Bibit Reksadana | CREAMENO

Pages

Bibit Reksadana



Guys, hari ini gue mau bahas investasi tapi dalam versi yang super duper gampang, especially bagi pemula ~ karena satu hal yang paling gue sesali dalam hidup adalah nggak belajar investasi saat usia 20-an 😅 that's why, gue berharap teman-teman yang membaca blog ini bisa belajar dari kesalahan gue dimasa silam. So, langsung saja, kali ini gue mau bahas soal REKSADANA 😄

Kalau investasi SAHAM cukup sulit dipelajari pemula, nah investasi REKSADANA ini adalah versi mudahnya, dan tentu terjamin keamanannya (bukan investasi bodong maupun kacangan -- asal pilih perusahaan dengan benar) 🙈 Lalu, apa yang perlu kita ketahui as pemula? Well, pertama, kita perlu tau apa reksadana. Jadi, reksadana adalah wadah untuk mengumpulkan dana dari para investor (yaitu kita) yang selanjutnya diinvestasikan kembali oleh Manajer Investasi ~ yang mana, arti kata Manajer Investasi di sini bukan dikelola perorangan melainkan sebuah badan usaha keuangan seperti perusahaan perbankan dan lain sebagainya 😉

Dan kita pun bisa pilih sendiri Manajer Investasi yang sesuai dengan kebutuhan kita serta kita percaya. Eniho, bagi pemula yang nggak tau harus beli saham perusahaan apa dan nggak mau pusing lihat grafik setiap harinya, bisa investasi melalui reksadana 😆 waah, terpercaya nggak? Hmmmmmm.. jangan khawatir kawan, semua sudah diatur dan dijaga ketat oleh OJK, jadi para perusahaan yang terdaftar ini bukan perusahaan sembarangan 😉

Terus terus, bagaimana cara investasi reksadana dengan mudah? Nainiii, di era digital seperti sekarang, memang paling enak kalau segala sesuatu bisa dilakukan secara online ~ nggak ada lagi istilah buang waktu, tenaga dan uang hanya untuk pergi ke bank (cocok buat manusia malas seperti gue contohnya) 😂 Bagaimana cara? Cencu mudah, karena ada aplikasi berbasis IOS dan Android yang bisa membantu kita untuk investasi reksadana via ponsel kita. UWAAAA!
Guys, today I want to talk about investment but in a super easy version, especially for beginners ~ because one thing that I regret the most in my life is not learning about investment when I was in my 20's 😅 that's why, I hope you guys who reading this blog can learn from my mistakes in the past 😂 So now, lemme start my topic about mutual funds investment 😄

If STOCK investment is quite difficult to learn for beginners, this mutual funds investment is an easy version, and of course guaranteed by the government 😉 Then, what do we need to know? Well, first, we need to know about what is the meaning of mutual funds.. So, mutual funds is an instrument to collect funds from investors (us) which then reinvested again by Investment Manager. And Investment Manager in here does not mean an individual but a business entity which managing our money -- similiar with bank and the other financial companies.

Anyhow, we can choose our own Investment Manager to suit our needs. So, for beginners who don't know what stock that we need to buy and don't want to bother looking at the charts every day, well you can investing through mutual funds because it's more easy 😆 is it trustworthy? Don't worry, everything has been guarded by OJK, so these companies are not bad 😉

Next, is that easy to invest in mutual funds? Yeah, in this digital era, it will be best if anything can be done through online ~ there is no more wasting time, energy and money just to go to the bank 😂 and how? It is easy, because now there are IOS and Android based applications that can help us to invest in mutual funds via cellphone without the need to go out from home. WOW!


Yeps, nama aplikasinya adalah BIBIT Investasi Reksadana dengan tagline Tumbuh Bersama 😍 by the way, ini 100% honest review karena gue sudah pakai sendiri jadi semua yang gue tulis berdasarkan pengalaman personal. Berhubung gue suka dan puas, jadi sekalian gue tulis di blog untuk berbagai pengalaman, siapa tau teman-teman ingin coba reksadana entah untuk biaya liburan maupun sekolah anak 😄 -- fyi, gue pakai Bibit sudah hampir dua tahunan.

Satu hal yang gue suka dari BIBIT adalah cara daftarnya mudah, kita cukup lampirkan dokumen dan semua bisa diselesaikan dalam waktu beberapa saat. Gue jabarkan step by step-nya ya, jadi setelah kita download aplikasi BIBIT, nanti kita akan dapat beberapa pertanyaan untuk di-check kita ini tipe investor seperti apa. Apakah agresif seperti gue atau normal 😆

Dari BIBIT akan ada ROBO ADVISOR -- yang akan bantu kita dalam memberikan saran terbaik mengenai reksadana apa yang cocok dengan profil resiko kita 😍 Kalau profil resikonya seperti gue yang agresif pasti akan dikasih saran untuk ambil reksadana saham sampai 60% banyaknya 😂 dan, kita bisa pilih reksadana yang kita suka (tanpa mengikuti Robo Advisor) kalau memang sudah punya list saham perusahaan impian. Gue pribadi nggak pakai Robo Advisor karena gue tau perusahaan-perusahaan mana yang gue suka dan gue gunakan produknya 😁
The app name is BIBIT mutual funds Investment with the tagline Growing Together 😍 by the way, this is my honest review because I've used it myself (for almost 2 years) so everything that I write here based on my personal experience. And because I like it, so I want to write it on my blog as a part of my experiences, who knows one of you guys who read my post wanna try mutual funds investment whether for vacation or school fees 😄

One thing that I like about BIBIT is because everything was so easy since the beginning, we only need to attach a few documents and everything can be done in just a few minutes. I will explain step by step, so after we download BIBIT application, they will give us some questions to check what type of investor we are. Are you aggressive like me or normal like some of my friends 😆

From BIBIT, there will be a ROBO ADVISOR that will help us in providing the best advice on what kind of mutual funds which match our risk profile. If your risk profile like me who is aggressive, then they will advise you to take stock mutual funds up to 60%, and you can choose investment manager by yourself (without the helps from Robo Advisor) if you have our own dream list 😁 I personally chose my own investment managers that I want to put my money for 😍

My risk profile -- result of ROBO ADVISOR recommendation.

