Kurumi | CREAMENO

Pages

Kurumi

Ada satu yang hilang saat Corona 🀧 Gue nggak bisa panggil abang vacuum tungau langganan yang biasanya sebulan sekali mampir ke rumah untuk memberantas para tungau di kasur agar gue bisa tidur nyenyak πŸ˜… ----- Teman-teman mungkin tau jasa vacuum tungau yang terkenal di luaran, karena gue rasa hampir setiap kota ada, dan semenjak gue tau nikmatnya tidur di kasur yang habis di-vacuum, gue jadi ketagihan dan memutuskan berlangganan. Eniho, gue langganan sudah beberapa tahun ke belakang karena puas dengan hasilnya 😍 hahahaha.

Memang terasa beda? In my case, iya. Kulit gue sensitif, jadi saat gatal, gue langsung parno, apa di kasur gue ada tungaunya (?). Fyi, gatal akibat tungau / debu dan gatal akibat digigit nyamuk itu beda. Karena itu gue rajin ganti seprai dan vacuum tungau, even gorden, bantal dan karpet gue usahakan rutin masuk laundry-an πŸ™ˆ Hingga akhirnya Corona muncul tanpa diundang dan satu hal yang paling gue kawatirkan adalah nggak bisa vacuum tungau entah sampai kapan! 😰

Gue sempat browsing harga vacuum tungau yang biasa digunakan abang langganan, ternyata mahal, maaaaak! Around 30 juta rupiah πŸ€ͺ -- Nggak habis akal, gue coba cari brand vacuum lain siapa tau ada yang bagus untuk memberantas tungau dan debu kecil agar gue bisa mimpi indah πŸ˜‚ Long story short, setelah browsing pagi siang malam, gue memutuskan coba KURUMI KV 01 (which is vacuum kasur yang katanya bisa angkut semua tungau dan debu-debu laknat) 😝

KURUMI KV 01
Penampakan vacuum KURUMI KV 01 - gold 😍

Dari harganya sendiri sangat jauh beda sama vacuum tungau abang langganan, yaiyalah, only IDR 850.000++ hahahahaha. To be honest, awalnya gue ragu, ini betulan bisa angkut tungau dan debu, kok murah? 😍 Alhasil saat vacuum datang, gue buru-buru minta mba gue untuk vacuum seluruh bagian kasur. Sebegitu excited-nya plus penasaran kasur gue akan sekotor apa 🀣 Wk.

Sebelumnya, gue kasih gambaran rumah gue dulu, bisa dibilang rumah gue nggak banyak debu (kalau dilihat-lihat), karena setiap hari dibersihkan, lantai di-vacuum, meja di-lap dan ada banyak tanaman penyaring udara 😁 Terus kasur gue setiap harinya selalu dibersihkan pakai sapu lidi, dan dulu sebelum pandemi Corona, gue selalu panggil abang vacuum tungau sebulan sekali ~ So, gue bisa makesure keadaan rumah dan kasur gue cukup bersih dan aman terkendali πŸ€ͺ

KURUMI KV 01
Tempat untuk hepa filter - rumahnya debu-debu πŸ˜‚

KURUMI KV 01
Hepa filter bagian atas, sisi ini yang ditutup tisu biar aman 😁

KURUMI KV 01
Hepa filter bagian bawah, warna biru untuk cabut hepa filter dari 'rumahnya' πŸ˜†

Nah, saat pertama kali vacuum pakai KURUMI KV 01, gue yakin debu di kasur gue hanya sedikit sampai akhirnya hepa filter dibuka dan taraaaaaaa.... debunya banyaaaaaaaak bangettt, gils 😱 Yep, foto di bawah ini debu hasil vacuum KURUMI KV 01. Mau menangis lihatnya. Shockeeeed! I mean, gue shock karena vacuum-nya ternyata ampuh angkat debu serta bunuh tungau-tungau yang ada. Whats?! Bunuh tungau juga? HO'OH! Karena di bagian bawah vacuum KURUMI KV 01 ada sinar UV untuk membunuh bakteri dan kuman 😍 mantaaaaph!

KURUMI KV 01
Debu di kasur gueeeee, yikeees! πŸ₯΄

And you guys should know, dua hari sekali sejak vacuum datang, gue selalu vacuum kasur gue dan jumlah debu di kasur gue tetap banyak πŸ₯΄ Nggak kebayang jika gue nggak vacuum sebulan atau sepuluh bulan, bisa-bisa kasur gue 80% isi debu semua πŸ˜‘ Waaw, karena puas debu hilang dari kasur dengan vacuum murah meriah (menurut gue ini murah untuk kualitas prima plus bisa dipakai dalam jangka waktu lama), gue akhirnya menulis post honest review biar teman-teman yang merasa butuh bisa segera beli sebelum kehabisan hahahahaha 🀣

Kenapa gue bilang murah~? Sebab, gue biasa bayar IDR 500.000 saat pakai jasa abang vacuum tungau langganan. Duh, membayangkan uang yang sudah gue bayar selama bertahun-tahun ke belakang dan di-vacuum sebulan sekali doang, langsung membuat gue merasa rugi banyaak 😩 While harga KURUMI KV 01 beda IDR 350.000 bisa gue pakai setiap saat! πŸ˜†πŸ’•

By the way, KURUMI KV 01 punya tiga pilihan warna, ada merah, putih dan limited edition gold 😁 Yang gold seperti punya gue, warnanya mevvah dan alatnya mudah digunakan. Hehe. Untuk kabel cukup panjang (2,5 meter sepertinya), berhubung colokan gue ada di samping kasur (atas side table) jadi gue nggak merasa kependekan ~ However, some people said kabelnya pendek in their standard. Jadi apabila teman-teman merasa demikian bisa pakai colokan tambahan. Ohya, kita akan dapat 2 hepa filter, saran gue dilapis tisu agar awet dalam waktu lama 😍

Tulisan ini gue buat karena gue puas sebagai pengguna KURUMI KV 01 selama beberapa bulan, dan sampai detik ini, gue nggak punya komplain apa-apa. I guess, it was one of the best decision I made ketika memutuskan untuk beli vacuum di Tokopedia 😁 Dan karena puas, gue jadi mau bagi satu vacuum KURUMI KV 01 untuk satu teman. Yay! Siapa yang butuh bisa merapat πŸ₯³

Caranya gampang, teman-teman cukup cerita di kolom komentar mengenai pengalaman teman-teman dalam membersihkan rumah. Biasanya, kegiatan bersih-bersih favoritnya apa? 😍 Kalau gue, seperti yang sudah sering gue bahas salah dua kegiatan bersih-bersih yang paling gue suka adalah vacuum dan lipat pakaian πŸ€ͺ -- How about you, guys? Let's share! 😍
---------------------------------------------------------------------------------------
Sorry, no English translation for this post.
Kindly check the Indonesian version.

---------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------
Sorry, no Korean translation for this post.
Kindly check the Indonesian version.

