Greenland | CREAMENO

Pages

Greenland

Siapa yang keasyikan menonton drakor, sampai-sampai lupa, kalau film barat yang bagus-bagus juga tayang? Salah satunya filmnya mantan pacar saya, Gerard Butler berjudul Greenland.

Oh, by the way, hai!

Temans nggak salah baca, ini saya Rey, yang deg-degan sekaligus happy bisa menulis di blog ini. Serius deeh, Eno nggak salah, blog ini kayak theme park, di mana semua yang ada di dalamnya adalah hal tak terduga dan sukses hadirkan rasa fun, serta pengalaman tak terlupakan ~ Salah satunya menjadi penulis di sini. Can you imagine how norak I am, karena terlalu happy, hahaha.

Oke fokus. Kali ini, saya hadir untuk memberi spoiler tentang film yang baru saja tayang. Astaga, semoga saya nggak dipentung mantan pacar saya si Gerard, hahaha. FYI, dulu saya suka banget lihat film drama action, karena saya suka deg-degan dan berisik, suruh pemainnya ini itu.

"Duuhh, kok diam saja sih, lari woiii, larii!"
"Duhhh, dasar perempuan cengeng, diam dulu woiii, jangan berisik!"
"Duh, kenapa juga harus pisah sih, sama-sama woi, tuh kannn, ketahuan deh!"

Hahahaa. Pokoknya saya selalu tutup mulut pakai tangan saat menonton film action di bioskop, takut ditimpuk popcorn! Akan tetapi, belakangan ini, saya switch jadi pecinta drama, dan ketika saya kembali menonton film action? Ajaib, saya sudah nggak deg-degan lagi doong, soalnya saya sudah sadar, kalau ini cuma film, dan saya baru paham, kenapa jarang ada lelaki suka menonton film drama, karena film drama sering merusak esensi rasa deg-degan ternyata, hahaha.


Sinopsis Lengkap Film Greenland.

Sebelumnya, I warning you! Ini akan spoiler habis-habisan, jadi, buat temans yang suka kejutan, better skip sinopsis ini, scrooling langsung ke review dan makna di bagian bawah tulisan.

---

John Garrity (Gerard Butler) adalah seorang arsitek yang tinggal di Atlanta, Georgia. Dia sangat hebat dan sudah membangun banyak gedung pencakar langit. John punya istri bernama Allison (Morena Baccarin) dan seorang anak penderita diabetes bernama Nathan (Roger Dale Floyd).

Akan tetapi, karena hubungan mereka yang renggang, hal itu mengakibatkan John tak pulang ke rumah dan pergi mencari wanita lain. (Eh, kok saya berasa curcol? Hahaha). Dan, setelah konflik tersebut, John berniat memperbaiki hubungannya dengan pulang ke rumah.

Nathan yang gembira melihat sang ayah pulang, mengadakan pesta dan undang para tetangga. Kebetulan sejak beberapa hari sudah ada berita komet akan lewat bumi, dan akan jadi hal yang sempurna, jika mereka bisa menyaksikannya bersama keluarga dan para tetangga.

Di hari pesta, saat John sedang memanggang daging, Alli memintanya untuk membeli beberapa minuman, John lalu berangkat bersama Nathan, dan sesampainya di sana, mereka merasa aneh dengan banyaknya jet pengangkut cargo militer yang terbang dalam formasi.

Di supermarket, saat sibuk memilih belanjaan, tiba-tiba ponsel John berbunyi, disusul panggilan masuk ~ John menerima panggilan itu yang ternyata berisi rekaman suara presiden USA dengan informasi bahwa John, Allison dan Nathan terpilih untuk di-relokasi hunian.

Secepatnya John kembali ke rumah, namun sayangnya para tetangga sudah datang, dan Allison sangat sulit diyakinkan tentang berita relokasi yang didapat sebelumnya. Hingga sebuah komet yang dinantikan sampai ke bumi, dan jatuh di sebuah kota yang langsung meluluh lantakan kota tersebut, dan menghantarkan gelombang kejut hingga di tempat John berada.

Ketika itulah, panggilan relokasi kedua muncul di ponsel dan TV, dan tanpa sengaja dibaca oleh para tetangga mereka yang lantas kebingungan karena hanya John yang mendapat pesan. John lalu berkemas, dibarengi oleh Alli yang panik dan Nathan terlebih lagi.

