For Granted | CREAMENO

Pages

For Granted

Gue ini, kadang, karena nggak mau repotnya, jadi sering take si kesayangan for granted πŸ™ˆ Padahal gue tau, nggak seharusnya gue berlaku demikian, tapi entah kenapa suka kelepasan 🀣 Contoh, gue yang kelamaan duduk dan merasa pegal, tiba-tiba panggil dia untuk minta tolong ambil air mineral πŸ˜† Dia tipe yang kalau gue minta tolong pasti segera dilakukan, saat itu juga, nggak pakai entar-entar, tapi sebaliknya... gue beberapa kali mengentarkan permintaan dia πŸ˜…

Dilain waktu, gue minta dia lap wastafel setelah dia pakai karena gue nggak suka wastafel basah. Gue bilang, "Hon, habis pakai wastafel jangan lupa dilap." and since then, dia nggak pernah lupa lap wastafel setelah gosok gigi, cuci muka even cuci tangan yang kalau dilihat... basahnya nggak terlalu banyak πŸ˜… -- Gue jadi berpikir, kenapa dia ekstrim banget, meski gue merasa senang 🀣

Terus, gue iseng tanya, menurut dia, cara untuk buat pasangan bahagia versi dia itu bagaimana? Dan dia bilang ada dua, "Pertama, jangan lakukan sesuatu yang sudah jelas dilarang pasangan. Dan dua, segera lakukan apapun request yang diminta pasangan selama masih masuk akal." πŸ™ˆ ---- However, ada base rules dari dua cara di atas, yaitu disaat kita punya pasangan yang mau mendengarkan dan melakukan apapun ucapan kita, jangan take them for granted πŸ˜†

Which is kinda slap my face! Iya, gue ketampar karena kadang (kalau nggak mau dibilang sering) gue suka minta tolong dia ini itu sebab gue tau dia pasti melakukannya *nggak tau diri luuuh!* dan gue jadi merasa bersalah ~ One day, gue tanya dia, kenapa dia nggak pernah reject request gue? Kenapa dia nggak berpikir kalau gue hanya take him for granted?

Dan jawaban dia, selama ini dia nggak pernah berpikir gue take him for granted, yang dia pikir adalah saat gue minta tolong itu artinya gue perlu ditolong. Jika, pada akhirnya gue merasa take him for granted, then it's my fault, yang artinya gue yang harus berubah while dia nggak akan berubah, dia akan tetap mau menolong gue kapapun gue butuhkan 🀧

Dari situ gue belajar untuk lebih menghargai keberadaan dia... dan nggak semena-mena hanya karena dia selalu 'ada' πŸ™ˆ Walau gue akui, prinsip yang dia pegang sangat sukses membuat gue bahagia bahkan kadang membuat gue lupa diri bahwa nggak seharusnya gue berlebihan ~ Well, bagaimana nggak lupa diri kawan, kalau setiap kali gue minta sesuatu langsung dilakukan, kalau gue larang pun didengarkan. Yang ada gue jadi lepas kontrol, kan? *ditimpuk pembaca* πŸ˜‚

🐰🐰🐰

Jujur, gue malu sebab gue beberapa kali sewot ketika diminta tolong meski akhirnya gue lakukan hahaha. Heran, kenapa buang tenaga pakai sewot segala kalau ujung-ujungnya tetap dikerjakan πŸ₯΄ ---- mungkin itu alasan dia nggak pernah sewot karena dia tau, sewot nggak ada gunanya πŸ˜‘ Better kerjakan cepat dan selesaikan cepat, tanpa harus buang energi percuma 🀣

Eniho, gue nggak tau ini tulisan apa. Maaf kalau nggak jelas ~ πŸ™ˆ Gue hanya ingin menyimpan kenangan sebelum lupa, dan sebelum gue menyesal sudah take him for granted dalam waktu lama πŸ˜‚ Wk. Kalau menurut teman-teman, cara membuat pasangan bahagia versi teman-teman bagaimana? Yuuk, share. Siapa tau kita bisa saling belajar dan upgrade kualitas hubungan yang kita punya bersama pasangan dengan belajar dari pengalaman satu sama lainnya 😍
---------------------------------------------------------------------------------------
Sorry, no English translation for this post.
Kindly check the Indonesian version.

