Thriller to Phone | CREAMENO

Pages

Thriller to Phone

Lately, gue lagi suka drama thriller yang sukses membuat gue dag dig dug tapi juga penasaran πŸ˜‚✌ dan salah satu drama yang gue tonton adalah drama SAVE ME hasil rekomendasi teman. Drama ini bercerita mengenai keluarga berisi ayah, ibu dan dua anak kembar bernama Sang Jin dan Sang Mi, yang terjebak dalam sekte di gereja yang ada di pegunungan ~ awalnya keluarga ini bisa terjebak karena Sang Jin bunuh diri akibat di-bully oleh temannya, yang menyebabkan sang ibu stres while sang ayah bingung πŸ˜• hal ini tentu menjadi celah bagi penggiat sekte untuk ajak keluarga Sang Jin join as member, alasannya agar bisa ketemu Sang Jin di surga πŸ˜…

Nah, saat bapak dan ibunya join, anak ceweknya -- Sang Mi (ceritanya mereka ini kembar cewek cowok) mau nggak mau ikut karena waktu itu usianya masih tujuh belas, dan Sang Mi nggak mau orang tuanya pergi tanpa dia. Padahal Sang Mi tau ada yang aneh di sana 😰😩 Tapi dia nggak ada pilihan, karena dia harus menjaga ibunya yang sedang butuh pengobatan ~ Ibu Sang Mi dirawat di nursing home milik sekte dan setiap harinya diberikan obat, tapi ternyata ditengah cerita, baru ketauan kalau obat yang diberikan merupakan obat terlarang πŸ˜‘

Inti cerita drama di atas lebih ke perjuangan Sang Mi untuk lepas dari sekte, ditambah leader-nya yang tuaaa dan bedaknya keputihan ternyata suka Sang Mi dan ingin Sang Mi jadi istrinya. Edun. Ohya, Sang Mi dibantu empat teman sekolahnya untuk kabur, sebab Sang Mi nggak bisa dengan mudah ke luar dari sana. Even, setiap kali Sang Mi mau ke kota, pasti ada yang kawal πŸ€ͺ alhasil, teman-teman Sang Mi cari cara untuk mengeluarkan Sang Mi, however bapaknya Sang Mi yang nggak mau ke luar! Haduh, setiap ada scene bapaknya, gue langsung naik darah πŸ˜‚

🐰🐰🐰

Ngomong-ngomong soal sekte, gue pernah sekali ketemu orang yang menawarkan gue untuk join jadi member ketika gue sedang jalan kaki mau ke mall. Berbeda dengan Indonesia, di Korea ini mereka terang-terangan rekrut orang, dan nggak tanggung-tanggung, mereka akan cegat kita di jalan, meski awalnya kita diberi brosur dan mereka minta kita baca sambil dengar mereka bicara soal sekte mereka. Iya guys, cara mereka rekrut member bukan diam menghanyutkan, tapi terang-terangan di luar, which is membuat gue kurang nyaman πŸ˜… Mana saat gue sengaja bilang pakai bahasa Inggris kalau gue wegukin (foreigner) dan nggak paham mereka bilang apa, mereka tetap paksa gue untuk baca brosurnya πŸ˜‚ thankfully, gue bisa escape ke mall.

Selain itu, tempat tinggal gue juga pernah didatangi cewek yang nggak gue kenal. Gue heran dia bisa masuk sampai lantai atas lewat mana, usut punya usut ternyata dia membuntuti salah satu penghuni yang masuk duluan. Jadi kalau bukan penghuni memang agak susah untuk masuk ke dalam apartment, sebab harus punya code untuk bisa buka pintunya. Long story short, cewek ini pencet bel yang ada di depan pintu unit, dan bodohnya gue buka, karena gue pikir pengurus apart. Si cewek bicara yang intinya minta ijin masuk rumah, disitu gue bilang, kalau gue wegukin, dan gue nggak kenal dia siapa. Tau-tau dia masuk dan membuat gue bingung tujuan dia apa 😳

Nggak lama kemudian, dia keluarkan beberapa lembar brosur sambil berusaha bicara sama gue pakai bahasa Inggris dibantu translator 🀣 dia cerita soal agama dia, dan dia tanya agama gue apa, gue darimana, dan lainnya πŸ˜‘ Karena gue nggak nyaman, gue chat si kesayangan yang lagi di kantor dan si kesayangan langsung bilang ke gue untuk usir orang itu dari rumah. Gue bilang ke cewek itu, "Sorry, lu harus ke luar." tapi dia tetap paksa gue baca brosurnya, yang membuat gue berkali-kali bilang, "No. Gue nggak berminat." entah dia paham apa nggak hahahahahaha ~ berhubung dia kekeuh, gue langsung telepon si kesayangan, dan minta si kesayangan bicara sama cewek itu, sebab gue sudah kehabisan cara untuk suruh dia ke luar πŸ˜…

Dua menit lewat, cewek itu kembalikan handphone gue setelah bicara sama si kesayangan dan tergesa-gesa ingin ke luar πŸ˜‚ gue bukakan pintu dan dia say 'goodbye' setelahnya. Baru deh gue tau apa yang si kesayangan bilang ke cewek itu setelah pulang ke rumah. Dia bilang, "Lu kalau nggak ke luar dari rumah sekarang, gue akan telepon polisi, atau gue yang ke sana." πŸ™ˆ dan gue cuma bisa geleng-geleng kepala. I mean, cewek itu nekat karena berani masuk ke dalam rumah orang. And til now, gue nggak tau sekte apa yang dia bawa karena gue nggak pernah membaca brosur dari dia, plus brosurnya langsung dibuang ke tempat sampah sama si kesayangan 😬

🐰🐰🐰

Eniho, gara-gara drama SAVE ME, gue sempat tanya si kesayangan, "Duh, ini orang nggak tau cara silent handphone, ya?" 🀣 Wk. Kesal gue, tokoh utamanya berkali-kali hampir ketangkap cuma gara-gara vibrasi dan ringtone handphone haha. Lalu sayup-sayup si kesayangan jawab, "Namanya juga DRAMAK! Kalau nggak lebay, nggak ada penontonnya." πŸ€ͺ well, nerrrr ugha ~

Bicara soal handphone, salah satu handphone yang gue pakai adalah IPhone Korea yang mana ternyata sama seperti Jepang, nggak punya silent shutter untuk kamera. Alhasil setiap kali gue pakai, pasti ada bunyi 'cekrek' menyebalkan yang membuat gue nggak leluasa setiap kali mau ambil gambar πŸ˜‘ yaah, bagaimana mau leluasa, kalau setiap kali snap, orang-orang jadi melihat ke arah gue hanya karena bunyi 'cekrek' kamera handphone yang gue pegang πŸ˜… gue sempat tanya si kesayangan, kenapa IPhone Korea nggak bisa silent, padahal IPhone Indonesia bisa 🀭

Si kesayangan bilang, di Korea silent shutter-nya sengaja dihilangkan untuk jaga privacy kita agar nggak ada yang ambil foto sembarangan di tempat yang kemungkinan besar terjadi pelecehan seksual. Contoh, ada cerita, di mana seseorang diam-diam ambil foto bagian tubuh victim dalam kereta atau kendaraan umum lainnya. That's why, mereka menghilangkan silent shutter, dengan harapan itu dapat mengurangi tingkat pelecehan seksual di Korea. Hehehe. By the way, gue jadi bingung kesimpulan post ini apa πŸ˜‚ dari bahas drama thriller sampai bahas handphone cobak! πŸ™ˆ Wk. Terima kasih teman-teman sudah membaca sampai bawah. Selamat libur panjang ~
---------------------------------------------------------------------------------------
Sorry, no English translation for this post.
Kindly check the Indonesian version.

---------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------
Sorry, no Korean translation for this post.
Kindly check the Indonesian version.

---------------------------------------------------------------------------------------

92 comments:

  1. Wow, mereka agresif sekali ya jualan...Kebayang bagaimana susah untuk bilang nggak. Kitanya harus keluar taring dulu mungkin baru mau pergi hahaha...

    Menarik banget cerita soal fitur handphone yang di silent di Korea. Kesadaran untuk nggak sembarangan ambil foto orang pasti tinggi sekali, ya. Padahal foto bisa disalah gunakan untuk hal-hal nggak baik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Paling gampang langsung ignore dan lari, mba πŸ˜‚ atau pakai suara tegas bilang nggak-nya, baru mereka menyerah hehe. Sebab beberapa dari mereka ada yang agak memaksa πŸ™ˆ

      Di Korea, pelecehan seksual terjadi di mana-mana mba, makanya silent shutter dihilangkan untuk mengurangi tingkat pelecehan tersebut dan agar kita semakin aware dengan hal-hal (termasuk suara) di sekitar kita 😬

      Delete
  2. Saya belum nonton drama Save Me mbak Eno, jadinya belum bisa ngasih komentar. Tapi seru juga baca sinopsisnya, seru dan menegangkan.

    Parah juga ya, berarti kalo di Korea itu orang mau rekrut anggota suruh masuk sekte itu sampai maksa banget ya bahkan sampai masuk apartemen, gimana orangnya mau ikut kalo agak terpaksa.

