Being Consistent | CREAMENO

Pages

Being Consistent

Jadi orang yang konsisten nggak mudah --- dan melakukan sesuatu dengan konsisten juga nggak mudah. Tapi buat gue, kalau kita suka dan passionate dengan apa yang kita lakukan, semua akan terasa lebih mudah. Contoh, gue berusaha konsisten update blog ini setiap hari. Beberapa teman dan keluarga yang tau kalau gue tulas-tulis blog tanya, "Bijimane bisa tulis blog setiap hari?" dan gue jawab, "Ya, tinggal tulisss." I mean, ada banyak topik yang bisa gue tulis di sini πŸ˜‚

Gue suka menulis dan gue akan menulis soal banyak hal meskipun itu nggak ada yang penting 🀣 Karena alasan utama gue menulis di blog untuk healing. Yeah, menulis adalah healing program untuk gue ditengah kesibukan yang kadang membuat gue darah tinggi πŸ€ͺ Ketika stres, gue bisa menulis. Ketika marah, gue bisa menulis. Ketika senang pun gue bisa menulis. Gue menulis untuk diri gue sendiri dan menulis adalah salah satu cara gue survive (untuk nggak jadi gila di kehidupan yang keras ini) πŸ˜†✌ *Duileeh bahasanya berat, cooooooooyyyyy!*

Ini akan jadi sama seperti ketika kita bangun bisnis --- mostly saat memulai, kita hanya akan dapat zero profit tapi kalau kita konsisten dengan bisnis yang kita jalankan, dan selalu memberikan yang terbaik setiap hari, maka pada akhirnya kita akan dapat result yang kita harapkan 😁 Seperti kata Dwayne Johnson, "Sukses bukan cuma soal greatness, tapi juga soal konsisten. Konsisten bekerja keras mengarahkan kita ke kesuksesan dan greatness pun akan datang."

So, kalau kita expect sukses kelak, langkah pertama kita adalah konsisten dengan apa yang sedang kita lakukan, karena challenge-nya di sini bukan untuk membuat diri kita jadi berbeda melainkan untuk berhasil melakukan apapun yang ada di depan mata. Seriously, walau mungkin konsisten itu berat, tapi kita memang harus memulai segera. Dan lewat post ini, gue mau kasih tips bagaimana kita bisa konsisten dengan apa yang kita lakukan (kerja, olahraga, belajar, etc) dan gue akan pakai blogging sebagai contoh konsistensi yang gue usahakan setiap harinya πŸ˜†

Pertama, kita perlu buat goal. Untuk gue, goal gue adalah tulis sebanyak-banyaknya post di blog gue ini kalau bisa sehari satu post, kalau nggak bisa minimal seminggu satu post πŸ˜‚ Teman-teman bisa buat goal, misal related to olahraga atau diet, maka buat goal mau turun berapa banyak. Atau goal dapat promotion dari perusahaan tahun depan, bisa juga goal untuk lulus akhir tahun 2020? Hehe. Intinya ada banyak goal yang bisa kita buat dengan catatan kita harus tau 'kekuatan' kita πŸ˜„

Jangan berlebihan apabila kita tau diri kita nggak bisa, karena fungsi goal untuk mengingatkan kita apabila sewaktu-waktu kita malas. So, buatlah goal yang kita percaya bisa kita lakukan 😊 Dan ke dua, jangan banyak alasan! "Ah, susah nih. Kayaknya gue nggak bisa konsisten." Yep, gue pun dulu banyak alasan ketika harus konsisten, dan semakin gue banyak alasan, semakin gue malu menjadi seorang manusia -- I mean, gue melakukan ini untuk diri gue sendiri, dan gue buat goal untuk diri sendiri, jadi kalau gue banyak alasan, terus bagaimana bisa gue melihat diri gue sendiri?

Kalau gue nggak bisa beri yang terbaik untuk diri gue, bagaimana bisa gue beri yang terbaik untuk orang lain? Dan seperti Rudyard Kipling bilang, "We've forty million reasons for failure, but not a single excuse." ---- So, berusaha untuk nggak cari alasan akan bantu kita konsisten dan mendekat ke kesuksesan. Dan yang ke tiga, mulai dari sekarang! Ketika kita ingin konsisten, kita harus mulai dari sekarang. Nggak perlu menunggu, "Gue akan mulai besok." πŸ˜‚

Yes, nggak perlu seperti itu. Mulailah sekarang, gerakkan badan kita, atur goal kita, tulis semua list yang ingin kita lakukan, dan LAKUKAN! Nggak lupa, tips terakhir adalah percaya pada diri sendiri! Ketika kita mau sukses, kita harus percaya diri dan yakin kalau kita bisa berubah. Arsene Wenger pernah berkata, "When you look at people who are successful, you will find that they are not the people who are motivated, but have consistency in their motivation." -- GOODLUCK!

60 comments:

  1. Kenapa aku kebayang pas kata Dwayne Johnson yang dibold itu malah tokoh Maui di film Moana ya, ahahhahahahha

    Eh, tau ga sih...di postingan ini aku mengunderline banget kata-kata buat "DIRI SENDIRINYA" Mba.

    Sejauh ini, ketika aku menulis dengan tujuan melegakan hati alias healing dan buat diri sendiri memang terasa paling menyenangkan prosesnya. Ga ada paksaan. Ga ada tuntutan ini itu....jadi nulisnya juga ngalir lancar

    Nulis apa aja, biar kata orang ga penting, tapi kalau kita suka, kita happy, hihi

    Nulis hal-hal ringan tapi punya makna di baliknya juga bikin nagih kayak mecin

    Nulis hal-hal berat yang berfaidah juga kadang penting juga, sekalian buat ngelatih otak biar ga gampang pikun dan tetep berperforma okay..

    Nulis apapun itu dan mengarah kemanapun tujuannya asalkan sesuai dengan kemampuan dan kapasitas kita, rasanya akan mudah saja ya buat dijalani (tapi aku pribadi sih sama kayak mba eno yaitu paling sering sih nulis atas dasar suka/hobi/buat diri sendiri, jadi jatuhnya lebih puas). Begitu aja sih komen aku #eh...

