All About Hong Kong | CREAMENO

Pages

All About Hong Kong


Sepertinya gue akan menutup cerita perjalanan gue ke Hong Kong sampai di sini dulu, meski sebenarnya masih ada banyak tempat menarik di Hong Kong yang sempat gue kunjungi, termasuk Ngong Ping, Victoria Peak, dan lainnya ๐Ÿคฃ Tapi jangan kawatir, one day gue akan kembali membahas soal Hong Kong meski gue nggak bisa janji kapan ๐Ÿ˜† nah, sambil menutup cerita perjalanan gue ke Hong Kong, gue akan tulis beberapa informasi yang mungkin bisa sedikit banyak membantu teman-teman apabila ingin ke Hong Kong juga ๐Ÿ˜

Yang pertama, mata uang Hong Kong adalah HKD (Hong Kong Dollar), dan gue prefer tarik tunai lewat mesin ATM sesampainya di Hong Kong daripada tukar US Dollar. Menurut gue, hampir semua tempat makan atau tempat wisata yang ada di Hong Kong bisa dibayar pakai kartu jadi nggak perlu ambil cash terlalu banyak kecuali kalau teman-teman mau makan street food setiap harinya dan satu yang pasti, top up Octopus Card nggak bisa pakai kartu seperti di Singapura, jadi teman-teman harus siap sedia cash untuk top up ๐Ÿ˜ฌ ohya saran gue, beli tiket atraksi di KLOOK karena lebih murah ๐Ÿ˜

---

Harga makanan di Hong Kong terbilang mahal tapi bukan berarti nggak ada yang murah. Memang harga makanannya lebih mahal kalau dibandingkan dengan harga makanan di Indonesia, tapi masih lebih murah kalau mau dibandingkan dengan harga makanan di Singapura maupun Korea ๐Ÿ˜‚ jadi buat gue, Hong Kong masih oke kalau soal harga makanan even saat makan di restoran.

Cuma jangan sampai salah masuk seperti gue dan doi yang asal pilih restoran tanpa lihat daftar menunya, lantas ended up harus bayar IDR 2.000.000 untuk 2 set menu termurah yang nggak membuat kenyang ๐Ÿคฃ jangan tanya kenapa nggak ke luar setelah lihat harga, karena nggak enak dan malu sudah masuk dan duduk di kursi paling ujung dekat jendela *mamam tuh rasa maluuuuuu!* yang ada sakit hatinya nggak kelar-kelar sampai sekarang ๐Ÿ˜‘ HAHAHA ~ meski bisa dibilang view-nya bagus karena gue memang makan di restoran high floor pada salah satu kawasan high-end shopping mall di Hong Kong Central tapi yasudahlah gue nggak mau bahas ๐Ÿ˜‚

Eniho, selain Tai Cheong Bakery yang gue suka dan harus selalu beli ketika berkunjung ke Hong Kong, gue juga paling senang makan dimsums ๐Ÿ˜ too bad, kebanyakan dimsums di Hong Kong nggak halal. However, teman-teman tetap bisa makan dimsums halal kalau teman-teman datang ke kantin-nya Islamic Center yang memang khusus menjual dimsums halal ๐Ÿ˜ฌ๐Ÿ‘Œ dan bagi yang nggak masalah makan dimsums di restoran manapun asal bukan pork, ada banyak pilihan resto dimsums enak di Hong Kong dengan menu isian udang ๐Ÿ˜†

---

Transportasi di Hong Kong sangat mudah, hampir seluruh tempat terjangkau oleh jaringan MTR dan bus yang ada. Cara baca maps route-nya juga nggak sesusah di Jepang ๐Ÿ˜ jadi aman untuk first timer yang baru pertama kali ke Hong Kong ataupun ke luar dari Indonesia. Plus, menurut gue, Hong Kong termasuk aman untuk solo traveler (wanita), karena orang-orang lokal di Hong Kong sepenglihatan gue sopan-sopan, nggak ada yang catcalling dan lain sebagainya.

Harga akomodasi seperti hotel, condotel, apartment di Hong Kong mahal-mahal. Haduuuh, mana size-nya kecil-kecil pula ๐Ÿ˜ฌ kalau mau yang besar, pasti harganya sudah di atas IDR 2.500.000 sampai IDR 3.000.000 ๐Ÿคช tapi, ada satu hotel yang memang gue suka dan gue gunakan, meski kecil, tempatnya nyaman, kasurnya enak (penting!), AC dingin, kamar mandi bagus (gue sangat mementingkan desain kamar mandi soalnya), dan free top up minibar setiap harinya ๐Ÿ˜‚

Nama hotel yang sering gue gunakan itu OVOLO SOUTHSIDE HOTEL yang dibangun pada bekas gudang dengan konsep industrial ๐Ÿ˜ gue memang pilih hotel ini karena gue suka sekali sama desainnya dan bersyukur dapat bonus harga murah kisaran IDR 1.300.000 / malam, termasuk affordable menurut gue untuk hotel berkelas dan fasilitas lengkap. Mana dekat pula dari MTR stastion, jadi nggak perlu jalan kaki kejauhan ๐Ÿคฃ ohya, di OVOLO SOUTHSIDE HOTEL ada restoran yang terkenal banget namanya KOMUNE ๐Ÿ˜„✌

---

Apa yang harus dibeli saat mau pergi ke Hong Kong? Hmm, menurut gue yang utama selain hal-hal basic seperti tiket pesawat dan lain sebagainya, adalah Octopus Card yang bisa digunakan untuk bayar MTR, bus, dan belanja ๐Ÿ˜„ terus jangan lupa beli USIM lokal, kalau di KLOOK harganya masih under IDR 100.000-an ๐Ÿ˜ selain itu bisa beli Airport Express Train tiket tapi harganya lumayan mahal, jadi semisal hotel teman-teman bisa dijangkau naik bus better naik bus saja ๐Ÿ˜

