Drafting | CREAMENO

Pages

Drafting


Ada nggak, yang pernah merasa saat menulis, eh ternyata tulisannya nggak menarik untuk di-publish? 🀭 kemudian jadi merasa malas dan memilih untuk drafting? πŸ˜… gue pribadi sering merasakan hal seperti ini, entah kenapa, gue acap kali merasa tulisan gue nggak bagus dan nggak menarik hingga akhirnya gue drafting dan nggak gue publish. Apalagi kalau gue habis blogwalking ke blog teman, semakin-makin-makin gue merasa kalau tulisan gue buruk sekali πŸ˜‚

Ditambah gue punya kekurangan dalam susunan kalimat yang mana gue sendiri beranggapan kalau kalimat gue belibet (apa yaaa, bahasa bakunya?) -- yang intinya, gue nggak bisa mengekspresikan apa yang ada di otak dan hati gue dengan pilihan kata atau susunan kalimat yang tepat, alhasil gue kawatir teman-teman yang baca akan berpikir, "Ini orang menulis apa, siih?" -- dan itu membuat gue semakin malas untuk publish tulisan-tulisan yang sudah bertumpuk di-draft, bahkan kalau semua tulisan gue ada dalam lembaran kertas, mungkin sudah gue buang semua kertas-kertasnya ke tong sampah πŸ€ͺ

Gue sampai berniat stop blogging, karena jumlah drafts gue (baik di blog maupun notes) jauh lebih banyak dari jumlah post yang tayang πŸ˜† bahkan perhari ini saja, post yang tayang hanya 168 sedangkan yang di-draft ada 272 πŸ˜‚ means ketika ada satu post yang akhirnya tayang, pasti ada satu dua post yang masuk draft atau 'tong sampah' πŸ™ˆ✌ even saat gue menulis post ini, sebenarnya gue sudah menulis satu post lain yang gue anggap 'gagal' dan nggak layak πŸ˜‘

---

Di luar permasalahan di atas, gue juga punya permasalahan lainnya yaitu gue nggak punya banyak kosakata bahasa Indonesia jadi ketika gue membaca tulisan teman yang terasa 'rich' sebab menggunakan banyak kosakata, here I am still merasa tulisan gue sangat biasa πŸ˜… dan jujur, itu membuat semangat menulis gue kendor, karena tulisan gue nggak berfaedah πŸ™ˆ sampai gue 'bertanya' ke diri gue sebelum memutuskan tayang, "Apakah tulisan gue layak?" -- dan kata hati pun menjawab, "Semisal lelah, it's okay untuk istirahat. Mau berhenti juga nggak apa-apa. Intinya pilih yang paling nyaman." πŸ’•

Hehehe, so yeah, see ya! 🀭
Is there anyone who ever felt.. when you write something, it turns out your writing is not good enough to publish? And, you suddenly feel lazy so you choose to draft-ing? I personally often feel like this, for some reason, I feel like my writing is not good enough so I decided to draft-ing and not publish it πŸ™ˆ especially after I did a blogwalking thingy, I started to think that my writing is terrible πŸ˜‚

Plus I have a problem in composing sentences where I think that my sentence is complicated πŸ˜… I can not express what is inside my brain and my heart with proper words, and my sentence structure also kinda bad. So, I'm afraid anyone who read will think, "What are you writing about?" and that makes me became more lazy to publish my writing which have piled up on the draft. Huft, if only all my writings are on papers, maybe I have already thrown the papers to the trash can πŸ€ͺ

Anyhow, I intend to stop blogging, because the number of my drafts (both in blog and notes) are more than the number of my (published) posts πŸ˜† per today, the published posts are 168 while the drafts are 272 πŸ€ͺ means when there was one post finally published, there must be one or two posts that ended in the draft or 'trash can' a.k.a totally delete πŸ™ˆ including when I wrote this, actually I have written another one that I consider 'failed' and not worthy enough πŸ˜‘

---

Aside from the problems above, I also have another problem, which I feel like I don't have a lot of vocabulary. So, when I read other blogs, I realize their writings are 'rich' because they use a lot of vocabulary, and here I am still feeling my writing is ordinary πŸ˜… and it makes my enthusiasm for writing is decrease, because I think my writing is so-so πŸ™ˆ sometimes, I even 'ask' to myself before deciding to publish, "Is my writing good enough?" -- and my heart replied, "If you feel tired, it's okay to take a break. And it's okay to stop too. You just need to choose which one is comfortable for you." πŸ’•

Hehehe, so yeah, see ya! 🀭
글을 μ“Έ λ•Œ κ·Έ 글이 퍼블리쉬 되기 μΆ©λΆ„νžˆ 쒋지 μ•Šλ‹€λŠ”κ±Έ λŠκ»΄λ³΄μ‹ λΆ„ μžˆλ‚˜μš”? κ°‘μžκΈ° κ²Œμ„λŸ¬μ Έμ„œ 보λ₯˜ν•˜κΈ°λ‘œ κ²°μ •ν•œμ μ€μš”? 개인적으둜 가끔 λͺ‡κ°€μ§€ 이유둜 이건 νΌλΈ”λ¦¬μ‰¬ν•˜κΈ° μΆ©λΆ„ν•˜μ§€ μ•Šμ•„μ„œ 보λ₯˜ν•΄μ•Όκ² μ–΄λΌκ³  λŠκ»΄μš” πŸ™ˆ 특히 λΈ”λ‘œκ·Έμ›Œν‚Ήμ„ ν•˜κ³  λ‚˜μ„œ λ‚΄ 글은 μ΅œμ•…μ΄λΌκ³  μƒκ°ν•˜κΈ° μ‹œμž‘ν–ˆμ–΄μš” πŸ˜‚

κ²Œλ‹€κ°€ λ¬Έμž₯ꡬ성에 μžˆμ–΄μ„œ μ œκ°€ λ¬Έμž₯을 λ³΅μž‘ν•˜κ²Œ λ§Œλ“œλŠ” λ¬Έμ œκ°€ μžˆμ–΄μš” πŸ˜… μ €λŠ” 머리와 λ§ˆμŒμ†μ— μžˆλŠ” 말을 μ μ ˆν•œ λ‹¨μ–΄λ‘œ ν‘œν˜„ν•˜λŠ”λ° μ„œνˆ΄λŸ¬μš”, λ¬Έμž₯ ꡬ쑰도 μ’€ λ‚˜λΉ μš”. κ·Έλž˜μ„œ λˆ„κ΅°κ°€ 제 글을 읽고 "λ¬΄μŠ¨κΈ€μ„ μ“΄κ±°μ•Ό?" 라고 μƒκ°ν• κΉŒλ΄ κ²λ‚˜μš”. 그게 제 글을 νΌλΈ”λ¦¬μ‹œ ν•˜λŠ”λ° κ²Œμ„λŸ¬μ Έμ„œ 보λ₯˜ν•˜κ²Œ λ§Œλ“€μ–΄μš”. Huft 제 글을 μ „λΆ€ 쒅이에 μΌμ—ˆλ‹€λ©΄ 벌써 μ“°λ ˆκΈ°ν†΅μ— 버렸을 μˆ˜λ„ μžˆμ–΄μš” πŸ€ͺ

μ—¬ν•˜νŠΌ 보λ₯˜ν•œ κΈ€(λΈ”λ‘œκ·Έμ™€ λ…ΈνŠΈμ—)이 포슀트(νΌλΈ”λ¦¬μ‰¬ν•œ) 보닀 λ§Žμ•„μ Έμ„œ λΈ”λ‘œκΉ…μ„ μ€‘λ‹¨ν•˜λ €κ³  ν–ˆμ—ˆμ–΄μš” πŸ˜† μ§€κΈˆ κ²Œμ‹œλœ 글이 168개인데 보λ₯˜μΈκ²Œ 272κ°œμ—μš” πŸ€ͺ 그건 포슀트 ν•˜λ‚˜κ°€ νΌλΈ”λ¦¬μ‰¬λ˜λ©΄ 보λ₯˜λ˜κ±°λ‚˜ 'νœ΄μ§€ν†΅'에 λ²„λ €μ§€λŠ”κ²Œ λ‘κ°œλΌλŠ” λ§μ΄μ—μš” πŸ™ˆ μ§€κΈˆ μ“°κ³ μž‡λŠ” 이글을 ν¬ν•¨ν•΄μ„œ 'μ‹€νŒ¨μž‘'κ³Ό κ°€μΉ˜κ°€ μ—†λŠ” λ‹€λ₯Έκ²ƒλ„ μΌμ–΄μš” πŸ˜‘

