First and Last | CREAMENO

Pages

First and Last


Katanya, anak terakhir itu paling cocok kalau sama anak pertama πŸ˜‚ seenggaknya itu yang pernah simbah gue bilang, dan mungkin alasan itu juga yang membuat gue merasa cocok sama doi yang notabene anak terakhir dari dua bersaudara 😁✌ gue si anak pertama yang sangat keras kepala, ketemu doi si anak terakhir yang sangat sabar menghadapi gue selama beberapa tahun ke belakang, membuat gue yakin, kalau mungkin apa yang simbah bilang itu benar adanya 🀣

Apakah gue sama doi sering berdebat? Beuh jangan ditanya, sering bangaaats πŸ˜‚✌ dan most of the time, alasan perdebatannya adalah karena gue keras kepala alias nggak pernah mau dengar plus kekeuh sama pemikiran gue seorang, pokoknyah gue ini benar, dan doi itu salah. Titik nggak pakai koma πŸ˜… tapi herannya, meski gue ini kepala batuuu, selalu merasa benar, nggak mau disalahkan dan banyak maunya, tetap lho in the end, gue yang minta maaf. Heran gue, bisa-bisanya doi membuat gue mengakui kesalahan dan meminta maaf. Sesuatu yang jarang gue lakukan karena gengsi semata 🀣

---

By the way, pada label MOONLIGHT kali ini, gue mau bahas perihal nama kontak yang tertera di ponsel pasanganπŸ˜† kenapa? Karena beberapa hari lalu, dua sohib gue berdebat dengan topik yang sama 🀣 well, kalau gue ditanya penting apa nggak, sebenarnya menurut gue nggak penting amat, karena yang terpenting adalah bagaimana pasangan memanggil kita di keseharian. Tapiiii, menurut sohib gue, nama kontak itu sama pentingnya dengan nama panggilan 😁

Read: Talking About Graves

Jujur, sejak awal, nama kontak gue di ponsel doi selalu sama πŸ˜‚ doi kasih gue nama VVIP karena menurut doi, kebutuhan gue sudah selayaknya VVIP di hidup doi (ecieeeh!) 🀣 gara-gara nama kontak ini juga, gue selalu teasing doi kalau doi nggak melakukan sesuatu yang gue mau (dasar oportunis!), dengan bilang, "Lu bilang gue VVIP!" dan sehabis itu doi pun menghela napas dan melakukan sesuatu yang gue inginkan 😁 untung yang gue minta selalu gampang πŸ˜‚✌

Dan gue sendiri menulis nama doi di kontak as MINE alias 'milikkuw' karena nggak mau nama kontak yang gue tulis membawa kesulitan pada hidup gue selama puluhan tahun ke depan πŸ˜† terus gue jadi penasaran, menurut teman-teman, nama kontak di ponsel pasangan sebegitu pentingnya kah untuk teman-teman? πŸ˜‚

---

Back to topic, soal anak pertama dan terakhir, gue merasa kalau doi ini sangat-sangat baik dan nggak manja meski terlahir sebagai anak terakhir di keluarga 😁 dan yang paling gue suka adalah doi nggak pernah berubah meski sudah ribuan hari terlewat. Padahal in real life, banyak teman gue yang bilang, cinta itu ada hanya saat 3 tahun pertama, setelahnya hanya tersisa komitmen belaka. Tapi sampai detik ini, gue masih bisa merasakan bagaimana tulusnya si anak terakhir ini memperlakukan gue πŸ˜„ apa mungkin itu hanya sebuah bentuk komitmen yang doi jaga? Entahlaaaah πŸ˜‚

Yang terpenting, selama doi masih selalu menggandeng tangan gue saat jalan ke luar, dan sesekali mencium pipi gue diam-diam saat duduk di pinggir pantai Seongaksan, atau saat doi sibuk menonton Youtube 'bagaimana cara memotong wortel yang benar' karena doi tau gue nggak suka memotong bahan masakan, pun saat doi selalu melakukan hal trivial seperti membawa tas belanja, membersihkan kulit jeruk dan udang, menuangkan air minum ke gelas saat di restoran, sampai semua hal kecil lainnya.. gue rasa, gue akan tetap percaya, kalau gue adalah the only one VVIP dalam hidupnya 😍

