Korean Clean Habit | CREAMENO

Pages

Korean Clean Habit




Punya banyak partners dan keluarga Korean membuat gue belajar soal habit mereka in general πŸ˜„✌ salah satunya adalah habit bersih mereka yang jujur membuat gue shock plus menggelengkan kepala ~ Dan ketika gue harus stay di Korea dalam waktu lama, pemandangan seperti ini menjadi hal yang biasa gue lihat πŸ˜‚ ps: mereka punya clean habit bukan berarti nggak punya dirty habit, tapi karena gue mau bahas yang bersih, jadi mohon jangan bahas yang 'jorok-jorok' di kolom komentar πŸ€ͺ so, ini dia beberapa clean habit mereka ~

Pertama, orang Korea itu super rajin SIKAT GIGI! πŸ˜† terlalu rajinnya, mereka bisa sikat gigi di mana-mana πŸ™ˆ entah di toilet mall, di toilet kantor, bahkan di toilet bandara 🀣 buat mereka, sehabis makan itu wajib hukumnya sikat gigi, dan jangan kaget kalau kita ke mall atau ke tempat publik sehabis jam makan siang, pasti kamar mandi penuh sama orang-orang pada sikat gigi di sana 😁 literraly PENUH, gaes ~
Having many Korean partners and family, made me learn a lot about their habit in general πŸ˜„ One of it is their clean habit which shocked me and made me shook my head ~ So, when I have to stay in Korea, this kind of sights became normal things that I could see πŸ˜‚

First, Koreans are so diligent when it comes to BRUSH THEIR TEETH! πŸ˜† they can brush their teeth everywhere, whether they are in the shopmall toilet, in the office toilet, even at the airport toilet πŸ™ˆ for them, it's obligatory to brush their teeth after eating, and don't be surprised if we go to shopmall or public places after lunch, surely the bathroom will be full of people with toothbrush on their hand 😁
ν•œκ΅­μΈ νŒŒνŠΈλ„ˆμ™€ 가쑱이 λ§Žμ•„ κ·Έλ“€μ˜ 일반적인 μŠ΅κ΄€λ“€μ„ 많이 λ°°μ› μ–΄μš” πŸ˜„ κ·Έ 쀑 ν•˜λ‚˜λŠ” μ €μ—κ²Œ 좩격을 μ£Όκ³  머리λ₯Ό 뒀흔든 κΉ¨λ—ν•œ μŠ΅κ΄€μ΄μ—μš”~ κ·Έλž˜μ„œ ν•œκ΅­μ— μžˆμ—ˆμ„ λ•Œ μ œκ°€ λ³Ό 수 μžˆμ—ˆλ˜ 것듀이 정상적인 것이 λ˜μ—ˆμ–΄μš” πŸ˜‚

첫째, μ–‘μΉ˜ν•  λ•Œκ°€ 되면 μ—„μ²­ λΆ€μ§€λŸ°ν•΄μ Έμš”! πŸ˜† 그듀은 μ‡Όν•‘λͺ° ν™”μž₯μ‹€, 사무싀 ν™”μž₯μ‹€, 심지어 곡항 ν™”μž₯μ‹€ μ–΄λ””μ„œλ“  μ–‘μΉ˜λ₯Όν•΄μš” ~ κ·Έλ“€μ—κ²Œ λ¨Ήκ³ λ‚˜μ„œ μ–‘μΉ˜λ₯Ό ν•˜λŠ”κ±΄ 의무적이고 μ‡Όν•‘λͺ°μ΄λ‚˜ 곡곡μž₯μ†Œμ—μ„œ 점심을 λ¨Ήκ³  ν™”μž₯μ‹€μ—μ„œ 손에 칫솔을 λ“€κ³  μžˆμ–΄λ„ 놀라지 λ§ˆμ„Έμš” 😁

Copyright © 2020 - Ajun x Creameno

Dan mereka itu kalau sikat gigi lamaaaa sekali, bahkan bisa sambil jalan ke sana kemari. Nggak seperti kita yang kalau sikat gigi harus stay di kamar mandi, nah orang Korea kalau sikat gigi bisa sambil melihat TV, bahkan bisa sambil jungkir balik 🀣 Ini nggak lebay sih, mereka biasanya sikat gigi bisa sampai 5 menit πŸ˜†πŸ‘Œ

That's why, salah satu benda wajib yang harus mereka bawa di tas mereka itu adalah odol dan sikat gigi πŸ˜„ buat mereka, kebersihan mulut dan gigi itu penting, dan gara-gara itu juga, gue yang biasanya kalau habis makan di luar cuma kumur pakai Listerin jadi berubah haluan ikut sikat gigi πŸ˜‚ malu coy kalau bau naga seorang diri πŸ€ͺ

Dan habit yang ke dua kalau habis mandi, handuk langsung masuk laundry. UWAAAH, ini cukup membuat gue shock karena gue terbiasa habis mandi handuknya gue jemur lagi πŸ˜‚ secara dari kecil nyokap mengajarkan gue untuk jemur lagi bukan masuk mesin cuci~ kalau pun harus dicuci biasanya seminggu sekali bukan setiap hari!
And most of them really take a long time when brush their teeth, even sometimes they walking around (not staying in bathroom). For us, if we brush our teeth, we have to stay in the bathroom, but for Korean people, they can brush their teeth while watching TV, or while they flipping down 🀣✌ this is not exaggerating, they usually brush their teeth for up to 5 minutes πŸ˜†πŸ‘Œ so long, huh?

That's why, one of mandatory items that they need to carry in their bags is toothpaste and toothbrushes πŸ˜„ for them, mouth and dental hygiene is important, and because of that, I who usually only use Listerin after finish eating outside, now start to brush my teeth πŸ˜‚ because I feel shame if I have a bad smell from my breath πŸ€ͺ

And second habit is after shower they will wash towel immediately. UWAAAH, this is enough to make me shock because I'm used to dry my towel after I take a bath so I can use it again later πŸ˜‚ And my mom taught me to dry the towel instead of put it in the laundry ~ and if I need to wash, it usually once a week, not once a day!
그리고 λŒ€λΆ€λΆ„μ΄ μ–‘μΉ˜ν•˜λŠ”λ° 정말 μ˜€λž˜κ±Έλ €μš”. μ‹¬μ§€μ–΄λŠ” 근처λ₯Ό λŒμ•„λ‹€λ‹ˆλ©΄μ„œ ν•˜μ£ (ν™”μž₯싀에 머무λ₯΄μ§€ μ•Šκ³ ). μš°λ¦¬λ“€μ€ μ–‘μΉ˜λ₯Ό ν•˜λ €λ©΄ ν™”μž₯μ‹€μ—μ„œ ν•΄μ•Όν•˜μ£ . ν•˜μ§€λ§Œ ν•œκ΅­ μ‚¬λžŒλ“€μ€ TVλ₯Ό λ³΄κ±°λ‚˜ μ•‰μ•„μ„œλ„ μ–‘μΉ˜κ°€ κ°€λŠ₯ν•΄μš” γ…Žγ…Žγ…Ž 이건 κ³Όμž₯이 μ•„λ‹ˆλΌ 5뢄은 μ–‘μΉ˜λ₯Ό ν•  κ±°μ—μš” πŸ˜†πŸ‘Œ 였래걸리죠?

κ·Έλž˜μ„œ 가방에 ν•„μˆ˜μ μœΌλ‘œ λ„£κ³ λ‹€λ‹ˆλŠ” 것듀 쀑 ν•˜λ‚˜κ°€ μΉ˜μ•½κ³Ό μΉ«μ†”μ΄μ—μš” πŸ˜„ κ·Έλ“€μ—κ²Œ μΉ˜μœ„μƒμ€ μ€‘μš”ν•΄μš” κ·Έ λ•Œλ¬Έμ— Listerin을 μ‚¬μš©ν•˜λŠ” μ €λŠ” λ°–μ—μ„œ λ¨Ήκ³ λ‚˜μ„œ μ–‘μΉ˜λ₯Ό ν•˜κΈ° μ‹œμž‘ν–ˆμ–΄μš” πŸ˜‚ ꡬ취가 λ‚˜λ©΄ λΆ€λ„λŸ½κ±°λ“ μš” γ…Žγ…Žγ…Ž

그리고 두 번째 μŠ΅κ΄€μ€ μƒ€μ›Œν•˜κ³  μˆ˜κ±΄μ„ λ°”λ‘œ μ„Ένƒν•œλ‹€λŠ” κ±°μ—μš”. UWAAAH, λ§λ €μ„œ λ‹€μ‹œ μ‚¬μš©ν•  수 있기 λ•Œλ¬Έμ— 이건 μ €λ₯Ό μ°Έ λ†€λΌκ²Œ λ§Œλ“€μ—ˆμ–΄μš” πŸ˜‚ 우리 μ—„λ§ˆκ°€ λΉ¨λž˜μ— 넣지 말고 λ§λ €μ„œ μ‚¬μš©ν•˜λΌκ³  κ°€λ₯΄μ³μ€¬μ–΄μš”~ κ·Έλ¦¬κ³ λŠ” ν•˜λ£¨ ν•œλ²ˆμ΄ μ•„λ‹ˆλΌ 일주일에 ν•œλ²ˆμ •λ„λ§Œ μ„Ένƒν–ˆμ£ !