    Soal kamera hape Jepang memang betul mbak. Aku punya hape Sharp SH01G dan memang bunyi kameranya tidak bisa dimatikan. Ternyata itu agar orang tidak sembarangan ngambil foto ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, dramanya buat deg-degan hahahaha. Pemain ceweknya itu yang main di drama hits It's Okay Not to be Okay, namanya Seo Ye Ji (Go Moon Young) hehehehe ~

      Kalau yang di jalan ini saya sering banget baca cerita serupa, tapi jujur untuk yang masuk apartment itu saya nggak pernah baca ceritanya. That's why, saya nggak pernah antisipasi apa-apa. So, saya kaget dan agak taken aback waktu lihat cewek itu di depan pintu unit saya πŸ˜‘ saya betulan mengira dia petugas apart lho hahahaha. Habis random banget pencet bel unit saya. Kata si kesayangan, orang-orang kayak gitu memang kadang random pencet bel, kalau nggak dibuka, nanti akan pindah ke unit lain dan pencet bel lagi. Jadi lucky-lucky-an buat mereka. Syukur-syukur nggak ketauan security apart πŸ₯΄

      Dan sebetulnya, meski mereka paksa, kita tetap bisa menolak dan tegas, asal kita bisa menjaga otak kita agar nggak mudah ke brainwash hehehe. Sebab, mereka akan cari celah dari weakness kita katanya. Seperti di drama Save Me, mereka lihat keluarga Sang Mi punya weakness yaitu sedang bersedih akibat anaknya bunuh diri, dari weakness itu mereka menjual kepercayaan pada orang-orang agar mengikuti mereka dengan janji ini itunya πŸ™ˆ

      Kalau soal hape, begitu sih info yang si kesayangan bilang πŸ˜‚ agak sebal awalnya, sebab setiap mau foto ada bunyi cekrek, kan nggak enak kalau lagi mau foto di tempat yang kalem seperti mau foto makanan di resto haha πŸ˜† terus nggak semua orang tau kalau handphone Jepang atau Korea itu nggak punya silent shutter, alhasil bagi sebagian yang nggak tau, mungkin akan berpikir, "Norak banget sih, nggak bisa di-silent apa hapenya." hahaha 🀣

      Delete
    2. Betul sekali mbak, asal kita tegas menolak maka merekapun tidak akan bisa mengajak kita masuk sekte mereka ya. Jadi beneran sekte seperti itu ada disana ya? Mungkin kalo disini mirip kerajaan ubur ubur di Banten kali yang kemarin digrebek polisi.

      Betul juga ya, ntar dikira norak mau foto saja ada suaranya, padahal setting nya udah seperti itu tidak bisa dihilangkan. Tapi itu berguna untuk meminimalisir pelecehan seksual ya, karena kita jadi tahu siapa yang foto kita secara diam diam.

      Delete
    3. Ada mas, dan nggak dilarang sama pemerintah, karena adanya kebijakan freedom of religion jadi siapapun bebas beragama mau apapun agamanya, ASAL..... nggak mengganggu masyarakat umum dan lain sebagainya 😁 nah iya, mirip kerajaan ubur-ubur, sama dulu ada deh sering masuk berita, namanya bla bla Eden kalau nggak salah. Lupa saya πŸ™ˆ

      Berguna banget mas, jadi ketauan kalau ada yang foto diam-diam apalagi di tempat umum kan, pasti semua mata memandang 😬 makanya kalau lagi di tempat yang agak sepi, seperti resto, yang kemungkinan besar suara cekreknya terdengar, saya prefer foto pakai mirrorless πŸ˜†

      Delete
  3. Mbak Eno, aku penasaran sama drama Save Me ini, tapi atut mau nonton sendiri, maunya nonton ama kesayanganku juga. Heuuu~ πŸ₯Ί

    Ini pertama kalinya baca cerita kayak gini, aku terkedjoet jujyur!! Ini kenapa orang-orang yang ngajak maksa bener kek tukang tipu berhadiah di Indonesia? Untung kan Mbak Eno sama kesayangan gpp, ntar kalau jadi drama Save Me ala sinetron Indosiar dengan theme song KU MENANGIS kan bikin ngakak ntar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dramanya cukup buat deg-degan dan dark mba, jadi kalau nggak hobi menonton thriller, enaknya ditemani pasangan atau keluarga. Sebab saya pun nggak berani sendirian 🀣

      Hahahahaha iya mirip-mirip itulah, mba πŸ™ˆ jadi kalau mba Pipit ke Korea, terus mendadak dicegat di tengah jalan oleh orang (mostly Ajumma) sambil kasih brosur dengan gambar yang menurut mba aneh, better mba reject dan bilang sorry habis itu bergegas pergi meninggalkan mereka. Kalau nggak begitu, mba akan wasting time harus mendengarkan penjelasan mereka 😬

      Delete
  4. Aku sering dengar soal banyak sekte-sekte gini kalau di Korea tapi aku nggak nyangka kalau sistem ngajaknya sampai se-memaksa ini. Bahkan, sampai memasuki rumah orang asing seperti kejadian yang menimpa kak Eno itu kan udah nggak bener πŸ˜…
    Untung kak Eno cepat-cepat telfon si kesayangan, kalau nggak, nggak tahu sampai kapan dia di dalam ya πŸ˜‚
    Yang aku bingung, kenapa bisa banyak sekte "agama" yang muncul dan orang-orang yang mencari member segitu giatnya? πŸ€”

    Btw, aku juga belum pernah nonton Save Me, kak. Tapi, aku pernah dengar sih judulnya ini yang sepertinya sering disebut-sebut wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebetulnya, dicegat di jalan saja hitungannya sudah agak memaksa, ya 🀣 makanya kesal banget waktu ada yang nekat masuk ke rumah πŸ™ˆ salah kakak juga kenapa dibuka, itupun nggak kakak ijinkan masuk tapi orangnya masuk sendiri ke dalam sebelum kakak bisa berkata apa-apa πŸ˜‚ thank God, kakak bergerak cepat, langsung kontak si kesayangan untuk handle, sebab kakak nggak akan bisa dengan mudah menyuruhnya ke luar. Terlebih, saat itu, kakak masih baru banget stay di apart Korea, biasanya sebelum settle down, always di hotel dan nggak pernah mengalami kejadian serupa πŸ˜‘ hahahahaha. What an experience banget pokoknyaaaah 🀣

      Kalau dari drama SAVE ME, dan dari penuturan si kesayangan plus hasil baca-baca, kebanyakan segitu niat cari member karena uang. Semakin banyak member, semakin banyak yang percaya kalau sekte ini bisa memberi mereka kebahagiaan, kesehatan dan lainnya, dan orang-orang yang percaya ini rela memberikan hartanya, uangnya, sampai alihkan status kepemilikan tanah, bangunan dan lain sebagainya 😡

      SAVE ME ini drama tahun 2017 kalau nggak salah 😁 yang main Seo Ye Ji, 2PM Ok Taecyeon, dan beberapa pemain famous lainnya yang kakak nggak hapal πŸ˜‚ kalau mau menonton, be ware sama bedak leader-nya yang keputihan dan genggeus untuk dilihat πŸ™ˆ

      Delete
    2. Betul, dicegat di jalan aja udah memaksa dan ini sampai masuk ke rumah orang, sangat menyeramkan πŸ˜‚
      Thank God akhirnya si cewek langsung keluar setelah oppa ancam lewat telfon ya 🀭

      Aahh, aku baru tahu ternyata alasannya begitu. Pantas gencar banget menciptakan banyak sekte-sekte baru, kalau tujuannya uang sih pasti bakal banyak yang bikin seperti ini πŸ˜‚

      Btw, aku jadi ingin nonton Save Me juga karena pemainnya aku tahu semua 😝
      Padahal Because This is My First Life belum kelar nonton nih πŸ˜‚
      Oke, well noted tentang bedak leader yang bakal bikin gregetan itu huahahaha. Thank you kak Eno πŸ€—

      Delete
    3. Iya Lia, so far yang kakak tau, tujuannya uang, buat kumpulkan uang pengikutnya. Entahlah, kakak nggak pernah interest untuk cari tau banyak sebetulnya. Sama-sama respect saja asal nggak mengganggu satu sama lainnya. Meski kakak sempat merasa terganggu seperti pengalaman yang kakak ceritakan di atas 😁

      Wah Lia menonton Because This is My First Life? Haha. Semoga suka, pergumulan batin yang dirasakan mereka mirip-mirip sama kisah banyak orang soalnya πŸ˜‚

      Delete
  5. Meski banyak liat dalam adegan film maupun serial, saya ngga pernah benar-benar liat ada sekte di dunia nyata. Atau setidaknya, saya dengarpun tidak. Kebanyakan hal mistis yang saya dengar itu hantu, dukun, maupun barang sakral.

    Untuk jawaban kesayangannya, lagi-lagi out of the box. Saya kira, mau dijelaskan bahwa mungkin saking tegangnya mereka ngga sempat silent vibration. Ha ha ha.

    Untuk pertama kalinya, baca tulisan kak Eno yang bahas film/drama. Noted dulu lah. Kak Eno, mungkin bisa coba drama When the Camellia Blooms.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau lihat langsung kegiatannya, saya juga nggak pernah mas πŸ˜‚ hanya lihat anggotanya yang menawarkan di luar area ~ mungkin kalau ada yang berminat ikut baru diajak ke tempat mereka hehehehe. Kemarin itu awal-awal Corona, salah satu sekte di Korea sempat buat Korea jadi meroket angka positif-nya. Dan sekte ini lumayan banyak dihujat sama warga negara Korea, karena ulah membernya yang disebut super spreader sama mereka. Dari situ, ada banyak video beredar mengenai kegiatan sekte dan ternyata anggotanya buanyaaaaakkkkk πŸ™ˆ

      To be honest, karena Korea menganut sistem freedom of religion, jadi kebebasan beragama diperbolehkan di sana, even nggak memeluk agama pun nggak masalah ~ cuma yang agak buat nggak nyaman kalau mereka mulai mencegat atau memaksa orang ikut menjadi member mereka. Hehehehehe. Intinya, sama-sama freedom saja lah, kalau yang ditawarkan menolak, sebisa mungkin jangan mepaksa 😁

      Wahahahaha, maunya juga begitu, karena terlalu tegang jadi nggak bisa silent, cuma masalahnya, diceritanya kan mereka punya rencana untuk membantu si Sang Mi kabur dari sana. Seharusnya dalam rencana tersebut, mereka harus tau kalau silent handphone merupakan sebuah keharusan 🀣 tapi memang yang dibilang si kesayangan ada benarnya. Nama pun drama, kalau nggak buat tegang nanti nggak ada penontonnya hahahahahaha πŸ˜‚

      Saya sudah menonton Camellia Blooms, mas 😁

      Delete
    2. Saya mengharapkan ada kebebasan itu juga di Indonesia. Paling tidak, ada sebuah keadaan untuk tidak menilai orang hanya karena SARA. Tapi, pasti akan ada momen dimana ada oknum yang seperti itu, memaksa untuk mengikuti ajaran tertentu. Yang menurut kepercayaan saya: "untukmu agamamu, untukku agamaku"

      Saya mau dengar pendapat kak Eno tentang Camellia Blooms. Apakah kak Eno pernah ke Yongsan?

