Heyho, Philippines! | CREAMENO

Pages

Heyho, Philippines!


Sudah 5 hari sejak terakhir gue update blog ini, karena beberapa alasan yang menyebabkan gue nggak ada waktu, bahkan untuk membalas pesan teman-teman 🤣 Tapi berhubung gue sudah diteror kanan kiri depan belakang oleh sohibal-sohibul gue akibat mostly dari mereka nowadays kerja di rumah, dan butuh liburan online, akhirnya gue putuskan untuk update cerita perjalanan berikutnyaaa yaitu ke Manila, Filipina beberapa waktu silam 😍

First, Indonesian and Korean nggak butuh visa untuk ke Filipina ~ Jadi kapanpun bisa berangkat selagi ada tiketnya, asal nggak pergi dalam waktu dekat, karena Filipina sedang lockdown total. Dan buat teman-teman yang kawatir nggak bisa berkomunikasi dengan warga lokal, no worries, karena bahasa resmi Filipina adalah bahasa Inggris jadi hampir semua lapisan masyarakat di Filipina bisa kita ajak bicara. Tinggal cas cis cus, "Hi, how are you?" saja 😍

Pada peta, Filipina berada di tengah Indonesia dan Korea, jadi kadang kalau mau ke mainland Korea lewat Filipina dari Bali bisa murah 🤣 Gue pribadi dari Bali pasti naik Airasia karena ada direct flight sekitar 4 jam, dan penerbangannya selalu tengah malam 😁 Setau gue dari Bali ke Manila hanya ada penerbangan Airasia dan Cebu Pacific, while yang dari Seoul ada banyak ~

🐰🐰🐰

Many of my friends bilang Filipina itu adalah salah satu negara paling membosankan di ASEAN dan nggak terlalu menarik untuk dilihat ~ Seenggaknya ada 5 ekor teman baik gue yang berkata demikian 😂 Hmm, menurut gue, asik kok kawaaaan, buktinya gue betah stay di Manila selama semingguan meski kegiatan gue lebih banyak keliling BGC dan makan 😍 Gue sampai coba lima chicken brands berbeda di Manila hanya karena penasaran.

Nah, di Manila sendiri, ada satu kota yang berbeda jauuuh dengan kota lain yang ada di Manila. Nama kota ini Bonifacio Global City atau sering disebut BGC. Kalau teman-teman ke BGC, pasti teman-teman akan merasakan perbedaan drastis antara BGC dengan kota lain di Manila seperti Makati maupun Mandaluyong 😁 BGC ini semacam future city Manila, yang dikonsep secara cantik dan saat gue berada di sana, gue serasa di negara maju seperti Singapura 😍

That's why, banyak ekspatriat pilih tinggal di sana, karena ada banyak multinational companies yang membuka cabang, dan karena ada banyak bangunan pencakar langit yang berdiri dengan megah. Ohya, lalu lintas di BGC, bisa dibilang lebih rapi daripada lalu lintas di kota lain yang ada di Manila, padahal jarak satu sama lain dekat. However, kalau diperhatikan, akan terasa beda.

Seperti foto di atas, saat si kesayangan menunggu sunset datang 😍 To be honest, gue puas dan happy selama di Manila. So, apakah teman-teman penasaran bagaimana gue menikmati waktu di negara yang kata orang sangat membosankan dan nggak ada apa-apanya? 😆

24 comments:

  1. Di tunggu cerita perjalanannya kakaaak.. !

    Biar saya berasa ikut jalan-jalan virtual gitu. Hahahaa .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siappp, hehe yuk jalan-jalan online 😁

      Delete
  2. Pertanyaannya, 5 brand chicken yang berbeda apakah local food atau fast food dari negara us ? Qiqiiqi

    Dulu aku malah selalu berpikir klo filipina ini kembarannya vietnam, maksudnya kalau di sana baik dari segi orang maupun pemandangannya agak mirip mirip gitu lah, tapi yo ga tau, wong aku belum pernah ke sana #e alah malah tebak tebak buah manggis sembari berkhayal

    Salah satu kelebihan negara yang warganya bisa cas cis cus bahasa Inggris ya gini, kalau didatangin warga asing bisa cepat menimpali percakapan.