---------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------
Sorry, no Korean translation for this post.
Kindly check the Indonesian version.

---------------------------------------------------------------------------------------

50 comments:

  1. Kakak, kesayangan Kakak kenapa pemikirannya selalu bijaksana? Apa makanannya sehari-hari sampai bisa membuat pemikirannya jadi bijak banget? πŸ˜‚

    Cara membuat pasangan bahagia versiku juga kurang lebih sama. Dengan memberikan apa yang sedang ia mau. Misalnya, si doi lagi pengin makan spagethi, aku ajak pergi makan spagethi atau aku masakin. Atau doi lagi nggak mood, aku beri doi ruang untuk sendiri dulu. Hal-hal kecil seperti itu bisa membuat pasangan lebih bahagia tentunya, kan πŸ™ˆ. Tapi ada juga yang aku nggak bisa turutin, misalnya dia pengin kursi gaming yang harganya 5juta, ya nggak bisa aku beliin 🀣 mahal bukkk, mana duduknya cuma bisa sendiri aja Wkwk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin dia terlalu cepat tua, karena masuk army-nya diusia muda 🀣 -- alhasil dipaksa lihat realita dunia yang keras secara kontan πŸ˜…

      Wahahaha, kalau mau duduknya berdua, pakai kursi sofa Liaaaa πŸ˜‚ -- main game di atas sofa, nah puas deh tuh duduk berdua 😝 By the way, jangan lupa catatan di atas "kalau masuk akal" which means apabila nggak masuk akal, jangan dilakukan πŸ€ͺ hehehehe.

      Dan setuju sama Lia, even untuk hal kecil berupa waktu, kalau memang sedang butuh sendirian, beri saja selama itu bisa buat dia senang. Toh kalau memang pasangan adalah prioritas baginya, dia akan keep in touch tanpa diminta 😁 lagipula setiap manusia butuh ruang πŸ™ˆ

      Langgeng selalu ya, untuk Lia dan pasangan πŸ˜πŸ’•

      Delete
    2. Eno sehari-hari makan keju mulu, makanya wise .
      Eh bentar, apa hubungannya keju apa wise ya?
      Apakah dengan ini keju kraft bakalan mau endorse kita?









      *Kabooorrrrrr, setelah ngintip dan nanti aja komennya wakakakakakak

      Delete
    3. Hahahahaha apa hubungannya dengan keju, mba? πŸ˜‚
      Amiiiiiin semoga Keju Kraft mau endorse kita kitaa 😍

      Delete
    4. Ooh gitu ya Lia.. Ohh saya baru tahu loh bagusnya seperti itu..#manggutmanggut...

      Terima kasih untuk infonya.. nice sharing..#keplakketularanspammer

      :-D :-D

      Delete
    5. Sejujurnya ini juga yang pertama kali muncul dikepalaku kak Eno. Kesayangan kakak makan apa bisa sampe bijaksana terus kayak giniπŸ˜‚ wkwkwkw.

      Delete
    6. Wuaa udah masuk army di usia muda, itu bs jd salah satu pembentuk mindsetnya yg positif yaaa..

      Dr bbrapa postingan Mba eno, termasuk pengalaman for granted ini, aku mikir si kesayangan nya Mba Eno tipe yg berpositif thinking selalu yaaa.. seperti dia membantu krna memang berpikiran positif sama sekali ga terbersit for granted.