---

μœ„μ˜ λ‚΄μš©κ³ΌλŠ” λ‹€λ₯Έ λ¬Έμ œλ„ μžˆμ–΄μš”. μ €λŠ” μ–΄νœ˜λ ₯이 쒋지 μ•Šμ•„μš”. κ·Έλž˜μ„œ λ‹€λ₯Έ λΈ”λ‘œκ·Έμ˜ 글을 읽을 λ•Œ λ§Žμ€ μ–΄νœ˜λ₯Ό μ‚¬μš©ν•˜κΈ° λ•Œλ¬Έμ— 글이 'ν’μ„±ν•˜λ‹€'λŠ”κ±Έ κΉ¨λ‹¬μ•„μš”. 그리고 제 글이 ν‰λ²”ν•˜λ‹€κ³  λŠκ»΄μš” πŸ˜… κ·ΈλŸ°κ²ƒλ“€μ΄ 제 κΈ€μ“°κΈ°κ°€ κ·Έμ €κ·Έλ ‡λ‹€κ³  느끼게 ν•΄μ„œ 글쓰기에 λŒ€ν•œ 열정이 μ‹μ–΄μ§€κ²Œ λ§Œλ“€μ–΄μš” πŸ™ˆ 가끔 퍼블리쉬 전에 μ € μžμ‹ μ—κ²Œ "λ‚΄ 글은 μΆ©λΆ„νžˆ μž˜μΌλŠ”κ°€?"라고 'λ¬Όμ–΄λ΄μš”' -- 그리고 마음이 λŒ€λ‹΅ν•΄μš” "νž˜λ“€λ‹€κ³  μƒκ°λ˜λ©΄ μ‰¬λŠ”κ²ƒλ„ μ’‹μ•„. μ€‘λ‹¨ν•˜λŠ”κ²ƒ λ˜ν•œ μ’‹μ•„ λ„ˆκ°€ νŽΈν•œν•˜κ²Œ λŠλΌλŠ”κ±Έ 선택할 ν•„μš”κ°€ μžˆμ–΄" πŸ’•

Hehehe, so yeah, see ya! 🀭

80 comments:

  1. ADA 272 DRAFT!!!!

    bentar, saya melongo dulu. Huhu pantes mbak eno bisa ngepost sekian banyak dan rutin. orang draftnya lebih banyak lagi. hiahahaha...

    kalau saya malah rempong, satu artikel ngaduknya kelamaan karena kebanyakan mikir. jadinya orang lain sudah ngepost tiga, saya baru satu. atau malah udah ngepost 10, saya satu aja belum jadi.

    menurut saya sih, tulisan yang bagus nggak selalu 'rich' di kosakata, tapi juga bisa dari konten dan kesan yang dihasilkan. personally, tipe tulisan mbak eno yang lebih personal dan conversational memang berbanding terbalik dengan saya, tapi justru itu jadi ciri khas tersendiri. tiap main ke blog mbak eno, rasanya fresh karena menemukan hal yang berbeda. termasuk emoji-nya. :D

    tapi memang, baiknya mengambil jeda kalau sudah penat. nanti kembali dengan pikiran yang lebih fresh. sometimes less is more hihi. see ya mbak, semoga bisa kembali dengan lebih segar kalau memang akan mengambil jeda menulis πŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, iya mba, ada 272 draft yang menurut saya belum layak tayang πŸ™ˆ padahal kebanyakan sudah selesai semua dituliskan, tapi ya begitu permasalahannya, entah saya nggak pede sama isi tulisan saya yang terlalu receh, maupun alasan sepele lainnya πŸ˜‚

      Dan saya termasuk yang suka baca tulisan mba Mega, karena isinya deep, terlihat jelas kalau mba menuliskannya dengan riset yang matang, yaiyalah, diaduknya saja bisa butuh waktu sangat lama 😍 itu yang ternyata sulit untuk saya lakukan, mostly saya hanya melakukan itu untuk topik review dan experience saja πŸ˜…

      Aha, begitu ya mba, noted πŸ˜† saya jadi senang karena dapat feedback dari mba Mega. Seenggaknya efforts saya nggak begitu sia-sia hihihi ~ mungkin memang kapasitas saya lebih banyak di-tulisan seperti ini mba πŸ™ˆ

      Terima kasih banyak mba Mega 😍
      I'm back with a happy feeling ~ πŸ’•

      Delete
    2. menurutku ciri khas mba eno justru ada di cara memaparkan topik berat dengan ringan. Nggak ribet bacanya, malah senang karena serasa diajak ngobrol.

      Topik kayak became a host, atau cerita tentang si mbak, sebenernya adalah topik yang cukup "berat", apalagi kalo saya yang nulis.... setara sekarung beras keknya (HAHAHA). Tapi Mbak Eno bisa menjelaskan dengan porsi yang pas dari sisi personal dengan isi yang berbobot. Tahu-tahu sudah banyak aja gitu ilmu yang saya dapat dan trivia-trivia berguna yang bermanfaat.

      Saya mah, sadar diri ngga bisa nulis yang begitu, karena orangnya terlalu struktural dalam tulisan hihihi. Apalagi ditambah mba Eno nulisnya cepet dan senantiasa berinteraksi sama pembaca, nggak salahlah blog ini banyak pembacanya meskipun awalnya hanya untuk teman dan kerabat.

      demikian kesan dan pesan singkat lewat hehehe~ ku senang bisa baca blog ini rutin meskipun komennya suka telat :")

      Delete
    3. Wah, ternyata begitu yah pandangan mba as pembaca kepada tulisan saya πŸ™ˆ terima kasih mba, I feel so good, karena pada awalnya justru saya merasa tulisan saya yang bisa dibilang agak serius itu rasanya jadi nggak berbobot sebab terlalu ringan πŸ˜… makanya saya berpikir, "Duh, tulisan ini bagus nggak ya, kok jadi nggak kelihatan seperti tulisan yang serius di luar sana. Apa ada yang salah dari cara menulisnya?" begitu, mba 🀧

      Mungkin itu yang saya maksud, ingin menulis secara struktural agar lebih jelas ~ tapi mengingat kemampuan terbatas, akhirnya tulisan jadi ringan (semoga saja tetap ada bobotnya meski ringan) πŸ˜‚ terima kasih sekali lagi mba Mega, betul-betul membuka sudut pandang saya lebih jauh soal dunia kepenulisan. And it will helps me grow to be more better. Lavvvvv πŸ˜πŸ’•

      Delete
  2. kalo menurutku sih, soal gaya bahasa, saja. aku juga kadang ngerasa bahasanya masih amburadul, makanya kadang aku juga sunting lagi saat udah published.

    aku biasanya drafting karena ngerasa tulisan belum lengkap, atau misal ada beberapa foto atau data pendukung yang kurang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, saya merasa bahasa saya amburadul banget, kadang nggak sinkron dengan apa yang ada di otak. Semacam kesulitan untuk delivery dalam kata-kata πŸ˜‚

      Saya pun setelah publish pasti sunting berkali-kali sampai saya merasa cukup puas meski setelah dibaca lagi kadang nggak puas πŸ€ͺ

      Delete
  3. Saya seriiiing banget. Tapi draftnya nggak sebanyak Mba Eno, hehehe. Postingan dan draft Mba Eno kalau dijumlah bisa jadi jumlah postingan di blog saya per hari ini, hehehe.

    Kayaknya sama ya, banyak blogger yang merasa seperti ini. Nggak pede setelah blogwalking. Akhir2 ini saya merasakan hal yang sama. Akhirnya milih istirahat dulu, Mba. Blognya nggak diurus hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Eno, maaf, kelupaan. Waktu bw rapelan kemarin, saya kok nggak nemu postingan 'Quick Update' ya? Jangan2 masuk draft lagi?

