A Day With Mba | CREAMENO

Pages

A Day With Mba

"Mba mau ke supermarket, ya? Ikut dong." ucap gue saat tau mba gue mau ke supermarket buat belanja 😂 Setelah sekian lama stay di rumah sejak terakhir kali main ke supermarket beberapa waktu silam, gue akhirnya berniat kembali ke sana. Sekalian jalan-jalan, suntuk di rumah 🙈 Gue ambil masker, ponsel dan dompet, kemudian meluncur ke supermarket bersama mba gue yang bergaya totalitas ðŸĪĢ Ps: ini mba yang sama dengan yang ada di post the Power of Mom 😄

Mau ke mana, mba? ðŸĪĢ

Dari awal kerja sama gue, mba-mba gue memang gue kenalkan fashion dan styling pakaian 🙈 Baju-baju yang nggak lagi gue gunakan mayoritas diambil mereka, karena katanya sayang untuk dibuang. Gue pribadi selalu tekankan ke mereka bahwa apapun pekerjaan kita, berpakaian rapi itu diperlukan. Karena suka nggak suka, first impression berawal dari mata 😍

Guys, ini enak banget. Ft. tangannya mba gue 😍

Dan gue mau mba-mba gue punya rasa proud and pride pada job mereka. Mungkin karena itu, saat kami pergi ke luar, orang akan mengira kami berteman, sebab gaya mba gue dan gue nggak jauh beda 😂 hahahahaha. By the way, kami keliling supermarket sekitar 30 menitan, niat awal cari kulit tahu untuk masak Hekeng Ayam Udang, dan Ikan Dori yang nggak ada di pasar.

Setelah kelar hunting kebutuhan. Gue ajak mba gue makan di restoran yang sepi ruarrrrr biasa, nggak ada orang sama sekali kecuali gue dan mba doang ðŸ˜ĒðŸĪ§ Kami pesan beberapa makanan, salah satunya Dori Mozarella yang pernah dimasak mba dan sempat gue share sebelumnya. While mba gue pesan Spaghetti Bolognese plus Pisang Cokelat ~ Untuk minum, as usual gue pesan Es Teh Manis, tapi gue lupa mba gue pesan apa ðŸĪŠ hahahaha.

Really delicious 💕

Pisang Cokelat with Orange Gelato ðŸĪĪ

Dori Mozarella with Mushroom Sauce 😆

Spaghetti Bolognese 😁

Kami makan sambil berbincang-bincang. Gue lumayan sering ajak mba-mba gue ke luar, one by one, tujuannya agar mereka punya privacy untuk berbagi pikiran mereka ke gue yang selama ini ditahan (mostly related to keluarga) 😁 Dari mulai kabar orang tuanya, suami dan anak (apabila ada), sampai ke topik lainnya. Fyi, some of my mba itu sandwich generation, jadi mereka kerja untuk menafkahi keluarga besar mereka. Bahkan ada yang menanggung 10 kepala 🙄

However, mereka survive, karena mereka ikut aturan yang gue dan team gue sarankan. Hehehe. Gue pernah bahas ini di post lamaaaa, as long as mereka stick to the rules, mereka akan hidup tenang. Dan yang terpenting mereka belajar merasa cukup dengan apa yang dipunya ~ Too bad, ini nggak bisa berhasil jika keluarga besar mereka jadi benalu dan nggak mau berusaha (serius banyak terjadi, di mana keluarga besar merasa keenakan dikasih jatah bulanan, dan tanpa pikir panjang, mereka meminta ini itu sebab mereka pikir mba-mba gue banyak uang), that's why gue anjurkan mba-mba gue untuk tegas pada budget yang sudah mereka rancang 😉

Gue ajak mereka berpikir 10 tahun ke depan ~ especially bagi yang sudah punya anak, ditambah suami nggak ada penghasilan. Means, mereka perlu fokus menabung tanpa andalkan siapapun demi anak bisa selesai pendidikan. Gue sering bilang ke mereka, kita jangan terlena dengan apa yang kita miliki sekarang. Kita nggak akan pernah tau bagaimana hidup kita kedepannya ~ Kalau gue mendadak bangkrut dan mereka semua berhenti kerja, apa tabungan mereka sudah cukup untuk hidup sampai dapat pekerjaan baru yang layak? Harapan gue, mereka fokus kelola uang, jangan karena masih 'aman' ada gaji bulanan, mereka jadi lupa daratan 😂

🐰🐰🐰

Makan siang kami ditutup dengan satu cheers, berharap 2021 akan berjalan lancar. Jujur, spend time sesekali sama mba-mba gue / driver gue bisa membuat gue semangat melangkah. Ibarat game Zombie VS plants, mereka ini seperti sunflowers, nggak begitu mahal dan nggak punya power kuat compare to plants lain, bahkan selalu gue taruh di posisi belakang, tapi mereka~lah yang menyinari hidup gue dan menjaga gue agar gue bisa survive jalani hidup di dunia. Hehehe, so, I wanna say thank you sooo much for being my bestfriends, mba dan mas 💕

Eniho, how's your weekend, guys? Semoga menyenangkan. Gue mau info kalau gue sudah mulai baca satu persatu tulisan yang teman-teman kirimkan 😍 Nggak sabar mau menyelesaikannya. Kemungkinan besar, gue akan umumkan minggu depan. Don't miss it, ya! 😜
---------------------------------------------------------------------------------------
Sorry, no English translation for this post.
Kindly check the Indonesian version.

---------------------------------------------------------------------------------------

52 comments:

  1. Setelah theater of mind saya bekerja dipos kemarin, saya pikir Mbanya kak Eno itu 50 tahunan ke atas. Ha ha ha. Itu mah sudah Mbok-Mbok yah.

