itu bukan dihapal melainkan dipahami ceritanya. Hahahaha 😂 kalau saja saya sudah memahami hal ini dari lama, mungkin nilai sejarah saya akan bagus pada masanya. Penyesalan memang datang belakangan ðŸĪĢ

      Delete
  6. Mbak kapan ke Myanmar? aku plan 2020 ke sana eh koroncess.... sedih bgt :( duh aku tu mau ke Bagan naik Balon udara hahahahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya ke Myanmar sudah tahun lalu mba 😁 tapi cuma sebentar karena tujuannya bukan jalan-jalan, jadi belum bisa explore banyak 😂 saya pun ingin lihat balon udara di Bagan, hahahaha semoga si Coro cepat hilang ya mba Fathia agar kita bisa yalan-yalan ke tempat yang kita inginkan 😍

      Delete