      Saya sempat baca, lho, Mba.πŸ˜‰ Hm, blognya Mba Eno bagus kok makanya banyak yang main ke sini. Termasuk saya yang suka baca tapi nggak komen dulu.πŸ€—

      Mba Eno banyak memberikan inspirasi, lho. Matur nuwun, Mba.😍

      Delete
    2. Woaaaa postingan mba Pipit berarti sudah banyakkk 😍

      Iya mba, saya karena kebanyakan blogwalking jadi minder sendiri sama tulisan saya hahahaha padahal saya pernah menulis soal it is more greener? Tapi yang namanya perasaan kadang datang tanpa diduga. Wk πŸ˜‚ makanya saya ambil break untuk memulihkan perasaan saya dan niatan saya terhadap dunia blog biar nggak bergeser ke arah yang nggak sesuai harapan pada awalnya πŸ™ˆ

      Ohya post Quick Update itu isinya cuma kasih info kalau dua post sebelumnya ada human error di mana saya nggak sengaja mengunci kolom komentar, mba πŸ˜‚ saya baru sadar kalau terkunci setelah di-email beberapa teman bloggers, dan diinfo sahabat saya yang kebetulan baca tulisannya. That's why saya buat post Quick Update yang saya hapus sehari setelahnya 🀭

      Eniho, terima kasih mba Pipit sudah selalu membaca tulisan saya dan mensupport saya 😍 saya juga suka tulisan mba Pipitttt, semoga mood mba dalam menulis segera kembali, yah πŸ’•

      Delete
  4. Kak, mohon maaf, draftnya kenapa banyak banget?! Nggak nyantai banyaknya huahaha.

    Tulisan kakak nggak belibet kok, enak banget bacanya dan menginspirasi juga!

    Tapi sepertinya kakak lagi mau rehat ya, take your time kak eno! Janji balik lagi ya πŸ˜† #posesif soalnya aku ngerasa kayak punya kakak yang selalu support aku berkat kak eno 😳

    ReplyDelete
    Replies
    1. Draft-nya hasil koleksi dari setahun kemarin, Lia πŸ˜‚

      Terima kasih lho buat dukungannya dan kata-kata manisnya hihihi ~ I'm back kok sekarang 🀭 ayo Lia juga semangat menulisnya, nanti kakak main ke blog Lia 😍

      Delete
  5. Wadaw, kalau kosa kata segini aja dibilang sedikit apalagi aku? :') Yang penting maksud tersampaikan dan menikmati aja, ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Indi 😁 yang penting tersampaikan πŸ˜‚

      Delete
  6. It's okay to take a break for a while, Mba Eno (but pleaseee jangan quit, aku bakal kangen berat dengan cerita-ceritamu 😭). Sometimes hal yang kita sukai pun bisa menjadi 'beban'. Mungkin saatnya untuk refreshing dengan hal baru supaya nggak penat 😊

    Karena aku memang penyuka tema lifestyle, blog yang aku baca pun rata-rata menggunakan bahasa sehari-hari seperti Mba Eno ini. Jadi kesannya kayak "ngobrol" langsung dengan si pemilik blog. Betul kata Mba Mega, aku merasa nyaman baca blog Creameno ini karena nggak kaku, makanya aku betah main ke sini, kayak main ke rumah teman lama kemudian dijamu dengan makanan dan pemandangan2 kece yang tentunya dalam bentuk galeri foto πŸ˜‚ (akutu hampir tiap hari cek ke sini apakah ada tulisan baru, sesuka itu dengan creameno hihi).

    Terkadang malah kalau ketemu yang menggunakan bahasa baku banget sampai menggunakan diksi yang ribet, aku malah susah nangkep πŸ˜… Jadi ya setiap orang ada ciri khas masing-masing sih hihi dan yang penting nyaman dan jadi diri sendiri saat blogging.

    Come back soon yaa, Mba Eno. Mudah-mudahan bisa kembali dengan hati dan semangat yang lebih segaaaar. νž˜λ‚΄μ„Έμš” πŸ€—❤

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, it's trueeeee. Kadang hal yang kita suka bisa jadi beban, makanya yang berlebihan pun nggak baik ya mba ternyata hahahahahahaha πŸ˜‚ thanks to komentarnya mba Jane, saya jadi merasa kalau istirahat memang sangat diperlukan 😍

      Terus hidung saya jadi kembang kempis donggggg karena mba Jane sampai datang ke blog saya setiap hari hanya untuk check apakah ada tulisan baru atau nggak πŸ™ˆ terima kasih untuk cintanya yang ruarrrrr biasa yah mba, you should know that saya selalu keep update mengenai tulisan-tulisan mba Jane juga, meski belum sempat komentar untuk dua post terbaru mba 😍

      Once again terima kasih mba, and I'm back! πŸ˜†πŸ’•

      Delete
  7. Tulisan ini musti di kasih link ke tulisannya Mba Eno yang laen kayaknya, deh, seperti ke tulisan ini contohnya : Is it more Greener?πŸ˜ŒπŸ˜… trus komentar-komentarnya dibaca lagi yaaah.. *puk puk puk

    Take your time Mba Eno (mengucapkan kembali kata-kata Mba Eno ke saya kmrn dulu) hihihi..

    Kalo udah selesai semedinya ntar balik lagi yah mbaaa.. 😁(ngomongnya begitu tapi behind the scenenya? rada gak ikhlas juga, πŸ˜… )

    Karena nanti pasti kerasa ada yang hilang, soalnya tiap hari suka bolak balik ke sini) πŸ₯ΊπŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. ps : Skor ngedraft saya hampir menyamai Mba Eno, Draft 190 Publish 83, sisa yang hilang kurleb 17 post hihihi..

      Delete
    2. Hahaha, ternyata mbak Rini juga sama ya, banyak ide tapi tidak sampai selesai menulisnya.

      Kadang aku heran sama mbak Rey yang bisa nulis panjang tiap hari.πŸ˜„

      Delete
    3. Wk, mba Rini tau saja, saya juga baca ulang tulisan saya yang It Is More Greener dan baca komentarnya πŸ™ˆ lumayan membantu memberi semangat saya yang kendor hahaha.

      However now I'm back mba, terima kasih atas supportnya dan komentar-komentar manisnya di blog saya 😍 ayo mba Rini, semangat jugaaaaa πŸ’• lumayan itu draftnya ada banyak hahahahaha. Pasti mba Rini tau perasaan saya kenapa sampai punya draft segitu banyaknya πŸ˜†

      Delete
    4. Sama mas Agus, saya juga heran πŸ™ˆ
      Mba Rey menurut saya is one of a kind sih ~ 😁

      Delete
  8. Padahal saya suka banget sama gaya nulisnya mbk Eno.
    Nggak cuma mbk Eno, saya sendiri juga sellau mikir tulisan saya kayaknya terlalu jelek dan nggak jelas banget buat dipublish. Numpuk juga jadi draft, tapi saya nyimpennya nggak di blogger langsung. Saya tulis di aplikasi gitu, kalaupun numpuk ya biar disana aja😁
    Semangat mbk enoπŸ’ͺ, saya suka gaya penulisannya mbk Eno lho, kalau menurut saya asyik banget buat dibaca.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Astria, terima kasih sudah suka 😍

      Sama mba, banyak draft saya simpan di notes yang memang khusus untuk ide-ide tulisan di blog πŸ˜‚ gerah juga awalnya lihat dashboard blogger penuh draft, jadi saya pindah satu persatu hahahahaha πŸ™ˆ

      Semangat juga untuk mba Astria πŸ˜†πŸ’•

      Delete
  9. Jawabannya : Setiap waktu Mbakyu..

    Saya selalu merasa tulisan saya itu jelek banget dan tidak menarik untuk dibaca.

    Cuma, saya belajar sesuatu selama perjalanan selama menjadi blogger, yaitu bahwa saya seorang blogger.

    Saya bukan performer, bukan influencer, bukan salesman. Saya tidak perlu menyenangkan orang lain saat menulis. Apalagi harus berpikir untuk menyenangkan semua orang.

    Jadilah kemudian saya lahirkan kebiasaan, sebuah tulisan harus jadi. Jelek atau buruk bukan sebuah masalah, itu masalah pembaca. Mereka yang berhak menilai, bukan saya.

    Kalau mereka anggap buruk, ya buruk, baik ya baik. Saya juga tidak mau ambil pusing soal pandangan orang dalam hal ini.

    Jadi, saya tidak punya konsep "drafting". Tulisan harus selesai dalam waktu tertentu, dan kemudian harus dipublis.

