Greenland | CREAMENO

Pages

Greenland

Siapa yang keasyikan menonton drakor, sampai-sampai lupa, kalau film barat yang bagus-bagus juga tayang? Salah satunya filmnya mantan pacar saya, Gerard Butler berjudul Greenland.

Oh, by the way, hai!

Temans nggak salah baca, ini saya Rey, yang deg-degan sekaligus happy bisa menulis di blog ini. Serius deeh, Eno nggak salah, blog ini kayak theme park, di mana semua yang ada di dalamnya adalah hal tak terduga dan sukses hadirkan rasa fun, serta pengalaman tak terlupakan ~ Salah satunya menjadi penulis di sini. Can you imagine how norak I am, karena terlalu happy, hahaha.

Oke fokus. Kali ini, saya hadir untuk memberi spoiler tentang film yang baru saja tayang. Astaga, semoga saya nggak dipentung mantan pacar saya si Gerard, hahaha. FYI, dulu saya suka banget lihat film drama action, karena saya suka deg-degan dan berisik, suruh pemainnya ini itu.

"Duuhh, kok diam saja sih, lari woiii, larii!"
"Duhhh, dasar perempuan cengeng, diam dulu woiii, jangan berisik!"
"Duh, kenapa juga harus pisah sih, sama-sama woi, tuh kannn, ketahuan deh!"

Hahahaa. Pokoknya saya selalu tutup mulut pakai tangan saat menonton film action di bioskop, takut ditimpuk popcorn! Akan tetapi, belakangan ini, saya switch jadi pecinta drama, dan ketika saya kembali menonton film action? Ajaib, saya sudah nggak deg-degan lagi doong, soalnya saya sudah sadar, kalau ini cuma film, dan saya baru paham, kenapa jarang ada lelaki suka menonton film drama, karena film drama sering merusak esensi rasa deg-degan ternyata, hahaha.


Sinopsis Lengkap Film Greenland.

Sebelumnya, I warning you! Ini akan spoiler habis-habisan, jadi, buat temans yang suka kejutan, better skip sinopsis ini, scrooling langsung ke review dan makna di bagian bawah tulisan.

---

John Garrity (Gerard Butler) adalah seorang arsitek yang tinggal di Atlanta, Georgia. Dia sangat hebat dan sudah membangun banyak gedung pencakar langit. John punya istri bernama Allison (Morena Baccarin) dan seorang anak penderita diabetes bernama Nathan (Roger Dale Floyd).

Akan tetapi, karena hubungan mereka yang renggang, hal itu mengakibatkan John tak pulang ke rumah dan pergi mencari wanita lain. (Eh, kok saya berasa curcol? Hahaha). Dan, setelah konflik tersebut, John berniat memperbaiki hubungannya dengan pulang ke rumah.

Nathan yang gembira melihat sang ayah pulang, mengadakan pesta dan undang para tetangga. Kebetulan sejak beberapa hari sudah ada berita komet akan lewat bumi, dan akan jadi hal yang sempurna, jika mereka bisa menyaksikannya bersama keluarga dan para tetangga.

Di hari pesta, saat John sedang memanggang daging, Alli memintanya untuk membeli beberapa minuman, John lalu berangkat bersama Nathan, dan sesampainya di sana, mereka merasa aneh dengan banyaknya jet pengangkut cargo militer yang terbang dalam formasi.

Di supermarket, saat sibuk memilih belanjaan, tiba-tiba ponsel John berbunyi, disusul panggilan masuk ~ John menerima panggilan itu yang ternyata berisi rekaman suara presiden USA dengan informasi bahwa John, Allison dan Nathan terpilih untuk di-relokasi hunian.

Secepatnya John kembali ke rumah, namun sayangnya para tetangga sudah datang, dan Allison sangat sulit diyakinkan tentang berita relokasi yang didapat sebelumnya. Hingga sebuah komet yang dinantikan sampai ke bumi, dan jatuh di sebuah kota yang langsung meluluh lantakan kota tersebut, dan menghantarkan gelombang kejut hingga di tempat John berada.

Ketika itulah, panggilan relokasi kedua muncul di ponsel dan TV, dan tanpa sengaja dibaca oleh para tetangga mereka yang lantas kebingungan karena hanya John yang mendapat pesan. John lalu berkemas, dibarengi oleh Alli yang panik dan Nathan terlebih lagi.

