Clarke Quay | CREAMENO

Pages

Clarke Quay


Salah satu area di Singapura yang seru untuk sunset hunting adalah Clarke Quay 😍 karena melihat sunset dari Clarke Quay menurut gue adalah yang terindah ~ apalagi sambil menikmati pemandangan kapal menyambut senja di tengah bangunan tinggi menjulang. Dan di Clarke Quay juga ada banyak restoran yang ramai saat malam datang, jadi nggak lengkap rasanya kalau ke Singapura tapi nggak mampir ke Clarke Quay macam makan sayur tanpa garam 😂
One of the exciting areas in Singapore for sunset hunting is Clarke Quay 😍 because in my opinion, seeing sunset from Clarke Quay is the most beautiful ~ especially while enjoying a view of river and ship which welcoming the sunset in the middle of tower buildings. And in Clarke Quay there are many crowded restaurants at night, so it feels not complete when you go trip to Singapore but not visit Clarke Quay. I think it's like eating food without salt 😂


Eniho, alasan lain kenapa gue sering banget ke Clarke Quay karena gue punya sahabat baik (Korean) yang kebetulan buka usaha resto di sana 😎 dan dia sudah sejak kuliah tinggal di Singapura, that's why dia putuskan untuk coba peruntungan dengan buka usaha ~ sampai pada suatu hari dia bilang, "Seharusnya gue buka usaha di Bali saja, nebeng sama lu, ya." ðŸĪĢ gara-gara buka usaha di Singapura ternyata nggak semudah dugaan dengan biaya sewa yang... sangat mahal ðŸĪŠ

Gue ingat waktu minggu pertama dia buka restonya, dan gue sedang ada jadwal biztrip ke sana jadi gue mampir untuk kasih dukungan. Dengan senyum lebar dia sambut gue dan tawarkan gue beberapa menu andalan 😆 "Lha, kok nggak ada menu ayam Korea?" tanya gue yang dijawab dengan, "Nggak ada. Soalnya resto lain sudah ada yang jual." Alamak! Ternyata dalam satu area nggak boleh ada dua resto jual menu sama. Kecuali sejenis kentang, nasi, etc, dengan tujuan agar para customers bisa punya banyak pilihan, meski menurut gue cukup membuat para pengusaha kesulitan 😅✌
Anyhow, another reason why I often go to Clarke Quay is because I have a good friend (Korean) who happens to open a restaurant there 😎 and he has been living in Singapore since college, that's why he decided to try his luck by opening a business ~ til one day he said, "I should have just opened a business in Bali, together with you, right?" ðŸĪĢ because opening a business in Singapore really not as easy as expected especially the rental fees which very expensive.

I remember the first week when he opened his restaurant, and I was on my biztrip to Singapore so I stopped by to give him a support. With a big smile, he welcomed me and offered me several menus 😆 "Why, isn't there a Korean chicken menu?" I asked and he answered, "Yeah. Because other restaurants already sells it." Woooow! It turns out that in one area, two restaurants shouldn't be selling the same menu. Except for potatoes, rice, etc., with the aim so that customers can have many choices, although in my opinion such a rule will give a difficult time for the business owners 😅✌


"Jadi bagaimana? Rame?" tanya gue sambil menyeruput minuman yang sudah disajikan. Namun jawaban yang dia berikan nggak sesuai sama apa yang gue bayangkan. Dia menggeleng, "Sepi. Hari ini baru tiga orang termasuk elu. Hahahaha." ðŸĪĢ bah! Sempat-sempatnya dia ketawa 😂 gue yang heran cuma bisa meresponnya dengan, "Nggak apa-apa. Butuh waktu untuk berkembang. Lagi elu nggak bilang mau buka resto, tau begitu kan gue bantu biar lebih matang."
"How? Many people came?" I ask while sipping a drink that has been served. But the answer he gave didn't match with what I imagined. He shook his head, "Not much. Today only three people including you. Hahahaha." ðŸĪĢ He laughed 😂 I was surprised with the way his response my question, and I ended up only said, "It's okay. It takes time to develop. Even though, you didn't say that you wanna open a restaurant, because if I know, I will help you to prepare."


