Angel Woodcutter | CREAMENO

Pages

Angel Woodcutter




Beberapa waktu lalu, gue sempat jalan-jalan ke salah satu theme park di Jeju yang bernama Angel and Woodcutter ๐Ÿ˜ฌ meski sebetulnya, theme park ini masuk kategori diorama museum, tapi gue lebih prefer menyebutnya dengan theme park karena area-nya yang super duper LUAS ๐Ÿคฃ terlalu luasnya, mungkin gue butuh waktu 4 jam untuk melihat dan mempelajari apapun yang ada di dalam area ๐Ÿ˜✌
Some time ago, I had a trip to one of theme parks in Jeju called Angel and Woodcutter ๐Ÿ˜ฌ although, this theme park is actually in diorama museum category, but I prefer to call it a theme park because the area is super duper BIGGG ๐Ÿคฃ and it's too big, that's why I need around 4 hours to see and learn anything in the area ๐Ÿ˜✌
์–ผ๋งˆ ์ „, ์ œ์ฃผ์—์„œ ์„ ๋…€์™€ ๋‚˜๋ฌด๊พผ์ด๋ผ๋Š” ํ…Œ๋งˆํŒŒํฌ์— ๊ฐ”์—ˆ์–ด์š” ๐Ÿ˜ฌ ์ด ํ…Œ๋งˆํŒŒํฌ๋Š” ๋””์˜ค๋ผ๋งˆ ๋ฐ•๋ฌผ๊ด€ ํ˜•์‹์ด์ง€๋งŒ ํฌ๊ธฐ๊ฐ€ ์—„์ฒญ์—„์ฒญ ํฌ๊ธฐ๋•Œ๋ฌธ์— ํ…Œ๋งˆํŒŒํฌ๋ผ๊ณ  ๋ถ€๋ฅด๋Š”๊ฑฐ์—์š” ๐Ÿคฃ ๋„ˆ๋ฌด์ปค์„œ ๋‘˜๋Ÿฌ๋ณด๋Š”๋ฐ 4์‹œ๊ฐ„์ด๋‚˜ ํ•„์š”ํ–ˆ์–ด์š” ๐Ÿ˜✌





Jadi apa itu Angel and Woodcutter? Well, Angel and Woodcutter adalah museum yang berisikan diorama peradaban Korea Selatan di era tahun 60 - 80'an ๐Ÿ˜ di sana, kita akan diajak flashback ke masa-masa Korea Selatan saat masih menjadi negara berkembang, yang mana ternyata, nggak jauh beda sama keadaan Indonesia gaes ๐Ÿ˜† bahkan, gue juga sempat menemukan banyak permainan tradisional di Korea agak mirip sama permainan tradisional di Indonesia ๐Ÿ˜ฌ
So what is Angel and Woodcutter? Well, Angel and Woodcutter is a museum which contains dioramas of South Korean civilization in the era of the 60-80s ๐Ÿ˜ in there, we will be invited to flashback to the days of South Korea when it was still a developing country, which turns out, not much different from the situation of Indonesia ๐Ÿ˜† I even found out many traditional games in Korea rather similar to traditional games in Indonesia ๐Ÿ˜ฌ so gewd, eheheheehehe.
๊ทธ๋Ÿผ ์„ ๋…€์™€ ๋‚˜๋ฌด๊พผ์ด ๋ญ˜๊นŒ์š”? ์Œ ์„ ๋…€์™€ ๋‚˜๋ฌด๊พผ ๋ฐ•๋ฌผ๊ด€์€ ํ•œ๊ตญ 60-80๋…„๋Œ€ ๋ฌธ๋ช…์˜ ๋””์˜ค๋ผ๋งˆ๋ฅผ ๋‹ด๊ณ ์žˆ์–ด์š” ๐Ÿ˜ ๊ฑฐ๊ธฐ์—์„œ ์šฐ๋ฆฌ๋Š” ์ธ๋„๋„ค์ง€์•„์˜ ์ƒํ™ฉ๊ณผ ํฌ๊ฒŒ ๋‹ค๋ฅผ๋ฐ” ์—†๋Š” ํ•œ๊ตญ์˜ ๊ฐœ๋ฐœ๋„์ƒ๊ตญ ์‹œ์ ˆ๋กœ ์ดˆ๋Œ€๋ฐ›์•„์š” ๐Ÿ˜† ๊ฑฐ๊ธฐ์„œ ์ธ๋„๋„ค์‹œ์•„ ์ „ํ†ต๋†€์ด์™€ ๋น„์Šทํ•œ ํ•œ๊ตญ ์ „ํ†ต๋†€์ด๋ฅผ ์ฐพ์•˜์–ด์š” ๐Ÿ˜ฌ so gewd, eheheheehehe.






