Airport Life | CREAMENO

Pages

Airport Life



Sudah beberapa bulan gue nggak terbang dan mendadak gue rindu duduk di bandara untuk tunggu jadwal keberangkatan πŸ™„ huhu, bisa dibilang hubungan gue sama bandara itu semacam love hate relationship, penuh dramak namun nggak bisa gue pungkiri kalau gue cinta. Bahkan sohibul gue sering sebut gue as gosokan bandara dan asisten gue pun bilang gue ini pawangnya bandara karena terlalu seringnya gue pergi ke bandara, lebih sering daripada pergi ke mall 🀣

Gue pernah tulis pada salah satu post kalau dalam sebulan kadang gue bisa visit bandara up to 20 kali (around 10 negara) πŸ€ͺ jadi teman-teman bisa bayangkan se-intense apa hubungan gue sama bandara. Especially saat gue biztrip di Asia Pacific area yang mana dalam satu rute itu visit country-nya bisa panjang. Contoh, Indonesia to Singapore to Malaysia to Thailand to Vietnam to Hong Kong to Korea to Jepang and then back to Hong Kong - Singapore - Australia, so on πŸ™ˆ

Gue bahkan pernah (in the middle of my busy schedules), sempat-sempatnya visit Korea hanya tiga hari dua malam demi ketemu si kesayangan saat dia super sibuk dan nggak bisa ke luar πŸ˜‚ alhasil gue berangkat Sabtu pagi dari Malaysia (exactly setelah meeting partners hari Jumat), lalu sampai Korea Sabtu siang (yep, tujuh jam terbang!), dan dihari Senin gue sudah ke Hong Kong untuk biztrip lalu back to Indonesia πŸ€ͺ modyaarrr *pasang koyo sebadan*

Terus kenapa love and hate? Jawabannya karena dulu bandara pernah jadi tempat di mana gue harus say goodbye sama si kesayangan 🀣 bahkan awal-awal pacaran sebelum akhirnya settle down, satu hal yang gue impikan adalah bisa naik pesawat berdua dia karena kami terlalu sering beda pesawat. Wk πŸ˜… kebetulan kami lebih sering ketemu di negara luar ketimbang Indonesia / Korea. Semacam kalau rindu tuh jauh bangats apabila harus ke Indonesia / Korea bisa capek di jalan (mana mostly ketemu weekend doang), so we ended up janjian, "Hon, ayo ketemu di Hong Kong." atau, "Hon, ayo ke Vietnam." -- pokoknya cari yang tengah dan ada direct flight-nya πŸ₯΄πŸ˜‚

That's why kami jarang satu penerbangan sebab tujuan kami beda. Dia balik ke Korea dan gue biasanya lanjut negara lain atau balik Indonesia πŸ˜‘ ditambah, gue sering dapat jadwal terbang belakangan, yang menyebabkan gue selalu kebagian episode kisah sedih di bandara hahahaha. Gue bahkan punya kumpulan video di mana gue say goodbye waktu dia masuk gate menuju ke pesawat. Dan itu, nggak enak parah rasanya 🀣 -- thank God, sekarang kami bisa lebih rutin dan sering naik pesawat bersama meski saat biztrip gue tetap pigi tanpa dia πŸ€ͺ
It's been a few months since I didn't take any flights and suddenly I missed sitting at the airport to wait for the departure πŸ™„ huhuhu, I could say that my relationship with the airport is a kind of love hate relationship, full of drama but I can't deny that I love. Even my friends and my assistant used to call me airport handler because I go to airport often, more often than go to the mall 🀣

I once wrote in my blog that in a month (sometimes) I can visit airport up to 20 times (around 10 countries), so can you imagine how intense my relationship with the airport is. Especially when I went on a biztrip in Asia Pacific, where on one route of country visit could be long. For example, Indonesia to Singapore to Malaysia to Thailand to Vietnam to Hong Kong to Korea to Japan and then back to Hong Kong - Singapore - Australia, so on πŸ™ˆ

Even in the middle of my busy schedule, I've been visited Korea for three days and two nights to meet my beloved man when he was super busy and couldn't get out from his country πŸ˜‚ as a result, I left Saturday morning from Malaysia (exactly after meeting partners on Friday), arrived in Korea on Saturday afternoon (yep, seven hours flight!), and on Monday, I went to Hong Kong for a biztrip then back to Indonesia πŸ€ͺ so crazeeeey! *muscle patch, pleaseeee*

So why love and hate? The answer is because in the past, airport was a place where I had to say goodbye to my man 🀣 at the beginning before we finally settling down, one thing I dreamed of was being able to get on a plane with him because we were always on different planes. LOL πŸ˜… we happen to meet more often in foreign countries than Indonesia or Korea. Because if we have to go to Indonesia or Korea, we can get tired (and most of time, we meet only on weekends), so we ended up making an agreement, "Hon, let's meet in Hong Kong." or anywhere as long as it's in the middle of our countries and there is a direct flight πŸ₯΄πŸ˜‚

That's why we rarely hop in one flight because our destinations are different. He went back to Korea and I usually continued to another country or back to Indonesia πŸ˜‘ plus, I often got flight schedules later than him, which causes me to always got left alone at the airport hahahahaha. I even have a collection of videos where I've to say goodbye when he enters the gate to the plane. And yeah, it does feel sad 🀣 - thank God, now we often take the plane together πŸ€ͺ
λͺ‡λ‹¬λ™μ•ˆ λΉ„ν–‰κΈ°λ₯Ό μ•ˆνƒ”λ”λ‹ˆ κ°‘μžκΈ° κ³΅ν•­μ—μ„œ κΈ°λ‹€λ¦¬λ˜ λ•Œκ°€ κ·Έλ¦¬μ›Œμš” πŸ™„ huhuhu, 곡항과 μ €μ˜ κ΄€κ³„λŠ” μ• μ¦μ˜ 관계라고 λ³Ό 수 μžˆμ–΄μš”. μ’‹μ•„ν•˜λŠ” 것도 뢀인할 수 μ—†μ–΄μš”. μΉœκ΅¬μ™€ μ–΄μ‹œμŠ€ν„΄μŠ€λŠ” μ œκ°€ μ‡Όν•‘λͺ°λ³΄λ‹€ 곡항에 μžμ£Όκ°€μ„œ 곡항직원이라고 λΆ€λ₯Ό μ •λ„μ˜€μ–΄μš” 🀣

λΈ”λ‘œκ·Έμ— 쓴적이 μžˆλŠ”λ° ν•œλ‹¬μ— 20λ²ˆλ„˜κ²Œ 간적도 μžˆμ–΄μš”(10개ꡭ 정도) κ·ΈλŸ¬λ‹ˆ 곡항과 μ €μ˜ 관계가 어떀지 μ•„μ‹œκ² μ£ . 특히 μ•„μ‹œμ•„μͺ½ 좜μž₯ λ‹€λ‹μ μ—λŠ” κΈ΄μ—¬μ •μœΌλ‘œ κ°€κ³€ν–ˆμ–΄μš”. 예λ₯Όλ“€μ–΄ μΈλ„λ„€μ‹œμ•„-싱가폴-λ§λ ˆμ΄μ‹œμ•„-νƒœκ΅­-λ² νŠΈλ‚¨-홍콩-ν•œκ΅­-일본을 거쳐 λ‹€μ‹œ 홍콩-싱가폴-μ˜€μŠ€νŠΈλ ˆμΌλ¦¬μ•„ λ“±μœΌλ‘œμš” πŸ™ˆ

λ°”μœμΌμ • 쀑에도 ν•œκ΅­μ— 2λ°•3일정도 λ“€λŸ¬μ„œ λ„ˆλ¬΄λ°”μœλ•ŒλΌ ν•΄μ™Έλ‘œ λͺ»λ‚˜μ˜€λŠ” λ‚΄λ‚¨μžλ₯Ό λ§Œλ‚˜κΈ°λŸ¬ 가기도 ν–ˆμ–΄μš” πŸ˜‚ 결과적으둜 ν† μš”μΌ 아침에 λ§λ ˆμ΄μ‹œμ•„μ—μ„œ(μ •ν™•νžˆλŠ” κΈˆμš”μΌμ— νŒŒνŠΈλ„ˆμ™€ λ―ΈνŒ… λλ‚˜κ³  곧μž₯) μΆœλ°œν•΄μ„œ μ μ‹¬λ•Œ ν•œκ΅­μ— λ„μ°©ν–ˆμ–΄μš”(λ„€ 7μ‹œκ°„ λΉ„ν–‰μ΄μ—ˆμ–΄μš”!) 그리고 μ›”μš”μΌμ— ν™μ½©μœΌλ‘œ 좜μž₯κ°”λ‹€κ°€ μΈλ„λ„€μ‹œμ•„λ‘œ λŒμ•„μ™”μ–΄μš” πŸ€ͺ so crazeeeey! *νŒŒμŠ€μ’€ μ£Όμ„Έμš”*

그럼 μ™œ μ• μ¦μΌκΉŒμš”? 그건 과거에 곡항은 λ‚΄λ‚¨μžμ™€ λ–¨μ–΄μ§€λ˜ μž₯μ†Œμ˜€κΈ° λ•Œλ¬Έμ΄μ—μš” 🀣 μ •μ°©ν•˜κΈ° 이전에 제 꿈 쀑에 ν•˜λ‚˜λŠ” 맀번 λ‹€λ₯Έ λΉ„ν–‰κΈ°λ₯Ό νƒ”μ—ˆκΈ° λ•Œλ¬Έμ— 그와 같은 λΉ„ν–‰κΈ°λ₯Ό νƒ€λŠ”κ±°μ˜€μ–΄μš”. LOL πŸ˜… μš°λ¦¬λŠ” ν•œκ΅­μ΄λ‚˜ μΈλ„λ„€μ‹œμ•„λ³΄λ‹€ λ‹€λ₯Έλ‚˜λΌμ—μ„œ λ§Œλ‚  λ•Œκ°€ 더 λ§Žμ•„μ„œ ν”Όκ³€ν–ˆμ—ˆμ–΄μš”(그리고 λŒ€λΆ€λΆ„ 주말에 λ§Œλ‚¬μ—ˆμ–΄μš”) κ·Έλž˜μ„œ "Hon ν™μ½©μ—μ„œ λ§Œλ‚˜μž" ν˜Ήμ€ 직항이 있고 쀑간에 μœ„μΉ˜ν•œ μ–΄λ”˜κ°€λ‘œ 약속을 ν–ˆμ–΄μ•Όν–ˆμ–΄μš” πŸ₯΄πŸ˜‚