    Semangad mba eno :D
    Target bloggingnya termasuk yang awesome banget ^_^



    ReplyDelete
    Replies
    1. Terus langsung kebayang-bayang si Maui lagi bernyanyi 'You're welcome'sama Moana di tengah lautan πŸ˜‚

      Iya memang paling enak menulis dari hati dan tertuju untuk diri sendiri. Jadi ketika ada yang baca, kita merasa senang, namun ketika nggak ada yang baca, kita juga nggak hilang semangat (paling mau mewek doang) πŸ˜‚ hahahaha. That's why menulis dari hati memang menyenangkan dan biasanya pasti lancar (seperti pengalaman mba Nita) 😍

      Saya pribadi sepertinya sering kesulitan kalau menulis topik yang beratttt (sepengalaman saya waktu menulis Host Airbnb atau Corona, etc) karena butuh persiapan matang dan waktu yang digunakan pun cukup panjang. Dan tentunya nggak bisa semengalir saat menulis hal-hal receh yang biasa saya bagikan πŸ˜‚

      Makanya saya lebih banyak tulis recehan daripada yang seriusnya. Meski kadang ingin juga menulis cerita contohnya cerita perjalanan yang detail, terstruktur dengan info jelas, tapi setelah dicoba ternyata nggak bisa πŸ™ˆ yasudah kembali lagi deh ke awal, tulis cerita perjalanan pun akhirnya isinya recehan πŸ˜‚ seperti kemarin mau tulis cerita Little India dengan penjelasan entah itu sejarahnya, atau di mana lokasinya dan bagaimana untuk sampai ke sana, eh ujungnya justru cerita kalau nggak bisa bayar pakai card πŸ€ͺ

      Setuju sama mba Nita, yang penting kita menulis dari hati sesuai batas kemampuan dan kapasitas kita πŸ˜† apapun isinya, mau topik serius atau recehan, selama ditulis pakai hati dan karena memang kita suka (bukan tanpa paksaan), pasti hasilnya akan maksimal dan membuat kita puas 😍 terima kasih mba Nita, semangat juga untuk mba bloggingnya πŸ˜‚ hehehe. Target saya sebenarnya yang penting kalau mau menulis ya tulis, kalau nggak yasudah jangan dipaksa (tunggu mood saja) πŸ˜‚ that's why kalau rajin bisa setiap hari update tapi kalau lagi malas bisa seminggu nggak update πŸ˜‚

      Delete
    2. hahahaha kenapa saya jadi pengen nyanyi lagunya Moana ya, hahahaha

      Delete
    3. Ayo menyanyi mba 😍 lagunya bagus, ya πŸ˜†

      Delete
  2. Kunjungan perdana ke blog ini. Saya memang bikin artikel blog kalau lagi mood saja dan dikaitkan dengan topik yang lagi viral. Minimal sebulan, ada lah 1-2 artikel. Jadi, nothing to lose. Sukses selalu untuk blog ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. I see, yang penting menulis karena nyaman bukan karena terpaksa 😁 jadi nggak masalah sebulan hanya sekali atau dua kali, kalau memang mood-nya demikian. Semangat ya, mas πŸ™Œ sukses selalu juga untuk blog mas πŸ€—πŸ™

      Delete
  3. Exactly what I think about writing too, aku pun menulis sebagai self healing, baik itu journaling maupun blogging. Semuanya memang kembali ke diri sendiri yaa, meski kalau udah di publish ada harapan bisa bermanfaat bagi teman-teman yang baca 😁

    Soal goal, belakangan aku juga baru belajar selain konsisten goal juga harus realistis dan sesuai kemampuan diri kita. Aku baru sadar ini ketika mulai mencoba rutin exercising. Dulu goal ku suka muluk-muluk dan sok ngebebanin diri sendiri, kayak harus makan salad tiap hari yaa mana bisa πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Lama-lama aku belajar semuanya harus realistis dengan keadaan hihi

    Btw, kadang-kadang aku suka terinspirasi dari topik blognya Mba Eno, topiknya sederhana tapi pembahasannya menarik, padahal seputar kehidupan sehari-hari 😊

    Thank youu untuk reminder-nya yaa, Mba Eno! Semoga kita bisa sama-sama berjuang dengan goal masing-masing πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba semua kembali ke diri sendiri πŸ˜† mungkin karena itu juga, saya jadi bisa lebih paham setiap baca tulisan teman-teman lainnya. Kadang ada yang curcol, ada yang marah, ada yang senang, ada yang for fun, ada yang recehan, ada yang seriusan, by all means, semuanya merupakan proses healing bagi penulisnya 😍 jadi tugas kita as pembaca (komentator) cukup baca tulisan tersebut, lalu ambil manfaat yang kita perlukan, dan selanjutnya, berikan semangat dengan berkomentar sesuai topik yang dibahas πŸ™ˆ hehe. Karena saya yakin setiap bloggers pasti punya proses healing-nya masing-masing πŸ˜†

      Nah iya mba, kalau buat goal itu jangan muluk-muluk memang πŸ˜‚ nanti yang ada jadi malas mengejar goal yang kita buat. Jadi diperlukan kesadaran diri sejauh mana kapasitas kita untuk melakukannya 😍 saya pun kalau diet biasanya pilih yang saya bisa dan nggak memaksakan yang saya nggak bisa. Alhasil dengan begitu, kita bisa fun saat menjalankannya πŸ˜‚ eniho, berhubung saya suka ayam jadi salah satu diet yang saya suka adalah makan ayam dada grill pakai caesar salad, mba πŸ˜† kalau disuruh makan itu tiap hari juga saya suka πŸ˜‚ hahahaha. Tapi kalau disuruh makan oatmeal, beuh itu yang susah sampai sekarang πŸ€ͺ

      Ehehehe aduuuh jadi maluuu πŸ™ˆ terima kasih mba Jane atas apresiasinya 🀭 semoga ada sedikit manfaat yang bisa mba dapat 😍 dan mari kita semangat mengejar goal personal kita. Pelan-pelan yang penting kita berproses, mba πŸ˜† νž˜λ‚΄λΌ, 우리!

      Delete
  4. Ah, saya juga suka menulis karena salah satunya untuk healing. Saya lumayan ketawa baca tulisan mba Eno, kalau marah ya nulis. Jadi inget tulisan Mba Eno untuk sesembak yang di-take down sampai 2x. Hehe. Iya ya kalau mba Eno emosi, pelampiasannya tulisan.

