Milestone | CREAMENO

Pages

Milestone



Gue sering baca cerita MILESTONE anak teman-teman gue, dan hal itu membuat gue tertarik untuk berbagi cerita milestone juga, sayangnya gue belum punya anak, jadi gue akan berbagi cerita milestone mengenai bayi besar gue a.k.a si kesayangan πŸ˜‚ Berhubung di mata gue, dia adalah bayi besar, apapun perkembangan dia, selalu membuat gue senang πŸ™ˆ Nggak beda jauh dari orang tua di luar sana yang loncat-loncat gembira saat anak mulai bisa berjalan, berhitung dan memanggil 'mama' -- gue pun mau koprol rasanya 🀣 hahahaha.

Satu sampai sepuluh, dua ratus lima..

Yes, bayi besar gue sudah bisa berhitung, guys 😍 Meski kadang masih sering lupa habis lima itu enam bukan langsung tujuh, dan setelah tiga itu empat bukan lima, tapi so far, dia sudah paham satu sampai sepuluh sekarang πŸ˜† lucunya, dia tau 'dua ratus lima' karena dia sempat menemani gue ke bank untuk urus gaji staff. Saat itu ada suara, "Nomor antrian.. dua.. ratus.. lima.. silakan menuju teller delapan." dan dia mendengarkan dengan seksama. Hingga dalam waktu setengah jam, dia hapal kata-kata dari mesin pemanggil nasabah 😁 Untung dia nggak gue ajak ke tukang gorengan, mungkin kalau gue ajak, dia bisa hapal, "Gorengannya, Neng. Dua ribu tiga." 🀣


Menyetir di kiri jalan

Sejak sering ke Indonesia, bayi besar jadi menyetir di kiri jalan yang membuatnya sempat takut karena di Korea jalurnya di kanan ~ awalnya dia menolak tapi ternyata setelah dicoba, dia BISA! Hahahaha. Dia bahkan sudah membawa gue keliling Bedugul sampai Jimbaran πŸ˜‚ tapi gue akui, jalanan di Bali memang bisa membuat orang stres karena kecil dan banyak pengendara nggak hati-hati, which is membuat dia kawatir. Sampai akhirnya, pada satu hari yang cerah, dia kejebak lampu merah Teuku Umar, Denpasar. Ini lampu merah sudah~lah macet, nggak kelihatan pula. Alhasil dia melewati garis batas yang membuat dia harus berhenti mendadak πŸ™ˆ

Selanjutnya nggak usah ditanya, gue dan dia disemprit sama polisi lalu lintas hahahahaha. Kami kena tilang karena melewati marka jalan katanya ~ dan uang lima ratus ribu pun melayang πŸ€ͺ (nggak disidang hanya disuruh bayar ke virtual account negara). Since then, dia trauma kalau harus menyetir di Bali dan lebih memilih pakai driver agar selamat sampai tujuan 🀣 thankfully, skill menyetir di kiri jalan ini bisa digunakan ketika kami trip ke negara serupa, seperti road trip di Khao Yai, Thailand (yang sudah pernah gue ceritakan) dan beberapa negara lainnya 😍

Makan sambal

Di Korea, tipikal makanan pedasnya beda dengan kita. Mereka lebih suka cabe bubuk daripada cabe asli yang diulek seperti di Indonesia. That's why saat bayi besar pertama kali coba sambal, air matanya langsung keluar, dan menurut dia, sambal Indonesia kuwang ajiar pedasnya hahaha πŸ˜‚ However, berhubung suka, dia jadi belajar makan sambal dari level terendah sampai level lima πŸ₯³ beberapa sambal yang sudah pernah dia coba adalah sambal terasi, sambal geprek, sambal mercon, sambal ijo, sambal rawit, sambal matah, dan sambal bawang 😍 --- sekarang setiap mau makan, nggak komplit kalau nggak pakai sambal 🀣

Mau ke mana?

Kalimat bahasa Indonesia pertama dia adalah, "Mau ke mana?" gara-gara lihat iklan TIKET.COM di Youtube yang tagline-nya, "Mau ke mana?" hahahahahahaha ~ seriously, kalau teman-teman mau belajar bahasa, saran gue sering dengar bahasanya, nanti lama-lama hapal πŸ˜‚ selain itu, dia sekarang sudah bisa bilang, Aku cinta kamu, maaf, terima kasih, tolong, hati-hati, dadaaaah, dan "Mbaaaaaa." ketika memanggil mba di rumah πŸ˜† sebetulnya ada banyak, cuma gue nggak ingat ~ yang pasti, I'm a proud woman karena bayi besar sudah pintar bahasa Indonesia πŸ™ˆ

🐰🐰🐰

Setelah gue pikir-pikir, kita sebagai manusia, dengan bertambahnya usia, seharusnya nggak jadi alasan kita berhenti belajar. Melihat semangat bayi besar dalam belajar, jujur membuat gue ikut semangat. Gue malu sama dia, karena gue masih suka malas-malasan πŸ˜‚ berbeda dengan gue, dia selalu mau belajar dan mencari tau hal-hal yang membuat dia penasaran. Contohnya waktu gue merasa sakit kepala setelah tidur siang. Dia berusaha cari info sebanyak-banyaknya sampai dia tau kalau tidur siang itu baiknya dalam kurun waktu 90 menitan. Sejak itu, gue coba tidur dengan pasang alarm 90 menit dan ternyata betul, gue nggak pusing lagi setelahnya πŸ˜†

Dia juga yang membantu gue cari informasi mengenai ingrown toenail dan membantu gue mengatasi rasa sakit yang gue punya 🀣 dan yang paling unik adalah, ketika gue baru pertama kali beli menstrual cup, dia sampai searching untuk tau fungsi dan manfaatnya, kelebihan dan kekurangannya, serta makesure kalau produk yang gue beli aman. Padahal gue nggak sampai sebegitunya πŸ™ˆ lalu disatu waktu, dia belajar cara memijat kaki dari pakar pijat atlit Korea yang memiliki channel Youtube dan dia mulai rajin memijat kaki gue yang acapkali pegal πŸ˜‚

Berkat dia, gue semakin yakin kalau kita perlu upgrade ilmu pengetahuan dan skill kita. Salah satu alasannya agar kita bisa survive jika kelak terjadi sesuatu di masa depan. Gue yang tadinya nggak bisa banyak hal, pelan namun pasti mau belajar. Ikut kelas memasak, membuat keramik, melukis, membuat kerajinan silver seperti cincin gelang, belum lagi kelas kerajinan kulit, parfum, sabun homemade, dan masih banyak lagi sebab kita nggak akan pernah tau bagaimana hidup kita, if one day bisnis gue collapse atau dia tiba-tiba kehilangan pekerjaan, seenggaknya masih ada skill yang gue dan dia bisa gunakan untuk memulai hidup baru dihari kemudian. So, jangan heran kalau gue giat belajar cukur rambut dia. Mungkin nanti gue buka barber sekalian πŸ˜†

Seperti kata Mahatma Gandhi, "Live as if you were to die tomorrow. Learn as if you were to live forever. Hidup seperti kamu mati besok. Belajar seperti kamu hidup selamanya." yang membuat gue optimis, selagi kita ada kemauan untuk belajar, maka hidup kita akan berjalan baik-baik saja 😍 dan belajar bisa dimulai dengan membaca buku, blog, jurnal, apapun yang kita suka. Yuuuk, semangat! Kira-kira, hal baru apa yang teman-teman pelajari beberapa hari ke belakang? πŸ˜πŸ’•
---------------------------------------------------------------------------------------
Sorry, no English translation for this post.
Kindly check the Indonesian version.