    Barulah kemudian, kalau sempat saya baca ulang dalam posisi sebagai pembaca. Saya cari kelemahan dan kekurangannya. Barulah setelah itu saya buat tulisan lain dengan pelajaran yang saya dapat dari tulisan sebelumnya.

    Draft saya kosong dengan pola tersebut dan tidak akan pernah dibiarkan terisi. Paling banyak selama ini hanya 2 saja.. selebihnya saya posting, dan hanya segelintir yang saya delete karena terlalu jelek.

    Yang seperti ini bukan karena saya merasa tulisan saya bagus, tetapi karena saya harus terus bergerak maju. Berpikir terus bahwa tulisan kita jelek justru menjadi penghambat perkembangan saya sebagai blogger.

    Ealah jadi bikin artikel di kolom komentar mbak Eno...

    Maaf... #kabuurrr..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setujuuu banget sama mas Anton diatas... Jadi diri sendiri aja susah pa lgi jadi orang lain... Bravo mbak Eno... Jgn ngilang kyk saya kemaren yaak 😊....

      Delete
    2. Waaah terharu baca komentar mas Anton 🀧

      Betul, kita ini blogger, bukan performer, yang harus menyenangkan hati setiap orang yang membaca tulisan kita πŸ™ˆ hahaha. Meski saya sebenarnya nggak pernah ada niatan menyenangkan hati pembaca πŸ˜‚ saya lebih ke merasa kesal kalau nggak bisa menyampaikan isi otak saya dengan kata-kata yang saya inginkan πŸ˜…

      Terima kasih banyak mas for the insight, jadi punya insight baru dari kacamata blogger senior 😍 memang seyogyanya kita harus improve ya, mas 😁 mungkin saya-nya juga yang terlalu banyak berpikir jadilah semangat saya kendor sendiri karena sudah nggak mau ambil pusing 😡 hahahahaha.

      Semoga ke depannya saya bisa jadi lebih baik 🀭

      Delete
    3. Siap mba Hen πŸ˜πŸ’•

      Delete
  10. Buset, draftnya aja banyak gitu. Kayaknya bisa jadi stok sampai akhir tahun. hahhahaa
    mbak eno itu salah satu yang paling rajin. Seminggu bisa publish beberapa tulisan. dibandingkan aku yang belum konsisten..hiiks

    aku juga punya kecenderungan itu mbak, jika belum 'sreg' sama tulisannya yaa ga aku publish. pernah sampai aku hapus dari draft. Pernah mengubah banyak tulisan karena emang ga sreg sama tulisan itu. aku anggap itu sebagai hal yang wajar. Khan kita nulis juga dipengaruhi dengan kondisi saat itu. Pasti kondisi akan berbeda di beberapa jam/hari selanjutnya.

    yang penting masih ada semangat buat nulis.
    tadi malam aku lihat live IG sujiwotejo. Dia bilang jika bahasa adalah pembentuk sebuah realitas.
    Di atas mbak eno bilang belum ketemu kata yang tepat untuk menggambarkan ekspresi otak dan hati. Sepertinya itu sesuai dengan maksud bahasa adalah pembentuk realitas.

    salam dari saya yang ga sreg sama tulisan yaa ga publish :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau isinya bagus sih iya mas bisa sampai akhir tahun πŸ˜‚ permasalahannya menurut saya isinya nggak bagus-bagus amat makanya sampai sampai take a break πŸ˜… hihihi. It's okay mas Rivai kan busy, jadi ikuti jadwal terbit yang mas punya dan saya akan tetap setia membaca dengan senang hati 🀭

      Betul banget mas, memang isi tulisan kita itu sedikit banyak bisa dipengaruhi dengan apa yang kita pikirkan saat itu, which is bisa berubah sewaktu-waktu tergantung dari apa yang kita alami dihari berikut πŸ˜‚ itu yang membuat saya kadang merasa kalau tulisan saya kurang bermutu 🀣 karena sedikit banyak terpengaruh haha.

      Eniwei, bagus banget yah kata-katanya Om Sujiwotejo, saya jadi sadar memang saya belum bisa terlalu mahir dalam membentuk realitas menggunakan tata bahasa yang saya punya. Hahaha. In the end, semoga kita bisa pelan-pelan belajar untuk lebih gampang sreg sama tulisan kita πŸ™ˆπŸ’•

      Delete
  11. sering. malah banyak. sudah cape cape ngedraft akhirnya ngga diterusin dan ganti topik :-)

    ReplyDelete
  12. Kalo mau perbanyak kosakata Bahasa Indonesia, perbanyak baca buku atau tulisan bahasa Indonesia saja. Kalo masalah teknisnya, saya juga ngga begitu peduli sih. Yang penting masih bisa dibaca oleh saya. Ha ha ha.

    Tapi kalo ngomongin drafting itu, saya juga punya cukup banyak pos yang hanga berujung masuk draft. Terakhir saya cek ada 20-an lebih. Yang layak publish, paling 1-2 saja. Makanya, ketika ada gerakan menulis 1 hari 1 pos selama sebulan saya ngga yakin sanggup.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas Rahul, hihi sedang mencoba untuk lebih banyak membaca buku berbahasa Indonesia disela waktu luang 🀭

      Sama dong mas, saya pun nggak sanggup kalau harus ikut gerakan menulis satu hari satu post, karena bisa menulis tiga hari sekali satu post saja sudah sangat wasyukurilah πŸ˜‚

      Delete
  13. Siang mbk Eno πŸ˜€, kalo saya sih baca tulisan mba itu nyaman dan simpel sih penulisannya juga tertata walaupun ditulis dengan gaya yg santai, menarik juga apa yg dibahas, kadang hal" yg ringan malah bisa jadi satu tulisan, contohnya yg kayak mbak posting ini, mbk aja yg postingannya menurut sy bagus masih ngerasa ada yg kurang, apalgi saya mbak, masih jauh dari katagori apiik, kadang bahasanya kesantuyan, dan tata bahasanya msh amburadul, tpi ya gitulah saya, yg penting apa yg saya tulis bisa tersampaikan walopun kadang postingannya ga penting"amat πŸ˜‚, minimal belajar dr orang yg sering sy liat tulisannya, mengambil yg baik menurut sy, tpi tetep jadi diri sy sendiri yg santuy πŸ˜‰. Hiliiih ketinggian yaak gayanya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mba Hennnn πŸ˜πŸ’•

      Iya mba, saya merasa tulisan saya kadang nggak berbobot, terlebih susunan bahasanya yang menurut saya masih berantakan. Hehehe. That's why saya istirahat untuk kembali mengumpulkan remahan niat dan semangat saya di-awal saat baru memulai kegiatan blogging πŸ™ˆ

      Eniho, saya suka tulisan mba Hen lhooo, lucuknya dapat, serunya juga, dan makna yang terkandung pun mudah dipahami meski menurut mba nggak penting πŸ˜‚ however, kalau bisa sampai mengumpulkan banyak pembaca, means tulisan mba Hen itu menarik 😍

      Semangat untuk kita, mba πŸ’•

      Delete
  14. Apa, draf nya sampai 272 buah, kalo blog saya paling hanya 20 saja, tapi untuk sinopsis film bisa sampai 200 juga sih drafnya.

    Menurutku gaya tulisan mbak Eno udah bagus kok, enak dibaca lagi.

    Tetap semangat menulis mbak.πŸ˜„

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tuh bukan saya saja yang sampai 200an, kan? πŸ˜‚
      Terima kasih banyak mas Aguuuuuusss πŸ™ˆ

      Delete
  15. Tidak dapat mengekpresikan apa yang ada di pikiran!
    Saya banget!

    Saya sadar banget, kalau bicara pun saya seringnya kebalik-balik kata-katanya, bukan hanya itu, selain kebalik, pun juga saya boros kata, pengulangan yang nggak perlu, penempatan kata yang sama sekali nggak beraturan semestinya.

    Kalau dalam teori pelajaran bahasa Indonesia yang saya ingat mengenai SPOK, saya nulisnya bisa PSOK atau OKPS, hahaha.

    Belum lagi ketambahan diganggu anak-anak, makin dah nggak nyambungnya antar paragraf satu dengan lainnya.

