To the Fullest | CREAMENO

Pages

To the Fullest


Gue pernah minta si kesayangan menulis di blog gue, mau tulis apa bebas (dia bisa menulis cuma dia pemalas *eh*), dan dia mengiyakan meski gue belum tau kapan dia merealisasikannya πŸ˜‚ lalu kemarin, gue iseng tanya lagi soal niat dia menulis di blog, sambil cari ide kira-kira akan gue kasih label apa untuk tulisan dia. Dan gue bilang, "Hon, how about sunshine? Moonlight and sunshine is good, isn't it?" 😍 harapan gue, dia akan respon dengan, "Woaaaah, good! Okay, let's using sunshine." 😝 -- tapi yang ada dia dengan teganya justru berujar...

"No! Let's using OCTOPUS ~ hahahahahahaa." nggak lupa tawanya yang membahana membuat gue KEZAALLLL dan mendaratkan satu tepokan hangat di punggungnya πŸ˜‘ Siwalan niiiiih anak. Bagus-bagus gue kasih nama dia Moonlight, ehh dia kasih nama gue Octopus cobakkk. Dikata gue gurita apah πŸ₯΄ zz. Gue yang merasa cantik nggak terima disebut gurita, rasa-rasanya mau gue ganti label dia dari Moonlight jadi Squid biar impas πŸ˜‚ terus... sekarang gue jadi ragu mau minta dia menulis di blog, kawatir yang ditulis aib gue semua. Wk πŸ€ͺ

🐰🐰🐰

Eniho, suatu hari gue terlibat percakapan yang membuat gue berpikir panjang. Gue bilang sama dia, kalau gue mau menjalani hidup gue to the fullest, dalam artian gue mau melakukan apapun yang gue suka agar nggak ada penyesalan dihari kemudian. Gue mau pergi keliling dunia hingga gue nggak mampu lagi melakukannya, gue mau beli barang, makanan, semua yang gue inginkan tanpa harus merasa rugi telah menghamburkan uang. Di penutup kalimat, gue bilang, gue mau bahagia. Dan melakukan apapun yang gue suka membuat gue bahagia.

Dia dengarkan celotehan gue sambil tertawa ~ Mungkin dia berpikir gue kekanak-kanakan. Iseng gue balik bertanya, "Memangnya lu nggak mau melakukan apapun yang lu suka? Memangnya lu nggak takut menyesal?" dan dia menjawab, "Gue setiap hari melakukan hal-hal yang gue suka, jadi gue nggak akan menyesal. Gue suka dengar lu cerita. Gue suka temani lu jalan-jalan, makan, belanja, main games, semua... Gue suka lihat lu ketawa nggak jelas atau menangis sesenggukan karena drama. Dan gue suka menjadi seseorang yang bisa mengabulkan apapun yang lu suka."

"....." gue bengong, kemudian tersadar kalau selama ini, apa yang gue suka adalah tentang gue, gue dan gue, while apa yang dia suka, selalu ada gue di dalamnya. Seakan dia mau bilang kalau dia nggak bisa hidup tanpa gue melalui kata-katanya. Lantas gue teringat kata-kata yang pernah gue ucapkan, kalau gue nggak bisa hidup tanpa dia which is sound bullshit now karena bisa jadi, gue akan baik-baik saja mengingat gue nggak melibatkan dia di dalam apa yang gue suka.

🐰🐰🐰

Gue sering berpikir soal perpisahan. Bukan, gue bukan berharap berpisah dari orang yang gue sayang, tapi gue tau pasti kalau disetiap pertemuan pasti akan ada perpisahan, entah itu karena masalah atau kematian. And frankly speaking, salah satu yang paling gue takutkan terjadi dalam hidup adalah pisah dari orang yang gue sayang, mau itu orang tua, sahabat, on top of that, dia ~

Buat yang pernah baca cerita bagaimana sedihnya gue saat Ayah gue meninggal, bisa dibilang, sampai sekarang, gue masih merasakan after effect dari kepergian Ayah walau bertahun-tahun lewat. Dan tiap kali gue sedih, gue jadi berpikir, what if one day dia yang pergi meninggalkan gue selamanyaaa (?) apa yang harus gue lakukan? Apa gue bisa lanjutkan hidup gue dengan normal tanpa merasa 'pincang'? Apa jadinya kalau di rumah cuma ada gue seorang?

🐰🐰🐰

Gue tanya dia, apa yang harus gue lakukan nanti kalau hal yang gue takutkan jadi nyata? Dia jawab, "Daripada pusing soal apa yang harus lu lakukan nanti, better lu fokus berpikir apa yang bisa lu lakukan sekarang agar nggak ada penyesalan jika hal yang lu takutkan kejadian." -- pada awalnya, gue nggak paham maksud dia apa. Tapi berjalan dengan waktu, gue bisa paham.

Contoh itu hadir di depan mata, orang yang nggak pernah merasa malu, ragu dan takut dalam mengungkap perasaannya. Dan orang yang nggak pernah kawatir ketika melakukan sesuatu hal. Kalau saja gue butuh satu orang untuk tunjukkan bagaimana cara menikmati hidup, gue akan pilih dia, karena dia berhasil menikmati hidup penuh suka cita, dan dia tunjukkan ke gue, bahwa menikmati hidup agar nggak ada penyesalan, nggak harus selalu dengan hal-hal yang besar.