---------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------
Sorry, no Korean translation for this post.
Kindly check the Indonesian version.

---------------------------------------------------------------------------------------

61 comments:

  1. Mbaaaaa kenapa siih cerita di Moonlight selalu hangaaat. Nggak mau komen lah, hahahha.

    Aku juga nggak bisa apa-apa mbaaa, sekarang baru kayak ngerasa nyesal gitu, di umur seginj masih belum bisa apa-apa. Nggak bisa masak, nggak pernah belanja ke pasar kayak "perempuan" pada umumnya, sampai kemarenan aku juga mikir sampai kapan nggak mau coba ini itu, pas buka-buka folder laptop aku sadar bahwa 3 tahun dulu aku pernah belajar design hahaha. Makanya mau belajar lagi, mau lanjut belajar merajut lagi, mau belajar lettering lagi.

    Padahal tadi aku bilang nggak mau komen, tapi malah curhat πŸ˜‚πŸ˜‚. Bahagiaaaaaa terus terus mbaaa ❤❤❤❤

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau dingin bukan moonlight dong, mba πŸ˜‚

      It's okay, nggak ada kata terlambat untuk kita yang mau belajar dan terus belajar ~ seenggaknya, kita mau mencoba melakukannya daripada diam di tempat. Hehehehe. Saya pun termasuk telat belajar untuk belanja bahan makanan dan banyak hal lainnya 😍 tapi karena proses belajar itu menyenangkan, saya jadi nggak merasa beban πŸ˜†

      Ayo mba Sovia semangat, cari hal-hal baru yang mungkin bisa jadi akan mengisi hari-hari mba lebih berwarna. Apalagi dimasa pandemi seperti sekarang, ketika kita nggak bisa ke mana-mana. Siapa tau ada hobi yang bisa dijadikan pengisi waktu luang πŸ™ˆ semangat mba!

      Saya always welcome buat yang mau curhat πŸ˜‚
      Bahagia selalu untuk mba Sovia dan keluarga 😍

      Delete
  2. Huaaa seperti kata kak Sovia, membaca tulisan ini sangat hangat dan beneran terasa seperti membaca perkembangan seorang bayi ya *kemudian digebuk sama kesayangannya kak Eno* πŸ€ͺ.

    Belakangan ini aku belum belajar hal baru :(
    Jadi ngerasa minder dengan kak Eno dan kesayangan yang selalu giat belajar hal-hal baru πŸ˜….
    Terima kasih udah membuat post ini kak ♥️
    Aku jadi dapat motivasi untuk lebih giat mempelajari hal-hal baru 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ternyata bayi besar perkembangannya sudah banyak πŸ˜‚ harus ditulis biar nggak lupa hahahahaha. Nanti pan-kapan diupdate πŸ™ˆ

      Sepertinya Lia belakangan ini lebih fokus belajar baca buku seperti yang Lia tuliskan, dan menurut kakak it's also good 😍 nggak apa-apa, ini bukan tentang harus belajar sebanyak-banyaknya. Yang penting setiap waktu, ada yang kita pelajari dan membuat kita lebih baik dari sebelumnya *mantap* πŸ˜† kakak yakin, Lia banyak belajar meski Lia nggak sadar. Buktinya kakak sering lihat Lia belajar di blog mas Anton hahahaha πŸ˜‚

      Semangat, Lia πŸ’•

      Delete
    2. Asikk! Ditunggu update perkembangan bayi besarnya kak wkwk. Btw, si kesayangan kalau dibikinin post seperti ini, nggak masalah kak?

      Huaaaa benar juga! Aku nggak sadar kalau selama ini aku sedang belajar materi baru tentang dunia blog dari kak Anton ��
      Terima kasih udah mengingatkanku(ΰΉ‘˙❥˙ΰΉ‘)( ˘ ³˘)♥

      Semangat juga untuk kak Eno!

      Delete
    3. Nggak masalah Lia, dia baca juga meski harus pakai translate kalau kakak belum menuliskan versi bahasa Inggrisnya 🀣 hehehe. Cuma khusus MOONLIGHT label, dia memang nggak mau translate ke Korea, malu dia apabila teman-temannya baca hahahahahaha πŸ˜‚ jadi dibiarkan~lah teman-temannya pusing baca tulisan bahasa Inggris / Indonesia πŸ€ͺ

      Sama-sama Lia, semangat untuk kitaaa πŸ˜πŸ’•

      Delete
  3. disadari atau tidak, manusia akan selalu belajar. cuma masalahnya, hasilnya kelihatan atau tidak, itu urusan lain.. πŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu dia, mas πŸ˜‚ yang penting belajar dulu, soal hasil belakangan πŸ˜†

      Delete
  4. Kakk... why kalian berdua so sweet sekaliii... Sejujurnya aku belum sepenuhnya "mengenal" mbak eno dan kesayangan. Terbilang baru juga berkunjung ke blog nya mbak eno. Cuma baca cerita kalian sungguh ku tak menduga. Milestone pun bisa yaa untuk dewasa. Terkadang terlalu di kotak-kotakan kalau itu hanya untuk melihat perkembangan baby. Padahal sih ga juga yaaa..

    Keren sekali kalian masih mau untuk mempelajari hal baru bahkan si kesayangan peduli sekali akan hal-hal kecil yang berhubungan dengan mbak eno. Semoga kalian selalu happy dan kompaaak yaa.. ❤

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi mba Devina, how are you? 😁

      Nggak apa-apa, kita saling mengenal pelan-pelan, ya ~ hahaha πŸ˜‚ saya pun jarang update tulisan MOONLIGHT mba, hanya sesekali saja πŸ™ˆ eniweis, menurut saya, milestone bisa untuk orang dewasa. Karena setiap dari kita, baik itu bayi ataupun dewasa, pasti punya sisi berkembang dalam diri kita πŸ˜† jadi sambil iseng saya tulis milestone bayi besar 🀣

      Terima kasih doanya mba, semoga mba Devina dan pasangan bisa selalu kompak dan bisa saling belajar hal-hal baru juga 😍

      Delete
  5. Pas..kata orang tua dulu laki laki itu bayi gede πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    cuwit cetori..

    Jadi Eno kalah ya dalam urusan belajar ? Jangan mauuu..πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Anton pasti bayi besar untuk mba Hes, kan 🀣
      Hahahahaha. Iya mas, maunya nggak kalah tapi susah πŸ˜†

      Delete
    2. Kayaknya sih emang gitu Eno..🀭🀭🀭

      Ngaku..