    Itulah mengapa, banyak yang menyarankan saya menulis buku, sayanya ogah, karena saya menyadari belom bisa menyiapkan waktu yang fokus untuk menyusun kata sebagaimana tulisan yang bisa dijual :D

    Cuman kalau blog, biasanya kalau udah selesai saya tulis, meski kurang sreg saya publish saja, kecuali mandeg di tengah-tengah, udah deh jadi draft deh :D

    Kalau masalah bosan menulis, belum bosan sih ya, meski jujur saya kurang ide untuk beberapa tema, biasanya kalau udah gitu saya break the rule aja, nulis tema sembarangan hahaha.

    Btw lagi, saya sering banget, asal posting sebuah tulisan, meski jujur saya merasa kurang sreg, biasanya saya publish lalu udah, saya tinggalkan.

    Lalu keesokan harinya, saya terharu ada beberapa komen, biasanya saya baca kembali dan suprise sendiri melihat tulisan saya ternyata nggak jelek-jelek amat, banyak juga yang ngerti apa maksud tulisan saya, meski bahasa saya belibet hahaha.

    Daaannn betweee..
    Saya sungguh tidak mengerti, tulisan Eno itu bagus-bagus loh, justru saya betah berlama-lama di sini, membaca kata demi katanya dengan seksama, bahkan seringnya saya pelototin komentar-komentar yang ada, karena ya memang menarik, tulisannya mudah dipahami, dan sama sekali nggak ada belibetnya.

    Justru mungkin karena ditulis dengan bahasa khas sendiri, jadinya pembaca lebih enak baca dan memahaminya :)

    Semangaaatt Eno, tentu saja kalau lelah boleh kok istrahat, dan kami semua akan setia menantikan kembali tulisannya saat udah merasa nyaman menulis lagi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahaha, mba Rey betul-betul bisa membaca maksud saya, itu dia mba, kebolak-balik lah, susunannya nggak jelas, maksud otak mau tulis begini eh yang ke luar begitu πŸ˜‚ ruwet, mana vocab juga nggak banyak. Semakin deh membuat saya jadi agak malas menulis kemarinan πŸ€ͺ

      Salut sama mba, meski kehabisan tema, tetap bisa kejar menulis sehari satu post 😍 susah banget untuk saya menjaga konsistensi tersebut, bahkan bulan Juni ini jumlah postingan saya sangat sedikit dibanding bulan Mei lalu πŸ˜‚ kawatir bulan depan semakin sedikit hihihihi.

      Terima kasih komentarnya mba πŸ™ˆ senang rasanya kalau ada yang mau baca tulisan-tulisan saya even bisa memahami maksud saya meski kadang saya kesulitan menyampaikannya. Saya juga kadang suka kawatir kalau apa yang saya tulis nggak bisa ditangkap dengan mudah dan akhirnya menimbulkan kesalah pahaman πŸ˜‚ gara-gara itu juga kali ya, saya jadi kebanyakan draft daripada publish postnya ahahahaha.

      Well, apapun itu, I'm back, mba 😍

      Delete
  16. Hai Mbak....
    Nurut aku tulisan Mbak itu ngalir dan enak banget kok di baca. Tapi, wajar sih kalau Mbak punya perasaan begitu karena Mbak yang menulis. Kaya adekku yang selalu aku encourage nulis, sebab nulis itu emang bagus buat kesehatan jiwa menurut aku, hahaha.


    Tapi, adekku selalu bilang "GA PD" katanya, gimana kalau ga ada yang baca? aduh......hahaha.

    Btw, tulisan mengalir begini yang bikin orang baca mengalir dan seneng. Dan ini yang aku kangenin. Stiap blog yang rajin aku kunjungi pasti ada point plus yang aku suka.

    Aku sendiri nulis kadang juga merasa begitu, tapi aku nekad aja publish, hahaha. Meski kalau urusan drafting sih banyak banget draft yang akhirnyaga publish karena tulisan berasa out of date. Awalnya ga publish belum ada gambar endingnya ga pernah publish, hahahah,

    Jangan pernah berhenti, ya Mbak....nyesel nanti.
    Aku dulu pernah berhenti 3tahun kira-kira toh endingnya balik lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh mbak hanila akhirnya aktif ngeblog lagi.πŸ˜„

      Memang kalo menulis harus dirasa bagus menurutku ngga bakal kelar kelar sih. Aku kadang nulis cerpen juga rasanya kok ngga bagus, kira kira yang baca puas ngga ya? πŸ€”

      Tapi karena sudah seminggu ngga posting, akhirnya aku terbitkan juga biarpun jelek.πŸ˜‚

      Delete
    2. Mba Hanila apa kabar? 😍

      Kangen banget baca tulisan-tulisan mba Hanila hehehe. Iya mba, memang susah susah gampang ternyata menulis itu, bagi saya yang melakukannya pun mood bisa sangat menghambat hahahaha πŸ˜‚

      Eniho, beberapa draft saya juga nggak tayang alasannya karena sudah out of date mba πŸ™ˆ mostly menyangkut opini heehehehe. Karena suka maju mundur kalau sudah berurusan sama sudut pandang pribadi 🀭

      Siap mba, terima kasih banyak 😍
      Ditunggu comebacknya mbaaa πŸ’•

      Delete
    3. Tulisan cerpen mas Agus bagus-bagus kok πŸ˜‚ meski untuk tema horror jarang saya baca karena terlalu seraaaaam πŸ™ˆ

      Delete
  17. Eno, ga usah khawatir, semakin lama menulis semakin nambah kok kosakatanya. Sama, tidak perlu terpengaruh sama penulis manapun, you already mark your writing style. Memang beberapa penulis memang keunikannya di kepandaiannya memilih dan menggunakan kata-kata pas dan mengekspresikannya dengan puitis, ada juga yang blak-blakan, atau ada yang mendayu-dayu. Intinya, each writer is unique, just stay true to yourself.

    Stuck dan kurang percaya sama tulisan dan berakhir tulisannya hanya menjadi draft? Ini saya banget nih Eno. Tahu ga, beberapa postingan saya terakhir tentang Lijiang, Kunming dan Sumba, semuanya juga dalam bentuk draft selama bertahun-tahun hahaha. Pas dapat moodnya, saya lanjutkan. So. your drafts are your future blogging assets.

    Semangat terus Eno

    ReplyDelete
    Replies
    1. I do wish too mas, semoga kosakata saya semakin bertambah setiap harinya especially kosakata bahasa Indonesia saya yang sepertinya stuck segitu-segitu saja πŸ™ˆ hehehehe. Siap mas, I will stay true to myself 😍

      By the way, saya suka bangetttt tulisan mas Cipu kalau lagi jalan-jalan hahaha. Lucu-lucu ceritanyaaa πŸ˜‚ bahkan saya masih ingat cerita yang di dorm itu, omg hahahaha. Nanti saya main lagi ke blog mas Cipu, semoga sudah ada tulisan teranyar 🀭 nggak sabar mau baca ehehehe.

      And thank you for the words, semoga betulan bisa jadi assets 😍

      Delete
  18. Tulisan sudah bagus masih dibilang belibet kok saya jadi bingung, ya? Dan pembendaharaan kata-katanya juga sudah banyak masih dibilang biasa, bingung lagi saya. Blog saya malah lebih parah lagi artikelnya hanya hasil copas yang di edit sedikit kadang mau ngeditnya juga bingung sebab saya tak punya banyak kata-kata bila dibandingkan sama blog mbak blog saya kalah jauh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hermansyah ini mas Kal El, yah? πŸ˜‚

      Oalah sekarang saya jadi tau tokoh dibalik tulisannya mas Agus soal Herman Herman ituuu hahahaha 🀣 by the way, begitulah manusia mas, sama seperti mas yang bingung, saya pun sempat bingung dengan tulisan-tulisan saya πŸ™ˆ eniho, blog mas Kal (eh mas Herman?) itu nggak bisa dikasih komentar, yah? 😬

      Delete
  19. tulisan yang diblog aku ga sampe segitu yang tayang, duluuu ada beberapa post yang aku hapus , karena menurut aku pribadi waktu pertama nulis agak alay lebay gimana gitu, sekarang nyesel kenapa aku hapus, padahal itu kan "kenangan isi pemikiran" jaman bahula waktu blogku lahir.