λͺ©μ μ§€κ°€ λ‹¬λΌμ„œ 거의 같이 이λ₯™ν•œμ μ΄ μ—†μ–΄μš”. κ·ΈλŠ” ν•œκ΅­μœΌλ‘œ λŒμ•„κ°€κ³  μ €λŠ” μΈλ„λ„€μ‹œμ•„λ‚˜ λ‹€λ₯Έλ‚˜λΌλ‘œ κ°”μ£  πŸ˜‘ κ²Œλ‹€κ°€ 보톡 제 λΉ„ν–‰μ‹œκ°„μ΄ 더 λŠ¦μ–΄μ„œ 항상 곡항에 혼자 λ‚¨κ²¨μ‘Œμ–΄μš” hahahahahaha. 심지어 λ‚΄λ‚¨μžκ°€ 게이트둜 μ‚¬λΌμ§€λŠ” μ΄λ³„μ˜μƒ μ»¬λ ‰μ…˜μ΄ μžˆμ„μ •λ„μ—μš”. λ„€, μ”μ“Έν•΄μš” 🀣 - κ°μ‚¬ν•˜κ²Œλ„ μ§€κΈˆμ€ 자주 ν•¨κ»˜ νƒ€λŸ¬κ°€μš” πŸ€ͺ


Bicara soal kehidupan bandara, biasanya gue main game saat menunggu pesawat dan style baju yang gue pakai itu gue pilih berdasarkan jadwal terbang πŸ˜‚ kalau jadwal berangkat malam, gue prefer pakai jeans atau rok, kemeja double kaos dan sepatu atau sendal teplek yang nyaman πŸ™ˆ while saat terbang pagi gue akan rapi karena acapkali gue satu pesawat sama business people, dan entah kenapa kebanyakan yang pergi untuk urusan biztrip pilih jam pagi sedangkan untuk vacation pilih jam malam (mungkin karena lebih enak untuk istirahat) 😁

Ohya, gue itu terlalu nggak mau ribetnya sama urusan bandara, selalu makesure sudah check in online di rumah πŸ˜‚ kebetulan gue jarang bawa bagasi, jadi sebisa mungkin gue sudah check in duluan agar bisa pilih kursi dan langsung masuk imigrasi tanpa harus ke counter segala (kecuali di boarding pass yang gue print tertulis -- perlu check dokumen baru gue mampir ke counter check) πŸ˜† dan gue pastikan semua barang yang bisa menimbulkan bunyi (jam, ikat pinggang, this and that), sudah masuk ke dalam tas ketika gue antri untuk X-ray sebab dengan begitu bisa singkat waktu, dan gue biasanya sudah pisahkan laptop plus powerbank dari tas biar petugas nggak perlu bongkar tas gue dan meminta gue taruh ulang barang di X-ray machine hahaha.

🐰🐰🐰

To be honest, selama ini gue belum pernah dapat pengalaman buruk di bandara atau imigrasi luar 😎 even di Singapura yang terkenal judes petugasnya (hasil baca-baca), justru di sana satu-satunya petugas imigrasi yang pernah kasih ucapan happy birthday ke gue sambil senyum lebar πŸ˜‚ memang semua tergantung bagaimana kita bawa diri kita, dan yang pasti percaya diri adalah yang utama. Jadi kalau ada yang nervous di area imigrasi better tarik napas, angkat kepala dan say hello ke petugas 😁 perkara dijawab apa nggak, no problem, yang penting kita ramah 😍 In most case, mereka biasanya membalas, atau kalau nggak, mereka akan senyum ke kita (kecuali kita lagi sial dapat petugas yang kurang tidur dan kelelahan) πŸ˜†

Dua kata yang selalu gue ucap ke petugas imigrasi negara mana pun adalah, "Hello." saat kasih passport dan, "Thank you, have a good day." saat menerima passport hahahahahaha πŸ˜‚ oh dan saat kasih passport ke petugas, gue pastikan untuk buka cover passport (dompet khusus untuk simpan passport) terlebih dulu agar meringankan beban petugas sebab kadang cover passport bisa ganggu saat scan data. Selain itu, beberapa imigrasi bandara memang mengharuskan kita buka cover passport kita, so makesure kita membukanya agar nggak ditegur petugas πŸ˜†

🐰🐰🐰

Eniho, menulis kehidupan bandara membuat gue semakin rindu ingin terbang πŸ™„ gue berharap Corona segera hilang dan dunia kembali pulih seperti sedia kala. Dan semoga gue nggak perlu reschedule jadwal penerbangan gue di tahun 2021 mendatang 🀧 nggak kebayang kalau semua harus di-reschedule, entah bagaimana nanti ke depannya hahahahaa. By the way, teman-teman ada yang rindu kehidupan bandara? Mungkin ada yang rindu mudik ke kampung halaman atau rindu yalan-yalan tapi nggak bisa. Yuk, share cerita kehidupan bandara versi teman-teman 😁
Talking about airport life, I usually play games while waiting for my flight, and I choose to wear the style of clothes based on the flight schedule πŸ˜‚ If the schedule goes at night, I prefer clothes like jeans or long skirt, shirt double with tee inside and comfortable shoes or sandal ~ while at morning flight, I will be more neat because I often share the same plane with business people, and for some reason, most of people who go on biztrip choose morning flights and people who go on vacation choose night flights (maybe better for rest at night) 😁

Oh yeah, I don't wanna be too complicated with airport matters, so I always makesure to check in online at home πŸ˜‚ I rarely carry luggage, so as much as possible, I've checked in first so I can choose a seat and go straight to immigration without having to go to any counter ( except on the boarding pass that I printed was written - "you needed to check documents" then I will stopped by the counter check) πŸ˜† and I made sure all the items which could make a sound (watch, belt, this and that) were already in my bag when I queuing for X-rays because it helps me to shortens my time, and I usually separated my laptop plus power bank from my bag so that the officers don't have to unpack my bag and ask me to put it back in the X-ray machine hahahahaha.

🐰🐰🐰

To be honest, I have never had a bad experience at the airport including at foreign immigration ~ even in Singapore, which is known for their poker face officers (based on people reviews), that was the only immigration officer who said happy birthday to me with a big smile πŸ˜‚ so I think, it all depends on how we carry ourselves, and the important thing is our confident when we facing them. So if you feel nervous when you are in immigration area, you better take a breath, raise your head and say hello to the officer 😁 whether they will answered you or not, no problem, the important thing is we behave well. And in most cases, they usually answer, or if not, they will smile at us (except when you get bad luck and need to face the officers who feel tired) πŸ˜†

Two words that I always say to immigration officers of any country are, "Hello." when giving my passport and, "Thank you, have a good day." when receiving my passport hahahahahaha πŸ˜‚ oh and when I gave the passport to the officer, I made sure to open the passport cover first to ease the burden on the officer because sometimes the passport cover was quite disturbing for them when scanning data. In addition, some airport immigration require us to open a passport cover, so we should makesure our cover is open before giving our passport to them.

🐰🐰🐰

Anyhow, writing about airport life makes me wanting to fly even more πŸ™„ I really hope Corona can disappear and the world will recover as before. And hopefully, I don't need to reschedule my flight schedule in 2021 🀧 I can't imagine if everything need to reschedule again hahahahaha. By the way, do you guys miss airport life just like me? Maybe there are those who miss going back to hometowns or miss traveling but can't. Come, share your airport life, guys! 😁
λΉ„ν–‰ 라이프에 λŒ€ν•΄μ„œ λ§ν•΄λ³΄μžλ©΄, μ €λŠ” κΈ°λ‹€λ¦¬λ©΄μ„œ κ²Œμž„μ„ ν•΄μš”. 그리고 옷 μŠ€νƒ€μΌμ€ 비행일정을 보고 κ²°μ •ν•΄μš” πŸ˜‚ λ°€μŠ€μΌ€μ₯΄μ΄λ©΄ μ²­λ°”μ§€λ‚˜ 긴슀컀트, 티셔츠에 νŽΈν•œμ‹ λ°œμ΄λ‚˜ 센듀을 더 μ„ ν˜Έν•΄μš” ~ μ•„μΉ¨λΉ„ν–‰κΈ°λŠ” λ‹ˆνŠΈλ₯Ό 더 μ„ ν˜Έν•΄μš”. μ™œλƒλ©΄ μ‚¬μ—…ν•˜λŠ” μ‚¬λžŒλ“€κ³Ό 같은 λΉ„ν–‰κΈ°λ₯Ό νƒ€κ²Œλ˜κΈ° λ•Œλ¬Έμ΄μ—μš”. λͺ‡κ°€μ§€ 이유둜 λŒ€λΆ€λΆ„μ˜ μ‚¬λžŒλ“€μ€ μ‚¬μ—…ν• λ•ŒλŠ” μ•„μΉ¨λΉ„ν–‰κΈ°λ₯Ό 타고 λ†€λŸ¬κ°ˆ λ•ŒλŠ” 저녁비행기λ₯Ό νƒ€μš”(μ•„λ§ˆ 밀에 쒀더 쉬기 μ’‹μ•„μ„œμΌκ±°μ—μš”) 😁

Oh yeah, κ³΅ν•­μ—μ„œ λ³΅μž‘ν•œκ±Έ μ›ν•˜μ§€ μ•Šμ•„μ„œ μ €λŠ” 항상 μ§‘μ—μ„œ 온라인 체크인을 ν•΄μš” πŸ˜‚ μˆ˜ν™”λ¬Όμ„ 거의 μ΄μš©ν•˜μ§€ μ•Šμ•„μš”. κ·Έλž˜μ„œ κ°€λŠ₯ν•˜λ©΄ 체크인을 λ¨Όμ €ν•΄μ„œ μžλ¦¬λ„ 선택할 수 있고 μΉ΄μš΄ν„°μ— 갈 ν•„μš” 없이 μ΄λ―Έκ·Έλ ˆμ΄μ…˜μœΌλ‘œ λ°”λ‘œ 갈 수 μžˆμ–΄μš”(λ³΄λ”©νŒ¨μŠ€ 좜λ ₯ν•˜λŠ”κ²ƒ λΉΌκ³ μš” - "λ„νλ¨ΌνŠΈ 체크 ν•˜μ…”μ•Όλ©λ‹ˆλ‹€" 라고 ν•˜λ©΄ μΉ΄μš΄ν„°λ‘œ κ°€μ•Όλ˜μ£ ) πŸ˜† κ·ΈλŸ¬κ³ λ‚˜μ„œ μ €λŠ” X-ray 쀄을 κΈ°λ‹€λ¦¬λ©΄μ„œ μ†Œλ¦¬κ°€ λ‚  λ§Œν•œ 물건듀을 ν™•μΈν•΄μš”(μ‹œκ³„, 벨트 이것 저것) μ‹œκ°„μ„ μ ˆμ•½ν•  수 있고 λ…ΈνŠΈλΆκ³Ό μΆ©μ „κΈ°λ₯Ό κΊΌλ‚΄μ„œ 톡관이 가방을 μ—΄ ν•„μš”λ„ μ—†κ³  X-ray에 λ‹€μ‹œ μŠ€μΊ”ν•  ν•„μš”λ„ μ—†μ–΄μš” hahahaha.

