Bestfriends | CREAMENO

Pages

Bestfriends

"Hon, lu kenapa ketawa sampai bengek begitu?" tanya gue setiap kali lihat dia ketawa membalas pesan di group messenger-nya, yang dijawab dengan, "Biasa Hon, sohib gue pada gila." πŸ˜‚ Well, melalui post ini, gue iseng mau bahas soal si kesayangan bersama kroco-kroconya πŸ€ͺ

Si kesayangan punya sahabat dari SD yang masih ikrib sampai sekarang. Ada empat orang (total lima sama dia), yang sering gue sebut F4 *terinspirasi dari Meteor Garden* πŸ™„ Mereka semua seumuran, dan setiap hari kerjanya saling heboh di group Ka-Talk. Gue yang nggak main group jadi heraaan, sebab meski si kesayangan sedang di Indonesia, tapi intensitas komunikasi mereka berlima nggak kenal batas. Alias tiap hari ada sajaaaaaa yang dibahas 🀣

Kadang mereka bahas topik remeh temeh macam gosip selebriti Korea, terus dihari lain, mereka akan bahas topik serius related to saham sampai presiden dan ini itunya, lalu keesokan harinya, mereka ganti topik personal seperti kenapa wanita susah ditebak (siwalan!) πŸ˜’ Gue pun sempat bilang ke dia, "Lu jangan bahas aneh-aneh yaa." yang direspon dengan, "Tenang, nggak akan gue lakukan." hahaha. Was-was gue jadinyah. Meski gue tau, mereka bukan tipe demikian πŸ˜…

🐰🐰🐰

Eniho, persahabatan mereka ini lucu, dan menurut gue, tipikal persahabatan di Korea in general. Mungkin karena senioritas di Korea sangat kental, jadi mereka nggak begitu mudah bersahabat dengan orang yang berbeda usia (kalau di Indonesia, kita bisa punya sahabat beda usia, bahkan bisa kakak adik-an *eaaakh* hahahahaha) πŸ˜† Alhasil mereka hanya nyaman bersahabat dengan yang seumuran, ditambah susah cyiiin cari sahabat nggak semudah balik telapak tangan 😢

Gue akui, friendship si kesayangan dan sohibulnya sangat kuat, bahkan mungkin more stronger than me and my beloved friends πŸ˜‚ *ditimpul sohibul gue* Wk. Terlalu strong-nya, mereka akan sediakan waktu khusus untuk liburan berlima πŸ€ͺ Padahal pekerjaan mereka beda means jadwal liburnya susah ditebak, tapi mereka bisa luangkan waktu untuk main bersama. Entah ke PCbang (warnet), BBQ-an, atau liburan ke luar kota ~ Mereka juga bayar iuran bulanan dimana uang itu akan digunakan untuk membayar segala macam pengeluaran hahahaa. Kalah deh gue 🀣 Mana bendaharanya setiap tahun beda, dan mereka hobi foto studio untuk kenangan.

One day, dia pulang ke rumah membawa kantong berisi foto dia dan F4 ~ Kali ini tema fotonya pakai jas, yang membuat gue nggak tahan untuk bilang, "Banyak gaya amat luuuuuh!" hahaha -- Though dalam hati gue kagum dengan cara mereka jaga hubungan πŸ™ˆ Even saat si kesayangan sedang ada di Indonesia atau negara lainnya, mereka selalu call si kesayangan diwaktu mereka kumpul berempat. Semacam nggak mau membuat si kesayangan merasa tertinggal πŸ˜†


By the way, karena sohibul si kesayangan seumuran sama gue, kami jadi dekat. Dulu jaman gue masih long distance dan mereka sering main ke rumah di Korea, mereka hobi memunculkan diri mereka di videocall. Ganggu banget pokoknya, nggak bisa kasih gue kesempatan buat sayang-sayangan πŸ˜‘ Namun ketika kami jauh, mereka pula yang rajin bertanya, "Kapan balik ke Korea?" hahahahaa. Dan yang paling buat gue terharu adalah ketika salah satu dari mereka memilih Bali sebagai tempat honeymoon mereka, since they know I can guide 'em well πŸ˜‚

Jujur gue belajar banyak dari mereka, menjaga persahabatan berpuluh-puluh tahun tentu nggak mudah. Dan mereka sukses stick to each other tanpa drama dan keep in touch setiap harinya ~ Sesuatu yang agak sulit (setiap hari, coy!), plus gue senang lihat interaksi mereka walau sekedar bertanya, "How's day?" 😍 Gue akhirnya sadar, sohibul si kesayangan itu one of his supporting systems yang nggak akan pernah bisa gue re-place. That's the time, when I decided to put their picture on frame, dan gue letakkan foto mereka di meja kerja si kesayangan gue 😁

🐰🐰🐰

"Woah hon, when you put the picture?" tanya dia sambil memegang frame berisi foto dia dan ke empat sahabatnya. "Kemarin malam." jawab gue yang dibalas dengan pelukan 🀣 Nonetheless, quote anonim ini sepertinya cukup menggambarkan bagaimana persahabatan mereka, "We are bestfriends. Always remember that if you fall, I will pick you upafter I laughing hard." πŸ˜‚

Teman-teman punya cerita bersama sahabat? 😁
---------------------------------------------------------------------------------------
Sorry, no English translation for this post.
Kindly check the Indonesian version.

---------------------------------------------------------------------------------------

48 comments:

  1. Saya gagal fokus ke sepatu-sepatunya. Semua bagus dan kinclong-kinclong yah XD Mbak Eno,
    Kemarin pengin nampilin sesekali nampilin foto sohibul di blog tapi wajah saya dan dianya ditutupin pakai sticker bunny, tapi diprotes deh...Mungkin maunya pakai sticker naga...

