Am I Too Serious? | CREAMENO

Pages

Am I Too Serious?


Kata teman-teman gue, cara gue menulis dan berinteraksi dengan orang-orang di blog sangat berbanding terbalik dengan karakter asli gue yang kaku (for real!) ๐Ÿ˜‚ dan gue nggak perlu waktu lama untuk mengakui kelemahan gue itu ~ karena memang kenyataannya, gue termasuk bagian dari kaum orang-orang yang nggak banyak bicara, susah diajak bercanda, dan selalu serius di setiap kesempatan ๐Ÿ™„ kadang, gue nggak yakin kalau teman gue lagi bercanda sampai gue bingung bagaimana merespon mereka. Harus ketawa atau diam? ๐Ÿคฃ

---

Kalau ditanya apa gue nggak punya kenalan? Hmmmm, nggak juga. Karena seperti yang pernah gue tulis pada post sebelumnya, gue punya banyak kenalan dari circle pekerjaan gue yang berhubungan langsung dengan partners, clients dan staffs. Tapi memang gue akui, gue nggak punya banyak sahabat dan komunikasi gue ke orang-orang hanya seputar urusan kerja ๐Ÿ˜✌ bahkan gue pribadi nggak punya WA group seperti kebanyakan teman karena gue sebenarnya sudah beberapa tahun ini merasa nggak begitu suka menulis pesan ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜• alhasil, orang-orang di sekitar gue yang perlu berkomunikasi langsung dengan gue akan memilih phone call ๐Ÿ˜†

Kenapa gue nggak begitu suka menulis pesan? Karena gue nggak tau bagaimana mengakhiri percakapan ๐Ÿคฃ especially yang isinya curhat, bisa-bisa gue menghabiskan waktu berjam-jam untuk balas pesan dan lupa sama tanggung jawab. Karena ini pernah kejadian di masa silam, akhirnya gue mengubah cara gue bersikap, dan thankfully orang-orang di sekitar gue pelan-pelan memahami apa yang gue inginkan. So sekarang kalau ada sohibal-sohibul mau curhat, mereka akan lebih memilih untuk phone call, while urusan pekerjaan, rata-rata mereka semua sudah tau kalau harus email / call assistant ๐Ÿ˜

Albeit, gara-gara ini juga, interaksi gue sama mereka jadi terbatas, dan mereka hanya menghubungi gue apabila dirasa penting saja. Gue jadi jarang berkomunikasi dengan orang di luar permasalahan teknis pekerjaan, dan mereka yang bukan sahabat juga jadi jaga jarak sama gue even keluarga besar ๐Ÿ˜… gue nggak tau ini benar atau salah, tapi karena gue merasa damai dan tenang, jadi tetap gue lanjutkan. Mungkin karena gue sudah merasa cukup di saat muda meluangkan banyak waktu untuk orang banyak, dan berpikir ini saatnya gue fokus dengan apa yang membuat gue nyaman ๐Ÿ˜

---

Terus kemarin gue sempat baca postnya Mba Pipit soal pertanyaan 'kapan' dan gue jadi sadar kalau seingat gue, nggak pernah ada orang yang memberikan gue pertanyaan 'kapan' ๐Ÿคช mungkin karena gue membatasi komunikasi yang ada, orang-orang di sekitar gue jadi nggak punya kesempatan untuk bertanya. Sampai-sampai mereka lebih pilih baca blog gue ini untuk tau kabar gue sekarang karena menurut mereka, baca blog gue lebih efisien daripada bertanya langsung soal gue di mana dan sedang melakukan apa ๐Ÿ˜‚

However, apa gue sekaku itu jadi orang? Atau hanya cara gue dalam menunjukkan perhatian yang berbeda? Jujur, gue memang jarang banget phone call untuk bertanya, 'Apa kabar?' tapi  bisa dibilang, gue nggak pernah lupa tanggal penting orang-orang yang gue sayang, lantas mengirimkan surat dan hadiah untuk mereka yang mana biasanya dalam surat itulah gue bertanya dan memberikan doa ๐Ÿ˜† pada awalnya, mereka kesal, karena mereka merasa kalau yang mereka butuhkan adalah interaksi langsung alias tatap muka sedangkan mereka merasa gue ini sangat susah diajak ketemuan ๐Ÿ˜…

Read: Story of 54 Sheets

Walau alasan gue susah diajak ketemu bukan karena gue malas, tapi karena pekerjaan gue mengharuskan gue untuk mobile ke banyak tempat ~ jadi kadang, kalau gue punya waktu senggang, gue lebih pilih istirahat daripada kumpul-kumpul entah di mana ๐Ÿคฃ dan gue beruntung, lambat laun orang-orang di sekitar gue tau kalau gue butuh ruang, dan mereka pun pelan-pelan memberikannya ๐Ÿ˜† nggak ada lagi orang-orang di sekitar gue yang rajin bertanya kapan kita bisa ketemuan, yang ada justru mereka kirim foto barang apa yang mereka inginkan untuk ultah berikutnya *wong edyaaan* ๐Ÿ˜‚

In the end, teman-teman, keluarga dan handai taulan gue sejak saat itu hanya bisa memberikan pesan, "Yang penting luuu sehat dan bahagia, that's all." -- well, people do changes memang, dan kita nggak bisa menghalanginya. Gue termasuk beruntung karena orang-orang di sekitar gue adalah orang-orang yang memahami karakter gue dengan sebenar-benarnya, tanpa pressure kalau gue harus berubah sesuai harapan mereka. EHEHE. Dan mereka bilang, mereka senang seenggaknya gue masih mau tulis surat dan kirim hadiah untuk mereka karena meski gue benci tulis pesan messenger tapi anehnya gue sangat suka menulis surat di kertas ๐Ÿคฃ
My friends say, the way I write and interact with people on the blog is really different to my original character which is timid (for real!) ๐Ÿ˜‚ and I don't need too much time to acknowledge this weaknesses ~ because in reality, I belong to people who don't talk much, hard to joke around, and are always serious at every occasion ๐Ÿคช sometimes, I even not sure if my friends are joking which make me confused about how to respond them. Should I laugh or just quiet? ๐Ÿคฃ

---

If you asked, do I have acquaintances? Hmmmm, yeah. Because as I wrote in my previous post, I have many acquaintances from my work circle and I deal directly with partners, clients and staff. But I admit, I don't have many BESTFRIENDS and my communication to people mostly is only about work matters ๐Ÿ˜‚ I don't even have a WA group like most of my friends because I actually don't really like writing a message since few years back ๐Ÿ˜ so people around me who need to communicate with me will directly choose a phone call ๐Ÿ˜†

Why? I don't like writing messages that much because I don't know how to end the conversation ๐Ÿ˜‚ especially when someone talk about private matters, I might spend hours to reply their messages and forget my own responsibility related to works. And since it happened in the past, I decided to change the way I behaved, and thankfully people around me slowly understood about what I wanted. So now if there are friends who want to talk, they will prefer to make a phone call, while people who wanna talk about works, they already know that they have to email / call assistant ๐Ÿ˜

Albeit, because of this too, my interactions with them have become limited, and they only contact me when it's important matters. I rarely communicate with people outside the technical issues of work, and those who are not close also keep the distance from me (inc. my big family) ๐Ÿ˜… well, I don't know whether this is right or wrong, but because it makes me feel peaceful, so I continue doing so. Maybe I already had enough time in my youth to spend with people, that's why now it's my time to focus on what makes me comfortable ๐Ÿ˜

---

Then yesterday I had a chance to read Mba Pipit's post about 'when' question and I became aware that as far as I remember, nobody ever gave me such a question ๐Ÿคช maybe because our communication is limited, so people around me didn't have any chance to ask. To the extent that they would rather read my blog to know my whereabouts because in their opinion, reading my blog is more efficient than asking directly, "Where are you?" - "What are you doing?" etc ๐Ÿ˜‚

