Night on Nathan Road | CREAMENO

Pages

Night on Nathan Road


Hong Kong itu kan terkenal sama lampu-lampu neonnya, jadi kalau teman-teman ke Hong Kong, gue sarankan untuk ke luar saat malam tiba demi bisa menikmati warna-warni lampu neon yang khas 😍 Dan ada beberapa lokasi terbaik untuk lihat lampu neon di Hong Kong, salah satunya Nathan Road yang nggak begitu jauh dari Temple Street Night Market dan Jordan Road 😁

Berhubung gue menginap di area Element Supermall Apartment, jadi untuk ke Nathan Road bisa jalan kaki sebentar 😆 Hitung-hitung olahraga, rencananya gue mau ke Nathan Road area sekalian mampir ke Mcdonalds, demi bisa makan ice cream Mcflurry Oreo kesukaan 😂


Waktu menunjukkan pukul 8 malam, saat gue akhirnya punya tenaga ke luar ðŸĪĢ Gue memang begitu gaes, kalau sudah ketemu kasur jadi malas. Tapi demi ice cream, gue rela deh mumpung jaraknya dekat 😁 Gue raih handphone yang ada di meja, memasang scarf di leher karena suhu udara di luar 15 derajat, dan nggak lupa pakai lipstik merah agar wajah nggak terlihat pucat 😂

🐰🐰🐰

So, ada apa saja di Nathan Road area? Honestly nggak ada apa-apa selain lampu-lampu neon bertebaran dan pertokoan yang sudah mulai tutup ditinggal pemiliknya untuk pulang ke rumah. Gue sempat lihat ada beberapa restoran menjual dimsum, dan saat gue telusuri Nathan Road, gue banyak memperhatikan orang-orang yang sibuk dengan rutinitas mereka 😆



Ada seorang remaja yang sepertinya baru pulang setelah seharian beraktivitas, berlari mengejar bus sambil sesekali menyeka keringat. Dan ada pula seorang kakek yang gue perhatikan berdiri cukup lama di depan zebra cross tapi nggak berpindah tempat meski lampu hijau untuk pejalan kaki sudah menyala berulang, hingga lima menit kemudian, kakek tersebut melambaikan tangan pada seorang nenek yang baru turun dari bus dan berdiri di seberang jalan. Seperti ingin bilang, "Tunggu di sana, aku akan menyeberang!" -- dan mereka pun pulang bersama 💕


Gue juga memperhatikan beberapa pekerja kantoran yang baru pulang padahal waktu di jam tangan gue sudah menunjukkan pukul sembilan. Hingga akhirnya, gue tiba di Mcdonalds untuk membeli ice cream yang gue inginkan 😁 Di Mcdonalds, gue duduk di salah satu sudut, sambil melihat-lihat hasil foto yang gue dapatkan. Dan si ganteng (cieeeeh!) yang duduk di sebelah gue bertanya, "Do you remember when you pick me up from my company in Korea?"

Memori gue kembali ke masa silam, saat gue berjalan kaki ke company dia yang letaknya nggak jauh dari rumah 😆 Biasanya dia pulang jam 7 atau 8 malam, dan gue akan jemput dia kalau lagi ingin menghirup udara segar sambil menunggu di taman depan 😂 Habis itu kami pulang sama-sama, sambil mampir di mini-mart terdekat untuk beli ice cream atau camilan 😁 Entah kenapa rasanya senang, kalau bisa beli camilan jemput si kesayangan ðŸĪŠ Wk.