Buat yang belum tau, Korea Selatan itu merdekanya hanya beda dua hari dari Indonesia, tepatnya pada 15 Agustus 1945 ~ dan Korea Selatan pernah ada di-era berkembang even sempat menjadi negara miskin especially setelah terjadinya Perang Korea yang memisahkan Korea menjadi utara dan selatan. Nah, di masa berkembangnya ini, gue bisa belajar bagaimana struggling-nya mereka dulu, dan apa saja yang mereka lakukan agar bisa menjadi maju seperti sekarang ๐Ÿ˜„
For those of you who don't know, South Korea independent day is only two days apart from Indonesia, precisely on August 15th, 1945 and South Korea was once a poor country which started to develop, especially after the Korean War which separated Korea into north and south. And, in those development process, I can learn how they were struggled in the past, and what they have done in order to become advanced as they are now ๐Ÿ˜„ sound great, huh?
ํ•œ๊ตญ์˜ ๊ด‘๋ณต์ ˆ์€ 1945๋…„ 8์›” 15์ผ๋กœ ์ธ๋„๋„ค์‹œ์•„์˜ ๊ด‘๋ณต์ ˆ๊ณผ ๋”ฑ ์ดํ‹€์ฐจ์ด๋‚˜์š”. ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ํ•œ๊ตญ์€ ๋‚จ๊ณผ ๋ถ์œผ๋กœ ๋‚˜๋‰˜๊ฒŒ ๋œ ํ•œ๊ตญ์ „์Ÿ ํ›„ ๊ฐœ๋ฐœํ•  ๋‹น์‹œ ๊ฐ€๋‚œํ•œ ๋‚˜๋ผ์˜€์–ด์š”. ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ๊ฐœ๋ฐœ์ด ์ง„ํ–‰๋˜๋ฉด์„œ ๊ณผ๊ฑฐ์— ์–ผ๋งˆ๋‚˜ ํž˜๋“ค์—ˆ๋Š”์ง€, ์˜ค๋Š˜๋‚  ์ฒ˜๋Ÿผ ๋ฐœ์ „์„ ์œ„ํ•ด์„œ ๋ฌด์—‡์„ ํ–ˆ๋Š”์ง€ ๋ฐฐ์šธ ์ˆ˜ ์žˆ์—ˆ์–ด์š” ๐Ÿ˜„ sound great, huh?



Dan salah satu ilmu yang gue dapat perihal bagaimana warga negara Korea Selatan berusaha membuat negaranya maju adalah dengan terus mendukung produk lokal yang mereka punya. Karena mereka tau, mereka nggak punya sumber daya alam yang melimpah ruah, jadi mereka berpijak pada kekuatan tekhnologi dan produk-produk yang mereka hasilkan dari tekhnologi yang ada. Jadi jangan heran kalau di Korea Selatan, kita bisa dengan mudah melihat brand mobil seperti Kia dan Hyundai atau brand ponsel seperti Samsung dan LG bertebaran di mana-mana (dibanding brand lainnya) ๐Ÿ˜†
And one thing that I can learn about how South Korean citizens try to make their country grow is by continuing support to their own local products. Because they know, they do not have abundant natural resources, so they are grounded in the power of technology and the products that they produce from their existing technology. So don't be surprised if in South Korea, we can easily see car brands such as Kia and Hyundai or mobile phone brands such as Samsung and LG scattered everywhere (compared to the other brands) ๐Ÿ˜†
๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ํ•œ๊ตญ ์‹œ๋ฏผ๋“ค์ด ๊ทธ๋“ค์˜ ๊ตญ๊ฐ€ ๋ฐœ์ „์„ ์œ„ํ•ด์„œ ํ˜„์ง€์ƒํ’ˆ์— ์ง€์›ํ–ˆ๋Š”์ง€ ๋ฐฐ์› ์–ด์š”. ๊ทธ๋“ค์€ ์ฒœ์—ฐ์ž์›์ด ์—†๋‹ค๋Š”๊ฑธ ์•Œ๊ณ ์žˆ๊ธฐ ๋•Œ๋ฌธ์—๊ธฐ์ˆ ๊ณผ ์ƒํ’ˆ์˜ ํž˜์„ ๋ฐ”ํƒ•์œผ๋กœ ์ œํ’ˆ์„ ๋งŒ๋“ค์—ˆ์–ด์š”. ๋†€๋ž๊ฒŒ๋„ ์šฐ๋ฆฌ๊ฐ€ ์‰ฝ๊ฒŒ๋ณผ ์ˆ˜ ์žˆ๋Š” ์ž๋™์ฐจ ๋ธŒ๋žœ๋“œ์ธ ๊ธฐ์•„๋‚˜ ํ˜„๋Œ€ (๋‹ค๋ฅธ ๋ธŒ๋žœ๋“œ์™€ ๋น„๊ตํ•ด์„œ)์–ด๋””์„œ๋‚˜ ๋ณผ์ˆ˜์žˆ๋Š” ์Šค๋งˆํŠธํฐ ๋ธŒ๋žœ๋“œ์ธ ์‚ผ์„ฑ์ด๋‚˜ LG๋„ ํ•œ๊ตญ๊ฑฐ์—์š” ๐Ÿ˜†



