Saryeoni Forest | CREAMENO

Pages

Saryeoni Forest


Tulisan ini gue buat untuk lanjutkan topik PREFERENCE sebelumnya, dimana gue bilang kalau gue suka kota daripada alam, namun bukan berarti gue benci alam, karena pada kenyataannya gue masih main ke alam diwaktu senggang ðŸĪĢ hahahahaha.

By the way, gue banyak main ke alam kalau lagi di Pulau Jeju, Korea Selatan 😁 Karena budaya orang Korea yang suka jalan, bahkan ada yang hiking setiap minggunya, that's why di Korea ada banyak fasilitas disiapkan. Pemerintah Korea especially Pulau Jeju sampai bangun banyak OLLE (track), dan sejauh yang gue tau, ada 21 OLLE yang bisa kita datangi bersama orang tercinta 😍

OLLE ini punya view macam-macam, ada yang berupa hutan dan air terjun, ada yang pantai dan pemukiman lokal, dan ada yang gunung serta puncak ~ 😍 Pokoknya tinggal pilih sesuai selera dan kemampuan tenaga kita 😂 Nah, berhubung gue nggak mau lelah (malas jalan lama. Wk) dan cepat bosan, jadi gue pilih OLLE hutan (tetap PREFERENCE nomor 1, ya) 😆


Dari sekian banyak track, salah satu yang gue suka adalah Saryeoni Forest dengan track 13 km tapi gue cuma jalan 2 km haha (yang penting usaha!) 😆✌ Saryeoni Forest berisi pohon besar dan seperti hutan rimba, walau ada jalan semennya namun tetap feel di dalam hutan 😁



Pada awalnya gue takut masuk Saryeoni Forest, karena takut sepi dan ular. Maklum dulu lihat film hantu jaman bocah jadi pikiran buruk ke mana-mana ðŸĪŠðŸ˜‚ tapi ternyata dugaan gue salah karena orang Korea punya budaya jalan, jadi gue temukan banyak orang Korea dengan berbagai usia di sana 😆 bahkan ada yang foto pre-wedding di hutan dengan gaun putihnya 😍


Ohya, track-nya ringan, jadi kita nggak perlu pakai baju khusus untuk masuk hutan. Nggak heran banyak yang pakai celana pendek dan kaos, dan ada yang totalitas pakai dress demi foto OOTD konten Instagram 😆 Eniho, paling enak main ke hutan saat musim gugur dan semi karena suhu udaranya sejuk dan banyak daun mulai menguning. Tapi kalau mau view beda, coba datang saat musim dingin karena jadi penuh salju dan dreamy sekali 😍 so pwetttyyyy ~




Di Saryeoni Forest nggak dipungut biaya jadi tinggal parkir dan masuk area ~ makanya banyak yang datang karena selain demi kesehatan dan nggak perlu bayar, kita pun diberi pemandangan indah 😍 however, selalu makesure kesanggupan diri kita, jangan sampai kelelahan 😉

🐰🐰🐰

Gue lumayan suka masuk hutan baik di Jeju maupun Bali, karena feel yang gue dapat terbilang menyenangkan. Terus, gue sama si kesayangan jadi punya waktu cerita 😆 Sebab di hutan, kita fokus jalan dan lihat pemandangan ~ Nggak diganggu laptop, handphone dan tumpukan cucian pekerjaan 😂 and I could say that, Hidup di Jeju maupun Bali memberi gue keseimbangan 😍 By the way, kalau gue share video (1-2 menitan) di blog, ada yang mau lihat? 😁

Saryeoni Forest
Jochon-eup, Jeju-si, Jeju-do
South Korea

46 comments:

  1. Seru ya ada tempat-tempat seperti itu di sana. Memanjakan mata, menyehatkan badan, bersih pula

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru mba, banyak tempat seperti ini di Pulau Jeju Korea, dan biasanya penuh sama keluarga, sampai anak-anak dan kakek nenek pun ada hehehe karena memang jalan kaki itu salah satu culture mereka :D

      Udaranya juga pas lagi enak, asal bukan saat summer saja. Dijamin ketagihan duduk-duduk di hutan atau sekedar jalan kaki menyusuri pantai~ nanti kalau sudah masuk musim dingin bisa lihat salju di hutan dan itu cantik banget pemandangannya :D

      Delete
  2. Saya pilih datang ke sini pas musim salju aja ah, jadi saja kuat jalan dan pemandangannya beda dari Indonesia hahaha.