    Memang kalau selain ibu kota, bagusnya sih ada kota lain yang dikhususkan untuk distrik bisnis gitu kan, klo di Indo ya mungkin mirip batam kali y

    ReplyDelete
    Replies
    1. Campur mba Nita, ada yang lokal ada yang fast food abroad hahaha. Tapi saya termasuk suka coba Mcdonalds di berbagai negara, karena masing-masing negara punya signature menu yang nggak ada di negara lainnya 😍

      Filipina ini lebih mirip Indonesia karena negara kepulauan mba, hehehe dan orangnya memang nggak jauh beda juga dengan orang Indonesia. Kalau mereka bincang-bincang pakai bahasa local mereka (Tagalog), itu agak mirip sama intonasi bahasa Orang Indonesia. Jadi kadang pas saya dengan orang Filipina mengobrol, saya kira mereka orang Indonesia karena cara bicara dan nadanya sama 😆

      Iya, enaknya negara yang bahasa resminya Inggris tuh jadi bisa komunikasi dengan mudah 😁 dan BGC ini ada di ibu kota Manila mba, tapi dia semacam district eksklusif sendiri, mungkin kalau di Jakarta macam area Sarinah, atau manalah itu yang penuh dengan bangunan elit dan perumahan elit hahaha 😂

      Delete
  3. Pagi mbak... Wah akhir th 2018 kmren sy sempet liburan ke sana walo hanya 3 hari saat natalan, krna mepet.. Untung dpt yg ngebantu Kita selama disana, cwek philipines.. Baik bngeet namanya Shark.. Kyk ikan hiu aja:D, kita nginepnya di Manila Hotel 101 ,dan selama 3 hari itu kita lumayan full ngunjungi beberapa tmpt mulai dr kota ampe rada pelosok kayak di pegunungan, dan saat itu lgi musim ujan dan angin kencang,, pokoke hrs di jelajahi mumpung ada waktu walo cmn seiprit
    😆 dan capeek, Jdi inget lagi deeh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mbaaa 😁

      3 hari ke mana saja mba Heni? 😍 senangnya bisa ketemu warga lokal ehehe. Saya juga ada dibantu kenalan lokal tapi saya di Filipina nggak begitu pergi ke banyak tempat 😁 hanya di area BGC saja, karena urusan saya juga di sekitaran sana 😆

      Seru banget pasti ya sampai pergi ke pelosok dan pegunungan, pasti pemandangannya indah 😍 tapi kalau datang saat musim hujan memang ada nggak enaknya 🤣 saya pun berusaha banget menghindari jadwal pergi saat musim hujan karena pasti akan sangat susah 😆

      Delete
  4. Oh jadi kalo Philippines itu bebas visa ya mbak, mungkin ini trik pemerintah Philipina agar wisatawan banyak datang kali ya mbak.

    Ngg, aku belum pernah ke luar negeri mbak, ke luar Jawa juga belum pernah. Jadinya kurang tahu Manila seperti apa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes mas, ke Filipina bebas visa 😁
      Mirip-mirip sama Indonesia hehehe.

      Sepertinya memang kalau sesama ASEAN pasti bebas visa karena ada perjanjian kerjasamanya 😬 semoga suatu hari nanti mas Agus bisa ke luar negeriiii sama keluarga 😍

      Delete
    2. Iya mbak, pengin tahu juga luar negeri seperti apa, tapi kalo tidak paham bahasa Inggris sepertinya agak kesusahan ya karena orang luar negeri kan jarang yang paham bahasa Indonesia.😂

      Baru tahu kalo sesama negara Asean bebas visa mbak.😃

      Delete
    3. Tetap bisa kok mas, tapi ikut tour hehe, atau pergi ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura 😁 di sana masih banyak orang bisa bahasa Melayu, jadi nggak susah 😄 karena mereka akan paham bahasa Indonesia juga 😬

      Iya mas, sesama ASEAN bebas visa 😍

      Delete
  5. Kenangan "terindah" saya saat main ke Filipina adalah, makan balut, wkwkwk..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Balut itu apa, mas? Saya baru dengar 😆

      Delete
  6. Wah serius di Filipina pakai bahasa Inggris?
    Kalau yang saya liat, itu yang ngomongnya mulutnya jadi lebar ya? eh salah ding itu kayaknya Thailand hahaha.