Iya, sahabat gue ini, nggak ada background business tapi nekat buka usaha hanya karena penasaran, di SINGAPURA PULA! Kenapa nggak di Bali yang lebih murah 😅 heran! Tapi gue nggak bisa berkomentar apa-apa selain menguatkan. Padahal, enam bulan sebelumnya saat dia masih di Korea, kami sempat teleponan sekedar bertukar kabar sambil dia cerita kalau mau punya usaha, dan gue bilang, "Elu kalau mau usaha jangan asal-asalan, nanti kalau gagal efeknya bisa jangka panjang." ~ eh nggak ada angin nggak ada hujan, tau-tau dia kasih kabar kalau dia sudah buka usaha di Singapura. Edan ðŸĪĢ
Yes, he doesn't have business background but he is determined to open a business just out of curiosity, in SINGAPORE! Why not in Bali which is more cheaper (?) 😅 I do wonder! But I couldn't say anything and just gave him a cheering support 🎉🎉 While In fact, six months earlier when he was still in Korea, we had a call just to exchange news and he told me that he wanted to have a business, then I said, "If you want to do business, don't be careless, if you fail the effect can be long-term." ~ and suddenly, he called me again and said that he has opened a business in Singapore. Crazyyyyyy ðŸĪĢ



Eniwei, post ini harusnya membahas soal Clarke Quay tapi kenapa jadi curhat ðŸĪŠ back to Clarke Quay, ada banyak pilihan transportasi publik untuk bisa ke Clarke Quay, salah duanya adalah MRT dan Bus 😎 nah, buat teman-teman yang mau ke Singapura, gue sarankan untuk coba naik bus (jangan hanya MRT saja), karena dengan naik bus, teman-teman bisa melihat pemandangan yang mungkin nggak bisa didapatkan ketika naik MRT. Dan gue sangat menikmati kegiatan naik bus di sana (meski harus hati-hati ketika menaikinya agar nggak kejengkang), karena di bus gue bisa bengong melihat jalanan 😂

Ohya, di Clarke Quay ada Uncle yang sering nge-jam menyanyikan lagu jadul era 80-90'an 😍 posisinya nggak jauh dari Clarke Quay Central, jadi teman-teman bisa menikmati lagu yang Uncle tersebut nyanyikan sambil duduk di tepi sungai dan menikmati pemandangan indah di depan mata 😎 kadang, gue bisa duduk di sana sampai sejam lamanya hanya untuk bengong sambil menikmati semilir angin di bawah pohon-pohon rindang yang berjajar pada sisi jalan 😆
Anyway, this post should discuss about Clarke Quay but why I ended up talking about my friend (?) ðŸĪŠ back to Clarke Quay, there are many choices of public transportation to go to Clarke Quay, two of them is MRT and Bus, well, for you who want to go to Singapore, I suggest you to try the bus (not just the MRT), because by taking the bus, you can see sights that might not be obtained when riding MRT. And I really enjoy riding the bus there because the view is so gewd, although I have to be careful when ride it so I didn't fall down 😂

Oh yeah, in Clarke Quay there is Uncle who often sing old songs from the 80-90s era 😍 the position is not far from Clarke Quay Central, so you can enjoy the song that Uncle sings while sitting by the river and enjoy the scenery in front of your eyes 😎 sometimes, I can sit there for an hour just to be dazed while enjoying the breeze under the shady trees which standing within the side of the road 😆


Meanwhile, gue pribadi merasa senang setiap kali harus biztrip atau berlibur ke Singapura karena meski negaranya terlihat sibuk setiap harinya, tapi akan selalu ada tempat untuk chill bersama orang-orang tersayang. Kadang kalau habis meeting the partners, kami akan cari makan di resto tepi sungai atau sekedar duduk di Clarke Quay 🙈

Dan ketika gue lagi sama si kesayangan, kami pun hobi menyusuri sungai sambil cari tempat makan yang mau kami coba ðŸĪĢ seriously ada banyak tempat makan yang enak di sekitaran sana 😆 lalu gue berandai-andai, bagaimana jika suatu hari nanti tepi Sungai Ciliwung dibuat semenyenangkan Clarke Quay, mungkin akan banyak orang bisa menikmati senjanya di sana especially setelah lelah berkegiatan seharian 😍 hopefully suatu hari nanti bisa terealisasikan ~
Meanwhile, I personally feel really happy every time I have a biztrip or vacation to Singapore because although the country looks busy every day, but there will always be a place to chill with my dear ones. Sometimes when the partners' meeting is finished, we will find food at a riverside restaurant or just sit at Clarke Quay 🙈