🐰🐰🐰

사싀, μ €λŠ” ν•΄μ™Έ μ΄λ―Έκ·Έλ ˆμ΄μ…˜μ„ ν¬ν•¨ν•΄μ„œλ„ λ‚˜μœ κ²½ν—˜μ€ μ—†μ—ˆμ–΄μš” ~ 포컀페이슀둜 μ•Œλ €μ§„(μ‚¬λžŒλ“€ 리뷰λ₯Ό 봀을 λ•Œ) μ‹±κ°€ν΄μ—μ„œ μ‘°μ°¨ μ œκ°€ λ§Œλ‚œ 톡관은 ν•¨λ°•μ›ƒμŒμ„ μ§€μœΌλ©° 생일 μΆ•ν•˜ ν•œλ‹€κ³  ν•΄μ€¬μ–΄μš” πŸ˜‚ κ·Έλž˜μ„œ 제 μƒκ°μ—λŠ” μš°λ¦¬κ°€ μ–΄λ–»κ²Œ λ‹€κ°€κ°€λŠλƒμ— λ‹¬λ €μžˆλ‹€κ³  μƒκ°ν•΄μš” 그리고 μ€‘μš”ν•œ 점은 그듀을 λ§ˆμ£Όν•  λ•Œ μžμ‹ κ°μ΄μ—μš”. μ΄λ―Έκ·Έλ ˆμ΄μ…˜μ— κ°€μ„œ μ΄ˆμ‘°ν•΄ν•˜λŠ” λŒ€μ‹  μˆ¨μ„ κ³ λ₯΄κ³  고개λ₯Ό λ“€κ³  ν†΅κ΄€μ—κ²Œ hello라고 ν•΄λ³΄μ„Έμš” 😁 λŒ€λ‹΅μ„ ν•˜λ˜ μ•ˆν•˜λ˜ μƒκ΄€μ—†μ–΄μš”. μ€‘μš”ν•œκ±΄ μžμ—°μŠ€λŸ½κ²Œ ν–‰λ™ν–ˆλ‹€λŠ”κ±°μ—μš”. 그리고 λŒ€λΆ€λΆ„μ˜ κ²½μš°μ— 그듀이 λŒ€λ‹΅ ν–ˆκ±°λ‚˜ μ•ˆν–ˆκ±°λ‚˜ λ―Έμ†Œλ₯Ό μ§€μ–΄μ€„κ±°μ—μš”(μš΄λ‚˜λΉ μ„œ ν”Όκ³€ν•œ 톡관을 λ§Œλ‚  경우λ₯Ό μ œμ™Έν•˜κ³ ) πŸ˜†

μ œκ°€ μ–΄λŠ λ‚˜λΌμ—μ„œλ‚˜ 항상 μ΄λ―Έκ·Έλ ˆμ΄μ…˜ ν†΅κ΄€μ—κ²Œ ν•˜λŠ” 두가지 말이 μžˆμ–΄μš”. μ—¬κΆŒμ„ 쀄 λ•Œ "Hello" 그리고 μ—¬κΆŒμ„ 받을 λ•Œ "Thank you, have a good day."μ—μš” hahahahahaha πŸ˜‚ 또 μ—¬κΆŒμ„ 쀄 λ•Œ 보기 쉽도둝 μ—¬κΆŒ 컀버λ₯Ό μ—΄μ–΄μ„œ μ€˜μš”. 가끔 컀버가 μ—¬κΆŒμŠ€μΊ”μ— λ°©ν•΄κ°€ λ˜κΈ°λ„ ν•˜κ±°λ“ μš”. μΆ”κ°€λ‘œ μ–΄λ–€ 곡항 μ΄λ―Έκ·Έλ ˆμ΄μ…˜μ€ μ—¬κΆŒμ»€λ²„λ₯Ό λ²—κ²¨μ„œ μ€˜μ•Όλ˜λŠ” 곳도 μžˆμ–΄μš”.

🐰🐰🐰

μ—¬ν•˜νŠΌ 곡항라이프에 λŒ€ν•΄μ„œ μ“°λ‹€λ³΄λ‹ˆ 더 κ°€κ³ μ‹Άλ„€μš” πŸ™„ μ½”λ‘œλ‚˜κ°€ 사라지고 세계가 μ΄μ „μœΌλ‘œ λŒμ•„κ°€κΈ°λ₯Ό λ°”λž˜μš”. λΆ€λ”” 2021λ…„ λΉ„ν–‰μŠ€μΌ€μ₯΄μ„ λ³€κ²½ν•  ν•„μš”κ°€ μ—†μ—ˆμœΌλ©΄ μ’‹κ² μ–΄μš” 🀧 μŠ€μΌ€μ₯΄μ„ λ‹€μ‹œ λ°”κΎΈλŠ”κ±΄ 상상도 ν•  수 μ—†μ–΄μš” hahahahaha. μ—¬λŸ¬λΆ„μ€ 저같은 곡항라이프가 그립지 μ•ŠμœΌμ„Έμš”? μ•„λ§ˆ 집이 그리운 μ‚¬λžŒλ„ μžˆμ„κ²ƒμ΄κ³  여행이 그리운 μ‚¬λžŒλ„ μžˆμ„κ±°μ—μš”. μ—¬λŸ¬λΆ„μ˜ 곡항라이프λ₯Ό κ³΅μœ ν•΄μ£Όμ„Έμš”! 😁

56 comments:

  1. Capek banget ya mba pasti? Idiih, aku jahat banget ya berarti dulu ketawa pas tahu mba pakai koyo di postingan my travel friends πŸ™ˆπŸ™ˆ

    LDR katanya emang berat ya mba, hehehe. Thankfully, sekarang udah bisa sering jumpa si kesayangan ya mba. Mba Eno teliti banget berarti ya, sampai udah misahin barang yang di X-ray dari rumah. Trus tentang say hello dan thank youvke petugas bandara itu eman bener ya mba, karena perkataan baik bisa mempengaruhi mood seseorang, even itu udah kerjaan mereka nggak ada salahnya bilang makasih, biar mereka merasa dihargai.

    Ngomongin bandara aku malah senyum-senyum mba, karena banyak banget kejadian kocak yang aku alami saat di bandara. Eh, iya kan mba stereotype-nya petugas airport Singapore judes-judes. Temen aku malah pulang Singapore ngomel-ngomel karena di tahan di migrasi gara-gara marganya hahahah. Petugas migrasi mikirnya dia teroris karena marga "Simatupang"nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaha, nggak apa-apa mba, mostly pada nggak tau saya pakai koyo awalnya dan ketika tau pun pada ketawa 🀣 tapi seriusan, koyo itu sangat membantu badan saya yang kelelahan πŸ™ˆ

      LDR sangat berat menurut saya, especially diongkos mba πŸ₯΄ Wk. Thank God sekarang sudah nggak perlu LDR, paling sesekali saat harus biztrip ~ 😁 ditambah sekarang Corona, fix menempel terus hahaha. By the way, saya selalu pisah barang dari awal karena malas betul apabila mesinnya bunyi dan saya diperiksa cuma karena satu perintilan 🀣 dulu saya pernah lupa ke luarkan laptop dan itu lumayan ganggu sebab saya harus menaruh laptop ulang ke mesin terus melalui proses X-ray dua kali, mba πŸ€ͺ sejak itu saya makesure untuk pisahkan semuanya πŸ˜‚

      And yes, betul yang mba Sovia bilang, apa yang kita katakan bisa mempengaruhi mood seseorang. Sejudes apapun mereka, namanya kerja dan memang diimigrasi harus serius, that's why kita perlu kasih kata penyemangat agar mereka bisa terus keep giving their best ~ Bagaimana pun juga, terlepas pekerjaannya, mereka adalah manusia, anak dari seseorang, ibu atau ayah dari seseorang, suami atau istri dari seseorang dan tentunya punya perasaan 😁 just say, "Have a good day." itu akan bantu mereka keep going dalam menjalani hidup yang mereka punya πŸ˜‰

      Ayo ceritakan kejadian kocaknya, mbaaaa 😍 hahaha. Petugas Singapura dari dulu terkenal judes kalau baca forum or curhatan orang-orang. Dan iya, banyak yah katanya yang pernah kena cegat. Saya pribadi belum pernah mengalaminya *amit-amit jangan sampai* *ketok meja* hehehe. Yang penting kita sopan dan tujuan kita jelas, kemungkinan kita lolos akan besar 😁

      Delete
  2. Kak Enoo, aku juga rindu terbaangg :(

    Memang sih nggak sesering Kakak, tapi dulu saat aku merantau, aku selalu menunggu penerbangan pulang ke rumah setiap bulannyaaa... atau kalau nggak pulang ya penerbangan kemana gitu buat jalan-jalan hihi. Emang bener ya love hate relationship bangeet

    Semoga cepet hilang ini coronanyaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. *Berpelukaaaaaan* 🀧

      Iyaaa mba love saat terbang ke luar especially negara-negara baru, dan hate saat harus pulang lantas kembali ke realita ahahahaha. Apalagi kalau terbangnya untuk liburan, haduuuuh berat banget rasanya pulang sambil memikirkan schedule kerja πŸ€ͺ

      Amiiiiin, semoga mba πŸ’•

      Delete
  3. Kurindu mudik melihat mama bapak say, hiks.
    Tak bisa diungkapkan saking rindunya.
    Selama pandemi ini, mendengar mama sakit berkali-kali, bahkan pernah mereka kecelakaan.
    Rasanya tuh pengen terbang pegangan di pesawat yang lewat hiks.

    Tapi sayah juga pengennya terbang tanpa test segala say, kutakut ditusuk jarum, apalagi disogrok hidungnya hahahahaha.

    Kebayang banget gimana kangennya Eno, karena saya yang mostly mendekam di rumah aja, udah kangen yalan-yalan, apalagi Eno dan teman-teman yang sering ngetrip gitu?

    Cuman bisa berdoa, semoga pandemi segera berakhir, semoga new normalnya lebih ke habbit aja, jangan pakai new normal kayak sekarang yang ketakutan kalau mau bepergian huhuhuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huhuhu, semoga mamanya mba Rey cepat sehat dan dalam keadaan baik-baik saja di sana. Sama mba, saya juga malas mau naik pesawat karena prosedurnya yang panjang dan takut keramaian πŸ™ˆ saya bahkan harus cancel banyak penerbangan tahun ini meski sudah ada beberapa yang dibuka karena sebegitu parnonya 😢

      Amiiiiiiin mbaaa ~ iyaaa semoga betulan normal segera 🀧 nggak sangka sudah hampir akhir tahun dan keadaan justru tambah parah πŸ˜₯

      Delete
  4. Nggak...saya nggak kangen. Sumpah..😳😳😳

    Bandara itu adalah tempat paling bikin hati saya sesak karena biasanya saat itu saya tahu harus pergi meninggalkan dua orang kesayangan saya.

    Pernah saya harus biztrip padahal si Kribo baru berusia dua minggu dan rasanya gimanaaaa gitu di hati. Beraattt banget. Saat itu pingin rasanya balil ke rumah..πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹

    Tapi saya paling suka berada di bandara saat pulang karena saya tahu bahwa saya bakalan ketemu dua kesayangan saya.

    Mungkin terbalik yah dengan Eno ..hahahaha..

    Tapi jujur saja...nggak, saya nggak kangen suasana bandara. Maybe nanti kalo perginya dgn Yayang dan si Kribo baru saya akan merasa berbeda, senang..😁😁

    Tapi kalo sendirian..saya merasa sudah cukup dengan semua perjalanan yang sudah saya lakukan selama ini.

    It is enough

    Tidak ada lagi excitement seperti saat pertama kali. Yang ada rasa sepi dan kesepian setiap berada di bandara..

