Is It More Greener? | CREAMENO

Pages

Is It More Greener?


Kemarin, salah satu sohib baik gue iseng bilang, "Gue iri deh, lo bisa menulis dengan mudah, dan enak dibaca pula." lalu gue termenung, diam-diam gue mau membalas ucapan dia dengan list blog-blog di luar sana yang menurut gue lebih bagus dan cencu saja membuat gue merasa iri juga ๐Ÿ˜‚ entah karena skill kepenulisannya dan topik-topik yang diangkat, atau karena bloggers tersebut membuat menu masakan yang gue nggak bisa (karena gue nggak pintar masak!) ๐Ÿคฃ

Kalau dipikir-pikir, memang rumput tetangga itu selalu lebih hijau, ya ๐Ÿคช✌ ketika sohib gue iri karena gue bisa dengan mudah membagi cerita gue, di sini gue sedang menganggumi blog lain dengan secuil rasa iri yang sama. Sambil sayup terdengar suara Bu RT berteriak, "Heh! Nggak boleh iri-irian, iri itu sifatnya setan." ๐Ÿ˜‚ hahaha. Tapi gue nggak mau menutupi kenyataan yang ada, kalau gue kagum sama beberapa bloggers yang kadang membuat gue jadi melihat kembali tulisan gue yang... well... sangat biasa ๐Ÿคฃ hahahahaha.

Jujur, gue kagum sama Mas Morishige karena cara beliau menulis cerita sangat sederhana tapi bisa membuat gue ikut merasakan perjalanan yang beliau punya ๐Ÿ˜ gue ini yang paling ribet orangnya, nggak suka capek, maunya gampang, bahkan bisa dibuat penasaran dengan pengalaman beliau naik kereta atau bus berjam-jam lamanya hanya untuk berpindah negara ๐Ÿ˜† gue juga kagum karena beliau punya struktur kalimat dan vocabulary lengkap, dan gue menemukan banyak vocabulary baru dari tulisan yang beliau buat (iyes, nggak seperti gue yang vocabulary-nya di level sekolah dasar) ๐Ÿ˜‚

Gue juga kagum sama Mba Reyne Raea (terlalu kagumnya sampai pernah gue buat post untuk beliau secara terpisah) ๐Ÿคฃ karena beliau selalu bisa mengangkat topik-topik yang bahkan nggak pernah gue bayangkan. Ditambah beliau juga sangat rajin update blog (satu hari satu post), which is sesuatu yang nggak bisa gue lakukan dengan mudah ๐Ÿ˜‚ padahal dulu gue berniat untuk melakukan hal yang sama (satu hari satu post), tapi yang ada sekarang bisa menulis satu post dalam tiga hari saja sudah wasyukurilah ๐Ÿคช

Terus ada lagi Mas Bara, kalau ini gue kagum karena beliau sering pergi ke pelosok Indonesia ๐Ÿ˜ karena gue nggak bisa melakukannya, that's why gue jadi sering menunggu-nunggu post yang beliau tuliskan biar gue bisa belajar soal Indonesia dari tulisan yang beliau buat. Gue sebenarnya sangat ingin jalan-jalan keliling Indonesia, tapi gue tau kelemahan gue yang ribet jadi orang, so gue takut kalau gue justru jadi beban untuk orang-orang yang bersisian dengan gue selama dalam perjalanan ๐Ÿ˜…✌ alhasil, keinginan tersebut sampai sekarang masih sebatas keinginan tanpa rencana jelas ๐Ÿ˜‚

Kemudian ada Mba Nita dengan post-post soal makanan Indonesia yang sering beliau masak, huhu, pokoknya setiap buka blog beliau, rasanya mau terbang ke rumah beliau untuk ikut makan ๐Ÿคฃ karena gue ini nggak bisa masak gaes, jadi gue selalu merasa kagum sama orang yang pintar masak seperti Mba Nita ๐Ÿ˜๐Ÿ™Œ bahkan, barusan setelah gue baca post beliau soal Sayur Bening Bayam, gue langsung berubah pikiran mau makan Sayur Bening Bayam juga nanti malam (padahal tadinya gue sudah berencana mau makan tumis brokoli ahahaha). Parah banget kan influence-nya Mba Nita ๐Ÿ˜‚

Mau yang lain? Ada blog Mba Jane yang menurut gue sangat seru dibaca dan salah satu blog yang membuat gue betah untuk klak-klik setiap link yang beliau bagikan. Termasuk link cerita soal beliau jadi pegawai Starbucks, sampai link cerita pengalaman beliau membantu orang tua berjualan Risoles ๐Ÿ˜ terus gue juga suka kalau beliau lagi bagi-bagi informasi buku yang dibaca, atau film yang ditonton, dan lain sebagainya. Indeed, sangat simple tapi gue syukaaak ๐Ÿ˜†

Lalu ada juga bloggers terkenal seperti Trinity Naked Traveler yang selalu gue baca ketika gue bosan ๐Ÿ˜‚ dan sepertinya, blog beliau ini adalah salah satu blog yang sudah gue baca hampir 70% isi ceritanya ๐Ÿ˜ฌ gue juga suka baca blog Mba Justin dan Mba Mira yang lucu dan fun, the way beliau menikmati perjalanan yang beliau lakukan, membuat gue merasa seperti diajak jalan-jalan juga. Bonus foto-foto yang beliau capture keren semuah! *woh, nggak santai* ๐Ÿ˜ Dan ada blog Mba Fany dengan tipe perjalanan santai setipe sama gue yang membuat gue ingin mencontek itinerary yang beliau punya ๐Ÿ˜

And so on ~ masih banyak lagi blog yang gue suka, kagum, dan sedikit iri karena gue merasa gue nggak sejago mereka semua, baik dalam hal skill in real life, ataupun kepenulisan ๐Ÿ˜… gue pun pernah minder karena gue merasa semua tulisan gue nggak memberikan manfaat ke teman-teman pembaca. Terus kadang terlalu pendek dan terlihat nggak niat ๐Ÿ™„ belum lagi perasaan-perasaan lain yang muncul, yang gue tau sebenarnya nggak perlu gue pikirkan, karena yang namanya menulis seharusnya tinggal menulis sesuai apa kata hati kita.

Cuma yang namanya manusia, nggak bisa dipungkiri kalau gue ingin jauh lebih baik dari sebelumnya ~ istilah kata, gue ingin tulisan gue ini berkualitas, biar yang baca juga nggak bosan gitchuuu bacanya ๐Ÿ˜‚ tapi, gue pun sadar, kalau ini apa adanya gue yang mungkin memang nggak mempunyai daya juang tinggi sehingga sering menulis pendek karena takut stuck di tengah jalan ๐Ÿคฃ dan ini gue yang menulis suka asal-asalan, karena nggak punya vocabulary lengkap (frankly speaking, gue hanya menggunakan kata-kata standar keseharian sebab hanya kata-kata itu yang biasa gue gunakan) ๐Ÿ˜† ehe ehe ehe ๐Ÿคฃ✌

Dan dari percakapan dengan sohib gue kemarin, gue kembali belajar, kalau kagum itu boleh, tapi iri itu jangan ๐Ÿ˜ dan gue harus bersyukur pada apa yang gue punya, baik pola pikir, skill dan lain sebagainya, instead of iri dengan yang teman lain punya ๐Ÿ˜† dan gue belajar lagi bahwa daripada gue pusing memikirkan hijaunya rumput tetangga, kenapa nggak gue coba menghijaukan rumput yang gue punya? ๐Ÿคฃ meski mungkin hasil akhir warna hijaunya berbeda karena masing-masing dari kita berbeda, tapi seenggaknya, saat warnanya terlihat dari luar akan sama-sama hijau di mata semua orang ๐Ÿ˜

Nonetheless, semoga gue bisa! ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’•
Yesterday, one of my good friends said, "I'm jealous, you can write easily, and it's easy to read too." and I feel dumbfounded while secretly want to reply her words with a list of blogs out there which I think are better and make me feel more jealous ๐Ÿ˜‚ either because of their writing skills and topics choices, or because they can cook some food that I can't (because I'm not good at cooking!) ๐Ÿคฃ

Come to think of it, the neighbor's grass is always greener, indeed ๐Ÿคฃ when my friends are jealous because I can easily share my story, here I am admiring other blogs with the same portion of jealousy ๐Ÿ˜‚ hahaha. And I don't want to cover up the reality about the fact that I feel amazed by some bloggers who sometimes makes me look back at my writing which... well..... very ordinary ๐Ÿคฃ hahahahaha.