Tidak berselang lama, mereka telah berada di mobil yang membawa mereka ke bandara, dan di-sepanjang perjalanan, banyak timbul masalah. Mulai dari tetangga yang kesal karena John tidak setia kawan, hingga tetangga lain yang memohon supaya John mau bawa anak mereka. Dimana tentu saja John menolak, karena nama yang terdata hanya untuk mereka bertiga.

Belum lagi masalah macet, yang membuat mereka takut tertinggal pesawat, hingga mereka bisa sampai di bandara, dan masalah lain terjadi. Nathan mengambil selimut dari dalam tasnya, yang membuat stock insulin untuk penyakitnya jatuh dari tas, dan tertinggal di mobil. Sementara itu, dengan susah payah, John, Allison, Nathan, menembus kerumunan massa yang meminta untuk dibawa serta ke tempat yang aman, beserta orang-orang yang terpilih.

Sesampai di dalam bandara, data mereka dicek, lalu ketiganya diberi gelang pengenal agar bisa masuk ke pesawat yang telah ditentukan. Namun, saat mereka hendak menuju pesawat, Allison tersadar, kalau insulin Nathan tidak ada di dalam tas, dan Nathan menjelaskan bahwa dia tadi ambil selimut dari dalam tasnya, bisa jadi insulin itu tertinggal di dalam mobil.

Seketika mereka panik, Nathan tanpa insulin adalah sebuah hal yang mustahil, akhirnya mereka sepakat, untuk membiarkan John keluar mencari insulin tersebut, sementara Allison dan Nathan menunggu di dalam. Sayangnya, ketika John pergi, Allison tidak sabar menunggu, dan mengajak bicara seorang petugas, yang akhirnya semua tahu kalau Nathan sakit, dan tentu saja dia ditolak karena hanya orang terpilih dan sehat yang akan direlokasi ke tempat yang aman.

Allison dan Nathan akhirnya keluar dari bandara, sementara John malah berhasil masuk kembali dan bingung melihat Alli dan Nathan tidak berada di tempat yang mereka janjikan. John masuk ke pesawat dengan ragu, sampai seseorang di pesawat menegurnya karena dia pegang insulin. Saat itulah John tersadar, kalau anaknya ditolak untuk direlokasi, karena sakit.

John ke luar dari pesawat, bersamaan dengan itu bandara kacau, karena massa berhasil masuk ke bandara, lalu berebut naik pesawat yang siap mengangkut orang-orang terpilih. Sedangkan di luar bandara, Alli dan Nathan mencari insulin di mobil, sayangnya insulin tersebut sudah diambil John, dan akhirnya Alli memutuskan mencari insulin di apotik terdekat.

Tantangan demi tantangan dilewati John yang kesulitan mencari anak dan istrinya karena ponsel sama sekali tidak berfungsi. Dilain tempat, Nathan hampir terpisah dari Alli, karena menumpang di mobil orang asing, yang tergiur dengan gelang identitasnya sebagai orang terpilih.

Beruntung, Nathan berani buka mulut berkata bahwa kedua orang itu bukan orang tuanya, dan dia diambil paksa dari ibunya. Nathan lalu diselamatkan oleh tentara, dan bertemu ibunya yang menyusulnya ke bandara. Diwaktu bersamaan, John mendapat tumpangan yang membawanya ke rumah ayah Allison (Scott Glenn). Meskipun di tengah jalan dia hampir kena masalah, karena salah seorang di truk tersebut menginginkan gelang identitasnya.

Sesampainya di rumah ayah Alli, ternyata Alli dan Nathan sudah sampai di daerah ayahnya, dan menelpon ayahnya untuk jemput mereka. Betapa bahagianya John bisa bertemu mereka, seolah lupa, kalau mereka berdua sedang dalam masa perbaikan hubungan.

Long story short, John berhasil meyakinkan Alli untuk ikut ke tempat yang aman di Greenland ~ Kebetulan, ketika di truk menuju tempat ayahnya Alli, John dapat info, ada beberapa pesawat ilegal yang mengangkut orang-orang tak terdata ke tempat yang dirahasiakan pemerintah, yaitu sebuah bungker yang terletak di dalam tanah, dan aman terhadap berbagai bencana.

