Sibling | CREAMENO

Pages

Sibling



Nggak sangka sudah seminggu gue publish post setiap hari hahahaha, meski gue nggak tau ini baik buat teman-teman atau nggak, tapi terlihat jelas penurunan angka komentar pada masing-masing post, sebab teman-teman yang tadinya berkumpul pada satu post sekarang berpencar ke beberapa post yang ada ๐Ÿ˜ well, bisa dibilang, gue sedang trial error dalam mengembangkan blog gue, sambil cari tau mana yang paling the best dan cocok dengan style gue bercerita ~

Some of my friends prefer gue post seminggu dua kali seperti biasa karena sohibal-sohibul gue ini suka baca komentar, jadi semakin banyak komentar berbobot masuk, mereka semakin suka. While other friends ada yang minta gue post setiap hari sebab mereka fokus ke cerita yang gue bagikan meski tetap menikmati komentar yang ada ๐Ÿ˜‚ so, gue mau tau pendapat teman-teman lebih suka baca post gue setiap hari atau seminggu dua kali saja? ๐Ÿ˜†


Kali ini gue mau bercerita mengenai sibling. 

Jadi gue punya satu adik perempuan yang usianya terpaut tiga tahun dari gue dan adik gue ini karakternya 180 derajat berbeda dari gue, sampai kadang gue heran, kok bisa dua anak dengan karakter bertolak belakang lahir dari orang tua sama ๐Ÿ˜‚ apa uwe anak pungut, yaaa? Begitulah dugaan gue pada awalnya yang membuat Ibu menghardik gue dengan lantang, "Sembarangan kamu, Mbaaaa. Siapa bilang kamu anak pungut. Susah-susah Ibu lahirkan kamu di kolong meja." *jiakh, Ibu justru bercanda saat gue sedang serius bertanya* ๐Ÿคช

Eniho, kalau ada yang penasaran seberapa beda kami berdua *pede berat* -- jawabannya super duper B.E.D.A ๐Ÿ˜ Gue (as you guys know) nggak suka kegiatan outdoor yang panas, naik turun gunung, ke laut dan lain sebagainya. Ibarat kata, kalau rasa malas gue bisa di-convert jadi uang, mungkin gue sudah kaya raya tujuh turunan delapan tanjakan sembilan belokan ๐Ÿ˜†✌ while adik tipe adventurous yang suka naik gunung, panjat tebing, dan kegiatan ekstrim lainnya which is membuat gue berkata, "Lu rajin amat naik gunung, nggak capek apa? Enakan tidur padahal." ๐Ÿ˜‚

Selain itu, style pakaian kami pun beda, yang menyebabkan kami jarang dihantui drama rebutan baju di dalam rumah ๐Ÿ˜๐Ÿคฃ gue tipe feminin sukanya pakai dress chic style, elegan, you name it, however adik gue tipe tomboy yang sukanya pakai jeans belel, baju kebesaran, dan pakaian ala pria lainnya dengan alasan pakaian tersebut membuat dia bergerak dengan nyaman ๐Ÿ˜ alhasil hingga detik ini, setiap kali kami ada kesempatan tatap muka, kami akan saling mencela dengan, "Lu bisa gerak pakai dress, mba?" saat dia melihat gue pakai dress yang kadang body fit, dan gue akan bilang, "Lha, lu kenapa pakai baju kebesaran?" Hahahaha, rudet! ๐Ÿ™ˆ

๐Ÿฐ๐Ÿฐ๐Ÿฐ

Bicara soal makanan kesukaan, adik suka daging sapi dan gue suka daging ayam. Jadi kalau Ibu pulang bawa nasi kotak, gue dan adik langsung check lauk utamanya apa ๐Ÿคฃ semisal daging sapi biasanya nggak gue makan sedangkan adik akan dengan senang hati memberi gue ayam haha. Pernah suatu hari Ibu bertanya hari ini mau makan apa, berhubung jawaban gue dan adik beda, Ibu dengan inisiatifnya sendiri memasakkan kami ikan ๐Ÿ˜‚๐Ÿคฃ alhasil kami tumbuh dengan sering makan ikan ketimbang sapi atau ayam (komposisi 4 : 3 : 3) karena Ibu malas kalau harus masak dua menu beda *God, ternyata Ibu pemalas ugha -- buah jatuh nggak jauh dari pohonnya* ๐Ÿคช


Apakah kami sering bertengkar?

Hmmmm, dibilang sering sih nggak, dibilang jarang juga nggak ๐Ÿ˜ mungkin karena kami punya interest berbeda, jadi kami jarang crash ~ tapi bukan berarti nggak pernah bertengkar. Karena, persoalan interest ini ternyata merambat ke acara TV dan sinetron dijamannya, yang membuat gue dan adik sering bertengkar gara-gara remot di rumah ๐Ÿ˜‘ kalau sudah begitu, Ibu akan ambil alih remot dan menyuruh kami masuk kamar untuk BELAJAR ๐Ÿคฃ --"Hadeh tau begitu mengalah saja tadi biar tetap bisa menonton TV." ucap gue dari lubuk hati terdalam ๐Ÿฅด๐Ÿ˜‚

๐Ÿฐ๐Ÿฐ๐Ÿฐ

Gue sama adik bukan tipe yang pintar mengungkapkan perasaan. Hingga sekarang, walau kami tau kami saling sayang, kami tetap nggak bisa mengekspresikannya. Tapi ada satu hari dimana adik gue tiba-tiba terlihat seperti malaikat, dan kenangan ini masih tersimpan sampai sekarang ๐Ÿ˜๐Ÿ’• ceritanya, hari itu gue ultah, adik gue yang masih SMP menghampiri gue saat gue sedang asik makan. "Mba, gue punya sesuatu buat lu." ---- sambil menyodorkan bungkusan kecil yang kemudian gue buka dan isinya ada cat air plus paletnya. Gue tanya, "Apa nih, kok lu kasih ini?" yang dijawab dengan, "Kado ultah. Sudah ya, gue pergi dulu mau ke rumah teman." ๐Ÿ˜ณ

Gue bengong. Seumur hidup, itu kali pertama dia kasih kado ultah ๐Ÿ™ˆ dia tau gue suka gambar dan main cat air, terus yang nggak gue sangka, untuk cat air dengan harga mahal especially bagi anak SMP, dia rela menabung uang yang dia punya agar bisa membelikan apa yang gue suka ๐Ÿ™„ gue langsung buru-buru masuk kamar dan tidur di kasur sambil menangis sesenggukan. Nggak tau kenapa gue sampai menangis ~ mungkin karena nggak menyangka adik gue yang rese bisa kasih hadiah untuk gue yang pastinya dia anggap menyebalkan ๐Ÿคง

Ibu yang tau kalau adik menabung hanya untuk belikan gue hadiah, berteriak dari luar, "Bilang terima kasih ke adik. Disayang adiknya." -- dan gue beranjak ke meja belajar, mengambil secarik kertas lantas menuliskan kata-kata yang kurang lebih begini isinya, "Thank youuuuu hadiahnya. Kok nggak sekalian kasih buku gambar? ๐Ÿ˜" dan gue selipkan kertas tersebut di tumpukan buku sekolah dia ๐Ÿ˜‚ yeah, gue yang dulu memang malu-malu taik kambing anaknya. But I'm grateful, karena punya adik seperti dia. Yang kalau diingat-ingat ternyata manis sifatnya ๐Ÿคญ

Teman-teman akur nggak sama adik maupun kakak? ๐Ÿ˜
I didn't expect it was already a week I published a post every day hahaha, though I didn't know this was good for readers or not, but it was clear that the number of comments decreased on each post, because my blogger friends who (normally) had gathered on one post now scattered to several existing posts ๐Ÿ˜ well, I could say that I'm on trial in developing my blog now, while finding out which one is the best and suits my storytelling style ~

Some of my bestfriends prefer me to post twice a week because they like to read comments, so the more comments come in, the more they like it ๐Ÿ˜ While other friends have asked me to post every day because they focus on the stories I share even though they still enjoy the comments section ๐Ÿ˜‚ so, I want to know, do you prefer to read my posts every day or twice a week? ๐Ÿ˜†


This time I want to talk about sibling.

So, I have one younger sister who is three years apart from me and she has different character from me, and sometimes I do wonder, how come two kids with different characters were born from the same parents ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜† am I an adopted kid? That's what I thought at first which made my Mom rebuke me loudly, "You are so random. Who said you are an adopted kid. I even gave birth to you under the table." *LOL, my Mom was joking when I was seriously asking* ๐Ÿคช

Anyhow, if anyone is curious how different we are --- the answer is super duper D.I.F.F.E.R.E.N.T ๐Ÿ˜ I (as you guys know) don't like and too lazy to do outdoor activities, go mountains, go to the sea and so on. If my laziness can be converted into money, maybe I'm already rich ๐Ÿ˜† while my sister is an adventurous type who likes hiking, rock climbing, and other extreme activities which sometimes made me said, "Aren't you tired go to mountain? Sleep is much better, though. " ๐Ÿ˜‚

Besides that, our clothing styles are also different, which causes us to rarely fighting over clothes in the past ๐Ÿ˜ I'm the feminine type who likes to wear chic, elegant dress, you name it, however, my sister is the tomboy type who likes ripped jeans, oversized clothes, and men clothes because that kind of clothes make her comfortable ๐Ÿ˜๐Ÿ‘Œ as a result, until now, every time we have the opportunity to meet, we will criticize each other with, "You can move in that dress?" When she sees me wearing a dress, and I'll say, "Why you wear an oversized shirt?" Hahahaha! ๐Ÿ™ˆ

๐Ÿฐ๐Ÿฐ๐Ÿฐ

Speaking of favorite foods, my sister likes beef and I like chicken. So when Mom come home with some food, my sister and I immediately check what were the main side dishes ๐Ÿคฃ if beef, I usually won't eat while my sister happily gave me a chicken if the food happen to be a chicken. One day Mom asked what we would like to eat, because our answers were different, Mom on her own initiative cooked us fish ๐Ÿ˜‚ that's why we grew up eating fish instead of beef or chicken (composition 4 : 3 : 3) because Mom were too lazy to cook two different menus. *God, it turns out my Mom also a lazy person --- the fruit doesn't fall far from the tree* ๐Ÿคช


Do we fight a lot?