    Jujur, mba, kalau ngeblog saya masih suka2, belum konsisten banget karena kadang pengaturan waktu berantakan. Berasa kecapekan ngurus anak.

    Kalau untuk goal, masih yang kecil2 aja sih. Punya goal besar tapi masih bertahap menjalaninya. Satu satu dulu karena saya sadar kemampuan saya sampai di mana.

    Makasih, Mba, untuk tulisan ini. Hempaskan rasa malas. Terus lihat komenan blog yang belum saya balas *selftoyorπŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wadooow masih ingat saja mba Pipit akan tragedi itu πŸ˜‚ iya saya kalau lagi kesal atau marah juga menulis mba πŸ™ˆ tapi waktu menulis untuk yang bersangkutan sebenarnya lebih ke arah kesal (entah kenapa), cuma akhirnya saya take down karena saya merasa nggak seharusnya saya demikian πŸ˜‚ jadi harap dimaklum ya mba, anggap saja itu salah satu healing program saya πŸ€ͺ dan saya belajar untuk lebih kontrol jempol saya agar nggak membuat keonaran hahahahaaha.

      Iya mba, sepertinya mba Pipit sedang sibuk sekali tapi it's okay kok mba karena setiap dari kita punya timing dan prioritas masing-masing 😁 seperti mba Pipit yang lebih memprioritaskan urus anak daripada blogging, atau saya yang kalau lagi sibuk kerja juga bisa nggak blogging sampai beberapa hari -- dan nggak ada yang salah sama syekali πŸ˜† dan jangan sampai kegiatan blogging yang tadinya program healing jadi beban pribadi πŸ˜‚ lagipula goal setiap dari kita pasti berbeda, dan nggak semua punya goal untuk blognya. Jadi nggak masalah mba kalau mba belum minat update, atau masih malas balas komen, endeblabla. Just take your time. Pembaca yang suka sama tulisan mba akan sabar dan akan cheer you up πŸ₯³πŸŽ‰ semangat mba ~ semoga goal-nya mba Pipit one day bisa tercapai ❤

      Delete
  5. Percaya nggak mbam Eno. Kita samaan, nulis krna buat healing selain buat nyari cuan juga. Ahahaah
    Tiap hari aku selalu ngelist apa aja yg mesti dikerjakan hari ini, ya semacam goals harian. Soalnya aku pelupa berat krna pernah kecelakaan, jd mau ga mau tiap hari mesti bikin listing supaya goalnya kecapai sebelum ganti hari. Bener bgt sih emg kl konsisten susah, tp kl melakukan sesuatu yg di dasari oleh rasanya suka rasanya untuk melakukan hal tersebut jd ringan yaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Percaya dong mba Ella 😍 sepertinya kebanyakan bloggers menulis untuk healing atau mengeluarkan isi hati dan pikiran πŸ™ˆ sekaligus berbagi pengalaman dan cerita 😁 ini yang saya pelajari dari blogwalking ke mana-mana termasuk blog mba Ella πŸ˜†

      Betul, menurut saya, kalau kita lakukan atas dasar suka pasti jadi ringan meski ada masa di mana kita melakukan sesuatu meski kita nggak suka πŸ˜‚ contoh jobdesc pekerjaan yang kadang berat hahahaha ~ tapi untuk blogging, saya lihat kebanyakan alasan teman-teman blogging memang karena suka, nggak heran kalau tulisan teman-teman mengalir dengan mudah 😍

      Eniho, sehat selalu mba Ella πŸ˜„πŸ’•

      Delete
  6. Konsisten memang kunci dari banyak hal, kesuksesan dan kegagalan juga.. hahahaha :-D

    Soalnya konsisten kalau diterapkan pada tindakan bodoh, artinya orang itu tidak maju-maju juga.. :-P

    Cuma, benar banget bahwa untuk meraih apa yang kita inginkan, termasuk kesuksesan, konsisten justru memegang kunci paling penting dibandingkan bakat atau modal besar. Menurut saya loh...

    Sayangnya, untuk menjadi konsisten itu sangat tidak mudah. Butuh perjuangan tersendiri untuk bisa menjadi seseorang yang konsisten. Butuh kesadaran dan kemampuan memotivasi diri sendiri di saat tidak ada orang lain yang bisa memotivasi.

    Sangat tidak mudah dilakukan, terutama di saat awal. Agak lebih mudah kalau sudah menjadi kebiasaan, tetapi tetap tidak mudah untuk mempertahankan konsistensi dalam suatu hal

    Kalau Mbakyu Eno sih kayaknya sudah melewati tahap perjuangan menjadi konsisten dan sudah sampai tahap menikmati konsistensi sendiri. Makanya terlihat mudah, walau saya yakin, perjuangan untuk sampai ke sana itu berat banget.

    Iya nggak mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahaha iya tuh mas, konsisten bisa jadi kunci kesuksesan tapi juga bisa jadi kunci kegagalan πŸ˜‚ makanya kalau saya pribadi, apabila at some point sudah merasa nggak layak diperjuangkan, maka saya akan memilih QUIT seperti post saya sebelumnya yang 'is that okay to quit?' πŸ€ͺ✌ semua memang kembali pada batasan dan kemampuan diri masing-masing, mau sampai mana titik konsistensi yang dimiliki 😁

      Setuju sama mas Anton, menurut saya pun konsisten memiliki peran besar pada kesuksesan seseorang. Di luar bakat dan modal πŸ˜„ soalnya untuk bisa konsisten dibutuhkan kesungguhan, dan tekad yang kuat πŸ™ˆ yang mana sebenarnya cukup nggak mudah untuk dilakukan πŸ₯΄πŸ˜‚ by the way, saya suka kata-kata mas Anton yang, "Butuh memotivasi diri sendiri saat nggak ada orang lain yang bisa memotivasi." -- ini penting banget karena banyak yang akhirnya kehilangan konsistensi karena merasa nggak punya motivasi (dan saya pun pernah mengalami) πŸ™ˆ

      Hehehe, kalau sepengalaman saya konsisten dalam blogging itu awalnya berat mas πŸ˜‚ kadang malas-malasan, memikirkan harus edit foto perjalanan saja bisa membuat saya tutup laptop dan nggak mau update sekalian πŸ€ͺ tapi pelan-pelan saya coba kembangkan bahasan, jadi nggak stuck di perjalanan saja, dan itu artinya saya punya kesempatan menulis tanpa harus editing foto dikala malas. Disitu baru saya menemukan ritme saya πŸ˜† dan seperti yang mas Anton bilang, sekarang saya sepertinya ada ditahap menikmati konsistensi yang saya kerjakan sebelum-sebelumnya. Semoga saja saya bisa konsisten terus dan nggak berhenti di tengah jalan πŸ˜‚ kelemahan saya hanya satu mas, kalau malas bisa betul-betul nggak buka blog total πŸ™ˆ

      Delete
  7. Goal itu baru bisa saya rasakan pentingnya di sata saya menjadi IRT dan harus urus anak sendiri.