And when I'm with my favorite man, we also love to walk down the river while looking for a place to eat the food that we want to try ðŸĪĢ seriously there are lots of good places to eat around 😆 and it make me have an imagination, what if one day the banks of the Ciliwung River are made as pleasant as Clarke Quay, maybe a lot of people will be able to enjoy their life after being tired of doing their activities all day 😍 hopefully one day it can be come true ~

28 comments:

  1. Waaah, moga beneran ntar temen kak Eno buka cabang pakai nama kak Eno ... , wwwkkk ..
    Ntar ajak kita-kita melipir buat meliput, ya 😄

    Kalau Ciliwung ditata kayak Clarke Quay kurasa jauh dari harapan ..., bisa-bisa pondasi bangunan belum kering udah hanyut duluan keterjang banjir ðŸĪ­

    ReplyDelete
    Replies
    1. AMIIIIIN mas Himawan 😂 ahahaha ~

      Sedih banget kalau sampai hanyut keterjang banjir 🙄 tapi tetap berharap semoga suatu hari nanti bisa 🙈 meski entah kapan, mungkin puluhan tahun lamanya 😆 seperti sungai yang mau direvitalisasi di Bandung oleh Pak Gubernur menyerupai sungai di Korea 😎

      Delete
    2. Ya ampooonn Hinooo, dirimu bikin ngakak aja, tapi sebenarnya bisa sih, asal rumah-rumah di sekitar area sungai itu mau pergi, jadi para engineer punya space yang lebih buat merencanakan sungainya secantik ini :D

      Delete
    3. Engineer-nya komen langsung 🙈🙌

      Delete
  2. Aamiin, I wish you get the branch under your name soon, Mbak Eno.

    Wkwkwk. Template banget ya. Tapi maaf lho, Mbak Eno soalnya aku gak bisa ngomong pake bahasa Inggris blas. Jadi pake template aja. ðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢ

    Ngomong-ngomong, ngakak banget aku pas baca Mbak Eno minta cabang atas nama Mbak Eno kalau doi udah sukses. Kasihan bener, dia, Mbak. Tapi gakpapa. Mudah-mudahan temen Mbak Eno sukses besar siapa tau Mbak Eno dibikinin cabang atas nama Mbak Eno sendiri beneran. Hehehe.

    Nganu, Mbak, Clarke Quay ini dari fotonya aja kelihatan enak banget buat nongkrong sambil menikmati angin yang berhembus semilir, sambil melihat riak-riak air di bawah. Enak banget suasananya. Andaikan tepi-tepi sungai di sini juga senyaman itu buat nongkrong. Soalnya setiap kali lewat tepi sungai, eh yang bisa dilihat malah orang yang lagi buang hajat.😅

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha template nggak apa-apa mba, yang penting dia paham waktu baca 😂 hahahahaha padahal cuma bercanda lho mba ðŸĪĢ hahahaha. Tapi kalau sampai dia kasih cabang betulan, itu artinya dia sukses besar mba. Dan itulah yang saya harapkan *ecieeeh, sok bijak ceritanyah* ðŸĪŠ

      Di Clarke Quay banyak angin mba, jadi asik duduk-duduk di sana ehehehe. Apalagi kalau jelang sunset, pemandangannya bagus sangat 😍 kalau mba liburan ke Singapura, harus mampir sana. Buat foto-foto juga cantik lho banyak bangunan warna-warni indah 😎 ahaha.

      Eniho semoga sungai-sungai di Indonesia bisa dibuat secantik Clarke Quay ya, mbaaa 😆 biar yang buang hajat di rumah atau toilet umum saja 🙈✌

      Delete
    2. Ya ampoooonnn Roeemmm..