---------------------------------------------------------------------------------------

62 comments:

  1. Mba Enoooo, yaaampunnn aku tuh lagi dalam misi pencarian vacuum cleaner juga!

    Sama kayak Mba Eno, sejak corona pemakaian hand sanitizer dan cuci tangan jadi lebih sering menyebabkan kulitku yang udah kering tambah kering. Terus ditambah hormon hamil, eczema-ku sekarang nggak karu-karuan kondisinya 😭 karena nggak bisa panggil langganan sedot tungau juga, yang bisa aku lakukan cuma rutin mengganti sprei. Tapi tetap aja rasanya ada yang kurang. Soalnya pengalaman sedot tungau itu emang satifying banget. Awalnya juga aku skeptis dengan review orang-orang di sosial media, ah masa sih bisa sampai sebersih itu. Nyatanya, waktu si abang-abang membersihkan semua kasur yang ada di rumah, kasurku lah yang kotorannya paling tebal *pingsan* pantas aja eczema-ku suka meradang huhu T_T

    Btw, ini vacuum-nya mudah dipakai yaa, Mba? Terus listriknya boros nggak? XD *penting*

    Dipikir-pikir bener juga yaa. Jasa sedot tungau itu 500rb, kalau tiap bulan panggil total pengeluaran setahun untuk sedot tungau aja sudah 6,000,000 (!!!) *pingsan lagi* 😱

    Kalo ngomongin soal kegiatan bersih-bersih, yang paling aku suka itu lap-lap, Mbaa πŸ˜† pokoknya aku suka banget ngelapin tiap permukaan furnitur dan sudut-sudut ruangan. Ada rasa kepuasaan batin aja setelah kegiatan lap-lap ini wkwkwk apalagi sejak corona ini, kegiatan lap-lap semakin intens πŸ™ˆ Di rumah memang ada ART yang bantu bersih-bersih, tapi kegiatan lap-lap ini lebih sering aku lakukan karena memang suka aja hahaha

    Btw, terima kasih Mba Eno untuk review-nya! Sangat membantu πŸ₯° Si Kurumi ini kayaknya lagi hits memang di kalangan ibu-ibu sosmed, mereka ngincernya yang robot vacuum yang warnanya pink itu XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apa yang mba alami, saya alami jugaaaa. Saya kulitnya sensitif mba, that's why gatal sedikit langsung nggak nyaman πŸ˜… Dan sejak ada vacuum tungau itu, saya merasa terselamatkan. Oh ini yah rasanya tidur di awan, begitu yang saya pikirkan hahahaha πŸ˜‚ Padahal saya ganti seprai seminggu sekali mba, tapi kalau nggak di-vacuum tetap terasa beda. Thank God, ternyata ada produk KURUMI ini which is membantu sangat. Terlalu happy-nya, dua hari sekali saya gunakan mba, nggak pernah absen haahaha πŸ™ˆ

      Untuk penggunaannya sangat amat mudah, dan vacuumnya nggak terlalu besar jadi masih nyaman digunakan. Listriknya 400 watt mba ~ terus bisa bertahan 40 menitan kalau nggak salah. Habis itu akan panas, jadi perlu diistirahatkan dulu baru digunakan lagi setelahnya. Saya pribadi vacuumnya nggak terlalu lama, paling 10 menitan kelar 🀣

      Nah itu diaaa, habis beli KURUMI, saya langsung berasa rugi hahaha. Saya bayar jasa tungau 500K / bulan, mana saya langganan sudah bertahun-tahun lamanya πŸ₯΄ menyesal nggak kenal KURUMI dari awal, hahahaha. Paling next time tetap pakai vacuum tungau hanya tiga bulan sekali dan untuk hariannya dialihkan ke KURUMI agar lebih hemat 😍

      Lap-lap dan lihat debu terangkut rasanya pasti puas ya, mba πŸ˜† Memang kegiatan bersih-bersih itu selalu menyenangkan ~ hehehe. Oh I know robot vacuumnya pernah lihat, cuma saya pakai yang lain jadi nggak beli yang KURUMI punya. Sebetulnya saya tetap prefer vacuum yang dipegang biar sekalian olahraga soalnya, lumayan bolak-balik ruangan πŸ˜‚

      Delete
  2. Tungau kalo ngga salah dalam bahasa Jawa itu tinggi ya mbak, kutu kecil di kasur yang kadang gigit kalo kita tidur dan biasanya bikin bentol. Kadang aku digigit tungau tapi karena memang tidurnya pules jadi ngga berasa, paling berasa nya pas bangun kok pada bentol tapi perasaan ngga ada nyamuk soalnya pakai obat nyamuk.πŸ˜‚

    Saya jarang bersih bersih rumah sekarang karena biasanya istri yang membersihkan. Tapi biasanya aku bantuin nyapu lantai sih dan kalo menyapu itu harus sampai tuntas. Kenapa sampai tuntas, karena dulu waktu kecil sering dibilang orang tua kalo menyapu harus bersih dan tuntas biar dapat istri cantik dan baik. Eh ternyata beneran dapat istri yang cantik dan baik.😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya kurang tau nama bahasa Jawanya mas, unik juga ternyata πŸ˜† -- Nah iya betuuul suka gigit saat kita tidur, terus kadang buat bentol. Gatal tapi nggak jelas asal gatalnya darimana. Nggak nyaman bangettt di badan 🀣 hehehe. Saya parno sama tungau ini karena saat tidur, kadang saya miring terus pipi saya menempel ke bantal, dan saya kawatir tungaunya gigit pipi saya atau masuk ke hidung dan mata hahahaha πŸ˜‚

      Sama dong, dulu jaman kecil ibu pernah bilang, kalau menyampu harus tuntas, biar nggak dapat jodoh brewokan hahaha. Kasihan yang brewok, mereka nggak salah apa-apa tapi dibawa-bawa πŸ€ͺ hehehe. Beruntungnya mas Agus dapat mba Sarilah yang cantik dan baik, semoga mas Agus selalu semangat bantu sapu lantai yah 😍

      Delete
    2. Kalo ngga salah tungau itu yang mirip kutu kan mbak, cuma sembunyi dalam lipatan kasur. Makanya orang tua ku dulu selalu menyuruh jemur kasur dua Minggu sekali agar tungau atau tinggi nya kabur, karena kalo dicari langsung itu agak susah karena ngumpet tinggi nya.πŸ˜‚

      Delete
    3. Sepertinya iya mirip kutu mas, tapi keciiiiiil sekali sampai nggak kelihatan pakai mata, dan baru bisa terlihat apabila menggunakan mikroskop 🀣 Hehehehehe. Yang terasa cuma gatalnya doang, makhluk justru nggak jelas ada di mana πŸ˜‚

      Delete
  3. Kak Enoo, aku pernah tahu Kurumi ini dan testimoni dari orang yang pakai memang katanya sebagus itu buat angkat debu dan kotoran di kasur. Keren yah! Harganya beda dikit dengan jasa vakum tapi bisa lebih lama pemakaiannya, menarique! 🀩
    Btw, kasur aku belum pernah divakum selama ini. Nggak kebayang deh kotornya seperti apa 🀣. Kalau divakum mungkin 1x sedot 1 sudut, harus dibersihkan dulu filternya baru lanjut divakum lagi *saking kotornya* wkwkwk.

    Kalau kegiatan bersih-bersih kesukaanku itu melipat baju dan menata ulang isi lemari. Kekuatan menata ulang isi lemari itu, efeknya kurang lebih sama seperti nonton The House Detox 🀭. Rasanya relaxing dan segar melihat perpindahan layout isi lemari πŸ™ˆ, seperti abis potong rambut gitu segarnya~ hiahahahhaa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kereeeen bangettt Lia, no kaleng-kaleng hahahaha 🀣 Kakak awalnya ragu, masa iya dengan harga segitu bisa angkut banyak debu, kadang ada mesin yang nggak terlalu powerful, kan. Eh, setelah pakai KURUMI, langsung yakin nggak akan sering-sering panggil abang vacuum lagi hahahaha. Maybe tiga bulan sekali saja panggilnya mulai tahun depan, karena sudah puas sama KURUMI dan saat tidur pun terasa bersihnya 😍

      Wahhh bisa jadi kotor banget sayang, sama seperti kasur kakak. Itu foto debunya dari atas jadi nggak kelihatan tebal, padahal kalau dilihat dari samping, lumayan tebalnya πŸ™ˆ hahahaha. By the way, kegiatan favorit kita samaaaa. Suka lipat bajuuuu dan tentu susun lemari. OMG, satisfying banget yah rasanya setiap lihat baju tersusun rapi 🀣 Betul kata Lia, efeknya sama seperti habis menonton The House Detox πŸ˜† duuh jadi nggak sabar hari Senin, jadwal episode House Detox baru hihihi.