Apa nggak ada yang pakai barang import? Tentu saja ada. Contohnya Iphone, Porsche, Adidas, Nike atau barang import lainnya, tapi tetap pengguna produk lokal masih jauh lebih banyak dan yang gue salut juga, mereka ini anti pakai barang KW ๐Ÿ˜‚ lebih baik nggak ada brand, atau memang branded sekalian daripada KW katanyah ๐Ÿคฃ that's why, sampai detik ini gue nggak tau tempat penjualan barang KW di Korea ada di mana. Karena gue memang nggak pernah lihat ๐Ÿ˜„
Doesn't anyone use imported goods? Of course there are people who use imported goods. For example Iphone, Porsche, Adidas, Nike or other imported goods, but still there are far more local product users in South Korea and I salute because they are anti-fake goods ๐Ÿ˜ฌ for them, it's better wearing no brand instead of fake (as some people said) ๐Ÿคฃ that's why, until this moment, I don't know where is fake-goods are sell in Korea. Because I have never seen it ๐Ÿ˜„
์ˆ˜์ž…ํ’ˆ์„ ์“ฐ๊ณ ์žˆ๋Š”๋ถ„ ์žˆ์œผ์„ธ์š”? ๋‹น์—ฐํžˆ ์žˆ์œผ์‹œ๊ฒ ์ฃ . ์˜ˆ๋ฅผ๋“ค์–ด์„œ ์•„์ดํฌ, ํฌ๋ฅด์‰, ์•„๋””๋‹ค์Šค, ๋‚˜์ดํ‚ค ๋“ฑ๋“ฑ. ํ•˜์ง€๋งŒ ํ•œ๊ตญ์—๋Š” ๊ตญ์‚ฐํ’ˆ์„ ์• ์šฉํ•˜๋Š” ์‚ฌ๋žŒ๋“ค์ด ํ›จ์”ฌ ๋งŽ์•„์š”. ๊ทธ๊ฒƒ๋“ค์ด ์งํ‰์ด ์•„๋‹ˆ๋ผ๋Š” ์ ์— ๊ฒฝ์˜๋ฅผ ํ‘œํ•ด์š” ๐Ÿ˜ฌ ๊ทธ๋“ค์—๊ฒŒ๋Š” ์งํ‰๋ณด๋‹ค ๋…ธ๋ธŒ๋ Œ๋“œ๋ฅผ ์ž…๋Š”๊ฒŒ๋” ๋‚˜์•„์š” (๋ช‡๋ช‡ ์‚ฌ๋žŒ๋“ค์ด ๊ทธ๋žฌ์–ด์š”) ๐Ÿคฃ ๊ทธ๋ž˜์„œ ์ด ์ˆœ๊ฐ„๊นŒ์ง€๋„ ํ•œ๊ตญ์—์„œ ์งํ‰์ƒํ’ˆ ํŒŒ๋Š”๊ณณ์„ ๋ชป๋ดค์–ด์š” ๐Ÿ˜„





Meanwhile, ketika hampir seluruh masyarakat di dunia menggunakan Whatsapp, mereka justru masih tetap setia pakai produk hasil karya lokal yaitu Kakaotalk ๐Ÿ˜ dan saat kita semua mungkin sangat familiar dengan Google, mereka justru punya search engine mereka sendiri bernama Naver ๐Ÿ˜‚ plus ketika kita lebih suka mendengarkan musik melalui Itunes atau Spotify, mereka justru mendengarkan musik dari Melon yang memang dimiliki oleh perusahaan Korea ๐Ÿ˜„

Daaan dari apa yang gue baca, gue jadi sadar kalau setiap negara berkembang (termasuk Indonesia) punya kesempatan untuk menjadi maju asalkan ada kemauan dari masyarakatnya untuk maju. Ibarat kata, kita sendiri yang menentukan bagaimana kita mau berpikir dan membawa hidup kita ke arah mana ~ dan Korea Selatan ini bisa maju bukan berkat kerja keras pemerintahnya semata, tapi justru alasan mendasarkan mereka bisa semaju sekarang adalah berkat kegigihan, keuletan dan kerja keras masyarakatnya ๐Ÿ˜ฌ

So, melalui post kali ini, gue semakin berharap kalau one day, gue masih bisa melihat negara Indonesia menjadi salah satu negara maju di dunia ๐Ÿ˜† yang secara ekonomi cukup merata dan secara kualitas hidup pun bisa meningkat (meski gue tau itu berat karena Indonesia harus mengelola ratusan juta anak bangsa). Tapi gue percaya, negara Indonesia bisa maju kalau kita sebagai masyarakatnya juga berusaha untuk menjadi masyarakat yang berperan serta ๐Ÿ˜ Good luck for us!
Meanwhile, when almost all people in the world use Whatsapp, Korean people are still loyal to use local products such as Kakaotalk ๐Ÿ˜ and when we all may be very familiar with Google, they actually have their own search engine called Naver ๐Ÿ˜‚ plus when we prefer to listen music through Itunes or Spotify, they would rather listen to music from Melon which is indeed owned by a Korean company ๐Ÿ˜„

And based on what I've read, I became aware that every developing country (include Indonesia) has the opportunity to become advanced as long as there is a willingness from the people to move forward. Like quote, we ourselves determine how we want to think and bring our lives in what kind of direction we want ~ and South Korea can move forward not only because of the government's hard work, but the real reason why they can move forward as now is thanks to the persistence, tenacity and hard work of their own people ๐Ÿ˜ฌ

