Travelmate | CREAMENO

Pages

Travelmate




Katanya, kalau kita mau check apakah kita cocok atau nggak dengan pasangan, kita bisa check dengan pergi travelling bersama pasangan kita ๐Ÿ˜‚✌ sebab disetiap perjalanan, pasti akan berhadapan dengan drama, dan disitu kita bisa lihat bagaimana kita bersama pasangan menghadapi permasalahan ๐Ÿ™ˆ berhubung gue sama si kesayangan dari jaman baheula merupakan travelmate, gue jadi mau mengingat-ingat drama apa saja yang pernah terjadi di antara kami berdua ๐Ÿคช

Bisa dibilang, kebanyakan perjalanan yang gue lakukan bersama dia selama ini berjalan lancar, tapi bukan berarti nggak ada kerikil tajam ๐Ÿคฃ gue pernah marah karena dia memaksa gue naik tangga! Wohhh, gue yang pemalas tentu sangat anti naik tangga, apalagi tangga yang tinggi menjulang. Prinsip gue, kalau kegiatan tersebut membuat lelah bukan liburan namanya ๐Ÿ™ˆ Jadi waktu itu, kami pergi ke perbukitan yang apabila kami mau lihat pemandangan dari puncak, kami harus menyusuri anak tangganya yang super duper panjang ๐Ÿ™„

Berhubung gue tau gue pasti lelah, akhirnya gue tolak ajakan dia ๐Ÿ˜‚ gue bilang ke dia kalau gue nggak mau ke atas, tapi dia bilang, "Ayo, coba dulu." -- maksud dia, coba dulu sampai sejauh mana bisa, nanti kalau nggak kuat tinggal turun ke bawah. Sedangkan gue, tipe yang nggak mau coba-coba kalau sudah tau hasilnya gagal ๐Ÿคช Disitu finally gue sama dia diam, karena gue merasa kalau dia memaksa, while dia merasa kalau gue nggak berusaha even cuma satu tangga ๐Ÿ™ˆ

Terus kami berdua pergi ke McD terdekat -- niat hati mau meredakan rasa kesal sambil menikmati es krim dan Mc-nuggets, tapi gue yang gengsinya besar hanya makan es krim dan nggak sentuh Mc-nuggets padahal Mc-nuggets merupakan salah satu menu kesukaan ~ alhasil dia makan semuanya hingga habis nggak bersisa dan membuat gue semakin kesal hahahahaha ๐Ÿ˜‘ gue sampai bingung alasan gue kesal ituuuu gara-gara dipaksa naik tangga atau gara-gara Mc-nuggets yang gue suka dimakan dia ๐Ÿคฃ childish banget sumpah ๐Ÿ˜…

---

Terus di lain hari, gue sama dia pergi liburan dan harus transit dulu di KLIA2 (iya, kami anak gaul Airasia) ๐Ÿ˜๐Ÿ™ˆ saat gue lihat jam tangan, masih ada waktu sejam sebelum boarding pesawat dan gue berpikir baiknya menunggu di dekat gate keberangkatan sedangkan dia lebih suka menunggu di area central karena kata dia kursinya nyaman ๐Ÿคฃ gue bilang, "Di dekat gate keberangkatan juga banyak kursinya. Jadi tunggu di sana biar nggak buru-buru karena waktu yang terbatas."

Setelah berdebat, dia setuju untuk pergi ke gate keberangkatan dan sesampainya di sana ternyata.. PENUUUHHHH, SAUDARA-SAUDARA!! Mana waiting room khusus boarding belum dibuka ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜‚ mau nggak mau kami harus berdiri hampir satu jam karena gue nggak berminat duduk di lantai yang cencu membuat dia meledek gue habis-habisan, "Makanya gue bilang juga apa, tunggu di central saja, tau rasa nggak bisa duduk sekarang." ๐Ÿฅด gue yang gengsi (again!) hanya bisa jawab, "Yasudah, sudah terlanjur, kan." -- jiiakkhh, padahal dalam hati, "Mau duduk! Lelah hamba." *mamam tuh gengsi sampai kenyang* ๐Ÿคช Wk.

---

Gue sama dia sebetulnya dibilang sering berantem saat perjalanan sih nggak, makanya kami nggak banyak ingat kejadian dimana kami berantem hebat ๐Ÿคฃ๐Ÿ‘Œ soal makanan juga selama ini ikut arus walau kebanyakan dia yang ikut karena gue suka pilah-pilih makanan ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ’• tipe perjalanan kami pun sama, harus santai ~ sesantai-santainya ~ dengan prinsip bangun siang adalah yang utama. Mungkin itu alasan mendasar gue diberikan garis jodoh sama dia, karena kami ternyata klop as travelmate asal bukan ke Jepang dan India ๐Ÿ˜‚

Bicara soal Jepang dan India..... dia dari awal bilang ke gue kalau dia nggak mau pergi ke Jepang dan India. Well, gue bisa maklum kalau dia nggak mau ke India akibat satu dan lain hal, tapi kenapa pula dia nggak mau ke Jepang? Padahal Jepang merupakan salah satu negara indah dan gue selalu ingin pergi ke Jepang bersama pasangan (beda rasanya bok, compare to pergi bersama teman ataupun sendirian) ๐Ÿ˜… setelah gue telisik lebih dalam, ternyata dia nggak mau karena pada dasarnya banyak orang Korea yang nggak suka Jepang sebab Jepang pernah menjajah Korea dan sejarah tersebut pahit untuk mereka.

---

Gue jadi ingat salah satu quote yang paling gue suka dari Om Antoine Desaint yaitu, "Life has taught us that love does not consist in gazing at each other, but in looking together in the same direction.” -- yang artinya nggak cuma berhubungan sama perjalanan itu sendiri, tapi juga berhubungan dengan kehidupan kita in general ๐Ÿ˜†

Same direction dalam segi visi, misi dan value yang akan membuat kita mampu menjalani hidup kita ๐Ÿ˜✌ nevertheless, semoga gue dan teman-teman semua, kita bisa looking in the same direction bersama pasangan tercinta ๐Ÿ˜๐Ÿ’• eniho, teman-teman pernah berantem juga saat perjalanan bersama pasangan, sahabat maupun keluarga? ๐Ÿ™ˆ
Somebody ever said, if we want to check whether we are suitable or not with our partner, we can check it by going traveling with them ๐Ÿ˜‚✌ because in every trip, we will definitely dealing with a lot of drama, and that's the time when we can see how we face the problems ๐Ÿ™ˆ and because me and my man also a travelmate, I want to remember what kind of drama has happened between us ๐Ÿคญ

Honestly, most of the trips that I took with him have been going well, but it doesn't mean there aren't any problems ๐Ÿคฃ and the fact is.. I've ever been upset because he forced me to go up the stairs! Wow, I'm a lazy person and I don't like climbing stairs activities, especially the stairs to the hills. My principle is.. my trip should not be tiring ๐Ÿ™ˆ So at that time, if we want to see the view from the hills, we have to go up the stairs which are super duper long ๐Ÿ™„ ehyuuuu.

Since I knew I'll be tired, I refused to go up ๐Ÿ˜‚ I told him that I didn't want to go up, but he said, "Come on, let's try first." - he meant, try to what extent we can, later if I feel like I cannot do that then I can go down. However for me, I will never want to try if I already know the result will be fail ๐Ÿคช Therefore, I felt upset, because I felt that he was forcing me, while he felt that I didn't wanna try even just one step ๐Ÿ™ˆ

Since we both felt not good, we decided to visit the nearest McD ๐Ÿ˜† the intention was to relieve the annoyance feeling while enjoying ice cream and Mc-Nuggets. But, because I still felt upset, I ended up only ate an ice cream and didn't touch Mc-Nuggets though it is one of my favorite menus ๐Ÿ™„ as a result, he ate it all and made me even more annoyed hahahahaha ๐Ÿ˜‘ I got confused suddenly.. why I was upset. It was because I got forced to go up the stairs or it was because he ate Mc-Nuggets that I like the most ๐Ÿคฃ so childish, rite? ๐Ÿ˜…

---

Then on another day, I went on trip with him and we had to transit in KLIA2 (yes, we are Airasia lovers) ๐Ÿ˜๐Ÿ™ˆ When I looked at my watch, there was still an hour before our boarding time and I think it will be good if we wait near the departure gate. However, he prefer to wait in central area because he said the chair was comfortable ๐Ÿคฃ I told him, "There are also many chairs close to departure gate. So let's wait there. I don't wanna get rush because of limited time."