Hmmmmm, sometimes ๐Ÿ˜ maybe because we have different interests, so we rarely crash ~ but that doesn't mean we never fight. Because, the problem of different interests actually made us fought for example when we wanna watch a TV shows, which made my sister and I often fought because of TV remote at home ๐Ÿ˜‘ in those case, Mom ended up took over the remote and tell us to enter our room to STUDY ๐Ÿคฃ -- "Ehyuuuu, if I know I need to study, I better just give up to my sister so I can still watch TV. " -- that's what I said from the bottom of my heart ๐Ÿฅด๐Ÿ˜‚

๐Ÿฐ๐Ÿฐ๐Ÿฐ

My sister and I are not the type to express our feelings well. Until now, though we know we love each other, we never express it ~ But there was one day when my sister suddenly looked like an angel, and these memories are still preserved until now ๐Ÿ˜ it was on my birthday, my sister who was still in Junior High School approached me while I was eating. "Sis, I have something for you." -- while holding out a small package which contained watercolor plus a palette. I asked, "What is this?" and she answered with, "A birthday present. Okay, I'll go to my friend's house." ๐Ÿ˜ณ

I was dumbfounded. In her whole life, it was the first time she gave a birthday present ๐Ÿ™ˆ she knew I liked drawing and playing watercolors, and what I didn't expect is, the watercolors were expensive, especially for Junior High School student, so, when she was willing to save the money she had to buy things I like, it made me rushed into my room and sobbing. I don't know why I cried ~ maybe because I didn't expect her to give gifts to me who she might finds annoying ๐Ÿคง

My mom, who knew that my sister was saving money just to buy me a present, shouted from outside, "Say thank you to your sister. Loves her." - and I went to my study desk, took a piece of paper and wrote the words that were more or less like this, "Thank youuu for the gift. Why you didn't give me the drawing book as well? ๐Ÿ˜" and I tucked the paper in her pile of school books ๐Ÿ˜‚ yeah, I used to be a shy shy cat. But I'm grateful, because I have a younger sister like her ๐Ÿคญ

Do you get along with your sibling? ๐Ÿ˜
๋งค์ผ ๊ธ€์—…๋กœ๋“œ๋ฅผ ํ•œ์ง€ ์ผ์ฃผ์ผ์ด๋‚˜ ๋ฌ๋Š”์ง€ ์ƒ๊ฐ๋„ ๋ชปํ–ˆ์–ด์š” hahaha ์ฝ๋Š” ๋ถ„๋“ค์—๊ฒŒ ์ด๊ฒŒ ์ข‹์€์ง€ ๋‚˜์œ์ง€๋Š” ์ž˜ ๋ชจ๋ฅด๊ฒ ์ง€๋งŒ ํ™•์‹คํ•œ๊ฑด ๊ฐ ํฌ์ŠคํŠธ ๋งˆ๋‹ค ๋Œ“๊ธ€์ˆ˜๋Š” ์ค„์—ˆ๋‹ค๋Š”๊ฑฐ์—์š”. ํ•˜๋‚˜์˜ ๊ฒŒ์‹œ๋ฌผ์— ๋ชจ์—ฌ์žˆ๋˜ ์ œ ๋ธ”๋กœ๊ฑฐ ์นœ๊ตฌ๋“ค์ด ์—ฌ๋Ÿฌ ํฌ์ŠคํŠธ๋กœ ํฉ์–ด์กŒ๊ฑฐ๋“ ์š” ๐Ÿ˜ ์Œ, ์ €๋Š” ์ œ ๋ธ”๋กœ๊ทธ๋ฅผ ๋ฐœ์ „ ์‹œํ‚ค๋ ค๊ณ  ์–ด๋–ค ์Šคํƒ€์ผ์ด ์ €์—๊ฒŒ ๋งž๋Š”์ง€ ์ฐพ์•„๋ณด๋ ค๊ณ  ์• ์“ฐ๋Š” ์ค‘์ด๋ผ๊ณ  ํ•  ์ˆ˜ ์žˆ์–ด์š” ~

์–ด๋–ค ๋ฒ ํ”„๋Š” ๋Œ“๊ธ€ ์ฝ๋Š”๊ฑธ ์ข‹์•„ํ•ด์„œ ์ผ์ฃผ์ผ์— ๋‘๊ฐœ์ •๋„๊ฐ€ ์ ๋‹นํ•˜๋‹ค๊ณ  ํ–ˆ์–ด์š” ๐Ÿ˜ ๋‹ค๋ฅธ ์นœ๊ตฌ๋Š” ๋Œ“๊ธ€๋„ ์ข‹์€๋ฐ ์Šคํ† ๋ฆฌ์— ๋” ์ง‘์ค‘ํ•ด์„œ ๋งค์ผ ์“ฐ๋Š”๊ฒŒ ์ข‹๋‹ค๊ณ  ํ–ˆ์–ด์š” ๐Ÿ˜‚ ๊ทธ๋ž˜์„œ ์—ฌ๋Ÿฌ๋ถ„์€ ํฌ์ŠคํŠธ๋ฅผ ๋งค์ผ์ฝ๋Š”๊ฒŒ ์ข‹์€์ง€ ์ผ์ฃผ์ผ์— ๋‘๋ฒˆ์ •๋„ ์ฝ๋Š”๊ฒŒ ์ข‹์€์ง€ ์•Œ๊ณ ์‹ถ์–ด์š” ๐Ÿ˜†


์ด๋ฒˆ์—๋Š” ํ˜•์ œ ์ž๋งค์— ๋Œ€ํ•ด์„œ ์ด์•ผ๊ธฐํ•ด๋ณผ๊ฑฐ์—์š”

์ €์—๊ฒŒ๋Š” 3์‚ด์ฐจ์ด๋‚˜๊ณ  ์„ฑ๊ฒฉ์ด ์™„์ „๋‹ค๋ฅธ ์—ฌ๋™์ƒ์ด ํ•œ๋ช… ์žˆ์–ด์š”. ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ์ €๋Š” ๊ฐ€๋” ์–ด๋–ป๊ฒŒ ๋‘ ์•„์ด๊ฐ€ ๊ฐ™์€ ๋ถ€๋ชจ์—๊ฒŒ์„œ ๋‚˜์™”๋Š”๋ฐ ์„ฑ๊ฒฉ์ด ๋‹ค๋ฅธ์ง€ ๊ถ๊ธˆํ•ด์š” ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜† ์ €๋Š” ์ž…์–‘๋œ ์•„์ด์ผ๊นŒ์š”? ์ด๊ฒŒ ์—„๋งˆ๊ฐ€ ์ €๋ฅผ ํฌ๊ฒŒ ๊พธ์ง–์€ ์ œ ์ฒซ ์ƒ๊ฐ์ด์—ˆ์–ด์š” "๋ง‰๋ง์„ํ•˜๋„ค. ๋ˆ„๊ฐ€ ๊ทธ๋žฌ์–ด. ์‹ฌ์ง€์–ด ๋‚ด๊ฐ€ ๋„ˆ๋ฅผ ์ฑ…์ƒ๋ฐ‘์—์„œ ๋‚ณ์•˜๋Š”๋ฐ" *LOL, ์ œ๊ฐ€ ์‹ฌ๊ฐํ•˜๊ฒŒ ๋ฌป๋Š”๋ฐ ์—„๋งˆ๋Š” ๋†๋‹ด์„ ํ–ˆ์–ด์š”* ๐Ÿคช

์—ฌํ•˜ํŠผ ์šฐ๋ฆฌ๊ฐ€ ์–ด๋–ป๊ฒŒ ๋‹ค๋ฅธ์ง€ ๊ถ๊ธˆํ•˜์‹œ๋‹ค๋ฉด --- ์ œ ๋Œ€๋‹ต์€ ์ˆ˜ํผ ๋‘ํผ D.I.F.F.E.R.E.N.T ๐Ÿ˜ (์—ฌ๋Ÿฌ๋ถ„์ด ์•„์‹œ๋Š”)์ €๋Š” ์‚ฐ,๋ฐ”๋‹ค ๋“ฑ์˜ ์•ผ์™ธํ™œ๋™์„ ์•ˆ์ข‹์•„ํ•˜๊ณ  ๊ฒŒ์„๋Ÿฌ์š”. ์ œ ๊ฒŒ์œผ๋ฆ„์„ ๋ˆ์œผ๋กœ ๋ฐ”๊ฟ€ ์ˆ˜ ์žˆ์œผ๋ฉด ์ €๋Š” ์ด๋ฏธ ๋ถ€์ž๊ฐ€ ๋ฌ์„๊ฑฐ์—์š” ๐Ÿ˜† ์ œ ๋™์ƒ์€ ํ•˜์ดํ‚น, ํด๋ผ์ด๋ฐ ๋“ฑ ์ต์ŠคํŠธ๋ฆผ ์Šคํฌ์ธ ๋ฅผ ์ข‹์•„ํ•˜๋Š” ๋ชจํ—˜๊ฐ€ํƒ€์ž…์ด๋ผ ์ €์—๊ฒŒ ๊ฐ€๋” "์‚ฐ์—๊ฐ€๋Š”๊ฑฐ ์•ˆํ”ผ๊ณคํ•ด? ์ž๋Š”๊ฒŒ ๋”๋‚˜์€๋ฐ" ๋ผ๋Š” ๋ง์„ ๋“ค์–ด์š” ๐Ÿ˜‚

๊ทธ ์™ธ์—๋„ ์˜ท ์Šคํƒ€์ผ๋„ ๋‹ฌ๋ผ์„œ ์˜›๋‚ ๋ถ€ํ„ฐ ์˜ท์œผ๋กœ ๊ฑฐ์˜ ์‹ธ์šฐ์ง€ ์•Š์•˜์–ด์š” ๐Ÿ˜์ €๋Š” ์—ฌ์„ฑ์ ์ธ๊ฑธ ์ข‹์•„ํ•ด์„œ ์šฐ์•„ํ•œ๋“œ๋ ˆ์Šค๋ฅผ ์ž…์ง€๋งŒ ๋™์ƒ์€ ํŽธ์•ˆํ•˜๊ฒŒ ์ž…์„ ์ˆ˜ ์žˆ๋Š” ํ†ฐ๋ณด์ด ํƒ€์ž…์ด๋ผ ์ฐข์–ด์ง„ ์ฒญ๋ฐ”์ง€, ํฐ์‚ฌ์ด์ฆˆ์˜ ์˜ท, ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ๋‚จ์ž์˜ท์„ ์ข‹์•„ํ•ด์š” ๐Ÿ˜๐Ÿ‘Œ ๊ฒฐ๊ณผ์ ์œผ๋กœ ์ง€๊ธˆ๊นŒ์ง€ ๋งŒ๋‚  ๋•Œ ๋งˆ๋‹ค ์ œ ์˜ท์„ ๋ณด๊ณ  "๊ทธ์˜ท ์ž…๊ณ  ์›€์ง์ผ์ˆ˜๋Š” ์žˆ๋ƒ?"๋ผ๊ณ  ํ•˜๋ฉด "์˜ค๋ฒ„์‚ฌ์ด์ฆˆ ์…”์ธ  ์™œ์ž…๋ƒ?" ํ•˜๋ฉด์„œ ์„œ๋กœ ํ—๋œฏ์–ด์š” Hahahaha! ๐Ÿ™ˆ