      Kalahin duoonng..walau kupikir nggak sih.

      Eno itu orang yang belajarnya kuat..😁😁 nggak kalah ma si kesayangan. Cuma beda bidang sajah 😁

      Delete
    3. Boys will be boys πŸ˜‚

      Iya sepertinya karena interest kami berbeda, mas. Tapi tetap saya nggak segetol dia. Mana saya sering kebawa mood pula hahahaha. Kalau laki-laki jarang ikut mood, kan ~ makanya dia lebih stabil dalam belajar 🀣

      Delete
  6. Toss. πŸ‘Bener banget. Kita harus upgrade diri dan suka belajar. Supaya otak tetap jalan juga...

    Untungnya sekarang belajar online juga banyak ya...

    Btw. kalau kesayangannya baca marah gak tuh mba disebut bayi gede πŸ˜…πŸ˜…

    ReplyDelete
    Replies
    1. Agree mba, setiap hari belajar, apalagi era digital sekarang, mau cari info dan ilmu lebih mudah, nggak perlu harus selalu beli buku, bisa dengan baca blog ataupun jurnal 😍 jujur, salah satu hobi saya sekarang baca reading list dan senang kalau teman-teman yang saya follow pada update tulisan πŸ™ˆ

      Dia nggak marah dibilang bayi besar, mba 🀣

      Delete
  7. Memang ada yang pernah bilang kalo orang udah gede tapi tingkahnya masih seperti anak kecil itu katanya sebenarnya anak kecil yang terperangkap di tubuh yang besar, misalnya jadi suka beli mainan. Tapi baru kali ini mbak Eno bilang bayi besar.πŸ˜‚

    Oh ternyata cara menyetir mobil di Indonesia beda ya sama di Korea, pasti kagok pertama kali belajar mengemudi di Indonesia. Tapi salut akhirnya bisa menyetir biarpun pernah kena tilang karena menyerempet garis di lampu merah.

    Wkwkwk kalo soal pedas memang Indonesia jagonya, apalagi kalo makan sambel setan yang isinya cabe rawit merah semua, langsung meriang nih perut.πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Agus masih suka beli mainan, nggak? 🀣 hehehe. Iya, dia bayi tapi badannya besar makanya disebut bayi besar πŸ˜‚ untungnya dia nggak hobi beli mainan, cuma hobi main games saja πŸ˜†

      Sebetulnya dari awal menyetir sudah langsung bisa di kiri, cuma memang takut takut, untungnya nggak masalah 😁 dan kejadian ditilang itu setelah sekian lama menyetir di Indonesia. Apes mas πŸ€ͺ

      Saya justru belum pernah makan sambal setan jadi nggak berani menawarkan si kesayangan. Kayaknya saya sendiri nggak akan sanggup memakannya mas hahahaha. Membayangkannya saja lidah sudah menjerit kesakitan karena pedassss 🀣

      Delete
    2. Ngga mbak, kalo saya beli mainan nanti anak saya tidak kebagian jajan.πŸ˜‚

      Si kesayangan sepertinya sekarang sudah pintar bahasa Indonesia dong mbak, soalnya kan sudah sering pergi ke tukang gorengan dan beli bakwan dua ribu tiga.πŸ˜†

      Saya belum pernah ditilang sih, tapi pernah ikut bapak naik motor. Dan sama seperti suami mbak Eno, ngga sengaja nginjak garis zebra cross, biarpun sudah mundur lagi tapi tetap ditilang polisi.πŸ˜‚

      Delete
    3. Hahahaha belum terlalu pintar, mas. Masih patah-patah bicaranya. Dan saya belum pernah ajak dia beli gorengan karena saya sendiri juga nggak pernah beli gorengan langsung ke abang penjualnya πŸ˜‚ bahkan kayaknya harga gorengan sekarang naik mas 1500/pcs hahaha. Dua ribu tiga tuh jaman kapan, yah 🀣

      By the way, polisi yang menilang kami nggak kelihatan awalnya. Bukan polisi yang berdiri di pinggir jalan raya. Jadi polisi itu tau-tau muncul nggak tau dari mana hahahaha. Ternyata ada pos polisi di pojokan yang nggak kelihatan πŸ˜‚

      Delete
  8. Oh jadi kesayangannya mbk eno lagi belajar bahasa indonesia ya. Pasti lucu banget ya lihat perkembangannya tapi jadi moment yang menghibur juga😁

    Setuju banget mbk, kita harus mau belajar sesuatu yang baru. Kalau saya akhir-akhir ini lagi belajar ngelukis di dinding kamar yang jadinya juelek banget tapi nggak papa, biar jadi kenang-kenangan. Juga lagi belajar mengikhlaskan sesuatu, yang mana itu agak sulit juga ternyata.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dia dari awal sama saya sudah belajar bahasa Indonesia mba, cuma memang progresnya sedikit hahahaha. Karena belajarnya lebih ke experience saja. Nggak sampai ikut kelas dan sebagainya πŸ˜‚

      Lucuk bangetttt mba, kadang bahasa Indonesianya jadi terdengar aneh tapi menggemaskan. Mana dia pede banget kadang bicara bahasa Indonesia sama asisten / mba di rumah πŸ˜† Wk.

      Yep, day by day sebetulnya kita belajar, cuma seperti kata mas Zam, kadang kelihatan hasilnya, kadang nggak kelihatan 🀣 waah melukis di dinding kamar, mba? Melukis besar? Cool! Jadi penasaran yang dilukis apa. Saya yakin hasilnya bagus dan bisa dikenang 😍 eniho, perihal belajar mengikhlaskan, memang sulit diawal, tapi lambat laun, dengan kita berusaha menerima segala sesuatunya, pasti akan terasa mudah. Semangat mba Astria, apapun yang diikhlaskan, apabila itu adalah yang terbaik untuk mba, maka akan digantikan oleh sesuatu yang lebih baik lagi setelahnya πŸ’•

      Delete
  9. Kesayangannya mba Eno random banget ya, dari nungguin yang beberapa waktu itu kok bisa2nya yang diinget nomor 205-nya... Hahaha

    Btw, setuju banget, mba... namanya manusia mah seperti kata orang jaman dulu, belajar dari ayunan sampai liang lahat. Selama masih bernafas, masih banyak banget yang bisa dipelajari.