Copyright © 2020 - Ajun x Creameno

Karena kebiasaan mereka yang selalu cuci handuk habis mandi, jadi jangan heran kalau cucian handuk mereka penuh setiap hari πŸ˜‚ buat mereka, pakai handuk yang sama berkali-kali itu nggak bersih πŸ™ˆ makanya mereka terbiasa menumpuk banyak handuk kecil di lemari. Nah, bedanya di sini adalah handuk yang mereka pakai itu kecil which is lebih sering kita pakai untuk lap muka or kaki πŸ˜†

Gue sampai heran dan bertanya-tanya, SERIOUSLY handuk sekecil itu cukup untuk mandi? Soalnya buat gue handuk sekecil itu bahkan nggak bisa membuat rambut gue kering πŸ˜… tapi karena habit bersih ini juga gue jadi ikutan ganti handuk setiap habis mandi~ untung ada handuk medium yang nggak terlalu besar dan nggak terlalu kecil πŸ˜‚

Lanjut yang ke tiga, habit bersih mereka adalah soal sampah ~ well, sebenarnya ini sudah diterapkan di beberapa negara maju seperti Eropa dan lain sebagainya. Tapi di Korea sendiri aturan soal sampah memang ketat πŸ˜† bahkan kalau kita mau buang barang seperti sofa dan lainnya itu kita yang harus bayar πŸ˜†πŸ‘Œ coba kalau di Indonesia, tinggal bawa ke tukang loak kelar masalah 🀣

Di Korea sendiri kenapa pemerintah memberlakukan aturan seperti itu agar masyarakat nggak asal beli dan merencanakan penggunaan barang yang dibeli dengan sebaik-baiknya. Dengan kata lain, barang sebisa mungkin bisa bertahan lama, dan nggak perlu sampai dibuang segala 😁 dan untuk sampah makanan pun harus dipisah, bahkan di tempat gue stay, sampah kulit bawang dan duri ikan pun nggak boleh digabung dengan sampah lainnya. Terus sampah makanan juga ada plastik khususnya, jadi nggak bisa pakai plastik sembarangan πŸ˜†

Dan kalau kita salah buang sampah, dendanya bisa mulai dari KRW 100.000 sampai KRW 1.000.000 yang kalau dirupiahkan jadi kisaran IDR 1.000.000 sampai IDR 10.000.000 πŸ˜‚ that's why, jangan sampai salah buang sampah di Korea, karena salah-salah kita akan didenda sepuluh juta. JREEENG! 😱 Gara-gara perkara sampah ini gue bahkan sampai pernah stres banget takut salah buang πŸ€ͺ

Eniho, sebenarnya masih ada banyak hal menarik di Korea, tapi post gue sudah terlalu panjang. Kapan-kapan akan gue sambung kembali karena banyak sohibal-sohibul gue yang minta gue membahas soal ini (weiii, minta doang rajin, komen kagak luh!) πŸ˜‚ akhir kata, di mana bumi dipijak, disitu langit dijunjung ~ See ya and terima kimchi πŸ˜†πŸ’“
So, don't be surprised if the laundry machine full of towels everyday because of their habit who always wash towels after taking a shower πŸ˜‚ for them, if we use the same towel many times it will be not clean (dirty), so they normally stacking lots of small towels in their drawer. However, the difference is their towel size kinda small (hand towel) which in Indonesia usually used as a face dryer πŸ˜†

I was surprised and wondered, is that small towel enough to dry our body after shower? 🀣 because for me, that kind of small towel can't even make my hair dry πŸ˜… but as always, I ended up followed this habit and start to change my towels after shower ~ fortunately, there is a medium towel which is not big or not small πŸ˜‚

Furthermore, the third habit is about food and goods waste ~ well, actually this has been applied in some advanced countries such as Europe and so on. But in Korea, the rules regarding food and goods waste are quite strict πŸ˜† even if we want to dispose the items such as couches and others, we have to pay πŸ˜† while in Indonesia, we just need to take it to 'tukang loak', then the problem is solved ~

In Korea, why they have such a regulation is because the government want people not to buy goods easily and plan well before buying it. In other words, they wish the goods will lasts longer, so it doesn't need to be thrown away. And for food waste, it should be separated, even at my place, they have rules about onion skin and fish spines. They want us not combined it with other trash. And food waste has their own plastic, so we can't use any random plastic that we have.

If we wrongly dispose the trash, the fine can start from 100,000 KRW to 1,000,000 KRW which in Indonesian Rupiah around 1,000,000 IDR to 10,000,000 IDR πŸ˜‚ that's why I should throw trash properly and be careful not to use plastic randomly to avoid the fined. GOSH! 😱 This trash rules ever made me stressed and afraid when I need to get rid of it ~ πŸ€ͺ luckily until now, I'm survive πŸ˜‚✌ hahahahaha.

Actually there are still many interesting stories in Korea, but my post is already too long. So, next time I will write another post related to Korea because there are my friends who ask me to write about this matter (why you keep asking without commenting?) 🀣 see ya πŸ˜†πŸ’“
κ·Έλž˜μ„œ 맀일 세탁기에 수건이 가득차 μžˆλ‹€κ³  λ†€λΌμ‹œλ©΄ μ•ˆλ˜μš”. μƒ€μ›Œν›„μ— 항상 μˆ˜κ±΄μ„ μ„Ένƒν•˜λŠ” μŠ΅κ΄€ λ•Œλ¬Έμ΄κ±°λ“ μš” πŸ˜‚ κ·Έλ“€μ—κ²Œ μš°λ¦¬κ°€ 같은 μˆ˜κ±΄μ„ μ—¬λŸ¬λ²ˆ μ‚¬μš©ν•˜λŠ” 것은 κΉ¨λ—ν•˜μ§€ μ•Šμ„ 수 μžˆκ±°λ“ μš”(λ”λŸ½κ²Œ), κ·Έλž˜μ„œ 보톡 μ„œλžμ— μž‘μ€ 수건 μ—¬λŸ¬κ°œλ₯Ό μŒ“μ•„λ†“κ³  μžˆμ–΄μš”. 차이점이 κ½€ μž‘μ€ 수건(ν•Έλ“œνƒ€μ›” 정도)μ΄λΌλŠ” 건데 μΈλ„λ„€μ‹œμ•„μ—μ„œλŠ” κ·Έκ±Έ μ–Όκ΅΄ μˆ˜κ±΄μ •λ„λ‘œ μ¨μš” πŸ˜†

μ €λŠ” λ†€λž¬κ³  κΆκΈˆν–ˆμ–΄μš” μž‘μ€ 수건으둜 μƒ€μ›Œν•œ λͺΈμ„ λ§λ¦¬λŠ”κ²Œ κ°€λŠ₯ν• κΉŒ? μž‘μ€ μˆ˜κ±΄μœΌλ‘œλŠ” 제 머리λ₯Ό λ§λ¦¬λŠ” 것쑰차 νž˜λ“€κ±°λ“ μš” πŸ˜… κ·ΈλŸ¬λ‚˜ 결ꡭ에 μ €λŠ” κ·Έλ“€μ˜ μŠ΅κ΄€μ„ λ”°λ₯΄κ²Œ 됬고 μƒ€μ›Œ 후에 μˆ˜κ±΄μ„ λ°”κΎΈκ²Œ λ¬μ–΄μš”~ λ‹€ν–‰νžˆ 크지도 μž‘μ§€λ„ μ•Šμ€ μ€‘κ°„ν¬κΈ°μ˜ 수건이 μžˆμ—ˆκ±°λ“ μš” πŸ˜‚