      Delete
    3. Semoga pelan-pelan, generasi berikutnya mulai bisa lebih terbuka dan nggak SARA kepada sesama rakyat Indonesia maupun pada siapapun penduduk dunia 😁 dan persoalan agama memang sebaiknya nggak dipaksakan, karena itu urusan personal. Dipilih harus berdasarkan keyakinan πŸ’•

      Saya nggak pernah ke Yongsan, mas πŸ˜‚ pendapat apa nih yang mau mas Rahul dengar? Kalau soal dramanya, menurut saya bagus, meski kurang buat deg-degan kalau di-compare sama SAVE ME. Sebab di drama Camellia Blooms masih banyak adegan manis between couple-nya 😁 while di drama SAVE ME, nggak ada cinta-cintaan kecuali hasrat leader-nya yang sudah bangkotan dan ingin menikahi Sang Mi yang masih muda ~ yang ada bukannya hati bergetar karena so sweet, tapi bergetar karena marah mau getok leader-nya biar cepat sadar 🀣

      Delete
    4. Aamiin

      ---

      Atau mungkin pertanyaannya saya ubah. Salah satu drama favorit kak Eno apa? Apakah Camellia Blooms masuk favorit kak Eno. Karena jujur, saya cukup senang dengan Camellia Blooms.

      Delete
    5. Hmmm kalau drama favorit tergantung genrenya ~ hehe. Drama soal hidup yang santai ceritanya dan bisa relate sama banyak orang -- Because This is my First Life 😁 drama yang ditonton untuk bahan ketawa -- Waikiki 🀣 kalau drama thriller -- Stranger, Save Me, Nobody Knows, dan banyak lagi hahahaha. Drama intrik pasangan dan pertemanan mirip-mirip sama The World of Married Couple itu -- Graceful Friends dan VIP 🀭 drama keluarga -- Reply series okay juga πŸ’•

      Saya suka menonton drama, meski kalau di-compare sama para fans berat, mungkin jumlah drama yang saya tonton nggak banyak πŸ™ˆ however, saya suka menonton drama karena itu salah satu bentuk quality time saya sama pasangan ~ hehehe. Kami hobi cari drama baru yang seru untuk ditonton berdua πŸ˜‚ selain itu, kami hobi menonton show, seperti Running Man, ini lumayan jadi penghibur dikala stres sama pekerjaan. Sebab, show ini selalu berhasil buat saya dan pasangan ketawa 🀣 mungkin mas Rahul bisa coba kalau butuh bahan ketawa setelah pusing dengan tugas, tonton dari episode pertama hehe meski jadul banget episode pertamanya, tapi lebih seru kalau tau karakternya dari awal 😁 hehehehehe.

      Delete
    6. Siap kak Eno. Noted. Saya lagi nyari-nyari lagi pasca-Camelia Blooms. Saya pun juga masih kalah banyak dari yang lain. Tapi kan bukan seberapa banyak. Tapi seberapa besar valuenya. Selagi menarik untuk saya, tidak peduli sih kalo kata orang B aja.

      Astaga, teman-teman saya yang gemar drakor cukup sering nonton Running Man. Meski awalnya saya kira drama action atau thriller.

      Delete
    7. Betul, memang bukan soal seberapa banyak, tapi soal ilmu dan value dari cerita yang bisa didapat 😁 biar waktu 16 jam ++ yang digunakan bisa sedikit bermanfaat hahahahaha 🀣

      *Guayaaaaaa* 😝

      Running Man itu variety show, bukan drama hehehe. Jadi isinya games yang dilakukan oleh membernya. Saya pun belum begitu lama menontonnya πŸ˜‚ karena lucu dan sakses membuat saya ketawa sampai terbahak-bahak, alhasil saya tonton dari episode pertama. Sebab ada proses development characters di sana 😁 coba saja ditonton episode pertamanya mas, siapa tau suka 🀭

      Delete
    8. Value bisa juga berupa me time yang berkualitas. Saya tidak pernah menuntut macam-macam dengan film atau buku yang saya baca. Kalau bisa buat saya excited saja, sudah cukup

      Saya abis nonton eps 1 Save Me. Menarik untuk diikuti. Saya jadi punya tontonan baru. Thx kak Eno.

      Kalau untuk Running Man, nanti setelah ini saya coba.

      Delete
    9. Setuju 😁 tinggal bagaimana value personal yang dipunya, hehehehehe. Semoga bisa selesaikan dramanya, mas πŸ™ˆ

      Semangat! 🀣

      Delete
  6. Itu serem banget yang sekte-sekte sampe maksa gabungnya terlalu niat, ngikutin ke apart dan datengin satu-satu. Kayaknya di Korea emang banyak banget yang sekte-sekte yang gencar nyari pengikut baru. Kayaknya beberapa drama korea juga ada tuh yang angkat tentang ini.

    Btw, itu menarik banget fitur hp nya ga bisa di silent mode kameranya. Bagus sih supaya gak sembarangan ambil foto orang. Sepertinya Indonesia butuh deh, banyak banget tuh yang suka foto-foto dan ngerekamin orang yang gak kenal trus di share di medsos... kadang kasian liatnya. Ga tau apa-apa jadi terkenal di medsos karena hasil jepretan orang. Apalagi gak yang aneh-aneh doang yang kena, orang yang dikira cakep atau cantik juga suka jadi korbannya :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, yang di apart itu agak creepy karena cewek itu betul-betul random pencet bel, semacam lucky-lucky-an, kalau ada yang buka dia masuk, kalau nggak ada yang buka, dia pindah unit lainnya πŸ₯΄ hehehehe. Betul mba Tika, di Korea lumayan gencar, mungkin karena banyak yang nggak peluk agama.

      Salah satu alasan hape di Korea nggak punya fitur silent juga karena kita nggak boleh sembarangan jepret orang, kecuali nggak sengaja. Tapi dibanyak kasus, ada memang yang iseng atau nekat foto orang entah karena alasan ganteng, cantik, atau justru alasan seksual seperti yang ditakuti kebanyakan orang πŸ™„ dan betul banget, di Indonesia, gampang sekali sepertinya membuat seseorang viral, ada yang jatuh divideokan, ada yang kenapa-napa divideokan, while di Korea, terpaling sering biasanya video lebih ke arah crime yang disebar luaskan. Semoga, kita bisa lebih bijak dalam menggunakan ponsel kita, karena nggak semua orang suka masuk ke 'frame' 😁

      Delete
  7. Eno, gua kayaknya tahu itu jemaah apa? Itu dimana-mana. Sayapun juga sering, pas di Melboure rumah malah sering didatangi beberapa jenis jemaat yang coba menawarkan kepeercayaannya. Kalau ditawarrkan sih gpp, cuma saya kurang sreg kalau sampai main ke rumah, menurutku itu sudah masuk wilayah pribadi. Makanya mereka senyum ramah pun tak kubiarkan masuk rumah hahahaha. Mereka malah coba mendebat kepercayaan saya. Pertama saya ga kenal anda, dan kedua saya sedang tidak mood untuk berdebat hahaha.

    Eh btw itu pas di telepon, pasangan Eno bilang apa ke si mbaknya sampai dia kabur gitu? Penasaran.

    Kalau serial thriller, Eno bisa nonton bareng istri saya, dia suka banget sama thriller. Malah kemarin kami sempat berdebat karena dia nonton di Netflix yang kisah Ted Bundy. Menurut dia menarik, menurut saya depressing wakakakak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Agree mas, kalau sudah masuk ke rumah rasanya creepy dan nggak wajar. Terlalu niat dan kelewat batas menurut saya πŸ˜… hehehehe. Tapi memang harus niat kali, ya. Kalau nggak niat nanti nggak dapat member soalnya πŸ˜‚ dari kejadian waktu itu pun saya sudah tau bagaimana harus bersikap setiap kali bertemu mereka, baik di jalan maupun di rumah. Untungnya sudah nggak pernah ada yang ke rumah πŸ™ˆ

      Si kesayangan intinya bilang seperti yang saya tulis di atas, mas 🀣 kalau cewek itu nggak mau ke luar dari rumah, si kesayangan akan report ke polisi, atau si kesayangan yang akan pulang ke rumah untuk menyeret cewek itu ke luar. Begitu kurang lebihnya πŸ™ˆ hehehehe. Mungkin karena suara si kesayangan agak berat, jadi seram kalau didengar saat bicara pakai bahasa Korea πŸ˜‚

      Wah Ted Bunny saya belum menonton, jadi penasaran cerita soal apa πŸ˜† saya suka thriller tapi nggak suka horror, padahal dulu waktu kecil saya suka horror haha. Cuma saya kesal, selama puluhan tahun semenjak menonton Suzana, sampai detik ini, saya masih hapal ceritanya bagaimana hahahaha. Sejak saat itu saya nggak mau lihat horror, takut kepikiran sampai tua 🀣

      Delete
    2. Ted Bundy mba Eno, bukan Bunny, hehehe. Cobain nonton deh, saya dulu obsess sama kasusnya, eh tiba-tiba Netflix ngeluarin filmnya, seneeengnyaa,haha.

      Film dokumenter gitu mbaa, untuk pengingat kematiannya sebagai predator seksual dan serial killer yang berbahaya yang pernah di Amerika, jadi Netflix nanyangin filmnya deh.

      Delete
    3. Wahahaha saya salah tulis rupanya πŸ™ˆ coba nanti saya ceki-ceki di Netflix, yaaaa 😍 semoga nggak terlalu depressing seperti kata mas Cipu hahahahaha πŸ˜‚ thank you, mba πŸ’•

      Delete
  8. Mba Eno saya baca ini sambil makan-makanan pedas, keringetan, jadi thriller-nya dapat, hahaha.

