Answers | CREAMENO

Pages

Answers



Gue dapat pertanyaan lucu setelah publish post Subscriptions (yang komentarnya belum gue balas, maapkan) 😂 ceritanya gue lagi video call sama sohibul gue dan kebetulan dia sudah baca post gue, terus dia penasaran, si kesayangan suka main game apa nggak 😆 Dan jawabannya, SUKA! Si kesayangan sangat suka main game, tapi PC game bukan handphone game seperti gue (though dia ikut main handphone game saat sedang sama-sama bosan menunggu pesawat) 😁

Iyes, dia itu waktu senggangnya sering digunakan untuk main game Dungeon Fighter. Game ini besutan company besar Korea (Nexon) dan sudah ada sejak lima belas tahun lamanya. Sebegitu sukanya dia sama game ini, gue sampai iseng bilang ke dia untuk lamar kerja as programmer di sana hahahahaha. Kebetulan Nexon (Donpa) punya kantor di Jeju juga. Tapi dia bilang, kerja di kantor yang game-nya dia suka, dia justru nggak akan minat memainkannya. Yeaaah, nggak jauh beda sama cerita para pegawai resto ayam yang nggak minat untuk makan ayam ðŸĪĢ

Well, gue pribadi nggak pernah mempermasalahkan dia main game karena gue tau itu hiburan buat dia 😂 Dan bagi gue, yang terpenting dia nggak lupa tanggung jawab dia plus dia nggak lupa spend waktu bersama gue ketika gue senggang (gue???). Iya, karena ternyata kesibukan gue lebih banyak dari dia *sok sibuk anaknya* 🙈 Wk. Ngemeng-ngemeng, si kesayangan bukan tipe yang hobi hamburkan uang untuk game, yang ada dia justru dapat uang dari game-nya 😁

Gara-gara tau dia dapat uang, gue pernah mau ikut main game yang dia mainkan, siapa tau gue bisa tambah kaya. Tapi ternyata game ini berbahasa Korea, dan harus komunikasi dengan para lokal Korean melalui typing which is gue nggak bisa melakukannya dengan cepat ðŸĪŠ -- kok bisa dapat uang? Bisa. Caranya dengan menjual koin yang dikumpulkan, dan dalam sebulan, dia bisa dapat lima juta rupiah 😂 lumayan banget kan buat tambah tabungan 😍

🐰🐰🐰

Eniho, ada satu komentar bertanya, "Mba Eno, pakai budget bulanan?" dan jawabannya betuuul, gue pakai budget bulanan 🙈 dari dulu gue selalu pakai budget bulanan agar penggunaan uang lebih terkontrol dan kalau over budget, gue tau 'bocornya' dimana 😁 to be honest, pengeluaran pribadi gue sederhana, cuma untuk utilities rumah (listrik, air, dan wifi), kebutuhan makan serta maintenance (ART, teknisi) dan kebutuhan personal (pulsa, skincare dan groceries) 😆

Gue jarang belanja untuk diri gue (seperti baju, tas, dan lainnya), kalau perluuuuuu banget baru gue belanja, tapi most of case, gue sangat jarang belanja ~ Paling sesekali beli e-book, atau apps (meski sudah lama nggak beli apps) 😝 namun begitu, belanja sebenarnya adalah hobi yang gue suka, makanya keranjang e-commerce gue penuh sama barang yang gue inginkan (sadly bukan yang gue butuhkan) meski jarang gue check-out dan bayar hahahahaha 😅

🐰🐰🐰

Ohya, ada yang tanya sistem keuangan diantara gue dan si kesayangan. Apakah terpisah atau dikelola bersama? Jawabannya dikelola bersama 😎 Basically dia kirim semua uang ke rekening gue, jadi segala bentuk pengeluaran yang menyangkut kebutuhan kami berdua dibayar oleh dia, dan itu termasuk kebutuhan apps gue yang jumlahnya kata dia banyak ðŸĪĢ✌ dia sendiri nggak pernah larang gue pakai uang, tapi gue cukup tau diri untuk nggak menghamburkannya dan dia tau semua record pengeluaran kami berdua. Lho, itu artinya lu yang kelola, dong? Hahahaha iya, tapi gue selalu info dia pakai uang untuk apa. Kebetulan gue hobi catat pengeluaran jadi dia tau perputaran uangnya. Makanya gue bilang dikelola bersama 😁

Gue sama dia terbuka untuk masalah keuangan sejak awal ~ Gue tau gaji dia, pengeluaran rutin dia, tabungan dia dan investasi dia di mana saja. Dan dia orang yang sangat irit hidupnya that's why uangnya banyak lari ke pajak. Jadi di Korea kalau kita spend uang hanya sedikit, maka kita akan bayar pajak besar. However, apabila kita spend belanja banyak, kita justru dapat cashback pajak 😂 aneh, kan? Tapi begitu~lah sistem pajak Korea, mungkin tujuannya untuk perputaran ekonomi negara. Nggak heran banyak orang prefer belanja biar bayar pajaknya murah ðŸĪŠ

Nah, dilain sisi, untuk pengeluaran gue menyangkut orang lain seperti gue buat giveaway, terus kasih hadiah ke keluarga atau teman, itu semua dari uang gue yang dia nggak ganggu gugat 🙈 dia nggak peduli uang gue ada berapa dan dia nggak pernah minta. Selama dia bisa menafkahi gue dan mencukupi kebutuhan gue, dia bilang gue bebas pakai uang yang gue punya ðŸĪĢ alhasil uang gue utuh dan mengendap di tabungan, saham, penambahan modal bisnis dan sejenisnya. Paling sesekali gue tarik untuk belanja hadiah atau kirim ke orang tua 😁

Kalau teman-teman pakai sistem budget bulanan? Dan apakah mengelola bersama? 😍
---------------------------------------------------------------------------------------
Sorry, no English translation for this post.
Kindly check the Indonesian version.

---------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------
Sorry, no Korean translation for this post.
Kindly check the Indonesian version.

---------------------------------------------------------------------------------------

52 comments:

  1. Waaah topik yang sangat menarik dan amat sangat bagusss untuk yang belum menikah nih, bisa jadi bekal di kemudian hari 😁

    Surprisingly, pengelolaan uang kami dan Mba Eno sama lhoo. Suami juga menyerahkan pengaturan uang ke aku, jadi meski dia yang pencari nafkah utama, dia jugalah yang memberikan aku tanggung jawab untuk mengatur keuangan. Mulai dari bayar tagihan, belanja kebutuhan bulanan, dan kebutuhan anak. Ssstt, kalo kata Mamaku, suami yang memberikan kepercayaan pada pasangannya untuk mengelola uang itu adalah hal yang baik dan patut disyukuri hihi 😝

    Kalau soal pengeluaran pribadi, aku juga menggunakan tabunganku sendiri yang sumbernya dari hasil ngajar les-lesan, sponsored job di blog dan jajan dari suami sendiri. Suami memang nggak pernah nyuruh-nyuruh aku cari kerjaan tambahan, tapi kalau dia tau kalau aku punya potensi seperti ngajar dan blog bisa menghasilkan uang, dia juga sangat encourage aku untuk melakukannya 😊

    Memang alangkah baiknya soal keuangan ini dibicarakan sebelum menikah dengan pasangan yaa. Biar sama-sama enak dan menjalaninya pun nyaman 😁

    Thank youu so much for sharing this, Mba Eno! Nice insight ❤️

    Btw, soal dapet duit dari game itu kok enak sekali yaa sepertinya ðŸ˜ą

    ReplyDelete
    Replies
    1. TOSSS mbaaa ðŸĪĢ

      Si kesayangan lebih ke nggak mau pusing urus uang, yang penting semua kebutuhan terpenuhi, termasuk uang jajan saya (ini yang utama kayaknya) hahahaha 😆 jadi saya setiap bulan yang atur bayaran ini itunya, dan setuju sama mamanya mba Jane, karena itu pula yang orang tua saya bilang, kalau pasangan mau memberi kepercayaan soal keuangan, itu hal yang patut disyukuri dan jangan sampai disalah gunakan 😁 kalau bisa justru dibantu agar uangnya berkembang. Jadi tabungan aman 😂