So, through this post, I increasingly hope that one day, I can still see Indonesia becoming one of the developed countries in the world ๐Ÿ˜† which I wish the economy can spread equally and the quality of life in Indonesia also can improve (even though I know it's hard because Indonesia as country need to manage hundreds of millions people). I believe, Indonesia can advance if we as a community (you and me) trying to become a society who has a role ๐Ÿ˜ Good luck for us! ๐Ÿ’•
์„ธ๊ณ„ ์‚ฌ๋žŒ๋“ค์ด Whatsapp์„ ์‚ฌ์šฉํ•˜๋Š” ์ง€๊ธˆ์—๋„ ํ•œ๊ตญ์‚ฌ๋žŒ๋“ค์€ ์นด์นด์˜คํ†ก ๊ฐ™์€ ๋กœ์ปฌ ์ œํ’ˆ์„ ์‚ฌ์šฉํ•ด์š” ๐Ÿ˜ ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ์šฐ๋ฆฌ๊ฐ€ ๋งค์šฐ ์นœ์ˆ™ํ•œ ๊ตฌ๊ธ€์„ ์‚ฌ์šฉํ•  ๋•Œ ๊ทธ๋“ค์€ ๊ทธ๋“ค์˜ ๊ฒ€์ƒ‰์—”์ง„์ธ ๋„ค์ด๋ฒ„๋ฅผ ์‚ฌ์šฉํ•ด์š” ๐Ÿ˜‚ ๊ฒŒ๋‹ค๊ฐ€ ์šฐ๋ฆฌ๊ฐ€ ์•„์ดํŠ ์ฆˆ๋‚˜ Spotify์—์„œ ์Œ์•…์„ ๋“ค์„ ๋•Œ ๊ทธ๋“ค์€ ํ•œ๊ตญํšŒ์‚ฌ๊ฐ€ ๋งŒ๋“  ๋ฉœ๋ก ์„ ์‚ฌ์šฉํ•ด์š” ๐Ÿ˜„

๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ์ œ๊ฐ€ ์ฝ์€ ๋‚ด์šฉ์„ ๋ณด๋ฉด ๋ชจ๋“  ๊ฐœ๋ฐœ๋„์ƒ๊ตญ(์ธ๋„๋„ค์‹œ์•„ ํฌํ•จ) ์€ ๋ฐœ์ „์˜ ๊ธฐํšŒ๊ฐ€ ์žˆ๋‹ค๊ณ  ํ•ด์š”. ์ธ์šฉ์ฒ˜๋Ÿผ ์šฐ๋ฆฌ ์ž์‹ ์€ ์–ด๋–ป๊ฒŒ ์ƒ๊ฐํ•˜๊ณ  ์šฐ๋ฆฌ๊ฐ€ ์›ํ•˜๋Š” ๋ฐฉํ–ฅ์œผ๋กœ ์‚ถ์„ ๋Œ๊ณ ๊ฐ€์š”~ ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ํ•œ๊ตญ์ด ์•ž์œผ๋กœ ๋‚˜์•„๊ฐˆ ์ˆ˜ ์žˆ์—ˆ๋˜ ๊ฒƒ์€ ์ •๋ถ€ ๋•Œ๋ฌธ๋งŒ์ด ์•„๋‹ˆ๋ผ ๊ตญ๋ฏผ๋“ค์˜ ๋ˆ๊ธฐ, ๋…ธ๋ ฅ ๋•๋ถ„์ด๋ผ๊ณ  ํ•  ์ˆ˜ ์žˆ์–ด์š” ๐Ÿ˜ฌ

๊ทธ๋ž˜์„œ ์ด ํฌ์ŠคํŠธ๋ฅผ ๋นŒ์–ด ์ธ๋„๋„ค์‹œ์•„๋„ ์–ธ์  ๊ฐ€ ์„ธ๊ณ„ ์„ ์ง„๊ตญ ์ค‘ ํ•˜๋‚˜๊ฐ€ ๋˜๊ธฐ๋ฅผ ๋ฐ”๋ž˜๋ด์š” ๐Ÿ˜† ๊ฒฝ์ œ์ƒํ™ฉ์ด ๋‚˜์•„์ง€๊ณ  ์‚ถ์˜ ์งˆ๋„ ๋” ๋‚˜์•„์ง€๊ธฐ๋ฅผ ๋ฐ”๋ž˜์š”.(์ธ๋„๋„ค์‹œ์•„๋Š” ์ˆ˜์–ต๋ช…์˜ ์‚ฌ๋žŒ๋“ค์„ ๊ด€๋ฆฌํ•ด์•ผ๋˜๊ธฐ ๋•Œ๋ฌธ์— ์‰ฝ์ง€์•Š๊ฒ ์ง€๋งŒ..) ์ €๋Š” ์ธ๋„๋„ค์‹œ์•„๋„ ์ปค๋ฎค๋‹ˆํ‹ฐ(์—ฌ๋Ÿฌ๋ถ„๊ณผ ๋‚˜)๊ฐ€ ์—ญํ• ์„ ๋‹คํ•˜๋Š” ์‚ฌํšŒ๊ฐ€ ๋˜๊ธฐ ๋…ธ๋ ฅํ•œ๋‹ค๋ฉด ๋ฐœ์ „ํ•  ์ˆ˜ ์žˆ๋‹ค๊ณ  ์ƒ๊ฐํ•ด์š” ๐Ÿ˜ Good luck for us! ๐Ÿ’•

24 comments:

  1. Waah seru banget itu dioramanya. Asli ada beberapa spot kayak dapur yang sebenernya mirip sama kita ya. hehehe.Walaupun beda 2 hari, tapi sekarang hasilnya lumayan ada gap ya mbak antara indonesia sama korea. :p

    Semoga suatu saat bisa mirip2 yaaa. Yuhuuu. Kayaknya seru juga kalo ngebayangin dunia modern tapi masih banyak nuansa lokal Indonnsia. ๐Ÿ˜œ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas Adi, peralatan dapurnya hampir mirip sama kita jaman dulu. Dan gentong-gentong minyaknya mengingatkan saya waktu kecil sering disuruh beli minyak sama ibu dan minyaknya itu dijual sama warung engko dalam gentong-gentong besar seperti foto di atas ๐Ÿคฃ

