Stamp | CREAMENO

Pages

Stamp

Today gue agak sibuk aktivitas di luar karena perlu urus beberapa hal, dari mulai bayar-bayar, bolak balik sini sana sampai harus beli materai segala karena gue lupa bawa stock dari rumah (hadeh, mana gue tau materai dibutuhkan) πŸ™ˆ amsyong daaaah, gue malas kalau harus balik ke rumah cuma gara-gara materai doang ~ alhasil gue bertekad mencari materai meski gue nggak tau harus cari ke mana 🀣 dan perjalanan mencari materai gue lakukan bersama si kesayangan.

Setelah urusan kelar, gue sama dia tanya ke satpam tempat jual materai di mana, dan satpam bilang di toko buku kecil ada. Permasalahannya, gue nggak tau letak tokonya πŸ€ͺ alhasil gue ajak si kesayangan menyusuri jalan (iyesss, jalan kaki panas-panas) untuk cari toko buku kecil sebab kalau cari sambil naik mobil, takut nggak kelihatan, dan setelah sekilo jalan, nggak ketemu dong tokonyaaa πŸ₯΄ kami memutuskan balik ke parkiran, lalu mendadak ingat kalau di kantor imigrasi nggak jauh dari tempat gue parkir, ada toko kecil jual materai dan capcus~lah kami ke sana.

Sesampainya di kantor imigrasi, gue langsung ke toko kecil di belakang bangunan utama, daaan disitu gue baru sadar kalau gue nggak bawa UANG CASH! @$%#$$@%#%!!! 😭 mau nggak mau gue harus ke ATM untuk tarik tunai karena gue jarang pegang cash dan nggak ingat kalau di toko kecil nggak bisa bayar pakai card πŸ™„ hiks, gue kembali berjalan kaki mencari ATM terdekat yang ternyata ada di kantor pos pusat. Fyuuuuuh. Dalam perjalanan mau tarik uang, mood gue sudah terjun bebas, bawaannya mau cepat pulang dan mandi karena gerah 🀣

🐰🐰🐰

Dengan keringat bercucuran, kami kembali ke kantor imigrasi untuk beli materai dan posisinya gue sudah dalam keadaan lepek ledes plus baju gue basah while dia masih dalam kondisi prima 🀯 KZL. Kadang gue envy sama dia yang jarang keringatan dan nggak gampang bau matahari seperti gue hahahaha. Long story short, gue berhasil dapat materai dan tugas berikutnya adalah mencari air untuk menempelkan materai tersebut ke kertas πŸ˜‚ *nggak kelar-kelar*

Tadinya gue mau masuk kantor imigrasi untuk menumpang ke kamar mandi, tapi sejak Corona, yang bisa masuk kantor imigrasi hanya yang punya kepentingan. Nggak mungkin gue minta ijin ke petugas buat ke kamar mandi hanya untuk tempel materai, bisa-bisa gue dikira aneh sama mereka πŸ˜… si kesayangan yang melihat gue kebingungan bertanya, "You need water to put this, rite?" sambil pegang materai di tangannya yang gue jawab dengan anggukan. Dan nggak lama kemudian, dia tempel materai yang dia pegang ke jidat gue, iya JIDAT GUE yang berkeringat! πŸ˜’

GOSH, manusia ini kadang-kadang kuwang ajarrr, yah. Rasanya mau gue ekspor balik ke Korea. Mana ekspresinya seperti nggak merasa salah sudah merendahkan keringat gue yang berharga. Pfhtt. Kok bisa dia berpikir pakai keringat gue untuk menempel materai di kertas, asli gue heran 🀣 Wk. Meski kesal, mau nggak mau gue ketawa karena kalau dipikir-pikir, nih anak smart ugha πŸ€ͺ dan drama pencarian materai berakhir bahagia (bodohnya, kami baru tau ada wastafel yang dipasang sejak Corona setelah materai tertempel di kertas) 😁 hehehehe ~ sekian cerita nggak penting gue hari ini, kalau teman-teman hari ini kegiatannya apa? πŸ˜πŸ’•
---------------------------------------------------------------------------------------
Sorry, no English translation for this post.
Kindly check the Indonesian version.