      Memang kitanya yang nggak bisa kalau diminta diam saja sepertinya, mba. Makanya pasangan mba pun encourage mba doing hobby yang mba punya. Ditambah ternyata menghasilkan, why not kan 😍 Saya dari dulu juga nggak pernah dipaksa berhenti kerja, sebab dia tau saya suka sama pekerjaan dan dunia saya. Hehe. Yang penting tanggung jawab ke keluarga, selebihnya, dia bilang, saya berhak lakukan apa yang saya suka. Tugas dia adalah support saya selayaknya orang tua saya support saya di masa muda 😆 Semoga pasangan kita selalu dilancarkan rejekinya ya, mba 💕

      Daaan menurut saya, persoalan keuangan seriously perlu dibahas sebelum tie the knot hahaha. Buka semuanya, sampai ke hutang-hutang kalau ada. Semisal memang punya, sambil dipikirkan mau bagaimana menyelesaikan beban yang dibawa. Terus goal ke depannya seperti apa, cara kelola uang yang diinginkan bagaimana, budget bulanan berapa, ini itu sampai sedetail-detailnya 🙈 saya bahas ini sama dia lumayan lama. Sampai ke asset dan lain sebagainya harus dibahas tuntas. Jadi saya sangat sarankan buat teman-teman yang belum settle down bisa mulai bahas ke pasangan 😁

      Sama-sama mbaaa, hahaha iya enak bangettt saya sempat memainkan game-nya tapi pusingggg karena semua bicara bahasa Korea dengan cepat, while saya nggak bisa baca chat cepat. Wk. Terus semua info di game-nya pun berbahasa Korea. So saya give up dan hanya bisa support si kesayangan agar bisa jual koin banyak 😂

      Delete
    2. Tos Mba Jane dan Mba Eno, suami ku pun nyerahin semua ke aku.. Lebih karena dia ga mau ribet bayar ini itu, atau invest ini itu. Alasannya mungkin krna nganggepnya aku lbh paham masalah keuangan, padahaaall males ribet aja dia ðŸĪĢ Kata dia, 'aku kan presidennya kamu mentri keuangan, jd kamu atur semua'. Hahaha.. Jadi aku cma lapor2 aja ke dia, bayar2 ini itu udah ya, saham lg turun ya jd porto kita turun #curhat, aku bikin asuransi pendidikan anak ya, aku beli tas ya #eh ðŸĪĢ

      Btw, aku belajar banyak lo Mba Eno, ga hanya dr postingannya, termasuk dr jawaban2 komen Mba Eno tntng mengelola keuangan. Saran Mba, ntr dibikin satu postingan khusus tntng betapa pentingnya saling tau n sepakat masalah keuangan sblm menikah. Krna aku banyak kenal dg orng yg sering bermsalah sama pasangannya krna dr awal ga saling terbuka. Nah Mba Eno kan udah jd influencer nih, udah pas ngasi eduksi terkait itu lah 😁 hehe..

      Delete
    3. Tapi memang kerjasama begitu ada enaknya mba, Pasangan fokus cari uang, kitanya fokus mengelola 😁 -- hehehe. Karena sudah diberi kepercayaan, kita juga jadi belajar untuk terus update ilmu keuangan dan berusaha bagaimana caranya uang tersebut bisa dikembangkan 😆

      Siap mba, nanti akan saya bahas lebih tuntas mengenai betapa pentingnya pembahasan keuangan sebelum melaju ke jenjang berikutnya 😍 however saya bukan influencer mba, masih belum bisa meng-influence teman-teman hahahaha. Saya akan sharing apa yang saya pahami berdasarkan pengalaman saya 🙈

      Delete
  2. Wah sama mbak, waktu aku masih kerja semua uang gaji juga aku kasih ke istri, cuma aku minta sekitar 300 ribu untuk jajan saya. Karena kalo saya yang pegang semua bisa habis karena saya orangnya suka kalap kalo lihat barang bagus. 😂

    Wah lumayan juga ya, main game bisa dapat uang 5 juta dari tukar koin, kalo saya kadang main game domino paling dapatnya 25 ribu dan ditukar pulsa.

    Kalo begitu sering sering belanja di Korea mbak, biar dapat cashback pajak, lumayan kan.😆

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Agus hobinya kalap ternyata ðŸĪĢ Untung uang gaji dikasih ke istri jadi ada rem-nya. Kalau nggak, sudah ludes sebelum gajian berikutnya 😁

      Bisa mas kalau game Dungeon Fighter itu, si kesayangan setiap bulan dapat minimal lima juta (apabila dirupiahkan). Saat lucky dapat karakter bagus, bisa dijual dan dapat lima ratus ribu atau berapa ratus ribu tambahan. Makanya nggak saya larang, hahahaha. Lagipula game itu hiburan untuk dia setelah pusing kerja 🙈

      Nah soal cashback pajak itu memang buat kita jadi ingin belanja daripada bayar pajak hahaha. Nggak heran masyarakatnya hobi belanja barang branded. Sebab barang seperti itu bisa dijual kembali, dan mereka anggap investasi, mungkin sebal ugha kalau harus bayar bayar pajak mahal. However saya masih belanja seperlunya saja, nggak mau kalap cuma karena nggak mau bayar pajak mahal, nanti yang ada engap rumahnya penuh barang 😂 jangan aji mumpung katanyah. Wk.

      Delete
  3. Menarik nih topik pembahasan mba eno. Btw, uda lama ga mampir kesini dan sepertinya mba eno benar-benar ambil rehat sejak yaa. Welcome back mba 😉

    Kalau aku dan koko karena kita masing-masing kerja, otomatis punya pendapatan masing-masing. Jadi perihal gaji memang urusan kami masing-masing. Dia menyisihkan gajinya untuk biaya operasional seperti bayar listrik, air, langganan parkir (karena di apartment), buat diri aku belanja-belanja kebutuhan pribadi, maupun belanja bulanan. Jadi memang dari awal sebelum married, ada kesepatakan bahwa gaji dia tidak diberikan seluruhnya ke aku. Jadi kami mengelola gaji masing-masing kecuali yang operasional itu. Makanya ketika aku atau dia mau beli sesuatu, ya pakai uang masing-masing.

    Masalahnya aku bukan yang rajin untuk menulis budget dan pengeluaran tiap bulan. Selain pengeluaran yang tetap yaa, seperti biaya wifi dan langganan parkir. Bayar listrik dan air bisa berbeda-beda tiap bulan, namun punya perkiraan nominalnya karena tentu ga akan berubah banyak. Perihal belanja kebutuhan juga bisa di kira-kira nominalnya dan kurang lebih tiap bulan akan demikian. Karena sejauh ini kebutuhan kami tidak terlalu berubah di tiap bulannya.

    Kenapa gaji dia tidak diberikan seluruhnya ke aku? menurut dia, dia ingin mengelola sendiri uangnya juga. Cuma memang kalau ada barang yang dia beli ya aku di kasih tahu. Begitupun sebaliknya, aku mau beli sesuatu ya aku juga bilang. Nah, biasanya kita suka bahas juga sisa gaji berapa nih. Untuk sama-sama refleksi diri bulan tersebut masing-masing dari kita termasuk boros atau bisa sisihkan lebih lagi untuk menabung dari nominal yang sudah seharusnya.