      Delete
  4. Kegiatan favoritku bersih - bersih rumah itu adalah menyetrika pakaian soalnya aku itu gak suka kalau lihat bajuku lecet dan gak wangi gitu ??? Terus kegiatan bersih - bersihku yang kedua adalah mengepel lantai rumah. Mengapa seperti itu??? Ya selain lantai bisa bersih, aku juga bisa lebih sehat karena gerak terus tur perutku juga gak gampang buncit. Sekian penjelasannya , dan ??? Terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru mba, bisa beberes sambil olahraga πŸ˜„ Rumah bersih, bonusnya perut jadi nggak gampang buncit. Sambil mendayung, dua tiga pulau terlampaui 😬 -- eniwei, kegiatan menyetrika memang asik, karena bisa buat baju wangi, apalagi pakai baju lecek memang nggak nyaman, karena terlihat nggak rapi dimata orang 😁

      Delete
  5. Aku pernah tahu tentang tungau ini ketika melihat iklan salah satu vacum cleaner di televisi mbak. But, aku sendiri sih belum pernah beli vacum cleaner itu hhee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, sering ada iklannya. Tungau ini membuat gatal di kulit, suka gigit kalau mas tidur di kasur hehehe, mereka ada di kasur dan bantal biasanya. Rasanya nggak enak habis digigit mereka 🀣

      Delete
  6. kegiatan bersih-bersih favorit ya?
    Seperti sebagian orang, aku juga termasuk orang menyukai kerapian dan kebersihan. mungkin semua itu berawal dengan alasan estetika, iya... kalo ga rapi, kayaknya ga bagus untuk dilihat (dan difoto, hehe.. tetep) tapi lama kelamaan ternyata rapi dan bersih itu juga bawa ketenangan, kak..

    Dan karena kebiasaan itu, rasanya gatel kalo ada sesuatu yg ga sesuai seperti plastik yg ga berserakan di meja atau posisi buku yg miring, hehe...dan bisa bawa stres kalo liat rumah atau kamar tempat tidurku ga rapi. itu kenapa ya?berlebihan ga ya?

    Dan yang paling favorit kurapikan dan kubersihkan adalah buku-buku yg udah pernah kubeli dan disimpan di di rak dan lemari. menjadi favorit karena setiap kubersihkan satu-satu bukunya, kulap debunya sambil dilihat covernya dan mengingat-ingat pertamakali belinya dimana dan kenapa, kadang sampe cium bau kertas yg udah mulai menguning, aneh ya? haha..

    tapi yg lebih aneh adalah udah dibersihkan, eh ga berapa lama debuan lagi. cape kadang-kadang.

    Kalo bicara soal Konmari, katanya buanglah benda-benda yg udah ga diperlukan, ,jadi di rumah cuma ada barang yg memang dibutuhkan atau benda-benda yg punya makna emosional, kalo buku, bingung jg, mau dibuang atau dikasih tapi sayang, tp kalo disimpen jg ya jarang dibaca lagi, hehehe...

    Oia perihal debu kasur, kalo ngelihat hasil debu kasur kak Eno yg bersih aja udah segitu, apalagi kasur gue yg kyknya ga sesering itu dibersihkan, seprai ganti aja seminggu sekali, Uppss... soalnya keliatannya bersihh-bersih aja, ga menyadari bisa sekotor itu.

    Kayaknya aku cocok kak sama Kurumi, hahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha sama banget kita, suka rapi karena alasan estetika, mungkin karena kita penyuka visual, jadi apa-apa dilakukan pakai pertimbangan bagus di mata atau nggak 🀣 Dan memang side effectnya selain estetika, hati pun keikut tenang 😍

      Nggak berlebihan Ady, saya seperti itu soalnya. Kalau kasur nggak rapi bawaannya stres, lihat kabel berantakan nggak suka, even wastafel basah saja langsung nggak nyaman πŸ˜‚ Normal deh kayaknya, banyak yang seperti itu soalnya πŸ™ˆ

      Hahahahahaha, buku itu sarang debu, nggak heran kalau sudah dibersihkan terus nggak lama kemudian debuan πŸ˜† -- biasanya yang hobi koleksi buku jadi hobi bersihkan bukunya juga 😁

      Menurut saya, persoalan buku mungkin bisa disortir, mana yang mau di-keep dan mana yang mau dihibahkan ke orang. Ada yang sortir berdasarkan tahun misalnya, buku-buku keluaran sebelum 2010 dihibahkan. Atau ada pula berdasarkan mana yang kemungkinan besar akan kembali dibaca πŸ˜† By the way, meski sayang, tapi kalau buku itu bisa jadi manfaat buat orang lain pasti akan menyenangkan 😍

      Eniho, seprai saya pun gantinya seminggu sekali Dy, hahahaha. Tapi vacuumnya dua hari sekali, and yep, setiap vacuum pasti debunya banyak. Heran saya lihatnya, hahahaha. Amiiin, semoga nanti Ady menang Kuruminya, yaaaah πŸ˜†

      Delete
  7. hobinya mbak eno bersih-bersih rumah, sungguh hobi yang sangat berfaedah..hahhahaha
    Kalau aku sukannya jemur kasur, dkk-nya mbak eno. Kenapa? karena setelah dijemur, kasur bakal terasa lebih nyaman. Jadi tidur bisa lebih nyaman dan berkualitas..hehhehehe
    biasanya dijemur dua minggu sekali.
    tidak pernah pakai vakum cleaner, karena memang tidak punya vakum cleaner. Apalagi jasa vakum. Aku malah baru tahu ini..haahaahaa

    Kami di rumah hanya membersihkan kasur dengan cara pakai sapu lidi pada saat sebelum dan sesudah tidur. Jika sedang dijemur, berarti dibawah kasur juga dibersihkan dengan cara dipel dan disemprot pewangi.

    Masalah timbul ketika keponakan main di kamar, kalau mereka main pasti kasurnya dibuat loncat-loncatan. Sudah dikasih tahu, berhenti sebentar, dan kemudian diulangi lagi...hahaahaa..dasar anak-anak. Selalu cari perhatian omnya kalau lagi di libur rumah...wkwkkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berfaedah banget, mas 🀣 sekalian olahraga hahaha.

      Waaah jemur kasur seperti ibu saya jaman dulu saat belum ada vacuum mas, kegiatannya setiap minggu pasti jemur kasur sambil ditepuk-tepuk pakai alat penggebuk kasur πŸ˜‚ -- saya pribadi nggak pernah jemur kasur sebab kasurnya berat πŸ™ˆ

      Iya, jasa vacuum tungau ini belum lama ada, hahaha, baru terkenal beberapa tahun ke belakang. Mereka pakai alat vacuum besar, dan saat pertama kali pakai jasa itu, air kotorannya hitam. Hahahaha. Kotor bangettt pokoknyah πŸ€ͺ

      OMG, keponakan mas Rivai aktif, ya 🀣 Tapi jaman kecil, kita pasti nggak jauh beda, saat caper sama om atau orang tua kita, ada masanya kita loncat-loncat di kasur juga. Wk πŸ˜†✌

      Delete
  8. Same as Lia aku juga nggak pernah vacum kasur wkwk, nggak kebayang debunya gimana kalo di vacum πŸ™ˆπŸ™ˆ

    Pantasan mba harganya 500rb per bulan soalnya alatnya juga mahal dan dikerjakan tenaga professional, hehehe. Corona membawa hikmah lain juga seperti mba jadi beli vacum sendiri dan uang bulanan vacum biasanya bisa dialihkan ke anggaran lain 😊😊

    Ngomongin bersih-bersih, aku bagian nyuci piring dari dulu wkwk, sudah terbiasa karena mamak nggak suka piring kotor numpuk, so karena kebiasaan jadi suka, aku bahkan bisa badmood kalau lihat piring kotor di westafel dapur hahaha, anehnya kemarenan aku sakit tiga hari harus tiduran, ehh pas sembuh aku rindu nyuci piringπŸ˜‚πŸ˜‚, rindu nyupir sambil muter lagunya Zico 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan dibayangkan mba 🀣