    Ini cerita yang agak mirip, tapi beberapa waktu lalu saat habis cukur, teman saya bertanya cukur dimana. Saya bilang cukur di Mas, tukang cukur yang kami kenal, kebetulan sudah jarang mereka cukur di sana karena sudah banyak pilihan barbershop. Terus pertanyaan selanjutnya, kenapa cukur di sana? Harganya masih sama?

    Harganya memang sudah naik, setara dengan barbershop kebanyakan yang ada di sana-sini. Tapi bagi saya, cukur di tempat yang saya kenali adalah hal yang cukup sentimentil. Saya bisa ngobrol dengan Mas sekaligus bertukar kabar karena sudah lama tidak bertemu. Ia memberi saya pengalaman yang bagi saya cukup berharga. Saya pernah cukur di barbershop waktu jaman pomade sedang naik-naiknya. Dan itu tidak membuat saya nyaman selain merasa keren setelahnya. Saya lebih nyaman cukur dengan orang yang saya kenal, misalnya. Saya bisa ngobrol dengan santai, sekaligus memberi ia kesempatan dalam tanda kutip 'rejeki'. Sanggahannya mungkin bisa saja di barbershop saya bisa mengajak tukang cukurnya berkenalan. Ohya, tapi kalau dia friendly. Bagaimana kalau fokusnya hanya untuk mencukur lebih cepat agar yang mengantri bisa duduk dan dicukur. Lagipula, saya mengamati yang cukur di barbershop itu dandanannya kayak mau jalan-jalan. Datang ke sana, dengan celana pendek dan baju kaos mungkin akan terlihat konyol. Pembahasan saya agak melebar, semoga kak Eno bisa nangkap poin saya. Ha ha ha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di post yang mana mas Rahul? 😂 Kalau yang tua biasanya saya panggil 'Bu' sedangkan yang muda saya panggil 'Mba' dan yang saya foto di atas itu masih muda tapi jam terbangnya tinggi kalau urusan atur rumah ðŸĪĢ

      I know mas, kita kalau sudah terbiasa sama satu produk / brand / jasa, sepertinya akan sulit berpaling ke yang lainnya though ada yang lebih bagus, yah? Apalagi related to hubungan personal antar manusianya 😆 Saya punya pengalaman serupa dengan mas Rahul.

      Contoh paling sederhana adalah langganan Salon, padahal di Bali / Jeju ada banyak salon terkenal yang lebih bagus, tapi karena saya sudah punya tempat langganan, rasanya susah untuk pindah. Alasan saya karena saya dekat dengan pegawainya ðŸĪĢ

      Delete
    2. Ha ha ha, saya agak lupa pos-pos yang mana saja. Tapi yang paling baru itu kalo tidak salah ingat yang kak Eno minta dibuatin makanan. Jam terbangnya tinggi yah. Kosa kata itu lucu untuk saya. Hi hi hi

      Iya, harga untuk ngobrolnya, hubungannya itu, tidak bisa ditukar dengan seberapa pede kita main ke tempat-tempat yang lebih mahal. Makanya, selain karena murah jajanan di pinggir jalan banyak di sukai orang karena biasanya penjualnya yang ramah dan bisa diajak ngobrol

      Delete
    3. Oalah hahahaha, iya sih ya, kalau nggak dikasih bayangan, mostly akan berpikir sudah tua hehehe jam terbang macam pilot ceritanya ðŸĪĢ

      Jajanan pinggir pasar kalau masuk ke restoran, selain harganya lebih mahal, pedagangnya nggak bisa diajak berbincang-bincang 😂 I see ~ sometimes, interaksi kecil memang dibutuhkan 😍

      Delete
  2. My weekend is pretty nice. coming back home visiting my parents. Selalu menyenangkan kalo pulang, rasanya seperti recharge.

    Kak Eno, mau dong belajar buat mengatur keuangan agar bisa tenang secara finansial :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru Dy, bisa pulang setiap bulan. Ketemu orang tua especially masakan Ibu yang enak 😍 hehehe. Rasanya seperti melepas beban di pundak, kembali sebentar menjadi seorang anak 😆

      Cara yang digunakan oleh mba dan mas saya sangat sederhana, pernah saya bahas pada post lama. Yaitu merancang budget dan stick to the rules yang sudah dibuat 😁 Selain itu tentunya hidup dengan cukup, tau kemampuan diri, sebisa mungkin jangan besar pasak daripada tiang 😉

      Dengan menahan diri selama beberapa tahun, pelan-pelan tabungan akan terkumpul. Hehe. Dan tentu gaya hidup serta cara menjalani hidup akan lebih teratur. Itu yang susah memang Dy, kita merasa uang selalu habis karena kita mungkin kita nggak bisa kontrol arus uang ke luar. Segalanya dibilang butuh, padahal belum tentu. Hehe. Coba duduk berdua pasangan, dibahas ulang semua, selagi Ady masih muda, masih ada chance untuk merapikan dan membangun kebiasaan 😁

      Delete
    2. iya yah, PR nih soal cara duduk bersama istri dan merancang ulang soal keuangan bareng istri.hehe

      Delete
    3. Sesekali duduk bersama seru Dy, bisa rancang masa depan bersama. Deep talk, heart to heart, hihihi. Saya pribadi suka melakukannya ðŸĪĢ

      Semangat, semoga keuangan Ady semakin mantap 😍

      Delete
  3. Mba Eno gaya Mba-nya kece abis yaa.. Aku suka banget baca bagian Mba Eno ngajarin mereka untuk memperhatikan penampilan juga. Betul banget, apapun posisi kita, berpenampilan baik itu penting ðŸĨ°

    Mba-mbanya Mba Eno pasti betah nih kerja sama Mba Eno, dapet banyak pelajaran yang bisa bantu hidup mereka jadi lebih baik atau minimal lebih teratur lah.