    Sepertinya memang perlu untuk bikin budget bulanan, cuma aku belum rajin aja buatnya hhha.. Makasih atas sharingnya mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, rehat dari blog lima harian 😂 Seru juga mba kalau kelola masing-masing 😆 memang setiap pasangan punya cara sendiri dalam pengelolaan keuangan bersama, yah ~ yang penting sama-sama nyaman dan sama-sama saling terbuka menurut saya hasilnya tentu akan tetap maksimal. Dan yang pasti, harus sesuai kesepakatan bersama agar satu visi misi ke depannya 😍

      Sama-sama mba Devina, mungkin kelak apabila dirasa perlu bisa mulai buat budget bulanan. Saya pakai budget agar punya batasan perihal uang yang ingin di keluarkan 😂 ini pun belajar dari financial advisor yang jasanya saya gunakan. Meski ada budget-nya, saya tetap bisa jajan sesuai kebutuhan dan asal masuk budget yang sudah ditetapkan 🙈 semenjak ada budget, segala sesuatu lebih terkontrol rasanya 😁

      Delete
  4. Sistem pajaknya lucu juga yaaa. Tapi ya biar ga banyak uang yang ngendap juga sih. Terus kenapa ga dibelanjain aja kak Eno?? Beli barang yang bisa dijual mahal lagi ke depannya hehehe

    BTW itu game mayan banget bisa ngasilin 5jt. Seneng karena maen gamenya plus dapet duit jg...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak mba Frisca, tetap lebih baik ditabung menurut saya walau pajaknya lumayan mahal bisa berjuta-juta kalau di rupiah 😂 however, bayar pajak mahal di Korea nggak merugikan menurut saya karena memang uangnya dimanfaatkan dengan baik ke pembangunan serta fasilitas kesehatan dan ini itunya ~ terus kalau dibelanjakan takut nanti kebiasaan 🙈

      Nah kan, mba Frisca gamer juga, pasti tau rasanya ðŸĪĢ iya lumayan banget bisa dapat lima juta perbulan. Coba game handphone saya bisa tukar koin hahahaha, sayangnya nggak bisa 😆 kalau game si kesayangan ini koinnya dijual di market khusus para gamers yang memainkan game yang sama. Dan lucunya, harga koinnya bisa naik turun macam stock hahaha. Kadang seratus juta koin harganya bisa 1.250.000, namun kadang bisa turun jadi 1.200.000 atau naik jadi 1.300.000 mengikuti harga bandar 😂

      Delete
    2. Aku kayanya bakal jadi tipe yang mending dibelanjain buat investasi gitu deh kak 😝

      Iyaa aku tau karena ada temanku dulu pun pernah nyari duit dengan main game jugaaa. Lumayan juga dia dapatnya. Tapi game yang aku mainin ga ada sih yang bisa ngasilin aku duit begitu kak hahaha
      Ada sih, tapi musti jago banget kalau mau dapat duit hahaha

      Wah itu harga koin kok bisa naik turun begitu yaa. Macam saham dunia nyata ya kak hehe

      Delete
    3. Huahahah belanja barang branded, yah? 😂 kebanyakan begitu yang di Korea, pilih belanja barang branded untuk investasi, hehehe. Sebab kalau belanja kayak rumah, atau mobil nanti beda lagi hitungannya.

      Sama mba, game yang saya mainkan itu Zombie etc nggak ada yang bisa mendapatkan uang makanya kadang saya berkhayal itu koin dari game bisa dijual kayak punyanya si kesayangan ðŸĪŠ dan iyaaa, mirip dunia saham, naik turun harganya tergantung bandar, dijualnya cepat pula, pasang 1 menit langsung ada yang beli, serius mirip saham 😂

      Delete
    4. Iya kak seperti itu, palagi di Jakarta sini kan impulsif sekali dengan barang branded mureeeh haha
      Kalau mobil jangan kak, akan ada depresiasi dari taon ke taon, jadi bukannya untung mala buntung #loh
      Eh tapi kalo beli emas gitu itungannya beda ga kak di sana?

      Kita cuma bisa ngayal doang ya kak Eno hahaha Yang ada bukan kita dapet duit, tapi duit kita yang ilang karena belanjain koin game HAHAHA

      Waah cepet juga perputaran penjualan koin di game itu ya..Aku jadi kepo dan pengen coba main juga #plak

      Delete
    5. Hahahaha barang branded di mana-mana pasti laku memang mba, apalagi Hermes or Chanel dan teman-temannya. Dan iya, some people pilih investasi di luxury brand karena terbukti harganya bisa naik atau bertahan 😁 -- nah kalau emas sepertinya kebanyakan orang Korea bukan tipe yang hobi tumpuk emas. Pembelinya ada tapi nggak sampai sebanyak yang di Indonesia. By the way, di Korea kalau anak ultah 1 tahun hadiahnya cincin emas 😆

      Well, game yang kita mainkan sepertinya nggak akan pernah bisa dijual koinnya hahaha ðŸĪĢ ohya, game Dungeon Fighter ini saya kurang tau versi Englishnya bisa dijual juga apa nggak koinnya. Sebab yang saya tau itu yang bisa dijual hanya yang versi Korea, dan pembelinya orang Korea terus bayarnya ke rekening Korea. Biasa mereka komunikasi dari forum di Naver terus lanjut ke Kakaotalk 😆 mungkin mba bisa cari tau dulu untuk versi Englishnya. Hahahaha. Jangan sampai sudah invest waktu untuk main ternyata nggak bisa dijual ðŸĪŠ

      Delete
    6. waw anak umur 1 taun dikasih cincin emas? jarinya kan masih ucil benerrrr
      mending dikasih gelang ga sih? #nawar

      Hooo gitu kak Eno. Server lokal di Korea ya. Kirain global gituu. Hmm jadi mikir-mikir..Aku tetep maen di game biasa aja dah kak Eno haha
      😝

      Delete
    7. Iyaaa hahaha gelang ada, tapi lebih sering cincin, mba ~ bentuk cincinnya juga lucu, tapi memang nggak untuk dipakai melainkan untuk disimpan oleh orang tuanya 😁 mungkin sebagai asset hehe.

      Sepertinya ada server globalnya kalau lihat di websitenya ada versi Inggris, cuma saya nggak tau ada market untuk jual koinnya apa nggak yang Inggris hahahaha. Sebab pernah lihatnya yang Korea 😂

      Delete
  5. Tbh, aku soo bad dalam mengelola uang mbaaa, haduuh 🙈🙈. Dikasih dikit habis, dikasih lebih juga habis, sampai si mamak bilang "Lu kalau dikasih dikit gue nggak tega, tapi kalau dikasih lebih yaa tetap habis juga gimana sih?" Hahaha. Haduuuh, bad habit aku banget itu mba, makanya sekarang lagi nonton-nonton yutub belajar journaling dan cara kelola uang.

    Kayaknya aku hampir nggak pernah catat pengeluaranku 🙈🙈, huhuhu.

    Aku berasa disindir-sindir baca postingan ini mbaa, hahaha. *diam-diam keluar lewat pintu belakang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaaah, mba Sovia semangat belajarnya. Saya dulunya cukup impulsif mba meski nggak sampai habis total uangnya. Cuma sekarang sudah tobat hahahahahaha. Dulu prinsip beli dulu daripada nggak beli nanti menyesal ðŸĪŠ kalau sekarang, saya baru mau beli apabila saya punya tabungan minimal 20x lipat dari harga barang yang saya inginkan. Wk. Itupun nggak semua saya ikuti keinginan saya sebab saya ada goal cukup besar dan butuh tabungan banyak, jadi sekarang lebih pilih menabung saja.