🐰🐰🐰

Hari itu gue pulang dari supermarket, AC sudah menyala di penjuru rumah, dia tau gue nggak suka panas, dia nyalakan AC sebelum gue pulang. Yeah, he keep thinking about me while I was outside. Dia tanya ke gue, "Do you buy something you like?" again, dia pastikan gue dapat apa yang gue suka. Tapi hari itu, gue kembali diingatkan, kalau ada seseorang yang berharap gue bahagia, dan orang itu dia. "Yes! I bought a cheesecake, let's eat together." dan kesekian kalinya, gue berusaha nggak lupa, apa yang dia suka sesederhana makan sama gue pada satu meja πŸ’•
I once asked my man to write on blog, he can write anything, and he said he will though I don't know when πŸ˜‚✌ so yesterday, I asked him again about his intention to write, while looking for ideas about label name under his writings. I asked, "Honey, how about sunshine? Moonlight and sunshine is good, isn't it?" 😍 I hope he respond with, "Wow, good! Okay, let's use sunshine." 😝

But what he said was.....

"No! Let's use OCTOPUS ~ hahahahahahaha." he laugh and it made me annoyed so I landed one smack pat on his back πŸ˜‘ Ehyu. I gave him Moonlight, but he gave me Octopus as label name. SERIOUSLY? πŸ₯΄ zz. I, who feel beautiful, can't accept being called as Octopus, and I suddenly feel like wanna change his label name from Moonlight to Squid so it will be fair πŸ˜‚✌ and now I am hesitant to ask him to write on blog, I'm afraid that he will write a bad thing about me. LOL πŸ€ͺ

🐰🐰🐰

Anyhow, one day, I got into a conversation that made me think much. I told him, I wanna live life to the fullest, in the sense that I wanna do whatever I like so that there will be no regrets in the end. I wanna go around the world, I wanna buy things, food, everything I want without having to feel like wasted money. I said, I wanna be happy. And doing whatever I like makes me happy.

He listens me while laughing. Maybe he thinks I'm too childish. So, I asked, "Are you not going to do whatever you like? Are you not afraid to feel regret?" and he replied, "I do things I like every day, so I don't think I will regret ~ I like hearing you stories. I like to accompany you on walking, eating, shopping, playing games, I like all... I like to see you laughing incoherently or sobbing just because of drama. And I like to be someone who can grant whatever you like."

"....." I was dumbfounded, then realized that all this time, the things that I like is all about me, me and me, while what he likes always have me in it. As if he wanted to say that he could not live without me. Then I remembered the words I used to say that I can not live without him which is sound bullshit now because it seems, I can live well considering I didn't involve him in what I like.

🐰🐰🐰

I often think about separation. No, I'm not expecting to be separated from someone I love, but I know for sure that at every meeting there will be separation ~ whether it's because of trouble or death. And frankly speaking, one of the things I fear the most is separation from people I love, whether it's parents, friends, on top of that, is HIM (my beloved man).

For those of you who have read the story of how sad I was when my father passed away, I could say that I still feel the after effects of my father's departure from this world though many years have passed. And every time I feel sad, I became thinking, what if one day he will be the one who left me (?) What should I do? Can I continue my life? What will happen if I'm alone at home?

🐰🐰🐰

I asked him, what should I do later if the thing I was afraid of came true? He replied, "Instead of having a headache thinking about what to do later, you better focus on thinking about what you can do now so that there will be no regrets if the thing you are afraid happens in the end." -- at first, I didn't know what he meant. But as time goes by, I finally understand.

The example came. About a man who are never ashamed, doubtful and afraid to express his feelings. And a man who never feel worried when he do something. If only I needed one person to show you how to enjoy life, I would choose him, because he manages to enjoy his life happily and he showed me that enjoying life without regrets, it doesn't always have to be big things.

🐰🐰🐰

That day I came from supermarket, the aircon was already on all over the house, he knew I don't like hot, he turned on aircon before I came home. Yeah, he keep thinking about me while I was outside. He asked, "Do you buy something you like?" again, he makes sure I can get what I like. But that day, I got reminded, that there is someone who has hopes for me to be happy, and that person is him. "Yes! I bought a cheesecake, let's eat together." and for umpteenth time, I try not to forget, what he likes is as simple as eating with me πŸ’•
---------------------------------------------------------------------------------------
Sorry, no Korean translation for this post.
Kindly check the English version.

---------------------------------------------------------------------------------------

52 comments:

  1. #Smile....Kemudian ngakak..

    Kupikir, saya pingin ketemu sama kesayanganmu. Cuma pingin #tossss...setelah itu saya balik ke Bogor lagi deh..

    Kadangkala, seseorang tenggelam dalam impian dan merasa akan berbahagia ketika impian itu tercapai. Tapi kadang lupa menikmati "hari ini"

    Kadang orang terlalu berpikir tentang masa depan, tetapi lupa bahwa masa depan itu dimulai dari "hari ini".

    Bagi saya impian itu sederhana.

    Impian hari ini cuma pulang, minum teh manis yang disiapkan si Mantan Pacar, nonton sinetron suara hati istri (biar kadang ceritanya ga masuk logika), gosip soal tetangga sama si Yayang, gangguin si kribo di kamarnya, ngetik blog..

    Saya ingin berbahagia hari ini, bukan besok, bukan lusa.. Hari ini !

    Karena suatu waktu saya sadar hal itu mungkin tidak ada lagi dan tidak bisa diulang lagi ..Saya tidak mau menyesal karena mengejar mimpi dan lupa kebahagiaan itu ada di depan mata.