---

์ข‹์•„ํ•˜๋Š” ์Œ์‹๋„ ๋™์ƒ์€ ์†Œ๊ณ ๊ธฐ๋ฅผ ์ข‹์•„ํ•˜๊ณ  ์ €๋Š” ์น˜ํ‚จ์„ ์ข‹์•„ํ•ด์š”. ๊ทธ๋ž˜์„œ ์—„๋งˆ๊ฐ€ ์ง‘์— ์Œ์‹์„ ๊ฐ€์ ธ์˜ค์‹œ๋ฉด ๋™์ƒ๊ณผ ์ €๋Š” ๋ฐ”๋กœ ๋ญ๊ฐ€ ์ฃผ๋ฉ”๋‰ด์ธ์ง€ ํ™•์ธํ•ด์š” ๐Ÿคฃ ์†Œ๊ณ ๊ธฐ๋ฉด ์ œ๊ฐ€ ์ž˜ ์•ˆ๋จน๊ณ  ์น˜ํ‚จ์ด๋ฉด ์—ฌ๋™์ƒ์€ ํ–‰๋ณตํ•˜๊ฒŒ ์ €์—๊ฒŒ ์น˜ํ‚จ์„ ์ค˜์š”. ์–ธ์  ๊ฐ€ ์—„๋งˆ๊ฐ€ ๋ญ๋จน๊ณ  ์‹ถ์€์ง€ ๋ฌผ์–ด๋ดค๋Š”๋ฐ ์šฐ๋ฆฌ๋‘˜์˜ ๋Œ€๋‹ต์ด ๋‹ฌ๋ผ์„œ ๋ฌผ๊ณ ๊ธฐ ๋ฅผ ์š”๋ฆฌํ•ด ์ฃผ์…จ์–ด์š” ๐Ÿ˜‚ ๊ทธ๋ž˜์„œ ์šฐ๋ฆฌ๋Š” ์ž๋ž„๋•Œ ์†Œ๊ณ ๊ธฐ๋‚˜ ์น˜ํ‚จ๋Œ€์‹  ๋ฌผ๊ณ ๊ธฐ๋ฅผ ๋งŽ์ด ๋จน์—ˆ์–ด์š”(๋น„์œจ์ด 4:3:3) ์™œ๋ƒ๋ฉด ์—„๋งˆ๋Š” ๋‘๊ฐ€์ง€ ๋‹ค๋ฅธ ๋ฉ”๋‰ด๋ฅผ ๋งŒ๋“œ๋Š”๊ฒŒ ๊ท€์ฐฎ์•˜๊ธฐ ๋•Œ๋ฌธ์ด์—์š”. *์—„๋งˆ์—ญ์‹œ ๊ฒŒ์œผ๋ฅธ ์‚ฌ๋žŒ์ด์—ˆ๋‹ค๋‹ˆ --- ์ฝฉ์‹ฌ์€๋ฐ ์ฝฉ๋‚˜๋Š”๊ฑฐ์ฃ * ๐Ÿคช


์šฐ๋ฆฌ๊ฐ€ ์ž์ฃผ ์‹ธ์› ์„๊นŒ์š”?

Hmmmmm, ๊ฐ€๋”์ด์š” ๐Ÿ˜ ์•„๋งˆ ๊ด€์‹ฌ์‚ฌ๊ฐ€ ๋‹ฌ๋ผ์„œ ๊ฑฐ์˜ ๋ถ€๋”ชํžˆ์ง€ ์•Š์•˜์–ด์š” ~ ํ•˜์ง€๋งŒ ๊ทธ๊ฒŒ ์‹ธ์šด์ ์ด ์—†๋‹ค๋Š”๊ฑด ์•„๋‹ˆ์—์š”. ์™œ๋ƒ๋ฉด ๋‹ค๋ฅธ ๊ด€์‹ฌ์‚ฌ ๋•Œ๋ฌธ์— TV๋ฅผ ๋ณผ ๋•Œ ๋ฆฌ๋ชจ์ปจ ์Ÿํƒˆ์ „์„ ํ•˜๋Š” ๋“ฑ์˜ ์‹ธ์›€์ด ์žˆ์—ˆ๊ฑฐ๋“ ์š” ๐Ÿ˜‘ ์ด๋Ÿด๋•Œ๋Š” ๊ฒฐ๊ตญ ์—„๋งˆ๊ฐ€ ์™€์„œ ๋ฆฌ๋ชจ์ปจ์„ ๊ฐ€์ ธ๊ฐ€๊ณ  ๋ฐฉ์—๋“ค์–ด๊ฐ€ ๊ณต๋ถ€ํ•˜๋ผ๊ณ  ํ–ˆ์–ด์š” ๐Ÿคฃ -- "์—ํšจ, ๊ณต๋ถ€ํ•ด์•ผ๋ ์ง€ ์•Œ์•˜๋‹ค๋ฉด ์–‘๋ณด๋ฅผ ํ• ๊ป„๊ทธ๋žฌ์–ด์š”" -- ๋งˆ์Œ์†์—์„œ ์ด๋Ÿฐ ๋งˆ์Œ์ด ๋“ค์—ˆ์–ด์š” ๐Ÿฅด๐Ÿ˜‚

---

๋™์ƒ๊ณผ ์ €๋Š” ๊ฐ์ •์„ ์ž˜ ๋“œ๋Ÿฌ๋‚ด๋Š” ํƒ€์ž…์ด ์•„๋‹ˆ์—์š”. ์ง€๊ธˆ๊นŒ์ง€ ํ‘œํ˜„ํ•˜์ง€๋Š” ์•Š์•˜์ง€๋งŒ ์„œ๋กœ ์‚ฌ๋ž‘ํ•˜๋Š”๊ฑธ ์•Œ๊ณ ์žˆ์–ด์š” ~ ํ•˜์ง€๋งŒ ์–ธ์  ๊ฐ€ ๊ฐ‘์ž๊ธฐ ๋™์ƒ์ด ์ฒœ์‚ฌ๋กœ ๋ณด์˜€์–ด์š”. ์ด ์ถ”์–ต์€ ์•„์ง๊นŒ์ง€ ์ž˜ ๋ณด์กด๋˜์žˆ์–ด์š” ๐Ÿ˜ ๊ทธ๊ฑด ์ œ ์ƒ์ผ์— ์ผ์–ด๋‚œ ์ผ์ด์—์š”, ๊ณ ๋“ฑํ•™์ƒ์ด์—ˆ๋˜ ๋™์ƒ์€ ๋ฐฅ์„ ๋จน๊ณ ์žˆ๋Š” ์ €์—๊ฒŒ ๋‹ค๊ฐ€์™€ "์–ธ๋‹ˆ, ์ค„๊ฒŒ์žˆ์–ด"๋ผ๊ณ  ํ–ˆ์–ด์š” -- ์ž‘์€ ์ˆ˜์ฑ„ํ™” ํŒ”๋ž˜ํŠธ ํŒจํ‚ค์ง€๋ฅผ ๋“ค๊ณ ์žˆ๋˜ ๋™์ƒ์—๊ฒŒ ์ œ๊ฐ€ ๋ฌผ์—ˆ์–ด์š”. "์ด๊ฒŒ๋ญ์•ผ?" ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ๊ทธ๋…€๋Š” "์ƒ์ผ ์„ ๋ฌผ์ด์•ผ. ๋‚˜๋Š” ์นœ๊ตฌ์ง‘ ๊ฐ„๋‹ค"๋ผ๊ณ  ๋Œ€๋‹ตํ–ˆ์–ด์š” ๐Ÿ˜ณ

์ €๋Š” ๋ง๋ฌธ์ด ๋ง‰ํ˜”์–ด์š”. ๋™์ƒ์—๊ฒŒ ๋ฐ›์€ ์ƒ์•  ์ฒซ ์ƒ์ผ์„ ๋ฌผ์ด์—ˆ์–ด์š” ๐Ÿ™ˆ ๊ทธ๋…€๋Š” ์ œ๊ฐ€ ๊ทธ๋ฆฌ๊ธฐ์™€ ๋ฌผ๊ฐ์„ ๊ฐ€์ง€๊ณ ๋…ธ๋Š”๊ฑธ ์ข‹์•„ํ•˜๋Š”๊ฑธ ์•Œ์•˜๋Š”๋ฐ ์ œ๊ฐ€ ๊ธฐ๋Œ€ํ•˜์ง€ ์•Š์€๊ฑด ๊ทธ ๋ฌผ๊ฐ์ด ๊ณ ๋“ฑํ•™์ƒ์—๊ฒŒ๋Š” ๋น„์ŒŒ๊ธฐ ๋•Œ๋ฌธ์ด์—์š”. ๊ทธ๋ž˜์„œ ๊ทธ๋…€๋Š” ๋ˆ์„ ๋ชจ์•˜๊ณ  ์ œ๊ฐ€ ์ข‹์•„ํ•˜๋Š”๊ฑธ ์‚ฌ์ค€๊ฑฐ์—์š”.๊ทธ๊ฒŒ ์ €๋ฅผ ๋ฐฉ์— ๋‹ฌ๋ ค๊ฐ€ ํ๋Š๋ผ๊ฒŒ ๋งŒ๋“ค์—ˆ์–ด์š”. ์ œ๊ฐ€ ์™œ์šธ์—ˆ๋Š”์ง€ ๋ชจ๋ฅด๊ฒ ์–ด์š” ~ ์•„๋งˆ ๋™์ƒ์ด ์ €๋ฅผ ์งœ์ฆ๋‚œ๋‹ค๊ณ  ์ƒ๊ฐํ•ด์„œ ์˜ˆ์ƒ์„ ๋ชปํ•ด์„œ ๊ทธ๋žฌ๋‚˜๋ด์š” ๐Ÿคง

๋™์ƒ์ด ์„ ๋ฌผ์‚ฌ๋ ค๊ณ  ๋ˆ์„ ๋ชจ์•„์˜จ๊ฑธ ์ž˜ ์•„๋Š” ์—„๋งˆ๋Š” ์™ธ์ณค์–ด์š” "๊ณ ๋ง™๋‹ค๊ณ  ํ•ด. ์‚ฌ๋ž‘ํ•œ๋‹ค๊ณ " - ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ์ €๋Š” ์ฑ…์ƒ์— ์•‰์•„์„œ ์ข…์ด๋ฅผ ๊บผ๋‚ด "์„ ๋ฌผ ๊ณ ๋งˆ์›Œ. ์™œ ์Šค์ผ€์น˜๋ถ์€ ์•ˆ์คฌ์–ด? ๐Ÿ˜"๋ผ๊ณ  ์ผ์–ด์š” ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ๊ทธ๋…€์˜ ๊ต๊ณผ์„œ ๋”๋ฏธ์— ์ข…์ด๋ฅผ ๋ผ์›Œ๋„ฃ์—ˆ์–ด์š” ๐Ÿ˜‚ yeah ์ €๋Š” ๊ฐ€๋” ๋ถ€๋„๋Ÿผ์Ÿ์ด์—์š”. ํ•˜์ง€๋งŒ ๊ทธ๋…€๊ฐ™์€ ์—ฌ๋™์ƒ์ด ์žˆ์–ด์„œ ๊ฐ์‚ฌํ•ด์š” ๐Ÿคญ

์—ฌ๋Ÿฌ๋ถ„์€ ๋™์ƒ์ด๋ž‘ ์ž˜ ์ง€๋‚ด์‹œ๋‚˜์š”? ๐Ÿ˜

64 comments:

  1. Wahh, selama ini aku selalu mengira punya saudara perempuan itu biasanya bisa saling berbagi dalam hal apapun. Ternyata Mba Eno dengan sang adik punya selera dan kepribadian yang berbeda ya XD tapi salah satu sisi enak juga, barangku jadi barangku, barangmu ya barangmu ๐Ÿคฃ Dan rasanya ingin tepuk tangan untuk ibu Mba Eno yang jeniuss sekali memasak ikan biar kedua anaknya gak rebutan huahaha

