Question & Answer | CREAMENO

Pages

Question & Answer

Gue sedang terharu beberapa hari ke belakang genks, karena salah satu blogger senior tulis post khusus untuk gue yang bisa dibaca langsung di blog beliau ---- Maniak Menulis 🀭 Terus setelah baca post itu, gue jadi flashback, berusaha mengingat kapan pertama kali gue kenal si empunya blog a.k.a Mas Anton πŸ˜‚ Sepertinya gue tau blog beliau dari blog mba Reyne, sebab beliau sering komentar di sana dan nggak lama kemudian, gue beranikan diri untuk komentar di blog beliau dan pertemanan kami berlanjut hingga sekarang 😁

Sebenarnya, gue merasa nggak layak dapat tulisan itu, apalagi gue masih perlu belajar banyak hal, jadi gue agak malu, genks. However diam-diam gue senang, alhasil gue kirim link blog beliau ke sohibul gue dan si kesayangan biar pada baca! Hahahahahahaa 🀣 Terus, gue jadi iseng mau jawab beberapa 'pertanyaan' di blog mas Anton dan yang masuk via kolom komentar blog gue, salah satunya kenapa gue nggak pasang identitas di blog, dan beberapa pertanyaan lainnya πŸ™ˆ Well, though gue lupa pernah bahas ini apa nggak, tapi gue akan coba bahas ulang πŸ˜†πŸ™

🐰🐰🐰

Bicara soal identitas, gue dan si kesayangan punya kesepakatan sebelum gue open blog ~ salah satu kesapakatannya adalah nggak terlalu terbuka (tau batas) mengenai privasi kami dan orang-orang di sekeliling kami di medsos (gue bahkan nggak tunjukkan muka staff gue pada post The Power of Mom). Alasannya karena dia berharap orang suka sama tulisan gue, tanpa perlu tau seperti apa wajah gue dan lain sebagainya 🀣✌And as you guys know, gue nyaman dengan cara ini karena gue bisa balance dalam menjalani hidup. Baik di dunia nyata dimana gue harus kerja, urus keluarga, dan lain sebagainya, plus di dunia blog dimana gue bisa berbagi pemikiran πŸ˜‰

Dan gue berharap tetap ada di zona nyaman yang kebetulan tipe nyamannya adalah dengan not to disclose myself and people around me di blog (kita semua pasti punya zona nyaman personal, kan?) 😁 So, melalui blog ini, terlepas isi tulisan gue kadang menyenangkan maupun nggak, gue ingin stay true to my own self, my own thoughts, my own experience dalam menulis baik buruknya hidup yang gue punya πŸ˜†πŸ™ And, gue pribadi pada dasarnya bukan tipe orang yang suka difoto, jadi jangan heran kalau setiap kali gue foto pemandangan, nggak ada gue di dalamnya hahahahahaha. Kalaupun ada, paling candid atau dari belakang πŸ€ͺ

🐰🐰🐰

Next, bicara soal usia, ada teman tanya di kolom komentar mengenai usia ~ Teman itu bingung kenapa gue panggil bloggers yang terlihat muda dengan sebutan mas / mba πŸ˜‚ Kalau ini karena kebiasaan, sebab prinsip gue selama gue nggak tau dengan pasti usia seseorang, gue akan tetap pakai bahasa formal ketika menulis atau bicara, terlepas orang tersebut terlihat lebih muda, dan terkecuali apabila orang tersebut request dipanggil nama 😁 Nggak beda jauh saat di Korea, gue pakai panggilan ~Ssi (formal). Nah, untuk usia, gue masuk rentang usia 30 - 40 tahunan 🀭

Pertanyaan lainnya (masuk via komentar) soal alasan gue belum berencana punya anak πŸ™ˆ Well, alasannya sederhana, karena nggak semua orang punya courage untuk tanggung jawab dalam membesarkan anak dan mendidik anak 24 jam x 25 tahun lamanya sampai mereka bisa mandiri dan mampu menjalani hidup mereka sendiri, dan kami termasuk bagian dari orang-orang yang nggak punya courage itu (jujur, gue salut sama teman-teman yang punya courage menyangkut anak~) 😍 Kami tau kapasitas kami, dan untuk saat ini, kami belum merasa cukup bisa dan siap ambil tanggung jawab penuh akan hidup seorang anak dan masa depannya πŸ’•

Makanya, meski gue bercita-cita mau ajak anak yalan-yalan keliling dunia, pada kenyataannya itu masih dalam angan-angan 🀣✌ Dan si kesayangan tipikal orang yang merasa perlu untuk punya plan jelas sebelum ambil keputusan (include soal anak), karena buat dia, pada setiap keputusan yang dia buat, dia harus tanggung jawab (mau itu kepada diri dia atau kepada Tuhan) dan gue mendukung dia 😁 Eniho, gue mungkin belum ada anak kandung, tapi gue punya banyak anak asuh yang gue cinta. And I guess, for now, hanya ini yang bisa kami lakukan. If somebody asks, "Do you feel lonely?" -- jawabannya not at all, karena gue menjalani hidup gue bersama life partner (and big baby) terbaik yang gue punya πŸ˜¬πŸ’• Yaaaaaaaayyyy!

🐰🐰🐰

For the last, gue mau bilang terima kasih untuk teman-teman atas pertemanan hangatnya πŸ˜† Walau si kesayangan selalu pinta gue untuk tutup blog apabila merasa nggak nyaman, the fact is..... gue masih nyaman dan dunia blog ini menurut gue isinya teman-teman yang positif semua, seriously, teman-teman yang gue temukan di blog sangat baik, yang setiap kali komentar tutur katanya sopan, dan nggak sampai menggurui penulis blog meski berbeda pendapat ~

Plus, gue pribadi berusaha paham setiap pertanyaan yang teman-teman kasih basically karena gue tau teman-teman penasaran dan mungkin ingin berteman lebih dekat 😁 Though beberapa pertanyaan nggak gue jawab pada akhirnya, tolong dimaafkan. So, within this post, kalau teman-teman punya pertanyaan, bisa tulis di kolom komentar, gue akan jawab yang gue bisa πŸ˜‚

namun harap maklum apabila nantinya ada pertanyaan yang nggak dijawab, means gue nggak berniat membagikannya πŸ™ Once again, terima kasih banyak teman-teman, semoga kita semua diberkahi rizki bahagia dan sehat yang melimpah ruah, selamat berakhir pekan 😍
I feeling touch the past few days guys, because one of senior bloggers wrote a special post for me that you can read on his blog -- Maniak Menulis πŸ€­πŸ’• After read the post, I did flashback, tried to remember when I first know the owner of the blog named Mas Anton πŸ˜‚ I think I know his blog from Mrs. Reyne, because he often gave comments in her blog and not long after that, I visit his blog and gave comment to one of his post, and that's how the friendship began 😁

Actually, I don't think I deserve such a beautiful writing, moreover I feel that I still need to learn a lot about blog and lyfe ~ so I kinda shy to accept his writing, guys 🀭 However I'd feel happy, so, as a result, I sent his blog link to my friends and my man, and I let them read! 🀣 hahahahahaa. And because of that, I think it would be fun to answer some questions on his blog and my blog's comments box. One of the questions is.. why I don't put my identity on the blog πŸ™ˆ Well, I forget whether I already discussed about it or not, but I'll try to re-discuss it again here πŸ˜†πŸ™

🐰🐰🐰

Talking about identity, I and my man (we) made an agreement before I opened this blog πŸ˜† One of the agreements was not to be too open about our privacy and the people around us on social media (I didn't even show my staff's face in my post The Power of Mom). The reason is because people can like my writing, without needing to know what my face looks like 🀣 And as you guys know, I'm completely comfortable with the path I choose now because I can stay balanced, both in real world where I've to work and care my family, plus in blog where I can share my thoughts.

And, most importantly, I hope I can stay in my comfort zone which not to disclose myself and people around me (each of us must have a personal comfort zone, right?). And through this blog, regardless the content of my writings, I wanna stay true to myself, thought, and experience related to the good and bad life I have πŸ˜† And, I personally not good at pose in front of camera, so don't be surprised if every time I take a landscape photo, there are no me in it hahaha. Even if there is me, it would be candid or capture from the back πŸ™ˆ

🐰🐰🐰

Next, talking about age ~ a friend once asked in comments about my age because of wondering, why do I call bloggers who look young with 'mas / mba' (polite) πŸ˜† Umm, this is actually because of habit, my principle is, as long as I don't know for sure someone's age, I will keep using polite words when write or speak, even if the person looks younger than me, and unless the person asks me to call them by name, I will keep using 'mas / mba' to call them 😁 Same in Korea, I use ~Ssi when I speak formal. And, for age, my age's range is 30-40 years old, guys.

Another question (sent via my blog's comment box) about the reason why I don't plan to have a kid, yet πŸ™ˆ Well, the reason is simply because not everyone has courage to be responsible for raising and educating kids 24 hours x 25 years til they can be independent and able to live their own lives, and we are a part of people who do not have the courage (so, I salute my friends who have courage regarding kids) 😍 Me and my man also know our capacity, and for now, we have not capable to give a great responsibility for a kid's life and future πŸ’•

That's why, even though I wanna take my future kid on a trip around the world, I can't do much beside dreaming about it πŸ˜…✌ And my beloved man is a typical person who feels the need to have a clear plan before make a decision (include the decision to have a kid), because for him, in every decisions there should be responsibilities 😁 I may don't have any biological kid yet, but I have many foster kids (which I love!). And I guess, for now, this is all we can do πŸ˜† If somebody asks, "Do you feel lonely?" the answer is not, because I have the best partner for life 😬

🐰🐰🐰

For the last, I want to say thank you very much to you guys for your warm friendship πŸ˜† Though my man sometimes emphasizes me to close blog when I'm uncomfortable, the fact is... I still feel comfortable and this blogs world in my opinion is contain with all of positive people. Seriously, they are good, polite, and didn't patronize blog writers though they have different opinions 😍

I personally try to understand every questions you gave, because I know you felt curious and wanna be closer to me, so I wanna say sorry because sometimes I couldn't answer the questions πŸ™ˆ So, within this post, if you have any other questions, you can write it in the comments box 😁 I'll try to answer via reply comments just like QnA πŸ˜‚ hehehehe.