κ²Œλ‹€κ°€ μ„Έλ²ˆμ§Έ μŠ΅κ΄€μ€ μŒμ‹λ¬Ό μ“°λ ˆκΈ°μ™€ μž¬ν™œμš©ν’ˆ λΆ„λ¦¬μˆ˜κ±°μ— κ΄€ν•œκ±°μ—μš”~ 음, 사싀 이건 유럽 λ“±μ—μ„œ μ„ μ§„κ΅­μ—μ„œ λ‚˜νƒ€λ‚˜λŠ” κ²ƒλ“€μ΄μ—μš”. ν•˜μ§€λ§Œ 그것듀에 λŒ€ν•œ ν•œκ΅­μ˜ κ·œμΉ™μ€ κ½€ μ—„κ²©ν•΄μš” πŸ˜† 심지어 μ†ŒνŒŒκ°™μ€ 물건을 버리렀고 ν•˜λ©΄ λˆμ„λ‚΄μ•Όλ˜μš” γ…Žγ…Žγ…Ž, μΈλ„λ„€μ‹œμ•„μ—μ„œλŠ” 'tukang loak'에 κ°€μ Έκ°€λ©΄ λ¬Έμ œκ°€ ν•΄κ²°λ˜κ±°λ“ μš”~

ν•œκ΅­μ—λŠ” μ™œ 그런 κ·œμΉ™λ“€μ΄ μžˆλƒλ©΄ μ •λΆ€κ°€ 물건듀을 μ‰½κ²Œ 사지 μ•Šκ³  사기전에 κ³„νšν•΄μ„œ 사기λ₯Ό μ›ν•˜κΈ° λ•Œλ¬Έμ΄μ—μš”. 즉, μƒν’ˆμ„ μ˜€λž˜μ¨μ„œ λ²„λ €μ§ˆ ν•„μš”κ°€ μ—†μ–΄μ§€κ²Œ ν•˜λ €λŠ” κ±°μ—μš”. 그리고 μŒμ‹λ¬Ό λ˜ν•œ 뢄리해야 λ˜μš”, 심지어 μ œκ°€ μ‚΄λ˜ κ³³μ—μ„œλŠ” μ–‘νŒŒ 껍질과 μƒμ„ κ°€μ‹œλ₯Ό 뢄리해야 λ¬μ–΄μš”. λ‹€λ₯Έ μ“°λ ˆκΈ°μ™€ κ²Ήμ³μ§€λŠ”κ±Έ μ›ν•˜μ§€ μ•Šμ•„μš”. 그리고 μŒμ‹λ¬Ό λ‚­λΉ„λŠ” 자체 비닐봉지가 μžˆμ–΄μ„œ 아무 λΉ„λ‹μ΄λ‚˜ μ‚¬μš©ν•  수 μ—†μ–΄μš”.

μ“°λž˜κΈ° 처리λ₯Ό 잘λͺ»ν•˜λ©΄ 벌금이 λ£¨ν”Όμ•„λ‘œ ν™˜μ‚°ν•˜λ©΄ 100만IDRμ—μ„œ 1000만IDR인 10λ§Œμ›μ—μ„œ 100λ§Œμ›κΉŒμ§€ 뢀과될 수 μžˆμ–΄μš” πŸ˜‚ κ·Έλž˜μ„œ μ—¬λŸ¬λΆ„ μ“°λ ˆκΈ°λ₯Ό 잘 λ²„λ¦¬μ…”μ•Όλ˜κ³  아무 λΉ„λ‹μ΄λ‚˜ μ‚¬μš©ν•˜μ§€ μ•Šλ„λ‘ μ‘°μ‹¬ν•˜μ…”μ•Όλ˜μš” 벌금 μ™•μ°½ μ•ˆλ§žμœΌλ €λ©΄μš”.GOSH! 😱 이 κ·œμΉ™μ€ μ“°λ ˆκΈ° 처리λ₯Ό ν•΄μ•Όν–ˆμ„ λ•Œ μ €μ—κ²Œ μŠ€νŠΈλ ˆμŠ€μ™€ 두렀움을 μ€€ 적이 μžˆμ–΄μš”~ γ…Žγ…Žγ…Ž λ‹€ν–‰νžˆ μ €λŠ” μ‚΄μ•„λ‚¨μ•˜μ£  πŸ˜‚✌

μ‹€μ œλ‘œ ν•œκ΅­μ—λŠ” 아직 λ§Žμ€ ν₯미둜운 이야기듀이 μžˆμ–΄μš”. ν•˜μ§€λ§Œ 이미 글이 λ„ˆλ¬΄ κΈΈμ–΄μ‘Œλ„€μš”. λ‹€μŒμ‹œκ°„μ—λŠ” ν•œκ΅­κ³Ό κ΄€λ ¨λœ λ‹€λ₯Έ 포슀트λ₯Ό μ“Έκ±°μ—μš”. μ™œλƒλ©΄ 이 μ£Όμ œμ— κ΄€ν•΄μ„œ κΈ€μ“°κΈ°λ₯Ό μš”μ²­ν•˜λŠ” μΉœκ΅¬λ“€μ΄ 많이 μžˆκ±°λ“ μš” (μ½”λ©˜νŠΈ 없이 μ™œ 계속 λ¬Όμ–΄λ³΄μ„Έμš”?) ν•˜ν•˜. μ•”νŠΌ λ˜λ΄μš” πŸ˜†πŸ’“

40 comments:

  1. Omggg soal handuk aku langsung blenger mikirin harus cuci tiap kali habis pakai huahaha tapi ini menjawab penasaranku tiap nonton vlogs korean kenapa si omma-omma tersebut ngelipet laundry-an handuk BANYAK banget. Ternyata jawabannya ini 🀣

    Aku juga kalau pakai handuk biasanya dijemur aja kena matahari, terus dipakai lagi. Handuk muka aja 2 hari sekali baru dicuci hihi

    Kalo tentang buang sampah aku pernah nonton di Youtube-nya Jang Han Sol, bahkan untuk buang perabot besar katanya jug bayar denda ya. Hebat juga sih jadi orang nggak sembarang buang sampah dan lebih ramah lingkungan ya 😁

    Anyway, aku jadi paham gimana Mba Eno harus beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan yang berbeda ini, awalnya pasti kaget yaa Mba hahaha tapi jadi belajar menyesuaikan juga dengan pasangan πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahahah jangan ditiru mba kalau soal handuk πŸ˜‚ tau nggak sih, handuk yang mereka pakai itu handuk kecil yang biasa ada di salon πŸ™ˆ heran kok bisa cukup untuk mengeringkan badan πŸ˜† sedangkan kita kan terbiasa pakai handuk besar, jadi mungkin kenapa mereka setiap hari laundry handuk karena handuknya kecil yang mana mungkin sepertujuh ukuran handuk besar kita 🀣 while mereka setiap hari laundry, ya kita seminggu sekali no probs karena ukuran handuk kita pun 7x lebih besar sepertinya hahahahahaha 🀣

      Sama deh mba, saya juga dari baru lahir taunya kalau pakai handuk itu dijemur lagi paling baru dicuci seminggu sekali karena dipakai sehari dua kali πŸ˜‚ well, anggap saja ini bagian dari perbedaan kultur dan kebiasaan πŸ™ˆ hehehehehe.

      Iya mba, kalau buang sampah yang besar harus bayar. Kalau di Indonesia kita bawa ke tukang loak justru kita yang dibayar 🀣 mungkin karena di Korea sangat jarang tukang loak barang-barang kayak gitu sebab mau jual laginya juga susah. Jadi hanya sedikit orang saja sepertinya yang berbisnis demikian itu pun mereka nggak keliling seperti loakan di kita. So, kitanya yang harus cari di mana tukang loak itu berada πŸ˜† gara-gara itu juga, selalu berpikir keras kalau mau beli barang. Susah soalnya kalau nanti mau buang 🀣

      Well, sejujurnya awal-awal kaget mba, beda banget soalnya hahaha. Tapi semakin ke sini ya blend budaya saja. Yang baik di Indonesia masuk, yang baik di Korea masuk. Jadi saya nggak pure 100% ikut kultur Korea haahaha. Nanti pankapan saya cerita mengenai kultur apa saja yang saya tetap gunakan dan justru si kesayangan yang ikut ke saya πŸ˜‚

      Terima kasih mba Jane atas komentarnya πŸ˜πŸ’•

      Delete
  2. Saya orangnya jijikan, jadi bersihan itu it's a must! tapi itu sikat gigi sampai 5 menit, bisa-bisa yang giginya nggak rapat, bisa ke sana ke mari hahahahaha.