      Ohya, kalau si kesayangan prinsipnya beda, mungkin bisa ditiru mba. Dia pakai goal for the first time judulnya. Jadi saat dia masih awal kerja, belum pernah punya pemasukan sebelumnya. Goal dia adalah ingin punya tabungan 10.000.000 won for the first time hahahaha. Terus setelah dia reach itu, dia senang bangettt karena rekeningnya ada uang 8 digit, dan dia jadi sayang untuk menggunakannya. Habis itu goal dia berikutnya adalah punya tabungan 50.000.000 won for the first time. Pokoknya prinsip dia itu mau icip icip pertama kali dan dia kejar itu, sampai akhirnya jadi seratus juta, lalu lima ratus juta, and so on. Siapa tau mba Sovia mau bercita-cita punya 50 juta rupiah for the first time, kan 😍

      Semangat mba! 😁💕

      Delete
    2. Waaah kayaknya aku lebih tertarik sama yang goal "For the first time" mba. Hahaha mudah-mudahan bisa 50 juta for the first time mba, ihhh mba Eno thank you udah sharing ❤❤

      Oh ya mba, post yang review-nya ditarik lagi ya? It's okay mba, aku nggak kepo kok, hahahaha. Senengnya bisa komunikasi lagi 💕💕

      Delete
    3. Semoga bisa dan pasti bisa 😍 yang penting niat dibarengi dengan usaha. Semangat, mba Soviaaa ðŸĨģ💕

      Iya post Bibit-nya bukan hari ini tapi rencananya besok hahahaahahaha. Eh baru publish ternyata sudah ada yang komentar beberapa termasuk mba 🙈 jadi saya tarik dulu, next day saya publish dan balas komennya 😂 By the way, apa kabar mba? Semoga sehat selalu, yah 😍💕

      Delete
  6. Kalau untuk pelajar, kayaknya pembahasannya lebih ke seberapa banyak bisa nabung aja. Karena uang jajan biasa dipake makan, beli buku, sama paling uang beli kopi atau patungan gorengan pas nongkrong. Kebutuhan lain ada juga sih, kayak beli paket dan lain-lain. Tapi kalau beli paket keluarin uang cuma sebulan sekali. Kalau makan dan lain-lain, kadang mesti irit. Apalagi masa pandemi ini, pemasukan uang jajan cukup seret 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Rahul jatah jajannya bulanan atau harian? Mungkin bisa sisihkan 10% daripadanya hehehehe. Pelan pelan lama-lama jadi bukit, mas ~ 😍

      Iya lagi pandemi sekarang, sepertinya yang sekolah dan kuliah pada seret semua jatah uang jajannya karena mostly studi online, kan 😂 tapi ada positifnya jadi jarang ke luar dan jajan di luar ðŸĪĢ semoga pandemi segera tamat, jadi uang jajan mas Rahul bisa kembali normal 😁

      Delete
  7. Kalau aku pakai sistem budget bulanan untuk diri sendiri tapi seringnya kelewat budget ðŸĪĶðŸŧ‍♀️ masih bingung salahnya dimana. Salahnya apa aku terlalu minim dalam menentukan budget atau aku terlalu banyak jajannya ðŸĪĶðŸŧ‍♀️ padahal kalau dilihat-lihat, habisnya untuk makan sih sama beberapa bulan ini untuk beli buku ðŸĪĢ kalau barang-barang, dari dulu emang nggak terlalu suka belanja semacam tas, baju, sepatu gitu. Jadi uangku kebanyakan habis ke makanan 😂 tapi aku tetap selalu catat pengeluaranku biar aku tahu besarnya dimana dan berharap semoga bulan berikutnya nggak sebanyak itu walaupun akhirnya keseringan harapan tinggal harapan belaka ðŸĪĶðŸŧ‍♀️ sedih aqu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti Lia belum tau kebutuhan Lia seberapa. Budgetnya mungkin kesedikitan atau pengeluaran Lia yang kebanyakan. Kalau sudah begitu ada baiknya di-check ulang 😆 setiap tiga bulan sekali bisa update budget maksimum, apa butuh ditingkatkan atau nggak. Kalau butuh ditingkatkan, berarti target tabungan Lia juga perlu meningkat. Jangan sampai pengeluaran naik, namun pemasukan tetap. Nanti habis tabungannya 😂

      Terus kalau buku, mungkin yang bukunya sudah selesai baca bisa dijual di e-commerce yang khusus jual barang bekas or buka page khusus preloved buku di blog Lia. Mana tau pembaca ada yang berminat membeli dengan harga miring dan Lia pun bisa beli buku baru tanpa harus menumpuknya di rumah. Buku-buku baru sometimes lebih mudah dijual ketimbang buku-buku terbitan lama 😍 hehehe. Semangat Lia, semoga tabungannya meroket segera ðŸĨģ

      Delete
  8. Aku masih belum bisa konsisten budgeting gini karena aku malas ngitung hiks... Masih impulsif liat ini pengin, liat itu pengin ahaha

    Berhubung aku belum berpasangan jadi keuangan diurus sendiri. Aku jarang banget budgeting tapi sebisa mungkin aku usahin buat nabung di awal, jadi menghindari borosnya dari situ, walaupun tetep aja boros sih hahaha.. Mungkin aku akan kebalikan, nanti kalau punya pasangan mudah-mudahan dia yang jago ngatur keuangan ahaha.

    Btw baru tau pajak di Korea seperti ituu kok lucu yaa kalo sering belanja malah dapet cashback pajak 😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahahaha it's okay mba, butuh waktu memang. Saya pun prosesnya dulu pelan-pelan untuk bisa berubah 🙈 -- dari yang tadinya belanja nggak pakai pikir, terus malas catat, sampai sekarang bisa kontrol diri, buat budget bulanan dan suka mencatat 😂 mungkin salah satu alasan mendasar saya kenapa berubah karena saya kawatir hidup kurang atau nggak punya pegangan 😆 wish one day mba Eya, bisa pelan-pelan nggak impulsif, minimal turun jadi 50% mba 😍 semangatttt!

      Ohya cara mba Eya sudah betul sebenarnya, karena sepengalaman saya, uang itu baiknya langsung dipotong diawal untuk bayar ini itu dan ditabung sekian persen, baru deh sisanya dipakai untuk jajan 😂 semoga nanti mba Eya dan pasangan bisa saling melengkapi serta sama-sama jago urus keuangan. You can do it, mba ðŸĨģ💕

      Ps: pajak di Korea itu beda banget sama pajak di Indonesia, mba. Honestly saya bersyukur karena pajak di Indonesia nggak mahal. Semoga semakin banyak pembangunan di Indonesia dari uang pajak yang kita bayarkan 😁

      Delete
  9. aku tadi sudah ngetik komen di artikel reksadana, tapi ga bisa dipublish. Eh ternyata artikelnya sudah diturunkan..tadi juga sudah komen di sini via hp, tapi kayaknya erorr. komen ga masuk...hahhaha

    Aku sudah catat pengeluaran. Paling banyak memang lari ke makan..(makan terus) hahahaa. Pengeluaran untuk belanja jarang. anaknya emang ga suka beli-beli. Beli hanya pas butuh aja. Tiap bulan selalu ada anggaran buat investasi di pasar modal. hehehehe. beberapa pengeluaran yang tidak terduga biasanya datang dari kado, dan traktir makan. Bisa keluarga, atau teman pas nongkrong. hehehehe
    Selama dua tahun terakhir banyak duit yang bocor kesana-kemari. jadi akhirnya tahun ini selalu membatasi banyak pengeluaran yang tidak perlu..hehhehee


    kalau ngegame bisa jual koin, berarti kesayangannya mbak eno mainnya udah jago. Sekali main dapat koin, kemudian dijual lagi. Sungguh bisnis yang menguntungkan..hahhahaa

    Aku baru tahu kalau korea menerapkan hal seperti itu mbak. Berarti data yang digunakan semuanya terintergrasi dengan baik mbak. eh si A sering belanja, yaudah kita kasih dia cashback pajak. Khan dia sudah bantu negara untuk memutar perekonomian. jangan dibebani dengan pajak lagi.
    eh si B kok hemat banget, yaudah kita kasih dia pajak yang gede biar dia juga ngasih pemasukan untuk negara. Daripada duit disimpang terus..
    mungkin seperti itu percakapannya..hahaha
    Di sini kayaknya ga gitu. datanya aja banyak yang kacau..wkwkwkkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waks ðŸĪĢ silakan komen kembali besok / lusa, mas ~ sebab tadi niatnya cuma mau edit layout tulisan, eh nggak sangka yang komen sudah beberapa teman 🙈 saya kira baru pada komen beberapa jam mendatang. Pada gercep semua rupanya ðŸĪŠ

      Sama kita mas, saya pun pengeluaran paling banyak dimakanan dan hadiah untuk keluarga atau teman. However saya nggak menyesal untuk urusan perut, selama enak dan sehat, why not, kan? *cari pembelaan* 😂 Dan soal hadiah, saya memang hobi belanja hadiah, entah kenapa membayangkan kira-kira teman saya suka yang ini atau yang itu saat pilih-pilih hadiah bisa buat hati senang 😍 sini mas bisikan saya tanggal ultah mas, hahahahahaha.