    Bahkan jeleknya, kalau saya masuk mall dimana kadang baunya menyerupai bandara (seperti cafenya), rasa kesepian itu timbul dan bikin saya nggak nyaman.

    Saya sudah terikat dengan Bogor dan dua orang kesayangan saya dan tidak punya lagi semangat berkelana lagi..

    Saya lebih kangen suasana kereta. Hahahaha.. Karena saya tahu berangkat pagi sorenya saya akan kembali dimana saya seharusnya berada..Bersama dengan orang orang tersayang saya..

    Kecuali mungkin nanti kalau ada kesempatan memperkenalkan si Kribo ke belahan dunia lain.

    Kalau tidak..saya lebih suka di rumah, mengepel dan menyapu 😁😁😁😁😁😁

    That's the place where I belong now..πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahuahahaha, kalau sendirian juga saya nggak begitu kangen mas 🀣 saya lebih kangen bisa yalan-yalan sama si kesayangan. Entah kenapa kangen banget mau pergi ke luar lihat dunia lebih dekat πŸ™ˆ

      Biasanya kalau yalan-yalan sama dia tuuuuh bawaannya senang. Lupa sama beban pekerjaan. Terus bisa dapat banyak pengalaman baru, dan bondingnya tambah kuat. Hehehehe. Kalau sendiri, jujur sama seperti mas Anton, justru nggak begitu menyenangkan (though kadang saya nggak punya pilihan selain untuk pergi sendirian), tapi yang dirasakan similiar, saya jadi kangen rumah, jadi mau cepat-cepat pulang biar bisa ketemu dia hahahahahaha ~

      Saya aminkaaan semoga nanti habis Corona hilang, siapa tau mas Anton, mas Kribo dan mba Hes bisa yalan-yalan bersama (ke Bali gituuuu atau ke Jeju, mas) 😍 Salah satu hal yang paling saya suka dulu waktu masih ada ayah adalah bisa pergi jalan-jalan sama ayah dan ibu entah ke mana πŸ˜† senang lihat ortu sibuk mempersiapkan ini itu, hahahaha. Sedih sekarang nggak bisa menikmati kebersamaan itu, which is so precious for me ~

      Thanks for sharing mas 😁

      Delete
  5. lama-lama blog ini jadi bacaan pengantar tidurku. Tapi rasanya baca artikel ini di malam hari adalah pilihan yang kurang tepat. Bandara itu adalah tempat dimana rasa rindu itu saling berkumpul. yang digambarkan dalam bentuk pertemuan dan perpisahan. wkwkwkkwk

    ehm, kenapa yaa dalam sebuah perjalanan seringkali kita menyempatkan untuk bertemu orang yang kita sayang, padahal mereka berada di tempat yang tidak ada dalam rencana perjalanan kita. Apakah sekuat itu medan magnetnya? sehingga bisa menarik kita untuk berjumpa dengannya. Eh bukan medan magnetnya, tapi rasa yang sudah saling tertaut.
    dulu, aku pernah mengalami hal seperti ini juga. Tentunya sebelum negara api menyerang..hahahhaa

    pengalamanku yang berkesan dengan bandara lebih sering terjadi di pagi hari. di penerbangan pertama, berangkat subuh, sering kurang tidur karena banyak barang yang mesti dipacking. beberapa barang pernah tertahan ga bisa masuk bagasi. Pernah muter-muter di atas langit bandara halim dan sekitarnya selama 30 menit karena ada pesawat presiden yang akan mendarat. (ini pengalaman yang tidak mengenakan).

    Selain bandara, stasiun memiliki banyak cerita juga. Karena kami yang terpisah jarak dan waktu, kami jadi hafal jadwal kereta berangkat atau datang di stasiun. sampai segitunya bagi kami yang pernah menjalani masa-masas LDR. Pernah jam segini naik motor ke stasiun untuk menyambut kedatangannya. Terpaan angin malam tidak menjadi hambatan. Medan magnet kita terlalu kuat untuk saling tarik menarik..hahahaa
    Jadi setiap melewati stasiun-stasiun yang menjadi tempat pertemuan kami, aku selalu tersenyum dan bilang "semoga kamu selalu baik-baik saja yaa"...hahahhahaa

    ehm, kalau corona sudah kelar, aku pengen ngajak keponakanku piknik naik kereta. kemudian baliknya naik pesawat dengan uang tabungannya sebagai ongkosnya..
    "Ayo om, kita naik pesawat"
    "Yaudah kamu nabung dulu, nanti duitnya beli tiket pesawat"
    buahahahhaa :D

    mbak eno sehat-sehat terus yaa,
    biar selalu ada tulisan-tulisan kayak gini..ahahhahaha :D :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahaha barusan saya tulis post salah satu partner saya bilang kalau blog saya itu pembuka hari, dibaca sebelum aktivitas, eh sekarang lihat komentar mas Rivai katanya blog saya pengantar tidur, wk! 🀣 semoga nggak jadi mimpi buruk setelah membaca curcolan saya, mas ~ πŸ™ˆ dan betul yang mas bilang, bandara itu selalu jadi tempat yang aneh rasanya, kadang bisa bawa bahagia, namun nggak jarang merasa sedih juga πŸ˜…

      Wedew, siapa itu yang disempatkan untuk ketemu ditengah kesibukan? Yang di Yogya atau yang di SumBar? 😝 tapi iya, saya dulu setiap kali biztrip, andaikata ada waktu meski hanya dua malam, saya akan sempatkan mampir ke Korea, dan si kesayangan pun pernah saat saya di Hong Kong, dia sempatkan mampir waktu akhir pekan πŸ™ˆ kalau ingat itu rasanya perjuangan bisa sampai ditahap ini nggak mudah 🀣

      Saya kalau biztrip lumayan sering berangkat subuh seperti mas Rivai, kadang jam 5 sudah standby di bandara dan biasanya kalau ada penerbangan pagi, saya tidurnya lebih cepat biar fresh keesokan harinya πŸ˜† by the way, saya suka lho penerbangan pagi dari Bali, karena saya bisa menikmati sunrise di gunung Agung dari jendela pesawat 😍 cantik bangetttt seriously, mas ~ hehehehe. Kalau pengalaman berputar 30 menit karena di bawah ada presiden belum pernah, menurut saya itu memang nggak nyaman. Untung bukan tiga jam di udara ya, mas 🀣

      Eheeem saya senyum-senyum sendiri baca cerita mas Rivai, hahaha. Rasanya begitu manis yaaah, macam es kelapa 😍 kebayang mas Rivai antar pasangan ke stasiun terus say goodbye, habis itu naik kereta, duduk lihat jendela, nggak lama kemudian dapat pesan dari pasangan, "Haduuuh baru saja pisah tapi sudah kangen lagi deh, sayang." πŸ˜‚

      Amiiiin semoga Corona hilang segera, biar keponakan mas Rivai bisa yalan-yalan naik kereta dan pesawat. Pasti dia senang πŸ˜† dan sehat-sehat untuk mas Rivai, biar bisa selalu baca tulisan saya 😝✌

      Delete
    2. balas di sini juga aah. soalnya ada yang ditanyakan mbak eno :D
      Pengalaman paling berkesan di bandara itu ketika menyambut ibu pulang umroh dua tahun yang lalu. Ga pernah pergi jauh, sekalinya pergi jauh ke arab. Rasanya bahagia banget, akhirnya apa yang beliau harapkan bisa tercapai..hehhehe

      asli sumbar, rumah di jabodetabek, ketemu di jogja, dan sekarang tinggal di bandung. Nah lho, banyak tempat khan..hahhahaa
      jadi kalau pas dekat-dekat sana rumah atau tempat tinggalnya disempetin buat mampir. atau sama kayak mabak eno, janjian ketemu di mana. Ya selalu sempatkan buat ketemu..hahhaaa

      biasanya nungguin sampai kereta jalan mbak eno dan kemudian hilang dalam gelapnya malam. sampai ketemu beberapa minggu lagi yaa. Jaga diri baik-baik
      aah, kenapa yaa bisa cerita banyak hal kayak gini di blog mbak eno. padahal aku termasuk orang sulit untuk bercerita kayak gini. Padahal di blog sendiri ga pernah bisa...hahahaa

      yaa berharap semuanya bakal segera membaik mbak. :D

      Delete
    3. Senang banget pasti rasanya melihat ibu berhasil meraih impiannya, terus ketika akhirnya mas Rivai merasakan ibu sangat jauh dari rumah, mas bisa lebih menghargai keberadaan ibu ketika dekat 😍

      Waduuuh lengkap amat infonya, berarti mantan mas Rivai hobi keliling Indonesia hehehe. Seru yah sudah icip tinggal di mana-mana πŸ˜† terus saat mas lagi dekat area yang bersangkutan, langsung kasih kabar. Waw. That's sweet hahaha, maybe mas Rivai pun pernah kasih kejutan jangan-jangan πŸ˜‚

      Duuuuh sama bangettt itu momennya, cuma kalau saya biasanya lihat si kesayangan masuk pintu gate menuju pesawat. Saya lihat sampai dia hilang. Pas dia sudah 'nggak ada', rasanya aneh πŸ™„ hahahaha. Biasanya habis itu seperti menyesal, harusnya peluk lebih lama, harusnya begini, harusnya begitu, endeblabla 🀣

      Mungkin mas Rivai lebih gampang tulis di sini karena mantan nggak akan baca kecuali mantan mas pembaca blog saya πŸ™ˆ dan sepertinya memang lebih seru curcol di lapak orang, mas πŸ˜‚ -- amiiiin, kalau jodoh nggak ke mana, semoga bisa bersama 😍

      Delete
  6. Sama banget, mbak Eno. Kangnn terbang dan suasana airport life.
    Wah, wabiasa ya padatnya up to 20x/bulaan. Saluut.

    hamdallah untung sekarang sudah bisa sering jumpa pasangan ya mbak.

    tips yang terakhir ttg attitude saat imigrasi itu memang penting adanya, mb Eno. sesimpel melempar sapa dan senyum itu.
    saya juga melakukan hal yang sama, sebisa mungkin stay cool.

    kupikir september kemarin sudah reda, karena ada tiket keberangkatan eksplor Indo-cina,, eee ternyata coro belum reda karena gatenya via KL dan akhirnya kubalikin kredit juga. jadi 2020 ini (masih) belum kemana-mana. wwk

    Ah, semoga bisa terbang lagi dg aman tanpa kecemasan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. TOSS mas! Seru yah, airport life itu, apalagi membayangkan kita akan pergi ke suatu tempat yang menyenangkan (especially perginya sama pasangan) πŸ˜‚ -- beda cerita apabila untuk biztrip, haha πŸ€ͺ

      Menurut saya, sikap kita di manapun berada sangat penting untuk dijaga. Di negara orang, yang dilihat itu negaranya, jadi kalau kita nggak jaga sikap, yang di-judge bisa-bisa negara kita pula. While kalau kita ramah, satu dua orang pasti akan mengingat, "Aha, that Indonesian woman / man is really nice." -- dan akhirnya impresi in general akan berubah 😁 hehehe.