    Ngomongin film thriller, high five mba, kita sama. Saya juga suka film thriller, asal jangan thriller horror yang ada setannya aja, soalnya saya suka parno ke kamar mandi kalau nonton sehabis nonton begituan.

    Sayangnya, saya belum pernah nonton thriller Asia punya, selalunya western. Film thriller memang memacu adrenaline, haha. Saya suka perasaan dag-dig-dug waktu nontonnya.

    Saya juga baru tahu mba, kalau Korea punya sekte-sekte gitu, karena lagi-lagi saya tahunya itu kebanyakan di Barat, kalau Indonesia sendiri pasti sektenya malah ke santet, dukun, atau dark magic gitu-gituan, setahu saya hehe.

    Rada serem juga si mba, pengalaman mba, sampai segitunya mau mencari pengikut, saya juga baru tahu kalau mereka nyodorin brochure yang begituan, lagi-lagi setahu saya, Korea dan Jepang emang terkenal sama brochure-nya, tapi yang makanan cepat saji. Thanks, berkat mba Eno saya jadi tahu bahwa yang diiklanin bukan cuma product makanan, tapi juga agama.

    Betewe, waktu mba Eno bilang selalu kesel pas scene bapaknya di film SAVE ME, saya ketawa karena lansung relate sama ekspresi mamak Indonesia kalau nonton sinetron tapi mereka greget sama tokoh antagonisnya, atau sama tokoh protagonist- nya yang terlalu lembek, πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Terakhir mba Eno bingung sama kesimpulan post ini apa, haha. IMHO kesimpulan post ini adalah review sambil curhat, atau curhat sambil review, mba Eno yang pilih.hehe.

    Oh, ya masalah, shutter silent, itu simple tapi keren sih menurut saya mba, segitunya pemerintah mau memperhatikan tentang pelecehan seksual di negaranya, berbeda banget sama kita, yang sedih sih kalau dipikir-pikir. Apalagi di KRL atau MRT itu yang paling rentan sih, karena kayaknya pelecehan seksual di ruang publik paling rentan itu ya di transportasi umum.

    Eniwe, makasi mba Eno uda mau berbagi pengalaman thriller-nya hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. SAMAAAAAAA mba! Saya juga nggak berani kalau thriller horor, yang ada jadi kebayang-bayang terus seramnya πŸ˜‚

      Eniho, saya kebalikan mba Sovia, lebih sering lihat thriller Asia daripada Western, sebab yang western lebih ganas entah kenapa rasanya lebih kejam saja untuk saya πŸ™ˆ

      Di Korea ada banyak sekte mba, tapi kebanyakan memang menyembunyikan diri gitu katanya. Entah deh jelasnya bagaimana hehehehehe. Saya nggak cari tau banyak 😁 dan soal brosur, hati-hati saja pokoknya kalau ada yang cegat di tengah jalan sambil bicara ini itu, better nggak usah diterima. Soalnya kalau cuma kasih brosur makanan biasanya nggak akan jelaskan panjang lebar jualannya 🀣

      Soal bapaknya Sang Mi memang buat saya kesal mba hahahahahahahahaha. Kesalnya tuh sampai naik darah. Heran banget sama kelakukannya πŸ˜… punya anak bukannya dijaga, justru dijerumuskan dalam lubang πŸ˜‚

      Di Korea karena kasus pelecehan seksual ada banyak, jadinya diantisipasi dengan fitur silent-nya dihilangkan. Meski begitu, tetap saja ada yang kecolongan, however much better daripada fitur silent tetap ada πŸ™„ seenggaknya usaha mereka patut diacungi jempol haha. Sama-sama mba Sovia, terima kasih sudah bacaaaa 😍

      Delete
  9. mbak eno aku OOT ya
    jadi penasaran lagi sama sekte sekte di korea
    apa memang seekstrem gitu ya
    soalnya yg kubaca terutama mengenai covid-19 kan sekte itu jadi kluster penyerbarannya ya dan mereka kekeuh engga mau dites atau dilakukan tracing (imho ini yg kubaca berita)

    aku penasaran aja si soalnya baca cerita mbak eno kok lebih berani yang daripada di sini hehe
    walau sektenya kemungkinan sama dengan yang di sini

    silent shutter emang simalakama
    kalau pakai buat yg memang niat foto kok ngeganggu ya
    tapi kalo memang buat tindak kejahatan rasanya ya harus dihilangkan si

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kurang lebih sama seperti yang didrama mas, memang agak ekstrim menurut saya dan kebanyakan relasi saya πŸ™ˆ kalau soal super spreader Covid-19 di Korea itu memang salah satunya dari sekte yang ada di Daegu mas, dan awalnya mereka nggak mau di-test, namun setelah semakin banyak yang tertular, mereka pelan-pelan ke luar dan mau menjalani test serta karantina apabila dinyatakan positif oleh hospital ~ πŸ˜… hehehehehe.

      Saya nggak tau sektenya sama apa nggak dengan yang menawari saya dulu, soalnya saya nggak lihat, tapi bisa jadi beda, sebab sekte di Korea ada banyak 😬 tapi kalau soal berani, memang rata-rata berani dan agresif orangnya. Sering kejadian ada yang dicegat di jalan untuk ditawari brosur dan agama, even kenalan saya yang jelas-jelas pakai hijab ditawari juga πŸ˜‚ entah maksudnya apa.

      Iya tuh silent shutter agak menyebalkan pada awalnya, however sekarang sudah terbiasa 🀣 semisal ditempat ramai nggak masalah, paling kalau foto di tempat sepi seperti museum atau cafe, saya pilih mirrorless saja πŸ˜†

      Delete
  10. soal hp yang gak silent shutter, aku setuju kalo tujuan buat mengurangi pelecehan sexual mba. dan kayanya masyarakat korea mah udah gak mempermasalahkan soal bunyi cekrek ato gak yang penting aman.

    kalo di kita, gak balakalan laku hp nya. tapi ide hp iphone korea itu, sebetulnya bagus ya kak. bisa di adopsi. termasuk orang yang ambil foto kita tanpa izin.

    btw soal selembaran dan maksa kakak buat join, iiihh aku ngeri kebayanginnya. apalagi di negeri orang. pasti takut. emang tujuannya ngerekrut orang banyak biar masuk sekte dia buat apa sih kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba, hehehe, saya awalnya saja nggak nyaman, sekarang sudah terbiasa, tapi tetap kalau di Indonesia dan negara lain yang nggak punya pemahaman mengenai silent shutter, saya memilih nggak ambil foto daripada dikira bagaimana-bagaimana hahahahahaha 🀣

      Tujuannya uang kalau dari yang saya pernah baca dan dengar, semakin banyak yang join, maka akan semakin banyak member yang kemungkinan besar rela memberikan uang dan harganya. Seperti drama SAVE ME di atas pun, dijelaskan mengenai uang. Karena leader-nya semakin kaya, banyak member mengalihkan kepemilikan tanah dan bangunannya pada sekte mereka ~

      Delete
  11. wooow kayanya menariikkk filmnyaa.. Kapan-kapan cari ah..Cuma sekarang lagi nonton dorama Jepang duluu eheheh ceritanya skalian latihan denger bahasa Jepang gitu 😁

    Aku sempet lihat sekilas di drama Korea tentang orang dari sekte gituu kasih-kasih brosur dan mulai nyerocos soal sektenya sama si pemeran utama wanita. Terus pemeran utama wanita langsung ditarik dari situ supaya ga ketangkep sama sekte hahaa Dari situ aku agak bingung saat nonton, kukira kaya orang marketing yang lagi nawarin produk, eh pas baca cerita kak Eno, aku jadi lebih tergambar kalau sekte di sana ekstrem beneerr.

    Eh tapi di Indonesia juga ada kok yang datengin ke rumah satu-satu dan menawarkan agamanya. Kalau si empunya rumah ramah dan mau nerima serta agak plin plan dalam keyakinannya apa, pasti akan sering dikontak dan didatengin sama si anggota sekte sampai akhirnya orang tersebut masuk ke sektenya. Kalau di sana kan maksa ya, di sini tuh pinter gituu, lebih ramah, ga tralu agresif, jadinya tu kalau yang lemah iman, bisa ketangkep gituuu

    Iyes betuull di Jepang semua hp nya ada suara cekreknyaaa. Pas aku lagi jalan-jalan di museum, rame bener suara cekra-cekrek hp hahaha Eh ternyata di Korea juga sama ya ada suaranya. Buat kita yang terbiasa pakai hp dengan suara kamera yang silent sih risih memang. Tapi kayanya warga sana tuh ya biasaaa. Cuma memang untuk di Jepang setauku tuh ga boleh sembarangan ambil foto. Bisa kena pidana bahkaan. Soalnya privasi di Jepang sungguh dijunjung tinggi. Makanya tuh silent shutter harus ada.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kapan-kapan coba tonton kalau sempat, mba 😁

      Nah mungkin di-drama tersebut, tokoh utamanya lagi ditawarkan sekte hehehe, kalau cuma ditawarkan brosur makanan nggak akan sampai ditarik soalnya πŸ˜‚ dan betul kata mba Frisca, hal ini ada di mana-mana, di Indonesia pun ada tapi sepertinya meski ada yang sampai datang ke rumah-rumah, tingkat agresifnya belum separah Korea πŸ™ˆ semoga ke depannya, bisa lebih aware dan nggak saling memaksakan keyakinan ~

      Kalau orang Korea sama Jepang sepertinya sudah terbiasa dengan suara cekrak-cekrek mba jadi mereka nggak begitu risih kecuali di tempat yang nggak wajar 😁 dan saya pun nggak merasa risih mau foto-foto makanan kalau lagi di Korea atau Jepang, however, di Indonesia, atau negara lainnya, risihnya masih berasa karena setiap ada suara cekrek, pasti ada yang menengok hahaha 🀣

