People Change | CREAMENO

Pages

People Change

Saat musim gugur, gue dan si kesayangan sering main ke Herbs Garden karena bisa lihat ilalang warna pink (gue lupa namanya apa) yang cantik bangettt huaaa ๐Ÿ˜ -- by the way, Herbs Garden ini ada di mana-mana, mostly tempat wisata alam Jeju punya Herbs Garden, namun favorit gue dan si kesayangan tentu saja Father's Garden (gue pernah cerita soal Father's Garden di post lama), karena bisa sambil petik Jeruk Hallabong dan makan di tempat ๐Ÿคฃ

Gue dulunya nggak pernah pergi ke kebun atau kegiatan apapun yang menguras tenaga ๐Ÿ™ˆ tapi semenjak di Jeju, waktu senggang gue justru diisi oleh kegiatan berkebun (petik ini, petik itu) dan kegiatan alam lainnya (di Bali pun jarang ๐Ÿ˜…). Si kesayangan sadar gue ini pemalas tingkat dewa, nggak mau kepanasan atau kelelahan (bagian dari self love, nggak mau buat diri sendiri susah) ~ ๐Ÿ˜ alhasil dia usaha ajak gue kegiatan outdoor sambil cari tau mana yang gue suka ๐Ÿคช

Mungkin ada yang ingat kisah gue kesal diajak naik tangga agar bisa lihat pemandangan dari puncak Seongsan. Nah, dari situ dia tau kalau gue maunya cuma jalan datar (omg, ribet banget luuuh jadi orang!), dan pelan-pelan dia ajak gue ke hutan, ternyata gue suka ๐Ÿ˜‚ -- pertama kali ke hutan, gue diajak ke Saryeoni, dan gue bisa jalan sekiloo, terus upgrade jadi dua kilo and so on, kemudian gue diajak ke Bijarim dan gue bisa jalan sampai lima kilo, WOOOOW! Wk.
In fall season, me and my man often go to Herbs Garden because we can see so many beautiful pink weeds (I forgot the name) ๐Ÿ˜ And this kind of Herbs Garden is available everywhere. Most of tourist attractions related to nature in Jeju Island have Herbs Garden, but my favorite one is Father's Garden, because I can pick Hallabong Oranges and eat on the spot ๐Ÿคฃ

I used to dislike going to garden or doing any activity which drains me ๐Ÿ™ˆ but since I fall in love with Jeju, my free time has been filled with gardening activities (pick this or pick that) and other nature-related activities. My man realized that I was a lazy woman, didn't want to feel hot, didn't want to feel tired (it's a part of self-love, I didn't wanna make myself suffering ๐Ÿ˜), so as a result, he tried to get me to try outdoor activities while finding out which one I like ๐Ÿคช

Maybe you guys ever read story when I was upset because he asked me to go up the stairs so that we could see the view from the top of Seongsan. Well, since then, he knew I just wanted to walk on the flat road (such a complicated person!), and slowly, he took me to the forest, which turns out I like it ๐Ÿ˜‚ The first time I went to Saryeoni, I walked a kilo, then upgrade to two kilos and so on. Then, I visited Bijarim and I was able to walk up to five kilooooo, WOOOOW! Wk.
๊ฐ€์„์— ์ €์™€ ๋‚ด๋‚จ์ž๋Š” ์ž์ฃผ Herbs Garden์— ๊ฐ€์š”. ์™œ๋ƒ๋ฉด ์ˆ˜๋งŽ์€ ํ•‘ํฌ์ƒ‰ ๊ฐˆ๋Œ€๋ฅผ ๋ณผ ์ˆ˜ ์žˆ๊ธฐ ๋•Œ๋ฌธ์ด์—์š”(ํ•‘ํฌ๋ฎฌ๋ฆฌ) ๐Ÿ˜ ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ์ด๋Ÿฐ Herbs Garden์€ ์–ด๋””์—๋‚˜ ์žˆ์–ด์š”. ์ œ์ฃผ์— ์žˆ๋Š” ๋Œ€๋ถ€๋ถ„์˜ ๊ด€๊ด‘๋ช…์†Œ์—๋Š” Herbs Garden์ด ์žˆ์ง€๋งŒ ์ œ๊ฐ€ ๊ฐ€์žฅ ์ข‹์•„ํ•˜๋Š” ๊ณณ์€ ํ•œ๋ผ๋ด‰์„ ๋”ฐ์„œ ๋จน์„ ์ˆ˜ ์žˆ๋Š” Father's Garden์ด์—์š” ๐Ÿคฃ

์ €๋Š” ๊ฐ€๋” ์ •์›์— ๊ฐ€๊ฑฐ๋‚˜ ์ง€์น˜๊ฒŒ ๋งŒ๋“œ๋Š” ํ™œ๋™์„ ์‹ซ์–ดํ•ด์š” ๐Ÿ™ˆ ํ•˜์ง€๋งŒ ์ œ์ฃผ๋ฅผ ์ข‹์•„ํ•˜๊ณ  ๋ถ€ํ„ฐ ์ œ ํœด์‹์‹œ๊ฐ„์€ ๋Œ€๋ถ€๋ถ„ ์ •์›์— ๊ฐ€๋Š”๊ฑฐ์˜€์–ด์š”. ๋‚ด๋‚จ์ž๋Š” ์ œ๊ฐ€ ๊ฒŒ์œผ๋ฅด๊ณ  ๋”์šด๊ฑธ ์‹ซ์–ดํ•˜๊ณ  ํ”ผ๊ณคํ•œ๊ฑธ ์‹ซ์–ดํ•˜๋Š” ์—ฌ์ž๋ผ๋Š”๊ฑธ ๊นจ๋‹ฌ์•˜์–ด์š” (์ด๊ฑด ์ž๊ธฐ์• ์˜ ์ผ์ข…์ด์—์š”, ์Šค์Šค๋กœ ๊ดด๋กญํžˆ๋Š”๊ฒƒ์„ ํ•˜๊ณ ์‹ถ์ง€ ์•Š์•˜์–ด์š” ๐Ÿ˜), ๊ทธ๋ž˜์„œ ๋‚ด๋‚จ์ž๋Š” ์ œ๊ฐ€ ์ข‹์•„ํ• ๋งŒํ•œ ๊ฒƒ์„ ์ฐพ์•„์„œ ์ €๋ฅผ ๋ฐ–์œผ๋กœ ๋Œ๊ณ ๊ฐ€๋Š”๋ฐ ์• ๋ฅผ ๋จน์—ˆ์–ด์š” ๐Ÿคช