    Btw aku kok ngeces liat pisang cokelat with orange gelato aaaa udah lama ga jajan gelato 🙈

    Mba Eno selamat membaca tulisan2 dari teman2 yang ikut PGP yaaa... Semoga Mba Eno menikmati bacaannya dan ga mabok 😆

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, kece yah 😂

      Dulu mereka itu termasuk mba yang di atas orangnya pada nggak pedean mba Eya. Tapi saya encourage mereka, dan selalu bilang, "Waah mba cantik lho, ayo dirawat." terus saya belikan skincare, make up dan ini itunya. Saya ajarkan styling dari baju-baju saya, celana ini cocoknya atasannya yang ini, kalau celananya begini, sepatunya bagus yang ini 😆

      Dari atas sampai bawah, ke tas-tasnya saya arahkan hingga akhirnya mereka ketemu style yang paling mereka suka 😍 hehe. Memang yang terpaling penting, mindset ya mba Eya. Kalau kita nggak cinta diri kita sendiri, jangan berharap orang lain turut mencintai 🙈

      Thankfully mereka semua betah, belum ada yang ingin resign 😂 Semoga bisa bertahan lama, grow up dan level up sama-sama. Karena to be honest, saya pun belajar banyak dari mereka. I'm forever grateful having 'em in my life, mba 😍 Jadi saya berharap mereka bisa upgrade kualitas hidup mereka. Lebih layak, lebih sukses, dan lebih bisa sayang sama diri sendiri tentunya. Buat saya pencapaian terbesar itu kalau orang-orang di sekeliling saya bahagia 😆💕

      Itu orange gelatonya enaaak. Dimakan bareng pisang cokelatnya ternyata rasanya pas, mba. Gelato nggak ada matinya deh, selalu dirindukan. Apalagi saat udara panas ðŸĪĢ Eniho, terima kasih mba Eya dukungannya. Dan terima kasih sudah ikut meramaikan. Saya akan semangat bacanya ðŸĨģ

      Delete
  4. Haha jadi makin kepo. Mba eno kerjanya di bidang apa. Hihi

    ReplyDelete
  5. Ikut bahagia bacanya kalau ada artikel kayak gini. Apalagi ditutup dengan info paid guest post #2 yang akan diumumkan minggu depan. Jadi makin tambah senang bacanya. Senang karena bisa ikutan PGP #2, dan senang karena kemungkinan yang ikut banyak. (Lha itu mulai dibaca dan diumumkan minggu depan)...semoga analisisku salah...hahahaha ðŸĪĢðŸĪĢ😆

    Mbak eno, yang paling menarik perhatianku adalah kalimat "rasa proud and pride pada job mereka". Sungguh itu sangat menarik, aku merasa sangat bungah bacanya.
    Ga banyak orang merasa bangga dengan apa yang menjadi pekerjaannya atau apa yang dia kerjakan. Sedikit orang yang merasa bangga dengan apa yang mereka kerjakan.
    Bahkan, seorang yang punya jabatan tinggi belum tentu memiliki kebanggaan terhadap apa yang mereka dikerjakan.

    Belum lagi ada yang malah malu-malu mengatakan apa yang mereka kerjakan. Sering dengar kalimat
    "Aah, saya cuma pegawai biasa, dll"

    Makanya kagum juga kalau ada orang yg merasa bangga dengan apa yang mereka kerjakan. Kemungkinan besar mereka akan mengerjakannya dengan sungguh-sungguh, menjaga amanah dan bertanggung jawab. 😅😅

    Untung saja aku abis makan nasgor. Jadi ketika lihat makanannya ga merasa lapar. Walaupun itu makanannya terlihat enak dan sangat enak...hahahaha ðŸĪĢðŸĪĢ

    Mbak eno masih pake istilah sandwich generation?
    Padahal yang memunculkan istilah itu sudah gulung tikar dan terkena kasus hukum...hahahaha ðŸĪĢðŸĪĢ😆😆
    Tapi istilah itu bisa meresap ke banyak pikiran anak muda. Dan akhirnya malah terbebani dengan istilah tersebut.
    *Ini berdasarkan cerita langsung temanku
    Aku cma bilang, ga usah fokus pada istilah-istilah..mending fokus cari duit yang banyak aja. Biaya catering semakin mahal lho ðŸĪĢðŸĪĢ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahaha, tega benar mas Rivai ini, masa doanya semoga analisis salah ðŸĪĢ No worries mas, yang ikut jumlahnya sama kayak kemarin, cuma memang beberapa teman kirim lebih dari satu artikelnya. Terus kenapa baru diumumkan minggu depan sebab perlu menghayati setiap bacaan yang dikirimkan 😆💕

      Iyaaaa dong, kita perlu punya rasa proud and pride dengan pekerjaan kita, terlepas sesuai passion atau nggak 😁 Karena itu yang kita bawa di pundak kita. That's why saya bilang ke para mba dan mas, kenapa memangnya kalau kerja bersih-bersih rumah? Kenapa memangnya kalau jadi pegawai villa? Kenapa memangnya dengan driver? Kenapa kita nggak bangga? Kita kerja, halal, banting tulang, peras keringat, masa nggak bangga 🙈 Dan satu yang selalu saya bilang ke mereka, hidup saya jadi mudah karena ada mereka, jadi mereka jangan minder karena sudah mempermudah hidup orang 😂

      Begitu pun dengan teman-teman lainnya, semoga kita semua bangga dengan pekerjaan kita. Dan lakukan itu dengan tanggung jawab penuh seakan itu hari terakhir kita bekerja 😍 Semangat! Hahaha. Eniho, makanan di atas enak-enak mas, apalagi kalau mas makannya bareng pasangan 😆