Reksadana sendiri dibagi dalam beberapa jenis ~ ada saham, pasar uang, obligasi dan syariah 😉 so, teman-teman bisa memilih sesuai profil resiko teman-teman dan sesuai dengan apa yang teman-teman sudah pelajari fundamentalnya ~ Minimal kalau teman-teman belum paham soal fundamental, teman-teman bisa cari perusahaan yang menurut teman-teman mampu bertahan sampai 100 tahun ke depan atau teman-teman memang sering beli dan pakai produknya 😆

Apasih profil resiko yang dari tadi dibahas?

Profil resiko itu semacam profil kesiapan kita dalam menghadapi hal buruk. Namanya investasi pasti ada untung rugi, kalau perusahaan yang kita kasih modal untung ya otomatis kita untung, tapi kalau perusahaannya rugi pun kita akan ikutan rugi. Semakin besar profil resiko kita, untung bisa semakin besar namun kemungkinan ruginya juga nggak kalah besar. However, selama kita yakin kalau perusahaan itu akan maju sampai puluhan tahun mendatang, ya bagus dong kalau kita investasi di sana. Makanya kita perlu belajar soal perusahaan yang kita berikan modal 😁

Sebagai orang yang doing business, gue tau kalau business itu salah satu cara untuk kejar laju inflasi. Karena kalau hanya berharap kenaikan gaji, itu nggak akan bisa kejar inflasi harga bahan makanan, harga sekolah dan harga kebutuhan lainnya. The problem is, nggak semua orang bisa dan mau doing business, makanya gue selalu bilang ke teman-teman gue kalau memang nggak siap punya usaha, masih ada cara kejar inflasi dengan beli saham perusahaan orang lain 😉

Karena nggak semua pegawai bisa dapat kenaikan gaji sampai 10% pertahun, sedangkan inflasi pertahunnya bisa sampai 15% guys ~ bagaimana kita bisa dapat kebebasan finansial kalau uang yang kita punya nggak bisa kejar laju inflasi yang ada. Psst, buat yang sukanya syariah, tenang, di BIBIT ada reksadana syariah, dan bisa dibeli mulai dari Rp 100.000 saja. CRAZEEEEEY, KAN?
Mutual funds itself is divided into several types ~ they are stocks, money markets, bonds and also sharia 😉 so, you can choose according to your risk profile and according to what you have learned about the company's fundamentals. At least, if you don't understand how to learn the company's fundamentals, just try to find the companies that you think it can last up to the next 100 years or the companies that you often use or buy (their products).

What is risk profile means?

Risk profile is a kind of profile related to our readiness in dealing with the worst things 😂 as you know, investment is all about profit or not. So, if the company is profitable, we will also get the profit automatically, but if the company loses, we will suffer losses as well. The bigger our risk profile, the better it can get but the possibility of loss is equally great. However, as long as we are sure that the companies will continue to advance until the next 100 years, then it's good if we invest there. That's why, we need to learn about companies that we invest 😁

As a person who doing business, I know that business is one way to catch up inflation. Because if you only expect a salary increase, it won't be able to catch up with inflation in food prices, school prices and other prices. The problem is, not everyone can and wants to do business, so I always tell my friends that if they are not ready and feel unable to have their own business, they can still catch up the inflation by buying shares in other people's companies 😉

Because not all employees can get a salary increase up to 10% per year, while the inflation rate can be up to 15%. How can we get a financial freedom if our money cannot catch up the inflation rate. Psst, for those who like sharia type of investment, calm down, in BIBIT there are also Syaria mutual funds ~ and one more thing, we can buy it from IDR 100,000. CRAZEEY, RIGHT?

List of reksadana options in BIBIT.

Dan bagi yang penasaran bagaimana uang yang kita investasikan pada reksadana bisa tumbuh bersama. Teman-teman bisa check simulasi investasi reksadana di bawah. Pada simulasi yang ada, apabila kita secara rutin investasikan uang kita sebesar Rp 100.000/bulan selama 2 tahun, maka uang kita akan tumbuh jadi Rp 2.900.000++ untuk 2 tahun, sedangkan kalau uangnya kita endapkan di bank, maka hanya tumbuh jadi Rp 2.500.000++ 2 tahun ke depan ~ 😉 See, bisa untung lebih Rp 400.000++ kalau kita investasikan uang kita di reksadana.
And for those who are curious how the money we invest in mutual funds can grow, you can check the simulation below. In the simulation, if we regularly invest IDR 100,000 / month for 2 years, then our money will grow to IDR 2,900,000++ for 2 years, whereas if we only deposit the money in bank savings, it will only grow to IDR 2,500,000++ for for the next 2 years. See, you can make more than IDR 400,000++ if you invest your money in mutual funds.

Simulation of investment around IDR 100.000/month for 2 years.

Terus coba bayangkan kalau kita sisihkan uang kita Rp 100.000/bulan selama 30 tahunan ~ uang yang kita investasikan akan jadi Rp 668.000.000++ sedangkan kalau cuma kita endapkan di bank maka hanya dapat kisaran Rp 44.000.000++ 😂 gils, parah banget bedanya. Nggak heran kalau banyak orang asing yang berlomba-lomba investasi di Indonesia.
Then try to imagine if we put our money around IDR 100,000 / month for 30 years ~ the money we invest in reksadana will be IDR 668,000,000++ whereas if we only put it in savings then we can only get IDR 44,000,000++ 😂 gosh, the difference is really crazy. No wonder there are many foreigners who are competing to invest in Indonesia. Yes, too manyyy!

Simulation of investment around IDR 100.000/month for 30 years.