      Delete
    2. Iya di drama tersebut lagi ditawarin sekte hahaha

      Iyaa semoga saja ke depannya ga sampai maksain keyakinan begitu ya. Kan serem jugaa ampe uda masuk terus ga bisa keluar...kaya dikurung yak

      Iya di Indonesia masih risih pasti. Kalau ada cekrek-cekrek pasti nengok deh...Terus bilang dalam hati, apaan sih, ga bisa disilent apa..wkwkwk

      Delete
    3. Kalau yang di-drama memang dikurung mba Frisca, kasihan pokoknya huhu 😒 mana lokasi sektenya di pegunungan, jadi mau turun ke kota sangat susah tsk tsk tsk πŸ™„

      Wahahaha naituuu maksud saya, sering banget kan di Indo kena lirik setiap ada bunyi cekrek, takut dikira norak 🀣

      Delete
    4. wah itu susah bener sih kalo di gunuung
      mao minta tolong sama siapa coba yaa

      iyaaa kena lirik kalo ada cekrek2 hihihi

      Delete
    5. Susah mba nggak bisa minta tolong, itu saja si tokoh utamanya baru bisa minta tolong ke temannya karena nggak sengaja pas-pasan saat lagi ke kota. Dan kebetulan temannya bisa baca ucapan yang diucap pelan-pelan oleh si tokoh utama πŸ™ˆ

      Delete
    6. pas nonton adegan itu aku kebanyang banget gregetannya! Dalam hati bilang "Ayolaah sadaarrr. bantuin diaaaa" hahaha

      Delete
    7. Hahahaha iya, deg-degan dan gregetan 🀣

      Delete
  12. Waah, drama ini mengingatkanku sama film Intruder yang ternyata plot twistnya juga tentang jebakan masuk sekte😁. Tapi tentang drama Save Me ini baru denger, hehe jadi pengen nonton jugaak, penasaran sama endingnya gimana kak EnoπŸ€”. Btw dibanding bingung sama kesimpulan dari postingan ini, aku malah tertarik sama foto di setiap postingan kak Eno yang eye catching dan lucuuuuuk, penasaran itu editnya pake aplikasi apa kak weheheheπŸ˜‚

    Eh iya, tapi sebetulnya mengenai informasi fitur silent shutter di IPhone Korea sama Jepang yg dihilangkan ini aku baru tau sih kakk, mungkin karena dua negara ini—seperti yg dijelaskan kak Eno di Korea sana—adalah salah dua negara yang lumayan tinggi isu pelecehan seksualnya yaπŸ€”. Kukira semua produksi IPhone di tiap negara itu sama, mungkin ada yg memang beda di beberapa sistem, tapi gak kepikiran soal silent shutter untuk kameraπŸ˜‚.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mirip intruder, harus hati-hati makanya kalau ketemu orang baru hahahaha. Kita nggak akan pernah tau akan dibawa ke mana hidup kita. Jadi harus stay waspada 😁

      Ending dari dramanya sudah pasti bebas ~ hahahaha. Happy ending istilah kata. However, proses untuk sampai tahap happy ending tersebut yang seru untuk disimak πŸ˜‚ hehehe. Untuk edit foto, kakak biasa pakai Lightroom, Awl πŸ˜† mungkin bisa Awl coba ~

      Betul, di Korea dan Jepang, issue pelecehan seksual sepertinya lumayan banyak, alhasil, pemerintah berusaha mencegahnya untuk menjaga warganya. Mungkin karena warganya juga concern terhadap pelecehan. Jadi saling dukung satu sama lainnya 😁 hehehehe.

      Delete
  13. aku mulai teracuni nonton drama ini kayaknya hehe..
    penasaran sama drama save me. Setelah nonton dramanya mungkin bisa membayangkan gambaran sekte yang ada disana ya mbak. Ngeri juga kalo agresif gitu, yang nawarin pake cara halus aja kadang bikin risih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Anggun, coba ditonton untuk gambaran lebih jelas 😁 tapi kita nggak akan tau aslinya bagaimana, so anggap saja bentuk pembelajaran agar kita lebih careful ke depannya πŸ˜‰

      Delete
  14. Waoo Eno, bikin racun nih.
    saya itu kalau soal tontonan mdah teracuni, asal jangan drakor sih, soalnya panjang :D

    Tapi ya, ada yang aneh dengan saya akhir-akhir ini.
    Saya tuh sejak kecil suka nonton, dan film action Hollywood itu adalah film kesukaan saya.
    Kalau thriller memang nggak kuat liat darah atau semacamnya, jadi kalau mau nonton kudu ada temennya, saya nontonin wajah temen saya, sambil nanya, dia ngapain? mati nggak? tadi diapain? hahahaha.

    Nah tapi sekarang, saking saya jarang nonton kali ya, kalau nonton, film drama terooossss.
    Jadinya nonton action pun saya sesak nafas jadinya hahahaha.
    Lalu saya bingung, pengen nonton film ini, tapi kok ya takutnya nggak kuat.

    Sama film yang direview si Mbul tuh, saya terbayang-bayang, yang film Korea Thriller juga, yang seorang istri selalu ditindas ama suami dan keluarga suaminya, akhirnya dia bunuh semua keluarga suaminya itu.
    Pengen nonton, tapi kok ya sadis *labilll hahahaha

    Oh ya, mengenai sekte itu, kok rekrutnya lebih agresif dari sales ya? :D
    Sampai nekat masuk gitu.

    Dalam dunia marketing memang harus berani ya, tapi kalau sampai masuk rumah gitu, minta digebukin keknya :D

    Btw saya baca pengalaman Eno kok berasa nonton film thriller ya, nggak kebayang kalau saya seperti itu, yang ada saya udah jerit-jerit ketakutan :D
    Dulu pernah loh ada sales jualan sebuah produk, waktu itu saya baru buang sampah kayaknya di depan, pagarnya saya buka, abis itu saya simpan dulu keranjangnya di belakang, maksudnya setelahnya baru tutup pagar, eh tiba-tiba langsung ada sales dong 2 orang, laki pula di depan pintu, bahkan udah mau masuk.

    Kagak tahu tata krama banget.
    Saya ngamuk lah, apalagi saya kan nggak berjilbab, pake rok pendek pulak.

    Selain itu, saya takut kalau mereka rampok huhuhu.

    Oh ya, lucu juga sih mengapa film Korea kok ya nggak silent hape, sementara setahu saya, hampir di semua drama Korea itu, hapenya di silent, hanya pakai getar.
    Sampai saya juga ikutan kayak gitu :D

    Tapi kalau kameranya bener juga sih.
    Saya tuh sering banget ambil gambar di keramaian, pura-puranya selfie, padahal ambil gambarnya orang wakakakaka.
    Sebenarnya kalau pakai suara juga bisa sih, asal pakai taktik, pura-pura selfie (ngajarin jahaatt hahahahah)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya pun nggak berani menonton dramanya sendirian mba, karena ceritanya dark, jadi lebih enak ditonton sama pasangan atau teman dan keluarga agar bisa tutup mata terus tanya, "Eh tadi kenapa tokohnya?" hahahahaahaha 🀣

      Pengalaman saya waktu cewek itu tiba-tiba masuk ke rumah, lebih ke arah bingung, kesal, dan bete, tapi saya berusaha calm down dan bicara baik-baik sama dia. However, karena dia-nya susah diajak bicara alias agak memaksa, baru saya minta kesayangan bicara πŸ˜‚ setelah itu saya nggak mau buka pintu, even saat ada paket, saya akan minta mereka antar ke storage room biar saya ambil di sana paketnya daripada ketemu di depan unit πŸ˜…

      Kalau soal foto, saya nggak bisa pura-pura selfie mba, awkward banget pasti gaya saya hahaahahha πŸ˜† sebab saya nggak terbiasa selfie orangnya ~ tapi saya juga nggak pernah seniat itu ambil gambar orang. Yang membuat saya agak nggak nyaman pada awalnya setiap kali bunyi cekrek itu lebih ke saat mau foto makanan, atau foto di museum, dan tempat-tempat yang agak senyap πŸ™ˆ

      Delete
  15. Film drakkor yang cukup menyedihkan yaa... Yang akhirnya menyebabkan kematian pada sikembar yang bernama Sang Jin karena bunuh diri..😊😊 Meski pernah nonton filmnya tetapi sudah bisa membayangkan dari Sedikit review yang mbak Karrens tulis.😊😊

    Dan kalau masalah Sekte dikorsel...Saya rasa Di indonesia juga banyak sistem seperti itu akhir ini. Sebuah triks yang harus dilakukan seorang sales agar mudah menjual sebuah produk yang ia tawarkan.

    Dan semuanya tinggal bagaimana kita yang menyigapinya. Jika tegas silahkan menolak. Intinya jangan plin-plan.

    Berakhir pada sebuah suara Rana Kamera, Yang katanya cuma Jepang yaa lebih ketat...Betul itu. Tetapi sebenarnya semua negara juga bisa kalau menjiwai ketegasan serta patuh akan aturan...😊😊

    Contoh Indonesia Aturan dibuat ....Yang melanggar yang buat aturan juga..Haaahhhaaa suuueee..🀣🀣🀣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah ternyata di Indonesia banyak, saya belum pernah ketemu kalau di Indonesia, semoga saja nggak ~ dan semoga siapapun itu, nggak memaksakan agamanya 😁

      Dan soal kamera, kalau one day kamera di Indonesia akan dihilangkan silent shutter-nya maka akan jauh lebih baik karena kita semua jadi terbiasa dengan suara shutter kamera which is nggak membuat kita jadi aneh melihat seseorang yang shutter kamera-nya 'bersuara' πŸ˜‚

      Delete
  16. Waduh.. serem banget mbak😱. Sampai berani masuk ke dalam rumah dan nggak mau keluar walaupun udah disuruh keluar. Untung mbak eno nggak diapa-apain. Kalau sampai dihipnotis kan gawat (pikiran saya kebanyakan nonton film😁)

    Saya kira sekte-sekte begitu cuma ada di film dan saya nggak paham sebenernya tujuannya sekte buat apa. Tapi ternyata di dunia nyata beneran ada. Serem juga ya....
    Saya pernah baca juga tuh mbak tentang iphone yang bunyi cekreknya nggak bisa hilang untuk mencegah pelecehan seksual. Bagus juga ya, tapi emang nggak bisa leluasa buat motret😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, untungnya saya terus bicara pakai bahasa Inggris, jadi dia pun kesulitan mau bicara sama saya, mba πŸ˜… hehehe.