    Saya sering sih liat drakor orang sikat gigi lama, ternyata dalam dunia nyata emang gitu ya hahaha.

    Bagus sih menurut saya, sama aja kita menghargai orang lain, dan mengurangi biaya perawatan gigi hahahaha.

    Kalau di Indo, misal di toilet mall, liat orang sikat gigi pasti aneh banget kali ya, hahaha.
    Saya dulu pas ngantor, sering bawa sikat gigi, takut giginya ada yang nyempil pas habis makan :D
    Itupun dibilang aneh sama teman-teman.

    Kalau abis mandi langsung masukin handuk di laundry, uwowwwww, banyakin cucian ajah yak :D
    Kalau saya minimal seminggu sekali sih, kecuali handuk wajah paling lama 3 harian lah saya pasti ganti.

    Ternyata orang sono sekali pake ya, yang jelas kudu stock banyak handuk tuh :D

    Kalau sampah, memang menurut saya, kudu dilakukan punishment yang keras dan jelas, untuk membentuk habbit masyarakat.
    Saya rasa masyarakat bukan hanya bisa taat karena lokasi, tapi karena aturannya.

    Coba deh orang Indo di luar negeri, pasti taat nggak buang sampah sembarangan, soalnya takut bayar denda.
    Beda sama dalam negeri, nggak ada denda, ya cuek ajah hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga paling nggak bisa mba sikat gigi selama itu, hahahaha bawaannya mau buru-buru murkumur 🀣 mereka bisa selama ini karena sambil lihat TV atau sambil melakukan sesuatu. Dan kalaupun standing depan wastafel, juga hitungannya lama sih. Dua menitan ada kali ya πŸ˜‚ even saat di toilet umum saja, ada cewek yang sudah sikatan saat saya baru masuk, tapi saya yang selesai duluan πŸ€ͺ

      Saya pun kalau di Indonesia hanya modal Listerin, masih agak sungkan mau sikat gigi di toilet umum πŸ˜‚ soalnya nggak pernah lihat yang lain demikian. Tapi kalau di Korea, saya selalu make sure sikatan setiap habis makan. Ngeri kalau bau mulut sendirian 🀣

      Nah sama seperti mba, saya tuh handuk wajah saja dulunya yang sering ganti. Tapi itu juga ukuran kecil sebesar sapu tangan πŸ˜‚ that's why kultur cuci handuk mereka itu lumayan buat saya terkejut awalnya. Like seriously? 😡 hahahahaha. Nggak heran stock handuknya banyak, tapi kecil-kecil kok mba as I said before 😁

      Dan setuju soal sampah, saya rasa kita perlu aturan yang sangat tegas. Mungkin bisa mulai dari aturan developer atau pengelola area misal tinggal di komplek. Jadi nggak perlu tunggu dari pemerintah. Karena di Korea sendiri juga kan masing-masing area punya trash house, semisal satu komplek besar di Indonesia punya pusat pengaturan sampah sendiri, itu akan membantu sekali πŸ™ˆ wish one day bisa! Amiiin.

      Terima kasih mba Rey atas komentarnya πŸ˜πŸ’•

      Delete
    2. Nah betul tuh, nggak perlu berharap se negara dulu, se daerah dulu, atau se RT dulu kali ya, buat melatih habbit masyarakat.

      Kalau udah kebiasaan kan mau di mana saja jadi bisa lebih ngeh tentang sampah :D

      Delete
    3. Iya mba, nggak usah tunggu-tungguan πŸ˜‚ langsung mulai dari kita saja, mengikuti apa yang kita bisa dan keadaan kita 😁 pelan-pelan nanti baru ke sekitar πŸ˜† soalnya kalau harus tunggu-tungguan nanti nggak akan jalan πŸ˜‚

      Semangat untuk kita 😍

      Delete
  3. kalau urusan sampah sih udah cukup sering dengar di negara2 lain juga.. tapi urusan gosok gigi dan ganti handuk ini woow i'm amazed!! gosok gigi tiap saat jadi pgn ikutan nerapin deh,, tapi kalau ganti handuk tiap abis mandi sepertinya belum bisa :D

    -traveler paruh waktu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan lama-lama tapi mas kalau mau gosok gigi hahahaha 🀣 dan nggak usah pakai acara menonton TV πŸ˜† by the way, jangan diikuti yang ganti handuk setiap hari πŸ˜‚ handuk di Indonesia terlalu besar soalnya ~ bakal lelah mesin cuci juga kalau harus giling handuk sebesar yang biasa kita gunakan πŸ™ˆ

      Terima kasih mas Bara atas komentarnya πŸ˜πŸ’•

      Delete
  4. Saya tuh pengen banget mencontoh habit seperti itu mba, tapi banyak banget kendala serta aral melintang (mo ngeles) πŸ˜‚

    Saya suka postingan seperti ini sebenere (bikin saya termotivasi untuk hidup lebih baik) menginspirasi, sekecil apapun bahasannya jika itu tentang kebiasaan yang baik, biasanya otak saya bakal ikut teracuni dengan hal-hal positif, meskipun pada prakteknya lebih sering lupa. πŸ˜‚

    Setiap kali saya abai, alarm di otak saya langsung ngasih warning, "langsung inget tulisan ini" πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi pasti banyak kendala mba, karena kebiasaan kita sangat berbeda sama mereka πŸ˜‚ saya pun merasakannya.

      Jadi cukup ambil yang dirasa bisa kita implementasikan ke hidup kita dan memang bermanfaat untuk diri kita, while yang nggak bisa dan sekiranya nggak ada manfaatnya nggak perlu kita gunakan πŸ˜† namapun beda habit dan budaya πŸ™ˆ pelan-pelan kita coba untuk berubah ke arah yang lebih baik. Semangat! πŸ€—

      Terima kasih mba Rini atas komentarnya πŸ˜πŸ’•

      Delete
  5. Kebiasaan bersih tetapi tidak bersih juga (red- tidak ramah lingkungan) .. Hahahahaha....

    Mencuci handuk setelah dipakai akan membuat lebih banyak air dan deterjen terpakai dan mengotori lingkungan.

    Memang bersih bagi diri sendiri, tetapi limbahnya dan pemakaian airnya membuat lingkungan menjadi lebih kotor. Meski airnya didaur ulang lagi dan dipisahkan dari deterjen, tetap akan ada tambahan limbah ke lingkungan.

    Belum lagi pemakaian air yang lebih banyak dibandingkan kalau dijemur, sesuatu yang sekarang menjadi sorotan karena industri fashion/tekstil adalah industri yang paling banyak menyebabkan kerusakan lingkungan karena selain memakai banyak air selama rentang hidupnya, juga menghasilkan limbah paling banyak juga dalam berbagai bentuk, sejak proses produksi dan perawatannya.

    Sebuah pertanyaan yang harus dipecahkan bangsa Korea tentang budaya "bersih" versi mereka dalam hal ini. Bersih bagi diri sendiri, tetapi kotor bagi lingkungan...:-D :-D

    wakakakaka... pertanyaan yang sulit.

    Sampah plastik untuk makanan? itu juga berarti tambahan sampah plastik yang beredar dan sudah diketahui bersama kalau plastik merupakan musuh bagi lingkungan..

    Mana yang mau dikorbankan?

    Hahaha.. maaf ya mbak Eno. Memang saya akui orang Korea itu lebih disiplin dalam hal kebersihan dibandingkan dengan orang Indonesia.

    Cuma membaca dari tulisan di atas, ada sedikit kebingungan sih karena dalam beberapa sisi, kebersihan versi mereka itu hanya berfokus pada kebersihan diri sendiri saja.

    Dan, saya pikir suatu saat pertanyaan lain itu akan hadir, yaitu bagaimana mereka harus mengkompromikan kebersihan diri sendiri dan kebersihan (menjaga lingkungan).