์•„๋งˆ ์—ฌ๋Ÿฌ๋ถ„์€ ๊ณ„๋‹จ์œผ๋กœ ๊ฐ€์ž๊ณ  ํ•ด์„œ ํ™”๊ฐ€ ๋‚ฌ์—ˆ๋˜ ์ด์•ผ๊ธฐ๋ฅผ ์ฝ์€์ ์ด ์žˆ์„๊ฑฐ์—์š”. ๊ทธ๋ž˜์„œ ์šฐ๋ฆฌ๋Š” ์„ฑ์‚ฐ์—์„œ ๊ฒฝ์น˜๋ฅผ ๋ณผ ์ˆ˜ ์žˆ์—ˆ์–ด์š”. ์Œ, ๊ทธ๋•Œ๋ถ€ํ„ฐ ๊ทธ๋Š” ์ œ๊ฐ€ ํ‰์ง€๋ฅผ ๊ฑท๊ธฐ๋ฅผ ์›ํ•˜๋Š”๊ฒƒ์„ ์•Œ์•˜์–ด์š” (๋ณต์žกํ•œ ๋‚˜๋ž€์ธ๊ฐ„!) ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ์„œ์„œํžˆ ๊ทธ๋Š” ์ €๋ฅผ ์ˆฒ์œผ๋กœ ๋ฐ๋ ค๊ฐ”์–ด์š” ๐Ÿ˜‚ ์ œ๊ฐ€ ์ฒ˜์Œ์œผ๋กœ ๊ฐ„ ๊ณณ์€ ์‚ฌ๋ ค๋‹ˆ ์ˆฒ๊ธธ์ด์—ˆ์–ด์š”, 1ํ‚ค๋กœ ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ์—…๊ทธ๋ ˆ์ด๋“œํ•ด์„œ 2ํ‚ค๋กœ๋ฅผ ๊ฑธ์—ˆ์–ด์š”. ๊ทธ๋Ÿฐ ๋‹ค์Œ ์ €๋Š” ๋น„์ž๋ฆผ์— ๊ฐ”์–ด์š”. ์ €๋Š” 5ํ‚ค๋กœ๋ฅผ ๊ฑธ์„ ์ˆ˜ ์žˆ์—ˆ์–ด์š” WOOOOW! Wk.

It was cold but the view soooo pwetty! ๐Ÿ˜

Habis itu, dia mulai ajak gue ke tempat lain seperti Father's Garden untuk petik Jeruk, which is awalnya gue ragu ~ I mean, kalau ada yang sudah siap makan, kenapa harus repot petik sendiri cobak? ๐Ÿ˜… *begitu~lah pertanyaan pertama yang ke luar dari mulut gue* ---- maklum gue kalau liburan atau makan-makan lebih suka yang ready di meja. Even gue jarang makan shabu-shabu karena harus masak dulu hahahaha *kemudian ditimpuk pembaca* ๐Ÿคฃ✌

Thanks to him, gue mulai kenalan dengan alam ๐Ÿ˜ Mulai suka main ke garden, ke hutan, ke laut, dan mulai mau diajak petik buah-buahan, bahkan dia ajak gue buat homemade Strawberry jam! Hahahaha. And it was fun, karena nggak semenyebalkan dan melelahkan yang gue bayangkan ๐Ÿ™ˆ Nonetheless, people do change, yah ๐Ÿ˜† Kalau teman-teman, ada yang pelan-pelan berubah jadi suka akan sesuatu hal karena 'diracuni' seseorang (bisa pasangan, sahabat atau keluarga)? Kalau ada, yuk ceritakan pengalaman teman-teman di kolom komentar ๐Ÿ˜
After that, he started taking me to other places such as Father's Garden to pick oranges, which at first I was doubtful, I mean, if I can eat fruits on the table, why bother picking it myself? ๐Ÿ˜… *it was the first question that came out of my mouth* ๐Ÿ˜… Because whenever I eat, I prefer the ones that already prepared, I don't even eat shabu-shabu often because I have to cook first ๐Ÿคฃ✌

Thanks to him, I'm getting acquainted with nature. Starting from visiting garden, forest, sea, and I became wanting to pick fruit, and to make homemade strawberry jam! LOL. It was fun, because I guess, it's not as annoying and tiring as I imagined ๐Ÿ™ˆ ---- nonetheless, people do change, yeah ๐Ÿ˜†๐Ÿ’• how about you, guys~? Is there a thing you gradually like after got to know it by someone (can be your partner, friend or family)? If yes, let's share your experiences ๐Ÿ˜
๊ทธ ๋’ค๋กœ ๊ทธ๋Š” ํŒŒ๋”์Šค๊ฐ€๋“ ๊ณผ ๊ฐ™์€ ๊ณณ์œผ๋กœ ์ €๋ฅผ ๋ฐ๋ ค๊ฐ€ ์˜ค๋ Œ์ง€๋ฅผ ๋”ฐ๊ธฐ ์‹œ์ž‘ํ–ˆ์–ด์š”. ์ฒ˜์Œ์— ์ €๋Š” ์™œ ์˜ค๋ Œ์ง€๋ฅผ ์ง์ ‘ ๋”ฐ์•ผ๋˜์ง€? ํ•˜๋ฉด์„œ ๋‹นํ™ฉํ–ˆ์–ด์š” ๐Ÿ˜… *๊ทธ๊ฒŒ ์ œ ์ž…์—์„œ ๋‚˜์˜จ ์ฒซ๋ฒˆ์งธ ์งˆ๋ฌธ์ด์—ˆ์–ด์š”* ๐Ÿ˜… ์ €๋Š” ๋จน์„ ๋•Œ ์š”๋ฆฌ๊ฐ€ ๋๋‚œ ์Œ์‹์„ ์„ ํ˜ธํ–ˆ์–ด์š”. ์ƒค๋ธŒ์ƒค๋ธŒ๋„ ์ž์ฃผ๋จน์ง€ ์•Š์„ ์ •๋„์—์š”. ๋จผ์ € ์š”๋ฆฌ๊ฐ€ ๋๋‚œ๊ฑธ ์„ ํ˜ธํ•˜๊ธฐ ๋•Œ๋ฌธ์ด์—์š” ๐Ÿคฃ✌

๊ทธ ๋•๋ถ„์— ์ €๋Š” ์ž์—ฐ์„ ์•Œ๊ฒŒ๋ฌ์–ด์š”. ์ •์›, ์ˆฒ, ๋ฐ”๋‹ค์— ๊ฐ€๋Š”๊ฑธ ์‹œ์ž‘์œผ๋กœ ์ €๋Š” ๊ณผ์ผ๋”ฐ๋Š”๊ฒƒ, ํ™ˆ๋ฉ”์ด๋“œ ๋”ธ๊ธฐ์žผ์„ ๋งŒ๋“œ๋Š”๊ฒƒ๋„ ์ข‹์•„ํ•˜๊ฒŒ ๋ฌ์–ด์š”! LOL ์ œ๊ฐ€ ์ƒ์ƒํ–ˆ๋˜ ๊ฒƒ๋ณด๋‹ค ์งœ์ฆ๋‚˜์ง€ ์•Š๊ณ  ํ”ผ๊ณคํ•˜์ง€ ์•Š์•„์„œ ์žฌ๋ฐŒ์—ˆ์–ด์š” ๐Ÿ™ˆ ---- ๊ทธ๋Ÿผ์—๋„ ๋ถˆ๊ตฌํ•˜๊ณ  ์‚ฌ๋žŒ์€ ๋ณ€ํ•ด์š”, yeah ๐Ÿ˜†๐Ÿ’• ์—ฌ๋Ÿฌ๋ถ„์€ ์–ด๋– ์„ธ์š”~? ๋ˆ„๊ตฐ๊ฐ€๋กœ๋ถ€ํ„ฐ(ํŒŒํŠธ๋„ˆ๋‚˜ ์นœ๊ตฌ ํ˜น์€ ๊ฐ€์กฑ) ์•Œ๊ฒŒ๋˜์–ด ์ ์  ์ข‹์•„ํ•˜๊ฒŒ ๋œ ๊ฒƒ๋“ค์ด ์žˆ์œผ์„ธ์š”? ์žˆ๋‹ค๋ฉด ์—ฌ๋Ÿฌ๋ถ„์˜ ๊ฒฝํ—˜์„ ๊ณต์œ ํ•ด์ฃผ์„ธ์š” ๐Ÿ˜

60 comments:

  1. Waaah, apakah saya first komen mbak? wkwkwk

    Stay di negara yang punya Musim gugur, punya 4 musim sepertinya menarik yaa. Bisa merasakan salju, melihat daun daun berguguran dsb. Beda dgn Indonesia yang hanya punya dua musim. Di samping musim-musim lainnya, seperti musim rambutan, musim duren, musim duku, dll.
    eh apaan sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mas Dodo ๐Ÿคฃ hahahaha.