    Tidak semudah itu sih mengerti tentang goal, sampai akhirya pas ngobrol sama adik-adik mahasiswa psikolog, mereka coba menggali kebiasaan saya yang katanya workaholic dan selalu suka mengejar goal.

    Baru deh saya diminta mengarahkan goal kepada anak-anak, anggap anak-anak itu kayak kerjaan, saya harus ciptain goal sendiri.

    Misal, anak jadi rajin ini, rajin itu, anak bisa ini bisa itu, trus saya bikin juga caranya sendiri, dan oraktik sendiri.

    Sejak saat itu saya jadi mengerti, betapa hidup kita itu akan lebih menyenangkan dan lebih semangat, saat kita punya goal dalam hidup kita, yang mana goal tersebut bisa disesuaikan.

    Jadi nggak melulu stres pasang goal yang ke A, sementara saat ini kita masih harus di B.

    Mengenai konsisten, itu penting banget.
    Konsisten bikin kita jatuh cinta akan sesuatu hal dan kalau udah jatuh cinta mah, semua jadi buta, alias apapun kita bakal lakukan demi cinta.

    Itu kali yang bikin saya masih setia menulis setiap hari di blog sejak awal tahun ini.
    Karena saya udah jatuh cinta banget ama menulis di blog hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, itu juga yang saya pelajari dari perbincangan saya bersama teman-teman saya, kalau dalam menjalani hidup itu sebisa mungkin punya goal (tujuan), bukan berarti jadi nggak belajar arti kata cukup, karena goal kan nggak melulu soal jabatan yang lebih tinggi, atau karir yang lebih cemerlang pun bukan melulu soal harus jadi kaya raya πŸ˜†

      Dari situ akhirnya saya paham, kalau sebenarnya day by day pun kita bisa punya goal untuk diri kita yang sesuai dengan kapasitas kita tentunya 😍 sama seperti mba Rey ketika menyusun goal untuk perkembangan anak-anak mba, saya pun menyusun goal untuk personal saya seperti salah satunya harus minum air 8 gelas perhari yang mana dulunya saya ini tipikal yang jarang minum air πŸ˜‚ dan masih banyak small goal yang lain yang ternyata ketika berhasil diraih, rasa senangnya nggak kalah besar dari rasa senang ketika saya dapat 100% profit pada bisnis πŸ˜‚

      Well in the end, being consistent menurut saya bisa jadi satu cara untuk mencintai diri kita sendiri karena dengan being consistent, kita memberikan penghargaan terbaik pada apapun yang kelak kita raih 😍 semangat mba, semoga kita bisa konsisten melakukan apapun yang kita cintai atau minimal semisal nggak cinta, semoga kita bisa konsisten untuk hidup yang lebih baik πŸ˜†πŸ’•

      Delete
    2. Nah benerrrrr...
      Meski telat saya melakukannya, memang terasa banget kok bedanya, kita jadi lebih semangat.
      Terlebih kalau memang udah sering menjalani hidup yang ada goalnya misal jadi pekerja, tiba-tiba berada di rumah, di mana di rumah itu goalnya nggak keliatan, padahal jauh lebih banyak yang bisa kita kembangkan, even masalah minum air itu ya.

      kalau kecapai tuh rasanya kayak kita dapat profit yang banyak loh, hehehe

      Delete
    3. Setuju mba, saya pun merasa lebih semangat 😍

      Saya merasa semenjak di rumah, goal lebih banyak karena hal-hal kecil pun bisa dijadikan goal hahahaha. Dari mulai lebih rajin minum, lalu goal perintilan lainnya yang ternyata ketika berhasil dilakukan cukup membuat senang dan bangga sama diri sendiri cencunyah πŸ˜‚

      Semangat untuk kita, mba πŸ˜†πŸ™Œ

      Delete
  8. Huaa, reminder banget untuk aku yang susah fokus karena kebanyakan minat dan ketertarikan lol. Kerasa banget sih, emang perlu ada goal yang spesifik dan kita prioritasin, karena gak mungkin semua hal yang kita inginkan kita turuti semua. Selain karena waktu terbatas, energi kita juga terkuras banyak dan akhirnya malah ga ada yang kelar satupun.

    Kadang juga keberhasilan untuk menyelesaikan satu hal bisa ngaruh ke kepercayaan diri kita; bikin kita ngebatin kayak, "wah keren, ternyata gue bisa toh ngerjain hal ini." Kalo semua coba dikerjain trus gak ada yang kelar, akhirnya malah insecure dan nyalahin diri sendiri lagi :( Kenapa jadi curhat saya wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya kebanyakan minat juga nggak apa-apa mba Tania kalau memang suka melakukannya. Mungkin dari masing-masing minat tersebut di set up small goal-nya, nanti lambat laun akan kelihatan mana yang bisa dicapai dan mana yang nggak untuk jadi pertimbangan ke depannya mengambil keputusan πŸ˜„ saya pribadi juga suka coba-coba banyak hal seperti mba, tujuan awalnya karena ingin belajar, eventhough in the end mungkin saya lepas tapi seenggalnya saya pernah punya pengalaman πŸ˜†✌