    selama menurut kita "it's oke & nyaman" nggak masalah dipublish aja mba, anggap blog ini diary anak SMA yang nulis suka suka

    kadang aku sendiri merasa kosakata aku kurang juga, waktu baca tulisan mb eno yang lupa post yang mana, pokok ada yang menyebut kosakata gitu hehehe, aku langsung "tersadar" oohhh ternyata memang kosakata aku juga ga banyak banyak amat, terutama untuk bahasa indo yang levelnya tinggi alias lebih terlihat berbobot macam politikus.
    kalau aku BW ke blog temen-temen, dari sana aku jadi tau "ooo ini sebutan lain dari kata ini", lebih elegan. jadi kalau next bikin content yang agak elegan bisa lah diterapin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah, sayang banget sampai dihapus ya, mba πŸ™ˆ padahal kalau didraft masih bisa dibaca-baca 🀭 hihihi. By the way, saya juga maunya dipublish semua, tapi saya nggak nyaman makanya tulisan-tulisan tersebut berakhir di-draft πŸ˜‚

      Nah, iya saya pernah tulis soal itu di-post yang Is It More Greener, mba 🀭 memang kelemahan saya pada kosakata, ingin rasanya punya kosakata yang banyak dan level tinggi seperti teman-teman lainnya, tapi kemampuan saya masih amat sangat terbatas πŸ™ˆ dan dari blog para teman-teman pun saya belajar banyak soal kosakata baru yang belum pernah saya dengar sebelumnya 😍

      Delete
  20. Wah, banyak juga draftnya Mbak.
    Tapi menurut saya tidak apa-apa, kadang mood kita terhadap suatu tulisan memang berbeda-beda di setiap waktunya.
    Saya bahkan, beberapa kali posting tulisan, lalu beberapa lama kemudian membaca lagi tulisan itu, malah jadi males sendiri, dan akhirnya saya tarik dari blog.

    Hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, beginilah nasib blogger yang menulis ikut mood πŸ˜… hehehehe. Sama kita mas, kadang saya sudah publish terus saya tarik lagi kalau merasa tulisan tersebut nggak layak πŸ˜‚ hehehehe. Butuh proses untuk lebih matang sepertinya ~

      Delete
  21. Jangaaaaaaaaaaan, jangan berhenti menulis mba eno
    Nulis itu candu, kalau pun ada moment berhentinya ga pa pa tapi ya sebentar aja, pas lagi hectic atau memang lagi sibuk sama kerjaan atau dunia nyata, tapi tetep seyogyanya terus nulis karena sejatinya banyak yang selalu menantikan updateanmu ini loh #termasuk aku huehehπŸ˜πŸ˜€

    #Eh aku sebenernya baca ini uda dari semenjak dipublish lho. Sengaja komennya nungguin ntaran klo yang lain uda pada ngumpul, mau bacain komennya atu-atu maksudnya, mau tahu pendapatnya pegimana...

    Daaaan rata-rata pada bilang tulisan mba eno bagus kan, berkarakter, punya ciri khas. Walaupun ringan (e tapi ada juga yang berat deng semacam yang mengulas bisnis dan experiences tempo hari, dan tentunya though yang berisi pandangan-pandangan akan suatu hal dari sisi mba enonya).

    Terus aku pikir perbendaharaan katanya mba eno uda bagus-bagus banget malah, bahkan aku sampai bisa belajar bahasa inggris segala loh kalau pas main ke blog ini. Makanya aku bilang jangan minder mba eno kalau abis liat tulisan tetangga eh maksudnya blogger yang menurut mba eno kata-katanya rich. Setuju dengan komen pak anton dan mas cipu, juga yang lain kalau mba eno itu ga perlu minder segala. Karena emang style nulis orang itu beda-beda. Ada yang to the point, mendayu-dayu (mellow aka puitis), resmi, kayak essay/jurnal/karya ilmiah, humor, kritik, dll.

    Kalau menurutku ya, ga ada istilah blogger senior atau blogger junior. Blogger ya blogger aja...huahahah...yang penting punya blog, nulis, update, konsisten. Perkara tulisannya bagaimana itu dikembalikan lagi pada semesta alias yang baca. Baik yang udah jadi circle dan sering mampir kemari atau yang kesasar dari belantara internet.

    Selama ini, biarpun perasaanku mengatakan kalau tulisanku jauh dari kata bagus, tapi lambat laun aku bisa berdamai dengan caraku menulis. Aku ga mau berusaha menjadi orang lain biarpun kadang tergoda juga, misalnya abis baca tulisan blog yang ngulas blogging dan berisi petuah-petuah tentang bagaimana cara menulis yang enak, bla bla bla...tapi enak atau ga nya kan itu subjektif banget ya. Ga bisa disamaratakan antar satu orang dengan orang lainnya. Bisa jadi kita ngerasa tulisan kita ga layak publish tapi ternyata buat yang lain malah menghibur, bisa jadi kita ngerasa tulisan kita sampah tapi ternyata ga buat orang lain, ya kaaaan...jadi begitulah...

    Intinya dulupun aku sering ngerasa makjleb kalau abis baca tulisan orang yang keliatannya kok mutu betul. Pingin mutung rasanya akutuh di tengah jalan. Tapi abis itu ya aku baru nyadar, kalau karakter kita begini ya begini, kalau berpatokan pada tulisan orang lain yang menurut kita bagus tapi kitanya malah ga menikmati atau kayak kehilangan ruhnya ketika menyampaikan isi tulisan ya jadinya sayang aja kan... #ngomong opo to aku ini hihi

    Intinya, mba eno harus percaya diri kayak aku #hlo kok aku ya, aku mah kelewat pede ya...padahal tulisanku jelek ahaha...ga ga..maksudnya tulisan mba eno yang banyak dinantikan banyak orang ini udah ngalir enak, fun, dan pas aja proporsinya (menurutku loh ya). Jangan berhenti ngeblog hanya karena mba eno ngerasa ga seperti tulisan teman yang bagus... soalnya kita-kita aja yang suka mampir dimari bada bilang setuju kalau tulisan mba bagus. Ciri khasnya kentara banget. Klo berhenti ngeblog, ntar ga ada yang suka bilang eniho lagi, bhihihi..

    Smangad terus ya mba eno.....always love your style kok akunyah 😍😍😍😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Nita ini memang juarak deh kalau urusan komentar hahahahaha. Terima kasih banyakkkkk mba sayang πŸ˜πŸ’•

      Oalah ternyata begitu toooh, tapi iya, mba Nita sering bilang kalau baca post saat baru tayang, tapi komentarnya belakangan menunggu yang lain komentar dulu hahaha πŸ™ˆ itu jadi ciri khas mba Nita sekarang sepertinyaah ~

      By the way, saya sering merasa kosakata saya nggak banyak setelah baca tulisan yang serius deh mba (baru sadar), macam opini-opini tapi yang serius gitu πŸ˜† apalagi kalau penulisnya pakai kosakata yang saya nggak paham, langsung habis itu merasa tulisan saya jelek semua πŸ˜‚ payah banget saya memang hahahahahaa.

      Suka sama kata-kata mba Nita, tujuan utama blogging sebetulnya untuk menulis pada diri sendiri, yang mana kadang saya lupa hahahaha. Jadilah saya was-was kalau tulisan saya nggak berbobot dan lain sebagainya. Padahal yang sudah dipublish semua pun mostly nggak ada bobotnya hahahaha kenapa saya terlalu kawatiran yah 🀣 heran 🀭

      Terima kasih banyak mba Nita untuk insight-nya. Seriously membantu saya untuk memahami apa yang saya inginkan dari dunia blogging ini dan apa yang harus saya lakukan ke depannya 😍 apa yang mba jabarkan itu sedikit banyak saya rasakan juga, dari mulai merasa tulisan buruk setelah baca tulisan orang yang jauh lebih bagus, sampai akhirnya kehilangan mood, hanya karena merasa kawatir kalau tulisan saya terkesan nggak bermutu πŸ™ˆ

      Pokoknya terima kasih banyak mba Nita, sudah membuat saya jadi semangat lagi untuk menulis hahaha semoga ke depannya saya nggak mood-moodan πŸ˜† dan terima kasih juga untuk kata-kata manisnya, just as sweet as penulisnyaaaaa πŸ˜πŸ’• semangat terus untuk kita, mba 😬

      Delete
  22. To begin with, let's have a look at the illustration picture of this post. There is one book at the upper-left corner of the pic that might be suitable for this issue: The subtle art of not giving a f*ck by Mark Manson. :)

    See? We don't always need approval from others for whatever we do or write.