Tidak berselang lama, mereka telah berada di mobil yang membawa mereka ke bandara, dan di-sepanjang perjalanan, banyak timbul masalah. Mulai dari tetangga yang kesal karena John tidak setia kawan, hingga tetangga lain yang memohon supaya John mau bawa anak mereka. Dimana tentu saja John menolak, karena nama yang terdata hanya untuk mereka bertiga.

Belum lagi masalah macet, yang membuat mereka takut tertinggal pesawat, hingga mereka bisa sampai di bandara, dan masalah lain terjadi. Nathan mengambil selimut dari dalam tasnya, yang membuat stock insulin untuk penyakitnya jatuh dari tas, dan tertinggal di mobil. Sementara itu, dengan susah payah, John, Allison, Nathan, menembus kerumunan massa yang meminta untuk dibawa serta ke tempat yang aman, beserta orang-orang yang terpilih.

Sesampai di dalam bandara, data mereka dicek, lalu ketiganya diberi gelang pengenal agar bisa masuk ke pesawat yang telah ditentukan. Namun, saat mereka hendak menuju pesawat, Allison tersadar, kalau insulin Nathan tidak ada di dalam tas, dan Nathan menjelaskan bahwa dia tadi ambil selimut dari dalam tasnya, bisa jadi insulin itu tertinggal di dalam mobil.

Seketika mereka panik, Nathan tanpa insulin adalah sebuah hal yang mustahil, akhirnya mereka sepakat, untuk membiarkan John keluar mencari insulin tersebut, sementara Allison dan Nathan menunggu di dalam. Sayangnya, ketika John pergi, Allison tidak sabar menunggu, dan mengajak bicara seorang petugas, yang akhirnya semua tahu kalau Nathan sakit, dan tentu saja dia ditolak karena hanya orang terpilih dan sehat yang akan direlokasi ke tempat yang aman.

Allison dan Nathan akhirnya keluar dari bandara, sementara John malah berhasil masuk kembali dan bingung melihat Alli dan Nathan tidak berada di tempat yang mereka janjikan. John masuk ke pesawat dengan ragu, sampai seseorang di pesawat menegurnya karena dia pegang insulin. Saat itulah John tersadar, kalau anaknya ditolak untuk direlokasi, karena sakit.

John ke luar dari pesawat, bersamaan dengan itu bandara kacau, karena massa berhasil masuk ke bandara, lalu berebut naik pesawat yang siap mengangkut orang-orang terpilih. Sedangkan di luar bandara, Alli dan Nathan mencari insulin di mobil, sayangnya insulin tersebut sudah diambil John, dan akhirnya Alli memutuskan mencari insulin di apotik terdekat.

Tantangan demi tantangan dilewati John yang kesulitan mencari anak dan istrinya karena ponsel sama sekali tidak berfungsi. Dilain tempat, Nathan hampir terpisah dari Alli, karena menumpang di mobil orang asing, yang tergiur dengan gelang identitasnya sebagai orang terpilih.

Beruntung, Nathan berani buka mulut berkata bahwa kedua orang itu bukan orang tuanya, dan dia diambil paksa dari ibunya. Nathan lalu diselamatkan oleh tentara, dan bertemu ibunya yang menyusulnya ke bandara. Diwaktu bersamaan, John mendapat tumpangan yang membawanya ke rumah ayah Allison (Scott Glenn). Meskipun di tengah jalan dia hampir kena masalah, karena salah seorang di truk tersebut menginginkan gelang identitasnya.

Sesampainya di rumah ayah Alli, ternyata Alli dan Nathan sudah sampai di daerah ayahnya, dan menelpon ayahnya untuk jemput mereka. Betapa bahagianya John bisa bertemu mereka, seolah lupa, kalau mereka berdua sedang dalam masa perbaikan hubungan.

Long story short, John berhasil meyakinkan Alli untuk ikut ke tempat yang aman di Greenland ~ Kebetulan, ketika di truk menuju tempat ayahnya Alli, John dapat info, ada beberapa pesawat ilegal yang mengangkut orang-orang tak terdata ke tempat yang dirahasiakan pemerintah, yaitu sebuah bungker yang terletak di dalam tanah, dan aman terhadap berbagai bencana.

Orang-orang tersebut meretas informasi militer hingga berhasil mendapat koordinat tepat, dan John, Alli serta Nathan berangkat menuju tempat tersebut, meninggalkan ayah Alli yang menolak pergi dari rumah. Meski dalam perjalanan, mereka sempat dihujani potongan-potongan meteor yang jatuh di tempat mereka. Beruntung John dan keluarganya selamat.