Sekian 🀣
Some people said, the last child is the best match for the first child πŸ˜‚ at least that was my grandma said in the past, and maybe that's the reason why I feel connected with him because he is the last child of two siblings 😁 me as the first child and very stubborn, meeting him as the last child and his patient when handling me for the past few years, made me believe that my grandma's words was true πŸ˜†

Do we often argue? Well, no kidding, we argue really much πŸ˜‚ and most of the time, the reason for our arguments were because I was stubborn, never want to hear and only focus with my own thoughts. For me, I always right, and he always wrong πŸ˜… but surprisingly, even though I'm a stubborn person, always feel right, don't want to be blamed, and wanting a lot, still in the end, I always the one who apologizes. I'm surprise, how could he make me admit my mistakes and apologize? Something which I rarely do because of my pride 🀣

---

By the way, on this time MOONLIGHT label, I wanna talk about the contact name listed on our partner's cellphone πŸ˜† why? Because a few days ago, two of my friends argued with the same topic 🀣 well, if I got question about it's important or not, in fact I didn't think it was very important, because the most important thing for me is how we call each other everyday. However, according to my friend, the name of the contact is as important as the nickname 😁

Read: Talking About Graves

Honestly, since the start, my contact name on his phone was always same πŸ˜‚ he gave me the contact name as VVIP -- the reason is because he thought, my needs are equal with VVIP level in his life (yuhuuuu!) 🀣 and as a result, I always teasing him if he doesn't do something that I want by saying, "You said I'm VVIP!" and after that, he sighs and do it 😁 no worries, I always ask easy things πŸ˜‚✌

Meanwhile, I wrote his name in my contact as MINE because I didn't want the contact name that I wrote will bring some trouble to my life in the future HAHAHAHA πŸ˜† so now I became curious, what do you think guys? Is that the contact name on your man / woman's phone really important for you? πŸ˜‚ mind to share your thought?

---

Back to topic, about the first and last child, I feel that my man is very, very good and not spoiled even though he was born as the last child in the family 😁 and what I like the most about him is that he has never changed even though thousands of days have passed. When in real life, many of my friends say that love exists in the first 3 years, and the only one left after that is commitment. But until this moment, I can still feel how sincerely he treated me πŸ˜„ is it perhaps just a form of commitment that keeps him doing? I don't know πŸ˜‚

So for me now, most importantly is as long as he still holds my hand when walk out, and occasionally kisses me on the cheek while sitting on Seongaksan beach, or when he was busy watching Youtube about 'how to cut the carrots properly' because he knows I don't like cutting food ingredients, and when he always does trivial things like carrying shopping bags, cleaning orange peels and shrimp, pouring drinking water into a glass when we are in a restaurant, and more... I think, I will continue to believe that I'm still the only one VVIP in his life 😍

20 comments:

  1. Wah, topik yang menarik, hehe.

    Btw kita samaan, mba. Saya anak pertama, pak suami anak terakhir. Saya juga keras kepala, pak suami sabarnya minta ampun. Meski di satu sisi, dia juga lebih tegas dari saya dan saya manut ke dia.

    Dari dulu kami bukan pasangan yang romantis. Saya juga ga masalah dengan ini. Dan dia tahu bagaimana cara memperlakukan saya dengan baik. Kalau misal saya capek, dia tahu harus ngapain tanpa dia minta. Atau kalau saya sibuk di dapur pasti nanya, dibantu apa. Kadang kalau lagi riweuh, dia yang belanja sendiri. Apalagi pas di Jepang. Dia sering belanja sendiri karena kondisi saya yg tidak memungkinkan, misal anak bobok atau cuaca ga aman bagi anak. Saya cuma modal ngasih daftar belanja di WA aja.

    Soal kontak, saya pakai nama dia dan hampir semua kontak saya ga ada nama spesial bahkan untuk keluarga inti saya juga saya kasih nama asli bukan bapak, ibu, adik, dll. Karena saya njagani kalau hape hilang dan kontak-kontak tersebut disalahgunakan orang.

