Abunawas, Bali | CREAMENO

Pages

Abunawas, Bali



Di Bali ada restoran Mediteran - Timur Tengah yang gue suka, namanya Abunawas. Kebetulan, Abunawas Bali merupakan cabang Abunawas Jakarta (Matraman dan Kemang) yang berdiri sejak 1999, means over than 20 years! 😁 berhubung di Bali nggak banyak resto menjual menu Mediteran, alhasil gue selalu back to Abunawas setiap kali gue ingin Nasi Briyani, Nasi Mandhi, Nasi Zurbiyan dan teman-temannya 😍 hehehehee. Ohya, Abunawas cabang Bali sendiri belum lama dibuka, jadi masih terbilang pemain baru di Pulau Dewata πŸ’•
In Bali there is a Mediterranean - Middle Eastern restaurant that I like, named Abunawas πŸ˜† Abunawas Bali is a branch of Abunawas Jakarta (Matraman and Kemang) which was founded in 1999 -- over than 20 years ago! 😁 well, since in Bali there are not many restaurants selling Mediterranean menus, it makes me always wanna keep going back to Abunawas whenever I want to eat Briyani Rice, Mandhi Rice, Zurbiyan Rice and any others mediterranean food 😍 and fyi, Abunawas Bali is just recently opened, so it's still considering new πŸ’•
λ°œλ¦¬μ—λŠ” Abunawas라고 μ œκ°€ μ’‹μ•„ν•˜λŠ” 지쀑해 - μ€‘λ™μŒμ‹μ μ΄ μžˆμ–΄μš” πŸ˜† Abunawas BaliλŠ” 1999λ…„λΆ€ν„° 20λ…„μ „ μ„€λ¦½λœ Abunawas Jakarta의 μ§€μ‚¬μ—μš”(Matraman 그리고 Kemang) 😁✌ λ°œλ¦¬μ—λŠ” 지쀑해 메뉴λ₯Ό νŒŒλŠ” 식당이 λ§Žμ§€ μ•ŠκΈ° λ•Œλ¬Έμ— Briyani Rice, Mandhi Rice, Zurbiyan Riceκ°€ 먹고싢을 λ•Œ 항상 Abunawas에 κ°€κ³ μ‹Άμ–΄μš” 😍 참고둜 Abunawas BaliλŠ” μ΅œκ·Όμ— μ˜€ν”ˆν•΄μ„œ 아직 μƒˆλ‘œμ›Œμš” πŸ’•

Abunawas Bali

Bicara mengenai menu di Abunawas, well, ada banyak pilihan menu tersedia, namun kesukaan gue cencu saja Mixed Rice with Lahm πŸ˜† daripada pusing mau nasi yang mana, gue lebih suka request Mixed Rice biar bisa makan semua pilihan nasi yang ada hahahaha. While untuk dish-nya, gue pilih Lahm (kambing) instead of Dajaj (ayam) 😍 though gue pecinta ayam garis keras, tapi kalau sudah berniat pergi ke Abunawas, gue akan pilih kambing selagi ada kesempatan 🀣
Talk about menu, there are many choices available, and my favorite is Mixed Rice with Lahm πŸ˜†✌ instead of being confused about which rice that I want to eat, I prefer Mixed Rice so I can eat all the rice type that they have. And for the dish, I choose Lahm instead of Dajaj (chicken) 😍 though I'm a chicken lover, but when I visit Abunawas, I'll choose Lahm over chicken 🀣
메뉴λ₯Ό μ‚΄νŽ΄λ³΄λ©΄ 선택지가 λ§Žμ€λ° μ œκ°€ κ°€μž₯ μ’‹μ•„ν•˜λŠ”κ±΄ Mixed Rice with Lahmμ΄μ—μš” πŸ˜†✌ 뭐먹을지 κ³ λ―Όν•˜μ§€ μ•Šκ³  Mixed Riceλ₯Ό μ‹œμΌœ κ±°κΈ°μ„œ νŒŒλŠ” λͺ¨λ“  λ°₯μ’…λ₯˜λ₯Ό 맛볼 수 μžˆμ–΄μš” hahahahaa. μ‹μ‚¬λ‘œλŠ” Dajaj(μΉ˜ν‚¨) λŒ€μ‹  Lahmλ₯Ό κ³¨λžμ–΄μš” πŸ˜πŸ’• μΉ˜ν‚¨ μ• ν˜Έκ°€μ§€λ§Œ Abunawas에 κ°€λ©΄ 항상 Lahmλ₯Ό μ£Όλ¬Έν–ˆμ–΄μš” 🀣

Abunawas Bali

Abunawas Bali

Abunawas Bali

Abunawas Bali

Selain Mixed Rice with Lahm favorit gue dan sejuta rakyat Abunawas, gue terkadang pesan Kebab juga 😁✌ di Abunawas Kebabnya agak beda dari Kebab abang pinggir jalan yang sering gue lihat. Karena di Abunawas, roti Kebabnya dipisah which is gue bisa wrap sesuai selera mau makan berapa banyak πŸ™ˆ mana roti canai-nya enaaak parah, tanpa dicampur daging atau saus tetap enak dimakan 🀀 terus, ada satu menu snack yang gue suka dan nggak akan pernah gue lewatkan ~ apalagi kalau bukan Sambosa (dengan pilihan keju / Lahm) yang toping-nya diolah bersama bumbu kari yang lezat 😍 arghh, gue sampai lapar membayangkannya.
Besides Mixed Rice with Lahm, I sometimes order Kebab, because their Kebab kinda different from Kebab that I often see πŸ˜† yeah, their thin-bread called Canai is separated from the meat, so, I can wrap the meat according to my taste and how much I want to eat πŸ™ˆ on top of that, the Canai has a good taste, even without meat or sauce, it's still delicious 🀀 and there is one snack menu that I will never forget to order called Sambosa (with a choice of cheese or Lahm filling) whose toping is made with curry spices 😍 arghh, I became hungry when writing about it.
Mixed Rice with Lahm이외에 가끔 Kebab도 μ£Όλ¬Έν–ˆμ–΄μš” 😁✌ Abunawas의 캐λ°₯은 보톡 μ œκ°€ λ³΄λ˜κ²ƒκ³Ό μ’€ λ‹¬λΌμš” πŸ˜† μ™œλƒλ©΄ CanaiλΌλŠ” 얇은 빡에 κ³ κΈ°λ₯Ό νŽΌμ³λ†“μ•„μ„œ μ›ν•˜λŠ” 만큼만 λ§μ•„μ„œ 먹을 수 μžˆκ±°λ“ μš” πŸ™ˆ 그것보닀 κ³ κΈ°λ‚˜ μ†ŒμŠ€κ°€ 없어도 CanaiλŠ” λ§›μžˆμ–΄μš” 🀀 hehehe. μ–΄μ¨Œλ“  μŠ€ν…Œμ΄ν¬ 메뉴가 ν•˜λ‚˜μžˆκ³  κ·Έκ±Έ μ£Όλ¬Έν–ˆμ„ λ•Œλ₯Ό μ ˆλŒ€ λͺ»μžŠμ„κ±°μ—μš” ~ Sambosa인데, (μΉ˜μ¦ˆμ™€ Lahm 쀑 선택) 카레 ν–₯μ‹ λ£Œλ‘œ λ§Œλ“  토핑을 μ–Ήμ—ˆμ–΄μš” 😍 arghh κΈ€μ“°λ©΄μ„œ κ°‘μžκΈ° λ°°κ³ νŒŒμ‘Œμ–΄μš” hahahahahahaha.