However, am I really too serious? Or is it just my way to showing an attention? Honestly, I rarely do a phone call to my people only to ask, 'How are you?' -- but instead of that, I never forget the important dates of all people that I love. And I usually send them a letter or gift as exchange ๐Ÿคฃ at first, they were upset, because they felt that what they needed the most was direct interaction (face to face) with me, and they thoughts I was very difficult to meet ๐Ÿ˜…

Read: Story of 54 Sheets

Although the real reason why I was hard to meet is not because I'm lazy, but because my job requires me to mobile a lot ~ so sometimes, when I have a time, I prefer rest rather than gatherings somewhere ๐Ÿคฃ and I'm lucky, gradually people around me know that I need a space, and they slowly give it away ๐Ÿ˜† there are no more people who are diligently asking when we can meet, instead nowadays they send photos of what they want for their future birthday ๐Ÿ˜‚

In the end, my friends, family and everyone I know can only give their message, "The important thing for us is you are healthy and happy, that's all." - well, people do changes, and we can't deny it anyways. I am fortunate, because they are people who understand me best, without pressure to make me change according to their expectations. EHEHE. And they said, they are happy, at least I still want to write letters and send gifts to them because even though I hate writing text (chat) but strangely I really like writing letters on paper ๐Ÿคฃ
์ œ ์นœ๊ตฌ๋“ค์€ ์ œ๊ฐ€ ๋ธ”๋กœ๊ทธ์—์„œ ์‚ฌ๋žŒ๋“ค๊ณผ ์†Œํ†ตํ•˜๋Š” ๋ฐฉ์‹์ด ์†Œ์‹ฌํ•œ ์‹ค์ œ ์„ฑ๊ฒฉ๊ณผ ๋‹ค๋ฅด๋‹ค๊ณ  ๋งํ•ด์š” ๐Ÿ˜‚ ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ๊ทธ ์•ฝ์ ์„ ์ธ์ •ํ•˜๋Š”๋ฐ ๋งŽ์€ ์‹œ๊ฐ„์ด ๊ฑธ๋ฆฌ์ง€ ์•Š์•„์š”~ ํ˜„์‹ค์—์„œ๋Š” ๋ง์„ ๋งŽ์ดํ•˜์ง€ ์•Š๊ณ  ๋†๋‹ด๋„ ์•ˆํ•˜๊ณ  ํ•ญ์ƒ ์ง„์ง€ํ•œ ์‚ฌ๋žŒ์ด๊ธฐ ๋•Œ๋ฌธ์ด์—์š” ๐Ÿคช ๊ฐ€๋” ์นœ๊ตฌ๋“ค์ด ํ˜ผ๋ž€์Šค๋Ÿฌ์šด ๋†๋‹ด์„ ํ•˜๋ฉด ๋ญ๋ผ๊ณ  ๋Œ€๋‹ตํ•ด์•ผ๋ ์ง€ ๋ชฐ๋ผ์š”. ์›ƒ๊ฑฐ๋‚˜ ๊ทธ๋ƒฅ ์กฐ์šฉํ•ด์•ผ ๋ ๊นŒ์š”? ๐Ÿคฃ

---

์•„๋Š” ์‚ฌ๋žŒ์ด ์žˆ๋ƒ๊ณ  ๋ฌผ์–ด๋ณด์‹œ๋‹ค๋ฉด? ํ , ๋„ค ์ด์ „ ํฌ์ŠคํŠธ์—์„œ ์ผ๋“ฏ์ด ์ผ๊ณผ ์ง์žฅ์—์„œ ๋งŽ์€ ์‚ฌ๋žŒ๋“ค์„ ์•Œ๊ณ ์žˆ๊ณ  ํŒŒํŠธ๋„ˆ, ๊ณ ๊ฐ ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ์ง์›๋“ค๊ณผ ์ง์ ‘ ์†Œํ†ตํ•ด์š”. ํ•˜์ง€๋งŒ ๋งŽ์€ ๋ฒ ํ”„๊ฐ€ ์—†๋‹ค๋Š”๊ฑด ์ธ์ •ํ•ด์š” ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ์‚ฌ๋žŒ๋“ค๊ณผ ์ปค๋ฎค๋‹ˆ์ผ€์ด์…˜์ด ๊ฑฐ์˜ ์ผ๋ฌธ์ œ์ธ ๊ฒƒ๋„์š” ๐Ÿ˜‚ ์‹ฌ์ง€์–ด ๋ช‡๋…„์ „ ๋ถ€ํ„ฐ ๋ฉ”์‹œ์ง€ ์“ฐ๋Š”๊ฑธ ์ •๋ง ์•ˆ์ข‹์•„ํ•ด์„œ ๋ณดํ†ต ์นœ๊ตฌ๋“ค์ด ๊ฐ€์ง€๊ณ  ์žˆ๋Š” WA๊ทธ๋ฃน๋„ ์—†์–ด์š” ๐Ÿ˜ ๊ทธ๋ž˜์„œ ์†Œํ†ต์ด ํ•„์š”ํ•œ ์ฃผ๋ณ€์‚ฌ๋žŒ๋“ค์€ ์ง์ ‘ ์ „ํ™”ํ•˜๋Š”๊ฑธ ์„ ํƒํ•ด์š” ๐Ÿ˜†

์™œ๋ƒ๊ตฌ์š”? ์–ด๋–ป๊ฒŒ ๋๋‚ด์•ผํ• ์ง€ ๋ชฐ๋ผ์„œ ๊ธธ๊ฒŒ ๋ฉ”์‹œ์ง€ ์“ฐ๋Š”๊ฑธ ์•ˆ์ข‹์•„ํ•ด์š” ๐Ÿ˜‚ ํŠนํžˆ ๋ˆ„๊ฐ€ ๊ฐœ์ธ์ ์ธ ๋ฌธ์ œ๋ฅผ ๋ฌผ์–ด๋ณด๋ฉด ๋ช‡์‹œ๊ฐ„์„ ๊ณ ๋ฏผํ•ด์„œ ๋‹ต์žฅ์„ ํ•˜๋Š”๋ฐ ์ผ๊ณผ ๊ด€๋ จ๋œ ์ œ ์ผ์„ ์žŠ์–ด๋ฒ„๋ ค์š”. ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ๊ทธ๋Ÿฐ์ผ์ด ์žˆ๊ณ ๋ถ€ํ„ฐ ํ–‰๋™ํ•˜๋Š” ๋ฐฉ์‹์„ ๋ฐ”๊พธ๊ธฐ๋กœ ๊ฒฐ์ •ํ–ˆ๊ณ  ๋‹คํ–‰ํžˆ ์ฃผ๋ณ€ ์‚ฌ๋žŒ๋“ค์€ ์ฒœ์ฒœํžˆ ์ œ๊ฐ€ ๋ญ˜ ์›ํ•˜๋Š”์ง€ ์ดํ•ดํ–ˆ์–ด์š”. ๊ทธ๋ž˜์„œ ์ง€๊ธˆ์€ ์ผ์—๋Œ€ํ•ด์„œ ๋Œ€ํ™”๋ฅผ ํ•˜๋ ค๊ณ  ํ•˜๋Š” ์‚ฌ๋žŒ์ด ์ด๋ฉ”์ผ/์ „ํ™”๋ฅผ ์ด์šฉํ•˜๊ณ  ๋งํ• ๊ฒŒ ์žˆ๋Š” ์นœ๊ตฌ๋Š” ์ „ํ™”ํ•˜๋Š”๊ฑธ ์„ ํ˜ธํ•ด์š” ๐Ÿ˜