      Negara 4 musim cukup menarik menurut saya, namun negara tropis juga enak, karena waktunya stabil, kapan sunset kapan sunrise hehehe. Kalau negara 4 musim itu jam-nya nggak stabil, saat summer bisa jam 9 malam baru sunset *nggak enak banget* ๐Ÿ˜…

      Oh dan tentu saja nggak ada musim mangga, this and that. Kalau pun ada musim buah, nggak akan ada rambutan dan teman-temannya ๐Ÿ˜

      Delete
  2. Maaf cepet komen soalnya weekend, tetep buka laptop walaupun bukan kerjaan.

    Ayo kak Eno... lama-lama bisa punya hobi marathon nih, ga tanggung tanggung... 20K! people do change lho... hihi.

    Kalo aku berubah apa ya?
    hmm... mungkin sekarang mulai tertarik dengan ilmu bisnis dan selling, yang mana kalo ngeliat di masa lalu..aku tuh paling males denger kata sales dan bisnis, kesannya mata duitan banget.. apa-apa duit..apa-apa duit, kenapa ga purely ngelakuin yg disukai, jadi idealis dalam berkarya? << itu dulu...

    Sekarang?ya mau ga mau apa-apa duit sih, haha...
    tapi ternyata apapun yg kita suka, hobi kita, kalo punya skil bisnis yang bagus itu ya bagus juga untuk kehidupan hobi kita. apapun hobi kita kan pasti butuh 'dinafkahi' ya...
    makanya, karena kebutuhan..sekarang ingin tahu caranya berbisnis dan caranya selling tapi dengan cara yang paling soft.

    Yes, people do change. dan semoga berubahnya ke arah yang makin baik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahaha jangan pakai maaf, justru senang dikomen cepat ๐Ÿคฃ Well, kalau marathon masih dalam angan-angan, yang ada nanti jalan doang nggak lari-larian ๐Ÿคช maybe sekarang fokus marathon serial Netflix dulu, kalau itu mau tiga jam juga saya bisa hahaha ๐Ÿ™ˆ

      Bicara soal idealis, ada masanya kok kita jadi idealis, jaman muda, saya termasuk idealis. Tapi terus saya ketemu pasangan yang realistis dan ingat pesan ibu saya untuk realistis, kata ibu dan pasangan intinya mau idealis boleh, tapi harus realistis! Which means, tau kalau hidup ini butuh uang, dan agar bisa melakukan sesuatu secara idealis dan nyaman, harus di-support dengan uang, jadi berpikir soal uang itu nggak ada salahnya. Selama bayar tagihan listrik, air, wifi bla bla pakai uang bukan daun, selama itu pula perlu berpikir soal uang ๐Ÿคฃ Wk.

      Semangat belajar business yah, saya doing business sudah lamaa sekali dan bisa dibilang, doing business membantu saya untuk bisa idealis dalam hal-hal yang saya suka seperti berkarya salah satu contohnya. Semoga Ady bisa semakin bertambah ilmu business dan selling-nya.

      Sukses ke depannya, Ady ๐Ÿ˜

      Delete
    2. Mau dong kak belajar bisnisnyaaa.... ya minimal kasih arahan aja atau tips trick
      bisnis jual jasa misalnya, kyk gimana gituu....

      Makasih kakak Eno untuk doanya,
      so far so good ya diriku blogging tiap hari, haha

      Delete
    3. So good dong kalau blogging setiap hari, nanti akan jadi kebiasaan, keep it up selama sebulan ke depan, cerita random nggak masalah ๐Ÿ˜

      Kalau tips and trick bisnis jual jasa, berarti harus fokus ke pengalaman produk yang dipunya dan audience serta marketnya dulu, semakin spesifik semakin bagus, walau artinya market semakin mengecil, tapi jadi spesialis itu menurut saya lebih oke ๐Ÿ˜

      Delete
    4. Noted!
      terimakasih kak Eno..

      Delete
    5. My pleasure, Ady ๐Ÿ˜๐Ÿ’•

      Delete
  3. Makin penasaran mau ke Jeju, kereen amat yaa Mba tempatnyaaa huhuhu...

    Tentu ada Mba hhha. Si Koko seneng jalan dan nonton film. Sejak married kami punya kesepakatan untuk liburan minimal sekali yg jauh. Kalo deket-deket biasanya staycation nyobain hotel kece, biasa sih cari yg ada promo biar ga rugi amat. Karna kan kami tinggal di apartement jadi sebetulnya serasa nginep di hotel juga hhha..

    Karna dia hobi nonton, jadi dulu tiap bulan rutin ke bioskop apalagi kalo bukan untuk nonton film kece. Awalnya aku ga suka karna emang demen baca. Cuma lama2 yaa seru juga hhhe..

    Kadang emang coba hal baru dirasa kurang nyaman karena bukan kaya seharusnya. Lama-lama sih seru juga Mba hhha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayooo mba, nanti setelah Corona, yah ๐Ÿ˜†✌

      Wahahaha, kelebihan tinggal di apartment memang rasanya seperti stay di hotel, apalagi kalau apartment designnya mirip hotel ๐Ÿ˜ -- seru dong mba, sudah bisa saling meracuni dalam hal ini adalah kegiatan menonton film di bioskop ๐Ÿ˜ maybe next time, Kokonya yang diracuni membaca buku atau menonton K-movie secara mba Devina suka ๐Ÿ˜‚

      Delete
  4. Eh iya.. ilalangnya warnanya bagus ya.. ? Warnanya pinky. Dan bagusnya dikasih pembatas juga. Jadi gak keinjak orang lewat.

    Plus kok suasananya cerah juga, jadi langitnya kelihatan biru banget.