Abunawas Bali

Ngomong-ngomong, di Abunawas ada beberapa area makan, namun yang paling terkenal itu area VIP-nya karena di area VIP, kita bisa makan bersama keluarga atau rekan kerja kita dalam jumlah besar (up to 50 orang!) πŸ˜† ditambah layout ruangan yang penuh dengan kain menjuntai dari langit-langit ke lantai, karpet permadani besar, dan tumpukan bantal-bantal membuat vibe di Abunawas persis resto Timur Tengah yang menarik untuk dicoba! 😍 siapa tau teman-teman mau gathering bersama team atau keluarga (after Corona), silakan mampir ke Abunawas πŸ˜†

Too bad gue nggak punya foto ruang VIP-nya, sebab gue kalau makan selalu di bawah, di area 2-4 orang 😁 maklum gue makan paling cuma berdua asisten, berdua si kesayangan, atau bertiga kalau lagi sama driver, so, maybe next time gue akan visit bareng team setelah Corona hilang πŸ™ˆ eniho, harga menu di Abunawas untuk snack kisaran IDR 35.000 - IDR 40.000, sedangkan main course kisaran IDR 90.000 - 140.000 (pajak 15%) πŸ˜¬πŸ‘Œ however, ada menu set murah meriah seharga IDR 231.000 (exclude pajak) yang bisa dipesan. Kindly check Instagram Abunawas for further info. Fyi, menu set ini bisa untuk tiga orang, karena porsinya sangat besar 😍
By the way, at Abunawas, there are several dining areas, but the most famous one is VIP area because in VIP area, we can eat with family or co-workers in large numbers (up to 50 people!) 😁 the room's layout also great with full fabrics dangling from the ceiling to the floor, large rugs (sitting on the floor style), and piles of cushions which make the vibe at Abunawas exactly like Middle Eastern restaurant and it's worth trying! 😍 if you need a place for gathering with your team or family (after Corona), you can visit Abunawas anytime πŸ˜†

Too bad I don't have VIP's photo, because I usually use their 1st floor, in standard area for 2-4 people, so, I didn't have a chance to try their VIP area. But next time, I'll visit Abunawas with my team after Corona is gone πŸ™ˆ hehehehehe. Anyway, for you who feel curious about the price, for snacks is around IDR 35,000 - IDR 40,000, while the main course ranges around IDR 90,000 - 140,000 (15% tax) πŸ˜¬πŸ‘Œ however, there is a cheap set menu IDR 231,000 (exclude tax) that can be ordered. Kindly check their Instagram account for further info. Fyi, this set menu for three people, and in my opinion, the food portion is very huuuuuuugeeeee 😍
Abunawas κ·Όμ²˜μ—λŠ” μ—¬λŸ¬ 식당이 μžˆμ§€λ§Œ κ°€μž₯ μœ λ©΄ν•œ 곳쀑 ν•˜λ‚˜λŠ” VIP κ΅¬μ—­μ΄μ—μš”. VIP κ΅¬μ—­μ—μ„œλŠ” λ‹€μˆ˜μ˜ κ°€μ‘±μ΄λ‚˜ 직μž₯λ™λ£Œλ“€κ³Ό 식사λ₯Ό ν•  수 있기 λ•Œλ¬Έμ΄μ—μš”(50인 이상!) 😁 곡간 λ ˆμ΄μ•„μ›ƒλ„ 천μž₯μ—μ„œ λ°”λ‹¦κΉŒμ§€ 맀달린 ꡬ쑰물, κΉ”λ €μžˆλŠ” λŸ¬κ·Έλ„ ν›Œλ₯­ν•΄μš”(μ’Œμ‹ μŠ€νƒ€μΌ) 그리고 Abunawas의 λΆ„μœ„κΈ°λ₯Ό μ€‘λ™μœΌλ‘œ λ§Œλ“€μ–΄μ£ΌλŠ” μΏ μ…˜λ„ μ‹œλ„ν•΄λ³Ό κ°€μΉ˜κ°€ μžˆμ–΄μš”! 😍 νŒ€μ΄λ‚˜ κ°€μ‘±λ“€ λͺ¨μž„μž₯μ†Œλ₯Ό μ°Ύκ³  κ³„μ‹œλ‹€λ©΄(μ½”λ‘œλ‚˜ 이후에) Abunawas에 κ°€μ‹œλ©΄ λ κ±°μ—μš” πŸ˜†

μ €λŠ” 맀번 2-4λͺ…μ˜ μ‚¬λžŒκ³Ό 1측만 μ‚¬μš©ν•΄μ„œ VIP에 μ•ˆκ°€λ΄μ„œ 사진이 μ—†μ–΄ μ•„μ‰¬μ›Œμš”. ν•˜μ§€λ§Œ λ‹€μŒμ— μ½”λ‘œλ‚˜κ°€ λλ‚˜κ³  νŒ€μ›λ“€κ³Ό Abunawas에 κ°€λ©΄ VIP ꡬ역을 μ΄μš©ν• κ±°μ—μš” πŸ™ˆ hehehe. μ–΄μ¨Œλ“  가격에 λŒ€ν•΄μ„œ κΆκΈˆν•΄ ν•˜μ‹œλŠ” 뢄듀은 λ©”μΈμ½”μŠ€κ°€ IDR 90,000 - 140,000, 슀λ„₯이 IDR 35,000 - IDR 40,000둜 μ•„μ‹œλ©΄ λ˜μš”(15% μ„ΈκΈˆ) πŸ˜¬πŸ‘Œ ν•˜μ§€λ§Œ 231,000 IDR μ •λ„μ˜(μ„ΈκΈˆ μ œμ™Έ) μ‹Ό μ„ΈνŠΈλ©”λ‰΄λ„ μžˆμ–΄μš”. 거기의 μΈμŠ€νƒ€κ·Έλž¨μ„ ν•œλ²ˆ ν™•μΈν•΄λ³΄μ„Έμš”. 참고둜 이 μ„ΈνŠΈλ©”λ‰΄λŠ” 3인뢄이고 제 생각에 μŒμ‹μ–‘μ΄ λ§Žμ€κ²ƒ κ°™μ•„μš” 😍