🐰🐰🐰

Back to topic soal Nathan Road, bila teman-teman ingin menikmati neon lights warna-warni di Nathan Road, bisa turun di stasion MTR Yau Ma Tei 😁 Nanti sekeluarnya dari station langsung ketemu Nathan Road yang besar dan panjang. Teman-teman bisa menelusuri jalan tersebut, ke arah Temple Street Night Market untuk enjoy berbagai macam street food yang lezat 😍

44 comments:

  1. Mba so romantic hihi, ku jd inget pas masi sama bapaknya anak2 berdua dan kami sm2 masi kerja, ku naek krl, pulange dijrmput di tasiun tp always mampir supermarket dulu ntah cuma mau bli sayur buah or samting like tet huahaha

    Ya itu percis kek kakek nenek yg di cerita di atas
    Ngomong2 aku juga suka eskrim oreo loh, tp yang cone n beli gocengan klo ga yang 30 ribuan ada wadah gedenya

    Mmm klo lampu neon itu beda kn ya ama lampion?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duuuh jadi ikut happy baca ceritanya mba Nita, romantis bangetttt ~ meski mampir ke market hanya untuk beli sayur, tapi kalau belinya berdua habis cape-cape pulang kerja rasanya lebih bahagia ya kan mba 😍

      Semoga mba Nita langgeng sampai tua bersama pasangan, biar bisa kayak kakek nenek yang saya lihat ehehehe 😆💕

      Lampu neon beda sama lampion mba, lampu neon itu yang warna warni biasanya dipasang di depan toko. Kalau yang difoto saya itu yang rata-rata warnanya merah oren biru gitu gituuuu. Lampunya kebanyakan berbentuk huruf 😁

      Delete
  2. Nuasa malam ala Nathan Road yang penuh dengan kemilau lampu neon kota yang beraneka warna. Mungkin kalau dijakarta itu kawasan Sarinah kali yee.😊😊 Tapi tetap saja beda kali yaa.😂😂

    Oiya apa Nathan Road ini termasuk bagian dari kota terkenal dihongkong juga.😊😊

    Meski boleh dikatakan sudah malam suasananya masih tetap ramai sih atau mungkin karena bareng sama jam pulang kerja pegawai pertokoan disana.

    Kalau menurut saya memang menikmati alam perkotaan lebih berwarna yaa malam hari. Ketimbang alam pedesaan yang lebih enak pagi hari.😊

    Nhatan Road kalau dilihat dari gambar diatas sepertinya deretan pertokoannya cukup panjang. Jadi kalau kita telusuri dengan berjalan kaki bisa bengkak betis mungkin.ðŸĪĢðŸĪĢ Karena untuk urusan perut sepertinya telah banyak tersedia disana.😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau di Jakarta, menurut saya mirip-mirip area Pecinan Glodok, tapi memang nggak ada yang semeriah Hong Kong mas Satria 😄 soalnya yang di Hong Kong itu banyak bangettts lampunya ~

      Hong Kong itu sizenya kecil jadi hampir semua areanya terkenal, dan Nathan Road ini salah satunya karena dekat dekat Jordan Road, terus Temple Street Night Market juga. Nggak jauh dari Nathan Road ada Element Supermall, salah satu mall yang isinya high end brand products semua. Jadi memang termasuk salah satu yang terkenal 😁

      Nathan road memang panjang mas, dari ujung ke ujung lumayan juga jauhnya ~ that's why saya nggak sampai tamat, cuma ke Mcdonalds saja terus pulang 😂

      Delete
  3. Kadang saya takjub sendiri sama betapa banyak cerita yang bisa ditulis kalau kita melihat sekitar. Apa-apa yang tampak sederhana, seperti bapak tua yang nggak menyeberang-menyeberang itu yang ternyata sedang menunggu, mungkin, pasangannya, kalau dirunut mungkin bisa jadi satu cerita yang indah. :D

    Btw, entah karena filternya atau gimana--seandainya Mbak Eno menggunakan filter--saya ngerasa nuansa Hong Kong itu bener-bener kayak di film-film Jackie Chan yang dulu sering saya tonton di televisi. :D Taksinya juga keren banget, Toyota Crown, yang kalau di Indonesia malah jadi mobil plat merahnya pejabat. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju mas! 😄