    Btw itu jalan 2 km, maksudnya belum akhir track udah balik kah?

    13 km itu lumayan jauh loh, eh kok lumayan sih, jauhhh hahaha.

    Saya keliling kompleks 1 km aja udah ngos-ngosan kepengen doping nasi pecel :D

    Btw kapan ya di Indonesia ada hutan kayak gini, maksudnya ada track hiking kayak gini dan gratis.

    Padahal di sini juga banyak hutan, tapi tracknya ngeri hahaha.

    Atau mungkin saya kudu hiking di pulau Jeju kayaknya ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang paling enak kalau ke Saryeoni Forest pas musim salju mba, karena view-nya beda haha mungkin karena Indonesia itu tropical country jadi nggak akan punya view hutan dengan salju putih di sana sini :D

      Iyaaa mba, saya cuma jalan 2km terus balik hahaha, kalau jalan sampai 13km nggak akan kuat mbaaa. Bisa sakit kaki saya haha (maklum anaknya gampang lelah) :3 dan sebenarnya masuk ke hutan begini biasanya untuk mencari kedamaian kalau kata halmoni dan halboji di Korea, tapi entah kenapa saya kalau jalan lama di dalam hutan itu jadi mengantuk dan bosan. Mungkin karena sunyi senyap :D

      Saya juga berharap di Indonesia ada banyak track walking dan hiking yang gampang kayak begini, jadi buat tim pemalas seperti saya yang takut naik gunung bisa tetap olahraga santai. Sebenarnya di Bali ada kok mba di daerah Ubud, dan pemandangannya sawah, tapi itu juga nggak banyak hehehe. Kalau di Korea ini track-nya memang disiapkan dengan matang dan terkenal, kalau kita bisa selesaikan 21 OLLE itu sama dengan kita mengelilingi 1 pulau Jeju karena tracknya memang memutar di pinggiran pulau :D

      Delete
  3. Jalan di area hutan gitu udara tersa lebih bersih kali ya.. ? Jaman dulu waktu kecil, rumahku deket perkebunan coklat di Banyuwangi. Tepatnya ada nama Kalikempit (sekarang juga masih ada). Sering main-main ke area itu bersepeda sambil nanti berhenti liat tumbuhan teratai gitu.. Di Jakarta adanya Mall.. ðŸĪĢðŸĪ­ðŸĪĢðŸĪ­ðŸĪ­

    ReplyDelete
    Replies
    1. In general, udara di Pulau Jeju memang terbilang bersih hehehe, jadi jalan-jalan di hutan jadi terasa tambah bersih :D dan seru sih karena nggak terlalu panas hahaha.

      Iya, jadi ingat jaman dulu juga waktu sering main di rumah simbah yang notabene tepat di belakangnya ada sungai dan hutan kecil :D kalau dipikir-pikir memang di Jakarta jarang ada hutan, apa saya yang mainnya kurang jauh ya hahaha taunya cuma kebun raya Bogor saja :3

      Delete
  4. ngiri euy kalo liat korea, jepang, singapore. Udah bersih, orang2nya tertib, mau diatur, gak lebih galak dari petugasnya. Hutannya dari foto itu emang serem keliatannya by the way ðŸ‘ŧ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan hal-hal positif seperti itu bisa banget ditiru, semisal buang sampah terpisah dan jangan sembarangan, terus selalu menjaga green zone area dan lain sebagainya :D

      By the way hutannya nggak seram kok, justru tenang dan menyenangkan, terus banyak orang juga jadi nggak seseram yang dibayangkan HAHAHA :3

      Delete
  5. Apa boleh pakai sepeda untuk masuk ke Saryeoni ?

