이중섭 Art Street | CREAMENO

Pages

이중섭 Art Street



Hi guys, kembali lagi pada post gue di Pulau Jeju, Korea ~ to be honest, gue rindu mau pulang ke Jeju, dan biasanya bulan Oktober adalah bulan dimana gue siap-siap berangkat. Yes, gue stay di Korea hanya saat musim gugur sampai musim semi (between October til March), while musim panas lebih pilih Bali sebab di Jeju panasss dan sering ada angin topan. However, sejak Corona, gue jadi was-was mau ke Jeju dan memilih stay di Bali entah sampai kapan 🤧

So, daripada sedih karena nggak bisa pulang ke Jeju, gue akan ajak teman-teman liburan virtual ke salah satu tempat hang out favorit gue di Jeju bernama Lee Joong Seop Art Street 😍 Jadi, lokasi tempat ini persis di seberang Seogwipo Olle Market. Dan meski gue sering bolak balik ke sana, gue nggak pernah merasa bosan sedikit pun untuk berkunjung lagi dan lagi cencunya dengan gaya andalan musim gugur -- coat panjang dan kacamata hitam ala turis 🤪

Tau nggak kenapa gue suka musim gugur? Sebab fashion musim gugur bagus-bagus, ditambah latar pemandangan dengan daun yang menguning membuat semua terlihat manis dan hangat ~ plus, gue paling happy setiap kali si kesayangan pakai coat yang dia gunakan hanya saat musim gugur saja 😂 because I dunno why, dia always looks handsome seratus kali lipat setiap musim gugur compare to musim lainnya. Kok jadi bahas dia, siiih? Hahahaha. Maapkan 🙈

🐰🐰🐰

Back to topic, kenapa namanya Lee Joong Seop Art Street? Karena... dulu, ada seniman Korea bernama Lee Joong Seop yang awalnya tinggal di Seogwipo saat Perang Korea (around 1950s). Walau hanya tinggal sebentar, keindahan kota Seogwipo sukses jadi inspirasi Lee Joong Seop dalam berkarya. Bahkan beberapa karya fenomenalnya lahir saat beliau tinggal di sana. That's why pemerintah memakai nama beliau sebagai nama jalan, dan menjadikan rumah beliau (yang masih berdiri kokoh sampai sekarang) sebagai warisan peninggalan sejarah 😍
Hi guys, back to my post in Jeju Island, Korea ~ to be honest, I miss Jeju, and usually October is the month when I getting ready to go 😎 Yes, I stay in Korea only from autumn to spring season (between October til March), while on summer season, I prefer stay in Bali because Jeju is hot and sometimes there is typhoon hit the area. However, because of Corona, I became worried about going to Jeju and decided to stay in Bali until I dunno when 🤧

So, instead of feeling sad because I can't go back to Jeju, I'll take you guys on a virtual vacation to one of my favorite hang out places in Jeju called Lee Joong Seop Art Street 😍 The location is right across Seogwipo Olle Market. And though I often visiting Lee Joong Seop Art Street, I never get bored to visit again with my signature autumn fashion styles 🤪

Do you know why I love autumn season? Because the fashion in autumn season is beautiful, and the yellow leaf color makes everyone look sweet and warm ~ plus, I am happiest whenever I see my man wearing a coat that he uses only when autumn comes 😂 I dunno why, he always looks more handsome hundred times every autumn season compared to other seasons hahaha 🙈

🐰🐰🐰

Back to topic, why is it named Lee Joong Seop Art Street? Because... in the past, there was a Korean artist named Lee Joong Seop lived in Seogwipo during the Korean War (around 1950s), although he only lived for a short time, the beauty of Seogwipo City became the inspiration for him as an artist. And some of his most phenomenal works were born while he was living there. That's why the government uses his name as a street name, and maintains his house until then.
안녕하세요 여러분, 제주에 관한 포스트로 돌아왔어요 ~ 사실 저는 제주가 그리워요. 그리고 10월이 보통 갈준비를 하는 달이에요 😎 네 저는 한국에 가을에서 봄 사이에만 머물러요(10월에서 3월사이) 여름에는 발리에 머무는데 그건 제주가 덥고 가끔 태풍이 오기도 하기 때문이에요. 하지만 코로나로 인해 제주에 못가서 언제까지인지 모르겠지만 발리에 머무르고 있어요 🤧

제주에 못가서 슬퍼하는 대신에 제가 제주에서 가장 좋아하는 곳 중 하나라 자주 놀러갔었던 이중섭 거리로 가상휴가를 보내드릴려고 해요 😍 위치는 서귀포 올레시장. 건너서 바로 있어요. 제가 좋아하는 가을패션 스타일을 보러 계속 방문하면서 절대 질리지 않았어요 🤪

제가 왜 가을을 좋아하는지 아세요? 가을패션이 예쁘기 때문이고 노란색 잎이 모두를 따뜻하고 달콤하게 보이게 해줘요 ~ 게다가 내남자가 가을에만 입는 코트를 보는것도 행복해요 😂 왠지 모르겠지만 다른 계절에 비해서 가을에 백배는 잘생겨져요 hahaha 🙈

🐰🐰🐰

주제로 돌아가서, 그곳 이름이 왜 이중섭 거리일까요? 그건... 과거 한국 예술가 이중섭한국전쟁(1950년) 당시에 서귀포에 살았기 때문이에요. 짧게 살았지만 서귀포의 아름다움이 그의 작가로서의 영감을 주었다고해요. 그리고 그의 대표작은 그가 여기 살던 때에 만들었어요. 그래서 정부는 그의 이름을 거리에 붙였고 아직도 그의 생가가 유지되고있어요.





Sejak dijadikan nama jalan, banyak seniman muda Korea pindah ke sana untuk bekerja, buka gallery maupun usaha. Dan jalan utama Lee Joong Seop dijadikan art street di mana kita bisa enjoy live music, flea market dan berbagai pameran pada waktu yang ditentukan 😍 serunya lagi, ada banyak toko kerajinan dan cafe-cafe unyu di sana ~ yang pastinya nggak akan membuat kita bosan, even gue selalu ingin kembali untuk yalan-yalan cantik sama si kesayangan 🤭
Since it became a street name, many young Korean artists have moved to Lee Joong Seop Art Street to work, open galleries and businesses. And the main street is turned into an art street where we can enjoy live music, flea markets and various kinds of art exhibitions at the appointed time 😍 there are also many Jeju craft shops and cute cafes there ~ which of course won't make us feel bored. I even want to come back again and again only for walks with my man 🤭
그게 거리의 이름이 되고부터, 많은 한국의 젊은 예술가들이 이중섭 거리 로 와서 갤러리를 열고 사업을 시작하면서 메인 거리는 정해진 시간에 라이브 음악, 벼룩시장, 각종 미술 전시회 등을 즐길 수 있는 아트거리로 바꼈어요 😍 거기에는 많은 제주 공예품점이 있고 우리의 지루함을 달래줄 귀여운 카페도 있어요 ~ 그냥 걷는것 뿐이라도 내남자와 계속 다시오고 싶었어요 🤭




Terus terus, vibe Lee Joong Seop Art Street ini memang vibrant syekali, guys! Mungkin karena banyak dikunjungi anak muda, jadi feeling-nya agak beda sama tempat wisata lain di Jeju, Korea 😂 gue pribadi kalau ke Lee Joong Seop Art Street nggak tau kenapa berasa jadi lebih muda hahahaha *kebawa suasana mungkin, ya* -- *dempulan biar nggak dipanggil ajumma* 🤪
By the way, Lee Joong Seop Art Street's vibe is very vibrant, guys! Maybe because the area mostly visited by young people, so the feeling is kinda different from the other tourist attraction spots in Jeju, Korea 😂 I personally don't know why I feel younger whenever I was there 🤪
이중섭 거리의 분위기는 생동감있어요! 아마 대부분 젊은 사람들이 방문하는 지역이라 제주도 다른 관광지와는 다른 느낌이 날 수 도 있어요 😂 개인적으로 거기 갈 때 마다 젊음을 느끼는지 모르겠어요 🤪