      Cuma akan jadi lain ceritanya kalau kita punya banyak hobi dan minat tapi semua berhenti di tengah jalan, atau nggak ada yang kelar πŸ™ˆ dan itu sebenarnya kelemahan kebanyakan dari kita karena terkadang memulai sesuatu memang lebih mudah daripada mempertahankan maupun menyelesaikannya πŸ˜‚ mungkin kita perlu untuk lebih 'tegas' ke diri kita sendiri agar kita bisa menyelesaikan minimal satu dari dua yang kita gemari 😁 jangan sampai ujungnya seperti yang mba Tania bilang, nggak ada yang berhasil terus berakhir dengan menyalahkan diri sendiri πŸ˜† semangat mba, kita pasti bisa πŸ˜πŸ’•

      Delete
  9. Wah, mbak ini seru banget pembahasannyaa. Nanya dong. Mbak itu punya waktu khusus untuk ngeblog atau selowongnya di hari itu aja?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi mas Adi 😁

      Saya nggak punya waktu khusus untuk menulis blog tapi most of the time, saya buka blog saat malam hari dan biasanya blogwalking juga kisaran malam hari πŸ˜‚ kecuali kalau ada waktu senggang terus bingung mau apa siang bolong baru deh saya main ke blog teman-teman yang lain 😁✌ jadi bisa dibilang saya nggak membuat waktu khusus untuk blogging. Just following my schedules, kalau lagi hectic pun kadang nggak buka blog sama syekali πŸ€ͺ

      Delete
    2. Whoaaa. Baru tahu nih. Tapi rajin banget kamu mbaaak hampir setiap malem berarti ya. *lalu menatap nanar ke blog sendiri

      Delete
    3. Ehehehe, semangat mas Adi 😍

      Delete
  10. Kalo saya mba, menulis juga adalah self healing, maka itu semua yang menyedihkan yang tragis saya tulis semua, bukan bermaksud memberi pengaruh buruk kepada yang baca. Tapi sepertinya menyimpan sementara hal-hal yang indah untuk diri sendiri itu malah menjadi pupuk dalam diri dan berbuah semangat yang luar biasa dan bisa memancar ke orang-orang disekitar kita.

    Masih banyak hal yang tidak bisa diungkapkan dengan menulis, maka itu saya pilih mengungkapkan dengan fiksi, agar self healing ini bisa diselesaikan dengan tuntas dan tidak menyisakan jejak-jejak pahit di masa depan.

    Sayangnya, sekarang menjadi lebih sulit karena berkenaan dengan waktu dan konsistensi yang menjauh. Karena banyak kepentingan lain yang minta di dahulukan. πŸ˜…

    Kalo untuk saya sekarang, sepertinya kejenuhan sedang merasa congkak karena sudah menang telak melawan konsistensi πŸ˜‚

    ps :
    Genre komen : Syurhat πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ketika membaca cerita sedih, cerita marah, dan lain sebagainya dari tulisan teman-teman, saya nggak pernah berpikir hal tersebut adalah pengaruh buruk untuk pembaca dan saya yakin semua orang berpikiran hal yang sama. Karena bagaimana pun juga, saya tetap percaya kalau setiap dari kita punya proses healingnya masing-masing yang mana mungkin salah satunya dengan menulis 😁 jadi it's okay mba kalau mba Rini menulis hal-hal yang menyedihkan atau tragis -- saya dan pembaca lain tetap bisa memahami meski kadang nggak bisa membantu banyak selain menjadi pembaca yang baik dan suportif πŸ™ˆπŸ’•

      Iya sepertinya mba Rini sedang sibuk dan itu wajar, kita semua punya prioritas hihi jadi mba Rini bisa fokus sama prioritas mba hingga nantinya punya waktu untuk comeback 😁 we will waiting your comeback for sure πŸ˜†✌ by the way, saya juga mungkin akan jarang blogging kalau Corona sudah reda πŸ˜‚ hehehe semangattt ya mba, apabila sedang jenuh, bisa break sementara waktu πŸ˜πŸ’•

      Delete
  11. Mbak Eno saya jujur baru nyadar betapa mahalnya sifat konsisten ini saat udah masuk kepala 2. Dulu sih pas remaja ya grasa grusu (eh sekarang masih tapi nggak se parah dulu wkwk) dulu mah yang diliat output orang wah dia keren ya bisa bikin karya sehebat itu, nggak ditilik proses belakangnya gimana. Betapa berantakan dapur idenya saat mau eksekusi. Sekarang setelah punya blog, terus belajar skill buat dunia kerja ya baru ngeh kalo konsistensi ini harganya nggak murah. Perlu telaten, sabar dan pastinya nggak gampang nyerah πŸ’ͺ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Galih so lucky bisa sadar betapa mahalnya konsistensi di usia muda belia πŸ˜„ karena semakin cepat kita sadar, semakin baik untuk kita menjalani kehidupan di luar pelukan orang tua πŸ™ˆ ehehehe.

      Semoga dengan konsistensi, mba Galih bisa sukses meraih mimpi-mimpi mba Galih dan semoga bisa lebih menata hidup sesuai harapan yang dimiliki 😍 by the way, setiap orang sukses punya proses berdarah-darah yang mungkin nggak terlihat dari luar dan setiap profesional dimulai dari amatiran, so no worries, kalau kita belum sampai tahan pro atau sukses, kita tetap masih punya kesempatan untuk sampai 'di sana' 😁 yang terpenting semangat πŸ’•

      Delete
  12. Saya juga sedang belajar konsisten untuk menulis di blog, Mbak. Ternyata seru kalau diterapkan. Dan enak-enak saja. Mungkin karena motivasinya sudah ketemu, ya? :D

    Tapi untuk interval postingan, yang paling masuk akal buat saya sekali seminggu saja. Saya kayaknya harus selalu memberi jeda untuk mengepos tulisan di blog, sebab perlu waktu yang agak lama untuk mengonsep setiap tulisannya. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya begitu mas 😁 saya pun mulai suka menulis blog karena sudah menemukan motivasi dan ritme saya. Tapi nama pun manusia akan ada kemungkinan malas di tengah jalan, dan itu yang saya takutkan πŸ˜‚✌

      I see, some people memang ada yang butuh 1 minggu untuk persiapan tulisannya that's why hasil tulisannya lebih matang seperti mas 😍 ehehehe. Saya pun untuk topik tertentu butuh waktu lama persiapannya, jadi di sela menggarap topik tertentu, saya isi blog saya dengan topik recehan πŸ€ͺ eh ternyata yang receh lebih banyak (padahal diawal niatnya buat selingan) hahaha πŸ™ˆ

      Delete
  13. Berkomitmen terhadap perubahan hidup memang langkah pertama untuk membuat transformasi apa pun dalam hidup kita, Dan dengan berkomitmen terhadap perubahan. Membuat deklarasi penuh kesadaran dan tekad untuk diri sendiri yang akan terus selalu kita tekuni dan jalani...Demi hasil yang sangat2 kita inginkan serta impikan dan hal itu juga bisa membantu kita agar tetap termotivasi serta konsisten demi mendorong diri kita untuk mencapai tujuan hidup. Dalam hal ini, kita harus berkomitmen untuk menjalani hidup yang lebih stabil dan konsisten.