Honestly, I'm impressed with Mas Morishige because the way he writes stories is very simple but can make me feel the journey that he had. Although I am a complicated person, don't like to get tired, and always want easy things, I even can feel curious with his experience when he chose the train or bus which requires a very long travel time to move countries ๐Ÿ˜† and I feel amazed because he has a complete vocabulary structure too, when I found a lot of new vocabulary from the writings he made (yes, because my vocabulary is ES level) ๐Ÿ˜‚

I am also impressed with Mba Reyne Raea (too impressed that I made post separately for her) ๐Ÿคฃ because she can always raise topics that I never imagined before. Plus she is also very diligent in updating blogs (one day one post), which is something I can't do easily ๐Ÿ˜‚ even though I intended to do the same thing, but I failed and decide to feel grateful despite only can write one post in just three days ๐Ÿคช

And then, there is Mas Bara which make me feel impressed because he often goes to Indonesia's remote areas ๐Ÿ˜ and since I can't do it, as a result I often read his posts so that I can learn about Indonesia from the writings he made. I really really want to travel around Indonesia, but I know my weakness is being complicated as a person, so I'm afraid that I would be a burden for people during my journey ๐Ÿ˜† so that's why, the desire is still limited without a clear plan ๐Ÿ˜‚

Thereafter is Mba Nita with posts about Indonesian food that she often cooks. Basically every time I open her blog, I feel like wanna fly to her house to ask her for food ๐Ÿคฃ because I can't cook, so I always feel amazed to people who are good at kitchen just like her ๐Ÿ˜๐Ÿ™Œ even now, after I read her post about Spinach Soup, I immediately changed my mind to eat Spinach Soup (when the fact, I already planning to eat stir-fried broccoli). Yeah, her influence is that big ๐Ÿ˜‚

Want another? There is Mba Jane's blog which I think is very fun to read and one of the blogs that makes me feel at ease to click on each link that she shares. It includes a link to a story about her being a Starbucks employee and a link about her experience story helping her parents sell traditional snack (Risoles) ๐Ÿ˜ and I also like it when she share information about books that she read, films that she watched, and so on. Indeed, it is very simple but me likeyyyy ๐Ÿ˜†

There is famous blogger too, such as Trinity Naked Traveler -- I always read her blog when I'm bored ๐Ÿ˜‚ and her blog is one of the blogs that I've read almost 70% of the content ๐Ÿ˜ฌ I also like Mba Justin and Mba Mira's travel blogs, because the way they enjoyed the journey make me feel like I was invited to take a travel with them. And the photos that they captured are so cool! *wooooow* ๐Ÿ˜ and not to forget, Mba Fany's blog with a casual type of trip which is same with me, makes me want to copy the itinerary that she had ๐Ÿ˜

Honestly, there are reallyyyyy many more blogs that I like and make me impressed also a little jealous because I feel like I'm not as good as all of them, both in terms of skills in real life, or authorship ๐Ÿ˜… I also felt inferior because I feel like all my writings did not provide benefits to all of friends who read my blog. Even sometimes, my writings are too short ๐Ÿ™„ not to mention, the other feelings that arise, which I know actually I don't need to think about it, because I just need to write according to what my heart says ๐Ÿ˜ฌ๐Ÿ’•

However I'm human, and I cannot deny if I want my skill to be much better than before ~ ​and I want my writing to have a quality, so that friends who read also don't get bored when read it ๐Ÿ˜‚ although I'm aware, I might not have a high fighting spirit so I often only write a short post because I fear of being stuck in the middle ๐Ÿคช and I often writes carelessly, because I don't have a complete vocabulary (frankly speaking, I only use standard words in my post because only those words I normally use in my daily life) ๐Ÿ˜† ehe ehe ehe ๐Ÿคฃ✌

And from the conversation with my friend yesterday, I learned again, feeling impressed is okay, but jealousy is not okay ๐Ÿ˜ because I have to be thankful for what I have related to my own mindset, my own skill and so on, instead of being jealous of what other friends have ๐Ÿ˜† and I learned again that instead of being dizzy thinking about the neighbor's green grass, why don't I try to make my own grass more greener? ๐Ÿคฃ Although maybe the result of the green color is different because each of us is different, but at least, when the color is seen from the outside, it will be equally green in everyone's eyes ๐Ÿ˜

Nonetheless, I hope I can! ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’•
์–ด์ œ ์ œ ์นœ๊ตฌํ•˜๋‚˜๊ฐ€ "๋„ˆ๋Š” ๊ธ€์„ ์‰ฝ๊ฒŒ์“ฐ๊ณ  ์ฝ์„๋•Œ๋„ ์‰ฝ๊ฒŒ ์ฝ์„ ์ˆ˜ ์žˆ์–ด์„œ ๋ถ€๋Ÿฌ์›Œ"๋ผ๊ณ  ๋งํ–ˆ์–ด์š”. ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ๋ธ”๋กœ๊ทธ๋ฆฌ์ŠคํŠธ๋ฅผ ๋ณด๋ฉด์„œ ๋ชฐ๋ž˜ ๋‹ต์žฅ์„ ํ•˜๋ ค๋‹ค๊ฐ€ ๋” ์งˆํˆฌ๋‚˜๋Š”๊ฑธ ๋Š๋ผ๋ฉด์„œ ๋ฐ”๋ณด๊ฐ™๋‹ค๊ณ  ๋Š๊ผˆ์–ด์š” ๐Ÿ˜‚ ์™œ๋ƒ๋ฉด ๊ทธ๋“ค์˜ ๊ธ€์“ฐ๊ธฐ ๊ธฐ์ˆ ๊ณผ ์ฃผ์ œ์„ ์ • ๋˜๋Š” ๊ทธ๋“ค์€ ์ œ๊ฐ€ ๋ชปํ•˜๋Š” ์š”๋ฆฌ๋ฅผ ํ• ์ˆ˜ ์žˆ์–ด์š”(๋‚˜๋Š” ์š”๋ฆฌ๋Š” ์ ฌ๋ณ‘์ธ๋ฐ!) ๐Ÿคฃ

์ƒ๊ฐํ•ด๋ณด๋ฉด ์ด์›ƒ์ง‘ ์ž”๋””๋Š” ํ•ญ์ƒ ์ดˆ๋ก์ƒ‰์ด์—์š” ๐Ÿคฃ ์นœ๊ตฌ๋“ค์ด ์ œ๊ฐ€ ์‰ฝ๊ฒŒ ์ด์•ผ๊ธฐ๋ฅผ ๊ณต์œ ํ•˜๋Š”๊ฑธ ๋ณด๊ณ  ์งˆํˆฌํ•˜์ง€๋งŒ ์ €๋˜ํ•œ ๋‹ค๋ฅธ ๋ธ”๋กœ๊ทธ๋ฅผ ๋ณด๋ฉด์„œ ๋ถ€๋Ÿฌ์›Œํ•˜๋Š”๊ฑฐ์ฃ  ๐Ÿ˜‚ ํ•˜ํ•˜ํ•˜. ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ์ œ ๊ธ€๋“ค์„ ๋Œ์•„๋ณด๊ฒŒ ๋งŒ๋“œ๋Š” ๋ช‡๋ช‡ ๋ธ”๋กœ๊ทธ๋“ค์— ๋Œ€ํ•ด ๋†€๋ž๋˜ ํ˜„์‹ค์„ ๋ถ€์ •ํ•˜๊ณ  ์‹ถ์ง€ ์•Š์•„์š” ๐Ÿคฃ hahahahaha.

์‚ฌ์‹ค, ์ €๋Š” ์ด์•ผ๊ธฐ๋ฅผ ์“ฐ๋Š” ๋ฐฉ์‹์ด ์—„์ฒญ ์‹ฌํ”Œํ•˜์ง€๋งŒ ์—ฌํ–‰์„ ํ•˜๊ณ ์žˆ๋Š” ๊ฒƒ ๊ฐ™์ด ๋Š๋ผ๊ฒŒ ๋งŒ๋“ค์–ด์ฃผ๋Š” Mas Morishige์—์„œ ์ธ์ƒ๊นŠ์—ˆ์–ด์š”. ์ œ๊ฐ€ ๋ณต์žกํ•œ ์‚ฌ๋žŒ์ด๋ผ ํ”ผ๊ณคํ•ด์ง€๊ธธ ์›ํ•˜์ง€ ์•Š๊ณ  ํ•ญ์ƒ ์‰ฝ๊ฒŒ ์ƒ๊ฐํ•˜๊ธธ ์›ํ•˜์ง€๋งŒ ๊ตญ๊ฐ€๊ฐ„ ์ด๋™์„ ํ•˜๋Š” ๋งค์šฐ ๊ธด ์—ฌํ–‰์—์„œ ๋ฒ„์Šค๋ฅผํƒˆ์ง€ ๊ธฐ์ฐจ๋ฅผ ํƒˆ์ง€ ์„ ํƒํ•˜๋Š” ๊ทธ์˜ ๊ฒฝํ—˜์€ ์ €์—๊ฒŒ ๊ถ๊ธˆ์ฆ์„ ์œ ๋ฐœํ–ˆ์–ด์š” ๐Ÿ˜† ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ์–ดํœ˜๋ฉด์—์„œ๋„ ๊ธ€์—์„œ ๋›ฐ์–ด๋‚˜์„œ ์ƒˆ๋กœ์šด ๋‹จ์–ด๋“ค์„ ๋ฐœ๊ฒฐํ•  ๋•Œ๋งˆ๋‹ค ๋†€๋ผ์š”(๋„ค, ์ €๋Š” ์–ดํœ˜๋ ฅ์ด ๊ธฐ์ดˆ๋ ˆ๋ฒจ์ด๊ธฐ ๋•Œ๋ฌธ์—) ๐Ÿ˜‚