Enaknya lagi, cara beli reksadana di BIBIT super gampang bahkan bisa pakai GO-PAY segala 😂 kalau ada saldo Go-pay menganggur better beli reksadana, siapa tau dapat cashback kayak gue juga 😆👌 dan dari pengalaman gue, setelah pakai BIBIT, gue jadi semacam candu setiap hari buka aplikasi BIBIT cuma demi lihat uang gue tumbuh berapa banyak 😍 seriously, setiap lihat warnanya ijo, bawaannya mau top up segera 😆✌ hahahahaha.
And, if you wanna buy mutual funds in BIBIT, it's super easy. You can use GO-PAY payment, too 😂 so, if you have Go-pay balance better buy mutual funds, who knows you can get IDR 10,000 cashback as I did 😆 and from my personal experience, after using BIBIT, I become more addict to open BIBIT application every day, just for the sake of seeing how much my money grows 😍 believe me, if the color is green, it makes me wanna top up every time 😆✌



Nevertheless, bagi yang mau tau lebih banyak soal BIBIT Investasi reksadana bisa baca-baca di instagram mereka @bibit.id 😉 disitu ada banyak penjelasan detail yang mudah untuk dicerna dan dipelajari teman-teman. Besar harapan gue, semoga semakin banyak yang melek keuangan especially pasar modal 😄 --- eniwei, gue pernah baca, kalau negara Jepang itu 90% surat hutang negaranya dipegang oleh masyarakat Jepang, while surat hutang negara kita tercinta 40%-nya masih dipegang oleh asing, jadi sudah saatnya kita ambil alih semua 😆

Kalau kita bermimpi suatu hari nanti INDONESIA EMAS, sudah selayaknya kita edukasi diri kita soal keuangan dan pasar modal Indonesia. Mulai darimana, mulai dari upgrade knowledge diri kita sendiri cencunya 😁 akhir kata, jangan cuma beli barangnya guys, mari kita beli juga saham perusahaannya. Karena dengan begitu kita bisa tumbuh maju bersama-sama ~ Selamat belajar dan selamat mencoba. Salam sukses untuk kita semua! 😍👏
Nevertheless, if you want to know more about BIBIT mutual funds investment, you can read their information on their Instagram @bibit.id 😉 -- there are many detailed explanations that are easy to learn ~ and I hope in the future, many of us are financially literate especially about the capital market 😄 and I also read, 90% of Japanese state bond are held by Japanese people, while our 40% bond are still held by foreigners. So, it's our time to take it all.

If we dream our country to be INDONESIA EMAS, we should begin to educate ourselves about financial and Indonesian capital market. Starting from where? All starting from upgrading our knowledge. All in all, don't just buy the goods, let's also buy the stocks of Indonesian companies. Because from that, we can growing together. Happy learning and good luck. Let's be success! 😍
---------------------------------------------------------------------------------------
Sorry, no Korean translation for this post.
Kindly check the Indonesian / English version.

---------------------------------------------------------------------------------------

58 comments:

  1. Pas banget aku lagi cari marketplace reksadana yang oke buat mewujudkan resolusi "wajib investasi tiap bulan" di 2020 :D

    Thanks ya sharing-nya, lengkap banget. Jadi aku gak terlalu blank nanti pas udah install aplikasinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah lagi cari ya mbaaa :D

      Silakan coba BIBIT, saya sudah pakai dari tahun lalu dan sangat memuaskan. Aplikasinya mudah digunakan, pilihannya pun cukup banyak. Saat pencairan juga terbilang cepat hehehe. Happy investing yaaa :>

      Delete
  2. Nah ini pas banget mba, saya lagi nyari-nyari info investasi yang gak ribet. Soalnya belakangan ini , ibu saya jor joran pengen investasi pake robot apa gitu karena sering liat iklannya di tv, tapi gak ada yang mau bantuin, lah saya juga kagak ngarti 😅 tapi karena sudah jadi anak yang paling tua, dan kasian yang laen pada gak mau, takut bangkrut katanya, padahal investasi itu emang penting apalagi buat yang udah gak muda lagi, dari dulu udah tau tapi duitnya yang gak ada mulu sebenernya 😂 kalo ditimbang-timbang, reksadana emang bagus untuk di tahap awal belajar investasi ya mba karena resikonya juga kecil dan gak ribet kayaknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau masih tahap belajar, memang baiknya ambil reksadana mba 😁 semisal mba tipe konservatif, bisa ambil yang RDPU (Reksadana Pasar Uang), ini resiko sangat rendah, hampir sama seperti Deposito tapi likuid dan bisa dicairkan kapanpun mba butuhkan 😉 hehe. Semoga informasi dari saya cukup membantu mba yaaa 💕

      Delete
    2. Mba Rini, aku ga rekomendasiin sbnr nya buat yg investasi pakai robot, apalagi yg menjanjikan return lumayan besar. Saya pernh dikasi tau, klo ada invstasi ditawarkan melebihi 20% per thn, itu kita wajib hati2. Mungkin awal2 aman, tp jngka pnjang blm tau. Apalagi klo mereka mewajibkan setoran yg diblokir sementara.
      Paling enak memang reksa dana buat investasi, apalagi bs dipilih tingkat risiko ny dr Pasar uang sampe saham, kaya yg dijelasin Mba Eno 😁

      Btw, aku suka bgd edukasi2 terkait keuangan gini Mba Eno, apalagi Mba Eno udah mempraktekkan sendiri cukup lama. Thanks for sharing Mbaa.. 😊

      Delete
    3. Betul mba, investasi itu nggak bisa dijanjikan return pastinya. Kecuali deposito, yah 😆 hehe. Even reksadana bisa naik turun grafiknya. Jadi kalau ada yang tawarkan iming-iming besar jangan langsung diikuti mba, takut itu investasi bodong dan uang ibu mba hilang semua 😅 -- sebetulnya kalau mau high return yang paling possible adalah saham. Hanya saja saham nggak mudah dan perlu bersabar serta belajar untuk paham fundamental, teknikal dan sebagainya 🙈

      Waaah mba Thessa pasti lebih jago soal keuangan karena mba kerja di bank kan (kalau nggak salah)? 😆 *mba Thessa apa mba Fanny yah, lupa lupa ingat* hihihi ~ however saya akan coba untuk share apa yang saya tau di blog saya 😁 terima kasih sudah baca, mbaaa 😍💕

      Delete
    4. Hehehe iya Mba, aku kerja di bank 😆 Mba Eno inget aja. Mba Fanny juga, tp dia baru aja resign klo ga salah..

      Delete
    5. Wah betul rupanya ðŸĪĢ

      Semoga one day mba Thessa mau bagi-bagi ilmu finansial -- atau mungkin review buku finansial rekomendasi mba 😍

      Delete
  3. Wah ini nih, salah satu yang jujur saja aku ingin ikutan investasi tapi kadang masih ragu, soalnya takut hilang uangnya, tapi kalo diawasi oleh OJK sepertinya aman ya mbak.