      Eeeeh siapa yang gulung tikar dan kena kasus? Kok saya nggak tau beritanya 🙈 Istilah ini sudah lama ada bukannya mas? Dipakai banyak di jurnal luar 😆 Bagi info dooong jika mas tau hihihi, saya kurang update sepertinya ðŸĪĢ hahaha. Istilah itu kan digunakan untuk mengkategorikan orang-orang yang menafkahi anak dan orang tua, tapi saya setuju sama mas Rivai, jangan terbebani istilahnya, better fokus cari uang agar bisa menafkahi semua plus bayar catering cencunyah 😆

      Delete
  6. Hi Kak Eno! Udah kangen sama Kakak sebab beberapa hari nggak lihat postingan Kakak 🙈
    Anyway, aku selalu nggak tahan untuk segera membaca post terbaru Kakak kalau aku sedang lihat #bucin

    Benar kata Kak Eya, mba Kak Eno stylish sekali. Kayaknya aku kalah stylish deh ðŸĪĢ.

    Kak Eno, terima kasih udah berbagi hal ini bagi kami para pembaca blog 💕. Mba-mba/driver Kakak pasti merasa bersyukur sekali punya atasan seperti Kakak sebab Kakak selalu encourage mereka menjadi lebih lebih dan lebih baik 😍. Kagum aku sama Kakak 😍😍. Bacanya hangat sekali! Sampai meleleh hatiku eaaak

    Kalau weekend aku, jangan ditanya ah 🙈 soalnya aku nggak ngapa-ngapain, nggak ada bedanya sama hari biasa. ((Katanya nggak ngapa-ngapain tapi PR membalas komentar di blog malah nggak dikerjain)) ðŸĪĢðŸĪĢ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Liaaa, OMG, kakak baru publish post bestfriends tanggal 7 padahal dan post ini terbit tanggal 9. Jeda 2 hari tapi berasa lama, yah 😂 hahaha. Thank you sudah bucin tulisan kakak, kita sama-sama bucin to each other sepertinya. Terus Lia kenapa nggak update? Nggak kasihan sama kakak? ðŸĪĢ Wk.

      Wiiih Lia bisa saja, yang ada mungkin mbanya kakak perlu belajar fashion dari Lia 😍 hehehe. Basically mba-mba kakak dan kita (termasuk Lia dan kakak) as wanita tuh cantik semua, tinggal dipoles dengan rasa percaya diri dan pakaian yang rapi, kita akan terlihat tambah cantik + stylish 😆

      Sama-sama Lia, terima kasih sudah baca post kakak dan berbagi kehangatan bersama. Hehe. Jujur kakak sesayang itu sama mereka, karena mereka membantu kakak dalam segala hal. Hehe. Dan kakak bersyukur ada mereka di hidup kakak, jadi betul-betul simbiosis mutualisme hubungannya sebab kakak belajar banyak dari mereka 🙈

      Hahahaha Liaaaa, kakak jadi merasa tersindir sebab post bestfriends belum kakak balas komentarnya gara-gara keasikan menikmati weekend ðŸĪŠ Ayo kita balas komentar pelan-pelan. Semangat, Lia ðŸĨģ

      Delete
  7. Mbak Eno, keren sekali. Bisa jalan bareng sama mba'-nya, macam hubungan prrtemanan saja. Padahal bukan.

    Di televisi yg (dulu) sering aku tonton, kesan antara orang dengan mba'-nya itu agak berbeda. Maksudnya seperti punya sekat dan jarak yg jauuuh terpisah. Suka atau tidak suka, beginilah image yg ditampilkan di televisi, yg membuat persepsi masyarakat gitu. Hahaha..

    Keren untuk mbak Eno yg selalu "merakyat"! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebab mereka rasanya seperti bestfriends saya mas bukan hanya pekerja 😆 Kalau jalan sama mereka yaaa layaknya jalan sama bestfriends saya. Kami sering belanja dan ke cafe atau coffee shop hunting desserts enak barengan ðŸĪĢ Duduknya pun semeja, seru bisa mengobrol sama mereka just like bestfriend hehehe.

      Duuuh yang di TV terlalu drama, itu demi rating mas ðŸĪĢ Di kehidupan nyata, banyak yang punya hubungan baik dengan para mba dan masnya. Nggak ada sekat atau dinding pemisah, meski tetap perlu respect satu sama lainnya 😁 Mungkin istilah memanusiakan manusia benar adanya. Karena itu yang membuat kita tetap menapak di tanah 💕

      I know, mas Dodo pun akan berlaku sama. Semoga kita selalu dikelilingi orang-orang baik ya, mas 😍

      Delete
  8. Semoga hayati ga lelah dalam menghayati setiap tulisan yang sudah dikirim..hahahaha ðŸĪĢðŸĪĢ

    Setuju mbak eno. Ketika banyak orang merasa bangga dengan yang mereka kerjakan, mereka percaya apa yang mereka akan berguna untuk diri sendiri dan orang lain. Jadi tidak ada alasan untuk tidak bersungguh-sungguh dengan apa yang mereka kerjakan.