      Semoga hal2 positif itu jg bs nular ke orang2 yg baca cerita ini ya Mba eno πŸ’–πŸ’–

      Delete
    7. Mas Anton: iseng bangettt meledek Lia 🀣

      Delete
    8. Awl: Dia makan normal sama seperti kita, sayang πŸ˜‚

      Delete
    9. Mba Thessa: Sepertinya iya mba, karena masuk army dari usia muda, jadinya mindset dia sudah terbentuk dari awal kalau hidup keras, kalau nggak ada cara instan untuk sukses and bla blanya πŸ˜†

      Kalau soal berpikiran positif, mungkin bisa jadi iya mba, dibanding saya yang sempat kena quarter life crisis (contohnya), dia ini nggak melewati masa QLC seperti saya πŸ™ˆ -- jadi hidupnya balance 😁

      Amiiiin, mbaaa 😍 terima kasih sudah membaca. Hugs πŸ’•

      Delete
  2. Aku juga begitu, alasannya cuma karena ga mau ribet aja kalo dibantah karena kalo dibantah atau ga diikuti kemauannya,, pada akhirnya aku juga yg baik-baikin. hahaha..
    jadi, memang jauh lebih mudah untuk mengikut apa yg diminta atau ga ngelakuin yg dilarangnya,
    you know... life is easier when your wife is happy, haha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaha persis pemikiran dia. Katanya kalau dibantah, menolak dan sebagainya, dia akan double usaha dan waktu serta tenaga akan terkuras lebih banyak sebab dia tau, ujungnya dia tetap perlu melakukan request yang saya minta. That's why, setiap saya minta tolong, langsung dia kerjakan, biar cepat kelar πŸ˜‚

      I know 😝 semoga happy selalu bersama pasangan ya, Dy 😍

      Delete
  3. hahaha.... you too, kak!

    ReplyDelete
  4. Baca-baca ginian jadi senyum-senyum sendiri...bibirnya senyum, otaknya tetap mikirin hal yang berhubungan dengan yang ditulis mbak eno..hahahaa

    Yang poin pertama bisa dijabarkan menjadi, daripada pasangan ngomel-ngomel mendingan ga usah dilanggar. Khan malah lebih capek kalau dengerin pasangan ngomel² dibandingkan tidak melakukan hal yanh dilarang. Kami memilih untuk mengalah agar semuanya tetap nyaman. Ga perlu berisik...wkwkwkk
    🀣🀣

    Emang sih yaa mbak, yang ganteng, yang baik, yang manis, bakal kalah sama yang selalu ada...hahahaha

    Makasih untum ceritanya mbak eno..hehehhe 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan terlalu dipikirkan mas, nanti pusing kepalanya πŸ˜‚

      Betuuul itu, lagipula yang dilarang bukan sesuatu yang merugikan. Semisal dikasih tau jangan taruh handuk sembarang, begini dan begitu pasti tujuannya untuk kebaikan 😝 *biar rumah rapi misalnya* hahahaha. So, daripada melakukan sesuatu hal yang sudah jelas dilarang terus kena omel, better dari awal ikuti saja aturan yang ada demi kenyamanan bersama 😁

      Nah itu mas Rivai tauuuu, kalau yang ganteng selalu kalau sama yang ada, tapi kalau bisa dapat ganteng, baik, manis dan selalu ada, why not, kan? 😍 Siapa tau mas Rivai bisa jadi versi ganteng, baik, manis dan selalu ada untuk pasangan mas Rivai tercinta πŸ˜† -- semangat mas, keep giving your best, let God care the rest. Tsah! πŸ™ˆ

      Sama-sama mas, terima kasih sudah baca 🀭

      Delete
    2. Ternyata permasalah handuk juga ada di mbak eno. Kirain cuma di rumahku. Akhirnya yaa abis mandi lsg dijemur aja handuknya. Daripada kena omel karena masalah handuk...wkwkwkwkk

      Pasanganmu ganteng, manis, dan kaya. Tapi sayang, ga selalu ada..hahahaha
      Iyaa mbak eno...makasih banget untuk doanya πŸ˜†

      Aah..kalimat itu yang selalu diingat 😍😍

      Tdurnya jangan malam2 mbak eno. Masa balasi komen sampai dinihari 🀣🀣

      Delete
    3. Hahahaha di rumah saya nggak ada permasalahan handuk mas, tapi kalau kaos kaki pernah ada sebab lupa taruh laundry bag πŸ˜‚ Wk.

      Sama-sama mas, semoga bisa selalu jadi pasangan yang ganteng, manis, baik, kaya dan selalu ada untuk kesayangannya, mas 😍 By the way, saya masih blogwalking pelan-pelan jadi belum tidur.