    Walaupun sejujurnya, di era digital yang hampir semua informasi bisa diperoleh dengan mudah di tangan, kadang suka overwhelming. Saking banyaknya yang pengen dipelajari, tapi waktu dan daya tangkap yang makin menurun aja dengan bertambahnya usia ^^"

    Mungkin kuncinya memang tidak boleh tamak dan harus bisa bikin prioritas juga kali yaa ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya dia ingat dua ratus lima karena mudah mba πŸ˜‚ mungkin dari segi pelafalannya dan memang dia ini suka angka lima 😁

      Agree, suka sama kata-katanya mba Hicha, belajar dari ayunan sampai liang lahat, kalau bisa jangan pernah berhenti belajar dan upgrade ilmu yang kita punya 😍 nah saya pun merasakannya, di era digital ini, segala sesuatu memang didapat dengan mudah, namun kadang membuat kita jadi too much dan overwhelmed sama info yang ada. Kalau sudah begitu, tugas kita untuk belajar kontrol apa-apa saja yang ingin kita proses dan lanjutkan setelahnya πŸ™ˆ

      Delete
  10. hahahaha iya bener mbak kalo di ajak ke tukang gorengan, jangan jangan tiap hari nanti dirumah yang diucapi "dua ribu tiga", "dibeli dibeli"
    kalo ngomongin angka, semoga aja ilmu bahasa koreaku masih nancep yak hahaha
    han du se net dasot yosot ilgop.
    ehh bener ga ya, duhh kok lupa ingat.

    mempelajari hal baru sekarang ini nggak musim kalau harus bertentangan dengan umur, kalo ada orang yang bilang "ga salah kamu baru umur segini belajar ngaji, contohnya ya", selama masih ada kemauan, keinginan keras buat belajar, ga masalah.
    apalagi belajar soal mengenal kebiasaan kebiasaan baru yang sebelumnya nggak pernah dilakuin, kayak ikut kursus bikin aksesoris. ini tantangan banget malah dan kalau orang lain bisa, kita harus bisa

    kalo ngomongin hal baru beberapa hari bahkan sebulan kebelakang kemarin, aku ikutan kelas SEO, ditengah tengah sibuknya ngantor, sampe kepala puyeng bin sakit kepala hahaha, melek sampe tengah malem.
    bahkan kemarin ini ikutan kelas refreshment tentang dunia blogging sampe malem, begini aja kadang masih sempet BW ke blog temen temen juga, sampe tengah malem juga, dan berlangsung hampir 2 mingguan ini. Sampe balas email buku ke mbak eno ga sempet, malah sempetnya komen dulu di postnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba urutan bahasa Koreanya, tapi untuk satu disebut hana, biasa disingkat jadi 'Na kalau lagi malas 🀣 Wk.

      Eniho, setuju sama mba Ainun, sering sekali saya baca entah di sosmed atau di mana, ada saja yang bilang, "Hari gini baru tau itu, ke mana saja?" atau, "Nggak salah sudah setua ini baru tau?" dan kata-kata lainnya πŸ˜† yang saya tau mungkin maksudnya bercanda tapi kadang nggak enak didengar haha. Well, but no problem, yang penting kita fokus untuk terus belajar. Selagi ada kesempatan dan usia, why not, kan? πŸ™ˆ

      Cool, mba! Senang dengarnya. Mba Ainun betul-betul niat mengembangkan blog yang mba punya. Semoga usaha mba membuahkan hasil maksimal sesuai harapan mba. Semangat, mbaaa 😍

      Delete
  11. Hahahaha, tadi baca judulnya saya menebak-nebak, ini mau ngomongin milestone apa ya? ternyata hal yang bikin hati menghangat awwwww....

    sehat dan bahagia selalu kalian yaaa saaayy, semoga selalu diberikan cinta dan berjuang untuk saling mencintai sampai nanti.

    Btw nih, boleh nggak ya? sepertinya saya belom pernah membaca tentang kisah pertama kali kalian bertemu say :D
    Entah mengapa, saya paling suka kisah pertama kali bertemu, pertama kali jatuh cinta, kalau baca-baca cerita orang, saya jadi auto senyum-senyum sendiri hahaha.

    Meskipun, semua cerita Eno dan kesayangan juga selalu bikin senyum dan menghangat sih ya :D
    Nggak tahu kenapa, kisah cinta itu selalu menarik untuk dibaca, apalagi kalau true story :D

    Hal-hal remeh yang berarti, seperti mau melakukan banyak hal demi yang terkasih, selalu upgrade ilmu demi tercinta, kok jadi meleleh membayangkannya *lah kenapa saya yang meleleh yak: hahaha.

    Btw jadi sekarang udah nggak nyetir lagi ya? jangan sampai kelamaan nyetir beda tempat, pulang ke Korea udah lupa cara nyetir di sana hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Rey, terima kasih doanya 😍 doa yang sama untuk mba Rey semoga bisa saling mencintai, mendukung, mendoakan, bersama pasangan hingga akhir hayat dan tentunya saling bergandengan tangan menjalani kehidupan yang mba punya πŸ’•

      Hahahaha, saya memang jarang cerita soal si kesayangan yang detail-detail, mba 🀣 biasanya hanya cerita soal value-nya dia, atau hal-hal aneh yang dilakukan bersama πŸ˜‚ maybe next time akan saya ceritakan lebih detail apabila ada kesempatan, mood dan ijin darinya πŸ™ˆ walau kisah pertama jatuh cinta saya nggak beda jauh dari kebanyakan orang πŸ˜† jadi nggak begitu fun untuk saya bagikan hahahaha πŸ˜‚

      Agree mba, saya pun suka baca cerita teman-teman bersama pasangannya karena selalu sukses membuat hati saya hangat, dan belajar banyak 😍 semoga kita bisa terus berusaha upgrade kualitas diri kita, baik untuk personal, maupun keluarga πŸ’• saya belajar banyak soal ini dari mba Rey juga. Semangat untuk kita, mba πŸ˜†

      Kalau di Indonesia jarang menyetir lagi karena ada driver mba, while di Korea masih menyetir sendiri karena lebih nyaman πŸ˜‚

      Delete
  12. Mba Enoo, kok menghitung dari lima ke tujuh itu persis anakku lho 🀣 sampai sekarang Josh suka ketinggalan nyebut enam kalau berhitung, pokoknya yang ada enam dilewatkan sama dia πŸ˜‚

    Anywayy, melihat semangat Mr Moonlight untuk terus belajar, iya ya aku jadi mikir sebulan ini ada hal baru apa yang aku lakukan. Kalo melipat dumpling itu termasuk ilmu nggak sih, Mba? πŸ™ˆ Meski nda cantik amat, yang penting suami nggak pernah nolak kalau dibikinkan hahahaha

    Tentang belajar ini juga mengingatkan aku dengan sebuah chinese wisdom, artinya kurang lebih "hidup sampai tua, belajar sampai tua", yang mana suka diucapkan papa mertuaku sebagai reminder ke anak-anak dan mantunya supaya semangat belajar tetap ada ☺️

    Btw, aku juga kepikiran ingin belajar seni keramik, bikin sabun organik dll kalau ke Bali lagi, Mba. Sepertinya seru deh yaa nambah-nambah skill di kemudian hari.