After argued, he agreed to go to departure gate and when we got there it turned out..... THERE WERE MANY PEOPLE!!! And the waiting room hasn't been opened yet ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜‚ we ended up had to stand for almost an hour because I didn't want to sit down on the floor which made him teased me, "What did I say, just wait in central, now you know that you cannot sit down. " ๐Ÿฅด I felt embarrassed so I answer him with, "Okay, okay. It already happened, huh." -- though my heart wanna scream, "I wanna sit. Gosh! Really tired." ๐Ÿคช LOL.

---

We actually not much fought during our trips, so we don't remember where, when and why we had a fight ๐Ÿคฃ๐Ÿ‘Œ and about food, he has been following my food menu because I'm kinda picky so I would like to choose the menu which I can eat ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ’• our trip type also same, it should be relaxed ~ as relaxed as possible ~ with the principle of waking up in the afternoon ๐Ÿคญ maybe that's the fundamental reason why we became soulmate, because we were born to be a travelmate as long as we are not visit Japan or India ๐Ÿ˜‚

Speaking of Japan and India... he told me from the beginning that he didn't wanna go to Japan and India. Well, I can understand if it's India due to one or two reasons, but why doesn't he want to go to Japan? While we all know that Japan is a beautiful country and I always want to go to Japan with him (it feels different, compare to go with friends or alone) ๐Ÿ˜…✌ after I looked deeper, it turned out he doesn't want to because basically many Korean don't like Japan because Japan had colonized Korea and history was bitter for them ๐Ÿคง

---

I remember one of the quotes which I like from Antoine Desaint, "Life has taught us that love does not consist in gazing at each other, but in looking together in the same direction." means it's not only related to the trip journey itself, but also related to our lives in general ๐Ÿ˜†๐Ÿ‘Œ same direction in terms of vision, mission and values that will lead us to live our lives ๐Ÿ˜✌ nevertheless, hopefully we all can look in the same direction with our beloved partners ๐Ÿ˜๐Ÿ’• anyhow, do you ever fought when travel with your friends, family or partner? ๐Ÿ™ˆ

64 comments:

  1. Saya yakin mba marahnya karena Mc-nuggets nya yang dimakan semua hahaha.

    Betewe, karena belum punya pasangan saya nggak tahu rasanya konflik sama travelmate itu gimana. Tapi pernah travel berhari2 sama temen and bener di sana kita jadi lihat gimana sesungguhnya dia dalam menghadapi masalah, ada yang uring2an karena merasa nggak terpenuhi keinginannya. Namanya travel ya, urusan makan pun harus didiskusiin dulu, mau makan apa, di mana, sering cekcoknya di sini sih. Tapi wajar aja sih, tapi kadang ngeselin juga haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya efek lapar, mba ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ hahahaha.

      Betuuuuul bingits, even bukan sama pasangan, saya sudah tamat persoalan drama saat perjalanan entah itu sama sahabat maupun keluarga ๐Ÿ˜‚ contoh sama ayah ibu dan adik pergi liburan, itupun masih ada dramanya. Entah saya mau ke mana, adik mau ke mana, belum lagi kalau satu nggak keturutan, pasti ribut berantem sampai mau ditinggal sama ortu di jalan hahahahahha ๐Ÿคฃ

      Tapi memang dari travelling bersama, kita jadi belajar karakter setiap dari kita mba. Kelihatan banget dari satu masalah, penangannya bisa beda-beda ๐Ÿ™ˆ dari situ tau, mana yang memang cocok as travelmate dan mana yang nggak. Kalau saya paling nggak cocok sama travelmate yang harus pergi dari pagi dan pulang tengah malam. Yang seharian harus visit 5-7 tempat ๐Ÿ˜… while teman saya yang nggak cocok dengan saya juga karena saya sukanya bangun siang ๐Ÿ˜‚ jadi mencari travelmate yang tepat sepertinya sangat dibutuhkan ~ ahahaha.

      Delete
  2. Kak Eno gemas sekaliiii ๐Ÿ˜‚
    Sepertinya kak Eno marah karena dari awal udah kesel dipaksa naik tangga jadi melebar kemana-mana amarahnya, dan ditambah, mungkin saat itu sedang lapar? Jadi makin menjadi ๐Ÿคฃ

    Anyway, aku sendiri tipe yang kalau pergi ke suatu tempat liburan, sebisa mungkin hajar semua tempat yang ada. Misalnya kayak pergi ke Kebun Raya Cibodas, di sana kan ada air terjun tapi jalannya nggak nyantai kalau mau ke sana, tapi aku pasti tetap akan ke sana, paling nggak 1x gitu. Lain kali karena udah tau tracknya gimana, ya nggak mau lagi ke sana ๐Ÿคฃ
    Jadi prinsipku, kalau lagi ke suatu lokasi baru, harus explore semuanya kalau bisa, jadi paling nggak tuh bisa tahu kalau isinya begini toh. Capek juga nggak apa, namanya juga jalan-jalan gitu ๐Ÿคฃ

    Nah, bersyukurnya, teman-teman travellingku selama ini nggak pernah neko-neko sih. Kemana aja hayo, jalan kaki 2-3KM juga hayo, jadi kami cocok kalau travelling ramai-ramai ๐Ÿคฃ
    Makannya pun nggak ribet, asal enak dan murah kalau bisa huahahaha.

    Jadi kangen jalan-jalan huhuhu. Kapan ya oom corona reda hiksss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Lia, feeling kakak karena lapar makanya sampai kesal padahal persoalan Mc-Nuggets doang yang mana bisa dibeli lagi kalau kehabisan hahahahaha tapi entah kenapa kesal banget karena dia nggak menyisakan satu pun untuk kakak *berasa nggak disayang* ๐Ÿคฏ halah hahahahaha ~

      Wuihhh Lia berbanding terbalik dari kakak ๐Ÿ™ˆ kita kalau jalan bareng mungkin ribut mulu kali, yah ๐Ÿคฃ kakak soalnya nggak mempersoalkan pernah ke sana apa nggak, yang penting nggak buat lelah saja ๐Ÿ˜‚ that's why bisa dibilang, jurnal destinasi perjalanan kakak yang banyak. Even pergi seminggu ke suatu tempat, paling cuma mampir nggak lebih dari 10 lokasi wisata ๐Ÿคฃ alias kebanyakan menclok di cafe daripada tempat wisatanya ๐Ÿ™ˆ

      Thank God, Lia ketemu sama travelmate yang seru dan cocok dengan gaya travelling Lia ๐Ÿ˜ pasti heboh banget bisa yalan-yalan sama teman-teman dengan interest yang sama, apalagi nggak neko-neko orangnya ๐Ÿคญ semoga si Coro cepat hilang, jadi Lia bisa yalan-yalan, yah ๐Ÿ˜๐Ÿ’•

      Delete
    2. Nyiahaha kalau lagi lapar itu gaswat deh emang. Segala perkara kecil aja udah kayak besar banget cuma karena lapar + capek pula. Nih aku tahu banget rasanya nih, lagi lapar terus digituin, pasti banget ngerasa nggak disayang padahal hanya kelebay-an semata sih ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ

      Wkwkw kayaknya kita sulit cocok nih kak dalam hal traveling. Mungkin bisa traveling bareng kalau cuma ke puncak atau bandung, tempat yang udah berkali-kali aku datangi ๐Ÿคฃ
      Nggak apa tuh aku bangun siang dan ngaso-ngaso wkwkw
      Tapi kalau ke tempat baru, nggak bisa gitu, tidur malam aja belum tentu bisa sangking excitednya ๐Ÿคฃ
      Apakah ini pengaruh usia?!

      Thank God banget! Teman-temanku juga tipe yang excited abies kalau jalan-jalan jadi aku bersyukur ketemu travelmate yang ciamik kayak mereka ❤️

      Kak Eno juga pasti udah nyaman nih sama oppa karena udah bisa saling menyesuaikan *sepertinya hiahahaha.

