Mysterious Book | CREAMENO

Pages

Mysterious Book



Setelah melakukan sholat Maghrib di mushola, Agus membawa gerobaknya. Hari ini penjualan Cilok kurang memuaskan, Agus hanya dapat seratus lima puluh ribu rupiah. Dari hasil penjualan dua pertiga untuk juragan Herman, sedangkan Agus kebagian sepertiga yang berarti lima puluh ribu saja. Lumayan~lah, ucap Agus dalam hati, karena Agus pernah dapat dua puluh lima ribu saat omset Cilok dibawah seratus ribuan. Ia tau jatahnya sedikit sebab semua modal didapatnya dari juragan. Ada gerobak, sambal Cilok, sampai plastik pembungkus dan lainnya.

"Mas, beli Ciloknya lima ribu." Seru seorang ibu ketika ia mangkal di perempatan jalan.

"Iya Bu." Agus dengan sigap membungkus pesanan. Setelah memberikan uang, ibu itu pergi.

Sudah jam tujuh malam, Agus hanya dapat tambahan lima belas ribu rupiah. Akhirnya daripada melamun, Agus memutuskan untuk berbincang dengan tukang ojek yang berada di pangkalan. "Ramai, Kang?" Tanya Agus pada seorang tukang ojek yang sedang bermain ponsel pintar.

Lelaki itu menghentikan game-nya. "Lumayan Mas, daripada nggak kerja."

"Kenapa tidak ikut Gojek atau ojek online lainnya? Katanya lumayan hasilnya."

"Sudah Mas, tapi kena suspend."

Agus tentu kaget dan tertarik. "Wah, kok bisa kena suspend, Kang?"

Pria yang terlihat seumuran dengan Agus itu menghela nafasnya. "Begini~lah kalau perusahaan lebih mengutamakan konsumen daripada driver-nya. Jadi aku dapat penumpang seorang wanita yang minta diantar ke sebuah desa. Aku bilang, maaf mbak itu terlalu jauh, tidak bisa. Mbak itu memohon karena ada perlu penting dan aku akan diberi tips katanya. Karena kasihan akhirnya aku antar. Sejam kemudian tiba, aku lalu dikasih uang dua puluh ribu. Tentu aku kaget karena sebelum jadi ojol biasanya kalau antar ke sana itu upahnya lima puluh. Aku lalu minta tambahan seikhlasnya, padahal aku tidak memaksa karena sudah dengar kalau memaksa minta tambahan, bisa dipecat. Dia lalu kasih aku tambahan lima ribu tapi dengan muka masam. Begitu aku balik, eh, akunku diblokir dengan tuduhan pemerasan." Jelasnya panjang.

Agus jadi prihatin." Kenapa tidak jelaskan kronologinya?"

"Sudah, tapi admin tetap tidak bisa buka blokir karena sudah begitu peraturannya."

Agus bingung, tadinya Agus berencana daftar ojol karena penghasilan Cilok kurang memuaskan. "Kang, tolong antar saya ke minimarket, ya." Seru seorang wanita. Tukang ojek itu lalu permisi dan mengantarkan penumpangnya. Tinggal Agus sendiri, setelah lihat jam di ponsel, ia putuskan untuk pulang. Didorongnya gerobak menelusuri jalan desa yang sudah dibeton untungnya.

🐰🐰🐰

Pada sebuah pos ronda, ia melihat seorang Bapak sedang duduk. Ada beberapa buku berjejer di depannya, mungkin bapak itu berharap ada pembeli datang. Melihat Bapak itu, entah mengapa timbul perasaan sedih dalam diri Agus. Ia menghentikan gerobaknya persis di depan pos ronda.

"Belum pulang, Pak? " Agus membuka percakapan.

Bapak tua itu tersenyum ~ "Dagangan Bapak belum laku Nak, jadi Bapak belum pulang karena tidak punya uang untuk makan." -- mendengar hal itu, Agus segera kembali ke gerobak miliknya lalu membawa semangkok Cilok. "Makan ini, Pak." Kata Agus sambil menyodorkan Ciloknya.

Bapak itu memandang ragu." Tapi..."

"Jangan khawatir Pak, ini gratis tidak usah bayar." Ia menambahkan.

Bapak tua yang rambutnya sudah memutih itu tampak senang. Ia langsung menyantap Cilok di hadapannya. Agus lalu melihat buku-buku yang tergeletak. Ada buku anak, teka teki silang, dan beberapa novel. Salah satunya novel Nikah Muda karya Thessalivia ~ Sayang.. plastik novelnya telah terbuka pertanda sudah dibaca tapi masih bagus kondisinya.

"Ramai, Pak?" Tanya Agus berbasa-basi.

Bapak tua itu menurunkan mangkoknya. "Aduuh sepi Nak, kalo ramai pasti Bapak sudah pulang dari tadi, ini sampai sekarang belum dapat pembeli." Jawabnya setengah mengeluh.

Agus merasa senasib dengan Bapak tua itu karena jualan Agus tidak terlalu laku tapi setidaknya masih ada uang. "Ini berapa, Pak?" Tanya Agus sambil mengangkat novel Nikah Muda.

"Lima puluh ribu, Nak."