      Saya jadi ingat awal-awal saya kerja dulu di Surabaya, saya berangkat pulang naik angkot, terus angkotnya itu suka ngetem dan saya benci banget kalau dia ngetem dekat sungai, berkali-kali dong saya sial liat pantatnya orang yang lagi pup huhuhu :'D

      Delete
    3. Waduh hahaha pemandangannya membuat shock ya mba ðŸĪĢ

      Delete
  3. Yang ada di otak gw kalo lagi ke Clarke Quay: ini tempat buat jajan gemes...


    Suka aja makan di sini sambil liatin cici-cici pake celana gemes. Jadi makin gemes deh, wkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. HAHAHA omaygad ðŸĪŠ memang yang gemas suka buat gemas, ya? Haahahaha. No comment 😂

      Delete
  4. Ya ampuuuun Clark quay, tempat aku ngabisin weekend kalo sdg stress di JKT :p. Tapi, tiap kesana aku cuma main Giant swing dan reverse g max bungy mba :D. Gilaaaa sih aku tergila2 main itu. Ga prnh boseeeeen! Naikin adrenalin banget. Aku bisa naik itu berkali2 saking sukanya.


    Btw, nama resto temenmu apa mba? Kalo wabah udh mereda, aku pgn main ke sing lagi , udah sakaw main Giant swing. Kan setelah itu bisa mampir makan di resto temenmu ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah mba berani bangettt hahaha saya paling nggak berani naik rides yang ekstrim-ekstrim, bisa lari kocar kacir ðŸĪĢ hahahahaha. Tapi memang Clarke Quay ini cocok ya mba buat menghilangkan stres dan penat 😍

      Restonya menjual menu makanan Korea, mba 😁 monggo kalau ketemu bisa mampir siapa tau itu resto teman saya 🙈 hihihi. Semoga si Coro segera hilang ya mba, saya juga rindu mau sweet escape ðŸĪĢ

      Delete
  5. Every corner in Singapore could be my playground, haha. Clarke Quay ini kayak Tsim Sha Tsui, area tepi laut dengan jajaran cafe dan bar eksklusif.

    Jadi temenmu jual makanan apa aja di situ? Harusnya nggak masalah sih ya menu sama, atau masih make sense kalo ada jumlah maksimal. Menu bisa sama, tapi rasa, harga, dan jasa bisa beda.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Agree, Clarke Quay vibe-nya agak mirip Tsim Sha Tsui 😆 tapi mungkin lebih tertata hahahaha. Soalnya clean banget, happy bawaannya kalau duduk-duduk di sana 😍

      Seharusnya kalau di Indonesia nggak masalah, tapi kurang tau kalau peraturan di sana bagaimana. Mungkin yang nggak boleh kalau sama tipe menunya. Seperti sama-sama Ayam Korea bumbu Pedas misalnya 😂 saya pribadi nggak mengulik terlalu dalam hahaha ~

      Delete
  6. jadi kangen jembatan ini deh hahaha
    emang enak jalan santai di area ini, sampe temen yg kemarin mo jalan bareng trip tapi cancel gara gara korona, ngebelain nyari flight pulang transit singapura biar bisa tepe tepe sama expatriat disana wkwkwk, dan suasananya yang memang menyenangkan

    aku ke kalo kesana pengen nyewa sepeda kuning itu mbak, lupa namanya, kayaknya seru keliling sambil ngayuh beginian

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cakep ya mba view-nya dari jembatan 😍 hehehe.

      By the way ada yang kecantol nggak mba ekspat-nya? Hahahaha. Siapa tau ketemu garis jodoh di Singapura 😆 eniho sepeda kuning itu setau saya harus pakai aplikasi, tapi gampang mba sewanya. Coba deh, lumayan banget bisa keliling ngegowes. Tapi hati-hati panas 😂

      Delete
  7. Warna langitnya pas sunset cakeppppp banget 😍😍😍 bisa begitu ya gradasi warnanya. Dijadiin lockscreen hape kayaknya oke nih, sambil berdoa supaya bisa segera traveling lagi setelah ini hihi

    Btw, aku tuh mau ketawa dengar cerita temannya Mba Eno tapi takut kualat hahaha soalnya ini mengingatkan "kebodohan" aku dan mama waktu kami mencoba usaha risoles di Bali. Nggak ada background bisnis tapi sok-sokan buka usaha dengan modal yang lumayan waktu itu. Untung segera dapat pencerahan dari yang berpengalaman jadi kami cepat-cepat belok ke jalan yang benar 😂