    Terima kasihh untuk pesan hangatnya, Mba Eno. Setuju dengan Mba Sovia, tiap baca Moonlight bawaannya hangat sekali. Pas banget lagi aku baca ini sambilan sarapan bihun kuah #eh 😝

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahahahaha saya pikir cuma si kesayangan yang aneh, suka skip angka enam. Ternyata memang banyak yang lupa, ya. Josh dan keponakan suami mba Frisca pun nggak bisa angka enam πŸ˜†

      Melipat dumpling itu nggak mudah mba, kalau mba sampai bisa berarti mba jagoooooo 😍 dan menurut saya itu termasuk belajar, kan sebelumnya nggak bisa terus belajar kemudian jadi bisa 😁

      Iya mba kalau ke Bali ikut kelas-kelas deh, seru bangettt ~ ada banyak kelas yang dibuka. Beda-beda tempatnya dan kadang tuuuh mereka buka kelas di tempat yang peaceful, terus bisa ketemu teman baru, menyenangkan πŸ˜‚ saya suka kelas keramik, entah kenapa bisa buat saya fokus dan tenang. Kelas sabun juga suka πŸ™ˆ kelas jewelry agak susah tapi fun. Semua kelas seru mba, especially kalau ketemu guru yang oke punya πŸ˜† sometimes kalau saya go abroad, saya ikut kelas. Cari di AIRBNB experience ada banyak. Di Jeju pun suka ikut kelas. Seperti merangkai bunga contohnya. It was good padahal tanpa kelas sebetulnya kita bisa 🀣 tapi feelingnya beda kalau ikut kelas 😁

      Sama-sama mba Jane, terima kasih sudah baca tulisan saya sambil menikmati bihun kuah. Semoga hari ini indah 😍

      Delete
  13. Ihhh si kesayangan kak Eno sama kaya ponakan suamiku (masih umur 3 tahun)! Dia sampai nangis-nangis diomelin bapaknya karena selalu lupa sama angka enam! Terus sama juga ternyata kaya anaknya ci Jane. Ada apa gerangan dengan angka enam ini bagi kaum laki-laki?? hahaha

    Wah kelas belajar kak Eno sungguh banyak!!! Mantap tenan...

    Terus doi kuat uga bisa makan cabe mercon... level kepedasan pun bisa sampai 5 pulak! Aku kalau pesen makan ayam geprek slalu levelnya 1 atau 2 saja. Ga kuat kalau disuru lebih. Yang ada kaga bisa makan wkwkkw
    Kalau spicy wing nya richeese bisanya juga cuma level 1. kalau 2 uda ga bisa makan... Lemah lidah iniii

    Kalau soal belajar, beberapa hari terakhir ini sih yang konsisten belajar bahasa jepang...Sama kemarin coba bikin ayam rica kemangi. Hehehe

    Makasih kak Eno untuk ingatin selalu belajar terus dalam hidup ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya angka enam memang susah diucap dan diingat mba 🀣 karena ternyata banyak yang suka skip angka enam hahahaha.

      Iyes mba, saya hobi ikut kelas untuk isi waktu luang. Buat tambah-tambah ilmu sambil cari teman 😁 kalau soal sambal, dia sekarang sudah jago makan sambal, mba ~ tapi untuk yang sampai level lima hanya sambal tertentu saja. Belum semua sambal πŸ˜‚ eniho, saya pun saat makan ayam geprek maksimal hanya level dua. Kalau kebanyakan sambal justru nggak berasa nanti ayamnya. Yang ada sakit bukan nikmat πŸ˜† -- mba sudah pernah coba spicy chickennya McD belum? Pedasssss 😍

      Saya mengikuti cerita mba Frisca belajar bahasa Jepang, dan ikutan senang waktu mba selesai course-nya πŸ₯³ semoga semakin banyak ilmu yang bisa mba dapat ya sambil enjoy menjalani kehidupan 😁 by the way, ayam rica kemanginya pasti sukses besar 😍

      Sama-sama mba Frisca, semangat belajar untuk kita πŸ˜†πŸ’•

      Delete
    2. iya ternyata banyak! Kukira ponakan suamiku aja yang ada sesuatu dengan angka enam. Eh taunya banyak yang kesulitan hafal angka enam hihihi

      hobinya sungguh bermanfaat ya kak Eno >.<
      Apalah aku hobinya main game online hahaha

      Iyaa kalo kepedesan malah bikin sakit lidah doaang. Ga nikmat pas makannya ya hahaha
      Wah belum kak Eno. Aku malah baru tau ada yang spicy chicken wkwkwk
      pesennya slalu yang biasa selama ini πŸ˜…

      makasih kak Eno sudah turut senant >.<
      ayam rica kemanginya lumayan sih kak Eno hehehe Masih bisa dimakan sama orang serumah hihihihi

      Delete
    3. Mbaaa suka main game online apa? Saya pun suka main game tapi game handphone hahahaha. Saya kalau sudah main game seringnya nggak bisa berhenti, mba πŸ˜‚ parahhhh!

      Semisal mba suka spicy maybe next time bisa coba spicy chicken-nya McD hehehe. Saya semenjak ada spicy chicken jadi nggak pernah pesan yang original sebab ketagihan 🀣 entah kenapa pedasnya membuat ingin terus makan hahahahaha.

      Ps: semangat mba, saya yakin mba Frisca lambat laun akan jago masak 😍 siapa tau bisa selevel Gordon Ramsay kelak πŸ˜†

      Delete
    4. suka main AoV kak Eno hahaha... Terus suami kalau liat aku main itu, pasti langsung dikataiinn dan sebel gituu! πŸ˜† Mungkin karena jadi aku cuekin kali ya karena aku fokus ke game #eh Terus gara-gara Lia, aku jadi kena racun Mobile Legend juga. kemaren jadi maenan itu hahaha πŸ˜…
      Kak Eno mainnya game apa?

      wah iyaa nanti kalau lagi pingin Mc D, aku coba pesen yang spicy chicken deh!! Kemaren ini taunya yang rasa nasi uduk hehehe. Lucu aja ayam Mc D jadi ayam uduk hihihi

      aminn kak Eno. Itu juga kalau niat masaknya kembali bangkit hihihi

      Delete
    5. Wadaw berat banget game online-nya hahahaha. Saya hanya main game handphone mba, semacam Zombie, Jewel, Saving Pet (games dari King) dan game otak macam Sudoku endebre 🀣 nggak bisa saya main game online yang perang-perang seperti Mobile Legend, butuh kecepatan jari sepertinya πŸ™ˆ

      McD ini banyak menu seasonalnya. Kapan hari baru keluarkan Japan season terus ada burger nasi goreng ugha. Lucu-lucu idenya hahahaha. Saya pribadi karena suka McD jadi selalu menunggu menu season mereka πŸ˜† eniho, semangat memasak mba. It's okay tunggu niat, saya pun sama, baru masak saat ada niat *mumpung belum ke Korea jadi masih bisa minta mba di rumah* 🀣

      Delete
  14. Ceritanya hangat sekali kak Eno. Saya jadi ingat, pertama kali belajar kosakata bahasa Inggris malah bukan dari sekolah maupun les, tapi dari main game. Sekalipun hanya kosakata, saya jadi lebih banyak tau dibanding teman yang lain.