But, please understand if there are questions that I don't answer, means I really don't have any intention to talk about it πŸ€­πŸ™ hehehehehee. Once again, thank you very much my dear friends. May we all be blessed with abundant healthy and fortune πŸ’• Happy weekend 😍
μ„ λ°° λΈ”λ‘œκ±°κ°€ Maniak Menulis라고 μ €λ₯Ό μœ„ν•΄ μ¨μ£Όμ…”μ„œ λͺ‡μΌκ°„ κ°λ™λ°›μ•˜μ–΄μš” πŸ€­πŸ’• κ·Έ 포슀트λ₯Ό 읽고 Mas Anton라 λΆˆλ¦¬λŠ” λΈ”λ‘œκ·Έμ˜ 주인을 처음 μ•Œμ•˜λ˜ λ•Œλ₯Ό κΈ°μ–΅ν•˜λ €κ³  기얡을 λ”λ“¬μ—ˆμ–΄μš” πŸ˜‚ mba Reyneμ—μ„œ 그의 λΈ”λ‘œκ·Έλ₯Ό μ•Œμ•˜λ‹€κ³  μƒκ°ν•΄μš”. μ™œλƒλ©΄ κ·ΈλŠ” 자주 κ·Έλ…€μ˜ λΈ”λ‘œκ·Έμ— λŒ“κΈ€μ„ λ‹¬μ•˜κ±°λ“ μš”. μ˜€λž˜μ§€ μ•Šμ•„ μ œκ°€ 그의 λΈ”λ‘œκ·Έμ— λ°©λ¬Έν–ˆκ³  그의 포슀트 쀑 ν•˜λ‚˜μ— λŒ“κΈ€μ„ λ‹¬μ•˜μ–΄μš”. κ±°κΈ°μ„œ μš°μ •μ΄ μ‹œμž‘λ¬μ–΄μš” 😁

사싀 μ €λŠ” μ œκ°€ λΈ”λ‘œκ·Έμ™€ 인생에 배울게 λ§Žμ•„μ„œ 그런 μ•„λ¦„λ‹€μš΄ 글을 받을 자격이 μžˆλ‹€κ³  μƒκ°ν•˜μ§€ μ•Šμ•˜μ–΄μš”~ κ·Έλž˜μ„œ 글을 λ°›κ³  μ•½κ°„ λΆ€λ„λŸ¬μ› μ–΄μš” 🀭 ν•˜μ§€λ§Œ ν–‰λ³΅ν–ˆμ–΄μš”. κ·Έλž˜μ„œ 결과적으둜 그의 λΈ”λ‘œκ·Έ 링크λ₯Ό μΉœκ΅¬λ“€κ³Ό λ‚΄λ‚¨μžμ—κ²Œ λ³΄λƒˆκ³  μ½μ–΄λ³΄λΌκ³ ν–ˆμ–΄μš”! 🀣 hahahahahaa. 그리고 그걸둜 μΈν•΄μ„œ 그의 λΈ”λ‘œκ·Έμ™€ 제 λΈ”λ‘œκ·Έ λŒ“κΈ€μ— λͺ‡κ°€μ§€ 질문이 μžˆμ—ˆμ–΄μš”. 질문 쀑 ν•˜λ‚˜λŠ”... μ™œ 제 λΈ”λ‘œκ·Έμ— 개인적인 것듀을 μ˜¬λ¦¬μ§€ μ•ŠλŠ”λƒλŠ” κ±°μ—μš” πŸ™ˆ 음, μ œκ°€ μ˜ˆμ „μ— 이것에 λŒ€ν•΄μ„œ μ΄μ•ΌκΈ°ν–ˆμ—ˆλŠ”μ§€λŠ” κΈ°μ–΅λ‚˜μ§€ μ•Šμ§€λ§Œ μ—¬κΈ°μ„œ 이야기해보렀고 ν•΄μš” πŸ˜†πŸ™

---

정체성에 λŒ€ν•΄μ„œ λ§ν•˜μžλ©΄, 저와 λ‚΄λ‚¨μžλŠ” λΈ”λ‘œκ·Έλ₯Ό 열기전에 ν•©μ˜λ₯Ό ν–ˆμ–΄μš” πŸ˜† ν•©μ˜ 쀑 ν•˜λ‚˜κ°€ μ†Œμ…œλ―Έλ””μ–΄μ— κ°œμΈμ •λ³΄μ™€ μ£Όμœ„μ‚¬λžŒλ“€μ„ λ„ˆλ¬΄ μ˜€ν”ˆν•˜μ§€ μ•ŠλŠ”λ‹€λŠ” κ±°μ˜€μ–΄μš”.(μ €λŠ” The Power of Momλ₯Ό μ“°λ©΄μ„œ 제 μ§μ›μ˜ 얼꡴도 κ³΅κ°œν•˜μ§€ μ•Šμ•˜μ–΄μš”) 😁 κ·Έ μ΄μœ λŠ” μ‚¬λžŒλ“€μ΄ 제 얼꡴같은 것듀에 상관없이 제 글을 μ’‹μ•„ν•  수 있기 λ•Œλ¬Έμ΄μ—μš” 🀣 그리고 μ—¬λŸ¬λΆ„μ΄ μ•„μ‹œλ‹€μ‹œν”Ό 일을 ν•΄μ•Όν•˜κ³  가쑱을 λŒλ΄μ•Όν•˜λŠ” ν˜„μ‹€κ³Ό 생각 및 κ²½ν—˜μ„ κ³΅μœ ν•  수 μžˆλŠ” λΈ”λ‘œκ·Έκ°€ κ· ν˜•μžˆκ²Œ 뢄리될 수 μžˆμ–΄μ„œ μ™„μ „ λ§Œμ‘±μ€‘μ΄μ—μš”.

그리고 κ°€μž₯ μ€‘μš”ν•œ 것은 μ œκ°€ 저와 제 μ£Όλ³€μ‚¬λžŒμ„ κ³΅κ°œν•˜μ§€ μ•ŠλŠ” νŽΈμ•ˆν•œ μ˜μ—­μ— 머무λ₯Ό 수 있기λ₯Ό λ°”λž€λ‹€λŠ”κ±°μ—μš”(μš°λ¦¬λŠ” 각자 개인의 νŽΈμ•ˆν•œ μ˜μ—­μ΄ μžˆμ–΄μ•Όλ˜μž–μ•„μš”, κ·Έλ ‡μ£ ?) 그리고 이 λΈ”λ‘œκ·ΈλŠ” 제 κΈ€μ“°κΈ° 컨텐츠에 상관없이 μ œκ°€ 가진 쒋은 μ‚Άκ³Ό λ‚˜μœ 삢에 κ΄€λ ¨λœ μ € μžμ‹ , μƒκ°μ΄λ‚˜ κ²½ν—˜ 등에 μΆ©μ‹€ν•˜κ³  μ‹Άμ–΄μš” πŸ˜†πŸ™ 그리고 개인적으둜 카메라 μ•žμ—μ„œ ν¬μ¦ˆμž‘λŠ”κ±Έ 잘 λͺ»ν•΄μš”. κ·Έλž˜μ„œ μ œκ°€ 맨날 μ œκ°€ μ—†λŠ” ν’κ²½μ‚¬μ§„λ§Œ 찍더라도 놀라지 λ§ˆμ„Έμš” hahaha. μ œκ°€ κ±°κΈ° μžˆμ–΄λ„ λͺ¨λ₯΄κ³  μ°ν˜”κ±°λ‚˜ λ’·λͺ¨μŠ΅ λΏμΌκ±°μ—μš” πŸ™ˆ

---

κ·Έ λ‹€μŒ μ–˜κΈ°ν• κ±΄ λ‚˜μ΄μ—μš” ~ ν•œ μΉœκ΅¬κ°€ μ–΄λŠλ‚  λŒ“κΈ€μ—μ„œ μ™œ μ œκ°€ μ–΄λ €λ³΄μ΄λŠ” λΈ”λ‘œκ±°λ“€μ„ 'mas / mba'라고 λΆ€λ₯΄λŠ”지(κ³΅μ†ν•œν‘œν˜„) κΆκΈˆν•΄μ„œ 제 λ‚˜μ΄λ₯Ό λ¬Όμ–΄λ΄€μ—ˆμ–΄μš” πŸ˜† ummm, 이건 사싀 μŠ΅κ΄€λ•Œλ¬Έμ΄μ—μš”. 제 원칙이 λˆ„κ΅°κ°€μ˜ μ •ν™•ν•œ λ‚˜μ΄λ₯Ό λͺ¨λ₯΄λ©΄ 저보닀 어렀보여도 μ“°κ±°λ‚˜ 말할 λ•Œ κ³΅μ†ν•œ ν‘œν˜„μ„ μ“°κ²Œλ˜μš”. 그리고 κ·Έ μ‚¬λžŒμ΄ μ €μ—κ²Œ 이름을 λΆ€λ₯΄λΌκ³  ν•˜μ§€ μ•ŠλŠ” 이상 'mas / mba'라고 λΆ€λ₯Όκ±°μ—μš” 😁 ν•œκ΅­μ—μ„œλ„ λ˜‘κ°™μ΄ κ³΅μ‹μ μœΌλ‘œ ~씨λ₯Ό μ‚¬μš©ν•΄μš”. 그리고 제 λ‚˜μ΄λŠ” 30-40 λ²”μœ„λ‚΄μ— μžˆμ–΄μš” πŸ™ˆ 그리고 λ‚΄λ‚¨μžλ„ 저와 λ‚˜μ΄κ°€ κ°™μ•„μš” πŸ˜‰πŸ‘Œ

또 λ‹€λ₯Έ μ§ˆλ¬Έμ€(제 λΈ”λ‘œκ·Έ λŒ“κΈ€λž€μ— 보낸) 아이λ₯Ό κ°€μ§ˆ κ³„νšμ΄ μ™œ μ—†λƒλŠ”κ±°μ—μš” πŸ™ˆπŸ’• 음, κ·Έ μ΄μœ λŠ” κ°„λ‹¨ν•΄μš”. μ™œλƒλ©΄ λˆ„κ΅¬λ‚˜ λ…λ¦½ν•΄μ„œ 슀슀둜 μ‚΄ 수 μžˆμ„ λ•ŒκΉŒμ§€ 25λ…„κ°„ 24μ‹œκ°„ 아이λ₯Ό μ±…μž„μ§ˆ 용기λ₯Ό 가지고 μžˆλŠ”κ±΄ μ•„λ‹ˆκ±°λ“ μš”~ 그리고 μš°λ¦¬λŠ” 그런 μš©κΈ°κ°€ μžˆλŠ” μ‚¬λžŒλ“€μ΄ μ•„λ‹ˆμ—μš”(κ·Έλž˜μ„œ 그런 용기λ₯Ό 가진 μ‚¬λžŒλ“€μ—κ²Œ 경의λ₯Ό ν‘œν•΄μš”) 😍 저와 λ‚΄λ‚¨μžλŠ” 우리의 ν•œκ³„λ₯Ό μ•Œκ³ μžˆμ–΄μš”. μ§€κΈˆμ€ 아이와 μ•„μ΄μ˜ λ―Έλž˜μ— λŒ€ν•œ μ—„μ²­λ‚œ μ±…μž„κ°μ„ κ°€μ§€μ§€λŠ” μ•Šμ•˜μ–΄μš” πŸ’•