    Kalo menabung 100 ribu per bulan selama dua tahun di bank ngga bakal dapat 2.5 setengah mbak, malah biasanya berkurang karena bunga bank nya kalah dengan biaya administrasi, belum lagi kalo pakai atm yang juga ada biaya adminnya. 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan ikut investasi bodong, mas ~ baiknya ikut investasi yang terjamin negara, dan memang produknya bagus. Kalau semisal mas moderate bukan tipe investor agresif seperti saya, mas bisa pilih reksadana pasar uang (RDPU) ini setiap tahunnya naik 6-7% dan liquid jadi bisa ditarik kapan saja langsung dari aplikasinya hehehehehe.

      Nah daripada minus uangnya karena potongan administrasi, kan ðŸĪĢ

      Delete
    2. Bener mbak, saya pernah nabung di bank sekitar 2 juta. Eh tiga tahun kemudian mau diambil bukannya nambah tapi duitnya tinggal 1.8 juta, itu yang 200 ribu kemana ya.😂

      Delete
    3. Bayar administrasi setiap bulan sekitar 10.000 mas jadi kalau dua tahun bisa jadi terpotong 240.000 makanya jadi sisa 1.8 juta ðŸĪĢ bunganya mungkin nggak seberapa kalau tabungan 2 juta 🙈

      Delete
  4. Sejujurnya aku belum paham banget masalah reksa dana. Kebetulan karena koko kerja di Bank, jadi dia yang lebih paham. Akhirnya kalau kami mau investasi di reksa dana atau saham, ya dia yang lakuin. Aku tinggal terima laporannya saja hhhaa..
    Memang menarik sih investasi ini dan jadi belajar untuk atur strategi juga. Sebab mengelola uang sepertinya bukan perkara menabung saja. Banyak sarana yang bisa dilakukan asal bertemu yang terpercaya hhee..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, saya awalnya juga nggak paham reksadana, saham, obligasi, Surat Hutang Negara, dan lain sebagainya mba 🙈 tapi saya pelan-pelan mempelajarinya ~ dari yang awalnya hanya reksadana, sekarang sudah bisa masuk ke saham dan kelola sendiri dana yang ada 😆 by the way, meski Koko yang kelola semua saham dan reksadana, mba sebagai pasangan perlu tau datanya incase Koko kenapa-napa, dana yang tersimpan di sana bisa ditebus sama mba 😁 sebab dari yang pernah saya baca, ada yang nggak tau pasangannya punya tabungan di reksadana / saham sampai pasangannya meninggal dunia ðŸĪ§ especially sekarang semua data asset kebanyakan digital hehehe.

      Nah iya setuju sama mba Devina, sekarang pengelolaan uang nggak hanya menabung saja, namun pelan-pelan kita perlu advance agar bisa kejar laju inflasi yang ada. Apalagi kalau perusahaan yang dibeli sahamnya adalah perusahaan yang memang kita gunakan produknya, why not untuk di-support kan, sebagai 'pemilik' kita perlu dukung perusahaan yang kita punya 😆✌

      Delete
  5. Setauku BIBIT ini ada sempat isu-isu negatifnya karena pemegang saham perusahaannya itu mendirikan beberapat PT untuk nyokong perusahaan ini. Seolah-olah dipegang banyak PT. Eh tapi gatau deh. Aku waktu itu cuma sekilas baca soal ini di IG Story. Tapi banyak orang juga yang bilang bagus pakai BIBIT. Cuma mungkin ati-ati sama financial manager yang "nakal". Kalo ga salah juga yang jadi isu itu ada financial manager yang nakal itu. Yang pakai uang investor seenaknya tanpa kasih tau si empunya uang bahwa uangnya dipake beli saham apa aj. Janjiin untung gede tapi zonk, malah rugi. Beli-beli saham gorengan gitu supaya jadi naik cepat. Hmm. Baeknya sih ya dikelola sendiri ya kak Eno. Kadang mempercayakan uang investasi ke orang gitu harus betul-betul pilih yang bener.

    Anyway, makasih infonya! Aku sebenernya sempet pengen join kaya Akseleran, Bibit, Bahereksa yang gitu-gitu dah. Tapi jadinya coba kecil-kecilan aja di tokped reksadana hahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. So far based on pengalaman saya pakai Bibit hampir dua tahun, oke oke saja mba, bagus banget aplikasinya oke, UX-nya juga keren 😂 tapi memang sempat ada masalah, tepatnya MI-nya yang bermasalah while Bibit ini connector antara nasabah dan MI yang ada 😁 that's why kita perlu lebih jeli cari MI yang terpercaya, karena mau beli reksadana di manapun (di bank, via Bibit, atau apps lain), kalau MI yang dipilih nggak jelas, kita akan rugi juga 🙈 hehehehe. Saya pribadi lebih pilih reksadana pasar uang, sebab saham saya kelola sendiri langsung lewat sekuritas ~

      Ehya mba, kalau yang pakai uang nasabah buat beli saham random gorengan nggak jelas itu bukan Bibit, melainkan brand J***** hehehe. Sebab Bibit ini hanya connector, jadi mereka nggak pegang uang nasabah. Kalau brand J***** itu memang sempat heboh masalahnya karena mereka ijinnya bukan mengelola dana nasabah melainkan edukasi kalau nggak salah. Tapi ternyata banyak uang nasabah yang digunakan untuk beli saham gorengan. Dan setuju sama mba Frisca, better kalau bisa kelola sendiri, enaknya sendiri saja 😁

      Delete
    2. Oh gitu kak, tapi kuliat di review appstore tuh ada review kalau pencairan uangnya itu lama banget bisa seminggu lebih. Jadi aku masih agak ga trust jg karena takutnya uangnya ga bisa dicairin... Kalau kak Eno sudah pernah coba cairin uangnya kah?