Bagaimana soal bahasa? Rata-rata orang lokal di Hong Kong bisa bahasa Inggris meski patah-patah ๐Ÿ˜„ dan gue nggak menemukan kesulitan yang berarti saat harus berkomunikasi dengan orang lokal selama gue di sana ~ ๐Ÿ˜† for the last, yang berminat ke Hong Kong ada beberapa penerbangan direct dan transit yang tersedia dari Indonesia. Kalau gue biasanya naik Airasia karena sering ada promo tiket dengan harga bersahabat dan murah meriah  ๐Ÿ˜๐Ÿ™Œ

Sekian.
It seems I will close the story of my trip to Hong Kong now, although there are still many interesting places in Hong Kong that I had visited (and I have not write about it yet), including Ngong Ping, Victoria Peak, etc ๐Ÿคฃ But don't worry, one day I will return to write about Hong Kong even though I can't promise when ๐Ÿ˜† well, while closing the story of my trip to Hong Kong, I will write some information that might be able to help you who want to go to Hong Kong too ๐Ÿ˜

First, the Hong Kong currency is HKD (Hong Kong Dollar), and I prefer to withdraw cash through an ATM machine when I arrive in Hong Kong rather than exchange the US Dollar. In my opinion, almost all places to eat or tourist attractions in Hong Kong can be paid using a card so you do not need to take cash too much unless you wanna eat street food every day and one thing is certain, top up Octopus Card cannot use a card like in Singapore, so you must be prepared some cash ๐Ÿ˜ฌ and buy attraction tickets at KLOOK because it's cheaper ๐Ÿ˜

---

The price of food in Hong Kong is fairly expensive but that does not mean there is nothing cheap. Indeed the price of food is more expensive when compared to the price of food in Indonesia, but it's still cheaper if you want to compare it to the price of food in Singapore and Korea ๐Ÿ˜‚ so for me, Hong Kong is still okay when it comes to food prices even when eating at restaurants.

Just don't get in the wrong restaurant like me who just choose a restaurant without looking at the menu list, then ended up having to pay USD 140 for the 2 cheapest set menus that don't make us full ๐Ÿคฃ don't ask me why not go out after seeing the price, because I'm timid so it's kinda embarrassing for me to go out when I already entered and sat in the chair at the very end of the window (they even already gave me a welcome drink and menu when I realized about the price) ๐Ÿ˜‘ HAHAHA ~ although I could say the view is good because I did eat at a high floor restaurant at one of high-end shopping mall area in Hong Kong Central. Well, let's not talk about it ๐Ÿ˜‚

Anyhow, aside from Tai Cheong Bakery that I like and always have to buy when visiting Hong Kong, I also like eating dimsums ๐Ÿ˜ too bad, most of dimsums restaurants in Hong Kong are not halal. However, you guys who wanna eat halal dimsums still can eat if you go to Islamic Center's canteen which is specialized in selling halal dimsums ๐Ÿ˜ฌ๐Ÿ‘Œ and for those who have no problem eating dimsums in any restaurant as long as it's not pork, there are many choices of delicious dimsums restaurants with shrimp filling menu ๐Ÿ˜†

---

Transportation in Hong Kong is very easy, almost all places are reachable by the existing MTR and bus network. The way to read map routes is also not as difficult as in Japan ๐Ÿ˜ so it's safe for first timer travelers who are first time visit Hong Kong or go outside of Indonesia / Korea. Plus, in my opinion, Hong Kong is safe for solo traveler (women), because the local people in Hong Kong are as polite as far as I know, nobody do catcalls and so on.

Accommodation prices such as hotels, condotels, apartments in Hong Kong are expensive. And, the size is also small ๐Ÿ˜ฌ if you want a big room, surely the price is above USD 170 to USD 200 ๐Ÿคช but, there is one hotel that I really like and I use, even though it is small, the place is comfortable, the bed is good (important!), the air conditioner is cold, the bathroom is perfect (I'm very concerned about the design of bathroom), and they give free top-up minibar every day ๐Ÿ˜‚

The name of the hotel is OVOLO SOUTHSIDE HOTEL, which was built in a former warehouse with an industrial concept ๐Ÿ˜ I did choose this hotel because I really liked the design and was grateful for the low price which around USD 90 / night, and in my opinion, the hotel is really amazing because they give such a price with classy and complete facilities. Psst, the hotel also close to MTR station, so you don't need to walk much ๐Ÿคฃ and in OVOLO SOUTHSIDE HOTEL, there's a restaurant that is very well-known, called KOMUNE ๐Ÿ˜„✌

---

What should be bought when going to Hong Kong? Hmmm, for me the main thing besides basic things like plane tickets and so on, we should buy an Octopus Card that can be used to pay for MTR, buses, and shopping ๐Ÿ˜„ and don't forget to buy a local USIM, in KLOOK the price is still under USD 7 ๐Ÿ˜ you can also buy an Airport Express Train ticket but the price is quite expensive, so if your hotel can be reached by bus better you ride a bus to your hotel ๐Ÿ˜

What about language? The average local person in Hong Kong can speak English even though it is broken english ๐Ÿ˜„ and I don't find any significant difficulties when having to communicate with local people while I'm there ~ ๐Ÿ˜† for the last, who are interested to visit Hong Kong, there are several direct and transit flights available from Indonesia / Korea. For me, I usually use Airasia because there are often promo tickets with friendly and cheap prices ๐Ÿ˜๐Ÿ™Œ