"Pak, ini kan sudah dibuka. Bagaimana kalau tiga puluh ribu, Pak?" Agus mencoba tawar.

Bapak tua itu mengangguk. "Ambil saja~lah Nak, karena kamu sudah baik hati pada Bapak."

Yess! Agus senang. Ia bergegas membuka dompet untuk membayar. Melihat dompet Agus berisi beberapa lembar uang, Bapak itu lalu mengambil sebuah novel dari dalam tasnya.

"Nak, sepertinya kamu suka baca novel. Bapak punya satu buku yang ceritanya sangat bagus." Kata Bapak tua itu sambil menyodorkan sebuah novel, masih terbungkus plastik, cuma gambar desainnya kurang menarik. Penulisnya tidak terkenal, mungkin seorang novelis baru.

"Buku apa itu, Pak?" Tanya Agus penasaran.

"Ini buku misteri, orang yang sudah baca buku ini kebanyakan terkejut dengan isinya. Pokoknya luar biasa sekali." Kata Bapak itu berpromosi. Agus semakin tertarik, selain novel romansa Agus juga penyuka genre misteri. "Berapa harganya, Pak?" tanya Agus.

"Dua ratus ribu."

Astaghfirullah, Agus kaget saat tau harganya mirip novel best seller Harry Potter. "Tidak bisa kurang, Pak? Ini buku tidak terlalu tebal masa semahal itu." Agus coba menawar.

Bapak itu berfikir sejenak dan menjawab." Baik Nak, karena kamu sudah traktir Bapak tadi maka Bapak kasih harga diskon jadi seratus lima puluh ribu, bagaimana?"

"Pak, aku tidak punya uang sebanyak itu, bagaimana kalo seratus ribu~? Lagi pula bukunya lebih tipis dari novel Nikah Muda." Agus tetap berusaha menawar..

"Maaf Nak tidak bisa, itu sudah pas. Kalau mau silahkan bayar, kalo tidak ya tidak apa."

Giliran ia berfikir, seratus lima puluh ribu harga yang mahal untuk orang yang berpendapatan minim seperti dirinya, tapi entah mengapa Agus merasa harus memiliki buku itu. Agus bertanya-tanya dalam hati, jika dibeli bagaimana dengan uangnya, padahal itu uang juragan Herman.

"Maaf Nak, Bapak pulang dulu karena sudah malam. Tidak jadi beli, kan?" Lamunan Agus buyar. Karena sangat penasaran, Agus memutuskan untuk membeli bukunya. Agus pun mengeluarkan dua lembar uang berwarna biru dan puluhan ribu dari dalam dompetnya. Kini di dompet hanya tinggal beberapa lembar uang, mana sudah lecek seperti yang punya.

"Kurang tiga puluh ribu, Nak."

Agus kaget. "Lho, itu sudah pas seratus lima puluh ribu, Pak." Protesnya.

"Itu novel satunya belum dibayar."

Agus baru sadar kalo ia belum membayar novel Nikah Muda, tapi mau bagaimana, Agus sudah tidak punya uang. "Saya kira gratis Pak, bonus beli novel yang ini."

"Maaf Nak, tidak bisa."

Agus berikan kembali novel Nikah Muda kepada Bapak tua itu. Huft, rugi aku kasih makan Cilok gratis. Gumam Agus. Sebelum Agus pergi, Bapak tua itu memberi tahu. "Buku itu punya rahasia terlarang di halaman akhir. Pokoknya jangan sekali-kali dibuka atau kamu akan menyesal."

"Kenapa begitu, Pak?" Tanya Agus penasaran.

"Kamu tidak usah tahu, yang penting jangan dibuka, ingat ya." Bapak tua itu berlalu.

Ini benar-benar misterius, tak rugi ia membelinya, pikir Agus. Ia pun pulang ke juragan Herman.

🐰🐰🐰

"Aduh Gus, kenapa kamu ambil uang dagangan. Bulan kemarin kamu masih berhutang seratus ribu, sekarang hutang lagi seratus ribu." Juragan Herman yang bertubuh agak gemuk mengomel ketika tau anak buahnya itu bukan pulang ke pangkalan bawa uang tapi bawa buku.

"Maaf Gan, nanti aku ganti, aku bayar cicil, ya." Rayu Agus agar tidak kena omelan lebih lanjut.

Herman menggelengkan kepala. "Ya sudah, tapi ingat harus bayar."

Agus mengangguk. "Tolong kasbon tambah dua puluh Gan, anak saya pasti minta jajan."

Pemilik lapak itu hanya bisa terus menggelengkan kepala, mungkin kesal karena anak buahnya berani beli buku mahal padahal sedang tidak punya uang. Akhirnya setelah memberi tambahan dua lembar uang sepuluh ribuan kepada Agus, Herman pun masuk ke dalam rumahnya.

🐰🐰🐰

Agus senang. Segera ia pulang dan disambut oleh istrinya. "Maaf Dek, Mas hanya dapat uang segini." Agus lalu memberikan semua uang yang didapat dari juragannya.

Istrinya tersenyum. "Masakan sudah dingin, Mas. Bagaimana kalo aku panaskan sayurnya?"