      Iya sebulan 500K, tapi itu sudah komplit mba, kalau dihitung satuan, kasur dan bantal saja 175K kalau nggak salah 😁 Hehehe. Betuuul, gara-gara Corona, saya jadi ketemu Kurumi, lumayan jadi bisa berhemat uang, yang tadinya panggil abang vacuum sebulan sekali jadi tiga bulan sekali, tapi nanti tunggu Corona hilang πŸ™ˆ

      Mba Soviaaaa hobinya mirip si kesayangan, dia suka sekali cuci piring soalnya 🀣 Seru yah cuci piring sambil dengar musik, apalagi lagu Zico yang viral di mana-mana itu πŸ˜†

      Delete
  9. kadang aku ternganga klo liat kotoran vaccum cleaner dibuka
    keliatan bersih si tapi astaga banyak banget
    aku juga lama engga go clean ini biasanya cari promo mbak kalau lagi males bersih bersih hahahah

    sekarang aku pakai mini vc yang aku beli seharga 200 ribuan
    lumayan si klo buat kasur mini, bantal sama karpet mbak
    cuma ya itu lama lama kok lebih sreg kalau dibersihin pakai sapu korek wkwkwk
    kebiasaan aja dari kecil

    tapi bener bantal guling kalau habis dijemur rasanya ngalahi tidur di hotel bintang 5 mbak ahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuuul mas, kelihatan kasurnya bersih, tapi saat filter dibuka, omg banyak sekaliiii kotorannya hahahaha πŸ˜‚ By the way, Go-clean bukannya sudah tutup ya, mas. Go-massage juga, huhu. Sebab dulu saya langganan Go-massage terus sempat baca kalau dua itu ditutup sama Go-jek sekarang πŸ™„

      Sapu korek maksudnya sapu lidi, kah? Kalau itu saya pun setiap hari pasti gebuk kasur pakai sapu lidi hahaha. Rasanya kurang afdol kalau nggak dibersihkan pakai sapu lidi πŸ™ˆ

      Memang sinar matahari yang paling ampuh bunuh kuman, yah 😍

      Delete
  10. Mau mengumpulkan orang-orang yang kalah bersihin seprei pake sapu lidi πŸ˜…

    Sekalipun tidak pernah pakai jasa dan alat vacuum cleaner atau tungau itu, saya pernah dan sangat excited tiap liat video orang ngebersihin di YouTube atau Instagram. Untuk harga segitu, dengan kebutuhan kak Eno kayaknya worth it-worth it saja.

    Sama ketika awal pandemi ini, saya bingung mau cukur ke mana. Kalo kak Eno waktu itu belajar nyukur pasangan, saya mah memberanikan diri saja ke tukang cukur. Soalnya waktu itu sudah gerah karena lagi gondrong-gondrongnya πŸ˜…

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahaha, sepertinya kebanyakan pakai sapu lidi, saya termasuk mas πŸ˜‚ Kurang greget kalau nggak digebuk-gebuk sapu lidi kasurnya πŸ™ˆ

      Seruuuu ya lihat videonya, especially ketika mereka menunjukkan kotoran yang didapat. Hahahaha. Entah kenapa ikutan puas kalau kotorannya terangkat semua πŸ˜† -- dan iya, harga Kurumi ini affordable banget, plus bisa dipakai setiap saat, jadi jatuhnya murah 😍

      Waaah mas Rahul ke tukang cukurrr hahaha, pantas fotonya agak beda, yang belum lama ini terlihat rapi, especially yang pakai baju putih-putih, disitu terlihat manis 😁

      Delete
    2. Memang kayaknya ini sangat Indonesiawi. Hampir semua pernah melakukan.

      Tapi kadang untuk menunjukkan bahwa vacuumnya bekerja maksimal, bantal atau sepreinya dikotorkan dulu secara ekstrem. Saya sempat mikir,"semalas-malasnya saya, tidak pernah kasur sampai sekotor ini. " πŸ˜…

      Jangan pake kata manis kak Eno, saya jadi geli sendiri πŸ˜…

      Delete
    3. Baru dengar saya istilah Indonesiawi, mas 🀣

      OMG, serem amat sampai dikotorkan dulu hahaha. Untung saya nggak seniat itu sampai mengkotorkan kasur saya sebelum di-vacuum πŸ˜†

      Lha iya kenyataannya manis, masa saya bilang kecut hahaha πŸ˜‚

      Delete
  11. Mba Eno ini racun banget deeeh πŸ™ˆπŸ™ˆ

    Aku punya asma, dan pernah disaranin sama dokter buat rajin2 bersihin kasur kan.. Tapi ya namanya juga anak mager bersihinnya cuma pakai sapu lidi sama ganti seprei aja sering2, sama sekali belum pernah panggil vacuum tungau astaga πŸ™ˆ

    Terus lihat si Kurumi ini kok ya aku tergodaaa mana 850.000 dong yaa bahkan ga nyampe sejuta wkwk.. Sama pertanyaanku sama Jane, boros listrik ga Mba Eno? Sama kalo hepa filternya apa ada yang jual terpisah mana tau yang bawaan udah rusak nantinya?

    Makasih banget Mba Eno bikin review Kurumi, aku akan pertimbangkan buat punya juga supaya tidur lebih nyaman huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahaha, ini saya pun kena racun review-an orang mba πŸ˜‚

      Duh mba, rasanya kasur setelah di vacuum tuuuh enak sekali, bawaannya jadi mau rebahan terus, makanya saya sampai ketagihan πŸ™ˆ Ini sejak ada Kurumi, dua hari sekali pasti saya vacuum, mba πŸ˜†

      Untuk listriknya 400watt, menurut saya nggak begitu boros. Satu kasur dan bantal empat bisa dibersihkan dalam waktu 5-10 menitan 😍 Dan hepa filternya dijual terpisah, di akun resmi Kurumi ada, harganya 75K. Kalau kita lapis tisu bisa awet lama mba filternya, jadi ada hepa filter bawaan 2 buah itu bisa kita gunakan 1-2 tahun sepertinya atau bahkan lebih lama πŸ˜‚

      Sama-sama mba Eyaaaaa πŸ’•

      Delete
  12. Wuaa aku baru tahu donk Kurumi ini Mba Enooo, makasii ya reviewnyaa.. Ga berharap banyak dari GA nya, jd klo ga dapet pun aku mau cus cari di Tokped ah. hehehhe.. Soalnya aku punya vakum yang beli di Ac* Hardwa**, tapi aku selalu ngerasa daya sedotnya agak kurang gt. Debu sih ngumpul di kantongnya, tapi kok berasa ga yg wow banget gt..
    Di rumah punya anak-anak kecil, plus aktivitas mereka selama pandemi ini memang cuma di rumah aja harus ekstra memang buat bersih-bersih kasurnya. Aku ga tau kalau tungau, tapi kalau debu memang entah kenapa lokasi rumah aku itu berasa debuuan teruus, sehari ga di lap aja meja brasa langsng berdebu2. huhu.. Kegiatan bersih2 favorit itu nge sikat kamar mandi, hahaha.. Entah kenapa aku sering ngerasa klo orang lain yang bersihin ga sebersih diri sendiri, jadi aja sambil mandi suka sambil gosok2 sendiri lagi. Sampe suka dikoemnin suami ngapain ngesikat kamar mandi kan udah dibersihin Art.. Ga nyambung sama bersih2 debu kaya cerita Mba Eno gpp lah yaaa.. >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mba Thessaaaa πŸ˜†

      Saya biasa review kalau sudah puas level atas mba, dan Kurumi ini sukses membuat saya merasa puas dari segi harga dan kualitas πŸ˜‚ Sedotannya mantul, kencang dan bisa ambil semua debu kecil yang bahkan nggak kelihatan oleh mata. Secara selama ini saya selalu berpikir kasur saya bersih, tapi setiap disedot ternyata debunya banyak πŸ™ˆ

      Nah iya, itu pula yang saya rasakan mba. Semenjak pandemi jadi ingin lebih clean, however nggak bisa panggil abang vacuum dan thankfully ketemu Kurumi. Awalnya saya nggak yakin, tapi setelah baca review sana sini akhirnya memutuskan beli, dan nggak menyesal sama sekali 😍

      Mba Thessa kereeen, saya paling nggak bisa bersihkan kamar mandi, rasanya nggak bersih kalau saya yang handle πŸ˜… Terus kadang masih suka licin hihi, saya biasanya baru sikat kalau lagi di Korea, gantian sama si kesayangan πŸ™ˆ Mungkin mba Thessa bisa kasih tips agar menyikat kamar mandi bisa menyenangkan dan hasilnya memuaskan 😍

      Delete
    2. Wuaa udah puas level atas yaaa 😍😍 Ku kan jd makin penasaran sama Kurumi iniii..