    Jadi, tolong bilang kesayanganmu.. #TOSSSSS!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaha, bisa saja mas Anton πŸ˜†

      Setuju sama mas, kadang saya lupa kalau hidup itu bukan hanya soal live life to the fullest tapi juga live life today 🀣 gara-gara kebanyakan berpikir soal masa depan, jadi nggak ingat untuk menikmati hal-hal kecil yang di depan mata 🀭

      Suka sama kata-katanya, mas ~ about masa depan yang dimulai dari hari ini. Semoga saya bisa selalu ingat untuk lebih banyak live life today, sambil mengejar impian dan melakukan hal-hal yang saya suka, nggak lupa untuk bersyukur pada apa yang dipunya sekarang πŸ™ˆπŸ’•

      Siap mas, akan saya sampaikan! 😍

      Delete
  2. Its heartwarming kak Eno 😊

    Salah satu label paling ditunggu rangorang kayaknya ini, selain Thoughts dan Random Stories. Baca ini, kayak lagi nonton epilog drakor πŸ˜…

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihihi senang kalau ada yang tunggu label ini, mas πŸ™ˆ terima kasih sudah membaca dan berkomentar ~ 😍✌

      Delete
  3. Huaaaa hatiku langsung meleleh bacanya 😍
    Such a heartwarming and inspiring story ❤️
    Setiap kata yang ditulis oleh kakak, langsung bikin hatiku jadi nyes nyes nyes πŸ˜‚
    Pokoknya doaku selalu sama, berharap agar kalian bisa langgeng terus sampai maut memisahkan πŸ™πŸ»

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah membaca, Liaaa πŸ™ˆ dan terima kasih untuk doanya, kakak doakan yang terbaik juga untuk Lia ~ agar dipertemukan dengan orang yang tepat πŸ˜πŸ’•

      Delete
  4. Saat suami romantis mbak Eno pragmatis dan sebaliknya. Lucu juga bacanya. Tapi couple itu memang harus gitu. Ada momen gak nyambungnya XD

    Mbak kalau kisah moonlightnya suatu saat ada yg mau memfilmkan kira2 yg cocok memainkan dirimu dan suami siapa ya..

    Wah pembaca yg ini diam2 berharap suaminya isi section baru bernama techno yg isinya trik2 programming kode blog XD XD..#dikeplak #kaboor

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaha seringnya begitu, mba 🀣 kadang buat kesal jadinya, tapi mau marah nggak bisa, sebab saya pun bertingkah yang sama πŸ™ˆ Wk.

      Beuh nggak pernah punya bayangan sampai difilmkan, mba hahahaha 🀣 ini pertanyaannya menyangkut aktor Indonesia apa Korea? Saya aktor Indonesia taunya cuma Joe Taslim, Reza Rahardian dan mas Nicolas hahahahaha *ditimpuk massa*. Eniho, film Korea-nya Joe Taslim sebentar lagi tayang, mba 😍

      Bicara soal Tekno, si kesayangan masih maju mundur mau bantu saya buat tutorial javascript 'language' mbaaa.. karena dia bilang menulis tutorial sama mengerjakan sendiri sangat berbeda. Semoga one day dia bersedia 🀣

      Delete
    2. Aktor cowok Korea dan cewek Indonesia donk XD. Biar natural. Waduhh kok deretan calonnya aktor cowok semuaa hahaha.

      Soal coding. Iya gapapa mbak..santuy ... saya pantengin terus blognya sambil makan pop corn...:))

      Apa.... Joe Taslim di film Korea? GAS! XD XD

      Delete
    3. Wahahaha nggak tau kalau cewek mba 🀣 saya nggak begitu update nama-nama aktris soalnya 😁✌ hehehe.

      Siap mba, terima kasih banyak! 😍 untuk film Joe Taslim akan tayang di Korea bulan September besok, tapi kurang tau di Indonesia mungkin tahun depan tayangnya, mba 😬

      Delete
  5. kalau baca cerita di atas, kayaknya si kesayangannya mbak eno adalah orang-orang yang realistis.
    kalimat andalan biasa yang dipakai itu "udah nikmati aja dulu"...mungkin begitu..hahhahaa

    kadang memang begitu sih, kita terlalu sibuk mengejar yang masih jauh dan tidak pasti. Hingga akhirnya kita merasa lelah. Orang-orang realistis datang berkata, "udah, istirahat dulu. Nikmati aja apa yang terjadi sekarang."
    Jadi ingat lagunya Padi yang judulnya Sang Penghibur. lirik di bagian reff nya itu tertulis "Hidup

    Berhubungan aku belum punya pasangan resmi, tentang menikmati hari ini biasanya aku lakukan bareng orang tua (ibu), keponakan, dan teman-temanku. Kalau sama keponakan biasanya menemani mereka main dan belajar. Kadang mengajak jalan-jalan mereka. Kalau sama teman yaa biasanya nongkrong , cerita banyak hal, dan kadang camping bareng. Kalau sama ibu biasanya temani belanja ke pasar. Kadang makan bareng yang aku pikir beliau akan suka dengan menunya. Menikmati dan mensyukuri apa yang terjadi sekarang itu sangat penting, dibandingkan kita terlalu lelah mengejar apa yang tak pasti. :D

    Cerita yang sangat bagus mbak eno. Salam buat kesayangannya :D
    *kemudian melanjutkan mencari kesayanganku sendiri..hahhaha :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaha betul mas, dia sangat realistis meskipun tetap berpikir jauh kalau sudah bicara soal rencana hidup dan masa depan πŸ˜‚ agak beda sama saya yang sering berpikir, "What if kalau dia begini atau begitu." padahal belum kejadian 🀣 gara-gara kebanyakan berpikir 'what if' saya sampai lupa menikmati dan melakukan apa yang harus dinikmati dan dilakukan di depan mata πŸ˜†