    Ydh ntar minta alamatnya utk lokasinya yaa mbak. Siapa tahu aku bisa testing dulu sebelum nanti ngajak pasangan untuk makan di sana...wkwkwkkw ðŸĪĢðŸĪĢ

    Eeh udah lama yaa istilah tersebut? Aku baru tahu sktr 1th yg lalu. Tahunya dari Jouska (bekas perasahaan financial planner dan investasi) melalui akun medsos mereka.
    Coba cari aja tentang jouska mbak eno. Cukup menarik kasus yang menimpa mereka. Masih berhubungan masalah investasi jga. Kalau skrg kantor dan medsosnya udah benar-benar ditutup. hehhhehehe

    Nah, padahal sejak dulu sudah banyak anak yang membiayai kedua orang tuanya dan mungkin saudara-saudaranya. Mereka merasa itu adalah kewajiban dan sebagai tanda bakti kepada orang tuanya. tanpa perlu mengenal istilah sandwich generation terlebih dahulu...wkwkkwkwkk ðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak lelah donggg, bacanya sedikit sedikit soalnya. Nggak langsung menumpuk 10 artikel sehari, jadi bisa 100% menghayati 😂

      Yep mas, bersungguh-sungguh kerja itu keuntungannya untuk diri sendiri. Bisa tambah ilmu, tambah skill, dan mungkin tambah gaji 😂 Yang penting paham kualitas pribadi. Dan paham yang dilakukan memang worth the money 😍 hohohoho.

      By the way, restorannya namanya Gosha. Ada di logo foto orange gelato mas ðŸĪĢ Menurut saya makanan di resto itu enak-enak dan harganya cukup affordable. Tapi lokasinya bukan turist friendly hahaha. Lebih sering dikunjungi local people soalnya. While tourist cenderung ke Seminyak, dan touristic area lainnya ðŸĪĢ

      Oalah Jouskaaa, kalau itu saya tau permasalahannya. Sempat baca. Kena kasus investasi saham gorengan kalau nggak salah. Hehe. Iya mas istilah ini sudah cukup lama saya dengar sebelum saya kenal Jouska. Sering dipakai sama para adviser luar 😆 hehehe. Mungkin jaman dulu orangnya nggak peduli istilah, beda sama jaman sekarang.

      Tapi dengan adanya istilah ini sebetulnya ada poin plus yang bisa didapat. Orang-orang yang terjebak di dalamnya jadi bisa lebih mudah cari informasi untuk memutus mata rantai yang ada 😍 Seenggaknya dari istilah tersebut, muncul ilmu-ilmu finansial untuk membantu mereka paham jalur apa yang bisa mereka gunakan agar survive ke depannya 🙈

      Delete
    2. Talking about mbak-mbak.....saya sampe bikin sub menu sendiri di blog pribadi yg namanya WHAT'S UP NANNY. Itu semua postingan tentang pengasuh anak/ART dan perjalanannya selama bersama saya. Mulai dari rumah saya jadi base camp rombongan mbak2 dari kampunglah, suka duka keseharian cerita merekalah, full saya posting semua di situ hehe. Btw berarti mbak Eno mbaknya lebih dari satu ya di rumah? Soalnya tadi saya baca "mbak-mbak" jadi asumsiku more than 1 :)

      Delete
    3. Wah sampai ada sub menu sendiri means pengalaman mba Imelda sangat banyak bersama para pengasuh anak dan ART ya, mba 😆

      Iya mba Imelda, ada lebih dari satu mbanya 😁

      Delete
    4. kepo juga dengan postingan about Mba-Mba or nanny, soalnya kalau di Eno bagus-bagus cerita nanny-nya, beruntung banget nemu orang-orang yang bisa bekerja dengan hati :D

      Delete
    5. Ayoooo baca juga mba Rey 😍

      Delete
  9. Mbak Eno..
    Seperti biasa aku suka sekali dengan postingan Mbak Eno, dan lagi aku dapat pelajaran dari pengalaman mbak.

    Beruntung sekali dengan orang-orang yang bisa masuk di timnya Mbak Eno.
    Mbak Eno g segan-segan buat berbagi ilmu, apalagi ketika mbak mention kalau rata-rata dari mereka yang bekerja adalah sandwich generation. Aku ikutan sedih pas bagian ini, apalagi ada yang sampai harus menanggung 10 kepala.
    Huft.. sabar Pit.. sabar..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Pipiiiittt terima kasih sudah baca 🙈

      Iya mba, sedih bangettt karena mostly mba-mba yang kerja adalah sandwich generation, harus biayai anak dan orang tua. Bahkan ada yang sampai biayai keluarga besarnya ðŸĪ§

      That's why, mereka perlu dibagikan ilmu finansial sebagai pegangan agar uang hasil kerja keras mereka nggak melayang sia-sia. Sedih kan sudah kerja keras, tapi gajinya hanya lewat 🙄

      Delete
  10. Aku duga mbaknya itu seumuran sama mbak Eno ya, soalnya bisa akrab, mungkin juga beda cuma satu dua tahun ya.

    Sedih juga restoran dan mall banyak yang sepi, efek pandemi ini memang betul betul memukul sektor perekonomian ya.

    Soal sandwich generation, jadi ingat teman saya dulu. Jadi ceritanya dia punya istri yang keluarga nya itu minta jatah uang yang lumayan besar, sekitar 25% gajinya, padahal gajinya hanya umr. Makanya dia ngga bisa nabung, karena uangnya juga kadang buat setoran motor juga. Tiap istrinya dinasehati katanya marah, katanya emaknya itu sudah membesarkan dirinya jadinya sekarang balas budi. Kalo istrinya kerja sih ngga apa-apa, lha dia juga nganggur cuma mengandalkan teman saya itu.