Eniho, gue punya cerita di Lee Joong Seop waktu gue pertama kali ke sana untuk liburan (belum ada niat settle down ceritanyah). Jadi waktu itu gue yang banyak gaya ini, sok-sokan mau pakai high heels 5 cm biar kaki terlihat jenjang 🙈 Maklum tinggi gue standar wanita pada umumnya (kalau nggak mau dibilang mini) dan tinggi si kesayangan 183 cm macam galah. Gue pada waktu itu nggak tau kalau Lee Joong Seop Art Street jalannya naik turun parah, seriously bisa sampai 45 derajat kemiringannya which is cukup ekstrim untuk kaki gue yang lemah 🤣

Diawal, gue sok cool menahan rasa sakit padahal jalan gue yang tadinya lurus sudah berubah jadi miring 😂 Wk. Si kesayangan sempat tanya, "Hon, are you okay?" tapi gue yang gengsinya setinggi Burj Kalifa menjawab, "Yeah, I'm okay." padahal dalam hati ingin teriak, "Mampus gue, sakit banget iniiih. Haduuuh. Luka deh pasti." 😭😭 hingga akhirnya gue nggak tahan dan minta duduk di tengah tanjakan. Untung banyak tempat duduk di sana. Dengan meringis gue bilang kalau kaki gue luka yang membuat dia panik dan mengajak gue beli sepatu di ABC Mart 😅

Di ABC Mart gue cuma bisa menunggu dia pilah-pilih sepatu, dan diambil~lah salah satu sepatu Reebok warna mint-putih yang size-nya kebesaran. Permasalahannya, dia tuh pakai acara bantu gue pasang sepatu, kan, gue jadi nggak enak sama orang-orang *nggak ada yang lihat, gue-nya yang kepedean* hahahaha 🤪 alhasil gue nggak mau minta ganti size (dan membeli yang besar sesuai pilihan dia) sebab gue nggak nyaman kalau dia harus jongkok lagi buat pasangkan sepatu lainnya, yang membuat gue terpaksa harus hati-hati melangkah dengan sepatu kebesaran 🤣

Dan yang gue takutkan kejadiaaaaan! Sepatu gue lepas saat sedang melangkah dan membuat wajah gue memerah ~ Gagal sudah mau bergaya elegan, yang ada gue ditertawakan dan ujung-ujungnya, dia jongkok lagi buat bantu gue pasangkan sepatu di tengah jalan 🙄 tau begitu gue tukar size gue tadi di ABC Mart kalau ending-nya dia jongkok juga. Ucap gue dari hati terdalam. Phhffftt, ohya gue nggak pakai sepatu sendiri, karena dia bilang pakaian gue nggak mengijinkan gue untuk jongkok sembarangan 😅 so, hikmah dari cerita gue, kalau teman-teman mau ke Lee Joong Seop Art Street jangan pakai sepatu aneh-aneh yaaa, biar nggak sengsara 🤣

Sekian.
Anyhow, I had a story in Lee Joong Seop Art Street when I visited the place for the first time on my vacation (no intention of settling down yet). So at that time, I wear high heels around 5 cm so that my legs looked longer. Well, my height is standard women in general and my man's height is 183 cm. And I didn't know that Lee Joong Seop Art Street had an extreme up and down road, seriously the slope could go up to 45 degrees which is quite extreme for my weak legs 🤣

In the beginning, I was trying hard to endure the pain though I couldn't walked properly 😂 and my man asked, "Hon, are you okay?" but I was too ashamed, so I said, "Yeah, I'm okay." however deep down inside, I wanted to shout, "I'm dead, this hurts so bad. Huffttt." 😭😭 I couldn't stand it anymore, so I asked him to sit for a moment. Luckily, there is plenty of seating provided. Then I told him my feet was hurt which made him panic and took me to ABC Mart to buy shoes 😅

At ABC Mart I can only wait for him to choose the shoes, and he chose the minty-white Reebok shoes which is a bit oversized. The problem is, he was helping me to put the shoes on my feet and I was not comfortable because many people around me hahahahaha 🤪 as a result, I didn't want to ask for a size change (and bought the big one according to his choice) because I didn't want him to squat again only to put another shoe on my feet, which made me didn't have any choice beside to be careful when walk with oversized shoes that he chosed 🤣

And thing I was afraid happened! My shoes fell off when I was walking and it made my face red. Because I failed to keep my elegant style. He laughed and in the end, he squatted again to help me put my shoes in the middle of road 🙄 ehyu, if I knew he will help me again, I better changed my shoe size at store 😑 ps: I didn't wear the shoe myself (and he helps me instead), because he said my clothes didn't allow me to squat carelessly 😅✌ so, the lesson from my story is... if you want to visit Lee Joong Seop Art Street please wear a normal shoes, so you won't suffer 🤣
여하튼 저는 이중섭 거리에 처음 갔을 때 많은 이야기가 있어요 (정착하고 싶은 생각이 없었어요). 그래서 그때는 다리가 길어보이기 위해 5cm 정도의 하이힐을 신고 다녔어요. 음, 제 키는 여성 보통키고 내남자는 183cm에요. 그리고 저는 이중섭 거리가 언덕을 끼고있다는걸 몰랐어요. 진심 약한 제 다리로는 힘든 45도 정도 되는 경사가 있어요 🤣

처음에는 제대로 걸을 수 없었지만 고통을 참으려고 노력했어요 😂 내남자가 물었어요 "Hon 괜찮아?" 하지만 저는 너무 부끄러워서 "yeah 괜찮아" 라고 대답했지만 마음속에서는 "나죽어, 다리아파 Huffttt" 라고 소리쳤어요 😭😭 저는 도저히 서있을 수 없게됬고 그에게 잠시 앉아있다가 가자고 했어요. 운좋게 거기에는 충분한 밴치가 있어요. 그래서 저는 그에게 발이 아프다고 했고 그는 신발을 사러 ABC 마트로 저를 데려갔어요 😅

ABC 마트에서 저는 그가 골라주는 신발을 기다릴 수 밖에 없었어요. 그가 약간 오버사이즈의 민트화이트 Reebok 신발을 가져왔어요. 문제는 그가 신발 신는걸 도와줬는데 주위에 많은 사람들이 있어서 불편하다는 거였어요 🤪 결과적으로 저는 사이즈 바꾸는걸 요청하고 싶지 않았어요(그리고 그가 선택한 큰걸 샀어요) 왜냐면 저는 그가 다른신발을 신켜주러 쭈그려앉는걸 원하지 않았어요. 그가 고른 큰사이즈의 신발을 신고 걸을 때 조심하는 것 외의 선택지는 없었어요 🤣

그리고 우려하던일이 일어났어요! 걸어다닐 때 신발이 벗겨져 얼굴이 빨개졌어요. 엘레강스한 제 스타일을 유지하는데 실패했기 때문이었어요. 그는 웃었고 결국 길 중간에서 다시 쭈그려앉아 신발을 신켜줬어요 🙄 ehyu, 그가 다시 저를 도와줘야한다는걸 알았다면 가게에서 신발 사이즈를 바꾸는게 나았어요 😑 ps: 저는 혼자 신발을 신지 않았어요(그가 신는걸 도와줬어요) 왜냐면 제 옷 때문에 아무렇게나 쭈그려앉을 수 없었기 때문이에요 😅✌ 제 이야기가 주는 교훈은... 이중섭 거리에 방문하신다면 평범한 신발을 신어야 고통받지 않는다는 거에요 🤣

70 comments:

  1. Hahaha mbaa Enooo ngakak dan so sweet banget siih 😂😂

    Itu fix mba, gagal begaya ya hahaha. Tapi so sweet (dasar cewek).

    Ngomongin higheels aku kayaknya nggak punya mba, pernah punya tapi debuan karena nggak dipake-pake haha.