    Salut dengan kesayangan yang awet menjaga kesohibul-an sampai sekarang...
    Wah, informasi baru tentang pertemanan di Korea ternyata mereka benar-benar harus seumuran baru bisa open ya. Saya nggak bisa bayangin, karena menikmati banget disini bergaul dengan berbagai usia....
    Apakah dalam percakapan juga dibedakan bahasanya saat bicara dengan yang lebih tua dan muda, mbak?



    ReplyDelete
    Replies
    1. Habis pada dicuci kayaknya, mba πŸ˜‚ hahaha. Waduuuh padahal pakai sticker bunny lebih cute daripada sticker naga 🀣 Mungkin sticker bunny too cute untuk sohibul mba πŸ˜†

      Di sana agak susah bisa bersahabat dengan yang lebih tua atau lebih muda, mba. Kalau berteman biasa bisa. Mungkin karena dari kecil diajarkan senioritas, jadi persahabatan yang terbentuk secara alami adalah persahabatan teman seusia. Though tetap ada yang bersahabat beda usia pastinya, cuma jarang hehe.

      Dalam percakapan kepada yang lebih tua dibedakan. Kalau stick to rules biasanya pakai akhiran -yo. Tapi kalau si yang lebih tua bilang, "Ayo kita bisa banmal." semacam drop the formality, baru deh dihilangkan. Cuma some people tetap nggak bisa melakukannya. Semacam segan, sungkan, dll. Terus meski beda 1 tahun, mereka akan panggil senior dengan sebutan 'hyung / unnie / nunna / oppa' -- jarang yang panggil nama kecuali sangat sangat akrab 🀣

      Delete
  2. wah baru tau mbak di K engga bisa mix junior senior ya
    kalau di sini bisa sobatan sama 10 taun akakak

    aku engga punya sahabat banget si mbak
    soalnya aku itu cenderung selfish ahahahahah
    tapi ada si beberapa yang dekat cuma engga sampai tiap hari WA
    paling paling kalau pas aku ke kotanya kita ketemuan
    ya ngobrol aja di mall habis itu udah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa mas tapi jarangggg, dan si kesayangan tipe yang agak sulit untuk bersahabat dengan yang beda umur hehehe. Mungkin lebih nyaman dengan yang seumuran karena nggak ada barrier harus panggil 'hyung' πŸ˜‚

      Sama mas, saya ada sahabat. Akraaabbbb. Tapi nggak setiap hari kontakan. Dan kalau ketemu mostly makan bersama beberapa jam πŸ˜‚ Nah, kalau di Korea kulturnya agak beda. Mereka bisa pergi main dua hari satu malam, entah ke sungai sungai, naik gunung, atau main game semalaman, jadi ada hari di mana mereka spend time sepenuhnya dengan sahabat mereka. Baik yang wanita maupun yang pria πŸ˜†

      Bahkan, di villa yang saya sewakan untuk AIRBNB dulu sebelum Corona, saya suka kedapatan tamu ibu-ibu Korea yang sudah berumur 40 tahunan liburan bersama. Mereka teman dari jaman sekolah. Liburan bawa anak-anak serombongan tanpa bapak-bapaknya 🀣 Seru kalau dilihat hahahaha. Di Indonesia ada kok yang demikian, however, again nggak semua melakukannya. Mostly kalau dikita saat sudah berkeluarga jadi agak berjarak dengan sahabat. Seandainya ketemu nggak sampai liburan bersama, paling hanya coffee shop / brunch cantik hehehe. Tentunya ini hanya POV di sekitar saya, bukan in general 😁

      Delete
  3. Waaah salut banget akuu sama cowok yg bisa maintain persahabatannya sampai berpuluh-puluh tahun gitu. Apalagi kondisi kalian kan pindah-pindah negara gini yaa, tapi masih awettt. Mana pake acara foto studio tahunan πŸ˜†πŸ˜‚

    Kalau ngomongin sahabat pasangan, sebetulnya dia ada sahabat sejak SMP. Namun, karena udah beda dunia dan pekerjaan, mereka bisa dibilang udah nggak pernah berhubungan lagi. Tapi kalau papasan ya tetap gila sih. Kebetulan si sahabatnya ini latah, Mbaa. Suamiku hobi ngerjain dia supaya latah aneh2 wkwkwk 🀣

    Coba itu kalau aku, kayaknya dengan orang yang dulunya mungkin berteman baik tapi sekarang nggak pernah ngobrol, kalau ketemu pasti awkward πŸ˜‚

    Sampai hari ini circle pertemananku makin menyempit dengan sendirinya. Karena ya itu tadi, beda dunia, beda prinsip, or we just have changed as a person ☺️ tapi ada juga sih teman-teman yang jarang chat, tapi sekali ketemu tetap rameee hihi

    Bagaimanapun juga, teman-teman yang kita tau baik dan setia HARUS bisa dipertahankan, those people are rare, jadi kita pun harus put effort supaya persahabatan terus langgeng 😁

    Btw soal foto studio, jadi ingat pas SMP-SMA tuh aku sama teman geng (πŸ™ˆ) hobi fotobox terus sesekali foto studio juga dengan pose superrrr alay 🀣🀣 tapi itu memorable banget sihh, sayang fotonya entah ke mana, beberapa kusimpan, beberapa raib hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, salut banget lihatnya. Tapi di Korea kultur jaga persahabatan sampai tua ini sudah mendarah daging sepertinya. Contoh sederhana di drama Reply atau Hospital Playlist 🀣 hehehe. Si kesayangan sama sohibulnya bisa awet karena yang pindah cuma si kesayangan, while F4 masih di satu kota semua. Wk. Jadi mereka sering kumpul berempat saat si kesayangan nggak ada di Korea. Dan ketika si kesayangan pulang, mereka akan buat plans ketemuan. Entah menginap di rumah siapa, main apa, makan apa πŸ˜‚