κ·Έλž˜μ„œ λ―Έλž˜μ— 아이와 세계λ₯Ό λŒμ•„λ‹€λ‹ˆκ³  μ‹Άμ§€λ§Œ 꿈만 κΎΈκ³  μžˆμ–΄μš” πŸ˜…✌ λ‚΄λ‚¨μžλ„ ν™•μ‹€ν•œ κ³„νšμ΄ ν•„μš”ν•œ μ „ν˜•μ μΈ μ‚¬λžŒμ΄μ—μš”(μžλ…€κ³„νš 포함) κ·ΈλŠ” λͺ¨λ“  결정에 μ±…μž„μ„ μ Έμ•Όν•˜κΈ° λ•Œλ¬Έμ΄μ—μš” 😁 hehehehe 저도 아직 생물학적 아이가 μ—†μ§€λ§Œ λ§Žμ€ μˆ˜μ–‘μžμ‹μ΄ μžˆμ–΄μš”(μ œκ°€ μ‚¬λž‘ν•˜λŠ”!). 이게 μ§€κΈˆ μ œκ°€ ν•  수 μžˆλŠ” μ΅œμ„ μΈκ²ƒ κ°™μ•„μš” πŸ˜† λˆ„κ΅°κ°€ "μ™Έλ‘­μ§€λŠ” μ•Šμ•„?" 라고 λ¬Όμ–΄λ³Έλ‹€λ©΄ 제 λŒ€λ‹΅μ€ μ•„λ‹ˆμš”. μ™œλƒλ©΄ 인생 졜고의 νŒŒνŠΈλ„ˆκ°€ 있기 λ•Œλ¬Έμ΄μ—μš”(그리고 큰 μ•„κΈ°) 😬

---

λ§ˆμ§€λ§‰μœΌλ‘œ, λ”°λœ»ν•œ μ—¬λŸ¬λΆ„μ—κ²Œ κ°μ‚¬ν•˜λ‹€λŠ” 말을 ν•˜κ³ μ‹Άμ–΄μš” πŸ˜† λ‚΄λ‚¨μžλŠ” 가끔 μ œκ°€ λΆˆνŽΈν•΄ν•˜λ©΄ λΈ”λ‘œκ·Έλ₯Ό λ‹«μœΌλΌκ³  κ°•μ‘°ν•˜μ§€λ§Œ νŽ™νŠΈλŠ” 긍정적인 μ‚¬λžŒλ“€κ³Όμ˜ λΈ”λ‘œκ·Έ ν™œλ™μ΄ νŽΈμ•ˆν•΄μš” ~ μ§„μ§€ν•˜κ²Œ μ’‹μ€μ‚¬λžŒλ“€μ΄κ³  항상 μ˜ˆμ˜λ°”λ₯΄κ³  의견이 λ‹€λ₯΄λ”라도 κ°•μš”ν•˜λŠ” λΈ”λ‘œκ±°κ°€ μ—†μ–΄μš” 😍 저도 λͺ¨λ“  μ§ˆλ¬Έμ„ μ΄ν•΄ν•˜λ €κ³  λ…Έλ ₯ν–ˆμ–΄μš”. μ™œλƒλ©΄ μ—¬λŸ¬λΆ„μ΄ 저에 λŒ€ν•΄μ„œ κΆκΈˆν•΄ν•˜κ³  저와 κ°€κΉŒμ›Œμ§€κ³  μ‹Άμ–΄ν•˜μ‹œλŠ”κ±Έ μ•Œκ³ μžˆμ–΄μš”. κ·Έλž˜μ„œ 가끔 μ§ˆλ¬Έμ— λŒ€λ‹΅ λͺ»ν•΄λ“œλ €μ„œ μ£„μ†‘ν•˜λ‹€λŠ” 말씀을 λ“œλ €μš” πŸ™ˆ

κ·Έλž˜μ„œ 이 ν¬μŠ€νŠΈμ—μ„œ μ—¬λŸ¬λΆ„μ΄ 질문이 μžˆμœΌμ‹œλ‹€λ©΄ λŒ“κΈ€μ„ λ‹¬μ•„μ£Όμ‹œλ©΄ λ˜μš” πŸ˜πŸ‘Œ μ œκ°€ μ΅œλŒ€ν•œ QnA 처럼 닡변을 ν• κ²Œμš” πŸ˜‚ ν•˜μ§€λ§Œ μ œκ°€ λŒ€λ‹΅ν•˜μ§€ μ•ŠλŠ”κ²Œ μžˆλ‹€λ©΄ 그것에 λŒ€ν•΄μ„œ λ§ν•˜κ³  싢지 μ•Šμ€ κ±°λΌλŠ” κ±Έ 이해해 μ£Όμ…¨μœΌλ©΄ μ’‹κ² μ–΄μš” πŸ€­πŸ™ hehehehehe. λ‹€μ‹œν•œλ²ˆ μΉœκ΅¬λ“€μ—κ²Œ κ°μ‚¬ν•΄μš”. 우리λͺ¨λ‘ ν’μ„±ν•œ 건강과 ν–‰μš΄μ„ λˆ„λ¦¬κΈΈ λ°”λž˜μš” πŸ’•

Happy weekend 😍

60 comments:

  1. Sangat mencerahkan, Eno. Menurut saya, setiap blogger punya boundary/batasan masing masing untuk masalah disclosure identitas. Dan seharusnya memang kita harus bisa menghormati keputusan masing masing blogger terkait batasan informasi pribadi yang ingin dibeberkan dalam blognya. Makanya, meski saya merasa Eno itu seperti sahabat, dan saya belum pernah melihat rupa Eno, saya tak pernah mempermasalahkan. Mungkin kita memang perlu menerima, bahwa virtual friendship itu ada, meski berharap juga bisa ketemu langsung dan ngobrol jika misalnya suatu saat saya bisa ke Bali atau Jeju (destinasi kedua diaminkan kencang ya Pemirsa).

    Saya sendiri meski sudah lama blogging, belajar banyak sama Eno. Bagaimana Eno sangat care dengan komentar yang masuk (saya sangat sering acuh terhadap komen yang masuk sampai sering lupa balas), serta konsistensi dalam menulis.

    Keep inspiring ya Eno and always be yourself

    ReplyDelete
    Replies
    1. Soal berinteraksi dengan pembaca lewat komentar betul banget. Saya juga belajar dari Mba Eno soal ini, Mas. Waktu bebenah postingan saya yang dulu-dulu, ternyata saya cuek sekali membalas komentar, padahal jumlahnya juga nggak seberapa πŸ™ˆπŸ˜…

      Delete
    2. Amiiiin mas Cipu semoga bisa ke Jeju setelah Corona lenyap, tentunya bersama keluarga tercinta 😍 siapa tau bisa ketemu sama teman Korea mas Cipu jaman di Jepang 😁

      Dan terima kasih banyak atas pengertian mas Cipu terhadap batasan yang saya buat di blog πŸ™ˆ ehehehehe. Semoga meski harus begini, kita bisa tetap berteman baik dan saling support satu sama lain 😍 eniho, saya pun belajar banyak dari cara mas Cipu berbagi cerita, kelihatan bangetttt sudah masternya *jam terbang tinggiiii genks!* hahahaha. Semoga mas Cipu bisa terus semangat, ya 😁

      Delete
    3. Mba Jane bisa saja, kita sama-sama belajar, mba 🀭

      Delete
  2. Saya dulu sempet mikir pengen jadi blogger misterius mbk. Tapi seperti yang sekarang dilihat saya nggak bisa misterius😁 malah kadang tanpa sadar mengumbar aib sendiri😟.
    Mau nanya apa ya... Kayaknya cukup tahu segini aja tentang mbak eno, sudah cukup mengobati rasa penasaran saya. yang penting di pikiran saya isinya yang baik-baik aja soal mbk eno😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wekekeke kalau soal umbar aib sendiri, saya pun sering melakukannya mba Astria 🀣 bahkan kadang dengan PEDE-nya bilang kalau saya ini pemalas πŸ˜‚ it's okay kok, nama pun manusia nggak ada yang sempurna πŸ™ˆ

      Terima kasih mba Astria tersayanggggg πŸ˜πŸ’• lavvv ~

      Delete
  3. Mba Enoo, satu hal yang aku kagumi dari Mba Eno adalah tentang boundaries yang dipasang demi kenyamanan Mba Eno dalam menuliskan cerita di sini, dan juga menjaga privasi orang-orang termasuk si kesayangan yang sering hadir di blog ini 😊 dan hebatnya meski terkesan misterius, Mba Eno stay true to yourself. Apa adanya dan sama sekali nggak dibuat-buat.