      Sama mas, saya cancel banyak penerbangan tahun ini, jadi bersisa penerbangan bulan Januari 2021 ke atas. Hahaha. Entah nanti bisa terbang apa nggak dengan nyaman dan tenang. Kawatir Corona semakin parah bukannya hilangnya πŸ™ˆ semoga soon kita bisa kembali yalan-yalan tanpa rasa cemas dan hambatan mas ~ untuk sekarang tugas kita cukup berdoa dan menjaga kesehatan kita 😁

      Delete
  7. Mba Enoo, sebagai mantan penjuang LDR aku paham sekali tentang hate-love relationship dengan bandara πŸ˜† Bandara akan menjadi tempat yang paling menyenangkan saat momen bertemu kembali dengan pasangan atau berkumpul kembali dengan keluarga, but at the same time its the worst place because I hate to say goodbye 😭

    Buatku dulu, bandara itu kayak tempat singgah sebelum kita berada di suatu tempat tujuan. Aku dulu sering banget memperhatikan orang-orang di dalam bandara. Menerka-nerka tiap orang yang aku jumpai, kira-kira apa yang sedang mereka pikirkan, rasakan. Paling suka ngeliatin awak pesawat kayak pilot atau pramugari yang mau terbang, mereka ditemani pasangannya di boarding room, kemudian saat hendak masuk pesawat, mereka berpelukan terus say goodbye. Entah kenapa aku yang melihat malah baper, Mbaaa. Pasti mereka kangen banget dehh huhuhu

    Tentang be nice itu juga benar banget! Betul yang Mba Eno bilang, semua kembali gimana kita bawa diri, yaa. Terkadang petugas di bandara terlihat jutek karena mereka capek juga nggak sih? Dan mereka masih manusia juga yang bisa bete kapan pun πŸ˜‚ aku juga membiasakan diri untuk selalu say thank you ke petugas kebersihan di toilet. Suprisingly, mereka terlihat senang saat kita beri apresiasi walau sekedar ucapan terima kasih 😊

    Soal berpakaian, entah kenapa mindset ku kalo mau terbang kudu rapi. Ini karena mamaku dulu yang suka nasehatin katanya harus pake baju cantik kalau mau naik pesawat. Setelah dewasa, aku baru paham nggak ada yang lebih nyaman berada di pesawat memakai legging dan sendal ketimbang harus pake celana jeans atau dress yang susah bikin gerak πŸ˜‚ tapi balik lagi pada preferensi dan kenyamanan masing-masing yaa pluss kota/negara yang dituju seperti apaa hihi

    Semoga tahun depan aktifitas terbang ini sudah lebih nyaman dan aman yaa. Nggak kebayang repotnya Mba Eno harus mengatur kembali jadwal dengan intensitas terbang sesering itu πŸ˜… dan semoga kita yang kangen traveling juga bisa segera kembali ke bandara dan naik pesawat lagi! *aminnnn*

    Take care alwaysss, Mba Eno! ❤️

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yesss mba, rasanyaaaa nggak enak banget saat harus pisah 😭 sendirian di dalam area menunggu tuuuh bisa sedih berkepanjangan πŸ™„ saya pun kalau sedang sendiri lebih sering memperhatikan orang, mba ~ menerka apa yang mereka rasakan. Ada yang tersenyum bahagia, semacam nggak sabar untuk bertemu orang yang dicinta, tapi nggak jarang pula ada yang sedih ketika harus pergi dari 'rumah' 🀧 betul-betul deh, tempat yang satu ini menurut saya sangat magis hahahahaha.

      Sepertinya petugas kalau lagi jutek berarti capek, namanya manusia, harus berhadapan dengan ribuan orang setiap harinya dijamin nggak selalu mulus, pasti ada satu dua yang buat kesal, namun di sana petugas dituntut untuk bekerja, dan mereka ini tanggung jawabnya berat, mereka itu garis terdepan yang berhadapan langsung dengan foreigners, kalau mereka salah masukkan orang, bisa bahaya ~ jadi bebannya sangat berat. That's why, terkadang kata have a good day atau thank you bisa membantu mereka melewati hari karena ada yang apresiasi kerja keras mereka 😁 dan setuju sama mba Jane, sebisa mungkin kita perlu bilang thank you ke penyedia jasa apapun, baik itu cleaning service, pelayan, cashier, dan lain sebagainya 😍

      Mbaaa Jane eniho mamanya mirip banget sama ortu saya, mindset-nya kalau ke luar rumah harus rapi hahahaha, even ke minimarket nggak boleh pakai baju asal πŸ™ˆ -- however, sekarang saya lebih santai, lihat jam terbang juga, kalau malam nggak perlu terlalu neat yang penting tetap sopan 🀣 bahkan saya pilih pakai sendal di beberapa airport yang meminta buka sepatu dan kaos kaki hahahaha, biar gampang soalnya 😁 karena sudah langganan jadi tau kalau ke airport ini pakai sandal, ke airport itu pakai sepatu, dan rules lainnya *sampai hapal* πŸ€ͺ

      Amiiiin mba, semoga yaaaah! Take care always, mba Jane πŸ’•

      Delete
  8. Sekarang karena tiket murah kemana saja sudah berasa jakarta bandung malah lbh cepat nyampek jakarta singapura daripada itu ya wk..

    Saya sih suka bandara karena memorinya lebih banyakan buat momen liburan ketimbang kerja. Padahal dulu kerjanya sama deh naik pesawat melulu, hampir keliling Indonesia saya. Duh capek ngingetnya..

    Pernah ada momen pisahan di bandara. Cuma setelah itu dilewati, ya lupa. Mungkin saya orgnya sdh biasa banget pindah2 ya. Terminal dam bandara identik dg momen kehidupan baru bukan perpisahan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Phebie hahahaha, saya punya teman orang Kalimantan, dulu saat dia masih di Kalimantan pun dia lebih suka pergi ke KL / SG daripada Jakarta katanya karena lebih dekat dan tiket lebih murah πŸ˜‚

      Even Bali to Perth harga tiketnya bisa lebih murah daripada Bali to Jakarta, mba πŸ™ˆ parah murahnya, dibanting besar-besaran. Maybe saat keadaan pulih, akan ada banyak promo tiket pesawat ~ 😍

      Eniho, kalau saya to be honest memang lebih membayangkan happy-nya naik pesawat untuk yalan-yalan (sama seperti mba Phebie) πŸ˜‚ kalau untuk kerja, nggak 100% happy meski nggak dibilang sedih, namapun cari uang (jadi harus ada happy-nya) hahahaha. Dan memang membayangkan naik pesawat buat pergi liburan itu happy-nya luar biasa πŸ₯³

      Ahaa, syukaaa sama istilah mba Phebie, momen kehidupan baru bukan perpisahan πŸ˜† jadi instead of sedih, better positif thinking karena itu artinya ada hal (atau hidup) baru yang menanti kita 😍

      Delete
  9. Aku rinduuuu sangaaat kehidupan di bandara. Bersyukur punya pengalaman menyenangkan selama ke bandara, apalagi kalau pergi selalu sama koko hhha. Jadi ya memang untuk liburan. Aku sih tidak sebanyak Mba Eno intensitas ke bandaranya, paling setahun dua sampai tiga kali. Karena emang untuk liburan yang biasanya awal dan akhir tahun.

    Selalu suka sama rutinitas yang ada di bandara. Sebab liat orang hilir mudik baik itu untuk pergi liburan/kerja, habis pulang liburan/kerja, dll. Dari yang sedih karena melepas orang untuk pergi sampai ada yang bahagia liat orang yang dikenal sudah pulang. Super nano nano sih kalau di bandara.

    Biasanya aku flight pagi, kecuali waktu ke Korea nah itu ambil penerbangan malam. Aku uda ngeri bakalan ngantuk nunggu di bandara, ga taunya seger minta ampun. Mungkin karena excited kali yaa hhha..

    Semoga tahun depan membaik jadi apa yang ke pending tahun ini bisa pelan-pelan dikerjakan yaa hhhe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pergi liburan sama pasangan memang kasih memori indah soal bandara di hidup kita yah, mba 😍 yang saya rindukan pun nggak jauh beda dengan mba Devina, saya rindu yalan-yalan sama pasangan πŸ˜πŸ’•

      Hehehehe, iya mba, memperhatikan orang bisa membuat kita nano-nano, sometimes ikut sedih lihat yang menangis karena perpisahan, namun ikut bahagia pula kalau ada yang berpelukan saat menyambut kedatangan seseorang yang mungkin pergi sejenak πŸ˜†

      By the way, flight Korea mostly malam kalau dari Indonesia biar sampainya besok paginya di Korea hehehe, dulu saya kalau direct ke Korea meski berangkat malam suka nggak bisa tidur mba 🀣 entah kenapa kebayang terus sebentar lagi bisa ketemu si kesayangan, ketemu keluarga, dan handai taulan yang ada di sana πŸ™ˆ well, semoga tahun depan segala sesuatunya bisa kembali normal dan semoga plan mba yang tertunda bisa dijalankan segera πŸ˜πŸ’•

      Delete
  10. Mbak Eno udah masuk kelas berat nih, apa mending abis ini beli satu space di airport buat tempat stay khusus.
    Soalnya kalau dibaca-baca lagi, edan sih ini. Aku tuh cuman takjub, apa nggak jet lag Mbak?
    Aku terbang paling jauh ke Papua, cuman waktu itu kan langsung istirahat ya.
    Nah beda lagi pas pengalaman ke SG, yang udah berasa naik angkot. Wkakaka..
    Maksudku, dari SG pagi ke CGK, nyampe langsung lari-lari ke terminal 1, abis itu oper pesawat ke SUB.
    Sampe kosan jam 12 malem, besoknya jet lag. Terus kapok!