    Tak lupa pula kita harus memikirkan tentang berbagai alasan mengapa kita menginginkan kehidupan yang lebih konsisten. Apakah kita mencari konsistensi itu untuk diri sendiri, untuk keluarga atau untuk alasan lain yang benar-benar berbeda?

    Intinya apa pun alasan kita untuk mencari konsistensi dalam hidup, Gunakan hal itu untuk membantu kita agar terus termotivasi dalam kehidupan tanpa pernah meragukan kemampuan diri kita sendiri.😊😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeah, kalau bisa konsistensi dilakukan untuk diri sendiri sebelum melakukannya untuk orang lain 😁 hehehe. Dan apapun tujuan hidupnya, kalau dalam proses perjalanannya dilakukan dengan tetap menjaga konsistensi, bukan nggak mungkin, tujuan tersebut dapat diraih πŸ˜„

      Thank you for the insight, mas πŸ˜πŸ™Œ

      Delete
  14. Saya percaya banget sama kata konsisten ini. Karena segala sesuatu yang diinginkan kalau nggak konsisten diusahakan nggak akan bisa terwujud. Ibatnya nih, konsisten itu kayak langkah kaki, kalau nggak konsisten ya nggak jalan.
    Walaupun pelan, tapi harus lanjut terus😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, konsisten itu sangat dibutuhkan untuk kita yang sedang berusaha mewujudkan impian dan cita-cita 😁 hehe, dan setuju dengan analogi mba Astria, konsisten memang seperti langkah kaki, agar kita bisa terus berjalan, kita butuh konsisten untuk menggunakan kaki kita πŸ˜†

      Semangat mba πŸ˜πŸ’•

      Delete
  15. Buat aku sendiri konsisten itu susah banget. Apalagi biasanya aku berhenti ngelakuin hal yang sama berulang-ulang di titik di mana di mana kalo aku doing a little bit i might get something bigger. Jadinya berakhir nyesel dan mulai lagi dari awal.
    Karna motivasi aja bener-bener gak cukup buat mendorong aku maju, aku bener-bener harus punya keinginan kuat dan ngelihat matahari terbit dulu kalo mau meraih sesuatu. Yah jadi curhat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Awalnya memang susah mba Rere, tapi pelan-pelan kalau terus dicoba untuk konsisten, lambat laun akan bisa. Dan saat berjalannya waktu, penyesalan yang sempat terjadi, akan hilang dengan sendirinya, berganti dengan kepuasan karena telah berhasil konsisten dengan apa yang kita lakukan sekarang 😍 so semangat mba, keep searching sesuatu yang menurut mba worth untuk mba lakukan secara konsisten ke depannya 😁

      Fighting!

      Delete
  16. Jauh dari aku untuk konsisten nulis.

    Tapi untuk jd orang yang konsisten alhamdulillah udah mulai Mba Eno.

    Udah pernah nyoba untuk jadi konsisten nulis 1 per hari.

    Udah di draft eh malah males buat pos πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. It's okay mas 😁

      Setiap dari kita itu berproses, dan gagal merupakan salah satu dari proses, yang penting terus berusaha konsisten pada part-part yang memang dirasa perlu untuk diperjuangkan secara konsisten πŸ˜† dan konsisten kan nggak melulu soal menulis, bisa dalam hal-hal lain πŸ˜„ ini saya kasih contoh menulis agar related sama teman-teman semua πŸ™ˆ

      Delete
  17. cukup dengan membuka blognya aja, aku percaya kalau mbak creameno ini adalah orang yang konsisten.. gimana enggak, di saat banyak blogger lain (nunjuk diri sendiri sih ini wkwk) struggle dengan urusan konsistensi menulis, mbak eno selalu rutin mengupdate tulisannya...

    sebenernya aku kalau dibandingkan dulu, tahun ini udah jauh lebih konsisten sih dalam hal menulis blog, walaupun beberapa kali (sering) melenceng dari goal tahun ini untuk menulis setiap 3 hari sekali, tapi btw tahun ini udah meningkat dibanding tahun2 sebelumnya. Mungkin karena kondisi pandemi ini, jadinya kesibukan pekerjaan ngga seperti normalnya, dan kekosongan ini kuisi dengan menulis..

    tapi kalau lagi sibuk bgt, kadang tulisan terbengkalai, seperti 2 minggu terakhir ini karena harus menyelesaikan 3 laporan dan sibuk bikin video untuk lomba :D

    semoga ke depannya bisa lebih konsisten lagi aamiin..