      Betul mas, meski beda 2 hari, tapi dari segi kemajuan memang ada gap-nya. Tapi bukan berarti buruk kok, karena negara kita kan populasinya besar dan gugus kepulauan jadi nggak semudah mengatur Korea Selatan yang hanya berpopulasi 50 juta jiwa (which is sama dengan populasi Jawa Barat) ๐Ÿ˜

      Saya optimis one day Indonesia bisa jadi negara maju seperti Korea Selatan, tapi semua itu dimulai dari masyarakatnya karena sama seperti negara-negara maju lainnya, mereka bisa maju bukan hanya atas peran pemimpinnya. Justru mungkin pemimpinnya hanya punya peran 0,0001% saja ๐Ÿ˜† jadi memang harus dimulai dari kita dulu, untuk kita dan oleh kita ๐Ÿ˜

      Amiiiin, semoga ya mas ๐Ÿ˜

      Delete
  2. Aku pernah nih ke museum serupa seperti ini di Hong Kong, tapi tentu nggak seluas ini ๐Ÿ˜… begitu lihat dapurnya langsung mengingatkanku dengan dapur nenek dulu, salfok dengan termosnya hahaha

    Kalau dipikir-pikir Korea Selatan nggak jauh berbeda dengan China ya, sama-sama cinta produk lokal, bedanya kalau di sana agak 'menutup' dunia luar aja ๐Ÿ˜…

    Kalau aja warga Indonesia itu mau belajar mengubah pola pikir dan berusaha lebih keras, pasti Indonesia akan lebih cepat maju. Sesimpel belajar mengantre atau nurut pemerintah untuk melakukan praktik social distancing ๐Ÿ˜œ tapi tentu ini jadi PR kita semua ya. Semangat Indonesia! ๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aahahaha iya mba, saya juga waktu lihat termos sama kompor minyaknya mengingatkan rumah nenek di kampung halaman ๐Ÿ˜‚ itu mesin cucinya jugaaaak hahahaha.

      Korea, China dan Jepang itu sepertinya konsep hidupnya serupa meski tak sama ya mba. Bahkan mereka nggak begitu peduli sama bahasa Inggris dan akhirnya secara nggak langsung memaksa orang-orang yang berkunjung ke negara mereka untuk mempelajari bahasa mereka ๐Ÿ˜

      Saya rasa one day kita semua bisa maju, pelan-pelan kita mulai dari diri kita dan orang sekitar kita dulu ๐Ÿ˜† memang perlu adanya perubahan pola pikir, dan yang saya pelajari juga, negara-negara maju ini bisa maju karena mereka paham akan aturan yang berlaku. Hihihi. It's okay, Indonesia pasti bisa, pelan-pelan kita belajar untuk maju sama-sama ๐Ÿ˜„๐Ÿ’•

      Delete
  3. Waktu liat gambar-gambarnya, kok berasa kayak nonton CLOY ya? :D
    Itu tuh Korea Utara, kayaknya mereka pun masih terbelakang sampai sekarang.

    Trus baca di bawahnya, kok terharu ya, memang benar ya, tidak akan berubah nasib sebuah bangsa jikalau bukan bangsa itu sendiri yang mau berusaha mengubahnya.

    Kalau saya ngeh betapa orang Korea itu cinta dengan negaranya adalah, saya jarang banget mendengar obrolan bahasa Inggris di drakor atau filmnya, rata-rata pakai bahasa Korea.

    Bandingkan dengan film Indonesia, yang kalau nggak english nggak gaooll qiqiqiqiqi.

    Bahkan mereka pede aja pakai bahasa Korea di ajang internasional kala Parasit menang kemaren.

    Bukan karena nggak pandai berbahasa Inggris, akan tetapi mereka ingin meng Koreakan dunia, membrandingkan Korea Selatan itu sendiri.

    Mencintai produk dalam negeri di Indonesia juga agak sulit, mengingat sekarang produk China banyak beredar di pasaran.
    Di mana harganya jauuuhh lebih murah dari produk Indonesia.

    Ah semoga suatu saat bangsa kita juga bisa sehebat Korsel ya

    Oh ya, itu jambannya mengingatkan saya akan jamban di rumah kakek saya waktu saya masih kecil.
    Dibuat dari semen kotak gitu hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu saat mereka masih satu kesatuan, hidupnya serupa mba, tapi semenjak pisah jadi dua, yang selatan berusaha untuk terus maju mengejar ketinggalan, dan yang utara entahlah (nggak bisa menduga-duga) ๐Ÿ˜

      Setuju sama mba Rey, yang bisa mengubah nasib negara itu adalah bangsanya sendiri alias kitanya. Nggak bisa hanya mengharapkan satu pihak ๐Ÿ˜† hehehe. Dan nggak bisa berharap semua akan berubah secara serentak. Jadi memang satu persatu dari kitanya dan orang di sekeliling kita ๐Ÿ˜

      Kalau soal produk China agak susah untuk dihindari ya mba sepertinya. Apalagi sekarang ada perdagangan bebas jadi barang China dengan mudahnya masuk ke Indonesia. Tapi jujur, saya pribadi melihat kalau orang-orang sekarang pun mulai banyak yang mencintai produk lokal, walau mungkin tetap ada satu dua barang China yang dibeli juga. However, pelan-pelan saya lihat, masyarakat mulai memberikan value pada produk lokal dan menganggap produk lokal mampu bersaing kualitasnya ๐Ÿ˜ seperti Tokopedia dan Gojek yang lumayan berjaya, juga beberapa brand dan produk lokal lainnya (exp. clothing, etc). Hehe.