      By the way, si kesayangan jangan ditanya jago apa nggak. Dia main sudah dari jaman game-nya baru ke luar soalnya ðŸĪĢ mungkin dia hapal di luar kepala hahaha. Tapi dia lama vakum nggak main, dan baru mulai main lagi dua tahun lalu jadi develop ulang dari bawah. Semoga nanti semisal karakternya sudah semakin kuat, dia bisa dapat koin semakin banyak. Mana tau tembus sepuluh juta mas, hahahahaha *berharap* 😆 dan iya lhooo saya baru tau koin bisa dijual, mungkin karena market di Korea lumayan besar dan peminatnya banyak. Coba koin hasil saya main Zombie bisa dijual ugha, mungkin saya akan lebih rajin mainnya 😂 Wk.

      Bicara soal pajak cashback ini, jadi setiap pekerja bayar pajak bulanan yang dipotong langsung saat gajian, mas. Nah untuk pajak bulanan ini lumayan besar. Terus saat awal tahun biasanya mereka akan siap-siap untuk ajukan cashback. Saya kurang tau bagaimana sistem dan caranya. Tapi karena orang Korea mostly pakai kartu semua (sudah jarang yang bayar cash) even belanja ke 7/11 Cebanan pun pakai kartu, so kemungkinan besar record uang ke luar masuknya terdata jelas. Hehehehe. Well, di Indonesia masih butuh pengembangan, namun bukan berarti nggak bisa. Saya optimis one day Indonesia bisa maju seperti negara maju lainnya 😍

      Delete
    2. tadi pas lewat, jadi sekalian komen aja. kebetulan belum punya reksadana juga mbak eno...hahhaha
      iyaa, aku juga rela keluar duit kalau untuk urusan makan. Jadi kalau makan yaa ayo jalan...hahahaa
      bulan juli-agustus banyak beliin hadiah. Tapi sangat puas. kepuasaanya ga bisa diungkapan dengan kata-kata. salah satunya ikut nambahin duit keponakan buat beli sepeda dari tabungannya. Seneng lihat dia bisa sepedaan bareng teman-temannya..hahhahaa


      oyaa, tapi kenapa ga pakai bahasa inggris mbak untuk gamenya?
      khan kata mbak eno mesti typing pake bahasa korea. Khan kalau pake bahasa inggris, pangsa pasarnya jadi lebih besar...hahhahaa
      Semoga bisa dapat lebih gede lagi mbak untuk pendapatan dari gamenya. :D
      yaa dua tahun udah cukup jagolah...apalagi kalau sudah tahu sejak game dilaunching..hehehe
      apalah saya yang tidak terlalu suka ngegame. Untuk ngegame gampang bosenan orangnya

      ouw begitu yaa, ntar cari detailnya kayak gimana. Rasanya cukup menarik untuk perbandingan :D
      Sebetulnya indonesia bisa mbak bikin kayak gitu. Tapi kemauan di tingkat elite yang sering jadi masalah. Ujung-ujungnya dijadiin bisnis dan lahan memperkaya diri.
      setidaknya efek itu terasa ketika pandemi kayak gini. Urusan datanya ga pernah beres..hehhehee

      saya juga optimis mbak eno, generasi selanjutnya bisa mengenalkan sesuatu yang baru dan bermanfaat untuk kemajuan negara dan bangsa. :D

      Delete
    3. Begitu pun perasaan saya mas, kepuasannya beda memang. Nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata ðŸĪĢ especially saat penerima, seperti keponakan, staff, teman, dan siapapun bisa enjoy hadiah yang saya berikan. Bahagia itu sederhana, yah 😍

      Setau saya game ini ada versi Inggrisnya mas, cuma yang dimainkan sama si kesayangan versi aslinya yang Korea dan saya kurang tau kalau yang Inggris bisa jual koin apa nggak hahahahaha. Sebab yang ada market khususnya itu yang saya lihat hanya versi Koreanya. Marketnya pun di Naver dan semua pakai bahasa Korea. Jadi mungkin, untuk versi bahasa Inggris nggak bisa dapat uang di sana hahahahahaha. Sedangkan saya baru mau main game itu kalau saya bisa dapat penghasilan tambahan 😝

      Menurut saya bayar pajak besar itu agak memberatkan even di Korea, mereka merasa berat hahaha. Cuma karena penduduk Korea nggak banyak jadi lebih mudah dikelola dan uangnya memang disalurkan untuk pembangunan, untuk support lansia, dan fasilitas umum yang bagus semua. Hehehehe. Kalau di Indonesia, masih butuh proses panjang untuk bisa sampai ke sana, namun pasti bisa asal para petinggi amanah dalam menjalankan tugas negara 😍 -- amiiin, semangat untuk generasi bangsa!

      Delete
  10. Wow.. 5 juta perbulan lumayan juga tuh dari modal main game, apalagi main gamenya juga diwaktu senggang. Mantul 👍.

    Saya juga biasanya nyatat pengeluaran sih, apalagi kalo saat traveling, biasanya sampe pengeluaran terkecil pun saya catet, seperti bayar parkir, biar tau uangnya dipake buat apa aja.

    Wah... Sistem pajaknya canggih juga ya di sana, sampe bisa ajuin cashback kalo belanja banyak.

    Semoga ntar Indonesia juga punya sistem pajak yang bagus kayak gitu, biar pajaknya jelas dan penggunaannya juga jelas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lumayan mas buat jajan 😆

      Kalau travelling, saya pun berusaha catat pengeluaran saya agar tau saya habis uang berapa ðŸĪĢ untungnya mostly saya bayar pakai card, especially di negara yang ramah card, dan itu memudahkan saya untuk check record pemakaian uang selama perjalanan 😁

      Amiiin, pelan-pelan negara kita bisa semakin maju ke depannya 😍

      Delete
  11. Aku kok pengen juga main game yg bisa dpt uang hahahahahah. Tapi aku ga jago soal game yg ribet gitu. Apa daya, games kesukaanku cuma sebatas candy crush dan toy blast mba wkwkwkwkwk.

    Budget bulanan yaaaa. Kalo aku sama kayak mba Eno, dikelola bersamaaa :D. Tapiiii, tetep aja sebagai mantan staff yg dulunya tanggung jawab penuh Ama keuangan kantor, udh jelas aku LBH jago soal mengatur keuangan drpd suami :p. Dan Krn itu utk investasi dan tabungan suami nyerahin semuanya ke aku, tp utk pengeluaran bulanan, aku ga mau pegang :p. Pusing soalnya. Jd itu dengan senang hati aku ksh ke dia untuk dibayar tiap bulan :D.