      Cara berpikir kami sangat beda. Contohnya lagi jalan-jalan ke suatu negara, kalau saya senang bisa jalan-jalan lihat tempat bagus, makan makanan enak, belanja ini itu, while dia senang karena perginya sama saya, makannya sama saya, ini itu sama saya, nggak peduli enak apa nggak dan nyaman apa nggak. That's why meski dia nggak mau ke Jepang dulunya, tapi dia tetap berangkat karena saya πŸ˜‚ sekilas jadi kelihatan seperti orang yang nggak bisa menikmati hidup yah, tapi ternyata kalau di-compare, dia jauh lebih menikmati hidupnya daripada saya πŸ™ˆ

      Gara-gara komen mas, saya langsung dengar lagu Padi 'Sang Penghibur', OMG membuat saya flashback. Jadul juga lagunya πŸ˜‚ hehehehe. Ngomong-ngomong, ibu mas Rivai pasti senang dan bahagia punya anak semanis mas. Yang mau menemani ibu ke pasar dan makan menu kesukaan. Semoga ibu sehat selalu dan bisa menemani mas Rivai sampai bertemu pasangan idaman 😍 hohoho. Dan setuju, kita boleh punya mimpi dan cita-cita, tapi jangan sampai lupa bersyukur dan menikmati hari yang kita jalani sekarang while merencanakan masa depan πŸ˜†

      Terima kasih mas, selamat mencari kesayangan 😍

      Delete
  6. Mba kenapa? Kok saya jadi nahan air mata baca ini postingan.. maaf kayanya saya lagi sedikit melankolis. Hehe

    Kesayangannya mba, kelihatan sayang banget sama mba. dilihat dari cara dia merespon..romantizz.. hehe yaelah udh kaya cenayang aja saya.

    Iyah bener mba.. kadang kita nggk pernah tau karena urusan waktu yg akan datang penuh dengan kejadian2 yg mungkin diantara kejadian itu ada yg bikin kita terluka.. kehilangan orang yg kita sayangi memang hal yang paling berat.

    Sama seperti yg dirasakan mba Eno. Kepergian ibu saya 5 tahun lalu juga mukul keluarga banget karena terjadi secara tiba2.. apalagi kepergian beliau tepat banget 2 minggu sebelum saya wisuda diploma di Semarang. Jujur, pas wisuda bahkan masih teringat smpe skrang saya wisuda sendirian ditemani sama teman Kosan. Meanwhile yg lain bersama orang tua mereka. Wisuda kemarin jadi wisuda tragedi yg pernah saya alami. Dan saya berharap wisuda yg akan datang nanti semoga bisa lebih baik.

    Ucapan kesayangan mba ngegampar saya banget tentang "daripada pusing mikirin hal yang akan terjadi di masa depan, mending lakukan hal terbaik yg kita bisa lakukan skrang agar nggk menyesal" meanwhile saya masih kisruh buat mikirin hal2 negatif dan pesimistis..

    terimakasih buat tulisannya... Tuhan memang Maha Mengetahui.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya nggak kenapa-napa, mas Bayu 😁 lho kok mas Bayu menahan air mata? Lagi keingat seseorang, ya? 😍 hehehe.

      Kehilangan orang yang kita sayang memang berat, mas ~ dan overcome-nya kadang susah, karena hari-hari jadi penuh penyesalan. Kenapa dulu nggak begini, kenapa dulu nggak begitu. That's why si kesayangan meminta saya untuk melakukan yang terbaik sekarang instead of memikirkan apa yang dilakukan nanti saat kejadian, karena dengan melakukan yang terbaik sekarang, nggak akan ada penyesalan dihari kemudian πŸ˜†

      Eniho, saya turut berduka untuk ibu mas, semoga mas bisa overcome rasa yang ada dan menjalani hidup dengan sebaik-baiknya. Semangat mas Bayu, you can do it! 😍

      Delete
  7. so sweet, ke uwu-an sejati nih, hihihi
    saya jadi berasa di ingetin nih sama cerita kak eno, whic is....jangan egois yang cuman mikirin kebahagiaan sendiri dan satu hal lagi, jangan berekspetasi lebih sama pasangan.

    why? karena hal sederhana dan kecil yang dia lakukan itu sepenuhnya selalu ada kata "kamu", artinya apapun yang dia lakukan dan ingat selalu ada kita nya. cuman kadang, kita (terutama saya) selalu mikirnya hal yang besar gitu, hahaha. egois ya (^o^)

    with in this story saya jadi tau, you los your father. i'm so sorry to hear that . walau gak bisa di samain, tapi saya merasakan rasanya kehilangan seorang ayah. beda nya saya mah kehilangan sosok seorang ayah sementara ayahnya mah ada (sama keluarga barunya), hiks......loh loh kok curhat di komen siihh??? wkwkwkwkwk

    pokoknya saya pengen peluuuuk virtual kak eno (^__^)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehehe iya mba Eka, memang nggak seharusnya hanya memikirkan diri sendiri ketika sudah punya pasangan πŸ˜‚ tapi nama pun mimpi personal, kadang yang dipilih memang cuma soal diri kita, hehehehe. Sesekali ego nggak apa-apa, nggak harus semua mimpi kita ada pasangan di dalamnya 🀣 sebab bisa jadi pasangan nggak match dengan mimpi personal yang kita punya 😬 si kesayangan biar jawabnya begitu, aslinya punya mimpi personal yang juga nggak match sama saya, which is berhubungan sama dunia kerjanya πŸ™ˆ tapi memang jawaban dia menyadarkan saya kalau saya nggak boleh lupa bahwa ada dia dalam hidup saya πŸ˜… Semangat kejar mimpi kita, mba 😍

