R.O.A.D | CREAMENO

Pages

R.O.A.D

Ada satu lagu Korea yang gue suka berjudul ROAD (klik untuk dengar lagunya dan baca arti Indonesianya -- gue tautkan versi cover-nya) yang dinyanyikan oleh group G.O.D kurang lebih dua puluh tahun silam. Dan meskipun lagu lawas, namun lagu tersebut memiliki makna bagus dan cocok untuk siapa saja yang sedang menghadapi quarter life crisis, persoalan hidup diusia 30, 40, atau 50, yang mempertanyakan mau dibawa ke mana hidupnya, jalan apa yang harus ditempuh, apakah jalan tersebut berujung bahagia, dan apakah mimpi bisa menjadi nyata.

Gue yakin, setiap dari kita pernah ada masa dimana kita merasa nggak tau harus bagaimana. Seperti hilang arah, tapi nggak punya pilihan selain terus melangkah. Pertanyaannya, melangkah ke mana? Kita lalu merenung dan menangis dalam diam di keheningan malam, bertanya-tanya apa yang harus kita lakukan. Bahkan saat kita sudah meraih semua mimpi kita, akan ada masa dimana kita nggak tau masa depan kita seperti apa. Waktu terus berputar, dan kita dihadapkan pada pilihan demi pilihan (ROAD) yang acapkali membuat kita takut ketika memilihnya.

🐰🐰🐰

Gue pernah iseng bertanya sama si kesayangan, buat apa kita hidup kalau kita pada akhirnya akan mati juga? Kita hidup menjalani hari demi hari, hanya untuk menunggu kapan waktu kita dipanggil sama Tuhan. Nggak heran banyak yang bertanya kenapa mereka dilahirkan ke dunia, apalagi kalau mereka menghadapi kegagalan. Rasanya semua sia-sia. Andaikata kita nggak lahir, kita nggak perlu menghadapi hal yang kita nggak suka. Jadi buat apa kita hidup sekarang?

Dia bilang kalau setiap kehidupan itu tujuan akhirnya kematian. Dia nggak mau berpikir sampai ke surga dan neraka. Buat dia prinsip yang dia tau, yang bisa dia lihat di depan mata dia, adalah setiap kehidupan itu tujuan akhirnya kematian. Yang membedakan setiap dari kita adalah cara kita ambil jalan menuju ke arah sana. Mau mati dalam keadaan sakit-sakitan? Mau mati karena menyerah kalah? Atau mau mati dengan perasaan bahagia? As simple as that.

Kalau setiap orang punya tujuan akhir sama, kenapa nggak pilih jalan yang bahagia? Caranya dengan jaga kesehatan, kerja keras, jangan menyerah, berbuat baik pada sesama, belajar dari kegagalan, dan hal-hal lain yang bisa kita usahakan ~ Bukan dengan mempertanyakan kenapa harus hidup padahal akan mati juga. Nyatanya kita sudah diberi kehidupan, kita nggak punya pilihan lain selain menjalaninya. Mau disesali nggak ada gunanya. Mau terus berdiam diri di tempat, kita nggak akan bisa menemukan jawaban kecuali kita terus melangkah.

🐰🐰🐰

Di usia 20 tahunan, gue pernah menyesal akan jalan hidup yang gue punya, lalu gue berandai-andai, jika pada waktu itu gue serius studi dan memilih jadi dokter atau lawyer seperti sepupu-sepupu gue, apakah hidup gue akan berbeda? Nggak jarang gue duduk di pojok kamar sambil merenungi kehidupan dan tenggelam dalam penyesalan mendalam terhadap pilihan hidup yang gue ciptakan tanpa pikir panjang. Lalu gue teringat salah satu quote yang diberikan oleh sohibul gue, "If you don’t like the road you’re walking, start paving another one."

Dan quote itu jujur membuat gue jadi punya sedikit harapan.

Gue sadar kalau gue nggak bisa mengembalikan kehidupan gue di masa silam, yang bisa gue lakukan adalah memperbaiki yang sudah ada, dan membangun jalan baru yang sekiranya bisa membuat gue puas dan bahagia. Jalan yang akhirnya membuat gue bertemu hal-hal baru yang gue suka. If, at that time gue tenggelam dalam kubangan kesedihan, mungkin sampai sekarang gue masih terseok-seok di jalan yang sama. Dan hidup gue nggak akan pernah berubah.
There is Korean song I like called ROAD (click to hear the song and read Indonesian subtitle -- I linked the cover version) which was sung by group named G.O.D about twenty years ago. And even though it's an old song, the song has a good meaning and is suitable for you who are facing a quarter life crisis, life problems at the age of 30, 40, or 50, wondering where life is going, what path to take, whether the path will end in happiness, and whether dreams do come true ~

I'm sure each of us had a time when we felt like we didn't know what to do. We lost direction, but having no choice beside to keep going. The question is, where are we going? We ponder and cry silently in the middle of the night, thinking what to do. And even when we have achieved all of our dreams, there will be times when we don't know what future will be like. Time continues to roll, and we are faced with many choices (ROAD) which makes us afraid when choosing it.

🐰🐰🐰

I once casually asked my man, why should we live if we are going to die in the end? We live day after day, just waiting for the time we die. No wonder many people ask why they were born into the world, especially if they face failure. Because it feels all in vain. If we weren't born into the world, we wouldn't have to face things that we don't like. So what are we living for now?

He said that every life's ultimate goal is death. He didn't want to think up to heaven and hell. For him the things that he knows, which he can see before his eyes, is that every life's ultimate goal is death. What distinguishes each of us is how we take path to get there. Want to die while sick? Want to die because we give up our life? Or want to die with happy feeling? As simple as that.

If everyone has the same final end, why don't we choose a happy path? We can do this by taking care of our health, working hard, not giving up, doing good to others, learning from failure, and other things that we can work on. Not by questioning why we have to live when in the end we will die. In fact we have been given life, we have no other choice but to live our life. It's useless to regret it. And we will not be able to find answers unless we keep on going.

🐰🐰🐰

In my 20s, I once regretted the life I had, I wish, if at that time I was serious about my studies and chose to be a doctor or lawyer like my cousins, would my life be different? Sometimes I sat in the corner of my room while contemplating about life and drowning in deep regret for life choices I made without thinking much. Then I remembered one of the quotes given by my bestfriend, "If you don't like the road you're walking, start paving another one."

And that quote honestly makes me have a little hope.

I realize, I can't bring back my life in the past, all I can do is improve the existing ones, and build new paths which can make me satisfied and happy. The path that finally made me meet things that I like. If, at that time I continued to sink into a puddle of sadness, maybe until now I'm still stumbling on the same road. And my life will remain unchanged. Hehehehe.
ν•œκ΅­λ…Έλž˜ 쀑에 20λ…„ μ „ G.O.DλΌλŠ” 그룹이 λΆ€λ₯Έ κΈΈμ΄λΌλŠ” λ…Έλž˜κ°€ μžˆμ–΄μš”(ν΄λ¦­ν•˜μ‹œλ©΄ μΈλ„λ„€μ‹œμ•„ μžλ§‰λ²„μ „μœΌλ‘œ 듀을 수 μžˆμ–΄μš” -- 컀버 λ²„μ „μœΌλ‘œ λ§ν¬ν–ˆμ–΄μš”) 였래된 λ…Έλž˜μ§€λ§Œ μ˜λ―Έκ°€ μ’‹κ³  30,40 ν˜Ήμ€ 50λŒ€μ˜ κ²°ν˜Όμ΄λ‚˜ μ‚Άμ˜ λ¬Έμ œμ— μ§λ©΄ν•˜κ³  μžˆλŠ” μ‚¬λžŒλ“€μ—κ²Œ λ§žλŠ” λ…Έλž˜μ—μš” ~

μ €λŠ” 우리 κ°μžκ°€ λ­˜ν•΄μ•Όλ˜λŠ”μ§€ λͺ¨λ₯΄κ² λ‹€κ³  λŠλΌλŠ” μ‹œκ°„μ΄ μžˆλ‹€κ³  ν™•μ‹ ν•΄μš”. λ°©ν–₯을 μžƒμ—ˆλŠ”λ° κ·Έλƒ₯ 갈 수 밖에 μ—†λŠ”κ±°μ—μš”. λ¬Έμ œλŠ” μš°λ¦¬κ°€ μ–΄λ””λ‘œ κ°€λŠ”κ±ΈκΉŒμš”? κ³ λ―Όν•˜κ³  밀쀑에 λ­˜ν•΄μ•Όλ μ§€ μƒκ°ν•˜λ©΄μ„œ νλŠλΌκΈ°λ„ ν•΄μš”. 심지어 우리 κΏˆμ„ 달성 ν•  λ•Œ λ―Έλž˜μ— μ–΄λ–»κ²Œλ μ§€ λͺ¨λ₯΄κ² λŠ” λ•Œκ°€ μžˆμ„κ±°μ—μš”. μ‹œκ°„μ€ 계속 ν˜λŸ¬κ°€κ³  μš°λ¦¬λŠ” μ„ νƒν•˜κΈ° λ¬΄μ„œμ›Œμ§€λŠ” λ§Žμ€ 석택에 μ§λ©΄ν•˜κ²Œ λ˜μš” (κΈΈ).

🐰🐰🐰

μ €λŠ” ν•œ λ•Œ λ‚΄λ‚¨μžμ—κ²Œ μš°λ¦¬κ°€ 결ꡭ에 μ£½λŠ”λ‹€λ©΄ μ™œ μ‚΄μ•„μ•Ό ν•˜λŠ”μ§€ λ¬Όμ—ˆλ˜ 적이 μžˆμ–΄μš”. μš°λ¦¬λŠ” μš°λ¦¬κ°€ 죽을날을 κΈ°λ‹€λ¦¬λ©΄μ„œ ν•˜λ£¨ν•˜λ£¨λ₯Ό μ‚΄μ•„κ°€μš”. λ§Žμ€ μ‚¬λžŒλ“€μ΄, 특히 μ‹€νŒ¨λ₯Ό μ§λ©΄ν•œ μ‚¬λžŒλ“€μ΄ 그듀이 세상에 μ™œ νƒœμ–΄λ‚¬λŠ”μ§€ λ¬Όμ–΄λ΄μš”. μ™œλƒλ©΄ λͺ¨λ“ κ²Œ ν—›λœ λŠλ‚Œμ΄κΈ° λ•Œλ¬Έμ΄μ—μš”. μš°λ¦¬κ°€ 세상에 νƒœμ–΄λ‚˜μ§€ μ•Šμ•˜λ‹€λ©΄ μ‹«μ–΄ν•˜λŠ” 일과 λ§ˆμ£Όν•  ν•„μš”κ°€ μ—†λŠ”κ±°μ—μš”. 그러면 μ§€κΈˆ μš°λ¦¬λŠ” 무엇을 μœ„ν•΄ μ‚¬λŠ”κ±ΈκΉŒμš”?