    By the way kak, apakah ini template baru ? Dah lama tak bertandang ke sini. Hihihi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, dikasih pembatas itu perlu jadi nggak keinjak-injak dan tetap bisa ambil foto tanpa harus merusak tanaman yang ada ๐Ÿ˜๐Ÿ’•

      Nggak baru mba Evva, hanya dihapus cover foto saja ๐Ÿ˜

      Delete
  5. Itu yang di foto Father's Garden kah Mba Eno? Beneran cakep yaa itu ilalang warna pink ๐Ÿ˜ Sejauh ini aku belum ada ketertarikan ke Korea Selatan, tapi ingin ke Jeju deh soalnya pemandangan di sana bagus-bagus ๐Ÿฅบ


    Mba Eno sama aku rada-rada sejenis nih, kalo liburan penginnya makan yang udah ada aja, ngapain repot metik dulu, nyiapin dulu, masak dulu ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    Btw soal perubahan.. Aku termasuk lagi mengalami itu. Dari yang ga suka banget sama kegiatan dapur, sejak pandemi malah jadi lebih sering masak sendiri ๐Ÿ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang di foto itu Father's Garden, mba ๐Ÿ˜ tempat kesukaan saya kalau mau petik Jeruk atau sekedar duduk-duduk makan dan lihat tanaman ๐Ÿ˜ areanya luas, bisa untuk olahraga (lari misalnya) hahaha ๐Ÿ™ˆ -- ayo ke Jeju mba, kalau Corona sudah hilang yaah ๐Ÿ˜†

      Tuh kan, ternyata ada yang seperti saya ๐Ÿคช kita lagi liburan kenapa disuruh kerja *begitu mungkin ya pikirannya* ๐Ÿ˜‚ -- eniho saya yakin, sejak pandemi ini mba Eya pasti masak banyak ๐Ÿ˜

      Delete
  6. Wow... Ilalangnya warna pink dong, di sini belum pernah liat ilalang yang warnanya pink. Kalo warna ijo atau kuning sering sih.

    Kalo gitu kesayangan Mbak tipe yang sabar ya, karena pelan-pelan dan secara bertahap ngajak Mbak buat suka ama kegiatan outdoor.
    Dan akhirnya berhasil.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cantik ya, mas ๐Ÿ˜

      Kelihatannya sabar, semoga bisa selamanya ๐Ÿ˜‚ meski kadang dia jengkel kalau saya banyak nggak maunya hahahaha, sometimes kalau liburan, saya prefer di rumah soalnya ๐Ÿ™ˆ

      Delete
  7. Kegiatannya menyenangkan semua Mbak Eno, walaupun agak terkejod yaa.. pas Mbak Eno bilang rempong ๐Ÿคฃ

    Hm..
    Kalau dibilang change, mungkin lebih ke cara berpikir sih Mbak.
    Aku sebelum bareng si partner merupakan manusia overthinking, bisa dibilang kalau mikir suka kejauhan, sampe lupa being in present (masih sih sebenernya).

    Sekarang overthinking ku dikonversikan sebagai bentuk khawatir dan aku melihatnya sebagai manajemen resiko. Ini pun kalau g diingetin dan diskusi bareng dia kayaknya g secepat ini berubahnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahahaha rempesss banget, mba ๐Ÿ˜‚

      Woaah bagus dong, kita ketemu pasangan yang bisa membawa diri kita ke arah lebih baik itu sangat oke lho mba, semoga mba dan pasangan bisa saling memberi aura positif yah ๐Ÿ˜

      By the way, jangan sampai lupa untuk being in present dan menikmati waktu yang mba punya bersama pasangan ๐Ÿ˜๐Ÿ’•

      Delete
  8. pas pembelajaran online, murid smp saya yg cewek cewek pada heboh ilalang warna pink
    katanya ada di film apa gitu pkoknya K drama

    padahal pas itu bahas klasifikasi tumbuhan wkwkwk
    oh jadi ini toh penampakannya
    yah unik juga mbak eno soalnya di sini kan ilalangnya ijo ya atau coklat
    wah pasti seru banget mbak eno bisa senang dengan alam
    memang agak sulit mbak tapi kalau udah kerasa enaknya malah nanti ketagihan hehe
    saya dulu pernah merasakannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahahaha, mungkin ilalang pink ini termasuk dari klasifikasi tumbuhan mas, meski nggak tau tumbuhan jenis apa ๐Ÿ˜‚ Wk.

      Agree, saya pertama kali lihat warna pink pun di Korea, karena di Indonesia banyak yang hijau dan cokelat ๐Ÿ˜ ternyata, warna pink nggak kalah cantik, yah. Hehehehe. Iya mas, pelan-pelan saya mulai suka dengan alam, meski masih pilih-pilih banget alam yang mana ๐Ÿ™ˆ

      Delete
  9. Kalau "diracuni" oleh personal kayaknya jarang. Seringnya "meracuni" wkwkwk
    Sama teracuni oleh lingkungan juga, sih... Makanya mesti pilih-pilih banget mau tetap berada di lingkungan yang mana.

    Btw, saya jadi mupeng sama Father's Garden nih, mba...

    Sayangnya kalau di Jeju itu kemana2 lebih enak naik kendaraan pribadi, kan ya?
    Agak repot buat yang senang solo traveling :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba, lingkungan sedikit banyak bisa mempengaruhi hidup kita, jadi kita harus betul-betul selektif memilih lingkungan seperti apa ๐Ÿ˜

      Ayo mba Hicha ke Jeju, nanti saat Corona hilang, siapa tau harga tiketnya dibanting besar-besaran ๐Ÿ˜‚ ehehe. Naik bus sebetulnya enak mba, rutenya lengkap dan terinteregasi ke banyak tempat wisata, cuma untuk beberapa area, kita harus tunggu 30 menitan seperti ke gunung misalnya. Karena jarang ada yang ke gunung naik bus, alhasil fasilitas mengikuti demand yang ada ~

      Jadi diakalinya dengan membuat itin dan check jam. Sebisa mungkin sampai halte 10 menit sebelum bus berangkat ๐Ÿ˜ ohya busnya ontime, jadi kitanya jangan sampai telat ๐Ÿ™ˆ

      Delete
  10. Mba, semakin banyak kamu tulis tempat wisata di Jeju, makin banyak revisi yg aku lakuin ke itin yg udh jadi iniii wkwkwkkwkwkwk . Aku bikin itinnya 7 hari di Jeju. Dan mutusin ga ajak anak :D. Cuma berdua suami aja Krn aku liat wisata di sana banyak yg ga pas kalo ajakin anak. Apalagi aku pgn ke loveland museum :p. Dan perjanjian ama suami, kalo ga ajak anak, ga boleh lebih dari seminggu, itu udah maksimal -_- .

    Eh aku memang baca juga kalo Jeju itu terkenal Ama jeruknya :).terkenal manis kan yaaa. Penasaran sih. Ama ada hasil laut juga kan yg terkenal, tiram ya kalo ga salah??

    Makin ga sabar iniii mau ke Jeju hahahahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Woaaah seru bangettt mba, macam honeymoon lagi dooong, apalagi suasana Jeju mendukung untuk itu hahahaha ๐Ÿ˜ saya ada banyak list tempat wisata Jeju yang belum saya publish, ditunggu yah ๐Ÿ˜

      By the way mba Fanny mau naik bus atau sewa driver? Mahal mba kalau sewa harian, semisal mau naik bus nanti feel free to DM saya agar saya buatkan rute dari lokasi-lokasi yang mba ingin datang, jadi mba nggak wasting time di jalan ๐Ÿ˜ hohohoho.