      Sebenarnya kalau kita mau duduk dan melihat sejenak ke sekeliling kita, akan ada banyak hal yang bisa kita ceritakan setelahnya. Kebetulan saya memang lebih suka liburan yang seperti ini, meski kadang ke tempat turis juga sih hihihihi 😂

      Saya memang ingin sekali mengeluarkan rasa Hong Kong pada foto-foto saya, tapi in realnya, memang Hong Kong seindah itu saat malam 😍 makanya saya nggak pernah bosan untuk kembali ke sana ~ dan salah satu objek kesukaan saya memang taxinyaaa. Betul-betul seperti flashback ke masa silam 😆

      Mas nanti kapan-kapan kalau ke HK coba awal Januari atau akhir Desember, itu adalah bulan bulan favorit saya. Serasa lebih magis suasananya 😂

      Delete
  4. Btw saya baca ini di nyaris pukul 3 dini hari, dan entah mengapa mata saya kayak menangkap tulisan ice cream mcflury oreo itu jadi gedeeeee banget lengkap dengan tampilan visualnya hahahaha.

    Saya mah idola banget ama es krim tersebut.
    Soalnya dulu pertama kali kenal mcd ya es krimnya, meski awalnya cuman pesan ice cream cone.

    Tapi rasanya jadi jatuh cinta dalam perasaan pertama hahahaha.
    Duh mengapa jadi bahas es krim aja yak?
    Soalnya jadi ngiler, mau pesan grab es krim jam segini kok ya sungkan ama babang grabnya hahaha.

    Btw teman saya yang tinggal di Hong Kong juga sering bilang, hal pertama yang bikin dia jatuh cinta ama Hong Kong adalah lampu-lampunya, yang sekaligus juga bikin saya suka sama sebuah kota.

    Rasanya senang aja kalau lihat kota yang terang benderang dengan lampu warna warni di malam hari, saya jadi tidak merindukan bintang lagi *eh

    Soalnya saya dulu besar di pedalaman, mama saya tugasnya di tempat terpencil, saking terpencilnya saya jadi terbiasa melamun menatap bintang setiap malam.

    Keadaan di sana gelap gulita, justru yang bikin bintang di langit jadi banyak dan indah banget.

    Saya ingat, saya dulu sering ngomong sendiri ama bintang favorit saya, yang selalu muncul di sebelah barat dan di tempat yang sama.

    Saya bilang, nanti kalau saya besar, apakah kau masih setia di situ menanti saya pulang di tempat yang sama dan melihatnya kembali?

    Dan saya terharu, setiap kali saya mudik, dan duduk di teras rumah mama saya, bintang itu masih ada dong, meski dia sudah tidak seterang dulu, dia udah mulai pucat dikalahkan terang benderangnya lampu di bumi.

    etdah, mengapa saya jadi bahas bintang juga ya? hahaha.

    Oh ya, gagal fokus juga, sama kayak kata Morishige di atas, betapa ajaibnya kalau kita mau diam sebentar memperhatikan sesuatu secara detail.
    Bukan hanya di tempat yang ramai kita menemukan banyak hal sederhana yang sebenarnya menarik banget.
    Namun juga di tempat yang sepi, seperti saya menemukan sahabat bintang saya yang setia itu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga mba Rey, awal mula kenal Mcd itu justru ice creamnya karena dulu waktu kecil ortu saya rutin belikan saya ice cream Mcd 😂 pokoknya buat saya, diajak jalan-jalan ke Mcd saja sudah sangat menyenangkan walaupun di sana hanya dibelikan ice cream cone-nya saja 😆

      Sekarang susah kalau mau lihat bintang di kota besar mba, karena banyak polusi cahaya. Saya pun cuma bisa lihat bintang kalau lagi berkunjung ke rumah simbah yang memang di pedalaman 😄

      Eniho, semoga mba bisa selalu dikelilingi oleh sahabat bintang mba yaaa. You are so lucky, karena saya jaraangggg banget bisa lihat bintang 😆

      Delete
  5. Saya cuma tinggal di kampung, jadinya kadang cuma berteman dengan suara kodok kalo malam pas hari hujan, dulu mah ada kunang kunang tapi sekarang udah ngga ada.