      Nah itu mbaaa, saya punya sahabat pun karena prioritas dan dunia sudah beda, jadi intensitas ketemu atau kontakan tentunya menurun, nggak setiap hari πŸ˜† Paling seminggu dua kali just to ask, "How are you?" atau nowadays sohibul saya lebih sering respon post saya di blog hahahaha. Sedangkan si kesayangan sama empat temannya yang kesemuanya beda pekerjaan dan sudah punya dunia personal, mereka tetap bisa sediakan waktu khusus untuk spend quality time bersama πŸ˜‚ Lucu saat lihat foto-fotonya, mereka seperti kembali jadi bocah.

      Agree sama mba Jane, seriously jika kita punya sahabat yang stick to us for a better or worst, sangat perlu untuk dijaga. Saya pribadi punya sahabat seperti itu hanya saja cara menjaganya agak beda dengan si kesayangan 😁 Semoga mba Jane bisa longlast sama sahabat-sahabat mba, yah 😍

      Saya sudah lama nggak foto studio mbaaa, lamaaaa bangettt, terakhir jaman sekolah 🀣 Kalau si kesayangan hampir setiap tahun ada fotonya, dari jaman masih pakai baju warna warni norak sampai yang terbaru foto pakai jas hitam πŸ˜‚ Ada-ada saja tingkahnya. Mungkin next time saat mba ketemu sahabat mba, bisa coba foto studio ulang πŸ˜†πŸ’•

      Delete
  4. Tumbuh sebagai anak yang cukup punya asupan dari teman, saya merasa itu sangat penting. Intinya nah kawanku, barometerku.

    Saya punya banyak circle teman dan sahabat. Ada yang dari SD, SMP, SMA, Kuliah, bahkan teman kecil selorong (kompleks/gang). Jadi, saya cukup kenyang dengan obrolan dan ketawa. Menikmati usia remaja dengan menyenangkan.

    Saya rasa, hampir setiap orang punya satu atau beberapa teman dekat. Bahkan nih, saya mengamati, dalam kelompok pertemanan misalnya, ada kelompok didalam kelompok. Biasanya kelompok didalam kelompok ini yang sefrekuensi atau satu pemikiran.

    Usia pertemanan saya mungkin belum sepanjang kesayangan kak Eno, tapi saya harapnya akan sepanjang-panjangnya. Bahkan saya sudah membayangkan berada dihiruk pikuk tanggung jawab, dan masih bisa menghabiskan waktu bersama

    ReplyDelete
    Replies
    1. Diusia mas Rahul memang usia yang tepat untuk menghabiskan waktu bersama teman-teman. Karena youth itu nggak akan bisa diulang, so play hard, study hard and work hard while it last 🀣

      Saya ikut senang baca cerita-cerita mas Rahul dengan sahabat yang mas punya. Serasa diajak kembali muda, ketika hidup saya dipenuhi oleh main, main dan main bersama sahabat saya 🀣 Bahagia rasanya, belum kenal apa itu tanggung jawab selain tugas sekolah dan belum kenal tagihan air, listrik, wifi bulanan πŸ˜†

      Amiiiin mas, semoga persahabatan mas dengan mereka semua bisa terjaga dalam waktu lama, meski nanti sudah bekerja di kantor berbeda dan memiliki dunia yang nggak lagi sama. Bisa berkumpul bersama sahabat tentu akan menyenangkan 😍 Longlast, yaaah ~

      Delete
  5. Kalau di Indonesia jarang kaya gini ya Mba.

    Aku pernah punya sahabat seperti ini dulu waktu SMA, tapi lepas SMA mereka malah sibuk dengan kegiatan masing-masing. Buat kumpul aja susah haha.

    Hanya 1 yang tetap lengket sampe skrg Mba.

    Kadang malah dicurigai saking deketnya haha. Pdhl kami berdua aja ga pernah mikir aneh². Orang yang liat aja yang anrh. Mungkin karena budaya Indonesia kali ya Mba. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, ada yang bisa sampai berpuluh-puluh tahun tapi jarang yang komunikasinya lancar setiap harinya. Termasuk saya nggak bisa kalau kontakan setiap hari, bingung mau bahas topik apa 🀣 hahahaha.

      Sepertinya budaya ada pengaruhnya. Kalau di sana, karena sudah terbiasa lihat persahabatan seperti itu jadi nggak lagi dipandang aneh saat ada lima pria main bersama πŸ˜‚ Even menginap di luar kota, BBQ-an, main game, etc., sudah biasa untuk mereka. Saya pun awalnya berpikir, "Seriously, lu sampai menginap segala? Nggak sejam dua jam saja mainnya?" karena kultur persahabatannya agak beda dengan saya dan sahabat saya. Tapi setelah saya mengobrol dengan mereka, baru paham ternyata memang demikian πŸ˜†

      Delete
  6. Saya tidak punya sahabat. Satu pun tidak. Saya bosenan, terhadap segala hal, termasuk untuk sesuatu yang menyenangkan.

    Tapi bukan berarti saya tidak melanjutkan pertemanan dengan teman-teman. Hanya tidak bisa naik level menjadi sahabat.

    Padahal saya orangnya kuper, tidak banyak teman, seharusnya memiliki sahabat menjadi solusi bagi saya untuk punya teman yang tidak terbatas ruang dan waktu.