Orang-orang tersebut meretas informasi militer hingga berhasil mendapat koordinat tepat, dan John, Alli serta Nathan berangkat menuju tempat tersebut, meninggalkan ayah Alli yang menolak pergi dari rumah. Meski dalam perjalanan, mereka sempat dihujani potongan-potongan meteor yang jatuh di tempat mereka. Beruntung John dan keluarganya selamat.

Saat itu mereka dapat kabar, ada sebuah komet besar akan jatuh di permukaan bumi beberapa jam lagi. Terlalu besarnya, jika jatuh, semua yang ada di bumi bisa luluh lantak. Karenanya John dan keluarga kecilnya bergegas mengejar pesawat yang bisa membawa mereka ke Greenland.

Dan dengan ketegangan di akhir cerita, sampai juga mereka di Greenland, tepat saat komet itu jatuh menghantam bumi, meluluh lantakan semua tempat. Beruntung bungker tempat mereka sembunyi cukup kuat, dan mereka akhirnya tinggal di bungker selama berbulan-bulan.

Di bulan ke-9, pemerintah membuka pintu bungker dan meski shock melihat kehancuran di luar, tapi mereka bersyukur karena masih ada yang bisa survive di berbagai belahan bumi lainnya.

Review Film Greenland

Film Greenland ini merupakan film bertema kiamat, namun yang disuguhkan lebih banyak sisi drama dan emosi lakonnya. Film ini merupakan hasil karya sutradara film ‘Angel Has FallenRic Roman Waugh, di mana kita sudah tahu yaaa, bagaimana ketegangan yang ada di film tersebut. Dan menariknya, cerita film ini ditulis oleh penulis film 'Burried', Chris Sparling.

Siapa yang sudah menonton film Angel Has Fallen dan Burried?

Saya rasa ketegangan film ini, sedikit banyak mirip dengan kedua film itu, dimana menceritakan perjuangan seseorang untuk bertahan hidup. Anyway, film ini tayang di bioskop sejak Agustus 2020 lalu, masih terbilang baru sebenarnya. Dan meski menampilkan tema film kiamat, dimana sejak awal menonton saja, saya sudah berpikir tentang film 2012 dan semacamnya.

Tapi ternyata saya salah! Film ini, justru lebih menyorot sisi drama penyelamatan John dan anak istrinya. Bahkan saya nggak merinding saat lihat scene bumi hancur, karena jarang ditayangkan. Dan menurut saya, cerita film ini sukses membawa penonton panik bersama lakonnya.

Jika film lain, menceritakan tantangan yang lakon utamanya hadapi dalam menyelamatkan diri adalah alam. Di film ini, justru yang ditonjolkan adalah sisi kemanusiaan, di mana tantangannya adalah manusia, seperti saat John ingin menyelamatkan keluarganya ketika ada banyak massa marah karena pemerintah hanya memilih orang-orang tertentu saja, pun sisi manusia lakonnya, dalam menyelamatkan diri dan keluarga, ketika banyak orang membutuhkan bantuannya.

Dari berbagai sumber dijelaskan, justru alasan mengapa mantan saya si Gerard Butler *plaaak! Hahahaha, bersemangat dengan film ini karena konsep ceritanya beda dengan film sejenisnya. Dan dilansir dari sebuah berita, Butler justru tertarik pada konsep drama keluarganya. Dimana, sebenarnya cerita tersebut berpusat pada keluarga John, yang berusaha memulihkan hubungan mereka, lalu tiba-tiba sesuatu yang buruk terjadi, yang justru memaksa John dan Alli melupakan kecanggungan di antara mereka, untuk bersatu menyelamatkan satu sama lainnya.

Selain ceritanya yang apik dan beda, akting si mantan *ehhh maksudnya si Butler seperti biasa berhasil memerankan semua peran yang membuat tegang. Ditambah akting Morena Baccarin, mampu membawa chemistry di antara mereka keluar dan terlihat natural.

Dan untuk semua ketegangan yang membuat saya marah-marah sendiri, gara-gara si Allison sok drama, hampir membuat mereka telat sampai bandara dan membuat Nathan ketahuan punya sakit diabetes, serta mata biru si John yang biarpun ketakutan tapi tetep ganteng, hahaha.

Saya memberinya nilai 4,75 dari 5!