That's all.
์ œ๊ฐ€ ๋ฐฉ๋ฌธ ํ–ˆ์—ˆ๋˜ ํ™์ฝฉ์—๋Š” ์˜นํ•‘, ๋น…ํ† ๋ฆฌ์•„ ํ”ผํฌ ๋“ฑ ์•„์ง ๋งŽ์€ ํฅ๋ฏธ๋กœ์šด ์žฅ์†Œ๋“ค์ด ์žˆ์ง€๋งŒ ํ™์ฝฉ์—ฌํ–‰ ์ด์•ผ๊ธฐ๋ฅผ ๋‹ซ์•„์•ผ ํ•  ๊ฒƒ ๊ฐ™์•„์š” ๐Ÿคฃ ํ•˜์ง€๋งŒ ์–ธ์ œ๊ฐ€ ๋ ์ง€๋Š” ๋ชจ๋ฅด๊ฒ ์ง€๋งŒ ๋‹ค์‹œ ์“ธ ๋‚ ์ด ์˜ฌ๊ฑฐ์—์š” ๐Ÿ˜† ์Œ, ํ™์ฝฉ์—ฌํ–‰ ์ด์•ผ๊ธฐ๋ฅผ ์ ‘์œผ๋ฉด์„œ ํ™์ฝฉ์— ๊ฐ€์‹ค ์ˆ˜๋„ ์žˆ๋Š” ๋ถ„๋“ค์„ ์œ„ํ•ด์„œ ๋ช‡๊ฐ€์ง€ ์ •๋ณด๋ฅผ ๋‚จ๊ธฐ๋ ค๊ณ  ํ•ด์š” ๐Ÿ˜

๋จผ์ €, ํ™์ฝฉ ํ™”ํ๋Š” HKD(ํ™์ฝฉ๋‹ฌ๋Ÿฌ)์—์š” ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ์ €๋Š” ๋‹ฌ๋Ÿฌ๋กœ ํ™˜์ „ํ•ด ๊ฐ€์ง€ ์•Š๊ณ  ATM์—์„œ ํ˜„๊ธˆ์ธ์ถœ์„ ํ–ˆ์–ด์š”. ์‹ฑ๊ฐ€ํด ์ฒ˜๋Ÿผ ์˜ฅํ† ํผ์Šค ์นด๋“œ๋ฅผ ํ˜„๊ธˆ์ฒ˜๋Ÿผ ์‚ฌ์šฉํ•  ์ˆ˜ ์—†๊ธฐ ๋•Œ๋ฌธ์— ๊ธธ๊ฑฐ๋ฆฌ ์Œ์‹์„ ๋งค์ผ ๋จน์„ ๊ฑฐ๋ผ๋ฉด ํ˜„๊ธˆ์„ ์ค€๋น„ํ•ด์•ผ ๋˜์ง€๋งŒ ์ œ ๊ฒฝํ—˜์œผ๋กœ ํ™์ฝฉ์˜ ๊ฑฐ์˜ ๋ชจ๋“  ๊ด€๊ด‘์ง€์—์„œ๋Š” ์นด๋“œ๋ฅผ ์‚ฌ์šฉํ•  ์ˆ˜ ์žˆ์–ด์„œ ํ˜„๊ธˆ์„ ๋„ˆ๋ฌด ๋งŽ์ด ์ฐพ์„ ํ•„์š”๋Š” ์—†์–ด์š” ๐Ÿ˜ฌ ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ๊ด€๊ด‘์ง€ ํ‹ฐ์ผ“์€ ์‹ผ KLOOK์—์„œ ์ƒ€์–ด์š” ๐Ÿ˜

---

ํ™์ฝฉ์˜ ์Œ์‹ ๊ฐ€๊ฒฉ์€ ๋น„์‹ผํŽธ์ธ๋ฐ ์‹ผ๊ฒŒ ์—†๋‹ค๋Š”๊ฑด ์•„๋‹ˆ์—์š”. ์‹ค์ œ๋กœ ์ธ๋„๋„ค์‹œ์•„์™€ ๋น„๊ตํ•ด์„œ ๋น„์‹ธ๊ธด ํ•ด์š”. ํ•˜์ง€๋งŒ ์‹ฑ๊ฐ€ํด์ด๋‚˜ ํ•œ๊ตญ๊ณผ ๋น„๊ตํ•œ๋‹ค๋ฉด ์‹ผํŽธ์ด์ฃ  ๐Ÿ˜‚ ์ €์—๊ฒŒ ํ™์ฝฉ ์Œ์‹ ๊ฐ€๊ฒฉ์€ ๋ ˆ์Šคํ† ๋ž‘์—์„œ ๋จน๋Š” ๊ฒƒ์„ ํฌํ•จํ•ด์„œ ๊ดœ์ฐฎ์€ ํŽธ์ด์—ˆ๋˜๊ฑฐ ๊ฐ™์•„์š”.