    Kadang ke Jakarta kalo diajak teman dan kagum, ternyata megah banget ya, gedung bertingkat dengan lampu yang warna warni, seneng banget lihatnya.

    Apalagi di Nathan road yang lebih maju, mungkin ngga terbayang seperti apa bagusnya, lihat dari gambarnya juga mantap sekali, apalagi lihat langsung ya.😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Agus, justru suara kodok itu yang mahal apalagi kalau dicampur sama suara hujan 😍 saya kalau mau dengar suara kodok sama air hujan saja kadang harus pakai aplikasi berbayar 😅

      Kota besar itu memang indah dengan kerlap kerlip cahayanya tapi saya pribadi lebih suka tempat tinggal yang dekat dengan alam karena lebih sejuk, nggak banyak polusi, dan lebih menenangkan 😍

      Delete
    2. Di sini juga banyak kodok Mas, tapi saya trauma ama kodok, gara-gara sering kemasukan ular cobra di rumah.
      Jadinya setiap hujan dan ada suara kodok mendekat, saya selalu parno nggak karuan.

      Tapi memang tempat tinggal kami ini sepi sih, dekat sawah.
      Waktu tahun baru kemaren, kami nggak ke mana-mana kan.
      Pas jam 12 malam tuh baguuussss banget!

      Soalnya, kami seolah dikelilingi kembang api dan petasan, tapi nggak terlalu mengganggu karena agak jauh, seolah kami berada di tengah-tengah sawah yang luas.

      Jadi kayaknya kamipun tinggal di desa nih, desa dekat kota hahahaha

      Delete
    3. Wuaah rumah mba Rey ada suara kodok juga? 😍
      Seruuuu banget hehehe, pasti langitnya masih cerah ~

      Delete
  6. Romantis amat yaak sambil makan es krim , suasana malam emng bikin tambah meriah ya.. Apalagi ada lampu" yg mewarnai kehidupan malam.. Pingin banget bisa kayak gitu... Maafkan ga bisa koment sepanjang mbak Rey yang mastah itu 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Rey kelasnya beda sama kita mbak (what kita, elo aja keleesss, begitu kata mbak Heni).

      Kalo mbak Rey ilmunya udah tingkat mastah.😄

      Emang romantis ya kasih es krim ke pasangan, ntar aku beli ah buat istri.😁

      Delete
    2. Mba Heni jangan dibayangkan yang romantis bagaimana-bagaimananya 😂 ini cuma makan ice cream biasa sambil berbincang-bincang saja 😆

      Semoga one day bisa lihat langsung keindahan neon lights di Hong Kong bersama keluarga tercinta ya 😍💕

      Delete
    3. Mas Agus, istri itu nggak selalu butuh barang mahal hihi. Cukup perhatian kecil pasti senang, seperti contohnya mas Agus beli ice cream buat istri dan anak-anak 😆 saya yakin mas Agus sangat sweet seperti tokoh-tokoh di cerpen-cerpennya mas ~ 😍

      Delete
    4. Kalo aku jarang kasih es krim ke istri soalnya sering sakit gigi, paling beli kan martabak telor saja, istri udah senang.😄

      Memang sih, yang penting perhatian pada istri, itu udah bikin senang ya mbak.😊

      Delete
    5. Wuiiih, saya senang banget kalau dikasih martabak hahaha sayang pasangan saya belum mahir beli jajanan jadi belum pernah dikasih surprise martabak 😁

      Iya mas, yang paling penting itu perhatian 😍

      Delete
    6. hahahaha, sebenarnya semua tergantung tema yang dibahas sih, kalau menarik (buat saya ya, bukan berarti tulisan orang lain yang saya komen pendek tidak menarik) pasti saya semangat diskusinya :D

      Nah tema-tema di blog ini tuh simple dan mudah saya mengerti, hal-hal keseharian yang dikemas dengan elegan, makanya saya excited banget komennya hihihi.