      Mba Enooo, sbnrnya juga hasil gosrekan aku ga yg wow bgd juga. Soalnya biar ada tambahan alasan buat me time ngumpet di kamar mandi aja, gosrek sambil dengerin musik. Hahaha.. Walaupun ujung2nya ttp aja ada yg ketok2 "mama kok lamaa bangeeet.." πŸ˜‚πŸ˜‚ Anak posesif semua sama mamanya. πŸ˜†

      Delete
    3. mba Thessa, lucu banget πŸ˜‚

      Jadi ingat cerita teman saya yang hobi berlama-lama di kamar mandi buat me time, itu pun anaknya kadang sudah tunggu di depan pintu sambil tanya mamanya kapan ke luar 🀣 hahahaha.

      Delete
  13. Ya ampyuuun aku lho belum pernah vacum tungau sejak pakai kasur setelah nikah 1993.
    Waduh, sudah beranak pinak, berapa turunan ya itu tungau.
    Soale, menuju empat dasawarsa.
    Jangan-jangan sudah ada kerajaan atau dinasti tungau di kasur aku, hihihi.

    Cuma, memang aku setiap hari buka jendela, karena jendela kamar menghadap utara, kemiringan sinar matahari pagi langsung masuk lewat jendela.

    Biasanya, tiap hari, aku cuma pukul-pukul kasur pakai sapu lidi doang dan ganti kasur setiap 10-14 hari sekali.

    Baidewei, subway,
    Gara-gara artikel ini aku terinspirasi browsing tentang tungau alias kutu busuk.

    Berikut beberapa faktanya:

    ... bahwa doi, tsaaah doi, termasuk hewan nocturnal, aktif "bermain" dimalam hari, jadi.
    And also semakin minim pencahayaan matahari semakin panjang juga "jam main" squad ini.

    Oh iya, zona favorit serangan meliputi tangan, leher, dada, punggung dan mata kaki serta gigitannya tidak selalu gatal.

    Ada yang mau menambahkan, any one?



    ReplyDelete
    Replies
    1. Hauahahaha mba Rosanna lucuk bangetttt! 🀣 Saya langsung membayangkan ada dinasti tungau di kasur, berasa seram πŸ˜‚

      Iya mba, sepertinya metode jemur pakai sinar matahari dan pukul pakai sapu lidi still one of the best, sebab matahari dari dulu merupakan senjata ampuh untuk kuman dan bakteri πŸ˜πŸ’•

      Wuaaah terima kasih infonya mbaaaa, betul bangettt itu, saya terpaling sering merasa gatal di tangan, leher dan kaki. Kalau sudah begitu langsung buru-buru vacuuum. Entah saya hanya feeling atau betulan digigit, tapi saya sering parno sendiri πŸ™ˆ

      Semoga kita dijauhkan dari kutu busuk ini ya, mba πŸ˜πŸ’•

      Delete
  14. Tungau itu kutu busuk yaa...Atau istilah kasar dalam kesaharian bangsat.

    Kalau saya seminggu bisa 3 kali mbak Kareen bersihin kamar tidur, Cuma harinya saja yang terkadang berbeda-beda. Dulu punya alat pembersih ruangan pas sudah rusak malah bersihin manual jadinya..🀣 🀣 🀣

    Pengen bersihin pake Jasa orang si Ayank Vina nggak mau kamarnya dibersihkan oleh orang lain selain saya...Jadi yaa.bersihin manual yang terkadang butuh waktu hampir 3 jam kalau lagi bersihin kamar tidur..🀣 🀣

    Btw itu saya tanaman Janda bolong ( Janbol ) kena debu ntar mati lhoo..😳😳 Kan Tanaman Janbol lagi mahal sekarang..😊😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh istilahnya seram amatttt, masa bangsat, mas? 🀣

      Memang paling bagus sering-sering dibersihkan yah mas, nama pun tempat istirahat, biar tidur bisa lebih nyenyak jadi perlu dalam keadaan bersih setiap harinya 😍 hehe. Kalau manual berarti pakai sapu lidi, yah? Itu one of the best sih menurut saya 😁

      Hoaaah 3 jam, lama juga, mas πŸ˜‚ Semangat mas Satria, semoga selalu setroooong agar bisa rajin bersihkan kamar 🀣 -- Eniho, tanaman Janda Bolongnya nggak debuan hahahaha, thankfully sampai sekarang tetap bisa tumbuh sehat 😍 -- dan iya, di berita katanya mahal yah, apa saya jual saja baiknya? πŸ™ˆ

      Delete
  15. Kalau di Jawa tungau itu namanya tinggi, Mbak Eno. Cukup menarik sih, karena faktanya tinggi itu sama sekali tidak bisa dibilang tinggi. Pendek banget malahan. Saking pendeknya sampai mataku yang minus ini hampir gak bisa melihatnya dengan mata telanjang.🀣🀣🀣

    Sebenarnya ngeri juga, mbak Eno. Soalnya debu memang gak kelihatan sama sekali. Tapi pas dibersihkan dua hari sekali aja banyaknya minta ampun. Yang bikin ngeri itu kalau membayangkan debunya kita hirup tiap hari dan masuk ke paru-paru. Duh, ngeri banget ya.😱

    Kalau aktivitas bebersih yang paling aku suka adalah nyapu dan ngepel, Mbak Eno. Tapi ngepelnya pakai kain pel yang biasa aja, yang gak ada gagangnya. Jadi ngepel sambil klesotan gitu. Lumayan bikin keringat, jadi sambil bakar lemak juga.πŸ™ˆ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh sama seperti yang mas Agus bilang mbaaa, hehehe, terima kasih infonya 😍 hahaha. Iya bangettt, saya pun nggak bisa lihat, kecuali kalau dikasih lihat sama abang vacuum tungaunya itupun pakai semacam mikroskop atau apalah itu yang bisa untuk lihat makhluk kecil πŸ˜‚

      Persis seperti yang mba Roem bilang, itu pula yang saya takutnya. Debunya nggak kelihatan, however setiap disedot ternyata banyak πŸ˜… Kawatir kehirup saat tidur, dan kawatir pipi kita beruntusan kalau menempel bantal (ini yang saya takutkan) πŸ™ˆ

      Maksudnya mengepel sambil jongkok ya, mba? Tanpa alat gagang pel? πŸ˜† Woaaaah, itu kan capeeek banget mba, hihi, tapi kalau tujuannya sambil olahraga bisa lumayan banyak yang kebakar 😍 Semangat, mba Roem πŸ’•

      Delete
  16. Mbaaaa... aku jugaa punya ituuu, sama persis warnanya Gold. Aku berencana minggu depan mau review di blog akuuu hhhaa... Ga taunyaa Mba Eno punya juga dan uda Review. Masih bolehkah aku review dan posting di blogku? Aku pernah review kurumi tapi yang cordless vacuum. Kurumi KV 01 ini super berguna bangeeet siihh. Seneng aku tuh sejak punya barang ini, jadi berasa kasur bersih walaupun belum di ganti seprai nya hhha.. Ideal nyaa emang sekalian ganti seprai sih. Bener-bener sejak pandemi jadi punya produk-produk untuk membasmi debu..Setuju banget dulu aku juga suka panggil jasa vacuum debu khususnya buat kasur, sofa, dan gorden. Itu super mahal kalo di bandingin sama Kurumi. Untung ada Kurumi jadi minimal ga semahal kalau sering panggil jasa vacuum debu.