    Kalo ngurusin investasi, baru deh ksh ke aku :D. Aku selalu bikin target stiap Tahun utk target financial, hrs bisa grow uang ato mengumpulkan revenue sampe berapa di akhir tahun, tabungan jk pendek hrs terkumpul berapa, budget traveling udah ada berapa dsb. Traveling budget aku ga bisa coret walopun pandemi. Ttp dikumpulin tapi dipakai saat udh aman :D

    Nah itu semua aku putar dari uang bulanan yg diksh suami ke aku utk aku kelola. Akhir tahun, aku bakal report ke dia, berapa asset yg bertambah di tahun ini, investasi grow ato ga, dll. Kalo sampe ada yg gagal memenuhi target, ya aku hrs bisa jelasin penyebabnya apa. Kayak saham, msh merah semua ini hahahahah. Tp kan Krn pandemi. Makanya investasi aku switch ke platform lain selama pandemi ini supaya bisa menutupi kerugian dr saham. Intinya, aku ttp hrs ksh pertanggungjawaban ke suami tiap akhir tahun ttg kondisi keuangan :D. Kami juga ga ada yg disembunyikan ttg pemasukan dan pengeluaran mba. Krn Kuatirnya kalo salah satu meninggal, hrs tau asset yg ada apa aja, asuransi jiwa masing2 disimpan di mana. Jd bisa diurus. Jgn sampe terlupakan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama kita mba, bisanya main game handphone ala Candy Crush ðŸĪĢ

      Hehehehe, iya mba saya yang atur mau investasi ke mana, uangnya mau diapakan, target kami apa dan sama-sama cari jalan untuk mendapatkan target impian. Kalau pengeluaran bulanan karena rata-rata nominalnya nggak jauh beda, mostly sudah dibayar langsung di-awal bulan 😆 dengan lebih fokus kelola keuangan, segala sesuatu jadi lebih jelas dan entah kenapa rasanya hidup jadi lebih nyaman dan aman 😍

      Wahahahaa TOOOSS mba, saya sama seperti mba, fokus pengembangan. Semisal setiap tahun target revenue berapa, mau ambil dari lini mana, semua harus diperbincangkan. Nanti saat akhir tahun ada bahasan apakah tercapai atau nggak targetnya, dan lain sebagainya. Seru jika kita bisa bertemu pasangan yang satu visi misi untuk masa depan. Saling ingin memberi yang terbaik dan menjadi yang terbaik bagi keluarga 🙈 oh dan tentu saja, uang travelling yang nggak bisa terpakai sekarang, saya keep biar bisa digunakan tahun depan ðŸĪĢ

      Saham tahun ini saya lumayan untung banyak mba karena ijo beberapa kali, jadi saat awal Februari Corona mulai memuncak, saham masih pada ijo, beberapa sudah saya cut untuk ambil untungnya. Beberapa saya keep dan merah. Baru mulai Maret April, saat jatuh-jatuhnya saya beli lagi dan itu lumayan untungnya karena sempat meroket tajam 😂 -- sekarang lagi jatuh semua sahamnya, waktu yang tepat untuk siapkan amunisi biar bisa keruk saat mulai naik lagi angkanya. Semoga akhir tahun ini report keuangan kita tetap ada revenue yah, mba. Semangat! 😍💕

      Dan setuju sama mba Fanny, asset itu perlu dibahas dari awal. Even asuransi dan saham pun perlu dibahas kita punya apa, di mana, pakai sekuritas apa, bla bla. Biar kalau kita meninggal bisa diurus sama pasangan. Sebab ada yang meninggal tapi nggak info ternyata punya saham ini itu, alhasil keluarga nggak bisa tebusnya 🙈

      Delete
  12. Serius dpet 5 juta perbulan..?? Loh saya pikir game yg menghasilkan uang cuma kaya daya tarik di awal doank.. Unless professional macam pemain Mobile Legend yg ikut turnament. hahah

    Sama aja mba ternyata.. DI keranjang shopee saya membludak, orang kerjaan tiap malem kalau abis aktivitas yah tiduran, sambil dngerin lagu terus buka shopee nyari barang2 aneh atau lucu terus masukiin ke keranjang yang entah bakal di checkout atau nggk.. Dan sadly seringnya checkout barang2 kecil terus tau2 overbudget.. Bahaya emnk itu aplikasi.. hahah

    Keuangan aku di kelola sndiri sih, karena belum punya istri kaya Mas Agus.. hehehe Tapi emnk dari dulu udah restrict banget sama keuangan, jadi penghasilan bulanan udh harus dibagi2 di awal bulan. Buat investasi sekian persen, dana darurat sekian, tabungan sekian, Pembayaran listrik, air, wifi.. terus terakhir jajan termasuk bayar apps, pulsa, makan Jadi harus pandai2 atur nafsu biar nggak kalap and make it smpe gajian selanjutnya tanpa ganggu keuangan yg lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, lima jutaan kalau dirupiahkan. Dia dapatnya dalam bentuk won Korea, karena pembeli dan marketnya itu ada di Korea 😂 dan itu minimal setiap bulan segituan, kalau sedang banyak karakter bagus yang bisa dijual, nah dia bisa dapat tambahan berapa ratus ribu untuk satu karakternya. Power pun bisa dijual kalau nggak salah ðŸĪĢ

      Lhaaaa saya kira saya aneh karena hobi masukkan barang ke keranjang tapi nggak dibayar. Ternyata mas Bayu ugha hahahahaha. Memang aplikasi e-commerce itu racun, kitanya harus jago kontrol diri, dan saya pribadi, bisa masukkan barang ke keranjang sudah cukup puas tanpa harus bayar. Paling yang akhirnya saya bayar yang memang betul-betul saya butuhkan 😆

      Great mas Bayu, senang dengarnya, pasangan mas Bayu kelak pasti akan merasa aman karena punya mas Bayu yang pintar mengelola keuangan. Seriously laki-laki yang paham bagaimana atur keuangan meski kelak saat settle down uangnya akan dikelola bersama adalah laki-laki yang patut diperhitungkan 😍 sebab itu artinya bisa membawa keluarga jauh dari hidup sengsara, dan bisa menafkahi keluarga dengan layak. So, semangat mas, semoga keuangan mas bisa meningkat, pundi-pundi tabungan bertambah, dan mas semakin makmur serta sejahtera 😁

      Delete
  13. Kalau saya dulu diserahin semuanya ke saya untuk saya kelola.
    Jadi uangnya dari kami berdua, digabung buat kebutuhan sehari-hari.
    Setelah saya resign juga tetep.
    meski jujur saya nggak sepandai yang lain dalam menabung, tapi setidaknya berapapun gaji suami dulunya, selalu saya cukup-cukupin.
    Entah kudu pakai uang dari pemberian mama saya (dulu mama saya masih sering kasih saya waktu blio masih kerja *anak kurang hajar ya gini, hahaha).

    Tapi nggak lama kemudian, dia menyalahi kepercayaan di belakang saya.
    Dia bikin CC dan nggak ngomong saya, trus dia pake buat narik tunai.
    Setelah itu bahkan CCnya yang saya pakaipun diminta, langsung kacau balau keuangan.

    Sedihnya, kami berdua itu sama-sama boros sebenarnya.
    Bedanya, saya boros tapi takut kelaparan hahaha, jadinya seboros apapun, saya mikirnya jauh ke depan, alias kalau udah menyalahi ya segera di stop.

    Sementara dia penganut prinsip, "mumpung ada!"
    5 tahun pertama pernikahan dulu, babak belur ama hutang.
    Sehingga saya terpaksa balik bekerja demi bantuin menstabilkan keuangan.

    Setelah setahunan saya resign lagi, saat hutang udah nol, Alhamdulillah.
    Dan dengan perjanjian ketat, bahwa semua keuangan saya yang pegang.
    Saya senang banget dulu namanya di blacklist bank, jadi ga bisa bikin CC.

    Tapi semenjak dia nganggur, dan dia nggak ngomong kalau nganggur, jadi tiap hari berangkat kantor, dan pas gajian dia berdalih kalau gajinya ditunda karena ada masalah di kantor, sampai 3 bulan baru dia ngaku kalau udah nggak kerja.
    Langsung kacau balau lagi keuangan hahaha.

    Ye kan, saya itu penganut takut anak-anak kelaparan, jadi kalau seandainya dia jujur dari awal, kan saya bisa menyikapinya dengan lebih hemat sana sini, biar bisa bertahan.

    Ya gitu deh, setelah itu sampai sekarang dia pegang sendiri keuangannya.
    Dan yang jelas, sangat kacau balau.

    Tapi sudahlah, semoga saya selalu diberi rezeki, syukur-syukur bisa mandiri membiayai semua kebutuhan anak-anak dan saya.
    Biar migrain sesekali menghilang dari kepala hahaha.