      Eniho, I'm sorry to hear that too. I know it must be hard untuk menerima fakta bahwa Ayah mba telah berbahagia bersama keluarga barunya. However, God knows best. Semoga mba Eka bisa overcome the situation well, ya πŸ’• *hugs*

      Delete
  8. Mba Enooo yaampun so sweet banget sih si kesayangan.. Suka banget bacanya. Selalu ada Mba eno dalam setiap rencana hidupnya dan kebahagiaannya. ga hanya di postingan ini, di postingan sebelum2nya pun aku juga pernah merasakan betapa besarnya rasa kesayangan kepada Mba Eno. Reading this story really warm my heart, makasi ya Mba Eno buat postingannyaa...

    Aku juga ga bisa ngebayangin kalau sampai suatu saat harus kehilangan orang yang disayang. Huhu.. Jadi selama masih diberi kesempatan, mau hidup to the fullest dengan menikmati waktu yang dimiliki bersama orang terkasih. *Love* -ga pake hp jadi ga bisa masukin emoji- hahahha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Thessa, thank you sudah membaca tulisan saya πŸ™ˆ I wrote this post sebagai pengingat kalau ada seseorang yang selalu berdiri di samping saya, dan inginkan saya bahagia 😍 semoga ada sedikit makna yang bisa mba dapatkan ~

      Well, bicara soal kehilangan orang yang kita sayang memang nggak mudah, mba 🀧 mungkin dengan kita tau sakitnya rasa kehilangan, kita bisa belajar untuk lebih banyak bersyukur akan kehadiran orang-orang yang kita sayang, dan berusaha menikmati waktu dengan maksimal πŸ˜πŸ’• semangat!

      Delete
  9. Enoooo..... kemaren kumelupakan sesuatu di sini, ternyata belom ikutan kuisnya, jadi ingat setelah membaca postingan tentang Eno di Mba Inun.

    Lalu saya balik ke sini dan menemukan tulisan ini, dan di atas senyum saya merekah, saya baca sambil bilang,
    "I told You, Eno! bagi si kesayangan, hidup dengan Eno itu tak ada penyesalan" kan eno adalah hal penting selain rumah yang aman, udara yang bersih, eh apalagi ya satunya, dan lengkapnya adalah Eno.

    Lalu turun ke bawah, lingkar senyum saya hilang, jadi datar lalu berubah mewek, huhuhuhu.

    Kapan sih Eno nggak nulis sesuatu yang bikin jleb?
    Banyak-banyakin nulis gini dong, selalu heartwarming eh bener ga tulisannya gitu?

    Apalagi dibaca di saat galau kayak sekarang, rasanya hal-hal begini sangat menghangatkan hati saya yang dingin.

    Btw, saya pernah merasa gitu.
    Dulu, saya merasa yang paling berarti di hidup ini adalah mama saya, even blio nggak seperhatian ibunya orang lain ke anaknya.

    Tapi, saya nggak bisa bayangin saya jadi gimana kalau mama akhirnya nggak ada?

    Lalu saya bertemu pacar, tiba-tiba posisi mama berganti dengan sang pacar, si pacar ada di nomor satu, saya selalu takut kehilangan dia, maksudnya kehilangan dari dunia ini, selama masih di dunia ini, masih bisa diperjuangkan.

    Tapi sekarang, kayaknya posisinya tergeser, dan saya tidak memiliki seseorang yang bikin saya begitu ketakutan berpisah dengannya.
    Entahlah, mungkin benar kata orang, hati saya membeku, makanya mencair dikit pas baca ini huhuhuhu :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiiin mba Rey semoga betulan nggak menyesal anaknya hahahahahaha 🀣 kawatir ugha saya kalau dia menyesal 🀭

      Eniwei, terima kasih mba Rey sudah mau luangkan waktu mba untuk baca tulisan saya πŸ™ˆ dan merasa hatinya jadi menghangat ~ saya berdoa semoga mba selalu diberikan kehangatan oleh cinta dari anak-anak dan pasangan πŸ’•

      Ada masa dimana kita hilang 'rasa' mba, mungkin karena satu dan lain hal, meski itu menyakitkan, harapan saya, mba Rey bisa kembali menemukan 'rasa' yang sudah hilang itu dan memupuknya kembali agar bisa tumbuh dan berkembang hingga mba Rey lanjut usia 😍 it must be hard, dan saya hanya bisa bantu kirim doa untuk kebahagiaan mba dan keluarga tersayang πŸ’•

      Semangat mba! *Hugs*

      Delete
  10. My heart meltssss baca tulisan ini, Mba Enooo (''':

    Terkadang aku suka menanyakan ini kepada diri sendiri soal pasangan, "do I take him for granted?" karena ada masa-masanya apa yang dilakukan pasangan itu adalah hal yang biasa, sampai tiba-tiba aku mendadak takut kalau nggak ada lagi hal-hal sederhana yang suka dia tanyakan atau lakukan kepadaku suatu hari nanti T_____T

    Aku ingin toss juga dong dengan si kesayangan Mba Eno, tentang fokus menikmati dan menjalani apa yang ada saat ini. Karena itu juga lah yang sering diucapkan pasanganku, Mba. He always says that don't waste your time untuk baper-baper akan masalah yang ada, lebih baik fokus aja untuk menjadi pribadi yang semakin baik hari ke hari 😊