      Selamat istirahat, mas πŸ˜πŸ‘

      Delete
  5. Tiap kali Mbak Eno update si kesayangan, auto keinget si partner, kangeeenn!! XD

    Ada beberapa hal yang biasanya aku lakukan supaya dia happy:
    1. Tanggap tiap kali dia manja. Langsung sigap kalau dia minta aku stay for a minute buat nemenin dia, kecuali kalau ngantuk, tidooorr! XD
    2. Membiarkan si partner punya me-time di tiap hari Minggu, walaupun sebenernya ini menyiksa banget, karena kangen, haahaha. Tapi demi kebaikan dan kesehatan mental dia, jadi aku yang menahan diri.
    3. Tidak melanggar privasinya.
    4. Memberi kejutan. Salah 1 kejutan yang aku kasih itu tulisanku. Waktu Mbak Eno update milestone, aku juga membuat versiku untuk dikirim ke si partner. Waktu dia baca, dia seneng banget. Ini kudunya bilang makasih sama Mbak Eno, karena ngasih inspirasi kejutan buat si partner.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cieeeeeh, ada yang kangen pasangannya niiiih 😝

      Wuiiih kalau di-list ternyata ada banyak mbaaaa 😍 Terima kasih untuk share-nya, saya jadi ikutan belajar dari pengalaman mba, untuk bisa diaplikasi ke hubungan saya bersama si kesayangan πŸ˜†

      By the way, saya yakin pasangan mba Pipit happy banget bisa dapat kejutan berupa sebuah tulisan manis dari lubuk hati terdalam yang mba Pipit berikan khusus untuk dia 😁 -- kalau begitu, tolong sering-sering tulis soal mba dan si kesayangan mba yah 😍

      *salam dari pembaca blog mba* *tunjuk diri sendiri* hahaha 🀣

      Delete
  6. Membuat pasangan bahagia dengan cara yang sangat manis nih.
    Tapi emang bener sih, yang ganteng, kaya, menarik itu akan selalu kalah ama yang selalu ada.

    Btw, saya setuju tuh, ngerjain sesuatu dengan ngomel bukan bikin kerjaannya jadi cepat selesai, tapi bikin abis tenaga doang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau mas Rudi versi yang mana? Selalu ada, nggak? 😍

      Iya mas, that's why, nggak ada gunanya mengomel, nanti habis tenaga kita hahahahaha. Baiknya apabila bisa, langsung kerjakan saja πŸ™ˆ

      Delete
  7. Jadi ingat beberapa waktu lalu aku juga sempat ngomong tentang hal ini yaa, Mba Eno πŸ™ˆ

    Terkadang aku juga merasa terlalu nyaman, karena minta apa-apa ke pasangan pasti langsung dilakukan. Sesimpel minta tolong gosokin tangan yang lagi gatel karena eksim pun dijabanin sama doi sampe ketiduran 🀣 sebaliknya, aku juga sama kayak Mba Eno, masih suka menggerutu *sedikitttt* kalau dimintakan tolong sama pasangan πŸ˜‚

    Kalo versiku untuk bikin pasangan bahagia ada beberapa, Mbaa. Misalnya, cook his favorit dishes, kasih dia waktu untuk me-time, membiarkan dia bangun siangan di hari Minggu dll. Bersyukurnya pasangan bukan tipe yang neko-neko, he appreciates every little thing I do for him. Gara-gara ini aku sempat pengen bikin big surprise gitu buat dia, tapi ujung-ujungnya nggak jadi karena dia bilang sendiri nggak suka hal-hal kayak gitu πŸ˜‚

    Eniwei, prinsipnya kalau sama-sama sayang, harusnya permintaan apapun tidak akan terasa seperti doing chores, yaa. Karena pada dasarnya kan sayang (sama bucin beda tipis wkwkwk), jadi nggak boleh ada perasaan "gue lebih berkorban daripada elu" πŸ™ˆ (ini ngomong ke diri sendiri juga sih hahahaha)