Abunawas Bali

Abunawas Bali

Abunawas Bali

Terlepas dari menu makanannya yang enak, honestly, gue menikmati waktu gue di Abunawas 😁 dan meski area makan di lantai bawah nggak pakai AC, tapi gue nggak merasa panas, karena sirkulasi udaranya bagus, dan banyak angin berhembus πŸ˜† Beside that, poin plus lain yang gue rasa adalah nggak adanya suara bising dan musik menghentak. Dan entah kenapa, saat masuk Abunawas, hidup jadi berjalan lambat, suasana terasa peaceful, dan nggak ada yang mengobrol dengan suara keras, jadi gue merasa syahdu saat duduk-duduk sambil melihat air pancuran 😍 by the way, teman-teman ada yang suka makanan Mediteran dan Timur Tengah, kah? πŸ˜†
Apart from delicious reason, honestly, I always enjoy my time at Abunawas 😁 and though the dining area at 1st floor doesn't use air-con, I didn't feel hot at all, because the air circulation is good, and a lot of wind blows 😬 another plus point is the peacefulness without loud noises and upbeat music, which for some reason make our life become slower, perfect atmosphere, and people didn't talk too loud 😍 by the way, do you like Mediterranean and Middle Eastern food?
Abunawasμ—μ„œ 먹을 λ•Œ λ§ˆλ‹€ κ·Έ μ‹œκ°„μ„ 즐길 수 μžˆμ–΄μ„œ 더 λ§›μžˆλŠ”κ²ƒ κ°™μ•„μš” 😁 그리고 식당 1측은 에어컨을 μ‚¬μš©ν•˜μ§€ μ•Šμ§€λ§Œ 곡기 μˆœν™˜μ΄ 잘되고 λ°”λžŒμ΄ 많이 λΆˆμ–΄μ„œ μ „ν˜€ λ₯지 μ•Šμ•˜μ–΄μš” 😬 그리고 또 λ‹€λ₯Έ 쒋은점은 μ‹œλ„λŸ½κ±°λ‚˜ ν°μ†Œλ¦¬κ°€ μ—†μ–΄μ„œ ν‰ν™”λ‘­κ²Œ μžˆμ„ 수 μžˆμ–΄μš”. λΆ„μœ„λ„ μ’‹κ³  μ‚¬λžŒλ“€λ„ λ„ˆλ¬΄ μ‹œλ„λŸ½κ²Œ 떠듀지 μ•Šμ•„μš” κ·Έλž˜μ„œ νŽΈν•˜κ²Œ μ‰¬μ—ˆμ–΄μš” 😍 μ—¬λŸ¬λΆ„μ€ 지쀑해와 μ€‘λ™μŒμ‹μ„ μ’‹μ•„ν•˜μ‹œλ‚˜μš”? πŸ˜†

Abunawas Bali
Jl. Imam Bonjol No.446, Pemecutan Klod
Denpasar Barat, Kota Denpasar, Bali, 80119

68 comments:

  1. Duh, bikin lapeeerrr. mana ini jam makan siang lagi, hahahaha.
    tapi sayang saya gak suka daging kambing. karena baunya tetep suka kecium walo udah dimasak. di abunawas kayanya enak ya? itu kambingnya???

    kebab saya juga suka, tapi kebab pinggir jalan yang terkenal itu, hahaha. keenan juga suka. walo awalnya agak aneh ( karena dia pecinta burger garis keras! ) hahahaha

    kalo ada kesempatan ke bali, mau deh makan siang di abunawas. bisa ketemu aladin gak ya?? hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Abunawas rasa daging kambingnya enak dan nggak bau, mba πŸ˜† hehe. Dan hampir kesemua menunya enak (saya hanya makan bebeberapa jadi nggak tau menu lainnya enak apa nggak) πŸ™ˆ

      Kalau soal Kebab pinggir jalan, saya pun syukaaak 🀣 apalagi Kebab Baba Raffi yang ada di mana-mana hahahahaha. However kalau ada yang mau coba Kebab ala mediteran, mungkin bisa coba Abunawas πŸ˜† siapa tau nanti ketemu Aladin di sana mba hahahaha πŸ˜‚

      Delete
  2. Wait, restorannya ini dekat rumah! πŸ™ˆ

    Kebetulan aku hampir nggak pernah makan masakan Timur Tengah, palingan kebab aja itu pun bukan kebab asli sana πŸ˜‚ Samosa pernah juga tapi yang pernah kucoba rasanya mirip-mirip pastel kari, jadi nggak tau rasa aslinya apakah iya seperti itu. Dan tiap kali lihat penampakan nasi briyani, kok rasanya ingin cobaa, aku nggak bisa lihat nasi yang butirannya terpisah-pisah gitu 🀀 Plus, liat fotonya Mba Eno tambah bikin ngiler (plus jarang-jarang liat Mba Eno review makanan ginii, cakep banget Mba fotonyaa 😍).

    Dan ini tempatnya cantik sekali! Sekilas nggak percaya ini di Bali, kayak di mana gituu hahaha

    Btw, thank youu Mba Eno for the review! Entah kapan bisa pulang ke Bali tapi ini akan masuk list dulu 🀭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Jane, lumayan dekat dari rumah mba Jane 😁 hihi, kalau yang di Abunawas, agak mirip curry puff memang ~ cuma isiannya daging kambing, jadi agak beda dengan curry puff yang dijual di luaran πŸ˜‚ however, soal rasa sebelas dua belas, especially kalau mba Jane suka curry puff 😍

      Saya suka bangettt nasi Briyani, karena nasinya enteng, entah kenapa nggak buat full ketika dimakan πŸ˜† hahaha. Beda sama nasi normal yang kebanyakan dijual di Indonesia, makan beberapa sendok rasanya langsung begah πŸ™ˆ hehehehe. Mungkin nanti pan-kapan mba Jane bisa mampir resto Mediteran / India untuk coba nasi Briyani di sana 😍 eniho, saya jarang review makanan karena nggak jago kalau mau foto makanan mba 🀣 alhasil banyak yang blur atau jelek dan ended up nggak saya publish di blog karena nggak pede πŸ˜…

      Sama-sama mba, semoga soon bisa ke Bali after Corona, ya πŸ’•

      Delete
  3. Eh kelupaan komen, itu es kopi atau teh tarik, Mba Eno? Kok kayaknya ditemani bareng Samosa enak ya πŸ™ˆ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang di foto itu Es Kopi Vanila Latte mba hahahaha, tapi request kopinya nggak begitu pekat 🀣 ceritanya saya lagi belajar minum kopi meski masih kopi manis (belum sampai tahap Americano dan sodara-sodaranya yang pahit) πŸ˜‚ sebab katanya, kalau pelan-pelan belajar, nanti nggak gampang mules lagi, mba πŸ™ˆ

      Delete
  4. Wah aku jd penasaran sama Abu Nawas ini Mba, apalagi ada di Jakarta yaa.. Aku selama ini seringnya kalau makan menu2 arab gini di Aljazeerah, belum pernah nyoba yg Abu Nawas.
    Sama kayak Mba Eno, aku pecinta ayam, tp klo ke Aljazeerah wajib makan kambingnya. Favorit aku nasi briyani kambing 😍😍

    Btw, foto2nya cakep2 bangeet Mba Eno. Foto makanannya bikin laper, foto interiornya berasa lg di timur tengah πŸ’–πŸ’–

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Jakarta ada mba, di Matraman dan di Kemang 😁 di Bali nggak begitu banyak resto Mediteran, jadi pilihannya terbatas πŸ™ˆ however, Abunawas ini makanannya enak, jadi lumayan mengobati rasa rindu sama makanan Mediteran dan Timur Tengah πŸ˜‚ mong-ngomong, Briyani kambing memang enakkkks! Yang ayam juga enak, mba 🀀

      Terima kasih mba Thessa untuk apresiasinya, jujur saya masih belajar untuk foto dan review makanan πŸ˜‚ sebab dalam kamus saya, makanan itu cuma enak dan enak bangetttt hahahaha. Jadi saya nggak pandai untuk merangkai kata dalam me-review sebuah makanan πŸ™ˆ

      Delete
  5. Nggak tau kenapa kalau ngeliat nasi daerah timur tengah itu kok enak banget yah.. panjang2. Nggak kaya nasi di rumah, warna merah bentuknya agak benyek karena ngikutin lidah bapak yang nggak bisa makan nasi keras.