๊ทธ๋Ÿผ์—๋„ ๋ถˆ๊ตฌํ•˜๊ณ  ์ด๊ฒƒ๋“ค ๋•Œ๋ฌธ์— ๊ทธ๋“ค๊ณผ์˜ ์ƒํ˜ธ์ž‘์šฉ์€ ์ œํ•œ๋˜์–ด ์™”๊ณ  ์ค‘์š”ํ•œ ๋ฌธ์ œ์ผ ๋•Œ๋งŒ ์ €์—๊ฒŒ ์—ฐ๋ฝํ•ด์š”. ์ €๋Š” ๊ธฐ์ˆ ์ ์ธ ๋ฌธ์ œ๊ฐ€ ์•„๋‹Œ ์‚ฌ๋žŒ๋“ค๊ณผ ์˜์‚ฌ์†Œํ†ต์„ ๊ฑฐ์˜ ํ•˜์ง€ ์•Š์œผ๋ฉฐ ๊ฐ€๊น์ง€ ์•Š์€ ์‚ฌ๋žŒ๋“ค๋„ ์ €์™€ ๊ฑฐ๋ฆฌ๋ฅผ ์œ ์ง€ํ•ด์š”(inc. ์นœ์ฒ™ ๋“ฑ) ๐Ÿ˜… ์Œ, ์ด๊ฒŒ ์˜ณ์€์ง€ ํ‹€๋ฆฐ๊ฑด์ง€ ๋ชจ๋ฅด๊ฒ ์ง€๋งŒ ๋งˆ์ŒํŽธํ•˜๊ฒŒ ํ•ด์ฃผ๊ธฐ ๋•Œ๋ฌธ์— ๊ณ„์†ํ•˜๊ณ ์žˆ์–ด์š”. ์•„๋งˆ ์„ฑ์žฅ๊ธฐ์— ์‚ฌ๋žŒ๋“ค๊ณผ ์ถฉ๋ถ„ํ•œ ์‹œ๊ฐ„์„ ๋ณด๋ƒˆ๋‚˜๋ด์š”. ๊ทธ๋ž˜์„œ ์ง€๊ธˆ์€ ํŽธ์•ˆํ•˜๊ฒŒ ํ•ด์ฃผ๋Š” ๊ฒƒ๋“ค์— ์ง‘์ค‘ํ•˜๊ฒŒ ๋˜์š” ๐Ÿ˜

---

์–ด์ œ Mba Pipit's๋ผ๋Š” '์–ธ์ œ'์— ๊ด€ํ•œ ๊ธ€์„ ์—ˆ๋Š”๋ฐ ์•„๋ฌด๋„ ์ €์—๊ฒŒ ๊ทธ๋Ÿฐ ์งˆ๋ฌธ์„ ํ•œ ์ ์ด ์—†๋‹ค๋Š”๊ฑธ ์•Œ์•˜์–ด์š” ๐Ÿคช ์•„๋งˆ ์˜์‚ฌ์†Œํ†ต ์ œํ•œ ๋•Œ๋ฌธ์ผ ๊ฒƒ์ด๊ณ  ์ œ ์ฃผ๋ณ€์‚ฌ๋žŒ๋“ค์€ ์ €์—๊ฒŒ ๋ฌผ์–ด๋ณผ ๊ธฐํšŒ๊ฐ€ ์—†์—ˆ์„๊ฑฐ์—์š”. ๊ทธ ์นœ๊ตฌ๋“ค ๋ง๋กœ๋Š” "์–ด๋””์•ผ?" "๋ญํ•ด?" ๋“ฑ์˜ ๋ง์„ ์ง์ ‘ ๋ฌผ์–ด๋ณด๋Š” ๊ฒƒ๋ณด๋‹ค ๋ธ”๋กœ๊ทธ์˜ ๊ธ€์„ ์ฝ๋Š”๊ฒŒ ๋” ํšจ๊ณผ์ ์ด๋ผ๊ณ  ํ•ด์š” ๐Ÿ˜‚

ํ•˜์ง€๋งŒ ์ œ๊ฐ€ ๋„ˆ๋ฌด ์‹ฌ๊ฐํ•œ๊ฑธ๊นŒ์š”? ์•„๋‹ˆ๋ฉด ๊ทธ๋ƒฅ ์ œ ๋ฐฉ์‹๋Œ€๋กœ ๊ด€์‹ฌ์„ ํ‘œํ•˜๋Š” ๊ฑธ๊นŒ์š”? ์‚ฌ์‹ค ์ €๋Š” ํ†ตํ™”๋กœ "์š”์ฆ˜์–ด๋•Œ?" ๋ผ๊ณ  ์ž˜ ๋ฌผ์–ด๋ณด์ง€ ์•Š์•„์š” -- ๋Œ€์‹ ์— ์ €๋Š” ์ œ๊ฐ€ ์ข‹์•„ํ•˜๋Š” ์‚ฌ๋žŒ๋“ค์˜ ์ค‘์š”ํ•œ ๋‚ ์„ ์ ˆ๋Œ€ ์žŠ์ง€ ์•Š์•„์š”. ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ๋ณดํ†ต ํŽธ์ง€๋‚˜ ์„ ๋ฌผ์„ ๋ณด๋‚ด์š” ๐Ÿคฃ ์ฒ˜์Œ์— ๊ทธ๋“ค์€ ์ง์ ‘์ ์œผ๋กœ ์†Œํ†ตํ•˜๊ธฐ(๋ฉด๋Œ€๋ฉด์œผ๋กœ)๋ฅผ ์›ํ•ด์„œ ํ™”๋ƒˆ์—ˆ๊ณ  ์ œ๊ฐ€ ์ •๋ง ๋งŒ๋‚˜๊ธฐ ์–ด๋ ต๋‹ค๊ณ  ํ–ˆ์–ด์š” ๐Ÿ˜…

Read: Story of 54 Sheets

์ €์™€ ๋งŒ๋‚˜๊ธฐ ํž˜๋“  ์ง„์งœ ์ด์œ ๋Š” ์ œ๊ฐ€ ๊ฒŒ์„๋Ÿฌ์„œ๊ฐ€ ์•„๋‹ˆ๋ผ ์ผ๋กœ ๋งŽ์ด ์ด๋™ํ•ด์•ผ๋˜๊ธฐ ๋•Œ๋ฌธ์ด์—์š” ~ ๊ทธ๋ž˜์„œ ๊ฐ€๋” ์‹œ๊ฐ„์ด ์žˆ์„ ๋•Œ ํœด์‹์„ ์ทจํ•˜๋Š”๊ฑธ ๋” ์ข‹์•„ํ•ด์š” ๐Ÿคฃ ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ๋‹คํ–‰ํžˆ ์ฃผ๋ณ€์‚ฌ๋žŒ๋“ค์€ ์ œ๊ฐ€ ๊ณต๋ฐฑ์ด ํ•„์š”ํ•˜๋‹ค๋Š”๊ฑธ ์•Œ์•„์„œ ์ฒœ์ฒœํžˆ ์ดํ•ดํ•˜๊ณ ์žˆ์–ด์š” ๐Ÿ˜† ๋”์ด์ƒ ๋ถ€์ง€๋Ÿฐํžˆ ์–ธ์ œ๋งŒ๋‚  ์ˆ˜ ์žˆ๋Š”์ง€, ๋ฌผ์–ด๋ณด๋Š” ์นœ๊ตฌ๋Š” ์—†์–ด์š”. ๋Œ€์‹  ๋ฏธ๋ž˜ ์ƒ์ผ์„ ์œ„ํ•ด ์›ํ•˜๋Š” ๊ฒƒ์„ ์‚ฌ์ง„์œผ๋กœ ๋ณด๋‚ด์š” ๐Ÿ˜‚