    Aku sendiri punya dua adik laki-laki, Mba. Yang satu terpaut dua tahun denganku, yang satu sebelas tahun. Aku dan adikku yang pertama punya hubungan yang awkward ketika kami beranjak dewasa. Padahal dulunya kami kompak, meski berantemnya juga sering ๐Ÿ˜… Ada satu masanya kami berdua nggak bisa komunikasi, sampai akhirnya papa yang tegur kami, "Kalian adik kakak kok diem-dieman gitu sih?" So, akhirnya di satu kesempatan kami melakukan rekonsiliasi dan puji Tuhan hingga akhir ini hubungan kami semakin baik ๐Ÿ˜Š

    Memang kadang-kadang disayang saudara kandung sendiri itu sejuta rasanya ya. Waktu si adik berangkat studi ke Bali dan aku berkesempatan mengunjungi dia sendiri, dia mau lho mengantar kakaknya ini jalan-jalan keliling naik motor. Padahal kalau mengingat hubungan dingin kami sebelumnya, rasanya nggak mungkin banget ini bisa terjadi ๐Ÿ˜‚

    Sementara dengan si adik bungsu, karena usia yang terpaut jauhhh, hubungan kami lebih kayak orangtua dengan anak wkwkwk soalnya dia sering minta nasihat, dan yaa sebagai kakak panutan tentu aku rajin memberi petuah-petuah hidup LOL ๐Ÿคฃ

    Maapkan jadi curcol di sini, Mba Eno huahaha ngomongin adik sekarang jadi kangen dengan mereka ๐Ÿ™ˆ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ehh, kelupaan jawab soal jadwal postingnya ๐Ÿ˜…

      Kalo aku sih balik lagi pada kenyamanannya Mba Eno sendiri, karena Mba Eno lah yang menjalani proses menulisnya. Aku dan teman-teman lainnya penikmat sejati ajaa hihi yang penting Mba Eno hepi-hepi aja berbagi cerita di sini :D

      Delete
    2. Hihihi agree mba, saya pun awalnya mengira bisa saling berbagi sama adik tapi ternyata selera kami amat sangat jauh berbeda, jadi kami akhirnya jarang pakai barang satu sama lainnya ๐Ÿคฃ even tipe tas yang disuka juga beda ๐Ÿ™ˆ hahaha. Nah kalau soal ikan, ibu mungkin nggak mau repot harus masak dua menu, padahal sebetulnya kalau ibu masak daging sapi, saya akan makan cuma porsinya nggak sebanyak kalau menunya ayam ๐Ÿ˜‚ paling karena tau anaknya punya selera beda, ibu jadi jarang tanya dan masak sesuai yang ibu suka. Anak-anak tinggal makan ๐Ÿ˜†

      Woaaah 11 tahun jaraknya, berarti masih remaja ๐Ÿ˜ nggak heran kalau lebih berasa seperti ortu sama anak, mba ๐Ÿ˜‚ beberapa keponakan saya ada yang usianya sudah remaja even ada yang sudah menikah dan punya anak. Sebab saya punya banyak sepupu yang usianya lebih tua dari saya dan sudah pada punya cucu, jadilah saya nenek-nenek diusia sekarang ๐Ÿคช

      Kalau soal awkward, hubungan saya dan adik bisa dibilang awkward sama seperti mba Jane dan adik pertama. Mungkin karena nggak terbiasa saling ekspresikan perasaan, dan punya dunia yang beda, kami tanpa sadar jadi berjarak dengan sendirinya ~ sempat ada masa dimana kami nggak banyak bicara, tapi lambat laun, semakin bertambah usia, kami kembali mendekat dengan sendirinya. Hehehehe. Dan hati saya ikut menghangat baca cerita mba Jane waktu adik mba Jane mau antar keliling Bali naik motor, pasti awkward bingits awalnya hehehe ๐Ÿ˜

      Semoga adik-adik sehat semua ya, mba ๐Ÿ˜†๐Ÿ’•

      Delete
    3. Noted, mba ๐Ÿ™ˆ terima kasih untuk masukannya ๐Ÿ˜๐Ÿ’•

      Delete
  2. Mba Eno udah nggak ada foto cover di postingan lagi ya? Padahal suka sama foto-foto mba yang ada di blog. It's okay deh nggak papa haha.

    Kalau aku prefer mba Eno postingnya seminggu empat kali, tapi kalau tiap hari juga nggak papa sih haha. Walau sebenarnya nggak masalah posting kapanpun sih, karena aku tahu ketika seseorang nggak posting cerita, memang karena ada agenda lain. Tapi karena mba nanya. So itulah jawaban aku.

    Ngomongin sibling aku punya satu adek cowok dan empat kakak perempuan. Kalau sama adekku dia nggak pernah mau pukul balek kalau dulu kami berantem, nggak tahu kenapa haha.

    Kalau sama kakakku nggak ada masalah sih mba, palingan sama kakakku yang nomor 4 karena kalau sama kakak yang lain umur kami rada jauh, jadi nggak pernah sepermainan. Dan kakak saya yang ini juga tomboy. Kalau ditanya hubungan kami gimana saya nggak bisa jelasin karena sama kayak mba kami nggak biasa mengungkapkannya tapi sadar bahwa kami saling sayang.

    Hal yang paling melekat itu, dulu sewaktu masih kecil dia pernah becandain saya kalau perutnya pura-pura ketusuk kayu, lalu saya nangis kejer banget karena takut dia kenapa-napa. Haha. Sampai sekarang itu adalah topik andalan dia buat ledekin saya ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hola mba Sovia, iya foto cover-nya dihilangkan sementara waktu, mau coba suasana baru, kalau nanti rindu pakai cover, akan dipasang lagi, mba ๐Ÿคฃ niatannya nggak pakai foto cover agar lebih ringan blognya ๐Ÿคญ

      Eniho terima kasih masukannya, mba ~ noted, akan saya pertimbangkan bagaimana baiknya soal jadwal penayangan post ke depannya ๐Ÿ™ˆ padahal ujung-ujungnya paling akan ikut mood saya hahahaha *gubrak!*

      Waaah seru banget pasti yaaa punya kakak perempuan sampai empat ๐Ÿ˜ nggak kebayang bagaimana ramainya suasana rumah hehehehe. Semoga mba Sovia dan kakak adiknya bisa akur selalu sampai usia senja ๐Ÿ˜ ngomong-ngomong soal berpura-pura ketusuk kayu, menyebalkan sekali hahahaha, sebab saya pernah dibegitukan juga sama sepupu dekat saja. However dia bukan ketusuk kayu, melainkan pura-pura sesak napas ๐Ÿ˜‘ saya sampai ketakutan. Tau kan mba actingnya orang yang pura-pura sesak napas, hadeeeh panik saya lihatnya ๐Ÿ˜‚

      Delete
  3. Kalau para suhu SEO pasti bilangnya tiap hari. :)) Pasti. Cuma niat orang menulis kan beda-beda, ya. Mbak Eno sendiri nyamannya bagaimana, menulis tiap hari atau seminggu dua kali saja? *ih ini kok malah balik nanya* XDXD

    Soal sibling, envy deh sama yang punya sodara cewek. Sini cowok kiri kanan bwahaha...Jadinya suka ketularan punya hobi yang yah begitulah (tapi tetep sebal banget kalau dibilang gak feminin...ih gue femininnn kok). Nggak enaknya, kalau curhat suka nggak nyambung....dan disangka setiap bad mood >>solusinya jalan-jalan atau dikasih makan.. Dikira puppy apa ya wahahaha. Enaknya jadi terbiasalah dengan pemikiran cowok...jadi suka nggak kaget lagi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi bener banget kan Phebie.. karena sebenarnya yang terpenting itu bukan yang kita mau, tetapi apakah Eno merasa nyaman atau tidak.

      Kalau nggak nyaman terus Eno berhenti nulis, waakksss.. bisa repot kita kan..

      Delete
    2. Mba Phebie: hiyaaa justru ditanya balik hahahaha, saya sebetulnya mengikuti mood mba ๐Ÿ™ˆ kadang bisa setiap hari, kadang seminggu dua kali, dan mengikuti load kerja. Kalau lagi nggak banyak bisa setiap hari, tapi kalau lagi banyak, kadang nggak terkejar mau setiap hari alhasil seminggu dua kali ๐Ÿคฃ hehehehehe. Jadi saya tanya di atas hanya ingin tau teman-teman prefer-nya yang mana though nantinya saya akan ikut mood yang ada ๐Ÿ˜‚ *lalu dijitak*

      Wuih seru lho punya saudara cowok, mba ๐Ÿ˜ biasanya kalau saudaranya cewek pasti ingin punya abang cowok hahahaha. Mungkin karena berharap ada yang melindungi meski belum tentu si abang mau melindungi adiknya. Wk ๐Ÿคช terus saya ketawa baca, "Memang puppy apa." hahahaha. Tapi ada benarnya mba, nggak harus sama abang atau adik cowok, lha ini sama pasangan pun sering dikasih makan kalau badmood, dan sekarang jadi tersadar, apa saya dianggap puppy jangan-jangan ๐Ÿ˜‘๐Ÿคฃ

      Delete
    3. Mas Anton: wahahaha bisa saja mas Anton ini ~ yang ada saya yang repot kalau mas Anton berhenti menulis dadakan ๐Ÿ˜‚ apalagi sekarang sudah terbiasa baca blog MM sehari dapat banyak tulisan ๐Ÿ™ˆ

      Delete
  4. Wuaa so sweet ๐Ÿ˜๐Ÿ˜ sampe nangis gt dikasi kado gemees bgd mba enooo ๐Ÿ’–๐Ÿ’–

    Jadi kangen kakak jugaa.. kakak yg klo dikesi cemilan sama maa papa, dulu pasti lngsng ngebagi 2 dan kasi yg ukuran lbh gede ke aku.. ๐Ÿ˜ aku cuma 2 bersaudara, sama2 perempuan juga. Cuma beda 2 th. Tp dr dulu jg beda karakter. Kakak lbh introvert, rapi, pinter, kalem. Sedangkan adiknya ini senengnya rame2, belajar suka2 lbh seneng gambar n baca fiksi, hobinya bela diri, berantakan. Kakak berakhir jd dokter spesialis, adiknya engingeer murtad jd bankers ๐Ÿ˜…. Pernah waktu kuliah kakak shock pas tau adiknya ini sering kuliah ga mandi, aku jawab "di kampus aku banyak kok yg kuliah ga mandi.." dia makin shock ๐Ÿ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kaget soalnya, mba ๐Ÿคฃ nggak pernah seumur-umur dikasih hadiah ๐Ÿ™ˆ

      Waw kita sama berarti mba, sama-sama anak perempuan dua bersaudara ๐Ÿ˜ hehehehe. Dan karakter antara adik kakak pun sedikit banyak 180 derajat berbeda ๐Ÿ˜‚ kebayang kakaknya mba Thessa yang kalem berhadapan sama mba Thessa yang rame. pasti seru banget ya di rumah ๐Ÿ˜

      Omg nggak mandi seriusan, mba? ๐Ÿคฃ mantappphhh!

      Delete
    2. Jaman2 jadi anak teknik mba dulu. Hahahha.. sekarang alhamdulillah udah insyaf dan udah ngerti dandan dikit2 ๐Ÿ˜‚

      Delete
    3. Hihihi, yang penting tetap cantik mba -- baik dulu maupun sekarang saya percaya mba Thessa tetap cantik dan mempesona ๐Ÿ˜†

      Delete
  5. Aku suka kak Eno apdet tiap hari tapi duakali seminggu juga aku terima juga kok, pokoknya senyaman dan se-moodnya kak Eno aja ๐Ÿ˜†.