      Di dunia nyata ada, dan di Indonesia pun ada kata teman-teman lainnya yang sudah mengalami langsung ~ jadi kita harus lebih hati-hati ya, mba. Tolak baik-baik dan semoga mereka mengerti kalau kita sudah punya keyakinan 😬

      Kalau soal handphone, awalnya nggak leluasa, tapi lama-lama terbiasa hahaha. Cuma memang harus tau tempat 🀭

      Delete
  17. Di Jepang juga suka ada sekte yg dateng ke rumah2 gitu, mba... ga cuma itu, kalau tahun baru, orang-orang Jepang kan pada ke kuil tuh, mereka nyebarin agamanya di depan kuil dong, pake toa gitu pula πŸ˜‚

    Kalau soal HP, entah sejak iOS berapa, yg kameranya ada fitur Live-nya, bunyi shutter di fitur Live lumayan ga se”norak” bunyi cekrek biasanya. Ttp kedengeran tapi ga “ngeselin” bunyinya πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah mba Hicha sudah pernah didatangi juga rumahnya, kah? Agak seram yaaah. By the way, itu yang sebarkan agama di depan kuil apakah menyebarkan agama kuil-nya atau sebarkan agama lain? Kok sepertinya nggak sopan sebar agama di depan tempat ibadah agama lain πŸ˜…

      Sebetulnya hape saya ada fitur LIVE juga mba dan memang bunyi shutter-nya redam, tapi foto pakai fitur LIVE itu nggak sebagus foto biasa sebab entah kenapa fotonya berasa goyang. Jadi kurang afdol hahaha 🀣

      Delete
    2. Nyebarin agama yang beda dengan kuilnya, mba... 🀦‍♀️πŸ˜‚

      Saya juga mikir gitu, ga sopan banget ya... tapi yang megang toa kayaknya yg penting biar ada kerjaan aja. Dia diem aja ga ngapa2in, cuma megang rekaman pake toa πŸ˜‚

      Wah, iya ya mba? Saya kalau bukan pas pengen pake depth effect yg bunyinya “membahana” itu, selalu pakai Live karena bisa diedit2 juga IMO 😁

      Delete
    3. Wadawwww parah hahaha, masa sebarkan agama lain di depan tempat ibadah orang πŸ™ˆ nggak disuruh pergi kah sama penjaga kuilnya? Ada-ada saja ya, mba 🀣 hahaha.

      Iya kalau saya nggak begitu suka pakai live mba, karena prefer foto yang stabil dan entah kenapa kalau pakai live sering blur, mungkin saya-nya yang nggak jago pakainya πŸ˜‚

      Delete
  18. menakutkan juga tau tau ada orang nyelinap sampe seniat itu ke apartemen orang, dan sepertinya dia random aja mungkin ngetuk pintu apartemen mbak tamara alias mbak creameno :D ini
    seandainya rumahku yang dimasuki orang ga dikenal kayak gitu otomatis takut sendiri juga, bisa bisa ntar disekap atau apa, duh aku kebanyakan nonton berita kriminal hahahha

    ahh iya mbak, iphone aku juga ga bisa disilent untuk kameranya, awal awal dulu risih gitu, mau ambil foto diam diam ehh bunyi, ga enak juga, tapi pas coba cari tau kenapa ga ada fitur silentnya, bener yang dibilang sama kesayangan mbaknya, itu untuk privacy orang lain juga, kebijakan apple nya seperti itu
    aku nonton film thriller sendirian kayaknya ga berani hahaha, daripada jantungan sendiri mending ajak temen barengan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, dia random ketuk pintu saya, dan kebetulan saya buka πŸ˜‚ pelajaran untuk saya agar bisa lebih hati-hati ke depannya, karena pengalaman itu lumayan menyebalkan πŸ™ˆ

      Eniho, kebijakan ini bagus menurut saya, jadi bisa bantu antisipasi pelecehan yang mungkin saja terjadi hehe. Dan soal thriller, sama mbaaa, saya pun nggak berani menonton sendirian. Better ajak teman atau keluarga 🀣

      Delete
  19. Aselik, bagian si cewek masuk ke dalam apartemennya Mba Eno itu creepy banget 😭 Aku jadi Mba Eno kayaknya udah nangis di tempat deh karena bingung harus gimana. Tapi untunglah Mba Eno gapapa yaa setelah si kesayangan yang mengancam si cewek πŸ˜‚

    Btw, dulu waktu masih tinggal di Jakarta kebetulan aku sempat tinggal di ruko karena orangtuaku buka restoran. Beberapa kali tempat kami didatangi dari grup sekte gitu. Ciri-cirinya sama, mereka pasti bertiga atau berdua, biasanya wanita dan memberikan brosur juga. Parahnya, ketika sudah dijelaskan bahwa kami udah beragama tertentu, mereka juga maksa untuk baca brosur tersebut dan mencoba untuk mengatakan agama kami itu sesat 😭 Serem banget memang yang kayak gini nih. Betul kata Frisca, sama horornya kalau dikejer-kejer telepon dari telemarketing wkwkwk

    Soal fitur silent shutter di Jepang itu aku juga pernah dengar, Mba. Karena mereka memang menjujung privasi sekali ya. Sampai harus seekstrem itu. Ternyata di Korea pun sama yaa kasusnya.

    Oh ya, aku juga baru ingat, Mba. Waktu aku hamil dulu sempat ikutan kelas yoga di RS Bogor, kebetulan bidan pengajarnya menganut sekte serupa seperti di atas. Ketika pengunjung kelas semua pergi, dia diam-diam kasih brosur dan minta aku baca doa-doanya supaya proses persalinan ku lancar katanya. Padahal dia tau agamaku. Bidannya baik tapi yaa gitu deh, kan aku jadi takut hiksss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya nggak takut waktu kejadian mba, tapi kesal πŸ˜‚ ceweknya masih muda sih dan lebih mungil dari saya (badannya agak lebih pendek) dan dia sendirian plus kelihatan lembut cuma memang keras kepala (nggak mau diminta ke luar), jadi saya nggak merasa takut mungkin karena saya merasa lebih strong πŸ˜… however saya nggak tahan karena dia keras kepala, alhasil saya telepon si kesayangan untuk bicara sama dia agar dia pergi dari rumah πŸ™ˆ

      Woooow mba Jane pernah didatangi rumahnya juga? Sampai tiga orang? Daebakkk. Banyak banget itu 😡 tapi nggak baik memang kalau sampai bilang agama orang lain sesat hanya demi menawarkan agama mereka. Seharusnya bisa saling menghormati keyakinan masing-masing personal. Apalagi kejadian seperti bidan mba Jane waktu hamil, bukannya buat tenang justru buat kawatir dengan kehadirannya πŸ™„

      Sama seperti marketing, menurut saya, menawarkan boleh, tapi kalau ditolak jangan memaksa. Jadi orang pun respect dengan mereka terlepas akan ikut atau nggak. Too bad, kebanyakan di kelapangan lebih suka memaksa dan nggak menghargai keyakinan orang πŸ™ˆ

      Korea sama seperti Jepang soal privacy, mba ~ kasus pelecehan ada banyak sebetulnya, that's why, salah satu antisipasi yang dilakukan adalah dengan menghilangkan silent shutter kamera, which is good 😬 hehehehehe.

      Delete
  20. Dari sinopsisnya yang ditulis sepertinya lumayan bagus juga film drama thriller save me ini bisa membuat jantung berdegup naik turun karena ulah tokoh utamanya.

    Ternyata di Korea para anggota sekte sangat agresif sekali dalam merekrut calon anggotanya dan dilakukan terang-terangan dengan menyodorkan brosur sampai mendatangi ke kediaman.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lumayan buat jantungan, mas πŸ˜‚ hehehe, iya mereka cukup (kalau nggak bisa dibilang sangat) agresif menawarkan πŸ™ˆ

      Delete
  21. Wah serem ya Mba Eno, aku deg2an yang baca sampe dia masuk ke apartemen. Aku soalnya termasuk yang paling skeptis sama orang yg ga dikenal mau coba2 masuk ke rumah. Parno aja takut penjahat. Untung dia takut sama ancaman kesayangan dan langsung pergi. Aku bacanya juga jd lega..

    Tentang kamera hp yg buat foto ga bisa di-mute itu aku kira cuma di Jepang, ternyata di Korea juga ya Mba..

    Btw, film barat juga ada yg tentang sekte, Midsommar. Mirip2 ga ya sama film ini..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba untungnya dia takut dan langsung pergi dari rumah setelahnya ~ jadi pelajaran untuk saya lebih hati-hati ke depannya 😬 eniho, saya belum pernah menonton Midsommar, coba nanti saya baca-baca review-nya mba 😍

      Di Korea sama dengan Jepang soal kamera, mba πŸ™ˆ

      Delete
  22. soal sekte ini, di Berlin juga ada, cuma bukan ke keagamaan, tapi ke ideologi yang agak ngeri karena ngikut ke organisasi N yang terlarang.. πŸ˜–

    soal iPhone, selain Korea dan Jepang, yang shutter kameranya bunyi adalah iPhone dari UAE. seorang teman beli iPhone, dikirim dari UAE karena harganya lebih murah.. tapi ya itu, ternyata kalo motret selalu bunyi.. wkwkwkwk..

    di Jerman, aku sangat berhati-hati kalo motret. soal privasi, di sini sangat dilindungi. bisa-bisa kena kasus kalo ternyata yang dipotret ngga berkenan. jangankan share, ambil foto saja bisa bermasalah. tapi kalo misal di tempat umum, di tempat wisata, yang memang ruang publik, tidak bisa dihindari.

    ada undang-undang yang mengatur soal foto di Jerman https://allaboutberlin.com/guides/photography-laws-germany

    ReplyDelete
    Replies
    1. Organisasi N itu organisasi apa, mas? πŸ˜‚

      Wahahaha ternyata sama UAE juga, awalnya pasti kaget dan sebal yah temannya mas Zam 🀣 saya awalnya merasa demikian hahahahahahaha tapi lama-lama terbiasa 😁

      Sama mas, sebetulnya semakin ke sini saya semakin berhati-hati saat memotret, dan sekali pun harus potret di ruang publik, saya selalu make sure foto yang saya share itu bukan foto yang jelek πŸ˜‚ jadi yang nggak sengaja saya capture, dan ended up saya publish, harus yang terlihat cantik dan tampan πŸ™ˆ hehehe.