๊ฒฐ๊ตญ ์นœ๊ตฌ๋“ค, ๊ฐ€์กฑ๋“ค ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ๋ชจ๋“  ์‚ฌ๋žŒ์€ "์ค‘์š”ํ•œ๊ฑด ๊ฑด๊ฐ•๊ณผ ํ–‰๋ณต์ด๋‹ค"๋ผ๋Š” ๋ฉ”์‹œ์ง€๋งŒ ๋ณด๋‚ผ ์ˆ˜ ์žˆ์ฃ  - ์Œ, ์‚ฌ๋žŒ๋“ค์€ ๋‹ฌ๋ผ์กŒ๊ณ  ์šฐ๋ฆฌ๋Š” ๊ทธ๊ฑธ ๊ฑฐ๋ถ€ํ•  ์ˆ˜ ์—†์–ด์š”. ๊ทธ ์‚ฌ๋žŒ๋“ค์ด ๊ธฐ๋Œ€๋กœ ์ €๋ฅผ ์••๋ฐ•ํ•ด์„œ ๋ณ€ํ•˜๊ธธ ๊ฐ•์š”ํ•˜์ง€ ์•Š๊ณ  ์ €๋ฅผ ๊ฐ€์žฅ ์ž˜ ์ดํ•ดํ•˜๋Š” ์‚ฌ๋žŒ๋“ค์ด๋ผ ์šด์ด ์ข‹์•„์š”. EHEHE. ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ๊ทธ๋“ค์€ ์ ์–ด๋„ ์ œ๊ฐ€ ํŽธ์ง€๋ฅผ ์“ฐ๊ณ  ์„ ๋ฌผ์„ ๋ณด๋‚ด์ค˜์„œ ํ–‰๋ณตํ•˜๋‹ค๊ณ  ํ•ด์š”. ์™œ๋ƒ๋ฉด ์ œ๊ฐ€ ๋ฉ”์‹œ์ง€ ์“ฐ๋Š”๊ฑธ ์‹ซ์–ดํ•˜์ง€๋งŒ(์ฑ„ํŒ…) ์ด์ƒํ•˜๊ฒŒ ์†ํŽธ์ง€๋Š” ์ข‹์•„ํ•˜๊ฑฐ๋“ ์š” ๐Ÿคฃ



Salah satunya seperti foto di atas, saat gue sangat semangat menulis surat dan packing hadiah untuk hampir 50 orang teman, keluarga dan handai taulan ๐Ÿคฃ karena itu satu-satunya kesempatan gue untuk menuliskan apapun yang ada di benak pikiran soal mereka, mau sayang-sayangan bisa, mau marah-marah juga bisa ๐Ÿ˜‚ padahal kalau dipikir-pikir, lebih gampang mencurahkan apapun lewat messenger, namun anehnya saat gue diminta balas messenger langsung merasa malas, dan lebih excited ketika harus menulis surat untuk mereka ๐Ÿ˜†

Segitu sukanya menulis surat, gue pasti selalu kirim surat saat tahun baru, saat hari kasih sayang, saat hari ibu, saat lebaran, saat natal, saat ulang tahun merekaaa, dan saat peringatan-peringatan kecil lainnya ๐Ÿ˜† dan surat-surat itu yang ternyata teman-teman, keluarga, dan orang-orang di sekitar gue nantikan ๐Ÿ˜ for the last, bahasa cinta gue mungkin berubah, tapi satu yang pasti, gue tetap care sama semuanya. So within this post, gue mau bilang, terima kasih sudah memahami karakter gue yang kadang menyebalkan dan membuat sakit kepala, pun terima kasih karena telah memberikan gue ruang untuk menjalani hidup dengan nyaman ๐Ÿ˜๐Ÿ’•

Ps: selamat untuk Mba Pipit yang sudah menulis komentar pertama di post THOUGHTS soal Story of 54 Sheets sebelumnya ๐Ÿ˜‚ terima kasih sudah share cerita mba, ditunggu nomor ponsel untuk top up Go-pay IDR 200.000-nya (bisa tulis di kolom komentar, nggak akan di-publish komentarnya) ๐Ÿ˜ akan diproses my assistant segera ๐Ÿ˜†✌
One of the example is the photo above, when I was very enthusiastic about writing letters and packing the gifts for almost 50 friends ๐Ÿคฃ because it was the only chance for me to write whatever it was on my minds about my thoughts, my feelings, etc ๐Ÿ˜‚ even if you think that it will be easier to pour anything through messenger, but strangely I always lazy when I'm asked to reply some chat, and feel more excited when I have to write a letter on paper ๐Ÿ˜† yep, it's weird.

I love writing letters so much, and I always send letters on new years, on Valentine's Day, on Mother's Day, on Eid, on Christmas, on their birthdays, and on other small commemorations ๐Ÿ˜† and those letters are my friends, family, and people around me waiting for ๐Ÿ˜ for the last, my love language might change, but one thing for sure, I still care about you guys. So, within this post, I want to say, thank you for understanding my character, which sometimes sucks and causes you a headache, and thank you for giving me a space to enjoy my life ๐Ÿ˜
์˜ˆ๋ฅผ๋“ค์–ด์„œ ์‚ฌ์ง„์„ ๋ณด๋ฉด 50๋ช…์˜ ์นœ๊ตฌ๋“ค์—๊ฒŒ ์„ ๋ฌผ๊ณผ ํŽธ์ง€๋ฅผ ๋ณด๋‚ผ ์ •๋„๋กœ ์—ด์„ฑ์ ์ด์—ˆ์–ด์š” ๐Ÿคฃ ์™œ๋ƒ๋ฉด ์ƒ๊ฐ, ๊ฐ์ • ๋“ฑ์— ๋Œ€ํ•ด์„œ ๊ธ€์„ ์“ธ ์ˆ˜ ์žˆ๋Š” ์œ ์ผํ•œ ๊ธฐํšŒ์˜€๊ธฐ ๋•Œ๋ฌธ์ด์—์š” ๐Ÿ˜‚ ์•„๋งˆ ๋ฉ”์‹ ์ €๋กœ ๋ญ๋“ ์ง€ ์Ÿ์•„๋‚ผ ์ˆ˜ ์žˆ๋‹ค๊ณ  ์ƒ๊ฐํ•˜์‹œ๊ฒ ์ง€๋งŒ ์ €๋Š” ์ด์ƒํ•˜๊ฒŒ ์ฑ„ํŒ…์œผ๋กœ ์˜ค๋ฉด ๊ฒŒ์œผ๋ฅด๊ฒŒ ๋˜๊ณ  ์†ํŽธ์ง€๋ฅผ ์จ์•ผํ•  ๋•Œ ํฅ๋ถ„ํ•ด์š” ๐Ÿ˜† ๋„ค ์ด์ƒํ•˜์ฃ 

์ €๋Š” ํŽธ์ง€ ์“ฐ๋Š”๊ฑธ ์ •๋ง ์ข‹์•„ํ•ด์š”. ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ํ•ญ์ƒ ์ƒˆํ•ด์™€ ๋ฐœ๋ Œํƒ€์ธ,์–ด๋ฒ„์ด๋‚ , Eid, ํฌ๋ฆฌ์Šค๋งˆ์Šค, ์ƒ์ผ ๋“ฑ ์ž‘์€ ๊ธฐ๋…์ผ์— ํ•ญ์ƒ ํŽธ์ง€๋ฅผ ๋ณด๋‚ด์š” ๐Ÿ˜† ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ์นœ๊ตฌ, ๊ฐ€์กฑ, ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ์ฃผ๋ณ€์‚ฌ๋žŒ๋“ค์€ ํŽธ์ง€๋ฅผ ๊ธฐ๋‹ค๋ฆฌ๊ณ  ์žˆ์–ด์š” ๐Ÿ˜ ๋งˆ์ง€๋ง‰์œผ๋กœ ์ œ ์‚ฌ๋ž‘์˜ ์–ธ์–ด๊ฐ€ ๋ฐ”๋€” ์ˆ˜ ์žˆ์ง€๋งŒ ํ•œ๊ฐ€์ง€ ํ™•์‹คํ•œ๊ฑด ์ €๋Š” ์•„์ง ์—ฌ๋Ÿฌ๋ถ„์—๊ฒŒ ๊ด€์‹ฌ์ด ์žˆ์–ด์š”. ๊ทธ๋ž˜์„œ ์ด ๊ธ€์„ ๋นŒ์–ด์„œ ๊ฐ€๋” ๋ณ„๋กœ๊ณ  ๋‘ํ†ต์„ ์œ ๋ฐœํ•˜๋Š” ์ œ ์„ฑ๊ฒฉ์„ ์ดํ•ดํ•ด ์ฃผ์‹œ๊ณ  ์ธ์ƒ์„ ์ฆ๊ธธ ์ˆ˜ ์žˆ๊ฒŒ ์—ฌ์œ ๋ฅผ ์ฃผ์…”์„œ ๊ฐ์‚ฌํ•˜๋‹ค๊ณ  ๋ง์”€๋“œ๋ฆฌ๊ณ  ์‹ถ์–ด์š” ๐Ÿ˜

32 comments:

  1. Saya sebenarnya nggak pernah kaget sih kalau ketemu orang yang beda dari tulisannya sama kebiasaannya di dunia nyata.

    Terutama, jika saya berkunjung di blog yang isinya kebanyakan menceritakan keadaan dirinya seperti ini.