    Ohya kak Eno, kirimannya sudah datang kemarin malam. Diterima oleh Mama saya, dibuka oleh saya dan dibantu Mama, dan ditangisi oleh Adik saya yang nangis karena iri dan mau. Apalagi dia sangat expert Korea-Koreaan. Baru buka bungkusnya, dia langsung bilang,"Ma, mau Topokki"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama dong mas, saya pertama kali tau bahasa Inggris juga dari game hahaha, Mario Bros kalau nggak salah πŸ˜‚ soalnya sudah main itu dari jaman ingusan, kalau anak jaman sekarang mungkin lebih banyak tau bahasa Inggris dari Youtube dan sejenisnya, atau bahkan karena bicara sama orang tuanya. Berbeda sama saya yang ortunya bicara pure Indonesia 😍

      Wah finally datanggg. Saya kira tersesat paketnya 🀣 Adiknya dibagi kan, mas? Kalau makan topokki itu akan lebih mantap apabila ditambah mie telor, semacam mie kering (bukan mie instan), kalau di toko / warung disebut mie telor bungkusnya kuning ada gambar ayam πŸ˜‚ nah mie telor itu dicampur topokki nanti jadi rapokki, rasanya lebih nendang 😁 apalagi kalau ditambah bakso / sosis, mas ~ selamat mencoba 😍

      Terus kalau mau makan ala Parasite movie, yang mie japagetti (bungkusnya agak cokelat) dicampur sama mie neoguri, coba Googling resepnya (saya lupa-lupa ingat) tapi itu hasilnya nanti seperti film Parasite karena di film itu mereka pakai dua mie yang saya kirimkan ke mas πŸ˜‚ saya ingat mas Rahul suka coba-coba resep makanya saya kirim mie-mie dan snack tersebut berharap cocok di lidah mas dan keluarga.

      Enjoy, ya πŸ˜†

      Delete
    2. Samyang saya kasih ke adik dan Mama. Siang tadi, saya baru saja makan jajangmyeonnya. Enak. Cara masaknya juga simpel. Kayak rebus Indomie.

      Iya, saya juga sempat buka di Google dan nemu beberapa caranya. Tapi saya cukup yang simpel aja. Ditambah telur rebus, sudah enak. Pas makan, berasa jadi Dong-chul πŸ˜…

      Delete
    3. Betul, cara masaknya gampang banget, mas πŸ˜‚ Langsung berasa mirip Dong Chul yah, gagah bagaimana gituuu gayanya 🀣 hahahahaha. Si Dong Chul memang auranya beda, makan jajangmyeon saja auranya keluar πŸ˜†

      Delete
    4. Ha ha ha. Pas nangis juga Dong Chul masih keliatan keren πŸ˜…

      Delete
    5. Basic-nya sudah keren soalnya, mas πŸ˜‚

      Delete
  15. Bayi besar, kemudian aku langsung ingat film kartun baby huey...ahhahahaa
    aku sering senyum-senyum sendiri kalau baca cerita mbak eno dan kesayangannya. Berasa larut dalam keseruannya...wkwkwkk
    Aku juga lebih suka sambal ulek dibandingkan sambal bubuk. Pedasnya lebih berasa. Kadang kalau beli pecel lele lebih mikirin sambelnya, daripada lauknya. Sambelnya itu berasa identitas bagi penjualnya :D
    Selamat datang di kelompok sulit makan kalau tidak ada sambel. Indonesia punya ratusan jenis sambel, tinggal pilih aja mau yang mana :D

    Kayaknya tiket.com sudah berhasil mensugesti kesayangannya mbak eno. Pasti ngomongnya sama kayak pas di iklan..ntar mbak eno tinggal jawab "Raja Ampat" ....wkwkkwkwk

    Itu kesayangannya udah bilang "aku cinta kamu" eh, malah dilanjut "minta maaf, dan terima kasih". Padahal kalau udah bilang cinta, ga perlu dilanjut dengan minta maaf segala. Gada yang salah dalam mencintai...wkwkkwkk

    Aah, setuju mbak eno..kita mesti berkembang dan belajar terus. Hal yang paling mudah ikut atau gabung dalam komunitas, di sana tempatnya ilmu dan pengetahuan baru yang bakal berguna banget untuk kedepannya. Karena ikut komunitas, aku juga ketemu dengan dia...wkkwkwkkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. OMG baby huey hahahahaha 🀣

      Terima kasih sudah baca mas Rivaiii πŸ˜† kita sama dong mas, sukanya sambal ulek daripada sambal bubuk, apalagi Indonesia kaya dengan aneka rupa sambalnya. Sangat sayang untuk dilewatkan πŸ˜‚ saya juga merasa kamus persambalan saya belum komplit karena ada banyak sambal yang belum pernah saya coba hahahahaha. Lately lagi suka sambal kecap yang dimakan pakai ikan. Nyaaam 😍

      Mas Rivai tau iklan tiketcom yang "Mau ke mana?" hahahahaha. Si kesayangan persis mengikuti nada ucapan di iklan itu, mas. Kocak banget jadinya 🀣 dan biasanya saya jawab. Kadang mau ke Jepang. Mau ke Hong Kong. Atau ke mana deh yang penting dijawab siapa tau dikabulkan 😜

      Jiaaakhhh itu kamsudnya kata-kata yang dia pelajariiiii, hahahaha. Tapi betul ugha, nggak ada yang salah dalam mencintai jadi nggak perlu minta maaf tapi boleh~lah kalau mau terima kasih hahaha *dibahas* πŸ˜‚ ngomong-ngomong mas Rivai pernah bahas soal kesayangannya mas Rivai di blog~kah? Saya mau bacaaaaa 😍

      Delete
    2. Kalau aku sih cukup nasi,ikan asin dan sambal mbak eno. Pasti langsung nambah porsi makannya..hahahhaa

      Iklannya emamg ikonik sekali dan sering muncul di youtube. Dan mbak eno jawabnya serasa ngasih kode untuk diajak ke sana. Usaha yang bagus mbak eno...hahahhahaha 🀣🀣

      Iyaa, terima kasih karena diberi kehidupan dengan penuh cinta dan bisa mencintai. 🀣🀣

      Pengen ditulis sih mbak, tapi masalahnya kami sudah jalan masing-masing. Kami beda keyakinan. Aku yakin, sedangkan dianya tidak yakin...wkwkkwkwk (bercanda mbak) 🀣🀣
      Kalau ditulis secara khusus ga pernah, tapi pernah beberapa kali cerita di kolom komentar artikel mbak eno. Tentu saja secara tersirat πŸ˜…
      Kemudian aku selipin di artikel Desa di ujung pulau sinabang, di bagian akhir aku bercerita tentang keluarga temanku yang berasal dari bukittinggi. Itu aku bercerita ttg dia dan keluarganya. Kemudian di artikel Sendiri di Jambi (masih di draft) juga ada selipan tentang kami di bagian akhir cerita. Tungguin aja, tinggal pencet tombol publish kok πŸ˜†

      Meskipun kami berpisah, bukan berarti cerita berupa selipan/tersirat tentang dia adalah bentuk mengenang, tapi emang itu bagian dari hidup yang telah dijalani...hahahaha 🀣🀣
      (Semoga dia tidak tahu blognya mbak eno) wkkwkwk 🀣🀣

      Delete
    3. Ikan asin dan sambal nggak ada tandingannya 🀣

      Bukan kasih kode mas *face palm* tapi menjawab pertanyaan hahahaha. Kalau ditanya kan harus jawab jadi sekalian kasih jawaban yang serius siapa tau diaminkan oleh semesta πŸ€ͺ