    Ngga tahu sekarang gimana, soalnya dia waktu itu habis kontrak kerja terus ngga ketemu lagi, semoga saja sekarang sudah membaik sih.😃

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas Agus, mba foto di atas hanya beda beberapa tahun dari saya. Hehehe, tapi saya akrab dengan yang tua-tua juga kooook ðŸĪĢ

      Betuuul, banyak restoran tutup di Bali karena terkena dampak Corona. Sedih banget, nggak kebayang sudah berapa banyak orang dipaksa keadaan untuk menghadapi masalah finansial ðŸ˜Ē hiks ~

      Waaah, sebetulnya mau kasih ke orang tua sah-sah saja namun nominalnya perlu dikalkulasikan ulang. Jangan sampai nanti justru untuk hidup keluarga sendiri kekurangan ðŸĪ§

      Semoga teman mas Agus dilapangkan pintu rizkinya, ya 😉

      Delete
    2. Setuju sekali mbak, ngasih orang tua menurutku penting juga apalagi kalo orang tua nya sudah tidak mencari nafkah karena sudah tua, tapi yang penting nominalnya di kalkulasikan agar tidak tekor ya mbak.😃

      Delete
    3. Iya, betul, kerjanya perlu lebih giat kalau tanggungannya lebih banyak, dan pembagian uangnya balance. Jangan sampai jadi dzalim ke pasangan dan anak karena ingin kasih orang tua 😁

      That's why, para mas dan mba yang kerja, diarahkan untuk kelola dengan benar. Agar bisa tetap bantu orang tua, namun kebutuhan keluarga inti (anak dan pasangan) nggak kekurangan 🙈

      Delete
  11. Aku salfok sama restoran Gosha, belakangan itu resto favorit papa mamaku juga, Mbaa. Katanya makanannya enak dan harganya affordable 😍

    Aku suka sekalii cerita Mba Eno tentang para Mbak-Mbak kece ini. Dan mereka sangat beruntung punya Mba Eno yang bisa menjadi mentor mereka dalam segala hal, baik itu soal kehidupan, pengaturan finansial dll. Menurutku, skill mengatur uang itu penting banget ya. Seberapapun gaji/harta yang dimiliki, kalau bisa mengatur dengan baik pasti semuanya bisa terpenuhi. Soalnya dulu waktu masih lebih muda, aku punya uang tapi kayak cuma numpang lewat di rekening ðŸĪĢ ya iyalah soalnya gak bikin budget, punya uang dikit dipake alih-alih disimpan. That's why setelah berkeluarga ini aku coba lebih bijak dalam mengatur keuangan, supaya anak-anak bisa melihat juga kalau orangtuanya bisa menggunakan uang dengan baik ☺️

    Terus itu gayanya Mbak asik banget! Aku aja ke supermarket tuh suka lusuh, celana pendek sama sendal doang wkwkwk kalah kece sama Mbak 🙈

    Nice warm story, Mba Eno! ❤️ Btw, aku mau rekomen cemilan enak juga, namanya Maitos rasa jagung bakar/sambal matah, ini kayak nachos gitu, ENAK sekali! Makannya susah berhenti wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seriously? Huaaaa. Tuuuh kan, nggak salah dugaan saya kalau restonya enak hahahaha. Maklum saya nggak jago review resto, cuma berdasarkan taste bud saya saja yang kadang error ðŸĪĢ

      Iya mba, bekal terpenting yang perlu diberikan pada team kita, termasuk para mba-mba ini adalah bekal ilmu finansial agar mereka bisa survive jalani hidup terlepas tetap kerja sama kita atau nggak 😁

      Tentu harapan saya, gaji mereka nggak hanya sekedar lewat, namun bisa dikelola dengan baik dan benar demi masa depan mereka. Especially yang punya anak, which is perlu biaya pendidikan anak yang nggak murah 🙈 hehehehehe.

      Dan setuju sama mba Jane, anak itu akan mencontoh bagaimana cara orang tua mengelola uangnya. Semoga anak-anak para mba dan mas bisa sebijak orang tuanya, bukan hanya bijak dalam menabung namun dalam menggunakannya. Yang susah itu sih, menggunakan uang dengan tepat ðŸĪĢ Karena salah salah bisa lari semua uangnya entah ke mana 😅

      Hahahahahaha, mumpung ke supermarket, gayanya harus kece katanya 😂 By the way, terima kasih rekomendasinya mba, besok kalau mba saya ke supermarket akan saya minta belikan 😍

      Delete
  12. Setiap kali Mbak Eno memuji masakan mbak-mbaknya Mbak Eno, aku pikir mereka termasuk dalam golongan senior lho, Mbak. Nggak taunya masih muda-muda. Dan trendy pula.😍

    Aku seneng banget baca post kali ini, Mbak Eno. Kali ini Mbak Eno ngajari kita, para pembaca, untuk memanusiakan manusia. Karena terkadang beberapa dari kita memandang rendah orang yang secara finansial ataupun kasta ada di bawah kita. Padahal itu gak adil buat mereka, karena mereka juga sama-sama manusia dan pekerjaan mereka pun adalah pekerjaan yang baik yang patut mereka banggakan pula.😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Roem, yang muda nggak kalah jago masaknya ðŸĪĢ

      Setuju mba Roem, kita semua sama-sama manusia, terlepas berapapun pemasukan yang kita dapat 😁 Lagipula kehadiran mereka itu untuk meringankan beban kita, jadi kita perlu merasa bersyukur dan berterima kasih banyak 😍 Especially jika mereka bekerja dengan sangat giat. Hehehe.

      Semoga kita selalu dikelilingi kebaikan, mba 😆💕

      Delete
  13. Mba Eno, thank you udah menuliskan cerita ini, aku belajar banyak dari cerita mba. Sedih mengetahui mba-nya mba juga membiayai keluarga besarnya.

    Benar juga sama yang mba bilang kita harus persiapkan semuanya, justru saat diatas begini memang harus pintar-pintar mengatur pengeluaran, karena di depan siapa yang tahu. Mbaaaa thank you udah berbagi ya❤

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Sovia apa kabar? Sudah lama nggak kelihatan, sibuk ya 😍 Semoga mba Sovia sehat selalu di sana 😆💕

      Iya mba, pastinya berat untuk mereka yang harus menafkahi keluarga besar. Tapi yang saya suka, mereka tetap mau membantu keluarganya selagi bisa dengan catatan mereka nggak korbankan masa depan mereka. Jadi dua duanya ketolong. Baik diri mereka sendiri dan keluarga besar mereka 😆 hehehe.

