Follow Up | CREAMENO

Pages

Follow Up



Duh, gue belum sempat balas-balas komentar dan email yang masuk, maapkaaaan 🙈 post ini cuma mau follow up post BEST VERSION tadi pagi yang ternyata membuat gue dapat beberapa pertanyaan tambahan melalui email dan kolom komentar ~ 😁 On a side note, ini akan jadi post terakhir gue yang membahas Korean Oppaaa. Sebab topik ini berat hingga gue merasa kesulitan dalam menulisnya ðŸĪŠ buat gue, topik Subscriptions lebih mudah ditulis ternyata 😂

Okay, jadi ada pertanyaannya, apakah memungkinkan dapat pasangan Korea berkualitas? - gue bahas Korea karena pertanyaannya related to Korea. However, jawaban ini berlaku untuk siapa saja yang mau cari pasangan baik dari Korea, Indonesia, Kenya, Amerika, Zimbabwe, bebass! 😁 -- dan jawaban dari gue adalah sangat memungkinkan. Beberapa kenalan gue punya pasangan dengan karir cemerlang di perusahaan besar. Gajinya nggak main-main banyak, dan mereka ini lulusan universitas ternama. Ada pula yang dapat pilot, tenaga ahli (you should know tenaga ahli itu mahal), dokter, business owner, chef, programmer, manager, director dan lainnya.

Well, mereka bisa dapat yang berkualitas karena mereka (para kenalan gue ini) juga berkualitas. Most of them punya karir bagus, pendidikan bagus, and though some of them pilih fokus urus keluarga, mereka tetap punya skill bagus 😍 Intinya mereka punya 'pegangan', value dan prinsip hidup jelas ~ Dengan value dan prinsip hidup jelas, mereka jadi punya standar bagus yang lead mereka untuk ketemu 'the one' versi mereka. Jadi yang dilihat itu kualitas orangnya, bukan dari negara mana asalnya. Kalau kita punya standar bagus, negara mana asalnya nggak jadi soal, kita akan diketemukan dengan yang berkualitas pula pada akhirnya.

Kenapa gue sampai sebegitu berharapnya the next generation untuk kejar pendidikan? Karena dengan punya pendidikan, skill, karir, you guys akan punya kesempatan besar ketemu pasangan yang diharapkan. Terlepas pada akhirnya mau stay di rumah dan nggak kerja itu lain cerita, yang penting punya 'pegangan'. Masa berharap ketemu CEO tapi nggak fokus pendidikan? Memang bisa ketemu CEO di pinggir jalan? That's why, membuka peluang itu diperlukan. Gue bahas CEO karena yang komentar kemarin mimpinya mau menikah sama CEO, dan itu memungkinkan asal berusaha keras untuk memantaskan diri agar dapat yang sepadan 😁

Nggak ada yang nggak mungkin sebetulnya. Selama mau berusaha menjadi best version untuk diri kita, akan selalu ada kesempatan untuk kita mendapat apa yang kita inginkan. Bukan kah begitu cara mimpi bekerja? Mimpi akan tetap jadi mimpi kalau kita nggak kejar ~ Please jangan berharap durian runtuh, itu hanya terjadi satu diantara jutaan umat manusia 🙈 hehehe.

Selain itu, jujur gue kawatir kalau adik-adik ketemu orang Korea yang salah. Banyak kasus dapat pasangan nggak punya karir jelas, iya kalau mau berjuang dan berusaha dari bawah sama-sama, namun nyatanya ada yang nggak peduli keluarga. Istri dihajar habis-habisan, kalau sudah begitu mau apa? Menyesal nggak akan bisa 😕 Dia mau melapor pun bingung karena knowledge nggak ada. Bukannya ditolong yang ada disalahkan. Apalagi hidup di negeri orang akan susah berdiri sendiri kecuali kita punya knowledge dan network yang bagus untuk mendukung kita.

Kalau kita kenapa-napa, nggak ada yang bisa menolong kita kecuali diri kita. Tapi kalau diri kita nggak punya value, prinsip, knowledge, batasan, standar hidup, bla bla you name it, sudah pasti kita kesulitan ðŸĪ§ Ada satu kenalan minta tolong gue karena nggak sanggup menjalani hidupnya. Dia mau pulang ke negaranya dan dia harus perjuangkan hak asuh agar bisa bawa anaknya 🙄 However, dia nggak punya kenalan lawyer, dia nggak tau bagaimana hukum Korea bekerja, plus dia nggak bisa berkomunikasi dengan bahasa Korea yang baik dan benar. Can you imagine that?

Di lain soal, pernah ada berita viral soal wanita Vietnam yang dihajar suaminya habis-habisan cuma karena si wanita nggak bisa komunikasi dengan lancar. Lalu ada pula yang nggak tau kalau ternyata dia dijual ke kakek tua dan hidup di pedalaman. Don't you feel bad to your parents jika itu jadi kenyataan? Your parents membesarkan susah payah, memberi hal terbaik yang mereka bisa untuk kebahagiaan anak, terus si anak tanpa pikir panjang menyerahkan hidup untuk jadi samsak di negeri orang. Iya kalau your parents rich enough untuk jemput ke Korea, kalau nggak?

