Being Consistent | CREAMENO

Pages

Being Consistent




Jadi orang yang konsisten itu nggak mudah, dan melakukan sesuatu dengan konsisten juga nggak mudah. Tapi buat gue, kalau memang suka dan passionate dengan apa yang dilakukan, semua akan terasa lebih mudah. Contoh, gue berusaha untuk konsisten update blog ini setiap hari. Beberapa teman dan keluarga yang tau kalau gue tulas-tulis blog tanya, "Bijimane bisa tulis blog setiap hari?" dan gue jawab, "Ya, tinggal tulisss." I mean, ada banyak hal yang bisa gue tulis tanpa harus berpikir keras soal cerita apa yang perlu gue bagi ๐Ÿ˜‚

Gue suka menulis dan gue akan menulis soal banyak hal meskipun itu nggak ada yang penting ๐Ÿคฃ karena alasan utama gue menulis di blog ini untuk healing. Yeah, menulis adalah healing program untuk gue ditengah kesibukan yang kadang membuat gue darah tinggi ๐Ÿคช ketika stres, gue bisa menulis. Ketika marah, gue bisa menulis. Ketika senang pun gue bisa menulis. Gue menulis untuk diri gue sendiri dan menulis adalah salah satu cara gue survive (untuk nggak jadi gila di kehidupan yang keras ini) ๐Ÿ˜†✌ *duileeh bahasanya berat, coy!*

Ini akan jadi sama seperti ketika kita membangun bisnis, mostly saat memulai, kita hanya akan dapat zero profit tapi kalau kita konsisten dengan bisnis yang kita jalani, dan selalu memberikan yang terbaik setiap hari, maka pada akhirnya kita akan mendapatkan result yang kita harapkan. Karena setiap hal yang ada di dunia ini membutuhkan konsistensi dan seperti yang Dwayne Johnson bilang, "Sukses bukan cuma soal greatness, tapi juga soal konsisten. Konsisten bekerja keras mengarahkan kita ke kesuksesan dan greatness pun akan datang."

So, kalau kita expect untuk sukses di masa depan, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah konsisten dengan apa yang sedang kita lakukan, karena challenge-nya di sini bukan untuk membuat diri kita menjadi berbeda melainkan untuk berhasil melakukan apapun yang ada di depan mata. Seriously guys, walaupun mungkin konsisten itu berat, tapi kita memang harus memulai segera ๐Ÿ˜‰๐Ÿ‘Œ Dan melalui post ini, gue mau kasih tips bagaimana kita bisa konsisten dengan apa yang kita lakukan (bekerja, olahraga, belajar, etc) dan gue akan gunakan blogging sebagai contoh yang gue lakukan ๐Ÿ˜†

Pertama, kita harus buat goal. Untuk gue, goal gue adalah menulis sebanyak-banyaknya post di blog gue ini kalau bisa sehari satu post, kalau nggak bisa minimal seminggu satu post ๐Ÿ˜‚ teman-teman bisa buat goal juga, misal related to olahraga seperti mau diet, maka buat goal mau turun berapa banyak. Atau goal mau dapat promotion dari perusahaan tahun depan, bisa juga goal untuk lulus di akhir tahun 2020? Hehe. Intinya ada banyak goal yang bisa kita buat untuk diri sendiri tapi dengan catatan kita harus tau kekuatan pribadi ๐Ÿ˜„

Jangan berlebihan apabila kita tau diri kita nggak bisa melakukannya, karena membuat goal itu untuk mengingatkan kita apabila sewaktu-waktu kita malas. So, buatlah goal yang kita percaya bisa kita lakukan ๐Ÿ˜Š dan ke dua, jangan banyak alasan! "Ah, susah nih. Kayaknya gue nggak bisa konsisten." Yep, gue pun dulu juga banyak alasan ketika harus konsisten, dan semakin gue banyak alasan, semakin gue malu menjadi seorang manusia. I mean, gue melakukan semua ini untuk diri gue sendiri, gue buat goal juga untuk diri sendiri, jadi kalau gue banyak alasan, terus bagaimana bisa gue melihat diri gue sendiri?

Kalau gue nggak bisa beri yang terbaik untuk diri sendiri, bagaimana bisa gue beri yang terbaik untuk orang lain? Dan seperti Rudyard Kipling bilang, "We've forty million reasons for failure, but not a single excuse." -- So, berusaha untuk nggak mencari alasan akan membantu kita konsisten dan mendekat ke kesuksesan. Dan yang ke tiga, mulai sekarang! Ketika kita ingin menjadi konsisten, kita harus mulai dari sekarang. Nggak perlu menunggu, "Gue akan mulai besok." ๐Ÿ˜‚

Yes, nggak perlu seperti itu. Mulailah sekarang, gerakkan badan kita, atur goal kita, tulis semua list yang ingin kita lakukan, dan LAKUKAN! ๐Ÿ˜ Nggak lupa, tips terakhir adalah percaya pada diri sendiri! Ketika kita mau sukses, kita harus percaya pada diri kita sendiri. Kita harus yakin kalau kita bisa berubah dan mempercayai itu.
Being consistent is not easy. Doing something consistently also not easy. But for me, if I like it and passionate with it.. everything became more easy. For example, I always consistent to update this blog ๐Ÿ˜‚✌ Some people asked me, "How can you write your journal, everyday?" -- and I said, "Just write." -- I mean there are many things to tell so no need to thinking hard about what should we write ๐Ÿคฃ

I love to write and I will write about everything eventho the stories may not that important ๐Ÿคช๐Ÿ˜‚ because the main reason why I write my journal is for healing. Yeah, writing is healing program for me. If I feel stress, I write. If I get mad, I write. If I am happy, I write. I write for myself and thats one of my way to survive (not to become crazy) ๐Ÿ˜†

It would be same like.. if we start the business, mostly we start with zero profit but if we consistent with it, and doing our best everyday, we will get a good result in the end. Because every matters in this world need our consistency and we should know, as Dwayne Johnson said, "Success is not always about greatness. Its about consistency. Consistent hardwork leads you to success and greatness will come."

So if we expect to be success in the future, one of the first step that we should do is consistent with what we are doing ๐Ÿ˜ because the challenge is not to be different but to be success ๐Ÿ˜ and seriously, altho its hard.. you should kick your ass off to start ๐Ÿ˜‰๐Ÿ‘Œ And within this post, I will give you some tips to be consistent with the things that we do (can be work, exercise, study, etc). And I will use 'how to be consistent' with blogging as example, lets check this out!

First, we should make a goal. For me, my goal is to write as much as possible, can be 1 post a day, or minimum 1 post a week ๐Ÿ˜‚ you guys can also make your own goals, if its related to exercise because you wanna lose your weight then make goal to lose weight how many kilos. Or you can set goal to get promotion next year, also another goal maybe to graduate late of 2020? There will be many goals that we can set for ourselves but we should know our strength ๐Ÿ˜„

Don't be too much if we cannot handle it, because making goal is to remind ourselves when we suddenly stuck and lazy. So try to set a goal which we believe it's makesense and possible ๐Ÿ˜†✌ second, don't make excuse! "Ah, its hard. I cannot be consistent." -- yes, I had many excuse in the past when it come to be consistent and seriously the more I fed up myself with my excuse, the more I felt ashamed as person. I mean, I'm doing all of this for myself.. I set my own goals but I still tried to excuse? Then how can I facing my own self?

If I cannot giving my best to my own self, then how can I giving my best to other people? And as Rudyard Kipling said, "We have forty million reasons for failure, but not a single excuse." -- so trying hard not to make excuse will help us to be more consistent and close to the success. Third, start nooow! When we want to be consistent, we should do it right away. No need to wait, "I wanna start tomorrow."