---------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------
Sorry, no Korean translation for this post.
Kindly check the Indonesian version.

---------------------------------------------------------------------------------------

44 comments:

  1. Ngeselin banget pasti ya mbaaaa? Hahahhaa. Ih kok aku ketawa sih. Maaf mba Eno πŸ˜‚πŸ˜‚

    Aku juga punya pengalaman sama materai, jadi kemaren itu aku bantuin ngurusin beasiswanya sahabat aku, jadi salah satu berkasnya itu harus pakai materai, aku baru tahu disana kalau materai bisa ditempel pakai air, kudet emang. Kemarenan aku tempelnya pake air dikamar mandi deh kayaknya rada lupa, tapi yang pasti bukan pake keringat. Karena aku juga nggak mau keringatku merasa direndahkan hahahha.

    Betewe aku juga nggak gampang keringatan mba orangnya, nggak tahu kenapa, even lagi lari keliling stadion pun aku nggak pernah bajunya basah sama keringat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya menyebalkan πŸ˜‚ hahaha tapi nggak bisa marah karena akhirnya tujuan utama menempelkan materai di kertas tercapai gara-gara ide dia πŸ˜†

      Eniho, nggak apa-apa kudet, kakak pun baru tau materai bisa ditempel pakai air itu beberapa tahun lalu karena sebelumnya selalu pakai lem, dan taunya karena diinfo sama mate kakak hahahaha. Hal basic memang, tapi nggak semua orang tau kalau nggak diinfokan 😁

      Wah enaknya nggak mudah keringatan, mba πŸ˜† kalau saya gerak sedikit apalagi under the sun, langsung banjir keringat hahaha. Keluar semua racun-racun dalam tubuhnya 🀣

      Delete
  2. wakakakakakakakakakaka, astagaaa maafkeunnn Eno, gabisa nahan ngakak, membayangkan wajah tanpa dosa si kesayangan yang menempelkan materai di jidat, seolah nggak ada yang salah dan aneh wakakakaka.

    Etapi, biasanya orang pakai ludah tauk, tadi udah bayangin, jangan sampai pakai ludah, hiiii wkwkwkwkwkw.

    Dan diri saya juga tadi heran, pengen bertanya-tanya, ini kan lagi pandemi, memangnya di situ nggak ada air, wastafel atau hand sanitizer?
    Dan ternyata ada, setelah adegan tempel jidat hahaha

    Sudah terbayang betapa krenkinya Eno.
    Panas, capek, keringatan, jangan lupakan KORONAH!
    Duuhh lengkap sudaahh

    Etapi serius loh, saya juga sekarang jarang punya duit cash di dompet, kadang pas tukang bakso atau roti lewat, anak-anak pengen, kami cuman bisa menatapnya aja, saking nggak punya duit cash buat beli.

    Bahkan ke pasar aja, kadang saya udah nyampe pasar, balik lagi cari ATM saking ga punya duit cash.

    Ah setidaknya hari ini adalah hari yang penuh kenangan ya buat Eno dan kesayangan, meski kenyataannya tadi kebayang banget bad moodnya :D

    Kalau saya hari ini syamah kek kemaren-kemaren, cuman seputaran rumah aja, mendengarkan anak-anak teriak, nangis, kejar-kejaran and repeat :D

    Oh ya btw ini blog kenapah jadi makin minimalist bingit?
    Itu Creameno nya ada si cimit apa tuh ya? mouse kah? eh tapi telinganya kek bunny?
    Atau kitten? qiqiqiqiqi.

    tapi kereeeennn sih, dan lucu, ada tulisannya 'Read Me, Please!"

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu bugs bunny mbak rey, alias marmut, alias kelinci hehehehe
      ini mbak tamara eno sepertinya habis baca buku seni hidup minimalis, itu buku lagi trend banget sekarang. jadi diterapin ke rumah mayanya #analisaNgawur

      Delete
    2. Wajahnya betul-betul tanpa dosa dan tangannya betul-betul enteng menempelkan materai ke jidat saya, mata πŸ˜‚ hahahahaha. Saya pernah lihat mate saya pakai lidah, sempat terpikir melakukannya tapi saya urungkan karena takut materainya kotor dan saya malas lepas masker yang digunakan πŸ™ˆ dan iyaaaah, saya nggak tau ada wastafel di luar awalnya. Sebab selama ini taunya di kamar mandi imigrasi saja. Ternyata sejak corona, mereka install wastafel di luar πŸ€ͺ