    Mba coba buat gorden deh. Aku pernah coba dan ternyataa iuuuhhh kotor bangeeet lebih kotor daripada kasur.

    ReplyDelete
    Replies
    1. TOOOOSSS mbaaa, samaan kitaaa hahaha. Keren banget yah produknya, suka deh sama Kurumi ini, membuat saya jadi rajin vacuum kasur setiap dua harinya 🀣 -- By the way boleh bangettt dong kalau mba mau review, masa nggak boleeeh πŸ˜† Siapa tau habis mba review, semakin banyak yang berminat hehehehe 😍

      Iyes, saya pernah baca yang cordless review punya mba Devina. Tapi saya nggak beli Kurumi yang cordless sebab saya sudah pakai merk lainnya πŸ™ˆ -- Dan setuju sama mba Devina, kasur berasa bersih walau ganti seprainya seminggu sekali hihihi. Lumayan hemat pula, nggak perlu panggil abang vacuum setiap bulan lagi 🀣

      Saya belum pernah coba untuk gorden, nanti saya coba mba. Selama ini kalau gorden selalu saya laundry soalnya πŸ˜‚ While kasur nggak bisa di-laundry that's why perlu divacuum hahaha πŸ˜† -- Thanks for the advice mba, saat jadwal vacuum akan saya coba 😍

      Delete
  17. Uwaaaahhhh aku jd pengen punyaaa vacum iniiii :D. Jujur aja vacum kasur itu amaaaat sangaaaat jaraaang aku lakuin mba. Terlalu PD sepertinya kasurku bakal bersih semerbak. Padahal aku yakin, kasurmu yg tiap hr di vacum aja bisa ttp banyak debunya, apa kabar kasurkuuu wkwkwkkwkwkwkw. Siap2 pingsan rasanya hihihi...

    Yg nama2nya bersih2 jujurnya aku jg ga terlalu suka. Tapi yg paling rutin aku lakuin adalah bersihin rak buku dan buku2ku semua. Book Corner adalah pojok kesayangan buatku. Jd aku rutin bersihin semua 'anak2ku' supaya bebas debu dan ttp rapi susunannya :D. Cuma itu yg aku ga izinin asistenku buat bersihin. Kalo urusan Rumah tangga, Yo wislaah biarkan asistenku yg LBH ahli yg ngerapihin :D.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan sampai pingsan mba hahahahaha ~ saya awal lihat debu pertama langsung shock, merasa nggak percaya karena saya merasa kasur saya sudah rutin dibersihkan 🀣 By the way, setiap buka filternya, dan lihat debu bertumpuk, entah kenapa ada rasa puas πŸ™ˆ Alhasil saya jadi kecanduan vacuum mba, cuma untuk lihat debunya πŸ€ͺ

      Wih kita sama berarti hahaha, tapi saya bukan book corner melainkan meja kerja πŸ˜‚ Jarang boleh disentuh sebab banyak perintilannya. While bagian lain biarkan mba saya yang bersihkan (saya lebih sering vacuum dan lipat pakaian) πŸ˜† -- pasti bukunya mba Fanny ada buanyaaaak, yah 😍

      Delete
  18. Hi kak salam kenal, karena kakak meninggalkan komentar di salah satu postingan blog saya, saya pun jadi tertarik untuk bermain dan mengintip blog kakak hehe πŸ™ˆ πŸ˜‚ ☺

    Pertama kali main langsung interest pada postingan blog kak yang berjudul Kurumi karena unik dan saya kira sebuah film/drama/anime Jepang πŸ˜‚ eh ternyata isinya malah review produk vacuum tungau 🀣

    Btw karena membaca postingan ini saya merasa ke trigger, soalnya apakabar spring bed saya yang sejak dibeli dua tahun lalu tidak pernah sama sekali di vacuum cuma modal dibersihkan sapu lidi doang πŸ€£πŸ™ˆ Pantas saja kalau misalnya seprainya kebuka terus kulit badan saya langsung menyentuh permukaan spring bednya kulit saya suka langsung gatal-gatal 🀧 curiga numpuk debu dan tungau disana πŸ™ˆ Btw kegiatan bersih-bersih yang favorit dilakukan oleh saya sih ya beres-beres kamar. Soalnya bagi saya kamar adalah spot terlama, terfavorit dan sarang saya di rumah πŸ˜‚ ya walaupun kebanyakan membersihkannya pakai alat dan skill seadanya πŸ˜‚πŸ€£

    Terimakasih atas reviewnya ya kak πŸ™ Saya jadi tersadar bahwa membersihkan spring bed/kasur ternyata tidak cukup bermodalkan sapu lidi 😭 Kebetulan juga Mama saya sebentar lagi ulang tahun dan sepertinya alat vacuum ini cocok dijadikan kado buat Mama saya yang memang hobi beres-beres πŸ˜‚ Harganya pun terbilang masih affordable dan satu range dengan food processor yang tadinya mau saya beli sebagai kado. Hmmm semoga saja isi dompet saya yang masih mahasiwa ini bisa membeli vacuum kurumi tersebut, maklum selama pandemi ini kuliah jadi online sehingga uang saku bulanan pun jadi menurut drastis wkwkwk πŸ˜’πŸ˜‚πŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi hi mba Anne, terima kasih sudah berkunjung balik, mba 😍

      Hahahaha, maaf yah judulnya jadi buat salfok, dikira bahasan Jepang ternyata bahasan vacuum tungau πŸ™ˆ Lumayan jauuuuh itu bedanya πŸ˜‚

      Ohoooo mungkin mba merasa gatal karena betulan ada debu dan tungau di sana. Saya sometimes merasakan itu mba, means kasur saya butuh divacuum segera. Kadang kulit sampai merah soalnya, jadi nggak nyaman πŸ˜† hehehe.

      Kamar memang tempat terfavorit bagi kebanyakan dari kita. Karena kita bisa istirahat di kamar, jadi sebisa mungkin, kita always makesure membuat kamar kita terasa menyenangkan untuk istirahat 😍 So, nggak heran apabila mba Anne hobi bersihkan kamar, sebab saya pun suka 😁

      Sama-sama mba Anne, sebetulnya pakai sapu lidi cukup membantu, tapi kasurnya perlu dijemur rutin agar bakteri, tungau, kuman, ini itunya hilang. Permasalahan saya adalah nggak bisa jemur kasur sebab kasurnya berat. That's why pakai vacuum sebagai penggantinya πŸ˜† hehehehe.

      Saya yakin mamanya mba Anne akan suka dikasih vacuum, however, saya rasa apapun yang mba berikan pasti mama suka, yang terpenting sesuai budget yang mba punya πŸ˜‰πŸ’•

      Delete
  19. Ya ampun mbk Eno, saya nggak pernah vacum kasur, kayaknya kalau divacum debunya ada sebaskom kali. Mana tiap hari kejatuhan debu dari atas. Tapi karena udah terbiasa alhamdulilah enggak gatal2. Paling kalau mau bobok saya kebutin dulu pakai kain😁
    Kegiatan bersih-bersih faforit saya sih ngelap jendela mbak, sambil nyanyi2 gitu. Juga cuci piring yang lagi numpuk. Lipat pakaian malah nggak terlalu suka😁 bahkan kadang suka lupa angkat jemuran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahahaha sebaskoooom cobaak, banyak amat itu mba πŸ˜‚ -- eniwei, kejatuhan debu dari atas itu nggak enakkk. Saya pernah mengalaminya ketika teknisi sedang bersihkan fan di kamar mandi, terus debunya jatuh dan menclok di mata saya πŸ™ˆ

      Kira-kira lagu apa yang biasa mba Astria dengarkan sambil bersihkan jendela, ya? Jadi penasaran hihihi. Jangan-jangan lagunya D.O favorit mba 😍 hahahaha. Waduh kalau sampai lupa angkat jemuran, nanti bisa kehujanan mba 🀣

      Delete
  20. Mantap banget tuh vacum kuruvi kv 01 nya.
    Bisa sedot debu sampe bersih.