๋˜ Mba Reyne Raea๋„ ์ธ์ƒ๊นŠ์—ˆ์–ด์š” (๋„ˆ๋ฌด ์ธ์ƒ๊นŠ์–ด์„œ ๊ทธ๋…€์— ๋Œ€ํ•œ ๊ธ€์„ ์ผ์„ ์ €๋„์—์š”) ๐Ÿคฃ ์™œ๋ƒ๋ฉด ๊ทธ๋…€๋Š” ํ•ญ์ƒ ์ œ๊ฐ€ ์ƒ์ƒ๋„ ๋ชปํ•œ ์ฃผ์ œ๋ฅผ ๋“ค๊ณ ์˜ค๊ฑฐ๋“ ์š”. ๊ฒŒ๋‹ค๊ฐ€ ๊ทธ๋…€๋Š” ์ œ๊ฐ€ ์‰ฝ๊ฒŒํ•  ์ˆ˜ ์—†๋Š” ๊ฒƒ์ธ ๋ถ€์ง€๋Ÿฐํ•œ ๋ธ”๋กœ๊ทธ ์—…๋ฐ์ดํŠธ๋ฅผ ํ•ด์š”(ํ•˜๋ฃจ์— ํฌ์ŠคํŠธ ํ•˜๋‚˜) ๐Ÿ˜‚ ์ €๋„ ํ•ด๋ณด๋ ค๊ณ ํ–ˆ์ง€๋งŒ ์‹คํŒจํ–ˆ๊ณ  ์‚ผ์ผ์— ํฌ์ŠคํŠธ ํ•œ๊ฐœ๋ฅผ ํ•˜๊ธฐ๋กœ ๊ฒฐ์ •ํ–ˆ์–ด์š” ๐Ÿคช

์ธ๋„๋„ค์‹œ์•„ ์™ธ๊ณฝ์„ ์ž์ฃผ๊ฐ€๋Š” Mas Bara๋„ ์ธ์ƒ๊นŠ์—ˆ์–ด์š” ๐Ÿ˜ ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ์ œ๊ฐ€ ํ•  ์ˆ˜ ์—†๋Š”๊ฑธ ํ•˜๊ณ ์žˆ๊ธฐ ๋•Œ๋ฌธ์— ์ž์ฃผ ํฌ์ŠคํŠธ๋ฅผ ์ฝ์–ด์„œ ์ธ๋„๋„ค์‹œ์•„์— ๋Œ€ํ•ด์„œ ๋ฐฐ์šธ ์ˆ˜ ์žˆ์–ด์š”. ์ €๋Š” ์ •๋ง๋กœ ์ธ๋„๋„ค์‹œ์•„ ์—ฌํ–‰์„ ํ•˜๊ณ ์‹ถ์€๋ฐ ์ œ ์•ฝ์ ์ด ๋ณต์žกํ•œ ์‚ฌ๋žŒ์ด๋ผ๋Š”๊ฑด๋ฐ ์—ฌํ–‰์ค‘์— ๋‹ค๋ฅธ์‚ฌ๋žŒ์—๊ฒŒ ์ง์ด๋ ๊นŒ๋ด ๋ฌด์„œ์›Œ์š” ๐Ÿ˜† ๊ทธ๋ž˜์„œ ์™„๋ฒฝํ•œ ๊ณ„ํš์ด ์—†์–ด ์š•๋ง์„ ์–ต๋ˆ„๋ฅด๊ณ ์žˆ์–ด์š” ๐Ÿ˜‚

๋‹ค์Œ์€ ์ธ๋„๋„ค์‹œ์•„ ์š”๋ฆฌ์— ๊ด€ํ•œ Mba Nita๋ผ๋Š” ๊ณณ์ด์—์š”. ์ €๋Š” ์ž์ฃผ ๋ฐฉ๋ฌธํ•˜๋Š”๋ฐ ๋‚ ์•„์„œ ๊ทธ๋…€์˜ ์ง‘์—๊ฐ€์„œ ์Œ์‹ํ•ด๋‹ฌ๋ผ๊ณ  ํ•˜๊ณ ์‹ถ์„ ์ •๋„์—์š” ๐Ÿคฃ ์ €๋Š” ์š”๋ฆฌ๋ฅผ ์ž˜ ๋ชปํ•ด์„œ ํ•ญ์ƒ ๊ทธ๋…€๊ฐ™์ด ์š”๋ฆฌ ์ž˜ํ•˜๋Š” ์‚ฌ๋žŒ์„ ๋ณด๋ฉด ๋†€๋ผ๊ฑฐ๋“ ์š” ๐Ÿ˜๐Ÿ™Œ ์‹ฌ์ง€์–ด ์ง€๊ธˆ๋„ ์‹œ๊ธˆ์น˜ ์Šคํ”„์— ๋Œ€ํ•œ ํฌ์ŠคํŠธ๋ฅผ ์ฝ๊ณ  ์‹œ๊ธˆ์น˜ ์Šคํ”„๋ฅผ ๋จน๊ธฐ๋กœ ๋ฐ”๋กœ ๋ฐ”๊ฟจ์–ด์š”(๋ธŒ๋กœ์ฝœ๋ฆฌ ๋ณถ์Œ์„ ๋จน์„๋ ค๊ณ  ํ–ˆ์—ˆ์ง€๋งŒ). ๋„ค ๊ทธ๋…€์˜ ์˜ํ–ฅ๋ ฅ์€ ๊ทธ๋งŒํผ ์ปค์š” ๐Ÿ˜‚

๋‹ค๋ฅธ๋ฐ๋Š” ๋˜ ๋ญ๊ฐ€์žˆ์„๊นŒ์š”? Mba Jane์˜ ๋ธ”๋กœ๊ทธ๋Š” ์ œ ์ƒ๊ฐ์— ์ฝ๊ธฐ ์žฌ๋ฏธ์žˆ๊ณ  ๊ทธ๋…€๊ฐ€ ๊ณต์œ ํ•ด์ค€ ๋งํฌ๋ฅผ ์‰ฝ๊ฒŒ ํด๋ฆญํ•  ์ˆ˜ ์žˆ์–ด์š”. ๊ฑฐ๊ธฐ์—๋Š” ๊ทธ๋…€๊ฐ€ ์Šคํƒ€๋ฒ…์Šค ์ง์›์ด์—ˆ์„ ๋•Œ ์ด์•ผ๊ธฐ๋„ ์žˆ๊ณ  ๋ถ€๋ชจ๋‹˜์„ ๋„์™€ ์ „ํ†ต๊ณผ์ž(Risoles)๋ฅผ ํŒ”๋˜ ๊ฒฝํ—˜๋„ ์žˆ์–ด์š” ๐Ÿ˜ ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ๊ทธ๋…€๊ฐ€ ์ฝ์—ˆ๋˜ ์ฑ…์ด๋‚˜ ๋ดค๋˜ ์˜ํ™” ๋“ฑ์— ๋Œ€ํ•œ ์ •๋ณด๋„ ์ข‹์•„์š”. ์—„์ฒญ ์‹ฌํ”Œํ•˜์ง€๋งŒ ์ œ๊ฐ€ ์ข‹์•„ํ•ด์š” ๐Ÿ˜†

Trinity Naked Traveler๊ฐ™์€ ์œ ๋ช…ํ•œ ๋ธ”๋กœ๊ฑฐ๋„ ์žˆ์–ด์š” -- ์ €๋Š” ์ง€๋ฃจํ• ๋•Œ ํ•ญ์ƒ ๊ทธ๋…€์˜ ๋ธ”๋กœ๊ทธ์—์„œ ์ฝ์–ด์š” ๐Ÿ˜‚ ๊ทธ๋…€์˜ ๋ธ”๋กœ๊ทธ๋Š” ์ œ๊ฐ€ 70%์˜ ์ปจํ…์ธ ๋ฅผ ์ฝ์€ ๋ธ”๋กœ๊ทธ ์ค‘ ํ•˜๋‚˜์—์š” ๐Ÿ˜ฌ Mba Justin์™€ Mba Mira์˜ ์—ฌํ–‰๋ธ”๋กœ๊ทธ๋„ ์ข‹์•„ํ•ด์š”. ๊ทธ๋…€์˜ ์—ฌํ–‰์ด์•ผ๊ธฐ๋Š” ๊ทธ๋“ค ์—ฌํ–‰์— ์ดˆ๋Œ€๋œ๊ฒƒ๊ฐ™์€ ๊ธฐ๋ถ„์ด ๋“ค์–ด์„œ ์ฆ๊ธธ ์ˆ˜ ์žˆ๊ธฐ ๋•Œ๋ฌธ์ด์—์š”. ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ์‚ฌ์ง„๋„ ์ข‹์•„์š”! *wooooow* ๐Ÿ˜ ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ์—ฌํ–‰์„ ๋”ฐ๋ผํ•˜๊ณ ์‹ถ๊ฒŒ ๋งŒ๋“œ๋Š” ์ €๋ž‘ ๊ฐ™์€ ์บ์ฃผ์–ผํ•œ ์—ฌํ–‰๋ธ”๋กœ๊ทธ์ธ Mba Fany๋„ ๋น ์งˆ ์ˆ˜ ์—†์–ด์š” ๐Ÿ˜