    View musim gugur emang kelihatan keren si mbaa kalau di film-film, hehe. Apalagi ngebayangin daun-daun berjatuhan trus guling-guling diatas daun atau nengkap daun maple yang baru jatuh ala-ala film goblin hahah. Udah kemana-mana ini 😂


    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, gagal mau tampil cantik hahahaaha yang ada sengsara, tumit kaki jadi lecet semua, mba 😂 nama pun masih pertama kali ke sana, saya nggak tau kalau jalannya menanjak parah. Mana waktu itu selain pakai heels, saya pakai rok juga, jadi nggak bisa jongkok sembarangan 🙈

      Waaah kok sampai debuan, mba? Hihihi mungkin belum ketemu momen yang tepat untuk pakai, yah? 😍 hehehe. Semoga one day bisa dipakai heels-nya, mbaaa. Biar nggak menangis disimpan terus di rak 🤣

      Bicara mengenai daun yang menguning memang bagus sekali kalau dilihat dengan mata telanjang. Sayangnya saya nggak pernah coba guling-guling di sana karena takut gatal 😂 hehehe. Kalau mba Sovia suka main sama daun, bisa mampir ke healing forest, saat autumn season banyak daun berguguran di sana. Selain daun maple, pinus dan sejenisnya, ada herbs plants warna pink mirip ilalang 😍 so pretty dan hanya saat ada musim gugur saja. Pankapan saya share fotonya 😆

      Delete
    2. It's okay mba, namanya juga pertama, jadi punya moment asoy sama si kesayangan kan mba 😁😁 walau moment sepatu Reebok kebesaran yang lepas, pasti nanti bakalan indah buat diketawain di masa tua.

      Hehe, kemarenan aku pernah pake buat kondangan mbaa, tapi ada insiden tidak mengenakkan dengan high heels, alhasil sampai sekarang ngaak mau lagi 😊😊 cuman mau pakai sneakers atau ngga flat shoes.

      Semoga one day bisa mampir kesana mbaaa 😆😆😇

      Delete
    3. Iya, momen yang membuat saya belajar juga, mba. Buat selalu speak up, nggak usah pakai malu-malu segala, nggak ada gunanya hahahaha 🤣 kalau dulu sampai segitu malunya nggak mau tukar sepatu padahal kebesaran, while sekarang nggak ada malunya, minta si kesayangan bolak balik ambilkan sepatu ini itu buat dicoba-coba 😂 Wk. "Hon, can you bring the blue one?" -- "Hon, how about that black?" -- seenak udel tunjuk sana sini sambil duduk menunggu dia bawa sepatunya. Habis itu dia menyesal karena dulu pernah minta saya untuk terbuka 😂

      Well, pasti insidennya sangat nggak menyenangkan ya, mba 🤧 however pakai sneakers atau flat shoes memang the best. Anti pegal-pegal club hahahaha 🤣 Saya pun sekarang dengan bertambahnya usia, jadi jarang pakai heels kecuali untuk event penting atau kerja khusus yang mengharuskan saya menggunakannya. Sedangkan kalau sama si kesayangan, lebih banyak pakai sepatu nyaman 🙈

      Amiiiin semoga bisa. Kalau pergi sendirian, butuh sekitar 8 juta untuk semingguan mba (apabila dapat tiket promo pesawat) -- sudah include penginapan, dan makan. Semisal rame-rame bisa sharing harga penginapan nanti jadi lebih murah 😆 cuma kalau mau banyak belanja harus bawa uang extra 😍

      Delete
  2. Buahahaaa, adegan cinderela dengan style sepatu reebok mint putih kebesaran

    Dan juga kendala pake rok haha
    Makanya aku jarang pake rok

    Oiya ngomongin lee joong seop kok aku malah kpikiran so ji sub ya, eaaaa centil deh gw mentang2 ada seop nya disama2in ama subnya so ji sup, tapi meski bgitu pemandangan musim gugurnya so meuni oranye gitu mba cakep bet dah, foto2nya nyeni banget, daun daun berguguran

    Tapi klo berundak undak emang bikin kaki nyut nyutan tuh, lecet
    Tapi ga mengapa mba, seenggaknya cerita2nya selalu romantis huehehe

    Percis di film2 korea

    O berarti ini masi di bali ya mba sekarang...moga2 corona cepet berlalu amin biar bisa ke jeju lagi beradem2 ria :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Instead of sepatu kaca, yang ada sepatu Reebok kebesaran, mba 😂 hahahaha. Posisi kaki sudah sekarat, karena saya paksa jalan berjam-jam. Sampai akhirnya nggak tahan 🤣 *cari penyakit banget anaknya* -- phhhffttt. Nahiya saya pakai rok jadi nggak boleh jongkok sembarangan sama dia. Semisal saya tetap jongkok, nanti yang ada dia dihujat orang-orang (karena kata dia, bantu pasangan itu salah satu hal normal apalagi kalau pasangan nggak bisa melakukannya. Semisal dia nggak bantu, nanti orang yang lihat akan anggap dia nggak peka) 🤣 Wk.

      Waduuuw So Ji Sub disebut-sebut hahahahaha. Memang mirip sekilas karena sama-sama 섭 ya, mba 😂 mba Nita fans So Ji Sub, kah? 😍 hehehe. Iyaaa mba view-nya bagus, oren-oren begitchu warna daunnya. Jadi terasa hangat, meski suhu udara dingin but feels nice also romantic 😆 makanya saya suka bingits sama musim gugur dibanding musim yang lain 😍 so pwettyyyyy ~

      Ps: habis kejadian kaki lecet, saya nggak pernah pakai heels lagi mba kalau main ke sana 😂 hahahaahhaha. Jadi kejadian manisnya cukup sekali saja, nggak mau diulang. Karena selain malu, sakitnya nggak tahan 🤣 hehehe. Iya mba Nita sekarang kami masih di Bali sementara waktu sambil tunggu keadaan membaik. Sebab di Korea masuk 3rd wave dan curva-nya naik pesat. Jadi lebih baik nggak ke sana. Amiiiin semoga Corona bisa segera hilang. Sehat selalu untuk mba Nita dan keluarga 😄💕

      Delete
    2. ikut nimbung di sini... Yaampun ternyata budaya Korea sana tuh pasangan segitunyaaa kalau pasangannya lagi ga bisa melakukannya... Tapi buat aku yang bayanginnya tuh so sweet abiiiisss. Dia ambilin sepatu terus dipakein layaknya Cinderella >.<

      Aku pernah juga nih kejadian sok sokan pake heels buat jalan-jalan di Jepang. Meski ga begitu banyak tanjakan kaya di Korea, tapi 3 harian pake heels sukses bikin tumitku sakit dan jalanku sudah kaya nenek-nenek. Tiap melangkah rasanya kaya injek jarum 😂😂😂
      Terus saking uda ga kuat lagi buat jalan, aku minta suami ke toko sepatu (saat itu H&M) buat beli sneakers! Tapi tetap saja aku yang pilih sepatunya dan cobain sendirii wkwkwkw
      Padahal sebenernya bukan heels yang lancip, tapi sepatu ankle boots dengan tinggi cuma 5cm doaang! Namun tetap saja ya... Yang namanya sepatu dengan heels tuh membuat kaki sakit!!! Huft

      Oia, kalau Kak Nita bayanginnya So Ji Sub, aku pas baca tuh jadi Lee Joong Seok 😝😝😝

      Delete
    3. Mereka punya budaya NUNCHI mba namanya, jadi sense-nya memang besar. Mereka bisa tau apa yang dipikirkan dan dirasakan orang, plus tau apa yang perlu dilakukan pada setiap kesempatan 😂

      Wuahahaha, sama kita mba, betuuul rasanya jalan sudah seperti injak jarum, dari yang tadinya lurus bak model berubah jadi miring-miring entah kenapa 🤣 duuuh nggak kebayang kalau 3 hari jalan-jalan pakai heels, biar give up tumit saya. Mba Frisca ternyata lebih nekat daripada saya 😆 well, mau itu heels atau ankle boots, saya rasa kalau dipakai pada jalan yang nggak rata dan dalam durasi yang lama, tentu akan membuat kaki kita merana hahaha. Seenggaknya hal itu jadi pelajaran untuk kita minimal bawa sepatu cadangan, atau lihat tempat sebelum datang 🙈