"Nggak usah, Dek. Aku tadi ditraktir Pak Herman." Jawab Agus bohong dan ia bergegas masuk kamar setelah sebelumnya menengok kedua anaknya yang sudah tertidur pulas.

Ia penasaran dengan buku yang baru dibelinya. Kenapa harganya mahal, pasti buku yang tidak kalah bagusnya dengan novel best seller. Sebuah buku yang sampulnya berwarna hitam dengan desain yang agak kurang menarik karena gambarnya terlalu berlebihan menurutnya.

Saat membuka plastik, tiba-tiba terdengar suara petir. Agus kaget dan buku yang dipegangnya jatuh. Tak lama kemudian hujan turun. Ah, untung ia sudah pulang, batinnya. Ia lalu membaca novel tersebut diiringi suara rintik hujan yang mulai deras di luar. Selembar demi selembar ia baca, tapi baru bab pertama ia sudah merasa bosan. Aneh, pikirnya. Kalau jalan cerita seperti ini sih sering ia baca di portal cerpen gratis. Alur ceritanya biasa dan kurang menarik.

Hmm, siapa tahu nanti pertengahan cerita baru klimaks, pikirnya. Dengan optimis ia pun lanjut membaca, sudah terlanjur dibeli mahal-mahal, kan. Tapi harapan tidak sesuai kenyataan. Akhir ceritanya sangat biasa bahkan sudah dapat ia tebak sejak pertengahan cerita.

Asem! Kalau tau begini, aku lebih baik beli novel Nikah Muda. Saat ia sedang menggerutu kesal, dilihatnya halaman terakhir dari novel itu di staples. Karena penasaran Agus coba membukanya. Tapi tiba-tiba ia teringat pesan Bapak tua itu agar tidak membuka halaman terlarang.

Kenapa bapak tua itu melarangnya? Tanya Agus bingung. Ah, persetan. Toh, buku ini sudah aku beli. Agus nekat membuka staplesnya dan ternyata dihalaman akhir memuat informasi...

Penerbit: Jaya Media Agency
Harga: 15.000

-end-
🐰🐰🐰🐰🐰


Yay, cerpen ke dua mas Agus sudah tayang 😍 bagi teman-teman penyuka cerpen karya mas Agus, terima kasih sudah membaca cerpen mas Agus di blog gue yah. Senang rasanya karena antusiasme yang didapat begitu besar ~ berharap teman-teman bisa terus dukung mas Agus, siapa tau kelak mas Agus bisa direkrut publisher seperti Gramedia πŸ₯³πŸŽ‰

Last but not least, terima kasih mas Agus yang sudah mau bekerja sama dengan CREAMENO. Semoga mas Agus tetap semangat dalam menulis cerpen dan menjalani hidup yang mas Agus punya 😁 buat gue, mas Agus bukan hanya sekedar teman, namun juga panutan, karena beliau selalu berusaha membahagiakan keluarga tanpa kenal lelah. Disela kesibukannya yang berharga untuk cari nafkah, mas Agus tetap meluangkan waktunya untuk menulis cerpen dan membuat kita semua tertawa akan cerita-cerita yang dibagikan. Seriously, it means a lot for us πŸ’•

Eniho, gue ada quiz yang bisa teman-teman cari jawabannya dari cerpen mas Agus di atas πŸ˜† menurut teman-teman, berapa total uang yang mas Agus bawa pulang ke rumah? 😍 Teman-teman bisa tulis jawaban terpisah dari komentar yang teman-teman ingin berikan untuk cerpen mas Agus. Jawaban teman-teman nggak gue publish sampai hari pengumuman, while komentar tetap akan gue publish segera. Dan gue akan umumkan satu teman untuk mendapatkan hadiah IDR 250.000 bersama pengumuman giveaway dua Paid Post sebelumnya 😁 good luck!

Paid Guest Post
Agus Rakman
Sarilah MWB
---------------------------------------------------------------------------------------
Sorry, no English translation for this post.
Kindly check the Indonesian version.

---------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------
Sorry, no Korean translation for this post.
Kindly check the Indonesian version.

---------------------------------------------------------------------------------------

70 comments:

  1. 20.000 jawabannya mbak, hihi

    ReplyDelete
  2. Ih suka bikin penasaran banget cerita mas agus ini endingnyaaa.

    Aku masih terbayang bayang juga beberapa cerpennya mas agus nih, suka klimaks gitu, kesal dan seneng habis baca cerpen2nyaa. Mkasih bnyak mas agus

    ini cerpennya dijual online nggak ya mbak eno? kalau ada, mau donk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih banyak mbak Ghina, Alhamdulillah kalo suka cerpen ku, tapi aku juga masih harus banyak belajar dalam membuat cerita agar lebih baik.πŸ™‚

      Delete
    2. Hi mba Ghina, nggak dijual online sepertinya. Semua cerpen mas Agus bisa dibaca for free di blog mas Agus langsung, mba πŸ˜† hehehehe.