    Semua kembali lagi sih ke individu masing2. Ga masalah mau pakai nama spesial atau enggak. Kalau dipikir, ini kan cuma nama di kontak aja, hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, sama kita mba πŸ˜‚

      Memang yang paling penting itu diperlakukan dengan baik ya mba 😁 saya juga mengutamakan hal tersebut, dan yang terpenting pasangan tau tanggung jawabnya, yang mana salah satunya adalah membuat kita bahagia 🀣🀣🀣

      Saya pakai nickname 'mine' hanya untuk messenger Kakao Talk saja mba, kalau di phonebook semua nama kontak saya pakai inisial (seperti ASJ, EL, etc) termasuk nama teman, keluarga, staff, kerabat dan handai taulan 😁 jadi hanya saya yang tau inisial itu milik siapa 😬 hehehe, sama seperti mba, saya melakukan itu untuk antisipasi apabila handphone saya hilang πŸ˜†

      Setujuuu mba, by the way saya tulis post di atas terinspirasi dari perdebatan manteman saya yang menurut saya lucu dan menarik untuk dibahas 🀣 tapi memang semua kembali pada kesukaan masing-masing. Ada yang merasa senang apabila diberikan nama khusus, dan ada yang biasa-biasa saja. Kalau saya sejujurnya waktu awal tau dikasih nama VVIP, saya cukup senang sampai kembang kempis hidung saya HAHAHA πŸ˜‚πŸ˜‚ tapi kalau ditanya penting apa nggak, well, to be honest nggak penting-penting amat 😁

      Delete
    2. Mbaaaaa dirimu menulis beberapa part sifat2 anak terakhir terutama untuk gender cowo yg samaan kyk yang kualamih hihi...meski stereotype anak bungsu cowo banyak yang ngatakan adalah anak mami banget tapi alhamdulilah Pak Suami ku juga jauh lebih dewasa dari anggapan Mb Eno, selalu bisa jadi pemimpin yang baik sampai dg saat ini, malah lebih ngemong aku yg notabene anak kedua dan punya adek, btw emang karakterku rada childish sih tapi ga ngeyelan, cuma kudu bener2 diemong gitu, haha..

      Yang bagian liat yutub cuma buat nonton orang motong wortel, ini juga mirip2...dikit... klo pak suami ku tuh ya hobinya di youtube ga jauh-jauh dari liatin teknik masak, orang mancing ikan, orang ternak apa, cara bikin ayam diapain, 'alat-alat ajaib' apa gitu yang kayak dari kantongnya doraemon maksudnya yang aneh aneh yang biasanya doi pingin bikin buat bakar-bakaran daging lah apa lah, wakaak

      Kalau panggilan di nomor ponsel, berhubung pak suami ku ga jago bahasa Inggris, jadi aku sedikit terharu pas namaku ditulis Nita My Wife wkwkwk #monmaaf sedikit norak tapi aku lumayan meleleh walau receh begini.. Kalau aku ke dia nama di ponselnya standar aja sih, suamiku sayang #eciyeh, aduh takut yang lain pada muntah.... udah ah komenku wakkaka...

      Delete
    3. Wiiih, sama dong mba πŸ˜‚ memang nggak semua anak laki-laki terakhir itu manja, karena banyak juga sebenarnya yang dewasa 😬 kalau kata simbah, itu tergantung bagaimana orang tuanya mendidik mereka 😁✌

      Pasangan mba unik juga, sampai urusan mancing pun dilihat πŸ˜† saya memang agak kaget waktu pasangan saya browsing soal cara memotong sayuran πŸ˜‚ karena setiap kali saya lagi ingin memasak, saya itu paling nggak bisa bagian potong-potongnya. Alhasil selalu minta tolong dipotongkan, dan to be honest, bagian saya hanya kasih bumbu dan aduk-aduk doang 🀣