    Besides, "good" is a very subjective thing. Don't you think?
    When it comes to me, "good writing" is nothing but "writing that I enjoy", and that's totally fine.

    I do believe that any writings will eventually find their readers, no matter what. So keep on writing, Mba!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Correct, I do thinking that way too, but sometimes I just cannot approve myself hahahaha. So it's not related to other people, more likely, it's a battle with my own self πŸ™ˆ

      And yeah, 'GOOD' is a very subjective thing, and I wish, I can really enjoy my writing without thinking too much about it πŸ˜‚ thank you so much mas Ikhwan for the good words 😍

      Delete
  23. draftku dikit sih mbak,, dan judul doang abis itu ditinggal.. wkwk.. aku gak serajin mbak Eno nulisnya. Lalu kalau udah nulis, aku punya target untuk harus menyelesaikannya sebelum terbit tulisan baru. Kalau lagi ngga mood nulis ya kadang bisa sampai sebulan dianggurin. Itu sebelum covid menyerang sih,, sekarang mah udah lebih rajin nulis..

    Kalau emang lagi jenuh gpp break mbak, tapi jangan quit yaa.. Banyak yang suka tulisan mbak, termasuk aku.. Jadi please dont stop blogging, take a break oke lah..

    -traveler paruh waktu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahaha, kok cuma judul mas? Tulisannya ke mana? πŸ™ˆ

      Iya, saya bisa merasakan bedanya, sekarang mas Bara lebih sering update, karena WFH yang mas Bara pernah ceritakan disalah satu kolom komentar 😬 harapannya, meski nanti sudah nggak WFH, semoga mas Bara tetap semangat menulis soalnya saya termasuk yang menunggu update-an mas soal perjalanan keliling Indonesia 😍

      Hihi, siap mas! Terima kasih untuk dukungannya dan sudah suka tulisan saya. I'm back sekarang mas 🀭

      Delete
  24. Buanyak banget draft nya, Mbak Eno...

    Eh, tapi kalau menurutku banyaknya draft Mbak Eno itu juga menandakan ide yang banyak pula. Dan itu bagus. Soalnya aku sendiri suka kehabisan ide. Hehehe.πŸ˜‚

    Ngomong-ngomong aku sekarang gak punya draft lho, Mbak Eno. Tapi bukan berarti semua tulisanku sudah aku publish semua. Melainkan saking gak pedenya aku publish tulisan, sampai banyak banget tulisanku yang aku hapus begitu aja. Menurutku tulisan yang biasanya aku jadikan draft itu masih bisa dirombak lagi supaya bisa layak publish, tapi kebanyakan tulisanku ancur banget jadi langsung hapus aja.πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buanyaaakkkk parah, mba πŸ˜‚

      Saya banyak ide cuma minim kelayakan πŸ™ˆ makanya jadi menumpuk di-draft semua. Mana idenya kebanyakan tulisan remehan rengginang hahahahaha. Eniho, kenapa sampai dihapus mba Roem? Padahal tulisan mba Roem bagus-bagus dan mostly detail 😍 kalau malas lihatnya, better pindah ke notes saja seperti saya hahaha. Saya pun malas lihat tumpukan draft di dashboard jadilah saya pindah ke notes semua 🀭

      Delete
  25. Mau jawab openingnya: Sering banget saya begitu mbak. haha.
    mungkin masih baru sekitar 6 bulan terakhir sih aktif blogging. Itupun postinganannya sebulan sekali dan terkadang masih belibet kalau mau nulis. wkwk

    Saya juga punya cukup banyak draft di dasborad, isinya tulisan2 yang nggak selesai. Ada cukup banyak ide-ide yang tak rampung saya tulis. Kadang ngelist judul saja. Kalau sekarang sih draft di blog yang isinya judul doang rencananya aku pindahin dan bersihin, kayak decluttering gitu.

    nggak papa lah punya banyak draft, bener setuju komennta mbak Roem, itu artinya kita memang punya banyak ide.

    dan ga papa sih jangan maksain kalau memang diluar kapasitas kita (misal waktu, tenaga dsb)

    break nggak papa, mbak. but please don't stop blogging. Saya termasuk orang yg menikmati tulisan2 panjenengan.

    heheehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. I feel you, mas πŸ˜‚ urusan belibet ini memang kadang menyebalkan yah hahahahaha. Saya pun pusing dibuatnya πŸ™ˆ

      Saya sudah melakukan decluttering mas, and it was gewd hehehehe. Semua draft saya pindahkan pada notes, alhasil draft di dashboard saya hanya tersisa beberapa tulisan yang sekiranya masih okay untuk ditayangkan 🀣

      Siap mas, I got it hehehe. Terima kasih juga sudah menikmati tulisan-tulisan saya selama ini 😍 it means a lot!

      Delete
  26. Kalau tentang draft, aku lebih ke menunda menyelesaikan tulisan yang bisa sampai bertahun-tahun. Dan belakangan tulisannya jadi gak diselesaikan. Ada juga draft yang hanya judul, gak ada isi postingannya.

    Tentang postingan Kak Eno, mudah dipahami kok, isi tulisannya. Kalau memang sedang ingin istirahat, ya gak apa-apa. Tapi jangan berhenti ya, aku suka baca tulisan Kak Eno biarpun gak terlalu sering komentar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasanya jadi hilang mood untuk menyelesaikannya, yah? πŸ˜‚ hehehe. To be honest, almost semua tulisan saya di-draft sudah matang dan siap publish cuma memang isinya menurut saya nggak menarik πŸ™ˆ jadi maju mundur deh antara mau dipublish atau dibuang ke trash bin πŸ˜…

      Terima kasih dear, hihi ~ istirahatnya sudah selesai 😍

      Delete
  27. Mbaa apakah km adalah akuu? wkwk tapi draft saya ga sebanyak mba, sih. apalagi karena konten blog saya yg cenderung terlalu personal, sering banget maju mundur buat publish sesuatu karena takut orang gak seneng lah, isinya apa banget lah, takut gak ada valuenya lah, padahal tujuan menulis yg utama ya untuk kesenangan sendiri. suka sedih sendiri karena terlalu ngepush diri menghasilkan sesuatu untuk orang lain, padahal yg paling utama ya coba senangi diri sendiri aja dulu. eh, ini agak nyimpang btw ya mbaπŸ˜‚πŸ˜‚ semoga aku bisa lebih rajin nulis lagi kayak mba, Aamiin😭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahahaha mungkin mba Awl adalah saya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Iya mba Awl, kalau tulisannya terlalu personal kadang jadi menyesal apabila diterbitkan πŸ™ˆ hehehehe. Dan ketakutan kita sama, takut isinya nggak banget, dan nggak ada value yang bisa diberikan hahahaha. Nah itu, saya setuju mba, tujuan utama menulis blog kan untuk diri sendiri, cuma kadang kita lupa tujuan tersebut entah kenapa πŸ˜‚

      Delete
  28. Waah balik lagi ke sini saya.. Ngintip" kali ada yg baru... Sy kebetulan jarang banget draft tulisan.. Kalopun ada yah satu ato dua aja, gak pernah lebih dari 5 jari tangan saya, jadinya ga berasa ada utang 😁,biasanya kalo mau nulis sy itu pas kalo lagi dapet ide langsung aja nulis di blog, paling banter edit dikit" trus langsung posting, walopun yg dibahas ga begitu penting πŸ˜‚, kalo lagi kumat ga mood karena sy juga termasuk yg moodian, sy ya berhenti dulu, tergantung berapa lama, kadang berhari" bahkan kadang lama banget, walopun sy suka nulis kadang timbul juga rasa jenuh, dan itu manusiawi banget, toh kita ga selalu harus menerbitkan postingan demi menyenangkan pembaca, dan kejar tayang, jatohnya malahan jdi kayak terpaksa dan di uber"karena harus selalu update, padahal kita menulis katanya buat kenyamanan dan menghilangkan penat, adakalanya penulis jg pada posisi yg "capek secapek"nya....See U mbak Eno 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sampai dua kali komentar, mba πŸ˜‚ hahahaha.