      Waaaah begitu rupanya. It's okay mungkin one day akan diketemukan dengan wanita yang bisa sama-sama yakin melangkah ke depan 😍 by the way saya baca perihal Bukit Tinggi ternyata itu rumah keluarga mantannya mas Rivai ~ I see.. Jangan sampai trauma ke Bukit Tinggi ya, mas hihihihi. Eniho nggak sabar baca cerita soal Jambi, semoga selipan soal si mantan tersayang bisa lebih detil *pembaca bucin banyak maunya* hahahahahaha πŸ˜‚

      Ps: saya justru berharap mantan mas tau blog saya biar mantan mas tau kalau mas Vai masih sayang 😜

      Delete
  16. Wuaa bayi besaarr pintaar sudah bisa berhitung dan ngomong banyak dlm bahasa Indonesia :D
    Lucuu deh ceritanya Mba Eno. Pembukanya aja udah seru, klo orng milestone anaknya, ini klo Mba Eno tntng bayi besarnya aka kesayangan. Hehehe..
    Di rumah pun aku sering komen begitu, di rumah berasa punya 4 anak kecil (3 anak beneran 1 suami). Soalnya suami tingkahnya kadang sama kayak anak2nya. Pernah dia berantem sana anak sulungku, trus ngadu ke aku donk. Aku ngakaaakk, masa bapak berantem sama anak ngadu2 segala, harusnya bereskan sendiri lah kaya selayaknya bapak. Dia ikutan ngakak, iya juga yaa, katanya.. Hehehhe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pintar mbaaaaa πŸ˜‚

      Berhubung belum ada anak, jadi buat milestone bayi besar dulu, biar tau perkembangan dia bagaimana 🀣 hahahaha. By the way pasangan mba Thessa lucuk banget, masa mengadu ke mba Thessa habis berantem sama anak 🀣 mungkin pasangan mba Thessa minta dibela atau disayang, mba πŸ˜‚ gumassh ~ langgeng selalu mba Thessa dan pasangan 😍

      Delete
  17. aaaaaaaarrgghh!!
    supa dupa cute!!
    g tahan aku tuh, I luv Mbak Eno!!
    postingan yang ini bikin aku senyum-senyum sendiri, membayangkan juga mau nulis soal partner juga, yang makin lama makin menggemaskan. wkakaakaka.. tapi entar deh, mau bikin versiku juga kalau udah waktunya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak tahan apa mba Pipittt 🀣

      Lavyoutuuuh mba, ayo berbagi cerita bahagia bersama pasangan. It's okay sometimes menuliskannya 😍 hehehehe. Saya akan memantikan dengan sabar πŸ™ˆ

      Delete
  18. Mba Enooo gemes banget ini ceritanyaa..

    Kebayang pasti lucu liatin orang belajar Bahasa Indonesia, tapi pernah denger katanya Bahasa Indonesia tuh emang termasuk mudah buat dipelajari dibanding bahasa lainnya.

    Aku cuma pernah sekali ke Bali dan memang yaa jalanan di sana tuh banyakan kecil. Tapi kebayang kalo kesayangannya Mba Eno diajak nyetir di Bandung gimana yaa kayaknya bakal stress karena kanan-kiri-depan-belakang diapit motor wkwkwk.. Aku pengguna ojol pun suka stres sendiri di jalan :))

    Setuju banget Mba Eno, yang namanya belajar itu ga pandang usia. Mau berapapun umur kita, masih boleh kok mempelajari hal-hal baru, ga cuma yang muda-muda aja yang boleh belajar :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Eya, holaaa πŸ˜†

      Iya mba lucu banget lihat dia belajar bahasa Indonesia. Kadang sambil bolak-balik buka Google Translate buat tau bahasa Indonesianya apa πŸ˜‚ well sebetulnya bahasa Indonesia memang terbilang mudah for some countries tapi sepertinya untuk Korean termasuk susah 🀣

      Saya tau rumitnya jalanan Bandung mba, OMG banyak yang satu arah hahaha. Pusing banget kalau sudah salah jalan, mau cari putarannya susah πŸ™ˆ kalau persoalan ojol di Bali pun sama. Ada banyaaaaak makanya dia stres kalau menyetir mobil di Indonesia, sebab di mana-mana banyak motornya. Mana suka salip tiba-tiba 🀣 kalau di Korea motor itu sangat jarang, mba. Makanya dia kaget di Indonesia ada banyak motor di jalanan πŸ˜„

      Agree, semoga semangat belajar kita tetap ada hingga tua 😍

      Delete
  19. Mbaaa yg belajar berhitung kok lucuuuu sih hahahahah. Aku jd inget si bayi Lanang, kalo berhitung dia sering lupa abis 5 itu 6, dan slalunya nyebut 7 duluan wkwkwkwk.

    Seru kali yaaa saling belajar bahasa dan budaya masing2 dari kalian. Aku sempet belajar bahasa Jawa dari suami, dan gagal hahahaha. Logatnya aja udh failed. Yaiyalaah, aku asli Batak , agak susah kalo hrs dipaksa logat halus begitu :p.

    Bener sih, belajar itu anggab aja kita hidup selamanya. Ga akan ada habisnya. Selalu ada ilmu baru . Apalagi semua itu mengikuti zaman.

    Dan lagi aku menganggab dengan banyak belajar itu bisa melatih trus otak supaya ga pikun di hari tua mba. Aku kepingin bisa ttp aktif, bisa ttp mengingat hal2 yg udah lama lewat. Pernah baca itu bukan hal mustahil agar otak memang selalu diasah. Nth dengan membaca, main sudoku, pokoknya yg berhubungan dengan latihan otak :D.

    So, impianku udh tua tp ttp aktif traveling dgn suami bisa tercapai gitu. Kan ga mungkin traveling kalo kami berdua pikun :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ternyata banyak yang nggak bisa ingat angka enam ya mba, setelah anaknya mba Jane, keponakannya mba Frisca, sekarang ada anak lanangnya mba Fanny juga πŸ˜‚ ada apa dengan angka enam? Jadi penasaran hahaha.

      Mba, saya pun yang keturunan Jawa nggak bisa bahasa Jawa sampai sekarang. Susahhhh banget bahasanya. Hanya tau matur nuwun dan "dalem" untuk menjawab setiap kali dipanggil yang dituakan πŸ™ˆ menurut saya, bahasa Jawa itu susah. Hehehe. Salut sama Indonesia, punya ratusan bahasa. Setiap pindah kota, berasa seperti pindah negara karena kultur budaya dan bahasanya beda 😍

      Waaaw mba Fanny suka main Sudoku rupanyaaah. Setuju sama mba, dengan kita terus belajar, otak kita dipaksa terus bekerja which is membantu kita untuk menjaga stabilitas pikiran dan menjauhkan kita dari hilang ingatan atau permasalahan lain yang timbul menyangkut otak. Saya pun sangat ingin travelling sampai tua. Semoga kita sama-sama bisa menjaga otak kita tetap bekerja normal ya, mba. Agar kita nggak kesulitan saat harus travelling even usia sudah 70 tahunan πŸ˜‚

      Delete
  20. Cuit cuiiit foto profilnya Mba eno ganti yang kaki, eh sendalnya couple an hihihi.. awalnya gak keliatan gambar apa, tapi bikin penasaran langsung di zoom πŸ˜‚πŸ˜

    Saya mikirnya sambal Indonesia itu kurang banyak, ternyata kuwang ajiar, hahaha. Dulu kan saya pernah nyoba mie instant korea yang dijual di minimarket itu Mba, Gila banget pedesnya Mbaaa. Dan dari situ akhirnya saya jadi menganggap selera pedes semua orang koriyah, yah levelnya segituw. hihihi..