    Thank you for writing this post, Mba Eno! Bahagia selalu dengan si kesayangan ya πŸ€—





    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Janeeee πŸ˜†πŸ’• Wih sama kita mba, kadang saya suka keterlaluan minta di-puk-puk atau dipijat tangannya sampai ketiduran 🀣 -- herannya kenapa kita selalu ada fase menggerutu saat diminta tolong balik yah. Memang dasar, kebiasaan cerewet sepertinya πŸ€ͺ

      By the way, kata si kesayangan, the best gift for him itu me time, most likely, para pria punya pendapat senada, bisa dikasih me time walau sejenak rasanya seperti dikasih hadiah besar πŸ˜‚ -- untung keinginan pasangan kita nggak aneh-aneh dan mereka sangat appreciates hal-hal kecil yang kita berikan. Mungkin mereka sadar, hal terindah itu kalau kita selalu 'ada' untuk mereka πŸ€—

      Oh sepertinya kata bucin ini bisa dijadikan prinsip harmonis dalam hubungan antar pasangan. Seandainya ke dua manusia bucin, seru banget, jadi sama-sama giving their best 🀣 -- cuma realitanya, salah satu dari dua manusia, pasti lebih tertarik 'dibucinin' daripada 'ngebucin', alhasil keenakan karena apa-apa dituruti pasangan πŸ˜…

      Terima kasih mba sayang, doa yang sama untuk mba πŸ˜πŸ’•

      Delete
  8. Selalu suka baca cerita Mba dan Si Kesayangan. Unyu dan sweet abis hhhaa..

    Kalau menurut aku, saling mendengarkan dan perhatikan sikon juga. Kalau dia maunya ini dan selama itu bisa di wujudukan ya coba wujudkan. Kalau ternyata tidak, kompromi dan cari cara tengahnya. Contoh saat ini nih, Si Koko uda punya 15 ekor cupang πŸ™ˆ kami kan masih di apartment, otomatis ga punya banya space untuk naroh barang. Akhirnya aku membereskan semua barang di buffet TV. Tadinya di buffet TV ada beberapa keranjang yang berisi barang seperti gunting, kunci mobil, charger, dll. Semua aku bereskan dan pindahkan. Kebetulan TV kami itu uda di gantung. Jadi bagian bawahnya emang buat taroh barang-barang yang sering di gunakan. Akhirnya tempat tersebut menjadi tempat buat naroh toples ikan cupang.

    Awalnya aku sebel kalau berantakan, cuma dia happy ngeliat ikan-ikan itu. Aku pun lama-lama jadi happy karena sambil nonton bisa lihat ikan. Jadi yaa aku belajar untuk kompromi dengan hobi baru yang dia sukai juga. Karena nonton The House Detox, akhirnya aku bisa rela untuk membuang barang-barang yang sudah tidak di gunakan. Kalau pakaian rencana akan aku sumbangkan cuma belum nemu tempat yang cocok lagi.

    Makasih yaa Mba Eno atas segala serba serbi cerita seputar kehidupan. Aku pun jadi belajar dari kisah Mba dan Si Kesayangan hhhee...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, perlu selalu lihat sikon, semacam peka kali yaaah. Hehehe. Kita perlu tau kira-kira apa yang pasangan harapkan dan inginnya. Just like what mba Devina did to support pasangan mba dalam melakukan hobinya pelihara ikan Cupang πŸ˜† Koko-nya pasti happy bisa dapat area khusus para ikan berenang hehehehe, tapi kaget ugha saya, sekarang sudah 15 ikannya 😱🀣

      Mba Devina menonton House Detox? Waaah. Asik dong jadi bisa mengaplikasi beberapa tips ke dalam rumah mba. Dan proses letting go itu bisa membuat hati kita lebih lepas akhirnya. Semoga mba Devina bisa melalui proses tersebut dengan lancar 😍

      Sama-sama mba, terima kasih sudah baca πŸ˜†πŸ’•

      Delete
  9. Membuat pasangan bahagia versi aku apa yah? (Kemudian baru ingat bahwa aku nggak punya pasangan hahahaha).

