Story of 54 Sheets | CREAMENO

Pages

Story of 54 Sheets

Nasib terlahir sebagai orang Indonesia, mau ke luar negeri, pasti ada kalanya harus urus visa 😂 Dan gue jadi ingat, pengalaman gue beberapa tahun lalu waktu urus rekening koran dan surat referensi bank sebagai salah satu syarat dalam pembuatan visa 😆 Jadi ceritanya waktu itu gue dan team gue (ber-empat) pergi ke bank, dan kami diminta menunggu antrian Costumer Service sambil satu persatu dari kita melakukan print out rekening koran (3 bulan) 😁

Gue ingat betul, salah satu mate gue hanya butuh 15 menit untuk print out rekening korannya, dan dua mates lain juga sama-sama butuh waktu sekitar 10 menitan, sampai giliran gue datang, dan gue harus menunggu sampai 50 menitan demi print out rekening koran (3 bulan) yang gue punya ðŸĪĢ Langsung~lah gue dicerca habis-habisan sama mereka, nggak lupa pakai acara buka-buka rekening koran gue yang jumlahnya 54 LEMBARRRRRR 😂

"Busyeet deh, ngapain aja lu sampai transaksi 54 lembar?! Mana isinya top up Go-pay 50 rebuan ~ besok-besok kalau isi Go-pay langsung buat sebulan! Jadi nggak makan kertas!" HAHAHAHAHA ðŸĪĢ Memang genks, rekening gue terlalu aktifnya sampai transaksi kecilpun ada dan buanyaaak 😅 makanya sekarang rekening gue pisah, biar yang khusus visa pakai rekening tabungan 😆

Hayo, di sini siapa yang sedikit-sedikit buka aplikasi GOJEK seperti gue? 😆 Jujur, gue kalau lagi di Indonesia, hampir setiap hari top up Go-pay minimal IDR 50.000 karena gue lumayan sering order Go-food 😂 Gue bahkan beli colokan pakai Go-shop (salah satu sub-menunya GOJEK) dan bisa dibilang, gue ini active user GOJEK karena semua menu GOJEK sudah gue pakai, dari mulai Go-send, Go-box, Go-massage, Go-clean dan cuci mobil pun panggil Go-auto dari GOJEK! ðŸĪĢ

Jadi rekening koran gue yang 54 lembar itu bukan berisi transaksi milyaran macam orang-orang, melainkan 50% adalah transaksi Go-pay semua 😂 That's why CS bank geleng kepala saat print out rekening koran gue, karena nggak kelar-kelar! Wk ~ yang lain cuma 5-10 lembar, gue doang sampai 54 lembar ðŸĪĢ Gue yakin petugas yang check pengajuan visa gue juga kaget lihat laporan rekening koran gue, tebal sih tebal, tapi transaksinya lima puluh rebuan semua hahahaha ðŸĪŠ

Eniho, teman-teman ada yang pakai aplikasi GOJEK? Sejak kapan teman-teman pakainya? Yuuuk, cerita pengalaman teman-teman. Akan ada Go-pay IDR 200.000 untuk satu teman yang berbagi cerita di post ini 😆 Gue tunggu sharing-nya sampai 27 Maret 2020. Let's have fun, genks! 😍💕
---------------------------------------------------------------------------------------
Sorry, no English translation for this post.
Kindly check the Indonesian version.

---------------------------------------------------------------------------------------

12 comments:

  1. Ahaha, saya ketawa dulu ya Mba baca ceritanya. Maaf. Lah, banyak amat ya print outnya.

    Kalau pakai Gojek, lupa kapan. Pastinya lebih praktis pakai Gopay karena sekarang pembayaran cashless lebih enak dan gampang.

    Arisan di komplek saya kan sekarang online. Pembayaran bisa pakai Gopay, hehehe.

    Kalau saya seringnya pakai menu Gojek buat order ojek dan makanan. Tapi kalau order makanan juga lihat2. Kira2 kemalaman nggak ya, jauh nggak ya, dan pasti melihat cuaca.

    Karena saya orangnya nggak tegaan. Kasihan sama abang gojeknya kalau mesen tapi si abang harus antre lama, kejauhan, dan kehujanan pula. Jadi saya mikir2 banget kalau mau beli makanan via app.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu dia mba, banyak banget memang, saya juga nggak sangka ðŸĪĢ memang waktu itu salah saya, harusnya print out rekening koran lain yang memang khusus putaran tabungan bukan print out bank utama 😂 cuma karena mates saya pergi ke bank utama, alhasil saya pikir pakai bank utama nggak masalah 😆

      Waduuuh mantap banget mba, sekarang arisan pun bayarnya pakai Go-pay ðŸĪĢ jaman sudah berubah yaaa, saya pun juga sudah lama nggak pegang uang kertas karena apa-apa cashless dan lebih nyaman 😍