      Semoga semakin banyak yang cinta produk lokal Indonesia (minimal balance antara yang lokal dan import, karena secara produksi sendiri, kebanyakan produk kita juga masih import) ~ ๐Ÿ˜„ slow but sure, pelan-pelan bisa ๐Ÿ’•

      Delete
  4. Sebenarnya budaya Indonesia juga seperti itu, lebih mengutamakan dan menyimpan sumber alam yang ada, misalkan dulu pernah ada lumbung padi disetiap keluarga. Entah kenapa budaya ini tiba-tiba hilang? Seandainya budaya ini terus ada, tentunya kebiasaan-kebiasaan yang lain akan ikut terjaga dengan baik.
    Dan sekarang akhirnya muncul I Love Produk Indonesia ketika semuanya sudah tergantung pada produk luar.

    Btw, saya nyasar kesini, kirain ini blog orang luar negeri, blognya unik.. hehee salam kenal ya mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi mas Roni, salam kenal ๐Ÿ˜„
      Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya ~

      Betul mas, pelan-pelan bisa kita coba lagi untuk mulai menggunakan produk lokal, nggak perlu secara keseluruhan karena saya rasa itu nggak mudah, tapi minimal sedikit demi sedikit apabila memang ada produk lokal yang berkualitas, nggak ada salahnya untuk digunakan ๐Ÿ˜

      Dan berhubung kekuatan Indonesia itu ada di SDA-nya, mungkin bisa dimulai dari mengkonsumsi SDA lokal, umbi-umbian lokal, sayuran lokal, daging lokal, ikan lokal dan lain sebagainya ๐Ÿ˜† to be honest, saya masih perlu belajar juga, kekuatan produk lokal apa yang Indonesia punya, terlepas dari beberapa produk teknologi yang sudah mulai mengeluarkan taringnya ๐Ÿ˜

      Jadi mohon maaf kalau ada salah-salah kata pada post saya ๐Ÿ˜…

      Delete
  5. dateng ke theme park yang bisa sekaligus jadi tempat belajar sejarah kayak gini seru juga. apalagi bisa tau model barang-barang yang sempat jaya di masanya

    harapanku juga samaan, seandainya warga indo berpikiran maju semua dan ada keinginan kuat untuk bikin negaranya jadi negara yang ibaratnya bisa berdiri sendiri, mungkin tingkat kesejahteraannya menjadi lebih baik

    ReplyDelete
    Replies
    1. SERUUUU BANGETS MBA ๐Ÿ˜†

      Kalau mba suka foto-foto pasti bawaannya mau foto-foto terus ๐Ÿ˜‚ ehehehe. Amiiiin, semoga suatu hari nanti harapan kita bisa tercapai dengan efforts dari kita semua sebagai masyarakat yang mencintai negaranya ๐Ÿ˜

      Delete
  6. Tempatnya bagus banget, Mbak Eno. Suasana kunonya dapet banget. Jadi pengen ke sana buat poto-poto. Biar akun instagramku ada gunanya.๐Ÿคญ


    Gak nyangka ternyata Korea Selatan dan Indonesia merdekanya selisih dua hari aja. Aku pikir Korea Selatan lebih lama lagi merdekanya mengingat Korea Selatan ini jauh lebih maju kalau dibandingkan dengan Indonesia. Baca ini cukup bikin tersentil juga, mengingat gaya hidup orang sini lebih suka pakai produk branded impor daripada produk lokal. Bahkan kalaupun gak kuat beli yang asli lebih memilih beli KW supaya tetap gaya. Miris banget ya, Mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau sudah di sana, bisa puas foto-foto mba ๐Ÿ˜‚

      Iya, saya juga pertama kali tau cukup kaget. Lho cuma beda dua hari ternyata ๐Ÿคฃ makanya waktu kasih ucapan ulang tahun kadang suka bercanda, "Selamat ulang tahun ibu pertiwi, salam dari ibu mertua." ๐Ÿคช hehehe.

      Saya pribadi masih maklum kalau orang-orang kita termasuk saya pun kadang masih pakai produk import, tapi semoga sebisa mungkin kita menghindari produk KW atau sekalian pakai yang brand lokal saja daripada KW. Dan persoalan produk import itu selama balance dengan produk lokal juga nggak apa-apa mba. Karena akan susah rasanya kalau 100% import hihi. Yang terpenting, selagi bisa support produk lokal, maka mari kita support mereka ๐Ÿ˜

      Di Korea pun, meski mereka cinta produk lokal, tapi mereka juga pakai produk import kok mba. Cuma yang saya salut, mereka bisa find the balance ๐Ÿ˜ if one day, tekhnologi Indonesia bisa sebagus Korea (dalam hal gadget, atau sampai sekelas mobil etc), bukan nggak mungkin warga Indonesia berpindah jadi menggunakan produk-produk tekhnologi lokal ๐Ÿ˜†

      Cuma karena sekarang produk tekhnologi lokal kita masih dalam tahap pengembangan, jadi kita bisa sambil jalan, sambil support produk lokal lainnya ~ yang memang kita bisa, sesuai budget dan kemampuan kita ๐Ÿ˜

      Delete
  7. #salfok ama panci enamel dan kompor jadoel ala korea era 60-80-an mbaa, fotonya tambah ciamik karena kerasa di mode warna oranyenya. Proporsi foto yang dibuat portrait gini juga enak banget di aku liatnya mba, sukaaak

    Oiya, aku kagum deh sama semangat korea yang sangat menjunjung tinggi prinsip mencintai produk dalam negerinya. Kebayang banget dari situlah sikap penghargaan yang tinggi atas produk lokal bisa turut menyumbang kemajuan ekonomi jauh lebih pesat untuk kawasan Asia Timur Raya ya mbak..