      Nggak ada ilmu komennya kok, cuman suka aja dengan temanya hihihihi

      Delete
    7. THANK YOU SO MUCH MBA, mwaaah! 😆ðŸĪĢ💕

      Delete
  7. Jadi inget film Dear Nathan mueuehehehe. Hong Kong memang jagonya lampu neon. Saya pernah jalan kaki dari Chungking Mansion sampai pasar malam, semua demi lampu neon ehehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cakep-cakep ya mas Alid lampu neonnya 😍
      Memang paling enak dinikmati sambil jalan ~

      Delete
  8. So sweet sekali mba nya, ehehehe. Aku jadi inget fenomena hidupku sendiri. Pas lagi single, kadang aku ngerasa pengeeen gitu jalan jauuuuh biar ga bosen. Tapi pas udah punya pasangan, jalan ke pasar aja bisa bikin hepi hehehe. Ternyata kita ga cuma butuh tujuan, tapi juga pasangan :)

    Btw, jadi inget kalo di Hongkong McDonald sebutannya Maydanglaw ya kalo gasalah :D

    -Fajarwalker.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas, memang sebenarnya yang paling utama itu dengan siapa kita berjalan terlepas tujuannya hanya ke pasar atau supermarket depan rumah 😁

      Saya justru nggak tau sebutannya Maydanglaw 😂 nggak pernah dengar langsung mereka sebut kata itu soalnya ~

      Delete
  9. everytime I see someone's picture in hong kong, it always have bright various beautiful colour.
    anyway, it always interesting watching people in their activities, sometimes remind me with my own story.


    Ps: your second picture ia coolll...

    ReplyDelete
    Replies
    1. That's right 😍 wish you always have a beautiful story.
      Thank you so much for your appreciation ~ 💕

      Delete
  10. Baru mampir ke blog ini, dan langsung diajak jalan-jalan malam menyusuri Hongkong...
    Indah juga Hongkong waktu malam. Itu kakek kenapa seperti bengong begitu ya menatap zebra cross?
    Foto-fotonya bagus dan bercerita.

    Terima kasih atas cerita dan fotonya, Mbak.

    Salam kenal dari saya di Sukabumi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sangat indah mas 😁

      Kakeknya sedang menunggu nenek (istrinya) yang nggak lama setelah itu turun dari bus hehehe. Terima kasih mas atas apresiasinya 😄 salam kenal dari saya 😎🙌

      Delete
  11. Saya langsung ngebayangin ini, jalan-jalan di Nathan Road tapi aku sendirian karena dulu aku kesana sendirian. Dulu saat sebelum nikah aku bebergian selalu sendirian :D Jadi kalau jalan sendirian rasanya itu seperti release segala beban. Maklum saat itu sedang belum mendapatkan cinta :D.

    Aku dulu, sempat bilang ke temanku kalau kelak aku ingin banget tinggal di Hong Kong karena saat itu aku sempat kepikiran hidup single.

    Tapi, dengan kondisi saat ini aku berubah pikiran. Hahaha.
    Aku tetep cinta Indonesia tapi ingin punya rumah ke dua di suatu tempat, negara kecil yang tenang dan aku sudah menemukannya, di Estonia ada nama satu negara kecil Hanila. Adem. Xixixixi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau jalan sendirian enaknya bisa betul-betul menikmati suasana sesuai dengan pace kita ya mba 😁 sometimes saya juga suka jalan sendirian meski hanya ke taman ðŸĪĢ

      Waoww Estoniaaa 😍 semoga mba Nila bisa kesampaian ya punya second home di negara lain, pasti menyenangkan untuk bisa tinggal di negara yang namanya sama dengan nama mba hihihi 😆

      Delete
  12. Hostel gue juga di Nathan Road ini, begitu keluar langsung ketemu pintu masuk MTR Jordan wkwkwk.