      Ada teman yang membayangkan Lee Jung Seok juga, mba 😁

      Delete
    4. oalaaah. Pantesan ya oppa2 Korea tuh sweet gituu di drakor-drakoorr
      lain sama siniii hahahaha

      iyaaa kak Eno!! Aku meringis tiap suami bilang "kita jalan satu kilo lagi baru sampai"
      Dalam hati langsung komat kamit dan berasa menderita karena kaki ini harus melangkah. Uda mana suami jalannya cepet bangeeet. Di hari awal-awal aku bisa ngimbangin...Di hari ketiga aku uda kaya keong. Apalagi kalau ada tangga. Wadoooww. Dalam hati menangis 😭😭😭
      Iyaaa aku nekat banget! Padahal uda niat bawa sepatu cadangan. Eh tapi sok sokan gitu bakal kuat jalan jauh pake ankle boots. Taunya tetap nyerah di hari ketiga HAHAHA
      Betul tuh kak Eno. Harus bawa sepatu cadangan supaya kakinya bisa istirahat juga hahaha

      Iyaaa kalau diucapin bisa kepleset jadi Lee Jong Seok 😂😂😂

      Delete
    5. Nggak semua sweet, mba 😂 yang nackal pun banyak. Jadi harus tetap pilih bibit bebet bobotnya. Karena Korea nggak beda sama Indonesia dan negara lainnya, tetap ada baik buruknya 😁

      OMG satu kilo lagi dalam keadaan kaki sudah hampir olenggg, hahaha. Sakit banget itu mbaaa. Saya bisa membayangkannya. Karena pernah mengalami hal serupa 🙈 ditambah naik tangga pula. Langsung kibarkan bendera putih kalau saya 🤣 hehehe. Terus setelah kejadian itu, saat trip sama pasangan, saya lebih pilih pakai sepatu nyaman biar nggak sakit di negara orang, mba 😆 kapok sekapok-kapoknya 😂

      Delete
    6. wah iya sih. Tetep ya ada yang nakal mah hihih

      iyaaaa sakit banget kak. Jarangku yang awalnya lurus, jadi miring hahahaha terus jadi super lamaaaaa. Sejak beli sneakers, bootsnya jadi ga dipakai lagi 😂😂😂
      Iya bener-bener kapokk deh mau sok gaya-gayaan hehehe

      Delete
    7. Mau jadi cantik dan gaya itu memang mahal, yah 😂 hahahaha. Tapi ternyata nyaman tetap yang utama pada akhirnya 🤣

      Delete
    8. iya makanya ga salah dengan kata-kata "Beauty is pain". Aku setuju dengan kalimat itu.

      Betul ituuu yang nyamanlah yang dipilih pada akhirnyaa..kaya hubungan gitu yak 😆

      Delete
    9. Beauty is indeed sometimes full of pain, mba 😂 tapi nggak apa~lah, kalau bisa ditahan, yang penting bisa cantik maksimal 🤪 -- kalau soal hubungan, justru sebisa mungkin pilih yang paling nyaman 🙈

      Delete
  3. Oh cakep ada musimnya juga ya mbak...baru tahu. 😁😁

    Waduh salut deh sama yang betah pakai high heels ..saya hanya pakai pas kondangan saja rasanya sudah pengin lepas... gemas...karena kalah cepat kalau mau ngambil ayam..😂

    Ah jadi kayak Cinderella ya...mungkin disangka orang lagi lamaran juga hihihi...

    Foto2nya bagus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cakep mba, kalau musim gugur warnanya kuning-kuning, kalau salju putih-putih (Jeju lumayan banyak salju dibanding Seoul dan kota lain di Korea), while musim semi pink-pink di sepanjang jalan 😂 hehehe.

      Saya sebetulnya betah nggak betah kalau sama heels mba, tergantung durasi pemakaian dan lokasi penggunaan 😆 hahahaha. Pengalaman banget ke sana pakai heels ternyata areanya nggak sesuai sama sepatu yang digunakan. Jadi pelajaran berharga untuk browsing lokasi dulu sebelum pilih sepatu yang ingin digunakan 🙈

      Untungnya nggak sampai disangka lagi lamaran, mba 😂 mungkin karena orang-orang sudah terbiasa lihat yang begituan. Bahkan yang lebih ekstrim dari si kesayangan banyak. Sering ketemu di tengah jalan. Budayanya memang beda 😂 saya awalnya kaget, tapi sekarang sudah terbiasa 🤣

      Delete
  4. Beeeh, tempatnya rapi keren dan bikin nyaaman
    Pasti betah dong nongkrong berlama-lama di sana yaa mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betaaaah mas, pemandangannya bagus dan areanya seru buat jalan-jalan. Sekedar lihat live music, hunting barang di flea market atau duduk-duduk cantik di cafe sekitar 😍

      Delete
    2. Semoga nanti kapan2 kalo ada duit bisa ke sana, Aamiin :D

      Delete
    3. Amiiiin mas Dodo 😍

      Delete
  5. Nggak lengkap rasanya kalo cerita travel nggak ada cerita seruu dari Mba Eno dan si kesayangan 🤣 tapi so sweet aaaah, dipilihin sepatu, dipakein, meski ujung-ujungnya kebesaran 😂

    Tuh kann, Lee Joong Seop Street cakep bangett >< apalagi suasana musim gugur jadinya cokelat cokelat gitu, kesannya makin romantis 😍 salah satu bucket list aku, Mba Enoo kalau ke Jeju, terus nongki cantik di kafenya 🤭

    Btw, aku juga punya pengalaman serupa tentang heels. Ceritanya waktu itu aku lagi ke Hong Kong sendirian, ada tugas pelayanan di gereja sana. Kebetulan aku pakai heels dan sengaja nggak bawa sepatu ganti, pengen sok jalan pake heels biar keren kayak wanita karir yang di sana 🤣 bisa ketebak, sampai di penginapan, tumit aku luka dan pegelnya luar biasak! Note to myself, next time nggak perlu sok gegayaan, yang penting nyaman 😆

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba kelihatannya sweet, tapi aslinya nggak 😂 yang ada malu mba hahaahaha. Tapi waktu lihat sekitar, ternyata rata-rata memang begitu kulturnya. Laki-laki bantu perempuan untuk hal-hal yang sederhana. Basic manner ceunah 🤣

      Iyaaaa mba kalau ke Jeju jangan lupa mampir Lee Joong Seop Art Street, terus malamnya ke Seogwipo Olle Market 😍 di Lee Joong Seop Art Street ada kedai Teokpokki langganan saya dan si kesayangan 🙈 terus di seberangnya ada tempat cukur rambut langganan ugha hahaahaha. Nggak jauh dari sana, ada tempat makan Gukbab (nasi dengan soup) harga 3.900/bowl yang terkenal 😍 terus toko craft yang warna kuning di foto atas itu tempat saya biasa belanja untuk oleh-oleh. Ownernya baik berhubung saya sering belanja postcard, eh saya dikasih free tambahan 🤣

      Ohya dekat Lee Joong Seop ada banyak toko kalau mba mau belanja. Entah sekarang masih pada buka apa nggak sejak Corona. Tapi dulunya banyak toko fashion dari mulai vintage sampai branded. Terus banyak toko skincare dan toko craft (ini yang paling saya suka) 😆 dan hampir semua cafe di Lee Joong Seop enak-enak. Especially Halla yang warna biru di atas. Bisa sekalian hunting bunga, mba 😍 pfffhtt kangen Jeju jadinya.