    -traveler paruh waktu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahahaha saya rasa, saya sama seperti mas Bara, lately sering update mungkin pengaruh WFH. Jadi nanti kalau akhirnya bisa balik kerja normal, mungkin konsistensi menulis saya pun akan menurun karena akan ada banyak prioritas lain yang harus saya kerjakan 🀣

      Yang tadinya seminggu bisa beberapa post, bisa jadi seminggu sekali saja. Tapi apapun itu, semoga ketika kita kembali menulis, ada kebahagiaan tersendiri yang kita rasakan ya mas. Dan terlepas dari konsistensi menulis yang menurun, akan ada kemungkinan konsistensi bekerja kita justru meningkat --- dan itu normal πŸ˜† hahahahahaha. Semangat untuk kita πŸ€­πŸ™Œ

      Delete
  18. Ini nih yang lagi gw pelajari. Gw lagi pengen belajar konsisten nulis blog aja. Gak muluk-muluk sih sampai tiap hari, minimal ya seminggu sekali lah. Soalnya gw harus riset dan baca-baca literatur juga sih buat nulis blognya. Tapi pengen aja gitu bisa seminggu sekali ada postingan baru. Mungkin udah saatnya gw rajin buat postingan yang udah disetting tanggal buat uplod tiap minggu kalau pas ada waktu senggang. Semoga bisa konsisten sih mulai Juli nanti. Semoga juga bukan cuma omdo πŸ˜·πŸ™ˆπŸ˜

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bisa mas Adi, pelan-pelan saja dicoba 😁 apalagi post mas Adi butuh riset dan baca-baca literatur juga pasti butuh proses yang lama, nggak seperti post perjalanan saya yang notabene cuma berdasarkan ingatan saya, jadi nggak ada riset maupun literaturnya πŸ˜‚✌

      Semangat, yaaah! πŸ˜πŸ™Œ

      Delete
  19. Saya mencoba konsisten untuk menulis setiap hari tetapi ternyata tidak mudah. Sikon sedang tidak memungkinkan sampai urusan belajar anak kelar dulu setelah dibagi rapor. Soalnya ada tugas akhir yang harus segera dikumpulkan. Lelahnya ditambah ada drama di kelas WAG anak dan sebagai admin demi bantu bu guru, jadi pusing karena ulah segelintir ortu murid yang ikut campur bikin banyak anak lain terdampak juga.
    Hidup penuh drama.
    Rasanya justru saya malah konsisten pada komunitas follow loop Instagram @indonesia_saling_follow daripada lainnya. Mungkin karena ada harapan untuk bisa mengembangkan komunitas agar lebih baik..

    Menjadi konsistren itu berat jika tidak bisa mengukur kapasitas diri.Saya juga pada mulanya tidak tahu apakah komunitas bisa berkembang, hanya berupaya terus mengembangkan apa yang dibisa.

    Berjuang itu indah karena titik akhir bukanlah keberhasilan maupun kegagalan. Ada nikmat hikmah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi mba Rohyati 😁

      Saya rasa saat kita memutuskan konsisten, kita pun perlu untuk memutuskan konsisten pada prioritas yang mana. Jadi sangat wajar dan maklum kalau pada akhirnya mba memilih konsisten pada urusan pendidikan anak-anak misalnya, atau konsisten pada urusan loop komunitas yang mba jalankan πŸ˜„ nggak ada yang salah dengan pilihan konsistensi yang ingin mba jalankan πŸ™ˆ

      Jadi, menurut saya, tetap lakukan apa yang bisa mba lakukan, sesuai dengan urutan prioritas mba dan kepercayaan mba untuk memberikan waktu mba pada pilihan-pilihan yang ada 😁 semoga komunitas mba bisa berkembang sesuai harapan, yah 😍 semangat, mba πŸ’•

      Delete
  20. Kalo kita ngerjain sesuatu Krn memang suka, pasti sih hasilnya bakal LBH bgs dan ngalir begitu aja. Mengerjakannya juga ga berat, toh EMG hobi :).

    Buatku menulis juga kayak terapi. Utk nenangin pikiran, ngilangin stress. Walopun belum bisa juga menulis setiap hari :D. Tp Gpp, yg ptg aku tetep konsisten nulis setidaknya 2 Minggu sekali pasti update.

    Bener mba, bikin target mah hrs sesuai kemampuan. Jgn sampe kliatan gede, tp malah ga achievable :p. Makanya aku bikin target apapun, itu aku pertimbangan banyak halnya. Bakal tercapai ato ga, waktu yg aku punya cukup ato ga, skill nya mumpuni ato ga :D.

    Skr ini, konsisten yg berat banget itu, konsisten utk olahraga :p. Huahahagah aku kebanyakan skipnya nih, ga sesuai target . Nth Napa lgs berasa berat bgt badan kalo waktunya olahraga :p. Tp pas liat timbangan, lgs serem sendiri hihihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasanya kalau yang dikerjakan itu sebuah hobi memang nggak berat mba πŸ˜‚ hihihi ~ nah itu maksud saya, konsisten setiap dari kita berbeda-beda tapi yang penting dilakukan sesuai kapasitas kita πŸ˜† jadi bukan ajang bersaing harus cepat-cepatan atau banyak-banyakan 😍

      It's okay untuk konsisten setiap hari, atau seminggu sekali, bahkan dua minggu dan sebulan sekali, yang terpenting konsisten mengikuti jadwal masing-masing πŸ˜†πŸ’• hehehehe. Eniho, saya juga punya goal related hidup sehat mba yang lumayan susah dicapainya πŸ˜‚ sama kasusnya seperti mba Fany, entah kenapa berat banget angkat badan untuk melakukannya πŸ€ͺ semoga ke depannya kita bisa meraih goal kita yang satu ini ya, mba πŸ™ˆ

      Delete
  21. Kalo aku menulis memang hanya sekedar hiburan atau mungkin juga menyalurkan hobi menulis mbak. Tapi paling ngga aku harus bikin satu artikel per minggunya, kalo tiap hari jelas aku sepertinya ngga bisa karena kadang nyari waktu itu yang tidak ada, maklum ada anak yang mintanya bermain terus kalo hapenya kuminta.

    Apalagi sejak anak ngga sekolah, makin susah menulis, ini sudah seminggu belum menulis dan sepertinya aku harus segera menulis nih.πŸ€”

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah berarti jadwal konsistensi mas itu persatu minggu bukan persatu hari, dan itu nggak masalah 😁 kan setiap orang pasti punya jadwal berbeda mengikuti kondisi personal 😍

      Selama mas tetap semangat dan konsisten melakukannya, meski itu seminggu sekali, pasti akan membuat mas merasa puas karena berhasil menjaga konsistensi yang mas punya πŸ˜†✌ hehehe. Eniwei, ditunggu tulisan terbarunya mas 😍