Saat itu mereka dapat kabar, ada sebuah komet besar akan jatuh di permukaan bumi beberapa jam lagi. Terlalu besarnya, jika jatuh, semua yang ada di bumi bisa luluh lantak. Karenanya John dan keluarga kecilnya bergegas mengejar pesawat yang bisa membawa mereka ke Greenland.

Dan dengan ketegangan di akhir cerita, sampai juga mereka di Greenland, tepat saat komet itu jatuh menghantam bumi, meluluh lantakan semua tempat. Beruntung bungker tempat mereka sembunyi cukup kuat, dan mereka akhirnya tinggal di bungker selama berbulan-bulan.

Di bulan ke-9, pemerintah membuka pintu bungker dan meski shock melihat kehancuran di luar, tapi mereka bersyukur karena masih ada yang bisa survive di berbagai belahan bumi lainnya.

Review Film Greenland

Film Greenland ini merupakan film bertema kiamat, namun yang disuguhkan lebih banyak sisi drama dan emosi lakonnya. Film ini merupakan hasil karya sutradara film ‘Angel Has FallenRic Roman Waugh, di mana kita sudah tahu yaaa, bagaimana ketegangan yang ada di film tersebut. Dan menariknya, cerita film ini ditulis oleh penulis film 'Burried', Chris Sparling.

Siapa yang sudah menonton film Angel Has Fallen dan Burried?

Saya rasa ketegangan film ini, sedikit banyak mirip dengan kedua film itu, dimana menceritakan perjuangan seseorang untuk bertahan hidup. Anyway, film ini tayang di bioskop sejak Agustus 2020 lalu, masih terbilang baru sebenarnya. Dan meski menampilkan tema film kiamat, dimana sejak awal menonton saja, saya sudah berpikir tentang film 2012 dan semacamnya.

Tapi ternyata saya salah! Film ini, justru lebih menyorot sisi drama penyelamatan John dan anak istrinya. Bahkan saya nggak merinding saat lihat scene bumi hancur, karena jarang ditayangkan. Dan menurut saya, cerita film ini sukses membawa penonton panik bersama lakonnya.

Jika film lain, menceritakan tantangan yang lakon utamanya hadapi dalam menyelamatkan diri adalah alam. Di film ini, justru yang ditonjolkan adalah sisi kemanusiaan, di mana tantangannya adalah manusia, seperti saat John ingin menyelamatkan keluarganya ketika ada banyak massa marah karena pemerintah hanya memilih orang-orang tertentu saja, pun sisi manusia lakonnya, dalam menyelamatkan diri dan keluarga, ketika banyak orang membutuhkan bantuannya.

Dari berbagai sumber dijelaskan, justru alasan mengapa mantan saya si Gerard Butler *plaaak! Hahahaha, bersemangat dengan film ini karena konsep ceritanya beda dengan film sejenisnya. Dan dilansir dari sebuah berita, Butler justru tertarik pada konsep drama keluarganya. Dimana, sebenarnya cerita tersebut berpusat pada keluarga John, yang berusaha memulihkan hubungan mereka, lalu tiba-tiba sesuatu yang buruk terjadi, yang justru memaksa John dan Alli melupakan kecanggungan di antara mereka, untuk bersatu menyelamatkan satu sama lainnya.

Selain ceritanya yang apik dan beda, akting si mantan *ehhh maksudnya si Butler seperti biasa berhasil memerankan semua peran yang membuat tegang. Ditambah akting Morena Baccarin, mampu membawa chemistry di antara mereka keluar dan terlihat natural.

Dan untuk semua ketegangan yang membuat saya marah-marah sendiri, gara-gara si Allison sok drama, hampir membuat mereka telat sampai bandara dan membuat Nathan ketahuan punya sakit diabetes, serta mata biru si John yang biarpun ketakutan tapi tetep ganteng, hahaha.

Saya memberinya nilai 4,75 dari 5!

Makna Dan Pesan Film Greenland

Biar kata ini film action, dengan sub genre drama action *halah, sub genre apaan, tuh? Hahahaa. Tapi, pesan yang paling mendasar dari film ini adalah..... JANGAN LAMA-LAMA BERANTEM SAMA PASANGAN, KITA NGGAK TAHU LOOH, SAMPAI KAPAN KITA HIDUP? Siapa sangka besok ternyata kiamat? *Rey curcol teroooooossssss, hahahahahaha.