๊ทธ์ € ๋ฉ”๋‰ดํŒ์„ ์•ˆ๋ณด๊ณ  ์ž˜ ๋ชป ๋“ค์–ด๊ฐ€์ง€๋งŒ ์•Š์œผ๋ฉด ๋˜์š”. ์•ˆ๊ทธ๋Ÿฌ๋ฉด ๊ฐ€์žฅ ์‹ธ๊ณ  ๋ฐฐ๋„ ์•ˆ๋ถ€๋ฅธ ๋ฉ”๋‰ด๊ฐ€ 17๋งŒ์› ์ •๋„ ํ•˜๋Š” ๊ณณ์— ๊ฐˆ ์ˆ˜ ์žˆ์–ด์š” ๐Ÿคฃ ๊ฐ€๊ฒฉ์„ ๋ณด๊ณ  ์™œ ์•ˆ๋‚˜์™”๋Š”์ง€ ๋ฌป์ง€ ๋ง์•„์ฃผ์„ธ์š”. ์†Œ์‹ฌํ•œ ์ €๋Š” ์ด๋ฏธ ์ฐฝ๊ฐ€ ๋์ชฝ์— ์•‰์•„ ์žˆ์—ˆ๊ณ  ๋‚˜๊ฐ€๊ธฐ๋Š” ๋ถ€๋„๋Ÿฌ์› ์–ด์š” (์‹ฌ์ง€์–ด ๋ฉ”๋‰ดํŒ์„ ๋ณด๊ณ  ๊ฐ€๊ฒฉ์„ ์•Œ๊ธฐ ์ „์— ์›ฐ์ปด ๋“œ๋งํฌ๊นŒ์ง€ ์คฌ์–ด์š”) ๐Ÿ˜‘ HAHAHA - ํ™์ฝฉ ์ค‘์‹ฌ๊ฐ€์˜ ๊ฐ€์žฅ ๋†’์€ ๋นŒ๋”ฉ ์ค‘ ํ•˜๋‚˜์˜ ๋ ˆ์Šคํ† ๋ž‘์ด๋ผ ๋ทฐ๊ฐ€ ์ข‹์•˜๋‹ค๊ณ ๋Š” ํ•  ์ˆ˜ ์žˆ์ง€๋งŒ... ๋”์ด์ƒ์˜ ์ž์„ธํ•œ ์„ค๋ช…์€ ์ƒ๋žตํ• ๊ฒŒ์š” ๐Ÿ˜‚

์–ด์จŒ๋“  ๋„ˆ๋ฌด ์ข‹์•„ํ•ด์„œ ํ™์ฝฉ ๊ฐˆ ๋•Œ๋งˆ๋‹ค ๊ฐ€๋Š” Tai Cheong Bakery ์™ธ์—๋„ ๋”ค์„ฌ์„ ์ข‹์•„ํ•ด์š” ๐Ÿ˜ ์Šฌํ”„๊ฒŒ๋„ ํ™์ฝฉ์—์„œ ๊ฐ€์žฅ ์œ ๋ช…ํ•œ ๋”ค์„ฌ์ง‘์€ halal์ด ์•„๋‹ˆ์—์š”. ํ•˜์ง€๋งŒ halal ๋”ค์„ฌ์„ ๋“œ์‹œ๊ณ  ์‹ถ์€ ๋ถ„๋“ค์€ ์ด์Šฌ๋žŒ ์„ผํ„ฐ์˜ ์‹๋‹น์— ๊ฐ€๋ฉด ๋“œ์‹ค ์ˆ˜ ์žˆ์–ด์š” ๐Ÿ˜ฌ๐Ÿ‘Œ ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ๋ผ์ง€๊ณ ๊ธฐ๋งŒ ์•„๋‹ˆ๋ฉด ์•„๋ฌด ์‹๋‹น์—์„œ๋‚˜ ๋”ค์„ฌ์„ ๋“œ์…”๋„ ๋˜๋Š” ๋ถ„๋“ค์€ ์ƒˆ์šฐ ๋”ค์„ฌ์„ ์‹œํ‚ค์‹œ๋ฉด ๋‹ค์–‘ํ•œ ์„ ํƒ์„ ํ•  ์ˆ˜ ์žˆ์–ด์š” ๐Ÿ˜†

---

ํ™์ฝฉ์˜ ๊ตํ†ต์ˆ˜๋‹จ์€ ๊ฑฐ์˜ ๋ชจ๋“ ๊ณณ์— MTR๋กœ ๊ฐˆ ์ˆ˜ ์žˆ๊ณ  ๋ฒ„์Šค๋…ธ์„ ๋„ ์ผ๋ณธ๋งŒํผ ๋ณต์žกํ•˜์ง€ ์•Š์•„์„œ ๋งค์šฐ ์‰ฌ์›Œ์š” ๐Ÿ˜ ๊ทธ๋ž˜์„œ ์ธ๋„๋„ค์‹œ์•„/ํ•œ๊ตญ ๋ฐ–์ด ์ฒ˜์Œ์ด์‹  ๋ถ„์ด์‹œ๋ผ๋ฉด ํ™์ฝฉ์ด ์ข‹์€๊ฒƒ ๊ฐ™์•„์š”. ๊ฒŒ๋‹ค๊ฐ€ ํ™์ฝฉ์€ ํ˜ผ์ž ์—ฌํ–‰ํ•˜๊ธฐ๋„ ์ข‹์€ ๊ณณ์ธ๊ฒƒ ๊ฐ™์•„์š”(์—ฌ์ž๋„) ์™œ๋ƒ๋ฉด ์ œ๊ฐ€ ์•„๋Š” ํ•œ ํ™์ฝฉ ํ˜„์ง€์ธ๋“ค์€ ์‹ ์‚ฌ์ ์ด๋ผ ์บฃ์ฝœ ๋“ฑ์„ ํ•˜๋Š”๊ฑธ ๋ชป๋ดค์–ด์š”