    Eh aku baru tau klo apps musik di sana namanya Melon
    Kalau kakaotalk dulu di indo juga pernah ada iklannya tapi sekarang di sini lebih bumingan whatsap

    ReplyDelete
    Replies
    1. Panci enamel sama kompor jadoelnya mengingatkan kita akan era dulu juga ya mba ๐Ÿ˜† hihi ~ terima kasih mba Nita ๐Ÿ˜๐Ÿ’•

      Iya, saya rasa kenapa Asia Timur bisa sangat maju dibanding Asia lainnya karena mereka menjunjung tinggi produk lokal yang mereka punya. Tapi memang pada dasarnya, dari segi tekhnologi pun mereka sudah sangat maju dan bersaing dengan produk tekhnologi negara barat ๐Ÿ˜ if one day, Indonesia bisa produksi mobil, ponsel, alat kebersihan atau produk-produk lain yang mampu bersaing di kancah internasional, bukan nggak mungkin kalau masyarakat kita akan mencintai produk-produk buatan anak bangsa ๐Ÿ˜†

      Iya mba, untuk dengar musik biasanya pakai Melon Music ๐Ÿ˜ itu major music company kalau di Korea. Yang paling terkenal ๐Ÿ˜ฌ eniho, Kakaotalk memang sepertinya nggak famous di kalangan foreigners, bahkan kalah saing sama Line Naver ๐Ÿ˜† tapi di hati para Korean, Kakaotalk still number one ๐Ÿ˜‚ mungkin karena Kakaotalk itu messenger pertama mereka ๐Ÿ˜

      Delete
  8. Keren banget...dan luasnya itu sampai 4 jam ya menelusuri apa yang ada di dalamnya Mbak.

    Di Indonesia belum ada ya seperti begini. Padahal peradaban kontemporer periode 60 - 80 an bakal menarik juga untuk disajikan dalam bentuk diorama seperti di Korea ini.

    Salam,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas Asa, kalau di Indonesia ada diorama seperti ini akan seru banget untuk ajak keluarga ke sana. Biar bisa sama-sama belajar bagaimana peradaban Indonesia di era 60-80'an ๐Ÿ˜ฌ karena selama ini yang pernah saya lihat pada museum-museum di Jakarta, mostly dioramanya baru sebatas kehidupan era kemerdekaan ๐Ÿ˜

      Semoga one day, ada yang company yang mau membuat diorama khusus bercerita soal peradaban Indonesia di tahun-tahun 60-90 an sekalian biar tambah puas kelilingnya ๐Ÿ˜†๐Ÿ™Œ

      Delete
  9. Siang mbak Eno, baru sempet mampir, soalnya dlm seminggu pasti ada 2 hr sy off, maklum mak" rt selalu ada yg di kerjain buat nyelesain pesenan, bicara ttg orang Korea teenyata sy br tau kalo mereka tuh cinta banget produk dalem negri ya, bahkan rela ga usah pk brand mahal dr pd kw, satu hal yg agak mirip dengan saya pribadi, karena sy termasuk yg suka banget dan bangga dengan produk dalem negri, dan gak juga maksain harus pake barang bermerk dr pd kw ๐Ÿ˜, soale budgetnya jg besar kalo harus maksa tampil, nyadar diri ajalah sayanya ๐Ÿ˜†,lagian produk lokal juga udah bnyk yg bagus dengan harga terjangkau, aku cinta... Semua cinta... Buatan Indonesiaa.... Duuh pernah denger lagu itu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi nggak apa-apa mba Heni, mampir saat sempat saja jangan dipaksakan ๐Ÿ˜ keluarga kan prioritas utama ๐Ÿ˜

      Dari yang saya pelajari, mereka cenderung lebih memilih pakai barang tanpa brand, daripada tertulis brand semisal Adidas atau Nike atau LV atau apa gitu tapi ternyata KW ๐Ÿ˜‚ nah tapi, kalau mereka ada uang, ya mereka mau mau saja merogoh kocek untuk beli barang-barang mahal yang penting asli karena malu katanya kalau pakai KW ๐Ÿ˜

      Setuju sama mba Heni, sekarang produk lokal banyak yang bagus dan mampu bersaing juga ๐Ÿ˜ dengan harga yang cukup terjangkau ehehe. ๐Ÿ˜ฌ

      Delete
  10. Oooh, berarti foto yang ada di postingan Neighborly Life itu dari sini toh mba ๐Ÿ˜

    Kalo ngeliat peralatan dapurnya itu saya malah teringat pembuatan serial drama reply 1988, dimana mereka harus nyari barang-barang era 80 an dari kolektor barang antik biar filmnya lebih totalitas, dan harga sebuah kaleng aja mahal banget, dari luar negeri pula, kalo gak salah.

