Yangon High Court | CREAMENO

Pages

Yangon High Court


Setelah puas memperhatikan Sule Pagoda dan City Hall, gue pun berkeliling menelusuri sisi lain dari Maha Bandula Park yang notabene super besar πŸ˜‚ nah, di salah satu sisi lainnya, gue melihat bangunan besar berwarna merah which is mirip dengan bangunan khas peninggalan Inggris dan ternyata itu adalah Yangon High Court (yang terakhir kali digunakan pada tahun 2006) πŸ˜„ arsitek dari Yangon High Court adalah James Ransome dan beliau mengusung gaya arsitektural Queen Anne Revival pada bangunan Yangon High Court dengan ciri khas jam besar dan batu bata berwarna merah 😍
After learned about Sule Pagoda and City Hall, I went around exploring the other side of Maha Bandula Park and actually the park is super big πŸ˜‚ on another side of the park, I saw a large red building which is similar to typical British heritage buildings and it turns out, the building was used as Yangon High Court (until 2006) πŸ˜„ The architect of Yangon High Court is James Ransome and he carries the Queen Anne Revival architectural style to Yangon High Court building with the characteristics of large clocks and red bricks.
술래 νŒŒκ³ λ‹€μ™€ μ‹œμ²­μ— λŒ€ν•΄μ„œ μ•Œμ•„λ³΄κ³  λ‚˜μ„œ λ§ˆν•˜λ°˜λ‘˜λΌ 곡원 λ‹€λ₯Έμͺ½μ„ λŒμ•„λ‹€λ…”μ–΄μš”. 곡원이 정말 ν¬κ±°λ“ μš” πŸ˜‚ 곡원 λ‹€λ₯Έμͺ½μ—μ„œ μ €λŠ” μ „ν˜•μ μΈ 영ꡭ λ¬Έν™”μœ μ‚° 건물과 λΉ„μŠ·ν•œ μ»€λ‹€λž€ λΉ¨κ°„ 건물을 λ΄€μ–΄μš”. 건물은 μ–‘κ³€ κ³ λ“± λ²•μ›μœΌλ‘œ μ‚¬μš©λ¬μ–΄μš”(2006λ…„κΉŒμ§€) πŸ˜„ μ–‘κ³€ κ³ λ“± λ²•μ›μ˜ κ±΄μΆ•κ°€λŠ” James Ransome으둜 Queen Anne Revival의 μ»€λ‹€λž€ μ‹œκ³„μ™€ 뢉은 벽돌 이 νŠΉμ§•μΈ 건좕 μŠ€νƒ€μΌμ„ κ°€μ Έμ™”μ–΄μš”


Bangunan Yangon High Court ini menurut gue paling menarik untuk dilihat dibanding yang lain, dan merupakan bangunan yang paling banyak dijadikan background foto oleh orang lokal dan para turis πŸ˜†✌ waktu gue ke sana, gue melihat banyak sekali orang yang berdiri di depan Yangon High Court untuk sekedar foto-fotoan bahkan sampai ada yang rela menunggu demi mendapatkan foto sempurna bin paripurna dengan gaya andalan masing-masing πŸ˜‚

And yes, seperti yang gue bilang pada paragraf pertama, Yangon High Court juga masih bagian dari area Maha Bandula Park. So, sekali mendayung di Maha Bandula Park, langsung 3 bangunan terlampaui. Cocok bangets kan, untuk traveller pemalas macam gue yang maunya santai 🀣 gue pun cukup puas duduk-duduk di area Maha Bandula Park karena memang ada banyak hal yang bisa gue lihat, termasuk interaksi orang-orang lokal di sana 😁✌
Yangon High Court building in my opinion is the most interesting building to see compared to others, and the building is most used as a background photo by local people also tourists πŸ˜†✌ when I went to Yangon High Court, I saw a lot of people standing in front of Yangon High Court did some photographs and those people were willing to wait to get their perfect photos πŸ˜‚

And yes, as I said in the first paragraph, Yangon High Court is also a part of Maha Bandula Park area. So, once we walked around Maha Bandula Park, three buildings were immediately surpassed. Really suitable, for lazy travellers like me who want to relax 🀣 and I was quite satisfied even when I only sat down in the area of Maha Bandula Park because there are many things that I could see, including the interaction between local people 😁✌
μ–‘κ³€ 고등법원은 제 생각에 λ‹€λ₯Έ 건물보닀 λ³Όλ§Œν•œ κ±΄λ¬Όμ΄μ—μš”. κ·Έλž˜μ„œ ν˜„μ§€μ—¬ν–‰κ°λ“€ λ˜ν•œ 건물을 배경으둜 사진을 많이 μ°μ–΄μš” πŸ˜†✌ μ œκ°€ μ–‘κ³€ κ³ λ“± 법원에 μžˆμ„ λ•Œ μ•žμͺ½μœΌλ‘œ λ§Žμ€ μ‚¬λžŒλ“€μ΄ μ„œμžˆλŠ” 것을 λ΄€λŠ”λ° μ™„λ²½ν•œ 사진을 μœ„ν•΄μ„œ μ€„μ„œμ„œ κΈ°λ‹€λ¦¬λŠ” κ±°μ˜€μ–΄μš” πŸ˜‚