ํ˜ธํ…”, ์ฝ˜๋„ํ…”, ์•„ํŒŒํŠธ ๋“ฑ์˜ ์ˆ™๋ฐ• ๋น„์šฉ๋„ ๋น„์‹ผํŽธ์ด์—์š”. ํฌ๊ธฐ๋„ ์ž‘์ฃ  ๐Ÿ˜ฌ ํฐ ๋ฐฉ์„ ์›ํ•˜์‹ ๋‹ค๋ฉด ๊ฐ€๊ฒฉ์€ 21๋งŒ์›์—์„œ 24๋งŒ์› ์ •๋„์—์š” ๐Ÿคช ํ•˜์ง€๋งŒ ์ž‘์ง€๋งŒ ์ œ๊ฐ€ ์ข‹์•„ํ•˜๊ณ  ์‚ฌ์šฉํ•ด๋ณธ ๊ณณ์ด ํ•œ๊ตฐ๋ฐ ์žˆ์–ด์š”. ๊ฐ€๊ฒฉ์ด ์ €๋ ดํ•˜๊ณ  ์ž‘์ง€๋งŒ ์นจ๋Œ€๊ฐ€ ์ข‹์•„์š”(์ค‘์š”!) ์—์–ด์ปจ๋„ ์‹œ์›ํ•˜๊ณ  ํ™”์žฅ์‹ค๋„ ์™„๋ฒฝํ•ด์š”(์š•์‹ค ๋””์ž์ธ์— ๊ด€์‹ฌ์ด ๋งŽ์•„์š”) ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ๋งค์ผ ์ฑ„์›Œ์ง€๋Š” ๋ฏธ๋‹ˆ๋ฐ”๋„ ์ œ๊ณตํ•ด์ค˜์š” ๐Ÿ˜‚

์ฐฝ๊ณ ์™€ ์ธ๋”์ŠคํŠธ๋ฆฌ์–ผ ์ปจ์…ˆ์˜ ์ด ํ˜ธํ…” ์ด๋ฆ„์€ OVOLO SOUTHSIDE HOTEL์—์š” ๐Ÿ˜ ๋””์ž์ธ์ด ์ •๋ง ๋งˆ์Œ์— ๋“œ๋Š”๋ฐ ๊ฐ€๊ฒฉ๋„ ์ผ 11๋งŒ์›/๋ฐ•์œผ๋กœ ์ €๋ ดํ•ด์„œ ์ด ํ˜ธํ…”์„ ๊ณจ๋ž์–ด์š”. ์ œ๊ฐ€ ๋†€๋ž๋˜๊ฑด ๊ทธ ๊ฐ€๊ฒฉ์— ๋‹ค์–‘ํ•œ ์‹œ์„ค์„ ์ œ๊ณตํ•ด์คฌ๋‹ค๋Š” ์ ์ด์—์š”. ์ฐธ๊ณ ๋กœ ํ˜ธํ…”๊ณผ MTR ์—ญ ์‚ฌ์ด๋Š” ๊ฑธ์–ด์„œ ์ถฉ๋ถ„ํžˆ ๊ฐˆ ์ˆ˜ ์žˆ์–ด์š” ๐Ÿคฃ ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  OVOLO SOUTHSIDE HOTEL์—๋Š” KOMUNE๋ผ๋Š” ์œ ๋ช…ํ•œ ๋ ˆ์Šคํ† ๋ž‘์ด ์žˆ์–ด์š” ๐Ÿ˜„✌

---

ํ™์ฝฉ์— ๊ฐ€๋ ค๋ฉด ๋ญ˜ ์‚ฌ์•ผํ• ๊นŒ์š”? ํ .. ์ €๋Š” ๋น„ํ–‰๊ธฐ ํ‹ฐ์ผ“ ๋“ฑ๊ณผ MTR, ๋ฒ„์Šค๋ฅผ ์ด์šฉํ•  ์ˆ˜ ์žˆ๋Š” ์˜ฅํ† ํผ์Šค ์นด๋“œ ๊ฐ™์€ ๊ธฐ๋ณธ์ ์ธ ๊ฒƒ๋งŒ ์ƒ€์–ด์š” ๐Ÿ˜„ ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  KLOOK์—์„œ ์•ฝ 9์ฒœ์›์— ์‚ด ์ˆ˜ ์žˆ๋Š” ํ˜„์ง€ USIM์„ ์‚ฌ๋Š”๊ฑธ ์žŠ์œผ๋ฉด ์•ˆ๋˜์š” ๐Ÿ˜ ๋˜ํ•œ ๊ณตํ•ญ ๊ธ‰ํ–‰์—ด์ฐจ ํ‹ฐ์ผ“์„ ์‚ฌ์‹ค ์ˆ˜ ์žˆ์ง€๋งŒ ๊ฐ€๊ฒฉ์€ ๋น„์‹ผํŽธ์ด๋ผ ๋ฒ„์Šค๋กœ ํ˜ธํ…”๋กœ ๊ฐˆ ์ˆ˜ ์žˆ์œผ๋ฉด ๊ทธํŽธ์ด ๋” ์ข‹์„ ์ˆ˜ ์žˆ์–ด์š” ๐Ÿ˜