    Dulu saya pernah coba ikut program sahabat pena di sebuah majalah, tidak betah juga. Haha.

    Makanya saya suka takjub melihat persahabatan orang. Tidak peduli jauhnya jarak yang memisahkan, perbedaan zona waktu, dsb., mereka tetap bertahan.

    Kalau kepada sahabat saja bisa sesetia itu, apalagi kepada pasangan ya.

    Lah, lalu saya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk naik level ke sahabat agak susah ya, mas. Saya pun nggak punya banyak sahabat, meski teman ada banyak πŸ˜‚ Sebab untuk bisa jadikan seseorang sahabat dan menjadi sahabat bagi seseorang itu nggak mudah πŸ˜†

      However, saya yakin mas Agung punya sahabat, apalagi kalau bukan mba Becca 😍 Sahabat hidup bersama selamanya. Some people ada yang seperti mas Agung, merasa enough with one bestfriend hehe. Dan menurut saya, itu oke 😁

      Iya mas, itu pula yang sempat terlintas di benak saya. Mereka bisa jaga persahabatan begitu lama. Means semoga bisa jaga hubungan sesuai harapan πŸ˜‚ Tapi saya yakin, meski mas nggak ada sahabat, mas tetap bisa jaga hubungan dengan pasangan hingga akhir hayat 😍

      Delete
  7. Sesuai judul bestfriends. πŸ‘
    Bener kak cari sahabat itu tidak semudah membalikan telapak tangan, karena disatu sisi teman dengan sahabat sangat lah berbeda.

    Dan apa sih definisi dari kata sahabat dan teman, ya itu baca artikel ini biar tahuuu 🀣🀣🀣

    Kayak artikel nya kak Lia ada kata-kata F4 nya. Hehe πŸ₯°

    Join di salah satu grup itu emang asyik kak, pasti ada saja salah satu dari mereka membahas suatu tentang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beda banget mas, teman itu ya seperti kita ini bisa disebut teman, hehe, tapi kalau sahabat lebih deep lagi hubungannya menurut saya 😁

      Iya, punya group sahabat personal rasanya menyenangkan mas 😍

      Delete
  8. Kesayangan Kak Eno dan teman-temannya kompak sekali 🀩, aku bacanya jadi ikut senang dan bayanginnya seru, bisa kompak dan langgeng persahabatannya hingga sekarang 🀩.
    Persahabatan antar pria yang sering aku temui, biasanya langgeng-langgeng dibanding perempuan. Perempuannya bukannya nggak ada, tapi jarang yang aku temui langgeng dari kecil sampai dewasa masih bareng. Misalnya adapun, pasti hanya ber2, atau ber3 aja anggotanya, nggak sampai sebanyak Kesayangan Kakak πŸ˜‚.

    Aku sekarang punya seorang teman dekat yang baru belakangan ini dipersatukan kembali πŸ™ˆ. Jadi ceritanya, kami ini teman sebangku waktu SMP kelas 3. Sayangnya waktu SMA, walaupun 1 sekolah tapi kami beda kelas jadi kami punya teman main masing-masing dan jarang berkomunikasi, paling ketika ketemu hanya say hai aja. Sampai kuliahpun nggak pernah hubungan sama sekali. Lalu, waktu masuk dunia kerja, kami dipertemukan kembali karena kami secara random janjian bertemu lewat medsos. Eh, ternyata masih nyambung dan jadi dekat lagi hingga sekarang 🀭. Nah, selama aku kuliah, aku nih mainnya sama teman-teman cowok yang dulu sekelas waktu SMA, dan saat itu masih ada 1 yang single. Saat aku kembali bertemu teman lamaku yang dulu ex-chairmateku, aku berpikir untuk comblangin mereka. Eh ternyata saling mau dan jadianlah mereka sampai sekarang, kalau nggak salah udah 2/3 tahun gitu 🀭. Sungguh, hidup ini tak terduga πŸ˜‚. Kelak kalau mereka menikah, aku bisa dapat makanan kaki babi kalau kata orang-orang Chinese karena aku makcomblang mereka 🀣. Sangat amat tak terduga, padahal dulu kami semua satu sekolah, tapi temanku yang pria dan wanita nggak pernah saling notice, paling hanya 1-2x lihat selama 3 tahun sekolah karena memang beda kelas 🀣. Sekarang kami semua jadi main bareng, kalau traveling, kami usahakan untuk full team (total kalau full team ada 8 orang). Jadi begitulah kisah pertemananku yang sedang berlangsung hingga sekarang πŸ™ˆ dan semoga awet, sebab aku udah jatuh bangun berkali-kali dalam pertemanan πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nasib nasib, kenapa gak jadian nya sama buk RT 🀣🀣🀣 udah di comblangin ehh jadian nya sama buk RW wkwkwkwkw

      Masih banyak temen yang menanti kakak di luar. 😁

      Delete
    2. Maafkan!! sepertinya tulisanku ada yang misleading ya, jadi membuat pembaca salah paham >.<
      Dari awal memang aku mencomblangkan temanku yang pria dengan yang wanita, jadi aku senang saat mereka bisa jadian hahaha.
      Kalau aku mah udah taken sama salah satu anggota BTS, Kak. WKWKKW. Halu.