      Saya biasanya kalau order makanan pasti yang 'near me' mba, jadi radiusnya masih dekat dari rumah. Maksimal 2km masih oke buat saya 😆 karena selain kasian abangnya kalau harus menunggu lama, saya juga kasian sama perut saya keburu keroncongan 😂

      Delete
  2. Kalo aku sih belum pernah mbak naik Go-Jek, instal aplikasinya juga ngga.😂

    Kalo baca rekening mbak yang sampai 54 lembar jadi ingat waktu nganter teman saya ke bank. Dia ke bank mau simpan duit. Aku tunggu kok lama sekali ngetiknya, ternyata banyak sekali transaksi, dari 10 ribu sampai sejuta juga ada.

    Tapi temen saya ada yang suka naik Go-Jek, katanya lebih murah dari pada naik ojek konvensional. Saat itu dia di jogjakarta dan pesan Go-Jek untuk berangkat ke tempat kerjanya. Nah, 10 menit kemudian Abang gojeknya baru datang. Ia lalu minta maaf karena telat datang karena macet. Dia agak kaget juga karena dia sering di Jakarta Abang gojeknya telat datang sampai 20 menit tapi cuek saja.

    Lain teman saya waktu di Lombok, dia mesan gojek. Saat Abang gojeknya datang dia ditawari mau pakai helm apa tidak? ðŸ˜ą
    Padahal kalo di Jakarta bukan hanya ditawari helm bahkan masker juga.

    Ternyata budaya gojek juga berbeda-beda ya tiap daerah.😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu, saya mirip temannya mas, semua transaksi ada, dan mostly transaksinya di bawah 100 ribuan 😂 saya salah waktu itu, harusnya rekening yang saya print out khusus rekening tabungan yang memang pergerakannya nggak banyak ðŸĪĢ

      Kalau di Jakarta telat 20 menit terhitung sebentar mungkin mas, karena Jakarta lebih macet ~ tapi kalau di Yogyakarta atau Bali biasanya 10 menit terhitung lama, karena tingkat kemacetan nggak separah Jakarta. CMIIW 😁 jadi mungkin itu yang melatarbelakangi kenapa driver Yogyakarta merasa bersalah, while driver Jakarta cuek-cuek saja, meski seharusnya apabila telat, better minta maaf. Tapi bisa jadi, standar mereka memang berbeda 😎

      Kalau di Bali sendiri, saya jarang naik Go-Ride, seingat saya hanya 1x, karena saya paling takut naik motor. Nah, waktu saya naik Go-ride 1x itu saya juga nggak ditawari masker 😁 mungkin yang ditawari masker mostly di kota besar karena polusinya lebih banyak 😂 tapi memang masker itu optional mas, bukan kewajiban seingat saya 😁 jadi tergantung abangnya, ada budget lebih apa nggak untuk memberi masker ke pelanggan 😉

      Delete
  3. Mb eno, ngakaaaakk aku bagian rekening korang berlembar2 dengan transaksi mapuluhrebuan hahahhaha

    Mb dikau uda pantas jadi brand ambassnya go jek hahahahaii

    Kalau pake apps, aku baru cobanya yang pesan makanan sih, tapi belum terlalu sering juga..

    sedangkan fitur turunannya seperti go box, gi send, go clean dsb blum pernah sama sekali. Pingin sih kadang tate the water ngrasain yang go clean biar rumah kinclong dalam sekejap tapi yang beresin orang lain huehhehe #secara aku udah bulukan tiap hari berjibaku dengan bersih bersih dan bayi bayi dan lain sebagainya hahahahah

    Kalau yang go send sebenarnya banyak tuh bisa digunakan pas belanja dari e-commerce, tapi kudu yang jaraknya dekat biar sehari bisa langsung sampai, tapi belum pernah pakai, masalahnya tambahan biayanya dibanding paket biasa agak mahal sedikit, tapi ya itu jadi langsung sampai dalam hari itu juga hueheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, soalnya saya takut kalau top up kebanyakan, mana sering ada penipuan mengatas namakan GOJEK kan 😂 nanti kawatir saldo saya kesedot kalau taruh banyak-banyak, makanya saya cuma top up perhari saja 😆

      Bicara soal Go-clean, saya salah satu yang sering menggunakannya untuk bersihkan studio dan tempat kerja mba. Saya rasa, Go-clean ini salah satu yang paling best dari Go-jek, karena betul-betul mempermudah 😂 mana mereka kalau bebersih itu super cleaaan, dan harganya pun affordable juga 😁 jadi saya sering pakai untuk general cleaning sebulan sekali, biar kinclong semuanya 😍