κ·ΈλŠ” λͺ¨λ“  μ‚Άμ˜ μ΅œμ’… λͺ©ν‘œλŠ” 죽음이고 천ꡭ과 지μ˜₯을 μƒκ°ν•˜κ³  싢지 μ•Šλ‹€κ³  ν–ˆμ–΄μš”. 그의 눈으둜 λ³Έ κ·Έκ°€ μ•„λŠ” λͺ¨λ“  κ²ƒλ“€μ˜ μ΅œμ’… λͺ©ν‘œκ°€ μ£½μŒμ΄λΌλŠ” κ±°μ—μš”. 우리 각자λ₯Ό κ΅¬λ³„ν•˜λŠ”κ±΄ μš°λ¦¬κ°€ μ–΄λ–»κ²Œ κ±°κΈ°κΉŒμ§€ κ°€λŠλƒλŠ”κ±°μ—μš”. μ•„ν”„λ©΄μ„œ μ£½κ³ μ‹Άμ€κ°€μš”? 삢을 ν¬κΈ°ν•΄μ„œ μ£½κ³ μ‹Άμ€κ°€μš”? μ•„λ‹ˆλ©΄ ν–‰λ³΅ν•œ λŠλ‚ŒμœΌλ‘œ μ£½κ³ μ‹Άμ€κ°€μš”?

λ§Œμ•½μ— λͺ¨λ‘κ°€ 같은 λ§ˆμ§€λ§‰μ„ λ§žλŠ”λ‹€λ©΄ μ™œ μš°λ¦¬λŠ” ν–‰λ³΅ν•œ 길을 μ„ νƒν•˜μ§€ μ•ŠλŠ”κ±ΈκΉŒμš”? μš°λ¦¬λŠ” 건강을 μ±™κΈ°κ³ , 열심이 μΌν•˜κ³ , ν¬κΈ°ν•˜μ§€ μ•Šκ³ , λ‹€λ₯Έμ‚¬λžŒμ„ μ’‹κ²Œ λŒ€ν•˜κ³ , μ‹€νŒ¨μ—μ„œ 배우고 μš°λ¦¬κ°€ ν•  수 μžˆλŠ” λ‹€λ₯Έκ²ƒλ“€μ„ ν•˜λ©΄μ„œ ν•  수 μžˆμ–΄μš”. κ²°κ΅­ μ™œ μš°λ¦¬κ°€ 죽을 λ•Œ κΉŒμ§€ μ‚΄μ•„μ•Όλ˜λŠ”μ§€ μ˜λ¬Έμ„ ν’ˆλŠ”κ²Œ μ•„λ‹ˆμ—μš”. 사싀 μš°λ¦¬μ—κ²ŒλŠ” 생λͺ…이 μ£Όμ–΄μ‘Œκ³  주어진 삢을 μ‚΄μ•„κ°ˆ 수 밖에 μ—†μ–΄μš”. ν›„νšŒν•˜λŠ” 것은 μ“Έλͺ¨κ°€ μ—†μ–΄μš”. 그리고 계속 ν•˜μ§€ μ•Šκ³ λŠ” 닡을 찾을 수 μ—†μ–΄μš”.

🐰🐰🐰

μ €λŠ” 20λŒ€μ— 곡뢀λ₯Ό μ—΄μ‹¬νžˆν•΄μ„œ μ˜μ‚¬λ‚˜ λ³€ν˜Έμ‚¬λ₯Ό μ„ νƒν–ˆλ‹€λ©΄ 인생이 달라지지 μ•Šμ•˜μ„κΉŒ?ν•˜κ³  삢을 ν›„νšŒν–ˆλ˜ 적이 있고 가끔 λ°© ꡬ석에 μ•‰μ•„μ„œ λ³„λ‘œ κ³ λ―Όν•˜μ§€ μ•Šκ³  λ‚΄λ¦° 결정에 λŒ€ν•΄μ„œ ν›„νšŒν–ˆλ˜ 적도 μžˆμ–΄μš”. κ·ΈλŸ¬λ‹€ μΉœν•œ μΉœκ΅¬κ°€ ν–ˆλ˜ 말이 λ– μ˜¬λžμ–΄μš”. "κ±·λŠ”κΈΈμ΄ λ§ˆμŒμ— μ•ˆλ“€λ©΄, λ‹€λ₯Έ 길을 포μž₯ν•΄."

κ·Έ λ¬Έκ΅¬λŠ” μ €μ—κ²Œ μ•½κ°„μ˜ 희망을 μ€¬μ–΄μš”..

μ €λŠ” 과거둜 λŒμ•„κ°ˆ 수 μ—†μœΌλ©° μ œκ°€ ν•  수 μžˆλŠ”κ±΄ μ‘΄μž¬ν•˜λŠ”κ±Έ ν–₯μƒμ‹œν‚€κ³  λ§Œμ‘±ν•˜κ³  행볡할 수 μžˆλŠ” μƒˆ 길을 κ°œμ²™ν•˜λŠ” κ±°λΌλŠ”κ±Έ κΉ¨λ‹¬μ•˜μ–΄μš”. κ·Έ 길둜 κ²°κ΅­ μ œκ°€ μ’‹μ•„ν•˜λŠ” 것과 λ§Œλ‚˜κ²Œ λ¬μ–΄μš”. κ·Έ λ•Œ μŠ¬ν””μ˜ 웅덩이에 λΉ μ Έμžˆμ—ˆλ‹€λ©΄ μ•„λ§ˆ μ§€κΈˆκΉŒμ§€λ„ κ°™μ€κΈΈμ—μ„œ ν—€λ©”κ³  μžˆμ—ˆμ„ κ±°μ—μš”. 그리고 삢이 λ³€ν•˜μ§€ μ•Šμ•˜μ„ κ±°μ—μš” Heheheheh.


Berbeda dengan gue yang perlu melewati transisi berdarah-darah dalam mengejar impian, si kesayangan dari awal sudah tau apa tujuan hidup dia. Dan parahnya, dia bukan tipe yang hobi menyesal πŸ˜‚ gue pernah tanya, apa dia punya pengalaman menyesal atas pilihan yang dia buat dan jawabnya 'nggak' πŸ™ˆ buat dia, setiap pilihan yang dia buat sudah melalui proses pemikiran yang matang terlepas itu akan berhasil atau nggak, so, andaikata pada akhirnya gagal, dia akan tetap menghargai pilihannya 😍 karena dia tau dirinya sudah bekerja dan berpikir keras dalam memutuskan pilihan tersebut (termasuk pilihan untuk hidup sama gue selamanya hahaha) πŸ€ͺ

🐰🐰🐰

Within this post, gue mau encourage teman-teman yang sedang memiliki permasalahan berat, yang nggak tau harus melangkah ke arah mana, yang bingung apakah bahagia itu nyata adanya, dan perasaan-perasaan lain yang mungkin sedang teman-teman rasakan, semoga teman-teman bisa duduk dan istirahat sejenak. Tarik napas dalam, kemudian hembuskan 😁 gue tau mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang berlarian di benak kita itu nggak mudah, tapi bukan berarti kita nggak mampu melakukannya. Gue berdoa, semoga meski jalan yang harus teman-teman tempuh berliku dan terjal, teman-teman tetap bisa sampai tujuan dengan selamat πŸ’•

Kalau kata J.D. Stroube, "Life is filled with unanswered questions, but it is the courage to seek those answers that continues to give meaning to life. We can spend our life wallowing in despair, wondering why we were the one who was led towards the road strewn with pain, or we can be grateful that we are strong enough to survive --- Hidup memang penuh dengan pertanyaan yang tak terjawab, namun keberanian untuk mencari jawaban itulah yang terus memberi makna pada hidup kita. Kita bisa habiskan hidup dengan berkubang dalam keputusasaan, bertanya mengapa kita dituntun ke jalan menyakitkan, atau kita bersyukur bahwa kita kuat untuk bertahan." πŸ˜‰

Good luck for us 😍
Unlike me, who needed to go through a bloody transition in pursuit my dream, my man since the start already knew what the purpose of his life was. And he's not the type to like feeling sorry or regret πŸ˜‚ I've asked him, does he ever regretting the choice he made and the answer is 'no' πŸ™ˆ for him, every choice he makes has gone through a mature thought process whether it will work or not, so, if in the end he fails, he will still respect his choices ~ because he knows he has worked hard in making that choice (including the choice to live with me forever hahaha) πŸ€ͺ

🐰🐰🐰

Within this post, I wanna encourage you who are having problems, who don't know where to go, who are confused about whether happiness is real, and other feelings that you may be feeling, hopefully you can sit and rest for a moment 😁 I know finding answers to the questions running through mind is not easy, but that doesn't mean we can't do it. So I pray, hopefully even though the road you have to take is winding and steep, you can still reach your destination safely πŸ’•