      Delete
    3. Iya Lia, sangat kompak hahaha, makanya kakak sebut F4 tuh mereka. Setiap hari ada saja yang dibahas sampai bingung sendiri kakak πŸ˜‚

      Sebetulnya kakak ada sohibul yang langgeng dari lama, tapi intensitas komunikasinya nggak seekstrim si kesayangan πŸ˜… Terus kami bukan tipe yang harus spend waktu bersama menginap di mana, atau pergi liburan ke mana. Paling ketemu saat sohibal-sohibul ke Bali terus lunch barengan. Makanya kakak salut sama si kesayangan, dan sepertinya friendship di Korea in general demikian adanya 😁

      Amiiiin Lia, biasanya semakin mature pertemanan, bisa semakin langgeng usianya, yang terpenting saling memahami satu sama lainnya dan nggak baperan (ini kunci utama sepertinya) hahahaha 🀣 Doa kakak untuk sohibul Lia, semoga berjodoh sampai pelaminan yaaah 😍 Senang banget ternyata garis jodohnya datang dari Lia πŸ’•

      Delete
  9. Waaah, saya jg punya kelompok persahabatan begitu mbak. Isi nya cowo cowo semua. Kami dipertemukan dalam organisasi kampus.
    Hal yg dibahas jg mirip, kadang retjeh kadang serius.
    Mulai dari gimana mensukseskan proker di kampus, hingga kenapa si cewek di fakultas sebelah susah banget ditaklukkan #eh

    Menjelang pemilu kmren, kami jg punya bahasan serius. Untungnya, kami semua punya pilihan presiden yg sama, jd ga ada drama macem macem yg menyebabkan konflik wahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bahasannya sangat random dan luas yaaa 🀣

      Tapi satu yang sama dari para pria, bahasannya nggak jauh-jauh dari wanita hahaha. Ada-ada saja 😁 Semoga langgeng mas hubungan persahabatan mas bersama sohibal-sohibul mas 😍

      Duh kalau presidennya beda jangan sampai musuhan dong πŸ˜…

      Delete
  10. Karena dari kecil lumayan sering pindah-pindah, saya kayaknya ga ada deh sohib yang deketnya sampe tiap hari chattingan. Tapi mungkin bukan karena ga deket, ya karena memang tipikalnya bukan yang tiap hari harus komunikasi. Kalau ketemu langsung ya ttp rame, baru saat itu saling update kehidupan.

    Kalaupun ada di posisi si kesayangannya mba Eno yang sobatan deket banget sampe dibikin grupnya, kemungkinan besar kayaknya saya bakal lebih sering jadi silent reader. :)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti mba Hicha mirip sama saya 🀣 Saya pun bukan tipikal yang tiap hari kontakan mba, hahahaha, bingung ugha apa yang mau dibahas πŸ˜…

      Nah, si kesayangan di antara 5 orang itu adalah yang paling silent hahaha dia lebih sering respon sikit sikit saja semacam absen biar nggak dicari sama sohibal-sohibulnya, mba 😁 Wk.

      Tapi persahabatan mereka sudah puluhan tahun terjaga, jadi mungkin sudah masuk ke tahap menerima karakter masing-masing personal (ada yang cerewet dan ada yang pendiam) 🀣

      Delete
  11. Selalu menyenangkan mendengarkan cerita atau bahkan melihat orang yg punya sahabat-sahabat setia, yang selalu ada dari awal hingga hari ini, itu hal keren yang ga bisa kumiliki.

    aku bukan antisosial jg, aku punya teman-teman, tapi umur hubungannya ga pernah panjang.
    dimulai dari SD, ada temen, tamat SD, ganti temen ke temen SMP, SMP lulus, dapet temen-temen baru di SMF, temen SMP udah jarang kontak lagi. Begitu seterusnya hingga sekarang, temen-temen dari kerjaan lama udah ga kontak lagi, skrng ada temen baru di kerjaan baru.
    untukku, begitulah adanya.. bagiku, persahabatan adalah salah satu hal termahal yg ga bisa kumiliki.

    bahkan seringkali aku berfikir mungkin salahnya di aku sendiri, maybe i'm just not good enough at maintaining friends.

    Tapi aku menerimanya dengan cukup baik, buatku... orang akan datang dan pergi, saling bersinggungan cerita hidup. aku yg hadir di hidup teman-temanku untuk beberapa waktu, membuat cerita hidup bersama sampai waktunya untuk berpisah dan menjadi masing-masing, begitupun sebaliknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin Ady tipe yang nggak berminat anggap seseorang sebagai sahabat, jadi lebih ke teman. Dekat tapi normal, bukan sampai tahapan berbagi rahasia misalnya hehehe. That's why ketika terjadi perpisahan, Ady nggak masalah jika nggak kontak lagi sama mereka 😁

      Menurut saya nothing wrong with that, sebab ada beberapa kenalan saya yang demikian πŸ˜‰ Bisa jadiiii, begitulah cara Ady maintaining friendship hehehe. Yang penting bisa menghargai kebersamaan yang dipunya sebelum akhirnya saling say goodbye dan menemukan pertemanan baru berikutnya πŸ˜„ Tipe enjoy the moments, Dy 🀣

      Delete
  12. Mbaaa, mereka berlima uda macem kaya boyband yaaa πŸ™ˆ btw keren banget sampe suka foto studio dan ada dresscode. Menyenangkan bisa punya sahabat seperti ituu.

    Aku punya sahabat dari masa kuliah, sempet aku bahas jg di tulisan blog yg judulnya Trust The Truth. Karena itu nama grup kami hhha.. kami ber 10 dan bisa dibayangkan betapa rempongnya nyesuain jadwal kalau mau kumpul. Kadang dadakan aja dan yg sebisanya kumpul hari itu. Cuma tiap akhir tahun pasti kami tetap kumpul untuk update kehidupan tahun itu dan tukeran kado. Biasanya menjelang natal dan tahun baru.

    Tahun ini karena pandemi jadi ngumpulnya via zoom deh. Acara tukeran kado belom nih, maybe bulan depan 😁 ini rutinitas yg kami lakukan mulai dari tahun 2013. Mulai dari masa kuliah sampe satu per satu mulai menikah dan ada yg uda punya anak.