      Sama-sama mba, terima kasih sudah baca tulisan saya 😍 Semangat untuk kita, semoga segala rencana kita dilancarkan 😁💕

      Delete
  14. First think, ku kira Mbak itu kakaknya Mba Eno, eh ternyata asistennya yaa. Berarti mba Eno di Bali nih yaa skrg 😁

    Belum pernh merasakan punya mbak. Tpi dulu pas kuliahnya punya tmpt tinggal itu punya Mbak. Kerasa jomplang kelasnya, pdhl kayak Mba Eno ini bisa yaaa dibikin akrab gt. Seneng banget pasti para Mbak ini jadi pegawainya Mba Eno. Semoga sehat selalu buat semuanyaa

    Weekendku kmrin akhirnya ketmu sama temen kuliah di tmpt kondangan. Canggung, obrolan udah beda, dan aku mencoba lebih mendengarkan keluh kesahnya yg sedang berada dalam quarter life crisis. Well, life journey goes different for each other, but being adult is a must. Right?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, saya sedang di Bali sampai Corona mereda ðŸĪĢ

      Ada beberapa yang terasa jomplang, mungkin lebih tepatnya jaga jarak. Sebetulnya sah sah saja, karena semua kembali pada rules yang dipunya di rumah. Selama ke dua belah pihak nyaman dan nggak ada masalah, it's okay sebenarnya. Yang terpenting nggak saling menginjak, mba 😆 Hehehe. Terima kasih doanya mba Ghina, sehat selalu juga untuk mba Ghina dan keluarga 😍

      Karena sudah lama nggak ketemu rasanya jadi beda kah? Apalagi prioritas dan jalan hidup nggak lagi sama 😁 Must be really awkward, mba hehehe. Mungkin teman mba Ghina sedang dalam proses overcome her QLC moments, dan mba Ghina dengan baik hati menawarkan telinga untuk mendengarkan. Iya mba, being adult is a must, semoga teman mba bisa berproses dengan lancar 💕

      Delete
    2. nah itu gmna caranya biar nggak menginjak? karena katanya kalo udah dibaikin kebanyakan art katanya suka melunjak, yakin sih ngga semua begitu. tapi ini tentang attitude kan ya mbak? gmna mba percaya dan mengajarkan ttg percaya nih sama mbak2nya?

      Delete
    3. Iya mba Ghina,

      Saya rasa saya termasuk lucky, karena ketemu staff yang attitude-nya baik, jadi tinggal dipoles, dan diajarkan hal-hal basic 🙈

      Saya ketemu mba-mba saya mostly pakai feeling mba, kalau klik langsung dilanjutkan setelah berkenalan. So far, semuanya klik jadi bisa kerja sampai sekarang 😂 Untuk rasa percaya sendiri, tumbuh berjalan dengan waktu dan intensitas ketemu 😁

      Saya tentu nggak langsung percaya pada awalnya, jadi mengamati dulu, bagaimana sikapnya, karakternya, unggah-ungguhnya, sambil diajak bicara pelan-pelan layaknya teman agar mereka mau terbuka. Terus saya tipe to the point orangnya, mba 😆 Jadi semisal ada yang kurang, saya infokan baik-baik ke mereka. Mungkin karena itu, mereka jadi nggak berani melunjak *mungkin.. sebab saya nggak bisa baca pikiran mereka soalnya* ðŸĪĢ

      Ada yang bilang, cari pekerja macam cari jodoh, mba 😆

      Delete
  15. Mbanya Mba Eno kece amat gayanyaa hhha... Itu mah udah seperti teman yaa.. Salut bagaimana Mba dan Pasangan bersikap kepada tim, baik itu ART maupun staf pendukung lainnya. Mba Eno juga bisa menjadi partner sekaligus bos untuk mereka. Aku rasa semua tim nya Mba Eno super betah kerja bareng Mba. Aku yang baca tulisan ini aja merasa nyaman banget kerja bareng Mba Eno. Bahkan Mba Eno juga membantu mereka untuk belajar hal baru, seperti bahasa inggris dan menyetir. Duh.... Mba Eno paket komplit bos idaman deeh hhha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Devina, lebih seperti teman ðŸĪĢ

      Saya masih perlu belajar banyak untuk menjadi leader yang baik bagi mereka, harapannya agar hubungan kerja yang tercipta bisa longlast 😆 Karena saya sadar, usaha saya nggak akan bisa berjalan lancar tanpa kerja keras mereka, sama seperti perusahaan di luar sana, pasti butuh staff sebagai roda perputarannya 😍

      Delete
  16. huwaaa ngeliat pisang coklat bersanding sama gelato, aku ngga rela wkwkwkwk, soalnya belum ada di kotaku paduan beginian
    dan aku masih ingat betul post yang ditulis mba eno soal financial planning yang diterapkan ke mbak mas di bisnisnya mba eno, dari gambaran coretan yang dibuat pun aku masih bisa mengira ngira,karena itu ilmu dasar keuangan yang hampir semua orang "harusnya" terapin juga.

    baidewi,, salam rock n roll buat mbaknya itu ya mba hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba mba Ainun. Beli gelato dan pisang cokelat terpisah ðŸĪĢ

      Hehehehe, iya post lama series Become a Host, yah 🙈 Sebetulnya basic pengelolaan uang di mana pun sama, yang terpenting jangan besar pasak daripada tiang. So, kitanya yang perlu pintar atur uang yang dipunya instead of terus merasa kurang 😁

      Siap nanti disampaikan salamnya, mba 😍

      Delete
    2. Khan jadi ingat 'mba' saya dulu. Seringnya Ibu dan Bapak saya bekerja, masa-masa sekolah saya sering dihabiskan bareng 'mba'. Tapi hidup saya jadi berubah drastis setelah menikah, tetiba pengen anak ngga dipegang 'mba' alias harus saya urus sendiri hihihi. Jadi curhat sayanyaaahhh.