🐰🐰🐰

Gue sama pasangan nggak punya kisah fall in love ala drama ~ yang gue punya hanyalah kisah bagaimana berkembang jadi lebih baik melalui hubungan kami berdua. Dari awal lihat dia, yang gue lihat itu kualitas dia sebagai manusia dan dia tentu melakukan hal yang sama 😂 Dia adalah satu dari sekian banyak pria yang berharap punya pasangan sepadan dengan mereka. Dan gue rasa, kita semua (pria atau wanita) pasti ingin punya pasangan berkualitas, iya nggak?

Gue realistis, gue mau pasangan gue berbobot, jelas masa depannya, bertanggung jawab, bisa diandalkan, jadi pemimpin yang baik untuk keluarga, on top of that, bisa membuat gue bahagia. Tapi gue tau diri dan sadar, kalau gue mau punya pasangan berkualitas (bibit bebet bobotnya), gue harus bisa setara. Gue harus jadi berbobot juga ~ Nggak bisa cuma berharap karena nggak akan ketemu celahnya, dan yang gue lakukan adalah fokus memantaskan diri sambil menunggu dia yang mau memantaskan dirinya agar kami bisa ketemu di tengah-tengah.

Gue berkarir di area yang membuat gue bertemu banyak foreigners. Dari salah satu usaha gue membuat gue punya chance ketemu banyak Korean dan foreigners negara lainnya. And I could say that, gue sudah makan asam garam melihat banyak karakter dari mulai yang baik sampai yang bejat! Yang bejat ini tau kalau banyak wanita bucin Oppa, mereka memanfaatkan itu untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Alhasil, banyak wanita yang kena One Night Stand lalu ditinggal, parahnya ada yang sampai hamil terus anaknya nggak tau bapaknya di mana.

Kalau teman-teman baca soal Kopino, itu betulan. Banyak yang bejat meninggalkan benihnya di Filipina. Kita nggak mau kan hal itu kejadian di negara kita? Jadi jangan mau kalau diajak ketemu di tempat nggak layak. Jangan mau diiming sesuatu seperti pernikahan, pindah agama dan lain sebagainya. Jangan mau please, sayangi diri adik-adik semua. Karena for some of them, agama pun bisa jadi mainan. Mereka tau dengan mereka bawa embel-embel agama, mereka bisa dapat jutaan subscriber. Akhirnya? Banyak yang pindah agama niatnya cuma demi konten dan uang.

🐰🐰🐰

It's not easy even buat gue hidup di negeri orang. Seindah-indahnya Korea, tetap lebih nikmat hidup di Indonesia. Gue bahkan mau bawa orang tua si kesayangan untuk pensiun di Indonesia. Karena memang nggak ada yang bisa mengalahkan rasa nyaman dan kehidupan menyenangkan di tanah air tercinta. Kalau bukan karena gue harus dukung masa depan si kesayangan sebab dia punya karir yang harus dikejar, mungkin gue sudah minta dia settle down di Indonesia.

Menurut gue, hidup di Korea berat. Persaingannya sangat ketat. Kita akan dipaksa berkompetisi satu sama lainnya. Kita jadi nggak bersyukur dengan hidup yang kita punya karena kita selalu ingin punya 'tempat' ~ gue lihat dengan mata kepala gue sendiri bagaimana para kenalan gue struggling dengan hidup mereka. Again, nggak semua orang punya privilege sama, nggak semua orang punya hidup yang let's say mudah. Bahkan ada yang mau bawa anaknya ke Kids Cafe pun nggak bisa. Mau beli baju winter anaknya nggak bisa. Mau beli susu nggak bisa. Sedih tau nggak.

Nggak heran, banyak foreigners di Korea mengingatkan pembaca / penontonnya untuk serius kejar pendidikan. Dengan begitu chance untuk dapat hidup sesuai harapan bisa terbuka 😉 Kita mungkin nggak bisa ubah masa lalu kita, tapi kita punya kesempatan mengubah masa depan. Dengan semakin banyak yang sukses, semakin banyak yang terbantu dengan kehadiran kita. So, instead of fokus berpikir soal pernikahan, yuk fokus pendidikan. Cari keahlian, lalu kembangkan.

For the last, gue mendukung apapun cita dan mimpi adik-adik semua, dan gue berterima kasih blog gue sudah dibaca. Gue senang kalau adik-adik punya preferensi pasangan seperti apa. Tapi gue berharap adik-adik bisa fokus mengembangkan diri adik-adik dulu hingga nanti bisa ketemu pasangan yang sesuai dengan apa yang adik-adik impikan 😁 coba bayangkan serunya ketemu pasangan saat sekolah, saat bekerja atau saat dalam perjalanan. Hehehehehehee. Nikmati masa muda, lakukan apapun yang adik-adik ingin lakukan dan menikah pada waktunya.

Kalau memang preferensi dan dapat jodohnya Korean sesuai harapan (atau Indonesian, bule, endebla bla), gue akan dengan senang hati memberi selamat. Yang gue harap adalah, generasi penerus bangsa bisa menjaga nama baik dirinya, bisa bertambah kualitasnya, bisa punya masa depan cerah, dan bisa berbahagia. Jadi, please jangan sampai salah jalan dan terjerumus dalam lubang yang hanya menghadirkan penyesalan. Always makesure untuk ambil keputusan dengan bijak karena kita hidup untuk puluhan tahun ke depan, bukan untuk hari ini dan besok saja 💕
---------------------------------------------------------------------------------------
Sorry, no English translation for this post.
Kindly check the Indonesian version.

---------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------
Sorry, no Korean translation for this post.
Kindly check the Indonesian version.

---------------------------------------------------------------------------------------