    Setuju sekali dengan Mas Cipu, meski belum pernah bertemu secara langsung, aku juga sangat menghargai persahabatan yang terjalin di dunia maya, baik dengan Mba Eno maupun dengan teman-teman lainnya. Btw, aku juga mengaminkan doa Mas Cipu serta doaku sendiri supaya bisa ke Jeju juga πŸ™ˆ

    Aku cuma bisa bilang terima kasih udah berbagi cerita pengalaman hidup Mba Eno dengan kami semua. Nggak ada pertanyaan lebih lanjut, hanya ingin baca dan menikmati cerita Mba Eno lebih sering lagi di sini 🀭

    Keep inspiring and stay true to yourself, ya! πŸ₯°

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebetulnya dalam hal boundaries, saya harus bilang banyak terima kasih sama si kesayangan yang membuat saya stick to the rules agar bisa tetap stay true tanpa harus terlalu membuka diri di sosial media 😁 dan si kesayangan selalu bilang, "Kalau tulisannya bagus, orang akan suka meski nggak ada identitas penulisnya. Biarlah orang menyukai tulisan yang ada tanpa perlu membayangkan siapa penulisnya." πŸ˜‚

      However kalau saya pikir-pikir, banyak banget teman bloggers yang saya nggak pernah tau orangnya. Contoh paling sederhana itu mas Agus, dan mba Rini πŸ˜† saya nggak pernah tau beliau berdua seperti apa ~ hihihi. Dan saya beruntung, di dunia blog ini, pertemanan bisa terjalin hanya berdasarkan tulisan yang dibagikan, tanpa embel-embel lainnya πŸ˜πŸ’•

      By the way, saya aminkan doa mba Jane semoga mba Jane bisa ke Jeju saat Corona sudah hilangggg πŸ™ˆ and please keep writing, sharing and inspiring too, mba πŸ˜†

      Delete
  4. Waah rentang umur kita sama nih mba :). Aku salut mba bener2 bisa bikin batasan tentang kehidupan pribadi. Yang mana jujur itu susah kalo di Indonesia hahahahaha. Aku sbnrnya juga ga terlalu suka difoto, Krn merasa ga fotogenic, tp sesekali masih mau, dan masih oke juga utk pajang di blog ato medsos ku.

    Ttg keputusan mba yg blm mau dulu punya anak, buatku itu keputusan paling bijak. Aku bukan penyuka anak soalnya, dan dulu sempet ga mau punya samasekali, tp Krn suami pengen, akhirnya ngalah. Padahal jujur aku belum 100% siap utk itu. Tapi ya udahlaaah, mau disesali toh lama2 aku bisa juga menyayangi mereka, walopun blm bisa sabar menghadapi tingkah anak2.

    Sebenernya kalo dari awal sudah membatasi informasi pribadi, aku malah LBH suka begitu :). Membuat penasaran para pembaca juga, dan akupun jujurnya beberapa kali coba membayangkan seperti apa mba Eno dari tulisan2nya :D.

    Respect utk pilihan2nya mba. Apapun itu, aku sangat menghargai privacy. Jadi biasanya aku memang ga mau nanyain hal2 yg menurutku pribadi, kecuali si owner ingin membeberkan sendiri :).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hiks, orang secantik dan seimut ini aja malu difoto, apa kabar dirikuh yak yang mukanya pas-pasan tapi kecentilan ini qiqiqiqiqiqi.

      Samaaa Mbaaaa..
      Jujur saya sering berinteraksi ama Mba Fanny selama 3 tahun ini, jadi sedikit banyak kenal dan tahu kisahnya, padahal Mba Fanny sama sekali nggak pernah membeberkannya di blog, tapi saya kenal dari tulisan, kisah-kisah di antara kisah traveling, sama opini dan pengalaman yang dibagikan di kolom komentar blog saya :*

      Delete
    2. Wohoooo jangan-jangan kita seumuran mba πŸ˜‚ hahaha. Sama dong, saya juga nggak fotogenic, that's why lebih sering di-candid sama si kesayangan πŸ™ˆ hehehehe.

      Bicara mengenai anak, saya hanya nggak mau paksakan diri kalau saya dan pasangan masih belum mampu dalam bertanggung jawab, mba. Karena bagi kami, keputusan tersebut bukan keputusan mudah, yang mana jangka waktunya berlangsung lama πŸ™ˆ hehehehe. Tapi memang benar kata orang, rasa sayang itu bisa muncul karena terbiasa, seperti pengalaman mba Fanny bersama anak-anak 😍

      Eniho, terima kasih banyak mba Fanny, karena sudah respect pilihan saya. Semoga kita bisa terus saling mendukung di dunia blog sampai usia senja πŸ˜†πŸ’•

      Delete
    3. Mba Reyyy tuh cantik lho, nggak pas-pasan πŸ˜πŸ’• dan saya kadang takjub sama rasa percaya diri mba Rey yang besar. Which is saya belajar banyak dari sana πŸ˜†

      By the way, saya pun merasa kenal dekat dengan mba Fanny dan mba Rey berkat baca tulisan yang mba-mba bagikan 😍 memang tulisan itu punya power untuk membuat kita mengenal lebih jauh penulisnya, yah πŸ™ˆ

      Delete
  5. Dulu saya pernah manggil mas ya Mbak Eno.. Punten ah.. maaf.. wkwkwkw

    Sebuah pola responsif dan solutif yang sangat baik dengan menyediakan kolom Q&A... Ciri khas blog ini.

    Itu yang membuat pembacanya merasa dihargai dan dihormati.


    Peluangnya akan saya manfaatkan.

    Saya punya pertanyaan !!!!!!

    Bolehkah tidak bertanya... ? Setidaknya untuk sekarang. :-D :-D

    Tapi.. ntar 3-4 tahun lagi, suatu masa dimana nama Creameno sudah membuana, saya mau nanya dua hal...

    1. Gimana rasanya jadi orang tenar?
    2. Boleh minta tandatangan...?

    Kidding!!

    Eno, no question from me. Saya pikir keingintahuan terkadang bisa "merusak" dan mengurangi rasa bersyukur.

    Jadi, saya akan "menikmati" dan bersyukur saja, punya teman bernama Eno a.k.a Creameno.

    btw, saya bukan blogger senior. Blogger tua iyah, tapi bukan senior... hahahaha...




    ReplyDelete
    Replies
    1. punten, dipanggil sesepuh saja mas anton

      Delete
    2. Bapaaakkk, Eno bilang Blogger Senior, bukan Senior Blogger











      *kabooorrrrrrrr sebelum dikeplak wakakakaka

      Delete
    3. Hahahaha iya, dulu mas Anton panggil saya dengan sebutan 'mas' πŸ˜‚ lucu kalau diingat hahahahahaha 🀣

      Bhaeeeklah akan saya jawab, rasanya jadi orang tenar nggak tau mas, soalnya saya nggak merasa tenar (entah 3-4 tahun lagi bagaimana) πŸ˜† tapi semakin banyak yang baca blog saya, jujur membuat saya jadi was-was takut ada salah kata dan salah penyampaian πŸ™ˆ which is membuat saya jadi berhati-hati dalam menulis sebuah post hahahahaa. Yang biasanya nggak pakai pikir langsung publish, sekarang dipikirkan dulu sehari dua hari baru publish πŸ˜‚ hehehe. Bicara soal tanda tangan, saya jadi minder karena jelek tanda tangan saya, mas 🀣

      Quote yang bagus sebagai penutup dari mas Anton, saya jadi merenungi kata-kata itu, betul banget kalau kadang keingintahuan membuat kita jadi mengurangi rasa syukur πŸ™ˆ semoga saya bisa terus mengingat kata-kata mas Anton, dan lebih menjaga diri untuk nggak berusaha lewat batas hanya demi ingin tau segala hal πŸ˜†πŸ™

      Delete
  6. Dear kak Eno, aku nggak ada pertanyaan apa-apa, maaf ya, jangan marah(?) 🀣
    Aku nerima kak Eno apa adanya, pernah sih penasaran sama siapa sih orang di balik Creameno waktu awal bertemu blog kakak tapi lama-lama malah udah nyaman seperti ini, dan nggak pernah ingin tahu lebih dalam soal privasi kak Eno. Semoga kak Eno akan betah untuk nge-blog dalam waktu yang lama ya 🀭

    Btw, aku adanya harapan sih, semoga suatu hari aku bisa balas kirim paket ke kak Eno dan bisa sewa salah satu airbnb kak Eno di Bali sebagai tanda terima kasih-ku ke kak Eno 🀭πŸ₯° itu pun kalau diperbolehkan pastinya sama kak Eno 😁

    Luv u kak Eno ❤️

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak marah sayang, kenapa harus marah 🀣

      Amiiiin Lia, doa yang sama untuk Lia, semoga Lia betah blogging dan nyaman dalam waktu lama. Jangan sampai blognya ditutup seperti sosmed Lia lainnya πŸ™ˆπŸ’•

      Eniho AIRBNB kakak sudah close untuk sewa harian gara-gara Corona. Sekarang hanya buka untuk sewa tahunan karena lebih aman bagi keuangan 🀣 however, kakak berdoa semoga suatu hari nanti, bisa kembali buka AIRBNB harian dan siapa tau kalau beruntung bisa serve Lia as tamu di villa 😍 lavvvvv you tuuuu, Liaaaa πŸ’•

      Delete
    2. WKWKWKW AMIN KAK! Semoga blogku ini bisa bertahan lama supaya aku tetap bisa terus berkomunikasi dengan kak Eno dan teman-teman bloggers lainnya yang sangat supportive satu sama lain 😍


      Huaaaa semoga corona bisa segera hilang supaya Airbnb kak Eno bisa disewa harian lagi, meskipun aku nggak tahu sih lebih enak disewa harian atau bulanan bagi owner Airbnb πŸ˜†
      Tapi, aku harap semua bisa segera normal kembali dan aku bisa ada kesempatan menginap di salah satu Airbnb kak Eno 😍

      Delete
    3. AMIIIIIIN, bisa pasti bertahan lama, berjalan dengan waktu, akan ada banyak pengalaman yang Lia dapatkan, means akan ada banyak cerita yang bisa Lia bagikan πŸ™ˆ hehehe.

      Semoga sayang, berharap yang sama soal Corona, lelah juga karena nggak hilang-hilang sama sekarang πŸ˜… kalau soal stabilitas, akan lebih enak disewakan tahunan meski harganya cenderung lebih murah daripada harian maupun bulanan. Tapi seenggaknya income secure selama setahun hahahahaha. However, besar harapan kakak bisa buka harian lagi one day 😍 thank you untuk doanya, dear πŸ’•

      Delete
  7. Kakk enoooo, seperti yg pernah aku bilang, aku pembaca baru di blog kakak. Maaf kalo kadang ga konsisten krn bisa panggil kakak, tapi bisa berubah manggilnya mbak 🀣

    Aku lupa dulu tau blog kakak dari mana. Kalau ga salah dari komen di blog Lia atau Ci Jane. Trus aku coba klik nama kakak dan masuklah pada blog ini.

    Kesan pertama emang misterius. Karena ini blog pertama yg aku liat "kosong." Maksudnya tidak ada embel2 penjelasan ttg nama lengkap ato panggilan, username medsos, popular post, label, dll. Tampilan blog kakak nyaris kosong. Bahkan aku bingung mau cari label tulisan kakak dimana 🀣 Nemunya cima Archives aja. Bahkan sempet bingung kok judul tulisan pendek-pendek sekali ya.