As J.D. Stroube said, "Life is filled with unanswered questions, but it is the courage to seek those answers that continue to give meaning to life. We can spend life wallowing in despair, wondering why we were the one who was led towards the road strewn with pain, or we can be grateful that we are strong enough to survive." --- Nevertheless, good luck for us 😍
κΏˆμ„ μ«’κΈ°μœ„ν•΄ ν”ΌλΉ„λ¦°λ‚΄λ‚˜λŠ” λ³€ν™”λ₯Ό κ²ͺμ–΄μ•Ό ν–ˆλ˜ 저와 λ‹€λ₯΄κ²Œ λ‚΄λ‚¨μžλŠ” μ²˜μŒλΆ€ν„° μ‚Άμ˜ λͺ©ν‘œκ°€ 뭔지 μ•Œκ³ μžˆμ—ˆμ–΄μš”. 그리고 κ·ΈλŠ” μ ˆλŒ€ ν›„νšŒν•˜λŠ” νƒ€μž…μ΄ μ•„λ‹ˆμ—μš” πŸ˜‚ μ €λŠ” κ·Έμ—κ²Œ μ‚΄λ©΄μ„œ ν›„νšŒν•œ 적이 μžˆλŠ”μ§€ 물어본적이 μžˆμ—ˆλŠ”λ° 그의 λŒ€λ‹΅μ€ 'no'μ˜€μ–΄μš” πŸ™ˆ λͺ¨λ“  선택이 κ·Έλ₯Ό μ„±μˆ™ν•˜κ²Œ λ§Œλ“œλŠ” 과정이라고 ν–ˆμ–΄μš”. κ·Έλž˜μ„œ μ‹€νŒ¨ν•˜λ”λΌλ„ 선택을 ν›„ν™”ν•˜μ§€ μ•ŠλŠ”λ‹€κ³ ν•΄μš” ~ μ™œλƒλ©΄ κ·ΈλŠ” κ·Έ 선택에 μ΅œμ„ μ„ λ‹€ν–ˆκΈ° λ•Œλ¬Έμ΄μ—μš”(저와 μ‚΄κ²Œλœ 선택도 ν¬ν•¨ν•΄μ„œμš” hahaha) πŸ€ͺ

🐰🐰🐰

이 글을 ν†΅ν•΄μ„œ μ–΄λ””λ‘œ 가야할지, 행볡이 μ§„μ§œμΈμ§€ λͺ¨λ₯΄λŠ” λΆ„λ“€μ—κ²Œ μž μ‹œ μ•‰μ•„μ„œ 쉬어가도 λœλ‹€κ³  용기λ₯Ό μ£Όκ³ μ‹Άμ–΄μš” 😁 κ·Έ μ§ˆλ¬Έμ— 닡을 μ°ΎλŠ”κ²Œ μ‰½μ§€μ•Šλ‹€λŠ”κ±΄ μ•Œμ§€λ§Œ 그게 ν•  수 μ—†λ‹€λŠ”κ±Έ μ˜λ―Έν•˜μ§€λŠ” μ•Šμ•„μš”. κ·Έλž˜μ„œ μ €λŠ” μ—¬λŸ¬λΆ„μ΄ κ°€λŠ”κΈΈμ— ν—˜λ‚œν•΄λ„ μ•ˆμ „ν•˜κ²Œ λͺ©μ μ§€μ— 갈 수 있길 κΈ°λ„ν•΄μš” πŸ’•

As J.D. Stroube λŠ” "인생은 λ‹΅μ—†λŠ” 질문과 μ‹€νŒ¨μ§€λ§Œ κ·Έ 닡을 κ³„μ†ν•΄μ„œ μ°ΎμœΌλ©΄μ„œ 인생에 μ˜λ―Έκ°€ μ£Όμ–΄μ§‘λ‹ˆλ‹€. μš°λ¦¬λŠ” 고톡에 흩 λΏŒλ €μ§„ μ‚¬λžŒμ΄ μ™œ μš°λ¦¬μΈμ§€ μ ˆλ§μ— 빠진 삢을 μ‚΄ μˆ˜λ„ μžˆμ§€λ§Œ 살아남을 수 μžˆμ„λ§ŒνΌ κ°•ν•˜λ‹€λŠ”κ²ƒμ— 감사할 수 μžˆμ–΄μš”"라고 ν–ˆμ–΄μš” --- κ·ΈλŸΌμ—λ„ λΆˆκ΅¬ν•˜κ³  μ—¬λŸ¬λΆ„μ˜ ν–‰μš΄μ„ λΉŒμ–΄μš” 😍

60 comments:

  1. Jadi inget saya dulu juga pernah merasa dilema sama hidup. Bingung masa depan mau dibawa ke mana, cita-cita nanti akan gimana? Tapi mikir begitu terus ternyata bikin saya diam di tempat, jadi saya paksa berusaha walaupun nggak tahu hasilnya nanti gimana. Karena rasanya diam dan coba hidup biasa itu hampa. Kayak nggak ada yang dikejarπŸ˜‚ nggak ada tujuan gitu.
    Sekarang saya merasa lebih baik. Eh, kadang masih ngerasa gitu juga sih tapi nggak separah dulu😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe, sama mba, saya pernah ada masa seperti itu juga πŸ™ˆ kalau bahasa anak sekarang quarter life crisis (dulu nggak tau istilah beginian) πŸ˜‚ hehehehehe. Dan memang satu dari sekian banyak cara yang perlu dilakukan adalah keep going, terus melangkah ~ karena diam nggak akan bawa kita ke mana-mana πŸ˜† thank God kalau mba Astria sudah merasa lebih baik, semoga ke depannya, semua akan selalu baik-baik saja 😍

      Delete
  2. Beberapa menit yang lalu baru liat obrolan abdel sama buluk superglad di yutub, di akhir obrolan ada quote bahwa di bersama kesulitan yang dialami pasti ada kemudahan.., ditekankan pada kata "bersama": bersama kesulitan ada kemudahan, bukan "sesudah"... Jadi ya, ketika sedang ditimpa kesulitan ya tinggal kita mencari sisi mana yang bisa jadi solusi, karena bersama kesulitan ada kemudahan..
    Pernah dengar cerita juga, katanya, dalam tanaman yang beracun, penawar alaminya ada pada sekitar tanaman tersebut atau malah pada bagian tertentu dari tanaman tersebut... Bersama racun pasti ada penawarnya
    Mungkin... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehehe, macam bersama soal ujian pasti ada kunci jawaban, bukan begitu mas Grub? πŸ˜‚ tapi setuju sama perumpamaan di atas, sebab Tuhan nggak akan kasih masalah tanpa solusinya.

      Tinggal bagaimana usaha kita untuk menemukan jalan yang tepat agar hidup kita bisa berjalan dengan baik dan lancar sesuai harapan πŸ˜†✌

      Delete
  3. Saat masih sendiri aku memang pernah bertanya pada diri sendiri, sebenarnya tujuan orang hidup itu buat apa sih? Maklum ilmu agamaku ngga terlalu dalam. Dan seperti mbak Eno tulis, untuk apa sih semua kekayaan yang dicari jika akhirnya harus mati dan meninggalkan semuanya. Kayak orang linglung gitu.

    Tapi setelah punya istri, Alhamdulillah kini mulai mengerti apa arti hidup. Biarlah aku hidup tidak bahagia asal istri jangan sampai sengsara. Jadi kini aku berusaha hidup lebih baik agar anak istri bisa bahagia. Itu saja sih tujuan hidupku, membahagiakan pasangan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, pada masanya, pasti ada banyak pertanyaan bergelayut di benak kita. Kenapa harus begini? Kenapa harus begitu? Kenapa ada bintang? Kenapa ada bulan? Kenapa ada Mas Agus Warteg? *eh* hahahahaha πŸ˜‚ intinya kita penuh rasa ingin tau besar. Tapi berjalan dengan waktu dan semakin mature-nya pola pikir kita.. kita jadi dapat menemukan jawaban yang kita inginkan 😍

      Well, membaca komentar mas Agus membuat hati saya hangat. Nggak ada yang lebih manis dari seorang ayah dan suami yang ingin membahagiakan anak dan pasangan tercinta. Semoga mas Agus dan keluarga selalu diberkahi rasa bahagia yang melimpah dan rejeki yang banyak πŸ˜† sehat-sehat, mas.

      Delete
  4. Tentunya aku juga pernah mengalami fase itu, saat sedang bengong, kadang terpikir kenapa aku diciptakan? Kenapa aku jadi manusia? Bukan binatang? Kupu-kupu gitu? πŸ˜‚ Apa tujuan hidupku ini? Buat apa mendekap uang banyak-banyak? Buat apa menjadi serakah? Buat apa kita makan? Toh bentar lapar lagi #plakk. Terlalu banyak pertanyaan hidup πŸ˜‚
    So, akhirnya aku berfikir pasti ada tujuan yang positif dengan keberadaanku di dunia, entah apa tapi pasti tujuanku banyak. Salah satunya, menjadi tim hore yang selalu muncul di kolom komentar kak Eno 😍 dan setiap aku bisa menyenangkan hati sesama, aku merasa untuk itu lah aku hadir dan diciptakan.

    Btw, terima kasih kak Eno, for everything! Segala support yang kakak berikan lewat tulisan dan aksi-aksi kakak. Itu juga pasti salah satu tujuan hidup kakak yang ditentukan Tuhan, untuk support dan membahagiakan orang lain ♥️

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehehe, pertanyaan akan terus ada, tinggal bagaimana kita menjawab dan menyikapinya, ya πŸ˜‚ -- dan setuju sama Lia, pasti ada alasan kenapa Lia diciptakan, dan Lia pasti punya peran yang sedikit banyak akan menjadi manfaat minimal untuk sekitar Lia (salah satunya jadi tim hore di blog kakak) hahahahahaha πŸ˜πŸ’• memang ketika kita membahagiakan seseorang, secara nggak langsung kita keikut bahagia πŸ˜† so I thank you so much sudah buat kakak bahagia 😝

      Sama-sama Lia sayang, semoga Lia bisa terus semangat berkarya dan mengejar mimpi-mimpi Lia 😁 apapun itu, kakak doakan semoga Lia berhasil dan hidup penuh suka cita 😍

      Delete
  5. post ini kembali membawa pikiranku kalau lagi ngelamun seperti, coba dulu aku berani ambil resiko dengan milih jurusan kedokteran di nomor urut 1 waktu ujian PTN, entah gagal tidaknya nggak ngerti, nyoba aja ga berani. intinya dulu nggak berani ambil resiko kalau gagal, dan akhirnya pilih jurusan lain.
    kalau dipikir pikir apakah aku nyesal, namanya menyesal ada tapi belakangan. Tapi semakin kesini, berusaha menerima kalau memang ini jalan buat ku dari Nya.
    jalan untuk mencapai kesuksesan juga berbeda dengan temen temen kuliahku dulu, ada yang lolos masuk Kementerian, ada yang udah buka law firm sendiri di jakarta sono. kalau melihat mereka bisa sukses dengan jalannya, berarti aku kudu bisa juga dengan jalanku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama seperti saya, pernah ada dimasa merasa menyesal kenapa nggak ambil kedokteran atau hukum dan fokus di sana πŸ™ˆ tapi saya percaya, jalan yang ini nggak kalah bagusnya asal saya berusaha semaksimal yang saya bisa πŸ˜† hehehehe. Kita hanya perlu berproses untuk memahami arah hidup kita, mba. Pelan-pelan penyesalan akan menjadi penerimaan, dan kita akan bahagia dengan sendirinya 😍

      Semangat untuk kita! πŸ’•

      Delete
  6. Pertanyaan berat, mbak. Bisa saintis, filosofis, atau spiritual. Saat manusia punya pertanyaan-pertanyaan itu suka lari ke 3 poin itu...