    Akan aku selalu ingat-ingat, soal etiket menyapa. Aku ingatnya cuman bilang thank you aja kalau di imigrasi, atau nggak excuse me apa sorry gitu pas mulai percakapan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wadaww justru yang seru dari airport life adalah bisa membaur dengan para calon 'penerbang' yang sama-sama tunggu pesawat, mba πŸ˜‚

      Saya nggak begitu jetlag, mungkin karena sudah terbiasa. Dan karena zona Asia Pacific ini perbedaan waktunya nggak begitu ekstrim seperti kalau kita pergi ke Eropa atau Amerika. Nah kalau ke area sana baru saya jetlag, meski nggak terlalu parah πŸ˜† by the way, mba transit CGK berarti lumayan lama yaaah, karena sampai SBY sudah malam. Bisa jadi karena mba menunggu terlalu lama akhirnya jetlag akibat kelelahan ~ memang cara paling gampang untuk kendalikan jetlag adalah dengan atur jam terbang kita, dan pilih jam terbang yang sesuai dengan waktu tubuh kita 'on' 😁

      Semisal mba Pipit mau mulai percakapannya, paling oke pakai excuse me saat mau bertanya 😍 semoga soon kita bisa terbang ya, mba πŸ’•

      Delete
  11. wah mileage kak Eno pasti tinggi nih! Jangan-jangan sudah pernah nukerin vocer tiket gratis berkali-kali ya?? πŸ˜†πŸ˜†

    BTW fotonya bikin aku mikir dulu..Itu yang sepatu ijo corak vintage itu kaki kak Eno ya? HAHAHA Sampai aku liat dengan seksama dulu πŸ™ˆ Itu yang deket kaki kursi pijet di bandara ya? wkwkw #gapentingkomennya

    Kalau pengalaman di imigrasi sih beberapa kali aku disuruh lepas kacamata karena petugas merasa foto di paspor beda sama mukaku kak. Hahaha. Terus aku pernah juga ditanya-tanya gitu dalam bahasa Mandarin karena saat itu sedang di imigrasi keluar China. Meski tampang seperti orang China, aku ga bisa bahasanya wkwk. Jadi aku plaga plongo yang bikin aku makin dicurigain petugas. Ternyata mereka memintaku untuk buka koper yang kubawa. Tapi aku ga bisa buka karena kan itu koper punya tante. Aku panik deh. Untung si tante sadar trus samperin aku buat buka kopernya ==" Setelah dibuka, guntingnya langsung disita petugas haha Tapi perasaanku kala itu ga enak banget. Kaya berasa tersangka kriminal gitu loh kak. Soalnya petugasnya galak beneerr. Mana ada 3 petugas yang ngomong sama aku. Berasa diagitasi ramean gitu loh hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Frisca, lumayan sering tukar poin, lumayan soalnya 🀣

      Wahahaha iya yang di atas itu sepatu saya, dan yang putih itu sepatu si kesayangan πŸ˜‚ however yang di samping kaki adalah koper kabin kita. Mirip kursi bandara, yah? Iya ugha kalau dilihat-lihat πŸ™ˆ

      Kacamata ini sering banget jadi penghalang mba, teman saya pun ada yang pernah disuruh copot karena katanya wajahnya beda 😁 padahal dia sengaja pakai kacamata akibat penerbangan yang terlalu early dan dia terburu-buru jadi belum sempat make up, alhasil untuk cover wajahnya, dia sengaja pakai kacamata 🀣

      OMG ada guntingggg, pantas disuruh buka πŸ˜… pasti mba Frisca deg-degan parah sampai ditanya oleh tiga petugas. Nggak cuma satu namun tiga. Gosh. Saya bisa membayangkannya πŸ˜† petugas itu nggak bicara bahasa Inggris kah, mba? Siapa tau setelah check paspor mba, petugas itu sadar kalau mba bukan dari China πŸ˜‚ hehehe. By the way petugas imigrasi memang harus bertampang galak, kalau nggak begitu nanti bisa dikerjai sama oknum yang mau bawa benda terlarang πŸ™ˆ jadi kalau semisal mereka tegas, mba tetap stay cool dan jawab dengan tegas pula (though jantung mau copot rasanya) 😁

      Delete
    2. Iya kalo sering pergi gitu, lumayan banget itu bisa dapet tiket gratis kan jadinya hehe

      Ommo itu koper kabin??? Habisnya ada bagian hitam garis-garis yang kupikir itu pijakan untuk kaki gitu kak Eno. Jadi kukira kursi di bandara wkwkwk Jadi malu πŸ˜…

      Iyaa kacamata ternyata bikin manglingin muka ya haha

      Iya kak Eno!! Aku kan ga ngerti mreka ngomong apa, terus nunjuk-nunjuk tasku gituuu. Sempet nanya juga pake bahasa inggris karena liat pasporku dari Indonesia, cuma mereka ga bisa bahasa inggris makanya kaya manggil petugas lain yang bisa ngomong inggris (alhasil jadi ada 3 petugas). Tapi ya gitu ya bahasa inggrisnya mreka aneh. Jadi aku agak lemot nangkepnya. Eh tapi listeningku juga ucup sih jadinya gitu. Saat itu aku masih SMA deh, jadinya takut bangeeet ga bisa cool wkwkw Untung saja tanteku merasa aneh karena aku ga keluar2 imigrasi langsung balik lagi untuk ngecek kondisiku. Trus kan dia memang bisa bahasa mandarin, jadi dia yang komunikasi dengan ptugas plus dia pula yg bisa buka tasnya hahaa...

      Delete
    3. Kadang bisa dapat tiket gratis, kadang bisa upgrade ke business, biasa kalau long flights akan saya upgrade mba selagi ada 🀣 lumayan jadinya, cukup pakai koyo 6 instead of 12 hahahahahaha.

      Iya mba Frisca itu koper kabin sama ada backpack di atasnya 🀣 nggak kelihatan jelas mungkin karena di foto dari atas. Hehehehe. By the way, petugas imigrasi China memang agak susah bicara bahasa Inggris, logatnya beda. However petugas imigrasi HK lebih jago bahasa Inggrisnya πŸ™ˆ saya jadi ingat waktu ke Myanmar, petugasnya tanya apa saya jawab apa. Akhirnya dibantu translateee! Jadi petugasnya bisa bahasa Inggris namun logatnya lokal punya. Karena komunikasi kami terhambat, alhasil kami saling typing di Google translate agar komunikasi lebih mudah πŸ˜‚ itu salah satu pengalaman lucuk buat saya, untung petugasnya ramah (mungkin dia sadar kekurangannya) πŸ™ˆ

      Delete
  12. Hubungan Mba Eno dengan bandara memang dekat sekali. Mungkin setiap sudut bandara sudah dilalui. Selain bandara luar negeri, pernah mampir ke bandara di Kalsel ngga?

    Saya sendiri ke bandara cuma setahun sekali. Sejak 2006 seakan menjadi rutinitas. Padahal saat ini tidak ada alasan khusus untuk ke luar daerah. Terakhir ke bandara akhir 2019 kemarin. Tahun ini belum ada main lagi ke sana. Entah tahun ini saya punya kesempatan atau tidak. Jika tidak, maka rekor naik pesawat tiap tahun akan segera terputus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau bandara Bali iya mba Nisa, sepertinya saya hapal setiap sudutnya πŸ˜‚ eniho, saya belum pernah mampir ke KalSel sepertinya. Semoga one day bisa, mba 😍 ingin rasanya punya kesempatan explore Indonesia.

      Jadi mba main-main ke bandara, kah? Seruuu yah. Jadi ingin juga sekedar masuk bandara dan lihat dari dalam mobil saja hehehe. Saya jadi ingat, saya sempat minta asisten saya ke bandara international untuk check apakah ada penerbangan dari Bali, sebab kebanyakan penerbangan international harus lewat Jakarta. Dan saya sedih, ternyata bandara internationalnya tutup (yang buka hanya domestik) dan sepi bangetttts 😭 terus ada turis foreigner duduk di taman bawa backpacknya. Seperti kebingungan karena nggak bisa pulang ke negaranya.

      Well, semoga mba Nisa nanti bisa kembali visit bandara 😍 -- terus dibagikan ceritanya ke pembaca, seru pastinya untuk dibaca πŸ˜†πŸ’•

      Delete
  13. Kalau bukan karena ikutan study tour sekolah, mungkin saya ngga akan pernah tau rasanya naik pesawat πŸ˜…

    Berbeda dengan kak Eno yang punya kebiasaan dan kehidupan di bandara karena kebutuhan pekerjaan. Ketimbang naik pesawat, saya lebih senang naik kendaraan darat. Kalah bisa motor, hayuk. Tapi kalau jauh, mobil juga boleh. Perjalanan dari Sulawesi ke Jawa saja agak buat saya bindeng pas pesawatnya landing. Tapi kalau bicara untung, perjalanan jadi jauh lebih cepat. Saya ngga kebayang, rasanya naik pesawat ke luar negeri yang bisa makan waktu 5-7 jam. Pasti sangat melelahkan ya kak Eno πŸ˜…

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagaimana menurut mas Rahul rasanya? 😍

      Waaah mas, kalau naik motor saya give up, nggak bisa lama. Hahaha. Maksimum 30 menit sepertinya. Sebab terlalu lama duduk di motor menyebabkan saya sakit pinggang πŸ˜‚ pernah sekali karena harus naik motor dan jalannya banyak lubang, sesampainya di rumah, saya langsung minta pijat. Maygad, sakitnya jangan ditanya 🀣 *renta banget saya* -- nah, kalau naik mobil saya masih kuat hehehe.

      Meski saya pribadi lebih pilih pesawat atau kereta untuk perjalanan over than dua jam (kecuali terpaksa dan cuma ada mobil, mau nggak mau saya pakai mobil seperti waktu ke Sapa) 🀣 entah kenapa naik mobil terlalu lama bisa buat mabok perjalanan, mungkin karena jalannya berkelok dan kadang ada lubang. Hehehe. Kalau pesawat dan kereta jalannya lurus saja, jadi lebih bisa dinikmati oleh saya 🀣

      Semoga nanti mas Rahul banyak rizkinya, atau dapat banyak tugas biztrip dari kantor, jadi bisa lebih sering naik pesawat dan keliling Indonesia atau dunia 😍 saya membayangkan tulisan perjalanan mas Rahul, rasanya pasti seru, sebab saya sangat menikmati tulisan perjalanan mas Rahul yang sebelum-sebelumnya hehehe.

      Eniho, terbang 5-7 jam buat saya masih middle mas jadi nggak terlalu lelah. Sebab saya pernah ada penerbangan, 11 jam direct, atau 15 jam dan ada pula yang kalau ditotal 24 jam dengan break singkat πŸ˜‚ hehehe. Awalnya lelah, namun kesininya karena sudah terbiasa jadi nggak terlalu lelah 😁

      Delete
  14. Katanya, bandara adalah salah satu saksi biksu dimana banyak air mata kesedihan dan kegembiraan menetes, aku rasa itu benar πŸ˜‚ karena itu yang terjadi padaku saat mengantar orang ke bandara. Mau ditahan-tahan sekuat tenaga-pun, pasti akhirnya ambyar juga air mata saat berpisah sama orang yang diantar. Rasanya udah kayak nggak akan bisa ketemu lagi gitu 😭
    Beda cerita kalau aku sendiri yang pergi, biasanya malah excited karena perginya untuk liburan 🀣 dan kebalikan dari kebanyakan orang, aku lebih suka naik pesawat pagi-pagi saat liburan karena nggak mau rugi di hotel 🀣

    Eh iya, orang imigrasi menurutku juga jutek-jutek, dimanapun negaranya 🀣 aku selalu deg-degan kalau maju ke counter karena takut kena masalah 🀣 rasanya sama seperti dipanggil pak polisi untuk meminggirkan kendaraan, padahal surat-surat lengkap tapi tetap aja deg-degan 🀣

    Kak Eno dan si kesayangan meeting pointnya jauh sekali ya 🀣 dan benar-benar butuh effort untuk ketemuan. Kalau ada cowok yang protes sebab harus berkendara 30 menit ke rumah ceweknya untuk ngapel, wajib banget untuk membaca tulisan Kakak kali ini karena perjuangan Kakak dengan Si Kesayangan lebih sulit πŸ˜‚ syukurlah semuanya sekarang udah berlalu πŸ™ˆ

    Semoga Kak Eno bisa segera kembali melenggang di bandara ya karena bandara-bandara yang pernah Kak Eno singgahi juga pasti udah rindu dengan Kakak πŸ€ͺ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benarrrr sekaliiii, dari kecil kalau antar ayah dinas ke bandara pasti menangis, namun saat jemput ayah rasanya senang 😍 begitu pun sampai besar, setiap kali ada teman atau kerabat yang akan pindah pasti bisa banjir air mata, dan seperti yang Lia bilang, rasanya seperti nggak akan bisa ketemu entah sampai kapan 😭