    Menurut saya, pada dasarnya semua wanita itu sama, butuh mengeluarkan banyak uneg-uneg dan perasaannya.

    Hanya saja, di real life tidak semua orang bisa dengan bebas bercerita.

    Mungkin karena kayak saya yang merasa nggak punya teman yang bisa saya percayai dalam artian, teman saya itu benar-benar bisa meluangkan waktu untuk saya dan benar-benar amanah, pun juga saya udah terbiasa jarang berteman, jadinya sulit buat membuka masalah diri ke orang lain, saya bahkan lebih memilih mendengarkan ketimbang bercerita.

    Tht's why saya suka banget menulis dan curcoolll sebanyak mungkin di blog hahaha.

    Saya sebenarnya mirip dengan Eno, karena kalau saya baca di semua tulisannya tuh, selalu mengalir dengan ringan, penuh candaan, bisa diliat dari emo yang banyak menghiasi postingannya.

    Makanya mungkin agak aneh kalau dilihat dari dunia nyata lebih diam, padahal ya mungkin karena terbiasa gitu :D

    Kalau saya, dalam dunia nyata (dengan teman-teman) ya sama dengan yang saya tulis itu (selain kisah pribadi).
    Saya selalu berusaha SKSD saat ketemu orang baru, meski jujur aselih saya juga malu sebenarnya hahaha.

    Saya juga suka ngobrol sambil ngikik hahaha hihihi.
    Suka bercanda.
    Tapi memang kalau sama keluarga justru saya lebih serius, lebih diam, entahlah karena apa :D

    Banyak teman yang main ke rumah selalu bilang, saya di rumah dan di luar itu beda.
    Meski demikian, tempat yang bikin saya nyaman itu rumah sih.

    Mungkin juga aslinya saya itu pendiam kali ya, cuman lebih menghormati orang lain dengan tampil ramah.
    Nah di rumahlah aslinya saya jadi diri sendiri.

    Saya lebih suka diam, lebih suka membaca, nonton, menulis, sedikit bicara.

    Ah saya mah complicated, berbeda rasanya dengan Eno, meski kadang saya rasa kita tuh banyak kesamaan.

    Yup, saya rasa semua penulis blog yang isinya curcolan kayaknya mirip-mirip hahahahaha

    *makin gaje dah komen saya hahahaha

    Intinya, saya cuman mau bilang, dirimu adalah pribadi yang keren say.
    Itu yang terpikir saat saya menerima hadiah dulu.

    Tak peduli dalam dunia nyata (terlihat serius), tapi dalam hati sangat perhatian.
    Lebih dari sekadar basa basi segala.

    Nggak heran si the only one nya tak pernah bisa berhenti mencintai, *eaaa..

    Karena hatinya memang baik :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Senangnya baca komentar mba Rey ๐Ÿ˜

      Memang kalau dipikir-pikir, saya jadi suka menulis blog itu karena merasa lebih puas dalam mengekspresikan perasaan saya daripada ketika saya bicara. Karena ketika berbicara, saya nggak bisa berpikir dulu mau bicara apa, dan kawatir justru salah tata bahasa yang menyebabkan rasa nggak enak. Sedangkan saat menulis, saya masih bisa melihat kembali apa yang saya tuliskan sebelum tulisan ditayangkan ๐Ÿ˜

      Saya pun sejujurnya bingung mba, saya ini bagaimana ๐Ÿคฃ kalau sama pasangan, saya bisa jadi orang yang heboh dan banyak ketawa ataupun bercanda, tapi kalau di luar, saya bisa jadi orang yang diam, susah diajak bercanda, dan bicara secukupnya saja. Meski sama teman dekat masih bisa agak relax, tapi selain sama mereka, aduuuh saya ini betul-betul kaku bangatttts macam kanebo kering jadinyah ๐Ÿคช

      Eniho, terima kasih mba Rey atas apresiasinya, apapun dan bagaimanapun karakter kita, selama kita berada pada circle yang tepat dan menerima kita apa adanya, maka kita akan baik-baik saja ๐Ÿ˜ terima kasih sekali lagi ya mba yang nggak kalah baik hatinyaaaa ๐Ÿ˜๐Ÿ’•

      Delete
    2. Hahahaha, bisa aja kanebo kering.
      Kanebo yang renyah iya kali hahaha

      Btw thanks soooo much yaaa, udah jadi orang yang paling baik sedunia :*

      Semoga kita bisa selalu diberkahi dengan hati yang baik, teruslah menjadi inspirasi bagi banyak orang melalui tulisannya yang apa adanya (saya suka liat banyak emo bertebaran di tulisannya :D)

      Setidaknya Eno punya teman bercerita yang nyaman, sayapun dulu seperti itu, banyak omong sama pasangan hahaha.

      Meskipun saya jadi sadar, mungkin saya terlalu banyak omong, jarang mendengarkan jadinya.
      kebalik sama orang lain, saya malah sibuk mendengarkan, sibuk jadi orang bijak.

      Jujur kadang saya bahkan sama teman dekat agak sungkan, dalam artian bukan hal ngobrol, tapi kalau ingin mengajak mereka mendengarkan saya.

      Terlalu complicated ya saya ini.

      Bahkan sejak kecil kalau saya pikir, saya jarang meminta sesuatu sama ortu, sungkan aja rasanya.
      Hanya sama pasangan bisa minta, itupun kadang belum bisa minta terus terang hahaha

      Tapi saya senang, dengan menulis saya bisa meminta, menceritakan dan mengungkapkan semua yang ingin saya sampaikan hihihi

      Delete
    3. Terima kasih juga mba Rey sudah menginspirasi saya ๐Ÿ˜

      Karena blog dan tulisan mba Rey, saya jadi belajar lebih banyak soal hal-hal yang nggak saya tau sebelumnya ๐Ÿ˜ฌ semoga mba Rey nggak berhenti membagikan ilmu berdasarkan pengalaman yang mba Rey punya ๐Ÿ’•

      Saya juga orangnya nggak gampang curhat mba, kalau punya masalah lebih sering saya pendam dan selesaikan seorang diri selagi bisa. Jadi saya paham kenapa mba Rey merasa sungkan untuk cerita ke orang, karena saya rasa mostly orang-orang juga sependapat dengan mba, susah diusia sekarang untuk lebih terbuka ๐Ÿ˜

      Semangat mbaaa, semoga dengan menulis, beban mba sedikit berkurang, dan mba bisa menghadapi masalah yang ada dengan hati lapang ๐Ÿ˜๐Ÿ™Œ

      Delete
  2. Wow, ada namaku di sini, hehe. Kaget euy.

    Mba, kalau dilihat dari postingannya, kayaknya mba orangnya unik, elegan, rame dan to the point.

    Karena belum pernah ketemu jadi saya nggak bisa komen tentang sifatnya mba lebih banyak, hehe.

    Banyak kok mba yang kelihatan rame di medsos atau blog ternyata aslinya pendiam. Mungkin mereka butuh tempat untuk berekspresi.

    Syukurlah kalau orang2 terdekat mengerti dan memahami karakter mba. Dan perhatiannya dalam bentuk surat dan kado bikin saya speechless. Terutama surat, ya. Kalau di luar sana masih ada kebiasaan ini. Di Indo udah jarang banget. Keren, euy.

    Lha mba nya bisa misuh2 gitu, ahahaha. Kirain nggak bisa.๐Ÿ˜ kaget euy waktu baca 'wong edyaann', hehe.

    Etapi ya kadang mencoba menyapa duluan via messenger bikin hepi lho mba. Cuma say hi terus kasih emot.