    Akhirnya aku bisa baca versi lengkap cerita antara kak Eno dan sang adik yang berbeda jauh dari segala sisi hidup ๐Ÿคฃ. Tahu nggak sih, aku malah selama ini ngiranya kak Eno yang tomboy ๐Ÿคฃ. Astaga, Lia memang sangat tidak bisa menebak orang wkwkwk. Karena kakak pernah bilang lebih suka rambut pendek, jadi aku kira malah kakak tomboy ๐Ÿคช ternyata malah feminin dan suka yang unyu-unyuuu huahaha.

    Anyway, walaupun berbeda dari sisi hidup tapi kalau lagi jauh pasti tetep kangen ya. Jadiii, apa yang paling dikangenin dari adik kakak? ๐Ÿ˜.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap Lia, terima kasih feedback-nya ๐Ÿ™ˆ

      Ohiya waktu itu kakak sempat cerita di kolom komentar Lia, ya. Kakak baru ingat hahahahahaha ๐Ÿ˜‚ betul Lia, kami berdua sangat bertolak belakang karakter dan kebiasaannya ~ even hobi dan perintilannya beda. Terus kakak penasaran kok Lia mengira kakak tomboy? Hahahaha. Apakah karena gaya tulisan kakak? ๐Ÿคญ kalau soal rambut iya kakak lebih suka rambut pendek tapi bukan ala cowok potongannya ๐Ÿ˜ ini pengaruh umur Lia, dulu waktu masih seusia Lia, rambut kakak panjang. Tapi bertambah usia, bertambah pula rasa malasnya yang menyebabkan kakak potong pendek agar ringkas. Hahahahaha. Mungkin saat usia 60, rambut kakak akan cepak ๐Ÿคช

      Menjawab pertanyaan Lia mengenai apa yang kakak rindukan dari adik, jawabannya nggak ada. Sebab kami jarang komunikasi dari kecil ๐Ÿคฃ mungkin rindu rebutan remot meski sekarang merasa lebih baik karena nggak perlu rebutan lagi hihihihi ๐Ÿ˜†✌

      Delete
  6. Hemm...

    Kalau saya sih cuma mau bertanya saja? Apakah Eno nyaman menulis dan posting setiap hari? Apakah sudah sesuai dengan tujuan Eno ngeblog? Apakah hal itu membuat Eno bahagia dan senang?

    Bagi saya sebagai pembaca, saya yang menyesuaikan. Bagi saya yang penting si blogger tetap menulis dan berkarya, sehingga saya bisa terus menikmati hasil karyanya. #gratislagi.. wkwkwkwk

    Kalau soal si adik.. wkwkwkwkwk.. Kayaknya, saya mirip sama si adik..But, memang kepada orang dekat, kita malah merasa sungkan kalau mengungkapkan rasa sayang secara terbuka. Merasa lebay lah, alay lah, dan juga gengsi.

    Gengsi dong kalau kita yang duluan ngomong.. hahahahaha..

    Tapi, ibumu benar, bahwa terkadang rasa sayang itu harus disampaikan, baik dalam bentuk ucapan kecil atau bentuk lainnya. Bagaimanapun harus dimanage...supaya ikatan yang ada tidak longgar dan lepas...

    Nice story... Untung kalo soal makan sih, saya prinsipnya apa yang ada di meja makan ya saya makan. Mau menu apapun. Jadi, pas sekarang punya anak, istri jadi ga bingung masakin menu... menu si pangeran , soalnya dia tahu saya bakalan makan apa saja... wakakakaka

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jiahhhh ๐Ÿคฃ tapi betul ugha mas, semua tergantung penulisnya, ya hahahaha. Baiklah, akan saya pikirkan apa yang paling membuat saya senang ๐Ÿ™ˆ

      SETUJUUUU MAS, itu yang saya rasakan dulu, alay banget kalau mau sayang sayang sama adik. Wk ๐Ÿคช Ibu selalu bilang, "Disayang adiknya." tapi saya bingung bagaimana cara menyayangi adik saya hahahahaha. Untung adik saya approach saya duluan, jadi saya bisa sedikit demi sedikit terbuka ke dia meski tetap awkward ๐Ÿ˜ hehehehehehe.

      Duuh mas Anton persis si kesayangan, dikasih makan apapun pasti doyan. Nggak picky eater macam saya ๐Ÿคฃ jadi saya happy mau pilih menu apa buat besok, dan lain sebagainya, tinggal ikuti apa yang ingin saya makan ๐Ÿ™ˆ habis anaknya kalau ditanya mau makan apa, jawabnya always, "Yang ada pasti dimakan." ๐Ÿ˜† -- pasti Yayangnya mas Anton happy karena mas Anton nggak pilih-pilih makanan ๐Ÿ˜ฌ✌

      Delete
  7. adekku juga cewek mbak dan terpait cukup jauh
    jadi ya engga terlalu dekat ahahaha

    yang kuingat sama si dulu pernah rebutan remot TV dan of course aku ngalah tapi ya sambil misuh misuh gitu wkwkw
    kalau sekarang kadang rebutan sinyal wifi

    masalah selera juga 180 derajat karena dia perempuan ya cuma yang sama di kami itu suka banget makan donat
    jadi kalau bapak beli donat ya otomatis rebutan
    eh sekarang malah seringnya beli donat bersamaan jadi kadang ga kemakan

    trus adik saya itu ekstrovert yang temannya sekecamatan beda banget sama saya yg introvert dan suka nulis aja di hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beda berapa tahun mas Ikrom sama adiknya? ๐Ÿ˜

      Wahahaha sinyal wifi kenapa sampai rebutan? Apa karena jadi lemot kalau dua-duanya pakai wifi, mas? Lucuuuk banget sih hihihi ๐Ÿคฃ terus soal rebutan donat itu unik hahaha. Tapi memang kalau beda gender, segala-galanya akan jadi beda, termasuk selera. Terus sekarang karena sudah sama-sama dewasa, justru hobi beli donat untuk dimakan bersama. Sweet ๐Ÿ˜†

      Delete
  8. ahhhh so sweet....
    kalau di rumah waktu masih jaman remaja dulu biasa ya ada selisih selisih kayak sahut sahutan gitu, malah rame aja bawaanya isi rumah.
    kalau dari style sampe hobi berbeda, biasanya memang jarang crash nya. ya kayak aku sama adik aku, style beda, kesukaan juga beda, ya cuek cuek aja hahahaha
    aku jarang komentarin dia, dan dia juga jarang komentarin aku
    cuman dulu waktu masih kecil sampe SD suka dipakein baju kembaran, meskipun dalam hati ada senengnya tapi ada ga senengnya juga hahahaha, tapi nggak pernah ngomong ke ibuk
    dari sisi muka alias wajah, aku sama adik aku beda, temen aku sendiri bilang, kok ga sama ya wkwkwkwk

    adiknya mba tamara eno karen ini perhatian juga, beliin kado pas ulang tahun, trus habis ngasih langsung ngacir aja :D, namanya juga remaja ya hehehe, sebenernya tuh sayang cuman mau ngungkapin kayaknya susah , jadi dibawa bercanda stylenya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rame mba, karena suka saling sahut, meski lebih seringnya cuek bebek dengan dunia masing-masing yang beda ๐Ÿ˜ hehehehe. Bicara soal baju kembar, saya pun pernah mengalaminya mba. Momen-momen Ibu hobi belikan baju kembar untuk saya dan adik saya hahahahaha. Padahal selera kami beda, alhasil saat dibelikan dress, adik merasa kesal, while saat dibelikan kaos gombrong, saya yang merengek minta ganti baju lainnya ๐Ÿคฃ kalau dipikir-pikir, saya dan adik dulu ini anak yang menyusahkan ๐Ÿ™ˆ

      Itu kali pertama dan terakhir dia kasih kado ke saya, sampai sekarang nggak pernah kasih lagi *berharap* hahahahaha ~ dan iya waktu habis kasih, dia kabur pamit ke rumah temannya. Melongo saya, kehabisan kata-kata, padahal lagi makan posisinya hahahahaha. Sampai bingung dan akhirnya makanan saya tinggal terus saya ke kamar menangis sebab kaget kenapa adik saya bisa sebegitunya ๐Ÿ˜‚ lebay, yah ๐Ÿ™ˆ

      Delete
  9. ada yang lupaaa :D
    soal jadwal postingan tadi. post tiap hari sebenarnya oke juga selain melatih kemampuan menulis dan mungkin ada target tulisan yang sedang dibuat sama mbak eno, jadi mencoba untuk menepati target itu
    karena aku terbiasa baca post mbak eno beberapa hari sekali, jadinya kalaupun tiap hari buka laptop dan BW kadang aku mikir, "oohh mungkin mba eno belum ada update baru, jadi nggak aku buka blognya".
    karena dulu aku buka tiap hari kadang nggak ada update-tan hehehe
    nah pas buka hari ini, kaget tiba tiba ada 4 post baru kalau ga salah, padahal terakhir buka baru beberapa hari kemarin
    itu saja yang ada di kepalaku malam ini mba hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sejujurnya saya nggak ada target menulis yang muluk-muluk mba, tadinya punya, seperti teman-teman kebanyakan berharap bisa menulis setiap hari hahahaha. However saya pikir target tersebut untuk saya terlalu sulit dicapai dan yang ada membebani saya, alhasil saya hilangkan targetnya dan memilih untuk menulis berdasarkan feeling plus mood yang saya punya ๐Ÿคฃ I know ini nggak oke kalau mau konsisten menulis, tapi ini membuat saya nyaman ๐Ÿ˜

      That's why kalau lagi rajin seperti sekarang bisa setiap hari menulis, namun apabila sedang malas, yang ada nggak menulis berhari-hari, mba ๐Ÿ™ˆ eniho, terima kasih banyak feedback-nya mba Ainun, sangat berarti untuk saya ๐Ÿ˜

      Delete
  10. Kalo saya mah seneng aja Mba Eno posting tiap hari, lah wong blog ini mirip banget kayak surat kabar yang dicari-cari dan dibaca tiap hari ๐Ÿ˜, tapi yang mana enaknya aja Mba, kalopun lagi ada ide trus mo posting tiga kali sehari macam minum obat juga okeh banget, ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜ trus jika nanti postingnya dua kali seminggu juga boleh Mba, yang penting jangan kelamaan gak posting-posting nanti banyak yang kangen sama tulisannya Mba Eno termasuk saya (maksa terselubung ini yak) hihihi

    Dan soal saudara ini yah, kalo menurut saya Adiknya Mba Eno emang manis dan baik hati. Saya menganggapnya begitu, karena anak SMP itu mayoritas sudah mulai lebih banyak mikirin dirinya sendri dimana kadar hormon egois emang sedang tinggi-tingginya. Jadi tingkat kepeduliannya ke sodara itu, karena emang dianya yang pada dasarnya baik hati atau pernah mendapatkan pelajaran penting yang mungkin hanya dia yang tau hingga membuatnya tersadar betapa berartinya seorang sodara apalagi ini sodara satu-satunya.