Yes, no need to be like that. If we want to be consistent, then start now. Move our body, set our goals, write down all the list that we wanna do and do it ๐Ÿ˜ Not to forget, believe in ourselves! If we want to be consistent to lead us to a great success, we should believe ourselves. We should know that we can change and believe that.
์ผ๊ด€์„ฑ์ด ์žˆ๋Š” ๊ฒƒ์€ ์‰ฝ์ง€ ์•Š์•„์š”. ์ผ๊ด€์„ฑ์žˆ๊ฒŒ ๋ฌด์–ธ๊ฐ€๋ฅผ ํ•˜๋Š”๊ฒƒ๋„ ์‰ฝ์ง€ ์•Š์•„์š”. ํ•˜์ง€๋งŒ ์ €์—๊ฒŒ๋Š” ์ œ๊ฐ€ ์ข‹์•„ํ•˜๊ณ  ์—ด์ •์ด ์žˆ๋‹ค๋ฉด.. ๋ชจ๋“ ๊ฒƒ์ด ๋” ์‰ฌ์›Œ์กŒ์–ด์š”. ์˜ˆ๋ฅผ๋“ค์–ด ์ด ๋ธ”๋กœ๊ทธ๋ฅผ ๊พธ์ค€ํžˆ ์—…๋ฐ์ดํŠธํ•˜๊ณ  ์žˆ์–ด์š”. ์–ด๋–ค์‚ฌ๋žŒ์ด ๋ฌผ์–ด๋ดค์–ด์š”. "์–ด๋–ป๊ฒŒ ๋งค์ผ ๊ธ€์„ ์“ฐ๋‹ˆ?" ์ €๋Š” "๊ทธ๋ƒฅ ์จ์š”" ๋ผ๊ณ  ๋งํ–ˆ์ฃ  - ๋ญ˜ ์จ์•ผํ• ์ง€ ํž˜๋“ค๊ฒŒ ์ƒ๊ฐํ•  ํ•„์š”์—†์ด ๋งํ•  ๊ฒƒ๋“ค์ด ๋งŽ์ด ์žˆ๋‹ค๋Š” ์˜๋ฏธ์—์š” ๐Ÿ˜‚

์ €๋Š” ๊ธ€์“ฐ๊ธฐ๋ฅผ ์ข‹์•„ํ•˜๊ณ  ์ด์•ผ๊ธฐ๊ฐ€ ์ค‘์š”ํ•˜์ง€ ์•Š๋”๋ผ๋„ ๋ชจ๋“ ๊ฒƒ๋“ค์— ๋Œ€ํ•ด ์“ธ๊ฑฐ์—์š” ใ…Žใ…Ž ์ œ๊ฐ€ ๊ธ€์„ ์“ฐ๋Š” ์ด์œ ๋Š” ํž๋งํ•˜๊ธฐ ์œ„ํ•ด์„œ๋‹ˆ๊นŒ์š”. ๋„ค, ๊ธ€์“ฐ๊ธฐ๋Š” ์ €์—๊ฒŒ ํž๋งํ”„๋กœ๊ทธ๋žจ์ด์—์š”. ๋งŒ์•ฝ์— ์ŠคํŠธ๋ ˆ์Šค๊ฐ€ ์žˆ์œผ๋ฉด, ์จ์š”. ๋ฏธ์น ๊ฒƒ ๊ฐ™๋‹ค๋ฉด, ์จ์š”. ํ–‰๋ณตํ•˜๋‹ค๋ฉด, ์จ์š”. ์ž์‹ ์— ๋Œ€ํ•œ๊ฑธ ์“ฐ๊ณ  ๊ทธ๊ฒŒ ์ œ๊ฐ€ ์‚ด์•„๊ฐ€๋Š” ๋ฐฉ๋ฒ• ์ค‘ ํ•˜๋‚˜์—์š”(์•ˆ๋ฏธ์น˜๊ณ ) ๐Ÿ˜†

๊ทธ๊ฑด ์•„๋งˆ.. ์‚ฌ์—…์„ ์‹œ์ž‘ํ•˜๋ฉด ๋Œ€๋ถ€๋ถ„ ์ˆ˜์ต์ด ์—†์ง€๋งŒ ๊พธ์ค€ํžˆ ๋งค์ผ๋งค์ผ์„ ์ตœ์„ ์„ ๋‹คํ•ด๋‚˜๊ฐ€๋ฉด ๊ฒฐ๊ตญ ์ข‹์€ ๊ฒฐ๊ณผ๋ฅผ ์–ป์„ ์ˆ˜ ์žˆ๋‹ค๋Š” ๊ฒƒ๊ณผ ๊ฐ™์•„์š”. ์„ธ์ƒ์˜ ๋ชจ๋“  ๋ชจ๋“  ๋ฌธ์ œ๋Š” ์šฐ๋ฆฌ์˜ ๊พธ์ค€ํ•จ์ด ํ•„์š”ํ•˜๊ธฐ ๋•Œ๋ฌธ์ด์—์š”. ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  Dwayne Johnson์ด "์„ฑ๊ณต์€ ํ•ญ์ƒ ์œ„๋Œ€ํ•˜์ง€ ์•Š๋‹ค. ๊ทธ๊ฒƒ์€ ๊พธ์ค€ํ•จ์— ๊ด€ํ•œ ๊ฒƒ์ด๋‹ค. ๊พธ์ค€ํ•œ ๊ทผ๋ฉด์ด ๋„ˆ๋ฅผ ์„ฑ๊ณต๊ณผ ์œ„๋Œ€ํ•จ์„ ๊ฐ€์ ธ๋‹ค ์ค„ ๊ฒƒ์ด๋‹ค." ๋ผ๋Š” ๋ง์„ ์•Œ์•„์•ผ ํ•ด์š”.

๋”ฐ๋ผ์„œ ์šฐ๋ฆฌ๊ฐ€ ๋ฏธ๋ž˜์˜ ์„ฑ๊ณตํ•˜๊ธฐ๋ฅผ ์›ํ•œ๋‹ค๋ฉด ํ•ด์•ผํ•  ์ฒซ๊ฑธ์Œ ์ค‘ ํ•˜๋‚˜๋Š” ์ง€๊ธˆ ํ•˜๊ณ  ์žˆ๋Š” ์ผ์„ ๊พธ์ค€ํžˆ ํ•ด์•ผํ•œ๋‹ค๋Š” ๊ฑฐ์˜ˆ์š”. ๋„์ „์€ ๋‹ฌ๋ผ์ง€๋Š” ๊ฒƒ์ด ์•„๋‹ˆ๋ผ ๊พธ์ค€ํ•ด์ง€๋Š” ๊ฒƒ์ด๊ธฐ ๋•Œ๋ฌธ์ด์—์š”. ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ์ง„์งœ ๋‘˜๋‹ค ํž˜๋“ค์ฃ .. ์‹œ์ž‘ํ•˜๊ธฐ ์œ„ํ•ด์„œ ์Šค์Šค๋กœ๋ฅผ ์ฑ„์ฐ์งˆํ•ด์•ผ ํ•  ๊ฑฐ์—์š” ๐Ÿ˜‰๐Ÿ‘Œ ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ์—ฌ๊ธฐ๋‹ค ๊พธ์ค€ํ•  ์ˆ˜ ์žˆ๋Š” ํŒ์„ ์ข€ ๋“œ๋ฆด๊ฒŒ์š” (์ผ, ์šด๋™, ๊ณต๋ถ€ ๋“ฑ๋“ฑ) ์ €๋Š” ๋ธ”๋กœ๊น… ๊ณผ ํ•จ๊ป˜ '์–ด๋–ป๊ฒŒ ๊พธ์ค€ํ•ด ์งˆ๊นŒ'๋ฅผ ์˜ˆ์‹œ๋กœ ํ™•์ผํ•ด ๋ณด๋ ค๊ณ  ํ•ด์š”!

๋จผ์ €, ์šฐ๋ฆฌ๋Š” ๋ชฉํ‘œ๋ฅผ ์„ธ์›Œ์•ผ๋˜์š”. ์ œ ๋ชฉํ‘œ๋Š” 350๊ฐœ์˜ ํฌ์ŠคํŠธ๋ฅผ 1๋…„์— ๊ฑธ์ณ ์“ฐ๋Š”๊ฑฐ์—์š”. ํ•˜๋ฃจ์— ํ•˜๋‚˜๋Š” ์จ์•ผ๋˜๋Š”๊ฑธ ์˜๋ฏธํ•˜์ฃ . ์—ฌ๋Ÿฌ๋ถ„๋„ ์šด๋™๊ณ„ํš์„ ์„ธ์šฐ์…จ๋‹ค๋ฉด ๋ชฉํ‘œ๋ฅผ ์„ค์ •ํ•  ์ˆ˜ ์žˆ์–ด์š”. ๋ชธ๋ฌด๊ฒŒ๋ฅผ ์–ผ๋งˆ๋งŒํผ ์ค„์ผ๊ฑฐ๋ผ๋Š” ๋ชฉํ‘œ๋ง์ด์—์š”. ์•„๋‹ˆ๋ฉด ํšŒ์‚ฌ์—์„œ ๋‚ด๋…„๊ณ„ํš์„ ์„ธ์šธ ์ˆ˜ ์žˆ์–ด์š” ๋˜ ์ด๋ฅธ 2020๋…„์— ์กธ์—…?ํ•˜๋Š” ๊ฒƒ ๋“ฑ์ด ์žˆ๊ฒ ์ฃ ? ์šฐ๋ฆฌ ์Šค์Šค๋กœ ์„ธ์šธ ์ˆ˜ ์žˆ๋Š” ๋ชฉํ‘œ๋Š” ๋งŽ์ง€๋งŒ ์šฐ๋ฆฌ๋Š” ์šฐ๋ฆฌ์˜ ํž˜์„ ์•Œ์•„์•ผ๋˜์š” ๐Ÿ˜„