    Anggap aja pasangan itu adalah orang yang aku sayang dan cara aku membahagiakan orang yang tersayang mama, sahabat, kakakku, siapapun adalah aku suka ngasih kejutan kecil, nggak ada angin nggak ada hujan aku kasih kado kecil versi aku, atau kalau mereka lagi sedih aku suka diam-diam meluk, atau aku bikinin telur dadar (karena cuman bisa masak ini dan enak hahaha) nanti aku hias bikin "eat me, please".

    Kalau dirumah aku suka nyuci piring cause si mamak selalu tension kalau ada piring kotor, jadi aku selalu usahain gada piring kotor karena dirumah cuma kami berdua, tapi aku lebih sering ngeselin dari pada nyenengin gimana dong mba, hahahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biarpun sekarang belum punya, it's okay, nanti bisa dipraktekan kelak. Apalagi mba Sovia sudah punya teorinya, bahkan detail bangettt sepertinya 😍 hehehe. Dan setuju, persoalan berusaha membuat seseorang bahagia itu nggak hanya untuk pasangan. Bisa pula untuk orang tua, saudara, bahkan teman atau sahabat πŸ˜†

      OMG mba Sovia sweet bangetttt, buat telur dada pakai tulisan, yang dikasih telurnya jadi nggak tega mau makan sepertinya. By the way, telur dadar itu salah satu menu yang saya PD buatnya πŸ˜‚ -- meski sederhana, kalau enak tentu membuat yang makan bahagia 😝

      Ummmm bicara mengenai cara menyenangkan orang tua, mungkin selain cuci piring dan hal-hal trivial lain, bisa dengan lebih ekspresif mengungkapkan perasaan 🀣 Ibu sama seperti manusia pada umumnya, ingin disayang, baik oleh pasangan dan anak-anaknya. Why not untuk membuat senang beliau dengan ekspresif akan perasaan kita πŸ™ˆ -- saya nggak tau jawaban apa yang tepat, tapi saya pribadi dari dulu sering lakukan hal itu ke Ibu saya mba and thankfully beliau suka πŸ˜‚

      Delete
  10. Co cuiit dah... :-D :-D

    Dah ah komentarnya itu ajah kali ini. Saya masih terlalu muda untuk bahas yang beginian.

    Jadi mau dengerin ajah..:-D :-D sambil bacain komentar pembaca yang lain, yang tidak kalah serunya.

    Terima kasih pembelajarannya Kak Eno..

    Langgeng yah dengan si kesayangan biar bisa terus berbagi cerita...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahahaha iya mas Anton masih terlalu muda 🀣
      Muda bangettt, sepertinya kita seumuran, mas 😝

      By the way, terima kasih sudah baca ocehan saya πŸ™ˆ
      Doa yang sama untuk mas Anton dan mba Hes, yah ~

      Delete
  11. Kalau menurutku cara membuat pasangan bahagia adalah dengan memberi apa yg dia butuhkan, kurang lebih sama prinsipnya dengan apa yang kak Eno ceritakan di atas😁

    Sesederhana memberikan waktu senggang kalau pasangan lagi pengen main game, atau ngeyutub tanpa harus diganggu sama chat dari aku, wkwkw. Apapun yang aku butuhkan, harus aku berikan juga ke pasangan—asal sesuai dengan konteksnya, *nggak mungkin kan kalau aku lagi butuh kerudung baru, aku belikan dia kerudung baru juga, wkπŸ˜†. Karena aku anaknya suka me time, jadi hal-hal kecil semacam waktu inilah yang sangat jadi concern. Sebab walau bagaimana pun, di luar pasangan, kita adalah makhluk individu yang perlu untuk terus berkembang dan merefleksikan diri sendiri tanpa ada intervensi dari orang lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asyiiiiik, kita sama dong Awl 😍

      Betuuul, waktu senggang a.k.a me time itu penting untuk diberikan pada pasangan. Agar mereka bisa fokus sama diri mereka sendiri, dan punya energi untuk menggapi kita ke depannya 🀣 Dan iya, kita perlu pelan-pelan usaha memberi yang terbaik ketika kita berharap diberikan yang terbaik, seperti contoh yang Awl tuliskan 😁

      Semoga Awl langgeng dengan pasangan, yah 😍
      He is lucky to have Awl in his life. Much love πŸ’•

      Delete
  12. Menurutku sih, si kesayangan kak eno would do anything buat kak eno because of love. And i believe you'll do the same thing.
    Ngelakuin atau mewujudkan permintaan pasangan emang karena love dan care. Itu aja.