    Mulai membaca satu tulisan kakak. Ehh kok aku sukaa gaya penulisan kakak. Bahkan menyenangkan dan aku mendapat kesan kakak "menyenangkan dan ramah". Entahlah seperti bisa terlihat dari tulisan yg kakak post.

    Bahkan aku merasa kakak emang rendah hati, simple, apa adanya. Karena blog kakak minim atribut, sederhana, tapi penuh makna.

    Trus aku mikirnya kakak belum menikah #maafkanku. Karena "kesayangan" itu aku pikirnya masih pacar.

    Bagaimanapun dan siapapun kakak, terimakasih atas setiap tulisan yg sederhana tapi penuh makna 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahahaha nggak apa-apa mba Devina, mau panggil apapun bolehhhhh, jangan terlalu dipusingkan πŸ˜‚ eniho, blog ini memang kosong karena saya sukanya yang kosong melompong, mba πŸ™ˆ selain itu biar teman-teman yang baca bisa fokus baca tulisan yang ada πŸ˜† nah soal judul yang pendek itu karena kalau kepanjangan nanti jadi nggak balance kotaknya, alhasil saya selalu makesure judul saya cukup dalam satu baris agar kotak postnya nggak berantakan. Ribet, yah? Hahahahaha maafkan ~

      By the way terima kasih atas kesan yang mba Devina berikan, semoga saya bisa stay true dan tetap ramah serta menyenangkan though kadang ada masa dimana saya jadi orang yang menyebalkan 🀣 hehehehe. Once again terima kasih banyak mba Devina sudah sering mampir ke blog saya, dan berbagi cerita dengan saya. Senang rasanya punya teman baru semanis dan sebaik mba Devina yang tutur katanya hangat πŸ˜πŸ’•

      Delete
  8. Mbak eno, aku bingung mau mulai dari mana..hahaha
    Oyaa, mbak eno kalau mau panggil namaku langsung ga masalah lho. Tanpa menggunakan "mas". Jadi bisa panggil vai atau rivai saja. Mungkin secara usia, aku dibawahnya mbak eno...hahahaha
    tapi terserah mbak eno aja mau panggil apa :D

    Eehm, awalnya aku juga penasaran dengan mbak eno. Mulai dari nama blognya, hingga siapa yg mengelola blog yang keren kayak gini. Bahkan sampai kepikiran gimana cara mbak eno mengelola blog yang selalu membuatku untuk selalu singgah di "rumah" ini.

    Tapi pada akhirnya, biar begini sajalah. Mbak eno tetap jadi misteri. Tak perlu terlihat siapa dia sebenarnya. Toh yang penting apa yang dia bagikan untuk kami, bukan sosok di belakangnya.

    Di twitter, ada salah satu akun yg sering bercerita horror dengan sangat baik dan ceritanya selalu ramai dengan netizen. Akunnya juga akun anonim, tidak jelas. Aku sangat menyukai cerita horrornya. Cara dia bercerita membuatku larut dalam ceritanya. Hingga aku berpikiran bahwa akun ini harus tetap anonim, ga perlu tahu siapa dia, di kota apa dia tinggal. Kalau sampai akun itu bocor, maka bagiku itu tidak seru dan menarik lagi.

    Mbak eno tetap jadi misteri aja yaa...hahahaha

    Mumpung sesi Q&A, aku tanya yaa mbak :D
    1. Penggunaan nama creameno itu dapat dari mana mbak?
    Dulu aku pernah kepikiran untuk menyapa dengan sebutan kaka cream. Tapi tdengar cukup aneh...hahahaa

    Itu aja sih mbak pertanyaanku. Nanti kalau ada lagi, dsambung di kolom komentar aja...hheheee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Serius nih mas Rivai di bawah saya? Saya pikir kita seumuran mas *nggak mau tuak sendirian* hahahahahah 🀣 eniho paketan saya sudah tiba kah mas? Saya dapat notif katanya sudah diterima. Semoga mas Rivai syuka Bakpianya, yah 😍

      Ngomong-ngomong kita tuh pertama kali kenal dari mana yah hahahaha kayaknya dari salah satu travel bloggers yang sering saya kunjungi blognya, lalu saya mampir ke blog mas Rivai dan jatuh cinta sama tulisan sederhana yang mas bagikan πŸ˜† tapi saya lupa siapa travel bloggers-nya, mungkin mas Nugie, mas Alid atau mas Yayan 😁

      Bicara mengenai rasa penasaran, wajar sebetulnya kalau kita merasa penasaran, mas ~ dan saya memaklumi hal itu ketika mendapat satu dua pertanyaan dari teman-teman. Hehehehe. However, saya berterima kasih banyak karena mas Rivai dan teman-teman sangat menghargai boundaries yang saya buat. That's why saya masih merasa nyaman untuk berbagi tulisan πŸ™ˆ

      Eniho, kalau bicara soal Twitter dan akun anon, jadi keingat sama akun Poconggg 🀣 salah satu akun anon yang terkenal dan fenomenal pada masanya, sampai pada satu hari, penulisnya ke luar 😁 which is sekarang tambah terkenal orangnya πŸ˜† hehehehehehe.

      Menjawab pertanyaan mas Rivai, untuk nomor 1 pernah saya tulis di post berjudul What is CREAMENO? Mas Rivai bisa baca di ABOUT PAGE saya, nanti ada direct link ke post yang saya sebutkan di atas πŸ˜‚ tapi janji jangan kaget setelah tau asal muasal namanya hahahahaha.

      Delete
    2. Selisihnya ga jauh sih mbak. Dianggap seumuran juga ga masalah sih. apalah arti sebuah umur..hahhaa
      SUdah tiba mbak eno. Enak sekali bakpianya. Aku dan temanku langsung suka dengan bakpianya. ini pengalaman pertama kami makan bakpia tugu...hahhaha..makasih mbak eno. termasuk suratnya :')

      barusan kelar baca kenapa namanya creameno. Akhirnya terjawab sudah penasaranku. hahahhaa. alasan yang dipakai cukup menarik. aku ndak pernah kepikiran sampai itu. Menyusun huruf yang memiliki ukuran yang sama untuk dijadikan nama blog.. Serasa mendapatkan pengetahuan baru...hahahhaa

      kalau nama domainku didapat dari pemberian guru seni musikku, bu fatimah, yang kalau absen selalu memanggilku rivay (vay). Padahal nama di absen namanya rivai...hahhaa..makasih bu fat untuk inspirasinya :D

      Delete
    3. Hahahahaha betul itu, apalah arti sebuah umur, tapi kalau nanti sudah ketemu angka 50, sebetulnya jadi berarti banget itu umur πŸ˜‚ eniho, finally sampai juga Bakpianya, senang kalau mas Rivai suka rasanya πŸ™ˆ sama-sama mas Rivai, semangat selalu yah dalam bekerja dan berkarya 😍

      Hussshhh itu bukan menambah pengetahuan baru, hahahaha. Malu saya kalau hal itu disebut pengetahuan. Nanti pahlawan pendidikan bisa menangis bacanya πŸ™ˆ saya memang pilih nama biar enak dilihat mata ~ agak ribet anaknya πŸ˜‚ hahahaha.

      By the way, saya punya dua teman namanya Rivai jaman sekolah, dan nama gaulnya itu Vay juga ~ itu lho nama yang biasa mereka pakai sebagai nama keren hahaha. Jadi waktu baca domain mas pakai Vay, saya langsung keingat teman saya jaman sekolah 🀣

      Delete
  9. qiqiqiqiqiqiqiqi kusyenaaangg membaca ini, setidaknya sisi detektif saya masih diakui meski kemaren asal jawab pertanyaan kepo teman-teman, hahahaha.

    Eno itu seorang wanita cantik usia rentang 30-40 tahun, tapi lebih muda 2 atau 3 tahun di bawah saya (sooooo sotoy diri saya, hahahaha).

    Padahal saya tebak gitu saking seringnya membaca semua cerita-cerita Eno di blog ini hahaha.

    Btw saya salut Eno mau menjawab masalah anak, saya aja yang sudah malang melintang di blog ini, nggak pernah sama sekali menyinggung hal tersebut karena sudah bisa menyimpulkan dari beberapa kali komentar Eno di blog saya (ya udeh lah Rey, makanya dirimu nggak nanya, udah tahu soalnya, wakakakak).

    Enggak, maksudnya, hal-hal demikian kan sebenarnya privacy ya, tapi ternyata ada yang nanya, dan Eno dengan kerendahan hatinya (bener ya, rendah hati, bukan rendah diri lagi, hahahaha) masih mau terbuka masalah itu, terbaiklah hatinya Eno ituh :*

    Jujur, kemaren saya agak deg-degan setelah banyak yang nanyain Eno di saya.
    Saya takut banyak yang kepo nanya langsung, i know karena saya udah sering banget dapat pertanyaan privacy meski dari inbox, email atau WA.

    Bahkan pertanyaannya sampai ke hal-hal yang amat sangat pribadi, tapi saya coba pahami, mungkin orang-orang menilai, karena saya berani buka-bukaan blak-blakan, mereka pikir bebas bertanya hal yang paling pribadi sekalipun.

    Nah, kalau Eno kan beda, sejak awal sudah membatasi identitas, secara umum kan kita pasti tahu, Eno memilih membatasi kehidupan pribadinya.

    Lah ternyata jadi banyak yang kepo, dan bukannya cuek, malah dijawab.
    Duuhhh hatinya Eno memang lembut banget, kadang memang nggak percaya ada orang seperti Eno itu di dunia nyata.

    Padahal saya khawatir Eno malah jadi nggak nyaman karena hal tersebut.
    Ternyata, hati Eno terlalu luas untuk hal-hal demikian :*


    Dan saya sudah sering menuliskan ini, betapa saya berharap anak-anak saya bisa memiliki hati yang luas seperti Eno, aamiin :)

    Cuman, setelah baca beberapa komen teman-teman, saya bisa paham juga mengapa banyak yang kepo, karena mungkin masih baru mengenal blog ini.

    Beberapa teman kemaren saya sarankan, kalau mau kenal Eno, coba baca beberapa tulisan dia sejak awal.
    Kalau udah baca, pasti kenal kok Eno itu kayak gimana, even nggak pernah menampakan identitas terlebih wajah.