    Cuma sedikit pemikiran orang iseng saja.. ga usah dipandang serius tapinya yah..:-P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya coba jelaskan berdasarkan yang saya tau ya, mas Anton. Maaf juga kalau ada yang salah sebelumnya ~ πŸ˜†

      Dari yang saya tau, lingkungan (sungai, danau, pantai dan tepi laut) di Korea itu salah satu yang paling bersih yang pernah saya lihat πŸ™ˆ saya selama yalan-yalan di Korea belum pernah lihat sungai warna cokelat penuh kotoranπŸ˜† saya pernah tanya sana sini juga, mostly bangunan di Korea ada buangan khususnya (dengan berbagai mesin etc) yang berfungsi untuk penyaring berkali-kali dulu sebelum akhirnya disalurkan air kotornya (tapi untuk sistemnya bagaimana, saya nggak belajar sampai sana) πŸ˜‚

      Karena dulu saya penasaran, kok bisa saya jarang lihat ada kubangan air macam got terbuka, apalagi buangan rumah tangga (biasa kalau di Indonesia kita bisa lihat rumah ada pipa yang mengarah ke got / septic tank untuk buangan) ~ nah saya bertanya-tanya kemana itu larinya air kotor yang berasal dari rumah (shower, cuci baju, etc) πŸ˜‚

      Lalu pertanyaan tersebut dijawab oleh si kesayangan dan kenalan-kenalan saya mengenai sistem yang bekerja di kebanyakan bangunan di Korea, sehingga mungkin karena itu juga, mereka jadi nggak terlalu mempermasalahkan soal urusan cucian, detergent dan lain sebagainya. Sebab mereka merasa kalau apa yang mereka 'buang' nggak berdampak banyak ke lingkungan mereka (mungkin) πŸ™ˆ CMIIW.

      Nah kalau soal air yang banyak digunakan saat mencuci, ini saya nggak bisa komentar apa-apa, soalnya sudah jadi habit mereka dan itu sudah turun temurun πŸ˜‚ tapi yang saya lihat, mesin cuci Korea nggak pakai banyak air. Soalnya saya pernah penasaran bagaimana mesin cuci mereka bekerja, dan heran juga kok airnya nggak banyak tapi bisa bersih hasilnya. Jadi apa mungkin karena ini juga mereka nggak begitu mempermasalahkan soal airnya (?) entahlah, saya belum dapat jawaban jelas πŸ™ˆ

      So, dari situ saya anggap kalau pada habit tertentu, mereka sepertinya tau apa yang mereka perlu lakukan untuk support habit mereka tersebut 😁 tapi bisa jadi juga sama seperti yang mas Anton bilang, ada pertanyaan lain yang perlu mereka pecahkan untuk budaya bersih mereka, agar bisa berdampak lebih baik lagi bagi lingkungan πŸ˜† namun, kalau saya boleh berpendapat, dari yang saya amati, mereka termasuk serius dalam mengurus lingkungan mereka πŸ™ˆ baik dari sisi pemerintahnya maupun warganya ~

      Ohya, mengenai sampah makanan. Jadi di Korea itu ada plastik khusus yang digunakan untuk sampah makanan (seperti sisa makanan yang nggak dimakan, atau kulit telur, kulit bawang bawangan, dan lain sebagainya) ~ dan plastik itu diproduksi oleh pemerintah jadi nggak boleh pakai plastik yang lainnya. Pun saat dibuang juga ada tempat sampah khususnya. Dan kenapa disuruh pakai plastik khusus karena nantinya sampah makanan tersebut akan dikompos. Dan infonya, material plastiknya juga beda ~ CMIIW πŸ˜†

      Jadi dari situ saya justru melihat mereka sangat concern sama lingkungan even sampai urusan sampah pun ada peraturannya πŸ˜‚ mereka mau memastikan kalau semua sampah yang terbuang sudah tau akan disalurkan ke mana. Meski seharusnya nggak perlu material plastik khusus sampah makanan (bisa paperbag) tapi mungkin pemerintah punya pertimbangan khusus kenapa mereka memilih plastik atau mungkin sedang persiapan untuk berubah ke arah paperbag (?) πŸ™ˆ

      Delete
    2. Di Korea soalnya pemisahan sampah juga nggak seserdehana organik - nonorganik, atau plastik, kertas, dan kaleng πŸ˜† tapi lebih rumit lagi dan setiap dari masyarakatnya nggak bisa asal lempar sampah saja ke tong sampah yang ada di setiap area. Saya pernah beberapa kali ikut buang sampah, yang saya perhatikan itu, ada tumpukan kardus khusus, jadi kalau kita dapat paket dari ekspedisi, antara kardus sama lakban harus dipisah. Nanti ada tempat sampah khusus kardus, ada tempat sampah khusus lakban πŸ˜‚

      Habis itu, sampah kaleng sama sampah botol juga dibedakan. Terus ada area sampah makanan khusus juga ini yang saya jelaskan di atas untuk sepertinya diolah jadi kompos (belum pernah lihat langsung pengolahannya tapi pernah tanya ke Ajuhssi yang kerja di trash house katanya buat jadi pupuk atau apa gitu) πŸ™ˆ dan ada juga area sampah besar yang mana kitanya harus bayar kalau buang sampah disitu. Seperti lemari, kulkas, kasur, TV, dan lainnya πŸ˜‚ lalu ada beberapa pisahan jenis sampah lainnya, jadi setiap kali ke tempat sampah, harus dipisah sendiri kalau nggak mau dipelototin Ajuhma 🀣

      Hehehe semoga bisa sedikit menjawab kebingungan mas Anton ya 😁✌ maaf juga kalau nggak memuaskan jawabannya karena ini dari yang saya pahami saja ehehe. Dan dari yang saya pelajari, mereka nggak semerta-merta korbankan lingkungan hanya untuk kepentingan mereka. By far, saya bisa tulis statement begini karena lingkungan mereka sendiri terjaga πŸ™ˆ tapi mungkin akan jadi berbeda statement lagi di kemudian hari apabila saya menemukan sesuatu yang lain πŸ˜‚

      Ohya, tulisan saya ini hanya share soal clean habit mereka, yang mungkin nggak cocok dengan kondisi, kebiasaan dan sistem di Indonesia πŸ˜† akan susah juga di Indonesia kalau cuci handuk setiap hari karena sistem buangan kita belum terbangun dengan baik. Takutnya seperti yang mas Anton bilang justru menambah kerusakan lingkungan di Indonesia yang notabene sudah terlanjur banyak yang rusak. Huhu. Dan mungkin juga, sistem buangan sampahnya belum bisa diterapkan, karena di kita pun sepertinya masih segelintir orang saja yang menerapkan pemisahan sampah sampai sangat detail seperti mereka πŸ™ˆ

      Jadi within this post saya hanya berharap, ambil baiknya buang buruknya tanpa ada keinginan untuk mengajak teman-teman lainnya merusak lingkungan dengan habit yang saya tuliskan di atas ehehehe πŸ™ˆ siapa tau, ada sistem sistem yang bisa dicoba di Indonesia, dan kalaupun nggak bisa, tolong anggap ini bagian dari sebuah cerita tentang bagaimana di belahan lain dunia, ada orang-orang yang punya habit sangat berbeda dengan kita πŸ˜‚

      Terima kasih banyak mas Anton untuk insightnya πŸ˜πŸ€—πŸ’•

      Delete
    3. Maaf sampai dua komentar mas, karena nggak muat kalau dalam satu komentar hahahaha ternyata ada limitnya πŸ˜‚

      Delete
    4. Justru saya senang mbak dengan penjelasan panjang lebar ini..Jadi saya bisa dapat penjelasan/informasi tentang sistem kebersihan dan kaitannya dengan budaya disana.

      Bagaimanapun saya bisa memahami budaya dan tradisi dalam setiap bangsa pasti berbeda dan tidak bisa dinilai secara hitam putih. Menghilangkan suatu tradisi atau budaya dari sebuah bangsa bisa seperti mencabut jiwa sebuah bangsa.

      Tapi tentunya banyak budaya yang kurang sesuai dengan pola pandang masa kini dan terkadang harus terpaksa dihapus atau dikompromikan.

      Nah dengan penjelasan ini kan berarti ada penjelasan tentang antisipasi sebuah bangsa dalam mengkompromikan antara kebudayaan bangsa (warisan masa lalu dan kini) , teknologi, dan masalah penting di masa datang (lingkungan)

      Percaya banget soal kebersihan dan displin disana mah 😁😁😁


      Bagaimana kalau mba Eno juga berbagi soal hal ini di blog ini, saya pikir mbak juga bisa memberi inspirasi bagi pembaca disini tentang hal penting ini..