    Aku pernah nanya sama pasangan, naha sih suka pisan klo aku udah nge wa minta beliin ini itu? Dia jawab, " aku seneng klo bisa pulang berhasil bawa pesanan istri terus istrinya tersenyum lebar, adem rasanya"

    Mungkin seperti itu kali ya kak eno, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yep, sepertinya itulah alasan mendasar kenapa kita mau melakukan sesuatu untuk seseorang yang penting dalam hidup kita, yaitu karena cinta. Entah itu pada pasangan, ortu maupun sahabat 😍

      Jawaban pasangan mba Eka mewakili apa yang para pria pikirkan, karena mereka lebih suka menunjukkan cinta dengan action, jadi mereka merasa senang kalau bisa berhasil bawa sesuatu especially pesanan yang di rumah πŸ˜† ehehe. Langgeng ya, mba πŸ’•

      Delete
  13. Aku sama dg mas Anton, mau baca komen2 yg bagus3 ajah dari man teman blogger.....

    Indah2 banget......
    Seneng mbacanya..
    Yg pasti, aku doakan semoga
    mba Eno n kesayangannya
    happy always, pun teman2
    blogger....πŸ’•

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak boleh.. nggak seru.. bagian baca itu bagian saya Ika...#geserjauhan...:-D

      Untuk Ika juga, semoga hepi selalu dengan pasanganmu yah..

      Delete
    2. Terima kasih mba Ike, doa yang sama untuk mba, yah 😍
      Semoga mba bisa selalu happy bersama pasangan tercinta πŸ’•

      Delete
    3. Mas Anton ini macam pawang, bagian baca 🀣

      Delete
  14. dua paragraf terakhir, yaitu dimana kesayangannya mb eno ga pernah sewot karena akan buang buang waktu dan percuma, aku jadi teringat semboyan "kerja cepat, kerja tepat, kerja cerdas" :D
    emang bener kalau kerja pake sewot nggak bakalan selesai selesai, ya kerja cerdas itu tadi yang bener hehe

    cara buat pasangan bahagia, sesekali biarkan dia bersenang senang dengan hobinya, kadang kan ada yang mengekang tuh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semboyan yang bagus mba Ainuuuun 😍

      Setuju, baiknya prinsip kerja cepat, tepat dan cerdas diberlakukan dalam hidup kita, biar nggak buang-buang waktu dan tenaga πŸ˜‚

      Yep, mengekang memang nggak sehat untuk hubungan jangka panjang, karena bisa membuat seseorang merasa nggak punya dunia personal. Padahal setiap individu itu merdeka though mereka adalah pasangan kita. Dan tentu mereka butuh bersenang-senang dengan hobinya. Selama positif dan nggak sampai lupa waktu, why not, kan πŸ™ˆ -- biar kita bisa fokus dengan hobi kita ugha hahahaha 🀣

      Delete
  15. Jujur semakin banyak Eno membagikan pola pikir kesayangannya, semakin saya terpacu untuk menjadi pribadi lebih baik, untuk diri saya sendiri aja dulu.

    Sebenarnya asyik banget loh jadi orang kayak kesayangan itu, pokoknya lakukan aja tanpa berharap balasan, semua itu bakal balik kok ke kita :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semua dimulai untuk diri kita sendiri dulu ya, mba 😁 Menjadi pribadi yang lebih baik sambil berharap orang-orang di sekitar kita ikutan πŸ˜†

      Betul mba, senangnya hidup tanpa pamrih, mungkin itu alasan kenapa dia selalu senang dan jarang sedih hahahaha. Beda banget sama saya yang kadang masih suka sewot sendiri 🀣

      Delete
    2. Hi,
      I'm so glad to see you visited my blog and left such kind comment.