그리고 μ œκ°€ κΈ€ μ²«λ§ˆλ””μ— 말씀 λ“œλ Έλ“―μ΄ μ–‘κ³€ κ³ λ“± 법원은 λ§ˆν•˜λ°˜λ‘˜λΌ 곡원에 μœ„μΉ˜ν•˜κ³  μžˆμ–΄μš”. κ·Έλž˜μ„œ λ§ˆν•˜λ°˜λ‘˜λΌ 곡원 μ£Όμœ„λ₯Ό κ±Έμ–΄λ‹€λ‹ˆλ©΄ μ„Έκ°œμ˜ λΉŒλ”©μ„ λ°”λ‘œ λ³Ό 수 μžˆμ–΄μš”. 게으λ₯΄κ³  κ±·κΈ° μ‹«μ–΄ν•˜λŠ” 저같은 μ—¬ν–‰μžμ—κ²Œ λ”±λ§žλŠ” κ³³μ΄μ§€μš” 🀣 그리고 λ§ˆν•˜λ°˜λ‘˜λΌ 곡원 ν˜„μ§€μΈλ“€ ν‹ˆμ— 마λƒ₯ μ•‰μ•„μžˆλ…ΈλΌλ‹ˆ 이것저것 볼게 λ§Žμ•„μ„œ κ½€λ‚˜ λ§Œμ‘±μŠ€λŸ¬μ› μ–΄μš” 😁✌

Read: Yangon City Hall


Jujur, waktu gue duduk-duduk di sana, gue seperti flashback ke tahun 1990-an waktu gue diajak ke Monas - Jakarta sama bokap nyokap 😁 duduk di area Maha Bandula Park ini seriously nggak jauh beda rasanya seperti duduk di Monas 20 tahun silam πŸ˜† dari suasananya, orang-orang lokalnya, memang masih agak jadoel ~ tapi entah kenapa, gue merasa ada kebahagiaan kecil di sana 😍

Hidup dan besar di Indonesia, lalu pergi melihat dunia. Berkunjung ke negara-negara maju, kadang membuat gue jadi kufur nikmat atas apa yang negara gue berikan. Selalu merasa kalau negara gue serba kurang, serba minim fasilitas dan sebagainya ~ tapi dengan pergi ke negara berkembang yang masih sama-sama berjuang, gue jadi sadar kalau negara gue juga berusaha maksimal dan sudah seharusnya gue bersyukur atas kemudahan yang diberikan 😁 Over all, meski hanya sebentar di Myanmar, gue bisa belajar banyak πŸ˜†✌
Honestly, when I sat there, I was flashback to 1990's era when I was visited Monas - Jakarta with my father and mother 😁 sat down in Maha Bandula Park area seriously wasn't much different from my experienced when I was at Monas - Jakarta 20 years ago πŸ˜† from the atmosphere, the local people, even though the vibe still a bit old-fashioned ~ but somehow, I could feel a little happiness there 😍

Live and grow up in Indonesia, then go to see the world. Visiting many advance countries, sometimes makes me less grateful for what Indonesia already provides for me. I always have some feelings that Indonesia is still lacking in many areas and so on ~ but by visiting a developing country (similiar with Indonesia), I have come to realize that Indonesia is also trying its best and I should be grateful for the convenience provided 😁 Over all, although I was visited Myanmar for a short time, I'm thankful because I learned a lot πŸ˜†✌
κ±°κΈ° μ•‰μ•„μžˆμœΌλ‹ˆ λΆ€λͺ¨λ‹˜κ³Ό ν•¨κ»˜ Monas-Jakara에 λ°©λ¬Έν•œ 1990λ…„λŒ€λ‘œ 거슬러 μ˜¬λΌκ°”μ–΄μš” 😁 λ§ˆν•˜λ°˜λ‘˜λΌ 곡원 지역에 앉아 μžˆλŠ”κ±΄ 20λ…„ μ „ μ œκ°€ Monas - Jakarta에 κ°„ 것과 크게 λ‹€λ₯΄μ§€ μ•Šμ•˜μ–΄μš” πŸ˜† λΆ„μœ„κΈ° λΆ€ν„°, ν˜„μ§€μΈλ“€, 쑰금 κ΅¬μ‹μ΄μ§€λ§Œ 행볡감을 λŠλ‚„ 수 μžˆμ—ˆμ–΄μš” ~ 😍