      Aduuuw yang tersipu maluuuu πŸ˜† memang kalau dipikir-pikir, nama kontak itu nggak terlalu penting, tapi entah kenapa kalau dikasih nama kontak yang aneh dan beda, tetap sukses membuat hidung kembang kempis πŸ˜‚ it's okay mba, nggak ada yang receh dari perhatian kecil yang diberikan pasangan 😁 justru yang kecil-kecil bisa jadi pengingat segala kebaikan 😍

      Delete
  2. Soal nama kontak pasangan memang aku bikin spesial juga mbak, misalnya my love atau hihihi tidak usah ceritalah soalnya malu.🀣

    Nama blog saya juga dari nama istri. Tadinya aku bikin blog dengan nama istri soalnya agar bisa ngeblog bareng, jadinya enak nanti bisa manggil beb gitu di kolom komentar, Dia Blog Sarilah aku blog film, ternyata my love tidak suka ngeblog. Akhirnya dari pada nganggur aku isi saja. Isi saja cerpen yang asal asalan.🀣

    Aku rasa soal pasangan itu tergantung kitanya juga, Alhamdulillah sudah lebih dari 17 tahun saya dan istri baik baik saja, jarang ada debat. So fine fine saja seperti drama Korea.😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi mas Agus CO CWEEETTT ANETH sih 🀣

      Iya, saya baru tau nama blog mas itu nama istri waktu mas komentar di salah satu post saya πŸ˜† saya pikir dikasih nama istri karena mas segitu cintanya sama istriiii, tapi ternyata ada alasan lain yang melatarbelakangi 😍 apa istri suka baca tulisan cerpen di blog mas?

      Memang mas, semua tergantung bagaimana kita menjalaninya 😁 nggak sangka lho mas Agus sudah 17 tahun sama mba Sari, semoga langgeng sampai dunia akhirat ya mas. Bahagia selamanya πŸ’•

      Delete
    2. Istri saya ngga terlalu hobi baca, tapi kalo nonton film atau drama hobi mbak, mungkin karena kalo baca waktunya lama kali. Begitu juga dengan cerpen, sepertinya tidak dibaca.πŸ˜‚

      Ada pengalaman nyebelin waktu ngeblog. Saat itu aku pakai nama Sarilah bukan Agus Warteg, banyak orang yang memanggil mbak, mungkin disangka cewek kali, akhirnya aku ubah jadi Agus Warteg saja padahal ngga punya warteg.🀣

      Delete
    3. Waaah padahal suaminya mba Sari ini jago banget buat cerpennya πŸ˜‚ sayang kalau nggak dibaca 😁✌

      Oalah begitu tho ceritanya, saya juga awalnya waktu mas Agus mampir ke blog saya, saya sampai heran, ini apa kok pakai nama warteg πŸ˜‚ saya kira empunya warteg buat blog buat mengiklankan warteg miliknya. Eh pas saya klik link blog mas, ternyata ada review hape sama review film, saya ingat tuh post yang saya baca pertama kali soal film terus saya bilang kalau saya nggak bisa komen di blog sarilah karena nggak bisa taruh link blog saya 🀣 dan nggak lama kemudian, dibuka deh url linknya 😁

      Delete
  3. eaaaaaa... baper deh akuu.. hahaha..
    aku gak pernah diskusikan nama kontak diponsel mbaa.. udah terserah aja mau dinamain apa.. haha..
    duduw, yang dinamain VVIP.. sa aje kasi namanya.. hihi.. *mesem-mesem aku tuh bacanya* :D :D

    btw, biasanya yang sabar tu anak pertama yaa.. lah ini malah kebalikan. hihi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga nggak pernah diskusi mba 🀣

      Dibebaskan saja mau tulis apa, tapi senang juga waktu tau ditulisnya VVIP hahahaha *norak ya* πŸ˜‚ nggak kepikiran saya juga bakal dikasih nama begitu, yang ada saya jadi seenak udel karena setiap mau sesuatu nanti akan bilang, "Katanya gue VVIP." 🀣✌

      Saya sebagai anak pertama sebenarnya sabar mba, tapi ternyata sabarnya doi as anak ke dua lebih parah πŸ˜‚ jadilah kelihatan saya ini sebagai anak yang nggak sabaran dan keras kepala πŸ™„