      Saya pun jarang pegang cash karena jarang butuh cash mba apalagi selama Corona nggak pernah ke mana-mana, semakin makin nggak butuh cash. That's why nggak kepikiran harus bawa cash waktu ke luar hahahaha πŸ˜‚ dan iya mba, jadi kenangan untuk saya, sehingga saya tulis di blog agar nggak lupa semisal one day mau pasang materai bisa pakai keringat 🀣

      Wah ramai pasti ya di rumah mba Rey, setiap hari dengar anak-anak main bersama. Semoga adik kakak akur selalu, mba πŸ˜πŸ’• ps: header saya itu gambar kelinci hihihi, lucuk kan, mba? -- dan mba orang pertama yang sadar sama tulisan READ ME, PLEASE! Hahahahaha πŸ˜†

      Delete
    3. Mba Ainun: kalau baca buku minimalis sudah lamaaaa mba. Tapi bukan karena itu saya ubah blog saya 🀣 hehehe. Ini saya rubah sedikit blog saya lebih tepatnya setelah baca blog mas Anton Maniak Menulis, mba πŸ™ˆ

      Delete
  3. Wkwkwk ngeselin banget si oppa 🀣. Tapi aku bayanginnya malah jadi ngakak 🀣
    Kenapa harus di jidat gitu ya? Orang lagi ezmozi karena gerah lalu diteplokin materai di jidatnya, pasti kaget kesel tapi mau ngakak 🀣 Bisaan aja, kepikiran lagi astagaaa wkwk.

    Kalau aku hari ini berkegiatan seperti biasa aja kak, nggak ada yang sapisial πŸ˜‚. Hanya aja baru mulai membaca novel Supernova ke4 🀭.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kadang apa yang dia pikirkan itu out of the box Lia, jadi nggak bisa kakak prediksi pergerakannya. Hahahahaha. Makanya suka buat kesal tapi mau marah nggak bisa sebab apa yang dia lakukan merupakan solusi dari permasalahan πŸ˜‚

      Sometimes, yang nggak spesial itu sangat spesial, karena hidup kita tenang πŸ˜„ hehehe. Selamat membaca buku Supernova, Lia 😍

      Delete
  4. wkwkwkwkwk, mbakkkk ku pengen ketawa tapi takut dosa
    endingnya ini lho, dipikir pikir iya juga, sekarang dimana mana, baik di depan kantor, depot, mini market disediain emberan pancuran atau wastafel buat cuci tangan,, ini gara gara efek matahari dan kesel karena jalan kesana kemari jadi bawaannya yagitu, esmosi pokoknya :D
    cuma yang aku ga habis pikir, "lem"nya dari keringet di jidat, malah tadi aku pikir, si kesayangan mau nempelin materai di lidahnya lho. kalau orang orang di sekitarku sini, ya kadang pake ludah hahahahaha, jorok kan ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah ituuuu wastafelnya nggak kelihatan, mba πŸ˜‚ baru lihatnya setelah urusan kelar. Dan wastafelnya ini warna putih, diantara dinding putih terus ada banyak bapak-bapak yang berdiri di sekitaran alhasil si wastafel ketutupan πŸ˜… ditambah panas, capek, jadi nggak bisa pikir panjang 🀣

      Nggak jorok mba karena sudah kebiasaan di mana-mana sepertinya pakai lidah kalau untuk pasang materai, hehehe. Saya pernah lihat teammate saya pakai lidah dan saya pun sempat kepikiran mau pakai lidah tapi nggak jadi karena saya nggak mau lepas masker dan saya nggak tau materai itu bersih apa nggak hahahaha. Lagi Corona begini harus ekstra careful soalnya. That's why yang saya pikirkan cuma bagaimana dapat air buat tempelkan materai di kertas selain pakai lidah πŸ˜‚ hahahahaha.