์†”์งํžˆ ์งˆํˆฌ๋‚˜๊ฒŒ ์ธ์ƒ์ ์ธ ๋ธ”๋กœ๊ทธ๋“ค์ด ๋งŽ์•„์š” ์™œ๋ƒ๋ฉด ์ €๋Š” ๊ธฐ์ˆ ์ด๋‚˜ ์ž‘๊ฐ€์˜ ๊ด€์ ์œผ๋กœ ์ข‹์€ํŽธ์ด ์•„๋‹ˆ๋ผ๊ณ  ๋Š๋ผ๊ฑฐ๋“ ์š” ๐Ÿ˜… ๋˜ ๊ธ€์„ ์ฝ๋Š” ๋ชจ๋“  ์นœ๊ตฌ๋“ค์—๊ฒŒ ์ด๋“์„ ์ œ๊ณตํ•˜์ง€ ์•Š๋Š”๊ฒƒ ์ฒ˜๋Ÿผ ๋Š๊ปด์ ธ์„œ ๊ฐ€๋” ์—ด๋“ฑ๊ฐ์— ๋น ์ ธ์š”. ๋•Œ๋กœ๋Š” ๊ธ€์ด ๋„ˆ๋ฌด ์งง์•„์š” ๐Ÿ™„ ๋ง์ด ํ•„์š”์—†์ด ์—ฌ๋Ÿฌ ๊ฐ์ •๋“ค์ด ์ƒ๊ฒจ๋‚˜์ง€๋งŒ ๋งˆ์Œ๊ฐ€๋Š”๋ฐ๋กœ ์ œ๊ฐ€ ํ•˜๊ณ ์‹ถ์€ ์ด์•ผ๊ธฐ๋ฅผ ์จ์•ผํ•˜๊ธฐ ๋•Œ๋ฌธ์— ๊ทธ๊ฒƒ๋“ค์„ ์ƒ๊ฐํ•  ํ•„์š”๊ฐ€ ์—†์–ด์š” ๐Ÿ˜ฌ๐Ÿ’•

ํ•˜์ง€๋งŒ ์ €๋„ ์‚ฌ๋žŒ์ด๋ผ ๊ธ€์“ฐ๊ธฐ ๊ธฐ์ˆ ์„ ๋” ํ–ฅ์ƒ์‹œํ‚ค๊ณ  ์‹ถ์€๊ฑธ ๋ถ€์ธํ•  ์ˆ˜ ์—†์–ด์š” ~ ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ์“ฐ๊ธฐ์— ์งˆ๋„ ๋†’์ด๊ณ  ์‹ถ์–ด์š” ๊ทธ๋ž˜์„œ ์ œ ๊ธ€์„ ์ฝ๋Š” ์นœ๊ตฌ๋“ค์ด ์ง€๋ฃจํ•˜์ง€ ์•Š์•˜์œผ๋ฉด ์ข‹๊ฒ ์–ด์š” ๐Ÿ˜‚ ์ž˜ ์•Œ๊ณ ์žˆ์ง€๋งŒ ๋ฉ˜ํƒˆ์ด ์ฉ ์ข‹์€๊ฑด ์•„๋‹ˆ๋ผ์„œ ๊ฐ€๋” ์งง์€ ํฌ์ŠคํŠธ๋ฅผ ๋‚จ๊ธฐ๊ธฐ๋„ ํ•ด์š” ๐Ÿคช ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ์–ดํœ˜๋ ฅ์ด ์ข‹์€๊ฒŒ ์•„๋‹ˆ๋ผ ์ž์ฃผ ๋ณ„์ƒ๊ฐ ์—†์ด ๊ธ€์„ ์จ์š”. (์†”์งํžˆ ์ผ์ƒ์—์„œ ์‚ฌ์šฉํ•˜๋Š” ์ •๋„์˜ ๋‹จ์–ด๋งŒ ์žˆ์–ด์„œ ์ œ ํฌ์ŠคํŠธ์—์„œ ๊ธฐ๋ณธ ๋‹จ์–ด๋งŒ ์‚ฌ์šฉํ•˜๊ณ ์žˆ์–ด์š”) ๐Ÿ˜† ehe ehe ehe ๐Ÿคฃ✌

๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ์–ด์ œ ์นœ๊ตฌ์™€ ๋Œ€ํ™”๋ฅผ ํ–ˆ์—ˆ๋Š”๋ฐ ์ธ์ƒ๊นŠ์–ดํ•˜๋Š”๊ฑด ๊ดœ์ฐฎ์ง€๋งŒ ์งˆํˆฌ๋ฅผ ํ•˜๋Š”๊ฑด ์•„๋‹ˆ๋ผ๋Š”๊ฑธ ๋‹ค์‹œํ•œ๋ฒˆ ๋ฐฐ์› ์–ด์š” ๐Ÿ˜ ๋‹ค๋ฅธ์นœ๊ตฌ๋“ค์ด ๊ฐ€์ง„๊ฒƒ์—๋Œ€ํ•ด ์งˆํˆฌํ•˜๋Š” ๋Œ€์‹  ์ œ๊ฐ€ ๊ฐ€์ง„๊ฒƒ๋“ค์— ๋Œ€ํ•ด์„œ ๊ฐ์‚ฌํ•ด์•ผํ•˜๊ธฐ ๋•Œ๋ฌธ์ด์—์š” ๐Ÿ˜† ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ์˜†์ง‘ ์ž”๋””๊ฐ€ ์ดˆ๋ก์ธ๊ฒƒ์— ๋Œ€ํ•ด ์‹ฌ๊ฐํ•˜๊ฒŒ ์ƒ๊ฐํ•˜๋Š” ๋Œ€์‹ ์— ์™œ ๋‚ด ์ž”๋””๋ฅผ ์ดˆ๋ก์œผ๋กœ ๋งŒ๋“ค๋ ค๊ณ  ๋…ธ๋ ฅํ•˜์ง€ ์•Š์•˜์„๊นŒ์— ๋Œ€ํ•œ๊ฑธ ๋‹ค์‹œํ•œ๋ฒˆ ๋ฐฐ์› ์–ด์š” ๐Ÿคฃ ์•„๋งˆ ์šฐ๋ฆฌ ๊ฐ์ž๋Š” ๋‹ฌ๋ผ์„œ ์ดˆ๋ก์˜ ๊ฒฐ๊ณผ๋Š” ๋‹ค๋ฅด๊ฒ ์ง€๋งŒ ์ ์–ด๋„ ๋ฐ–์—์„œ ๋ณด๋ฉด ๋ชจ๋‘์˜ ๋ˆˆ์— ์ดˆ๋ก์ƒ‰์œผ๋กœ ๋˜‘๊ฐ™์ด ๋ณด์ผ๊ฑฐ์—์š” ๐Ÿ˜

Nonetheless, I hope I can! ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’•

48 comments:

  1. Bang Morishige memang kalo cerita nyantai tapi detil ya. Aku juga kadang berkunjung ke blognya.

    Kalo mbak Rey jangan ditanya lagi, dia jawaranya nulis, tiap hari bisa menulis tema yang sama misalnya Corona. Kalo lagi bahas galau ya nulisnya bisa panjang lebar sampai 2.000 kata, mana enak juga dibacanya, satu hal yang belum bisa aku lakukan.

    Aku juga belum bisa bang bara, jalan jalan ke berbagai tempat di Indonesia, soalnya ngga ada waktu dan juga duit.๐Ÿ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahaha, bisa aja si Mas Agus, dia nggak tahu panjang 2000 kata itu curhaaaatttt aja isinya bahahahahaha.

      Udah curhat, gaje pulak qiqiqiqiqi

      Delete
    2. Iya mas Agus, hihi, mas Morishige kalau cerita entah kenapa bisa membuat pembaca jadi ikut kebawa suasana ๐Ÿ˜† berasa lagi jalan bareng sama beliau hahahaha ๐Ÿคฃ

      Kalau mba Reyne memang nggak ada tandingannya, topik apapun dilahap, sudah begitu kadang bisa sampai ribuan kata, which is sesuatu yang nggak mudah dilakukan ๐Ÿ˜

      Eniho, semoga one day mas Agus punya waktu dan uang yang buanyaaaaakkkk biar bisa jalan-jalan kayak mas Bara ๐Ÿ˜

      Delete
    3. Meski cuma curhat isinya, tapi blog mba Rey tetap enak dibaca. Mengalir apa adanya jadi nggak terasa berat ๐Ÿ˜✌

      Delete
    4. Amin, semoga saja bisa dapat uang banyak sih, tapi kalo jalan jalan tiap hari aku lakukan sih, misalnya ke pasar, main ke tetangga atau ke toko sembako, kan jalan kaki.๐Ÿ˜„

      Delete
    5. Amiiin, semoga bisa mas ๐Ÿ˜

      Yang semangat menulis cerpennya, hihi, siapa tau ada penerbit melirik lalu menawarkan mas untuk membuat buku cerpen kaan ๐Ÿ˜†

      Delete
  2. Mba, menjejak di sini dulu ya. Postingan yang lain menyusul, hehehe.

    Sama, mba, saya juga sering minder kalau soal blog. Tulisan saya juga biasa banget, hehe. Foto pun juga seadanya.

    Ada satu blog yang yang saya ikuti. Bahasanya renyah biasa banget kayak yang nulis ngomong face to face ke kita. Tapi tulisannya ngalir dan pembaca dapat apa yang disampaikan. Blog mba Eno bagus, kok. Dari tampilan dan bahasanya juga oke.

    Btw, makasih ya mba blog2 yang disebutkan di atas. Beberapa ada yang belum pernah saya kunjungi. Suatu hari saya mau mampir ke sana juga.