    Kalo saya sendiri, sepertinya Mba Eno dan Sang Adik gak jauh beda dengan saya dan kk saya dulu Mba ๐Ÿ˜ berhubung saya juga punya banyak adik dan sebagian besar tomboy, watak mereka ini beda-beda. Jadi kalopun cewek semua tapi obrolan sehari-hari banyakan becanda serta praktek praktek kejahilan yang kadang bikin orang kesel tapi malah jarang berantem, salah satu nangis tapi abis itu besoknya udah lupa. Gak pernah ada sesi curhat-curhatan antar sodara kayak temen-temen cewek kalo lagi ngumpul, sukanya melakukan hobi sama-sama aja. (waktu kecilnya) pas udah besar malah diem-dieman sampe musuh-musuhan. Tapi begitu udah banyak yang misah, mulai deh saya yang pusing. Karena mereka-mereka ini menjadikan saya sebagai tempat pengaduan, service center keluhan. Yang mana saya harus berada di kubu netral, kalo gak bisa-bisa terjadi family war kalo sampe salah ngomong ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜ yah lumayanlah bisa jadi bahan tulisan hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beuh macam surat kabar masa mba hahahaha bisa saja mba Rini ini ๐Ÿ˜‚ terima kasih banyak untuk feedback-nya ya mba, akan saya pelajari dengan baik agar ke depannya bisa lebih produktif ke arah positif *cieeeh gaya* ๐Ÿคฃ namun jangan diharapkan saya bisa menulis sehari 3 post, sebab saya belum semahir mas Anton yang sehari bisa 13 post, mbaaaa ๐Ÿ˜ perjalanan saya masih jauh untuk sampai ditahap sana ๐Ÿ™ˆ

      Nah itu dia yang membuat saya kaget, perasaan dulu waktu saya SMP, saya nggak pernah sepeka dan seperasaan itu ke adik, even nggak pernah kasih kado ke adik atau memikirkan adik. Lalu tiba-tiba adik kasih saya hadiah, saya langsung kaget mba ๐Ÿ˜‚ kok bisa-bisanya dia memikirkan saya sampai menabung uang dia untuk belikan saya hadiah yang terbilang mahal diusia-nya ๐Ÿ™ˆ hal itu membekas untuk saya sampai sekarang ๐Ÿ˜†

      So do I, mirip sama mba Rini, nggak ada sesi curhat, paling hanya main sama-sama hehehehe. Ditambah saya merantau di usia muda alias nggak serumah lagi sama dia jadi kami semakin berjarak dan hidup di dunia kami masing-masing yang menyebabkan kami komunikasi setahun hanya beberapa kali saja ๐Ÿ˜ hehehehe.

      Duh sedih ya kalau melihat saudara yang tadinya akur saat kecil main bersama, tau-tau saat besar jadi musuhan. Apalagi saudara sekandung huhuhu. Dan saya yakin mba Rini pusing bingits harus selalu buka telinga kanan kiri mendengarkan curhatan saudara-saudara mba ๐Ÿ™ˆ well, semoga ke depannya saudara mba semua akur dan saling menyayangi satu sama lainnya ๐Ÿ˜

      Delete
  11. Ha..ha.. Lucu mbak, kayaknya adeknya mbak eno punya sifat cool ya๐Ÿ˜
    Kalau kakak saya cowok dan jarang di rumah tapi sifatnya juga beda vanget sama saya yang cengeng ini๐Ÿ˜‚

    Saya suka kalau mbak eno nulis tiap hari, karena hampir tiap hari juga saya nengok ke sini๐Ÿ˜ udah kayak kewajiban. baca tulisannya mbak eno tuh asyik jadi semacam hiburan buat saya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyeps mba Astria, adik saya laki banget, hehehe. Meski saya kakaknya, dia cenderung lebih strong daripada saya, jadi dia bisa melindungi saya ๐Ÿ˜‚ nah kalau saudara cowok memang sepertinya mirip mba Astria, akan sedikit berjarak, mungkin karena dunianya betul-betul beda, dari hobi dan ini itunya ๐Ÿ˜

      Wah terima kasih sudah menengok blog saya hampir setiap hari, mba ๐Ÿ™ˆ semoga nggak bosan, dan semoga ada senyuman yang bisa dibawa pulang ๐Ÿ˜

      Delete
  12. waaaw manis banget adekknya, aku punya adek cowok yang umurnya juga cuma terpaut 3 tahun mbak, tp tak inget2 ga pernah ngasih kado nih, wkwkwk
    tp kami jarang bertengkar, hampir nggak pernah malah. dia mulu yang ngalah, ahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi kalau beda gender kebanyakan begitu mba Ella, jarang bertengkar mungkin karena interest-nya beda hehehehe. Dan adiknya mba Ella nice banget karena selalu mengalah sama mba ๐Ÿ˜†๐Ÿ’•

      Delete
  13. Aku punya adik, bedanya 1,5 tahun. Deket banget. Dan kata orang kami kembar wkwkwwk.
    "sialnya" di kuliah pun, adikku ambil jurusan yg sama denganku. Wkwkwkwk.

    Well, kalo masih SD jg sering bertengkar. Ga ingat sih penyebabnya apa, yang pasti hal2 retjeh. Dan sekarang udah ga pernah lagi dong... Hahaha

    Aku jd teringat omongan Om Helmi Yahya kepada kakaknya, Tantowi Yahya. Biarin waktu kecil sering ribut, yapi ketika udah gede, udah dewasa akur. Banyak orang yg masih anak2 akur adek-kakak. Eh, pas dewasa malah berantem...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cool! Bisa sampai ambil jurusan yang sama. Hahaha, terus jangan-jangan pernah sekelas, ya? ๐Ÿ˜‚ seru tuh kalau kerjakan tugas atau tanya tugas, tinggal tanya mas Dodo sebagai kakaknya ๐Ÿคฃ

      Biasa bertengkar saat masih anak-anak itu normal mas, hihihi, kalau sudah tua bertengkar, kasian nanti orang tua kepikiran ๐Ÿ˜† itu pesan ortu saya ๐Ÿ™ˆ dan setuju sama kata-kata Om Helmi ~ semoga kita bisa selalu akur sama saudara kita, mas ๐Ÿ˜

      Delete
    2. Yaa, pernah sekali aku ambil mata kuliah yg sama dgn adikku, mbak. Aku ngulang, ambil mata kuliah di semester bawah. Jd, aku buat siasat biar ga sekelas. Krn adikku kelas A, aku ambil yg kelas B mbak hahah

      Delete
    3. Hahaha nggak enak ya mas sekelas sama adik pastinya awkward ๐Ÿ˜‚

      Delete
  14. kayaknya pas gue kecil enggak ada akur''nya sama adek. beda dua tahun doang. ya emang karena adek gue perempuan juga.
    tapi, bertambahnya usia dan sekolah kita dulu jauhan, dan hanya bisa bertemu setahun dua kali, jadi mulai deket. adek gue sih yang nunjukin, gue sebagai abangnya, ya gengsi dicampur malu juga sih.

    tapi, setelah merantau di negri orang bareng-bareng, gue justru makin akrab, dan emang nyambung kalo diajak ngobrol. mungkin beberapa kali, dia kesel saat gue becandain ketika lagi pms. sisanya sih, akur'' aja. malah karena udah akrab banget, cuma tatap mata doangg, udah paham maksudnya apa.
    hahaha

    nulis setiap hari, enggak salah.
    mau nulis dua kali seminggu, enggak salah juga.

    karena gue dulu pun seperti itu. hahah
    dulu, nulis tiap hari. yang komen pun malah enggak ada.
    sekarang, nulis seminggu sekali lah minimal.
    hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahahahahaha seru membayangkannya, yang tadinya nggak akur, ditambah hidup jauh-jauhan, akhirnya bisa saling dekat karena adiknya mas Fauzi approach mas Fauzi duluan ๐Ÿ˜ dan saya setuju, semakin jauh kita dari rumah, biasanya ikatan entah itu sama saudara atau siapapun akan semakin kencang, mungkin karena merasa harus sama-sama melindungi ketika di negeri orang ๐Ÿ˜

      Eniho, terima kasih feedback-nya mas, saya akan pertimbangkan dengan matang mau dibawa ke mana blog saya ke depannya ๐Ÿ˜† oh dan saya akan visit blog mas Fauzi soon, yah ๐Ÿ˜ semangat!

      Delete
  15. Aku punya kakak cowok yang jauh disana. Jarang banget ketemu sedari dulu karena dia mondok. Sedari kecil jarang juga cerita-cerita. Circle pertemanan beda banget, aku gak kenal temen dia begitu juga dia gak kenal temen aku. Saking jauhnya kita sampe gak berasa punya sodara. Gimana dong mbak? :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ummm kalau begitu mungkin mba Shohi bisa mulai dengan approach kakak cowoknya mba Shohi pelan-pelan, agar kakaknya mba bisa merasakan eksistensi mba Shohi dalam hidupnya. Mungkin diawal akan terasa awkward, tapi pelan-pelan, siapa tau kakak mba bisa terbuka ๐Ÿ˜ semangat, mba ๐Ÿ’•

      Delete
  16. Awwwwww..... so sweet banget sih!
    Kok saya bacanya ngakak sambil brebes mili a.k.a meneteskan air mata ya?
    Jadi ingat kakak saya.

    Kami juga beda, banget.
    Meski cuman beda setahun doang.

    Kakak saya cerewet dan tahan ngomel, saya cenderung diam, tapi kalau kesal langsung mukul hahahaha.
    Meski dia kakak, kadang dia lupa kalau harusnya saya kan yang manja?
    Ini kebalikan, setiap saya pulang, dia kek dapat baby sitter buat anaknya.

    Dengan berbagai alasan, dimintanya saya jagain anaknya, padahal anaknya nggak senurut dan serajin si kakak.

    Sukanya nelpon curcol, nggakpeduli saya lagi mau sekarat sekalipun, giliran saya yang butuh, dia nggak ada waktu.

    Tapi saat saya akhirnya milih nggak mau curhat lagi ama dia, eh dia nangis-nangis sedih, katanya cuman saya adiknya, ya iyalaaahh... makanya disayang nih adiknya.

    Udah juga saya kasihin lelaki yang dulunya suka sama saya *eh :D

    Btw Eno asyik banget, meski beda karakter, masih punya kisah banyak dengan adiknya, even itu masalah rebutan remot.

    Kalau saya dulu cuman soulmate ama kakak sampai kelas 5 SD, setelah itu dia diajak tante saya tinggal di rumahnya.

    Saya kesepian deh di rumah nggak ada teman ngerumpi dan berantem sesama cewek.
    Masalah selera juga beda, dia suka yang feminim, sukanya pakai jilbab panjang, ngga pernah pakai celana.
    Adiknya ini? udah jilbaban tetep aja pakai celana ketat hahahaha.

    Dan meski saya udah beli jilbab panjang, saya benci makenya, bikin saya jadi kek nenek-nenek,wkwkwkw
    Mungkin karena itu kami jarang berantem masalah baju juga ya, beda selera soalnya.

    Btw, saya kok jadi kangen kakak ya?
    Kangen mie gorengnya.
    Kangen masakannya.