      Hahahaha sama banget ceritanyaaa 🤣 nggak bisa dipungkiri, heels membuat kaki kita terlihat cantik dan gaya kita semakin elegan, tapi juga membuat kita sengsara kalau dipakai di tempat yang salah ya, mba 😂 saya pun belajar untuk nggak pakai heels di Lee Joong Seop anymore -- karena sakitnya nggak tahaaaan. Jadi sekarang lebih pilih pakai mules teplek atau flat shoes sekalian 😆

      Delete
    2. Mba Enooo, makin mupeng akutu setelah baca balasan komentar Mba Eno ini 😭 rasanya pengen iseng susun itinerary ke Jeju dan menyelipkan semua tempat yang Mba Eno rekomendasikan di atas. Aku udah ngebayangin setelah belanja oleh-oleh, kemudian jajan tteokppoki, setelah itu jalan-jalan lagi, duduk di kafe, habis itu cuss ke Seogwipo Olle Market 😆 Kayaknya ke Jeju enak di musim gugur yaa, suasananya itu lhoo hihi

      Delete
    3. Ayoooo mba susuuuun ~ nanti pankapan saya buat semacam things to know before going to Jeju ya, agar mba bisa punya bayangan perlu siapkan apa saja 😂 hehehehehe. Cuma kalau ke Jeju jangan bayangkan kehidupan gemerlap ala Seoul atau Jekarte mba, sebab kehidupan di Jeju sangat slow jadi memang lebih cocok untuk yang mau relaks 🙈

      Dan iyaa, menurut saya the best season itu kalau nggak musim gugur adalah musim semi, tergantung mba lebih suka warna apa. Kalau gugur kekuning-kuningan sedangkan semi warna pink 🤣

      Delete
  6. Hahahahaha gengsi membawa sengsara..

    ngakak abis Eno..

    tapi.. keren kesayanganmu. Dia berhitung yang dikau tidak perhitungkan..terus ambil tindakan.

    Sebenernya juga ga masalah Eno.. Kalau cowok melakukan itu. Itu kan wujud rasa sayang.

    Resikonya paling omongan orang lain yang sebenernya ga perlu dipedulikan. Daripada orang yang disayangnya susah dan sakit ya kenapa tidak..

    Cuma ngerti juga cara Eno menjaga..😂😂 Biar aku sih sepakat ma kesayanganmu..

    Makanya jangan gengsian sama yayang sendiri mah.. hahaha ngomong yang jelas dan ga usah sok kuat 😂😂😂😂😂

    Sama kayak aku ke si Yayang di rumah.."Gengsian amat si lu sama gua" 😁😁

    Nice story.. btw foto dan tempatnya bagus banget..

    cuma kesayanganmu kereenn 🤣🤣 Jadi pilih bahas itunya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebanyakan gengsi anaknya, mas 😂 padahal gengsi nggak buat bahagis hahahaha. Mana seringnya buat sengsara pula 😑

      Iya mas, awalnya kaget, saya anggap dia lebay dan too much. Saya sampai bilang, "Awas lu ya manis di depan doang." 🤣 tapi ternyata til now dia tetap manis dan penyayang hahahahahaha. Untungnya kalau di Korea nggak pernah sampai ada yang bicara bisik-bisik di belakang. Kata dia kalau dia nggak bantu saya justru dia yang dihujat karena dianggap nggak punya basic manner dan nggak peka jadi pria 🤣 hadehhh nggak heran PDA di mana-mana. Which is sempat membuat saya nggak nyaman 😂

      By the way, sekarang saya sudah nggak mau gengsi-gengsi segala 🤭 mungkin karena sudah bertahun-tahun lewat, jadi rasa gengsinya sudah berkarat 😂 hahahaahaha. Mba Hes pasti paham perasaan saya kenapa sampai gengsi bilang sama pasangan dan sok kuat 🙈 kita kan nggak mau terlihat lemah ceritanyaaah 🤣 padahal ujung-ujungnya pasti minta bantuan. Tapi biar keren, berusaha sendiri dulu diawal. Kalau kata si kesayangan, "Makan tuh biar keren!" hahahahahahaha 🤣

      Eniho, thank you mas sudah salfok bukannya komen about Lee Joong Seop Art Street justru komen si kesayangan. Ke-GR-an nanti dia baca komen dibilang keren sama mas 🤪

      Delete
    2. Tapi emang keren kok Eno.. abis gimana. Ga apa apa kalau hidungnya jadi agak "mekar" dikit mah.

      Saya suka membacanya.

      Soalnya, saya pikir cowok memang harus begitu. Contoh kecil saja, kayak nyebrang jalan, saya kok malah sering bingung, ada suami biarin istri nyebrang tanpa digandeng. Kalau saya mah, ya saya gandeng bahkan saya rangkul..

      (Saya ajarin juga si Kribo dan sekarang kalau mereka pergi berdua, saya tahu ada pengganti saya karena dia pun akhirnya terbiasa sebagai pelindung mama-nya. Someday, saya harap dia lakukan untuk istri dan keluarganya juga)

      Tugas saya menjaga dia...Tugas kesayanganmu ya jaga kamu.

      Makanya sukaaa sekali dengan gaya si kesayanganmu itu.

      Iyah... memang begitu katanya, dia bilang "Masa sih bergantung terus sama kamu?". Ya jawab saya, "Kalau kamu nggak mau bergantung sama aku, terus fungsiku apa?"

      hahahaha.. gengsiannya jadi ngingetin kalau pulang belanja dari warung (setiap jalan pagi hahaha pulangnya ngewarung). Si Yayang selalu bilang, "Mas, sini biar aku bawain yang itu? Nggak enak dilihat sama tetangga kamu kayak dikuliin sama istrimu".

      Aku sih santai aja bilang "EGP" sambil ngeluyur.

      Gengsi dipiara.. wakakakakaka

      Bukan karatan sih hahahaha.. cuma karena akhirnya Eno sudah saling mengerti dan juga sudah menerima "gaya" dan "karakter" nya. Jadi, sudah tahu bahwa gengsian di depan dia nggak guna.. wakakakakaka

      Walau kadang-kadang interaksi saling gengsi tetap ada, lebih mirip "bumbu" saja.. hahahaha biar seru..

      Makanya ntar kalau ada rejeki ke Bali dan Eno kebetulan ada, aku mau ketemu sama Kesayanganmu saja.. cuma mau #TOSSS doang...

      Delete
    3. Waaaah suka insight-nya mas 😂 jujur pada awalnya saya merasa nggak nyaman pakai acara digandeng segala. Saya kan sudah besar bisa menyebrang jalan sendiri bukan anak-anak hahahahaha. Tapi dia tetap paksa menggandeng saya sampai sekarang. Nggak peduli saya menolak, pasti digandeng sama dia, katanya itu kewajiban dia menjaga saya 🙈

      Dan saya sama seperti mba Hes, sering merasa nggak enak kalau si kesayangan bawa semua barang. Nggak enak dilihat orang 🤣 contohnya setiap kali trip, pasti dia yang bawa koper dan backpack, while saya hanya bawa tas selempang saya saja. Kan segan saya jadinya. Takut orang berpikir saya bagaimana-bagaimana ke pasangan. Tapi dia EGP seperti mas Anton. Kata dia, "I don't care what people said. I only care you." hahahahaha KZL *tapi senang karena nggak capek jadinya* 🤪

      Iya mas, kayaknya saya sudah menerima sebab mau terus gengsian nggak ada gunanya. Dia akan selalu pakai caranya dalam menyayangi saya. Jadi lebih baik saya terima dengan tangan terbuka 😂 karena saya tau saya nggak bisa paksakan cara saya yang mungkin beda sama cara dia 🙈

      Semoga mas Anton dan mba Hes kompak selamanya, yah 😍

      Delete
  7. ini sih salah satu cerita yang aku suka. cerita kejadian yang ga terduga saat sama kesayangannya...Aku bacanya sambil ketawa loh mbak....hhaahaaa
    Dari beberapa cerita yang aku baca, kayaknya si kesayangan sering melakukan hal-hal yang ga terduga dan kemungkinan spontan aja..heheheh

    oyaa, aku pas lihat drakor pas setting musim gugur juga kagum dengan gaya berpakaian orang korea. Sangat menarik, udah kayak peragaan busana aja dengan coat dan syalnya. serta dengan beberapa aksesorisnya.
    Atau mungkin emang sudah biasa dengan gaya seperti itu ketika musim gugur mbak?