      Keren loh mbak..Siapa tahu ada 1 atau 2 orang yang tergerak meniru

      Coba bandingkan dengan Bali, kayaknya bisa jadi tulisan yang keren sekaligus menginspirasi loh

      Delete
    5. Ehehehe terima kasih mas Anton sudah menerima penjelasan ala newbie saya πŸ™ˆ dan setuju sama mas Anton, memang kalau sudah urusan habit nggak akan mudah untuk diubah (even habit kita pun nggak bisa diubah dengan mudah πŸ˜‚) jadi tinggal bagaimana habit tersebut tetap bisa dijalankan bersandingan dengan solusi yang tepat dan nggak merugikan (lingkungan contohnya, dan lain sebagainya) πŸ˜†

      Pada akhirnya, dibalik setiap permasalahan pasti ada solusinya -- dan mungkin in some parts, Korea berusaha untuk mencari solusi dari habit yang ada instead of menghilangkannya πŸ˜† ehehehehe. Semoga dilain waktu saya bisa bahas, karena sebenarnya sangat jarang saya bahas-bahas topik beginian. Berats πŸ˜‚ belum masuk kapasitas saya soalnya hihihi. Eniho, thank you so much once again for the insights, mas 😍

      Delete
    6. Ikut nimbrung aaaakh .. hahahaa .. panjang beneeeer rentetan berbalasan komentar inii ..
      Bisa jadi halaman satu artikel sendiri πŸ˜‚

      Delete
    7. ayo mba, bikin postingan satu lagi, lumayan ini komentarnya cukup buat dua postingan (sekedar saran dari orang yang lagi males nulis) hihihi...πŸ˜‚

      Delete
    8. 🀣🀣🀣🀣 berat topiknya mba πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
    9. Mas Himawan: πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ

      Delete
  6. Kalau menurut saya sih :

    - Kalau mau gigi bersih , tapi ngak merusak lingkungan ?
    - Kalau Mau Punya Pakaian, tanpa lingkungan ternodai oleh limbahnya ?
    - Kalau Mau butuh apa2 tanpa merusak lingkungan ?

    Yah....Gampang caranya :

    ' Cari Pohon Kelapa '.....

    - Kalau mau sikat gigi, yah dari ' arang batok kelapa '.

    - Kalau mau pakai " Rok atau celana ", bisa dari sabut kelapa.Kalau ngak mau dari sabutnya, yah bisa dari daun kelapa. :) . kalau masih ngak mau pakai.... yah itu juga terserah Anda.

    Yang penting jangan dipraktekan saja, ntar jagad raya jadi viral.hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini mas Nata lagi mengkomentari komentarnya mas Anton, ya? 😁 ehehehe soalnya komentarnya mas Nata beda sama pembahasan yang saya tuliskan πŸ™ˆ jadi saya berasumsi mas komentari komentarnya mas Anton 😁

      Kalau menurut saya, kita as manusia dan alam itu bisa saling bersinergi satu sama lain tanpa harus ambil langkah seperti buat baju atau celana dari sabun kelapa ~ meski sebenarnya sah sah saja apabila ingin menggunakan sabut kelapa 😁 hehehe. Yang terpenting kita as manusia berusaha untuk memberikan yang terbaik baik bagi diri sendiri maupun lingkungan yang kita tinggali πŸ˜†

      Dan setiap orang punya porsinya masing-masing untuk menjaga bumi 😁 ada yang dengan nggak pakai sedotan plastik, ada yang dengan nggak pakai detergent cuci piring, dan cara-cara lain. Jadi nggak melakukan A bukan berarti nggak melakukan B (walau alangkah lebih baiknya bisa melakukan semua) hehehe yang terpenting berproses πŸ˜„

      Delete
  7. Saat baca bagian habis mandi, handuk langsung masuk laundry. Langsung aku jadi lemes, Mbak Eno. Gak kebayang, deh. Kalau mandi dua kali sehari, berarti sehari satu orang manusia harus mencuci handuk sejumlah dua biji. Kalau di rumah personilnya ada dua orang, berarti harus cuci handuk sehari empat biji. Kalau sudah beranak pinak, harus cuci handuk sehari sejumlah seluruh personel rumah tangga dikali dua. Itu cuma handuknya aja. Masih belum baju dan lain sebagainya. Kalau gak punya mesin cuci mungkin tangan jadi kerut-kerut terus setiap hari gara-gara kebanyakan nyuci kali ya, Mbak Eno? 🀭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan dibayangkan mba nanti pusying seperti saya hahaha πŸ˜‚ by the way, ibunya si kesayangan dulu setiap hari cuci handuk 4 orang jadi sehari itu kurang lebih 8 handuk yang dicuci ibu πŸ™ˆ dan memang kalau nggak ada mesin cuci akan ribet sekali mba, tapi sepertinya most Korean pasti pakai mesin cuci (kalau nggak punya, biasanya ke laundry umum yang coinan) 😁

      However karena handuknya kecil-kecil, jadi waktu cuci 8 handuk juga nggak terlihat banyak. Mungkin karena sudah terbiasa jadi mereka justru heran waktu pertama kali tau saya pakai handuk yang sama selama semingguan πŸ˜‚ yang mana kala itu saya jemur lagi handuk saya setelah digunakan. Soalnya handuk saya besar dan tebal banget layaknya handuk normal di Indonesia. Bisa modyar mesin cucinya kalau harus giling 4 handuk segitu besar setiap harinya πŸ˜† hehehe.

      Saya mulai ganti handuk ke medium kecil dan mulai cuci setiap habis mandi itu karena saat musim dingin ternyata handuk besar dan tebal sangat susah kering πŸ˜‚ mana kalau di apartment kan nggak proper media penjemurannya seperti rumah Indonesia yang gampang kena matahari, alhasil saya mulai paham alasan mendasar Korean pakai handuk kecil dan cuci setiap hari itu untuk mempermudah mereka mengeringkan handuk mereka saat mencucinya pakai mesin cuci sendiri 😁 begitu kurang lebih 😍

      So we (you and me) are lucky mba lahir di Indonesia, karena mataharinya selalu panas dan cerah jadi gampang mau jemur baju juga πŸ˜‚πŸ˜❤

      Delete
  8. What, banyak juga ya mbak kebiasaan hidup bersih di Korea.

    Yang pertama sikat gigi, tiap habis makan pasti sikat gigi, kalo aku sikat gigi ya paling sehari 2x sehabis mandi, kalo makan biasa saja ngga sikat gigi. Super bersih ya orang Korea.

    Handuk, aku malah punya handuk satu kali aja, habis mandi ya jemur, habis itu dipakai lagi lalu jemur lagi.πŸ˜‚

    Disini banyak yang buang sampah sembarangan mbak, makanya kali atau sungai jadi dangkal, kalo musim hujan jadi banjir. Coba kalo yang buang sampah sembarangan di denda 10 juta, pasti pada kapok, atau jangan-jangan malah rusuh ya kantor polisi diserbu suruh hapus peraturan itu.πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas πŸ˜‚ sebenarnya kita juga punya banyak kebiasaan hidup bersih kok as Indonesian hehehe, jadi nggak ada bedanya sama mereka, cuma beda versi kebiasaannya saja πŸ˜†

      Saya pun dulu sikat gigi 2x sehari, pagi dan malam seperti yang biasa diajarkan di sekolah 🀣 sisanya paling kumur listerin, tapi semenjak belajar kultur Korea, saya jadi kebiasa ikut sikat gigi habis makan πŸ™ˆ jadi sehari bisa minimal 4x sikat gigi hahahahaha.

      Nah saya juga sama seperti mas, habis mandi pasti handuk dijemur πŸ˜‚ nggak ada sejarahnya habis mandi dicuci 🀣 dari dulu juga ibu saya setiap habis mandi terus taruh handuk sembarangan pasti ibu teriak, "Jemur handuk jangan lupaaaa!" πŸ€ͺ makanya saya kaget mereka bukannya jemur handuk justru cuci handuk πŸ™ˆ sampai saya kira saya salah lihat hahaha.