      Jeruknya agak asam, manis tapi nggak semanis Jeruk Indonesia menurut saya ๐Ÿ˜‚ tapi memang orang sana sukanya asam asam macam Kimchi saja asam ๐Ÿ˜† -- nah untuk hasil laut memang terkenal, ada Abalone, terus Gurita, dan buanyak lagi, salah satu menu yang paling sering direkomendasikan itu seafood ramyeon dan seafood jeon ๐Ÿ˜

      Delete
  11. ah, musim gugur memang menyenangkan liat warna-warna daun yang mulai menguning.. masalahnya cuma satu.. duingiiinggg

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, duingiiiin bisa masuk angiiin, hahahaha ๐Ÿ˜‚

      Delete
  12. kalo ngomongin jeruk jadi inget drakor jaman dulu judulnya my girl, isinya petik jeruk aja, ya soalnya ada cerita bagian petani jeruknya :D
    soal perubahan yang aku alami gara gara temen, mungkin sambel. dulu aku ga suka sambel yang pedes pedes alias kalaupun ambil yang pedes tergantung mood, kalau sekarang kayaknya kok urakan hahaha, kalau udah radang kumat atau perut ga kompromi baru berhenti sebentar.

    nah kan mba fanny jadi ga sabar mau ke Jeju, apalagi aku hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, petik jeruk itu seru kalau untuk for fun mba ๐Ÿ˜‚

      Waaah sama seperti si kesayangan berarti, dia jadi suka sambal, dan sudah coba banyak jenis sambal di Indonesia. Mostly cocok di lidah dia ๐Ÿ˜ -- ayo mba Ainun, pankapan ke Jeju, yaaah ๐Ÿ˜

      Delete
  13. Kayaknya saya pernah, sih, Mbak, diracunin begitu. Tapi sudah lama banget. Waktu SMP, teman-teman saya semua pakai parfum AXL. Karena tiap hari bareng, entah cuma main-main nggak jelas, dengerin musik, nge-band, les, tiap hari pula saya mencium aroma parfum AXL. Akhirnya saya tergoda. Saya kuras tabungan, terus saya beli. Tapi, lepas SMP saya nggak pakai AXL lagi, karena kami semua terpisah-pisah pas SMA. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya ingat parfum AXL mas, hahahaha, rasanya dulu heboh banget parfum ini diantara teman-teman pria saya ๐Ÿ˜‚ jaman itu sepertinya belum banyak jenis parfum ke luar, atau yang diiklankan jadi pada merasa keren kalau sudah pakai AXL katanya hahahaha ๐Ÿ˜†

      OMG jadi ingat masa muda ๐Ÿ˜

      Delete
  14. Baru scroll sedikit udah kelar aja bacanya..hahahaa

    Salut sama mbak eno, bisa tetap konsisten mencoba hal-hal baru yang dulu (mungkin) dibenci. Ga suka jalan kaki berubah jadi suka jalan kaki. Ga suka blusukan ke hutan jadi suka ke hutan.

    Banyak orang yang kadang cepat merasa bosan dengan hal baru yang dia lakukan.

    Coba hutan di indonesia mbak, biasanya banyak hal mistisnya juga..hihihii
    Eeh, tapi hutan di jeju apa ada rasa mistisnya juga mbak eno...?hehehehe

    Semoga mbak eno tetap konsisten untuk blusukan ke hutan..hehehehe ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ

    Aku gatau perubahan apa yg signifikan dalam keseharianku...tapi yang pasti aku sangat suka belajar hal-hal baru ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enak tho, jadi nggak capek bacanya ๐Ÿ˜‚

      Saya suka sebetulnya coba hal baru tapi masih pilih-pilih banget, dan I know, kadang saya bilang nggak suka tanpa coba hanya karena imajinasi saya bilang hal itu akan buat saya susah ๐Ÿ™ˆ

      Waaah hutan di Indonesia cuma pernah Bali Botanical Garden mas, belum pernah lainnya. Dan agak seram ugha kalau ada mistisnya ๐Ÿคฃ hehe. Kalau di Jeju nggak terasa mistis, mungkin tipe setannya beda ๐Ÿ˜ -- di Korea, mereka lebih takut manusia daripada setan katanya.

      Amiiiin, paling saya baru ke hutan kalau di Jeju atau di Bali saja, while saat trip tetap lebih pilih kota hahahaha. Walau kadang nggak bisa dipungkiri, saya masuk hutan beberapa kali karena negaranya lebih terkenal akan alamnya seperti New Zealand ๐Ÿ˜

      Semangat terus belajar hal baru mas Rivai, you can do it! ๐Ÿ˜†

      Delete
  15. People change everyday..๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ

    Saya dulu kutu buku, kemudian demi susu si kribo, jadi tidak kutu buku dan kemudian bermetamorfosis jadi kutu internet..entah saya jadi apalagi besok..๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    Dulu saya rajin olahraga, sepedahan kuat kemana mana biar waktu itu nggak ada pandemi, sering kelayapan sepedahan, sekarang ke warung ajah males naek sepedah..

    Pertama kali naek pesawat bikin saya senang dan selalu excited tuk mendapatkan tugas luar , biar bisa lihat dunia, berapa tahun kemudian, excitement nya hilang dan kadang disuruh pergi pun menghindar.. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ malah sering melimpahkan pada asisten

    Sekarang saya lebih betah seharian di depan komputer dan ngeblog..entah apakah nanti berubah lagi atau tidak...

    Saya mempengaruhi orang untuk berubah, tapi saya juga sering dipengaruhi orang dan berubah..

    Jeju Island, lihat koala, atau meja kerja ๐Ÿค”๐Ÿค”๐Ÿค” Kalau saya disuruh milih (#siapa yg mengharuskan yah ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚)..saya pilih meja kerja ahh..๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ

    I change..a lot

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi betul kan, mas ๐Ÿ˜ setiap dari kita berubah, even apa yang dulu nggak kita lakukan, bisa jadi kita lakukan sekarang, and vice versa ๐Ÿ˜

      Kayaknya perubahan ini terpengaruh bisa jadi dari hal-hal keseharian, atau alasan-alasan mendasar lainnya. Seperti mas Anton yang berubah jadi kutu internet karena susu mas Kribo, atau berubah jadi nggak excited jalan karena lebih suka stay di rumah bersama keluarga ๐Ÿ™ˆ

      Kalau soal blog, semoga nggak berubah hahaha *maunya* *pembaca demanding* karena sejujurnya saya masih butuh banyak ilmu dari mas ๐Ÿ˜ hehehe. Thank you for your stories, mas!

      Delete
  16. Wuiiiih, indah sekali ya. Warnanya pink-pink gitu jadi ingat cotton candy :) Suamiku dulu gak pernah nonton film, pas nikah sama aku hampir tiap malam kami nonton film, ahahaha. Kalau aku yang berubah dari gak pernah masak jadi suka masak. Mungkin karena kalau dulu ibuku gak pernah izinin aku "kotor" atau berantakin sesuatu, nah sekarang bebas, hihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Indi, mirip cotton candyyy ๐Ÿ˜๐Ÿ’•

      Seru ya, mba sama pasangan bisa saling belajar hal baru dan meracuni hal-hal positif yang tadinya mungkin nggak pernah dilakukan ๐Ÿ˜ memang segala sesuatu yang dilakukan atas dasar ingin mencoba (bukan karena terpaksa), hasilnya bisa lebih longlast ๐Ÿ˜†

      Delete
  17. Jalan sampai 5 KM? Wah, naik motor saja bisa sangat terasa jauh. Itu kalau dari rumah saha melewati beberapa sekolah dulu. Tapi mungkin kalo jalannya santai saya juga masih bisa. Soalnya pas SMP juga sempat ikut gerak jalan Marching Band dengan jarak diatas itu.