    Foto makanannya bikin laper. mau nyari keluar dirumah udh ada nasi uduk racing sama tempe mendoan dan sambal. wkwk

    kalau abunawas jakartanya dimana yah mba? deket nggak yah sama univ mercubuana. Siapa tau bisa mampir kalau udh nggak corona.. wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nasinya agak kering mas biasanya, terus ringan, kena angin pun terbang πŸ˜‚ mana di Abunawas banyak anginnya 🀣 dan karena nasinya ringan, berasanya juga nggak kenyang which is ini positif buat saya yang harus jaga badan hahahaha 😝

      Waduuuh mas Bayu bahas tempe mendoan sama sambal, saya langsung ileran membayangkannya πŸ˜‚ Abunawas yang di Jakarta ada di dua tempat mas, Matraman JakTim sama Kemang JakSel 😁 nah, saya nggak tau yang terdekat dari Mercu yang mana πŸ™ˆ

      Delete
  6. Bacanya malem-malem udah makan tapi bikin laper....😁
    Kalau lihat gambar di atas berasa melihat rumah-rumah ala aladin. Mungkin karena konsepnya timur tengah ya mbak....
    Entah kenapa saya membayangkan luarnya padang pasir, terbawa suasana aladin beneran😁
    Udah gitu tempatnya rapi dan orang-orang ngomongnya nggak keras-keras pasti bisa makan dengan tenang sambil merhatiin sekitar. Merhatiin air mancur emang asyik ya mbak...
    Saya kalau makan diluar seringnya merhatiin pengunjung lain lewatπŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Astria, pertama kali lihat juga saya berpikir mirip rumah Aladin, mana bangunan aslinya tuh besarrrrr sekali especially kalau dilihat dari depan, tinggi menjulang πŸ˜‚ cuma sayangnya, instead of padang pasir, yang ada di depannya justru jalan raya dan motor mobil lalu lalang hahahahaha 🀣

      Somehow, saya lebih suka tempat makan yang nggak putar musik keras-keras, kalau bisa pelan saja, sebab dengan suara musik yang pelan, orang-orang bicaranya jadi pelan, which is membuat suasana tempat makan jadi terasa lebih relax. Hehehehe. Terus musik yang sayup-sayup menurut saya lebih mudah dicerna πŸ˜‚ ohya, tempat duduk dekat air mancur itu fave saya mba, asik buat bengong soalnya πŸ™ˆ dan saya sama seperti mba Astria, suka memperhatikan sambil mengawang-awang 🀣

      Delete
  7. Yaampun mba eno... sungguh bikin ngiler... :))

    Baru nyadar sejak pulang ke Indonesia belum pernah makan-makanan TimTeng lagi. Dulu juga makan karena pilihan makanan halal yang sedikit.

    Pas awal-awal dulu aku ga bisa bedain rasa masakan TimTeng dan India. Warnanya sama-sama aja sih... ^_^"

    Padahal masakan India dominan jinten, masakan TImTeng lebih dominan kapulaga, kan ya? eh, bener ga ya? Atau sotoy nih aku? ^_^"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, sama dong mba, saya pun nggak bisa bedakan makanan India dan TimTeng, selain warnanya sama, jenis makanannya pun nggak jauh beda πŸ˜‚ cuma mungkin rasanya yang berbeda. Frankly speaking saya suka semuanya, baik makanan TimTeng maupun India, even makanan Malaysia yang sebelas dua belas juga suka πŸ™ˆ

      Waduuuw cuma kalau ditanya dominan apanya, saya nggak paham, mba πŸ˜… hahahaha saya paling nggak ahli soal makanan, susah bangettt memahaminya πŸ™„

      Delete
  8. Sayaaaa (acung tangan tinggi tinggi). Saya suka makan makanan Timur Tengah, cuma kadang sulit cari temen kalau mau makan makanan Timur Tengah. Saya sudah pasti akan pesan nasi Biryani atau Nasi Mandhi sebagai menu utama, gak pernah nolak disodorin sambosa dan sudah pasti habis kalau disdorin Kebab hahaha. Dasar gembul yah saya.

    Pernah teman juga buka jualan nasi Biryani di nampan, saya pesan ke kantor buat dimakan rame rame, temen temen kantor pada suka dan akhirnya pesen lagi beberapa kali. Sayang sekarang temen saya ini sudah berhenti jualan nasi Biryani dan beralih ke makanan lain

    Serius No, I think you should consider food photography in your forte, foto makanannya keren euy, berhasil menggugah selera saya dan jadi kepengen order nasi Biryani malam malam hahahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. WAKSSS, kita sama mas! Hahahahaha. Iya setuju sama mas Cipu, nggak banyak teman dan keluarga saya yang suka makanan TimTeng, alhasil saya kalau mau makan TimTeng palingan sama si kesayangan atau asisten saya πŸ™ˆ padahal makanan TimTeng enak ya, mas πŸ˜‚ cuma mungkin for some people terlalu thick rasanya hehehe. Uniknya, beberapa teman saya yang nggak suka masakan TimTeng, ada yang suka masakan India, padahal rasanya nggak beda jauh menurut saya 😁

      Waaah sayang sekali teman mas Cipu berhenti jualan nasi Briyani, padahal skill masak nasi Briyani nggak mudah 😍 mana yang buka usaha menu mediteran belum banyak, means peluangnya masih besar. Semoga one day, teman mas Cipu bisa kembali jualan atau kalau pun nggak, semoga sukses dengan jualan makanan lainnya 😁

      Eniho, thank you very much untuk apresiasinya, mas! Membuat saya senang hahahahaha. Jujur, saya sangat menghindari upload foto makanan sebelumnya, dan sekarang pelan-pelan sedang berusaha ke luar dari zona nyaman πŸ˜†✌ sambil belajar bagaimana mereview makanan yang baik dan benar πŸ™ˆ ps: selamat memikirkan nasi Briyani, mas 😝

      Delete
  9. waktu baca judul dan ngeliat foto pertama, bayanganku udah ke daerah timur tengah, ehh beneran, keliatan detailnya
    suka sama interiornya, bener bener membawa feel nya kayak di timur tengah sana
    kebab aku suka, nasi briyani juga, nasi mandhi belum cobain
    semoga nanti kalau ada kesempatan ke bali, bisa mampir sini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba mba Ainuuun hehehe, kalau mba suka makanan TimTeng, akan ada kemungkinan suka makanan di Abunawas 😁 untuk nasi Mandhi, rasanya nggak beda jauh sama nasi Briyani, sama-sama enak 🀣 hahahahahaha.

      Delete
  10. Bahkan aku pas lihat foto tempatnya aja berasa kalem dan tenang banget kak, eh ternyata kak Eno juga merasakan hal yang sama saat berada di dalamnya. Ternyata beneran rasanya kalem ya :D
    Vibe Timur Tengahnya kental sekali. Aku jadi ngebayangin ruang VIP-nya itu seperti yang ada di film-film Timur Tengah, yang duduk lesehan beralas bantal dan ada gentong-gentong di samping tempat duduk, mungkin ada pawang ular juga kalau lagi pesta huahahaha. Berasa kayak di negeri Aladdin deh :p

    Btw, aku sepakat nih sama kak Bayu, kalau ngelihat nasi ala Timur Tengah kenapa menggiurkan sekali. Tipe berasnya cantik, kalau dibikin nasgor pasti enak #plakk. Dan, aku selalu ngiler juga kalau lihat kebab dan roti prata, tekstur rotinya kan beda sendiri dari roti-roti yang ada pada umumnya jadi unik dan memang enak, apalagi kalau agak garing gitu rotinya, beh makin mantap :p
    Kak Eno sukanya roti kebab/prata yang agak garing nggak? Hihihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalem banget Lia, duduk di sana sambil bengong siang-siang di tengah break kerja sangat menyenangkan 😁 kalau anginnya lagi banyak, bawaannya mau tidur saja hahahaha.