    Btw, dari blog ini saya belajar, bahwa blogger sesungguhnya itu ya seperti Eno ini, terkenal karena tulisan dan kiprahnya dalam dunia ngeblog, bukan karena pajangan mukanya yang sok centil kek yang komen ini wakakakakakak.

    Tapi bener loh, bayangin aja, saya nggak pernah tahu seperti apa Eno itu, tapi saya nggak lagi sekepo lainnya mencari tahu siapa Eno sesungguhnya, karena saya sudah merasa bisa membayangkan seperti apa Eno itu, dan alasan-alasan di balik ya keputusannya yang bikin orang lain kepo :D

    Semua itu, hanya karena tulisan, saya kenal Eno dari semua tulisan-tulisan di blog ini.
    Dan benar kata Eno, kalau kadang memang wajah itu menyamarkan tulisan.
    Saat kita memajang wajah, orang malah fokusnya ke foto, bukan ke tulisan.

    Jadinya, tulisan kita agak sulit direkam di pikiran orang-orang, hanya wajah kita yang terekam.
    (kasian banget ya orang-orang yang merekam wajah saya di benak mereka, semoga mereka nggak gatal-gatal, wakakakakakaka)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahahahaha memang kita ini rasanya nggak beda jauh umurnya mba, sebab mba Rey tuh kelihatan muda 😍

      Kalau soal anak sebenarnya saya paham kenapa ada yang penasaran sampai bertanya, sebab mungkin beberapa kali baca tulisan saya mengenai saya belum rencana punya anak. Jadi saya anggap yang tanya hanya penasaran mau tau alasan saya πŸ™ˆ hehehehe. Saya pribadi nggak kesal mba dan memakluminya, tapi saya berharap pertanyaan seperti itu nggak sembarang ditanyakan ke orang karena nggak semua orang bisa menerima pertanyaan serupa πŸ’•

      And thankfully, nggak ada yang sampai kepo bangettt ke saya, apalagi sampai bertanya langsung, mba πŸ˜† paling hanya respon post melalui kolom komentar, masih sesuai topik yang dibahas πŸ˜‚ termasuk pertanyaan di atas itu saya dapat dari kolom komentar 😬✌ dan saya rasa, kebanyakan orang nowadays lebih peka dan respect dengan hidup orang lain jadi nggak sampai kelewat batas. Seenggaknya di dunia blog ini saya bisa merasakannya 😍

      Wekekekeke, saya masih perlu banyak belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya. Tapi saya akan bantu aminkan agar kelak kakak dan adik bisa tumbuh menjadi anak yang berbudi pekerti luhur dan memiliki kelapangan hati seluas samudra serta bisa menerima dan menjalani hidup sesuai harapan 😍

      Terima kasih sekali lagi mba Rey atas kata-kata hangatnya, dan doa-doa baik mba untuk saya, serta pengertian mba terhadap keputusan saya di dunia blog πŸ˜† jujur, sedikit banyak saya bisa merasa fun blogging juga karena ada mba Rey ~ jadi nggak kebayang kalau mba Rey memutuskan vakum, saya akan jadi salah satu yang paling bersedih hati sepertinya πŸ™ˆ so, saya berdoa, semoga mba Rey selalu sehat dan bisa terus memberikan warna pada dunia blog Indonesia 😍

      Ps: saya nggak merasa gatal setelah rekam wajah, mba 🀣

      Delete
  10. Meskipun belum terlalu lama nemuin dan ngikutin blog Mba Eno ini, tapi secara umum saya bisa ngasi penilaian kalau postingan dan tulisan-tulisan di blog ini vibe-nya selalu enak. Jauh dari bau-bau negatif. Jadinya begitu kelar baca, ngasi efek positif ke yang baca. Mungkin itu sebabnya banyak yang rutin berkunjung ulang. This blog totally deserves it.

    Mumpung dibolehin nanya-nanya, saya mau nanya dua hal ke Mba Eno:

    (1) Semisal mata uang di dunia ini adalah 'kebahagiaan'/orang-orang dibayar dengan 'kebahagiaan', menurut Mba Eno, pekerjaan apa yang akan membuat mba Eno jadi orang paling kaya di dunia?

    (2) Apa kebiasaan Mba Eno yang menurut Mba paling berbeda dari kebiasaan-kebiasaan kebanyakan orang lain yang Mba kenal? (boleh kebiasaan yang Mba anggap positif, boleh juga yang negatif).

    Mudah-mudahan berkenan menjawab hehe,
    Thanks, Mba En.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Ikhwan yang baik hati, terima kasih banyak πŸ™ˆ hihihi, itu yang saya harapkan dari blogging sebetulnya. Saya berharap ketika seseorang meluangkan waktunya membaca blog ini, ada sedikit ilmu dan efek positif yang bisa didapatkan ~ agar waktu yang digunakan nggak jadi sia-sia 🀣 meski kadang, saya akui, tulisan saya masih banyak recehnya *tetap berharap boleh dong ya, meski sadar diri tulisannya biasa saja hahahahaha*

      Menjawab pertanyaan mas Ikhwan :

      Kalau dibayar bahagia dan bahagia bisa buat kaya, saya akan pilih pekerjaan yang saya suka πŸ˜‚ perfect nggak tuh mas, bisa kerjakan yang disuka, dapat bayaran bahagia, dan bisa buat kaya pula πŸ™ˆ hahahahaha. Sebabnya semakin bahagia akan semakin kaya, salah satu yang bisa buat terus bahagia adalah mengerjakan yang disuka. As simple as that, dan mungkin pekerjaan yang dipilih kalau nggak menulis, paling nggak jauh dari bisnis menyangkut rumah 😬 ini saya jawabnya terlalu serius, nggak? πŸ˜‚

      Kebiasaan yang berbeda? Hmmm bingung saya jawabnya. Sebab saya nggak memperhatikan kebiasaan orang-orang di sekitar saya 🀣 nanti coba saya pikirkan dulu dan akan kembali balas komentar ini apabila sudah ditemukan ya, mas πŸ™ˆ

      Delete
  11. soal identitas ini, orang akan lama-lama kenal karakternya dari tulisan-tulisan di blognya kok. dulu ada banyak banget blogger-blogger anonim, yang tulisannya bagus-bagus, tapi lama lama satu dua terungkap juga siapa, bahkan kopdar..

    aku juga menghargai privasi si blogger, kalo si blogger ingin anonim ya silakan. mau membuka identitas juga nggak papa, toh jadi kenal lebih. kalo aku sendiri ya, apa adanya. namun tetap membatasi apa yang di-share di blog dan media sosial lainnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebetulnya sampai sekarang banyak bingits bloggers anonim, bahkan beberapa ada yang komentar di blog ini mas yang saya nggak tau orangnya. Tapi memang bisa kenal karakternya setelah membaca tulisan-tulisannya πŸ˜†

      Terima kasih mas Zam untuk insight-nya 😍

      Delete
  12. Yang saya surprise dengan blog ini, reply-nya rata-rata panjang-panjang ya. Mau reply pendek jadi malu hahaha.

    Santuy mba Eno. Saya sendiri dan banyak blogger lain tdk pasang foto diri jelas dengan alasan ingin lebih memfokuskan diri ke tulisan. Kalau ada yg tanya kenapa...saya jawab why not? Hehehe...

    Batasan memang perlu terutama blogger daily life ya. Karena follower (termasuk saya hihihi) kalau sudah suka pada seseorang kadang merasa kepo dan merasa memiliki hak untuk tahu kenapa begini begitu. Ini banyak terjadi pada blogger di LN yang akhirnya keluarganya merasa tdk nyaman.

    Padahal yg kita baca (dan tonton) adalah hidup org lain yang tentunya memiliki niat tersendiri untuk sharing apa yg ingin di share dan tidak.

    Drum roll. Saya punya pertanyaan yg basicnya, mohon maaf, murni cuma rasa penasaran tentang kultur lainπŸ™‚ :

    Menurut warga Korea berkeluarga itu seperti apa ya? Apa saja perbedaan pandangan yang jelas dari generasi sekarang dan yang lalu?

    Pertanyaan lain yg super besar sifatnya teknis kayaknya saya akan e-mail saja....hihihi...πŸ˜€

    Anyho nice post as usual.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah mba nggak apa-apa lho kalau balas pendek, hehehe, nggak ada keharusan komentar panjang 😁 tapi memang rata-rata teman bloggers di sini hobi berceloteh ria πŸ™ˆ

      Nah, sama dong kita mba 🀣 memang baiknya orang kenal kita karena tulisan kita, meski dikenal karena wajah cantiknya juga nggak apa-apa 😍 hehehehe. Dan betul banget, sebenarnya itu yang saya dan pasangan hindari, kawatir kalau nggak diberi boundaries justru membuat diri sendiri nggak nyaman. Akhirnya tutup akun, sangat disayangkan πŸ˜† that's why saya berusaha untuk tetap stay true pada cara blogging awal, agar bisa berjalan lama πŸ˜‚

      Menjawab pertanyaan mba soal menurut warga Korea berkeluarga itu seperti apa, sebetulnya saya nggak tau jawabannya. Sebab setiap warga Korea punya pemikiran personal yang berbeda-beda πŸ™ˆ tapi kalau menurut si kesayangan tentunya masuk dalam opini pribadi, berkeluarga itu menjalankan visi misi yang sama ~

      Bicara mengenai perbedaan pandangan yang jelas dari generasi sekarang dan generasi lalu ada banyak, salah satunya persoalan menikah di mana generasi sekarang banyak yang memilih menikah setelah usia 30 dan ada pula yang setelah 40. Mungkin karena umur orang Korea rata-rata panjang bisa sampai 100 jadi menurut mereka menikah di usia 50 pun masih harus hidup another 50 tahun lagi bersama pasangan πŸ˜‚ that's why nggak mau cepat-cepat hehehehe. Perbedaan lainnya mengenai anak, generasi sekarang lebih banyak yang nggak mau punya anak daripada generasi dulu, sebab biaya yang perlu disiapkan banyak dan alasan lainnya hehehe.

      Terima kasih, mba πŸ˜πŸ’•

      Delete
  13. Saya jadi inget soal postingan apa itu Creameno dan bagaimana awalnya saya mengira. Maafkan, Mba Eno. Hehehe.

    Seperti komen teman2 yang lain, saya merasa berbeda dengan blog ini. Tulisannya bagus banget dan sangat menginspirasi. Nggak perlu waktu lama, blog Creameno bisa dikenal banyak orang karena tulisannya bukan eksisnya si owner di medsos. Jarang lho Mba ada blogger yang seperti ini.