    Pernah terbesit buat apa hidup kalau akhirnya mati juga, cuma karena di kepercayaan saya ada konsep afterlife, jawabannya mungkin jadi lebih sederhanalah (walaupun penerapannya ya rumit jugak hahaha). Minimal bisa memangkas jam-jam overthinking saya hihihihi...

    Pernah juga ada di persimpangan jalan suka kilas balik ke belakang, tapi kalau saat ada masalah itu pasti karena soal penerimaan. Setelah bisa menerima, semua lancar. Mungkin kesayangannya mbak Eno kalau orang Jawa bilang orangnya narimo ing pandum ya...:))

    Kalau ibarat buku sebetulnya pelajaran dalam hidup tiap orang sebetulnya sangat amazing. Nggak ada yang sama. Ke depan isi bukunya kepingin bagaimana, seperti apa kita ingin dikenang, tergantung apa yang kita lakukan sekarang. So write your own story and be proud of it.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, nggak jauh-jauh dari 3 poin itu koneksinya πŸ˜†

      Bicara soal afterlife, sometimes saya pun berpikir kalau afterlife betulan ada, saya mau hidup saya nanti bagaimana, ya πŸ˜‚ di Korea beberapa orang percaya afterlife, jadi sedikit banyak perbincangan mengenai afterlife ini pernah dibahas oleh saya dan orang-orang yang saya kenal πŸ™ˆ jawaban mereka pun unik-unik, ada yang mau jadi binatang, ada yang mau jadi aktor terkenal, bahkan ada yang mau jadi sendok katanya 🀣

      Dan setuju sama mba Phebie, kebanyakan masalah itu datang dari kurangnya rasa menerima ~ dari mulai nggak bisa terima keadaan, terima hidup yang dipunya, terima ini itunya, so kita became greedy dan akhirnya menyulitkan hidup yang kita punya (yang sebenarnya bisa nggak sulit asal kita mau menerima) πŸ˜† hehehehehe. Dan saya masih perlu belajar untuk itu, untuk bisa terus menerima sambil berusaha πŸ™ˆ

      Berhubung saya suka baca buku biografi, saya bisa relate sama komentar mba Phebie dalam paragraf akhir, dan memang setiap orang itu jalan hidupnya seriously beda-beda 😁 dari Steve Jobs ke Oprah Winfrey terus Michelle Obama, even Donald Trump punya alur beda untuk menjalani hidup mereka hingga bagaimana mereka ingin dikenang πŸ˜† hehehe. So yeah, let's write our own story and be proud of it 😍

      Delete
  7. Sebelum lanjut baca ini, saya sempatkan untuk nonton musik videonya. Saya suka bagian: "mimpi itu untuk siapa sebenarnya? Jika mimpi itu nyata apakah aku akan bahagia?". Untuk waktu yang agak lama, saya bengong saking,"iya juga yah."

    Sama seperti kesayangan, meski terdengar klise, jawaban saya jika waktu bisa diulang apa yang ingin saya ubah, jawabannya tetap sama,"tidak ada."

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mas Rahul, itu salah satu lirik yang paling mengena untuk saya dan membuat saya bertanya-tanya, mimpi saya selama ini untuk siapa, apa betul untuk diri saya, atau bukan? Hehehe. Kalau jadi nyata, apa akhirnya saya bahagia, atau justru sengsara? πŸ˜‚ well, apapun itu, semoga mimpi kita salah satunya untuk diri kita meski beberapa di antaranya pasti ada untuk orang tua dan orang-orang yang kita sayang 😍

      Syukurlah, it means mas Rahul menjalani hidup to the fullest tanpa ada penyesalan dan sesuatu yang ingin diubah. Keep it up, mas 😁

      Delete
  8. Ada masanya hidup kok berat banget, ada masanya pingin menyerah aja Mbak.
    Tapi tapi seperti kata Mbak Eno, mau memilih jalan yang seperti apa?

    Aku pernah berpikir, ya kalau mati ya udah hidup lempeng-lempeng aja. Tapi ternyata hidup yang lempeng itu g asik, malah aku stres dan kesusahan sendiri. Terus ketika aku mulai merubah mindset dan memulai untuk melakukan sesuatu yang berguna at least buat diriku sendiri, I feel alive. Rasanya perjalanan menuju kematian lebih menyenangkan ketimbang aku diam dengan hidup yang lempeng.

    Sambil nepuk-nepuk pundakku sendiri, mau berterima kasih kepada diriku sendiri. Karena aku menyempatkan diri untuk menulis dan juga blogwalking, sehingga dapat perspektif kece dari blogger keren kayak Mbak Eno.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menyerah pun nggak semudah itu ya, harus tetap pilih jalan hehehe. Jadi kalau sama-sama harus pilih jalan, kenapa menyerah (?) bukan begitu, mba Pipit? Hihihi ~ pada akhirnya, entah karena keadaan dan lain sebagainya, kita akan tetap diminta terus melangkah dan memilih jalan kita 😍 jadi instead of menyerah, ada baiknya kita coba untuk bangun jalan baru sesuai harapan kita, pelan-pelan agar bisa sampai di tujuan πŸ˜†

      Agree, hidup lempeng ternyata nggak asik that's why dibutuhkan mimpi di dalamnya, agar kita jadi punya goal (tujuan hidup) dan ketika kita sudah meraihnya, it's okay untuk mempersiapkan another goal, sambil terus berusaha menjalani hidup dengan baik agar bisa bahagia πŸ™ˆ

      Semangat, mba πŸ˜πŸ’•

      Delete
  9. Makasih mbak pencerahannya.
    Jujur akhir-akhir ini mengalami hal serupa. Nggak tahu harus bagaimana. Banyak beban yang harus dipikirkan. Ibarat benang kusut, bingung mau mengurai dari mana.

    Ada kalanya aku mengeluh terus, kok hidupku gini aja. Apa salah jalan yang kuambil? Apa keputusanku sudah tepat?

    Masih jatuh bangun untuk tetap bisa menerima kenyataan yang bertolak belakang dengan yang diinginkan. Tapi bener, hidup itu jalan ke depan bukan mundur ke belakang. Apapun keputusan yang sudah diambil hanya bisa menjalani dengan baik agar hasilnya juga baik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi mba Rie, sama-sama mba πŸ™ˆ

      Saya tau perasaan tersebut pasti sangat nggak enak, hidup dalam kebingungan nggak tau jalan mana yang harus diambil itu betul-betul bisa membuat kita frustrasi ya, mba ~ dan menurut saya, it's okay kalau sesekali kita mengeluh dan bertanya pada diri kita, nama pun manusia, pasti akan ada masa dimana kita break down, yang terpenting, jangan menyerah 😍 menangis, kesal, marah, itu nggak apa-apa, tapi kita harus tetap melangkah, agar kita bisa dapatkan jawaban yang kita inginkan πŸ’•

      Semangat mba πŸ˜‰

      Delete
  10. Mbak Eno, berat banget bahasannya. Itu kumis si bunny sampe keriting begitu. :-D

    Apa saya pernah bertanya untuk apa saya hadir di dunia? Terus terang nggak pernah mikir seperti itu.

    Cuma, setelah tua, saya berpikir kenapa saya tidak pernah mempertanyakan hal itu, setelah dipikir karena mungkin sejak awal saya sudah menerima TUGAS yang diberikan secara tidak sadar.

    Apa tugas utama sebagai manusia? MENJALANI HIDUP

    Kenapa tidak mempertanyakan?

    Yah, Memang ada yang bisa menjawab? Mau bertanya pada yang menciptakan saya juga nggak mungkin, jadi tidak ada opsi lain selain perintah utama tadi.

    Untuk apa bertanya sesuatu yang sudah jelas tidak ada yang bisa memberikan jawaban pasti? (Nambah nambah kerjaan ajah.. wakakakakak)

    Dan, untuk mengisi waktu selama saya ada di dunia ini, saya menemukan beberapa hal yang bisa saya lakukan

    1. Mencari kebahagiaan sebanyak mungkin karena saya menyukai rasa bahagia di dalam hati

    2. Karena saya tidak sendirian sebagai yang diberi tugas untuk HIDUP, saya akan berusaha sebisa-bisa untuk jadi "bermanfaat" bagi sesama PENERIMA KEHIDUPAN

    3. MENJALANI HIDUP sendirian nggak enak, jadi saya harus berusaha agar supaya selama mengisi waktu di dunia, saya tidak sendiri

    Jadi, yah sepertinya itulah kenapa saya 'TIDAK" mempertanyakan kenapa saya lahir di dunia.

    Soal menyesal tentang sesuatu pilihan? Entahlah, walau kadang saya berbuat kesalahan dan hasil dari itu tidak bagus, saya cuma berpikir

    1. apakah dengan menyesali situasi akan berubah?

    2. apakah kalau kita mengambil jalan lain hasilnya akan lebih baik dan sesuai keinginan?

    Jawabannya, ya nggak juga.

    Jadi saya memilih untuk tetap BERJALAN dan nggak nengok ke belakang.