    Kalo saya malah bisa berjam2 cerita ngalor ngidul dan bahkan ghibah di WA ama sahabat. Ketawa sendirian kalo ada yg lucu. Mayan seru, lho. Ehehe.

    Terakhir, terima kasih ya untuk apresiasinya. Semoga selalu sehat dan bahagia. Dan saya jadi pengen kirim foto barang ke mbanya. Ahaha, kemudian dibilang 'siapa elu' dan 'wong edyaan' ๐Ÿ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbaaa, Go-paynya sudah dikirim ya ๐Ÿ˜๐Ÿ™Œ

      Saya ramai di blog karena di blog nggak perlu cuap-cuap mba ๐Ÿ˜‚ saya entah kenapa kalau kelamaan cuap-cuap langsung exhausted dan cape badan, kadang butuh hibernasi panjang untuk bisa mengembalikan energi yang hilang ๐Ÿ˜… that's why saya menulis blog karena meski menulis panjang, tapi kondisi dan energi tetap prima ๐Ÿคฃ

      Gara-gara karakter saya ini juga, kalau saya kesal sama pasangan, saya akan memilih tulis semua unek-unek saya daripada cuap-cuap, jadi jangan bayangkan perdebatan yang saya tulis di post moonlight itu seperti perdebatan kebanyakan yang adu mulut soalnya saya pasti kalah. Nah, karena nggak mau kalah, alhasil saya tulis tuuuh semua yang membuat saya kesal biar doi baca ๐Ÿ˜‚ tapi keuntungannya, doi bilang doi jadi paham saya itu kenapa, nggak cuma ngambek-ngambek nggak jelas ๐Ÿคช

      Iya mba, saya bersyukur semua orang terdekat mengerti ๐Ÿคฃ eniwei, saya suka sekali menulis mba, menulis di kertas itu salah satu program healing saya, jadi saya selalu berusaha untuk punya kesempatan menulis surat ๐Ÿ˜ dulu awalnya circle saya meledek saya, "Dasar orang jadul, hari begini masih tulis surat." hahaha. Tapi sekarang mereka justru senang sekali kalau dikirimkan surat atau postcard, pasti dibaca dan disimpan ๐Ÿ˜†

      Nah itu dia masalahnya mba, kalau sudah sapa menyapa seringnya pasti keterusan ๐Ÿ˜‚ sumpah, saya paling buruk dalam hal menyelesaikan percakapan, karena prinsip saya sebisa mungkin selalu balas semua pesan. Dan itu ternyata membuat saya lelahhh parahhh. Kadang menanggapi curhatan bisa 12 jam sendiri nggak kelar-kelar ๐Ÿคฃ alhasil semenjak itu, saya langsung ambil sikap untuk phone call apabila urgent, karena melalui phone call, saya lebih mudah untuk selesaikan percakapan ๐Ÿ˜

      For the last, sama-sama mba Pipit, terima kasih sudah ikut seru-seruan di blog saya ๐Ÿ˜‚ boleh-boleh mba, silakan email foto barangnya, kapan ultahnya, dan di mana rumahnya ๐Ÿ˜ nanti saya kirimkan hadiah ๐Ÿ˜†๐Ÿ’•

      Delete
  3. Bersyukur banget yaa bisa punya inner circle yang bisa tulus memahami kondisi dan karakter Mba apa adanya. Apalagi di usia sekarang ini ya, aku ngerasa lingkar pertemanan semakin lama semakin sempit, dan orang-orang di dalamnya pun yang benar-benar masih bisa nyambung dengan kita begitu juga sebaliknya.

    Kadang lucu, orang-orang yang dulu suka seru-seruan bareng, sekarang kalo ketemu malah garing ๐Ÿ˜… selain karena dunianya udah berbeda, people change too. Mungkin untuk sebagian orang aku pun udah berbeda di mata mereka. Dulu aku masih suka baper kenapa teman-teman banyak berubah, tapi sekarang udah paham hahaha

    Aku pun kadang lebih mudah bercerita di blog atau di kolom komentar orang lain (yg nggak dikenal) kayak sekarang ini, dibandingkan di kehidupan nyata. Aku milih-milih banget dengan siapa aku bisa terbuka, karena nggak semua orang bisa menerima kelemahanku.

    Anyway, terima kasih banyak Mba udah sering bercerita lewat blog ini. Blog Mba Eno (ngikut temen blogger lain yang manggil gini ahahaha) termasuk yang rutin aku kunjungi tiap hari. Serasa punya teman jauhhhh di sana ๐Ÿ˜„

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bersyukur banget mba ๐Ÿ˜
      Makanya saya sayang ๐Ÿ˜‚

      Circle persahabatan saya memang kecil, karena saya tipe yang nggak mudah curhat ke orang lain. Tapi kalau life circle saya cukup besar, karena saya punya banyak rekanan, teman, dan keluarga yang juga saya sayang ๐Ÿ˜

      Yes itu juga yang saya rasakan, people change, yang dulu bisa haha hihi bersama, eh sekarang jadi garing ternyata adaaa ~ dan dulu saya juga agak baper kalau dianggap berubah, tapi semakin saya bertambah tua, saya sadar kalau saya nggak bisa 'please' semua orang, dan lebih memilih untuk mengutamakan kenyamanan saya. Dari situ pelan-pelan semua paham, dan teman-teman yang bertahan, adalah teman-teman (yang juga sebenarnya berubah jadi pada garing semua) yang sadar kalau perteman maupun persahabatan itu bukan soal seberapa banyak kita bertukar pesan setiap harinya ๐Ÿ˜†

      Memang lebih enak cuap-cuap di blog mba, makanya saya betah ๐Ÿ˜‚ dan orang-orang di sekitar saya yang awalnya bilang, "Ribet amat harus baca blog segala." sekarang jadi ketagihan dan minta saya menulis blog sesering yang saya bisa. Memang, greedy itu nggak pernah ada habisnya ya ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ

      Terima kasih juga mba Jane sudah sering mampir ke blog saya, blog mba juga salah satu yang saya suka dan selalu nantikaaaan ๐Ÿ˜๐Ÿ’• mungkin ini rasanya jadi teman-teman saya yang selalu menantikan tulisan saya ๐Ÿ˜†

      Delete
  4. Menurutku tidak aneh sih kalo orang yang di blog sepertinya lucu dan rame eh ternyata di dunia nyata orangnya pendiam dan irit ngomong.

    Karena saya pun begitu mbak, di blog saya orangnya suka melucu dan bikin tertawa, tapi di dunia nyata saya lebih banyak diam, kalo kumpul bareng temen saya lebih suka mendengarkan dari pada bicara, tapi kalo saya istri ya beda, saya bercanda terus tiap hari.

    Eh tapi kalo sama teman dekat saya baru berani bercanda, bahkan kadang kata kata kasar juga terbang, sekarepe dewek lah.

    Eh, tapi karena jarang ngobrol sama orang baru maka saya kadang disangka sombong, karena memang teman saya orangnya itu itu aja.๐Ÿ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, saya juga begitu mas, sama orang lain diam dan lebih banyak mendengarkan, tapi kalau sama pasangan, bisa dibilang saya ini mampu juga lho bercanda ๐Ÿ˜‚

      Kalau sama teman dekat alias sohibal-sohibul, saya nowadays lebih banyak mendengarkan mungkin karena pembahasan diantara kami lebih banyak seriusnya. Apa karena pengaruh umur juga, berbeda dengan masa silam saat masih banyak bahas hal-hal nggak penting hanya untuk jadi bahan tertawaan ๐Ÿ˜‚

      It's okay mas disangka sombong, yang penting kan nggak sombong betulan ๐Ÿ˜†✌

      Delete
  5. menulis sendiri menjadi satu terapi yang baik. apalagi kalo misalnya pembawaan introvert, rasanya ada yang bisa diutarakan bukan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas, menulis bisa jadi program healing ๐Ÿ˜

      Delete
  6. Kalau boleh aku mengatakan Mba Eno adalah type orang yang tulus dan baik hati meskipun mungkin Mbak selalu bilang di blog bahwa diri sendiri kaku, always keeping a distance dengan orang atau sebisa mungkin hidup dengan standar sendiri yang kiranya membuat nyaman alias sangat menjaga privacy, hihihi

    Tapi, ada sisi lain juga dari Mba Eno yang meskipun Mba bilang ga seceriwis di blog, tapi Mba kerap bikin heartwarming alias hati meleleh karena kebaikan sifat Mba yang sering bikin kejutan atau mengirimi hadiah dan berkirim surat, meskipun mungkin caranya agak oldschool bagi sebagian orang (yang ngakunya kekinian), tapi menurutku ga juga ah, malah justru yang kayak gini yang jatohnya lebih so sweet hihihi...