      Sekarang e-commerce juga menyediakan same day pakai GOJEK, betul-betul membantu saat butuh barang urgent 😂 kadang nggak tahan kalau harus tunggu 3 harian, that's the time saya pakai GOJEK biar cepat datang 😆 di Bali sendiri, GOJEK itu tarifnya lebih murah mba, entah kalau di kota lainnya 😁

      Delete
  4. Wah sayang banget saya nggak pakai apps ride sharing apa pun. Untuk dalam kota saya lebih senang jalan kaki soalnya, Mbak Eno. :)

    Kalau soal transaksi, keknya kalau di-print, rekening koran saya bakalan tebel juga deh. Pecahan 100ribuan sih biasanya (kadang 50rb juga).Tapi karena covid-19 ini, saya jadi mempertimbangkan ngubah cara mengelola keuangan, termasuk cara bertransaksi. Mungkin ke depan saya bakal lebih banyak manfaatin dompet online supaya nggak perlu pegang-pegang uang fisik yang kita nggak tau abis dari mana hahaha....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masnya pasti sehat sekali, karena hobi jalan kaki 😍

      Iya mas, menurut saya, sudah saatnya memanfaatkan dompet online, karena membantu banget di keseharian, asal punya rem biar nggak over-spending 😆 saya pribadi juga merasakan manfaatnya setelah bertahun-tahun menggunakannya. Bahkan sekarang saya sudah jarang pegang cash, karena apa-apa sudah bisa dibayar pakai dompet online. Even untuk makan di restoran, menonton bioskop, beli tiket, ini itu, hampir semua bisa 😂

      Delete
  5. Bentar... sebelum saya ngakak mengenai rekening koran 54 lembar itu, saya mau ngakakin diri sendiri.

    Tahu nggak sih, saya kenal istilah rekening koran itu setelah saya 25 tahun kayaknya.

    Sebelumnya, saya pikir rekening koran itu, rekening kita yang ada transaksi langganan koran, wakakakakakakakak.

    Okeh baiklah, mari kita tutup muka juga, saya kan jadi merasa disindir, saya banget nih isi gopay 50rebo, Ovo paling sering, dulu kan gratis tuh adminnya, jadi sekali isi ya kecil-kecil aja.
    Sekarang, ada adminnya ya sekalian isi yang agak gede, meskipun kadang ya nggak gede-gede amat hahaha.

    Tapi memang iya ya, mending dipisah, nanti yang diprint rekening utama, jadi transaksinya nggak ngabisin kertas hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga heran kenapa disebutnya rekening koran ya? 😂

      Hihihi, it's okay mba, saya juga masih sering top up sedikit sedikit kalau sedang di Indonesia karena takut kalau banyak terus saldonya disedot orang karena kelalaian saya sendiri ðŸĪĢ tapi memang semenjak kena biaya admin jadi top up agak gedean sedikit 😆

      Iya mba, sebaiknya memang dipisah, saya sebenarnya sudah dipisah-pisah rekeningnya, cuma waktu itu karena mates saya ke bank yang sama, yasudah saya ikut ke bank itu juga untuk print out punya saya 😂 setelah kejadian tersebut, setiap kali urus visa, saya pakai rekening lain yang memang transaksinya nggak terlalu banyak ðŸĪĢ karena print out begitu pun harus bayar 1000 perlembar, jadi lumayan juga totalnya 😁

      Delete
  6. Rekeningku jg giniiiii hahahahahah. Tapi untungnya HSBC bisa ngeprint sendiri utk statement bank sampe setahun ke belakang lwt net banking nya. Aku trakhir ngeprint dan utk sebulan aja keluar sampe 60an lembar, dikaliin 3 bulan wkwkwkwkwk. Krn aku aktif juga mba pake rek. Belum LG beli pulsa , bayar listrik , air , internet, semuanya tinggal debit rek. Makanya banyak banget :p. Pulsa sih yg paling banyak , apalagi aku juga jualin ke temen2 huahhahahahaha.. makanya itu sebulan bisa panjaaaang historynya. Aku hrs nyetok kertas banget kalo mau print bank statement ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enak mba bisa print langsung dari rumah, kalau rekening bank saya harus print di CS soalnya ðŸĪĢ karena perlu legalisir atau pakai kertas resmi mereka. Hehehe.

      Ternyata mba Fanny lebih extreme dari saya, sampai 60 lembar sebulan waaaaw 😂 saya yang 54 lembar untuk 3 bulan saja sudah terlalu tebal sampai waktu submit itu dokumen, pegawai urusan visanya kaget karena terlalu tebal ðŸĪĢ ahaha. Semoga nanti transaksi tebal kita itu isinya nggak cuma recehan ya mbaaaa 😆✌

      Delete