      Ah iyaaa si brand J***** ini yang rame!! Ya pada intinya pahami dulu ya kak risiko2 yang ada, cermati juga sudah legal atau belum, ada badan pengawas atau engga, soalnya finansial gini kan sensitif yak hihih

      Delete
    3. Kalau pengalaman saya cuma dua hari mba, saya lumayan sering tarik dan pindah soalnya. Dulu saya pakai Bibit untuk beli reksadana Saham dan lain-lain, cuma sekarang karena saham beli sendiri, jadi Bibit khusus untuk Reksadana Pasar Uang saja yang kenaikannya stabil 😂 nah, sepengalaman saya, kalau saya tarik Senin (yang penting sebelum jam 2 siang), itu hari Rabu sudah masuk rekening saya uangnya mba 😁 --- saya pribadi belum pernah sampai semingguan. Apa mungkin cepat lamanya tergantung MI yang dipilih, yah (kalau ini kurang tau saya) 🙈

      Betul mba, kita pahami dulu resiko kita, terus cek juga fact sheet masing-masing perusahaan, TOP HOLDINGnya apa saja, bluechip atau bukan (kalau ambil reksadana saham), itu mempengaruhi soalnya 😆✌ hehehe. Pelan-pelan kalau saya belajarnya 😉

      Delete
  6. Aku nggak tahu banyak tentang investasi mba, selama ini yang ada dalam pikiranku kalau investasi di perusahaan itu duitnya harus banyak, kayak CEO di TV, hahaha.

    Thank you mba, baca ini aku tercerahkan ❤

    ReplyDelete
    Replies
    1. Investasi bisa dari IDR 100.000 sekarang mba, kalau dulu iya diminta uang banyak around IDR 10.000.000 😁 dan meski kita hanya investasi dalam nominal kecil, kita sudah sah jadi pemilik perusahaan yang kita beli sahamnya 😆 hehehe ---- mana tau nanti bisa jadi seperti Park Se Ro Yi yang sanggup beli saham sampai 100 milyar dan jadi board member perusahaan 😂

      Kalau mba mau beli saham, cari yang aman yaitu saham-saham bluechip biasanya saham bluechip ini kemungkinan bangkrutnya lumayan kecil, dan pergerakannya lebih stabil meski saat Corona sedang dibanting ðŸĪŠ beberapa saham bluechip yang terkenal di Indonesia itu Unilever dan Indofood which is produknya pasti ada beberapa di rumah mba, dan ada pula saham BRI, BCA (by the way BCA ini bank dengan capital terbesar no. 10 di dunia) -- plus banyak saham bluechip lainnya yang bisa mba check list-nya secara berkala di sosial media. Dulu saya hobi follow akun-akun belajar saham seperti @ngertisaham dan beberapa lainnya 😍

      Hope it helps, mba ~ pelan-pelan saja, saya pun butuh waktu lama untuk paham dan mengerti kemudian mempercayakan uang saya 😁

      Delete
  7. ini artikel yang dikomen tapi sudah tenggelam terlebih dahulu. Kemudian kini muncul lagi..hahhahaha
    Pas usia 20-an itu pas tahun berapa mbak...?hahahaha
    *kemudian dilempar aquariumnya In seong..wkwkwkk :D

    Tapi emang penting sih belajar investasi di masa muda. kalau perlu dimasukkan dalam kurikulum sekolah :D
    aku juga ikutan invetasi pasar modal mbak eno, tapi dalam bentuk saham. Yaa sudah sekitar satu tahun.
    aku malah belum punya reksadana. Tapi nilai saham masih minus, efek dari pandemi. Tapi di perusahaan bluechips, bukan saham gorengan. Jadi masih tetap percaya bakal balik ke harga awal. Niat nabung saham juga untuk jangka panjang. Belum kuat modal kalau trading saham..hahahha

    baca review ini jadi punya sedikit gambaran tentang reksadana, terutama yang berhubungan dengan profil resiko. Selain itu juga tentang teknis bagi hasil dengan manajer investasinya/perusahaanya. Sebisa mungkin kan nyarinya yang punya potongan kecil..hahahaha

    makasih untuk reviewnya mbak eno :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha tenggelam karena salah jadwal ðŸĪĢ --- by the way saya nggak ingat umur saya mas, entah kenapa semakin tua, ingatnya cuma 27 saja 😜 so I'm forever 27 sampai kapanpun juga *maunya*. Wk.

      Yeps, setuju, menurut saya ilmu finansial sangat bagus untuk dimasukkan ke kurikulum sekolah agar anak-anak punya basic bagaimana mengelola uang 🙈 minimal tau cara menabung, cara investasi dan cara menggunakannya dengan baik dan benar. Hehehe.

      Eniho, saham bluechip sedang terjun bebas dari Maret, mas ðŸĪĢ saya waktu Februari akhir masuk ke Maret itu jual hampir semua untuk tarik profit, niatannya nanti ketika jatuh langsung serok, dan saya berhasil kesangkut BRI di 2.200 waktu itu, jadi cuan lumayan banyak (jual diharga 3.400) ðŸĪĢ dan sekarang turun lagi nih mas, siap-siap mau serok kalau sudah ada tanda-tanda akan naik grafiknya 🙈

      Agree, kalau bisa jangan beli saham gorengan, nanti kolesterol yang ada kebanyakan makan minyak hahahaha. Saya pun nggak mau kalau trading harian, berat. Lebih pilih bluechip aman. Kebetulan lagi banyak diskon tahun ini, jadi jangan sampai dilewatkan, mas ðŸĪĢ -- cicil sedikit sedikit, lama-lama jadi bukit hihihi.

      Kalau reksadana saya cuma pakai RDPU sekarang. Lumayan grafik kenaikannya setiap tahun stabil, niatnya untuk balance uang biar nggak semua ditaruh di saham. Jadi kita sebar uang kita. Bisa dengan deposito, reksadana, emas dan lain sebagainya 😍 hehehe, semoga cuan terus mas Rivaiiii, biar semakin tajiiir melintirrr kaya raya macam sultan 😆

      Delete
    2. Mbak eno maunya 27th. Kalau kamu ga setuju, yaa itu urusanmu. Maunya 27th terus...hahahah
      Iya mbak eno *sungkem :P

      iyaa setuju sekali mbak eno, setidaknya anak muda bisa beralih ke investasi pasar modal. khan cara itu juga membantu perekonomian indonesia..hheheehee

      saya itu merasa iri sama orang yang punya avgprice BBRI di angka 2000-an. Yang kalian lakukan itu jahat. Gatau rasanya avgprice masih banyak yang nyangkut (minus). Temanku pamer karena punya di harga 2900. aku masih berusaha untuk turunin avgpricenya. Dua hari ini masih ijo terus, belum nyerok.
      bulan lalu BBRI juga berada di harga 3800-an, sebelum akhirnya turun lagi..hehehe

      yang trading harian di bluechips aja kadang panik, kemudian cutloss dengan merugi. Apalagi yang kolestrol, ga tenang liatnya..wkwkkwkw
      nah konsep nyicil sedekit demi sedikit emang cocok bagi mereka yang ga punya modal banyak.