    Ngomongin sahabat emang bisa panjang ya Mb 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaha too extra ya mba πŸ˜‚ Tapi saya agree sama mba, melihat persahabatan mereka, saya tau betapa menyenangkannya itu ~

      Aha, iya saya baca post mba soal genk kuliah mba yang kapan hari zoom together sampai jam 3 subuh kalau nggak salah 😍 Seru banget bisa jaga persahabatan selama itu mba, semoga bisa longlast sampai beranak cucu ke depannyaaa πŸ˜†πŸ’•

      Always fun setiap kali membahas topik persahabatan 😁

      Delete
  13. Sepengamatanku, kami para cowo kalau sahabatan ga ada drama-dramaan. Ga perlu sakit hati ketika diledek oleh sahabatnya sendiri. Apapun bisa jadi obrolan ketika ketemu. Bahkan sampai hal-hal yang tidak penting sama sekali. Kalau urusan duit juga ga sulit. Ada tmen yang lagi gada duit, yaa tetap dibayari..hhehehee

    Aku ada beberapa sahabat. Baik cewe, maupun cowo. Rata-rata kenal melalui komunitas yang pernah aku ikuti bbrapa tahun yg lalu.
    Ada yang baru semalam ketemu setelah terakhir ketemu bulan januari lalu. Berhubung lagi balik/di semarang, sering mengagendakan untuk ketemu dengan sahabat-sahabatku.
    Sekarang hanya sekadar kumpul-kumpul saja. Belum ada rencana melakukan perjalanan bareng. seperti naik gunung atau camping ceria. Mungkin kalau semuanya sudah membaik..hehehehe

    Kalau mbak eno sendiri gimana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaha iya mas, no baper baper sepertinya, padahal saya kalau diledek sohibul si kesayangan suka ingin marah dan kepret mereka 🀣 Tapi anehnya menurut mereka, lawakan mereka tuh normal πŸ˜… Dan iya, topiknya ada saja, heran saya semua dibahas πŸ€ͺ

      Semoga semua segera membaik mas, agar mas Rivai bisa seru-seruan dengan sohibul mas Rivai seperti naik gunung atau camping ceria 😍

      Saya pribadi punya beberapa sohibul, tapi kami jarang ketemu, sebab jadwal kami kadang nggak match. Ditambah saat nggak ada Corona, saya lebih banyak abroad sedangkan sohibul saya pun pada sibuk dengan pekerjaan mereka dan keluarga mereka. So, kami keep update hanya sesekali by call. Dan ketika mereka ke Bali saat saya di Bali, kami akan lunch bersama 😁

      Delete
  14. persahabatan yang so sweeeeetttttt
    malah lebih sweet dibanding aku dan sahabatku hahaha
    meskipun aku udah beda kota, tapi nggak sampe seintens kesayangan mba eno ini.
    kadang mau ngomong apaan juga bingung bahas apalagi, jadi chat kalau sedang pengen chat aja dan atau mungkin kirim foto lama buat mengenang cerita lalu aja

    kalau sahabat waktu SMA yang sekarang se-kota pun juga nggak pernah chat kalau nggak perlu perlu juga, nah karena itu tadi mau ngomong apaan, palingan ngobrol panjang kalau dibikin acara reunian akbar sekolah,, dan itupun aku nggak pernah datang hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya yakin persahabatan mba Ainun dan sohibal-sohibulnya nggak kalah so sweettttt 😍 hehehehe. Dan tipe persahabatan mba Ainun mirip saya, komunikasi seperlunya, nggak setiap hari, yang penting always be there when bestfriends need our help πŸ™ˆ

      Hahahahahaha, sama mba, saya suka bingung mau bahas apa. That's why heran lihat si kesayangan dan genknya bisa bahas banyak hal 🀣

      Delete
    2. hehehe malah nanti kalau tiba-tiba say hi ke temen lama, terkesan kayak ga alami, nanti dikira sok basa basi hehehe. kan ane jadi bingung :D

      Delete
    3. Hahahaha, iya ya apalagi jarang kontakan 🀣

      Delete
  15. Mba Enooo aku tuh kalo baca/nonton sesuatu dan ada cerita persahabatan antar cowok-cowok tuh bakal suka banget dan jadi nilai plus sendiri buat tontonan/bacaanya, dan baca tulisan Mba Eno ini mengingatkan ke cerita-cerita yang aku suka itu.

    Kesayangan Mba Eno dan F4-nya ini kayak sahabat-sahabat di cerita-cerita fiksi yang langgeng teruus, bisa bahas ini-itu dan selalu ada buat satu sama lainnya πŸ’•

    Aku orang yang juga punya pikiran posisi sahabat itu ga bisa digantikan oleh apapun, termasuk pasangan. Ada kalanya kita lebih percaya berbagi ke sahabat dibanding ke pasangan atau orangtua atau saudara.

    Aku sama sohib-sohib juga sering ngobrol di grup, tapi kalo dibanding sama kesayangan Mba Eno dan sohib-sohibnya sih kalaaah.. Keren sih jauhan tapi tiap hari masih kontakan dan selalu ada topik bahasan, mana rajin foto studio pula πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada banyak yaaa mba cerita persahabatan cowok? 🀣 Tapi memang seru sih saya lihatnya dengan mata kepala saya sendiri soalnya πŸ˜‚ Mereka betul-betul enjoy every bits of their moments 😍

      Di Korea, ada banyak yang begini mba, mostly kenalan saya pun pada punya sahabat seumuran yang langgeng sampai tua 😁 Jadi saya pikir ini ada pengaruh dari kultur mereka, CMIIW πŸ˜†

      Sahabat kita akan selalu punya tempatnya sendiri di hati kita, karena mereka punya peran penting dalam perjalanan hidup kita 😍 Semoga mba Eya dan sohibal-sohibulnya bisa langgeng selalu hingga akhir usia. Menua bersama πŸ˜πŸ’•

      Delete
  16. Suka iri kalo baca cerita orang lain dengan sahabat2 nya, yg bahkan masih dekeeeeet bgt setelah lulus kuliah. Krn aku ga punya :D. Kliatan bgt si kesayangan bener2 Deket gitu ya mba.