    Duuh....gengsinya udah setinggi burj khalifa. berarti udah ga kelihatan ujungnya kalau dilihat dari bawah...hahahhaa

    ajumma= tante
    Okee.....:D:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harusnya saya tulis dilarang ketawa yah, mas 😂 hahahahaha. Iya, dia sering spontan melakukan sesuatu nggak peduli itu akan membuat saya malu atau nggak hahahaha. Tapi semakin ke sini, saya sudah kebal mas. Jadi terserah dia mau melakukan apa. Saya respect budaya dan karakternya 🤪

      Rata-rata kalau musim gugurnya gayanya seperti itu semua, mas. Coat dan syal. Warnanya earth tone pula. That's why favorit saya 😍 kalau sudah mau masuk musim gugur, saya selalu excited menyiapkan mau pakai fashion apa. Centil banget pokoknya 🤣

      Nah iya, gengsi saya nggak ada yang mengalahkan. Tingginya pun sudah setinggi Burj Khalifa 😂 apa-apa gengsi yang maju duluan. Heran ugha, kenapa gengsi dipelihara padahal nggak buat bahagia 🙈 hehehehehe. Eniho, cewek-cewek biasanya paling anti dipanggil ajumma mas, makanya saya dempulan jangan sampai ada yang panggil saya ajumma di tengah jalan 😆

      Delete
  8. Aku juga suka dengan fashion dan nuansa saat musim gugur 😍 walaupun aku belum pernah mengalaminya sendiri tapi dari yang aku lihat di drama, memang suasananya cantikkk sekali dan fashion oppa Korea kalau pakai coat panjang gitu memang lebih menarik 😝.

    Tempat yang kak Eno review ini bagus ya 😍. Aku setuju kalau gaya lingkungannya vibrant dan bikin pengin balik terus ke sana hihihi. Aku juga akan betah kalau jalan-jalan di sana 🤩.

    Btw, kisah kak Eno kenapa lucu sekali wkwk. jadi nyiksa diri sendiri, 2x pula 😂. Gimana akhir nasib kaki kakak? Benar-benar lecet parah?
    Btw (lagi), Kayak adegan di DOTS dong ya, adegan diikatkan tali sepatu, kalau kak Eno adegan dipakaikan sepatu 🤭. So suittt 😍 tapi memang kalau dipikir-pikir, risih juga dilakukan di tempat umum wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Suasananya magis Lia, selalu menyenangkan jalan-jalan ke luar dimusim gugur, yang pasti menyenangkan karena banyak daun berjatuhan, dan kalau foto-foto hasilnya nggak akan fail, hahahahaha 😂

      Fotonya nggak bisa menangkap suasana aslinya. Semisal Lia datang langsung, pasti akan suka. Semoga nggak ada yang terdampak Corona. Kawatir kalau banyak yang tutup setelahnya 🙈 hehehe. Lee Joong Seop Art Street ini sepertinya salah satu tempat di Jeju yang terpaling sering kakak kunjungi dear ~ hampir setiap pengkolan ada tempat langganan kakak hahahaha. Nggak jauh dari sana ada Olive Young dan toko-toko skincare seperti Innisfree dan sejenisnya. Terus ada si duyung ijo a.k.a Starbucks, plus many small cafe / coffee shop / resto dan street food 😍

      Iyaaa tuuuh gara-gara gengsi jadi menyiksa diri sendiri dua kali hahaha. Tentunya lecet parah, tumitnya terkelupas 😂 jadi pelajaran banget untuk nggak pakai heels saat ke sana 🤪 ngomong-ngomong kakak awalnya risih karena nggak terbiasa. Tapi setelah sering kali menemukan banyak pria melakukan hal serupa. Jadi merasa biasa dan menganggap itu bagian dari karakter budaya mereka 😆

      Delete
    2. Iya kan! Aku langsung kebayang dengan drama The King Eternal Monarch-nya Lee minho yang mostly set-nya adalah musim gugur. Pemandangannya cantik banget dan Lee minho-nya juga ganteng banget pakai fashion musim gugur #eh

      Aminnn. Semoga nggak terkena dampak corona ya, jadi begitu kak Eno kembali ke sana, bisa langsung melepas rindu dengan Lee Joong Seop Art Street ini <3
      Waaah, bakal betah banget main-main di daerah ini. Ramai banget toko-tokonya! Apalagi jadi bisa jajan skincare wkwk. Kak, tapi sebenarnya skincare di sana dengan di Indonesia, harganya nggak beda jauh kan? Nggak sampai setengah harga?

      Oemjiii. RIP kaki kak Eno saat itu >.< pukpuk.
      Btw, berarti kita bisa bertemu dengan banyak cowok-cowok yang sedang pakaikan sepatu/betulin sepatu ceweknya di jalan dong ya kak :p

      Delete
    3. Wahaha kakak nggak menonton drama itu, tapi iya kalau set-nya musim gugur berarti nggak beda jauh sayang 🤣 berarti Lia bisa pakai fashion ala pemeran utama wanitanya, mirip-mirip pastinya 😆

      AMIIIIIN, berharap banget nggak ada yang tutup 🤧 -- kalau soal harga skincare kakak kurang tau, nggak pernah compare sama yang di Indonesia soalnya. Tapi kakak setiap kali beli skincare contohnya SKII atau lainnya lebih suka di Korea karena harganya lumayan murah. Mungkin nggak sampai setengah Lia, tapi kalau beli banyak akan terasa murahnya 🤣 *nggak membantu banget yah jawaban kakak* hahahaha.

      Kalau ketemu cowok yang lagi pakaikan sepatu nggak bisa bilang iya hahahahaha karena selama ini kakak hanya melihat empat sampai lima kali mungkin yah *nggak memperhatikan ugha* Wk 😂 Tapi kalau ketemu cowok PDA ke ceweknya (and vice versa) lumayan sering ada di mana-mana. Semacam tiba-tiba cium pipi, gandengan tangan, rangkul-rangkulan, endeblabla. However kalau lagi jalan-jalan jangan sampai melihat mereka dengan seksama yah. Nanti mereka risih kalau dilihat 😆 jadi cukup lihat sekilas-sekilas saja jangan sampai melotot matanya hahahahaha.

      Delete
    4. Huahaha pakai yang gayanya mirip-mirip mungkin bisa tapi kalau pakai baju yang se-merk dengan pemeran utama wanitanya, qu taq sanggup nyiahaha.

      Wkwk cukup membantu kok kak jawabannya. Terima kasih :)
      Pada dasarnya memang kalau beli di tempat asalnya, jatuh harganya akan lebih murah ya.

      Oiyaaa, kalau PDA kayaknya banyak ya. Aku kalau lihat orang-orang PDA di luar negeri sih nggak heran, kalau orang-orang PDA di dalam negeri, malah kayak aneh ya rasanya *kok jadi bahas PDA

      Delete
    5. Nggak harus se-merk untuk tampil paripurna, yang penting pede saat mengenakan pakaian, pasti cantiknya nggak jauh beda, Lia 😍

      Iya pastinya akan lebih murah karena nggak melewati proses bayar cukai dan perintilan lainnya. Tapi memang jatuhnya lebih mahal karena bayar ongkos pesawat, hotel dan teman-temannya 😂 hehehehehehe.