      iyaa mbak eno, nanti aku baca2 dulu yang lainnya. masih kepikiran untuk bagi duit di beberapa bentuk investasi..ehhehe
      Mending pas-pasan aja mbak. Pas pengen jalan-jalan ada, pas pengen beli sesuatu ada, pas pengen liburan lama juga ada...aamiin :D
      hahahhaha
      salam cuan mbak eno :D :D

      Delete
    3. Wk. Jadi monolog, mas? ðŸĪĢ kalau saya 27, kita jadi seumuran kan? Hahaha. Buat saya umur 27 itu starting poin dalam hidup yang sebenar-benarnya ðŸĪŠ semacam sudah paham kaki ini mau melangkah ke mana, no more life crisis, punya goals jelas, endebla bla 🙈

      Bicara soal anak muda, sekarang generasi milenial Indonesia justru yang paling banyak investasi di obligasi negara. Senang saya, karena semakin banyak yang melek finansial. Nggak heran usia masih kepala dua tapi penghasilan sudah ratusan atau milyaran 😍 -- mungkin mas Rivai salah satu daripadanya *mari aminkaaan~*

      Iyaaa BRI paraaah bangettt diskonnya. Macam promo akhir tahun di mall. Langsung terjun bebas ke 2.100 paling bawah 🙈 mantap bangettt, serok seratus juta pun untungnya sudah banyak kalau jual di 3.000'an hahaha. Nggak heran itu bandar-bandar yang taruh uang 10 milyar bisa untung banyak. Hadeeeh. By the way, semangat average down mas, ini BRI sekarang masih manis angkanya hehehehe. Atau ambil BNI dan Mandiri, itu masih diskon besar (hampir 50%) 😍 -- mas sekarang average berapa kah? Semoga segera cuan banyak. Kalau sudah cuan tipis, jual dulu saja terus serok lagi di bawah ðŸĪĢ sebelum nanti masuk November, pemilu Amerika biasanya terjun bebas 😁

      Jiiiiah, betul ugha, memang paling enak kalau semua pas 😂 semoga hidup kita selalu pas dan dicukupkan, yah, yang penting nggak kekurangan, bisa makan enak, tidur nyenyak, dan melakukan apapun yang disuka 😍 salam cuan, mas!

      Delete
  8. Tentang investasi ini, aku pengen ikutan tapi belum ada duit dan masih agak ragu dengan sistemnya mbak. haha

    Saat ini, aku masih prefer untuk invest ke emas sih. Emas kn harganya naik teruus. tapi yaa masih rencana, sebab tadi. belum ada duit wkqkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau ragu ada baiknya dipelajari dulu mas, hihi kita join kalau kita sudah paham dengan jelas sistemnya 😆 saya pribadi melalui proses investasi otak terlebih dahulu dengan belajar sebelum akhirnya berani melangkah ðŸĪĢ -- mungkin mas Dodo bisa baca IG @ngertisaham, atau @bibit.id untuk cari tau info selanjutnya. Siapa tau semisal next time berminat, tinggal semangat mencari dana 😆 ps: saham ini halal (bukan judi yah -- siapa tau mas concern dengan hal tersebut, bisa dicari infonya) 😁

      Yep, investasi emas bisa menjadi pilihan 😆 -- saya melakukannya juga namun sayangnya pergerakan emas nggak selalu bisa kejar inflasi sebab emas ini lebih untuk jaga kekayaan biar nggak turun, dan untuk berharap naik banyak itu agak susah (nggak bisa setiap tahun naik drastis seperti sekarang) 🙈 hehehe. However, yang utama pilih yang paling nyaman, mas. Dan yang terpenting uangnya bisa dialokasikan dengan benar agar hidup kita tenang 😍 so, semangattt! Semoga one day, mas Dodo bisa kumpulkan banyak pundi pundi rupiah 😉

      Delete
    2. masalah kehalalan, sebenarnya saya cukup concern jg ke sana mbak, biar duit yg didapat beneran berkah #Eaa

      Kalo reksadana gini, seingatku menurut fatwa MUI tidak halal, krn terdapat unsur riba di dalam sistem itu mbak. Kalo yg 'halal' ada reksadana syariah sih. Tapi yaa.. seperti bank syariah, memang belum 100 % syari. Paling tidak, yg syariah lebih sedikit aman daripada yang 'konvensional' eheheh..

      Delete
    3. Iya, ada pilihan reksadana syariah hehehe ~

      Produknya lebih ke perusahaan bahan pangan dan sejenisnya. Well, pada akhirnya mas Dodo bisa pilih investasi yang cocok sama prinsip mas biar nggak kepikiran nantinya 😁 semangat! 😍

      Delete
  9. qiqiqiiqiqqi, kuberi tahu satu rahasia ya, saya tuh paling nggak mudeng ama yang namanya reksadana dan investasi dan semacamnya ini, sama kayak memahami kreditan hahaha.

    Tapi memang sejak jadi blogger, mau nggak mau jadi ikutan membahas tentang reksadana dan semacamnya.
    Cuman saya baru dengar sih dengan Bibit ini.
    Yang saya tahu cuman Manulife aja (ya iyalah, soalnya diadakan event gathering sampai 4 kali, hahaha).

    Jujur, kalau saya sebenarnya lebih suka nabung di bank, biar kata diintai ama inflasi, setidaknya nggak ribet ngurusnya (padahal mau bilang, mana duitnya Rey? hahahahaha)

    Tapi kalau dibanding emas, saya milih sesuatu yang berbentuk angka sebenarnya, biar nggak ribet mikirin naruh barang, takut dicuri orang wakakaka.

    Saya kan di add temen blogger ke grup emas LM gitu, postingan anggotanya lucu-lucu.
    Pada ngeluh nanya nyimpan emas yang mudah dan aman itu di mana?
    Katanya dia udah naruh di tempat bumbu, tapi takut diobrak abrik pencuri sampai di bumbu dapur.