      Itu dia, sebenarnya dengan buang sampah sembarangan, yang rugi kan yang membuang juga, apalagi kalau sampai kebanjiran πŸ™„ tapi mungkin, tempat pembuangan sampah atau semacam trash housenya juga nggak banyak kali ya di Indonesia? Soalnya di area saya yang di Bali saja tuh TPA-nya lumayan jauh jadi harus tunggu truk pengangkut sampah untuk jemput sampahnya πŸ™ˆ

      While di Korea, masing-masing komplek punya trash house, jadi sudah dipisah semua sampahnya, dan memang ada pekerja khusus yang mengurus sampah-sampah rumah tangga. Mungkin karena itu juga, warga pun semangat untuk nggak buang sampah sembarangan dan kebersihan bisa terjaga 😁 masalahnya juga, kita nggak pernah betul-betul diajarkan cara pisahkan sampah dan buang sampah dengan baik dan benar. Selama ini taunya kan dikumpulkan jadi satu pada sebuah kantong, lalu tunggu tukang sampah lewat. Selesai sudah πŸ˜‚

      Sedangkan di Korea, urusan buang sampah sudah diajarkan dari masih sekolah. Ortunya juga sudah mulai mengajarkan anak-anaknya dan mempraktikan hal tersebut di keseharian. Jadi anak-anak pun tau bagaimana memisahkan sampah rumah tangga ~ memang sebenarnya satu dan lainnya perlu dikoneksikan jadi nggak bisa berharap pada satu pihak saja πŸ™ˆ mungkin harus mulai dari kitanya, untuk belajar memisahkan sampah kita, lalu menyebar ke lingkungan kita mungkin dengan mengajak satu komplek untuk kelola sampah bersama. Baru deh semakin meluas 😁

      Wish one day Indonesia bisa kelola sampah 😍

      Delete
    2. Iya mbak, disini yang bikin masyarakat buang sampah sembarangan itu karena ngga ada tempat pembuangan sampahnya, jadinya kadang buang di pekarangan atau malah sungai dan jadinya banjir.

      Padahal harusnya kalaupun ngga ada tempat pembuangan sampah, ada truk sampahlah buang angkut seminggu dua kali atau sekali, ini ngga ada sama sekali, ada tempat pembuangan sampah tapi jauh sekitar 7 km, itu juga sudah penuh.πŸ˜“

      Delete
    3. Iya saya rasa salah satu alasan mendasar kenapa pada buang sampah sembarangan, karena kebanyakan nggak tau mau buang sampah di mana. Semacam nggak ada info jelas di mana lokasi TPA dan sistem pengelolaan sampah rumah tangga yang baik dan benar πŸ˜–

      Apalagi di pelosok begitu contohnya di rumah simbah saya pun saya nggak pernah lihat ada TPA, jadi pada main timbun saja entah di mana lalu dibakar πŸ˜₯ semoga ke depannya ada banyak trash house dibangun, dan pelan-pelan semua warga bisa belajar bagaimana mengelola sampah yang ada 😁 semangat mas, mungkin mas bisa mulai dengan memisahkan sampah yang mas punya πŸ˜†

      Delete
  9. Jaga kebersihan banget sih iya bikin kagum, tapi kalau tiap kali mandi langsung ganti handuk lain baru lagi .. apa ya ngga malah memperbanyak pengeluaran buat londri atau juga beli deterjen dan bikin membengkakmya tagihan bulanan langganan air, ya πŸ€” ?.

    Kalau soal lamanya sikat gigi, hampir sama yang kulakukan. Malah kadang lebih dari 5 menit dengan 2 kali ganti odol πŸ™‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau punya mesin cuci sendiri pengeluarannya nggak jauh beda dengan semisal kita cuci baju seminggu sekali mas. Hehehehe. Bedanya kan kalau seminggu sekali ditumpuk dulu semua baju kotornya baru dicuci, sedangkan setiap hari means nggak ditumpuk bajunya 😁 dan untuk tagihan nggak beda jauh sama tagihan saya di Indonesia hehe.

      Wah mas Himawan sampai 2x ganti odol 🀣 mantaph! Saya nggak bisa kalau sikat gigi lama-lama πŸ˜‚ capek rasanya πŸ˜†

      Delete
  10. Whoaaaaah ketemu vektor (gambarnya Ajun lagi). Cakep Mbak...gambarnya Ajun :D

    Ngomongin clean habit dan konsekuensi dendanya, hampir samaan dengan di Singapura ga mba ketatnya? Keren sih, biar kata rada strict, tapi malah yang aturannya begindang bikin kita-kita ga terlampau santuy kalau mau berjorok-jorok ria. Soalnya ada dendanya hihihi. Sayangbkan kalau bayar cuan buat keteledoran masalah sampah.

    Ngomong-ngomong, kulit bawang dan duri ikan kenapa ga boleh digabung ya, apa karena perbedaan tekstur basah dan keringnya itu ya?

    Klo sofa bodol kayaknya bisa disiasati dengan dipakaikan cover baru ya, asal bisa dapat tukang jahit covernya aja. Kecuali klo sponsnya uda pada bedah nah baru kadang bingung juga ngedadak pengen ganti, hihi...

    Untunglah, di rumahku ga ada kursi jadi masalah kursi atau sofa aman lah, ahahhahha....ga bakal ada kejadian bosen pingin ganti baru kalau uda buluk.

    N then...yang kebiasaan gosok gigi di Korsel...OMG....serius aku juga baru tahu loh. Keren juga ya, mulut jadi wangi n fresh sepanjang hari gegara pada mbekel odol dan sikat gigi. Jadi ga ada kesempatan buat bau naga deh, ahhahahahah

    Oiya biasanya kalau uda sohib banget emang jarang komen sih hahahahah, sama kayak aku dan kakak yang mirip sohibal sohibul mba eno, jadi aku juga punya kakak kandung dan dia punya blog juga, malah dia sendiri yang awalnya ngajarin aku bikin blog. Tapi diantara kami berdua jarang saling komenan ahahha. Kalau baca mah iya, selalu kalau ada updatean...pasti selalu takbaca, bedanya emang jarang komen klo uda yang sodaraan atau sohiban banget ahhahahha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, secakep gambarnya mba Nita, ya 😍 selalu salut sama yang jago gambar seperti Ajun dan mba Nita πŸ™ˆπŸ’•

      Singapura juga ketat banget mba Nita, at some point bahkan lebih parah soalnya di Singapura nggak boleh kunyah permen karet dan bawa permen karet pun nggak boleh setau saya πŸ˜† beserta banyak denda lainnya seperti meludah, etc ~ sedangkan di Korea, sepertinya nggak ada denda meludah dan masih boleh makan permen karet asal buang pada tempatnya 😁

      Iya, sebenarnya orang Indonesia penurut kok kalau dikasih aturan tegas pasti manut. Buktinya waktu pergi abroad, banyak orang Indonesia sangat patuh pada aturan negara luar. Jadi basic-nya, orang Indonesia bisa ikut aturan asal aturan yang dibuat pun tegas, lugas dan jelas 😍 contoh saja seperti denda tilang, sebenarnya kalau nggak ada sogok menyogok, orang-orang kita pun lambat laun akan patuh karena takut harus bayar tilang. Tapi karena ada budaya sogok menyogok dulunya, jadi orang kita menggampangkan πŸ™ˆ CMIIW.

      By the way, kulit bawang dan duri itu kayaknya karena nggak bisa dikompos deh mba, jadi pengolahannya dipisah dari sisa buangan makanan lainnya. Tapi saya belum pernah tanya soalnya, hahaha. Cuma taunya kalau buangan sampah makanan yang lain itu ada yang dijadikan kompos. Nah bisa jadi yang dipisah ini karena nggak bisa dikompos atau cara pengolahannya lain daripada yang lain πŸ˜† however, saya kurang tau kalau di area lain sama atau nggak, beda area beda pula aturannya hihi. Jadi ini aturan yang saya tau di beberapa area yang memang saya tau saja dan beberapa area relasi saya 🀭

      Tau nggak sih mba, gara-gara perkara sofa bodol etc, saya jadi merasa hidup di Indonesia itu sangat mudah. Kursi rusak tinggal telpon tukang reparasi, kelar masalah 🀣 while di Korea, selain tukang reparasi itu jarang, harganya juga nggilani mahalnya πŸ€ͺ kadang orang berpikir, better ganti baru sekalian πŸ˜‚ hahaha. Memang paling enak nggak ada kursi sofa mba, jadi nggak usah memikirkan persoalan jebol dan lain sebagainya πŸ˜†