λ‚˜κ³  μžλž€ μΈλ„λ„€μ‹œμ•„λ₯Ό λ²—μ–΄λ‚˜ μ„ΈμƒμœΌλ‘œ κ°€λ³΄μ„Έμš”. 선진ꡭ을 λ°©λ¬Έν•˜λ©΄ 가끔 μΈλ„λ„€μ‹œμ•„κ°€ μš°λ¦¬μ—κ²Œ 쀀것에 λŒ€ν•΄μ„œ 덜 κ°μ‚¬ν•˜κ²Œ λ§Œλ“€μ–΄μ£ΌκΈ°λ„ ν•΄μš”. 항상 λŠλΌλŠ”κ±΄λ° μΈλ„λ„€μ‹œμ•„κ°€ 아직 μ—¬λŸ¬ λ°©λ©΄μ—μ„œ λΆ€μ‘±ν•œκ±° κ°™μ•„μš”~ ν•˜μ§€λ§Œ κ°œλ°œλ„μƒκ΅­(μΈλ„λ„€μ‹œμ•„κ°™μ€)에 가보면 μΈλ„λ„€μ‹œμ•„κ°€ μ΅œμ„ μ„ λ‹€ν•˜κ³  μžˆλ‹€λŠ”κ±Έ 또 느끼게 λ˜μš” 😁 μ „λ°˜μ μœΌλ‘œ 짧은 μ‹œκ°„λ™μ•ˆ λ―Έμ–€λ§ˆλ₯Ό λ°©λ¬Έν–ˆμ§€λ§Œ λ§Žμ€ 것을 배울 수 μžˆμ—ˆκΈ° λ•Œλ¬Έμ— κ°μ‚¬ν•΄μš” πŸ˜†✌

Yangon High Court
Pansodan Street
Yangon, Myanmar

20 comments:

  1. Berarti maha bandula park itu masih kuno ya mbak, soalnya kayak Monas zaman pak Karno, eh pak Harto, eh tahun 2000an ya. Tapi wajar saja sih, soalnya selama ini kan Myanmar dikuasai junta militer sehingga pembangunan kurang maju.

    Tapi kadang aku malah suka dengan bangunan klasik mbak, rasanya kayak berada di zaman dulu gitu.

    Kalo udah kayak gitu, penginnya punya mesin waktu Doraemon.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayak Monas jaman pak Harto, mas 😁 suasananya masih mirip mirip era tersebut, kalau sekarang Monas entah kenapa terasa lebih wah areanya πŸ˜‚

      Nah, Maha Bandula Park ini feelnya seperti 20 tahun silam. Orang-orang di dalamnya juga semakin membuat feel jadoel lebih terasa, dari bagaimana mereka berpakaian, bercengkerama, dan menikmati waktu mereka di taman seperti duduk baca koran cari pekerjaan 😍 it was nice to see ~

      Saya juga penyuka bangunan klasik, karena itu bagian dari sejarah, jadi semakin penasaran tahun itu mereka bagaimana ya hidupnya yaa. Permasalahan apa yang orang era itu punya. Apa ada permasalahan bubur diaduk atau nggak diaduk? Apa ada permasalahan ini dan itu 🀣

      Delete
    2. Waduh, sampai bubur diaduk atau ngga juga kepo ya, wanita memang teliti sekali.πŸ˜ƒπŸ˜

      Selain Vietnam dan Myanmar, sepertinya mbak pernah ke negara lain nih, share juga dong pengalaman nya, buat nambah wawasan gitu.πŸ˜ƒ

      Delete
    3. Iya mas, sudah mulai saya share dari tengah tahun lalu, bisa check di post-post lama ~ saya tulis dari negara-negara ASEAN dulu (sudah saya publish 7 negara untuk yang ASEAN), baru nanti pindah ke another part of Asia, Eropa, Aussie dan lain-lainnya 😁

      Delete
  2. Etapi Maha Bandula Park ini lebih rindang ya ketimbang Monas? atau mungkin saya waktu ke Monas kemaren nggak terlalu keliling kali ya, jadinya cuman tahu yang bagian sisi (waduh kemaren itu sisi mana ya? utara atau timur ? hahaha).