      Delete
  23. MLM religi memang banyak yang nekat, karena mereka sudah yakin perbuatannya itu bisa mengantarkan ke surga versi mereka. Tapi, sama polisi ternyata masih takut juga, berarti masih waras, masih bisalah dideradikalisasi... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huhu, surga versi mereka bisa jadi beda dengan kita πŸ™ˆ hehehehehe. Kalau di Korea, karena agama itu bebas, jadi polisi pun nggak mengatur persoalan agama. Selalu memang nggak melakukan tindakan kriminal, mas ~

      Delete
  24. Wah...serem juga ya. Agresif sekali nawarin sekte,lebih agresif dibanding MLM di Indonesia hehe

    Btw, ada benernya juga ya; shutter sound selalu bunyi untuk menjaga privasi orang lain, terlebih di tempat publik ya. Jadi penasaran, kalau ponsel dibuat mode getar atau silent apakah shutter sound tetap masih bunyi?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha analogi yang lucu tapi betul adanya, mas πŸ˜‚

      Kalau ponselnya mode getar / silent, shutter sound tetap bunyi cekrek hahahaha jadi memang silent shutter setting-nya dihilangkan total dari handphone-nya πŸ™ˆ

      Delete
  25. untungnya di tempat gue sekarang enggak ada yang seperti itu

    yang tiba-tiba ngetok pintu dan maksa masuk sih ada.
    tapi setelah liat perawakan gue, sepertinya mikir-mikir lagi :XD

    akan masuk list nonton sepertinya save me ini
    tapi setelah gue menyelesaikan Reply 1988 terlebih dahulu
    ehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memangnya ada apa dengan perawakan mas Fauzi? πŸ˜‚ okay mas, selamat menikmati Reply dan Save Me 😍✌

      Delete
  26. wah soal sekte mah ngeri banget mbak, macam Aum Shinrikyo di Jepang.
    Sekte ini pengin kiamat, trus sekte Branch Davidians di Amerika,
    penginnya sama ma yg di atas. Bikin kekacauan, n beberapa sekte lainnya.
    Duh ngeri, merinding. Manusia2 ini paling nekat..

    Mengenai camera yang gak bisa di silent bagus jg si mbak Eno,
    biar gak sembarangan ngambil poto org, ada tuh yg kalo di ambil
    gambarnya gak suka.

    Tapi, boleh juga tuh pake triknya mbak Rey :)
    pura2 selfi padahal lagi ngambil gambar heheee...

    Mengenai film thriller, aku lumayan sukak jg, asal yang gak
    horor, gak sanggup nontonnya, nakutin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pernah baca soal Aum Shinrikyo, itu sih seram betul, mba πŸ™ˆ hehehehe. Kalau Branch Davidians belum pernah baca ~ nanti saya coba Googling, thank you infonya, mba Ika πŸ’•

      Yeps betul, nggak semua orang suka difoto diam-diam. Yang terkenal pun kadang nggak suka πŸ˜‚ apalagi rakyat jelata πŸ˜† however, kalau foto di-keramaian kadang nggak bisa terelakkan pasti ada orang-orang yang ter-capture di dalamnya, so kita harus makesure kalau foto mereka nggak jelek atau memalukan 😁

      TOOOOSS mba, saya suka thriller tapi takut horror πŸ˜…

      Delete
  27. Bentar2... Ada banyak nih pertanyaan saya mba..

    Ehh ternyata di netflix ada... Makasih mba.. otw nyicil episode. Hehe

    Serius mba? Itu kejadain nyata.. soalnya kan kalau di Indo kalau ada sekte yah pasti bakal ujung2nya berurusan sama polisi. Hehe

    Disana mah bebas yah.?? Masuk kerumah maksa2 lagi.
    Kalau saya semisal lagi liburan ke Korea terus didatengin kaya gitu udh nangis2 kali.. hahaha nggk punya kesayangan juga yg bisa ngusir. Hehe tapi kayanya mereka nggk bakal tertarik sama wisatawan.

    Di Indo yg sering maksa2 cuma jenius. Tapi mereka lebih sopan sih daripada mba2 yg nawarin kosmetik. Itu suka narik2 tangan cowo buat nyobain kosmetik mereka di mall. Biasanya nungguin di jalur ekskalator udh siap2..

    Alasan saya jadi lebih suka lewat tangga darurat dri pada turun pke ekskalator.. wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Netflix ada, mas 😁

      Kalau di Korea, agama itu bebas, jadi nggak akan diurus sama polisi kecuali mereka melakukan fraud atau hal-hal ilegal lainnya ~ hehehehehe. Makanya polisi pun di drama tersebut nggak bisa bantu banyak kecuali ada evidence kalau mereka melakukan sesuatu yang ilegal 😬

      Nah, kalau masuk ke rumah itu sebetulnya sudah tahapan ilegal. Sebab masuk apartment tanpa pass code saja apabila area strict sudah terhitung sebagai kegiatan ilegal πŸ™ˆ makanya agak kaget ketika cewek itu bisa naik ke atas. Sebab, selama ini setau saya, tempat saya tinggal itu security-nya terbilang bagus dan strict plus pintunya always lock. Jadi mungkin saya yang lagi sial πŸ˜…

      Nahiya, salah satu cara paling ampuh untuk reject, bilang saja mas Bayu wisatawan, kalau ditanya negara mana, jawab negaranya yang susah mas (misal Sumatera, Kalimantan, yang panjang sekalian -- mana tau mereka paham Indonesia) πŸ˜‚ sebab beberapa sekte di Korea punya cabang di negara lain, so makesure negara kita bukan cabang dari mereka 😁

      Eniho, saya beberapa kali ditawari Jenius, untungnya nggak memaksa, karena saya selalu jawab, "Sudah punya." πŸ™ˆ hahahaha. Kalau kosmetik biasanya tangan saya langsung menolak tapi untungnya selama ini nggak pernah dipaksa. Apalagi sampai ditunggu di eskalator, wew agresif bangets 🀣

      Delete
  28. cerita tanpa kesimpulan aja tetap asyik untuk dibaca. Apalagi kalau ada kesimpulannya...hahhahaha :D
    tulisan yang bagus mbak eno :D

    ehm, aku mulai dari mana ya..Oyaa, dulu aku pernah hampir masuk dalam sebuah organisasi (kalau sekte terdengar sangat ekstrim) yang sedikit menyimpang. Cuma mengikuti sekali pertemuan. Mereka memulai dengan pertanyaan visiku untuk kedepannya. Kemudian mereka menawarkan solusi-solusi untuk mencapai visiku dan dimulailah dengan brainwash. Dari obrolan diawal sudah mulai curiga dengan gerakan organisasi ini. Walaupun mereka ga menyebutkan nama organisasinya. Aku sadar, dan ketika diajak temanku lagi untuk datang ke sana aku selalu menolaknya. Waktu itu masih zaman awal-awal kuliah.
    Kalau di Korea menyebutkan sekte secara terang-terangan bisa dibilang sangat bebas yaa mbak. di Indonesia hal kayak gini malah kebanyakan adalah gerakan bawah tanah, tersebar ke banyak daerah dan berafiliasi. Memang kadang seru juga mendengarkan tentang sekte dan ajarannya. Hingga aku berpikir dari siapa dan dari mana orang-orang ini mendapatkan ajaran seperti ini. Kalau dipikir-pikir, para pembuat sekte sangat visioner dengan memberikan harapan-harapan kepada para pengikut sekte seperti ini. (bahasan yang cukup berat..hahhahaha :D)

    namanya juga drama, ga lebay yaa ga ada yang nonton..wkwkkwk. benar juga dan aku setuju itu. Kalau ga kebanyakan drama, mungkin sinetron tersanjung dan cinta fitri ga bakal berjilid-jilid...wkwkkwk

    Tentang silent shutter aku juga pernah dengar aturan ini dari temanku yang pernah tinggal di sana. Ya emang untuk privasi dan menghindari pelecehan seksual. Tidak seperti di indonesia yang bisa tanpa bersalah ambil foto orang tanpa minta ijin terlebih dahulu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mas Rivaiiiii πŸ™ˆ

      Oh I see, beberapa teman saya pun pernah ditawari organisasi serupa saat awal-awal masuk kuliah. Hehe. Tapi nggak ada satupun yang ikutan. Sepertinya teman-teman saya pada waktu itu hanya peduli dunia, nggak peduli akhirat πŸ˜‚ makanya nggak ada yang interest hehehehe.

      Iya mas di Korea, ada kebebasan beragama, jadi nggak diatur di dalam UUD seperti di Indonesia. That's why ada banyak sekte di Korea, namun ada banyak pula yang nggak pegang agama. Dan mereka yang ikut sekte ini kalau mau rekrut orang suka terang-terangan, meski banyak pula yang lebih memilih nggak kasih tau kerabat atau orang terdekatnya kalau mereka join sekte begituan.