      Dan soal sikat gigi, ini sering ada di drama kelihatan mereka sikat gigi lama banget sambil duduk di depan TV hahaha. Dan saya akui, kecuali mereka yang addict rokok dan minum, mostly mulutnya nggak bau hehehe. Even yang merokok pun some of them sangat considerate dengan langsung sikat gigi habis merokok (tapi ini nggak semua begini, jadi memang balik lagi ke personal, cuma bisa dibilang, sikat gigi ini sudah jadi habit. Dan almost 90% orang Korea melakukan habit ini) 😁

      ---

      Huhu ternyata bukan saya saja yang merasakannya hahahaha. Sohib, keluarga dan relasi saya tuh kebanyakan hanya baca tapi nggak komentar πŸ˜‚ tapi bisa dibilang, setiap saya update pasti cepat sekali dibacanya. Kadang kalau saya nggak update 2 hari atau 3 hari sudah ditanya, "Kapan update?" -- pokoknya bawel banget merekah 🀣

      Terima kasih mba Nita atas komentarnya πŸ˜πŸ’•

      Delete
  11. Soal menyikat gigi bukan di kamar mandi ini, saya pertama kali lihat sekitar tahun 2011. Waktu itu ada kawan dari AS yang ikut jalan-jalan sama saya dan kawan-kawan ke Karimunjawa. Di penginapan, pas malam-malam waktu kami sedang nongkrong di teras, dia muncul sambil sikatan. Syok juga, sih. Dalam budaya kita menyikat gigi itu mesti di kamar mandi, mesti dekat sama sumber air minimal. Nggak kebayang aja ada peradaban yang orang-orangnya nggak mesti ke kamar mandi saat sikatan (meskipun akhirnya mesti kumur-kumur juga).

    Menarik juga kebiasaan menjaga kebersihan ala Korsel ini, Mbak. Saya jadi penasaran kapan kebiasaan itu mulai membumi di sana. Sudah sejak dulu atau sejak Korsel perkembangannya makin pesat?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, iya kan mas. Di budaya kita, sikat gigi itu harus di kamar mandi atau minimal dekat air πŸ˜‚ saya pun nggak pernah membayangkan akan ada orang sikat gigi sambil menonton TV atau sambil melakukan sesuatu di luar kamar mandi πŸ˜† that's why pertama kali lihat, lumayan kaget juga saya πŸ€ͺ tapi sekarang sudah nggak kaget lagi mungkin karena terbiasa 😁✌

      Kalau soal kapannya kebiasaan mulai terbentuk, saya pribadi kurang tau tapi kebiasaan ini sudah ada dari jaman ibunya si kesayangan masih muda jadi sepertinya memang kebiasaan yang dibentuk dari lama 😁 seperti kebiasaan soal cuci handuk dan sikat gigi berkali-kali itu kata ibu, sudah dari dulu beliau melakukannya πŸ˜‚

      Delete
  12. Soal sampah :( Indonesia harus nerapin juga nih. Sedih liat sampah di Indonesia dicampur, dibakar, dibuang di sungai

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Indonesia perlu menerapkannya. Mungkin bisa dimulai dari kita yang belajar untuk memisahkannya 😍 semangat!

      Delete
  13. selama ini handuk kecil aku cuman buat mbungkus rambut kalo abis keramas hahaha. kalau buat mandi ya nggak cukup
    kalo di sini jemur handuk tebel nggak bisa langsung kering sehari, meskipun udah pakai mesin cuci yang ada pengeringnya, tapi nggak kering kering banget

    itu dendanya mayan juga ya, bisa buat makan makan enak seminggu kayaknya kalo duit sejuta. tong sampah di indo palingan cuman ada 2 atau 3 macam yang sering aku temui, sampe lupa jenisnya buat sampah apaan heehehe
    lahh di korea banyak banget jenis sampahnya yang harus dipisahin, wajar kalo bisa sampe stres mikir 'ini sampah dibuang dibagian yang mana', salah salah denda, ckckck

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nainiii, betul kan nggak cukup πŸ˜‚ makanya saya heran kenapa buat mereka cukup. Perasaan badan kita nggak jauh beda sama badan mereka ahahahah. Apa kitanya yang boros pakai handuk? Nggak juga kan. Memang lebih berasa kering saja kalau pakai handuk besar, yang mana seperti kata mba Ainun, setelah dicuci, susah sekali dikeringkannya. That's why, ibu selalu minta kita jemur handuk biar nggak rusak mesin cuci di rumah 🀣

      Denda termurahnya itu bisa buat makan enak seminggu, dan denda termahalnya bisa untuk makan enak berpuluh-puluh minggu mba πŸ€ͺ makanya pusing saya kalau sampai salah buang sampah. Sebenarnya sih bukan karena kawatir sama dendanya, tapi kawatir kalau dilihat sama Ajuma dengan tatapan nggak enak πŸ˜‚ hahahaha. By the way di Indonesia pemisahannya hanya 3 mba, tapi itu pun di tempat tertentu saja. Kalau sampah rumah tangga jarang saya lihat ada yang dipisah πŸ™ˆ

      Delete
  14. Waktu baca ini 1x, saya sampai baca ulang lho, Mba. Wih, ganti handuk per hari. Lah ternyata tiap abis mandi. Wooohhh...
    Btw kebiasaan ganti handuk ini Mba Eno terapkan nggak kalau pas mudik di Indo?

    Mba, kalau gosok gigi gitu pasti pakai odol atau enggak? Ya ampun, bersihan banget yak. Ckckckck...kagum..

    Soal sampah, saya jadi ingat waktu di Jepang. Hampir sama, Mba. Di sana tiap2 daerah berbeda cara mengelompokkan jenis sampahnya. Ada yang sampai detail banget. Kalau di sana, sampah salah jenis kayaknya cuma sanksi sosial deh. Jadi plastik sampahnya dikasih tulisan dan nggak diambil.

    Apartemen saya untungnya full furnish dan full service. Kebanyakan foreigner juga. Saya pernah lihat kalau sampah saya dikasih tulisan. Saya tau dari bungkus bumbu Indo yang saya pakai. Tapi saya diem aja.πŸ™ˆ Kayaknya pihak apartemen yang mengurus. Sejak itu saya detail banget milah2 sampah. Alhamdulillah, nggak ada kejadian seperti itu lagi. Hehehe.

    Soal pembelian barang, sistem seperti itu bagus. Orang2 sana jadi lebih aware membeli dan merawat barang. Alih2 bayar sampah barang besar yang mahal, mereka bisa jual lagi. Dan banyak banget orang2 di sana yang pakai barang bekas. Tapi kondisinya memang bagus2 sih. Mereka juga nggak malu. Apalagi orang Indo yang tinggal di sana. Hampir semua barang elektroniknya bekas. Terus kalau pindah, dihibahin ke yang butuh.

    Komen saya panjang ya, Mba.πŸ˜‚πŸ™

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Indo nggak setiap kali habis mandi dicuci, mba 🀣 cuma pas di Korea saja hahahaha. Kalau di Indo kan mataharinya banyak, dan bisa jemur di area jemuran jadi biasanya baru ganti setelah 3 harian 😬 tapi handuk yang dipakai yang medium bukan yang besar banget, ehehehe.

      Nah kalau soal gosok gigi selalu pakai odol mba, tapi ini walau saya bahas habit bersihnya bukan berarti mereka nggak ada habit kotornya, karena pada akhirnya mereka sama seperti kita manusia kebanyakan 🀣 cuma memang nggak saya bahas sebab saya hanya ingin bahas yang baik-baik saja 🀭

      Waduh sampai ditulis, untung petugasnya nggak tau itu sampah siapa, bisa-bisa kalau tau nanti ditulis nama pemilik sampahnya πŸ˜‚ dan saya setuju sama mba, gara-gara peraturan tersebut, kita jadi keikut teliti ya mba dalam memilah sampah. Jadi saya sejujurnya percaya seandainya di Indonesia ada aturan tegas soal sampah, dan fasilitas TPA nya banyak, pasti masyarakat akan lebih detail dalam mengurus sampahnya 😍

      Eniho soal barang second, di Jepang famous banget barang-barang secondnya mba. Sampai ke game console dan branded thing-nya pun terkenal bagus even though secondhand. Sepertinya orang Jepang tipe perawat barang. Salut jadinya 😍 hihihi. Nggak apa-apa mba, saya senang diberi komentar panjang πŸ€­πŸ’•

      Delete