    Rumahku banyak rumputnya, mba. Jadi ijo royo2, hahaha. Padahal udah dibersihin tapi rumputnya cepet banget tumbuhnya. Jadi rumputku lebih hijau dan lebih banyak dari rumput tetangga.๐Ÿ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi mba Pipit, apa kabar? ๐Ÿ˜†
      Sudah lama nggak bersua ~

      Iya mba, saya sering minder apalagi kalau lagi nggak ada ide mau menulis apa, terus sedang malas edit foto juga, makin makiiiin deh mindernya ๐Ÿคฃ karena merasa kok teman lain gampang banget dapat ide menulis, kenapa saya susah ๐Ÿ˜… *memang saya kurang bersyukur tampaknya*

      Terima kasih mba Pipit, saya juga suka baca blog mba Pipit, especially yang edisi Jepang, jadi bisa membayangkan bagaimana hidup di Jepang dari kacamata mba ๐Ÿ˜ ditambah mba Nita bilang kalau mba Nita selalu baca tulisan yang di-share mba Pipit, saya pun ikutan mau baca tulisan-tulisan lama mba Pipit jadinya ๐Ÿ˜†

      Sama-sama mba, monggo berkunjung ke blog beliau beliau di atas, siapa tau ada yang topiknya mba suka ๐Ÿ˜ dan sepertinya, saya harus mulai rajin menanam rumput di halaman rumah saya biar ijo royo royo seperti halaman rumah mba ๐Ÿ˜๐Ÿ˜†๐Ÿ’ƒ

      Delete
  3. aku heran kenapa rumput tetangga selalu ijo, coba abu-abu atau kuning, kan aku juga ngga iri sama mereka hehe

    biasanya aku jadiin pemacu semangat kalo liat orang lain 'sukses' dengan caranya. aku mikir, mungkin aku akan sampai pada tahap seperti itu cuman jalannya sama Tuhan masih dibelok-belokin

    dan bersyukur sama seperti mbaknya, skill yang dipunyai sekarang masih sebatas ini, meskipun ada rencana dan keinginan untuk belajar skill yang lain, tapi kadang suka muncul rasa malas. nah malas lagi ujung ujungnya. jadinya berkembangnya juga lama dan terhambat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau abu-abu namanya rumput semen mba Ainun, nah kalau kuning biasanya rumput ilalang sudah mau kering ๐Ÿคฃ ahaha.

      Iya, saya biasanya kalau lagi baca blog-blog yang saya kagumi, membuat saya jadi mau belajar lebih banyak lagi. Semacam memacu diri saya sendiri untuk meningkatkan kualitas / skill dalam hal menulis *meski syusaaaah* hihi ๐Ÿ˜‚

      Semangat untuk kita mbaaaa ๐Ÿ˜๐Ÿ’ƒ๐Ÿ™Œ

      Delete
  4. Saya juga suka ngiri lihat blog teman, ingin rasanya punya blog seperti itu blog yang berisi tulisan sendiri tapi apalah daya saya hanya bisa buat blog download. Pernah buat beberapa cerpen tapi hasilnya tidak seperti cerpen malah seperti curhat . Waktu pertama ngeblog di mwb tahun 2012 sampai mwbnya tutup blog yang saya punya pun hanya blog download..sedih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah mas ayo coba lagi, siapa tau menurut yang baca nggak seperti blog curhat tapi betulan seperti cerpen ๐Ÿ˜† nobody knows kaaan ~ ehehehe. Mari kita sama-sama berusaha pasti kita bisa ๐Ÿ˜๐Ÿ™Œ jangan sedih, yaaaa!

      Delete
    2. Jangan sedih mas Kal El, aku juga ngga pintar buat cerpen.

      Btw, waktu mas Kal El bikin cerpen di Facebook, asli itu bagus mas, biarpun memang harus pengalaman dulu tapi tulisannya terasa mengalir.

      Nah, mungkin mas Kal El kalo mau buat cerita bisa jalan jalan dulu seperti mas Bara.๐Ÿ˜…

      Delete
    3. Tuh mas Kal El, katanya mas Agus tulisan mas bagus koook. Yuk PD menulis, perkara ada yang baca atau nggak, atau perkara bagus apa nggak, itu urusan belakangan ๐Ÿ˜†๐Ÿ™Œ

      Delete
  5. Kok bisa Mbak Eno iri sama blogger lain. Lha wong menurutku blognya Mbak Eno juga bagus kok. Cuma memang setiap blog membawa ciri khasnya masing-masing, jadi bagus-bagus semua tapi dengan cara yang berbeda.

    Yang harusnya iri tuh aku. Soalnya susah banget kalau nulis. Sebulan bisa post satu artikel aja sudah prestasi banget. Hehehe.๐Ÿ™ˆ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Begitulah manusia mba, nggak pernah puas sama dirinya ๐Ÿ˜… ini saya pun lagi belajar untuk lebih banyak bersyukur, meski kadang susah apalagi kalau habis baca blog-blog bagus di luaran sana, langsung deh kebawa perasaan minder dan berpikir, "Duh tulisan gue jelek banget yaaa." lalu mendadak ingin menutup blog saja ๐Ÿคฃ

      Eniwei, mba Roem sekarang sudah mantap setiap hari update post ๐Ÿ˜ salut saya, ingin ikutan tapi takut nggak bisa mengerjakan tugasnya ๐Ÿ˜‚

      Delete
  6. bahahahaha, saya dong pakai rumput sintetik, eh salah, sekalian dicat ijo aja tanahnya hahahaha.

    Emang sifat dasar manusia itu kayaknya nggak pernah puas, meskipun itu bisa jadi hal positif juga loh, karena kalau kita nggak puas, otomatis kita bakal terus belajar dan memperbaiki kualitas diri.

    Meskipun juga harus ada remnya biar nggak kebablasan.

    Btw, ini nyambung dengan perasaan saya dong, baru aja kemaren saya membatin, betapa saya iri sama teman-teman blogger yang masih menggunakan blognya murni untuk menyenangkan diri, tidak terikat ini itu.

    Macam blog ini yang sungguh saya suka banget temanya, seolah mempersilahkan saya curcol panjang, seperti yang sering saya bilang.

    Pun juga blog si embul Nita, dia mah super merdeka banget, pokoknya ya menulis aja, peduli amat dengan aturan ini itu, artistik atau apa itu, SEO atau apa itu.

    Saya pernah loh seperti Nita, kalau dilihat di beberapa postingan saya terdahulu, gaya bahasa saya itu rada alay, tapi sejujurnya itu persis dengan gaya bicara saya setiap harinya.

    Seiring waktu, saya jadi dibatasi oleh orientasi ngeblog untuk duit, tiba-tiba saja saya kudu menyesuaikan apa yang diinginkan duit.
    Dari mengganti gaya penulisan saya menjadi lebih bisa dipahami (dulu suer ya, bahasa saya sungguh bikin malu, tapi saya suka hahaha).

    Sekarang, mau nulis judul aja dipikirin matang-matang, kudu ada batasan karakter, keyword kudu muncul di judul dan url.
    kata pembuka yang dulu paling sering saya pakai dengan hal semacam komedi gitu, sekarang udah nggak bisa, demi mikirin kata kunci, duuhhh..

    Tapi di sisi lain, blog bikin saya jadi terpengaruh, maksud saya, kalau sebelumnya saya menulis seperti saya ngomong, sekarang kebalik, saya ngomong seperti saya menulis.

    Dan terlebih, saya tuh jarang banget ketemu teman-teman, even chat semata, saya malas karena masih banyak kerjaan lain huhuhu.

    Lalu tiba-tiba ketemu teman dan pas saya ngomong mereka ternganga mendengar gaya bahasa saya yang jadi formal banget hahahaha.

    Bahkan tetangga atau tukang antar paket saja selalu penasaran, saya orang mana dan udah berapa lama di Jawa, lalu mereka shock pas saya bilang udah 20 tahun, sementara saya ngomongnya formal banget kek wartawan hahahahaha.

    Ya begitulah, sejujurnya saya pun suka iri kok dengan blog tetangga hahahaha.

    bukan cuman gaya bahasa penulisan, tapi tampilan blogpun, saya udah berkali-kali coba ganti, kok ya belom nemu yang pas hahaha

    Tapi apapun itu, yang penting kita tetap semangat menulis, dan ngeblog :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. SETUJUUU MBAAA ๐Ÿคฃ

      Manusia itu memang nggak pernah puas, tapi saya berusaha hal negatif ini berubah jadi positif minimal membuat saya jadi terpacu untuk meningkatkan kualitas skill yang saya punya ๐Ÿ˜ฌ hehehehehe.

      Sepertinya, achievement setiap orang berbeda ya mba, dan itu membentuk karakter orang tsb dalam mengisi blognya. Seperti mba yang memang goalsnya agar blog mba bisa dapat pemasukan dengan baik, jadi suka nggak suka harus ikuti aturan yang ada agar blog mba bisa berkembang dengan baik ๐Ÿ˜

      By the way, saya justru kebalikannya ๐Ÿคฃ cara saya menulis ini mengikuti bagaimana saya bicara di keseharian tapi versi formalnya (bukan dengan sahabat dekat) ๐Ÿ˜‚ biasa saya bicara seperti di blog ini kalau sama partners, staffs, atau keluarga dan orang yang nggak kenal secara akrab. Dan sekarang jadi kebawa-bawa ke blog juga, padahal ingin rasanya menulis seperti mba Nita atau bloggers lain yang lebih santai dan chill, tapi nggak bisa menyusun kata-katanya ๐Ÿคฃ

      Hihihi SEMANGAT UNTUK KITA MBAAAAA ๐Ÿ˜๐Ÿ’ƒ๐Ÿ™Œ

      Delete
  7. Waaaaaak...mimpi apa akuh semalam mb eno...
    Tiba-tiba aku merasa kerdil disandingkan bareng temen2 blogger yang jauh lebih keren seperti mas morishige, kak rey, mb jane, mb justin dll yang beberapa sering aku baca juga tapi baru sebatas silent reader kayak blog mb jane, mas morishige, n mba justin yang foto2 perjalanannya super wow. Klo mas morishige terlihat dari cara komennya juga bermutu n berkelas euy, perbendaharaan katanya banyak, hehe. Kalau blog mb jane aku suka rekomendasi buku2 ilustrasi anak yang gambarnya lucuw lucuw. Kalau yang udah bolak balik takkunjungi sih siapa lagi kalau bukan kak rey, kadang komen, kadang silent reader, tapi perasaan blog kak rey termasuk yang hampir tiap hari aku klik, soale pasti ada updatean terbaru. Aku suka kalau baca blog yang sering update soalnya, berasa ada kabar apa ya hari ini dari seberang, hihi...