    Itu loh yang film apa sih, pemainnya cantik-cantik itu, bahasanya kayak bahasa daerah di Indonesia :D

    Etapi salut ya sama presidennya, segera lock down sebelum kenapa-kenapa.
    Kadang sedih juga baca yang ginian, berharap agar wabah virus ini segera berlalu.

    Agar kehidupan berjalan lagi dengan normal, orang-orang bebas ke sana ke mari, perekonomian kembali berjalan, negara-negara kembali terbuka bebas.

    Oh ya, btw BCG itu kayaknya mirip kota mandiri gitu bukan? seperti apa sih yang di Jakarta tapi ngga jadi itu, Meikarta ya kalau nggak salah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, bahasa resminya Inggris 😁

      Kalau yang pemainnya cantik-cantik dan filmnya banyak tersebar di mana-mana sepertinya Thailand, tapi bahasanya beda sama Indonesia. Yang lebih mirip bahasa Indonesia itu Filipina kalau didengar samar-samar 😆

      Presidennya kemarin memutuskan lockdown karena beberapa menterinya juga positif Corona, akhirnya pak presiden memilih untuk lockdown sementara demi menanggulangi pandemik yang ada ~ amiiin, semoga ya mba betul-betul bisa cepat berlaluuu 💕

      BGC memang kota mandiri mba, iya kalau Meikarta jadi dibangun, mungkin mirip Meikarta 😬 atau mirip area perkantoran lain yang elit elit seperti SCBD dan lainnya.

      Delete
  7. Yang paling bikin saya penasaran sama Manila ini sebenarnya toko-toko buku bekasnya, Mbak Eno. Konon banyak toko buku bekas yang menjual buku-buku berbahasa Inggris di sana. Jadi mungkin bisa nemu novel-novel terbitan Penguin langka yang susah ditemukan di Indonesia. :D

    Btw, kayaknya kemarin sudah komentar di postingan ini. Apa kena filter spam, ya? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di mana itu mas toko buku bekas? 😍

      Saya juga ingin mampir ke sana kalau nanti main lagi ke Manila 😁 soalnya saya juga suka mampir ke toko-toko buku tua / bekas meski mostly hanya untuk lihat-lihat 😂

      Nggak ada di-spam mas, mungkin nggak ke-submit komennya 😆

      Delete
    2. Hehehe.. mungkin saya yang kelupaan mencet "publish," Mbak. Hehehe...

      Di sekitar Manila dan Quezon City ada sekitar 10 toko buku bekas, Mbak. Dulu sempat browsing-browsing sebelum jalan-jalan. Tapi gagal ke Filipina karena tiketnya melambung (pas SEA Games). :D

      Delete
    3. Waaah, banyak banget mas 😆

      Too bad, saya waktu ke Manila, nggak pernah browsing soal toko buku bekas 🤣 biasanya baru mampir kalau memang melintasinya saja 😍 semoga nanti kalau saya ke Manila lagi, bisa mampir ke sana 😁 fave saya yang tua-tua desainnya, hahahaha 😂

      Delete
  8. Belum pernah kesana dan belum kepikiran kesana.
    Padahal dari dulu kalau di sekolah nama ibukota Filipina ini suka diplesetin sama namaku "Manila" wakkakaka.

    Orang-orang FIlipina ini secara fisik (yang asli) lebih mirip sama orang kita ya? Kecuali yang sudah campuran ini pastilah cakep-cakep. Jadi, aku melakukan analisa ecek-ecek tentang orang Thailand, Filipina dan Vietnam. Orang Vietnam ini lebih gimana, ya? penampakannya itu apa adanya gitu :D #imho hahaha

    Btw, Filipina emang ga seberuntung Indonesia ya yang memiliki kekayaan alam indah sebagai destinasi wisata,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahaha, joke jaman sekolah, sukanya plesetan 😂

      Iya mba, secara fisik mirip sama orang Indonesia. Saya pribadi merasa semua orang SEA itu mirip-mirip orangnya, nggak begitu berbeda. Jadi serasa ketemu teman kalau main ke SEA 😁✌