    Thank youuu for such a heartwarming post! Btw, jadi kapan kita bisa melihat rubrik"Octopus"... eh maksudnya "Sunshine"? 🀣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Janeee, thank you sudah baca πŸ™ˆ *malu* hahahaha. I think, we both take each other for granted mba (in my case) hehehehe, dan saya pernah bahas ini sama si kesayangan. Disadari ataupun nggak, akan ada momen dimana kita melakukan hal tersebut, yang sebetulnya nggak masalah dilakukan asal ada batasannya dan paham apa yang harus dilakukan setelahnya πŸ˜† next time saya tulis di-post terpisah mba, biar nggak panjang di kolom komentar balasan mba πŸ˜‚

      Setuju sama pasangan mba, memang nggak ada gunanya buang waktu untuk baper akan masalah yang ada. Kita seharusnya fokus untuk pecahkan masalahnya apabila ada, lalu kemudian intropeksi diri agar menjadi lebih baik dari sebelumnya 😍 well, though it's hard, hope we can be better ya, mba πŸ™ˆπŸ’•

      Baahahha ngeriiii euy kalau rubrik Octopus ditulis dia 🀣

      Delete
  11. Waaah.. endingnya bikin meleleh nih. Ehehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe, terima kasih mas Dodo sudah baca πŸ˜‰

      Delete
  12. So sweetnyaaaaa
    Nemu (((nemu))) di mana sih, mba? :))
    Semoga kompak selalu minim drama, less berantem, tapi tetap berargumen dan bertumbuh bersama ya mbaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiiin mba Hichaaa, terima kasih doanya, doa yang sama untuk mba Hicha 😍
      *untungnya bukan nemu di selokan mba, hahahahahaha* *lalu dikeplak* πŸ˜‚

      Delete
  13. Setelah baca tulisan Mbak Eno kali ini rasanya langsung pengen buru - buru nenggak Tropicana Slim alias MANIS BANGEEEET *sorry nge gas* lol.

    Senang deh Mbak baca cerita kamu dan si kesayanganmu. Semoga kalian selalu rukun - rukun yaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Ayu bisa saja 🀣 luckily Tropicana Slim nggak buat gendats yah, jadi aman untuk tubuh kita *dibahas* hahaha ~ amiiiin terima kasih doanya, mba. Doa yang sama untuk mba Ayu dan keluarga πŸ’•

      Delete
  14. Halo Mbak Eno salam kenaal :D

    Kunjungan pertama dan dapet cerita se-sweet ini UwU

    Dan aku suka tulisan ini, manis tanpa banyak gula ahaha.. Menurut aku, keromantisan dalam hubungan itu terlihat dari seberapa paham dia akan kita. Kayak Mbak Eno dan suami yang saling paham apa kesukaan masing-masing, apa yang bikin pasangannya bahagia, that's the best thing in relationship I guess? *dari aku yang sangat jauh dari kata romantis*

    Semoga selalu manis yaa Mbak Eno dan suami :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal mba Eyaaa πŸ˜†

      Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan saya πŸ™ˆ hehehehe. Setuju sama pendapat mba Eya, memang kesepahaman itu sangat penting dalam hubungan. Jadi serasa lebih dimengerti maunya apa meski harus dibicarakan sebelumnya dan terkadang melewati proses crash karena perbedaan yang ada 🀣 hehehehehe. Sekarang dan selamanya, sama-sama belajar untuk lebih memahami satu sama lainnya πŸ’•

      Doa terbaik untuk mba Eya, semoga selalu manis bersama pasangan 😍

      Delete
  15. Alhamdulillah mbak Eno dapat pasangan hidup yang selalu mengerti mbak dan selalu ingin membahagiakan istri.😊

    Kalo aku belum berpikir bagaimana jadinya jika aku dan pasangan berpisah, karena dalam pikiranku, aku dan dia akan selalu bersama sampai rambut kami berdua memutih bersamaan, walaupun umur manusia hanya Allah SWT yang tahu ya.

    Benar komentar pak Anton, nikmati saja kebahagiaan hari ini, jangan terlalu jauh memikirkan kedepannya. Saya ngga kuat, biar Dilan saja.πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, seperti mas Agus yang selalu mengerti dan selalu ingin membahagiakan mba Sari 😍 hehehe. Sama mas, itu juga harapan saya, bisa menua bersama si kesayangan meski umur nggak ada yang tau. That's why, ketika masih ada kesempatan, saya ingin terus menjadi lebih baik seenggaknya untuk dia 🀭 *cihuyyyy!* hahahahahaha.

      Waduuuh kasihan Dilan kalau disuruh menanggung semua beban 🀣

      Delete
  16. Mbaakkk, pasangannya sweet sekaaliiii 😍

    Seneng membayangkan momen kalian bersama saat itu. Hanya percakapan sederhana tapi kok manis sekali yaaa.. Aku pun pernah berpikir mau ini dan itu meskipun sudah menikah. Terkesan fokus hanya untuk diri sendiri, padahal aku saat ini juga ada hubungannya dengan kehadiran suami.