    Duh romantis amat sih kalian, jalan kaki pulang kerja terus mampir di minimarket :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enak banget, buka pintu langsung ketemu station 😆

      Semoga mas Nugi one day bisa juga sama pasangan mas yaaa, pulang kerja jalan kaki bareng terus mampir minimarket atau warung sate pengkolan 😍

      Delete
  13. penasaran sama street foodnya sana, kalap kali ya

    memang lipstik warna merah bisa bikin tampilan jadi "on" ya mbak, kayak temen aku waktu mau janjian keluar nongkrong, bilangnya ga enak badan dan males mandi, ehh sampe cafe kayakmau ke kondangan, cuman lipstik merahnya aja yang terpancar jadinya langsung bersinar gitu mukanya hahaha

    kalo pas ngetrip ke LN gini & pas gak capek, jalan-jalan dimalam hari ngeliatin suasana sekitar dan aktivitas orang lokalnya sudah bikin seneng

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau mba suka makan street food, sepertinya akan kalap hehe banyak street food Hong Kong yang enak dan terkenal 😁 saya yakin mba Ainun pasti lebih mahir dalam mencari street food daripada saya yang masih buta 😆

      Iya mba, lipstik merah itu penyelamat banget karena nggak perlu pakai ini itu, selama ada lipstik merah pasti langsung merubah rona di wajah 😂 makanya saya nggak pernah lupa bawa lipstik merah 😍

      Menurut saya, jalan-jalan malam meski hanya menyusuri area pasti akan sangat menyenangkan. Especially kalau mba hobinya menjadi pengamat 😁 soalnya kegiatan itu juga yang saya suka sampai sekarang ðŸĪĢ

      Delete
  14. Eh aku ingat banget tentang cerita Nathan Road ini, tapi ternyata aku nggak meninggalkan komentar apapun ya? Astagaaa ðŸĪĶ‍♀️ padahal aku ingettt banget cerita romantis sang kakek yang melambai pada sang nenek di seberang jalan itu, romantis dan heartwarming ðŸĨ°

    Memang kadang sebuah tempat khusus, entah itu di seberang atau sudut jalan, sebuah tempat makan, gedung dan lainnya, mempunyai kekuatan magis yang bisa membawa kita flashback ke sebuah memori indah yaa. Kadang-kadang aku sama suami juga sering begitu, Mbaa. Lagi makan bubur gerobakan misalnya, tiba-tiba keinget cerita konyol di mana pertama kali suami ngajak pacaran di kedai bubur juga waktu masih di Guangzhou, saking saltingnya waktu itu aku makan bubur pake sumpit, Mbaa. Sampai hari ini cerita itu masih jadi bahan bulan-bulanan suami ke aku ðŸĪĢ

    Baca cerita Mba Eno ini lagi mengingatkan aku untuk appreciate small things. Termasuk nggak lupa pakai lipstick meski tujuannya beli es krim doang yaa Mba 🙈😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, mungkin waktu itu mba Jane sibuk jadi baca terus tutup, it's okay mba, sudah dibaca pun saya senang. Komentar adalah bonus 😜

      Iya mba Jane, sebuah tempat yang mungkin kelihatan biasa-biasa saja bagi sebagian orang bisa jadi punya kenangan tersendiri untuk kita ðŸĪĢ Even sebuah jalan raya, kalau kita sering lewat situ, bisa kasih kenangan berbeda 🙈 ---- by the way itu bagaimana caranya makan bubur pakai sumpit, mba? Hhahahahaha, pasti mba Jane salting bangettt yah, terlalu dugeun dugeun sampai salfok 😂