      Delete
  3. Yaaaah kasian si Agus kena tipu!!! πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Betul-betul halaman terlarang yang kalau dibuka cuma bikin nyesel ajaa!!!! Asem juga si pak tua ituu. Sudah dapat cilok gratis, eh masih nipu juga huhu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwk begitulah, harusnya Agus jangan buka halaman itu biar tidak nyesal ya mbak.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
    2. Tipe manusia kurang bersyukur itu mba, sudah dikasih hati minta jantung, masih sempat-sempatnya menjual harga buku 10x lipat dari harga aslinya hanya demi dapat untung huhuhu πŸ˜…

      Memang betul kata Bapak tua itu, kalau dibuka bisa menyesal πŸ€ͺ

      Delete
    3. yang tabah ya Agus hehehehe Untung saja masih boleh kas bon sama pak juragan. Kalau engga, makan apa nanti istri anak di rumah huhuhu

      Delete
    4. Istrinya pintar kelola uang, mba 😍

      Delete
  4. Kalau soal jawaban uang yang dibawa sama mas Agus, sepertinya cuma Rp 25.000 saja. Aslinya kan dia dapat penghasilan Rp 165.000, yang berarti dia harusnya cuma dapat Rp 55.000. Eh tapi dia belanjain uangnya Rp 150.000. Berarti sisa Rp 15.000 saja. Padahal Rp 110.000 itu untuk pak Herman... Trus dibilang dia ngutang Rp 100.000 hari itu. So, dia kasih Rp 10.000 ke pak Herman dan buat dia Rp 5.000 (sepertiga dari lima belas ribu kan lima ribu yak). Trus minta kas bon dua puluh ribu. Berarti yang dibawa pulang mas Agus dua puluh lima ribu rupiah saja.

    Betul-betul nih mas Agus! Untung masih dikasih kas bon. Kalau engga nanti makan apa keluarganya huhuhu...

    ReplyDelete
  5. Sudah dibilang jangan dibuka, eh malah dibuka. Agus jadi menyesal karena ditipu bapak penjual buku...hahahhaa
    seperti biasanya, akhirnya yang tidak tertebak. Jadi ingat filmnya warkop, endingnya selalu ga ketebak..hahahhaa

    mbak eno setelah posting cerpen malah dilanjut dengan cerita soal matematika...hahhahaa :D :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Agus memang bandel ya kang, dan akhirnya nyesal setelah membuka halaman terakhir.πŸ˜‚

      Delete
    2. Hahahahaha, makanya kalau dikasih tau Bapak tua tuh didengar, jangan dilawan, daripada menyesal betulan kan akhirnya πŸ˜‚

      By the way, terima kasih mas Rivai sudah ikutan jawab 😝

      Delete
  6. ikutan meramaikan yaa mbak eno, :D :D
    uang yang dibawa pulang totalnya 35ribu.

    kalau total yang dikasih istrinya 15ribu.
    khan 20ribu nya untuk jajan anaknya...hahhahaa

    ReplyDelete
  7. As always kalau baca cerpen kak Agus pasti dibikin harap2 cemas sama endingnya yang bakal plot twist, dan jedaaar bener aja, wkwkwkw. Banyak pesan terkandung di dalamnya, dimulai dari gak boleh nipu, nipu bikin dagangan gak laris, dan gak boleh percaya gitu aja sama hasudan orang lain:D

    mas Agus emg panutan deh pokoknya! Eheheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin pada cemas takut ending-nya horor ya kak Awl, dan ternyata ending cerpen ini lebih horor dari pada ketemu hantu.πŸ˜‚

      Makasih apresiasinya kak.πŸ™‚

      Delete
    2. Untung bukan plot twist setan, mba πŸ˜‚ hahaha. Terima kasih mba Awl sudah mengambil hikmah dari setiap cerita yang dibagikan 😍

      Delete
  8. Eniwey kak Eno, aku mau coba jawab (walaupun nggak pinter itung2an hahaha).

    Uang yg dibawa sama mas Agus ke rumah itu ada 35.000, karena dari sisa uang hasil jualan yg kepake 150.000 itu ada 15.000, ditambah kasbon dari kang Herman 20.000, jadi total 35.000, wehehehe.

    Bener gak yaa, wkwkw ini kalau salah fix gak bisa dikasih quis matematika lg nih kak xD

    ReplyDelete
  9. Kak Enooo cantik aku udah balas email kakak, maaf karena aku baru sempat cek gmail lagi. Aku benar-benar minta maaf sekali lg sama kak Eno karena lupa kabari kakak perihal buku Toughts😫 *semoga kak Eno nggak marah sama aku😭*

    Oh iya, komentar ini nggak perlu dipublish ya kak, aku pingin kabari kakak aja soal email, tiba-tiba jd kepikiran kenapa aku sampai kelupaan untuk follow up buku Thoughts dari kakak, *teledor sekali aku😫

    ReplyDelete
  10. Aminn Ya Allah.. semoga mas Agus dpet tawaran dari gramed buat jadi slah satu penulis rekanan mereka... doa terbaik kami menyertaimu mas.. terimakasih juga buat tulisan hebatnya yg free di web Mba Eno maupun di blog mas agus. It means a lot..

    Kasian Tokoh Agus.. berasa dimanfaatin kalau gitu... hahah
    Sudah jatuh ketiban pohon pula..

    Hari ini dia hanya nyetor 20 ribu ke istrinya *kalau uang sebesar 5000 dari ibu yg beli pas sore tidak dihitung hingga jam 7 malam.. heheh..