    ==> bersambung

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kumisnya sudah saya cukur mas pakai Enchen, sekarang sudah nggak kumisan hahahahahah ~ ini gara-gara saya diledek teman saya, lu kan cewek masa kelincinya kumisan. Phfttt padahal saya cuma pakai emote yang ada hasil download-an. Alhasil saya rombak sekarang πŸ˜‚

      Waaah bijak syekali mas Anton ini hihihi memang benar kalau dipikir-pikir tugas utama manusia adalah menjalani hidup dengan sebaik-baiknya πŸ˜† meski kadang menjalani hidup dengan baik itu nggak mudah, walau sudah usaha maksimal, kadang hasilnya nggak memuaskan πŸ™ˆ

      Eniho suka sama poin-poin yang mas bagikan. I couldn't agree more. Karena saya pun suka mencari kebahagiaan dan saya sangat menikmati rasa bahagia. Plus saya ingin bisa menjalani hidup bersama orang yang saya cinta, alias nggak sendirian 🀣 semoga harapannya bisa tua sama-sama kalau perlu mati sama-sama hehehehehe.

      Delete
    2. Hahahaha.. iyah bunny-nya jadi feminin sekarang, yang kemaren macho.. kumis baplang..

      Iyah Eno, pinginnya saat "tugas" selesai, kita bisa barengan perginya. Karena terus terang nggak kebayang rasanya kalau harus sendirian. Tapi, lagi-lagi, akhirnya saya nggak mau mikir, bukan tugas saya.. Jalani saja..hahahha

      Delete
    3. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ hadeh nih bunny hahahaha.

      Iya mas, saya pernah bilang mau 'pergi' sama-sama biar nggak ada yang merasa ditinggalkan. Tapi karena saya nggak bisa menentukan hidup matinya saya dan pasangan, jadi sama seperti mas, hanya bisa berusaha menjalaninya dengan bahagia 🀣 semangat!

      Delete
  11. Part 2

    Apakah pernah saya terperosok dalam kondisi yang suram? Sering. Seperti berada di kegelapan? Nggak terhitung.

    Cuma, dasar orang ndableg, saya mikirnya

    1. Kalau saya diem di tempat, ya bagaimana saya bisa nyari lilin dan korek api buat dinyalain.. Menunggu orang lain datang membawakan lilin, nggak pasti, belum lagi pusing kalau dia cuma bawa lilin nggak bawa korek apinya.. repotss..

    2. Jadi, saya milih jalan terus, jalan yang manapun akan beresiko, apalagi kalau dalam gelap. Pasti kesandung-sandung.. Benjut, tapi setidaknya saya "berusaha" nyari tempat terang.

    Kalau capek, ya istirahat, tapi abis itu, ya saya akan jalan lagi.. entah sampai kapan, yang penting saya harus JALAN. Itu bagian dari tugas utama yang diberikan kepada saya.

    Tidak boleh statis dan diem.

    Untuk masa-masa seperti ini, saya biasanya akan mengingat sebuah lagu, yang saya tahu dari klub sepakbola favorit saya, Liverpool. Mereka punya lagu "YOU'LL NEVER WALK ALONE".

    Syairnya sederhana, tetapi disana ada filosofi hidup yang bagus untuk tetap bertahan dalam kondisi seberat apapun. Badai seperti apapun akan ada redanya, gelap segelap apapun akan selalu digantikan oleh terang, begitu juga sebaliknya.

    Jadi, walau berat dan tidak sesuai dengan yang kita maui, kita harus tetap MENJALANKAN TUGAS, yaitu MENJALANI HIDUP. Sambil tetap yakin bahwa gelap akan berganti terang karena itu siklus di dunia, dan saya bisa memanfaatkan otak yang diberikan untuk mempercepat proses itu (bagi diri saya).

    Waktu saya di dunia terbatas, dan saya orang yang serakah. Karena saya kecanduan rasa bahagia, saya akan berusaha mengisi setiap waktu dengan rasa bahagia itu.

    Menyesal terhadap pilihan yang diambil hanya akan menghadirkan rasa sedih dan kesal, jadi kapan bisa bahagianya kalau terus memikirkan yang seperti itu?

    Masa depan tu tidak jelas seperti apa, bahkan satu jam lagi seperti apapun, saya tidak tahu. Lalu mengapa memberatkan diri dengan sesuatu yang nggak pasti? Kenapa tidak memanfaatkan waktunya untuk BERBAHAGIA saja daripada memikirkan sesuatu yang tidak pasti.

    Itulah kenapa sebelumnya pernah saya bilang saya MAU BAHAGIA HARI INI, bukan kemarin, bukan besok. Waktu saya terbatas.. dan saya serakah untuk yang satu ini.

    Kalau karena satu dan lain hal, saya tidak bisa BAHAGIA karena terpaksa, saya akan mencarinya sampai ketemu.

    I am happiness addicted.
    Nggak punya waktu untuk menyesali yang sudah berlalu, nggak punya waktu terus menerus berpikir tentang bagaimana besok, waktu saya hanya 24 jam sehari dan suatu waktu bisa diputus kontraknya..

    Jadi, saya akan lakukan tugas utama dengan apa yang saya inginkan, berbahagia sesering mungkin...

    Puyeng puyeng dah bacanya.. hahahaha..

    (Tambahan dikit : jangan pernah berpikir bahwa para PENERIMA KEHIDUPAN itu semuanya hidup enak, mereka pasti punya masalah yang sama, cuma beda bentuknya saja. Kalau sudah mulai membandingkan, biasanya penyesalan itu akan muncul

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan dari poin-poin di awal, semua kembali pada inti bahwa kita memang harus terus berjalan ya, mas. That's why tugas utama kita disebutnya as menjalani hidup kita. Karena kalau kita berhenti dan hanya mau menunggu, yang ada kita jadi ketinggalan dan justru nggak akan berkembang 😍 hehehehehe.

      Mas Anton penyuka Liverpool? Saya jadi penasaran sama lirik lagunya. Saya sering sih dengan kata-kata You'll Never Walk Alone yang fenomenal itu, tapi nggak pernah mendengarkan lagunya πŸ˜‚

      Dan ternyata menjadi serakah untuk rasa bahagia sah-sah saja daripada terus bersedih dan terbelenggu dengan rasa penyesalan yang nggak berkesudahan πŸ™ˆ hehehe. Suka sama kata-kata mas kalau masa depan itu nggak pasti, dan memang sudah seharusnya kita fokus untuk hari ini ~ agar kita bisa bahagia, dan live today nggak cuma exist 😍

      Dan terima kasih untuk kalimat paling akhir mas, karena pada kenyataannya setiap dari kita pasti punya masalah. Yang membedakan adalah bentuk penerimaannya ~ kalau nggak bisa menerima, maka rasa menyesal yang akan muncul itu benar adanya (sesuai pengalaman saya yang hobi menyesal jaman masih nggak bisa belajar bersyukur dan menerima) 🀣 semoga kita bisa lebih wise dalam menjalani hidup kita. And of course selalu semangat menjalankan tugas utama kita 😍

      Thanks once again, mas! 😁

      Delete
    2. Fans sejak tahun 80-an sampai sekarang Mbak...mau kalah atau menang, nggak ngaruh. Pokoke tetap satu. Senengnya si kribo pun ikutan sama..

      Saya dah kasih syairnya ke Rey.. Dengerin di Youtube mbak En.. tapi yang versi penonton yang nyanyi.. Bikin merinding...

      Kan nggak dibatasi sebenarnya mau ngisi waktu dengan cara apa. Terserah masing-masing individu kok. Mau ngejar duit boleh. Mau yang "nabung pahala untuk persiapan afterlife" nanti juga boleh. Kalau saya pilih yang murah meriah saja.. "bahagia".

      Hahaha..

      Delete
    3. Sudah dengar mas, hahahaha seru ya lagunya πŸ˜‚ saya jadi ingat salah satu teammates saya yang pecinta Liverpool dan sering diledek sama teammates lainnya karena waktu itu jarang menang. Terus dia sering bilang You'll Never Walk Alone, even di sosmed-nya πŸ™ˆ saya yang nggak paham bola nggak pernah tau maksud mereka apa dan maksud si dia bilang You'll Never Walk Alone apa πŸ˜†

      Dan baru kali ini saya dengar liriknya 😍

      Delete
  12. I'm in early 20 and i still curious about a lot of things .
    Sometimes too much pressure which i cant take it .

    I have a regret but i believe that everything we do have the reason and story behind it . It doesnt simply happen . It happen for reason .

    Purpose of life ? For me i hope i can live my life happily for myself and not depending on others

    ReplyDelete
    Replies
    1. I understand, normally it happen in your age (we call it quarter life crisis), but I do wish you can overcome the situations and be strong 😍

      Anyhow, you can live your life happily start from now. Let's not regret about our past, and keep continue giving our best for the life we have. And let God care the rest. Good luck, Sophea πŸ’•

      Delete
  13. Setuju sama mbak Eno, aku jd mau crita sedikit.

    Waktu aku masih single, jd anak kos, ga ada beban, tiap weekend bisa jelong-jelong kemanapun, bisa melakukan apapun yg aku mau, bisa beli apapun yang aku mau, Puji Tuhan bisa bantu ortu & adik secara finansial juga, wlpn saat itu juga aku putus sm mantan setelah 6 th pacaran, tmn2ku malah galau setengah mati karna hubungan kami yg harusnya berakhir di pernikahan malah kandas di tengah jalan, tp aku bener2 biasa aja, aku bawa enjoy aja, putus ya udah, bukan jodoh, Tuhan udah siapkan yg lebih baik.

    Sampe2 aku sering bgt bengong dan berpikir, kok hidupku flat banget ya, bahagia terus, ga pernah ada ujian hidup gitu.