Makna Dan Pesan Film Greenland

Biar kata ini film action, dengan sub genre drama action *halah, sub genre apaan, tuh? Hahahaa. Tapi, pesan yang paling mendasar dari film ini adalah..... JANGAN LAMA-LAMA BERANTEM SAMA PASANGAN, KITA NGGAK TAHU LOOH, SAMPAI KAPAN KITA HIDUP? Siapa sangka besok ternyata kiamat? *Rey curcol teroooooossssss, hahahahahaha.

Tapi serius biar kata ini film action dengan banyak adegan menegangkan, ada sebuah suara dari sudut hati saya yang berkata, "Hadehhh, itu kan hanya film, memang dibuat begitu biar menarik, dibuat banyak halangan, biar kata mau ke bandara doang.", efek suka menonton film drama nih, hahahaha. Still, film ini sukses membuat saya mewek parah.

Ya amppuunn, rasanya saya jadi ingin peluk si Gerard *mamak ganjen, hahaha.

Engg.. maksud saya, bayangkan kita terpisah dari suami, walau dia menyebalkan tapi aslinya dia ayah dan suami yang pernah baik ~ Lalu karena bencana jadinya kita terpisah, sudah putus asa, di saat seperti itu, berbagai hal bisa terjadi, namun ternyata.... semesta masih memperbolehkan kita bertemu kembali. Maka nikmat mana lagi yang kita inginkan? Tidak ada sepertinya.

Terakhir, secara keseluruhan makna dan pesan dari film ini adalah,

1. Pasangan dan anak adalah nomor satu

Walau pasangan kita sering buat kesal dan anak kita banyak gaya, sesungguhnya, mereka harta termahal kita. Itu mungkin yang dirasakan Allison, dia masih kesal dan canggung meski di rumah yang sama. Lalu, tiba-tiba seolah tanpa batas, mereka jadi satu bersiap menyelamatkan diri.

Lucu, mengingatkan saya yang lumayan sering berantem sama suami, kemudian tiba-tiba akrab kayak nggak ada masalah, ketika anak-anak sakit atau semacamnya, hahahahaa. Ya karena anak dan pasangan adalah nomor satu. Seperti apapun sikap dan watak mereka, saat dalam keadaan genting, tentunya mereka yang paling utama ada di pikiran dan prioritas kita untuk selamat.

2. Meski panik, jangan abaikan perasaan anak

Hal lain yang membuat saya kagum dengan film ini adalah, John dan Allison menunjukan bahwa mereka berdua sosok orang tua yang bijak. Terlihat, ketika mereka panik berkemas, lalu Nathan jadi ketakutan, atau saat mereka berada di kerumunan massa dan Nathan jadi panik.

Yang dilakukan baik oleh John maupun Allison adalah berhenti sejenak, menatap mata Nathan sambil mengatakan, bahwa tidak apa-apa dia merasa takut, namun ayah ibunya membutuhkan dirinya untuk bisa melawan rasa takut tersebut, agar mereka bisa segera selamat.

So wise! Coba yang jadi ibunya si Rey, yang ada saya bakalan panik dan teriak-teriak, "Kakaaakk, buruan, jangan malah diam kebingungan di situ, cepatan bla..bla..bla.."

Astagaaa..... Huhuhu. Padahal seorang anak merasa takut dan panik di saat demikian itu wajar, jangankan anak, even orang dewasa seperti kita bisa panik, kan? Dan bukan hanya itu, saat John maupun Alli tahu insulin Nathan jatuh, mereka tetap fokus memikirkan solusinya. Coba si Rey~? Yang ada saya marah-marah sama si kakak yang menghambat penyelamatan diri, hahahaha.

3. Hukum alam, yang terbaik yang terpilih 

Maksudnya, disaat negara hanya bisa melindungi sebagian warganya, maka hanya orang-orang tertentu yang akan dipilih, salah satunya orang yang paling hebat dibidangnya. Di film tersebut memang tidak dijelaskan, dari mana John bisa terdaftar sebagai salah satu orang terpilih yang harus diselamatkan, dan sepertinya John terpilih karena dia adalah kandidat arsitek hebat yang bisa membantu membangun ulang wilayah. Sementara orang yang nggak punya keahlian apa-apa alias biasa-biasa saja, harus bekerja lebih keras atau diam sampai mati. Karenanya, menjadi hebat itu penting, kalau mau punya kesempatan luas di berbagai bidang.

Demikian review dan pesan dari film Greenland.
Temans sudah ada yang pernah lihat filmnya?