๋‹ฌ์„ฑํ•  ์ˆ˜ ์—†๋Š” ๊ฒƒ์„ ์•Œ๊ณ  ์žˆ๋‹ค๋ฉด ๋„ˆ๋ฌด ๊ณผํ•˜์ง€ ์•Š๊ฒŒ ์ •ํ•ด์•ผ๋˜์š”. ์™œ๋ƒ๋ฉด ๋ชฉํ‘œ์„ค์ •์€ ์šฐ๋ฆฌ๊ฐ€ ๊ฐ€๋งŒ์žˆ๊ฑฐ๋‚˜ ๊ท€์ฐฎ์„ ๋•Œ๋„ ์ƒ๊ฐ๋‚˜๊ฒŒ ํ•˜๊ธฐ ์œ„ํ•œ ๊ฒƒ์ด๊ธฐ ๋•Œ๋ฌธ์ด์—์š”. ๊ทธ๋ž˜์„œ ์ƒ๊ฐํ•ด๋ณด๊ณ  ๊ฐ€๋Šฅํ•œ ๋ชฉํ‘œ๋ฅผ ์ •ํ•ด์•ผ ๋˜์š” ๐Ÿ˜Š ๊ธฐ์–ตํ•˜์„ธ์š” ๋„ˆ๋ฌด ๊ณผํ•˜์ง€ ์•Š๊ฒŒ~ ๊ทธ๋‹ค์Œ์œผ๋กœ๋Š” ํ•‘๊ณ„๋ฅผ ๋งŒ๋“ค์ง€ ๋งˆ์„ธ์š”! "์•„, ๊ทธ๊ฑด ๋„ˆ๋ฌด ์–ด๋ ต๋„ค. ๋ชปํ•ด๋จน๊ฒ ์–ด" - ๋„ค, ์ €๋„ ๊พธ์ค€ํ•˜๊ฒŒ ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ์ง„์‹ฌํ•˜๋˜ ์ค‘์— ์Šค์Šค๋กœ์—๊ฒŒ ๋ณ€๋ช…ํ•˜๋ฉด ํ•  ์ˆ˜๋ก ๋ถ€๋„๋Ÿฌ์›Œ์ง€๋Š” ๋งŽ์€ ๋ณ€๋ช…์„ ํ–ˆ๋˜์ ๋„ ์žˆ์–ด์š”. ๋ชจ๋“ ๊ฑธ ์ €๋ฅผ ์œ„ํ•ด์„œ ํ•˜๊ณ ์žˆ๋Š”๋ฐ.. ์ œ๊ฐ€ ๋ชฉํ‘œ๋ฅผ ์„ค์ •ํ–ˆ์ง€๋งŒ ์—ฌ์ „ํžˆ ๋ณ€๋ช…์„ ํ•˜๋Š”๊ฑฐ์ฃ , ๊ทธ๋Ÿฌ๋ฉด ์–ด๋–ป๊ฒŒ ์ œ ์ž์‹ ์„ ๋งˆ์ฃผํ•  ์ˆ˜ ์žˆ์„๊นŒ์š”?

์Šค์Šค๋กœ์—๊ฒŒ ์ตœ์„ ์„ ๋‹คํ•˜๊ณ  ์žˆ์ง€ ์•Š๋‹ค๋ฉด ์–ด๋–ป๊ฒŒ ๋‹ค๋ฅธ์‚ฌ๋žŒ์—๊ฒŒ ์ตœ์„ ์„ ๋‹คํ•  ์ˆ˜ ์žˆ์„๊นŒ์š”? ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  Rudyard Kipling๊ฐ€ "์šฐ๋ฆฌ๋Š” ์‹คํŒจํ•  ๋•Œ 400๋งŒ๊ฐœ์˜ ์ด์œ ๋ฅผ ๊ฐ€์ง€๊ณ  ์žˆ์ง€๋งŒ ํ•˜๋‚˜์˜ ๋ณ€๋ช…๋„ ๊ฐ€์ง€๊ณ ์žˆ์ง€ ์•Š๋‹ค"๊ณ  ๋งํ•œ ๊ฒƒ ์ฒ˜๋Ÿผ ๋ณ€๋ช…์„ ๋งŒ๋“ค์ง€ ์•Š๊ธฐ ์œ„ํ•ด ๋…ธ๋ ฅํ•˜๋Š” ๊ฒƒ์ด ์šฐ๋ฆฌ๋ฅผ ๊พธ์ค€ํ•˜๊ฒŒ ํ•˜๊ณ  ์„ฑ๊ณต์— ๊ฐ€๊น๊ฒŒ ๋งŒ๋“œ๋Š” ๊ฒƒ์„ ๋„์™€์ค„๊ฑฐ์—์š”. ์„ธ๋ฒˆ์งธ๋กœ ์ง€๊ธˆ์‹œ์ž‘ํ•˜์„ธ์š”! ๊พธ์ค€ํ•ด์ง€๊ณ  ์‹ถ์„ ๋•Œ ๋ฐ”๋กœํ•ด์•ผ๋˜์š”. "๋‚ด์ผ ์‹œ์ž‘ํ• ๋ž˜" ์ฒ˜๋Ÿผ ๊ธฐ๋‹ค๋ฆด ํ•„์š”๊ฐ€ ์—†์–ด์š”

๋„ค, ๊ทธ๋ ‡๊ฒŒ ๋  ํ•„์š”๊ฐ€ ์—†์–ด์š”. ๊พธ์ค€ํ•ด์ง€๊ณ  ์‹ถ๋‹ค๋ฉด ์‹œ์ž‘ํ•˜์„ธ์š”. ๋ชธ์„ ์›€์ง์—ฌ์„œ ๋ชฉํ‘œ๋ฅผ ์ •ํ•˜๊ณ , ํ•˜๊ณ ์‹ถ์€ ๊ฒƒ์˜ ๋ชฉ๋ก์„ ์“ฐ์„ธ์š” ๐Ÿ˜์žŠ์ง€๋ง๊ณ  ์Šค์Šค๋กœ๋ฅผ ๋ฏฟ์œผ์„ธ์š”! ๊พธ์ค€ํ•ด์ง€๋Š”๊ฒŒ ์šฐ๋ฆฌ๋ฅผ ์„ฑ๊ณต์œผ๋กœ ์ด๋Œ์–ด์ค€๋‹ค๋ฉด ์šฐ๋ฆฌ๋Š” ์Šค์Šค๋กœ๋ฅผ ๋ฏฟ์–ด์•ผ ๋˜์š”. ์šฐ๋ฆฌ๋Š” ์šฐ๋ฆฌ๊ฐ€ ๋ณ€ํ•  ์ˆ˜ ์žˆ๋‹ค๋Š” ๊ฑธ ์•Œ์•„์•ผ ๋˜๊ณ  ๋ฏฟ์–ด์•ผ ๋˜์š”.
"When you look at people who are successful, you will find that they are not the people who are motivated, but have consistency in their motivation." - Arsene Wenger
Good luck!
Good luck!

60 comments:

  1. Kenapa aku kebayang pas kata Dwayne Johnson yang dibold itu malah tokoh Maui di film Moana ya, ahahhahahahha

    Eh, tau ga sih...di postingan ini aku mengunderline banget kata-kata buat "DIRI SENDIRINYA" Mba.

    Sejauh ini, ketika aku menulis dengan tujuan melegakan hati alias healing dan buat diri sendiri memang terasa paling menyenangkan prosesnya. Ga ada paksaan. Ga ada tuntutan ini itu....jadi nulisnya juga ngalir lancar

    Nulis apa aja, biar kata orang ga penting, tapi kalau kita suka, kita happy, hihi

    Nulis hal-hal ringan tapi punya makna di baliknya juga bikin nagih kayak mecin

    Nulis hal-hal berat yang berfaidah juga kadang penting juga, sekalian buat ngelatih otak biar ga gampang pikun dan tetep berperforma okay..

    Nulis apapun itu dan mengarah kemanapun tujuannya asalkan sesuai dengan kemampuan dan kapasitas kita, rasanya akan mudah saja ya buat dijalani (tapi aku pribadi sih sama kayak mba eno yaitu paling sering sih nulis atas dasar suka/hobi/buat diri sendiri, jadi jatuhnya lebih puas). Begitu aja sih komen aku #eh...