    Nah, semua dimulai waktu udah merit, ternyata berumah tangga ga selalu mulus ya, banyak batu terjal, lika liku kehidupanku yg sesungguhnya baru dimulai hahaha, sering banget hampir putus asa, kayaknya udah lelah banget hidup kaya gini, pokoknya down banget, Puji Tuhan aku sama suami bisa lewatin semuanya. Seneng aja rasanya kalau kita menang melawan diri sendiri, menang melawan keputusa asaan, menang melawan rasa takut dan menang mengalahkan ego diri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi mba Meta, how are you? 😍
      Sudah lama nggak bersua ~

      Wah baca kisah mba Meta membuat saya merenung. Kadang kita dikasih hidup flat juga merasa hidup kita nggak ada gejolaknya. Tapi giliran dikasih gejolak, kita jadi berharap hidup kita flat saja *ini saya banget, mba* hehehe. Dan saya ikut senang karena mba Meta bisa melewati hari-hari yang berat untuk mba dan keluarga kecil mba πŸ˜†

      Semoga ke depannya lebih baik kebahagiaan yang tercipta. Dan semoga setiap masalah yang datang berfungsi untuk menguatkan ikatan yang mba Meta dan pasangan punya πŸ™ˆ hehehe. Stay strong mba, especially untuk anak kesayangan mba yang baru lahir ke dunia 😍

      Terima kasih sudah berbagi cerita di blog saya πŸ’•

      Delete
  14. Hidup saya tak seenak hidup orang lain, itu kesimpulan yang saya dapatkan kalau saya hanya melihat enaknya orang lain. Padahal hidup saya jauh terasa lebih baik bila saya melihat orang lain yang mungkin kehidupannya belum cukup dinaungi kepuasan diri.

    Pernah juga saya berpikit, hidup saya sekarang mungkin lebih mudah kalau dulu saya tidak melakukan ini atau melakukan itu. Tapi saya tidak menyesal. Bukan semata-mata karena apa yang saya lakukan telah saya pertimbangkan dengan matang sebelumnya, tapi memang hampir tidak ada gunanya menyesal.

    Penyesalan itu baru berguna bila diperoleh dari suatu proses introspeksi dan lalu, seperti yang mbak bilang, menyiapkan jalan baru untuk memperbaiki yang ada sekarang.

    Saya sendiri sekarang sedang berusaha membuka jalan baru dari ilalang permasalahan. Semoga jalannya terbuka walaupun sempit dan dipagari ilalang berduri di setiap sisinya, untuk bisa saya lalui. Biar hidup saya yang sekarang begini-begini saja, bisa jadi begitu. Demi hidup anak dan istri yang lebih baik.

    Tapi saya masih terus harus bergantung kepada perkenan sang pemilik hidup, berdoa dan memohon agar kematian tidak terlalu cepat datang dan berkenan memberi saya kesempatan yang lebih panjang untuk memperbaiki segalanya.

    Mbak Eno, saya sedang bicara apa sebenarnya ini...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Agree mas Agung, kalau kita lihatnya ke atas selalu berasa hidup kita ini kurang terus yah, padahal kalau mau lihat ke bawah, banyak yang kurang beruntung dari kita. Sound klise, tapi itu benar adanya 🀧

      Dan setuju sama mas Agung, nggak ada gunanya menyesal, sebab rasa penyesalan tersebut baru berguna kalau kita bisa melalui proses intropeksi sampai akhirnya menemukan jalan baru untuk kita 😍

      Well, semoga mas Agung bisa menemukan jalan paling tepat untuk ke luar dari ilalang-ilalang yang tajam. Dan semoga niat baik mas untuk bahagiakan keluarga bisa dimudahkan, karena nggak ada yang lebih indah dari usaha seorang pemimpin keluarga dalam membahagiakan keluarganya. So, semangat mas Agung. You can do it! πŸ˜πŸ‘Œ

      God bless you, mas ~

      Delete
  15. Wew, ternyata ada ya orang-orang kaya oppa-nya mbak eno dan juga mas rahul yang seperti tak pernah melihat ke belakang, keep moving forward :D ..

    Dalam hal ini, saya termasuk tipe orang kebanyakan, seperti Mbak Eno juga, yaitu pernah merasakan penyesalan mendalam, pernah rasanya ingin mengoreksi kesalahan/kekurangan di masa lalu, pernah tak punya tujuan hidup, pernah bener-bener hampa, terutama masa-masa kuliah dulu, masa-masa tersuram dalam hidup..

    Kalau mempertanyakan arti dan untuk apa kita hidup, seingat saya sih saya ngga pernah.. Hanya tadi itu, menyesali langkah yang dibuat di fase hidup sebelumnya.. Dan untuk bangkit dari itu susah banget, apalagi di masa-masa remaja sampai 20an awal itu saya rapuh banget. Rasanya, saat itu saya adalah orang paling sedih sedunia.

    Thanks God akhirnya bisa melewati fase-fase buruk itu. Sekarang rasanya target-target saya dalam hidup sudah cukup jelas dan perlahan-lahan saya rengkuh satu persatu.. Yang penting fokus pada tujuan hidup sendiri, berhenti membanding-bandingkan dengan orang lain.. Let's go :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada mas, biasanya orang yang keep moving forward tuh hidupnya sudah terarah dari jaman masih ingusan (sepertinya lho ya) 🀣

      Hiks, baca cerita mas Bara jadi ikutan sedih sambil mengingat-ingat masa suram saya ugha 🀧 hehehe. Kita memang nggak akan bisa menghindari rasa sesal yang hadir dalam diri kita ya, mas. Apalagi kalau ternyata apa yang kita pilih membuat kita bertemu dengan kegagalan hidup, yang membuat kita susah untuk maju dan berkembang πŸ™„

      However, senang rasanya karena mas Bara sudah bisa overcome situasi sulit mas yang mana akhirnya membuat mas sudah ada ditahap sekarang 😍 semoga mas Bara dimudahkan dalam menjalankan target yang dipunya dan semoga ke depannya, hanya ada kebahagiaan yang menyertai setiap langkah mas Bara bersama keluarga. Go go go! πŸ˜†

      Delete
  16. Mba Enoo topiknya berat banget ya, ngomongin hidup, hehe.

    Aku juga sering mikir kayak gitu mba, mikir kok bisa aku yang terpilih lahir, tapi nyatanya hidup terlalu menyakitkan, juga sering mikir Tuhan salah pilih kali, sering mikir gimana jadinya kalau aku nggak ada. Banyaaak banget mbaa.

    Kebanyakan orang kayaknya pernah mikir kayak gini, sekarang pun kayaknya aku gitu, haha. Sebenarnya nggak tahu mau komen apaan mba, karena semua yang mba tulis lagi aku banget sekarang, jadi berasa baca diary sendiri.

    Senang bangett akhirnya pilihan mba bisa menuntun mba kepada kebahagiaan yang ngga pernah mba duga sebelumnya.

    Semoga mba selalu bahagia mbaa❤ terimakasih untuk cerita sekaligus curhat ini mbaa 😊😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, maap mba Sovia, sebelumnya kebanyakan curcol soalnya 🀣

      It's okay mba, normal untuk kita berkontemplasi dan berpikir mengapa begini dan begitu. Nama pun manusia diberikan akal pikiran. Hehehe. Yang bisa saya sampaikan hanya semoga bisa Sovia bisa melalui hari-hari berat mba dengan baik, dengan hati lapang, dengan penuh kesabaran, agar bisa membuahkan hasil yang maksimal sesuai keinginan mba 😍

      Amiiiin, mba. Semangat untuk kita πŸ˜†πŸ’•

      Delete
  17. Quote terakhirnya mengingatkan aku pada ucapannya Kim Sabu, Mba Enoo. "Jangan pernah berhenti menanyakan untuk apa kita hidup, karena saat berhenti maka kisah kita akan selesai." Terkadang pertanyaan-pertanyaan tentang makna kehidupan itu yang membantu roda hidup kita terus berputar.

    Selama pandemi ini, aku jadi punya banyak waktu merenung. Tentang semua pilihan hidup yang pernah aku jalani dan yang akan dijalani ke depannya. Terkadang aku juga masih menyesali pilihan di masa lalu, tapi pasangan selalu mengingatkan, yang sudah berlalu ya sudah berlalu. Yang bisa dilakukan adalah hari ini, jadi fokuslah dengan itu 😊

    Dan setujuu sekali dengan kesayangannya Mba Eno, meski pilihanku membawa kegagalan, setidaknya aku sudah mencoba, jadi tidak ada yg disesali ☺️

    Thank youu Mba Eno dan Mr Moonlight untuk pengingatnya ❤️ semoga pilihan apapun yang kalian jalani hari ini, kebahagiaan selalu mengikuti kalian yaa πŸ€—

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi masih ingat kata-kata Kim Sabu ya, mba πŸ˜† memang betul, nggak ada salahnya kita terus bertanya apa makna kehidupan, agar kita bisa terus mencari jawaban yang memaksa kita terus melangkah 😍

      Dan sama seperti mba Jane, sejak pandemi, saya jadi punya waktu luang untuk akhirnya saya isi dengan merenungi hidup beserta pilihan-pilihan yang telah saya ambil sebelumnya. Which is nggak bisa dipungkiri, ada beberapa yang saya sesalkan kenapa dulu saya harus menjalani hidup seperti itu, dan kenapa nggak ambil pilihan lainnya πŸ™ˆ

      Namun berjalan dengan waktu saya sadar, saya nggak bisa ubah masa lalu, yang bisa saya lakukan hanya berusaha sebaik mungkin menjalani hari ini demi masa depan yang lebih baik 😍 Seperti kata pasangan mba Jane, yang berlalu biarlah berlalu. Azeeeek hehehehe.

      Amiiin, doa yang sama untuk mba Jane dan pasangan πŸ˜†πŸ’•

      Delete
  18. Sejak artikel ini diposting untuk pertama kalinya aku sudah baca. Isinya samgat berat. Hingga akhirnya aku menutupnya dan memilih tidak meninggalkan komentar. Besok sajalah, rasanya aku perlu membacanya lagi. Sambil berpikir tentang apa yg aku tulis dalam komentar. :')


    Aku termasuk orang yang pernah menyesal dengan apa yang terjadi di masa lalu. Tepatnya setelah lulus sma dan masa kuliah. Kemudian dilanjutkan dengan ketika menjalin hubungan dengan pasangan, walaupun akhirnya gagal juga. Bahkan saat2 itu pernah menyalahkan keadaan juga. Masa-masa itu sangat melelahkan dan menguras emosi.