    Kalau di Indonesia mungkin Si OLLE ini sama halnya dengan " Jalan Setapak " yah Mbak ?

    Masuk ke Hutan itu memang enaknya beramai - ramai, selain banyak teman yg bisa di ajak ngobrol, juga ada yang bisa bantuin gendong kita kalau kita sedang cuapekkk,hihihi......

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hanya bisa jalan kaki untuk masuk dalam hutan 😁

      Sepertinya iya kalau di Indonesia disebut jalan setapak, tapi Olle ini dibangun khusus memang untuk olahraga jalan kaki sambil menikmati pemandangan (laut / hutan) 😄

      Delete
  6. Keren banget ya Mbak, hutannya dikelola dengan sangat baik sehingga cukup nyaman buat dikunjungi.

    Kalo di Sumut, ada hutan wisata juga sih, tepatnya di Berastagi.
    Tapi kondisinya nggak terawat, bahkan terbengkalai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, semua wisata alam dijaga kelestariannya, dan masyarakat ikut merasa perlu berkontribusi untuk menjaga dengan nggak buang sampah sembarangan atau nggak asal injak tumbuhan 😁

      Sayang banget kalau sampai terbengkalai, padahal Indonesia ini wisata alamnya sangat bagus dan buanyaaaak. Semoga semakin merata dan terawat (nggak terfokus di beberapa tempat saja), jadi semakin banyak pula masyarakat yang hobi masuk ke alam dan nggak perlu jauh-jauh harus ke luar kota, karena alam terdekat nggak kalah indah 😍

      Delete
  7. Luar biasa nih kakak Eno, terbaik...
    aku tuh baru ngikutin tp sejak hari pertama nemu ampe sekarang kyknya tiap hari update blog.
    antara udah dischedule atau gimana, tp saya juga lagi berusaha untuk ngikutin ritmenya nih... tiap hari update juga, walaupun kyknya punyaku mah keliatan maksanya..maksudnya yg penting posting, kualitas tulisannya mah nomor sekian.

    Impian guee buat bisa ke daerah bersalju dan merasakan se-dreamy apa sih environment yg banyak salju putihnya tuh, hiks... kapan atuh ya? hmm...

    Kak Eno ga nongol di foto? asli penasaran sama wujudnya :D
    sepanjang baca blog dan tulis komen, aku ngebayangin sosok Eno sesuai dengan namanya, Tinggi besar dan lovable, suka tebar senyum, tp ga tau juga aslinya kyk gimana...hehe
    maaf anaknya visual banget, apapun selalu menuntut visual atau ya bikin visual sendiri.

    Mau dooong nonton videonyaaa... it will be so cool!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hola Ady 😍

      Saya jarang schedule tulisan, lebih sering tulis dan publish langsung hehe, jadi tulisnya based on feeling and mood 🙈 by the way, saya always baca update terbaru Ady (nowadays Ady publish setiap hari which is cool!) hehe. Dan menurut saya, yang Ady bagikan bagus, nggak kelihatan 'maksa' 😁✌ -- jadi jangan terlalu dipikirkan, yang terpenting keep writing and sharing, nanti pasti akan ketemu pembaca yang memang suka gaya tulisan Ady (cepat atau lambat) 😉

      Bicara mengenai salju, sebetulnya untuk dinikmati dari jauh alias dari dalam rumah memang dreamy dan cantik, tapi kalau ke luar bisa buat rontok tulang karena terlalu dingin hahahaha 😂

      Kalau saya bagian belakang kamera saja, biar teman-teman pembaca bisa menikmati pemandangan yang saya tangkap 😁 hahahaha. Eniho, terima kasih untuk imajinasinya, tapi saya nggak tinggi besar (alias pendek normal seukuran wanita Asia pada umumnya) ðŸĪĢ and thankfully cukup lovable (katanya) dan murah senyum (selama masih gratis, hahaha) 😂

      Okay noted, pan-kapan saya share video Jeju yah 😍

      Delete
    2. as far as i know... saya ngeblog itu masih based on people reaction dan ga banyak yg memang buat diri sendiri.
      artinya selama ada yg komen dan beneran komen karena abis baca tulisannya, biasanya bakal update terus karena tahu dan ada harapan dibaca sama orang-orang aktif itu, hehe.. dangkal ya?