🐰🐰🐰🐰🐰
-the end-

Hi guys, post kali ini ditulis oleh Paid Writer undangan gue yaitu mba Reyne Raea 😍 hehehe, gue pribadi belum pernah menonton film ini, tapi jadi tau bagaimana alur ceritanya setelah baca spoiler habis-habisan yang mba Rey tuliskan hahahaha 😂 By the way, gue penasaran, kira-kira akan ada yang mau submit book and movie reviews ke depannya nggak, yaaaah? 🙈

Paid Guest Post
Reyne Raea

48 comments:

  1. Hahahaha nggak nyadar kalau ini mba Rey, makanya rada kaget pas mba bilang Gerald Butler mantannya mba Rey, which is yang aku tahu Gerald Butler itu om akuuuu💕💕

    Aku mau nonton dong film ini pas lagi rame-ramenya, tapi nggak tahu kenapa kurang suka sama tema film dia kali ini wkwk.Trus jadi maju mundur gitu mau nonton. Baca ini jadi tahu deh gambarannya gimana. Mbaaa Rey aku suka dong baca sinopsis film yang spoiler 😂😂.

    Betewe yang The Fallen Series aku juga nonynonton dong mba Rey, tapi yang favorite tetap Olympus Has Fallen, nggak tahu si om lebih keren aja di situ, hahaha. Sama Hunter Killer deh bagus juga. Waaahhh kita bisa satu squad dong suka om yang ini, hahaha.

    Mbaa Enoo, mba beneran penuh kejutan deh 💕💕💕

    ReplyDelete
    Replies
    1. huhuhuhu, jadi diri saya tantenya dong *lah **teteup 😂 😂 😂

      Iya bener, biasanya full action, tapi ini kayak drama, tapi tetep ya, aktingnya juara, sanggup bikin penonton gregetan ahhaha.

      Eh iyaaa, Olympus juga kereenn.
      Ah apa sih filmnya yang ga keren? 😍😍

      Delete
    2. Lho berarti mba Rey mantan tantenya mba Sovia? 🤣

      Delete
  2. Belum lihat Filmnya...🤣🤣🤣

    Tahunya postingannya dari mamak Rey ganjen doang..🤣🤣🤣 Ntar gw coba tonton deh..🤣🤣

    ReplyDelete
    Replies
    1. wakakakakakak, nonton deh, tapi baca ini dulu, kalau nonton aja, entar kecele, hahaha 🤣

      Delete
    2. Harusnya dikasih link download nya ya kang biar ikutan nonton.😂

      Delete
    3. 😂😂😂😂😂

      Delete
    4. Link yang mana nih Mas? yang 19 detik? *lah? 🤣🤣🤣

      Delete
  3. Wkwk aku kaget sama kalimat pembukanya soalnya nggak biasa Kak Eno seperti itu �� ternyata ini Kak Rey yang menulis ����

    Btw, aku belum pernah nonton film ini karena.. aku tak suka film yang berbau-bau "akhir" karena membuat overthinking dan susah tidur ������ efeknya lebih lama dibanding nonton film horror. That's why aku juga nggak nonton 2012 sebelum lewat tahun 2012 ������ bahkan sampai sekarang, aku nggak pernah benar-benar nonton film itu, cuma setengah-setengah aja soalnya takut ����

    Kapan-kapan aku mau coba submit review buku ahh ����

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah.. sama persis, saya sampai mengerutkan kening baca paragraf pertama.. hahahaha.. Ini topeng dan gaya mana lagi yang dikeluarin Eno..

      Cuma baru setelah baca penjelasannya.. ooooh... si Mamak Rey... hahahaha

      Belum nonton filmnya... Dan malah ga niat nonton gara-gara Rey.. wakakak soalnya ini mah bukan spoiler lagi, seisi pelem kayaknya udah diceritain, jadi cukup baca saja deh.. wakakaka

      btw, bener-bener Eno niat membangun theme park virtual yah....

      Delete
    2. Komen Lia banyak Taugenya nihh...pasti kena Chapcay...sebelum dipost klik edit hapus emot yang jadi touge ...Kasih emot lagi...Dijamin Taugenya hilang..😊

      Delete
    3. Tumben ya Lia, Eno jadi agak aneh, ternyata mamak ganjen hahahaha.