      PDA lumayan banyak, hampir setiap pengkolan ada *eh* 🤣 tapi di Bali sebetulnya banyak ugha yang PDA 🙈 jadi sudah terbiasa lihatnya 😆

      Delete
  9. kenapah kenapah setiap sudutnya terliat instagenic kayak gini, view yang kayak gini ini yang aku sukak
    apalagi ketika daun daun berwarna kuning kecoklatan, cantiknyoo
    hahaha aku juga mikir samaan mbak, kalau liat orang pake coat, cantiknya gantengnya wewww terlihat nambah sekian persen ya. Malah dulu sebelum aku berangkat ke LN, udah rajin beli coat wkwkwkwk

    ini toko, cafe kenapa unyuk begitu, meskipun ga masuk kedalamnya, liat diluar aja aku udah seneng :D

    cerita high heels nya ala cinderela yang seperti dibilang mba nita bikin aku senyam senyum ae, co cweet nya
    sebagai cewek yang nggak pingin nyusain kesayangan lagi, jadinya macam apa ya, gengsi atau apa ya nyebutnya, ternyata yang dipikirin malah kejadian. untung sepatu nggak kelempar kayak main bola kasti ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo mba, nanti kalau Corona sudah hilang, siap-siap ke Jeju, yah 😆 hehehehe. Mungkin musim gugur tahun depan sudah bisa 😍 apalagi mba Ainun sudah punya koleksi coat-nya dari lama ~ means sudah ready untuk berangkat tahun depan. Hahahaha. Mari sama-sama berdoa Corona hilang musnah selamanya 🙈

      Agree, cafe-cafe di Jeju banyak yang unyu, cuma kadang butuh efforts lebih untuk hunting sebab ada yang ke pelosok haha. Jadi yang lebih gampang memang hunting di-art street karena rute bus-nya available setiap saat 🤣

      Biasa mba, awal-awal gengsi dipelihara. Sekarang yang ada gengsinya berkarat jadi nggak tau malu anaknya 😂 eniho sepatunya nggak sampai kelempar, cuma saat melangkah sepatunya ketinggalan 🙈

      Delete
  10. Ending ceritanyaaaa wahahaha. Berarti selain pake sepatu yang nyaman, ke Lee Joong Seob juga pake baju yang gampang jongkok, gampang salto sekalian kali yah. Ngakak deh asliiii. Btw ini suasananya sungguh Korea banget alias artsy, rapih, banyak ornamen lucu-lucu, bikin gemes kalau dilihat. Kayak waktu itu saya main di daerah Gangnam, terus kesasar, ada area gang gitu yang isinya kafe kafe lucu dan anak-anak muda yang stylish jalan ke sana ke mari, seru deh. Kan berasa ikutan muda. Padahal maaahh.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha iya mba Justin, better pakai baju yang gampang jongkok, kalau perlu salto sekalian 😂 intinya jangan banyak gaya *bicara sama diri sendiri yang kebanyakan gaya* hahahahaha ~

      Jadi rindu mau ke Korea lagi nggak mbaaa? Siapa tau mba Justin berminat visit Jeju dilain kesempatan 🤭 hihihihi. Di korea memang banyak gang senggol yang kalau ditelisik ternyata isinya cafe-cafe cantik 😍 dan setuju sama mba Justin, bukan saya doang berarti yang merasa jadi lebih muda setiap ketemu anak muda di jalan karena mba Justin ternyata merasakan hal yang sama 🤣

      Delete
  11. Hahahahahha, aku untungnya pas ke Korsel, udh pake sepatu yg nyaman mba. Krn di Seoul aja jalanannya banyak yg nanjak hahahaha. Di Itaewon tuh banyak banget. Aku sampe ngos ngosan. Kayaknya jalan di Korsel memang kebanyakan tanjakan yaaa. Ga kebayang di Jeju.

    Tp ini cantik sih kotanya. Aku tuh LG plan, setelah pandemi kan memang mau ke Jepang. Kepikiran untuk mampir LG ke Korsel kayak dulu, mumpung Deket Ama Jepang :D. Naaah tapi ntr pgn Lamaan, dan mampir Jeju jugaaaa :D. Serius kangen borong skincare di sana. Ama kuliner pastinyaaa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes mba, jalanan di Korea in general memang banyak tanjakannya. Karena mereka jarang ada dataran rendah. Pasti naik turun naik turun makanya membuat lelah. Mana Lee Joong Seop Art Street ini tanjakannya lumayan curam. Kalau dilihat dari bawah cukup menukik bisa 45 derajat 😂 hehehe.

      Ayoooo mba mampir ke Jeju mumpung sudah sampai Jepang, biar sekalian jalan. Jadi dari Jepang, Jeju, baru pulang ke Indonesia 😍 atau kalau mau cari salju di Jepang, mungkin Indonesia - Jeju - Jepang rutenya hhehehehehe. Kalau mau yang santai-santai dan calm-calm enak ke Jeju, kalau di Seoul lumayan hectic soalnya 🙈 *promo nggak kelar-kelar*

      Delete
  12. Wah😍 so cwit dong mbk. Malah kelihatan kayak anak muda karena romantisnya. Kalau lihat drama korea gitu, kadang emang ada perumahan yang jalannya menanjak ya...apa di sana emang datarannya gitu?

    Dan juga dari tadi saya kepleset terus, baca lee joong seop jadi lee jong suk he..he...😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahuahaahaha malu sama umur, mba 😂

      Di Korea karena kebanyakan wilayahnya itu perbukitan, jadi banyak perumahan ada di tanjakan dan turunan. So, harus siap-siap koyo kalau mau ke mana-mana jalan kaki, sebab pasti pegal 😆

      Waaah lumayan jauh itu melesetnya jadi Lee Jong Suk, mba 🤣

      Delete
  13. Duh, aku jadi ngakak nih, Mbak Eno. Maaf ya, Mbak, soalnya lucu sih. Hehehe.😂

    Tapi ngomong-ngomong kesayangannya Mbak Eno ini sweet banget sampe rela jongkok bantuin Mbak Eno pake sepatu. Dua kali pula. Tapi yang namanya terlanjur sayang mau gimana lagi.🤭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak apa-apa mba Roem 🤣

      Hahahaha gara-gara itu saya jadi malas pakai sepatu kebesaran, sepatu bertali dan sepatu-sepatu menyusahkan mba. Malu soalnya kalau dia sampai bantu pakai sepatu segala 😂 jadi sebisa mungkin saya pilih sepatu yang nggak akan membuat saya dan dia susah 😁

      Delete
  14. Hahah….
    Harus dicatet nih jadi kalau pergi2 ya kita pakai sneaker aja yaaa amannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba Zizy, baiknya pakai sneaker saja 🤣

      Delete
  15. Mba Enooo aku ngakaaakk 😂😂 Niat hati mau elegan, eh yg ada malah sepatunya keringgalan copot. Hahaha.. Tapi seru mba, jadi sama kesayangan jd punya cerita lucu. Pasti jadinya tiap lewat sana keinget momen itu deh mba, dan jadi kenangan manis saat kesayangan pakein sepatu bak cinderela kan. Hehehe 😂 Semoga pandemi segera berlaluu yaa, jd Mba eno bisa main jalan2 ke sini lg. Tapi inget mba, ga usah pake heels 5cm lg klo ke sini 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Goodbye elegan, mba 😂

      Kadang rencana memang nggak sesuai harapan 🙈 Tentunya setiap kali ke sana akan selalu ada momen membahas masalah sepatu copot dan kaki lecet karena high heels siwalan itu mba 🤣 hehehehe. Amiiin mba Thessa, semoga kita bisa kembali yalan-yalan. Mba Thessa juga sudah rindu keliling dunia pastinya 😍 dan jangan pakai heels 5cm ya, mba 😆

      Delete
  16. Walopun saya gak pernah ngeliat langsung musim gugur tapi saya juga paling suka padu padan warna dan suasana di musim gugur mba, berasa adem dan warna bumi lebih pekat. Lebih indah dimata. Tidak berlebih, pun tidak juga kekurangan rasa kesyahduhannya. (dan sayapun tiba-tiba nyastra)😂 hahaha..