    Di beberapa tahun terakhir hingga saat ini dan kedepannya terus belajar menerima keadaan dan memaafkan diri sendiri atas apa yang terjadi di masa lalu. Aku rasa itu jadi pilihan yang tepat. Aku tidak lagi menghabiskan tenaga untuk masa lalu. Sekarang terus berjalan untuk kedepannya. Tidak perlu khawatir dengan apa yang akan terjadi di masa depan. Kamu hanya perlu menyiapkan diri untuk masa depan. Melakukan apa yang disukai. Aku percaya setiap orang punya masanya sendiri. Setiap orang punya orbit dan jalur terbang sendiri. Ga perlu merasa iri dengan segala pencapaian orang lain. Pelajari cara-cara orang itu dalam mencapai pencapaiannya.

    Banyak hal yang ingin aku ceritakan. Intinya terima saja apa yamg terjadi di masa lalu. Kemudian terus melangkah untuk masa depan. Kalau lelah, sini istirahat dulu. Sini ngopi dulu, Kemudian kita berbagi cerita tentang hari ini.

    Terima lasih mbak eno untuk tema cerita yang ditulis :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh berat ya mas, biar Dilan saja yang angkut kalau begitu 🀣 hehehe. On a serious note, terima kasih karena mas Rivai pada akhirnya tetap menulis komentar meski pada awalnya bingung mau tulis apa πŸ™ˆ

      Terharu saya 🀧

      Saya nggak tau bagaimana perjalanan hidup mas pada masa lulus SMA dan kuliah, ditambah bermasalah dengan pasangan. Tapi yang saya tau akhirnya mas Rivai ada di posisi sekarang tentu karena mas Rivai sudah berusaha keras dalam melalui setiap cobaan yang ada. Means you are strong, mas πŸ˜†

      Dan saya rasa, dengan mas Rivai bisa menerima keadaan, dan berusaha memaafkan diri masa dan masa lalu mas, akhirnya mas mampu melangkah dengan lebih ringan dalam menjalani hari-hari ke depan ~ which is menurut saya itu nggak mudah dan nggak semua orang bisa melakukannya πŸ˜‰ hehehe. Eniho saya setuju kalau kita hanya perlu fokus menjalani hari ini dan merencanakan masa depan ~ instead of terus-terusan menangisi masa silam. Semoga orbit yang mas Rivai punya, bisa membawa mas Rivai pada kebahagiaan yang mas cari 😍

      For the last, terima kasih sudah baca mas πŸ’•

      Delete
  19. Pernah juga ada di masa-masa "salah jalan", gak punya pilihan dan sempat memutuskan untuk berhenti. Namun, pada akhirnya saya memilih untuk terus melangkah dan jalan pun mulai terbuka sedikit demi sedikit. Terus, sama kayak partner kamu, saya juga gak pernah menyesali apa pun, buat saya semuanya memang sudah seharusnya demikian jadi tinggal dijalani aja. Hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, thank God, mas Firman bisa melalui semua hal dalam hidup mas Firman dengan baik, dan dengan mas Firman terus melangkah, membuat mas Firman bisa menjadi lebih kuat dalam menjalani hidup yang keras ini ~ semangat terus mas, you can do it! 😍`

      Delete
  20. Pastilah kita semua pernah merasa sbnrnya apa makna hidup seperti ini diberikan ke kita. Akupun pernah ngalamin pas baru kuliah, ngadepin cobaan yg lumayan berat waktu itu. Ngerasa hidup udh selesai aja, ga akan berkembang sesuai cita-cita. Tapi bersyukur di saat jatuh , aku masih mau inget kalo ada Tuhan tempat utk ngadu semuanya. Ntahlah apa yg terjadi kalo aku melampiaskannya ke hal2 lain yg mungkin LBH negatif.

    Aku ngelakuin kesalahan, iya. Fatal? banget. Tapi dari situ aku renungin pasti ada hikmahnya. Mungkin pembelajaran supaya aku LBH kuat kedepannya, dan ga tergantung Ama yg namanya COWO :D. Aku harus mandiri, harus bisa punya sikap. Tapi yg terpenting aku belajar dr kesalahanku juga, utk ga cepet judge seseorang mba. Mungkin bisa jadi ini hukuman Krn sblmnya aku sempet menjudge temen yg kena permasalahan sama, tanpa tau kenapa dia bisa seperti itu.

    Cthnya ada temen kena narkoba, aku lgs main judge aja, dia kurang agama, ga kuat mental, EMG dasarnya nakal BLA BLA BLA. Aku ga mau cari tau kenapa si temen bisa terlibat narkoba. Bisa jd dipaksa pacarnya. Tapi itu cth, masalahku ga terkait narkoba hahahaha. Itu Alhamdulillah aku bisa pertahanin bersih sampe skr :D. Tapi seperti itulah, jgn judge org lain, sblm kita tau masalahnya apa.

    Di umur yg makin Deket 40, aku pengennya lebih bisa bijak memutuskan sesuatu ato menentukan prioritas. Apalagi aku sampe skr msh impulsif banget terkadang. Beli sesuatu, yg ptg beli dulu. Masalah berguna ato ga, ntr aja dipikir kalo BRG DTG :p. Yg seperti itu msh sering aku lakuin. Trus ujung2nya nyesel, walopun ada yg bilang, mnding nyesel telanjur beli, daripada nyesel ga beli hahahahah.

    Yg pasti kata2 si kesayangan bener sih mba. LBH baik pilih meninggal tapi bahagia Krn sudah melakukan kewajiban2 kita dengan baik. Drpd meninggal dengan penyesalan di belakang :).

    ReplyDelete
    Replies
    1. 🀧🀧🀧🀧 setuju mba, kita memang sebaiknya nggak mudah judge seseorang hanya dari apa yang kita lihat dan kita baca. Sebab kita nggak pernah tau apa yang mereka alami sampai mereka bisa ada dititik terbawah hidup mereka ~ dan setuju juga kalau kita seharusnya nggak gantungkan hidup kita pada seseorang, even itu pasangan. Sebisa mungkin kita harus tetap mandiri karena kita nggak pernah tau apa yang akan terjadi pada pasangan kelak. Jadi kita harus punya bekal untuk back up incase terjadi sesuatu sama pasangan kita πŸ™ˆ hehehehe.

      Semoga kita bisa belajar kendalikan diri dan menjadi lebih baik lagi ke depannya mba, minimal nggak terlalu impulsif hihihi ~ saya pribadi masih berusaha untuk terus fokus ke konsep hidup minimalis biar nggak mendadak impulsif hanya karena melihat sesuatu yang saya suka padahal nggak saya butuhkan πŸ˜‚ semoga bisa terus bertahan hehehehehe.

      Semangat untuk kita 😍

      Delete
  21. Pada masanya cukup sering mengeluh, kenapa saya terjun ke dunia tulis-menulis? Susah tajirnya, lebih banyak hidup kere dan menderita sebagaimana yang dibilang kebanyakan orang.

    Namun, ada suatu fase di titik terendah yang menyadarkan saya bahwa menulis justru pelarian dari dunia yang berengsek ini. Menulis berulang kali menyelamatkan saya. Toh, saya bisa menciptakan dunia sendiri mengandalkan imajinasi. Selain itu, membaca buku bikin saya menjalani berbagai macam kehidupan.

    Jadi, saya enggak perlu menyesal lagi. Saya akan terima suka-dukanya atas setiap pilihan yang saya ambil. Haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap betul mas, for some people, menulis bisa menjadi pelarian dari kehidupan yang keras ~ dan bisa healing dari rasa sakit yang ada. Jadi nggak selamanya menulis itu (meski nggak membuat kaya) nggak menguntungkan, karena dari menulis, ada banyak hal positif yang bisa didapat πŸ˜‰

      Semangat mas Yoga, you can do it! 😍

      Delete
  22. Ketika berusia awal 20 an, saya juga pernah mempertanyakan untuk apa sebenarnya saya hidup Mba, gak punya tujuan hidup (untuk diri sendiri) tapi hidup saya harus berlanjut demi Ibu demi adik-adik. Masa depan yang membentang di depan mata yang kosong, seolah membuat saya tidak punya rasa takut untuk mati, tidak ada perpisahan yang bisa membuat saya bersedih. Tidak sekalipun. Hingga saya menemukan beberapa orang yang menunjukkan kepada saya untuk apa sebenarnya kita hidup di dunia ini. Dan kenapa kita diciptakan.

    Sejak itu, saya mulai malas untuk bersedih, meski hati sedang hancur, saya tidak ingin waktu saya tersia-sia. Tidak ada gunanya jika tangisan ternyata hanya mengancurkan diri kita, menghancurkan pikiran hingga menghancurkan kesehatan. Namun bersedih akan berguna jika kita memahami bahwa untuk sementara kita butuh menangis sebagai cara lain untuk menyembuhkan dan membuang segala onak duri serta sampah-sampah kesedihan atau mungkin penyesalan. Bahwa untuk sementara kita butuh tenggelam dalam kesedihan untuk merasakan betapa berharganya pemberian/anugerah yang selama ini telah kita hirup. Untuk kemudian bisa melambung menuju ke kedewasaan yang lebih baik lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. 🀧🀧 terima kasih sudah berbagi pengalaman hidup mba ~ dari perjalanan yang sudah mba lalui, saya bisa merasakan betapa mba Rini berusaha keras untuk bisa menikmati hidup mba di-tengah berbagai macam permasalahan yang ada πŸ’• dan setuju sama mba, kadang meski sakit dan berat, kita harus tetap maju melangkah karena kita nggak boleh menyiakan waktu yang kita punya 😍

      Semoga ke depannya, hanya ada flower path untuk hidup mba, dan semoga segala hardship yang mba lalui sebelumnya membuahkan hasil bahagia. Semangat terus mba Riniiiiii πŸ˜† much laaaavv ~

      Delete
  23. huhuhu.
    Tulisan ini buat saya, sangat mengena buat saya banget say, hiks.
    Bisaaa aja Eno kalau memikirkan sesuatu, yang pas banget ada lagunya.
    Meski saya baru dengar loh lagu itu, dan kurang nyaman dengar nada part yang laki, tapi suka banget ama reff nya.
    dan liriknya ya ampuuunn, jleb!