      Amiiiin!! ๐Ÿ™

      Anyway, setelah akhirnya oppa mau ke Jepang, gimana kesannya oppa? Mau balik lagi nggak? ๐Ÿคฃ

      Delete
    3. Hahahahahaha begitulah, Lia ๐Ÿคฃ untung masa-masa suram tersebut sudah lewat. Sekarang sudah sama-sama paham apa yang disuka. Dia nggak pernah memaksa lagi, dan kakak mau sedikit usaha naik satu dua anak tangga sambil bilang, "Sudah ah, capek." setelahnya ๐Ÿคช

      Sepertinya pengaruh usia, dulu saat kakak seusia Lia, termasuk cukup excited kalau mau yalan-yalan. Minimal sehari bisa~lah pergi ke 4-5 tempat. Terus apapun mau dilihat meski kadang sebenarnya nggak tertarik-tertarik amat atas dasar pengalaman ๐Ÿ˜‚ tapi semakin ke sini, sudah semakin laidback. Semisal nggak begitu interest pergi lihat temple yasudah nggak pergi ke sana meski itu landmark area / negara. Alhasil jadi banyak skip tempat terkenal ๐Ÿ™ˆ

      Mong-ngomong, meski begitu, perkara nggak bisa tidur sebelum travelling masih kakak rasakan sampai sekarang hahahahahaha. Mungkin karena akhirnya bisa escape sejenak dari pekerjaan, atau bisa menikmati waktu luang bersama pasangan / keluarga / sahabat ๐Ÿ˜† pokoknya H-1 pasti selalu begadang terlalu excited-nya hahaha ๐Ÿ˜‚

      Semoga Lia dan travelmates Lia kompak selalu, bisa menjelajah banyak tempat dan mengukir kenangan bersama ๐Ÿ˜ hehehehe. Soal pertanyaan Lia paling akhir, nanti kakak tulis pada cerita perjalanan Jepang yang lumayan panjang termasuk bagaimana kesan dia dan apakah dia mau balik lagi apa nggak hahahaha (yang entah kapan rilisnya, malas sekali mau edit fotonya) even foto-foto Laos, Brunei dan Nepal belum kelar sampai sekarang ๐Ÿ˜‚

      Coming soon, yah ๐Ÿคญ

      Delete
    4. Wkwkw Kak Eno!! Oke lah, setidaknya sudah berusaha ya walaupun satu dua anak tangga saja ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ

      Nah iya, aku sering banget tuh bilang pada diri sendiri "demi pengalaman" padahal sesungguhnya nggak pengen-pengen amat ke lokasi tsb wkwkw
      Mungkin benar usia ada pengaruhnya juga, soalnya karena beban hidup semakin banyak, rasanya kalau traveling pengennya lebih ke ngaso aja ya kak ๐Ÿ˜ mungkin nanti kalau aku udah merasakannya, aku akan inget post kak Eno ini huahaha

      Masih ngerasain ya kak!! Wkwkw kadang terlalu excited sampai nggak bisa tidur, alhasil besokannya pas pergi jadi ngantuk dan jadi moody padahal kemarin-kemarinnya excited abies! Perkara ini memang sulit dituntaskan ๐Ÿ˜‚

      Okiiidoki aku tunggu post-nya! Walaupun lama juga nggak apa kok because kak Eno's post is worth to wait #eaaaak. Duluin yang Jepang ya kak! #ehh

      Delete
    5. Tentu, yang penting sudah berproses Lia ๐Ÿคฃ

      Kalau kakak merasanya memang demikian, semakin bertambah umur, gaya travelling dan gaya-gaya lainnya berubah ๐Ÿ˜‚ mungkin karena sudah kenyang coba-coba jaman muda, jadi sekarang lebih pilih untuk quality over quantity hahaha ๐Ÿ™ˆ semisal one day Lia merasakannya, jangan lupa ditulis di blog, yah ๐Ÿคญ

      Dan iya banget, biasa baru berasa mengantuk saat sudah di bandara, dan menunggu boarding hahaha. Tapi sebenarnya ada enaknya juga, di pesawat jadi bisa tidur sampai hampir landing ๐Ÿ˜‚ untungnya kakak kebanyakan ambil penerbangan malam karena lebih sunyi di pesawat, hehehehe.

      Siapppppp! Hahaha, kayaknya mau selesaikan yang ASEAN dulu biar nggak terlalu beban ๐Ÿคฃ soalnya yang di Jepang lumayan banyak tempat yang dikunjunginya ๐Ÿ™ˆ let's see mood akan membawa ke arah mana ๐Ÿ˜‚ eniho, thank you for the supports, Lia ๐Ÿ˜๐Ÿ’•

      Delete
  3. Sebagai penyuka Jepang, saya ketawa bacanya, Mba. Hehehe. Nggak nyangka sama cerita tentang Jepang. Hmm, iya sih kalau denger2 cerita soal ini. Tapi karena saya cuma sebentar di sana dan nggak terlalu paham bahasanya, jadi berpikir yang baik2 aja, hahaha.

    Pengalaman temen saya, ketika ketemu kakek2 Jepang, mereka minta maaf saat tahu temen orang Indo. Aki2 minta maaf karena pernah menjajah Indo.

    Entahlah kalau soal ibu Dewi Soekarno. Beliau di sana artis, Mba. Cantik banget dan banyak isu soal beliau. Hehehe. *Halah malah nggosip di sini.๐Ÿ™ˆ*

    Kalau sama suami, mayan sih berantem nggak jelas, terutama saat di luar. Kalau di Indo jarang. Mungkin karena nggak paham lokasi dan nyari makanan yang cocok.

    Kayaknya kita beda tipe travelingnya, Mba. Saya tipe bangun pagi dan eksplor semua tempat. Suka jalan dan penasaran. Tapi nyerah juga pas di Fushimi Inari. Nggak nyampe2. Padahal udah berangkat pagi. Takut nggak kekejar tempat lain kalau mau ke puncak. Mana saya gendong anak pula kan. Tapi seru sih. Hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Agak beda sama orang Indonesia ya mba, Jepang justru salah satu destinasi terfavorit orang kita ๐Ÿ˜† hehehehe. Dan sepertinya sikap orang Jepang ke orang Indonesia biasa saja ~ nggak sampai benci atau berpikiran yang nggak-nggak. Namun berbeda dengan Korea, hubungan mereka berdua ini memang kadang panas, kapan hari ada pemboikotan produk Jepang di Korea, Uniqlo jadi sepi dan harga banyak terjun bebas ๐Ÿ˜‚ while sekarang sudah baik-baik sepertinya.

      By the way saya nggak tau rumor apa soal Ibu Dewi Soekarno? Tapi pernah lihat berita soal beliau yang masih terlihat fit padahal sudah usia 80 tahunan ๐Ÿ™ˆ keren juga ~ semoga rumornya positif semua, mba ๐Ÿ˜ ahahaha.

      Sepertinya berantem di luar lebih sering terjadi karena pengaruh bahasa dan salah alamat ๐Ÿ˜‚ nggak jauh-jauh dari sana, saya pun pernah mengalaminya waktu pergi ke negara yang bukan bahasa Inggris mba ๐Ÿคฃ terus kesasar, jadi deh mulai kesal kalau nggak sampai ditujuan dengan cepat ๐Ÿ™ˆ untungnya nggak sering kejadian, dan sekarang kami punya prinsip, apabila kesasar di perjalanan, cukup tertawakan ๐Ÿคช Wk.

      Wah iyaaaa, kita beda gaya travelling mba ๐Ÿ˜† saya jarang bangun pagi kecuali lapar berat dan mau sarapan ๐Ÿ˜‚ nggak kebayang perjalanan mba Pipit ke Fushimi Inari, kalau saya sudah menyerah duluan tau perjalanannya panjang ๐Ÿ™ˆ hehehehe. Seharian yalan-yalan kalau ditrack dari hape, saya cuma jalan 10km total ~ jarang banget lebih dari itu, dan mostly jalanan datar bukan yang menanjak ๐Ÿคฃ karena yang datar saja suka berhenti-berhenti mampir entah ke mana hahahahaha ๐Ÿคญ

      Semangat mba Pipit, semoga nanti kalau travelling bersama pasangan dan le~baby (anak mba Pipit) sudah nggak minta gendong lagi ๐Ÿ˜๐Ÿ’•

      Delete
  4. Ha ha ha, cewek memang kadang gengsinya terlalu besar. Sedangkan cowok egonya yang terlalu besar. Jadi kalo ego cowok terluka, terus ceweknya juga gengsi yah urusannya kelar.