      Mbaaaa, muka kita boleh kucel, nggak pakai maskara this and that it's okay, yang penting lipstikan, then muka akan jadi lebih cerah ðŸĪĢ Biar nggak dikira sakit nanti, kan 😁 Saya kalau make up kilat, cuma lipstik dan blush on biasanya 😂

      Delete
  15. aku juga kalo ke McD pesennya ice cream Mcflurry oreo, terus makannya itu pelan-pelaaan gitu, menikmati, hihi..

    rasanya seru ya kak bisa keluar malam sendirian, terus ngeliatin orang-orang dengan kesibukaannya masing-masing, yang baru dari mana-mana, kalo aku sih pasti senyum-senyum sendiri ngeliatin mereka, hehe..

    btw kak, kegiatan jemput menjemput kesayangan ini juga aku rasain lho pas waktu pertama kali kerja di Bali. dengan hanya punya satu motor, dan waktu itu juga aku masih meraba-raba jalan, atau inget sama patokan ketemu apa dan harus belok kemana, wkwk..

    dan pasti ada aja cerita sama apa yg kita liat disekitar. seru sih bisa jalan bareng berdua gitu di masa muda dulu, hihi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita sama mba Rizkyyyy, TOSS! Hahaha 😂

      Sometimes, ke luar hanya untuk jalan, berbaur dengan orang-orang sambil memperhatikan mereka rasanya menyenangkan mba 😁 By the way, seru banget kan masa-masa bisa jemput pasangan, bedanya mba Rizky bawa motor kalau saya jalan kaki hahaha. Tapi tetap esensinya sama. Mungkin, mba Rizky pun sempat mampir-mampir sebelum pulang ke rumah ðŸĪĢ

      Kalau sekarang, mungkin jalannya bareng anak-anak ya, mba 😍

      Delete
  16. Mbaa Enooo, tau ga, aku kan lagi ngegarap satu naskah novel. Trus pas baca ini, aku kepikiran buat ngambil satu scene novel aku malem2 di Nathan Road ini donk 😍😍 Saking cerita Mba Eno ikut bikin ngerasa berada di sana. Ijin boleh ya Mba Enoo. Hehehe.. Maacihh 😘😘

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Thessa,

      Maaf baru balas 😆 Waaah mba Thessa sedang garap novel terbaru? Cool! Boleeeh bangettt mba, silakan dipakai ceritanya 😍 Senang apabila mba Thessa bisa turut merasa ada di sana 🙈

      Delete
  17. Fotonya bagus-bagus deh kak Eno... Bisa saja nangkap tiap momen dan menceritakan tiap fotonyaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mba Frisca, sudah enjoy fotonya meski agak blur 🙈

      Delete
  18. Aahhhhh selalu kangen Ama HK :D. Tapi sbnrnya ga cuma di HK, aku slalu suka Ama suasana malam tiap sdg traveling. Cm aku memang jarang merhatiin orang2 mba. LBH suka merhatiin gedung ato suasana malamnya. Kalo merhatiin orang, itu suami yg LBH seneng. Kdg dia nyolek2, "menurutmu si ibu2 di depan kita ini lagi message apaan? Mukanya kenceng banget" hahahahah, yg gitu2 dia perhatiin tuh. Aku mah ga terlalu peduli Ama orang2 :p.

    Duh jd kangen juga Ama HK, trutama aku kangen kulinernya :D.

    ReplyDelete
    Replies
    1. HK selalu buat kangen ya, mbaaa 😍

      Hehehehe, suasana malam di HK memang menyenangkan, even bukan untuk lihat orang 😂 Street food vendornya pun banyak 😁

      By the way, pasangan mba Fanny kocak amattt komentarnya ðŸĪĢ Mungkin ibunya lagi message yang di rumah, "Jangan lupa matikan keran!" hahaha. Semoga kita bisa balik ke HK segera, mba 😍

      Delete