    Btw, saya setuju banget ama Eno, pada dasarnya saya juga membebaskan pasangan mau ngapain aja, selama yang positif.
    main game? boleh banget.
    Tapi ya gitu, tetep keluarga dalam hal ini adalah anak jangan sampai terabaikan.
    Dan terlebih lagi, kalau menghasilkan duit, waaahh sebagai mamak matre saya mah oke ajah wakakakakaka.

    Btw, sistem pajaknya bagus banget ya.
    Menurut saya itu mirip China ya, bedanya China itu komunis jadi didikte.
    Kalau di sana, semua warganya diwajibkan untuk menjaga perputaran ekonomi, jadi menimbun uang itu nggak boleh.

    Beda ama Indonesia.
    Nggak heran Indonesia ini surganya para horang banyak duit :D

    Ngomongin tentang duit sendiri.
    Jujur saya akhir-akhir ini malas jujur ama papinya anak-anak kalau ada duit.
    Lah gimana dong, sampai detik ini saya juga nggak tahu dia kerja di mana dan gajinya berapa.
    Lucunya keluarganya tahu semua, dan tidak ada yang mau ngasih tahu saya.

    Pun juga nggak pernah lagi dia nyerahin gajinya ke saya.
    Terooosss saya mau ngatur apah cobak, hahaha.

    Untungnya, sejak dulu itu saya sering banget, diajarin teman-teman tentang bagaimana punya uang yang tanpa sepengetahuan suami.
    Dalam lingkar pertemanan saya di dunyat, rata-rata teman perempuan as wife itu nggak mau duitnya dicampur ama duit suami.

    Jadi mereka punya duit sendiri, gajian dikekep sendiri, mereka lebih suka beli emas ketimbang nabung sih, biar suaminya nggak tahu hahahaha.
    Kalau saya tetep nyimpan uang.
    Masalahnya adalaaahhh, saya pelupa parah.

    Jangankan nyelipin uang di mana gitu, mungkin di buku atau apa, bahkan nyari dompet yang saya selipkan aja bingung hahahaha.

    Doh rempong emang :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. CC itu bisa jadi malapetaka ya mba kalau nggak digunakan dengan benar, especially untuk gestun dan berhutang. Huhu. Padahal CC itu lebih ke alat bayar, jadi sebisa mungkin harus dibayar lunas ~

      Dan prinsip mumpung ada ini yang bisa membuat kita masuk ke jurang. Karena kita jadi nggak berpikir soal hari esok apakah cukup atau nggak ~ padahal hidup bukan hanya untuk hari ini, dan besok anak-anak pun masih butuh untuk dikasih makan, dibiayai sekolahnya, dan lain sebagainya ðŸĪ§ huhuhuhu.

      Saya tau, dalam kondisi seperti itu, mba Rey pasti akan pusing berat. Semoga rejeki mba dilimpahkan dan mba bisa melewati segala bentuk cobaan dengan lapang dada. Dan semoga one day pasangan mba bisa jujur sama mba mengenai keadaannya, kerja di mana, dan kalau nggak kerja, semoga mau duduk berdua mba untuk diskusi ingin dibawa ke mana dan langkah apa yang perlu diambil agar masa depan anak-anak bisa terjaga. Semangat, mbaaaa! 😍💕

      Delete
    2. Aamiin, tengkiu kesayangan yang tak pernah lelah mendoakan saya :*

      Btw bener banget, saya jujur dari dulu nggak suka pakai CC, bahkan seumur-umur nggak pernah punya CC atas nama sendiri, hahahaha.

      Ya karena saya mengenali kelemahan diri, yang boros dan kurang pandai manage financial.

      Beruntung saya dididik bapak di basic, hidup itu kudu bisa, nggak boleh nggak bisa.
      Hal itu yang bisa menekan dampak negatif dari kurangnya kepandaian saya dalam manage financial.

      Btw, saya suka loh baca tentang financial couple gini.
      Saya bahkan sering nonton konten yutub tentang mengelola uang.
      Kemaren saya takjub, melihat konten seseorang yang bisa nabung, meski gajinya 2 juta.
      Keren banget.
      Meski dia masih single, tinggal di rumah ortu, tapi dia bantuin ortunya bayar ini itu, kasih ibunya, neneknya, dan semua itu bersumber dari gaji 2 juta itu.

      Astagaaaahh saya tertampar-tampar berkali-kali nontonnya.
      Kereeeennn banget :)

      Delete
    3. Waaah keren bisa hidup cukup dengan dua juta. Menurut saya itu sangat keren mbaaaa 😍 hehehe itu Youtube siapa, saya jadi mau lihat 😆

      Saya sebenarnya masih perlu banyak belajar kalau sudah bicara mengenai finansial, even saya harus pakai bantuan advicer mba karena dulunya saya termasuk yang nggak paham bagaimana baiknya kelola keuangan 🙈 hehehehe. Dan saya yakin, mba Rey pelan namun pasti bisa kumpulkan target pundi pundi uang yang mba impikan. Semangat ya, mba 💕

      Delete
  14. Kayaknya ada tulisan satu lagi deh sebelum ini. Kemaren saya baca dan sekarang sudah tidak ada lagi.. hahaha.. Dihapus ya Eno, padahal belum sempat komentar..

    Sistem budget, ada sih tapi tidak terlalu ketat. Karena gaji sudah saya serahkan ke Yayang, jadi dia yang mengatur. Saya sendiri ambil secukupnya saja untuk ongkos dan biaya operasional ke kantor. Selebihnya urusan si Yayang.

    (Maklum orangnya ga mau repot)

    Cuma memang nggak terlalu ketat dalam hal budgeting karena masih ada banyak sekali pengeluaran yang tidak terduga . Tapi, batasannya tetap dibuat.

    Biasanya saya yang berpikir soal aliran cash saja, dan si Yayang yang ngatur selebihnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak dihapus mas, cuma baru mau ditayangkan besok biar nggak double hahahaha. Itu saya lagi edit layout tulisan biar rapi, saya pikir nggak akan ada yang komen atau baca sebab hanya sekitar 30 menit saya tayangkan. Eh ternyata yang komen lumayan banyak ðŸĪĢ

      Jiaaah sama saja nih mas Anton dengan si kesayangan. Nggak mau repot orangnya hahahaha. Tapi memang paling enak begitu ya mas, pasangan yang kelola keuangan. Yang terpenting sama-sama tau penggunaannya untuk apa dan bagaimana 😁

      Delete
    2. Iya Eno..kan saya bekerja dan mencari uang untuk dia dan si Kribo...Makanya biar dia saja yang ngurus.

      Kita sama sama tahu dan sudah saling percaya bahwa keputusan yang kita ambil pasti wat kita bersama.

      Kalau dia mau jajan, malah sering saya omelin..Bukan karena ga lapor tapi karena terus terusan lapor ðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢ

      Saya bilang , saya kan sudah menyerahkan sama kamu, kalau mau jajan ya jajan ajah..ga perlu laporan..😋😋😋

      Ngapain juga saya denger laporan tuk hal spt itu ðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢ

      Lha ya wong uang sudah dikasihkan ke dia..ya mau pake ya pake ajah..

      Cuma saya ngerti bahwa dia mau suaminya tahu saja.. 😋😋 Cuma dasar suaminya saja yang ga mau ribet..ðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢ

      Delete
    3. Huuuu nggak mau repot rupanyaaa, mirip banget sama si kesayangan ðŸĪĢ memang tipe nggak mau repot, tapi saya tetap laporan sih sebab saya ingin dia tau uangnya lari ke mana, dipakai buat apa, dan lain sebagainya. Mungkin itu juga yang mba Hes pikirkan 🙈

      Mungkin pankapan mas Anton bisa share cara kelola keuangan yang dipakai mba Hes di blog si Anton, secara mba Hes sudah makan asam garam kehidupan sangat lama, bisa jadi ilmu tambahan buat newbie yang baru memulai bangun keluarga 😁✌ ehehehehe.