    Seandainya tidak kena tipu mngkin bisa bawa pulang 56.500.. mana dia berhutang sama juragan herman lagi.



    ReplyDelete
  11. aku dari pertengahan baca bagian yang bapak di pos ronda udah deg degan nih, pas malem pula bacanya hahaha, kadang ending mas agus tak bisa kutebak.
    ndilalah ku pengen ngakak hahahahahaha.
    alamakkk 15.000 nambah nol 1, jauhhh banget untungnya si bapak :D. hebat ilmu marketingnya

    kucoba resapi lagi ahh misteri dibalik tulisan mas agus ini, ga kepikiran kalau baca cerpen kudu bersanding sama kalkulator, maklum ilmu matematikaku ya gitu hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena biasa baca cerpen horor jadinya was-was kalo nanti endingnya horor ya mbak Ainun apalagi bacanya malam Jumat pula.πŸ˜‚


      Delete
    2. Hahahaha, saya awal baca juga sempat deg-degan mba, mana cerpen aslinya memang ada kisah horornya, cuma saya minta ganti biar yang baca nggak ketakutan (cukup deg-degan saja) πŸ˜‚ Wk.

      By the way itu bukan ilmu marketing tauk mbaaa 🀣 tega banget kalau ilmu itu digunakan di dunia nyata. Yang ada orang-orang pada malas belanja nantinya karena kawatir rugi banyak hahahaha.

      Semangat mba, semoga ketemu jawabannya 😝

      Delete
  12. Mas Aguuus, ceritanya lucuu bgd sumpah 🀣🀣 Beres baca aku lngsng ceritain ke suami kan, dia udah penasaran jg sama buku apa sih itu. Pas nyampe endingnya, dia ngakak ga berenti2. Jd kita berdua ketawa2 sama cerita ini. Makasii ya Mas Agus udah bikin mlm kita ber2 jd ceria 😁

    Eh, ada buku Nikah Muda aku disebut juga 😍😍 Yaampun aku terharuuuu, berasa dipromosiin gratis kan jadinya 🀣🀣 ditulis di cerita penulis cerpen hebat kayak Mas Agus, plus bisa mejeng di blog nya Mba Eno 😍😍 Makasii banyaaak yaa Mas Agus n Mba Eno πŸ’–πŸ’–

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah kalo mbak Ica dan suaminya juga suka. πŸ™‚

      Sama sama mbak, semoga novel nikah muda nya mbak Ica tambah laris ya.πŸ˜„

      Delete
    2. Waaah senang dengarnya, mba 🀣 memang menyebalkan sekali ketika tau harganya beda. Tapi nggak bisa untuk nggak ketawa. Especially jika membayangkan diri sendiri jadi korban. Mungkin akan ketawa juga. Cuma bedanya, saat itu menertawakan kebodohan kita πŸ˜†

      Sama-sama mba Thessa, laris manis bukunya 😍

      Delete
  13. Si bapak yang dikasih cilok ngeaelin kok banget sih mas Agus? Hahaha.

    Ada beberapa pesan tersirat menurut saya dari cerpen ini (sok banget ya gue?) hahahaha, tapi seriusan mas. Soal ojek online itu, harusnya applikasi ojol di Indonesia diperbarui, karena banyaaak banget kasus pelanggan yang cancel sesuka udel, apalagi kalau pesan makanan, harusnya kalau tukang ojek udah beli pesanannya, mereka nggak bisa cancel lagi, karena mereka harus tau dan mengerti kalau duit yang dipakai buat beli itu sementara pakai duit si abang ojek dulu. Sama satu lagi, kadang ojol cancel pesanan karena pesanannya banyak alias duit abangnya nggak cukup buat beliin, padahal kadang mereka udah berharap dapat pelanggan. Kayak teman saya kemaren pesan makanan, banyaaak banget, tapi si abangnya tolak karena duitnya nggak cukup, harusnya pihak gojek atau ojol lain menyiasati hal ini, nggak tahulah gimana caranya, wkwk. Soalnya kan, ojol itu kebanyakan dari kaum marginal. Kok saya jadi protes ke mas Agus sih?πŸ˜‚πŸ˜‚

    Sama sekarang kalau menolong strangers itu harus mikir-mikir, bukan karena kita nggak mau, tapi nanti kita yang susah sendiri, kayak mas Agus yang di cerpen contohnya, nggak tahu kalau mas Agus yang author cerpen gimana, hahaha. Betewe, cerpennya keren mas, saya juga ikutan dagdigdug hahaha, nggak tahu aja endingnya ngeselin banget 😬😬

    Melihat judulnya saya sempat mikir tadi ini mba Jane, soalnya bahasin buku, wkwk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mbak Sovia, tapi memang benar masih banyak yang harus dibenahi dalam sistem ojek online, baik dari customer maupun driver nya. Mungkin mereka juga sedang berusaha membenahi masalah ini, semoga saja bisa diselesaikan dan memberikan solusi yang terbaik bagi semuanya.