    Semangad mba eno :D
    Target bloggingnya termasuk yang awesome banget ^_^



    ReplyDelete
    Replies
    1. Terus langsung kebayang-bayang si Maui lagi bernyanyi 'You're welcome'sama Moana di tengah lautan ๐Ÿ˜‚

      Iya memang paling enak menulis dari hati dan tertuju untuk diri sendiri. Jadi ketika ada yang baca, kita merasa senang, namun ketika nggak ada yang baca, kita juga nggak hilang semangat (paling mau mewek doang) ๐Ÿ˜‚ hahahaha. That's why menulis dari hati memang menyenangkan dan biasanya pasti lancar (seperti pengalaman mba Nita) ๐Ÿ˜

      Saya pribadi sepertinya sering kesulitan kalau menulis topik yang beratttt (sepengalaman saya waktu menulis Host Airbnb atau Corona, etc) karena butuh persiapan matang dan waktu yang digunakan pun cukup panjang. Dan tentunya nggak bisa semengalir saat menulis hal-hal receh yang biasa saya bagikan ๐Ÿ˜‚

      Makanya saya lebih banyak tulis recehan daripada yang seriusnya. Meski kadang ingin juga menulis cerita contohnya cerita perjalanan yang detail, terstruktur dengan info jelas, tapi setelah dicoba ternyata nggak bisa ๐Ÿ™ˆ yasudah kembali lagi deh ke awal, tulis cerita perjalanan pun akhirnya isinya recehan ๐Ÿ˜‚ seperti kemarin mau tulis cerita Little India dengan penjelasan entah itu sejarahnya, atau di mana lokasinya dan bagaimana untuk sampai ke sana, eh ujungnya justru cerita kalau nggak bisa bayar pakai card ๐Ÿคช

      Setuju sama mba Nita, yang penting kita menulis dari hati sesuai batas kemampuan dan kapasitas kita ๐Ÿ˜† apapun isinya, mau topik serius atau recehan, selama ditulis pakai hati dan karena memang kita suka (bukan tanpa paksaan), pasti hasilnya akan maksimal dan membuat kita puas ๐Ÿ˜ terima kasih mba Nita, semangat juga untuk mba bloggingnya ๐Ÿ˜‚ hehehe. Target saya sebenarnya yang penting kalau mau menulis ya tulis, kalau nggak yasudah jangan dipaksa (tunggu mood saja) ๐Ÿ˜‚ that's why kalau rajin bisa setiap hari update tapi kalau lagi malas bisa seminggu nggak update ๐Ÿ˜‚

      Delete
    2. hahahaha kenapa saya jadi pengen nyanyi lagunya Moana ya, hahahaha

      Delete
    3. Ayo menyanyi mba ๐Ÿ˜ lagunya bagus, ya ๐Ÿ˜†

      Delete
  2. Kunjungan perdana ke blog ini. Saya memang bikin artikel blog kalau lagi mood saja dan dikaitkan dengan topik yang lagi viral. Minimal sebulan, ada lah 1-2 artikel. Jadi, nothing to lose. Sukses selalu untuk blog ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. I see, yang penting menulis karena nyaman bukan karena terpaksa ๐Ÿ˜ jadi nggak masalah sebulan hanya sekali atau dua kali, kalau memang mood-nya demikian. Semangat ya, mas ๐Ÿ™Œ sukses selalu juga untuk blog mas ๐Ÿค—๐Ÿ™

      Delete
  3. Exactly what I think about writing too, aku pun menulis sebagai self healing, baik itu journaling maupun blogging. Semuanya memang kembali ke diri sendiri yaa, meski kalau udah di publish ada harapan bisa bermanfaat bagi teman-teman yang baca ๐Ÿ˜

    Soal goal, belakangan aku juga baru belajar selain konsisten goal juga harus realistis dan sesuai kemampuan diri kita. Aku baru sadar ini ketika mulai mencoba rutin exercising. Dulu goal ku suka muluk-muluk dan sok ngebebanin diri sendiri, kayak harus makan salad tiap hari yaa mana bisa ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ Lama-lama aku belajar semuanya harus realistis dengan keadaan hihi

    Btw, kadang-kadang aku suka terinspirasi dari topik blognya Mba Eno, topiknya sederhana tapi pembahasannya menarik, padahal seputar kehidupan sehari-hari ๐Ÿ˜Š

    Thank youu untuk reminder-nya yaa, Mba Eno! Semoga kita bisa sama-sama berjuang dengan goal masing-masing ๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba semua kembali ke diri sendiri ๐Ÿ˜† mungkin karena itu juga, saya jadi bisa lebih paham setiap baca tulisan teman-teman lainnya. Kadang ada yang curcol, ada yang marah, ada yang senang, ada yang for fun, ada yang recehan, ada yang seriusan, by all means, semuanya merupakan proses healing bagi penulisnya ๐Ÿ˜ jadi tugas kita as pembaca (komentator) cukup baca tulisan tersebut, lalu ambil manfaat yang kita perlukan, dan selanjutnya, berikan semangat dengan berkomentar sesuai topik yang dibahas ๐Ÿ™ˆ hehe. Karena saya yakin setiap bloggers pasti punya proses healing-nya masing-masing ๐Ÿ˜†

      Nah iya mba, kalau buat goal itu jangan muluk-muluk memang ๐Ÿ˜‚ nanti yang ada jadi malas mengejar goal yang kita buat. Jadi diperlukan kesadaran diri sejauh mana kapasitas kita untuk melakukannya ๐Ÿ˜ saya pun kalau diet biasanya pilih yang saya bisa dan nggak memaksakan yang saya nggak bisa. Alhasil dengan begitu, kita bisa fun saat menjalankannya ๐Ÿ˜‚ eniho, berhubung saya suka ayam jadi salah satu diet yang saya suka adalah makan ayam dada grill pakai caesar salad, mba ๐Ÿ˜† kalau disuruh makan itu tiap hari juga saya suka ๐Ÿ˜‚ hahahaha. Tapi kalau disuruh makan oatmeal, beuh itu yang susah sampai sekarang ๐Ÿคช

      Ehehehe aduuuh jadi maluuu ๐Ÿ™ˆ terima kasih mba Jane atas apresiasinya ๐Ÿคญ semoga ada sedikit manfaat yang bisa mba dapat ๐Ÿ˜ dan mari kita semangat mengejar goal personal kita. Pelan-pelan yang penting kita berproses, mba ๐Ÿ˜† ํž˜๋‚ด๋ผ, ์šฐ๋ฆฌ!

      Delete
  4. Ah, saya juga suka menulis karena salah satunya untuk healing. Saya lumayan ketawa baca tulisan mba Eno, kalau marah ya nulis. Jadi inget tulisan Mba Eno untuk sesembak yang di-take down sampai 2x. Hehe. Iya ya kalau mba Eno emosi, pelampiasannya tulisan.

    Jujur, mba, kalau ngeblog saya masih suka2, belum konsisten banget karena kadang pengaturan waktu berantakan. Berasa kecapekan ngurus anak.

    Kalau untuk goal, masih yang kecil2 aja sih. Punya goal besar tapi masih bertahap menjalaninya. Satu satu dulu karena saya sadar kemampuan saya sampai di mana.

    Makasih, Mba, untuk tulisan ini. Hempaskan rasa malas. Terus lihat komenan blog yang belum saya balas *selftoyor๐Ÿ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wadooow masih ingat saja mba Pipit akan tragedi itu ๐Ÿ˜‚ iya saya kalau lagi kesal atau marah juga menulis mba ๐Ÿ™ˆ tapi waktu menulis untuk yang bersangkutan sebenarnya lebih ke arah kesal (entah kenapa), cuma akhirnya saya take down karena saya merasa nggak seharusnya saya demikian ๐Ÿ˜‚ jadi harap dimaklum ya mba, anggap saja itu salah satu healing program saya ๐Ÿคช dan saya belajar untuk lebih kontrol jempol saya agar nggak membuat keonaran hahahahaaha.

      Iya mba, sepertinya mba Pipit sedang sibuk sekali tapi it's okay kok mba karena setiap dari kita punya timing dan prioritas masing-masing ๐Ÿ˜ seperti mba Pipit yang lebih memprioritaskan urus anak daripada blogging, atau saya yang kalau lagi sibuk kerja juga bisa nggak blogging sampai beberapa hari -- dan nggak ada yang salah sama syekali ๐Ÿ˜† dan jangan sampai kegiatan blogging yang tadinya program healing jadi beban pribadi ๐Ÿ˜‚ lagipula goal setiap dari kita pasti berbeda, dan nggak semua punya goal untuk blognya. Jadi nggak masalah mba kalau mba belum minat update, atau masih malas balas komen, endeblabla. Just take your time. Pembaca yang suka sama tulisan mba akan sabar dan akan cheer you up ๐Ÿฅณ๐ŸŽ‰ semangat mba ~ semoga goal-nya mba Pipit one day bisa tercapai ❤

      Delete
  5. Percaya nggak mbam Eno. Kita samaan, nulis krna buat healing selain buat nyari cuan juga. Ahahaah
    Tiap hari aku selalu ngelist apa aja yg mesti dikerjakan hari ini, ya semacam goals harian. Soalnya aku pelupa berat krna pernah kecelakaan, jd mau ga mau tiap hari mesti bikin listing supaya goalnya kecapai sebelum ganti hari. Bener bgt sih emg kl konsisten susah, tp kl melakukan sesuatu yg di dasari oleh rasanya suka rasanya untuk melakukan hal tersebut jd ringan yaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Percaya dong mba Ella ๐Ÿ˜ sepertinya kebanyakan bloggers menulis untuk healing atau mengeluarkan isi hati dan pikiran ๐Ÿ™ˆ sekaligus berbagi pengalaman dan cerita ๐Ÿ˜ ini yang saya pelajari dari blogwalking ke mana-mana termasuk blog mba Ella ๐Ÿ˜†

      Betul, menurut saya, kalau kita lakukan atas dasar suka pasti jadi ringan meski ada masa di mana kita melakukan sesuatu meski kita nggak suka ๐Ÿ˜‚ contoh jobdesc pekerjaan yang kadang berat hahahaha ~ tapi untuk blogging, saya lihat kebanyakan alasan teman-teman blogging memang karena suka, nggak heran kalau tulisan teman-teman mengalir dengan mudah ๐Ÿ˜

      Eniho, sehat selalu mba Ella ๐Ÿ˜„๐Ÿ’•

      Delete
  6. Konsisten memang kunci dari banyak hal, kesuksesan dan kegagalan juga.. hahahaha :-D

    Soalnya konsisten kalau diterapkan pada tindakan bodoh, artinya orang itu tidak maju-maju juga.. :-P

    Cuma, benar banget bahwa untuk meraih apa yang kita inginkan, termasuk kesuksesan, konsisten justru memegang kunci paling penting dibandingkan bakat atau modal besar. Menurut saya loh...