    Oiya blog mb pipit widya juga termasuk yang suka aku banget nanti-nantikan loh up date-an-nya, soalnya aku termasuk suka langsung search misal mba pipit lagi bahas apa. Hihi...di bidang ini, blogger yang selalu sukses menginfluence aku adalah mb pipit ahahahha

    Eh tau ga mb eno...aku juga punya satu blog khusus yang aku favoritkan banget akhir-akhir ini. Karena blognya masih baru, dan aku baru taunya dari Kak Rey. Blog tersebut biar kata sang empunya blog bahasanya sehari2 banget--cenderung kayak punyaku yang hobi nglawak (e tapi kalau aku mah kalau nglawak garing ya, nah ini ga)...ehemb maksude perbendaharaan katanya biarpun biasa tapi komik banget, terus orangnya juga humble bin nice sekali, seneng kasih hadiah, dan personalitynya tuh nyenengin kelihatan dari caranya menuliskan apa adanya dirinya di blog tersebut. Mau tau ga mba itu blognya siapa ? Yak, itu adalah blognya creameno, hehehe...aku kagum bangad sama blog creameno yang apa adanya tapi nyenengin ini....

    Serius, di bab perdiksian, aku suka style nulismu mbaaa...
    suka yang tanpa syarat ini, hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mas Morishige punya perbendaharaan kata sangat banyak, kadang kalau lagi baca blog beliau, terus ketemu kata baru jadi iseng cari tau artinya dulu ๐Ÿ˜† macam baca tulisan penulis terkenal saja kalau baca blog mas Morishige ๐Ÿ˜ฌ hihihi. Nah kalau mba Rey, pasti tiap pagi saya selalu check update terbarunya ๐Ÿคฃ sampai hapal saya jam tayang tulisannya ๐Ÿ˜‚

      Mba Pipit lagi jarang update sekarang, saya pun suka baca tulisan-tulisan beliau especially yang soal Jepang. Senang banget, serasa diajak melihat langsung bagaimana kehidupan di Jepang dari kacamata beliau ๐Ÿ˜ yang ternyata nggak begitu jauh berbeda dengan Korea ๐Ÿ˜†

      WAHAHAHAHAHAHA apa ituuu paragraf ke tiga ๐Ÿ˜‚ jadi kembang kempis hidung saya saat membacanya ๐Ÿคง๐Ÿ’• saya ingat bagaimana dulu saya pertama kali main ke blog mba Nita, malu malu gituuuuh mau komentar karena blog mba Nita termasuk blog awal-awal yang saya kunjungi bersama dengan blog mba Rey juga ๐Ÿ˜† saya malu dan bingung takut salah komentar, tapi mba Nita super welcome sama saya ๐Ÿ˜ฌ ehehehe.

      Terima kasyiiiiih banyak mbaaa. Mwah ๐Ÿ˜†๐Ÿ’•

      Delete
  8. Setuju, tulisan Morishige memang enak buat dibaca. Bertahun-tahun kami saling mengunjungi, tulisannya semakin matang dan makin enak buat dibaca.

    Tulisan Eno juga enak untuk diikuti. Saya baru main kesini beberapa hari yang lalu, dan berakhir membaca banyak postingan.

    Baik Eno maupun Mori, punya satu hal yang telah hilang di saya, yaitu konsistensi menulis. Keep up the good work, Eno

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mas Cipu, terima kasih sudah berkunjung ke blog saya ๐Ÿ˜ฌ heheehhe. Semoga konsistensi menulis bisa kembali lagi dalam hidup mas Cipu ya, agar nggak merasa kehilangan di kemudian hari ๐Ÿ˜†๐Ÿ™Œ

      Keep up the good work, mas ๐Ÿ˜„

      Delete
  9. Hai mbak Eno, sy juga suka sirik dengan blog temens hi hi, memang rumput tetangga lebih hijau yaa, tpi memang sy tipikal orang yg lebih demen baca blog yang ringan dan apa adanya, mungkin jg krna tulisan sy termasuk katagori receh jadinya sy ga mau pusing" baca blog yang berat, emamg sih semua tergantung selera masing" ya, dari gaya penulisan dan sebagainya, soalnya mau ngikutin blog yang menarik dan berkelas itu rada susah,ntar jadinya saya terlalu maksa banget biar terlihat keren, padahal kapasitas sy hanya mampu nulis yg sederhana aja ๐Ÿ˜, semoga aja suatu saat bisa lebih baik nulisnya Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai haiiiii mba Heni ๐Ÿ˜ฌ

      Siapa sih yang memulai istilah rumput tetangga lebih hijau? ๐Ÿ˜‚ jadi penasaran saya hahahahaha. Iya mba, semua memang kembali pada selera masing-masing personal ๐Ÿ˜ dan saya pun susah mba kalau mau mengikuti gaya kepenulisan teman lainnya, soalnya skill saya belum sampai sana, perbendaharaan kata saya pun kadang masih sangat minimal ๐Ÿคฃ jadi apa adanya saja sekarang, yang penting mudah dicerna ๐Ÿ˜†

      AMIIIIN, semangat untuk kita mba ๐Ÿ˜๐Ÿ’•

      Delete
  10. Cencu .., eh# tentu [niru gaya kata kak Eno ๐Ÿ˜„] sifat iri-iri an tuh ngga baik menurutku.

    Semua penulis punya sense dan khas masing-masing.
    Tul ngga ๐Ÿ™‚ ?.

    Cencu .. , eh# lagi ๐Ÿ˜† aku juga kagum sama jari lentiknya sodara Reyne Ra-ea ... jari jemarinya sanggup ngetik rangkaian panjang kayak rangkaian gerbong kereta ๐Ÿš† hahhaa ..
    Udah gitu, sehari publish ckckckk ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahahaaha meledek saya ya, mas? ๐Ÿ˜‚

      Iya, iri-irian itu nggak bagus, kalau kata Bu RT itu sifat setan mas ๐Ÿ˜† hihihi ~ eniho saya baru tau kenapa tulisan mba Rey bisa sepanjang gerbong kereta, ternyata karena jarinya lentik yaaaa? ๐Ÿคฃ ada-ada saja mas Himawan ini hahaha.

      Delete
  11. Kalau aku ngiri banget sama yang bisa konsisten menulis dan rutin. Meskipun tulisannya pendek, tapi itu berarti kan berani mengeluarkan tulisan. Aku tipe yang banyak nulis di draft, tapi ujungnya nggak jadi-jadi hahahaha... sedih kan, karena merasa sudah nulis banyak, tapi kenyataannya nggak ada yang ditampilkan ke publik.

    Makanya saya kagum sama blognya mbak Rey (sering kepo, komen masih jarang hehe). Karena bisa banget nulis sebanyak itu, dengan tema sebanyak itu, perspektif se-unik itu. Saya juga berpikir "wow" ketika main ke blog Creameno ini. Soalnyaaaa... tiga bahasa buat satu post? Buset, saya satu bahasa aja sering gak kelar. Kemampuan untuk komitmen itu yang bikin saya kagum.

    Salam kenal dan makasih udah mampir ya, moga bisa sering2 berkunjung ke sini. Kesimpulannya: Iya, rumput tetangga selalu lebih hijau, lebih biru, malah neon, tapi itu berarti bagus dong, karena kita akan punya keinginan untuk belajar lebih tentang apa yang kita kerjakan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mba, saya juga kadang kagum (plus iri) sama yang bisa konsisten menulis setiap hari ๐Ÿ˜† karena ternyata susah untuk bisa ODOP hahahaha. Saya sampai menyerah ๐Ÿคช eniwei, saya pun banyak tulisan di draft yang belum saya publish sampai sekarang. Semacam berhenti di tengah jalan, kadang banyak juga yang stop di paragraf pertama. Kacau memang ๐Ÿคฃ

      Terima kasih mba Mega, saya juga masih bolong-bolong untuk isi bahasanya ๐Ÿ˜ karena ikut mood ahahaha. Kadang yang Indonesia sudah rilis kapan, eh yang Inggris dan Koreanya telat beberapa minggu kemudian ๐Ÿ˜‚ apalagi yang Korea, karena itu butuh komitmen pasangan saya yang membantu jadi nggak bisa dipaksakan ๐Ÿ˜†

      Salam kenal juga mba, semoga bisa saling mampir ke blog satu sama lainnya ๐Ÿ˜ dan semoga kita semangat untuk belajar menjadi bloggers yang lebih baik lagi ke depannya dengan tetap mengutamakan kenyamanan kita ๐Ÿ˜†๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’•

      Delete
  12. kok bisa ada namaku di artikel ini mbak? wkwk.. sesungguhnya banyak orang lain yg petualangan keliling Indonesianya lebih ekstrim dari aku tapi banyak yg nggak menuliskannya di blog, hehe.. aku juga banyak terinspirasi dari orang2 tangguh itu..

    tulisan mbak Eno itu menarik lho.. singkat padat dan mudah dimengerti, kerennya lagi ditulis dalam 3 bahasa.. terus konsisten mulai dari gaya bahasa, gaya penulisan judul, dan juga foto-fotonya.. Rangkaian hal tersebut nggak bisa aku tiru hihi..