    Tapi kok ya lucu ya, restoran nggak boleh jual menu yang sama. Susah juga untuk yang ingin buka resto baru. Kalau temannya Mba Eno beneran kerja sama buka di Bali, aku siap datang untuk mukbang 😆

    Btw, sama banget Mba. Aku dulu kuliah kalau jalan-jalan naik bus suka bengong liat pemandangan. Eh tau-tau aku kelewat halte dan harus muter lagi wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaaa cantik banget mbaaa 😍 one of the best view menurut saya, warna sunset di Clarke Quay memang gila 😂

      Hahahaha, itulah mba, teman saya kok nekat banget buka usaha di Singapura yang apa-apa harganya mahal ðŸĪĢ padahal beberapa bulan sebelumnya sempat liburan ke Bali, terus saya bilang buka usaha di Bali saja. Terus dia balik ke Korea, dan cerita mau buka usaha. Ya saya pikir baru rencana, makanya saya cuma bilang harus matang biar kalau fail nggak berimbas ke mana-mana. Eh lahdalaaah, habis itu dia kontak lagi sudah di Singapura buka usaha ðŸĪŠ hahahaha. Untung mba Jane sudah belok ke jalan yang benar ya 🙈 jadi sukses sekarang usahanya 😍

      Eniho nggak enaknya naik bis kalau bengong suka keterusan ya mba hahahahahaha. Saya sempat beberapa kali kejadian tapi waktu di Korea ðŸĪĢ apalagi kalau di Jeju itu view-nya bagus banget ijo-ijo jadilah sering khilaf nggak sadar harus turun di mana 🙈

      Delete
  8. Saya penasaran sama arti dari Clarke Quay ini mba, bahasa vietnam kah ini ?ðŸĪ”

    Tumben, kok saya jadi berasa adem baca tulisan ini yah 😁. Berarti yang laennya gak dong?? Bukaaan..😂

    Hanya saja seolah saya lagi nonton Mba Eno nyeruput minuman sambil ngobrol sama temennya, trus abis itu diajak jalan-jalan ngeliat pemandangan indah sambil menikmati semilir angin dibawah pohon-pohon rindang yang bersejajar di sisi jalan.

    Fix dah. Hal itu ternyata beneran bikin saya kangen dengan masa lalu 😔

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya kurang tau mba arti namanya, tapi setau saya daerah yang dekat tepian sungai itu dikasih nama pakai Quay di belakangnya. Seperti Clarke Quay terus ada juga Robertson Quay, etc 😆

      Mba mungkin berasa adem karena angin dari Clarke Quay sampai ke Palembang ðŸĪĢ soalnya di Clarke Quay memang adem banget mba, apalagi kalau diisi sambil berbincang hangat dengan teman meski hanya ditemani seruputan minuman dingin ~ terus duduk-duduk di bawah pohon sambil lihat sungai juga asik. Eventhough sungainya cokelat tapi nggak bau sama sekali 😂

      Ayo mba masa lalunya dikembalikan ke masa kini, nanti kalau si Coro sudah hilang mungkin mba Rini bisa duduk-duduk di tepi sungai Musi sambil lihat Ampera 😍

      Delete
  9. Pas ke Singapura, untuk jalan-jalan dalam kota saya cuma naik MRT, Mbak. Kalau deket, jalan kaki. Tapi abis baca postingan ini saya jadi pengen nyobain naik bus kalau kapan-kapan ke sana lagi. Kayaknya seru juga, ya. :)

    Daerah sekitar Clarke Quay ini enak banget buat jalan kaki. Tapi, kalau dipikir-pikir, Singapura secara umum enak banget buat jalan kaki. Salut sama Singapura yang bisa merancang kota yang bikin penduduknya mesti jalan kaki, olahraga kecil-kecilan, setiap hari.