    Sayangnya, untuk menjadi konsisten itu sangat tidak mudah. Butuh perjuangan tersendiri untuk bisa menjadi seseorang yang konsisten. Butuh kesadaran dan kemampuan memotivasi diri sendiri di saat tidak ada orang lain yang bisa memotivasi.

    Sangat tidak mudah dilakukan, terutama di saat awal. Agak lebih mudah kalau sudah menjadi kebiasaan, tetapi tetap tidak mudah untuk mempertahankan konsistensi dalam suatu hal

    Kalau Mbakyu Eno sih kayaknya sudah melewati tahap perjuangan menjadi konsisten dan sudah sampai tahap menikmati konsistensi sendiri. Makanya terlihat mudah, walau saya yakin, perjuangan untuk sampai ke sana itu berat banget.

    Iya nggak mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahaha iya tuh mas, konsisten bisa jadi kunci kesuksesan tapi juga bisa jadi kunci kegagalan ๐Ÿ˜‚ makanya kalau saya pribadi, apabila at some point sudah merasa nggak layak diperjuangkan, maka saya akan memilih QUIT seperti post saya sebelumnya yang 'is that okay to quit?' ๐Ÿคช✌ semua memang kembali pada batasan dan kemampuan diri masing-masing, mau sampai mana titik konsistensi yang dimiliki ๐Ÿ˜

      Setuju sama mas Anton, menurut saya pun konsisten memiliki peran besar pada kesuksesan seseorang. Di luar bakat dan modal ๐Ÿ˜„ soalnya untuk bisa konsisten dibutuhkan kesungguhan, dan tekad yang kuat ๐Ÿ™ˆ yang mana sebenarnya cukup nggak mudah untuk dilakukan ๐Ÿฅด๐Ÿ˜‚ by the way, saya suka kata-kata mas Anton yang, "Butuh memotivasi diri sendiri saat nggak ada orang lain yang bisa memotivasi." -- ini penting banget karena banyak yang akhirnya kehilangan konsistensi karena merasa nggak punya motivasi (dan saya pun pernah mengalami) ๐Ÿ™ˆ

      Hehehe, kalau sepengalaman saya konsisten dalam blogging itu awalnya berat mas ๐Ÿ˜‚ kadang malas-malasan, memikirkan harus edit foto perjalanan saja bisa membuat saya tutup laptop dan nggak mau update sekalian ๐Ÿคช tapi pelan-pelan saya coba kembangkan bahasan, jadi nggak stuck di perjalanan saja, dan itu artinya saya punya kesempatan menulis tanpa harus editing foto dikala malas. Disitu baru saya menemukan ritme saya ๐Ÿ˜† dan seperti yang mas Anton bilang, sekarang saya sepertinya ada ditahap menikmati konsistensi yang saya kerjakan sebelum-sebelumnya. Semoga saja saya bisa konsisten terus dan nggak berhenti di tengah jalan ๐Ÿ˜‚ kelemahan saya hanya satu mas, kalau malas bisa betul-betul nggak buka blog total ๐Ÿ™ˆ

      Delete
  7. Goal itu baru bisa saya rasakan pentingnya di sata saya menjadi IRT dan harus urus anak sendiri.

    Tidak semudah itu sih mengerti tentang goal, sampai akhirya pas ngobrol sama adik-adik mahasiswa psikolog, mereka coba menggali kebiasaan saya yang katanya workaholic dan selalu suka mengejar goal.

    Baru deh saya diminta mengarahkan goal kepada anak-anak, anggap anak-anak itu kayak kerjaan, saya harus ciptain goal sendiri.

    Misal, anak jadi rajin ini, rajin itu, anak bisa ini bisa itu, trus saya bikin juga caranya sendiri, dan oraktik sendiri.

    Sejak saat itu saya jadi mengerti, betapa hidup kita itu akan lebih menyenangkan dan lebih semangat, saat kita punya goal dalam hidup kita, yang mana goal tersebut bisa disesuaikan.

    Jadi nggak melulu stres pasang goal yang ke A, sementara saat ini kita masih harus di B.

    Mengenai konsisten, itu penting banget.
    Konsisten bikin kita jatuh cinta akan sesuatu hal dan kalau udah jatuh cinta mah, semua jadi buta, alias apapun kita bakal lakukan demi cinta.

    Itu kali yang bikin saya masih setia menulis setiap hari di blog sejak awal tahun ini.
    Karena saya udah jatuh cinta banget ama menulis di blog hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, itu juga yang saya pelajari dari perbincangan saya bersama teman-teman saya, kalau dalam menjalani hidup itu sebisa mungkin punya goal (tujuan), bukan berarti jadi nggak belajar arti kata cukup, karena goal kan nggak melulu soal jabatan yang lebih tinggi, atau karir yang lebih cemerlang pun bukan melulu soal harus jadi kaya raya ๐Ÿ˜†

      Dari situ akhirnya saya paham, kalau sebenarnya day by day pun kita bisa punya goal untuk diri kita yang sesuai dengan kapasitas kita tentunya ๐Ÿ˜ sama seperti mba Rey ketika menyusun goal untuk perkembangan anak-anak mba, saya pun menyusun goal untuk personal saya seperti salah satunya harus minum air 8 gelas perhari yang mana dulunya saya ini tipikal yang jarang minum air ๐Ÿ˜‚ dan masih banyak small goal yang lain yang ternyata ketika berhasil diraih, rasa senangnya nggak kalah besar dari rasa senang ketika saya dapat 100% profit pada bisnis ๐Ÿ˜‚

      Well in the end, being consistent menurut saya bisa jadi satu cara untuk mencintai diri kita sendiri karena dengan being consistent, kita memberikan penghargaan terbaik pada apapun yang kelak kita raih ๐Ÿ˜ semangat mba, semoga kita bisa konsisten melakukan apapun yang kita cintai atau minimal semisal nggak cinta, semoga kita bisa konsisten untuk hidup yang lebih baik ๐Ÿ˜†๐Ÿ’•

      Delete
    2. Nah benerrrrr...
      Meski telat saya melakukannya, memang terasa banget kok bedanya, kita jadi lebih semangat.
      Terlebih kalau memang udah sering menjalani hidup yang ada goalnya misal jadi pekerja, tiba-tiba berada di rumah, di mana di rumah itu goalnya nggak keliatan, padahal jauh lebih banyak yang bisa kita kembangkan, even masalah minum air itu ya.

      kalau kecapai tuh rasanya kayak kita dapat profit yang banyak loh, hehehe

      Delete
    3. Setuju mba, saya pun merasa lebih semangat ๐Ÿ˜

      Saya merasa semenjak di rumah, goal lebih banyak karena hal-hal kecil pun bisa dijadikan goal hahahaha. Dari mulai lebih rajin minum, lalu goal perintilan lainnya yang ternyata ketika berhasil dilakukan cukup membuat senang dan bangga sama diri sendiri cencunyah ๐Ÿ˜‚

      Semangat untuk kita, mba ๐Ÿ˜†๐Ÿ™Œ

      Delete
  8. Huaa, reminder banget untuk aku yang susah fokus karena kebanyakan minat dan ketertarikan lol. Kerasa banget sih, emang perlu ada goal yang spesifik dan kita prioritasin, karena gak mungkin semua hal yang kita inginkan kita turuti semua. Selain karena waktu terbatas, energi kita juga terkuras banyak dan akhirnya malah ga ada yang kelar satupun.