    Tapi emang sebandinglah sama hasilnya ๐Ÿ˜

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbaaa, foto diorama di post Neighborly Life itu dari Angel and Woodcutter juga ๐Ÿ˜† lupa nggak dibahas ๐Ÿคฃ

      Peralatan dapurnya memang jaduuul banget ya mba, kalau di Indonesia mungkin masih banyak yang pakai ๐Ÿ˜ tapi kalau di Korea sepertinya hanya nenek-nenek yang tinggal di side country saja yang masih menggunakan peralatan dapur era tahun 60-80'an ~ ๐Ÿ˜

      Bahkan, di kebanyakan apartment (Korea) sudah nggak ada yang pakai tabung gas 3kg itu mba. Kaget juga saya waktu dulu pertama kali tau, karena rata-rata yang kompornya butuh gas pasti pakai central gas dengan pipanya sambung menyambung jadi satu di seluruh bangunan ๐Ÿ˜† atau pakai kompor listrik yang lumayan membuat tagihan bengkak ๐Ÿ˜…

      Jadi karena itu para crew harus sampai hunting kaleng dan peralatan lain sampai ke luar negeri, ke negara-negara yang masih menggunakan alat-alat serupa ๐Ÿ˜† dan hasilnya drama 1988 jadi sangat sukses ya mba. Karena berasa betulan flashback ke tahun 80-90an ๐Ÿ˜‚

      Delete
  11. Oh, ternyata begitu. Keren juga nih, Mbak. Kalau baca cerita soal Tiongkok yang lebih senang pakai produk dalam negeri, saya masih bisa maklum soalnya mereka cenderung tertutup secara politik. Tapi, kalau di Korea Selatan yang lebih demokratis orang-orangnya bisa pakai produk dalam negeri tanpa dipaksa pemerintahnya, misalnya soal Naver itu, ini luar biasa. Tapi, cara berpikir seperti itu mungkin juga didukung sama sistem pendidikan yang baik ya, Mbak?

    Dan prosesnya lama juga ternyata. Kalau mau keluar dari jebakan negara berkembang, kita tahan nggak ya berproses selama itu? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya rasa kenapa mereka sangat cinta produk negara mereka salah satunya karena kemudahan bahasa mas. Sebab mereka kan punya huruf sendiri, jadi mungkin agak susah kalau mau pakai produk luar yang menggunakan bahasa Inggris (dulunya) ๐Ÿ˜ฌ that's why Naver, Kakaotalk, etc lebih mereka sukai karena memang memfasilitasi kebutuhan mereka tersebut ๐Ÿ˜„ dan juga karena mereka tau, kalau salah satu cara mereka bisa jadi negara maju adalah dengan mencintai produk mereka sendiri ๐Ÿ˜† itu yang saya dengar dari orang-orang yang saya kenal, dan yang pernah saya baca dari beberapa journal ๐Ÿ˜

      Proses Korea bisa sampai maju itu kurang lebih 30 tahunan sepertinya, karena Korea beranjak maju saat masuk tahun 1990-an. Dan sebenarnya, banyak yang bilang Indonesia ini 20 tahun lalunya Korea jadi besar kemungkinan Indonesia bisa menjadi negara yang betul-betul maju di 20 tahun mendatang. Asal, masyarakatnya mau bergerak untuk memulai itu semua. Dan terlihat sekarang, pelan namun pasti, kita semua berproses ke arah sana. Tinggal siapkan mental kita saja untuk mau berubah, karena memang harus dimulai dari diri kita (nggak bisa mengharapkan pemerintah sepenuhnya) ๐Ÿ˜ฌ seperti yang pernah saya baca, kemajuan sebuah bangsa itu bergantung dari masyarakatnya ๐Ÿ˜

      SEMANGAT!

      Delete
  12. Saya kok merinding ya Mba bacanya. Karena cuma beda 2 hari merdeka dari Indonesia tapi Korea bisa maju banget. Semoga ya semoga Indonesia bisa benar2 maju dan kesenjangan sosialnya nggak terlalu timpang.

    Saya suka banget museum apalagi yang vintage2 gini. Duh, saya suka merinding sendiri. Beneran kalau ke museum entah kenapa saya selalu kagum sampai merinding. Baca ini aja merinding.

    Soal barang KW iya banget. Di Jepang juga nggak ada. Tapi mol di sana juga gila2an kalo ngasih diskon. Nah, pas diskon itu orang2 pada belanja. Jadi ga heran kalau mereka pada pake branded karena emang adanya itu dan kadang harganya murah banget.

    Mba, kalau boleh usul nih. Bahas drakor dong dari sudut pandang Mba Eno sebagai orang Indonesia yang tinggal di Korea.

    Apa jangan2 Mba Eno udah bahas drakor ya?

    Drakor kan mendunia. Dan emang bagus banget serta nyandu. Ehehehe. Maafkan ya kalau kurang berkenan.๐Ÿ™

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiiin mbaaaa, semoga Indonesia bisa lebih merata ekonominya, masyarakatnya pun bisa lebih maju juga ๐Ÿ˜ pasti bisa, asal kita as masyarakat mau berusaha ๐Ÿ’ƒ

      Saya juga suka museum yang seperti theme park mba, lebih senang saja belajarnya dan puas plus tambah penasaran dengan sejarah jadinya ๐Ÿ˜† apalagi kalau sejarahnya related sama kehidupan kita ~

      Nah sejenis dengan Jepang, Korea itu kalau kasih diskon pun gila-gilaan. Jadi barang branded pun lebih affordable di Korea, makanya mungkin banyak juga yang suka jastip dari Jepang atau Korea karena alasan itu mba ๐Ÿ˜

      Siaaap mba, nanti saya bahas drakor dari sudut pandang saya. To be honest saya belum pernah bahas drakor di blog saya ๐Ÿ˜‚ terima kasih ide topiknya mba ๐Ÿ˜๐Ÿ’•

      Delete