      Tenang aja Lia, ini lebih ke drama kok, kerusakan alam juga nggak terlalu banyak ditayangkan, nggak ada adegan serem kayak 2012 atau Independence Day, justru keseluruhan film ini berpegang banget pada akting si John dan istrinya ini :D



      wakakakaka, ini spoiler menjebak Bapak!


      Btw, itu karena emot dari hape kah KangSat? saya dong bahagia, soalnya baru tau kalau dari laptoppun bisa kasih emo 😂😂😂😂
      Tuhh kaaann, kagak jadi toge kaaannn? hahaha

      Delete
    4. Kasih tau caranya dong, mba 😂 Bagaimana komen di blog teman lainnya pakai emoticon? Soalnya saya kalau pakai laptop kena tauge 🤪

      Delete
    5. HAHAHHAA iya Kak Sat, kena chapchay kemarin 🤣🤣 ku pikir nggak akan banyak toge ternyata banyak juga togenya. Yauda nggak apa, sebagian togenya untuk dimakan pakai bakso aja 😝😝

      Eee, terima kasih Kak Satria untuk informasinyaaaa 👻👻

      Aku juga ingin tahu dong cara bisa pakai emot saat pakai laptop 🤭 biasanya harus copas dulu dari Google setahuku. Kalau ada cara yang lebih ringkes, tentu aku akan sangat bahagia.


      @Kak Rey: wkwk iya bingung kok Kak Eno seperti habis kesambet di kalimat pembuka 🤣
      Kalau begitu, siapa tahu film ini tayang di TV, aku coba tonton 🙈 kalau kayak 2012, aku ngibrittt soalnya kalau nonton film seram, nanti mimpi buyuk kata Emak 🤣🤣

      Delete
    6. Baru tau tauge bisa dimakan pakai bakso, Li 🤣
      Pankapan mau coba ah, hahahaha 😍

      Nah iya, penasaran bagaimana pakai emote di laptop 😆

      Delete
    7. Hahahaha, pencet windows bersamaan dengan titik say :D

      @Lia : kagak sama kok, 2012 mah serem juga liat kerusakan di mana-mana :D

      Delete
    8. Bisa Kak 🤣 temanku suka banget makan bakso pakai tauge 🤣🤣🤣 pankapan cobain yak.

      @Kak Rey: terima kasihhh inpo-nya yak! Besok mau coba ah pas online di laptop wkwk

      Delete
    9. Thank you mba Rey infonyaaa 😍

      Delete
  4. Wah keren, lengkap banget nih.

    oke mantep, ,nonton greenland karena temanya apocalypse gitu, kirain drama kalo liat posternya mah...

    terima kasih kak Rey untuk tulisan yang benar-benar lengkap ini!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau liat posternya mengingatkan saya akan filmnya kekasih sejati saya (gak kelar-kelar ganjennya mah nih mamak! 🤣) Tom Cruise yang War of the words.
      Sekilas memang mirip sih filmnya, meski masih tegangan pendukung adegan di filmnya Tom Cruise 😁

      Delete
    2. Kekasihnya banyak banget, mba Rey 🤣

      Delete
  5. Kaget juga akuu pas baca kayak bukan Mba Eno wkwkwk

    Btw halo Mba Rey, salam kenal... belum pernah main ke rumah Mba Rey malah ketemu di sini duluan. Aku tadinya mau skip bagian spoilernya eh tapi malah keterusan baca semuanya hahhaa soalnya Mba Rey nyeritainnya enak gituuu 😂 Tapi kayaknya sih, Greenland ini tipe film yang kalau kita tonton suasana tegangnya bakal tetap kerasa walaupun udah tahu ceritanya yaa? Soalnya aku masih tetap mau nonton sih, kayaknya (kalau ketemu filmnya nanti hahaha)

    Ngomongin Gerard Butler, selain di Fallen Series (yang mana belum aku tonton Angel Has Fallen-nya haha) aku suka P.S. I Love You. Parah sih ini film bikin meweknyaaaa... Mba Rey pasti udah nonton juga kan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Rey ratu spoiler soalnya mba hahahaha seru baca spoileran mba Rey, jadi tau cerita filmnya bagaimana. Even sohibal sohibul saya senang bacanya karena tambah wawasan perfilman 😂

      Delete
    2. Salam kenal juga Eya 😊

      OMG...
      PS I Love You?