    Langsung kepikiran, love languange mbak eno itu act of service yaaa? πŸ˜‹

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Devina yang juga sweet, terima kasih sudah baca 😍

      Hehehehe kita setipe mba, masih sering fokus ke diri sendiri πŸ™ˆ semoga kita bisa belajar untuk lebih baik lagi ke depannya πŸ˜† hehehe. Saya menulis ini sebagai reminder untuk diri saya kalau suatu hari nanti lupa bersyukur akan hidup yang dipunya 😁

      Wah kalau soal love language saya nggak ingat dulu result-nya apa, tapi sepertinya iya kami berdua masuk kategori Act of Service πŸ™ˆ entah benar atau nggak, mba. Kalau mba Devina apa? 😍

      Delete
  17. Awalnya saya baper baca di awal-awal berasa baca novel komedi romantis korea😍 eh kemudian saya sedih karena saya juga takut akan perpisahan. Nggak terbayang hidup tanpa orang yang tiap hari di sekitar saya. Tapi bener, daripada membayangkan rasanya kehilangan lebih baik melakukan yang terbaik supaya nggak menyesal.
    Semoga bahagia terus mbak eno😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huuuu saya betulan kesal dipanggil Octopus mba 🀣 hahahahaha. Nggak terima soalnya πŸ˜‚ however, terima kasih sudah baca tulisan saya πŸ˜πŸ’•

      Sama seperti mba Astria, saya nggak bisa membayangkan hidup saya tanpa orang yang terbiasa ada ~ saya pun mungkin akan sedih kalau mba ART di rumah minta resign karena saya sudah terbiasa sama dia. Jadi kalau one day si kesayangan yang pergi meninggalkan dunia, saya nggak tau bagaimana saya harus menjalani hidup saya ke depannya 🀧

      Hehehehe, yuk kita berusaha melakukan yang terbaik, yang kita bisa, setiap harinya, untuk orang-orang yang kita sayang. Semoga mereka diberikan umur panjang, dan bisa menua bersama kita hingga akhir hayat 😍

      Bahagia selalu untuk mba Astria πŸ’•

      Delete
  18. Uwuuu banget sih kesayangan mb eno. Unch-unch gitu deh mikirnya sederhana tapi bermakna. Eyaaah πŸ˜† eh iya aku belu lama juga bahas tentang pemtinganya menikmati hari ini. Apalagi punya kesayangan yang menemani harinya. Uhlala... Happiness comes from the simple things.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eaaaaakh πŸ˜‚ hahahaha. Iya mba, saya sempat baca tulisan mba Navi soal pentingnya menikmati hari ini dan saya bisa relate dengan tulisan mba tersebut 😁 well, semoga kita bisa diberkahi kesehatan dan usia yang cukup agar bisa berusaha menjadi lebih baik untuk orang-orang terkasih πŸ’•

      Agree, happiness (indeed) comes from the simple things 😍

      Delete
  19. Saya dukung kalau si Kesayangan Mbak Eno mau menulis di blog ini. Saya yakin akan banyak yang suka dengan tulisannya, termasuk saya, namun dikasih tanda saja mana tulisan karya Mbak dan Mana tulisan karya si kesayangan.Untuk kalimat yang mungkin tidak mbak sukai yang di tulis si Kesayangan, Mbak bisa Sensor saja, kan si Mbak Bos blog ini, kekuasaan ada ditangan Mbak Eno. Tulll, kannn.......hahaha.



    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga saja mas, masih dalam bentuk wacana, belum tentu dilakukan πŸ˜‚ iya nanti kalau dia jadi menulis, labelnya akan berbeda dan dibuat khusus untuk tulisan dia ~ πŸ˜† kalau soal kalimat yang nggak disuka, saya nggak begitu kawatir, sebab saya tau dia nggak akan asal dalam menulis di tempat terbuka 🀣 itupun kalau betulan dia mau menulis kelak πŸ™ˆ hhahahahahaha.

      Delete
    2. Firasat saya mengatakan, ia ngak bakalan mau nulis, hahahah..... kecuali Mbak Eno mengeluarkan jurus bujuk rayu tingkat atas. :)

      Delete
    3. Hehehehehe, semoga saja mau suatu hari nanti entah kapan, mas 🀣

      Delete
  20. So sweet banget...perlakuan pasangannya ke mba Eno.
    I think ..How lucky you are...
    apakah karena rata-rata cowok Korea memang sweet dan lembut dalam memperlakukan wanita ya?
    saya jadi mikir apakah masih ada stock cowok di Indonesia jaman sekarang yang lembut seperti pasangannya mbak Eno..? Saya ikut bahagia mbak Eno dapat pasangan yang super baik perhatian dan penuh pengertian.. Semoga awet dan langgeng ever after

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi mba Cherry, thank you so much 😍

      Dibilang rata-rata, sebetulnya rata-rata pria di dunia ini sweet dan lembut mba, tapi ada juga yang keras. Jadi bukan pengaruh negaranya πŸ™ˆ karena di Korea yang menyebalkan, dan keras ada banyak ~ hehehehehe. Dan jangan kawatir, di Indonesia pun ada banyak yang baik hatinya dan lembut perangainya. Siapa tau salah satunya adalah kesayangan mba Cherry yang sedang menunggu mba datang πŸ˜†πŸ’• eniho, terima kasih doanya mba, doa yang sama untuk mba, semoga selalu berbahagia 😍

      Delete
  21. di awal awal paragraf aku ketawa hahahihi, pengen ketawa lebar tapi takut dosa
    kok ya ada kepikiran gurita gitu :D, astagaaa

    pemikiran kesayangannya mba tamara eno ini is always isinya mbak tamara eno dalam hidupnya, co cweetttt
    simple tapi kadang nggak terpikirkan orang lain. Kadang aku yang masih tinggal serumah dengan orangtua pun belum tentu memikirkan saudara-saudara, kecuali mungkin dalam doa ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tauuuk tuh, tega dia 🀣 kenapa gurita cobakkkk ~

      Hehehehe, iya mba, saya belajar banyak dari dia untuk lebih care jadi manusia, karena mungkin selama ini hanya fokus care ke diri saya πŸ™ˆ semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya, mba 😍

      Delete
  22. Sebagai orang yang juga pernah kehilangan orang yang kita sayangi. Saya rasa dengan itu sudah cukup membuat kita jadi sangat tanggap dan menyadari betapa penting dan berharganya hari ini ya Mba.