      Saya senang sekali sama kak Eno ini, aktif setiap hari, bahkan ada komen juga langsung dibales. dan mungkin akan nyosorin orang-orang yg komen disini yg kayaknya orangnya itu-itu lagi. itu artinya mereka jg sama aktifnya kan yaa...

      semoga 'ombak' kali ini bisa bertahan lebih lama untuk terus blogging, dan berharap blogging itu buat diri sendiri, karena akupun sadar kalo ngejar mulu pengakuan orang lain mah ga ada ujungnya, fana malah... :D

      Hmm....

      Delete
    3. I see, menurut saya nggak dangkal, ada yang memang blogging preference-nya adalah untuk mendapatkan people reaction dan itu wajar 😁 -- karena bisa jadi, energinya didapat dari sana (dari reaksi yang diberikan oleh teman-teman) hehehe. Nggak ada yang dangkal dari sebuah alasan terlepas itu terdengar aneh mungkin bagi sebagian orang. Kalau itu bisa membuat kita keep going, kenapa nggak 🙈 hehehe.

      Kalau begitu saya akan selalu komen biar Ady bisa update setiap hari hahahahaha. Apalagi Ady punya banyak foto, dan setiap foto pasti punya cerita. Why not dibagikan ke pembaca 😆✌

      Iya saya kalau jam malam begini aktif, biasanya balas komentar, menulis dan blogwalking ke blog teman-teman lainnya ðŸĪĢ mostly teman-teman yang komen di blog saya pada aktif semua walau nggak setiap hari tapi minimal dua atau tiga empat hari sekali pasti update, jadi Ady silakan mampir ke blog mereka, siapa tau ada blog yang cocok sama selera Ady dan bisa diikuti sebagai bacaan pengantar tidur misalnya 😂

      Semangat yah, apapun tujuannya, semoga Ady bisa terus menulis dan berbagi kisah kepada pembaca termasuk saya 😁

      Delete
    4. superrr sekali.... mantep reply-reply nya
      ga bisa nulis apa-apa lagi buat nanggepinnya, hehehe
      can't wait to read your next travel post, or anything on your blog.

      salam!

      Delete
    5. Hehehehe, terima kasih Ady sudah selalu mampir ke blog saya 😍 ditunggu cerita penting nggak penting lainnya, and you too, yah 😁

      Delete
  8. Kak Eno udah hebat tu bisa jalan 2 KM dan itu perbandingannya sama dengan perjalanan 2 X bolak balik menelusuri jembatan Ampera (Palembang) oops jadi promosi. 😁

    Musim gugur saat yang tepat ya kak, ketimbang musim hujan dan panas kadang musim banjir wkakaka. 😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi Jembatan Ampera panjangnya 500 meter yah, mas Andy? Hehehe. Saya sepertinya cuma dua kali pernah lihat dan lewat Ampera, itu pun sudah amat sangat lama sampai nggak ingat kapannya ðŸĪĢ

      Waduuuh kalau musim hujan / panas enaknya di rumah, mas 🙈

      Delete
  9. Mau, mau. Aku mau lihat video yang akan Kak Eno share :D

    Anyway, aku iri sekali karena di Korea atau Bali, mudah sekali mendapatkan suasana atau wisata alam seperti ini T.T
    Kalau di daerah tempat tinggalku, sulit sekali Kak untuk menemukan alam terbuka seperti ini. Makanya kalau lihat orang-orang yang tinggal dekat dengan tempat wisata alam terbuka seperti postingan Kak Eno ini, aku cuma bisa mupeng aja >.<
    Pasti enak sekali untuk bersantai-ria di alam terbuka seperti ini~ Wah, bayanginnya aja udah berasa relaxnya!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siaaap, nanti kakak share di blog 😆