    Ya semoga next time bisa sharing2 dan chitchat di RL ya mbak dengan sesama bloggers.

    -Traveler Paruh Waktu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, soalnya saya hanya tau mas Bara yang sering keliling pelosok Indonesia dan kebetulan satu-satunya bloggers yang saya ikuti perihal cerita perjalanan keliling Indonesia itu mas Bara makanya kagum sambil sering bertanya dalam hati, "Kok mas Bara berani ya masuk-masuk pelosok, ketemu Babi Hutan dan lain sebagainya?" ๐Ÿคฃ

      Mas Bara terima kasih lho apresiasinya ~ ahahaha saya jadi senang ๐Ÿ˜†๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’•๐Ÿ™ˆ amiiiin mas, semoga one day kita bisa bersua apabila diberikan kesempatan dan kesehatan serta umur panjang ๐Ÿ˜๐Ÿ™Œ

      Delete
  13. Sejak pertama kali baca artikel di blog Mbak Rey saya sudah merasakan kekuatannya menulis, Mengalir ringan dan tak terduga, Biasanya itu yang dicari orang dalam jelajah blogm semacam pengalaman baru yang menyenangkan.
    Rajin update di situasi sulit. Saya? Malah sibuk fokus pada hal lain karena terlalu total jadi admin pendiri komunitas Indonesia Saling Follow sampai tidak bisa nonton drakor atau koleksi film di komputer lagi.
    Mungkin karena sayanya harus disambi dengan kerjaan nyata jadi kurang fokus ke blog.
    Sadar diri kalau rumput tetangga memang lebih hijau, tetapi bukankah jika diri ini sedang jumpalitan barangkali mereka juga sedang dalam fase perjuangan. Cuma caranya saja yang berbeda.
    Saya suka blog Mas Himawan Sant karena caranya menuliskan kisah perjalanan benar-benar memandu kita untuk tahu. Ada ilmu kepurbakalaan yang dibagikan.
    Selanjutnya saya belum bisa bagikan blog yang paling cetar membahana karena memang tidak muidah membuat perbandingan. Cuma saya suka jika main ke blog teman yang menulis organik dengan cara menarik.
    Blog ini pada mulanya bikin saya pusing karena pengaturan bahasa dan tampilannya jika diklik waktu pertama kali main, tetapi akhirnya terbiasa. Yang saya suka fotonya Instargramable. Tata letak dan ukurannya menarik. Semangat, Mbak. Kita bisa upayakan agar rumput kita bisa lebih baik dalam pandangan sendiri.
    Oh ya, menyenangkan rasanya jelajah blog secara organik karena baca dan komennya memang niat. Baca sampai habis dan komen tidak sebaris, ha ha. Saya sudah keluar dari banyak WAG karena khawatir ponsel suami yang biasa jadi hiotspot rusak terbakar dari dalam sebab diberondong notifikasi dari ponsel saya yang ikut banyak WAG plus tempat aplikasi Instagram.
    Yang terpenting sekarang adalah menulis dengan cara yang kita bisa sambil berupaya setahap demi setahap mengembangkan diri dan cara penyampaian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Suka sama kata-kata mba, ketika kita jumpalitan, bisa jadi mereka juga sedang dalam fase berjuang. Hanya caranya saja yang mungkin berbeda ๐Ÿ˜† memang kita nggak boleh melihat dari luarnya saja ya mba, karena bisa jadi, kesuksesan yang teman-teman semua raih, itu berkat perjuangan dan kerja keras teman-teman juga ๐Ÿ˜

      Ohya, saya pun lately suka baca tulisan mas Himawan, walaupun saya baru tau blog beliau belum lama ini tapi blog beliau merupakan salah satu blog yang saya ikuti di beberapa bulan terakhir karena bahasannya yang ringan especially cerita-cerita perjalanannya yang menyenangkan ๐Ÿ˜✌

      Semangat juga untuk mba Rohyati, dalam mengelola komunitas maupun dalam mengerjakan kegiatan-kegiatan lain di dunia nyata. Semoga mba selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan dalam menjalani hidup mba bersama keluarga tercinta ๐Ÿ˜๐Ÿ’• dan terima kasih juga atas support-nya mba, yuuuk kita semangat menulis sambil pelan-pelan mengembangkan kualitas kepenulisan kita ๐Ÿ˜†๐Ÿ’ƒ

      Delete
  14. Hallo mbak salam kenal... saya baru dalam dunia blogger.. Saya pemula amatir hehehe
    Saya kadang mau menulis tapi nggak pandai merangkai kata-kata..
    Saya menulis hanya ingin berbagi apa saja yang saya ketahui syukur-syukur kalau ada manfaat nya bagi yang membaca.
    Bahasa penulisan saya masih jauh dari bagus.. perlu banyak belajar lagi. Tapi saya akan belajar terus salah satunya mungkin dari mbak..
    Semoga sukses mbak Eno.
    Salam .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi mba Cherry, salam kenal ๐Ÿ˜

      Saya juga baru banget membuat blog ini mba, masih setahun umurnya ๐Ÿคฃ jadi kita samaaaaa ๐Ÿ˜†๐Ÿ™Œ ehehehe. Yuk kita sama-sama belajar dari yang lebih profesional, agar kualitas kepenulisan kita bisa meningkat ๐Ÿ˜

      Salam sukses untuk mba, ya ๐Ÿ˜‡

      Delete
  15. Apalah saya ini yang gak mentingin gaya penulisan sama sekali, ๐Ÿ˜‚

    Karena saya baru berada di tahap belajar ulang ngeblog lagi, jadi yah, pasrah aja sih sebenernya. Nyadar dirilah, gak berani iri kalo ngeliat blog tetangga lebih hijau.

    Mungkin, saya bakal iri kalo ngeliat template blog nya temen-temen pada keren-keren, trus akhirnya kerjaan saya bukannya belajar nulis, tapi ngeditin template doang berhari-hari ๐Ÿ˜‚, kayak minggu kemaren itu, ampe tiap hari ganti-ganti template.

    Mungkin karena basicnya saya pernah nyicip belajar disain sedikit2, jadi soal belajar penulisan, alon-alon aja. Dulu emang sempet belajar menulis, tapi dalam arti sebenernya, ngukir tulisan pake kapur, di kayu atau pake spidol di papan tulis, belajar handwritting yang skillnya juga gak tinggi-tinggi amat, sekedar bikin tulisan indah di kertas kado dan semacamnya ๐Ÿ˜‚

    Sebenernya saya salut sama mba rey juga, beneran saya gak sanggup nulis tiap hari kayak belio ๐Ÿ˜‚. Sama mba eno juga, tulisannya tuh lancar dan ngalir aja. Sekali posting bisa sampe ada 3 tulisan, ditambah foto2 yang mendukung pula.

    Oh ya, trus blognya Mas Morishige dan beberapa blogger travel lainnya, mereka itu yang paling bikin saya iri sebenernya, karena saya gak bisa melakukan perjalanan, kadang-kadang saya ngerem2 baca tulisan tentang hal berbau perjalanan. Ntar jadi sirik beneran karena gak bisa seperti itu. Trus ujung-ujungnya, kepikiran trus, mo beli kamera yg baguslah, mo ngumpulin duit buat bertualanglah, ntar saya mumet sendiri nanti. Bisa-bisa jadi kayak pungguk merindukan bulan ๐Ÿ˜‚

    Karena dulu emang pernah, partner kerja ada yang bertualang ke australi, ke cina ato ke keliling indonesia, sementara saya. Ketinggalan jauh, ngendon aja di rumah, ngurus anak suami, trus mereka2 itu bertualang (blom pada nikah), posting-posting foto perjalanan yang kadang bikin sakit hati ๐Ÿ˜‚๐Ÿคฃ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oalaaah, minggu kemarin mba ganti-ganti template? Pantas saya merasa kok seperti ada yang beda dari blog mba, tapi apa ya ๐Ÿ˜‚ waktu itu sempat saya mampir, layoutnya agak beda dari biasanya ~ hihihi. Menurut saya, template mba yang sekarang juga baguuus and clean ๐Ÿ˜

      By the way, saya juga suka banget lihat tulisan atau reality show perjalanan mba ๐Ÿคฃ ada rasa kagum dan (sedikit iri) tapi lebih banyak senangnya ๐Ÿ˜‚ karena serasa diajak jalan-jalan hahahaha. Apalagi reality show Korea yang jalan-jalan tapi bukan yang kulineran, wih suka banget sayaaa ๐Ÿ˜† betul-betul berasa saya ikut jalan sama aktor-aktornya ๐Ÿ˜๐Ÿคช mungkin kapan-kapan mba bisa menonton reality show traveller juga. Bagus soalnya, nggak membuat kita iri tapi justru membuat kita senang ๐Ÿ˜†

      Eniho, saya doakan semoga mba Rini one day bisa melakukan perjalanan ya. Ke manapun yang mba suka. Dan jangan beli kamera mahal-mahal, cukup nikmati saja perjalanannya. Jadi nggak sampai terbebani harus mengeluarkan uang untuk kamera ๐Ÿ˜ soon mba, soon ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’• semoga bisa. Amiiiin ~

      Delete
  16. Oh ya, aku lupa. Sebelumnya aku ucapkan terima kasih banyak atas kirimannya ya mbak Eno. Jujur aku kaget ketika datang paket. Perasaan ngga ikut giveaway kok ada paket datang, dari siapa ya. Ternyata dari mbak Eno.