      Kalo soal menolong orang yang tidak dikenal agak susah juga, siapa tahu ada yang benar-benar butuh pertolongan, tapi takutnya juga seperti bapak tua tadi.πŸ™‚

      Delete
    2. Mereka pastinya terus berusaha membenahi program dan sistem mereka. Permasalahannya, kadang sistem sudah betul, namun manusia-nya yang hobi memainkan sistem itu sendiri, alhasil para pemilik usaha berusaha keras terus merubah sistem agar nggak ada celah. Contoh, dulu sistem dibuat dengan point yang besar, tapi orang-orang jadi berlomba ambil keuntungan dan memainkan sistem yang ada, entah pakai tuyul, pakai fake customers, ini itu, alhasil perusahaan merombaknya dan yang rugi siapa, para pengguna (baik customers maupun drivers) hehehe.

      Andaikata sistem yang ada dihargai dan nggak dimainkan, saya rasa semua akan lebih diuntungkan ~ karena bagaimana pun, perusahaan ingin untung dari usaha yang dibuat. Dan mereka perlu membiayai operasional yang besar. Membayar gaji pegawai dan lain sebagainya. Hehe, semoga baik perusahaan dan para pengguna bisa lebih bijak dan berusaha doing their best, sebab kalau perusahaan sampai collapse, yang rugi bukan hanya ownernya namun para staff sampai para penggunanya pula πŸ™ˆ

      Delete
  14. Baru baca di baris awal. Udah ada nama Agus. Langsung sekroll ke bawah dulu. Ada apa ini hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak ada apa-apa mas Dodo.πŸ˜€

      Delete
    2. 🀣🀣🀣

      Delete
    3. Suka sekali cerita ini, related dengan keadaan ekonomi yg hari ini serba susah.

      Aku pun agak seperti itu, apapun yg dilakukan, yg penting dapat duit.. Tapi halal wkwkwk

      Terus, tentang buku misteri itu. Aku rasanya pernah dengar jokes ini waktu SD loh mas πŸ˜…

      Delete
    4. Sekarang banyak yang susah ya mas Dodo, hingga menghalalkan beribu cara. Hehehehe. Ohya mas Dodo pernah dengar jokes ini? 😍

      Delete
  15. Jawabannya 35rb yaa?

    ReplyDelete
  16. wakakakakakkaka.
    Kan dibilangin kaaann..
    Coba tadi nggak dibuka, pasti si Agus nggak bakal shock dan melongo wakakakak.

    Duhh yeee, gemeeessss, kenapa pula ada bapak-bapak nyebelin kayak gitu, udahlah dikasih cilok gratis, masih ajaaa ngerjain orang, padahal udah mau dibeli bukunya, ckckckck.

    Tapi bentar deh, saya jadi pengen mengomentari tentang Gojek itu.
    Bener banget tuh, menurut saya gojek dan grab itu harus memikirkan problem-problem seperti itu. Setidaknya melatih para drivernya lebih profesional.
    Jadi, kalau memang udah ada orderan, trus harganya nggak masuk akal boleh ditolak, eh kayaknya sekarang udah boleh deh, kalau ga salah, cuman jadinya banyak driver yang nggak sopan, main asal nolak tanpa konfirm.

    Entahlah, masalah driver dan penumpang ojol itu dari dulu nggak kelar-kelar, padahal ya keduanya saling membutuhkan :D

    Terus juga mengenai bapak-bapak penipu gitu, sebenarnya di dunia nyata ada loh kayak gitu, dan itu yang bikin orang jadi ilfil mau bantu, bahkan orang udah mikir nggak bener lebih dulu kalau nemu orang kayak gitu, hahaha.

    Sebel deh :D

    Oh ya, btw juga selamat ya Mas Agus, cerpen kedua tayang di blog fenomenal ini :D
    Setuju banget ama Eno, doa tulus kami, semoga nanti Mas Agus bisa direkrut oleh publisher yang terkenal.
    Serius loh, karya Mas Agus itu bagus -bagus, terlebih bener juga kata Eno, itu ditulis di sela waktunya cari nafkah untuk keluarganya.

    Hanya penulis keren yang bisa lakukan hal tersebut, karena kita tahu, menulis itu ya butuh sikon yang nyaman, yang khususnya, tapi Mas Agus bisa lakukan hal ngeblog di sela kegiatan lainnya.

    Dan bukan hanya itu, saya tuh salut banget ama Mas Agus, bukan hanya semangat mencari nafkah buat keluarganya, tapi juga begitu sayang dan peduli ama anak istrinya, hampir di semua postingan selalu memuji anak istrinya.

    Semoga berkah dan bahagia selalu ya Mas, semangaattt, kami semua mendukung Mas Agus jadi lebih baik dan bisa menjual karya-karyanya dengan baik :)

    Dan thanks to Eno, yang selalu peduli banget ama teman-teman blogger :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Soal bapak bapak itu sebaiknya lupakan saja mbak, siapa tahu beneran ada yang butuh pertolongan tapi karena takut ditipu jadinya pada tidak mau menolong, kan kasihan.

      Soal ojek online aku juga belum pernah daftar jadinya kurang tahu masalah detilnya tapi yang aku baca memang begitu. Semoga saja ada solusinya karena keduanya sama-sama membutuhkan.

      Betul sekali, terima kasih pada mbak Eno yang peduli pada teman-teman sesama blogger.