    Ohya, kalau ada hal yang saya sukai karena sesuatu hal, mungkin itu durian yang 'diracuni' oleh Mama, Bapak, dan Tante, dan Adik. Dari yang tadinya benci bau durian, sampai sangat suka dengan durian. Tapi, satu hal yang masih tidak bisa saya terima: durian yang sudah jadi olahan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes mas Rahul, tapi di dalam hutan nggak berasa terus karena suhunya nggak panas, jadi kita bisa lebih nyaman jalan-jalan ๐Ÿคฃ -- well, kalau di Indonesia, jujur saya belum tentu sanggup jalan 5 KM mostly karena udara yang terlalu panas. Bisa sesak duluan ๐Ÿ˜‚

      Mas Rahul anak marching band? Pegang apa dulu? ๐Ÿ˜

      Too bad, saya sampai sekarang nggak bisa makan durian. Padahal semua keluarga saya suka durian, hanya saya yang nggak ๐Ÿ˜… -- berarti pancake durian dan sejenisnya nggak makan, mas?

      Delete
    2. Tergantung sama medan juga. Kalo medannya diselingi tanjakan, kadang cepat capek juga. Ha ha ha.

      Dulu saya anak Drumband, sebutan lain untuk Marching Band. Bedanya, alat Drumband lebih sedikit. Masih pake alat Pianika juga, sedangkan Marching Band tidak. Setau saya, yah. Dulu, saya pegang terompet kak Eno. Jadi sekarang senang jazz instrumental itu karena dulu belajarnya juga terompet ๐Ÿ˜

      Mungkin bisa dicoba dikit-dikit. Sejauh ini, belum ada olahan durian yang bisa masuk ke saya.

      Delete
    3. Kalau tanjakan, saya langsung give up duluan ๐Ÿ˜‚ hahaha.

      Aha, iya jaman sekolah kebanyakan disebut Drumband, kalau Marching Band sudah skala besar soalnya dan alatnya lebih rumit plus banyak ๐Ÿ˜ dulu saya suka bangettt lihat Drumband atau Marching Band saat parade, sometimes lewat di jalan utama, and it was fun ๐Ÿ˜†

      Oalah, ternyata mas Rahul pegang terompet, jadi ingat Kenny G, meski yang dia mainkan itu saxophone tapi sama-sama tiup seperti terompet ๐Ÿ˜ mungkin mas Rahul suka dengarkan jazz versinya ๐Ÿ™ˆ

      Delete
    4. Ha ha ha. Ngga mikir dua kali yah kak Eno? ๐Ÿ˜…

      Iya, betul sekali. Metode latihannya pun akan jauh lebih sulit. Drumband ini semacam fase latihan untuk yang ingin masuk Marching Band. Jadi ingat, betapa kerennya dulu kalau tampil ataupun latihan di jalan poros. Setiap lewat perumahan, pasti orang keluar untuk merekam atau sekadar nonton.

      Kalau Kenny G mah ngga perlu main terompet untuk tau, ngga perlu suka jazz untuk tau. Sering ke Gramedia saja pasti akan dengar The Moment-nya Kenny G ๐Ÿ˜…

      Delete
    5. Nggak perlu dipikir lagi kalau soal itu, mas ๐Ÿคฃ Wk.

      Nah, saya bagian yang foto dan rekam-rekam video, mas ๐Ÿ™ˆ -- dari dulu, saya suka lihat parade mau itu Drumband anak sekolahan atau Marching Band profesional. Senang lihat-lihat video Marching juga, apalagi yang sampai loncat loncat dicampur dance beragam ๐Ÿ˜

      Muahahahaha iyaaa bangettt, saya kenal Kenny G pertama kali dari Gramedia, awalnya penasaran, ini lagu apa sih yang diputar di Gramedia, kok enak banget buat baca buku, terus saya cari info dan baru tau itu Kenny G ๐Ÿ˜† -- since then, saya jadi hobi dengarkan Kenny G instrumental song which is bagus-bagus banget ternyata ๐Ÿ’•

      Delete
    6. Ha ha ha. Kalo diingat-ingat, dulu seru sekali pas latihan. Dari jam 3 sore sudah di lapangan sekolah. Ambil alat ke ruang bahasa kemudian kumpul lagi ke lapangan. Momen keren lainnya kalau yang lain lagi belajar, kita dapat ijin untuk tampil di sekolah-sekolah lain atau event tertentu. Selain keren, bisa ledekin teman yang mesti di sekolah sampai jam 1 siang.

      Awalnya saya memang ngga begitu engeh dengan Kenny G. Pas lihat utas di Twitter baru nyadar juga. Beliau sudah tua sekarang, tapi lagu-lagunya masih didengar oleh banyak orang <3

      Delete
    7. Momen bisa ke luar dari sekolah saat jam pelajaran juga salah satu momen yang saya suka, meski dulu alasan saya bukan karena drumband hahaha. Tapi rasanya always fun, bisa libur belajar ketika teman-teman lain masih harus belajar sampai siang ๐Ÿ˜

      Iya mas Rahul, Kenny G sudah tua tapi karyanya everlast ๐Ÿ’•

      Delete
  18. Huaaa pemandangannya sih cantik ya, Kak ๐Ÿ˜๐Ÿคค

    Yes. People do change, selama ada niatan untuk berubah, pasti bisa berubah dan selama perubahannya menuju ke arah yang lebih baik, itu nggak masalah. Menurutku, perubahan yang Kak Eno alami itu ke arah yang lebih baik (sebab Kakak jadi mau pergi diajak jalan-jalan ke alam padahal sebelumnya lebih senang ngendog di rumah ๐Ÿคช).

    Katanya, pasangan termasuk orang yang berpengaruh besar dalam hidup karena bisa membawa perubahan baik atau buruk. Beruntungnya Kak Eno dapat pasangan yang bisa membawa ke arah lebih baik ๐Ÿ˜ so lucky!!

    Kalau aku, juga suka dipaksa-paksa sama si uhukprikitiewku untuk makan ๐Ÿ˜‚ karena aku tipe orang yang nggak akan mau makan kalau makanannya terlihat aneh meskipun enak, jadi dia suka kesal dan suka paksa aku sampai disodorin depan mulut dan nggak beranjak sampai aku makan apa yang dia ambil ๐Ÿ˜‚ katanya, at least, aku cobain, kalau akhirnya nggak suka ya nggak apa, turns out, aku malah jadi suka beberapa makanan karena awalnya dia paksa aku makan ๐Ÿคฃ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cantiiik donggg, secantik Lia ๐Ÿ˜

      Huahaha iya, kalau kita berubah ke arah lebih baik, nggak masalah ๐Ÿ˜ karena kita perlu untuk berubah, dan manusia itu akan selalu berubah ๐Ÿ™ˆ -- seriusan, kakak nggak pernah mengira kalau kakak suka hutan, tapi mungkin karena jalannya saat musim gugur jadi nggak begitu panas dan itu mempengaruhi rasa suka kakak ๐Ÿ˜‚

      I know rite, that's why kita harus pilih pasangan yang baik untuk masa depan kita, jangan asal-asalan hehe. Karena sedikit banyak, mereka akan pengaruhi hidup kita ๐Ÿ˜† seperti pasangan Lia yang memperkenalkan Lia pada beberapa makanan yang tadinya Lia nggak mau makan ๐Ÿ˜ hehehe. Baca ceritanya saja, kakak sudah bisa bayangkan gemasnya si prikitiuw meminta Lia coba makanan ๐Ÿ˜‚ Langgeng yaaah sayang ~

      Delete
  19. Kannnn.. kaannn... kaannn... saya selalu mesem-mesem sendiri kalau baca cerita Eno tentang dirinya, seolah lagi nyindir diri sayah soalnya hahahaha.