    Tapi ngomong-ngomong kak Eno, itu terjemahannya dihapus atau gimana? Kok sudah ngga ada? Padahal saya mau nanya cara masangnya gimana ๐Ÿ˜„

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rauwis-uwis kalau dua-duanya keras ๐Ÿคฃ

      Terjemahan bahasanya sedang ditutup mas Rahul, karena keteteran mengerjakannya. Yang bahasa Korea masih sisa 30 artikel dan yang bahasa Inggris masih sisa 15 artikel hahahaha ๐Ÿ˜‚ rencananya yang bahasa Korea mau dipindah ke blog Korea Naver, tapi masih lihat waktu sebab kalau fokus ke dua bahasa lainnya dijamin update tulisan bahasa Indonesia berikutnya baru sebulan atau dua bulan kemudian ๐Ÿ™ˆ

      Kalau soal cara pasang to be honest saya nggak tau karena saya minta tolong orang waktu itu terus sekarang diurus si kesayangan perihal coding dan lain sebagainya ๐Ÿคญ tapi pilihan menu tersebut harus translate manual mas bukan regenerate dari Google Translate. Makanya saya keteteran harus garap translate satu persatu mengikuti gaya tulisan saya ๐Ÿ˜… mungkin kalau mas Rahul mau pakai yang regenerate jadi nggak perlu translate manual, bisa cari di Google katanya ada keywordsnya 'Cara pasang regenerate Google Translate' cuma kekurangannya translate-nya bisa missed atau grammar agak berantakan. However kelebihannya nggak perlu pusing kayak saya ๐Ÿ˜‚

      Semoga jawaban saya membantu mas ๐Ÿ˜„

      Delete
    2. Oh gitu yah, padahal terjemahan itu salah satu yang bikin saya senang dengan blog kak Eno. Tapi ternyata sesulit itu ๐Ÿ˜

      Saya awalnya ngga ngeh kalo itu diterjemahin manual, tapi jujur saya senang dengan desain blog kak Eno yang simpel dan minimalis. Lucu tapi tetap fungsional. Saya sudah pasang yang terjemahan otomatis diblog saya, dan cuma mau tau aja sebenarnya cara masangnya. Soalnya saya ngga nemu keyword pas nyari di google.

      Delete
    3. Nanti sekitar satu atau dua bulan lagi akan dibuka kembali terjemahannya mas Rahul ๐Ÿคญ sekarang masih proses translate manual tulisan satu persatu, mana semakin ke sini tulisan semakin panjang dibanding dulu hahaha. Pusing jadinya ๐Ÿคช

      Terima kasih banyak mas Rahul sudah suka blog saya, saya pun suka sama blog mas Rahul, ayo update mas! ๐Ÿ˜ hehehe. Iya saya translate manual jadi mohon dimaklumi apabila susunan bahasanya kadang nggak sesuai kaidah ๐Ÿคฃ

      By the way kalau mas Rahul butuh nanti bisa saya tanyakan caranya dan saya infokan ke mas. Tapi as far as I know, itu nggak bisa regenerate, jadi di dalam post yang mau kita publish, kita tulis semua bahasanya. Jadi berurutan dari atas ke bawah itu yang paling atas adalah artikel bahasa Indonesia, setelah artikel bahasa Indonesia selesai ditulis, baru dibawah artikel bahasa Indonesia tersebut ada artikel bahasa Inggris, dan kemudian bahasa Korea ๐Ÿ˜† ini juga yang membuat blog saya berat sepertinya, karena masing-masing artikel dirangkap 3 bahasa ๐Ÿ™ˆ

      Delete
    4. Iya, kak, kalo berkenan bisa dong bagi tutornya. Saya sudah sempat liat blog kak Eno pake inspect element dan sudah tau bagian itunya. Kalo ada waktu, saya siap nyimak ๐Ÿ˜

      Delete

    5. Saya nggak pernah buat tutorial tapi nanti saya tanyakan dulu yah, semoga saya bisa mengerti ketika diajarkan (cuma ini nggak bisa janji karena bukan wilayah saya -- takutnya sudah diajarkan tapi tetap nggak masuk ke otak saya) ~ saya paling buta obrolan coding soalnya ๐Ÿ™ˆ semoga nanti bisa ๐Ÿ˜‚

      Delete
    6. Siap kak Eno. Ditunggu~

      Delete
    7. Orait ๐Ÿ˜

      Delete
  5. Wah ini penting pakai banget yang namanya milih travelmate ๐Ÿ˜.
    Masalahnya aku pernah ngalamin yang namanya jadi liburan menyebalkan gegara temanku ngambek di satu lokasi hanya cuma berbeda makanan yang kupilih yang tidak sesuai dengan kemauannya harus sama menu yang dia pilih.
    Kan ngeselin banget begitu ๐Ÿคฎ.

    Tentang Jepang ... Wwkk ..antara mau tertawa juga sedih karena mantanku berdarah Jepang blasteran Guam- Hawaii, tapi wajahnya dominan Jepang dan kulitnya kecoklatan.
    Baik orangnya tapi takdir berkata lain kami harus berpisah karena suatu keadaan.
    Maaf jadi curhat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tau banget rasanya ribut saat yalan-yalan, mas ๐Ÿคฃ paling kesal kalau beda pendapat dan gaya travelling memang. Masih mending kalau keluarga atau pasangan sendiri, nah yang nggak enak itu kalau pergi sama teman, ada perasaan sungkan juga semisal beda gaya hahahaha. Mau bilang takut menyakiti hati teman, nggak bilang nanti makan hati sendiri, alhasil setelah tau nggak cocok, biasanya jadi nggak pergi bareng lagi biar sama-sama senang ๐Ÿ™ˆ

      Woaaah mas Himawan mantannya blasteran Jepang dan Guam? ๐Ÿ˜ too bad sampai berpisah, mungkin bukan jodohnya ya mas, siapa tau nanti dipertemukan garis jodoh yang lebih klop untuk mas ๐Ÿ˜† semangat!

      Delete
  6. Baca ceritanya malah lucu, mbak Eno ngambek karena ngga mau naik tangga, tapi suaminya malah nyuruh nyoba dulu. Akhirnya makan tapi malah tambah ngambek karena nuggets nya dimakan dia.๐Ÿ˜‚

    Ngomong ngomong kalo sudah ke gate memang ngga bisa kembali ke central room nungguin pesawat datang ya? Maklum belum pernah naik pesawat jadi tidak tahu. Atau ngga mau ke central room karena gengsi kali ya.๐Ÿ˜

    Korea dan Jepang, dua negara maju di Asia ini kenapa malah tidak akur ya? Tapi wajar sih karena Jepang pernah menjajah Korea pada perang dunia kedua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ kadang lupa awalnya kesal kenapa ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

      Kalau sudah masuk area gate penerbangan di KLIA2 itu lumayan jauh jalan baliknya lagi ke central, mas ~ selain itu harus melalui X-RAY gates dan pastinya akan ditanya sama petugas bandara kenapa balik ke central ๐Ÿ˜† makanya kalau sudah di gate paling malas kembali ke central ๐Ÿคญ

      Korea nggak akur sama Jepang alasan paling mendasarnya karena pernah dijajah mas, dan alasan politik lainnya yang kadang berseberangan ~ tapi begitu deh hubungannya, love hate relationship, karena satu sisi, mereka juga kadang akur sama Jepang, jadi tergantung siapa pemimpinnya ๐Ÿ˜… nah kalau masyarakat kebanyakan alasannya karena sejarah termasuk si kesayangan juga nggak suka akibat sejarah suram Korea ~

      Delete
    2. Oh, jadi harus lewat x Ray yang misalnya kita bawa benda yang mengandung besi itu alarmnya jerit jerit kecentilan itu ya mbak. Memang repot apalagi kalo jaraknya jauh tambah capek. Tapi berdiri terus juga capek ya. Serba salah kalo begitu.๐Ÿ˜„

      Delete

    3. Iyes mas ๐Ÿ˜‚ repot banget makanya dan jaraknya lumayan jauh, kalau di ujung gate-nya, mungkin ke central 1 km ๐Ÿ˜

      Delete
  7. Ha..ha.. Mbk eno lucu banget๐Ÿ˜, jadi marah karena disuruh naik tangga apa makanan kesukaan yang dihabisin pasangan?
    Tapi melalui hal-hal tersebut secara nggak langsung jadi kisah menarik yang mempererat hubungan dan bonusnya bisa jadi inspirasi bikin artikel.

    Di sini saya baru tahu kalau korea dan jepang punya kisah yang nggak baik. Indonesia sama jepang juga iya sih. Apakah kalau saya ke jepang nanti juga diracun wasabi?
    Omigot... Serem kalau begitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya karena dua-duanya mba hahahaha ibarat sudah kesal terus tambah disulut karena makanannya diembat ๐Ÿคฃ kalau diingat-ingat kejadiannya malu juga, karena sangat childish pada masanya (untung kejadian lama) ๐Ÿ˜‚ hahahahahaaha.