    Dulu zaman sekolah, aku punya temen2 yg aku anggab sahabat. Tapi hubungan kami jd renggang sejak kami terpencar. Bisa dibilang putus komunikasi malah.

    Sempet jg ada sahabat cowo yg dulu kemana2 kita lengket. Tapi aku balik kuliah dr Penang, kami malah pacaran beberapa THN, trus putus dan aku memilih pak suami. Hubungan ku dengan si mantan, bukan cuma kandas di pacaran, tp hancur juga persahabatan yg lama... Memang yaaa, kayaknya ga akan bisa cowo cewe itu bersahabat.

    Sekarang kalo ditanya ttg sahabat, kayaknya cm suami yg bisa aku anggab sahabatku, temen, guru, mentor, pacar, dan segala2nya :D. Aku ga terlalu bisa sosialisasi. Jd mencari temen baru utk dijadikan sahabat, buatku susah. Apalagi aku lamaaa baru bisa Deket dan percaya dengan org lain. Apalagi di saat kayak skr. Kluar aja males kalo ga ptg :D. Jadi cukuplah ndusel2an aja Ama si suamik :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, dekat sekali mereka berlima itu, sering banget ketemu kalau ada waktu senggang meski hanya untuk makan BBQ πŸ˜‚ hahahaha.

      Memang susah ya mba jika tadinya sahabatan terus pacaran habis itu bubar jalan. Biasanya hubungan jadi rusak selamanya. That's why saya dari dulu nggak pernah tertarik memacari sahabat pria 🀣 Tapi saya pribadi dulu punya beberapa sahabat pria yang akrab, namun sekarang jaga jarak demi protect perasaan masing-masing pasangan πŸ˜†

      Kalau sekarang, rasanya cukup curahkan segala sesuatu ke pasangan hahahahaha, ketemu sahabat mungkin buat saya lebih untuk have fun dan healing program. Hehehe. Nggak masalah mba nggak ada sahabat, kan pasangan kita itu sahabat terbaik yang kita punya 😍 Langgeng ya mba dengan sahabat sehidup semati mbaaaa πŸ™ˆπŸ’•

      Delete
  17. Huwaaaaa, kalah banget akuuu. Aku punya beberapa sahabat sih, tapi nggak sampai segininya, ahahaha. Ya cuman saling kontak aja, terus kalau bisa ketemu ya ketemu, nggak sampai menjadwalkan khusus buat liburan bareng tiap tahun gitu Kaak. Bisa ketemu dan foto bareng itu aja udah bersyukur banget, ahahahaha :'))

    Persahabatan cowo-cowo gini emang bikin iriiiii banget :'D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haahahaha nggak apa-apa mba Andhira, tipe persahabatan setiap dari kita beda-beda, saya pun bukan tipe yang selalu kontak apalagi sampai buat jadwal liburan tahunan hahaha πŸ˜‚

      Sudah bisa lunch barengan sama sahabat saja sudah bersyukur saya, sebab untuk bisa melakukan itu cukup susah πŸ™ˆ hehehehe. Semoga mba Andhira bisa ketemu sahabat baik yang selalu ada untuk mba dalam suka maupun duka, yah 😍

      Delete
  18. wah sahabat memang paling bisa membuat memori yang indah ya :D

    ReplyDelete
  19. Duh, salut banget aku sama persahabatan kesayangannya Mbak Eno dan F4. Hebat banget mereka bisa mempertahankan persahabatan agar tetap terasa dekat dan intim walaupun pastinya mereka sudah punya kesibukan masing-masing bahkan punya keluarga sendiri-sendiri πŸ˜†. Eh, tapi ngomong-ngomong kalau mengingatkan Mbak Eno akan F4, berarti mereka ganteng-ganteng macam Gu Jun Pyo dong, Mbak. HeheheπŸ™ˆ

    Kalau aku sebenarnya termasuk orang yang tertutup, Mbak. Pernah dulu deket banget sama beberapa temen kuliah. Tapi setelah nikah dan punya keluarga sendiri-sendiri, kami jadi jauh. Setiap tahun pasti ketemuan sih, tapi cuma beberapa kali aja buat ngelepas kangen. Duh, jadi kangeeeeen.πŸ˜”

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pastinya nggak mudah ya mba, menjaga persahabatan yang ada berpuluh-puluh tahun lamanya πŸ˜‚ hehehehe. Apalagi sekarang kesibukan dan prioritas sudah berbeda. Saya pun salut sama mereka 😁

      Gubraaak, saya nggak kepikiran ke sana mba, saya sebut F4 karena sohibulnya ada 4 orang hahahahah 🀣 Kalau yang ganteng cuma si kesayangan doang soalnya di mata saya 😜

      Huhuhu pasti kangen ya mba Roem, semoga one day bisa kembali bertemu dengan teman-teman kuliah mba untuk bertukar kabar πŸ˜πŸ’•

      Delete
  20. Mbak Enoooo aku mbaca ini langsung inget konco plekku dong. Langsung ku kirim artikel ini ke grup, karna inget kegejean kita bertiga kalau lagi menggibah di WAG 🀣🀣
    Mereka berdua ini teman sejak SMA. Jadi yes, udah lama banget kami bersama (aku jadi kangen dan pingin bikin tulisan tentang kami juga deh 🀩).
    Kami sudah terpisah sekarang, beda kota. Jaman dulu masih kumpul selalu menyempatkan untuk bersua sebulan sekali. Macem narik arisan aja haha.
    Sekarang kontakan cuma lewat WAG aja. Meski gak setiap hari, tapi kami selalu kangen kok hehehe krna setiap bisa kumpul langsung heboh lah itu grup wkwkwk. Serius aku jd kangen bgt sama mereka sekarang.