    Udahlah bayar, petik sendiri pulak!
    Kenapa cobak nggak beli di pasar aja, terus duduk manis makan buahnya.
    Rempong amat kudu petik di kebun, lain lagi kalau gretong *eh!
    Itu sayaahhhh banget.

    Pernah bayar lumayan mihil (bagi dompet saya) cuman buat petik apel di Malang, petiknya dibatasin pula.
    Sungguh ku tak habis pikir, lebih murah beli di pinggir jalan hahaha.
    Nggak pakai capek dan panas-panasan pulak hahaha.

    Tapi, pas udah dilakonin, ternyata seasyik itu loh.

    Pun juga sama, saya selalu terheran-heran, mengapa orang rela bayar mahal buat makan makanan yang kudu di masak sendiri itu :D

    pokoknya hal-hal demikian kumerasa related say, hahaha.

    Oh ya, btw.. asyik banget dong itu.
    Saya liat fotonya, dan membayangkan, duuhh jalan di situ, pasti gerah banget.
    Lah ternyata dingin.
    Saya mau dong jalan-jalan di alam tapi dingin gitu, dijamin saya semangat jalan jauh.

    Kalau di Indonesia, jangankan jalan jauh, main ke taman saja saya sering krenki, saking nggak pake lama udah gerah banget :D

    Tapi bener sih, kalau saya berubah sebenarnya bukan menyesuaikan atau diajak, hanya saja saya itu suka kepo maksimal.
    Saya selalu merasa penasaran dengan hal-hal yang belum pernah saya lakukan, even saya merasa tidak nyaman atau tidak mampu, tapi saya tetap penasaran sampai saya benar-benar ngerasain hal tersebut.

    Saya jadi ingat waktu single dulu, saya pernah sekali diajak nonton konser Samson kalau nggak salah, ramenyaaa minta ampun, outdoor pula, gerah nggak karuan.

    Bukan saya banget deh ke tempat demikian.
    Eh tapi saya penasaran kan ye.
    Ikutlah saya, dan memang semenyebalkan itu, didempetin muka belakang samping, mana pas udah malanan banyak yang iseng, saking gerahnya orang-orang minta disiramin air, karena nggak ada air, pada saling siram air minum, dan lama-lama, jadi saling lempar air seni dong.

    Astagaaaa...

    Untung kami segera bisa keluar dari keramaian.
    Sebel sih, tapi ternyata asyik juga :D
    Selain acara siram air seni sih hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahahaha, macam melihat diri sendiri yah, mba ๐Ÿคฃ

      Mba Rey tau banget apa yang saya pikirkan ~ Wk. Kenapa harus rempong padahal sudah bayar. Tapi ternyata, kadang, rempong sedikit nggak masalah kalau yang dilakukan itu menyenangkan ๐Ÿ™ˆ

      Saya pikir, rasa penasaran itu yang membuat kita semakin hidup, karena kita mau terus coba hal-hal baru yang belum pernah kita tau sebelumnya. Dengan begitu, dunia yang kita kenal semakin meluas. Dan ilmu kita pun semakin bertambah ๐Ÿ˜

      OMGGGG, jorok bangettt itu kenapa air seni siiih, hoeks ๐Ÿฅด

      Delete
  20. Kalau aku akhir-akhir ini lebih merasa banyak perubahan di pola pikir kak, mungkin karena lagi masa-masanya terus mencari jati diri (cielaah๐Ÿ˜†), jadi yang berubah lebih banyak ke arah sana dibanding hal-hal yg praktikal semacam dari nggak suka soto jadi suka, atau seperti kak Eno, dari nggak suka sama alam jadi suka๐Ÿ˜. *Mungkin sebenernya ada, tapi entah aku nggak ingat kak๐Ÿ˜…. Oleh sebab itu, akhir-akhir ini juga jadi banyak merenung dan berakhir pada kesimpulan yang sama seperti judul tulisan ini, bahwa "people grow ya..." Dan karena ini, mungkin dalam beberapa tahun ke depan, akan ada banyak pemikiran-pemikiran yang berubah dan berbeda dari tulisan-tulisan yg pernah aku tulis di blog sebelumnya. Terus aku jadi teringat sama satu narasi, yang juga jadi salah satu the biggest pet peeves dalam hidupku; "kok jadi orang suka jilat ludah sendiri sih". Seringkali kalau ada orang lain yang telah melalui fase semacam itu, orang2 lainnya menyerang dengan senjata narasi ini, seolah-olah manusia gak bisa berevolusi dan hanya pakem pada satu titik. Padahal balik lagi ke inti tulisan kak Eno, people do change dan kita nggak pernah tau apa yg mendasari perubahan-perubahan dalam hidup seseorang.

    Btw kok jadi melebar gini yak hohoho, maafkan ya kak Eno kalo jadi melenceng gini komennya๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜… *sungkem dulu ah sebelum kabur๐Ÿ™‡๐Ÿป‍♀️*. wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seusia Awl memang lagi proses cari jati diri dan kenal prinsip mana yang cocok, that's why lebih banyak perubahan terjadi di pola pikir and that's good, karena itu artinya Awl mau terus belajar ๐Ÿ˜

      Pastinya people grow and change, Awl ~ bahkan apa yang kakak pikirkan setahun lalu, bisa jadi berubah tahun ini, atau next year. Apa yang kita tulis jaman itu, berdasarkan pemikiran yang kita punya saat itu, which is bisa berubah setelah kita mengalami banyak proses kehidupan. So, nggak masalah jilat ludah kalau memang perubahan yang ada di hidup kita, baik dalam pola pikir, kebiasaan dan lain sebagainya itu mengarah ke positif, hehehehe ๐Ÿ˜‰

      Thanks Awl sayang sudah berbagi insight di kolom komentar ๐Ÿ˜

      Delete
  21. aku juga pernah diracuni seperti ini, tapi ini sama temenku. Diajak naik gunung. yang awalnya bakalan terasa sangat melelahkan dan juga mengerikan, eh ternyata seru juga. Dari pengalaman pertama itulah aku mulai suka naik gunung dan melakukan pendakian kedua dan seterusnya. Tapi sekarang untuk tahun ini belum pernah lagi gara-gara covid.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, yang tadinya nggak dilakukan, ternyata jadi ketagihan. Sampai berkali-kali naik, mas ๐Ÿ˜ berarti teman mas sukses meracuni pada kegiatan positif yang ternyata cocok dengan mas ๐Ÿ˜

      Delete
  22. Hola Mba Enoo, baru sempat main-main lagi ke sini hihi

    Langit Jeju tuh cantik banget yaa. Biru bangett terus awannya persis cotton candy ๐Ÿ˜

    Ahh topik ini sesekali suka diungkit pasanganku juga, Mbaa. Dia suka iseng nanya kira-kira hal apa yang tadinya kami berdua nggak suka/jarang lakukan, namun setelah bersama jadi cukup sering dilakukan.