      Indonesia dan Korea sama-sama pernah dijajah Jepang, dan Korea durasinya lebih lama. By the way jangan kawatir mba, itu hanya ulah oknum karena selama ini saya nggak pernah dapat pengalaman buruk dan bisa dibilang mostly orang Jepang baik dan ramah ๐Ÿ˜๐Ÿ’•

      Delete
  8. Wakakakka, kayaknya ada semacam dendem kenegaraan nih pas baca bagian tragedy wasabi dan antipatinya beberapa orang korea ke orang jepang, begitupula sebaliknya...tapi kelihatan nasionalis ga sih jadinya. hihi

    Daaan...musababnya ga mau ke india keknya bisa kutebak nih....(tapi aku cuma mbatin aja ah ahaha)

    Pada dasarnya cewe mah begicuw kan, kebanyakan sih begicuw mba eno, ga semuanya sih... tapi aku termasuk yang suka ga mau capek juga...hihi
    Apalagi klo hawanya udahlah panas, musti jalan jauh pula, nenteng tas yang mana klo cowo mah ga ada tentengan, paling nyangklong kamera ajahh, begh pastilah kita dramak wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha iya heran juga kenapa sampai tega kasih wasabi cuma karena nggak suka ๐Ÿ˜‚ tapi itu ulah oknum, mba ~ memang iseng atau kelewat benci jadi begitu hahaha. Iya, saya merasa banyak orang Korea yang nasionalis dan nggak suka Jepang. Tapi semakin ke sini, generasi terbarunya agak lebih open dibanding pendahulunya ๐Ÿ˜

      Nah, kalau ke India itu dia nggak mau awalnya karena di India transportasinya ribet, dia nggak bisa tawar menawar jadi kawatir dikasih harga mahal, dan in general memang nggak interest however dia tetap pergi ke India pada akhirnya hahahahaha (coming soon!) ๐Ÿคฃ

      Saya rasa banyak cewek yang seperti saya (cari teman) ๐Ÿ™ˆ kalau yalan-yalan nggak mau capek, hahahaha. Meski sebenarnya banyak juga yang tipe petualang (beberapa sahabat saya ada yang petualang). Jadi gaya travelling-nya memang berbeza. That's why pilih travelmate itu penting karena akan berpengaruh ke bagaimana kita menikmati perjalanan kita. Jangan sampai karena gaya travelling yang berbeda jadi membuat kita dan travelmate kita saling menyakiti tanpa sengaja satu sama lainnya ๐Ÿ˜

      Ps: mau jadi tipe petualang atau tipe pemalas, nggak ada yang salah. Ke duanya memiliki gaya perjalanan personal yang perlu kita hargai dan hormati hehe. Yang terpenting, selama travelmate-nya cocok, pasti perjalanan akan jadi jauh lebih menyenangkan ๐Ÿ˜

      Delete
  9. Mengetes kecocokan kita dengan pasangan melalui Travelling....๐Ÿ˜ฒ๐Ÿ˜ฒ Mungkin sekedar meluruskan lebih tepatnya mengetahui sifat karakter pasangan kita dengan Travelling.๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

    Kalau kecocokan dengan pasangan, Cocok tidaknya kita dengan pasangan jika Tuhan sudah menentukannya, Semua tinggal bagaimana kita menyigapinya.๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

    Dan apa yang mbak Eno alami, Ternyata sang suami cukup penyabar dan setia. Justru disini karakter mbak Eno lebih mendominisasi, Ketimbang sang suami. Karena hanya menaiki sebuah tangga yang cukup tinggi menjulang bahkan melelahkan, Terlihat perbedaannya.๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

    Tetapi apapun itu, Karena perbedaan bisa membuat kesan kehidupan kita dan pasangan lebih berwarna. Karena monoton dua pasangan bisa bersebrangan, Tetapi karena perbedaan kedua pasangan bisa bersatu padu.๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuih ada pak Ustadz Satria ๐Ÿ˜‚

      Iya saya bilang check cocok apa nggak karena sedikit banyak kami sudah tau karakter masing-masing bagaimana, tapi tau karakter saja belum cukup kalau nggak di-check kecocokannya ๐Ÿคฃ so, salah satu cara untuk check versi kami adalah dengan pigi travelling sama-sama biar tau kalau ada satu masalah, cara menyikapinya cocok apa nggak ๐Ÿ˜ kalau nggak cocok yang ada masalah bukannya kelar tapi tambah lebar ahahaha ~ ps: Tuhan menentukan betul, tapi kita yang jalankan hidup harus usaha untuk mendapat versi terbaik sesuai standar kita. Jangan karena sudah ditentukan Tuhan terus terima-terima saja meski nggak cocok, itu menurut saya ๐Ÿ™ˆ

      Dibilang mendominasi nggak juga ๐Ÿ˜‚ saya hanya tegas, kalau nggak suka ya nggak suka ๐Ÿคฃ bukan tipe yang mau coba-coba. Gitchu mas hahahaha. Saya tau banget kalau saya coba dan gagal, rasa kesalnya akan jauh lebih besar daripada kesal karena dipaksa ๐Ÿ˜… Wk. By the way, kejadian tangga di atas sudah lama sekali, kalau sekarang kami berdua sudah jauh lebih memahami satu sama lain ๐Ÿคญ cihuuyyyy!

      Setuju dengan mas Satria, perbedaan itu yang memberikan warna dan kehidupan. Yang penting kita saling respect dan considerate pada pilihan-pilihan personal pasangan ๐Ÿ˜ thank you so much mas Satria untuk komentarnya ~ ๐Ÿ˜†

      Delete
  10. Saya juga pas pacaran ngajak (calon) istri jalan bareng sama temannya. Destinasinya ya ke Yogya. Lumayan fun dan di situ saya merasa selera dan style traveling kita sama. Meski belum ke banyak tempat, tapi saat jalan bareng kami jarang berantem, karena kami seperti sudah ada pembagian tugas: saya yang akan jadi penunjuk jalan dan istri bagian logistik dan pembayaran (maklumlah mampunya backpakeran).

    Saya rasa sebelnya Eno sama pasangan itu karena males naik tangga plus lagi lapar, eh pas laper dan ngambek ga mau makan, mcnuggetnya diembat deh. Sabar ya Eno, eh Masnya Eno wakakakakak.

    Ayo kapan cerita kejadian kejadian lucunya saat traveling

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kan, mas ๐Ÿ™ˆ katanya dengan travelling bisa kelihatan karakternya, terus kecocokannya. Mungkin kelihatannya dari bagaimana menghadapi masalah dan lain sebagainya yah, kompak apa nggak, etc. ๐Ÿคฃ

      Sepertinya memang karena lapar terus tersulut esmosinyah setelah dipaksa naik tangga. Lebay banget anaknya kadang *tunjuk diri sendiri* hahahahaha ๐Ÿ˜‚ siap mas, pankapan ditulis cerita lainnya ๐Ÿคญ

      Delete
  11. Saya bacanya sambil senyum-senyum dong, jadi ingat masa mudahhh.. eh berasa sekarang udah tuwahhh banget deh :D

    Eno mah persis kayak saya, suka marah-marah, lalu gengsi setinggi langit :D
    Dan saya suka egym mekdih, dan nuggetnya nyaammm..
    Sedih rasanya, selama pandemi ini, mekdi dekat rumah jarang diskon, biasanya ada promo ovo, beli ayam 5, nugget, es krim, es kopinya, semuanya di bawah 100rebo :D

    Nah kan malah bahas mekdih saya :D

    Kalau impian saya dulu?
    Ih kayaknya saya nggak punya impian yang kongkrit deh.
    Kalau paksu dulu suka traveling di alam.
    Dan saya suka tapi banyakan krenkinya kalau udah gerah, capek, lapar, mau pipis nggak ada toilet bersih, etdaahh ribet amat :D

    Kami jarang traveling sih, tapi tiap hari muterin Surabaya aja, udah penuh drama.

    Kalau traveling bisa lebih ketauan tuh :D

    Itu juga kali ya kenapa saya udah setuwah ini, ngendon di rumaahhh aja.

    Saya kalau baca pengalaman Mba Inun, yang bahkan berani traveling keluar negeri sendiri, nginep di penginapan sekamar bareng-bareng.

    Traveling ke alam.
    Saya mupeng , sambil mikir, itu gerah nggak ya?
    Terus kalau kebelet pipis, gimana?

    Hastagaaahhh..
    Saya kudu banyak duit baru bisa traveling, saking rempongnya.

    Itu juga yang bikin orang-orang gemes sama saya, pengen pulang liat ortu, tapi saya jujur nggak berani naik kapal.
    Membayangkan bawa anak 2 terapung-apung di kapal, di mana kamar mandinya kudu antri, makannya antri.
    Saya udah mengkerut duluan.