    Makasih banyak ya, semoga Allah SWT membalas budi baik mbak, semoga selalu sehat sekeluarga, Amin.๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mas ๐Ÿ˜†

      Iya saya order itu berbarengan dengan teman-teman lainnya, cuma memang jadwal kirimnya nggak serentak. Alhasil yang punya mas Agus baru sampai kemarin ya kalau nggak salah (saya nggak ingat) ๐Ÿ˜‚ ehehe. Semoga mas dan keluarga suka ya, small gift ramadhan versionnya ๐Ÿ˜†✌

      Amiiin, terima kasih doanya mas Agus. Doa yang sama untuk mas Agus dan keluarga juga. Semoga selalu sehat, bahagia, dan sejahtera ๐Ÿ˜๐Ÿ’ƒ๐Ÿ™Œ

      Delete
  17. Blogger-blogger di atas yang Mbak sebutin emang keren sih, saya yang baca tulisan mereka sering ikut terhanyut dalam barisan kata-katanya, ikut membayangkan rasa makanan yang mereka tulis hingga membayangkan tempat-tempat yang mereka kunjungi.

    Bahkan kadang bikin iri, tapi nggak apa-apa deh, anggap aja buat pemacu agar bisa menulis lebih baik lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. TOSSS kalau begitu mas, kita berpikiran sama ๐Ÿ˜‚

      Hihihi, iya nggak apa-apa sedikiiit saja ~ asal nggak sering-sering ya mas ๐Ÿคฃ nanti bisa khilaf kalau keseringan ehehe. Semangat untuk kita, semoga bisa terus menelurkan tulisan-tulisan dengan kualitas yang lebih baik lagi daripada sebelumnya ๐Ÿ˜๐Ÿ’ƒ

      Delete
  18. Haha iya sih bener, rumput tetangga memang selalu lebih hijau yah. Duh jadi pengen nanya, tetangga pakai pupuk apaan sih wkwk

    Vocabulary...kalo ngomongin ini, jangan ditanyalah saya, masih apa atuh, masih kek bungkus gorengan. Tiap kali main kesini, ada aja tuh kosa kata english nyelip di paragrafnya mba eno. Dikit-dikit saya curilah kata-katanya yang menarik. Nggapapa yakan mba nyolong? Bahasa mah bebas๐Ÿคฃ

    Oiya ngomongin blog tetangga, saya kadang sempat mikir..."Ini kok bisa ya pada nulis rutin, tema-tema tulisannya kayak nggak ada abisnya, ada terus yang bisa ditulisin" Ya kaya punya mba eno, saya kerap ketinggalan beberapa post terbaru mba eno, men kesini bukannya komen yang baru malah komen yang belum saya komen. Semangat terus mba nulisnya wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau sudah tau pupuknya, bagi info ya mba ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ

      Wah kalau mau pakai silakan mba, nggak ada istilah mencuri untuk itu, kan bukan milik saya ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ semisal memang mba tertarik, monggo langsung digunakan saja ๐Ÿ˜ siapa tau teman yang baca blog mba, jadi bisa tambah-tambah vocab juga ๐Ÿ˜… meski sebenarnya selipan bahasa Inggris di Indonesian post saya kebanyakan plesetan ๐Ÿ˜†

      Saya setiap kali post di-rapel langsung 3 post mba, tapi menulis post-nya nggak setiap hari ๐Ÿ˜‚ kenapa di-rapel 3, alasannnya biar susunan fotonya senada kanan kiri tengah ๐Ÿคฃ ahahahaha. Itu dia alasan utama saya sebenarnya ๐Ÿคช (anaknya memang hobi menyusahkan diri sendiri sepertinya) ๐Ÿ˜‚

      Delete
  19. Bener banget
    Kadang suka iri sama temen blogger yg tulisannya keren. Yang jalan-jalannya lebih jauh dari aku. Yang pencapaianya banyaaaaak tp tetep down to earth
    Tapi aku suka loh sama tulisan kakak-kakak. Biarpun bahasa Inggrisku pas-pasan. Hehehehe
    Lama yaaa gk singgah ke blog kakak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. It's okay mba Putri, yang penting perasaan itu nggak sampai membuat kita khilaf, dan semoga bisa membuat kita berusaha untuk meningkatkan kualitas kita sesuai dengan kemampuan kita sendiri cencunyaaah ๐Ÿ˜†

      By the way, mba Putri bisa pilih tulisan yang bahasa Indonesia, di bawah judul pilihannya apabila mba merasa kurang nyaman membaca tulisan berbahasa Inggris ๐Ÿ˜ dan welcome back juga, mba. Ehehe. Iya sudah lama kita nggak bertegur sapa. Semoga mba Putri sehat-sehat ya, di sana ๐Ÿ’•

      Delete
  20. Ternyata tulisan pengalaman aku di Starbucks pernah dibaca Mba Eno. Jadi maluuu ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ˜

    Ngomong-ngomong tentang rumput hijau, aku penah baca quote ini di salah satu postingan temanku: "The grass isn't greener on the other side. The grass is greener where you water it." Setelah direnungkan, makna quote ini sebenarnya bilang kalau kita nggak perlu membandingkan diri kita sendiri dengan orang lain. Aku tuh juga sering banget membandingkan kemampuanku dengan orang lain, padahal secara jam terbang aja udah beda, dan tiap orang punya keunikan masing-masing, kayak yang Mba Eno bilang. Blog ini pun dan teman-teman blogger lainnya punya ciri khas yang berbeda dan tentunya bikin aku betah saat membaca :D

    Mba Eno pasti bisa! Terus semangat dalam berkaya yaa!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru mba, baca cerita-cerita mba soal Starbucks ๐Ÿ˜†

      Waaah quote-nya bagus mba ๐Ÿ˜ setuju sama teman mba, memang seharusnya demikian yaaa ~ instead of membandingkan diri kita sama orang lain, sudah sebaiknya kita fokus untuk memperbaiki diri kita sendiri. Karena seperti yang mba Jane bilang, setiap orang, masing-masing dari kita punya timing-nya sendiri ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ™Œ

      Semangat terus untuk kita mbaaa ๐Ÿ˜๐Ÿ’•

      Delete
  21. Sama, Mbak. Saya sering juga merasa rumput tetangga lebih hijau kalau mampir ke laman kawan-kawan narablog. :D

    Setiap kali mampir ke blognya Mas Nasirullah Sitam, saya kagum sama caranya mendeskripsikan tempat ngopi secara apik. Saya pasti bakalan pusing sendiri diminta menceritakan satu tempat kecil dalam ratusan kata seperti itu.

    Pas mampir ke blognya Bung Bara, saya kagum sama totalitasnya menjelajahi dan menceritakan petualangan di pojok-pojok Indonesia. Saya jadi belajar banyak soal negeri sendiri dari postingan-postingannya. Ditambah lagi fotonya keren-keren. Dibandingin sama foto-fotonya Bung Bara, foto saya kelam semua. Hehehe.

    Begitu juga pas mampir ke Creameno.com, saya jadi terpacu buat lebih semangat ngeblog. Salah satu dari banyak hal yang menarik di blog Mbak Eno, menurut saya, adalah interaksinya, Mbak. Blog Mbak Eno benar-benar ada ruhnya, terasa hidup karena percakapan-percakapan di kolom komentar. Berasa lagi kayak nongkrong bareng kalau udah baca postingannya Mbak Eno. :D Kayak Nokia: Connecting People. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waw ternyata mas yang blognya sudah bagus menurut saya pun merasakan hal yang sama ๐Ÿ˜† pada akhirnya memang begitu ya, mas ternyata ~ ehehe. Semoga perasaan tersebut bisa memicu kita terus berkarya sesuai dengan style yang nyaman untuk kita ๐Ÿ˜

      Setuju sama mas soal mas Bara, jujur saya jadi belajar banyak mengenai Indonesia dari post-post perjalanannya ke pelosok Indonesia. Bahkan sesuatu yang tadinya saya rasa nggak mungkin bisa jadi mungkin oleh mas Bara. Contohnya perjalanan ke Raja Ampat ala backpacker, karena menurut saya dulu itu kalau mau ke Raja Ampat harus ikut tour (nggak jauh beda sama Labuan Bajo) ๐Ÿ˜†

      Wahaha terima kasih mas atas kata-kata indahnya, sampai blog saya disandingkan dengan Nokia ๐Ÿ˜ hahaha. Saya pun merasa favorit part di blog ini justru bukan tulisan saya, melainkan komentar-komentar yang masuk di dalamnya ๐Ÿคฃ apalagi teman-teman saya bilang, mereka selalu lebih tertarik baca interaksi di kolom komentar ๐Ÿคช ibarat kata, komentar dari teman-teman itu menu utamanya, sedangkan tulisan saya hanya pemanis saja ๐Ÿ˜‚

      Delete