      Itu mah salah satu film drama Hollywood favorit saya sepanjang massa, dan lebih fav karena di situ Si Gerard mah ganteng sangat *plak! 🤣🤣

      Gara-gara film itu, saya jadi suka nulis PS PS an, hahaha.

      Eh, dan saya baru ngeh dong, betapa saya ternyata sudah menonton banyak banget filmnya si Gerard ini ya :D

      Delete
  6. Sudah tahu sih tulisannya mbak Rey, kan ada penjelasannya diatas, makin yakin ini tulisannya soalnya ganjen eh, becanda mbak, jangan ditimpuk sandal.🤣

    Saya suka film dengan tema bencana alam apalagi yang menyebabkan bumi kiamat. Selain 2012, film favorit saya lainnya adalah Armageddon yang dulu dibintangi oleh Bruce Willis dan Liv Tyler. Nama terakhir itu yang bikin jadi favoritku.🤭

    Menurutku film Greenland menggabungkan kedua film itu, hanya orang terpilih yang bisa selamat menuju tempat yang ditentukan pemerintah itu mirip 2012, kalo komet itu mirip dengan Armageddon karena datang dari luar angkasa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama saja nih mas Agus ganjen juga, tuh Liv Tyler dibawa-bawa 🤣

      Delete
    2. hahahahaha, Liv Tyler mah cantik yak, wajahnya itu cucok banget berperan jadi angel gitu ❤
      Kalau Armagedon ketegangannya berpusat di luar angkasa ya, dan 2012 itu makin tegang, karena sebelum tayang, beredar berita kalau 2012 mau kiamat beneran hahahaha

      Delete
  7. Wah asli baca sinopsisnya aja aku cukup deg-degan, apalagi pas John menerima sms dia menjadi salah satu yang terpilih dan para tetangganya yang pengen nitipin anak mereka untuk dibawa sama John. Itu perasaan dilemanya pasti banget-bangetan deh ya. Tapi tindakan John bener banget, keluarga itu yang utama, gapapa deh ya jahat sedikit sama orang lain yang penting keluarga inti selamet 😂

    Kebetulan aku jarang banget nonton film genre ini, Mba Rey. Kayaknya film yang bertemakan kiamat favoritku aku cuma The Legend-nya Will Smith deh. Sisanya suamiku tuh yang lebih suka nonton, mulai dari Day after Tomorrow, 2012 dan yang setipe. Jadi thank you Mbaaa berkat spoiler-mu aku bisa ngikutin keseruan film dikit-dikit hahaha :D

    Btw, pesan terakhirnya bener banget yaa. Harus bisa kerja keras dan terus melakukan yang terbaik sampai mati *noted*

    Mba Enoo, aku juga mau submit review film donggg. Lagi proses menulis, nanti aku email yaa 😆

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap mba Jane, semangat menulis review-nya 😍

      Delete
    2. Hahahaha, saya pecinta film genre gini aslinya, dulu bahkan saya jarang banget nonton drama, kecuali memang baca sinopsisnya bener-bener bagus.

      Soalnya saya suka ngantuk kalau nonton film drama, nanti akhir-akhir ini aja saya jadi suka drama, ternyata bagus juga, meski ya kudu nahan kantuk dulu sih awalnya hahaha

      Delete
  8. Soal Review me-review mama Dayyan Memang Jagonya. Umumnya Tulisannya selalu ringan, kocak, ada esmosinya juga, terutama tulisan yang muncul di hari Jum'at. Tema Marriage.Kalau baca tema itu, mmmm.....kadang ikut terbawa perasaaan juga. hahaha..........

    Untuk Film Greenland yang bertema kiamat ini, kayaknya saya belum pernah nonton deh.... saya yakin film ini seru banget utk di tonton sebab bisa mengingatkan kita tentang Kiamat yang sesungguhnya bakal terjadi secara benaran. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas Jet-Lee..😊😊🤣

      Delete
    2. Mas Satria ini everywhere ya 🤣

      Delete
    3. Memang tema marriage-nya mba Rey suka buat deg-degan 🤣

      Delete
    4. Hahahahaha ini kang bakwan, kenapa jadi jagung *eh salah ya, kenapa jadi bakwan jagung nih? :D

      Delete
    5. Mas Sat > wkwkwkwk.......

      Mbak Eno > yes, ngak salah lagi..... :)

      Mbak Rey > Soalnya Bakwan Jagung itu enak loh Mbak.....