      Delete
    2. aku kok ya nggak kepikiran ya mbak yang materai itu sisi baliknya kotor enggaknya, padahal materainya dipegang pegang sama pegawai kantor pos juga, temen aku dengan santainya njilatin materai woww hahaha
      kalau ga nemu lem, palingan pake nasi, itupun kalau nemu nasi :D

      Delete
    3. Iyes, dipegang sama penjualnya, terus kena debu, dan lain sebagainya πŸ˜† lagi Corona begini, pikir pikir dulu kalau mau jilat. Hahahahaha πŸ˜‚ adeuh pakai nasi, jadi ingat jaman dulu ibu mau lem amplop pakai nasi, unik bangats 🀣

      Delete
  5. Terima kasih tipsnya. Lain kali kalau gak nemu air coba kutempel di jidat. πŸ€”Lebih elegan daripada pakai dijilat ...di film2 kan dijilat☺
    ((Elegan))




    ReplyDelete
    Replies
    1. Elegan pakai keringat daripada lidah ya, mba πŸ˜‚ padahal dua-duanya nggak elegan hahahaha. Saya awalnya kepikiran pakai lidah, tapi saya nggak mau buka masker ditambah ragu itu materai bersih apa nggak jadilah mengurungkan niat 🀣

      Delete
  6. masih pagi sudah dapat cerita lucu dari mbak eno...wkkwkwk :D
    sudah jalan kaki buat narik duit ke kantor pos, tapi kenapa ga sekalian beli materainya di kantor pos aja mbak..? khan di sana tempatnya materai bersemayan. Mesti ga kepikiran karena mood udah jelek.....wkwkwkkk

    Akhirnya ada salah satu manfaat dari keringat, yaitu buat nempelin materai..hahhahaha
    Hari ini, hari ini masih pagi tanggal 1 september. Kata vina panduwinata itu september ceria. tapi aku mengawalinya dengan sedekit kesel. Karena data kerjaanku diubah oleh temanku. Yang akhirnya aku mesti memperbaiki data-data yang lainnya. Padahal kerjaanku sudah hampir selesai...ppfftttt :|

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, nggak ingat saya kalau kantor pos jual, hahahaha. Pikirnya habis ambil uang langsung balik imigrasi untuk beli materai di sana πŸ˜‚ mungkin karena mood sudah berantakan ditambah panas, bawaannya mau cepat kelar. Alhasil nggak pikir panjang 🀣

      Waaah permulaan yang menyebalkan untuk mas Rivai, semoga mas bisa melaluinya dengan baik πŸ˜† semangat mas, jangan lupa minum dan rileks hahahahaha. Selamat bulan September, semoga bulan ber ber ber ini akan berjalan sesuai rencana, dan Corona hilang 😍

      Delete
  7. Wakakakaka.. tapi ga papa dong, itung-itung jalan-jalan ma kesayangan.. biar panas kan senang (walau tetap puaanass).

    Btw, itu materai abis tempelin di jidat seharusnya dibiarin saja Eno disana.. keren bakalan. Gue seneng ngebayangin si kesayangan nempelin ke jidat.. woww.. kalu ada disana gue bakalan ngakak abis..

    Kalo kepepet mah minta si kesayangan membuka mulut dan mengeluarkan lidah.. hahahah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau boleh pilih, maunya di rumah saja mas. Nggak mau jalan-jalan, memikirkan nanti pulangnya repot harus bersih-bersih total jadi malas 🀣 cuma karena asisten saya ada urusan keluarga dan kemarin ada banyak yang harus diurus dan dikerjakan, alhasil saya terpaksa ke luar rumah. Mana panas bangettt pula πŸ˜‚

      Dia menempelkan materai di jidat saya dengan sangat cepat mas, membuat saya kaget hahahaha. Semacam nggak berdosa main tempel nggak pakai ijin atau tanya πŸ˜‚ KZL banget bisa-bisanya dia berpikir pakai keringat saya. Ckckck πŸ€ͺ terus soal pakai lidah sebenarnya sudah kepikiran mau pakai lidah sebab dulu beberapa kali lihat mate saya tempel materai pakai lidah, cuma lagi Corona begini, saya malas buka masker apalagi jilat materai yang nggak tau bersih apa nggak πŸ˜‚ that's why saya berusaha cari air keran hahahaha.