      Memang enaknya begitu ya mba, habis tulis langsung publish tanpa harus memikirkan perintilan ini itunya πŸ™ˆ ingin rasanya demikian meski masih sulit sampai sekarang hehe. Dan sama seperti mba, saya baru bisa merasakan nikmatnya istirahat blogging tanpa harus memikirkan 'tanggung jawab' publish tulisan (entah tanggung jawab sama siapa) 🀣

      Padahal niatan menyenangkan pembaca sepertinya bukan yang utama, tapi lebih ke rasa nggak puas terhadap diri sendiri yang menjadi permasalahannya πŸ˜‚ instead of merasa kawatir nggak bisa menyenangkan pembaca, saya lebih kawatir nggak bisa menyenangkan diri saya soalnya mba πŸ™ˆ

      Terima kasih banyak mba untuk support-nya 😍

      Delete
  29. Walahhh banyak juga yang artikel-artikel yang di draft hha.. Kalau saya gak sampe segitunya sih, kalau saya sendiri menulis kalau memang saya ingin membahasnya dan mungkin akan sangat bermanfaat untuk saya suatu saat nanti, jadi yah saya tulis. Kalau soal apakah itu bagus atau tidaknya biar orang menilai, nantinya juga mereka akan memberikan saran dimana hal-hal yang harus diperbaiki sehingga mereka dapat mengerti dan paham terkait apa yang kita tulis untuk apa dan tujuannya apa.

    Kalau gak di publish kan kita jadi gatau seberapa besar manfaat atau pemahaman orang terhadap tulisan yang kita buat, kalau kita sendiri membanding-bandingkan dengan orang lain yah pasti ada langit diatas langit hhe. Sapa tau malah tulisan yang kita anggap jelek atau buluk malah bisa memberikan manfaat yang besar untuk orang-orang tertentu :D

    Semangattt

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, saya sedang belajar untuk lebih bisa santai sekarang hihihi --- dan setuju sama mas Andrie, di atas langit akan selalu ada langit, semoga saya bisa menikmati 'langit' yang saya miliki πŸ™ˆ

      Terima kasih untuk insight-nya, mas Andrie 😍

      Delete
  30. Halo mbk eno😁, saya mampir ke sini lagi nih, dari kemarin-kemarin saya intipin kok belum ada yang baru. Apa mbk eno lagi semedi ya? Atau bulan madu lagiπŸ˜ƒ
    Enggak apa-apa, masih saya pantau, siapa tahu besok muncul lagi😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hola mba, hahahahaha ya ampunnn sampai dikunjungi berkali-kali πŸ˜‚ terima kasih mbaaa ~ I'm back now 🀭

      Delete
  31. 272 draft? Tau ga yang ada dipikiran aku pas baca? Aku auto mikir, Mba Eno produktif banget, konsistensi menulisnya keren banget sampe bisa bikin post sebanyak itu 😍😍
    Tetap semangaat menulis mba, aku suka kok dengan tulisan2 Mba Eno. Serius, kadang santai, belum lagi tanggapan Mba Eno terhadap hal2 kecil di sekeliling yang biss menginspirasi, tapi itu lah ciri khasnya. Jadi ayo mbaa keluarkan semua draftnyaa, pengeen bacaaa.. hehehe 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak tapi kualitasnya nggak memadai, mba Thessa πŸ˜‚

      Siap, mba Thessa juga tetap semangat menulis yah 😍 senang kalau tulisan saya bisa dibaca sama mba Thessa hihihi. Semoga nanti ada draft yang layak publish jadi bisa mengurangi stock draft yang terlalu banyak πŸ™ˆ

      Delete
  32. Kamu ga sendiriiiiii mba :D. Akupun begituuuu. Banyaaaak sbnrnya cerita2 perjalanan dan kuliner yg blm aku publish di blog. Krn ntah kenapa ngerasa ceritanya ga menarik. Padahal pas traveling dan nyicipin kulinernya aku suka bangetttt.

    Berarti caraku nulis ada yg salah, sampe ngerasa tulisannya hambar dan ga bikin semangat. Ujung2nya jd draft doang..

    Tp Krn sdg pandemi sepertinya aku bakal buka2 draft dan bakal aku olah LG sih tulisannya :D. Ga ada cerita new traveling sih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. TOSSS mba, kadang pas jalan-jalan dan makannya enak, giliran mau menuliskannya susah so ended up masuk draft hahahaha begitupun dengan tema tulisan lainnya πŸ˜‚

      Dan itupun yang saya rasakan, sering berpikir cara saya salah, atau susunan saya kurang enak dibaca, etc πŸ™ˆ hehe. Semangat ya mba, ayo olah lagi draft-draftnya 😍 saya sebagai pembaca siap menunggu tulisan-tulisan terbaru dari mba πŸ€­πŸ’•

      Delete
  33. Mbak Enoo, aku merasakan apa yang Mbak rasakan. Ngerasa minder baca tulisan orang lain, yang, sebenarnya itu nggak perlu karena kita sendiri pun punya tulisan dengan gaya bahasa kita sendiri.

    Aku udah baca beberapa tulisannya Mbak Eno (mon maap nih baru nemu blog ini dan baru kepo, hiks :')) dan bahasanya udah enak dibaca kok Mbak. Terasa ngalir, gitu. Berasa diajakin ngobrol :')

    Hah, 272 drafts? *kemudian ngintip draft milik sendiri dan sama tercengangnya hahahaha*

    Semangat buat nulisnya, Mbak Enoooo! Aku jadi penggemar barunya Mbak Eno, nih :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Hi mba Andhira 😍

      Betul, saya pernah dan bisa dibilang sering merasa demikian especially setelah baca tulisan teman-teman yang saya rasa bagus, dan itu manusiawi kok sebetulnya asal kita nggak down berkepanjangan hahahaha. Semisal butuh break, sila ambil break, namun nanti sebisa mungkin kembali dengan perasaan fresh seperti yang saya lakukan πŸ™ˆ

      Terima kasih banyak mba, senang rasanya diapresiasi oleh teman-teman πŸ˜† dan saya akan berusaha untuk menjadi lebih baik lagi ke depannya dalam segala aspek termasuk aspek kepenulisan 😍 ehehehehe.

      Ayo mba Andhira juga semangat, draftnya jangan diintip saja, segera dipublish yah, saya pun pelan-pelan melakukan hal yang sama 🀭 lavvvvv ~

      Delete
  34. 272 Draft, ckckckck... kok bisa ya? sangat produktif sekali. Padahal yang diposting ini sudah berjumlah 175 saya lihat tadi satu persatu baca :) Kalau draft aja sebanyak itu enak, tinggal posting pas even dirasa tepat. Seperti saya malah blank, hiks.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe, iya kebanyakan draft-nya πŸ˜… dan kebanyakan tetap nggak di-publish sampai sekarang karena momennya sudah pada lewat πŸ˜‚ semangat mba, kalau sedang blank mungkin hanya butuh take a break 😍

      Delete
  35. Sama, Mbak. Saya juga selalu merasa masih ada yang kurang di naskah yang mau dipublish di blog. Karena itulah sebelum diposting berkali-kali saya cek dulu. Ada mungkin sampai 10 kali.

    Draft saya di dashboard cuma enam, sih, Mbak. :D Sisa-sisa dulu waktu masih nulis langsung di dashboard. (Ada yang sudah 10 tahun lebih umurnya. Nggak tega jadinya buat menghapus. :D) Sejak 2010 akhir atau 2011 saya mengubah kebiasaan. Naskah-naskah tak tulis di Word dulu lalu dicopas ke dashboard. Saya lebih cocok dengan cara begitu, mungkin karena merasa Word lebih "luas" dan fiturnya lebih banyak ketimbang dashboard.

    Tetap semangat ngeblog ya, Mbak Eno. Banyak teman-teman narablog yang selalu menunggu tulisan Mbak Eno. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas yang tulisannya sudah bagus saja masih harus ricek tulisan berkali-kali, apalagi saya 🀣 kadang pernah puluhan kali sampai cape saya reloadnya karena harus makesure kata-katanya jelas dan nggak buat pembaca salah paham πŸ™ˆ

      Waks lama amattt 10 tahun lebih usia draft-nya, means mas Morishige sudah sangat lama menulis di blog, ya 😍 salut sama konsistensi yang mas punya ~ ehehehe. For some people sepertinya memang lebih menyenangkan untuk menulis via Word. Though saya sendiri sampai sekarang masih menulis langsung via dashboard πŸ˜‚

      Mas juga, tetap semangattttt! πŸ˜†

      Delete