      "...Kita jangan terlena dengan apa yang dimiliki sekarang...", saya sukak banget kalimat mbak Eno yang ini. Rasanya pipi kena tampol. Sering-sering ahh saya baca artikelnya mbak Eno, biar kena tampol terus, biar melek hehe. Sukses terus mbak Eno !

      Delete
    3. Hihihi nggak apa-apa curhat, mba ðŸĪĢ Di sini lapaknya teman-teman yang ingin curhat, akan didengarkan dengan hati senang 😍💕

      Terima kasih mba Lisa, aduuuh tapi nggak ada yang mau tampol kok 😂 Kita saling mengingatkan ya, biar nggak terlena dan lupa akan masa depan yang perlu dipersiapkan dengan matang 🙈

      Sukses selalu untuk mba Lisa 😁

      Delete
  17. Buatku ya mba, asisten2ku itu sangaaaaaat berarti. Aku ga mau anggab mereka hanya sekedar ART, mereka lebih dari itu. Krn aku sadar bnget, tanpa mereka, life and working balanceku berantakan, pasti! Aku bukan tipe yg suka ngelakuin pekerjaan rumah tangga soalnya. Makanya kenapa aku butuh mereka.

    Dan impact-nya, aku pasti cari cara gimana mereka bisa betah, gimana hubungan kami bisa akrab. Itu kenapa aku LBH srg anggab mereka teman, malah Ama almarhum babysitter anakku yg meninggal Krn udah tua juga, itu aku anggab kayak ibuku. Pas meninggal sedihnya udh ga tau lagi kayak apa :(.

    Kalo memng rezeki LG banyak, aku ajak mereka traveling bareng trutama yg domestik yaa. Kalo LN terhalang Ama pasport aja, dan dokumen mereka banyak yg di kampung , jd susah untuk aku bikin.

    Tapi diajakin liburan ke Medan, solo, Aceh, Jogja, mereka itu udah seneng banget, g ush tanya pas naik pesawat pertamakali. Rasanya yaaa, ngeliat mereka bahagia, aku 100x LBH bahagia mba.

    Sbnrnya bisa dibilang, aku LBH Deket Ama temen2ku, ato Ama asistenku, jawabannya asisten :p. Aku LBH percaya mereka drpd temen.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuuuul banget mba, mereka itu penyelamat hidup kita dan mempermudah kita dalam menjalani hari-hari untuk kerja dan sebagainya. Seriously, buat saya, mereka itu sangat penting kehadirannya 😁

      Nah, setuju sama mba Fanny, hubungan itu simbiosis mutualisme dan butuh efforts ke dua belah pihak. Jadi kita pun perlu belajar mencari tau apa yang paling tepat untuk menjaga relasi yang kita punya. Saya saja kadang berpikir, kalau one day mba-mba saya pergi, akan sepatah hati apa ya saya kira-kira 😅 Sedih banget pastinya ~

      Hihihihi, jadi ingat wajah mba-mba saya setiap kali liburan. Even hanya sekedar makan atau belanja, senangnya bukan kepalang. Sometimes ikut saya ke luar kota, bahagia banget mereka 🙈

      Semoga hubungan kita dari para mba selalu dalam keadaan baik dan bisa bertahan hingga kurun waktu lama ya, mbaaaa 😍💕

      Delete
  18. Hubungan sama ART (and any subordinates or employee) memang sebaiknya diperlakukan kayak temen atau partner gini sih. Dengan hubungan interpersonal yang baik, mereka juga jadi lebih tulus kerja sama kita, lebih terbuka kalo ada uneg-uneg, dan hopefully jadi lebih betah juga hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Agree mas, karena hubungan tersebut simbiosis mutualisme, saling menguntungkan satu sama lain, yang penting saling respect 😁

      Semoga kita selalu berada dalam lingkungan positif ya, mas 😍

      Delete
  19. Perasaan kemaren saya udah komen di sini loh, saya search kagak ada, jangan-jangan kepikunan saya kambuh, udah nulis lupa dipublish hahahaha.

    Btw cuman mau bilang sama dengan banyak komentar di atas, tuh Mba nya keren sangat!
    Dan beruntung banget mereka bekerja sama orang kayak Eno, yang tidak mempermasalahkan tentang gaya mereka, hahaha.

    Saya jadi ingat Mba-Mba di rumah bos dulu, saking mereka penggila medsos, jadinya mereka suka banget bergaya.
    Sampai-sampai suka pinjam make up kami buat dia pake, pun juga sukses membujuk kami untukmenghibahkan baju-baju yang nggak kepakai buat dia, buat dipake bergaya.

    tapi bosnya selalu nggak suka kalau dia bergaya, kalau dia mau pergi-pergi diajak majikannya, pasti ditegur kalau dia dandan trendi, apalagi setelah si bos punya anak, malah si Mba disuruh pakai seragam Mba-Mba hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahaha nggak masuk komentar mba Rey di sini, mba 😂

      Mereka memang keren-keren dari sananya mba, tinggal dipoles sedikit saja 😍 hehehehe. Saya nggak masalah sama gaya mereka asal rapi, dan untungnya mereka sangat terbuka dengan feedback yang saya berikan perihal fashion ðŸĪĢ

      Untungnya mba saya nggak begitu gila medsos, meski hobi foto-foto hahahaha. Apalagi kalau pada pergi sama saya, sering banget minta foto mumpung kamera saya bagus katanya 😂

      Delete