    Anw, membaca artikel ini aku jadi bersyukur punya pertemanan yg sehat dan langgeng. Semoga kami bisa sama2 terus sampe selamanya, aminnnn πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡ makasih mbak Eno, sudah menghangatkan hati di siang hari ini, salam kompak deh buat gengnya si kesayangan hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. OMG sampai kirim artikel mba, hahaha jadi malu saya 🀣

      Ayo ayooo bahas soal sohibal-sohibul mba, pasti seru banget membicarakan kenangan yang mba miliki bersama mereka 😍 Sekalian bagikan tips bagaimana menjaga persahabatan dalam waktu yang lama, mba πŸ˜† hehehe. Eniho, saya bisa ikut membayangkan betapa heboh dan serunya πŸ™ˆ

      Amiiiin semoga hubungan persahabatan yang mba Kartika bangun bersama mereka bisa bertahan lama, hingga maut memisahkan. Saling dukung dalam suka maupun duka 😍 hehehehe. Salam kompak juga untuk mba and the genks 😁

      Delete
  21. Persahabatannya sepertinya solid banget ya. Mungkin di kalangan Korea awalnya susah mencari teman tapi sekalinya dapat, akan dijaga banget begitu ya? Di kantor saya dulu ada orang Korea yang magang. Dia kaget begitu melihat suasana kantor yang santai dan akrab. Atasan-bawahan panggil mas dan mbak. Bisa saling ledek-ledekan, saling bergurau, bahkan kadang mengkritik (dengan cara baik tentunya) suatu proyek agar berjalan lebih baik. Teman Korea ini bilang, kalau di Korea sangat senioritas-junioritas. Satu waktu, di rapat, teman Korea ini diberi kesempatan berbicara, menyampaikan masukan, usulan, bahkan kritikan. Dia senaaaang sekali. Dengan jujur dia mengungkapkan pendapatnya. Akhirnya dia malah kerasan di kantor saya. Terus memperpanjang kerjanya hingga jadi freelancer untuk proyek berbahasa Inggris hingga dua tahun lho.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena ruang lingkupnya lebih kecil mba, sebab yang disebut teman a.k.a chinggu itu yang seumuran, while sama yang senior atau junior, meski bisa berteman tetap ada batasan 😁 Jadi kata dia, karena itu, persahabatan yang ada sangat dijaga, sebab susah susah gampang bisa punya sahabat seumuran dalam kurun waktu lama πŸ˜†

      Kulturnya memang agak beda, di Indonesia kita bisa bebas berteman sama siapa saja, tua muda nggak masalah, kalau klik bisa jadi sahabat πŸ˜‚ Bahkan di Indonesia, kadang sama yang beda umur pun panggil nama kalau sudah terlalu akrab hahahaha. Senang ya, kalau bisa blend dengan mudah dan merasa nyaman 😍

      Delete
  22. wowwww, laki loh, dan bisa punya persahabatan awet kayak gini, even udah nikah.
    Ini mah keren banget.

    ternyata benar ya, dalam dunia nyata pun, di Korea itu begitu kental yang namanya senior junior.
    sebenarnya itu hampir mirip di Buton, tapi di sana yang lebih dihormati itu yang udah nikah dan punya anak :D
    Jadi biar kata kita lebih tua, tapi teman kita usianya masih muda, kalau udah nikah, kita nggak boleh asal sebut namanya, kudu panggil mamanya (nama anaknya).

    Saya aja nih yang kebiasaan di Jawa, mau udah nikah kek, nenek-nenek kek, masih tetep panggil nama, jadi saya masih manggil kakak saya pakai namanya, padahal bahkan mama dan bapak saya nggak pernah lagi manggil nama ke kakak saya, hahaha.

    Btw melihat persahabatan kesayangan Eno ini bikin iri ya, even saya perempuan nggak punya sahabat yang masih selalu bareng sampai sekarang.

    Terlebih setelah menikah dan punya anak, saya lebih sering menutup diri dari teman-teman, jadi kalau mereka nggak nanya duluan, saya nggak bakal cerita sama mereka :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah senioritas di Buton cukup kental rupanya 😍

      Kalau di Korea memang dari dulu terkenal senioritasnya, mba. Meski muda kalau jabatan di perusahaan lebih tinggi ya harus sopan 😁 hehehe. Makanya bisa punya ching-gu tuh rasanya luar biasa 🀣

      Kalau di Jawa biasanya mau muda tua bisa akrab kadang elu gue-an dan panggil nama *berdasarkan pengalaman saya* πŸ˜‚ Wk. Iya mba persahabatan mereka sangat kental, makanya saya salut lihat bagaimana mereka berusaha untuk tetap sama-sama padahal sudah berumur semua πŸ€ͺ hehehe.

      Well, mba... yang penting kita nyaman dengan hidup kita, terlepas ada sahabat atau nggak, hihihi, some people ada yang lebih nyaman menyendiri soalnya, bisa jadi mba pun demikian πŸ’•

      Delete