    Kalo aku kayaknya makan di pinggir jalan deh. Dulu aku jarang sekali makan di warung-warung gitu. Selain kurang higienis (kata mamaku ๐Ÿ˜), aku juga jarang keluar rumah hahaha pas kenal doi di Guangzhou, dia suka bawa aku makan si tempat-tempat sederhana, murmer tapi wuenak. Akhirnya sampai sekarang, tiap kali kami traveling ke luar kota, aku malah ngebet pengen blusukan kuliner ala-ala night market atau yang ada di pasar ๐Ÿ˜‚

    Kadang unik juga kita bisa saling 'meracuni' pasangan dengan kebiasaan atau kesukaan yang dimiliki. Selama itu baik dan nambah quality time jadi lebih seru, why nott yaa ๐Ÿ˜

    Jadii, Mba Eno nggak kapok dong kalau diajakin jalan kaki ke hutan atau naik gunung yang lebih jauh lagi? *kabooor* ๐Ÿ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi mba Jane, apa kabar? Semoga selalu sehat ๐Ÿ˜†

      Seru banget bisa bahas sama pasangan kira-kira hal apa yang berubah semenjak kenal. Akan sangat mengasyikan kalau ternyata perubahan yang terjadi lebih banyak ke-arah positif ya, mba ๐Ÿ˜

      Terus jadi banyak kenangan yang bisa dibahas akhirnya ~ karena ternyata kita jadi suka kegiatan yang dikenalkan oleh pasangan ๐Ÿ™ˆ seperti mba Jane yang akhirnya berubah jadi hobi hunting dan blusukan demi kuliner lokal di pasar ๐Ÿ˜๐Ÿ’•

      Agree mba, why not untuk saling meracuni, dengan begitu, secara nggak langsung, kita jadi lebih memahami, dan jadi tau apa yang mereka suka dan pelan-pelan kita masuk ke dunianya ๐Ÿ˜†

      Well, saya kalau diajak ke hutan selama jalannya lurus masih oke mba, tapi kalau naik gunung masih belum mau karena menanjak dan tentunya lebih melelahkan ahahahahaha ๐Ÿ˜‚

      Delete
  23. Apa ya yang sedang berubah, memahami lingkungan terdekat kayaknya. Sedang belajar mengamati pengasuhan dari orang-orang terdekat alias mbak-mbakku nih mbak. Nggak usah jauh-jauh dulu emang, memperhatikan cara pengasuhan mereka ternyata membuat mata saya cukup terbuka juga, hihi

    btw, aku belum pernah nih ke kebun berbayar dan metik sendiri, hihi. Tapi emang ini kayaknya lebih ke kepuasan yaa. Metik-metik itu butuh effort apalagi kalo panas. Kemarin sempetin ke sawah pas di rumah mertua, ya ampun aku merasa payah banget baru sejam udah pegel dan kepanasan hihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, seru yah mba Ghina, kalau ada hal-hal baru yang bisa kita pelajari dari orang-orang terdekat kita. Yang ternyata membawa kebaikan pada diri kita. Yang penting kita melakukannya bukan karena terpaksa ๐Ÿ˜ hehehe. Semoga semakin banyak ilmu yang bisa mba Ghina dapat dari mba-mbanya mba Ghina ๐Ÿ˜

      Yep mba, kalau urusan petik-memetik saya rasa kita melakukannya atas dasar rasa puas dan mungkin atas dasar rasa fun juga ๐Ÿ™ˆ However, saya nggak mau kalau harus panas-panasan. Jadi baru pergi petik-petik buah saat musim gugur datang ๐Ÿคฃ

      Delete
  24. Amazing banget liat langit Jeju.......
    biru, bersih, meronah:D
    Udah itu liat kebawah langit, wanra rumputnya [ilalang] pink..
    duh, I love it....

    Ini yang gak pernah aku temui di JKT...
    selalu mendung!!! tak berarti hujan, heheheeee

    Abt people change..

    Rasanya setiap org pasti akan berubah, n bahkan perubahan
    itu ada setiap waktu sadar pun tdk. Termasuk aku. Spt dulu gak suka
    masak n ke pasar, skrg ketika ada wkt, pasti sempatkan masak.

    Aku juga harus sedikit menyesuaikan selera makan [jenis makanan]
    yg tadinya gak suka, tapi, mesti belajar suka..
    Ya, mengubah apapun mengikuti pasangan hidup, selama itu baik utk bersama.

    Sama seperti mba Eno, yg selalu melakukan hal2 baik
    bersama kesayangannya. Semoga tetap awet, n sll bahagia y...



    ReplyDelete
    Replies
    1. Ilalang pinknya cantiiiik bangettt yah, mbaaa ๐Ÿ˜

      Persoalan mendung tapi nggak hujan itu pula yang sering terjadi di Bali, sometimes saya tunggu hujan, tapi nggak turun turun juga ๐Ÿคฃ

      Suka sama komentar mba Ike, betul banget, setiap dari kita pasti berubah (entah ke arah yang lebih baik atau ke arah yang lebih buruk), namun most of time, kita nggak sadar perubahan itu ๐Ÿ™ˆ

      Mungkin berubah ke arah yang lebih baik bersama pasangan itu karena katanya dua manusia semakin banyak berinteraksi bisa jadi mirror untuk diri sendiri, jadi kalau kitanya jalan ke arah kebaikan, otomatis pasangan akan mengikutinya ๐Ÿคฃ *entah betul atau nggak* hehehehe.

      Terima kasih mba doanya, doa yang sama untuk mba, ya ๐Ÿ˜๐Ÿ’•

      Delete
  25. Diracuni dengan tanda petik dua Itu sebaiknya hal positif yang membuat diri ini pun berubah jadi pribadi positif.
    Pan tidak mau diracuni untuk hal negatif apalagi diracun beneran, hi hi.

    Ada banyak yang "meracuni" saya. Kebanyakan sosok yang pernah ditemui di masa silam. Salah satunya adalah yang membuat saya semangat belajar linguistik Indonesia tingkat dasar agar punya bekal dalam menulis. Itu juga karena alur takdir seakan mengharuskan demikian.
    Tapi cerita fiksi bisa turut meracuni saya waktu baru ABG sehingga merasa yakin untuk sedikit tombol sampai SMU gara-gara kisah Balada Si Roy.
    Terima kasih banyak untuk bukunya. ๐Ÿ˜

    Sekarang saya tidak tombol lagi tetapi tetap mencintai alam dan pegunungan.
    Kak Eno beruntung bisa menyaksikan warna tumbuhan yang berbeda dengan yang di kampung saya. Sekarang musim hujan dan tiada pohon yang warnanya seperti di negeri empat musim
    Nikmatilah kegiatan penjelajahan bersama kesayangan karena itu momen berharga untuk dijalani sekarang demi masa mendatang.๐Ÿ˜

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi mba, apa kabar? ๐Ÿ˜

      Betul banget mba, kalau diracuni hal positif tentu akan sangat baik, hehehe. Senang yah karena mba punya banyak orang dan hal-hal dalam hidup mba yang memberi racun ke arah positif, dari mulai belajar linguistik dasar agar bisa punya bekal menulis, sampai racun jadi tomboy berkat buku Balada si Roy ๐Ÿ˜† hehehe.

      Sama seperti di Bali mba, mau hujan mau panas, warna tanamannya tetap hijau nggak berubah. Tapi justru disitu indahnya ๐Ÿ˜ Hehehe. Terima kasih mba Rohyati, semoga kita bisa selalu menikmati hal-hal kecil dalam hidup kita bersama orang-orang yang kita sayang ๐Ÿ’•

      Sehat selalu ya, mba ~

      Delete