      Nah iya, ruangan VIP-nya mirip sama yang ada di film, kalau Lia lihat IG-nya nanti bisa tau kemiripannya πŸ˜† untung nggak sampai ada ular dan pawangnya. Bisa kabur orang-orang πŸ˜‚

      Pikiran Lia sama kayak kakak hahahaha waktu pertama kali coba nasi Briyani jaman dulu, langsung kepikiran kalau nasinya enak dibuat nasgor sebab kering hahaha. Ohya, untuk tekstur rotinya, ini roti agak tipis dari roti prata / canai kebanyakan (kakak suka yang tipis agak garing begini), dan gurih, dimakan tanpa apapun enak, kalau dicocol saus lebih enak 🀣 hehehehehe.

      Delete
  11. Berasa banget mediteranianya di foto-foto Mba Eno yah, gak nyangka kalo itu di Bali😍😊

    Nasi Briyani ini menu tambahan ya Mba? soalnya India itu kan tidak termasuk negara mediterania πŸ˜‚πŸ˜

    Kalo saja Abunawas ini ada disini juga, pasti saya langsung melipir nyari kebab ato kalo gak pesen pake gofood. Dulu waktu hamil berapa kali, salah satu ngidamnya saya banget itu Mba, kebab. Tapi karena disini sudah jarang yang jual (prospek nya kurang cerah kalo disini kayaknya) jadi waktu lahir bayinya pada ileran semua πŸ˜‚πŸ˜…

    Postingan ini sukses bikin saya bertekad untuk makan makanan Timur Tengah, entah kw ato bikin sendiri, pokoknya suatu saat harus nyicip πŸ˜‚πŸ˜ Ψ¨ِΩƒُΩ„ِّ Ψ­َΩ…َΨ§Ψ³ٍ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dari luar bangunannya pun nggak berasa seperti di Bali, mba πŸ˜‚ soalnya bangunannya beda sendiri, tinggi menjulang dengan desain ala mediteran 😁 cuma kalau lihat jalan rayanya langsung berasa sih kita di Bali, apalagi kalau bukan karena motor dan mobil berseliweran πŸ˜†

      Nasi Briyani India ini juga salah satu nasi yang terkenal di negara TimTeng mba, menjadi salah satu nasi yang sering dikonsumsi seperti Nasi Mandhi dan nasi-nasi lainnya πŸ˜† memang asalnya dari India, tapi sudah menjadi bagian hidup orang-orang TimTeng dan Mediteran ~ 😍

      Waaah Kebab Baba Raffi nggak ada kah, mba? Biasanya brand itu disetiap pengkolan ada (lebay), karena banyak buangets cabangnya hahahaha πŸ˜‚ well, semoga one day, ada yang buka usaha Kebab di area rumah mba, yaaa. Biar mba bisa mamam Kebab πŸ˜†πŸ’•

      Delete
  12. Pasti enak banget makan ngasoh di sana ya mba ya hehehe.

    Pas mba Eno deskripsiin ruangan VIP dengan kain panjang menjuntai ke lantai, di tambah permadani yang besar dengan tumpukan bantal-bantal, ngebayanginnya saya malah ngantuk, hahahaha, dasar jiwa rebahan.

    Sayangnya, saya belum pernah coba makanan Timur Tengah mba Eno, kalau kebab si pernah, haha. Tapi saya sering dengar nasi Briyani dan nasi Mandhi, nanti deh, kalau ada kesempatan saya bakalan coba.

    Ngelihat dari foto tempat, makanan dan cara mba Eno mendeskripsikannya, mba Eno udah berhasil bikon orang-orang ngiler, jadi mau makaaaan, haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enak mbaaaa 😍

      Saya rasa pun kalau saya duduk di area VIP, saya akan mengantuk, sebab saya paling nggak bisa diajak lesehan, yang ada bawaannya mau rebahan apalagi kalau udaranya sejuk, huaaaaaa bisa mengantuk kemudian 🀣

      Silakan coba, mba ~ Nasi Briyani apalagi yang agak pedas, rasanya superb! Kadang nggak sadar bisa makan banyak, mana nasinya ringan, jadi nggak berasa kenyang πŸ™ˆ tau-tau timbangan bertambah kiloannya setelah pulang hahahahahahaha πŸ˜‚ semoga mba Sovia one day bisa coba makanan TimTeng Mediteran πŸ˜πŸ’•

      Delete
  13. Tempatnya otentik, ada kesan klasiknya juga. Abis baca ini, saya searching makanan Timur Tengah. Ternyata, referensi saya cupu sekali. Sekalipun sudah banyak yang jualan kebab, saya belum pernah coba.

    Kemarin, setelah nonton The Lunchbox, saya kepikiran untuk buat roti canai. Akhirnya kesampaian dan jadi. Kalau mau dipaksa-paksain, mungkin cuma roti canai itu saja yang saya makan dari Timut Tengah.

    Eh, btw, karena banyak sebuat Abunawas, pikiran saya terus mengarah dengan rumah sakit yang cukup populet di kota saya 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, it's okay mas Rahul, maybe next time apabila ada kesempatan dan ingin mencoba, mas Rahul bisa coba Kebab πŸ˜† eniho bagaimana roti canai hasil buatan mas Rahul? Pasti enak dong yaaaa ~ dimakan pakai saus kari kah? 😍

      Lho kok kepikiran rumah sakit? Namanya mirip? 🀣

      Delete
    2. Kalo buatan sendiri mah jangan ditanya. Hahaha. Tapi, untuk sebuah makanan, menurut saya itu enak. Nah, pada saat yang sangat kebetulan, pas abis nonton The Lunchbox, Mama saya abis masak kari ayam. Berangkat dari situ, tercetuslah ide itu. Faktor lainnya adalah, pada waktu itu, pandemi masih baru-barunya, jadi niat untuk mencoba hal baru itu lagi seger-segernya.

      Iya, nama RS-nya, Rumah Sakit Abunawas :D

      Delete
    3. Yang penting penilaian sendiri mas, selama menurut mas enak, berarti memang enak 😁✌ hehehehe. Terus lately sudah coba masak apa? Atau sudah bosan mau coba-coba karena pandemi-nya kelamaan? *saya banget ini* πŸ˜‚

      Wah, namanya sama persis rupanya 🀣 saya kira mirip saja ~

      Delete
    4. Kalau belakangan ini, pertanyaan yang tepat bukan masak apa. Tapi coba apa. Belakangan ini, saya lagi senang mancing sama adik dan teman saya di belakang rumah. Kebetulan, belakang rumah itu teluk, jadi hampir tiap sore kami mancing di sana. Tidak tahu kenapa, jiwa eksperimen saya mulai menurun. Padahal, dulunya saya cukup sering eksperimen sampai hampir bikin rumah tante saya terbakar.

      Delete
    5. Kalau mancing dapat banyak ikan, mas? 😁 kapan hari mba Phebie cerita di post soal hobi, kalau hobinya memancing πŸ˜† saya penasaran sama kegiatan memancing, pasti butuh kesabaran tinggi untuk dapat banyak ikan 😍 hehehehehe.