      Delete
  8. Ini ceritanya lagi panik plus kesel atau gimana?
    Kok balik ke warung kecil yang di kantor imigrasi buat beli materai, kenapa ngga langsung beli di kantor pos aja pas tarik uang tunai di ATM dan ngga perlu repot-repot lagi cari air buat nempel materai di kantor pos biasanya ada lem buat nempel materai? Dan Kalau memang kepepet banget tinggal jilat aja materainya, beres..hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya nggak ingat kantor pos jual materai hehehe ini baru kali pertama beli materai sendiri, biasanya ada yang belikan dan always tersedia. Jadi nggak kepikiran untuk masuk kantor pos setelah tarik uang. Saya ingatnya di toko kecil imigrasi jual materai, itu juga karena pernah baca kertas tertempel di jendela tokonya "jual materai 6000" waktu saya lagi foto copy berkas hahahaha πŸ™ˆ so, maaf yah kalau terkesan bodoh banget hahahaha.

      Eniho, saya tau kalau materai bisa dijilat tapi saya nggak mau buka masker apalagi sampai jilat materai yang nantinya dipasang di dokumen especially saat Corona 🀣 that's why saya cari air betulan hehehehe πŸ˜†

      Delete
  9. 🀣 bener bener lupa gak berfaedah ini Mbaa Mba.. ckckck... πŸ˜‚πŸ˜…

    Kalo saya jadi Mba Eno, sumpah saya biarin aja itu materai nempel di jidat, seharian seharian deh, paling yang nempel yang bakal malu sendiri, diliatin orang karena jalan sama cewek yang jidatnya ada materai πŸ˜‚πŸ˜

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sangat nggak berfaedah mba 🀣 ~

      Waduuuh kalau dibiarkan yang ada saya yang malu mba bukan dia πŸ˜‚ dia-nya justru pede-pede saja melenggang. Dan saya yakin orang-orang akan melihat saya bukan dia πŸ™„ hahahahaha.

      Delete
  10. Kesayangan mbak itu cerdik dan efisien ya. Sekali ada ide, eksekusi, selesai. Walaupun harus ngetap meterai ke jidat. Btw itu kantor imigrasi dimana mbak? Masak satpamnya kasih informasinya general begitu. Banyak orang tau, toko buku kecil ada yang jual meterai, tapi toko bukunya dimana? Ga sekalian saja dia bilang, di toko meterai banyak mbak.

    Kegiatan saya hari ini, bangun agak siang karena kemarin tenggorokan saya meradang. Agak khawatir itu gejala Covid-19 soalnya waktu hari Kamis lalu, sempat panggil tukang servis AC ke rumah. Tapi hari ini sudah mendingan. Semoga cuma radang tenggorokan biasa.

    Selebihnya ya, work from home. Bekerja seperti biasa kayak di kantor, tapi sekarang di rumah bareng anak dan istri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, efisien sekali mas, meski kadang buat jengkel, nggak pakai aba-aba, nggak pakai ijin, main asal tempel di jidat πŸ˜‚ ohya satpam yang saya tanya itu bukan satpam kantor imigrasi, mas ~ melainkan satpam kantor lain tempat saya mengurus keperluan usaha. Dan satpamnya memang kasih informasinya general banget, sampai saya bingung waktu dia jawab dengan nada serius, "Di toko buku kecil ada, mba." katanya πŸ™ˆ

      Setelah saya cari di sekitaran nggak ada, dan balik ke parkiran, baru deh saya ingat kalau di kantor imigrasi yang nggak jauh dari tempat saya parkir ada toko kecil jual materai, jadi toko kecilnya ini terletak di belakang kantor imigrasi, semacam tempat foto copy berkas dan mereka jual materai, so that's why saya akhirnya pergi ke sana 😁

      Wah mas Agung sakit radang? Semoga lekas sembuh dan semoga hanya radang biasa, plus dijauhkan dari Corona 🀧 stay safe and stay healthy untuk mas Agung dan keluarga 😁

      Delete
  11. Huahahaha maapkan aku ketawa Mba Enoo, ternyata dapet plot twist dari si kesayangan. Kirain materai bakal dijilat, ternyata malah ditemplokin ke jidat berkeringat pasangannya sendiri 🀣 tapi gapapa deh ya, hitung-hitung jalan bareng pasangan meski badan jadinya gobyos kepanasan πŸ™ˆ