      Kelebihan Jeju dan Bali memang di alamnya Lia, mau ke pantai dekat, ke gunung juga dekat, atau berlari ke hutan (tapi di Bali jauh hutannya) ðŸĪĢ hehehehehe. Berarti Lia kalau mau wisata alam yang terdekat ke PIK, yah? Di sana ada hutan mangrove kan kalau nggak salah 😍 semoga one day, Jabodetabek bisa punya bukaan hijau semakin banyak 😁 -- jadi orang-orang healingnya bisa ke alam 💕

      Kakak kalau trip nggak begitu hobi ke alam, tapi untuk tempat tinggal justru lebih suka dekat alam. Karena relax sekali rasanya 🙈

      Delete
  10. Mau lihat videonya pulau Jeju seperti apa mbak, pasti cakep kayak foto fotonya.🙂

    Aku juga suka jalan-jalan ke hutan. Tapi ke kota juga suka sih, tapi kalo disuruh milih mendingan ke hutan bahkan kadang aku jalan-jalan ke solear, hutan mini disini yang banyak kera mbak, masuknya gratis cuma bayar parkir 5 ribu, tapi kalo hari hari besar 10 ribu.ðŸĪĢ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap mas, lagi siap coba editing videonya 😆

      Waduh ada kera, agak seram yah, suka ambil barang nggak keranya? Saya pernah punya pengalaman nggak enak sama kera di Monkey Forest dan Pura Uluwatu hahahaha, kerannya loncat ðŸĪĢ

      Delete
  11. Sebagai penikmat berbagai macam entertainment Korea, aku juga sering banget liat tracking gini di variety show-nya Korea. Emang sih beberapa jalurnya kejam tapi banyak juga yang masih manusiawi hahaha

    Tapi yang paling iri itu emang pemandangannya sih, apalagi yang trackingnya kayak di gunung (?) gitu pas sampe puncak ya ampun itu cakep banget! Apalagi pas musim gugur ya? Warna daunnya warna-warni banget dari kuning, kemerahan, hijau wah bikin iri banget

    Tapi, kalo mikir sendiri kayaknya gak sanggup deh harus tracking gitu hehehe apalagi yang menanjak... udah nyerah duluan huhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau yang kejam biasanya untuk hiking, mba Tika. Saya nggak bisa kalau itu, sebab jalurnya bisa naik-naik ke puncak gunung hahahaha 😂

      Yes, setuju, pemandangannya bagus, terus di Korea ada banyak hills jadi semacam bukit dan nggak terlalu tinggi, alhasil bisa kita capai puncaknya dalam waktu tiga puluh menitan (dengan catatan kalau kita hobi naik ke puncak) 😅 dan seperti yang mba Tika bilang, saat musim gugur, pemandangannya indah karena daun mulai berubah warna 😍

      Semisal sendirian, enaknya pilih yang jalur datar mba, ini biasanya ada di hutan atau di pinggiran pantai, hehehe, dijamin mudah 😁

      Delete
  12. Share dong videonya!!!
    Mau liat!!!
    Ini pasti enak banget, aku suka liat di drakor, mereka jalan kaki gini, di drama my lovely kim sam soon, itu membekas banget di aku, sam soon jalan sendirian pas hari ulang tahunnya, pulang-pulang encok ðŸĪĢ

    Aku suka jalan Mbak Eno, tapi karena di Indonesia fasilitas pejalan kaki nggak memadai, lumayan kesulitan juga. I mean, g fokus jalannya karena kudu menyelematkan diri dari serbuan banyak kendaraan dan polusi tentunya (huft.. I hate that).