    Jadi pengen punya juga.
    Karena di rumah kan nggak ada anak cewek, jadi kami, anak-anak cowok yang bantuin mamak bersihin rumah.
    Tapi ya namanya anak cowok, kadang nggak bersih seluruhnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas Rudi, hahaha, jadi ketagihan vacuum teruuuusss πŸ˜‚

      Waduuuuh mamak di rumah pasti pusing yah 🀣 Ayo mas Rudi dan adik-adik semangat selalu untuk bantu mamak agar mamak senang πŸ’•

      Delete
  21. Wow sampai dibikin reviewnya sama kak Eno hihihi
    Aku juga punya satu kak si Kurumi ini. Warna hitam. Dibeli sama suami karena dia tengil aja tuh. Ga tau kenapa dia tiba-tiba punya gituan sebelum nikah. Dia bilang sih buat bersih-bersih kasur. Tapi kan dia tu malas bersih-bersih. Alhasil, sudah punya kurumi pun, ga rutin dipakai kayak kak Eno yang bisa dua hari sekali. Hahahah. Itu juga dipakainya sebulan sekali bahkan lebiiih πŸ˜† Eh tapi meski begitu, debunya kaga separah yang di foto kak Eno ituu

    Kalau ditanya paling favorit bersih-bersih apa? Aku sih suka ngepeel. Soalnya berasa enak aja lantai sehabis dipel. Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahah saya jarang banget buat review, mba. Tapi kalau sudah suka, saya niatkan deh siapa tau ada yang butuh infonya πŸ˜‚ Karena saya pribadi sebagai pengguna sangat puas dengan produknya.

      Kurumi yang hitam berarti yang tipe satu lagi yah mba? Yang modelannya agak beda dari KV 01. Saya pernah lihat. Sempat contemplate between yang model atas atau yang hitam πŸ™ˆ Tapi akhirnya pesan yang KV 01 gara-gara warna goldnya hahahaha.

      Eniho, mba bersihkan sebulan sekali namun debunya nggak banyak? Waaah you are so lucky mba Frisca. Berarti area rumah mba Frisca nggak terlalu debuan. Kalau di rumah saya, meski nggak terlihat debuan, namun setiap divacuum tetap tebal debunya πŸ€ͺ KZL.

      Lantai habis di pel rasanya mantul ya mba, saya pun suka. Especially saat masih ada wangi cleanernya. Biasa pakai cairan Detol, duh segar πŸ˜†

      Delete
    2. Aku ga tau si tipe apa itu. Yang penting bisa pake sedot debu kasur dan matiin tungau hehe

      Debunya lain gitu sama di foto kak Eno. Lebih ke warna cream gituu kalo di aku. Tapi ga setebal ituuu. Ini sejak baca pos kak Eno, aku mau inisiatif sedot debu lagi haahah Kayanya uda tebel de karena sudah lama ga sedot πŸ˜‚

      iya rasanya mantul. Enak keset-keset gimana gitu hehehe Oh kak Eno pakai cairan detol ya. Aku pakai cairan buatan ibu mertua haha entah itu campuran apaan. Tapi oke juga si wanginya.

      Delete
    3. Sepertinya pengalaman mba mirip sama asisten saya, di kasurnya juga debunya warna cream, kalau saya lebih ke abu-abu, entah karena pengaruh udara kali yaah atau apa saya nggak paham 🀣 Ayo mba sedot, semoga debunya nggak sebanyak kasur saya πŸ™ˆ hahahahaha.

      Di rumah biasanya pakai cairan detol, inisiatif si mba sejak Corona πŸ˜‚ Dulu lebih sering pakai Wipol kalau nggak salah *nggak hapal nama brandnya* ehehe. Waw ibu mertua mba Frisca keren banget bisa buat cairan pel. Pasti lebih good ya 😍

      Delete
    4. Terus ya kak. Gara-gara pos kak Eno ini, aku jadi ngecek tipe kurumiku. Ternyata sama kaya punya kak Eno aahahah terus warnanya bukan hitam. tapi pink, apa rose gold ya, semu2 gitu lah πŸ˜… saking jarang dipake, sampe lupa warna bendanya. Ingetnya hitam karena pouch yang ngebungkusnya hitam *ngeles

      Iya sama ibu mertua disediakan gituu 1 liter lebiiih. Uda berikut ditempatin pula di tempat pompa bekas sabun mandi cair yang super jumbo itu hahaha Jadi pakenya uda tinggal kecrot2in ke aer pelanan hehe

      Delete
    5. Sama persis kayak punya saya berarti mba, warna agak gold-gold begitu hahahahaha yayyy! TOSSS 🀣 Ayo jadi semangat ngevacuum nggak mba? Jangan dianggurin vacuumnya kasihan πŸ˜‚

      Ibu mertua mba Frisca jago banget meracik cairan pel πŸ™ˆ

      Delete
  22. Aku ga punya vacuum cleaner. Alhasil kasur di rumah tu belum pernah divacuum euy. Urusan bebersih ya semuanya dikerjakan manual. Pakai sapu dan alat pel biasa kalau untuk lantai. Untungnya di rumah ga punya sofa besar jadi gak terlalu puyeng ursusan mbersihin lantaran ndak punya vacuum. Paling gak suka lihat permukaan berdebu, kayak meja, rak buku dan pakaian anak. Mesti langsung lap-lap pakai kain biasa. Lalu paling ga betah liat pakaian numpuk di keranjang setrikaan, mesti bawaannya mo buru-buru lipat dan setrika biar tuntas dan kosong itu keranjang (eh ini termasuk bebersih favorit juga gak ya?). Ohya satu lagi: paling ga bisa liat piring kotor nangkring di wastafel. Langsung gercep dicuci biar hilang dari pandangan. Cuma sepele begitu aja, hatiku puas, moodku bagus lagi hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Debu memang musuh kita bersama ya, mba πŸ˜‚ Saya pun nggak suka sama debu, kesal lihatnya. Padahal baru kemarin dibersihkan eh sekarang ada lagi coba πŸ˜… hehehe. Eniho, apapun bisa termasuk bebersih favorit, karena menurut saya bebersih itu kegiatan πŸ™ˆ Jadi lipat pakaian termasuk juga πŸ˜†

      Setuju sama mba Imelda, bebersih bisa mengembalikan mood yang berantakan. Saat lihat rumah bersih, mood jadi cerah ceria 🀣

      Delete
  23. yampunnn mendadak inget kamar sendiri mba hahahaha, mirip kapal pecah wkwkwk
    kalau lagi rajin widihh bersih bener kamar, kalau lagi ogah ogahan astagahhhh ya itu tadi berantakan :D
    aku belum pernah gunain vacuum beginian, udah pasti kasurku banyak debu nih kayaknya, palingan cuman digepuk gepuk pake sapu lidi itu.
    kalau zaman waktu aku kecil, musim banget jemur kasur, sekarang udah jarang nemuin yang jemur kasur, kasurnya aja gede, jalan depan rumah nggak lebar juga, takut dimarahi tetangga :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahaha, semangat mba Ainun bersihkan kamarnya 🀣

      Sama mba, saya sudah lama nggak jemur kasur, dan jarang lihat ada yang jemur kasur di sekitar rumah πŸ™ˆ Kalau jaman kecil, ibu saya lumayan rajin jemur kasur dan bantal. Sambil digebuk pakai gebukan kasur yang bentuknya aneh hehehe πŸ˜‚

      Delete
  24. Huwaaaa naluri pembokat saya kambuh setelah baca ini wakakakakak.
    Ngomongin bebersih? waaahhhh saya tunjuk jari paling depan!

    Saya sukaaaaa banget beberes dan bebersih rumah, dari dalam rumah sampai halaman saya mah.
    Ini mungkin yang namanya, habbit masa kecil itu suliiittt diubah, dan i thanks to bapak saya yang super galak itu, karena memaksa saya rajin bebersih sejak kecil.