      Mungkin jiwa eksperimen menurun karena terpengaruh keadaan pandemi yang nggak berkesudahan (?) karena saya pun merasakan hal yang sama πŸ˜… semakin ke sini, semakin malas rasanya hahahahahaha. Entah bisa jadi karena sudah kehabisan ide untuk hal yang bisa dilakukan πŸ˜‚ tapi kalau sampai buat rumah tante hampir kebakar, seram jugaaa ~ mas Rahul eksperimen apa kok bisa hampir kebakar? 😳

      Delete
    6. Kalau niatnya buat bawa pulang ikan makan sih akan kecewa. Makanya, saya kategorikan kegiatan mancing cuma untuk iseng-iseng saja. Tiap pulang juga ngga pernah bawa ikan yang benar-benar bisa dimakan. Tapi sensasi saat strike-nya itu kak Eno yang bikin ketagihan.

      Karena saya anaknya cukup pengen tahu, saya iseng bakar sapu lidi. Mau liat seberapa jauh apinya bisa menjalar. Memang cukup terdengar bodoh. Ha ha ha. Pas hampir ketahuan, saya buru-buru simpan sapu lidi di samping lemari tanpa benar-benar mematikan apinya. Baru pas orang rumah cek, sudah banyak asap dan sudah hampir menjilat barang-barang sekitarnya

      Delete
    7. Jadi ikannya habis ditangkap lalu dilepas? Atau memang nggak dapat, mas? 😁 strike itu maksudnya saat melempar kait kah? Atau justru saat ikannya terperangkap? πŸ˜‚ bingung saya sama bahasa dunia memancing, hahahaha πŸ™ˆ

      OMG, nakal yah 🀣 untung rumahnya belum sampai terbakar. Bisa-bisa tante nanti nggak punya rumah kalau rumahnya terbakar oleh mas Rahul πŸ˜… nggak kebayang bagaimana kagetnya tante dan mamanya, mas 🀭

      Delete
    8. Tidak dilepas, tapi buat makan kucing di rumah. 😁

      Strike itu pas saling tarik sama ikan. Karena ikan di teluk kecil-kecil, rasanya kadang tidak terlalu puas. Apalagi saat ikan gampang menyerah πŸ˜†

      Saya memang sebandel itu. Makanya, waktu kecil adalah hal yang cukup sering saya lakukan ketika tambah dilarang. Btw, tante yang saya maksud bukan yang waktu itu kak Eno. Tapi tante rumah sebelah yang sudah almarhum.

      Delete
    9. Oh berarti saat ikannya sudah makan kailnya ya, hahaha. Sepertinya kalau ikannya kecil nggak berasa puas sebab nggak butuh tenaga banyak untuk menariknya. Akan beda kalau ikannya besar, pasti rasanya berat banget mau tarik, kan? πŸ˜‚ seenggaknya begitulah yang sering saya lihat di show kalau ada crew yang mau memancing hahahaha.

      Anak-anak begitu adanya, sering tambah penasaran kalau dilarang jadi baiknya jangan dilarang 🀣 oh saya kira tante yang sering diambil Bakpianya, ternyata beda orang πŸ™ˆ

      Delete
    10. Nah, kalau ddalam show-show mungkin yang kak Eno liat pancing joran. Tapi yang sering saya pakai pancing lempar manual 😁

      Iya, saya juga bingung. Tambah dilarang tambah penasaran πŸ˜…

      Delete
    11. Oh beda ternyata 🀣 maafkan mas, saya nggak tau hahaha πŸ™ˆ

      Delete
  14. Ngeliat foto makanan kok jadi pengen yaaa πŸ˜” enak-enak keliatannya. Aku belum pernah makan masakan timur tengah, kecuali kebab dan roti canai. Kalau menu nasi, lauk, dll nya selalu merasa belum minat untuk di coba. Entah mungkin kepikiran kalau bumbunya strong rempah dan cenderung bau rempah. Karena aku kurang suka masakan seperti itu. Kari pun bisa di bilang suka dan tidak πŸ˜₯

    Tapi baca tulisan Mbak Eno kok jadi penasaran dan pingin coba yaa. Kebetulan aku anaknya kurang explore makanan karena kalau sudah suka satu makanan, yaudah bisa itu-itu aja. Kurang kreatif laah perihal makanan. Next time mungkin akan coba yang di Jakarta. Penasaran saja rasanya bagaimana masakan Timur Tengah hhee..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau mba Devina nggak suka yang terlalu strong, mungkin bisa coba nasi Mandhi, ini nggak terlalu strong soalnya kalau yang versi Abunawas 😁 kurang tau versi resto lainnya πŸ˜‚

      Sama mba, saya sebetulnya bukan tipe yang hobi explore makanan. Biasa kalau sudah punya kesukaan, yasudah itu itu saja yang saya makan sampai bosan πŸ˜† cuma semenjak beberapa tahun terakhir, saya mulai berani explore tapi masih sebatas resto yang ada di Indonesia. Kalau abroad, masih lebih sering cari aman hahaha 🀣

      Selamat mencoba, mba Devina πŸ˜πŸ’•

      Delete
  15. Waktu baca judulnya abunawas bali, kirain aku mbak Eno mau cerita tentang abu Nawas pergi ke Bali. Heran juga, bukannya abu Nawas itu legenda zaman dahulu. Oh ternyata itu nama resto Mediterania.😱

    Memang lihat fotonya terasa seperti di Mediterania ya mbak, makanannya juga enak enak, untung sebelum baca ini aku sudah makan dahulu jadinya tidak terlalu lapar.πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jiakkkhhhh mana ada Abunawas pergi ke Bali, kan lagi Corona mas, bordernya ditutup *dibahas* 🀣 hahahahaha.

      Iya mas terasa sekali suasananya, dan untuk makanan, untungnya enak-enak πŸ˜† biasanya kalau saya nggak doyan, fotonya nggak saya publish, dan nggak akan ada niatan datang kembali setelahnya πŸ™ˆ ehehehehe. Wah, mas Agus sudah makan rupanya, gagal deh saya πŸ˜‚

      Delete
  16. Uuuuuwww
    Samosanya itu loh menarik hatiku!
    Apalagi ada keju-kejunya. Nyaaamm!!!

    Kalau di sini Mbak Eno tim kambing, aku tim ayam dulu deh Mbak, wkakaka
    Umur segini udah lumayan agak parno makan kambing, pernah makan sate kambing berapa tusuk gitu, g sampai 10, eh punggung beta su pegal-pegal tidak karuan.

    Aku suka juga sama jepretannya Mbak Eno, soalnya tiap kali liat filternya itu loh bikin vibenya kek apa ya bilangnya, kuning-kuning kek kuah soto kan nggak mungkin. Pokoknya vibeku kalau orange kuning-kuning gini. Warm deh ya kalau rang orang bilang.

    Btw yang bener itu nasi briyani apa biryani sih Mbak. Aku selalu melafalkannya briyani, tapi akhir-akhir ini food vlogger kok banyak yang bilang biryani? Hm..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sambosanya favorit saya mba, enak soalnya 😁

      Mba Pipit ada kecenderungan darah tinggi atau kolesterol, kah? Kalau sampai merasa pegal akibat kambing, memang ada baiknya pilih ayam. Dan ayamnya nggak kalah enak πŸ™ˆ

      Eniho, terima kasih apresiasinya, mba 😍 saya pun suka foto-foto jepretan mba Pipit especially yang vibe-nya dark hahahaha ~ bagus-bagus bangetttt soalnya πŸ’• lavvvv!