      Nah, kalau soal yalan-yalan lain cerita hahahaha. Setiap mau pigi liburan uuuuh excited-nya jangan ditanya. Mungkin kalau loncat bisa sampai sentuh bintang hahahaha 🀣 by the way, kakak kalau liburan justru lebih sering terbang malam biar nggak rugi waktu dan biasanya tiket malam itu lebih murah πŸ€ͺ jadi biasanya sampai pagi lalu titip koper ke hotel and cus keliling area sambil tunggu waktu check in tiba πŸ˜† however berangkat pagi nggak kalah menyenangkan. Especially ketika tiba di tujuan saat waktu check-in, jadi bisa langsung istirahat πŸ˜†

      Hahahahaha, Liaaa jangan takut, memang mereka semua harus pasang wajah jutek, kalau nggak begitu nanti para pendatang bisa meremehkan mereka. Selama dokumen kita jelas, tetap stay cool dan tunjukan senyum manis Lia πŸ˜† by the way, kalau Lia pernah menonton border show yang di imigrasi Amerika atau Australia, seriously itu lebih sangar πŸ™ˆ

      Waaaah memangnya ada pria yang komplen harus driving 30 menit? Omg teganya, padahal 30 menit itu dekattt ~ πŸ˜… nggak kebayang kalau harus terbang 7 jam dan tunggu boarding 3 jam hanya untuk ketemu pasangan. Mungkin dia akan give up. Seriously it was that hard. Lagi kangen harus tunggu sampai ada waktu, sekalinya ada waktu pun nggak bisa langsung ketemu, harus bersabar naik pesawat dulu 🀣 thankfully semua terbayar kesabarannya. Hehehe. Semoga kesayangan Lia nggak akan komplen meski harus driving 30 menit, yah 😍

      Amiiiin sayang, berharap betul Corona segera hilang. Siapa tau Lia mau ke Korea ugha, kan πŸ˜œπŸ’•

      Delete
    2. Aaah~ ternyata bukan hanya aku yang mengalami 😒 sangat sedih kalau harus antar orang ke bandara, makanya aku seringkali skip. Selain karena jauh, juga nggak tahan karena pasti sedih 😭

      Ah iyaa! Kalau pergi liburannya jarak jauh, berangkat malam adalah pilihan yang lebih baik karena sampai sana udah pagi 🀭 kalau aku pilih berangkat pagi untuk jarak destinasi yang dekat dan sampai lokasi langsung jalan-jalan sebab nggak mau buang-buang waktu 🀣. Kalau dalam hal liburan, kita beda tim ya Kak πŸ˜†

      Benar juga! Kok aku nggak pernah kepikiran ya! Kalau gitu, aku nggak perlu heran lagi kenapa mereka tampangnya sangar-sangar dan jarang sekali senyum πŸ˜‚ wahhh! Aku bisa lebih merasa terintimidasi kalau bertemu dengan imigrasi Amerika atau Australia kalau begitu 🀣 aku takut tiba-tiba disangka tim teroris atau apa gitu kalau udah berhadapan dengan imigrasi 🀣

      Kebanyakan tidak komplain secara langsung hanya saja bilangnya ketika ditanya "ya.. mau gimana lagi" πŸ˜‚. Kak Eno dan pasangan, perjuangannya jauh lebih beraat! Aku bayanginnya aja udah terasa beratnya πŸ˜‚
      Aminnn!! Semoga semua doa Kak Eno didengar Tuhan πŸ˜† tentu saja aku mau ke Jeju kalau ada kesempatan hihihi.

      Delete
    3. Biasanya habis antar orang ke bandara, pulang dari bandara feelingnya gloomy ya hahahaha. Tambah hujan bisa jackpot tuuuuh 🀣

      Kakak baca komentar Lia sambil mengingat-ingat, biasanya liburan jarak dekat berangkat jam berapa πŸ˜† sepertinya kalau ke KL kebanyakan malam, while SG kebanyakan pagi deh seingat kakak πŸ˜‚ memang tergantung negara rupanya hahahahahahaha.

      Wajar banget kalau kita merasa terintimidasi, apalagi image imigrasi memang terkesan sangat di mana pun negaranya. Hehehe. Kalau sudah begitu, jangan lupa makan permen yah, bisa buat relaks soalnya. Wk 🀣 dan yang terpenting kita selalu bawa dokumen jelas plus punya alasan jelas, kemungkinan lolos pasti sangat besar 😁✌

      By the way kalau di Jakarta kayaknya rata-rata perjalanan itu 30 menitan kayaknya, meski dekat kadang ada macetnya πŸ€ͺ mungkin kalau nggak mau driving sampai 30 menit, cari pacar tetangga rumah. Nah, enak tuuuh nggak ribet kalau mau jemput dan ajak jalan πŸ˜†

      Amiiiin, semoga ada kesempatan ya, Liaaa 😍

      Delete
  15. Bandara bagaikan rumah kedua ya mbak Eno haha.. mantap abis menerjang flights internasional dengan jurus andalan orang Indonesia sejati : pakai koyoo haha gokil abis. Tapi memang mujarap sih koyok-koyok dalam dunia traveling ya. Kalau aku plus tolak angin mbak, karena aku anaknya banyak tenaga tapi gampang tepar juga haha

    So sweet banget sih sama oppa kesayangan nya.. sampe bisa dibela-belain untuk ketemuan pas mbak Eno juga lagi sibuk uww <3 Untung sekarang udah bisa sering naik pesawat bareng ya haha <3

    Aku juga sama mbak punya love hate relationship sama bandara.. bukan karena harus berpisah dengan kesayangan (jomblo life right here :")), tapi karena jujur aku orangnya takut naik pesawat sebernernya walaupun aku suka traveling haha.
    Aniwai, pengalamanku dulu di bandara yang paling berkesan itu waktu aku sama temenku nekat untuk tidur dibandara lombok sewaktu backpackeran tripku yang pertama kali gara-gara takut ketinggalan flight pesawat pagi dan juga untuk ngirit biaya haha untung banget satpamnya baik dan ngebolihin kita tidur di dalem bandaranya hehe <3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Aqma πŸ˜‚ sudah jadi rumah ke dua untuk saya. Hehehehe. Sama mbaaa, selain pakai koyo, saya pun minum Tolak Angin biasanya. It helps untuk jaga daya tahan tubuh saya agar nggak gampang tumbang 😍

      Well, kalau nggak diusahakan untuk ketemu sepertinya hubungan kala itu nggak akan bisa berlangsung lama 🀣 thank God, at that time, kami sama-sama berusaha ~ jadi berbuah manis sekarang πŸ™ˆ

      By the way, mba Aqma takut naik pesawat? Pasti setiap take off kepikiran dan deg degan yaah. Untungnya rasa takut itu nggak menjadi hambatan untuk mba berpetualang 😍 hehehehe. Dan salah satu hal positif yang bisa didapat dari overcome rasa takut yang dipunya adalah mba bisa punya banyak pengalaman untuk dibagikan πŸ™ˆ nggak kebayang serunya tidur di airport bersama teman ~ ayo ceritakan di blog, mba πŸ˜†πŸ’•

      Delete
    2. Daku pernah tidur di Changi dan KLIA 2
      kalo di Changi mah, "hiburan"-nya banyaaakk, malah bisa tidur dalam bioskop juga kan wkwkwkwk

      Delete
    3. Hehehe iya Changi dan KLIA2 ada banyak hiburan yang dilakukan ~ jadi mau transit pun nggak begitu bosan 😍

      Delete
  16. beruntung bgt sih ngga pernah dapat pengalaman gak menyenangkan di bandara.. baru aja kemarin baca cerita di blog omnduut ttg pengalaman kurang mengenakan dia menghadapi petugas konter etihad.. kalau saya sendiri sih entahlah apakah pernah ngalamin kejadian mengenakan atau nggak ya? rasanya gak ada sih,, selalu datar aja rasanya hihi.

    teringat saat di NTT dulu,, tiap bulan harus perjalanan dinas dari Kota Kupang ke kota-kota kabupaten di NTT yang mayoritas pake pesawat,, dulu vibenya kerasa menyenangkan sekali karena di tiap-tiap sudut NTT selalu ada "surga" yang unik dan berbeda di satu tempat dengan tempat lainnya.. Kalau sekarang tiap ke bandara vibenya udah cenderung biasa aja sih, ngga semenyenangkan dulu... Sekarang lebih suka roadtrip aja sih,, apalagi ditambah masih dalam kondisi pandemi gini,, gak mau naik pesawat.. Desember besok rencana mau perjalanan Padang-Bandar Lampung-Bekasi-Brebes naik mobil, butuh waktu 8 hari untuk perjalanan PPnya saja haha..

    Dan, saya juga males ribet-ribet mbak,, males pake jam tangan, sabuk dan lain-lain yg bikin bunyi atau ribet hrs lepas pasang pas melewati xray.. Kalau tas pun sebisa mungkin cukup bawa satu tas yg bisa masuk kabin.. Kecuali kalau jalan sama istri pasti bawaan seabreg2 yang mau gak mau barang masuk bagasi,, padahal males nungguin bagasi, suka lama wkwk..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya pribadi nggak pernah punya pengalaman nggak enak. Semoga ke depannya pun sama. Yang penting dokumen dan tujuan jelas, plus nggak bawa barang berbahaya, saya rasa kita akan baik-baik saja πŸ˜†

      By the way seru banget mas Bara pindah-pindah kabupaten naik pesawat. Itu semacam pesawat kecil, yah? 😍 hehehe. Saya sebetulnya suka roadtrip tapi nggak bisa sering-sering dan dipilih banget negaranya yang memang aman dan terkenal untuk roadtrip 🀣 -- ohya, mas Bara Desember besok mau roadtrip lintas Sumatera - Jawa? Ditunggu ceritanya di blog, mas πŸ™ˆ

      Waaaks! Kita sama hahahaha paling malas bawa bagasi karena capek tunggunya di conveyor bar, kadang lama. Maunya setelah beres urusan langsung ke luar bandara πŸ€ͺ hahaha. Tapi memang kalau perjalanannya sama keluarga especially mas ada anak, akan jauh lebih nyaman bawa bagasi sebab perintilan anak pasti banyak 😁

      Delete
    2. iya mbak, seringnya pake pesawat baling2, tipe pesawatnya lupa, ATR atau apa gitu yaa,, yg pasti brandnya wings air, merpati (waktu blm bangkrut), dan paling sering trans nusa (maskapai lokal NTT).. Paling berisik tu naik merpati yg tipe MH60 (cmiiw) itu baling2nya bunyi kenceng bgt bikin budek wkwkwk.. pernah juga naik susi air, seru bgt terbangnya rendah trs meliuk2 :D ..

      roadtrip lebih ke urusan mudik sih,, jadi ngga piknik2 kayanya :D ,, walaupun durasi mudiknya bakal lama totalnya hampir sebulan, seminggu di perjalanan, seminggu di bandar lampung, beberapa hari di jkt-bekasi, dan seminggu di brebes.. tapi kalau memungkinkan dan pandemi sudah jauh berkurang, bakal explore juga wisata yg gak terlalu jauh dari rumah..