      Delete
    2. Agus menyesal kemudian mba, akibat nggak dengar apa kata orang tua hahahahaha. Tapi bapaknya memang nakal sih ya πŸ˜…

      Setuju sama mba Rey, menurut saya mas Agus terlihat jelas sangat sayang istri dan anak ~ hehehe. Plus selalu mau berusaha kerja keras mencari nafkah untuk keluarga. Semakin salut karena nggak banyak mengeluh akan keadaan, meski sempat kehilangan pekerjaan, namun tetap semangat cari jalan lain untuk membahagiakan keluarga yang dipunya 😁 --- semoga rizki mas Agus dicukupkan, dan hidup bahagia selamanya 😍

      Delete
    3. Saya ikut mendoakan buat Mas Agus, Amiiiiiin.... 😊 Endingnya inih, ckckck...

      Selamet ya Mas Agus, tulisannya makin bagus dan makin mahir 😁 Ceban dong πŸ˜‹

      Delete
    4. @Mas Agus : setuju sih Mas, dalam membantu orang memang sebaiknya kita abaikan dia mau bohong atau enggak, pokoknya kalau kita bisa, ya udah bantu dan lupakan.

      Jadi mau dia boong kek, itu urusannya ama Tuhan :D

      Eno : Aamiin, bener say, salut banget saya.
      Di saat banyak orang mengeluh karena pandemi ini, dia masih tetap semangat dan peduli akan keluarga :)

      Delete
    5. Makasih banyak ya mbak Rey, mbak Eno dan mbak Rini atas supportnya.πŸ˜€

      Untuk mbak Rini, ngga ada ceban mbak, kalo cilok ada.πŸ˜‚

      Delete
    6. Bentar, ceban itu apa sih? :D

      Delete
    7. Sepuluh ribu mba artinya 🀣

      Delete
  17. wkwkwkw btw ikutan quiz nya aaahh, total uang yang dibawa pulang Mas Agus?
    35rebo kayaknya ye :D
    20rebo dari si juragan
    15 rebo berbentuk buku tersebut hahahaha

    ReplyDelete
  18. Saya merasa de javu, kayak pernah baca cerita yang sama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku dapat ide ini setelah membaca cerita seorang pekerja kantor yang pulang lalu dalam bis beli buku pada bapak tua dan ternyata harganya seperti cerita ini.

      Maaf kalo salah.πŸ™‚

      Delete
    2. Waah baca cerita di mana, mas Firman? πŸ˜† mungkin seperti yang mas Agus jelaskan, beliau dapat inspirasi dari baca cerita orang ~

      Delete
  19. Wkwkw apes sekali Agus ini πŸ˜‚ awalnya udah berniat baik, eh malah kena tipu 🀣 cerpennya cukup menghibur *eh, kok malah tertawa di atas penderitaan orang* πŸ™ˆ semoga Agus bisa mendapat rejeki yang berlipat ganda sehabis ini πŸ™ˆ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiiiin πŸ˜‚πŸ˜‚ hehehe. Kasian si Agus, yaaah πŸ™ˆ

      Delete
  20. Aku ikut kuis deh :D. Yg dibawa pulang Rp 35rb.

    Hari itu Agus udh dpt 150 RB. Trus sampe jam 7 hanya nambah 15 RB , jd total 165rb.

    Beli buku bajakan 150rb.

    Sisa 15rb.

    Trus minta kasbon 20rb :D.

    Jd yg dibawa 35rb hihihi, bener tak :D

    ReplyDelete
  21. Mas aguuuusss, kamu beli bajakan yaaaa, kenapa buku Thessa cuma 50rb??? Ditawar lagi jd 30 RB πŸ˜‚πŸ˜‚. Itu hrg asliny ga segitu tauuuuuk hahahahaha. Laporin mba Thessa niiih :p.

    Nyeseeeeeeek pas baca hrg tuh buku 15 RB. Rasa pengen disumpahin tuh kakek2 :p. Jualan ga berkah hahahahahaha . Udh ditolong malah ngedorong :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaha harga aslinya berapa, mba? Mungkin karena bukunya sudah nggak segel that's why dijual murah 😍 -- sama mba, saya ikutan kesal waktu tau harganya cuma sepersepuluh dari yang dibayar 🀣

      Delete
  22. Sepertinya cerita seperti ini pernah saya baca cuma lupa bacanya waktu itu di koran atau di majalah atau di internet. Tapi bukunya itu tidak ada isinya kecuali halaman terakhirnya saja yang tertera harga bukunya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu lebih menyebalkan lagi kalau nggak ada isinya, mas 🀣

      Delete
  23. Iseng-iseng ikutan kuisnya.