      Setau saya dua-duanya benar, ada yang sebut Briyani ada pula yang sebut Biryani, jadi keduanya bisa digunakan 😁

      Delete
  17. Eh iya ya, entah mengapa semua jenis resto Timur Tengah itu mirip-mirip ya?

    Kalau saya liat foto restonya itu, mirip banget sama salah satu resto bergaya Timur Tengah di Surabaya, duh lupa namanya, bukan Rey kalau nggak lupa :D

    Ciri khas disain arsitekturnya, ada tempat terbuka yang bikin sirkulasi udara jadi lebih bagus.

    Dan betul banget tuh, kalau masuk ke dalamnya itu jadi hening banget.
    PAdahal ya di Surabaya itu lokasinya ya di pinggir jalan ramai gitu, Di luar berisik oleh klakson kendaraan, pas masuk, wowwww kayak di dunia lain ya hihihi :D

    Dan sejujurnya, saya sering makan makanan khas Timur Tengah, tapi biasanya saya eneg seeneg-enegnya.

    Mertuanya kakak ipar saya, masih ada hubungan keluarga dengan orang Arab di Ampel Surabaya, jadi mereka tuh paling suka bikin makanan khas Timur Tengah.

    Duh nasinya itu loh, saya milih makan mekdi aja sama nasinya ketimbang makan itu.

    Ajaibnya, saya pernah ada event di resto Timur Tengah di Sby, dan pas makan siang, saya itu udah lapaaarrr banget, tapi menunya makanan TimTeng semua.

    mau nangis saya, tapi tetep aja saya ambil, ya gimana lagi, ketimbang maramara kelaparan.

    Dan supringly! enyaaakkkk!
    Beda banget ama masakan sodaranya ipar saya itu hahaha.

    Sampai-sampai, saya ambilnya kan pakai piring lebar, nasinya dikit, lauknya banyak, itu habis semua dong, entah lapar entah doyan, tapi serius itu enyak.

    Liat ini jadi kangen pengen makan di sana lagi deh, tapi nunggu traktiran aja deh, atau nunggu event wakakakakakaka.

    Lumayan juga sih harganya, tapi menurut saya pantes banget, soalnya enak.
    Dan kambingnya itu loh, diapain ya? kok nggak ada bau kambing kek gule buatan si Rey? (kapan ya kamu bikin gule Rey?, eh maksudnya gule yang saya beli di warung hahahaha)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mirip sama penjabaran mba Rey, Abunawas ini letaknya juga di pinggir jalan raya yang berisik suara kendaraan, tapi saat masuk ke dalam, suaranya seperti hilang seketika, berubah senyap 😬 digantikan sama suara angin semilir, mba 😍

      Eniho, baca cerita mba Rey di atas, membuat saya jadi berpikir, kalau ternyata cara masak memang bisa mempengaruhi kualitas rasa πŸ™ˆ beda orang akan beda rasa. Itu pula yang buat saya bingung bagaimana bisa rasa kambingnya nggak bau, dan enak untuk dimakan. Padahal saya lumayan sensitif sama bau-bauan. Tapi pada satu sisi jadi kawatir kalau chef-nya ganti, bisa jadi rasa akan berubah πŸ˜‚ well, semoga chef-nya tetap sama ~

      Delete
    2. Hahahaha iyaaa, tapi serius ya, mungkin saya yang kurang jauh mainnya, kayaknya saya tuh belom pernah loh makan olahan kambing yang nggak bau, selain makanan di resto itu.

      Mau beli masakan Indonesia yang gule misalnya, di tempat yang mihil dan terkenal, kayaknya kok masih bau kambing.

      Memang bener kali ya, tergantung chefnya, atau mereka udah tahu triknya biar ga bau, katanya nggak dicuci atau diapain gitu, saya pernah baca :D

      Delete
    3. Saya rasa mungkin karena resto TimTeng memang terkenal handal dalam pengolahan daging kambing mba, jadi mereka sudah tau bagaimana cara menghilangkan baunya πŸ™ˆ

      Kalau orang Indonesia yang nggak kerja untuk resto TimTeng, maybe masih belum begitu paham caranya ~ tapi di Bali, ada satu resto jual sate kambing dan nasgor kambing langganan saya, dan itu rasanya enak mba, nggak bau hahahaha. Maybe karena sudah jualan lama 😍 jadi sudah terasah 😁

      Delete
  18. Saya baru tahu ada Restoran Abunawas di pulau Dewata.

    Biasanya ciri khas timur tengah lebih dominan di ibukota. Mungkin si Abunawas ini ingin mengepakkan sayapnya hampir di seluruh kota yang ada di indonesia mungkin kali yee..😊😊

    Restorannya juga cukup bersih dengan menu Khas timur tengahnya atau mungkin ada juga sebagian menu lokalnya.😊😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya begitu mas, yang di ibukota mau buka cabang di Bali untuk gaet pasar wisatawan Arab maybe 😁 kalau menu lokal, selama ini saya lihat nggak ada hehehehe. Abunawas hanya fokus pada menu mediteran dan Timur Tengah 🀭

      Delete
  19. Saya pernah stay di bali lama tapi baru tau kalau ada resto Abunawas ini. Bagus banget tempatnya. Pengen coba makanannya. Harganya juga masih ramah di kantong



    ReplyDelete
    Replies
    1. Buka belum lama, mbaaa πŸ˜† nanti kalau ke Bali, sila coba 😍

      Delete
  20. Makanan Mediterania-Timur Tengah kalau disantap di Bali kayaknya pas banget, ya, Mbak? :D

    Btw, sambosa itu sama kayak samosa kah, Mbak Eno? Kalau samosa saya suka banget. Dua potong samosa disiram kari plus teh susu sudah cukup buat jadi bekal jalan kaki setengah hari. Hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cocok sama suasana santainya mas, dan bisa jadi tambahan pilihan. Semakin banyak pilihan makanan di Bali, semakin seru 😁

      Sambosa dan Samosa sama mas, cuma beda penyebutan πŸ˜‚ tapi ini makanya nggak disiram kari, sebab karinya sudah ada di dalamnya ~ jadi isian dalamnya ada kari kambing / keju, mas. Lumayan mengenyangkan πŸ™ˆ

      Delete
  21. kalo dengar mediteran, aku malah ingetnya Eropa selatan macam Italia.. πŸ˜†

    sepakat, timur tengah ini pinter banget kalo ngolah kambing. enak-enak sekali. cuma di Berlin sini, nasi mandhi, biryani, dan sebagainya lebih ke India daripada yang arab..

    kalo urusan kebap, barulah Turki punya. konon kalo nyebutnya dΓΆner berarti Turki, kalo shawarma berarti negara Arab.. πŸ˜†

    oiya, saking banyaknya warung kebap, salah satu makanan "khas" berlin adalah kebap.. πŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes mas, Timur Tengah jago olah kambing, rasanya rata-rata enak 😍 hehehehe. Saya awalnya pun kalau dengar nasi Briyani langsung teringat India, tapi kalau Mandhi dan Kabli (Kebuli orang kita bilang) tetap ingat Timur Tengah πŸ˜‚

      Nah, Kebab buat saya Turki masih juara, apa mungkin karena sudah terbiasa makan Kebab style Turki yah, however yang Timur Tengah version juga enak πŸ˜†✌

      Lama-lama nanti ada istilah Kebab Berlin, ngan-jangan 🀣

      Delete
  22. Izin bertanya... Apa bener mbak, isu yg aku dengar. Kalo mau cari makanan halal di Bali agak susah, dn harganya relatif lebih mahal?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak benar mas, cari makan halal di Bali gampang bangetttt koook ~ mungkin kelihatan susah dan mahal karena carinya di area wisata. Coba cari di Denpasar (area lokal) ada banyak restoran halal bertebaran di mana-mana 😁 harganya murah meriah, nasi Padang pun masih ada yang start from IDR 15.000 (nasi sayur ayam / rendang), dan ada banyak resto Banyuwangi (agak mirip WarTeg yang jual nasi campur lauk macam-macam) dan ada banyak cafe prasmanan plus resto-resto Surabaya.