Tapi serius biar kata ini film action dengan banyak adegan menegangkan, ada sebuah suara dari sudut hati saya yang berkata, "Hadehhh, itu kan hanya film, memang dibuat begitu biar menarik, dibuat banyak halangan, biar kata mau ke bandara doang.", efek suka menonton film drama nih, hahahaha. Still, film ini sukses membuat saya mewek parah.

Ya amppuunn, rasanya saya jadi ingin peluk si Gerard *mamak ganjen, hahaha.

Engg.. maksud saya, bayangkan kita terpisah dari suami, walau dia menyebalkan tapi aslinya dia ayah dan suami yang pernah baik ~ Lalu karena bencana jadinya kita terpisah, sudah putus asa, di saat seperti itu, berbagai hal bisa terjadi, namun ternyata.... semesta masih memperbolehkan kita bertemu kembali. Maka nikmat mana lagi yang kita inginkan? Tidak ada sepertinya.

Terakhir, secara keseluruhan makna dan pesan dari film ini adalah,

1. Pasangan dan anak adalah nomor satu

Walau pasangan kita sering buat kesal dan anak kita banyak gaya, sesungguhnya, mereka harta termahal kita. Itu mungkin yang dirasakan Allison, dia masih kesal dan canggung meski di rumah yang sama. Lalu, tiba-tiba seolah tanpa batas, mereka jadi satu bersiap menyelamatkan diri.

Lucu, mengingatkan saya yang lumayan sering berantem sama suami, kemudian tiba-tiba akrab kayak nggak ada masalah, ketika anak-anak sakit atau semacamnya, hahahahaa. Ya karena anak dan pasangan adalah nomor satu. Seperti apapun sikap dan watak mereka, saat dalam keadaan genting, tentunya mereka yang paling utama ada di pikiran dan prioritas kita untuk selamat.

2. Meski panik, jangan abaikan perasaan anak

Hal lain yang membuat saya kagum dengan film ini adalah, John dan Allison menunjukan bahwa mereka berdua sosok orang tua yang bijak. Terlihat, ketika mereka panik berkemas, lalu Nathan jadi ketakutan, atau saat mereka berada di kerumunan massa dan Nathan jadi panik.

Yang dilakukan baik oleh John maupun Allison adalah berhenti sejenak, menatap mata Nathan sambil mengatakan, bahwa tidak apa-apa dia merasa takut, namun ayah ibunya membutuhkan dirinya untuk bisa melawan rasa takut tersebut, agar mereka bisa segera selamat.

So wise! Coba yang jadi ibunya si Rey, yang ada saya bakalan panik dan teriak-teriak, "Kakaaakk, buruan, jangan malah diam kebingungan di situ, cepatan bla..bla..bla.."

Astagaaa..... Huhuhu. Padahal seorang anak merasa takut dan panik di saat demikian itu wajar, jangankan anak, even orang dewasa seperti kita bisa panik, kan? Dan bukan hanya itu, saat John maupun Alli tahu insulin Nathan jatuh, mereka tetap fokus memikirkan solusinya. Coba si Rey~? Yang ada saya marah-marah sama si kakak yang menghambat penyelamatan diri, hahahaha.

3. Hukum alam, yang terbaik yang terpilih 

Maksudnya, disaat negara hanya bisa melindungi sebagian warganya, maka hanya orang-orang tertentu yang akan dipilih, salah satunya orang yang paling hebat dibidangnya. Di film tersebut memang tidak dijelaskan, dari mana John bisa terdaftar sebagai salah satu orang terpilih yang harus diselamatkan, dan sepertinya John terpilih karena dia adalah kandidat arsitek hebat yang bisa membantu membangun ulang wilayah. Sementara orang yang nggak punya keahlian apa-apa alias biasa-biasa saja, harus bekerja lebih keras atau diam sampai mati. Karenanya, menjadi hebat itu penting, kalau mau punya kesempatan luas di berbagai bidang.

Demikian review dan pesan dari film Greenland.
Temans sudah ada yang pernah lihat filmnya?

🐰🐰🐰🐰🐰
-the end-

Hi guys, post kali ini ditulis oleh Paid Writer undangan gue yaitu mba Reyne Raea 😍 hehehe, gue pribadi belum pernah menonton film ini, tapi jadi tau bagaimana alur ceritanya setelah baca spoiler habis-habisan yang mba Rey tuliskan hahahaha 😂 By the way, gue penasaran, kira-kira akan ada yang mau submit book and movie reviews ke depannya nggak, yaaaah? 🙈

Paid Guest Post
Reyne Raea