      Delete
  4. Hi mbak VVIP sehat kan? Uwwww bgt pokoknya. Wkwkw
    Kl aku sih ngasih nama asal aja, no yg satu ku kasih nama ambil dr nama belakangnya, no satunya lagi ku kasih nama kucingnya. Wkwkwk
    Semoga langgeng trs sm Mamas mine ya. Eh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, mba Ella inihhh bisa saja meledeknya πŸ˜‚

      Saya sehat mba, semoga mba Ella selalu sehat dan dalam keadaan baik-baik saja 😍 wahhh, lucu juga dikasih nama kucingnya, ide menarik buat yang sedang cari inspirasi untuk kasih nama pasangan 🀣 langgeng terus ya mba Ella sama mas miauuw, sampai akhir hayat πŸ˜πŸ’•

      Delete
  5. Wah, cerita Moonlight-nya Mbak Eno bikin senyum-senyum :) Seru banget buat dibaca di masa-masa sekarang ini. :)

    Soal nama kontak di hp, kayaknya mengalir aja gitu. Nuansa namanya juga nggak couple-an, tapi ada cerita-cerita lucu di balik nama-nama itu hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya saya tulis ini karena sedang malas edit foto traveling mas, jadilah cari bahan tulisan lain yang nggak perlu banyak foto dan ceritanya nggak terlalu berat ahahaha 🀣🀣

      Ih si mas cuma kasih spoiler doang tapi nggak ada ceritanya hahahaha, apa deh itu cerita lucunya. Dibagi dong sama pembaca komentar blog saya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
  6. Eh iya ya, beneran anak pertama itu kepala batunya bangeeetttt :D
    Sama kayak kakak saya, maunya dia menang melulu, kita wajib nurut dia, hhhh...

    Saya pun keras, tapi cepat luluh dan biasanya lebih milih mengalah, entah mengapa di pasangan enggak bisa hahahaha.

    Btw so sweet banget sih nama kontaknya VVIP dan Mine.

    Kalau saya mah sejak dulu pakai nama, ditambah depannya AA.

    Dulu saya sering diketawain, soalnya orang Jawa kok manggil AA, harusnya kan Mas.
    Lah padahal saya manggil kakak, AA itu mah bukan panggilan kayak Sunda, tapi KARENA DULU MASIH PAKAI SMS, DAN SAYA MAUNYA NAMA PASANGAN KUDU ADA DI PALING ATAS hahahahaha.

    Ya kan, namanya Ade.
    Saat saya masukin nama teman Abe atau Acin misalnya, nama si pasangan serta merta ke bawah deh :D
    Makanya saya tambahin AA biar di atas mulu :D

    Kalau nama saya, dari dulu sampai sekarang nggak pernah berubah tuh saya intip di hapenya.
    Tahu deh sikapnya yang berubah *eaaaaa hahahaha.

    Etapi, memang kadang hal-hal remeh bisa bikin wanita itu lumer ya, itu mengapa dulu saya mencari lelaki yang sabar, karena saya sama sekali nggak sabar.

    Hanya pasangan yang sabar dan bijak yang bisa menaklukan wanita keras kepala.
    Dan sebenarnya kalau lelaki mau cari tahu caranya, sebenarnya mudah ya, cukup disentuh dengan hal-hal yang sederhana sih, udah cukup bikin wanita itu merasa selalu dicintai.