์–ธ์–ด๋Š” ์–ด๋–จ๊นŒ์š”? ๋ณดํ†ต ํ™์ฝฉ ํ˜„์ง€์ธ๋“ค์€ ์–ด์ƒ‰ํ•˜๊ฒŒ๋‚˜๋งˆ ์˜์–ด๋ฅผ ํ•  ์ˆ˜ ์žˆ์–ด์š” ๐Ÿ˜„ ๊ทธ๋ž˜์„œ ํ˜„์ง€์ธ๋“ค๊ณผ ์˜์‚ฌ์†Œํ†ตํ•˜๋Š”๋ฐ ํฐ์–ด๋ ค์›€์€ ์—†์—ˆ์–ด์š” ~ ๐Ÿ˜† ๋งˆ์ง€๋ง‰์œผ๋กœ ํ™์ฝฉ์— ๊ด€์‹ฌ ์žˆ๋Š” ๋ถ„๋“ค์€ ์ธ๋„๋„ค์‹œ์•„/ํ•œ๊ตญ์—์„œ ์ด์šฉ ๊ฐ€๋Šฅํ•œ ๋ช‡๊ฐœ์˜ ์งํ•ญ๊ณผ ํ™˜์Šน ๋น„ํ–‰๊ธฐ๊ฐ€ ์žˆ์œผ๋‹ˆ ์ด์šฉํ•˜์‹œ๋ฉด ๋˜์š”. ์ €๋Š” ๋Œ€๊ฒŒ ์ž์ฃผ ํ”„๋กœ๋ชจ์…˜์œผ๋กœ ํญํƒ„์„ธ์ผ ํ‹ฐ์ผ“์„ ์ œ๊ณตํ•ด์ฃผ๋Š” Airasia๋ฅผ ์ด์šฉํ•ด์š” ๐Ÿ˜๐Ÿ™Œ

์—ฌ๊ธฐ๊นŒ์ง€์—์š”.

16 comments:

  1. Jadi, di dompet saya ada koin dolar Hong Kong pemberian sahabat yang pernah ke sana, Mbak. Biasanya, sih, kejadiannya saya bakal mampir ke tempat yang uang kertas/koinnya saya koleksi. Mudah-mudahan ini nanti berlaku juga buat Hong Kong. :D

    Wah, lumayan banget harganya itu, Mbak. Rp2 jutaan, saingan sama harga-harga makanan resto fine dining di Bali, ya. Tapi, memang, sih, kadang kalau sudah telanjur duduk dan buka menu berasa udah kayak di-fait accompli. :D Mau nggak mau mesti bertahan sampai santapan habis dimakan dan ditebus di kasir. Hehehe.

    Btw, hostel yang ada dorm-nya banyakkah di Hong Kong?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiiiin, kalau begitu mau saya kasih koin / kertas lain mas? Siapa tau bisa mampir ke negara lain juga ๐Ÿ˜

      Lumayan bangets mas, huhu. Masalahnya fine dining Bali mostly enak, terus kenyang, pengalaman juga menyenangkan ๐Ÿคฃ kalau yang waktu itu saya salah masuk, makanannya nggak begitu banyak, terus rasanya biasa saja, cuma menang view doang ๐Ÿคช

      Itu diaaa, mau ke luar lagi juga nggak enak, apalagi sudah terlanjur duduk, terus dikasih welcome drink sama pelayannya. Habis buka menu, langsung sakit kepala ๐Ÿ˜‚ jadilah kepalang tanggung, pesan saja yang kelihatannya enak dari nama menu yang super panjang dan termasuk paling murah. AHAHAHA. Pokoknya itu salah satu pengalaman ruarrr biasa untuk saya ~ seandainya makanan yang dijual enak, dan porsinya masuk akal, saya mungkin nggak akan sekesal ini sampai sekarang ๐Ÿคฃ

      Di Hong Kong ada banyak dorm hostel mas, jangan kawatir, tapi harganya mungkin nggak semurah di Vietnam dan negara lainnya ๐Ÿ˜… saya belum pernah coba, tapi pernah baca di blog traveler lain harganya around IDR 300.000an kalau nggak salah ๐Ÿ˜ mungkin kalau mas lebih getol carinya akan ketemu yang lebih murah juga ๐Ÿ˜

      Delete
  2. Berasa ikutan nyeseg pas bagian dapet menu seharga 2 jeti untuk item yang kurang mengenyangkan, tapi ini sih sama kayak aku, biasaaa gengsi emang klo udah ribet ngliatin harga di resto yang ga bgitu keliatan ratenya hahahhaha

    Klo perdimsuman, jumjr aku ga bgitu suka sih mb eno, lebih suka kalau yang modelnya macam chinese food gitu
    Etapi ini mah hongkong yah, mungkin chinese foodnya ga seotentik punyaknya rrc

    Klo hotel, wow lumayal mihil juga tuh perharinya
    Beruntung klo dapat diskon.
    Dan sama...aku klo nyari hotel paling pertama suka kepoin kamar mandinya, paling suka sih kalau ada bath upnya, biar bisa berendem cantik penuh busa kek di iklan sabun lux hahahhaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu diaaaa tuuuh, GENGSIIII ๐Ÿ˜‚ makanya sama teman-teman saya diledek, "Makan tuh gengsi!" -- tapi bagaimana ya mba, kan sudah duduk, sudah dikasih welcome drink, baru pas check menu ternyata harganya mahal, kan nggak mungkin ke luar lagi ๐Ÿคช alhasil cuma bisa dijadikan pelajaran untuk lebih hati-hati, minimal apabila mau makan di resto mahal, mental sudah siap dulu biar nggak sakit hati ๐Ÿคฃ

      Saya jarang coba chinese food di HK mba, mostly pasti saya makannya dimsum dan teman-temannya ๐Ÿ˜‚ justru saya pernah makan makanan Malaysia di HK, karena ada resto Malaysia enak yang saya suka juga ahahaha.

      Hotel di HK memang terkenal mahal, sebelas dua belas sama Singapore ๐Ÿ˜… jadi harus rajin cari diskonan mba, biar lebih hemat ๐Ÿ˜‚ hahaha. By the way, mba Nita kepo kamar mandinya juga? Sama dooong. Kalau saya yang penting desainnya saya suka, bersih, toiletries lengkap, serta airnya kencang, pasti saya kasih bintang banyak ๐Ÿคฃ

      Delete
  3. Menarik sekali mba hal2 tentang HK yang sangat dibutuhkan traveler yg mau ke sana pertama kali.