    Even saya baru bilang mau pulang, dia udah rempong minta saya bikinin list makanan yang pengen saya makan.
    Dia tahu adiknya ini nggak pernah makan makanan enak kayak di sana.

    Padahal, dia sibuk banget, kerja sering lembur, tapi sempatin juga buat masak.
    Oh iya, anyway, akoohh sukaaaa banget kalau Eno menulis setiap hari, even yang cuman update cerita receh hari ini.

    Karena saya jadi bisa lebih kenal Eno.

    Saya suka banget, tahu banyak hal tentang teman-teman blogger, tentang masa kecilnya, tentang kegiatannya, tentang perasaannya, opininya.

    Hal-hal seperti itu yang bikin saya semangat mengunjungi blog teman-teman.
    Suka banget membaca hal yang personal, seperti saya suka berbagi hal personal juga.

    Dengan begitu, saya bisa merasakan dekat dengan empunya blog, even nggak pernah ketemu.

    Kalau masalah komentar memang sih jadinya berpencar, tapi jujur itu malah bikin pembaca (seperti saya sih) kayak datang dan disuguhi banyaaakkk banget pilihan buat dibaca.

    Karena jujur, komentar pembaca lainnya menarik sih, tapi saya biasanya lebih suka membaca hal empunya blog, biar lebih keingat aja :)

    Semangat selalu kesayangan :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Rey ternyata beda banget sama kakaknya ๐Ÿ˜‚ terus baca cerita mba Rey yang kakak bilang kalau mba adalah adik satu-satunya jadi buat saya terharu. Kadang begitu ya hidup, yang ada nggak diperhatikan, giliran nggak ada dicari-cari karena kehilangan ๐Ÿคฃ

      However dari cerita yang mba tuliskan, saya yakin kakak mba meski sometimes menyebalkan karena suka minta mba jadi baby sitter buat anaknya, beliau merupakan kakak yang tulus sayang sama mba. Sampai mau memikirkan makanan apa yang mba inginkan. Dan lain sebagainya. Mungkin kakaknya mba hanya nggak tau cara mengungkapkan perasaan yang dipunya ๐Ÿ˜† *sotoy saya* hahahahaha.

      Well eniwei, semoga mba dan kakak bisa saling akur, dukung, dan menjaga serta membantu satu sama lainnya ๐Ÿ˜ terima kasih untuk warm story di kolom komentar, mba ๐Ÿ˜† hehehehe. Ohya terima kasih juga feedback-nya. Akan jadi bahan pertimbangan saya ke depan mau mengelola blog ini bagaimana ๐Ÿคฃ *gegayaan ceritanyah* hehehe. Dan terima kasih mba Rey sudah mau selalu menyempatkan untuk baca ๐Ÿ™ˆ

      Delete
  17. kalau update tiap hari, kemungkinan aku bakal telat bacanya. Sehari bisa 2-3 baca blognya mbak eno. berasa kejar tayang. Tapi terserah mbak eno, lebih nyaman yang gimana. Nanti aku bakal tetap berkunjung kok. Yang penting jangan seperti aku yang suka-suka mau update blog kapan..wkwkkwkk

    Ternyata aku punya hobi yang sama dengan adik mbak eno. SUka naik gunung dan kegiatan outdoor. Pasti adiknya mbak eno pernah ga mandi selama beberapa hari. Kalau iya, berarti kami emang sama.hahhahaa. Adiknya so sweet banget mbak. Tetap perhatian dalam kecuekannya. dia begitu sayang dengan mbak eno :D

    Aku punya dua adik cowo (selisih 6 dan 8 tahun). Kata ortu dulu,mereka kecolongan..hahahhaa
    Meskipun kami cowo, kami sering beda pemikiran. Aku yang suka naik gunung otomatis punya beberapa perlengkapan naik gunung, kadang si bungsu pinjam untuk naik gunung. Tinggi badan kami tidak jauh beda, jadi sering saling pinjam baju, dan sepatu. Jadi ga perlu beli baju segala. Saling pinjam aja...hahhahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha ini baru niatan mas, saya pun nggak tau mood saya untuk tulis setiap hari akan bertahan sampai kapan ๐Ÿ˜‚ bisa jadi cuma seminggu, dua minggu atau sebulan. Wk ๐Ÿคฃ hehehehehe. However terima kasih feedback-nya, sangat membantu saya dalam mengarahkan blog saya ke depannya ๐Ÿ˜†

      Ngomong-ngomong soal mandi saya kurang tau adik saya rajin apa nggak sebab saya nggak pernah memperhatikannya ๐Ÿ˜‚ -- hehehe. Mas Rivai jarak sama adiknya jauuuh ugha. Lumayan sampai 8 tahun, untung ukurannya sama jadi bisa saling pinjam ๐Ÿ˜‚ kalau cowok sepertinya lebih cool persoalan pinjam meminjam baju ya, mas. Nggak sampai berantem hanya karena bajunya dipinjam ๐Ÿคฃ saya dan adik meski beda selera, kadang ada barang yang dipinjam though bukan baju, seperti alat tulis misalnya. Itu saja kami kadang saling kesal apabila pinjamnya nggak bilang-bilang ๐Ÿคญ

      Delete
    2. dibikin nyaman aja mau ngeblog kayak gimana...hahhaa :D
      khan adik mbak eno suka naik gunung, kalau camping minimal semalam. berarti kemungkinan dia ga mandi sehari. sedangkan ada yang naik gunung lebih dari 3 hari. Nah coba mbak eno tanya ke adiknya, paling lama ga mandi berapa hari...? hahhahaa

      Tapi kami kadang sama-sama keras kepala...Yaa kami cuma bilang kalau cocok dan pas pakai aja. Ga usah minta ijin segala...hahahhaa

      Delete
    3. Ah makesense mas, hahahaha maklum saya nggak pernah naik gunung yang sampai bermalam, jadi nggak tau kalau di gunung nggak bisa mandi ternyata ๐Ÿ™ˆ berarti kalau di gunung sampai seminggu, itu nggak mandi seminggu mas? ๐Ÿ˜ฑ atau mungkin bisa mandi di rumah warga? Hehehehehe.

      Kalau keras kepala, sepertinya semua kakak adik pasti punya sisi kerasnya apalagi yang berhubungan dengan interest personal ๐Ÿ˜‚ untungnya diluar itu mas dan adik-adik mas akur semua ๐Ÿ˜

      Delete
    4. Kemungkinan sih begitu mbak. Kalau pas berada di gunung itu ga mandi. Kecuali kalau sudah di basecamp baru bisa numpang mandi. Kalau mau numpang mandi di rumah warga juga bisa. Kalau aku paling lama 4 hari ga mandi. Kadang cuma ngelap badan pakai tisu basah...hahhaha

      Delete
    5. OMG 4 hariiii, daebak ~ lengket nggak mas badannya? ๐Ÿคฃ lama banget ituuu, saya nggak akan sanggup sepertinya, especially karena rambut saya apabila nggak dikeramas bisa lepek dan bawaannya jadi bad hair day seharian ๐Ÿ™ˆ takjub sama anak gunung, dedikasinya luar biasa ๐Ÿ˜

      Delete
  18. Mbak, nama kamu sebenarnya bukan Eno ya? Saya pernah baca dimana gitu, disebut nama kamu adalah....,, siapa ya. Duh, nanti saya cek lagi ke postingan yang nulis nama kamu.

    Tapi postingan siapa ya...?

    Kalau masalah blog creameno, saya sih suka baca konten yang mbak bikin. Walaupun tidak semua saya komentari, karena keterbatasan waktu. Saya biasanya blog walking kalau anak sedang tidur siang. Seperti sekarang ini.

    Sebenarnya saya iri dengan blog ini. Apapun yang diposting, selalu menarik dibaca, ramai pengunjung dan dikomentari. Saya sempat terobsesi membuat blog saya seperti ini. Tapi setelah melihat perkembangannya hari demi hari, saya akhirnya memutuskan, membuat blog untuk menyenangkan diri sendiri sajalah. Kalau orang lain ikut senang, itu bonus untuk saya.

    Kalau sibling, saya punya 3 adik kandung. Saya paling tua. Walaupun saya dulu pemarah, saya cukup dekat dengan adik-adik. Apalagi saya memang dibiasakan untuk ikut merawat adik-adik saya karena orang tua semuanya bekerja di luar rumah. Bahkan saya juga harus memandikan adik-adik saya yang perempuan. Jarak umur saya dengan adik terkecil saya, 11 tahun jaraknya.

    Setelah ibu meninggal, bapak saya menikah lagi. Buah perkawinan keduanya melahirkan anak perempuan, yang juga menjadi adik saya. Jarak usia kami, 27 tahun. Hehe. Tapi waktu saya masih tinggal di Bali setelah menamatkan kuliah di Jogja, kami cukup dekat. Dia sering menghabiskan banyak waktu bermain dengan saya, walaupun tidak sedekat saya dengan adik-adik kandung. Iyalah, saya 28 tahun, dia masih 2 tahun. Mau ngobrol juga gimana, ya kan? Hehe.

    Sekarang kami semua terpencar. Saya di Jakarta, adik laki-laki saya juga di Jakarta, adik nomer dua ada di Abu Dhabi, dan adik kandung terkecil saya ada di Dalung, Bali. Jualan ayam geprek. Hehe.

    Si adik kecil yang jarak umurnya seperti bapak dan anak itu, sekarang sudah sekolah di St Yoseph, jalan Sudirman di Denpasar. Kami jarang bisa bertemu dan berkumpul berlima plus pasangan dan anak masing-masing. Sesekali kami bertemu lewat aplikasi video conference untuk sekedar tertawa-tawa dan berbagi cerita.

    Thanks mbak, tulisanmu membuat saya jadi kangen mereka, adik-adik saya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahahaha pasti mas Agung baca postnya mba Ainun atau nggak mas Satria, ya? ๐Ÿคฃ kalau mba Ainun iseng panggil saya Tamara sedangkan mas Satria panggil saya Karens hahahaha. Itu mereka karang sendiri mas, jadi dulu mas Satria sempat tulis post soal saya dan mereka berdua becanda mau panggil saya Karens plus Tamara ๐Ÿ˜‚

      Ohya, sebelumnya saya berterima kasih banyak karena mas Agung sudah mau meluangkan waktunya yang berharga untuk baca-baca tulisan saya. Dan nggak apa-apa banget kalau nggak sempat komentar, hehehe, sudah dibaca pun saya sudah teramat sangat senang ๐Ÿ˜ --- saya pun setuju dengan mas, kalau kita menulis baiknya untuk diri kita ~ nanti apabila ada yang suka, anggap itu bonus mas ๐Ÿ˜ itu yang saya pelajari dari teman-teman blog lainnya ๐Ÿ™ˆ

      Ngomong-ngomong soal adik, berarti mas Agung total punya adik 4? ๐Ÿ˜† seru banget pastinya kalau sedang kumpul keluarga, ya ๐Ÿ˜ apalagi sekarang sudah sama-sama dewasa, pembahasan bisa semakin luas. Walau harus berjarak dan hanya bisa bertatap muka melalui video call, semoga mas Agung dan adik-adik bisa tetap akur sampai hari senja. Bisa saling mendukung, mendoakan dan membantu satu sama lainnya ๐Ÿ˜ saya yakin mereka sangat berterima kasih sama mas Agung yang sedikit banyak sudah menjadi kakak terbaik untuk mereka ๐Ÿ˜†

      Delete
  19. I can relate kak Eno. Bahkan sama orangtua, keluarga, bahkan teman saya tidak bisa mengungkapkan perasaan. Ada masa, pas hari Ibu, saya pengen mengucapkan selamat secara langsung. Tapi tidak bisa. Membayangkan saya sampai bicara saja, susah.