    LAH MENGAPA DITULIS JUGA MAEMURNAH! ABIS ITU MALING BAKAL SATRONI RUMAHNYA TUH HAHAHAHA.

    Tapi cita-cita saya nih, pengennya bisa maksa diri investasi rutin di reksa dana, dan saya anggap nabung, jadi nggak diintip mulu hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau mba lebih nyaman menabung di bank, mungkin memang mba lebih pas di sana, jangan sampai dipaksakan beli reksadana ~ however menurut saya, oke banget semisal mba menabung di reksadana meski sebulan 100.000 😆 mba bisa pilih yang RDPU atau obligasi negara, itu moderate resikonya, dan kenaikannya lebih stabil daripada saham 😁

      Bicara soal emas, saya sebetulnya ada investasi di emas juga dan memang tahun ini meroket tajam harganya. Cuma emas itu naiknya kadang lama, hahahaha. Dan setuju sama mba Rey, lebih asik lihat angka 😂 by the way semisal teman mba Rey punya banyak emas, better simpan di SDB bank mba. Lebih aman 🙈 -- takutnya kalau ditaruh tumpukan bumbu dapur nanti hilang ðŸĪĢ

      Delete
    2. wakakakakaka nah iyaakkk!
      Abis itu ada tetangga minta bumbu dapur, terus disuruhlah ambil sendiri, bahagianyaaahh tetangganya nemu emas wakakakakaka

      Delete
    3. Hahahahaha, serem ugha kalau betulan kejadian ðŸĪĢðŸĪĢ

      Delete
  10. Saya punya kebiasaan setiap ide tulisan yg bakal di tulis di blog pasti tak tulis di catatan hape.. secara berurutan smpe nggu waktu yg pas buat ngetik...

    Dan salah satunya aplikasi Bibit ini mba. Kerenn sih mereka.. dlu saya ikut yg aplikasi Bareksa tapi semenjak ada bibit.. tak pindah semua karena jujur aplikasi bibit super gampang banget..
    Cocok buat yg awam kaya saya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah mas Bayu pakai Bibit juga? 😍

      Hehehehe, keren yah, UX-nya asik dan mudah dipahami, plus gampang dan pilihan MI-nya banyak 😁 so far saya puas pakai Bibit jadi belum ada niatan pindah ke lain hati ~ semoga cuan di Bibit, mas 😆

      Delete
  11. Jadi tertarik buat cobain reksadana, sekalian buat investasi masa depan.

    Saat ini masih investasi di emas doang sih, tapi berinvestasi di reksadana juga menarik kayaknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut saya cukup menarik untuk pemula mas, namun semisal mas Rudi masih baru, mungkin mas bisa cari tau sampai klik dan siap 😍

      Delete
  12. Kakak~ aku juga pakai Bibit untuk berinvestasi. Bersyukur karena aku bisa menemukan informasi mengenai reksadana di awal tahun 2019, saat itu aku langsung ikutan investasi dan masih berlangsung sampai sekarang. Aku juga selalu meng-encourage teman-temanku untuk mulai investasi reksadana karena easy banget dan dapatnya juga lumayan sebab tidak terpotong pajak bunga seperti deposito dan bunganya lebih tinggi dibanding deposito serta bisa mulai dari nominal 100rb aja. Asik banget~ nggak menyesal!

    Nah, tapi karena awalnya aku tahunya app "Bareksa" dan baru tahu "Bibit" belakangan, jadi aku hingga sekarang lebih sering menggunakan Bareksa dibandingkan Bibit karena udah terbiasa dengan tampilan Bareksa yang menurutku lebih simple dan user friendly hihihi.

    Anyway, thank you for sharing Kak Eno! Semoga semakin banyak teman-teman yang belajar berinvestasi reksadana ini 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuuul Lia, lebih enak reksadana. Kalau mau yang setara deposito (moderate) pun bisa ambil Pasar Uang which is cukup stabil perkembangannya. Enaknya lagi tuh bisa mulai dari 100.000 dan liquid bisa diambil kapan pun kita butuhkan 😂 while deposito kadang ada jadwalnya, dan kalau break bisa kena denda ~

      Menurut kakak, Lia sudah doing well dengan memberi encourage untuk teman-teman Lia mulai kenal investasi secara perlahan. Sebab penting rasanya untuk kita punya ilmu finansial agar hidup kita terarah, punya pegangan dan terasa tenang 😍 hehehe. Semoga semakin banyak teman Lia yang berminat mulai belajar investasi salah satunya reksadana ~ semangat berbagi, Lia! 😆💕

      Delete
  13. yuhuuuu i love bibit mbak, aku udah invest disini udah lama juga.
    awalnya nyari nyari info juga, trus sharing sharing ke temen, susah emang nyari tempat invest yang cocok di hati. lah kok si bibit ini sreg dihatiku. yaelahhh

    sukak sukak pokoknya, bayarnya juga gampang, pake gopay aja, cussss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss mbaaa, enak yah kalau ketemu yang pas di hati, jadi lebih nyaman 😂 hahahaha. Saya dari awal pakai Bibit langsung suka karena mudah dan pilihan banyak ~ untuk penarikan pun nggak makan waktu lama, biasanya 2 hari kerja sudah langsung ke luar 😍

      Semoga kita semakin banyak cuan, mba! 😆💕

      Delete
  14. dulu investasi itu rasanya sesuatu yang ndakik-ndakik dan hanya bisa diakses oleh orang yang kaya.. makin ke sini, aksesnya makin mudah dan ngga harus nunggu kaya untuk berinvestasi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Agree mas, sekarang bisa mulai dari dana 100.000 saja 😁 yang belum kaya raya macam sultan pun jadi punya kesempatan untuk bisa ikut kaya meski mulainya dari nominal recehan 😆

      Delete
  15. Cung yang baru mulai belajar investasi di usia 30an dan cung juga akhirnya memilih Bibit karena so simple dan simulatornya sangat membantu. Bisa diganti-ganti jg, kapan pengen jadi investor agresif maupun konservatif.

    Terus cashback-nya itu, kayaknya hampir tiap bulan ada promo cashback, ya mba... :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak ada kata terlambat ya mba untuk belajar finansial, yang penting sekarang sudah bisa jauh lebih paham 😍 dan setuju sama mba, Bibit ini aplikasinya so simple, jadi nggak ribet hahaha 😂

      Setuju sama cashback-nya, hampir tiap bulan ada 😆

      Delete
    2. Aku udah jalanin dari thn 2018 mba Eno. Aku pake bibit, and cocok banget. Gak ribet...