    Betewe aku terharu pas waktu itu dikasih gift cantik pertama kali, soalnya selama ini, ketika menjalankan aktivitas blogging antar sesama blogger ya biasa-biasa saja, just say hi lewat kolom komentar udah gitu tok, cuma sampai tahap kunjung mengunjungi blog saja, ga semendalam kayak gini sampai dikasih hadiah segala, dari situ aku langsung mbatin, aiih Mba Eno ini mah jelas orangnya baik hati (apalagi memang kalau dilihat dari tiap kali Mba memberikan komentar di blog orang, pasti yang aku perhatikan kata-katanya selalu tertata, tahu cara menempatkan diri, mencerminkan Mba orangnya berpendidikan tinggi dan sangat sopan yang artinya didikan orang tua Mba sangat baik, that's why aku sangat respect dengan tipikal orang seperti Mba Eno ini, hihihi)

    Eiya, tapi kita ada sedikit perbedaan loh, klo Mba prefer menanggapi curhat orang dengan phone, aku malah paling takut denger bunyi telepon, soalnya kalau uda bertelepon justru aku suka hilang kata kata di tengah jalan, lalu kayak ada ah..eh..ang..ang gitu selama bertelepon, terus karena takut kelihatan wagu alias ga bisa membangun percakapan yang asyik liwat telepon, maka aku lebih memilih apa-apanya menanggapi via text hahahha...

    Kadang aku pun dihapalin keluarga di kampung baik bapak ibu, dan 2 saudariku red, kalau Nita tuh anaknya paling susah diajak komonikasi, nek di wa paling sue balese, nek ditelpon pasti disilent sebab ga pernah diangkat sih, eh abis itu aku baru nyadar kalau semisal pas bepergian emang jarang bawa hp, kalau baliknya malam, baru ngecek hp, yang ada keluarga pada panik semua n ngomel ngomel soalnya aku mah kebiasaan suka ga bawa hp hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks mba Nitaaa ๐Ÿ˜†

      Saya masih terus belajar jadi orang yang lebih baik lagi dari hari sebelumnya ๐Ÿ’• memang banyak yang bilang saya ini oldschool alias orang jadul karena masih suka tulas-tulis surat, tapi meski begitu saya tetap enjoy melakukannya karena senang saja bisa mencurahkan perasaan saya melalui surat ๐Ÿ˜‚

      Duuuh jadi terharu bacanya, terima kasih sekali lagi mba Nita, saya waktu itu betul-betul merasa sangat senang atas apresiasi teman-teman di blog yang mana kalau mba lihat kan yang komen pasti temannya itu-itu saja. Jadi saya sangat happy, karena meski isi tulisannya kadang nggak jelas, tapi blog saya tetap dikunjungi ๐Ÿ˜„ dan hadiah kecil tersebut nggak seberapa dengan waktu yang sudah mba Nita dan teman-teman lainnya berikan untuk baca blog saya ini ๐Ÿ’•

      Eniho, saya suka telepon daripada text karena kalau lewat telepon bisa to the point ke topik yang mau dibahas dan saya bisa respon langsung juga serta mengetahui emosi teman saya, apa sedih, apa senang, apa bagaimana. Soalnya kalau lewat text kadang nggak ketauan, karena nggak semua teman suka pakai emoticon seperti saya ๐Ÿ˜‚

      Delete
  7. Pagi mba Eno, ya ollo, sypun begitu, sy akui emang sy tuh introvet bahkan rd pemalu ato malu"in ๐Ÿ˜† sy nulis jg krna hnya itu hal yg paling mudah sy lakuin ketimbang ngomong langsung, kebalikannya sy mlhn jarang banget phonecall karna ga tau musti ngomong apa lagi ke mereka",kecuali saudara kandung alias kk,, ato ibu, itu jg ga sampe berjam" walopun jauh dan jarang ketemu,cukup 15 menit aja. Sy jg ga punya banyak temen, dr dulu sahabat deket saya ga lebih dr 2 orang ๐Ÿ˜‚,gitu jg sampe sekarang. Kalo ada acara kumpul" kelurga besar, pesta dll sy paling ga betah duduk lama" pantat saya udh panassss krna ga tau mesti ngapain lagi, jelek sih memang sifat rada kaku seperti ini, tapi mau gmn lagi... Yg penting sy bisa berbuat baik aja dan jangan sampe melukai hati orang aja.. Krna gimana pun juga kita tetep butuh orang lain sewaktu" saat kita atau kluarga lgi tertimpa musibah atau kematian.. Asstagfirullah, kadsng sy br sadar diri, duuuh kalo disuruj nulis curhatan gini kenapa lancar jaya... Tpi kalo ketemu pasti sy melempem ky kerupuk ๐Ÿ˜† btw sy mbak heni yaaa, ini nama samaran baru saya wk wk ๐Ÿ˜

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oalah ini mba Heni tho.. saya kira siapa ๐Ÿ˜†

      Saya lebih memilih phonecall tapi juga nggak sering mba, karena biasanya teman-teman saya sudah tau, kalau mau phonecall apabila memang sangat perlu atau semisal ingin bertukar kabar biasanya nggak lama, hanya 2 menitan saja ๐Ÿ˜

      It's okay mba, nggak jelek kok sifat kaku kita, kalau semua orang harus ramai nanti nggak seru juga. Hihi, makanya ada yang kaku, ada yang ramai, biar saling mengisi satu sama lain ๐Ÿ˜† means kalau yang kaku hobinya mendengarkan, dan yang ramai hobinya menceritakan, bisa klop kan? ๐Ÿ˜‚

      Delete
  8. menurutku juga begitu mbaa.. banyak penulis/blogger yang beda dengan karakter aslinya. dan sepertinya aku juga deh.. hihi..

    dan mba eno, meski dibilang kaku tapi nyatanya so sweet banget yaa.. apalagi sama orang2 tersayang.

    diem-diem, tau2 kasih surprisee.. bikin orang melting.. hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, iya mbaaa, seperti Raditya Dika yang terkenal itu pun pernah bilang kalau aslinya in real life, beliau orang yang pendiam ๐Ÿ˜ nggak sangka karena waktu baca bukunya dulu, selalu membuat saya tertawa ๐Ÿ˜‚

      Semoga one day bisa kirim bingkisan untuk mba Thya, ya ๐Ÿ’•

      Delete
  9. well, aku malah kebalikanmu mbak.. aku paling males kalau ada orang telpon.. wkwkwk.. lebih enak bahas segala sesuatu ntah itu yang serius, curhat, ha ha hi hi nggak jelas atau apapun itu via chat.. dan whatsapp grup ku tu bejibun asli banyak banget.. grup kantor aja ada belasan.. grup komunitas yg 1 ada sekian, dan komunitasku banyak ini itu.. belum grup keluarga, grup tmn seangkatan, grup gibah dan beragam grup lah ... dan kusuka itu, kadang bacain chatnya 1 persatu walau udh ribuan di tiap grupnya..

    tapi kalau telpon, duuuuh,, kadang ngga kuangkat kalau lagi males ngomong, trs beberapa saat kemudian kubalas lewat chat :D ..

    kalau aku, baik di asli dan di blog kayanya sama aja deh karakternya.. bukan yg pendiam tapi juga bukan yg rame bgt.. bukan org serius tapi nggak terlalu cair juga wkwk..