    Perkara nggak bawa cash itu memang sungguh rempong. Dulu aku lebih suka bawa cash, Mba. Cuma sejak adanya Ov*, GoP*y dan kawan-kawan, ditambah dengan adanya corona, jadi lebih suka cashless payment. Apalagi tinggal scan dari henpon itu praktis sekali πŸ˜† tapi yaa memang belum semua tempat bisa cashless yaa, jajan di warung tetep harus bawa lima ribuan buat beli teh botol sama kerupuk 🀣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Plot twist mba 🀣 hahahaha. Iya ambil positifnya bisa jalan-jalan sama pasangan meski kalau disuruh pilih maunya di rumah saja πŸ˜‚

      Agree soal cash, sejak banyak fasilitas cashless, saya prefer bayar apapun pakai fasilitas tersebut atau card. Hehehehe. Tapi memang warung-warung kecil masih banyak yang belum open cashless payment, alhasil kita harus always siap sedia recehan untuk jajan atau beli perintilan πŸ™ˆ semoga ke depannya, even small store bisa punya option cashless ya, mba 😍

      Delete
  12. Mbak Eno maapkan aku ketawa bagian materai ditempel ke jidat πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Hebat sih kepikiran ke sana kesayangannya Mbak Eno hahaha kocak banget, aku kebayang ekspresi Mbak Eno pasti udah begini πŸ˜‘ wkwkwk

    Btw kita sejenis nih Mbak jarang bawa cash huhu.. Sering banget kadang mampir warung pulang kerja tapi ternyata ga pegang cash, kan di warung ga mungkin ada ovo dkk yaa wkwk ternyata memang kita harus tetep sedia cash walaupun sedikit yaa πŸ˜…

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba ekspresi saya totally flat seperti emote di atas 🀣 hahahaha. Karena nggak menyangka dia bisa kepikiran tempel di jidat πŸ˜‚

      Semakin ke sini, semakin banyak yang malas bawa cash mba, mana sekarang Corona, semakin menjadi waspadanya πŸ™ˆ hehehehe. Tapi memang cash tetap harus siap sedia minimal recehan total 50k biar nggak stres seperti saya harus bolak-balik cari ATM demi materai doang πŸ€ͺ

      Delete
  13. Kesayangannya Mbak Eno emang banyak akal banget ya, Mbak. Gak kepikiran lho aku bisa nempelin materai pake keringat πŸ˜‚. Biasanya sih kalau aku nempelinnya pake air liur (aku jilat dulu materainya sebelum aku tempel di kertas). Tapi kalau lagi pandemi kyk gini sepertinya cara itu gak bisa dipakai deh. Takut dikira menyebarkan virus.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaha too much akalnya πŸ˜‚ saya pun biasa pakai air mineral mba, kadang mate saya ada yang pakai air liur dijilat begitu hehehe. Tapi gara-gara si Coro, mau pikir lima puluh kali buat jilat materai, sebab kita nggak tau materai itu darimana, bersih apa nggak 🀣 pusyiianggg ~

      Delete
  14. Saya kira mau dijilat juga kayak Dilan πŸ˜…

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untungnya nggak dijilat, mas πŸ˜‚

      Delete
  15. Ha..ha..πŸ˜‚ saya kirain tadi materainya mau dinilat mbk, soalnya biasanya orang-orang kan kalau nggak nemu air gitu. Ternyata di tempel di jidat. Mungkin saya bisa mencobanya di lain waktu😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh mba, silakan dicoba πŸ˜‚ kalau keringatnya banyak pasti materai menempel erat di kertas dan nggak akan lepas-lepas 🀣 hahahaha.

      Delete
  16. Hehehe, Ternyata hari itu adalah hari yang penuh perjuangan dan penuh cucuran keringat yah Mbak, maaf bukan meledek, namun lucu saja yah lika - liku perjuangannya., untung urusannya selesai dengan baik yah dan cencunya selalu ditemanin oleh Si Kesayangan..

    Kalau soal Lem untuk materai, saya suka cari cara yang paling simple dan gampang Mbak , pakai air ludah dengan catatan kalau saya jauh dari " Lem ".Praktis, walau rada - rada jorok,hahaha.....