    Hubungan saya dan adik-adik saya bisa dibilang tidak begitu akur. Ada kalanya, saya bikin nangis adik yang paling bungsu. Kadang juga, saya memarahi adik saya saat melakukan kesalahan yang saya juga lakukan. Saya sama sekali susah mengungkap perasaan. Tapi saya tau, sifat menyebalkan saya adalah bentuk kasih sayang saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehehe, iya mas Rahul, biasanya ungkapan perasaannya lebih ke action daripada kata-kata ~ cuma dulu waktu kecil kadang nggak paham kalau itu ungkapan kasih sayang hahahahaha. Taunya ketika sudah besar, baru sadar kalau each other saling menyayangi satu sama lainnya ๐Ÿ˜ it's okay semisal mas Rahul nggak bisa mengatakan apa yang mas Rahul rasakan, tapi akan okay banget kalau pelan-pelan mas Rahul belajar mengungkapkannya. Karena terkadang, orang tua sangat bahagia ketika mendengarnya ๐Ÿ™ˆ apalagi mas Rahul sangat pintar menyusun kata demi kata, secarik surat mungkin bisa membuat Ibu tersentuh hatinya ๐Ÿ’•

      Semoga ke depannya, mas Rahul bisa mulai akur sama adik tercinta ๐Ÿ˜ maybe butuh waktu, tapi bukan nggak mungkin untuk dilakukan ~ semangat mas, hehehe ๐Ÿ˜† you can do it!

      Delete
  20. Hahahahah pas baca triakan ibu yg bilang, "disayang adiknyaaa" , itu miriiip ma kata2 ortuku juga kalo aku dan adek berantem, daaaan itu juga yg sering aku pake ke anak2 kalo mereka saling bantu :D. "Disayaaaang kakanya/adeknya" , dan biasanya mereka dgn malu2 bakal saling peluk :D.

    Duluuu aku pernah kepengin jd anak tunggal. Kayaknya disayang banget pasti. Segala sesuatu bakal utk dia :p. Tapi kenyataan, aku dan adek2 ada 4 bersaudara. Papa yg org Batak , ga pengen brenti punya anak sampe dpt 1 cowo. Syukurlah si bungsu cowo :p. Dan jarak umurku Ama dia lumayan jauh , 8 tahun.

    Dengan adekku yg ke 3 & 4, aku rukun2 aja. Mungkin Krn umur yg jauh td. Tapi Ama yg kedua, beuuuugh jangan ditanya. Secara umur deketan, dan kami banyak kesamaan. Jdilah berantem itu udh kayak makanan harian. Kdg sampe jambak2an hahahahahah. Tapi anehnya, setelah sama2 nikah, dan kami sama2 tinggal di JKT , hubunganku dgn si adek no 2 malah Deket. Iyalaah, udh malu berantem kayak dulu :p.

    Skr, aku bersyukur punya siblings. Punya temen yg bisa aku ajak gosip dan curhat. Ga kebayang kalo dulu aku anak tunggal. Sikapku yg sbnrnya tertutup banget, bisa2 malah jadi anti sosial kalo sampe g ada temen main kayak adek2ku ini :)

    Btw yg ttg tulisan , itu sih terserah mba Eno mau nulis tiap hari ato seminggu 2x. Toh utk blog temen2 yg memang aku favoritin, aku terbiasa baca tulisan2 nya semua. Dari yg trakhir aku baca :D. Kalo semua udah dibaca, dan blm ada update an, baru aku cari tulisan2 lama sblmnya yg aku blm baca :D. Jadi mau tiap hari ato ga di update, aku pasti baca semua :D.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama berarti kita, mba ๐Ÿ˜‚ tapi memang biasanya kalau sudah disuruh begitu jadi lebih berani untuk saling pelukan ๐Ÿ™ˆ hehehehehe. Semoga anak-anak mba Fanny bisa tumbuh kompak dan saling akur, mba ๐Ÿ˜

      Waaaah kalau saya dulu ingin punya sibling cowok hahaha, entah kenapa lihat teman yang sibling-nya cowok kok looks happy ๐Ÿ˜ tapi ternyata teman saya tersebut justru ingin sibling cewek hahaha manusia memang nggak ada yang pernah puas ๐Ÿคช dan saya rasa, sekarang saya nggak menyesal punya sibling cewek karena itu yang terbaik untuk saya ๐Ÿ˜†

      Hehehehe biasanya kalau kecilnya ribut terus, besarnya justru akur, mba ๐Ÿ˜‚ apalagi sekarang mba Fanny dan adik ke dua sudah sama-sama di Jakarta, mau nggak mau harus saling terkoneksi satu sama lainnya. Paling kalau ketemu dan mengobrol, akan bahas kekonyolan masa silam ๐Ÿคฃ

      Eniho, terima kasih banyak mba Fanny sudah selalu meluangkan waktu untuk baca tulisan-tulisan saya ๐Ÿ™ˆ terharu sangattttt ~ mwah ๐Ÿ’•

      Delete
  21. kalau adikku cowo, usianya terpaut jauh hampir 10 tahun, tapi tetep waktu dia kecil kami suka berantem karena dia adik yang rese wkkwkwk, jadi sering aku bikin nangis haha..

    masalah nulis, senyamannya mbak Eno aja, yang penting jangan berhenti, mau rutin bgt, atau hiatus dulu gak masalah, jgn berhenti aja :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jauuuuh bingits 10 tahun mas, berarti mas Bara sempat jadi anak tunggal 10 tahun lamanya ๐Ÿ˜ uwaaa hehehehe. Kasihan adiknya dibuat menangis terus-terusan, untung adik mas Bara sabar ๐Ÿ˜‚

      Siap mas, terima kasih feedback-nya ๐Ÿ™ˆ

      Delete
    2. nggak mbak, aku ada kakak cewek 1 orang, sama dia juga berantem juga wkwk..

      sama-sama mbak..

      Delete
    3. Semoga akur-akur sekarang, mas ๐Ÿ˜†

      Delete
  22. Mmmmmm, sweet banget, Mbak Enooooo..

    Kalau kata wibu sih, kalian berdua ini tsundere, Mbak. Saling sayang, tapi gak mau menampilkan sisi "menyayangi"nya.๐Ÿคญ

    Aku juga punya adek cewek, Mbak Eno. Tapi selisihn usianya agak jauh sama aku, selisih 8 tahun. Sama kyk Mbak Eno dan adeknya Mbak Eni, aku dan adek pun juga berbeda. Aku tomboy banget, sedangkan adek feminim dan anggun banget. Tapi Alhamdulillah kami berdua akur-akur aja dan saling menyayangi (walaupun pas kecil juga sering berantem๐Ÿคญ).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tsundere semacam bahasa anime ya itu mba, sepertinya pernah dengar tapi lupa di mana hahahahaha ~ maaf kalau salah tebakan saya ๐Ÿ™ˆ

      Senang dengar cerita mba Roem, meski berbeda semoga bisa tetap akur, saling sayang, saling support, saling bantu dan saling mendoakan satu sama lainnya ๐Ÿ˜ hehehe. Sepertinya kalau saat kecil nggak bertengkar itu kurang lengkap alur kisah hidupnya, mba ๐Ÿคฃ

      Delete
  23. Menurut saya, soal postingan sekali sehari atau sekali-dua kali seminggu, tergantung kenyamanan Mbak Eno saja. Saya yakin kawan-kawan akan selalu membaca postingan-postingan yang Mbak Eno unggah.

    Wah, cerita Mbak Eno dan adik saya bayangkan seperti unggahan-unggahan Retno Hening. :D Mbak Eno Kirana-nya dan adiknya Mbak Eno jadi Rumaisha. :D Pasti seru banget itu kalau jalan-jalan bareng berdua. Ribut-ribut dalam perjalanan bakal jadi kisah yang diceritakan dengan tertawa di masa depan. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya senang mas Morishige sampai baca post-post lama saya ๐Ÿ™ˆ terima kasih banyak mas sudah mau baca tulisan saya ๐Ÿ˜ hihihi ~

      Ngomong-ngomong sudah lama nggak lihat IG Ibu Retno, dulu saya suka lihat Kirana, lucukkk banget anaknya ๐Ÿ˜† hehehe. Saya sama adik saya jarang jalan berdua mas, karena kami bukan travelmate yang cocok untuk satu sama lainnya ๐Ÿคฃ yang ada bukannya ribut kecil nanti bisa ribut besar. Hahahahahaha.

      Delete
  24. halo kak eno, apak kabar.......omaygat, lamaaaa banget aku gak komen di tulisan kakak. maafkan ya, aku inget kok tapi 2 minggu ini super hectic (( alasan)) hihihihi

    seneng banget ya punya sibling walo beda segala-galanya, yang akhirnya aku tau kalo kak eno suka lukis cat air, hihihi. so sweet banget sih adiknya kak eno. i believe she love and adore you so much.

    kayanya kalo ketemu adik kak eno, aku cocok nih karena suka tantangan fisik gitu, hihihihi pede banget

    salam buat adik kak eno ya, siapa namanya? rebeca ya? hihihihi

    salam hangat
    eka artjoka

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hola mba Eka, I'm good. Mba Eka apa kabar? Semoga baik dan sehat selalu ya di sana ๐Ÿ˜ it's okay mbaaa, hehehehe. Mba bisa blogwalking saat ada waktunya ๐Ÿ˜†

      Iyaaap senang karena nggak perlu rebutan, mba. Seleranya beda total. Tapi karena itu jadi jarang jalan bersama hahaha. Well, I wish she do loves me and adore me so much ๐Ÿ˜

      Sepertinya kalau mba Eka suka tantangan fisik akan bisa klop sama dia, sebab dia sukanya kegiatan fisik nan ekstrim hahaha ๐Ÿ˜† nanti saya salamkan. Terima kasih banyak mba ๐Ÿ˜๐Ÿ’•

      Delete
  25. Kita samaan banget, Mba. Punya adik perempuan yang style-nya jauh banget, hahahaha. Kalau adikku lebih feminim daripada aku. Lebih stylish dan lebih cantik lah pastinya, ahahaha. Kadang ya ada berantem-berantemnya gitu, ya namanya juga saudara sih ya. Tapi kalau abis berantem gitu rasanya menyesal, kok ya aku galak banget ke adik sendiri ~XD

    Salam buat adiknya Mba Eno yaaaa <3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti mba Andhira mirip adik saya yang tomboy ya ๐Ÿ˜ saya yakin mba Andhira pun secantik adiknya mba, hanya mungkin beda selera fashion dan style saja ๐Ÿ™ˆ Dan itu saya bangettt, meski berantem pasti ujungnya menyesal, kalau kata ibu, adik satu-satunya harus disayang ๐Ÿ˜‚

      Siap, salamnya akan saya sampaikan mba ๐Ÿ˜

      Delete