      Kalau cari di tempat wisata memang mahal, tapi kalau mau masuk gang senggol sedikit, di Kuta pun bisa ketemu banyak resto murah dengan makanan halal 😁 hehehe.

      Delete
    2. Ikut nimbrung di komen ini ah
      Aku udah beberapa kali ke Bali. Dan susah atau gampang itu tergantung dengan kemauan mencari hehehe.
      Tapi seperti yg kak Eno bilang. Di kuta, di gang-gang sempit banyak resto enak, murah dan halal.
      Kecuali di area Bangli. Saya agak kesulitan. Tapi ada Jaya Fried Chicken. Kalau mau sih take away aja. Buat bekal gitu.

      Dan bener banget ada banyak warung Banyuwangi yang murah meriah dan bikin kenyang. Pokoknya harus punya jiwa berani masuk gang senggol seperti kata Kak Eno hehehe

      Btw harga di Abunawas ini lumayan murah kok. Dengan konsep tempat yang cantiiik tapi masih ada harga 35k ya ayok sih

      Delete
    3. Setuju sama mba Putri, tergantung kemauan untuk mencari hihi, sebab aslinya ada banyak sekali resto halal cuma memang nggak kelihatan mata πŸ˜‚ kalau di tempat wisata such as Kuta, Seminyak, dan sejenisnya, bisa cari via gang senggol alias blusukan hehehehehe ~ Nah, kalau nggak ada, bisa beli JFC seperti rekomendasi mba Putri, dijamin kehalalannya πŸ˜†

      Iya mba, snack-nya rata-rata around 35.000 dan ada berbagai macam pilihan 😍 hehehe silakan dicoba ~

      Delete
  23. Eh yg di Bali LBH cakeeeeeep dibanding yg di jakartaaaa hahahhaha. Aku sukaaaa bangetttt makanan timur tengah mba, terlebih kalo kambing2an. Nasi mandi tapi yg paliing aku favoritin.

    Udh lama sih ga ke abunawas Jakarta, biasanya aku makan yg di Matraman karena LBH Deket Ama rumah.

    Tapiiii sejak Al Jazeera buka cabang di Pramuka, aku LBH suka ke sana Krn LBH dekeeet lagi, dan parkir LBH luas mba. Rasa makanan buatku sama. Masing2 ada plus minus. Kalo hrg ga jauh beda.

    Pada dasarnya sih aku suka makanan rempah, makanya makanan timur tengah gini ga pernah failed. Pas umroh wkt itu, aku seneng Krn puas nyobain makanan begini di tempat aslinya. Walopun ada bbrp rasa yg aku ga masuk, Krn terlalu strong. Tp okelaah... :D

    Jd kangen ke abunawas deh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin karena yang Bali masih terhitung baru mba, jadi lebih cakep hahahahahaha. Tapi memang iya, cakep dan menyenangkan untuk santai menyantap menu mediteran di sana 🀣 though saya jarang makan kambing karena kadang ada yang nggak oke baunya, tapi di Abunawas, saya suka ~ lumayan, jadi ada tambahan variasi kambing baru selain dijadikan sate, dan nasi goreng plus gulai πŸ™ˆ

      Yes, makanan Timur Tengah, Mediteran, India, dan sejenisnya yang kaya rempah, memang nggak akan failed bagi pecinta rempah seperti kita, mba πŸ˜† hehehehehe.

      Delete
    2. Dan kusirik sama Mba Fanny, dia tuh suka banget kulineran, entah mengapa badannya tetap mungil dan proporsional, padahal kalau kulineran, nggak tanggung-tanggung :D

      Delete
    3. Iya mba, terberkati orang-orang seperti mba Fanny yang bisa makan banyak tanpa takut gendats 🀣 saya rasanya minum air saja bisa naik sekilo (terlalu parnonya) hahahahahahaha.

      Delete
  24. baca judulnya aku kira baka baca cerita lucu tentang abunawas, eh ternyata tempat makan dengan menu timur tengah.

    Nasi briyani dan daging kambing adalah pasangan yang serasi. Apalagi tentang porsinya yang ga main-main. Sebagai penikmat daging kambing, rasanya makanan seperti ini ga boleh dilewatkan. Ketika Hari raya iduladha, daging kambing melimpah. Biasanya ibuku biking tengkleng, atau gulai..hehhehe

    Tempatnya ga perlu AC karena banyak jendela besar dan ventilasi. Sehingga sirkulasi angin bisa sangat baik. Apalagi jika langit-langit/plafond dibuat tinggi, bakal terasa lebih adem. Tipe bangunan di daerah tropis. Pengurangan suara bising bisa menggunakan banyak kain, karpet yang digunakan untuk meredam bunyi yang berasal dari luar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahahaha, saya nggak punya cerita lucu soal Abunawas sayangnya, mas 🀣 eniho kita sama, saya suka kambing meski so far variasi makanan tipe kambing belum terlalu banyak yang saya coba alias itu-itu saja, tapi kalau ada kesempatan, sangat sayang untuk dilewatkan πŸ™ˆ

      Saya rasa kenapa sirkulasinya baik di sana, salah satunya karena plafond yang tinggi dan bukaan ruangannya ada banyak 😍 dan sepertinya bangunannya memang menyerap suara entah karena apa meski di lantai 1 nggak ada kain dan karpet, tapi tetap sunyi senyap πŸ˜†

      Delete
  25. Waaa aku suka banget sambosa!

    Menurutku harga segitu untuk restoran seperti Abunawas tergolong affordable. Apalagi porsi makanan Timur Tengah kan banyak-banyak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. TOSSSSS, mas!

      Banyak bangettt, bisa untuk dua sampai tiga orang menurut saya porsi Nasinya 🀣 jadi memang terbilang affordable kalau dilihat dari segi porsi yang ditawarkan 🀭

      Delete
  26. Porsi makanan timur tengah kan biasa gede2 ya. Jadi ingat pas ke Malaysia pesan nasi goreng gitu ya, kirain kayak porsi Indonesia, begitu datang eng ing eng kok banyak kali ni, kayaknya bisa 3 orang, dan itu saya pesennya 3 porsi pula. HHAHAA...
    Abunawas ini juga Instagramable nih, boleh jg tar kapan2 ke situ.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes mba Zizy, besar banget porsinya πŸ˜‚ satu piring makanan di atas itu yang isi nasi bisa dimakan 3 orang. Kalau sendiri yang pasti akan kekenyangan hehehe. Nanti kalau ke Bali, mampir mba 😍

      Delete