    Saya selalu menantikan postingan Mba Eno. Selalu ada hal yg bisa saya pelajari dari postingan Mba Eno meski cerita jalan2 ke suatu tempat tapi saya belajar hal lain dari postingan tersebut.

    Jangan berhenti ngeblog dong, Mba. Etapi kalau Mba Eno udah nggak nyaman di dunia blogging, nggak papa kok. Saya menghargai keputusan Mba Eno, hehehe.

    Tetap menginspirasi ya, Mba. Terima kasih juga untuk pertemanan hangatnya yang sering bikin saya kaget sih karena kebaikan Mba Eno. Hehe.

    Salam untuk sahabat2 dan staff Mba Eno yang juga menambah cerita di blog ini.πŸ€—

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahahaha nggak apa-apa mba Pipit, lucuk kalau diingat-ingat, saya dikira jual cream πŸ˜‚ eniho, sebetulnya sometimes saya mau juga eksis di sosmed, tapi saya sadar diri, nggak ada yang menarik dari diri saya untuk dipertunjukkan 🀣 makanya sampai sekarang lebih nyaman seperti ini mba, biar tulisannya saja yang eksis, while orangnya stay di balik layar 🀭 hahahahaha.

      By the way, saya belum ada rencana berhenti total dari dunia blog, mba. So far kalau sedang bosan paling hanya akan break sementara waktu. Inginnya sih, bisa terus menulis di blog, tapi kita nggak akan pernah tau ke depannya jalan hidup kita akan bagaimana πŸ˜† jadi saya hanya akan berusaha sebaik yang saya bisa, sampai waktu dan keadaan nggak lagi mengijinkan saya untuk berbagi cerita πŸ˜‚ terima kasih banyak sebelumnya untuk mba Pipit, for never ending supports 😍 mwah!

      Delete
  14. Saya juga tidak terlalu banyak memberi tahu siapakah saya atau bagaimana keluargaku karena memang aku ini memang orangnya agak tertutup. Foto anak dan istri juga sepertinya jarang aku share. Eh malah sepertinya tidak pernah aku bagikan di blogger ya karena aku suka privasi biarpun sebenarnya istri saya ngga keberatan fotonya diketahui orang lain.

    Soal anak, semua orang punya alasan masing masing apakah akan punya anak atau tidak. Tapi jujur aku salut mbak Eno mau menjawab masalah anak pada teman blogger yang bertanya. Kalo aku sih tidak berani bertanya karena itu masalah pribadi.

    Mbak Eno umurnya 30-40 tahun, berarti seumuran dengan mbak Rey, dan mbak Pipit ya.😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan kalo diliat-liat dan dibaca-baca dari postingan Mba Eno, Mba Rey dan Mba Pipit, kok kerasa banget yah kalo saya yang paling uzur πŸ˜‚πŸ˜…

      Delete
    2. Ngga apa-apa yang paling uzur mbak, yang penting happy saja. Tapi paling ngga lebih dari 30 kan.πŸ˜„

      Santai saja mbak Rini, yang penting ada kuota.😁

      Delete
    3. Iyaaaaa, saya nggak pernah lihat mas Agus, hahahaha. Beda sama mas Satria yang fotonya terpampang nyata di mana-mana, mas Agus ini nggak pernah kelihatan πŸ™ˆ jadi bisa dibilang, mas Agus blogger misterius juga πŸ˜‚

      Ehehehe, terima kasih mas Agus yang baik hati, dan sudah menghargai privasi ~ senang rasanya kenal sama mas Agus, semoga mas Agus selalu aktif blogging yah 😁 eniho, sepertinya iya saya nggak beda jauh sama mba Rey dan mba Pipit usianya, termasuk sama mba yang komen di atas alias mba Rini πŸ˜† kita semua masih muda belia, mas 🀭

      Delete
  15. Saya juga sebenarnya pengen jadi blogger misterius gitu, apa daya blognya sudah jadul dan sudah kadung beredar (tapi ga tenar) di dunia maya. Mau ngulang dari scratch kok ya effortnya terlalu gede *bilang aja malas 🀣*

    Eniwei, sama seperti yang lain, saya juga ga punya pertanyaan kok, mba...

    Kuhormati pilihanmu, kuterima dirimu apa adanya *lha kok jadi gombal 🀣🀣*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Hicha blognya sudah lama malang melintang, kan πŸ˜† sayang banget kalau sampai harus diulang dari awal, efforts-nya mahal 😍 ehehehehe. Terima kasih banyak mba Hicha, semoga kita bisa saling dukung satu sama lainnya πŸ’•

      Delete
  16. Duh, saya jadi pingin ikut flashback soal pertama kali komen atau visit blog mba EnoπŸ˜…. First impressionnya kurang lebih sama dengan yg lain, kok ini blognya misterius banget yaa, saya scroll sampai bawah kok gak ada widget atau sidebar apa2, cuma perkenalan singkat tentang Jeju dan Bali😁 Terus cari tombol navigasi yg isinya label2 utama aja nggak ada, bener2 misterius dan polos. Sebetulnya sih saya gak pernah masalah dan sebegitu penasarannya dengan seseorang di blog yg memang gak kenal secara langsung. Hanya saja blog mba Eno ini terlihat beda, sehingga perasaan2 semacam itu yg gak pernah begitu saya hirau kalau visit blog seseorang jad muncul deh. Turned out setelah baca-baca postingannya saya suka dan jatuh hati buat mampir, meski gak langsung berani komen karena minder, hihi. Lain dengan tampilan blognya yg polos dan sepi, isi tulisan mba Eno selalu penuh dan jujur, somehow saya bisa merasakan kejujuran itu walaupun mba Eno gak pernah bilang secara eksplisit. Karena itulah betah buat mampir kesini.

    Saya lupa sih tau blog mba Eno dari mana, tapi yg pasti seingat saya bulan Juni karena di bulan itu saya mulai aktif ikut komunitas blogger dan blogwalking, hehe. Semoga mba Eno tetap bisa selalu menginspirasi kami dan bisa stay di blog selama-lamanya ya, mba! *pengennya hahaha*. AamiinπŸ˜πŸ€—

    ReplyDelete
    Replies
    1. Awl sayang, terima kasih komentar manisnya 😍 hehe. Kakak ingat Awl pertama kali muncul di kolom komentar kakak, terus waktu kakak visit back ternyata tulisan Awl membuat kakak jatuh cinta πŸ˜‚ sekilas lihat Awl langsung kepikiran GitaSav, ditambah pemikiran Awl yang bagus dan kritis, membuat kakak jadi betah baca-baca tulisan Awl πŸ’•

      Amiiiin, semoga kakak bisa terus blogging, dan tentunya Awl juga bisa terus blogging yah, semangat berbagi pemikiran dan pengalaman hidup Awl, karena dibalik cerita yang Awl bagikan, siapa tau bisa jadi pelajaran bagi pembaca yang menyukai blog Awl 😍 termasuk kakak yang sampai sekarang masih perlu belajar banyak πŸ’•

      Keep writing, sharing and inspiring, Awl πŸ˜†

      Delete
  17. Soal anak ini yah Mba, kayaknya dulu saya sepemikiran sm Mba Eno, tapi saya gagal konsisten dengan hati, meski otak mengatakan tidak πŸ˜‚πŸ˜… hingga jadilah beranak pinak dan berkembang biak seperti sekarang πŸ˜‚

    Dan tentang Mba Eno, saya sampe speechless karena semua yang ingin saya omongin udah terwakilkan melalui komentarnya temen-temen semua πŸ˜‚ (soalnya kalo saya komentar dengan hal yang sama bisa-bisa kolom komentar Mba Eno, dibikin jadi buku juga) kan nanti kasian Mba Enonya kewalahan hihihi.. 🀭😁

    Ada satu pertanyaan saya Mba, nanti kalo suatu saat ada temen-temen yang gantian pengen kirim hampers juga ke Mba Eno, apakah bisa juga Mba, karena alamat kan termasuk privasi kecuali memang diijinkan Kalo suatu saat Mba Eno makin tenar, kan bisa gawat kalo para fansnya tau alamatnya dimana. πŸ˜‚πŸ˜

    Saya tuh jadi inget, dulu ada seorang yang saya ceritain di komentarnya Mba Anton. Waktu saya mulai ngeblog lagi awal tahun ini, seseorang ini udah hilang dari dunia maya, padahal setidaknya saya tuh pengen tau juga kabarnya gimana, jadi dia ini benar-benar hilang, akun pesbuknya hilang, blognya juga gak ada lagi. Jadi gak ada komunikasi sama sekali, padahal kan sayang juga sebenernya, siapa tau suatu saat kalo pengen menghilang dari dunia maya atau kenapa-kenapa di dunia nyata, temen-temen setidaknya tau bagaimana kabarnya. 😊 (meski sebenernya saya duluan yang menghilang hingga 7 tahun kemudian) πŸ˜‚πŸ˜…

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu artinya hati mba Rini seluas samudera, that's why bisa kuat dan tanggung mendidik anak-anak mba 😍 to be honest, dalam hati saya dan kesayangan pun pastinya ingin punya anak, tapi dalam otak masih menolak ~ alhasil di sinilah kami sekarang menjalani hidup berdua tanpa anak πŸ˜‚

      Saya ketawa baca komentar mba Rini soal kolom komentar dijadikan buku hahahaha, tapi betul lho mba, komentar di sini pada panjang-panjang banget, jadi semacam baca puluhan sub-post dalam satu post 🀣 hehehe. Senang rasanya karena saya bisa dapat ilmu banyak dari komentar mba Rini dan teman-teman πŸ’•

      Kalau soal kiriman hampers sebetulnya saya punya alamat PO BOX dan alamat asisten mba, untuk dokumen dan lain-lainnya. Tapi saya ini kalau lagi nggak pandemi jarang ada di Indonesia, jadi sering merasa bersalah setiap sohibul saya atau kerabat saya kirim paketan, karena bisa dibuka 6 bulan kemudian atau berbulan-bulan kemudian πŸ˜‚ dan bicara mengenai teman mba yang sampai menghilang di sosmed itu, saya rasa ketika saya ingin tutup akun, saya akan pamit terlebih dahulu jadi mba Rini jangan kawatir saya tiba-tiba hilang πŸ™ˆ

      Ps: menurut saya kalau teman mba sampai menghilang semua akunnya, itu artinya dia memang nggak mau diketahui kabarnya mba, alias ingin betul-betul sendirian. Jadi biasanya nggak akan kasih tau info apa-apa. Semoga teman mba tersebut dalam keadaan baik dan sehat 😍 dan semoga mba Rini nggak menghilang sampai another 7 years lamanya ~ nanti saya ikutan sedih juga πŸ˜†

      Delete
  18. Mbaa enooo, yaampun suka banget bacanyaa. Suka baca tulisan Pak Anton tentang Mba eno (karena saya sependapat sama yg disampaikan), dan suka tulisan Mba Eno di postingan ini.
    Btw memang ga ada keharusahan buat kita me ceritakan diri sendiri di blog, dan saya setuju, biar lah orang bisa menilai kita dari tulisan. Saya pribadi juga bahkan bertahun2 ngeblog ga berhasil juga mengumpulkan keberanian untuk mempublish 'About Me' yang di blog. Biar lah orang yg menilai sendiri dari potongan2 isi blog. Bedanya saya ga sampai bs menginspirasi orang2 kaya Mba Eno πŸ˜… hahaha..