      Delete
  15. Dulu aku punya mbak kos yang hobi mencatat pengeluaran sebagai anak kos, juarang banget aku tau ada anak kos yang sempet sempetnya catet pengeluaran :D
    plus karena rajin beli majalah yang ada rubrik keuangan juga, jadi pandangan aku soal keuangan sudah terbuka dari kuliah. namanya anak kuliah waktu dulu, nggak mungkin aku punya saving money yang gede gede, yang ada habis melulu buat belanja hahaha

    waktu kerja aku coba bikin catetan kecil buat nyatet pengeluaran meskipun itu buat beli barang yang kecil kecil. kadang lupa kadang ingat buat dicatat

    sampe sekarang berusaha nyatet juga meskipun banyak lewatnya, dan dibantu sama aplikasi pengatur keuangan buat tau keluar duitnya kemana.

    setelah gajian bikin pos pos tertentu untuk bayar ini itu, tabungin sesuai kemampuan, sisanya buat keperluan diri. Kayaknya hampir tiap bulan pergerakannya gini gini aja aku mbak, bayar bayar dulu, baru kalau ada sisanya ya itu yang dipake buat hidup hehee, malah kadang namanya godaan ada aja ambil ke pos "saving money", tapi bulan depannya berusaha ditambah lagi pos saving monenya.

    lumayan banget itu mbak main game sebulan dapet 5 jeti, mayan buat nambah nambah jajan atau makan di resto wenak hehehe. pantesan ya orang korea demen belanja ya, ternyata pengaruh juga ke soal pembayaran pajaknya.
    kalau disini belanja sebanyak apapun kayaknya ga ada hubungannya sama bayar pajak, kalaupun makan di resto palingan 10%. dan kalau karyawan dipotongnya pajak penghasilan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setiap dari kita berproses mba, dan saya yakin mba Ainun pun berproses dalam mengatur keuangan mba. Dari yang tadinya nggak pernah catat, sekarang mulai rajin catat. Dari yang tadinya begini begini saja, siapa tau besok jadi begitu begitu alias uang tabungannya melimpah 😍 yang terpenting niat dan usaha kita untuk upgrade salah satunya upgrade angka uang yang kita punya agar hidup bisa aman dan stabil ke depannya 😆 semangat, mba! 💕

      Dan soal game itu menurut saya lumayan banget, selain si kesayangan memang suka memainkannya, dapat bonus uang pula hahahaha. By the way nggak semua orang Korea suka belanja, contohnya si kesayangan, dia nggak begitu hobi belanja ðŸĪĢ tapi betul yang mba Ainun bilang, belanja bisa pengaruh ke cashback pajak ~ makanya kalau belanja sekalian yang bagus prinsipnya 😁 dan iya, sistem pajak mereka agak beda sama kita, cukup unik, yah 🙈 mungkin sistem itu belum bisa diterapkan di Indonesia karena terlalu berat, mba 😎

      Delete
    2. aku punya temen nongkrong + main, yang mana tiap kita nongkrong, yang diomongin masalah bisnis, pengaturan keuangan, dann baru aja tadi pulang meet up sama dia, lagi lagi soal financial yang dibahas salah banyaknya, yang reksadana, yang obligasi, saham ini itu.. cara buka usaha yang begini begitu.
      ngobrolnya macam yang agak berat dikit gini hahaha

      Delete
    3. Jadi ada variasinya yah teman-teman, mba 😍 hehehe. Ada yang hobi bahas travelling, dan ada yang hobi bahas keuangan 😂 means hidup mba balance. Nabung jalan terus, senang senang pun jalaaan 😍

      Delete
  16. Aku juga pake sistem bulanan mbak. Kadang kalau lagi bener ya buat nota pengeluaran yang pakai app di hp itu (tapi itupun jarang, karena aku biasanya akan pakai kalau pas baru berpergian/traveling aja). Harus sering-sering ngerem diri sendiri, dan nanyain double check kalau pas mau beli barang online "apa perlu banget beli ini barang" haha..

    Jadi aku kadang masih sering meleset-meleset dari budget bulanan.. sering bingung juga uang bulanan habis kemana aja. Tapi biasanya uang bulananku aku tabung dikit-dikit buat agenda jalan-jalan sih kebanyakannya. Makanya akhir-akhir ini aku selalu usahain nabung sampingan pake celengan.. jadi kalau mau buka harus dipecah dulu gitu.. soalnya kalau nabung di bank itu kadang masih bisa diambil dan membuat budget meleset itu tadi haha

    Btw, sistem pajak di Korea itu unik banget yak, aku baru tau hehe.. repot juga ya kalau disana, nanti uang tabungan untuk traveling malah buat bayar pajak :")

    ReplyDelete
    Replies
    1. Double check betulan perlu yah mba, kalau nggak begitu, kemungkinan besar semua pasti mau dibeli mumpung ada uangnya. Nanti saat uang habis langsung bingung besok mau beli ini itu bagaimana ðŸĪĢ

      Dan iya, itu yang sering kejadian, lupa uang ke mana ~ kalau kata financial advisor yang jasanya saya gunakan, bisa jadi kita lupa uang kita larinya ke mana sebab kita keseringan belanja perintilan mba, alhasil nggak kelihatan perginya. Hahahahaha, dan itu yang sempat terjadi pada saya. That's why keranjang e-commerce saya penuh hal nggak penting, untung cuma masuk keranjang nggak sampai dibayar 🙈

      Waw menurut saya ide mba menaruh uang di celengan sangat bagus, semoga berhasil menabung uang lebih banyak ya, mba 😍 agar tercapai targetnya ke depan. Hehehehe. Kalau sistem pajak di Korea itu dipotong langsung saat gajian, baru setelah itu kita sisihkan untuk tabungan traveling biasanya 😂

      Delete
  17. Loh loh dari game berubah jadi cuan!!
    Aku juga sama kayak Mbak Eno, ngebudget dan bikin review per bulan atas duit yang aku dapat.
    Ini nih berawal temen kantor yang kayaknya doi jengkel banget sama pengelolaan keuangku, terus nyindir dengan kalimat paling menohok.

    "Mbak, kamu itu kerja ngelola duit kantor, tapi ngelola duit sendiri g bisa!"

    Jedeeer!!
    Berasa kek disambar petir.
    Dan dari situ lah, sedikit-sedikit belajar literasi keuangan, dan ternyata setelah belajar juga praktek, wow.. hidupku lebih tenang.

    Ini juga aku terapkan ke relationship.
    Walaupun belum nikah kayak Mbak Eno, aku sama si partner buka-bukaan soal duit.
    Ngomongin banyak hal dan rencana kedepan gimana dengan keuangan kita berdua kalau nantinya sudah menikah.
    Plus, sambil menunggu hari itu tiba, tiap bulan ada agenda evaluasi. Evaluasi duit dan juga relasi kita. Biar terbiasa dan tahu kalau urusan duit tuh bukan hal sepele.

    ReplyDelete
    Replies
    1. OMG menohooook sekaleeee mba kata-katanya ðŸĪĢ tapi thanks to teman mba, akhirnya sekarang mba Pipit jadi jago pastinya dong dalam kelola keuangan 😍 and setuju dengan yang mba bilang, semakin kita aware sama uang kita, itu membuat hidup kita jadi lebih tenang. Sebab kita tau kita masih punya pegangan, dan kita tau kapan kita bisa meraih goals kita 🙈

      Great mbaaa, menurut saya, apa yang mba Pipit persiapkan untuk masa depan sudah oke bangettt ~ memang sebaiknya segala sesuatu dibicarakan dari awal, dan nggak ada salahnya sesekali di-evaluasi apakah sudah sesuai dengan target apa belum, jika belum, lalu mulai susun rencana kembali dan begitu seterusnya 😁 nanti lama-lama bisa develop angka dari sekian digit jadi sekian digit, mba 😍

      Semangat!

      Delete