    -Traveler Paruh Waktu

    ReplyDelete
    Replies
    1. OMG group kantor sampai belasan ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ

      Salut sama mas Bara yang punya banyak group, saya nggak punya satupun karena nggak sanggup baca isinya ๐Ÿ˜‚ bahkan saya nggak join group keluarga yang notabene the most important-lah istilahnya ๐Ÿ˜‚

      Saya prefer telepon karena bisa langsung to the point bahas apa yang ingin dibicarakan mas ๐Ÿ˜† kalau chat kadang lama banget, bisa berjam-jam kalau isinya curhat, karena pernah exhausted banget jaman dulu menanggapi setiap chat yang masuk, sejak itu saya pilih untuk phone call ๐Ÿ˜

      Kalau saya lihat di blog mas Bara, masnya tipe yang cair banget dan mudah berbaur sama orang. Terlihat dari betapa beraninya mengembara sendirian ke pelosok dan pedalaman ๐Ÿ˜

      Delete
  10. Saya kayaknya lebih senang ngobrol bareng ketimbang chatting via apps, Mbak. Hampir nggak pernah ngewhatsapp temen-temen cuma bilang "Hi" atau nulis nama mereka, terus nunggu aja berharap dibales. Tapi, sekali mau ngobrol saya langsung "call" aja. Lebih enak denger suara ketimbang baca teks. Minimal, meskipun nggak bisa lihat ekspresi dan gesture mereka, saya bisa tahu emosi mereka lewat nada suara.

    Lagipula, kalau terlalu sering kontak-kontakan lewat chat dan bertanya kabar, jadi nggak ada misterinya lagi. Ujung-ujungnya pas ketemuan nggak ada bahan cerita. Apalagi kalau saya dan mereka berkarya di lini yang berbeda. Mau tak ajak ngomongin alien, malah sayanya yang dikira halu ntar. Hahaha...

    Tapi, karena wabah ini, saya dan kawan yang sudah jadi "bro" saya dari SMP kembali kontak-kontakan. Kita jadi cerita-cerita ngalor ngidul, ngomentarin ini dan itu, supaya nggak stress di rumah-rumah aja. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iya mas, saya juga prefer ketemu dan mengobrol langsung, however karena saya sibuk dan teman-teman saya mostly sibuk, alhasil phone call sekarang jadi options ๐Ÿ˜‚ sampai-sampai WA saya itu sepi karena jarang ada yang kirim message ๐Ÿ˜†

      Dan alasan saya prefer phone call sama seperti mas, karena dari suara, saya bisa tau emosi orang yang berbicara dengan saya, jadi lebih paham maksud pembicaraannya. While chat nggak ketebak, sebab nggak semua suka pakai emoticon seperti saya ๐Ÿ˜‚

      Gara-gara Corona, kita jadi bisa melakukan sesuatu yang jarang dilakukan sebelumnya ya mas. Saya juga jadi rajin phone call teman dan keluarga untuk tanya kabar. Apalagi saat di Jakarta sudah mulai banyak ๐Ÿ˜”

      Delete
  11. Saya malah kadang aneh mb dengan sifat saya sendiri, di satu sisi orangnya super rame dan suka banget becanda, banyak yang bilang saya supel dan gampang banget buat membuka pembicaraan bahkan sama orang yang sama sekali ga dikenal.

    Tapi kadang saya merasa juga menjadi orang yang pendiam suatu waktu. Entah ini yang dibilang kepribadian ganda, tapi kayanya ga juga ya. Menarik banget baca tulisan orang yang aslinya pendiam dan ga banyak bicara tapi pas nulis kaya orang talk active gt.

    Bersyukur ya mb punya support system yang selalu bisa ngertiin kita apa adanya. Semoga kalau kita suatu hari ketemu bisa langsung nyambung ngobrolnya, hihi salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan kepribadian ganda mba, hehehe, mba begitu hanya mengikuti keadaan dan suasana saja sepertinya. Semisal ingin ramai ya ramai, dan saat ingin diam ya diam ๐Ÿ˜ memang mood-nya lagi ingin sajaaa.

      Sangat bersyukur mba, support system itu penting karena dengan begitu kita bisa percaya diri dalam menjalani hidup kita dengan pilihan yang kita ingini. Hehehe, salam kenal mbaaaa ๐Ÿ˜ wish, one day ya!

      Delete
  12. Sebenarnya ini rada aneh juga.
    Anehnya kenapa? Itu, disaat orang-orang asyik dengan berbalas pesan lewat hp semisal lewat WA begitu, lah ini koq kembali ke masa nulis surat begitu.

    Aneh karena dipikiran saya era tulis menulis surat dan dikirim lewat pos sudah "mati" saat pesan singkat dengan jaringan internet berjaya.

    Saya pribadi rindu ke zaman surat-menyurat manual begitu. Ada banyak yang dapat didapat. Ya, kita bisa melihat pribadi orang itu lewat corak tulisannya, bisa ngletek prangkonya buat disimpan di album prangko...

    Terakhir, teruslah menulis dan berbagi ya Mbak.

    Salam dari saya di Sukabumi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya suka menulis surat dan mengirimkannya ke teman-teman, karena saya suka reaksi teman-teman saya ketika membaca dan menyimpannya mas ๐Ÿ˜ awalnya mereka aneh, tapi semakin ke sini semakin senang saya kirimkan surat. Dan saya pun memang hobi tulas-tulis di kertas ๐Ÿ˜†

      Sayang sekarang perangko nggak begitu banyak pilihan seperti jaman dulu ~ semoga era tulas-tulis surat kembali jaya, karena senang rasanya ketika kita bisa membaca sesuatu yang dituliskan untuk kita ๐Ÿ˜

      Terus menulis juga untuk mas Asa, salam ~

      Delete
  13. Percaya atau nggak, aku juga salah satu tipe orang yang sangat berbeda loh kalau ketemu secara IRL, aku lebih pendiem, cuekan, jarang ngobrol, dan orang ga akan ngira kalau aku bisa nulis di blog, haha..

    Dan ya, me neither, ga suka chat pake WA, lebih senang telepon, atau dengerin voicemail dari orang2 when i'm unavailable.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahaaha, berarti kita sama mas ๐Ÿ˜‚

      Orang juga nggak mengira kalau saya bisa menulis blog dengan ceria, dan memang saya biasanya kalau sedang menulis suka senyam-senyum sendiri especially saat baca-baca komentar yang masuk lalu membalasnya. Seperti saat sekarang ini, saya menuliskan komentar balasan sambil senyum-senyum karena senang ๐Ÿคฃ

      Delete
  14. Nulis surat dan ngepak hadiah untuk sekian puluh teman sekaligus? Ini semacam kegiatan rutin saat momen Natalan kah? Apapun, rasanya butuh kepedulian tinggi (sama teman) untuk melakukan ini. Wow! Soal "Am I too serious?" saya tidak tahu (tidak cukup data). Tapi kalau soal enggan berpanjang-panjang bahas hal-hal kecil, sepertinya memang tidak semua orang suka bicara ngalor-ngidul. Dan menurut saya itu fine-fine saja. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau sampai kepuluhan orang biasanya saat hari besar seperti Natal, atau lebaran, atau hari kasih sayang, hari ibu dan beberapa hari besar lainnya ๐Ÿ˜

      Saya peduli dan care sama teman-teman dan kerabat saya, karena saya kadang nggak punya waktu untuk ketemu mereka, tapi seenggaknya mereka tau kalau saya ada untuk mereka ๐Ÿ˜„ hehehe. Thank you mas for saying it is fine ๐Ÿ˜‰ salam kenal.

      Delete
  15. Ga banyak bicara tapi kalau buat artikel panjang banget he..he..

    kayanya rata-rata penulis seperti itu apa iya, pendiam tapi aktif membuat tulisan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe, iya ๐Ÿคฃ mungkin butuh media untuk mengeluarkan isi pikiran, jadi cenderung cerewet di tulisan ๐Ÿ˜✌

      Delete