    Pokoknya saya kudu naik pesawat, dan itu jadi mustahal untuk saat sekarang, di mana tiket pesawat mihil, kudu tambah rapid test pula :D

    Btw, sebenarnya kata paksu, drama traveling seperti maramara itu juga malah lebih membekas loh, ketimbang traveling dan semua lancar-lancar aja :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Rey masih mudaaa ๐Ÿ˜† hehehehe.

      Kenapa yah kita jadi orang gengsian banget, mba ๐Ÿคฃ tapi itu dulu sih, sekarang sudah lebih baik hahahaha. By the way salah satu yang saya rindu dari McD Indonesia itu karena banyak promonya ๐Ÿคญ kalau di Korea jarang soalnya ๐Ÿ˜…

      Biasanya, drama akan terjadi kalau gaya travelling-nya beda ๐Ÿคฃ saya juga nggak begitu suka alam tapi dia suka syekali sama alam. Jadi butuh waktu untuk saya akhirnya pelan-pelan mau main ke alam meski masih di sekitaran rumah dan sebagai gantinya, dia bersedia yalan-yalan ke kota setiap kali kami pigi abroad berdua ๐Ÿ˜‚

      Ohya, saya juga sama kayak mba Rey, nggak suka panas ๐Ÿ™ˆ bukannya menikmati perjalanan, bisa krengki yang ada ๐Ÿ˜‚ makanya baru mau yalan-yalan kalau sudah masuk musim gugur saja ๐Ÿคญ ngomong-ngomong, mba Inun itu siapa mba? Mba Ainun kah maksudnya? Hihi. Kalau mba Ainun memang pemberani ke mana-mana sendirian ๐Ÿ˜

      Ps: saya pun takut naik kapal mbaaaa hahaha makanya sampai sekarang belum main ke Nusa Penida atau Udo Island ๐Ÿ˜… itu padahal jaraknya dekat tapi saya takut hahahaha apalagi yang jauh seperti Surabaya ke Buton ๐Ÿ™ˆ bisa gemetaran terus mungkin saya di sepanjang perjalanan ๐Ÿ˜‚

      Delete
    2. hahaha iyaaa, Mba Ainun, kadang suka mupeng gitu, liat perjalanannya udah sejak lama, berani ke mana-mana sendiri :D

      Sementara saya, bahkan dulu belum nikah, ada tugas kantor ke kota lain, even semua disiapkan, cuman di pesawat aja yang sendirian, saya nolak, maunya ditemanin, ckckckck.

      Ada pelatihan di kota lain, butuh seminggu nginap, padahal itu pelatihan buat kenaikan jabatan juga, saya ogah, udah takut duluan saya memikirkan nanti di sana gimana makannya? kalau saya nyasar gimana? ckckckck.

      Sekarang setelah punya anak, terus baca pengalaman banyak teman, yang bisa ke mana-mana karena tugas kantor, tiba-tiba saya semacam menyesal, mengapa saya dulu selebay itu :D

      Tapi jadi pelajaran juga sih buat saya, agar anak-anak nggak dikurung mulu, jadinya takut ke mana-mana, padahal ya bahkan yang traveling modal nekat itu banyak, macam Trinity gitu :D

      Eh iya tuh, betewe, baca-baca Nusa Penida itu bagus loh, tapi nyebrang ya?

      Jadi ingat terakhir kali mudik, jadi di dekat pulau Buton itu ada pulau kecil yang kalau ke sana kudu naik perahu.
      Pak suami sampai keluarin jurus rayuan mautpun saya ogah, takut tenggelam, saya nggak bisa renang hahaha.
      Padahal loh semua pakai pelampung ckckckck

      Delete
    3. Teman saya ada yang seperti mba, takut banget ke mana-mana sendirian, ehehehe. Saya juga kadang takut mba, dan itu normal ๐Ÿ˜‚ saya takut kalau ke tempat atau negara yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya ๐Ÿ˜… cuma kalau sudah pernah, saya lebih berani sebab sudah hapal ๐Ÿคญ

      Betul bangetttt, semoga nanti adik dan kakak bisa jadi pemberani seperti Trinity yang bisa keliling dunia seorang diri ~ atau seperti mas Bara yang keliling Indonesia seorang diri juga ๐Ÿ˜ semangat mba, semoga didikan mba akan membuat anak-anak mba bisa menjadi anak yang mandiri dan pemberani di hari kemudian ๐Ÿ˜๐Ÿ’•

      Ps: Nusa Penida harus naik kapal mba, dan saya nggak berani hahahaha alasannya sama seperti mba, takut tenggelam ๐Ÿ˜‚

      Delete
  12. Aduh Mba Eno, Pas baca Mc Nuggets nya aku auto ngakak. ๐Ÿ˜‚

    Jadi Soulmatenya Mba Eno orang Korea?

    Jadi penasaran wkwkw.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha iya orang Korea, mas ๐Ÿ˜‚

      Delete
  13. Horeee ada update Moonlight! ๐Ÿ˜

    Aduhh baca tentang mcNuggets itu, I know the pain you feel Mba Enoo ๐Ÿ˜† karena kejadian serupa SERING terjadi pada diriku juga huahaha

    Kisah berantem/ngambek saat traveling aku punya dua cerita nih Mba, maap yaa kalau kepanjangan ๐Ÿ™ˆ

    Pertama, waktu honeymoon ke Jepang, kami berdua sempat saling ngambek karena doi ingin ke gunung Fuji sementara aku magerrr naik gunung, pengen menghabiskan waktu di kota aja ๐Ÿ™ˆ ujung-ujungnya tetap berangkat sih, setelah adegan ngambek di tengah jalan Shibuya malem2 wkwkwk kalau diingat-ingat childish banget memang ya ๐Ÿ˜

    Kedua waktu bareng keluarga ke Hong Kong. Papa marah2 karena aku kelamaan di kamar mandi sementara jadwal hari itu harus buru2 ngejar Ferry ke Macau. Sepele, tapi bikin mood ku berantakan sepanjang hari ๐Ÿ˜†

    Btw, tentang kekesalan Korea dengan Jepang aku teringat kasus Tiffany waktu dia masih di grup SNSD, dia memasang emoji bendera Jepang di status snapgramnya (kalo gak salah dia memang mau konser di sana jadi maksudnya menyapa fans Jepang) bertepatan dengan hari kemerdekaan Korea, waah habis deh dia dibully netijen Korea ๐Ÿ˜ข perkara pake emoji bendera jepang di momen yg kurang tepat hiks tapi sampai segitunya yaa Mba 'rasisme' di antara dua negara ini, sedih banget T_T

    Eniweii, lepas dari apapun perbedaan Mba Eno dan si kesayangan, semoga kalian tetap saling support dalam perjalanan menuju impian yaa. Terima kasih juga udah sering berbagi kisah dan pengalaman kalian di sini. Inspiring as always! ๐Ÿค—

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada yang mengingatkan soal MOONLIGHT kemarin ๐Ÿคฃ

      Tuhkan, yang mager naik-naik ke puncak gunung nggak cuma saya saja, ternyata mba Jane jugaaaa ๐Ÿ˜† Wk. Memang yang namanya liburan ala pemalas baiknya di kota, jangan ke atas, nanti lelah hahahaha. Terus mba waktu ke Gunung Fuji tetap ngambek atau marah-marah nggak? Kalau saya mungkin akan merepet di sepanjang perjalanan semisal tetap dipaksa berangkat ๐Ÿ˜‚

      Saya tipe yang butuh waktu untuk refleksi kesalahan saya, jiaaakkkhhh. Biasanya baru sadar kalau childish atau salah setelah pulang. Terus jadi merasa nggak enak, habis itu mulai berubah pelan-pelan ๐Ÿคญ dulu saya sama sekali nggak mau naik ke puncak dan masuk ke alam, namun sekarang sudah ada perkembangan. Mulai bisa masuk ke hutan, naik ke bukit meski kadang cuma setengah jalan, dan sudah mau usaha naik tangga hahahaha ๐Ÿคฃ

      Dan pengalaman ke dua mba Jane, well, saya tau banget rasanya. Kalau diburu-buru itu memang nggak enak. Kadang jadi hilang mood seharian, ini sering kejadian kalau sedang pergi sama keluarga besar hahahaha. Nama pun kamar mandi nggak banyak, terus harus antri, jadilah saling main buru-buruan. Yang hilang mood juga bisa semuanya, karena pada ribut sebelum berangkat ๐Ÿ˜‚