    Jadi inget Si Kk waktu kecil pas baru kenal huruf, bisa ngitung dari 1 sampai 7 abis itu 100, dia tau 100 karena itu kan duit yang suka dipake buat jajan πŸ˜‚

    Kalo kita berjodoh dengan tipe-tipe cowok yang apa-apa harus istri, kan ada tuh Mba, baju gak bisa ngambil sendiri karena (gak pernah ketemu kalo nyari) atau makan masih minta hidangin gak terbiasa ngambil sendiri. Dikit-dikit maaa, buuu, miiii, sayaaaang dan sejenisnya. Padahal udah bisa baca dan ngitung, udah bisa bedain mana bahaya atau ga, mana bener atau salah, mana baik atau buruk tapi karena dari Orangtua sudah terbiasa seperti itu juga. Sukses banget dah seperti Mba eno, dipastikan bayi besarnya bakal nambah satu lagi πŸ˜‚πŸ˜…

    Tapi bayi besarnya Mba Eno beda, karena Si kesayangan emang orang yang baru paham karena dari negara yang beda. Tapi kalo soal mengayomi dan menjadi panutan, cowok idaman ini mah. Apalagi punya aura positif yang bisa menulari pasangan hingga membuatnya ingin menjadi baik dan lebih baik lagi. Kalo soulmate versi saya mah begitu Mba 🀩😁



    ReplyDelete
    Replies
    1. OMG.. Lihat saja mba, kecil padahal 🀣 Iya saya ganti foto sebab si bunny kena bully terus sama sohibul saya. Katanya peyot hahahahaha. Sekalian mau ubah suasana. Sudah masuk musim gugur soalnya, mau pasang warna-warna sendu, mba πŸ˜†

      Mie instan Korea maksudnya Samyang? Itu gila mba pedasnya. Saya saja hanya makan setengah bumbu, nggak kuat kalau harus full hahahaha. Memang orang Korea selera pedasnya agak beda. Tapi sebetulnya kalau mau dicompare sama-sama pedas, hanya mereka lebih suka pakai cabe bubuk untuk makanan seperti Teokpokki, Jjampong dan sejenisnya 😁

      Wah mba, itu deskripsi totally si kesayangan. Baju selalu saya siapkan sebab kalau dia pilih sendiri suka nggak matching dan merusak mata, jadi saya gemas lihatnya. Kata dia di kantor isinya laki semua pada nggak peduli mau pakai baju apa, sebab full seharian cuma main sama coding dan komputer mereka. Tapi kan dalam perjalanan dari rumah ke kantor pasti ketemu orang, masa pakaiannya nggak jelas 🀣 terus soal makan, ini selalu saya siapkan nasi di piringnya. Dia sekarang makannya sudah ala Indonesia nggak dipisah perpiring seperti Korea hahaha. Untungnya meski saya bagian siapkan makanan, tapi dia bagian cuci piringnya, that's why nggak mau makan ala Korea sebab membuat cucian jadi banyak πŸ€ͺ untungnya untuk hal-hal lain anaknya nggak manja. Masih mau melakukan semua sendiri alias nggak sikit sikit minta diambilkan. Kalau dia sampai manja, bisa pening kepala mamak 🀣

      Eniho, senang dengar cerita soal soulmate idaman mba Rini, dan saya yakin pasangan mba sangat mengayomi mba dan bisa menjadi panutan di rumah 😍 saya masih perlu banyak belajar dari sekitar bagaimana menjalani hidup dengan baik, tentunya belajar dari cerita-cerita yang mba Rini bagikan juga πŸ˜† sometimes saya baca tulisan lama mbaaa lho *pembaca gelap ceritanyah* hahaha. Keep sharing and keep inspiring, mba. Mwah πŸ’•

      Delete
  21. setuju mbak, sebaiknya memang kita harus selalu pelajari hal-hal dan skill-skill baru mana tahu kehidupan kita di masa depan berubah 180 derajat, ntah ke hal lebih baik atau lebih buruk (tapi semoga saja sih ke hal baik yaa aamiin).. Saya pun kalau dipikir2 lagi, dalam 5 tahun terakhir ini udah ada beberapa skill tambahan yg sebelumnya malah ngga pernah terpikir untuk belajar ttg hal itu..

    Belajar bahasa dr yg sering didenger tu setuju bgt.. Saya aja sering denger percakapan drakor yg ditonton istri dan beberapa kata ada yg terngiang2 dan familiar di benak saya, contohnya "araso" lengkap dengan logatnya wkwk..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yep mas, kita nggak akan tau hidup kita ke depannya akan bagaimana jadi kita harus selalu punya bekal minimal dalam bentuk skill untuk survive di masa mendatang πŸ˜† dan saya pun sama seperti mas Bara, beberapa tahun ke belakang mulai mau belajar hal-hal baru yang saya nggak tau sebelumnya πŸ˜‚

      Jiakh mas Bara bisa bilang araseo? Hahaha pasti lucu kalau mas Bara ucapkan. Mungkin lama-lama mas Bara akan hapal banyak kata Korea kalau sering menonton drama 🀣

      Delete
  22. Wah, mba eno rajin sekali belajarnya, sampai belajar cara gunting rambut segala.

    Jujur rambut suami sudah mulai panjang dan sudah saatnya dicukur. Tapi selalu ngga sempat berangkat. Kadang pengennya saya aja hang potong. Tapi nantinya malah tambah ancur. Jadilah masih belum sempat dipotong hingga sekarang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena pandemi mau nggak mau belajar gunting rambut pasangan mba. Kalau nggak begitu nanti gondrong rambutnya 🀣

      Awalnya saya gunting rambut standar yang penting merapikan ~ tapi sekarang mulai belajar style pelan-pelan πŸ™ˆ ohya sebelum pakai alat, saya belajar pakai gunting, mungkin mba Nisa bisa coba πŸ˜†

      Delete
  23. Ya ampun, hangat sekali membaca postingan ini! Ternyata bayi besarnya sudah tumbuh begitu cepat ya Mbaa :'))

    Kalau aku sih sama seperti Kak Lia, belum belajar sesuatu yang baru beberapa minggu terakhir ini. Huhuhu. Kayaknya udah belajar, apa akunya yang kurang peka aja, ahaha :'DD

    Semoga selalu bahagia bersama Kesayangan ya Mbaaa <3

    ReplyDelete