    Kadang juga keberhasilan untuk menyelesaikan satu hal bisa ngaruh ke kepercayaan diri kita; bikin kita ngebatin kayak, "wah keren, ternyata gue bisa toh ngerjain hal ini." Kalo semua coba dikerjain trus gak ada yang kelar, akhirnya malah insecure dan nyalahin diri sendiri lagi :( Kenapa jadi curhat saya wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya kebanyakan minat juga nggak apa-apa mba Tania kalau memang suka melakukannya. Mungkin dari masing-masing minat tersebut di set up small goal-nya, nanti lambat laun akan kelihatan mana yang bisa dicapai dan mana yang nggak untuk jadi pertimbangan ke depannya mengambil keputusan ๐Ÿ˜„ saya pribadi juga suka coba-coba banyak hal seperti mba, tujuan awalnya karena ingin belajar, eventhough in the end mungkin saya lepas tapi seenggalnya saya pernah punya pengalaman ๐Ÿ˜†✌

      Cuma akan jadi lain ceritanya kalau kita punya banyak hobi dan minat tapi semua berhenti di tengah jalan, atau nggak ada yang kelar ๐Ÿ™ˆ dan itu sebenarnya kelemahan kebanyakan dari kita karena terkadang memulai sesuatu memang lebih mudah daripada mempertahankan maupun menyelesaikannya ๐Ÿ˜‚ mungkin kita perlu untuk lebih 'tegas' ke diri kita sendiri agar kita bisa menyelesaikan minimal satu dari dua yang kita gemari ๐Ÿ˜ jangan sampai ujungnya seperti yang mba Tania bilang, nggak ada yang berhasil terus berakhir dengan menyalahkan diri sendiri ๐Ÿ˜† semangat mba, kita pasti bisa ๐Ÿ˜๐Ÿ’•

      Delete
  9. Wah, mbak ini seru banget pembahasannyaa. Nanya dong. Mbak itu punya waktu khusus untuk ngeblog atau selowongnya di hari itu aja?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi mas Adi ๐Ÿ˜

      Saya nggak punya waktu khusus untuk menulis blog tapi most of the time, saya buka blog saat malam hari dan biasanya blogwalking juga kisaran malam hari ๐Ÿ˜‚ kecuali kalau ada waktu senggang terus bingung mau apa siang bolong baru deh saya main ke blog teman-teman yang lain ๐Ÿ˜✌ jadi bisa dibilang saya nggak membuat waktu khusus untuk blogging. Just following my schedules, kalau lagi hectic pun kadang nggak buka blog sama syekali ๐Ÿคช

      Delete
    2. Whoaaa. Baru tahu nih. Tapi rajin banget kamu mbaaak hampir setiap malem berarti ya. *lalu menatap nanar ke blog sendiri

      Delete
    3. Ehehehe, semangat mas Adi ๐Ÿ˜

      Delete
  10. Kalo saya mba, menulis juga adalah self healing, maka itu semua yang menyedihkan yang tragis saya tulis semua, bukan bermaksud memberi pengaruh buruk kepada yang baca. Tapi sepertinya menyimpan sementara hal-hal yang indah untuk diri sendiri itu malah menjadi pupuk dalam diri dan berbuah semangat yang luar biasa dan bisa memancar ke orang-orang disekitar kita.

    Masih banyak hal yang tidak bisa diungkapkan dengan menulis, maka itu saya pilih mengungkapkan dengan fiksi, agar self healing ini bisa diselesaikan dengan tuntas dan tidak menyisakan jejak-jejak pahit di masa depan.

    Sayangnya, sekarang menjadi lebih sulit karena berkenaan dengan waktu dan konsistensi yang menjauh. Karena banyak kepentingan lain yang minta di dahulukan. ๐Ÿ˜…

    Kalo untuk saya sekarang, sepertinya kejenuhan sedang merasa congkak karena sudah menang telak melawan konsistensi ๐Ÿ˜‚

    ps :
    Genre komen : Syurhat ๐Ÿ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ketika membaca cerita sedih, cerita marah, dan lain sebagainya dari tulisan teman-teman, saya nggak pernah berpikir hal tersebut adalah pengaruh buruk untuk pembaca dan saya yakin semua orang berpikiran hal yang sama. Karena bagaimana pun juga, saya tetap percaya kalau setiap dari kita punya proses healingnya masing-masing yang mana mungkin salah satunya dengan menulis ๐Ÿ˜ jadi it's okay mba kalau mba Rini menulis hal-hal yang menyedihkan atau tragis -- saya dan pembaca lain tetap bisa memahami meski kadang nggak bisa membantu banyak selain menjadi pembaca yang baik dan suportif ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ’•

      Iya sepertinya mba Rini sedang sibuk dan itu wajar, kita semua punya prioritas hihi jadi mba Rini bisa fokus sama prioritas mba hingga nantinya punya waktu untuk comeback ๐Ÿ˜ we will waiting your comeback for sure ๐Ÿ˜†✌ by the way, saya juga mungkin akan jarang blogging kalau Corona sudah reda ๐Ÿ˜‚ hehehe semangattt ya mba, apabila sedang jenuh, bisa break sementara waktu ๐Ÿ˜๐Ÿ’•

      Delete
  11. Mbak Eno saya jujur baru nyadar betapa mahalnya sifat konsisten ini saat udah masuk kepala 2. Dulu sih pas remaja ya grasa grusu (eh sekarang masih tapi nggak se parah dulu wkwk) dulu mah yang diliat output orang wah dia keren ya bisa bikin karya sehebat itu, nggak ditilik proses belakangnya gimana. Betapa berantakan dapur idenya saat mau eksekusi. Sekarang setelah punya blog, terus belajar skill buat dunia kerja ya baru ngeh kalo konsistensi ini harganya nggak murah. Perlu telaten, sabar dan pastinya nggak gampang nyerah ๐Ÿ’ช

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Galih so lucky bisa sadar betapa mahalnya konsistensi di usia muda belia ๐Ÿ˜„ karena semakin cepat kita sadar, semakin baik untuk kita menjalani kehidupan di luar pelukan orang tua ๐Ÿ™ˆ ehehehe.

      Semoga dengan konsistensi, mba Galih bisa sukses meraih mimpi-mimpi mba Galih dan semoga bisa lebih menata hidup sesuai harapan yang dimiliki ๐Ÿ˜ by the way, setiap orang sukses punya proses berdarah-darah yang mungkin nggak terlihat dari luar dan setiap profesional dimulai dari amatiran, so no worries, kalau kita belum sampai tahan pro atau sukses, kita tetap masih punya kesempatan untuk sampai 'di sana' ๐Ÿ˜ yang terpenting semangat ๐Ÿ’•

      Delete
  12. Saya juga sedang belajar konsisten untuk menulis di blog, Mbak. Ternyata seru kalau diterapkan. Dan enak-enak saja. Mungkin karena motivasinya sudah ketemu, ya? :D

    Tapi untuk interval postingan, yang paling masuk akal buat saya sekali seminggu saja. Saya kayaknya harus selalu memberi jeda untuk mengepos tulisan di blog, sebab perlu waktu yang agak lama untuk mengonsep setiap tulisannya. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya begitu mas ๐Ÿ˜ saya pun mulai suka menulis blog karena sudah menemukan motivasi dan ritme saya. Tapi nama pun manusia akan ada kemungkinan malas di tengah jalan, dan itu yang saya takutkan ๐Ÿ˜‚✌

      I see, some people memang ada yang butuh 1 minggu untuk persiapan tulisannya that's why hasil tulisannya lebih matang seperti mas ๐Ÿ˜ ehehehe. Saya pun untuk topik tertentu butuh waktu lama persiapannya, jadi di sela menggarap topik tertentu, saya isi blog saya dengan topik recehan ๐Ÿคช eh ternyata yang receh lebih banyak (padahal diawal niatnya buat selingan) hahaha ๐Ÿ™ˆ

      Delete
  13. Berkomitmen terhadap perubahan hidup memang langkah pertama untuk membuat transformasi apa pun dalam hidup kita, Dan dengan berkomitmen terhadap perubahan. Membuat deklarasi penuh kesadaran dan tekad untuk diri sendiri yang akan terus selalu kita tekuni dan jalani...Demi hasil yang sangat2 kita inginkan serta impikan dan hal itu juga bisa membantu kita agar tetap termotivasi serta konsisten demi mendorong diri kita untuk mencapai tujuan hidup. Dalam hal ini, kita harus berkomitmen untuk menjalani hidup yang lebih stabil dan konsisten.

    Tak lupa pula kita harus memikirkan tentang berbagai alasan mengapa kita menginginkan kehidupan yang lebih konsisten. Apakah kita mencari konsistensi itu untuk diri sendiri, untuk keluarga atau untuk alasan lain yang benar-benar berbeda?