    Saya baca MTR keliru MRT sampai saya lihat lagi tulisan di atasnya, hahaha.

    Iya, transportasi di Jepang agak membingungkan. Saya belum berani jalan jauh kalau sendirian, takut sendirian, hahaha. Tapi kalau ditunjukin sekali biasanya langsung bisa. Jadi harus praktik dulu, hahaha.

    Kayaknya kita sama ya mba, pelanggan loyal. Kalau udah cocok biasanya balik lagi. Terutama soal kuliner. Dan biasanya saya pesannya ya itu2 aja, hehehe.



    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, ini basic info yang mungkin dibutuhkan teman-teman jika ingin berlibur ke HK ๐Ÿ˜„ meski mungkin nggak sekomplit tulisan traveler lainnya ~ ๐Ÿ˜†

      Kalau di HK sebutannya memang MTR mba, saya juga sering kebolak-balik karena kita lebih familiar dengan sebutan MRT di keseharian kita ๐Ÿ˜‚ dan menurut saya transportasi HK ini gampangnya bukan main, sama seperti SG. Nah kalau JP, harus belajar lebih detail dulu untuk betul-betul paham rute transportasinya ๐Ÿ˜

      Saya memang agak picky soal makanan mba, jadi kalau sudah suka satu makanan / restoran pasti balik lagi balik lagi saja. Main aman sebenarnya, karena kurang suka eksplorasi, takut nggak cocok di lidah ๐Ÿ˜‚

      Delete
  4. Versi aku kalau ke Hongkong jangan lupa nyobain Hongkong milktea! Tiap kali kesempatan ke sana aku pasti harus minum milktea, soalnya enak banget ๐Ÿ˜ญ terus iyaa dimsum kudu harus ya! Gak ada yang ngalahin enaknya dimsum hongkong ๐Ÿ˜ sama ini nih jajanan street food-nya kayal bakso ikan sama egg waffle (eh bener gak ya namanya?).

    Soal orang-orang di sana, kalau menurutku mereka lebih individualis ya, jadi nggak terlalu ngurusin orang lain hahaha

    Mudah-mudahan next time ada kesempatan ke Hongkong lagi. Makasih Mbaaa udah nulis tentang ini, mayan mengobati rasa kangen ๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah saya seumur-umur belum pernah coba HK milktea, sepertinya harus coba nanti kalau ke sana lagi, apalagi mba Jane yang rekomendasi ๐Ÿ˜ hehehehe.

      Kalau bakso ikan saya juga sukaaaa, cuma kalau egg waffle belum pernah makan juga yang versi HK. Akan saya masukkan ke wishlist kunjungan HK berikutnya ๐Ÿ˜†✌

      Iya itu diaaa mba, sepertinya individualis tapi juga sopan. Kalau kita bertanya mostly pada mau jawab ๐Ÿ˜ jadi saya rasa solo traveler wanita pun bisa pergi ke HK karena saya pribadi pun merasa aman meski belum pernah pergi sendirian (beberapa teman yang solo traveler bilang, HK itu aman) ๐Ÿ˜

      AMIIIIIN~ semoga one day bisa ke HK lagi mba ๐Ÿ˜†๐Ÿ’•

      Delete
  5. qiqiqiqiqiqiqiq.. ya ampun ngikik liat 2 jutanya hahaha
    Etapi kalau viewnya bagus anggap aja buat bayar view hahaha

    Btw kalau yang gini-gini ini saya jadi ingat ama teman kos saya waktu single dulu.
    Dia cantik, tapi kadang tahan aja tuh malu-maluin hahaha.

    Meskipun demikian, dia teman paling menguntungkan kalau diajak hang out khususnya buat kami si anak kosan kan budgetnya ya gitu deh.

    Dia itu, mau ke manaaa saja, makan di restoran atau di manapun, hal pertama yang dia lakukan adalaaahhh..
    TANYA HARGA dan bakal dengan santai bilang nggak jadi kalau kemahalan hahahaha.

    Mau banyak orang kek, mau banyak cowok ganteng kek, pokoknya dia nggak peduli :D

    Btw, asyik juga ya kalau kita traveling ke Asia, soalnya bahasa Inggrisnya patah-patah.
    Sebagai mamak tak pandai berbahasa Inggris itu bagus banget buat saya, dengan begitu saya bisa jadi lebih mengerti dan saya pun bisa lebih bisa berkomunikasi karena sama-sama bahasa Inggris yes no hahaha.

    Saya sering lihat orang Singapura kalau ngomong pakai bahasa Inggris itu enak banget, soalnya nggak sefasih orang bule, jadi lebih mudah dimengerti.

    Saya pernah waktu kerja, ada teman bos saya dari Australia, saya disuruh jemput di bandara, untungnya waktu itu pas kami kudu meeting penting, jadinya dijemput ama teman lainnya.

    Pas kita ketemu di kantor, OMG kagak ngerti sayah dia ngomong apa.
    Lidahnya tuh kayak cedal-cedal gimana hahaha.
    Mending juga dengar bule Inggris ngomong lebih jelas, ketimbang Australia.

    Kata bos saya, emang aksennya kayak gitu.

    Oh ya, saya ngiler uh ama dimsumnya, konon di sana katanya enak-enak, apalagi yang udang, nyaamm..