      Eniho, banyak kejadian yang terjadi mirip-mirip sama yang dialami oleh member SNSD, mba. Even ada yang pacaran sama orang Jepang terus kena bully karena dianggap pasangannya itu Right Wingers kalau nggak salah (lupa siapa cuma sekilas baca beritanya) ๐Ÿ™ˆ yah begitulah, mereka begitu karena sejarah panjang jadi nggak bisa dipersalahkan. Tapi saya pribadi bisa mengerti, karena mereka cinta negaranya ๐Ÿ’•

      Amin terima kasih mba Jane, doa yang sama untuk mba ๐Ÿ˜

      Delete
    2. Waktu perjalanan masih sempat males-malesan, tapi begitu lihat pemandangan menuju Fuji akhirnya luluh juga karena cantik bangett ๐Ÿ˜ hahahaha

      Iya betul, Mbaa. Aku pun nyesal selalu belakangan. Begitu pulang biasanya baru ngeh harusnya nggak boleh seperti itu. Sampai sekarang kalau aku kelupaan bersikap childish lagi, langsung 'disentil' suami, "tuh mulai kan... inget umur" wkwkwk dia bawa2 umur ๐Ÿ™ˆ

      Aduh beneran deh, aku kalau udah diburu-buru tuh mood cepat hilang. Padahal lagi jalan-jalan pengennya hepi-hepi aja kan. Apalagi kalau 'panggilan alam' siapa yg bisa menghindar, bukan salahku kalau kelamaan ๐Ÿ˜

      Delete
    3. Gituuuu memang yah, kalau sudah sampai di atas happy bukan kepalang ๐Ÿ˜‚ begitulah kehidupan *tsahhhh!* haha.

      OMG, kalau sudah urusan panggilan alam seriously jangan diburu-buru, nggak enak banget kalau nggak selesai soalnya, bisa senewen di sepanjang perjalanan ๐Ÿ˜… yang ada bukannya enjoy, justru gelisah ๐Ÿคฃ

      Delete
  14. aku termasuk yg klop juga traveling sama pasangan, mau yg selow oke, mau trekking berjam2 gak masalah, yg penting aku sabar nungguin dia yg lelet dan sering berhenti karena capek wkwkwk.. tapi tetep pasti pernah ada dramanya sesekali walaupun drama2 childish kaya mbak eno dan oppa-nya :D..'

    ttg org Korea yg gak suka Jepang karena faktor sejarah itu udh baca berkali2, dan artikel mbak yg ini menguatkan.. saya sih sebenernya juga ada rasa kesal sama bangsa2 penjajah seperti Belanda dan Jepang atau negara2 penjajah lainnya, karena banyak penderitaan rakyat sipil yg harus dialami berpuluh bahkan ratus tahun lamanya, tapi nggak sampai memblacklist negara2 itu untuk dikunjungi sih :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wk. Saya banget itu berhenti muluk kalau capek, makanya malas sekali diajak yalan-yalan yang buat capek ๐Ÿ˜‚ maunya kan kalau capek jalan keliling kota bisa berhenti di cafe, lha kalau naik gunung nggak bisa berhenti di cafe. Itu dia perbedaannya ๐Ÿ™ˆ that's why saya selalu salut sama petualang seperti mas Bara, mas Morishige dan para bloggers petualang lainnya. Saya sangat menikmati cerita yang dibagikan, tapi kalau saya sendiri yang disuruh jalan, nggak kuaaaaattttt ๐Ÿคฃ

      Saya juga sebenarnya tipe yang nggak sampai blacklist mas, kita pelajari sejarahnya, memahami makna dan ceritanya, belajar dari pengalaman tersebut dan lain sebagainya ~ nah kalau Korea ini, banyak banget seenggaknya 60% circle Korean saya pada nggak suka Jepang, mereka sangat sakit hati dengan perilaku Jepang pada masa penjajahan. Dan itu membekas sampai sekarang. Mungkin memang sejarah Korea dan Jepang sangat kelam yang mana kita nggak tau seperti apa ๐Ÿคง jadi saya hanya berusaha memahami sambil sesekali membujuk dan memastikan ke dia kalau nggak ada yang akan kasih wasabi kemakanannya means kejadian yang sempat viral itu hanya ulah oknum saja ๐Ÿ˜…

      Delete
  15. kalo saya malah baru jadi travelmate saat sudah jadi pasangan.. wkwkw..

    dulu saya ini suka ngeluyur, bekpeking, jalan ke mana-mana dengan santai tanpa mikir planning, sementara pasangan orangnya well-planned..

    gaya traveling kami berbeda banget. dia suka sangat well organized, bahkan detilnya dipikir jauh-jauh hari, sementara aku tipe yang ntar dipikir nanti saja..

    akhirnya ya kompromi sih. sekarang aku malah seneng kalo traveling bareng, karena dia bakal prepare segala macem, jadi aku yang biasa santai tinggal ngikut aja.. dan ternyata enak.. wkwkwkwk.. macam punya travel agent pribadi yang udah ngatur mau ke mana aja..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah saya mirip pasangan mas Zam, lebih suka kalau diatur dari jauh-jauh hari, soalnya kalau 'dipikir nanti' takut jadi berantakan hahahahaha. Apalagi kalau nggak ada bayangan mau ke mana padahal sudah di lokasi, beuh bisa bubar jalan ๐Ÿ˜‚

      Dan mas Zam mirip pasangan saya, maunya terima beres saja, hahaha. Dia pun bilang lebih enak demikian karena dia nggak perlu berpikir dan cukup menikmati perjalanan ๐Ÿคฃ namun sebagai gantinya, dia yang harus bawa barang ๐Ÿคญ

      Seru yah, kalau bisa saling melengkapi. Long last untuk mas Zam dan pasangan ๐Ÿ˜ semoga bisa jadi travelmate yang akur untuk selama-lamanya ๐Ÿ˜

      Delete
  16. lo saya malah setipe sama mbak urusan coba coba traveling ini
    mending engga deh daripada coba tapi gagal
    klo saya snorkeling mending engga karena takut ga bisa renang hehe

    cuma saya lebih planning si soalnya seringnya jalan jalan pakai bujet rendah jadi ya kalo bisa dapet banyak tapi keluar uang sedikit hihi

    eh soal sensi orang korea sama jepang emang masih ada ya
    temen juga sih ayahnya orang korea engga mau ikut dia wisuda padahal sekolahnya di Jepang. tapi kalau dirunut emang sejarahnya panjang
    tapi orang Indonesia dijajah Jepang ko ya bodo amat si malah banyak yg pengen ke Jepang ya hehe


    hehehe aku ngakak pas cerita mc nugget itu
    emang seru cerita traveling bareng pasangan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wooow kita sama mas ๐Ÿคฃ hahahahaha.

      Saya juga kalau tau memang nggak bisa, nggak akan coba, contoh kegiatan yang berhubungan dengan laut dan naik gunung berhari-hari macam ke puncak ABC di Nepal ๐Ÿ™ˆ dan saya pun meski ke Nepal, liburannya nggak ke puncaknya, meski diledek teman-teman, "Orang-orang ke Nepal buat naik Himalaya, lha elu malah nggak ke sana." ahahahahaha ๐Ÿ˜‚

      Tbh, saya planning setiap perjalanan saya karena saya orangnya lebih suka kalau punya plan jadi terarah. Cuma berhubung saya nggak suka visit banyak tempat, jadi biasanya sehari itu plan saya hanya visit satu dua tempat sisanya lebih suka cafe hunting ehehehe. Saya suka makan yang manis-manis soalnya ๐Ÿ˜†

      Kalau soal orang Korea dan Jepang saling sensi memang sudah banyak di mana-mana mas, baru beberapa bulan lalu ada pemboikotan brand Jepang seperti Uniqlo, etc. Jadi mereka banyak yang nggak mau belanja di sana alhasil sale besar-besaran ๐Ÿ˜ฌ hehehe. Tapi saya bisa maklum, namapun bagian dari sejarah, mungkin memang mereka sangat sakit hati dan kecewa ~

      Sepertinya orang Indonesia lebih toleran, dan 'nrimo' -- bukan berarti nggak nasionalis atau bodo amat hehe. Pada dasarnya kita tau sejarah negara kita, tapi kita tau juga, hal itu dilakukan oleh pendahulu mereka jadi bukan salah anak cucunya yang hidup di generasi sekarang. CMIIW ๐Ÿ™ˆ ps: saya juga malu cerita soal Mc-Nuggets itu mas, tapi itu salah satu yang saya ingat sampai sekarang, padahal kejadiannya sudah sangat lama hahaha.