    Intinya apa pun alasan kita untuk mencari konsistensi dalam hidup, Gunakan hal itu untuk membantu kita agar terus termotivasi dalam kehidupan tanpa pernah meragukan kemampuan diri kita sendiri.๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeah, kalau bisa konsistensi dilakukan untuk diri sendiri sebelum melakukannya untuk orang lain ๐Ÿ˜ hehehe. Dan apapun tujuan hidupnya, kalau dalam proses perjalanannya dilakukan dengan tetap menjaga konsistensi, bukan nggak mungkin, tujuan tersebut dapat diraih ๐Ÿ˜„

      Thank you for the insight, mas ๐Ÿ˜๐Ÿ™Œ

      Delete
  14. Saya percaya banget sama kata konsisten ini. Karena segala sesuatu yang diinginkan kalau nggak konsisten diusahakan nggak akan bisa terwujud. Ibatnya nih, konsisten itu kayak langkah kaki, kalau nggak konsisten ya nggak jalan.
    Walaupun pelan, tapi harus lanjut terus๐Ÿ˜

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, konsisten itu sangat dibutuhkan untuk kita yang sedang berusaha mewujudkan impian dan cita-cita ๐Ÿ˜ hehe, dan setuju dengan analogi mba Astria, konsisten memang seperti langkah kaki, agar kita bisa terus berjalan, kita butuh konsisten untuk menggunakan kaki kita ๐Ÿ˜†

      Semangat mba ๐Ÿ˜๐Ÿ’•

      Delete
  15. Buat aku sendiri konsisten itu susah banget. Apalagi biasanya aku berhenti ngelakuin hal yang sama berulang-ulang di titik di mana di mana kalo aku doing a little bit i might get something bigger. Jadinya berakhir nyesel dan mulai lagi dari awal.
    Karna motivasi aja bener-bener gak cukup buat mendorong aku maju, aku bener-bener harus punya keinginan kuat dan ngelihat matahari terbit dulu kalo mau meraih sesuatu. Yah jadi curhat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Awalnya memang susah mba Rere, tapi pelan-pelan kalau terus dicoba untuk konsisten, lambat laun akan bisa. Dan saat berjalannya waktu, penyesalan yang sempat terjadi, akan hilang dengan sendirinya, berganti dengan kepuasan karena telah berhasil konsisten dengan apa yang kita lakukan sekarang ๐Ÿ˜ so semangat mba, keep searching sesuatu yang menurut mba worth untuk mba lakukan secara konsisten ke depannya ๐Ÿ˜

      Fighting!

      Delete
  16. Jauh dari aku untuk konsisten nulis.

    Tapi untuk jd orang yang konsisten alhamdulillah udah mulai Mba Eno.

    Udah pernah nyoba untuk jadi konsisten nulis 1 per hari.

    Udah di draft eh malah males buat pos ๐Ÿ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. It's okay mas ๐Ÿ˜

      Setiap dari kita itu berproses, dan gagal merupakan salah satu dari proses, yang penting terus berusaha konsisten pada part-part yang memang dirasa perlu untuk diperjuangkan secara konsisten ๐Ÿ˜† dan konsisten kan nggak melulu soal menulis, bisa dalam hal-hal lain ๐Ÿ˜„ ini saya kasih contoh menulis agar related sama teman-teman semua ๐Ÿ™ˆ

      Delete
  17. cukup dengan membuka blognya aja, aku percaya kalau mbak creameno ini adalah orang yang konsisten.. gimana enggak, di saat banyak blogger lain (nunjuk diri sendiri sih ini wkwk) struggle dengan urusan konsistensi menulis, mbak eno selalu rutin mengupdate tulisannya...

    sebenernya aku kalau dibandingkan dulu, tahun ini udah jauh lebih konsisten sih dalam hal menulis blog, walaupun beberapa kali (sering) melenceng dari goal tahun ini untuk menulis setiap 3 hari sekali, tapi btw tahun ini udah meningkat dibanding tahun2 sebelumnya. Mungkin karena kondisi pandemi ini, jadinya kesibukan pekerjaan ngga seperti normalnya, dan kekosongan ini kuisi dengan menulis..

    tapi kalau lagi sibuk bgt, kadang tulisan terbengkalai, seperti 2 minggu terakhir ini karena harus menyelesaikan 3 laporan dan sibuk bikin video untuk lomba :D

    semoga ke depannya bisa lebih konsisten lagi aamiin..

    -traveler paruh waktu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahahaha saya rasa, saya sama seperti mas Bara, lately sering update mungkin pengaruh WFH. Jadi nanti kalau akhirnya bisa balik kerja normal, mungkin konsistensi menulis saya pun akan menurun karena akan ada banyak prioritas lain yang harus saya kerjakan ๐Ÿคฃ

      Yang tadinya seminggu bisa beberapa post, bisa jadi seminggu sekali saja. Tapi apapun itu, semoga ketika kita kembali menulis, ada kebahagiaan tersendiri yang kita rasakan ya mas. Dan terlepas dari konsistensi menulis yang menurun, akan ada kemungkinan konsistensi bekerja kita justru meningkat --- dan itu normal ๐Ÿ˜† hahahahahaha. Semangat untuk kita ๐Ÿคญ๐Ÿ™Œ

      Delete
  18. Ini nih yang lagi gw pelajari. Gw lagi pengen belajar konsisten nulis blog aja. Gak muluk-muluk sih sampai tiap hari, minimal ya seminggu sekali lah. Soalnya gw harus riset dan baca-baca literatur juga sih buat nulis blognya. Tapi pengen aja gitu bisa seminggu sekali ada postingan baru. Mungkin udah saatnya gw rajin buat postingan yang udah disetting tanggal buat uplod tiap minggu kalau pas ada waktu senggang. Semoga bisa konsisten sih mulai Juli nanti. Semoga juga bukan cuma omdo ๐Ÿ˜ท๐Ÿ™ˆ๐Ÿ˜

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bisa mas Adi, pelan-pelan saja dicoba ๐Ÿ˜ apalagi post mas Adi butuh riset dan baca-baca literatur juga pasti butuh proses yang lama, nggak seperti post perjalanan saya yang notabene cuma berdasarkan ingatan saya, jadi nggak ada riset maupun literaturnya ๐Ÿ˜‚✌

      Semangat, yaaah! ๐Ÿ˜๐Ÿ™Œ

      Delete
  19. Saya mencoba konsisten untuk menulis setiap hari tetapi ternyata tidak mudah. Sikon sedang tidak memungkinkan sampai urusan belajar anak kelar dulu setelah dibagi rapor. Soalnya ada tugas akhir yang harus segera dikumpulkan. Lelahnya ditambah ada drama di kelas WAG anak dan sebagai admin demi bantu bu guru, jadi pusing karena ulah segelintir ortu murid yang ikut campur bikin banyak anak lain terdampak juga.
    Hidup penuh drama.
    Rasanya justru saya malah konsisten pada komunitas follow loop Instagram @indonesia_saling_follow daripada lainnya. Mungkin karena ada harapan untuk bisa mengembangkan komunitas agar lebih baik..

    Menjadi konsistren itu berat jika tidak bisa mengukur kapasitas diri.Saya juga pada mulanya tidak tahu apakah komunitas bisa berkembang, hanya berupaya terus mengembangkan apa yang dibisa.

    Berjuang itu indah karena titik akhir bukanlah keberhasilan maupun kegagalan. Ada nikmat hikmah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi mba Rohyati ๐Ÿ˜

      Saya rasa saat kita memutuskan konsisten, kita pun perlu untuk memutuskan konsisten pada prioritas yang mana. Jadi sangat wajar dan maklum kalau pada akhirnya mba memilih konsisten pada urusan pendidikan anak-anak misalnya, atau konsisten pada urusan loop komunitas yang mba jalankan ๐Ÿ˜„ nggak ada yang salah dengan pilihan konsistensi yang ingin mba jalankan ๐Ÿ™ˆ

      Jadi, menurut saya, tetap lakukan apa yang bisa mba lakukan, sesuai dengan urutan prioritas mba dan kepercayaan mba untuk memberikan waktu mba pada pilihan-pilihan yang ada ๐Ÿ˜ semoga komunitas mba bisa berkembang sesuai harapan, yah ๐Ÿ˜ semangat, mba ๐Ÿ’•

      Delete
  20. Kalo kita ngerjain sesuatu Krn memang suka, pasti sih hasilnya bakal LBH bgs dan ngalir begitu aja. Mengerjakannya juga ga berat, toh EMG hobi :).

    Buatku menulis juga kayak terapi. Utk nenangin pikiran, ngilangin stress. Walopun belum bisa juga menulis setiap hari :D. Tp Gpp, yg ptg aku tetep konsisten nulis setidaknya 2 Minggu sekali pasti update.

    Bener mba, bikin target mah hrs sesuai kemampuan. Jgn sampe kliatan gede, tp malah ga achievable :p. Makanya aku bikin target apapun, itu aku pertimbangan banyak halnya. Bakal tercapai ato ga, waktu yg aku punya cukup ato ga, skill nya mumpuni ato ga :D.