    Saya juga suka menyimpan materai di dompet, satu atau dua buah, yah...buat jaga - jaga siapa tahu butuh mendadak. Kalau sedang mendadak butuh, mmmm......kadang nyarinya itu jauh banget, mesti ke Toko ATK atau Ke Kantor Pos.

    Saya juga ngak kepikiran,.kalau ternyata " keringat Mbak " bisa dimanfaatkan buat lem materai, cerdik banget tuh si kesayangan..... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bangets mas, penuh perjuangan, panas, capek hahahahaha. Untung urusan beres, jadi bisa pulang dengan tenang πŸ˜‚ semenjak itu, materai selalu ready di dompet saya biar nggak terulang kejadian yang sama πŸ€ͺ eniho, sepertinya hampir setiap orang pasti idenya nggak jauh dari air ludah, seperti komentar teman-teman lain di atas πŸ™ˆ saya pun sempat kepikiran demikian, tapi kawatir materainya kotor, mana lagi Corona begini, kan πŸ˜†

      Mungkin next time kalau mas Nata mau tempel materai, bisa olahraga sebentar biar keringatnya ke luar hahahahahaha πŸ˜‚ lumayan, sambil tempel materai, bisa olahraga dan badan sehat 🀣

      Delete
  17. Wkwkwkwkwkw duuuh aku auto ngakak baca materai pake keringet nempelnyaaa :p. Tapi gpp, mba Eno. Daripada dijilat , pilih mana hayooo hahahahha. Aku jujur aja, dulu yg namanya materai ato perangko aku nempelinnya dgn di jilat. Tp setelah baca di buku serial pembunuhan gitu, salah satu tokoh dibunuh dengan olesin racun ke perangko. Sereeem Doong aku :p. Trus pernah tau juga ada orang meninggal Krn ternyata perangkonya kena bakteri leptospirosis yg asalnya dr urine tikus wkwkwkwk. Makin ga mau jilat2 begituan :p.

    Pas msh ngantor di HSBC , stamp duty udh pasti kita selalu sedia, Krn utk nasabah yg membuka suatu produk pasti pake ini. Cm kalo tiba2 lem di kantor menghilang, anak2ku pada pake air dispenser, ditetesin dikit ke materai :p. Kita ga kepikiran pake keringet Krn ruangan AC hahahahah.

    Akupun orgnya cashless banget mba. Kalo kluar jaraaaaang bawa tunai, kecuali traveling ke LN. Kalo itu justru aku males pake kartu, Krn rate yg dikenain biasanya tinggi hahahaha.perhitungan soal rate aku :p. Apalagi kalo pake kartu yg logo Visa. Mastercard msh mending LBH murah. Makanya kalo sdg di Indo, aku jalan dan ga bawa tunai, mau ga mau cari tempat lain yg bisa beli cashless :p. Tp pernah di resto yg kita datangin ternyata ga bisa cashless. Bisa sih, tp pake kartu debit tertentu yg mana aku ga punya rekening di bank itu. Terpaksa minta ownernya ksh rek dia, aku trf dr rek ku ke sana :D. Sbnrnya memang cash msh perlu sih yaaa. Tp pada dasarnya aku ga terlalu suka megang duit. Mungkin itu yg bikin aku resign juga :p.

    Lah dulu salah satu tugasku menjaga operational cash flow agar tetep cukup tapi jg jangan lebih. sehari nasabah bisa setor gede, belum lagi kalo vendor uang datang, dan bawa semilyaran. Itu kan hrs diitung 1-1 hahahahah. Bayangin kalo uangnya denominasi 50rb an :p.

    Si kesayangan ga gampang kucel walo hari sepanas itu ya mba?:D. Itu memang sangat ngeselin kalo cowo bisa terlihat ttp cool dlm kondisi apapun, sementara kita cewenya malah udh lusuh :p. Itu lah yg aku rasain kalo ke Bali Ama Raka, suamik. Dia kulitnya LBH putih, ga gampang gosong .kalopun kebanyakan main di pantai, paling merah, agak gelap, tp balik JKT, seminggu mudian putih lagi.