      Nah soal visioner, setuju banget saya mas, seperti di drama tersebut, kelihatan jelas visionernya, semacam sudah pasti bisa membawa membernya ke surga πŸ™ˆ bayar sekian, nanti bisa begini, bayar sekian bisa begitu, di dramanya ditunjukkan bagaimana alur ceritanya πŸ™„

      Semoga di Indonesia, kita bisa lebih respect privacy tanpa harus dihilangkan silent shutter di kamera kita πŸ’•

      Delete
  29. Miss, pintunya gak pakai rantai cantol? Apalah namanyaπŸ˜‚
    Serem bat ih. Nanti kalo ke korea dapat yg beginian pura-pura tuli gagu aja hahahhaa, kalo masih maksa ngobrol nanti teriak seperti di fil Home Alone 2 di new york pas Kevin ketangkep di depan hotelnya mau ke toko mainan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak pakai, Ran πŸ˜‚

      Iya baiknya pura-pura nggak paham mereka bilang apa dan buru-buru pergi saja daripada diajak bicara banyak ~ hehehe. Semoga nggak perlu sampai teriak πŸ™ˆ seraaam ~

      Delete
  30. Dengan caranya menghargai privasi sedemikian tinggi di HP, tapi kalau nawarin bisa senekat itu, agak gak matching juga ya mbak πŸ˜…

    Serius serem banget sih klo modelan jualannya segitu intensifnya. Biasanya yang model jualannya halusan, aku suka jadi ga enak mau nolak. Nah klo model2 maksa gini, malah enak nolaknya. Ilfil banget soalnya hahaha. Tpi ternyata nolaknya juga susah ya wkwkwk ntar deh tak pikir nolaknya pegimane 🀣

    Tapi ada kasus sampai ke kekerasan gak sih, mbak? Maksudnya gini, itu cewek yg nyelonong masuk aja sudah serem bgt ya, apalagi klo cowok yang masuk?? Ngeri banget kan..

    Ternyata sama aja ya, dimana2 kita emang harus selalu waspada. Karena orang2 itu bisa random bgt kelakuannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Agree! πŸ˜‚ tapi memang nggak ada kaitannya mba that's why nggak matching hahahaha. Sebab privacy hape lebih ke pencegahan pelecehan seksual bukan pencegahan sekte πŸ™ˆ

      Sebetulnya kalau sudah urusan penawaran sekte, mau halus atau kasar, baiknya langsung ditolak mba, takut nanti kena brainwash karena kita awalnya nggak enak πŸ˜… semisal di Korea, lumayan gampang menolaknya saat ketemu di jalan, langsung bicara bahasa Inggris dan angkat tangan kanan (semacam menolak) habis itu pergi tinggalkan lokasinya hehehehehe 😁

      Soal kasus kekerasan belum pernah baca mba, mungkin ada, atau macam brainwash, mba coba lihat film Intruder, itu sedikit banyak bahas Sekte juga, baru tayang 2020 πŸ˜‚ hehehehe. Betul, ada baiknya kita selalu waspada, dan jangan main handphone kalau sedang di jalan πŸ˜†

      Delete
  31. Jadi teringat dulu waktu baru pindah rumah Mba, pagi-pagi pintu depan gak di kunci karena Si Kk baru aja keluar maen ke tetangga. Saat itu saya kan lagi mimik in Si Adek di dalam kamar jadi blom sempet ngunci pintu. Eh tiba-tiba ada yang masuk rumah trus nyelonong masuk kamar juga. Saya kaget karena gak kenal orangnya, meskipun kayaknya pernah liat.

    Cemas juga walo dia sama-sama perempuan. Trus dia bilang, dia mo minjem duet. Aduh padahal waktu itu saya hanya punya dua puluh ribu di dompet. Tapi karena risih, akhirnya saya kasih sepuluh ribu. Akhirnya besok-besok baru ketauan ternyata orang lingkungan sini juga. Dan ternyata dia itu lagi kesusahan karena suaminya marah-marah minta rokok sama kopi tapi gak punya duit. Sayangnya saya tuh suudzon duluan karena caranya yang bikin gak nyaman. Orang-orang sini bilang pada gak mau di utangin lagi sama dia karena pernah bayar (orang susah ngutangnya sama orang susah), makanya ngincer pendatang baru. (saya harap komen ini bukan dikategorikan gosip) πŸ˜‚πŸ˜…

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaaakkkks parah banget sampai masuk kamar 😡 tapi kaget sama alasannya, ternyata mau pinjam uang. Waduh baru awal-awal pindahan langsung begitu, apa mungkin hidupnya sangat sulit ya, mba? Apalagi alasannya karena suaminya marah-marah, bisa jadi ibunya juga terpaksa dan mengubur rasa malunya untuk pinjam ke mba πŸ™ˆ

      Hehehehehe, semoga ibunya diberikan banyak rizki ke depannya agar nggak perlu pinjam lagi, dan semoga mba Rini pun dilimpahkan banyak rizki karena sudah bantu ibunya terlepas apapun keadaan ibunya dan mba πŸ˜πŸ’•

      Delete
  32. Kok sereeem yaaa cara mereka nyebarin sektenyaa.. sampe tailgating segala, trus maksa masuk :o. Yg aku tau kalo di indo pasti secara halus nawarinya. Malah kadang ga sadar kalo sbnrnya yg diajarkan udah menyimpang. Banyaak itu. Temenku ada yg kena . Selintas sih kayak ajaran agama biasa yg kita anut. Tp dibuat menyimpang di beberapa hal, misalnya di terjemahan kitab suci.

    Yg begitu biasanya gampang banget menjebak orang2 yg sedang ada masalah ato memang pada dasarnya lemah pegangannya..

    Mba, td aku cari dramanya di aplikasi drakor.id+ , ada 2 season yaaaa drama save me ini? Jadi penasaraaan :D. Aku mau tonton juga ah. Palagi ttg thriller , aku LBH sukaaaa :D.

    Naaaah aku agak bersyukur sbnrnya kalo kamera buatan indo ada silent Shutter nya :). Kalo aku sih cendrung Krn suka ambil foto makanan saat makan di resto utk bahan blog kan. Rada gimana gitu kalo sampe Shutter ga bisa di silent :p. Apalagi aku tipe yg gampang ga enakan kalo udh menyangkut ambil foto :D.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kalau yang masuk ke rumah itu menurut saya termasuk nekat, tapi saat lihat film Intruder, jadi merasa memang yang begitu nekat ada banyak, jadi kitanya harus waspada, mba. Nah kalau di Indonesia, seperti yang mba Fanny jabarkan, saya pun taunya lebih banyak diam-diam, jadi yang nggak ada sangkut pautnya, ya nggak akan tau, dan memang seperti di drama SAVE ME, ortu tokoh utamanya yang lemah memang akhirnya terjebak πŸ˜•

      Saya justru nggak tau ada 2 season mba, saya menonton yang pemainnya Seo Ye Ji saja soalnya, judulnya SAVE ME nggak ada tambahan angka 2. Keluaran tahun 2017 mba kalau nggak salah πŸ˜† hehehehehehe.

      So do I, bersyukur kamera Indo ada silent shutter-nya, karena saya lumayan sering ambil foto di tempat makan, pun karena di Indonesia rata-rata kalau di tempat umum kan shutter kebanyakan silent, jadi semisal hape saya bunyi sendiri cekreknya berasa nggak enak hahaha 🀣

      Delete
  33. Kalau sekte-sekte itu aku pernah baca di Webtoon Lookism, Mbak. Dan kebetulan webtoon Lookism ini yang buat orang Korea juga. Gak tahunya ternyata di sana fenomena sekte-sekte itu benar-benar ada ya. Hehehe.

    Di sini sebenarnya sekte-sekte yang gak jelas itu pasti ada. Tapi pergerakannya sembunyi-sembunyi jadi yang gak ada hubungan sama mereka kemungkinan besar ya gak tahu menahu tentang sekte itu. πŸ˜„

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betulan ada mba Roem πŸ™ˆ jadi kalau mba Roem nanti ke Korea liburan dan ada yang menawarkan brosur agama, langsung tolak dan kabur saja jangan didengarkan 😁

      Setuju, di Indonesia dan di mana-mana pasti ada, hehe, saya berharap sama-sama respect pada keyakinan personal. Jadi kalau memang ditolak, jangan jadi memaksa 😬

      Delete
  34. Nambah lagi fakta menarik yang baru kutahu tentang korea dari baca blog mb eno. Hahaha seru nemuin ini kalo mampir di mari. Hahaha duh koq malah fokusnya ke sini. Tapi itu penyebar sekte lebih gesit ternyatadternyata pada marketer yak. Eh rada ekstrim maksudnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi senang kalau mba Navi menemukan hal yang seru di blog saya 😍 iya mba, cencunya bisa segesit itu karena ada marketer di dalamnya ~ yang sangat lihai dan pintar mencari member baru untuk join mereka 😁

      Delete
  35. Dulu waktu SMA senior saya pernah ngajak buat pergi ke satu tempat, Mbak. Pulang sekolah, kami bareng-bareng naik angkot ke sana. Saya dibawa ke ruangan kecil, agak gelap, ada kursi-kursi di sana. Terus, pas lampu dihidupkan, saya lihat ada papan tulis putih di salah satu dinding. Saya nggak tahu apa-apa, sama sekali nggak ada perkiraan senior saya itu hendak bikin apa. Dia tinggalkan saya di ruangan itu. Sekitar lima menit kemudian dia kembali dengan seorang yang usianya lebih tua dari kami. Sudah 20-an akhir atau 30-an mungkin. Bukan anak kuliahan lagi.

    Saya deg-degan. Dia mulai ngomong.

    Ternyata presentasi MLM. Saya diprospek jadi downline senior saya itu. Hehehe....

    Tapi kalau diprospek untuk ikut sekte saya belum pernah. Mungkin orang bisa lihat kalau saya bukan tipikal manusia yang, dalam pandangan umum, spiritual. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. OMG, saya sudah serius baca taunya MLM hahahaha πŸ˜‚ terus mas ambil nggak? πŸ™ˆ saya pikir MLM kalau cari downline itu ke rumah-rumah. Ternyata ada yang dibawa ke suatu tempat 😁

      Hehehe semoga mas dijauhkan dari prospek apapun, ya 😍

      Delete