    Skr ini, konsisten yg berat banget itu, konsisten utk olahraga :p. Huahahagah aku kebanyakan skipnya nih, ga sesuai target . Nth Napa lgs berasa berat bgt badan kalo waktunya olahraga :p. Tp pas liat timbangan, lgs serem sendiri hihihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasanya kalau yang dikerjakan itu sebuah hobi memang nggak berat mba ๐Ÿ˜‚ hihihi ~ nah itu maksud saya, konsisten setiap dari kita berbeda-beda tapi yang penting dilakukan sesuai kapasitas kita ๐Ÿ˜† jadi bukan ajang bersaing harus cepat-cepatan atau banyak-banyakan ๐Ÿ˜

      It's okay untuk konsisten setiap hari, atau seminggu sekali, bahkan dua minggu dan sebulan sekali, yang terpenting konsisten mengikuti jadwal masing-masing ๐Ÿ˜†๐Ÿ’• hehehehe. Eniho, saya juga punya goal related hidup sehat mba yang lumayan susah dicapainya ๐Ÿ˜‚ sama kasusnya seperti mba Fany, entah kenapa berat banget angkat badan untuk melakukannya ๐Ÿคช semoga ke depannya kita bisa meraih goal kita yang satu ini ya, mba ๐Ÿ™ˆ

      Delete
  21. Kalo aku menulis memang hanya sekedar hiburan atau mungkin juga menyalurkan hobi menulis mbak. Tapi paling ngga aku harus bikin satu artikel per minggunya, kalo tiap hari jelas aku sepertinya ngga bisa karena kadang nyari waktu itu yang tidak ada, maklum ada anak yang mintanya bermain terus kalo hapenya kuminta.

    Apalagi sejak anak ngga sekolah, makin susah menulis, ini sudah seminggu belum menulis dan sepertinya aku harus segera menulis nih.๐Ÿค”

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah berarti jadwal konsistensi mas itu persatu minggu bukan persatu hari, dan itu nggak masalah ๐Ÿ˜ kan setiap orang pasti punya jadwal berbeda mengikuti kondisi personal ๐Ÿ˜

      Selama mas tetap semangat dan konsisten melakukannya, meski itu seminggu sekali, pasti akan membuat mas merasa puas karena berhasil menjaga konsistensi yang mas punya ๐Ÿ˜†✌ hehehe. Eniwei, ditunggu tulisan terbarunya mas ๐Ÿ˜

      Delete
  22. tanamkan ke pikiran kalau aku bisa, aku bisa aku bisa
    bener mbaknya, konsisten itu awalnya berat apalagi kalau ditambah bumbu malas, waduhh makin berat langkah ini hahaha
    kalau konsisten dan niat, hasilnya akan mengikuti, seperti niat diet dengan cara olahraga lari misalnya, rajin terus lari lama lama juga akan ada hasilnya

    mungkin yang aku masih suka ngelanggar aturan sendiri adalah, pingin nulis konsep/ide di jurnal kayak yang aku baca-baca dari cerita temen temen, tapi kadang suka 'ah nanti aja' dan akhirnya ilang udah idenya.

    kalo rajin banget, bisa sebenernya sehari one post, asal niatnya kuat. itupun nggak full sebulan.

    intinya kalau ngelakuin sesuatu dan pingin dapet hasil yang maksimal sesuai keinginan, ya kudu konsisten, waktu aku nanya pimpinanku, jawaban dia simple aja 'konsisten'.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Malas itu memang musuh sebenar-benarnya ya mba ๐Ÿ˜‚ susah banget kalau sudah berhadapan dengan rasa malas ingin gegoleran atau rebahan ๐Ÿคช dan langkah pertama itu selalu lebih berat daripada langkah berikutnya. Semacam memulai habit dan being consistent-nya yang nggak mudah, padahal kalau sudah dijalankan ya jadi terbiasa ๐Ÿ˜†

      Saya banget itu mba, sering kehilangan ide hahahaha. Kadang habis baca sesuatu, jadi dapat ide tulisan tapi habis itu lupa ๐Ÿ˜‚ begitu saja terus makanya ended up hanya tulis recehan di blog saya ๐Ÿ™ˆ hahahaha. Semangat untuk mba Ainun, semoga bisa lebih sering post sesuai harapan mba ๐Ÿ˜ kita as pembaca pun akan menantikan dengan sabar tulisan-tulisan mba ๐Ÿ˜

      Delete
  23. Paksa. Ya, kata pertama yang pernah saya dapet buat langkah awal konsisten. Kalo gak dipaksa, pasti bakal banyak alesan buat jadi gak konsisten :D

    Oiya, dengan melakukan sedikit demi sedikit dan berulang, itu bisa ngelatih konsistensi juga bagi saya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahahaha semoga kita semua bisa konsisten tanpa harus dipaksa ๐Ÿ˜ tapi kalau pada akhirnya, memaksa adalah salah satu cara agar konsisten, selama itu bisa dilakukan sesuai kapasitas, why not ya, mas ๐Ÿ˜ฌ hehehe.

      Semangat konsisten, mas ๐Ÿ˜๐Ÿ™Œ

      Delete
  24. Sama, aku juga lagi konsisten untuk terus update di instagram; baik ig pribadi dan 2 akun jualan. juga tetap konsisten update kerjaan (as freelancer) hahahah plus jalan kaki 2-3km tiap hari ;D

    semangat being consistent mba eno!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap mba Fathia ๐Ÿ˜

      Semangat konsisten yaaah, semoga membuahkan hasil yang maksimal especially akun jualannya semua moncer ๐Ÿ˜๐Ÿ’•

      Delete
  25. Bagian soal excuse relate banget sih kak, huhu. Baru aja ngalamin writer's block dan makin beralasan buat gak lanjut nulis gara2 inilah itulah, kebanyakan ide lah, banyak kerjaan lah, padahal sehari-harinya main medsos terus๐Ÿ˜‚ Akhirnya mau gamau ya harus dipaksa buat nulis, baru akhirnya jadi. Kalau cuma nyari2 alasan emg gak ada abisnya hiks. Anyway salam kenal ya, kak! Aku baru gabung komunitas blogger perempuan, terus serasa liat dunia lebih luas gitu nemu banyak blogger yg inspiring.๐Ÿ˜ btw please visit blogku juga ya kak, diriku yang amatir ini sangat2 butuh saran dan kritik untuk kepenulisan yg lebih baik kedepannya ehehe๐Ÿ˜„. Semangat terus kak!!๐Ÿ’ช๐Ÿป

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau sedang kena writer's block mungkin mba Awl butuh istirahat sejenak dari rutinitas menulis, tapi kalau bisa istirahatnya betulan sejenak, jangan sampai keterusan ๐Ÿ™ˆ ehehehehe. Memang sosial media itu kadang bisa jadi racun kalau nggak digunakan sesuai fungsinya, tapi bukan nggak mungkin, kita juga bisa dapat banyak ilmu di sana ๐Ÿ˜

      Jadi kembali lagi pada diri kita yang harus mulai bisa belajar untuk membuat batasan ๐Ÿ˜ eniho, konsisten nggak harus berhubungan dengan menulis, tapi apabila mba Awl memang ingin konsisten menulis, mungkin bisa dengan mulai mencari topik dari sosial media di mana mba Awl sangat suka menghabiskan waktu di sana ๐Ÿ˜

      Salam kenal juga mba Awl ๐Ÿ˜ฌ semoga mba Awl bisa dapat banyak ilmu dari blogging dan membagi ilmu yang mba punya juga melalui blogging ๐Ÿ˜† semangat terus mba, dan saya akan visit blog mba segera ๐Ÿ˜๐Ÿ’•

      Delete
  26. Point ke 2, pengen dijadiin wallpaper rasanya supaya keinget terus buat belajar nggak banyak alasan! ๐Ÿ˜‚

    Aku selalu takut dengan kata-kata konsisten, makanya hidup kayaknya gini-gini aja, kayak nggak ada goalsnya ๐Ÿ˜ญ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kakak baru baca komentar Lia di sini hahaha. Ayo semangat Lia, jangan banyak alasan ๐Ÿคช hahahaha. No worries, pelan-pelan dibuat goals-nya, dari hal yang kecil sampai hal yang besar. Agar day by day bisa berjalan dengan mencontreng goals yang tercapai melalui usaha extra ๐Ÿคญ

      Himnaera!

      Delete
    2. Wahh Kak Eno sampai melipir ke sini padahal post ini udah lama ๐Ÿ™ˆ

      Menjadi banyak alasan itu sepertinya naluri manusia pada umumnya deh *ngeles ๐Ÿ˜

      Terima kasih kak buat dukungan dan semangatnya! ๐Ÿ˜

      Gamsahabnida ๐Ÿ™

      P.s:
      Sambal bawang Mcd sudah tidak ada kak! So sad!! Harus nunggu seasonnya datang lagi padahal udah penasaran banget kemarin mau beli ๐Ÿ˜ญ too bad, I was too late hiksss.

      Delete
    3. Hahahahaha, manusiawi ya punya banyak alasan ๐Ÿคฃ

      It's okay kok kadang asal jangan keseringan ya, sayang ๐Ÿ˜ by the way, sambal bawang sudah ganti ke menu Jepang kayaknya ๐Ÿ™ˆ ditunggu seasonnya balik tahun depan, Lia ๐Ÿ˜‚

      Delete