      Delete
  17. kalau berantem hebat waktu di perjalanan nggak pernah, palingan sesekali waktu di hari H, ada rencana yang nggak sesuai plan dan plan penggantinya ada yang kurang sreg, meskipun di mulut ngomong iya iya tapi di hati ya agak jengkel hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Naini, kebanyakan di mulut iya-iya, tapi di hati mangkel parah hahahahahaha. Biasa sering kejadian kalau perginya sama keluarga besar, om tante sepupu segambreng, pasti ada banyak kepentingan di dalamnya. Yang satu mau ke mana, yang lain mau ke mana, heboh deh setiap pagi atur rencana ๐Ÿคฃ makanya kalau pergi sekelompok besar begitu better ada yang urus itin daripada riweuh sendiri dan membuat mood jadi berantakan ๐Ÿ˜

      Delete
    2. hahaha bener mbak, jadi hindari pergi bareng banyak orang, pergi bertiga aja kadang masih nggak cocok sama itin masing-masing

      Delete
    3. Even berdua pun bisa berantem kalau nggak sejalan ๐Ÿ˜‚

      Delete
  18. Wahahaha Eno zodiaknya apa btw? Janjangan gemini?

    Saya sendiri, baik dari zaman pacaran sampe nikah ya anaknya cranky banget. Mesti ada aja ngambeknya pas lagi traveling hahahaha.

    Btw saya gak paham kenapa gengsi gak makan nuggetnya McD ya Eno? ๐Ÿค”

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuih kok banyak yang menyangka Gemini?
      Kelihatan banget mirip Gemini, yah? Hihihi ๐Ÿ˜‚

      Kayaknya kalau nggak ngambek, nggak seru mba, nggak ada yang dikenang ahahahaha ๐Ÿคฃ kadang ada tempat yang kenangannya terlucu dan paling diingatnya justru cerita ngambeknya daripada cerita lainnya ๐Ÿ™ˆ

      Dulu saya kalau kesal sama dia pasti gengsi nggak mau makan mba -- entah karena apa hahahaha. Itupun waktu itu makan es krim juga pelan-pelan sesendok-sesendok saja. Tapi sekarang lain cerita, kesal nggak kesal, saya makan dulu biar nggak diembat hahahahahaha ๐Ÿคช

      Delete
  19. gemas banget baca drama gengsinya, mengingatkan pada diriku sendiri, oh nooo :'))

    bahkan dengan traveling jadi nyadar buset reseh banget gue ya wkwkwk, beneran deh kalau sudah salah gak mau ngakuin, tapi kalau orang lain salah buset deh nyindir2 hahahaha piss bro

    enaknya kalau sama kesayangan biasanya doi mau ngalah dikit, lain kalau sama teman atau sodara, beuh ngotot2 sudah deh kadang sampe itin berantakan hahaha

    tapi sejauh ini aku masih diajakin jalan sih sm temen2, berarti masih bisa ditolerir lah ya keresehanku, atau circle kita semakin sempit wkwkwk

    yaa tapi aku belum menikah sih, jadi salah satu mimpi aku emg punya pasangan yang suka halan2 juga seperti mbak Eno...

    sehat2 terus kita yaaa biar habis gini bisa jalan2 lagiiii, asekkk


    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahahaha, itu dia, makanya punya travelmate yang sesuai sangat penting ya, mba ๐Ÿคฃ dari pada waktu habis buat saling berantem dan salah-salahan ~ sayang kan kalau itin jadi berantakan karena keegoisan masing-masing pihak ๐Ÿ˜ hehehe.

      Biasanya kalau sudah ketemu travelmate yang sesuai, entah itu teman, sahabat, pasangan, keluarga even co-workers, dijamin perjalanan akan semakin terasa fun ๐Ÿ˜ ehehehe. Semoga mba Kartika bisa ketemu garis jodoh yang sesuai harapan mba, dan bisa suka yalan-yalan plus cencunya punya gaya perjalanan yang sama ๐Ÿคญ

      Sehat selalu, mba Kartika ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’•

      Delete
  20. Aku kalo semeja sama miss, juga bakalan nyamber itu mcnuggetsnya. Sayang dicuekin, missnya malah asik makan es krim...hahahaha ๐Ÿ˜‚ Ampuuuuunnnn๐Ÿ™

    Tubuhku mungil, tapi perutku elastis bisa nampung banyak makanan, hahahha. Anehnya gak gemuk - gemuk ._.

    hih...

    Mmm, aku emang pernah denger sih... kalo mau liat sifat asli seseorang... ya ajak aja traveling, nanti juga keliatan sifat aslinya kayak apa. Aku pun udah berapa kali traveling dan ada temen gegara traveling itu sekarang gak temenan lagi. Aku bahas di blogku, di Doormat. Niat baik ajak jalan malah dimaki-maki di depan orang banyak, ya Allah. Udah marah-marah gitu dia mau ninggalin aku di hotel terus pulang pake tiket yg aku bayar buat dia, haha. Tapi ya aku emang dasarnya digimanain juga ya diam aja... paling keselnya pas udah sampe rumah, ujung-ujungnya nangis sampe ketiduran๐Ÿ˜…

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, now I know why dia makan semua ๐Ÿ˜‚
      Ternyata siapapun memang ingin memakannya ๐Ÿ™ˆ

      Beruntung dong Ran, kalau bisa banyak makan tapi nggak gampang gemuk. Itu adalah impian hampir setiap anak manusia termasuk saya hahahahaha. Sayangnya saya kalau banyak makan jadi gampang gemuk, jadi harus berusaha diet dan jaga pola makan ekstra ๐Ÿคช

      Iya, saya pernah baca post Doormat itu dan tau banget rasanya, mungkin karena Ran sama dia nggak cocok dalam banyak hal. Bukan berarti Ran jahat, and let's think that dia juga nggak jahat. Hanya kalian berdua nggak cocok saja as teman ๐Ÿ˜

      Dijadikan pengalaman yang sudah-sudah semoga nggak sampai keulang, dan semoga Ran bertemu dengan teman baik lainnya yang lebih cocok dengan gaya pertemanan Ran ๐Ÿ˜ semangat, Ran ~ jangan menangis lagi, yah ๐Ÿ’•

      Delete
  21. Ternyata kamu adalah cewek gengsian, wkwkwk. Itu kenapa McNuggets nggak disentuh? Masih gengsi karena sebelumnya nggak naik tangga?

    Aku setuju, cara terbaik untuk mengenali seseorang dengan cepat adalah dari traveling. Itulah kenapa aku sama Ara plan ke Vietnam bareng sebelum nikah.

    Kemungkinan tujuan kamu sama dia traveling itu agak berbeda. Kamu mau yang sesantai-santainya, sementara dia nggak masalah dengan capek dikit asal reward-nya setara.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wk. Iyaaaaa gengsi mau makan McNuggets-nya. Kan ceritanya lagi marah hahahahahaha ๐Ÿ˜‚ betul mas Nugie, menurut saya memang travelling bisa jadi salah satu cara cepat untuk mengenal karakter seseorang ๐Ÿ˜† semoga misi mas Nugie dan mba Ara pergi ke Vietnam bisa berjalan lancar ๐Ÿ˜

      Nah, sepertinya demikian. Saya kalau liburan mau yang santai, nama pun liburan, ya kan? ๐Ÿ™ˆ kalau dia mau yang agak capek sedikit, nggak masalah tapi ya nggak naik tangga juga. Bisa sakit kaki saya ๐Ÿ˜‚ hahahahaha.

      Delete
  22. wah kalau aku tipe yang nggak mau terlalu lelah juga kalau liburan, kesannya nggak menikmati gt hahaha.
    Pernah ke Jogja berdua saja sama temen deket perempuan,alhamdulillah, karena memang se tipe, jadinya asikk liburannya.
    travelmate emang penting banget ya ternyata uhuhuhuhuyyyy

    ReplyDelete
    Replies
    1. TOOOOOSSS mbaaa ๐Ÿ˜†

      Sama dong kita hahahaha ~ memang paling enak leha-leha dan menikmati suasana, dan paling enak kalau ketemu sama travelmate dengan tipe sama ๐Ÿ˜ perjalanan akan terasa jauh lebih menyenangkan ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ’•

      Delete
  23. Berantem sih nggak pernah, Mbak, cuma omel-omelan kecil-kecilan aja. Soalnya dia terstruktur sementara saya santainya kebangetan. Cerita-cerita itu akhirnya malah jadi bahan buat ketawa pas dikenang kemudian hari. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau punya perbedaan karakter memang kemungkinan ribut-ribut kecilnya pasti ada, mas ๐Ÿ™ˆ tapi saya yakin, seperti yang mas bilang, cerita itu akhirnya bisa jadi bahan ketawa ๐Ÿ˜‚

      Delete