      Delete
    3. OMG Merpatiiiii, sudah lama nggak dengar nama itu, mas πŸ˜† hehe. Terus penasaran bagaimana rasanya naik Susi Air yang selama ini cuma pernah saya dengar namanya 😍 -- saya pribadi cuma pernah naik ATR Wings Air itu pun rasanya aneh karena pesawatnya too small, jadi terasa sekali goncangannya (mau mabok saya) πŸ€ͺ

      Semoga pada saat itu keadaan sudah membaik, mas 😁 -- mudik dengan lancar dan bisa mampir mampir ke beberapa tempat wisata untuk kemudian diceritakan pada blog tercinta πŸ˜‚

      Delete
  17. Mbaaaa maap OoT.
    Btw aku ga tau ini udah pernah dibahas apa belum.
    tapi aku sungguh kepo: KENAPA MBAK TIDAK MEMAJANG WAJAH di BLOG KECE INI?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah pernah dibahas, mba πŸ˜† hehehe untuk jaga privasi saja alasannya dan memang bukan tipe yang hobi pajang selfie atau foto pribadi di sosial media πŸ˜‚

      Delete
  18. aku bangettttttt kangen bandara mbak
    aku suka kehidupan bandara hahaha, mengamati orang yang sibuk mondar mandir dengan beragam tujuan dan kepentingan, melihat orang yang berpisah dan mungkin bertemu dengan keluarganya, ini momen yang bikin sedih sedih gimana gitu

    nahh pas ke Sin, dulu sempet baca baca juga katanya petugasnya judes bin galak. kayaknya mungkin lebih ke tegas aja menurutku.untungnya aku dulu ga dapet pertanyaan yang aneh aneh.

    aku juga bakalan well prepared sama barang barang yang dipacking ke tas kabin dan barang yang ditenteng. kadang kalau antrian, ada orang yang masih pakai ikat pinggang yang rentan mengundang bunyi di alat pendeteksinya, suka mikir aja, kenapa ga disiapin dulu, daripada buka buka celana di depan orang banyak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sedih sedih bahagia yah, mba. Campur aduk rasanya πŸ™ˆ hehehe. Sepertinya di bandara ada berbagai macam perasaan tumpah yang bisa kita lihat jelas di wajah para pejalan 😁

      Iyep, rumor itu sudah ada dari lama. Tapi menurut saya semua petugas bandara sama tegasnya. Even petugas Indonesia 🀣 jadi memang sudah settingan pekerjaan dari sana harus demikian, agar para pendatang nggak meremehkan dan tau kalau mereka (atau kita) nggak boleh sembarangan di negara orang 😁

      Nah itu mba, saya malas kalau disuruh buka-buka di depan banyak orang. Kadang nggak enak kalau jadi memperlambat antrian. That's why saya selalu prepare semua dari rumah sudah dipisah-pisah. Meminimalisir agar nggak perlu harus ulang πŸ˜‚ kan malas kalau sampai dua kali masuk X-ray hahaha.

      Delete
  19. dulu ada teman yang hampir selalu bepergian biztrip.. dia sampe dapat julukan, "manusia koper".. entah mengeluh atau sombong, dia pernah bilang.. "aku pagi ini sarapan di Jepang.. terus makan siang di Singapore.. terus malam nanti harus sudah ada di Ostrali.. capek akutu.." πŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wadooow kalau temannya mas Zam itu betulan manusia koper sepertinya. Saya nggak akan sanggup pagi di Jepang, siang di SG terus malamnya sudah di Australia hahahahaha. Yang ada besoknya saya masuk hospital πŸ€ͺ

      Delete
  20. AH MENOOOOOO I MISS AIRPORTS SO BAD! BOGOSIPPEOOOO!

    Tbh, sebagai orang yang suka traveling, kehidupan kamu sebagai pebisnis yang mobile itu adalah impian gue. Gue mau di kota/negara tujuan cuma bentar, atau bahkan cuma numpang tidur di hotel, tapi jiwa gue tetep bisa merasakan vibe yang berbeda. Selain itu, the journey sendiri adalah memang bagian favorit gue dalam perjalanan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samaaaaaaa, mas Nugieeee πŸ˜‚

      Waduuuh saya pribadi sebetulnya suka biztrip tapi lebih enak lagi kalau tujuannya pure trip hahaha. Sebab kadang biztrip itu nggak ada waktu jalan-jalannya, yang ada capek doang memikirkan pekerjaan 🀣 -- however apabila trip, mau menclok sana sini nggak jadi soal, sebab tujuannya liburan πŸ€ͺ hehehehe. Semoga one day mas Nugie bisa dapat kesempatan biztrip ke berbagai negara / provinsi di Indonesia, yah 😍

      Delete

  21. Mungkin Krn aku ke bandaranya utk tujuan traveling ato ngetrip, dan ga sebanyak mba Eno, jd ga berasa sih love hate relationship ya. Yg ada love semuaaaa hahahahha. Aku juga kangeeeen bangetttt mba naik pesawat, udh kayak sakaw rasanyaaa :( . Kangeeen banget Ama suasana bandara, kangen jalan2 di duty free dan keracunan beli parfum ato coklat :p. Aku bukan kangen Ama delaynya.

    Kalo ttg pengalaman Ama staff imigrasi juga belum prnh dpt yg jelek2. Even ke Korut dulu aku seneng Ama staff imigrasi pas datang, ramah bangettt, senyuuum pula. Jarang2. Tp pas pulang jutek semua wkwkwkwk. Kayaknya pulang LBH ketat drpd pas masuk. Mungkin mereka kuatir ada org yg bakal membawa sesuatu kluar dr negaranya kali yaaa. Temenku tapi ada yg sial. Awalnya pas msuk Korut, udh dpt staff yg ramah tuh. Trus temenku dgn PD nya nyapa, Anyeong haseyooo. Dan si staff lgs nyolot wkwkwkwk. Dia bilang kalo di Korut kami pakai kata Anyeong hasimnika hahahah. LBH formal yaaa.

    Sbnrnya kalo utk trip domestik udh bisa sih yaa. Tp aku msh takut aja mba. Dan lagi, Krn aku dan suami sempet positif kan, walopun skr udh negatif, tp antibody udh terbentuk , dan artinya kalo rapid tes udh pasti kami reaktif. Mau ga mau hrs swab tiap naik pesawat..lah itu tes swab LBH mahal drpd tiketnya wkwkwkwk. Kan males yaaak :p. Udhlah aku sabar aja nunggu sampe bisa jalan2 normal lagi.

    Semoga tripku THN Don ga dicancel. Cuma sisa 1, ke Iran. Itu jg Krn ga bisa dicancel ,pilihannya cm reschedule. Aku blm berani book tiket, sampe ada kepastian :(. Takutnya ntr beberapa negara ttp tutup pintu, rempong deh urus cancel ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahahaha saya pun sakaw mau terbang. Kangennn banget banget πŸ˜‚ -- kok kita sama sih mbaaaa, suka hunting parfum di duty free? Wk. Seriously saya bisa betah lihat parfum sampai sejam, karena lumayan murah harganya πŸ˜†

      By the way, kalau pakai -ika di belakangnya memang lebih formal mba. Biasanya untuk atasan, atau yang dituakan kalau di KorSel, nah mungkin di KorUt pakai itu karena mereka lebih terbiasa formal ketimbang banmal sama orang yang nggak dikenal πŸ˜‚ -- ayo mba Fanny pankapan lanjut cerita KorUt-nya, saya sangat ingin ke KorUt tapi nggak mungkin bisa dan nggak akan dikasih ijin sepertinya 😐

      Iyes mba, saya sama seperti mba, merasa malas harus tes ini itu untuk terbang. Makanya waktu domestik sudah buka, saya tetap nggak ke mana-mana πŸ€ͺ lebih pilih stay di rumah, karena masih was-was kalau sampai ketularan Corona πŸ˜† berharap bangetttt semoga Corona bisa segera hilang. Nggak kebayang kalau kita harus cancel dan reschedule ulang semua jadwal ditahun depan 🀧 *amit amit ketok meja* *jangan sampai kejadian*

      Delete
  22. Wow Mba Eno kehidupan bandaranya luar biasa banget! Itu pasti capek banget deh harus sering2 terbang kemana-mana apalagi beda waktunya berjam2, gak kebayang aku bakalan se-jompo apaa itu.

    Aku juga kangen ke bandara Mba Eno, biasanya tiap tahun bakalan pulang ke rumah naik pesawat tapi tahun ini belom pernah ke bandara lagi artinya aku belum pulang ke rumah huhuhu
    Tapi emang kehidupan di bandara itu seru sih ya, nunggu boarding sambil baca buku dan dengerin musik itu beda aja rasanya kalo di bandara daripada tempat lain. Apa karena excited karena mau ketemu orang rumah ya hehehe

    Semoga 2021 udah normal dan bisa terbang tanpa was-was lagi ya Mba :') aku juga pengen bisa pulang ke rumah tanpa khawatir apapun...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jompo banget mbaaa, that's why selalu pakai koyo biar nggak terlalu pegal badannya dan jangan lupa minum Tolak Angin juga 🀣🀣🀣

      Huhuhu pasti mba Tika sudah rindu dengan keluarga di rumah 🀧 sabar ya mba, semoga segera ada kepastian soal vaksin dan keadaan mulai membaik sehingga kita bisa kembali naik pesawat ke manapun tujuan kita πŸ˜πŸ’• dan semoga keluarga mba sehat semua.

      Iya mba, itu yang saya rasakan, excited, menunggu sambil baca buku, main games atau dengarkan musik, feel-nya menyenangkan πŸ˜†

      Delete
  23. Btw, itu klip-klip perpisahan di bandara yang Mbak Eno ceritakan kayaknya kalau digabungin bisa jadi video menarik tuh, Mbak. :D

    Kalau di bandara, kayaknya yang pertama kali saya cari itu area merokok, Mbak. :D Waktu di ruang tunggu paling ngeluarin buku terus baca-baca. Entah kenapa waktu di bandara saya jadi lebih cepat baca, mungkin karena atmosfernya sudah relaks. :D

    Soal melewati mesin x-ray, saya termasuk yang berusaha sebisa mungkin untuk nggak mengulang dua kali. Jadi sebelum lewat saya pastikan dulu nggak bawa-bawa logam di kantong. :D Mending agak lama di belakang, mindah-mindahin segala yang bisa dipindahkan ke wadah, ketimbang mesti disuruh bolak-balik. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuahahaha video apa, mas 🀣

      Jangan-jangan mas Morishige hapal area merokok di bandara ada di mana saja 😁 sama mas, saya di bandara pun sering baca, entah kenapa meski berisik, tapi bisa konsen hahahahaha πŸ™ˆ

      TOOOOSS! Berarti kita sama persoalan mesin X-ray πŸ˜† sebab saya paling malas kalau sampai harus mengulang dua kali, rasanya jadi merepotkan diri sendiri, that's why selalu makesure nggak ada satupun yang saya bawa di kantong even perhiasan dan jam saya copot semua incase mengeluarkan bunyi hehehehe 🀣

      Delete