    Btw, menarik nih, saya kadang bingung, kalau main ke taman itu mau ngapain? selain jagain anak main, ternyata melihat tingkah pola orang di sana juga menarik ya hahaha.

    Bisa dijadikan tulisan tuh.
    Saya ingat dulu, waktu anak masih satu, saya masih bisa sedikit bebas ketemuan ama temen-temen, terlebih anak pertama itu bisa ditinggal sama siapa saja, beda anak kedua ini nempeeeeelll mulu sama saya.

    Suatu hari, saya sumpek terus ngemol sendiri, bawa laptop.
    Saya masuk AW, beli 1 es krim, lalu mulai menulis, menulis apa yang saya lihat di situ, menarik, saya bisa dapat banyak kata hanya duduk memperhatikan hahahaha.

    Apalagi kalau kita pergi ke daerah orang kayak gini ya.
    Ahhh semoga saya masih diberi kesempatan untuk bisa solo traveling nantinya, aamiin.

    Seandainya itu terjadi, ingatin deh, hal itu terinspirasi dari blog Mba Fanny dan blog ini.

    Eh btw kangen Mba Fanny dong, lama nggak kedengaran kabarnya hihihihi.
    Etdah, ini tulisan apa, komennya apa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Monas pohon-pohonnya lebih rimbun mba, kalau Maha Bandula nggak begitu banyak pohon, hanya disisi luar itupun cuma sedikit saja 😁 kebanyakan hanya tanaman-tanaman yang setinggi badan manusia itu lho mbaaa ~ tapi waktu ke sana, meski udaranya panas, entah kenapa di Maha Bandula Park area lumayan sejuk suhunya πŸ˜‚

      Saya justru suka duduk-duduk sambil memperhatikan orang lalu lalang, kadang mengira-ngira apa yang ada di pikiran orang tersebut πŸ˜† senang saja melihat interaksi orang lain di sekitar kita, dan saya jadi belajar kalau dunia ini ditinggali oleh jutaan manusia dengan berbagai pikiran dan kepentingan ~ 😁 dan harus lebih menerima apabila pikiran dan kepentingan mereka berbeda dengan saya πŸ˜„

      Semoga one day mba Rey bisa solo travelling ya, menikmati waktu bersama diri sendiri kadang asyik hehehehe. By the way, saya juga rindu mba Fanny, nanti mau main ke blognya siapa tau ada update 😍

      Delete
    2. Wah iya ya, maklum nih saya traveler abal-abal, paling nggak betah main ke taman sambil ajak anak, jadinya waktu itu ke Monas bentar aja, bahkan nggak sempat mendekat ke Monasnya, cuman dari jauh.

      Waktu itu habis Jumatan, panas, makanya kayak gersang gitu, padahal ya memang saya nggak berada di bawah rerimbunan kayaknya :D

      Aamiin, aamiin.
      Menyenangkan ya, kita berada di sebuah tempat yang asing, lalu hanya duduk memperhatikan tingkah pola orang-orang di sekitar kita, rasanya damai :)

      Delete
    3. Hihihi, tapi memang meski Monas lebih rimbun, tetap terasa panas sih kalau di area yang nggak ada pohonnya 🀣 ditambah size Monas jauh lebih besar dari Maha Bandula, alhasil meski lebih rimbun tetap terasa panas dan gersang sepertinya πŸ˜‚

      Menyenangkan sekali mba, mungkin saat mba Rey melakukan hal itu (memperhatikan orang-orang), akan ada post panjang di blog mba Rey setelahnya 😍 karena mba Rey paling jago mengungkapkan rasa ~ πŸ˜¬πŸ‘

      Delete
  3. Waah asik banget bisa traveling keluar indonesia dan mengunjungi bangunan sejarah kota Myanmar di Bandula Park.

    Dari gambar pertama sepintas kalau dari jauh mirip Taj Mahal India. tetapi ternyata beda jauh.

    Memang traveling keluar indonesia bisa buat jiwa kita menyatu dengan alam dunia yang penuh nuansa untuk bisa kita ulas kembali yaa mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau mirip Taj Mahal sepertinya nggak mas, lebih mirip bangunan-bangunan di UK kalau saya rasa 😁

      Travelling ke luar Indonesia membuat saya lebih banyak bersyukur untuk apa yang saya punya di Indonesia, dan membuat saya belajar untuk lebih bisa menerima perbedaan πŸ˜„ semoga mas one day bisa berbagi pengalaman yang sama yaaaa πŸ˜ŠπŸ™Œ

      Delete
  4. Wah menarik ya.. ini sih paling cocok buat menghabiskan sore sama nyemil. Pas liat-liat fotonya itu Yangon High Court gitu kesannya kayak jadul, kota lama yang tidak tergerus efek globalisasi, awalnya saya itu mikir efek editan fotonya. Ternyata memang benar setelah dijelaskan. Bagus buat spot foto pasti, ala-ala Inggris gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waktu itu saya duduk di sana sambil makan camilan hahaahaha ~ menikmati biskuit cokelat dan minuman ringan πŸ˜‚ suasananya memang nyaman untuk saya.