    Ahhh postingan ini semacam es buat saya, jadi haus eh maksudnya jadi adem bacanya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. WAHAHA πŸ˜‚ katanya begitu mba, entahlah, saya kira saya doang yang batu dan keras kepala πŸ˜… untung banyak temannya, meski saya harus berubah karena terlalu keras juga nggak sehat ahahahaha ~

      Mba Rey pakai nama AA jadi ingat sama salah satu teman saya, alasannya sama persis seperti mba, biar nama pasangannya ada di paling atas 😍 kalau dipikir-pikir, lucu jugaaaa ya mba πŸ˜† setiap orang punya alasannya masing-masing saat memberikan nama yang notabene nggak begitu penting juga πŸ˜‚

      Setujuuuu mba, menurut saya hal-hal basic itu juga bisa membuat wanita senang, apalagi kalau dilakukan pada keseharian alias bukan hari-hari tertentu saja baiknya 😁 makanya meski terlihat sepele, tapi saya sangat menghargai apapun yang doi lakukan selama ini hihi dan saya rasa membuat wanita bahagia itu sebenarnya mudah, tinggal bagaimana efforts pasangan saja 😍

      Semangat mba, kalau pasangan mba sedang berubah arah, mungkin mba Rey bisa kasih efforts tambahan agar pasangan kembali pada arah yang benar. EHE. Apapun itu, semoga berakhir bahagia πŸ˜πŸ’•

      Delete
  7. Wah kita samaan lho. Aku juga anak pertama yang menikah dengan suami si anak bungsu :D

    Sebagai yang punya tabiat anak sulung kadang-kadang suka gemesss menghadapi sifat suami. Parahnya, kami berdua tuh gengsian banget dan sama-sama keras kepala. Kalo udah berantem nggak ada yang mau ngalah hahahaha. Tapi untung aku sadar harus belajar nggak boleh terlalu keras juga sih. Sekarang pun suami juga lebih mengayomi, sesi diskusi juga lebih enak karena nggak pake otot atau emosi lagi (yaa masih sih kadang-kadang kalo lagi nggak mood atau aku lagi PMS hahaha)

    Kalo soal nama di HP, suami save namaku dengan nama panggilan sayang dia ke aku. Sementara aku save namanya dia dengan nama lengkap. Terus dia ngoceh, "ini kenapa namaku resmi amat di hape km??" Aku sih demi keamanan aja, amit-amit hape ilang, nggak ada nama yang mudah ditemukan untuk jadi korban penipuan si yang punya hape, termasuk nama suami wkwkwk *apaan sih* 🀣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah, sama mba, penyakit saya juga gengsi πŸ˜‚ sudahlah keras kepala, besar gengsi pula, paling susah disuruh minta maaf sama pasangan, meski ujungnya tetap saya yang minta maaf entah bagaimana cara doi mengaturnya 🀣

      Saya rasa wajar kalau awalnya sering debat, tapi semakin ke sini semakin nggak, karena, mungkin saja, ke duanya sudah saling mengenal satu sama lainnya 😍 soalnya saya juga sudah jarang berdebat, nggak seperti dulu yang hampir setiap hari pasti ada alasan untuk kesal lalu ajak debat πŸ˜‚ kalau sekarang, sepertinya sudah sama-sama menerima kenyataan jika karakter pasangan ada ajaib-ajaibnya 🀣

      Mba Jane pakai nama lengkap itu persis teman saya yang berdebat dan menjadi inspirasi tulisan saya πŸ˜‚ jadi teman A merasa nama pasangan itu penting, while teman b merasa nggak penting. Nah, si teman B ini yang pakai nama pasangan pakai nama lengkap karena semua kontaknya tertulis nama lengkap teman dan keluarga, jadi bisa sama rata katanyah 🀣

      Delete
  8. Milikkuuuh, 😁,sy di wa malahan cmn nulis, nama suami aja mbak, ga da panggilan sayang ato apa, barangkali krna dulu saat pertama punya hp, apa yg ditulis ya langsung aja tanpa mikir dua x, wk wk... Sy dan suami sama" anak tengah, sama" bintang aries, jdi keras kepala dua"nya πŸ˜‚ sy suka berdebat dan ga mau ngalah... Pokoke rame deeeh... Tpi kadang suami yg sabar bangeet

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Heni macam kembar dong ya sama pasangan, sama-sama anak tengah, sama-sama aries pula 🀣 mungkin karakternya pun serupaaaa 😍

      Hehehe, meski ramai tapi fun kan mba? Beruntung pasangan mba selalu sabar 😁 semoga langgeng sampai akhir hayaaaat mbaaa πŸ’•

      Delete