    Sempet terpukau sama negara tetangga karena akses pejalan kaki dan juga public transport nya kece parah. Jadi pingin tinggal di sana.. 😆

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap mba Pipiiiiit 😆💕

      Mostly Korean suka jalan kaki mba, saya awalnya nggak begitu suka karena nggak terbiasa. Tapi pelan-pelan sekarang mulai suka, dan ternyata jalan kaki di track memang menyenangkan, plus view-nya bagus semua. Gara-gara ini kalau di Bali kadang saya mampir ke beberapa track yang nggak kalah indah walau agak jauh dari kota 😂

      Nah, iya, sayangnya kalau di kota, area pejalan kaki itu serasa nggak safe, terus trotoarnya terlalu kecil dan sering kalah sama pengguna motor, jadi kita merasa nggak nyaman 🙈 semoga ke depannya semakin banyak trotoar yang dibangun untuk para pejalan 😍

      Pelan-pelan Indonesia bisa maju seperti negara lainnya 💕

      Delete
  13. Mbaa jadi pengen main ke situ, hahaha, apalagi pas mba bilang kalau pas salju hutannya bagus, hmmmm udah kebayang aja, pasti kalau pakai baju putih plus crown bunga-bunga di tengah hutan, bakalan kayak peri hutan, hahahaha, ngehalu.

    Berarti tempatnya cocok untuk semua kalangan kan mba, alangkah menyenangkannya kalau di Indo banyak tempat kayak gini, jadi untuk menikmati alam nggak perlu tenaga ekstra pergi ke hutan beneran atau daki gunung, hehehe. Dan buat pengen jalan-jalan santai nggak perlu takut ke serempet motor atau jantungan karena tiba-tiba di klakson, even jalannya udah di trotoar hahaha (pengalaman kaget diklakson wkwk)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo mba Sovia menabung, siapa tau bisa ke Jeju one day, apalagi dari Sumatera lebih dekat transit Malaysia, harga tiket akan jauh lebih murah 😍 hehehehe. Iya mba, saat salju bagus banget view-nya. Dreamy dan cantik, karena semua area tertutup salju putih 😁

      Saryeoni Forest ini cocok untuk semua kalangan, even yang pemalas seperti saya bisa tetap menikmatinya 😂 oh dan ini hutan betulan mba, besar bangetttt hutannya, tapi hutan ini dibuka untuk umum, dan disediakan track yang mudah 😍

      Tentunya nggak perlu kawatir keserempet motor atau jantungan di klakson, mba. Kalau ke Saryeoni bisa sambil bawa buku terus baca buku, atau dengarkan musik sambil duduk-duduk juga seru 😁

      Delete
  14. Merass menyesal baca artikel ini. Baru scrol sedikit udah kelar. Padahal belum ketemu cerita mbak eno lihat ular, tupai yang sedang manjat pohon, atau burung-burung bernyanyi. Pdhl berharap lebih..hahahhaa ðŸĪĢðŸĪĢ

    Jadi kangen jalan ke hutan mbak eno. Setahun ini belum masuk hutan, kayaknya baru ke curug aja. Hehehe
    Enak banget yaa mbak eno bisa trekking dalam hutan yang dikelola dengan baik, tanpa merusak ekosistem aslinya. Lagian itu banyak rute semakin menarik perhatian orang awam untuk main ke hutan.

    Orang yang bawa dress ke hutan rasanya sangat niat banget. Semuanya demi konten...wkwkwkwkk ðŸĪĢðŸĪĢ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahahaha, begitulah mas Rivai, kita nggak boleh berharap pada manusia, nanti adanya cuma penyesalan doang *eh* Wk ðŸĪĢ -- by the way, saya di sana nggak pernah ketemu ular, tupai dan burung (ini ada suaranya tapi burungnya nggak kelihatan) 😁

      Dududu mas Rivai ini anak alam sekali sepertinya, hobi masuk hutan 😍 -- iya mas, enak jalan-jalan ke dalam hutan yang memang digunakan untuk healing, lebih sering disebut healing forest soalnya ~ karena kita nggak perlu pakai baju ribet, dan kita tetap bisa menikmati suasana, relaks plus istirahat 😆 karena dibangun banyak healing forest, alhasil yang tadinya nggak suka jalan, bisa dan mau jalan ke sana ðŸĪĢ

      Dulu saya nggak suka jalan yang sampai berkilo-kilo, tapi sejak di Jeju, saya sudah sering jalan di banyak tracks, sampai saya nggak sangka kalau saya bisa jalan 5 KM dalam satu forest (Bijarim forest biasanya) 🙈 -- mungkin perubahan ini didukung dengan fasilitas, makanya saya yakin budaya jalan di Indonesia bisa dikembangkan kalau fasilitas semakin lengkap. Dan saya berharap semoga, one day Indonesia bisa punya semakin banyak sarana memadai untuk para pejalan 😍

      Wahahahaha, hidup perkontenan itu keras, mas 😂

      Delete
  15. Ini editnya pakai VSCO kak Eno? Kalo iya, ini preset bawaan atau manual? Keren ih.