      Yangon sudah mulai berkembang mas, tapi memang belum sebesar Jakarta kalau dilihat dari efek globalisasinya tapi in some part of Yangon sudah banyak pembangunan juga 😁

      Nggak saya edit banyak fotonya, jadi memang aslinya demikian πŸ˜† kalau lagi beruntung bisa lihat burung-burung juga, tapi nggak tau bisa dikasih makan atau nggak πŸ˜‚

      Delete
  5. The last paragraph is so great. Although visiting such countries makes me realize that if, as a country, we don't do anything to improve our livelihood and only waste the precious time by fighting each other, we're gonna left behind in no time....

    ReplyDelete
    Replies
    1. That's why, we should not fighting with our own people. And it would be best if we support our country and our government 😊 I do have a big faith that in the future, our country can be more greater than now which already better 😍

      Delete
  6. Traveling memang membuat kita lebih dan lebih bersyukur ya, Mbak? Kalau selama ini kita sibuk mencari kekurangan negara sendiri sampai yang baik-baik tidak kelihatan.

    Semua ini memang pengaruh media juga yang melakukan penggringan opini tentang betapa parahnya negara kita (padahal juga kalau diajak maju belum tentu bisa secara SDM).

    Seharusnya banyak media yang menyorot dari sudut pandang seperti Mbak ini, sehingga kita bisa lebih cinta dan bersyukur sama negeri sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, jujur travelling membuat saya lebih bersyukur atas apa yang negara sudah berikan untuk saya 😍 semakin jauh melangkah, semakin besar cinta saya sama Indonesia ~

      Kadang memang paling gampang menunjuk kekurangan, daripada melihat kebaikan kebaikan yang ada. Kalau dipikir pikir, dengan semua kemudahan yang didapat, dan sarana prasarana yang ada, Indonesia termasuk negara yang berkembang pesat menurut saya. Saya sangat optimis Indonesia bisa menjadi EMAS 20 tahun mendatang 😍

      Mulai dari kita dulu saja mba, untuk lebih menghargai negara kita, mengkritik boleh tapi tetap harus dengan solusi. Dan sebisa mungkin terus mendukung program pemerintah selama itu baik πŸ˜πŸ™Œ

      Delete
    2. Sepakat denganmu, Mbak.
      Kita mulai dari diri kita dahulu.
      Mengkritik itu bagus tapi ya harus dengan solusi, kalau gak itu namanya bukan kritik tapi mencaci, hehehe.

      Saya pun memiliki rasa optimis tersebut meskipun banyak suara sumbangkan yang pesimis. Ya, mereka merasakan kemunduran karena itu yang mereka pikirkan sedang kita sebaliknya maka kita merasakan lebih baik.

      Delete
    3. Setuju mba, sebisa mungkin kita harus kasih solusi yang membangun juga agar nggak hanya pintar mengkritik tanpa solusi berarti 😁 saya pun masih belajar, semoga bisa hehe. Kalaupun nggak bisa, saya akan pilih diam πŸ˜†

      Kita harus optimis meski hanya 1%, kalau bukan kita, terus mau berharap sama siapa? Ini kan negara kita 😁

      Delete
  7. Terasaa nyess begitu nyampe paragraf akhir mb, serasa ada perasaan yang hangat dengan tulisan ini
    Dan tetiba aku jadi ikut membayangkan posisi andai aku yang duduk dengan waktu tiba2 terbang ke tahun 90an lalu di sekiraku menjelma monas atau tugu di myanmar ini
    Cuma duuduk duduk aja, belom pegang gadget, ah betapa menyenangkan karena membaur dengan alam dan lingkungan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, saya juga waktu itu entah kenapa langsung flashback ke memory masa kecil waktu diajak jalan sama ortu saya ke Monas πŸ˜‚ bingung juga kenapa harus Monas, mungkin sayanya saja yang lagi melow hehehehe.

      Tapi rasanya saat itu sangat damai dan tenang, nggak main handphone, foto sedikit kemudian duduk menikmati pemandangan. Tarik napas dalam-dalam sambil melihat orang yang lalu lalang. Betul-betul nggak memikirkan apa-apa, jadi semacam bengong 🀣 namun setelahnya, saya merasa plong 😬✌

      Delete