    Saya ikut parenting webinar kemaren, di mana bikin saya makin bingung tapi tetep semangat sih.
    Di mana si pembicaranya bilang, pada dasarnya setiap manusia lahir itu udah kayak smartphone yang udah diinstall dengan aplikasi yang keren-keren.

    Smartphone itu lalu diberikan ke orang tua buat jagain, dan biar berfungsi, smartphone itu kudu dimaksimalkan biar jadi potensial.

    Sayangnya kebanyakan orang tua yang diberikan amanah itu, belum juga dewasa as a parent, jadinya yang terjadi mereka malah merusak aplikasi yang udah ada.

    Saya rasa, mengapa kesayangan Eno jadi hidup dengan tegas tanpa penyesalan, mungkin karena ortunya hanya mendampinginya untuk memaksimalkan potensialnya.

    Sejak kecil nggak dilarang ini itu, jadinya sampai besarpun dia tahu dan yakin banget jalan mana yang diambil, dan tak pernah menyesalinya.

    Berbeda dengan saya contohnya, dibesarkan dalam kata awas.
    Bahkan saya mau aja disuruh masuk STM, padahal saya lebih suka nulis.
    Harusnya dulu saya ambil sastra Inggris, biar bisa berjodoh ama bule, biar klop kalau nggak pulang-pulang alasannya kan beda negara.

    woii Rey, jangan kelebaran bahasnya hahahahaha.

    Maksudnya, saya bahkan sejak STM merasa kayak gitu loh, saat saya berusia belasan tahun, kuliah juga gitu, pas udah kerja?
    saking nggak tahunya saya dengan kehidupan ini, saya sering banget terbangun dan menangis tersedu-sedu di malam hari, hanya karena saya takut, seolah saya kehilangan arah.

    Lebay but true!

    Sekarang, andai kata saya tidur dalam keadaan nggak ngantuk, dijamin saya pasti akan menangis lagi, apa yang Eno tuliskan, terutama lagu itu, benar-benar persis seperti apa yang saya rasakan saat ini.

    Merasa gagal, tidak bisa membahagiakan orang tua, tidak bisa memperbaiki kisah nggak harmonis kehidupan orang tua saya.
    bahkan sedihnya, saya sering menyesali, mengapa saya punya anak. dua pula.
    Saya tahu rasanya hidup dengan orang tua di samping saya, tapi mama sibuk dengan pikirannya sendiri, saking mama merasa nggak bahagia.

    Sayangnya saya nggak atau belu melihat jalan keluar.
    Yang ada saya hanya bisa merenung, atau menangis kalau baca yang gini-gini, meski akhirnya saya lega, karena saya tahu, seperti kata Eno.
    Akan ada ujung yang lebih baik dari semua perasaan nggak menentu saya.

    Yang penting adalah tetap semangat dan nggak menyerah, belajar ikhlas, belajar berdamai dengan keadaan, secepat mungkin, karena anak-anak saya tumbuh dengan cepat, dan nggak bsia menanti mamaknya yang galau mulu :D

    Tengkiuuu Eno atas tulisannya yang mengharu biru :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbaaaaa *hugs* 🀧🀧

      Baca cerita perjalanan hidup mba membuat saya tersentuh, it must be hard, ya. Tapi mba Rey tetap berusaha menjalaninya dengan suka cita dan lapang dada though kadang masih merasa takut apabila kehilangan arah ~ Ditambah mba merasa kalau banyak hal yang mba inginkan belum menjadi kenyataan. Tapi knowing the fact that mba Rey terus berusaha, dan berusaha, saya optimis pada akhirnya mba akan menemukan jalan yang tepat, yang sesuai dengan diri mba, yang bisa membuat mba bahagia dan membuat mimpi mba menjadi nyata 😍

      Til then, keep being strong and keep going ya, mba πŸ˜‰

      Delete
  24. Syukurlah di usia saya sekarang, ada banyak pengalaman yang sudah dilalui. Dan meski selalu ada penyesalan atas kesalahan yang terjadi, tapi itu hanya sekadar 'pemanis' yang bukan untuk membuat goyah, tapi semacam, gpp ini kan hidup, masih bisa diperbaiki ke depannya.
    *Duh udah tua yaa eike hahaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju mba, sekarang kalau pun ada rasa-rasa seperti itu, lebih ke pemanis hidup, bukan lagi untuk menggoyahkan segala sesuatu yang sudah kita pilih dalam hidup kita 😍 semangat terus ya mba πŸ˜†πŸ’•

      Delete
  25. If you don't line the road, start paving another road. Ini iya banget sih kata sohib mba eno. Bisa jadi orang mempertanyakan atau bahkan membenci hidupnya karena mereka belum menemukan yg mereka suka.. Mungkin mudah buat orang yg dikelilingi oleh lingkungan yg bisa mendukung, tp banyak juga orang yg ga seberuntung itu karena dikelilingin oleh toxic people. Bahkan toxic orang tua juga ada loh, yg membuat anak merasa, buat apa dia dilahirkan kalau ujungnya malah tidak bahagia, sementara orang tuanya menuntut 'udah dilahirkan dan dibesarkan, harusnya bersyukur' sementara mereka sendiri tidak bisa memberikan contoh bersyukur itu gimana kepada anak2nya. Semoga kita dan orang2 disekeliling kita dijauhkan dari toxic2 semacam ituu yaa mbaa πŸ’–πŸ’–

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yep, kadang kita perlu bangun jalan baru untuk ketemu sama apa yang kita suka ya, mba 😍 apalagi kalau berada dalam lingkungan yang mba Thessa bilang, nggak mendukung, toxic dan lain sebagainya. Mau nggak mau harus segera cari dan bangun jalan baru agar hidup bisa kembali bermakna. Karena hidup terlalu berharga untuk digunakan berkubang dalam penyesalan. Though kadang hidup kita terlalu dark pada awalnya, setiap dari kita pasti punya kesempatan untuk be better dan belajar dari pengalaman πŸ’•

      Amiiiin, semoga kita bisa selalu berbahagia, mba 😁

      Delete
  26. Ini salah satu postingan Mbak Eno yang paling syahdu yang pernah saya baca.

    Buat saya, untuk menjalani hidup, salah satu yang terpenting adalah mempelajari seni untuk menikmatinya. Dulu waktu kecil saya memandang hidup ini sebagai sebuah proses linier yang tujuannya mencapai tujuan. Tapi lama-lama saya jadi mempertanyakan soal konsep "tujuan" itu. Semua jadi nggak "make sense." Terlalu jauh melihat ke depan, buat saya, cuma akan membuat seseorang lupa menikmati hari demi hari. Padahal, sepertinya, senyata-nyatanya hidup adalah sekarang, bukan kemarin atau esok. Kemarin cuma ada dalam memori, dan esok dalam angan-angan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you mas Morishige πŸ˜†

      Saya suka sama insight yang mas berikan. Agree kalau kita harus mempelajari seni dalam menikmati hidup yang kita punya. Dan sebisa mungkin even though kita punya tujuan hidup, kita perlu tau bagaimana menikmati hari ini agar nggak terlewat seperti yang sudah-sudah 😍

      Delete
  27. your post this day, touch my heart. sekarang giliran saya yang tersentuh nih, mau kasih hadiah ilustrasi wajah kak eno tapi pan gak ada ya, hiks

    saya ada pengalaman yang agak di sesali sampai sekarang. dulu, waktu masih usia 25an, saya pernah di tawarin buat kuliah kebidanan di malaysia terus kerja disana. tapi saya tolak, alasannya? gak mau long Distance relationship sama pacar saya waktu itu yang akhirnya......saya malah diselingkuhin! huahahahaha. tau gitu gue ambil aja kesempatan itu, iya kaannn? hiks.

    tapi setelah di resapi dan direnungi, yah sudah jalannya harus begitu kalli ya kak. toh akhirnya saya ketemu jalan yang lain dan ketemu paksu, hihihihi

    begitulah hidup, kalo banyak yang disesali gak akan maju-maju sih. walo waktu saya diselingkuhin waktu itu sembuhnya lama, hahahahaha

    lho lho kok curhat! wkwkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Muka saya jadi bunny sekarang mba hahahahaha πŸ˜‚

      Eniho terima kasih sudah membaca tulisan saya. Senang rasanya baca komentar mba berisi cerita dan pengalaman. Memang kadang pahit ya penyesalan itu, tapi nggak apa-apa, kita jadikan pelajaran saja. Seenggaknya sisi positif dari penolakan mba terhadap tawaran beasiswa adalah bisa bertemu pasangan dan hidup bahagia bersamanya 😍

      Curhat nggak dilarang, mbaa πŸ˜‚

      Delete
  28. Postingan yang ini membuatku terharu dan keinget jalan hidup yang kuambil beberapa tahun belakangan ini, yang membuatku merasa gagal banget karena mencoba membandingkan diri dengan pencapaian orang lain, yang, terlihat lebih baik dan lebih sempurna. Hahahaha :'))

    Tapi sekarang sudah lebih bisa menerima, Mba. Ditambah baca ini makin sadar kalau jalan hidup yang kuambil sekarang rasanya juga nggak buruk-buruk amat. Malah justru lebih banyak bahagianya :'))

    Terima kasih atas posingan hangatnya selalu, Mba Eno. Semoga bahagia selalu yaa <3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe, it's normal mba. Ada masa dimana kita merasa hidup seseorang jauh lebih baik dari kita, namun ada masa dimana kita merasa kalau hidup kita pun sangat baik pula hehehe. Life is all about learning, and we learning by doing it hehe. So semangat selalu, apapun keputusan mba dimasa silam, itu yang membentuk mba menjadi pribadi kuat seperti sekarang 😍

      Mungkin kita hanya perlu count our blessing lebih rajin daripada sebelumnya agar yang dilihat nggak cuma pahitnya tapi manisnya juga πŸ˜‚ hehehehehe. Semangat mba, you can do it!

      Delete