    Kalo jalan, apalagi 12 KM kayaknya saya juga tidak akan sanggup. Apalagi kalau mau naik gunung, mesti jogging dulu biar ngga gampang capek. Ah, saya rindu naik gunung ðŸ˜Ē

    ReplyDelete
    Replies
    1. Foto di atas pakai Lightroom dulu baru Vsco, mas 😁 kalau preset saya manual, jarang pakai bawaan, jadi diutak-atik sendiri agar pas 😍

      Sama kita mas, nggak akan sanggup hahaha. Untung Saryeoni Forest ini datar, nggak naik-naik ke puncak gunung hahaha. Jadi saya masih sanggup 2 KM 😆 -- semoga mas Rahul bisa segera naik gunung yah. Anak gunung pasti sudah banyak yang rindu ke sana 🙈

      Delete
  16. Mba Eno, saking kepenginnya aku ke Korsel lagi, dan kali ini pengen ke Jeju, aku sampe udah bikin looh itinnya :D. Ntr pengen kalo kesana itu semingguan. Dan udh masukin bbrp tempat wisata, yg utama jelas Themepark :D. Aku masukin yg Shinhwa themepark, trus loveland museum hahahahah.

    Tapiiiii aku juga suka jogging ;). Dan baca ini, aku jd pengen ngerevise itin :D. Jd pgn juga ke saryeoni forest jogging Ama suami :D. 13 km masih kuat, Krn aku pernah jogging LBH jauh lagi hahahaha :D.

    Ntahlah kapan bisa ke Jeju. Pandemi aja blm ada kepastian berakhir. Free visa Jeju juga msh dihold kan. Tapi setidaknya baru bikin itinnya aja aku udh semangat mba :D. Walo berangkatnya msh kapan2 :p.

    Posting aja videonya mba Eno. Jd bisa memperjelas gimana suasana hutannya kalo divideoin gitu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. OMG hahaha senang dengarnya 😍 mba mau ke Shinhwa? Saya baru saja menulis soal Shinhwa ðŸĪĢ -- by the way seminggu cukup kalau mau yalan-yalan. Semoga bisa cepat terealisasikan, mba 😍

      Eniho, kalau mba suka jogging, cocok banget ke Saryeoni atau Olle Track lain (ada yang view-nya gunung dan pantai juga). Cuma kalau di Saryeoni lebih enak jalan daripada jogging menurut saya hehehe. Coba deh mba, pasti mba suka. Ke luar dari sana, rasanya paru-paru penuh oksigen dan fresh badannya 😍

      Iyes mba, free visa masih hold sampai tahun depan. Semoga Corona cepat hilang, jadi mba bisa persiapan liburan. Pssstt, saya sama seperti mba, lately sering buat itin perjalanan dan rasanya senang meski nggak tau kapan berangkat hahaha. However, baca tulisan orang-orang sambil siapkan itin, saya jadi seperti diajak jalan-jalan ðŸĪĢ

      Saya sudah test post video di Shinhwa World mba, ribet ternyata harus masuk ke Youtube dulu hahahaha 😆

      Delete
  17. memang menyenangkan ya ke kawasan hutan dan taman begini apalagi jika di tengah kota.. penat dengan kehidupan bising, bisa masuk hutan atau taman sebentar.. menikmati tenangnya alam, badan segar.. lalu kembali beraktivitas..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes mas, lagi penat sama kebisingan kota, bisa kabur ke hutan, duduk-duduk sambil dengar musik atau sekedar jalan kaki sejauh yang kita bisa, entah kenapa rasanya fresh di badan dan pikiran 😍

      Delete
  18. kalau hutannya ga pake tracking macam naik gunung aku mauuuu
    ini bisa jalan santuyy plus nyemil cantik hahaha
    mau masuk "hutan" kayak gini malah banyak jejeran food truck, di indo mana ada
    waduhhh alamak njajan kalo aku :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saryeoni ini nggak seperti naik gunung, mba 😂 jadi mba bisa dengan nyaman jalan-jalan di sana hahahaha.