    Saya lupa, kalau ga salah sih kelas 3 SD atau lebih ya?
    Pertama kali saya punya tugas harian, sebelum berangkat sekolah, yaitu wajib banget bebersih rumah sebelum berangkat, jadi saya kudu bangun lebih pagi, nyapu, ngelap meja dan rak biar nggak berdebu, untungnya sih nggak wajib ngepel, setelah itu sarapan, mandi baru deh boleh berangkat sekolah.

    Sorepun demikian, kudu banget nyapu dan bersihin halaman.
    seminggu sekali kudu bebersih total, mulai dari kasur, lap jendela, dan sebagainya.

    Dan kebawa dong sampai sekarang.
    Saya jadi tersiksa kalau liat berantakan, apalagi liat banyak debu, ditambah kulit saya memang sering gatal-gatal, ketambahan anak-anak yang kulitnya langsung ruam kalau kena debu.
    Udah deh, makin saya kayak gila bersih.

    Nah, lucunya, tempat tinggal kami ini, nggak tahu kenapa ya, ampuuunnn debunya banyaakkk banget.
    Padahal kami tinggal di pelosok dan MEWAH aka MEpet saWAH hahaha.

    Tapi, bahkan di semua ventilasi kan dilapisi jaring halus biar nyamuk nggak masuk, sekarang jaringnya itu udah nggak terlihat kek jaring, udah hitam, saking debunya 3 cm keknya huhuhu.

    Bahkan saya jarang buka pintu loh, itu rak dan segalanya, penuh debu.
    Mana si kakak kan belum setelaten saya bersihinnya.
    Alhasil 2 hari sekali, saya keliling dengan kain apa sih namanya yang buat cuci motor itu biar nggak beset? itu saya kasih air, terus saya lapin semua meja, kursi, jendela, pintu, rak-rak, buku dan semuanya bahkan kasur juga saya lap pakai kain basah hahahaha.
    Oh dan mainan si adik juga.

    Soalnya kalau cuman dikibas pakai sapu lidi, atau dibersihin pakai komeceng, yang ada anak-anak langsung bersin dan tenggorokannya gatal, saking debunya berterbangan.

    Duh beteeee banget!

    Btw lagi, saya kirain vacum itu mihil loh, minimal jutaan, ternyata ada di bawah sejuta ya.
    My wishlist banget ini mah!
    Buat bersihin kasur tuh.

    Saya yakin ga ada kutu sih di kasur, tapi kayaknya debunya ga karuan, lah saya ngelapin sampingnya aja, debu nggak karuan.

    Saya pertama kali liat vacum dan kepincut itu pas pulang ke rumah kakak saya, dia punya vacum yang dipakai buat bersihin atas lemarinya, yang biasanya dibersihin sebulan sekali hahaha.
    Sejak saat itu, saya bercita-cita pengen punya vacum juga.

    Tapi setiap kali jalan-jalan di mall, liat vacum yang ada, astagaaaahhhh, mihil hahaha.
    Jutaan semua.
    Saya lupa, iya juga ya, kadang nyari di online ada yang diskonan.

    Aaahh pengen nabung ahh.
    Pengen banget beli vacum, biar mudah bebersihnya.
    Semoga pas duitnya ada, harganya nggak naik ya, wakakakakak.


    Semoga bisa kebeli aamiin aamiin aamiin :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kaget baca komen mba Rey, sepanjang post saya πŸ˜‚

      Terima kasih sudah berbagi cerita, mbaaa πŸ˜† Eniho, saya setuju sama mba Rey, kebiasaan yang dibentuk sejak kecil biasa menempel dengan kita sampai sekarang. Seperti saya, dulu ibu selalu meminta saya bereskan kasur, so, sampai sekarang, saya terbiasa membereskan kasur saat bangun tidur. Rasanya aneh apabila kasur berantakan 🀣

      Wah rumah mba padahal dekat sawah tapi banyak debu, ya. Seperti tempat saya mba, menurut saya sangat jauh dari debu karena banyak tanaman, tapi ternyata setiap kali vacuum, debunya tetap tebal πŸ™ˆ Sampai heran sendiri lihatnya hahahaha. Tapi ituuuu kenapa debu sampai 3cm, mba. Banyak amatttt, susah pasti bersihkannya πŸ˜‚

      Ohya, vacuum jaman sekarang banyak yang murah, mungkin karena teknologi semakin advance, jadi pilihan vacuum semakin banyak. That's why harga Kurumi masih bisa under 1 juta dengan kualitas prima. Hihi. Sedotannya kencang, debu yang ketarik pun banyak 😍 Semoga one day mba Rey bisa beli vacuum impian mba yah, atau semoga nanti mba bisa menang hadiah Kurumi di atas dari hasil kocokan 🀣

      Delete
  25. Saya tidak terlalu suka beres-beres rumah. Padahal waktu kecil, saya mendapat tugas menyapu dan mengepel lantai rumah setiap sore setelah jam tidur siang. Tapi sejak kehadiran K, anak saya yang baru 3 tahun, saya jadi lebih memperhatikan kebersihan rumah dan mau tak mau harus bertanggung jawab juga untuk menjaganya tetap bersih.

    Apalagi anak saya juga masih sering berantakan kalau makan dan minum, jadi makin sering kotor di dalam rumah. Plus, kami tidak punya asisten yang setiap hari bisa membersihkan rumah.

    Menyapu dan mengepel adalah yang paling mudah saya kerjakan, sebab ukuran apartemen kami tidak besar. Selain itu, saya juga ikut membereskan tumpukan piring kotor, bergantian dengan Becca. Apalagi kalau Becca masak enak di rumah, tumpukan perabotan kotor bisa menumpuk di wastafel, bikin gatal mata untuk dibuang. Tapi kan tidak mungkin dibuang, mau tidak mau harus dicuci dan disimpan lagi.

    Kalau urusan pakaian, saya dan Becca punya selera yang berbeda. Becca lebih telaten melipat pakaian, saya lebih senang mencuci pakaian. Kalau membereskan tempat tidur, kami lakukan bersama-sama, termasuk K yang kebagian merapikan mainannya yang kadang berserakan di tempat tidur.

    Cuma memang, kami belum pernah mencoba membersihkan bed sampai ke dalam-dalamnya dengan vacuum padahal yang bersih di luar belum tentu bersih di dalam. Ditambah kondisi pandemi sekarang, saya juga tidak bisa sembarangan memanggil cleaning service masuk ke dalam rumah.

    Punya vacuum sendiri pasti akan lebih mudah, tapi untuk membelinya mungkin belum sekarang karena masih ada kebutuhan lain yang harus kami utamakan dulu. Cuma bisa berdoa, apa yang kami upayakan untuk menjaga kebersihan rumah, sudah cukup bagi kesehatan kami sekeluarga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hola mas Agung, sudah lama nggak bersua πŸ˜†

      Terima sudah ikut berbagi cerita mengenai kegiatan beres-beres rumah, yang meskipun sempat agak malas melakukannya jaman masih bocah, tapi akhirnya berubah jadi rajin sekarang 🀣

      Huahahaha kaget saya ada tulisan dibuang, jangan dibuang dooong πŸ˜‚ But I know how that feels, kadang saya pun kalau sudah kesal lihat yang kotor, bawaannya mau buang semua, mas πŸ™ˆ

      By the way, ternyata hobi mba Becca sama seperti saya, melipat pakaian itu menyenangkan, apalagi sambil menonton TV hahaha. Saya bisa betah duduk depan TV sambil lipat-lipat pakaian πŸ˜†

      Amiiiin mas, yang penting kita tetap berusaha jaga kebersihan 😁

      Delete
  26. Lha, jadi hemat banget, Mbak Eno. Keluar Rp850rb sekali tapi bisa hemat Rp500rb berkali-kali. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hemattt bangettt, bayar 850K bisa pakai setiap hari, mas 🀣

      Delete