    Kayaknya saya pernah denger tentang Lee Joong Seop Art Street ini Mba karena mengingatkan saya dengan drama Temperature of Love 😁

    Saya tuh ngeliat anak kecil pake alas kaki kebesaran aja udah ngakak, apalagi ngebayangin Mba Eno yang jadi terpaksa keliatan kecil karena si kesayangan ternyata tinggi sekale. Dimana Mba Eno bergaya feminim, tapi pake rebook kebesaran dan lepas lagi pas lagi melangkah hahaha.. (maaf mba, saya jadi dobel ngakak) 🤣🤣🤣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes mba, kata-kata mba sangat bagus dalam mendeskripsikan perasaan saya 😍 memang warnanya bagus bangettt, apalagi kalau jalan sore tuh anginnya semilir, seru rasanya jalan di bawah deretan pohon-pohon yang daunnya mulai berguguran 😁 apalagi kalau ada gandengan 🤣

      Ohya ada di dalam drama, kah? Saya nggak menonton drama itu, mba 😆 tapi tempat ini cukup terkenal di Jeju, semacam tempat yang kalau bisa jangan sampai terlewatkan apalagi lokasinya dekat dengan Olle Market dan tempat belanja 😂

      Nah iya mba, dia itu terlalu tinggi makanya saya pilih heels 5cm biar nggak terlalu pendek kalau jalan bareng dia 😅 ternyata pakai heels di Lee Joong Seop Art Street sangat nggak disarankan 🤣 terus berniat ganti pakai Reebok niatnya agar tetap anggun waktu jalan tanpa harus miring-miring karena kesakitan, ehhhh ended up sepatunya kebesaran 😂 semesta sepertinya lagi becanda sama saya. Apa gengsi saya yang ketebalan, ya 😆 hahahahaha. Untung sekarang nggak mau banyak gaya karena kenyamanan kaki adalah yang utama 🙈

      Delete
    2. Mba Rini nggak usah sedih, pengen liat musim gugur? gampang kok.
      Di depan rumah Mba Rini ada pohon rimbun nggak? mangga atau apa kek?
      Nah besok kupas kulit di batangnya secara melingkar, lalu siramin bensin, dalam 5 hari Mbak Rini bisa liat musim gugur tuh, daunnya mati dan berguguran wakakakakakak






      kabooorrrrrrrrrrrrr :D

      Tapi serius, kalau nanti Eno ke Jeju, mau dong oleh-oleh daun unyu dari musim gugur di sana, yang bukan kek daun mangga kering kerontang karena pohonnya disiram bensin *banyak maonya wakakakakakakaka

      Delete
    3. Itu ide darimana mba, betulan bisa gugur memangnya? Hahahahaha, mba Rey ada-ada saja 😂

      Siap nanti kalau ada daun yang cantik akan saya kirimkan ke mba Rey lewat kartu pos sekalian 🤣

      Delete
  17. Wah, pasti cobaan sekali itu, Mbak, pakai sepatu hak tinggi 5 cm di jalanan naik turun begitu. :D

    Jalannya benar-benar artsy. Nyaman sekali sepertinya nongkrong sore-sore di salah satu kafe sambil baca buku. Kalau bosan baca, tinggal melongok ke luar jendela melihat orang-orang yang lalu-lalang. Saya suka banget lihat kafe yang di persimpangan itu, Mbak. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sakiiiitt parah kakinya, mas 🤣 hahahahaha.

      Agree, dijamin betah duduk-duduk di sana sambil lihat daun berguguran 😍 bisa sambil santai baca buku dan dengar musik jazz. Plus memperhatikan orang lalu lalang pun sangat menyenangkan tentunya 🙈

      Delete
  18. 20 tahun dari sekarang cerita kaki luka dan sepatu lepas akan menjadi cerita manis kepada anak dan cucu tentunya... sambil bilang. Pada jaman dahulu... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jaman simbah duluuuu.... 🤣 begitu ya, mas Day 🙈

      Delete
  19. aku suka pemandangan musim gugur, walau belum pernah liat langsung, tapi pemandangan musim gugur di film2 terasa hangat menyenangkan gitu. :)

    pasangannya so sweet sekali mbak, seperti di film2 drakor pada umumnya :D

    btw, mau tanya oot mbak, emang semua mobil di korea ada cctvnya? kata istri, di drakor2 katanya begitu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayooo mas Bara, semoga pankapan bisa ke Jeju, ya 😍 sama keluarga tercinta untuk menikmati musim gugur yang ada 😁 hehehehe. Itu nggak so sweet kaliii mas, yang ada malu dan segan saya 😂

      Hampir semua mobil pakai dashcam mas (99%-lah kurang lebihnya), buat bukti kalau ada kecelakaan dan sejenisnya ~ jadi sudah seperti barang wajib nggak tertulis untuk dipunya saat beli mobil 😬

      Delete
  20. Cewek mah selalu. Rela sakit demi eksis -___-'

    Gw mah ogah amat...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harap makluuum, mas 😂😂😂

      Delete
  21. Astagaaahhh ngakak (lagi) wkwkwkwkwwkwk

    saya liat fotonya itu, udah kebayang gimana nggak cucoknya pakai heels di situ, dan serius, baru denger heels aja betis saya udah kram banget hahahaa.

    Terus, nggak dengan diganti pakai sepatu kebesaran juga yak hahahaha.
    Adaaaa aja ya cerita kalian inih :D

    So sweet banget, meski saya rasa pas kejadian itu, hati rasanya nano-nano ye kannn hahaha
    Tapi setuju ama Riza, cewek itu memang biasanya mementingkan penampilan ketimbang kenyamanan, meski ada juga yang kalau udah kebiasaan mah nggak kerasa meski jalan jauh pakai heels, ya asal bukan di tempat yang kemiringannya 45 derajat juga sih hahaha.

    Saya dulu pernah punya heels, sok-sokan gitu ikutan temen-temen beli, dulu sekos itu kan cuman saya dan 1 orang Medan yang agak jangkung, trus teman saya itu kerja di bank, jadi terbiasa pakai heels, dia jadi lebih tinggi, dan minta saya beli heels juga biar kami sama maksudnya.

    Trus saya pakai, kaki lecet, betis kaku, kayaknya jauh lebih menyakitkan dari cantengan deh hahahahaa.
    Bukan hanya karena tingginya ya, tapi make heels itu kayak kita jalan pakai enggrang, kudu seimbang, apalagi kalau jalan di mall, nggak lucu kan udah kalem-kalem jadinya njungkel :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Capek mba, serius jangan pakai heels kalau ke Jeju, Korea. Jalanannya nggak asik soalnya hahaha 😂 dan jangan pula pakai sepatu yang kebesaran. Takutnya nanti lepas atau bahkan mental kebuang 🤣

      Buat cewek itu, jadi cantik, elegan, etece memang kadang menyakitkan ya, mba 😂 kadang harus pakai heels, atau harus rawat kulit sampai rasanya seperti dicubit 🤪 eniwei, saya akui pakai heels membuat kaki sengsara pada awalnya. Tumit sakit, betis tegang, dan biasanya jari jadi cekot-cekot entah karena apa. However kalau sudah terbiasa jadi nggak begitu menyakitkan asal nggak dipakai jalan di tanjakan saja 😂 hahahahaha. Duh kalau mengingat kejadian waktu itu, malunya sampai sekarang, mba 🙈

      Delete
  22. Aku malah penasaran sama safe cafenya yang katanya lucu. Heheheh

    ReplyDelete
  23. emang kenapa kalo kesayangan jongkok masangin sepatu, mbaak?? 🤭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Malu mas kalau dilihat orang hahahahaha 😂

      Delete
  24. Hahaha Meno Menooo :)), gengsimu ternyata gede juga ya buat cewek, kayaknya most cewek bakal merasa romantis kalo dipasangin sepatu sama cowoknya. Iya nggak?

    Anw, aku setuju jalannya cakep dan vibrant banget macam Hongdae (dih, kayak udah ke sana aja gue)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gede banget mas, setinggi Burj Khalifa 😂

      Mungkin iya akan merasa romantis, tapi saya pribadi waktu itu lebih ke malu sih perasaannya nggak enak kalau ada yang lihat 🤣 coba tanya mba Ara, kira-kira romantis apa nggak kalau mas Nugie bantu pasangkan sepatunya? 🙈

      Betul mas, mirip Hongdae memang. Tapi versi nggak begitu padat jadi tetap nyaman dan nggak berdesak-desakan 😍 pan-kapan mampir Jeju, mas 😆

      Delete