      Filipina kekayaan alamnya banyak juga sebenarnya mba, karena landscapenya agak mirip Indonesia yang sama-sama negara kepulauan. Pantai di Filipina cantik-cantik, banyak pegunungannya juga. Teman saya bahkan suka banget main ke beberapa pantai terkenal di Filipina, seperti Cebu, Boracay dan lainnya 😍

      Delete
  9. Phillipines... Aku punya pengalaman jelek dan baik selama di sana ;p. Campur aduk. Jd kalo ditanya mau DTG LG ato ga, aku msh bingung hahahahaha.

    Dr awalnya aja udh ga enak tuh. Hotel yg udh kita pesen dicancel Krn renovasi. Ya ampuuuun kayak shock pas tau. Mana tujuan honeymoon hahahaha. Udh cakep tuh hotel, cocok bgt pokoknya. Gara2 itu, terpaksa pesen mendadak hotel biasa.

    Pas pulangnya lwt Clark. Itu airasia ternyata reschedule jdwal ga pake bilang. Aku Ama pak suami cengok di bandara kenapa g ada penumpang samasekali. Mana bandaranya keciiil byangettt. Untung ada staff airasianya. Kompensasi, kita dianterin ke Manila naik mobil, dan tiket full refund, tp 2 bulan br masuk. Jd sama aja pesen tiket pulang di hari itu jg dgn hrg jauuuuh LBH mahaaal hahahahahah..

    Tapiiii yg bikin aku suka phillipines Krn orang2nya ramah. Aku suka gedung2 di sana, unik. Tapi makanannya aku ga cocok. Jujur kurang bisa diterima lidahku. Mana banyak pork pula. Makin susah :D.

    Brg2 di sana bikin aku kalap, Krn murah. Jd balik2 banyak bawaan :D. Kemarin itu sih ke phillipines hanya Krn aku pgn makan di villa Escudero, yg punya waterfall Restaurant :). Unik aja makan dgn kaki ga pake sepatu dan sendal, sementara ada air terjun yg airnya ngalir lewat kaki2 pengunjung . Cantik sih. Tapi makanannya, ga enaaakk hahahahaha.. yg dijual suasana. :D. Makanya aku msh galau kalo disuruh kesana lg. Kalo utk transit aja mungkin gpp. Tp liburan LG, ntr dulu deh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah nggak enak banget pengalamannya mba 😳

      Kena cancel hotel tuuuh paling malas, karena moodnya bisa ambyar seketika apalagi kalau hotel yang kita booked sebelumnya salah satu yang kita suka 😔 dan saya tau rasanya kena cancel reschedule jadwal terbang. Apalagi kalau salahnya pihak maskapai huhu, sedih banget harus bayar lebih mahal jadinya 😕

      Saya juga nggak begitu suka makanan di Filipina mba, that's why selama di Manila, saya makan yang aman aman saja seperti ayam dan pizza 😂 asli dehhh, pernah sekali coba makanan lokal habis itu menyerah 😁 memang nggak cocok sama lidah saya sepertinya ~

      By the way saya langsung googling apa itu Villa Escudero, dan kaget sama foto-fotonya 😱 ya ampun menarik banget bisa makan di depan waterfall 😍 pasti pengalaman tersebut berkesan banget ya, too bad makanannya nggak cocok sama mba 😂 berarti cukup dijadikan pengalaman saja mba, hahahaha ~

      Delete
  10. Membosankan buat orang yang ke sana buat piknik atau berwisata. Buat orang yang sekadar live like a local aja udah seneng kayak kita, ya bakal hepi-hepi aja :D

    BGC sama Makati bukannya masih mirip ya? Setauku Makati adalah central business district. Yang beda mungkin BGC dengan Metro Manila, Mandaluyong, Paranaque, dsb.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, sepertinya kalau live like local pasti menyenangkan, karena memang yang diamati berbeda dengan wisatawan 😁

      Agak mirip sebenarnya mas, tapi BGC ini lebih high class lagi dari Makati. Menurut saya Makati masih riweuh dan padat, terus jalanan dan layout landscape-nya juga belum serapi BGC 😍

      Delete