    Uang yang dibawa pulang Agus 35 ribu, sisa uang dagangan 15ribu tambah kasbon 20ribu jadi totalnya 35ribu

    ReplyDelete
  24. SEBELLLL 🀣 udah tau ending-nya pasti kayak begini, bukan cerpennya Mas Agus kalau akhir ceritanya nggak bikin hati kesal, cemas, deg-degan wkwkwk

    Taktik marketing si bapak penjual buku boleh juga, tapi ini namanya penipuan, pak! Cuma si Agus bandel juga sih, dibilang jangan dibuka, malah dibuka juga. Nyeselnya berkali-kali lipat deh 🀣 Tapi aku setuju dengan Mba Sovia, ada beberapa pesan tersirat dalam cerpen ini. Seperti uang dagangan jangan lah dipakai untuk keperluan pribadi, terus jadi orang juga jangan ngeyel wkwkwk

    Btw, kenapa pertanyaannya berhubungan dengan matematika, Mba Enooo? 😭 aku skip deh pertanyaannya kali ini huahaha

    Ditunggu cerpen berikutnya ya, Mas Agus! Dan saya pun ikut mengamini kalau suatu hari karyanya Mas Agus bisa debut di penerbit besar seperti Gramedia! ✨

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha sama mba, saya ikutan kesal waktu awal baca 🀣 menurut saya ini si bapak tua bukan marketing, tapi pure mau ambil untung kebangetan dari kepolosan Agus, padahal Agus sudah niat membantu. Cuma Agusnya juga nakal, kata bapak tua jangan dibuka eeeeh nekat dibuka πŸ€ͺ kualat akhirnya ~

      Nah setuju, uang dagangan jangan dipakai untuk pribadi, nanti jadinya seperti Agus, niat mau untung yang ada buntung πŸ˜‚ hehehehe.

      Delete
  25. setelah meresapi lagi misteri dibalik tulisan mas agus ini dan ikutan hore hore di quiz ini, jawabannya adalah :

    si mas Agus pulang dengan membawa uang 140.000
    hehehe

    ReplyDelete
  26. Aduh. Itu keras sekali tampaknya kehidupan di kotanya Agus. Udah berbaik hati malah diinjak-injak. :D

    Tapi kayaknya Agus punya minat dan bakat terselubung buat menulis, Mbak. Dengan pengalaman-pengalamannya yang berharga, suatu saat kayaknya Agus bakalan jadi penulis terkenal. :)

    Btw, ending ini khasnya tulisan Mas Agus banget. Keren! Bikin senyum.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngga sih kang, ini cuma cerita saja. Kalo nyatanya sih disini orangnya baik-baik, bahkan saking baiknya kadang kalo ada yang ngutang suka amnesia.πŸ˜‚

      Amin, makasih doanya kang, tapi entah kenapa aku masih belum pede untuk gabung publisher besar seperti Gramedia. Masih enak nulis di blog saja.πŸ˜†

      Delete
    2. Kenapa nggak pede mas, ayooo pede doooong, semangatttt! 😍

      Delete
  27. Benar-benar keramat ya, Mas Agus. Gak kebayang gimana perasaannya ketika buka halaman terakhir itu. Emang si bapak penjual bukunya benar-benar ruaaaaarrr biasa. Dan entah kenapa aku jadi inget impostor di game among us. Sepertinya si bapak sudah pro jadi impostor. Hehehe.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Ngomong-ngomong, nganu Mbak Eno. Kepalaku kyknya agak gak beres belakangan ini. Karena males banget dibuat mikir. Jadi buat quiz kali ini aku skip aja. Buat temen-temen yang jawab quiz nya semoga beruntung yaaaaaaa. πŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rasanya cenat cenut kayak tanggal tua lihat kuota internet tinggal sedikit, tapi mau ke konter untuk ngutang takut ditolak mbak.πŸ˜‚

      Delete
    2. Jiaaaah hahahaha, cari wifi gretongan, mas 🀣

      Delete
  28. Begitu baca judul "wah kayanya cerpen horror mas Agus nih",, tapi pas dipikir2 lagi, kayanya nggak mungkin yg horor2, ntar mbak Eno takut, huehhehehe.. Ternyata memang bukan horror.. Dan cerita kali ini seperti cerpen2 mas Agus biasanya, ada plot twist kocak di akhir cerita haha..

    Harusnya sih si Mas Agus yang di cerpen tetap nurut sama saran bapak penjual buku. Nah kalau udah kaya gini kan jadinya dia nyesel seumur hidup karena tahu fakta menohok wkwkwkw..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Agusnya ngeyel sih bang, makanya tetap buka Staples dan akhirnya nyesel deh dia setelah tahu harganya.πŸ˜‚

      Jangan ditiru ya, ngga nurut omongan orang tua.πŸ˜†

      Delete
    2. Iya mas Bara, kalau terlalu horror saya nggak berani baca. Kalau yang ini mungkin lebih mirip thriller hahahaha, jadi nggak ada setannya πŸ˜‚

      Delete
  29. Untungnya kali ini bukan horor πŸ˜‚πŸ˜‚ Bapaknya bisa banget deh nipunya. Padahal uda dikasih makan gratis. Semoga Agus dapat yg berkali lipat atas kebaikannya πŸ™

    Cerpen buatan Mas Agus ga neko-neko tapi jleb banget. Semangat yaa Mas, semogaa suatu saat bisa terbitin buku cerpen sendiri yaa 😁

    Makasih Mba Eno uda mengajak Mas Agus untuk nulis cerpen disini. Kecee bangeeet.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bapaknya tega, sudah dikasih hati minta jantung ya mba 🀣 hehehehe. Amiiiin turut mendoakan yang terbaik untuk mas Agus 😍

      Delete