    Saya dulu sama seperti Mba Eno yang ingin melakukan apapun yang diinginkan, tapi kalo saya dulu, keinginan itu tercetus karena saya merasa terkekang, ingin keluar dari beban yang selalu menghimpit, ingin sesekali bisa memikirkan diri dan hanya untuk diri sendiri, karena mungkin terlampau lelah dengan hidup yang tidak memihak.

    Gak pernah mengungkapkan perasaan ke orang yang disayangi. Karena merasa orang yang kita sayangi juga tidak pernah mengungkapkannya ke kita. Tapi kemudian setelah semuanya hilang, berubah, tetap selalu ada penyesalan, masa bodo amat dengan gengsi, bodoh amat dibilang gombal, sekalipun orang yang kita sayangi juga sama2 gengsi, yang penting kita sudah ngasih tau/menunjukkan dengan perbuatan, betapa berartinya orang yang kita sayangi dan keinginan ini ternyata menjadi sebuah penyesalan yang menarik-narik pikiran kita untuk kembali ke masa lalu dan merubah segalanya. Dan itu sangat menyedihkan, karena hanya tinggal kenangan.

    Maka sebelum itu terjadi lagi, hiduplah sebaik-baik hari ini, kemarin adalah masa lalu dan besok belum terjadi. 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, seperti ditampar realita tapi terlambat, jadi momen untuk memperbaiki hal yang dirasa kurang sudah nggak bisa dilakukan. Makanya yang ada hanya penyesalan di hari kemudian 🀧 hufttt ~ jadi curcol 🀣

      I see, saya bisa paham maksud dari mba Rini, susah pastinya menjalani hidup tanpa bisa memiliki kesempatan untuk mencintai dan fokus pada diri sendiri pun nggak bisa memihak ~ semoga hari-hari itu sudah lewat dan mba Rini kini bisa mencintai diri mba sebanyak-banyaknya 😍

      Agree mba, saya pun sadar kalau kita nggak perlu menunggu seseorang untuk menunjukkan dan mengungkapkan rasa sayang, sebab kita bisa memulainya duluan terlepas orang itu sama gengsinya dengan kita 🀭 mana tau habis ditunjukkan oleh kita, yang bersangkutan jadi ikut menunjukkannya hahahahahaha. Jadi pelajaran banget agar bisa lebih ekspresif ke depannya 😁 agar nggak ada penyesalan berikutnya πŸ’•

      Semangat untuk kita, mba 😍

      Delete
  23. Sweeeeeet sekali si kesayangan :D. Suka dengan pemikiran2 nya terlebih dia selalu mengutamakan mba Eno dalam segala hal.

    Sbnrnya pas mba sadar kalo semua yg mba inginkan hanya berkaitan dengan diri mba, sementara si kesayangan selalu melibatkan mba , aku jd ngerasa disentil.

    Krn selama ini target2 yg aku ingin capai, itu semua hanya mengenai aku, tidak ada melibatkan suami dan anak2 -_- . Padahal kalo diinget2 nih mba, pas pacaran dulu bisa dibilang aku jauuuuh LBH perhatian utk banyak hal ke suami. Sampe2 pernah dia ngeluh sedikit, kenapa aku LBH perhatian pas pacaran drpd setelah nikah. Aku sedih sih dengernya, dan lgs introspeksi diri.

    Padahal, kalo seandainya diksh pilihan siapa yg harus duluan meninggalkan dunia, aku berharap itu aku, Krn aku ngerasa pak suami itu pusat ato sumbu dari keluarga ini. Jadi kalo sampe kehilangan pusatnya, kurasa aku bakal drop sampe ke dasar :(.

    Kata2 si kesayangan bener, kalo kita harus melakukan apa yg kita suka, tapi aku juga ga mau menyesel kalo sampe kehilangan pak suami sementara aku terlalu fokus Ama target2 ku sendiri, dan melupakan dia :( . Apalagi dengan aku sudah resign skr, seharusnya semakin banyak waktu yg bisa aku gunakan utk ngebahagiain suami kayak msh pas pacaran :D.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huhuhu kita berarti sama mba, saya pun merasa disentil karena sadar kalau saya hanya fokus pada diri saya dan nggak melibatkan dia dalam mimpi yang saya punya ~ padahal disetiap rencana dia pasti ada saya πŸ™ˆ

      Dan setuju sama mba Fanny, saya juga lebih memilih pergi duluan dari dunia karena saya nggak tau apa jadinya kalau harus hidup sendirian tanpa dia. Menurut saya, dia adalah center dalam hidup saya yang membuat saya bisa hidup balance sampai sekarang 🀧 semoga kita bisa lebih care lagi sama pasangan dan bisa menua bersama ya, mba 😍

      Semangat untuk kita πŸ’•

      Delete
  24. Well put, Mbak. Yang bisa kita lakukan sebagai manusia kayaknya cuma itu, hidup semaksimal mungkin. Dan nggak ada yang lebih membahagiakan ketimbang punya pasangan yang dengannya kita sama-sama bisa hidup to the fullest.

    This post really made my day, Mbak. Thanks a bunch. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe, betul mas, nggak ada yang lebih membahagiakan ketimbang punya pasangan yang dengannya kita bisa sama-sama hidup to the fullest sesuai versi kita 😍 terima kasih sudah membaca πŸ˜†

      Delete