    Btw, itu foto langit senja oranye keren banget, Mbak Eno. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, wajib coba naik bus di Singapura, asik bangetttt pemandangannya beda sama kalau naik MRT soalnya 😆

      Setuju sama mas soal daerah di Singapura yang secara umum enak dibuat jalan kaki ~ pemerintahnya betul-betul membuat jalan kaki jadi kegiatan yang nyaman untuk publik 😍 hihi. Semoga nanti di Indonesia semakin banyak area jalan kaki friendly. Kalau di Yogyakarta kan ada Malioboro yang lumayan asik 💃

      Eniho terima kasih mas 😆🙌

      Delete
  10. Awalnya saya bingung baca usaha temannya Mba Eno. Lho, kirain mau bahas bisnis di Clarke Quay, hehe.

    Pas ke sini, kayaknya saya nggak banyak eksplor. Siang2 waktu itu jadi kepanasan. Jadi pengen balik lagi ke sana dan lihat sunset di sini. Bagus banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak mba 😂 cerita teman saya cuma selingan saja ðŸĪĢ hahaha. By the way kalau nanti balik ke Singapure, mampir Clarke Quay saat jelang sunset saja mba, terus setelahnya baru mampir China Town biar semakin komplit 😁

      Delete
  11. Btw keren dong di sana, pemerintah lebih perhatian meskipun di sisi lain juga nggak asyik ya kalau menunya dibatasin gitu.

    Maksudnya, kita jadi nggak punya pilihan, misal menu A paling enak di sana ketimbang yang ini.
    Cuman memang nggak enaknya jadi kayak persaingan nggak sehat gitu ya hahaha :D

    Bisa-bisa kayak di Indonesia katanya dipanggilin jin pelaris bahahaha.

    Btw, ciri khas Eno itu, suka banget menikmati momen ya, sampai hafal banyak hal.
    Ini kayaknya bertolak belakang dengan saya, atau mungkin juga karena saya jarang traveling kali ya, karena saya sedang berada di mana pun, saya selalu sibuk dengan pikiran sendiri, hayalan sendiri.

    Itu kenapa yang suka berfoto, kalau enggak saya lupa.
    Gimana enggak lupa, sayanya di manaaaa, pikiran saya di mana.. hahaha.

    Btw, sungai-sungai di beberapa kota besar di Indonesia sebenarnya udah jauh lebih baik sekarang, Jakarta maupun Surabaya, meskipun belum secantik Clarke Quay ini.

    Surabaya misalnya, saya ingat banget pertama kali saya datang ke Surabaya, 20 tahun lalu, sungainya itu loh, ampuuunnn bikin ilfeel banget!

    Hilang sudah ekspektasi saya tentang kota metropolitan yang indah, orang sungainya butek, kotor dan bau.

    Sekarang, meski masih butek, tapi sungainya udah nggak penuh sampah lagi, dan dibikinin banyak taman di dekat sungai :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha itu dia mungkin alasannya kenapa nggak boleh jual menu sama, biar nggak ada persaingan, dan customers lebih banyak pilihan. Tapi jenis makanan kan sebenarnya terbatas mba, alhasil harus pintar-pintarnya si pengusaha buat menu baru yang belum ada 😁 ehehehe.

      Psst, saya juga kadang sibuk sama pikiran saya sendiri mba, jadi kalau lagi ingin sibuk melamun, saya cari tempatnya seperti taman atau cafe yang bisa duduk bengong lihat pemandangan di depan sambil berpikir hahahaha ~ setiap dari kita pasti punya momen ini deh sepertinya 🙈

      Iya, saya lihat beberapa sungai sudah mulai diperbaiki kanan kirinya, bahkan sungai yang di Jabar ada yang mau dibuat mirip seperti yang di Korea (sempat baca di IG Pak Gubernur Ridwan Kamil 😁) which is akan bagus sekali 😍 semoga semakin banyak sungai di Indonesia yang menjadi jauh lebih baik. Amiiiin 💕

      Delete
  12. Waw nekat bener ya temennya mbak. Patut dicontoh atau gak ya mbak yang kaya gitu? :D btw, jadi pengen ke Clarke Quay

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan dicontoh mentah-mentah mba, nanti merugi banyak yang ada hehehe. Harus diperhitungkan dengan matang dan direncanakan dengan sebaik-baiknya ya mba ketika ingin melakukan bisnis, agar nggak merugi di hari kemudian 😁💕

      Semoga one day mba Shohi bisa ke Clarke Quay 💃

      Delete