      Delete
  22. tanamkan ke pikiran kalau aku bisa, aku bisa aku bisa
    bener mbaknya, konsisten itu awalnya berat apalagi kalau ditambah bumbu malas, waduhh makin berat langkah ini hahaha
    kalau konsisten dan niat, hasilnya akan mengikuti, seperti niat diet dengan cara olahraga lari misalnya, rajin terus lari lama lama juga akan ada hasilnya

    mungkin yang aku masih suka ngelanggar aturan sendiri adalah, pingin nulis konsep/ide di jurnal kayak yang aku baca-baca dari cerita temen temen, tapi kadang suka 'ah nanti aja' dan akhirnya ilang udah idenya.

    kalo rajin banget, bisa sebenernya sehari one post, asal niatnya kuat. itupun nggak full sebulan.

    intinya kalau ngelakuin sesuatu dan pingin dapet hasil yang maksimal sesuai keinginan, ya kudu konsisten, waktu aku nanya pimpinanku, jawaban dia simple aja 'konsisten'.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Malas itu memang musuh sebenar-benarnya ya mba πŸ˜‚ susah banget kalau sudah berhadapan dengan rasa malas ingin gegoleran atau rebahan πŸ€ͺ dan langkah pertama itu selalu lebih berat daripada langkah berikutnya. Semacam memulai habit dan being consistent-nya yang nggak mudah, padahal kalau sudah dijalankan ya jadi terbiasa πŸ˜†

      Saya banget itu mba, sering kehilangan ide hahahaha. Kadang habis baca sesuatu, jadi dapat ide tulisan tapi habis itu lupa πŸ˜‚ begitu saja terus makanya ended up hanya tulis recehan di blog saya πŸ™ˆ hahahaha. Semangat untuk mba Ainun, semoga bisa lebih sering post sesuai harapan mba 😁 kita as pembaca pun akan menantikan dengan sabar tulisan-tulisan mba 😍

      Delete
  23. Paksa. Ya, kata pertama yang pernah saya dapet buat langkah awal konsisten. Kalo gak dipaksa, pasti bakal banyak alesan buat jadi gak konsisten :D

    Oiya, dengan melakukan sedikit demi sedikit dan berulang, itu bisa ngelatih konsistensi juga bagi saya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahahaha semoga kita semua bisa konsisten tanpa harus dipaksa 😁 tapi kalau pada akhirnya, memaksa adalah salah satu cara agar konsisten, selama itu bisa dilakukan sesuai kapasitas, why not ya, mas 😬 hehehe.

      Semangat konsisten, mas πŸ˜πŸ™Œ

      Delete
  24. Sama, aku juga lagi konsisten untuk terus update di instagram; baik ig pribadi dan 2 akun jualan. juga tetap konsisten update kerjaan (as freelancer) hahahah plus jalan kaki 2-3km tiap hari ;D

    semangat being consistent mba eno!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap mba Fathia 😍

      Semangat konsisten yaaah, semoga membuahkan hasil yang maksimal especially akun jualannya semua moncer πŸ˜πŸ’•

      Delete
  25. Bagian soal excuse relate banget sih kak, huhu. Baru aja ngalamin writer's block dan makin beralasan buat gak lanjut nulis gara2 inilah itulah, kebanyakan ide lah, banyak kerjaan lah, padahal sehari-harinya main medsos terusπŸ˜‚ Akhirnya mau gamau ya harus dipaksa buat nulis, baru akhirnya jadi. Kalau cuma nyari2 alasan emg gak ada abisnya hiks. Anyway salam kenal ya, kak! Aku baru gabung komunitas blogger perempuan, terus serasa liat dunia lebih luas gitu nemu banyak blogger yg inspiring.😍 btw please visit blogku juga ya kak, diriku yang amatir ini sangat2 butuh saran dan kritik untuk kepenulisan yg lebih baik kedepannya eheheπŸ˜„. Semangat terus kak!!πŸ’ͺ🏻

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau sedang kena writer's block mungkin mba Awl butuh istirahat sejenak dari rutinitas menulis, tapi kalau bisa istirahatnya betulan sejenak, jangan sampai keterusan πŸ™ˆ ehehehehe. Memang sosial media itu kadang bisa jadi racun kalau nggak digunakan sesuai fungsinya, tapi bukan nggak mungkin, kita juga bisa dapat banyak ilmu di sana 😍

      Jadi kembali lagi pada diri kita yang harus mulai bisa belajar untuk membuat batasan 😁 eniho, konsisten nggak harus berhubungan dengan menulis, tapi apabila mba Awl memang ingin konsisten menulis, mungkin bisa dengan mulai mencari topik dari sosial media di mana mba Awl sangat suka menghabiskan waktu di sana 😍

      Salam kenal juga mba Awl 😬 semoga mba Awl bisa dapat banyak ilmu dari blogging dan membagi ilmu yang mba punya juga melalui blogging πŸ˜† semangat terus mba, dan saya akan visit blog mba segera πŸ˜πŸ’•

      Delete
  26. Point ke 2, pengen dijadiin wallpaper rasanya supaya keinget terus buat belajar nggak banyak alasan! πŸ˜‚

    Aku selalu takut dengan kata-kata konsisten, makanya hidup kayaknya gini-gini aja, kayak nggak ada goalsnya 😭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kakak baru baca komentar Lia di sini hahaha. Ayo semangat Lia, jangan banyak alasan πŸ€ͺ hahahaha. No worries, pelan-pelan dibuat goals-nya, dari hal yang kecil sampai hal yang besar. Agar day by day bisa berjalan dengan mencontreng goals yang tercapai melalui usaha extra 🀭

      Himnaera!

      Delete
    2. Wahh Kak Eno sampai melipir ke sini padahal post ini udah lama πŸ™ˆ

      Menjadi banyak alasan itu sepertinya naluri manusia pada umumnya deh *ngeles 😝

      Terima kasih kak buat dukungan dan semangatnya! 😍

      Gamsahabnida πŸ™

      P.s:
      Sambal bawang Mcd sudah tidak ada kak! So sad!! Harus nunggu seasonnya datang lagi padahal udah penasaran banget kemarin mau beli 😭 too bad, I was too late hiksss.

      Delete
    3. Hahahahaha, manusiawi ya punya banyak alasan 🀣

      It's okay kok kadang asal jangan keseringan ya, sayang 😁 by the way, sambal bawang sudah ganti ke menu Jepang kayaknya πŸ™ˆ ditunggu seasonnya balik tahun depan, Lia πŸ˜‚

      Delete