      Dan iya itu food trucknya cucok banget! Habis lelah jalan bisa makan sambil mengobrol hangat dengan teman maupun pasangan 😆

      Delete
  19. Enak banget kayaknya trek ini, Mbak. Kalau di Jeju kayaknya saya bakal mampir ke olle-olle itu tiap akhir pekan. :D

    Di beberapa tempat, di Indonesia ada, sih, yang mirip-mirip olle ini, tapi masih bener-bener dikemas sebagai tempat main orang-orang yang senang di alam bebas. Treknya paling banter cuma batu yang disusun seperti tangga, sebagian besar masih jalan setapak. Akhirnya, ya, jadi segmented banget. Kalau yang di Jeju ini saya lihat tempatnya ramah buat siapa pun, entah buat mereka yang emang seneng kegiatan alam bebas atau mereka yang mau ngeluarin keringat dan nyari udara segar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enak mas, kalau mas Morishige datangi seluruh Olle, itu sama dengan mas keliling satu pulau Jeju hahahaha 😂

      Setuju, di Indonesia setau saya ada beberapa track tapi seperti yang mas bilang, targetnya mostly pecinta alam. Alhasil orang-orang macam saya belum bisa ke sana karena berbagai macam alasan 😆 while di Jeju, semua track bisa dikunjungi oleh siapapun bahkan anak-anak. Baik yang hobi ke alam atau yang hanya ingin cari kepenatan dan kabur dari hingar bingar kota ðŸĪŠ

      Delete
  20. Lokasi hutan untuk prewed-nya ngingetin aku sama Gunung Pancar di sini, Mba Enoo. Mendadak lokasi tersebut hits karena banyak couple yang ke sana untuk foto prewed, bahkan sampai ada yang mengadakan resepsi di sana 😆

    Eniwei, aku jadi ingat pengalaman jalan-jalan di Fushimi Inari, Kyoto. Betul yang Mba Eno bilang, kebetulan pas ke sana sedang musim gugur, pemandangannya cantik sekaliii 😍 daun pepohonannya perpaduan antara kuning, merah dan cokelat, ditambah cuacanya yang nggak dingin tapi juga nggak terlalu hangat. Pas sekalii. Buatku yang nggak terlalu suka jalan kaki (kita sama 😆), masih bearable. Ya meski nggak sampai puncak juga sih huahaha 😂

    Tiap kali lihat postingan Mba Eno soal Jeju, jadi nambah banyak referensi tempat wisata di sana nih. Sebelumnya aku kira Jeju itu hanya terkenal dengan pantainya, ternyata forest-nya nggak kalah populer yaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Woooaaah pasti cantik bangettt bisa resepsi di gunung, mba 😍 Jadi ingat, dulu ada penyanyi yang resepsi di gunung, Andien kalau nggak salah. Lupa lupa ingat saya, however view-nya sangat indah 😆

      Kayaknya kalau kita liburan bareng bisa cocok mba, karena sama-sama nggak mau susah apalagi kalau urusan jalan kaki menanjak ahuahaha ðŸĪĢ -- membayangkan Fushimi Inari dari kata-kata yang mba Jane rangkai, saya jadi rindu musim gugur, mba ðŸĪ§

      Jeju mirip Bali, terkenal akan pantainya, volcano-nya (tapi sudah mati) dan healing forest-nya. Oh, plus cafe-cafe cantiknya, mba 😍 -- Kemungkinan besar, mba akan suka hehehe *promo* 😝

      Delete
  21. Pengen ke sana buat ngadem. Stress pasti bilang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pastinya mba, fresh dan sehat jiwa raga kalau ke sana 😍

      Delete