    Lah akuuuu, tiap ke Bali, pasti gosong, dan itu butuh 7 bulanan untuk balik ke asal, dgn catatan hrs rajin luluran selama di rumah hahahhaah. Ga adiiiiil. :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau disuruh pilih, of course better tempel ke keringat hahahaha. Saya pun agak parno kalau dijilat, selagi bisa ketemu air mineral atau air keran sebaiknya pakai air yang ada πŸ˜‚ sebab penyakit bisa dengan mudah masuk lewat mulut, mana kita nggak tau itu materai bersih apa nggak 🀣 seram kan kalau yang mba Fanny bilang kejadian πŸ™ˆ

      TOOOOSSS mba, saya jarang pegang cash anaknya. Even kalau abroad pasti sebisa mungkin nggak bawa cash. Tapi biasanya untuk negara yang sudah saya tau bisa tanpa cash seperti Korea, SG, Thailand, HK dan sejenisnya. Semisal negara baru, saya tetap tarik tunai di ATM setempat buat jaga-jaga kalau ternyata nggak bisa bayar pakai card hahahahahaha.

      Eniho saya baru tau kalau mastercard lebih murah, nggak pernah perhatikan rate soalnya ~ mana kartu saya kebanyakan visa pula πŸ˜‚ hahahaaha. Nanti pankapan kalau abroad lagi akan saya coba check mba, lumayan ugha kalau lebih murah, bisa save uang πŸ˜† dan sama seperti mba Fanny, saya nggak begitu suka bau uang, berasa aneh baunya, dan kadang berasa seperti ada benyek basah entah karena apa. Jadi mau pegang juga segan πŸ™ˆ

      Iya mba, dia jarang keringatan mau sepanas apapun tetap looks cool, bersih, cakep, sedangkan saya panas sikit langsung banjir keringat πŸ˜‚ kalau sudah keringatan, muka jadi kucel, rambut jadi lepek, nggak oke banget pokoknyah. Mana kulit sering gosong kebakar, while dia hanya merah-merah saja persis pasangan mba Fanny hahahaha. So you know what I feel rite, mba? πŸ™ˆ bete berattts 🀣

      Delete
    2. Mastercard slalu lebih murah, coba cek aja :D. Tapi ada kekurangan, jaringannya ga sebagus visa hahahahah. Jd pernah pas umroh, aku beli parfum pake kartu Mastercard Krn memang LBH murah rate-nya. Eh tp nth Napa eror Mulu. Jaringannya masalah. Terpaksa bisa dikeluarkan, dan berhasil. Visa blm prnh gagal si slama ini aku pake dimanapun. Cm ada yg bilang Mastercard jauh LBH lancar pas dipake di Eropa :D. Tp aku rasain sama aja sih. Pas k Eropa, visaku lancar jaya juga. Tp Mastercard juga ga ada masalah slama dipake.

      Tp ya ituu, siap2 sebel liat ratenyaa si visaa hahahaha

      Delete
    3. I see, pantas saja promo visa lebih sering saya lihat di mana-mana πŸ˜‚ saya sangat jarang lihat promo mastercard, makanya keseringan pakai visa untuk bayar. Hahaha. Kalau tau mastercard lebih murah, saya bakal pikir ulang soal iming-iming promonya hahahahaha *anaknya gila promo banget* πŸ™ˆ

      Duuuh kapan ya bisa yalan-yalan lagi, sekalian mau compare rate 🀣

      Delete
  18. Hahahaha... Saya ngekek baca cerita ini, Mbak. Belokannya nggak terduga. Semula saya kira kesayangannya Mbak Eno bakal menjulurkan lidah terus menjilat meterainya. Eh, malah larinya ke jidat. Semasa pagebluk ini lebih aman, sih, kayaknya nempelin prangko pakai keringat, Mbak. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untungnya dia nggak pakai lidah mas, takut ada bakterinya 🀣 hahahaha. Tapi seharusnya jangan pakai jidat ugha~laaah πŸ™ˆ KZL.

      Delete
  19. kalo dipikirpikir, geuleuh juga ya ngelem materei pake keringat, hahahaha. tapi layak di coba, wkwkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba tapi lebih baik pakai keringat daripada dijilat πŸ˜‚

      Delete