      Thanks for your support on COVID-19 outbreak. It's very dangerours, as it may affect, firstly, our health and, secondly, our economic system ... unfortunately, unemployment and public debt have been rising since early 2020.

      Regards from Italy

      Delete
    3. Hi, nice to know you, Giorgio 😁

      Yes, COVID-19 is really dangerous. I do wish it will end soon, so we can recover from the effect that we got. Stay healthy and safe, always.

      Regards, from Bali πŸ˜‰

      Delete
  16. Si kesayangan-nya mba Eno tampak selfless sekali, ya... :)

    Terima kasih sudah berbagi mba... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Hichaaa apa kabarrr? Sudah lama nggak bersua 😁
      Terima kasih sudah baca tulisan saya yaaa, mba πŸ˜πŸ’•

      Delete
  17. Kalo dipikir2 iya juga yaa. Mungkin bbrp kali kita tanpa sadar ngelakuin itu ke pasangan. Menganggab itu memang udh tugasnya dan jd berkesan tidak menghargai ato mensyukuri lagi. Sesekali aku juga gitu, suami pun mungkin kdg begitu :p.

    Reminder juga buat aku supaya kedepannya LBH menghargai apa yg dia kerjakan walo mungkjn sepele dan memang udh kewajiban.

    Caraku utk bikin bahagia pasangan, sbnrnya ga susah. Apalagi Raka itu slalu bilang, dia bukan tipe yg neko2. Sebagai orang solo dia terbiasa nrimo istilahnya, syukuri apa yg udh ada. Pernah dia bilang ke aku, dia udh sangaaaat seneng kalo aku mau bikinin teh manis anget aja tiap pagi, dan LBH sabar Ama anak2 :D. Udh bahagia luar biasa buat dia :D.

    Bikin teh okelah gampang. Tp sabaar ke anak2 ini hahahahahah. Msh blm lulus aku. Tapi demi nyenengin dia, aku mau kok ttp usaha LBH sabar dan LBH keibuan :p. Krn jujur aku memang ga keibuan samasekali .

    Kalo kebalikannya, aku prnh bilang jg ke Raka hal yg bisa bikin aku bahagia apa. Simple, diksh kesempatan utk bisa jalan hanya berdua dia tanpa anak2 ikut, aku bakal sangat bahagia :p. Akhirnya dia setuju sih, utk arrange waktu liburan berdua aja, walopun akhirnya sepakat di waktu seminggu. Jgn LBH, Krn dia paling ga bisa ninggalin krucils :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama kita hobi begitu, saling nggak sadar and take for granted pasangan kita mba πŸ™ˆ hehehe. Iya, semoga kita bisa lebih menghargai usaha pasangan kita dalam membahagiakan kita, yang kadang luput dari penglihatan hehehehe 🀣

      OMG mba Fanny, setiap baca komentar-komentar mba Fanny, saya berasa jadi lebih kenal bagaimana karakter mba Fanny dan sedikit banyak ternyata saya punya kemiripan sama mba πŸ˜† Saya tau banget susahnya jadi keibuan dan sabar, meski saya belum pernah, tapi membayangkannya saja sudah susah mba ~ hehehe. However, yang penting tetap berusaha menjadi yang terbaik versi kita. Semangat, mbaaa 😍

      Semoga mba dan pasangan bisa kompak dan bahagia selamanya πŸ’•

      Delete
  18. Hm... Kalau dari kasus-kasus yang diceritakan di atas, saya lihat mungkin kesayangannya Mbak Eno nggak merasa being taken for granted, Mbak, tapi merasa pasangannya lagi pengen manja aja. :D Tapi, asmara antara dua orang kadang saya rasa lebih kompleks dari relasi 7,5 miliar orang di dunia. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha sepertinya iya mas, dia tau sayanya lagi ingin dimanja, mungkin karena itu nggak pakai banyak omong langsung dilakukan πŸ˜† Terima kasih sudah kasih POV mas, saya jadi paham πŸ˜‚

      Delete