    Semoga bisa tercapai ke sana, saya udah janjian ama teman saya di HongKong, suatu saat nanti kalau ke sana, dia bakal temanin saya keliling, dan dia muslim, jadi bisa lebih mudah nyariin makanan :)

    Btw abis HongKong apa lagi nih, banyak hal menarik yang akhirnya jadi lebih jelas saya ketahui nih :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. HAHAHA, betul-betul mba ๐Ÿ˜‚

      Salut sama teman mba, kadang saya mau punya sifat kayak begitu tapi susah buat saya ๐Ÿคฃ karena saya timid banget orangnya mba jadi serba salah ~ ๐Ÿคช

      Iya mba kalau traveling di ASIA, bahasa Inggrisnya masih mudah untuk kita pahami walau masing-masing negara punya logatnya sendiri. Mungkin karena lidahnya masih satu family ๐Ÿ˜‚ termasuk SG itu englishnya disebut singlish, agak mudah dipahami meski kadang susah kalau sudah terlalu kental logat SG-nya ๐Ÿ˜

      Di antara US, UK sama Aussie, menurut saya paling enak dan mudah didengar itu US. Kalau UK agak susah juga saya pahamnya, kadang harus repeat ucapan untuk makesure apa yang dimaksud oleh mereka ๐Ÿ˜… memang kualitas english saya masih jongkok sebenarnya ๐Ÿคฃ

      AMIIIIN mba, semoga one day bisa ke HK dan ketemu teman mba di sana yaaa. Paling enak kalau ada teman karena ada info real dari orang yang memang sudah lama tinggal di sana. Pasti mudah cari makanan halalnya ๐Ÿ˜

      Habis HK rencananya mau selesaikan negara ASEAN dulu mba, sisa tiga lagi sebelum bahas regional lain ๐Ÿ˜‚ semoga sesuai rencana. Doakan mba ๐Ÿ˜†

      Delete
  6. Air Asia emang selalu dicintai buat cari tiket murah, sayang banget dua tahun ini Garuda ga ada Travel Fair. Payah-lah. Xixixixi.

    Di Hong Kong orang-orang bicara bahasa Kanton, aku lumayan bisa Kanton daripada Mandarin. Beugh, udah kursus begitu sama big boss ditemukan ama yang bicara Mandarin langsung lidah keluh. Sumpah, ada kaya malu kalau intonasi atau lagunya salah karena bisa salah arti. Jadi, endingnya doi ngomong Mandarin aku jawab Inggris.

    Kata bos "lha kamu kemarin kursus dapat apa, Han?" Hahaha.

    Sampai akhirnya aku ganti kursus Bahasa Jepang. Dulu aku saat masih single duitku habis buat belajar ini dan itu gitu deh dan sayangnya ga ada yang masterin :D

    Seru sekali baca cerita Mbak, ni. Jadi buat aku mimpi di sini ada banyak trasnportasi yang mudah kaya di sana.

    Aku di Bali itu krasan dan sukaaaa banget yang bikin aku ga suka hanya masalah transportasi umum.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau ke HK kebanyakan Cathay mba yang buka travel fair, hehehehe pakai Cathay juga enak ๐Ÿ˜

      Ohya sebutannya Kanton ya mbaaa, thanks for inform me, saya kira Mandarin karena soundnya sama ๐Ÿ˜† maklum saya nggak paham Mandarin, jadi menurut saya mirip-mirip intonasinya ๐Ÿ˜…

      Mong-ngomong soal Bali, sepertinya ke depannya, transportasi akan lebih bagus lagi mba, karena sudah ada persiapan pembangunan LRT di Bali yang jalur plannya lumayan panjang ๐Ÿ˜ tapi memang kalau di area Jimbaran, itu paling susah. Entah kenapa menurut saya, transportasi even seperti online nggak semudah di Denpasar dan area lainnya ๐Ÿ˜†

      Delete
  7. Soal makanan kita beda pengalaman. Menurut gue harga makanan di SG lebih murah dan lebih gampang nemu makanan murah daripada di HK. Urusan penginapan, emang HK itu mahal bangeeettt. SG much better, SGD 30 udah dapet dorm hostel yang rapi, bersih, layak huni.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti skill saya agak kurang nih mas ๐Ÿ˜‚

      Di SG soalnya selalu dapat makanan yang mahal, apa karena lokasi atau restonya juga ya ๐Ÿ˜† soalnya resto dengan let say standar sama di HK, harganya bisa agak lebih murah ๐Ÿ˜ mungkin saya yang mainnya kurang jauh hihi, nanti kalau ke SG lagi, mau explore biar bisa ketemu makanan murah ๐Ÿ˜

      Iyaaa kan, menurut saya penginapannya gila kalau di HK, seenggaknya di SG meski sesama gila, tapi tetap agak sedikit affordable menurut saya ๐Ÿ˜†

      Delete
  8. habis makan lalu liat bill habis2 juta, kayak semacam kena zonk ya. Waktu ke singapur, aku jadi parno mau masuk di resto resto sepanjang Clarke Quay itu, padahal di depan sudah ada buku menu yang dipajang hahaha, males liatnya mungkin ya

    aman buat solo traveler di HK ya, baiklah kalo memang aku ga nemu temen jalan, yaudah berangkat sendiri lagi aja hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. ZOOONG banget mba, tapi memang sudah ekspektasi akan bayar sekitar 2 jutaan. Karena kelihatan di buku menu ada daftar harganya, dan itu pun kita ke luar uang segitu untuk menu yang bisa dibilang paling murah ๐Ÿคฃ pokoknya pengalaman luar biasa, dan jadi lebih hati-hati lagi sekarang hehhe. Minimal kalau mau fine dining, harus make sure memang review-nya enak ๐Ÿ˜

      HK aman untuk solo traveler mba, semisal ingin ke sana dan nggak punya teman no problem, tetap bisa enjoy ๐Ÿ˜

      Delete