    Keep posting ya Mba, siapapun atau bagaimana pun orang dibalik Creameno, saya selalu menantikan update blog nya Mba enon😘😘

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Thessaaaaa 😍 terima kasih sudah membaca tulisan saya dan tulisan mas Anton tentang saya πŸ™ˆ *jadi malu*

      Iya mba, memang nggak ada keharusan untuk kita menulis cerita yang nggak ingin kita bagikan ~ dan saya pribadi nggak pernah mau tanya-tanya hal personal ke teman-teman bloggers lainnya. Plus setiap kali komentar lebih fokus mengomentari apa yang dibagikan 😁 hehe. Kalau soal ABOUT ME, isi ABOUT ME saya pun kentang banget mba, nggak jelas sebenarnya mau dibawa ke mana hahahahahaha. Eniho jangan bilang begitu dong mba Thessaaaa, buat saya tulisan mba Thessa seru untuk dibaca plus menginspirasi saya untuk baca beberapa buku yang mba Thessa bagikan review-nya πŸ˜†

      Siap! Mba juga yah, keep writing, sharing and inspiring 😍

      Delete
  19. Aku kenal Mbak Eno dari mana yah? kalau nggak salah dari blognya Mba Astria. Sama aku juga ngeberaniin diri buat komen di blog mbak.

    btw, Saya manggilnya Mbak aja yah.. Soalnya saya lidah Jawa, nggak biasa manggil kak.. Biasanya manggil Mas, Mbak, sama Gan.. hehe

    Bener banget, setiap orang berbeda dalam ngeblog. Kalau saya sih jarang ngepost foto sndiri di blog atau di medsos. Yah walaupun nggk terlalu restrict buat iyah atau nggak nampilin muka.. hehe tapi semua orang punya zona nyaman sndiri.

    No qustion for me. Cuma berharap buat Mbak Eno dan orang disekitarnya selalu dalam kondisi yang sehat dan bahagia.
    Nggak cuma itu, Saya juga mendoakan buat tema-teman blogger disini agar selalu sehat.. Amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sepertinya dari mba Astria, sebab saya sering lihat username mas Bayu di kolom komentar mba Astria 🀭 ehehehe. It's okay mas Bayu, mau panggil mba boleh, kak boleh, nama boleh, asal nggak dipanggil, 'Mbah' πŸ˜‚

      Nah setuju, zona nyaman personal kita memang berbeda-beda, mas. Ada yang zona nyamannya seperti saya, malas menunjukkan diri, tapi ada pula yang justru lebih nyaman kalau setiap foto harus ada foto diri ~ dan nggak ada yang salah dengan itu semua. Tinggal ikuti saja apa kata hati dan kenyamanan pribadi 😍

      Amiiiin terima kasih doanya mas Bayu, doa yang sama saya haturkan untuk mas Bayu semoga mas Bayu sehat, bahagia dan sejatera πŸ’• take care as always, mas ~

      Delete
  20. Aku pas baca tulisany Pak Anton semacam menjawab keheranan plus kekagumanku selama ini sih sama Mba Eno.. maturnuwun sudah diwakili, :D

    Kalo flashback pas awal-awal kita kenal *eaa* Aku ingetnya Mba Eno itu komen di postinganku ttg bahasa pas aku masih di belanda kayaknya. Abis itu aku balik ke indo dan off komen-komenan karena fokus kursus. Tapi awal itu aku kok nggak penasaran bgt yaa. Justru kesan pertamanya adalah 'ih ini orang kok komennya kerasa kayak udah kenal lama dan dekat gitu saking ramahnya.

    Alhamdulillah kegiatan skrg yg bisa aktif nulis lagi bikin aku jadi lebih mengenal Mbak Eno, hihi. Dari postingannya Mbak Eno nih jg jadi inspirasi buat aku nulis apapun pokoknya, karena ide itu nggak terbatas emang yaa.

    Senang berkenalan dengan Mbak Eno. Keep touching :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Ghinaaa, saya bukan siapa-siapa, jangan dikagumi mba, saya justru perlu belajar banyak dari mba Ghina πŸ™ˆ hehehe. Terima kasih banyak karena mba Ghina sudah luangkan waktu untuk baca tulisan mas Anton dan tulisan saya 😍

      Iya sepertinya saya sudah lama tau blog mba Ghina, cuma waktu itu sepertinya jarang komen-komenan πŸ˜† baru mulai aktif-nya sekarang 🀭 hehehehe. Senang saya bisa tambah teman seperti mba Ghina, semoga mba Ghina tetap semangat berbagi cerita di blog, ya πŸ˜πŸ’• saya sebagai pembaca akan setia menunggu tulisan, mba πŸ™ˆ

      Keep in touch, mba 😁

      Delete
  21. Haloo Mbk Eno, aku baru seumur jangung berteman dgn mbak Eno, tapi sebetulnya udah sering baca2 komen mbak Eno di blog mas Anton. Seringkali rasa penasaran pengen mampir ke blognya. Akirnya terealisasi jg pas mas Anton menulis tentang "CREAMENO: Misterius, Inspiratif, Cerdas, Rendah Hati".

    Tanganku gatel :) setelah baca artikel langsung aku samperin blognya mba Eno n komen...

    Aku obrak abrik postingan2nya (hehe obrak abrik), n ternyata bener all articles are written very interestingly. Simple, n not boring. (ur writting has a strong character).

    jujur aja, aku betah berlama-lama di blognya mbak Eno setelah rehat sebentar di kantor.

    Blakangan ini ada juga beberapa blog yg bikin aku sll kangen datang " blognya Mbk Rey, mas Anton, Mas Him n beberapa yg nggak ksebut)

    Aku jg mau ucap terima kasih utk mas Anton, krn dari blog beliau MANIAK MENULIS aku bisa dpt temen2 "dumay" yg luar biasa ramah..

    To mbak Eno. aku dah puas dgn tulisan2 yg di sugukan. So, no qestion...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mba Ika 😍 terima kasih banyak sudah berkunjung ke blog saya dan membaca tulisan-tulisan saya (sampai diobrak-abrik cobakkk) πŸ˜† senang rasanya dapat teman baru seperti mba Ika ~ hehehe. Saya nanti mau berkunjung ke blog mba juga, segera, yah πŸ’ƒ semoga kita bisa saling dukung satu sama lainnya dalam kebaikan dan semoga mba Ika tetap semangat menulis dan berbagi cerita πŸ’•

      Delete
  22. Mbak Eno!!
    Aku makin-makin suka sama kamu!!

    Aku udah baca postnya Mas Anton tentang kamu dan aku suka.
    Tapi ada yang lucu sih, Mas Anton bilang ini kayak kebiasaan buruk dia menilai orang. Wkakaka.. padahal aku liatnya dia kayak Sherlock Holmes gitu, bisa menerka-nerka.

    Aku berharap kalau Mbak Eno jalan-jalan dan ternyata mampir ke Kediri bisa menghubungiku. Biar bisa ketemu sama Mbak Eno..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Pipittttt, terima kasih sudah baca, mba πŸ˜πŸ’•

      Hehehehe, iya mas Anton itu kalau memperhatikan sesuatu bisa fokus dan detail banget, mungkin karena beliau adalah seorang marketer, jadi terbiasa memperhatikan πŸ™ˆ

      Amiiin mba semoga one day saya bisa ke Kediri, ya πŸ˜†

      Delete
  23. yups, setiap orang di bumi ini punya hak, baik itu di dunia nyata yang nampak atau profil pribadi di dunia maya.sejauh ini aku baik baik saja membaca dengan "karakter" blog creameno nya mba eno ini, meskipun awal awal dulu terbesit pemikiran yang sama denngan teman teman lainnya, kenapa cuman gambar kaki, lambat laun mengerti sendiri hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi terima kasih atas pengertiannya mba Ainuuun, sebetulnya nggak ada alasan mendasar kenapa gambar kaki, pas kebetulan ada gambar itu makanya dipasang 🀣

      Delete
  24. Wah, selamat, Mbak Eno! :D

    Menurut saya anonimitas narablog itu salah satu hal yang bikin blog itu punya kekuatan, karena mereka bisa lebih leluasa menyampaikan gagasan-gagasan bagus tapi sensitif tanpa perlu khawatir untuk dirundung. Terlalu terbuka, ada kemungkinan untuk terjebak dalam posisi di tengah (meskipun mereka tahu kalau mereka perlu melipir dari tengah). Padahal, saya yakin, narablog adalah orang-orang yang terpapar literasi, "melihat" banyak hal, dan yang punya kesempatan untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap banyak hal.

    Kalau untuk saya pribadi, sedari awal mampir ke Creameno, karena sudah familiar dengan anonimitas narablog, saya tidak ambil pusing dengan seperti apa Mbak Eno di dunia nyata. Buat saya, karya Mbak Eno sudah berbicara. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eniho, habis baca komentar mas Morishige, saya baru sadar kalau saya juga nggak pernah lihat mas Morishige karena nggak ada foto profilnya πŸ™ˆ hahahahaha samaan kita, mas ~

      Agree sama pendapat mas, meski saya pribadi agak-agak takut kalau mau bahas sesuatu yang sensitif hahahaha πŸ˜‚ tapi saya memang merasa lebih leluasa dalam menulis pemikiran saya selama ini ~ hehehehehe.

      Terima kasih, mas! 😍

      Delete