      Bagus banget artikelnya mba, menambah pengetahuan utk temen2 blogger lain.
      Semoga bisa tergerak utk berinvestasi.

      Delete
    3. Toss mbaaa, ternyata kita sama 😆

      Terima kasih mba Ika apresiasinya. Semoga semakin banyak teman-teman bloggers yang tertarik belajar mengenai finansial 😍

      Delete
  16. Terima kasih sudah membantu menyebarkan literasi finansial, Meno. Orang Indonesia adalah salah satu yang terendah di negara-negara sekelasnya tentang literasi finansial.

    Aku setuju bahwa investasi harus dipraktekkan dari dini, dari usia 20an saat udah mulai kerja. Banyak yang belum paham bahwa investasi ini adalah bekal untuk hari nanti. Bisa menjadi instrumen untuk meraih kemerdekaan finansial dan mimpi-mimpi. Tabungan bisa tergerus inflasi, namun investasi relatif stabil.

    Aku sekarang lagi investasi dalam 3 bentuk: reksa dana (di platform lain hehe), P2P, dan emas. Meskipun belum banyak karena masih fokus ke dana darurat dulu, tapi mulai mendisiplinkan diri sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mas Nugie, saya pribadi masih belajar dan akan terus belajar karena memahami finansial membuat saya merasa aman dan dapat hidup dengan tenang 😆 hehehehe. Dan setuju, bahkan investor saham di Indonesia nggak ada 1% yah ~ semoga one day, akan semakin banyak yang mau belajar finansial, karena dengan begitu, bisa semakin sejahtera 😁

      Agree, sebisa mungkin saat sudah mulai kerja, teman-teman muda bisa start belajar investasi agar uang gaji yang diterima dapat dialokasikan dengan lebih baik dan berkembang 😍 ~ harapan saya, pelajaran finansial ada di sekolah. Penting banget soalnya.

      Kalau saya sekarang fokus di reksadana, saham dan emas untuk liquidnya. Thank God ada banyak website tempat saya bisa belajar dari yang awalnya buta 😆 hehe. Semoga Dana Darurat mas Nugie segera terkumpul sesuai harapan, dan semoga kita semakin banyak cuannya. Semangat, mas! 😍

      Delete
  17. oh this is interesting, I live in Indonesia and would love to try this. my friend introduced me to forex but I wasn't really convinced. thanks the the infos ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. I think you should not trying forex 😁 -- in my opinion, mutual funds or buying stock will be more better for us. Because it's more safe compare to forex hehehe 😆

      My pleasure, Mr. Kim 😉

      Delete
  18. Kenapa tulisan kita samaan bahas investasi ya mbak, hihi. Jujur saja aku nggak begitu bnyk paham investasi nih. Sempet tertarik sama saham, suami kurang nyaman, sempet sama emas, akunya yg kurang srek. Mash nabung di lemabaga semacam koperasi gt aja sih sama reksadana di bank. Makanya, aku mengalihkan tulisan investasi dengan investasi yg lain.

    Resiko ini memang yang perlu dipertimbangkan ya kalo urusannya sama investasi. semakin besar profit ya besar juga resikonya. aku belum siap sama resiko nih, pengennya untung ajaaa gitu, hahaha

    Tapi mgkn memang perlu dicoba yaa. Biar tahu pahit manisnya dalam investasi gt

    ReplyDelete
    Replies
    1. Topik kita sama-sama investasi ya, mba 😍 hehe. Menurut saya apa yang mba Ghina bahas sangat bagus, karena itu proses pertama yang perlu dilakukan sebelum terjun pada investasi yang sebenarnya. Yaitu kita harus fokus investasi otak, alias mempelajari terlebih dahulu sebelum akhirnya melakukan 😁

      By the way, kalau mba Ghina belum siap sama resiko besar, better pilih yang moderate seperti Deposito atau SBN dan RDPU yang kemungkinan anjloknya sangat kecil, mba 😁 meski ratenya juga nggak banyak, however lumayan untuk dijadikan pilihan 😉

      Delete
  19. Selama ini aku beli Reksadana lwt bank tempat aku nabung mba. Kebetulan di HSBC dpt RM yg bagus dan bisa diandelin untuk urusan managing Investment, kebanyakan aku serahin kedua :D. Walopun dia ttp ngsih tau aku dulu kalo mau muter2in duitku :D.

    Sama nih kita, profile risk nya yg paling tinggi. Tp aku biasa nyebutnya speculative kalo di HSBC. Cm kalo pak suami beda Ama aku. Dia cendrung Balance, ditengah2. Tp Krn dia nyerahin semua urusan investasi, Yo wis ikutin Mauku ajaa ;p.

    Tp aku pengen sih download aplikasi bibit ini. Ntr ah, mau coba liat liat dulu. Yg paling penting aku mau tau fee pembeliannya. Krn kalo di bank biasanya dpt fee rendah kalo beli dlm jumlah banyak. Kalo di BIBIT LBH murah, ya kenapa gaaa :D. Yg ptg cuan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena mba kerja di bank dulunya, jadi enak bisa ketemu sama RM yang bagus dan oke punya yah 😍 hihi. Saya pribadi belum pernah beli lewat bank, mba. Selama ini belinya lewat Bibit, dan untuk saham pakai Indopremier 😂

      Sebetulnya saya investor agresif cuma masih main aman alhasil yang dibeli semua bluechip hehehe. Saya belum berani beli saham gorengan untuk trading, takut bukannya untung yang ada buntung ðŸĪŠ -- nah di Bibit sendiri saya hanya beli RDPU sekarang. Hehe. Iya mba, silakan ceki-ceki dulu apps-nya atau instagram dan website mereka 😍

      Semangat cuan, mbaaa 😆

      Delete
  20. Wah, ini mencerahkan. Makasih ya atas sharing nya. Jadi makin ingin segera berinvestasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, mba Agustina 😁
      Terima kasih kunjungannya 💕

      Delete
  21. Habis baca ini saya jadi tertarik buat coba Bibit, Mbak Eno. Makasih untuk postingannya. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mas, terima kasih sudah baca 😍

      Delete