      Delete
  9. Pantes tulisan ini aga beda, ternyata Mba Rey toh orang di balik tulisan ini hhha... Kece banget reviewnya, supeeerrr leengkaaappp... Aku baru tau ada film ini dan serem juga membayangkan kalau bumi bisa hancur begitu. Walaupun sekilas membahas mengenai bumi yg bisa hancur, namun makna yang di tulis Mba Rey lebih ngena. Sebab mengenai keluarga dan upaya penyelamatan serta berkumpul kembali.

    Makasih Mba Rey atas reviewnyaaa 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Rey jangan diragukan lagi kalau soal review mba, komplittt plittt plit semua ada 😆 hehehehe. Terima kasih sudah baca ya, mbaaa 😍

      Delete
    2. Sama-sama 😊

      Bener banget.
      Saya jadi ingat, waktu kecil pernah baca buku bencana gunung meletus, lalu masyarakat berhamburan keluar, berlarian menyelamatkan diri dan keluarga.

      Lalu seorang anak berpisah dari ibunya karena saking paniknya orang-orang.
      Jadinya, kalau liat film-film gini, jadi tegang banget melihat usaha mereka, di mana bukan cuman mikirin dirinya, tapi juga anak dan pasangannya 😊

      Delete
  10. Blum nontom filmnya..hahhaha
    Spoilernya mantaap. lengkap, detail, berasa ga perlu nonton filmnya..mbak rey keren...wkwkkwkwk 🤣🤣

    Film dengan ide cerita kayak gini sudah sering ditayangkan. Seperti film World War Z yg diperankan brad pitt. (Brad pitt mbak eno...hahahahaha)
    Tapi filmnya cerita ttg dunia yang diserang pandemi wabah zombie...heheheh

    Lanjutkan mbak rey, review plus spoilernya 😂😂😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha makasih, btw yang Brad Pitt itu kayaknya lebih seram, film-film yang ada musuh kayak zombie itu bikin saya susah nafas, dan teriak-teriak nyuruh pemainnya harus gini, harus gitu hahahahah

      Delete
  11. Komentar lagi ah setelah nonton filmnya. Karena penasaran dengan ulasan mbak Rey maka cari link download filmnya. (Jangan ditiru ya.😂)

    Menurutku, selain dramanya maka film ini sebenarnya B saja, bahkan dramanya juga aktingnya kurang meyakinkan. Chemistry antara Gerard Butler dan Morena Baccarin biasa saja.

    Untuk visual efeknya menurutku sudah bagus sih, hujan meteor nya realistis biarpun sedikit kurang wah, tapi dimaklumi sih karena ini untuk layanan streaming bukan bioskop.

    Tapi jadi tahu mengapa mbak Rey ngefans sama Gerard Butler. Badan kokoh, tampang macho, pembawaan berkharisma. Kesannya lakik banget ya mbak Rey. Pantesan jadi mantannya.😁

    Tapi menurutku ada orang lain yang lebih lakik dan lebih badas dibandingkan Gerard Butler mbak.

    Siapa itu?

    Yup, siapa lagi kalo bukan...











    Pak Anton 😃

    Kabuurrr ah.🏃🏃🏃

    ReplyDelete
    Replies
    1. astagahhhh aku nggak kepikiran kalau nama pak anton yang jadi kandidat :D

      Delete
    2. hai hai hai mbak reyyyy hehehe
      aku bacanya aja udah tegang, mungkin kalau nonton bisa setegang kayak nonton Armageddon ya. duh pilem lama ini

      aku suka film action kayak begini, yang ada sepanjang film diam terus, lahh kalau nonton di bioskop banyak komen ntar ditimpuk sama yang samping belakang.

      nama Gerard nggak asing, tapi kayaknya film dia lama ga merhatiin jadi udah pangling ama mukanya, itu tanda kalau Gerard udah semakin tua, tapi tetep ganteng #ehhh

      Delete
    3. Waduh ada mbak Ainun.😂

      Maaf kalo komentarnya salah. Menurutku biarpun filmnya biasa saja tapi karena yang mengulas pintar jadinya orang pada tertarik untuk menonton. Mbak Rey pintar meramu kata agar pembaca tertarik dan akhirnya menontonnya. Apalagi ada review nya yang lengkap, bahwa keluarga (anak dan istri adalah nomor satu).

      Sudah lama aku sebenarnya tidak nonton film barat, baru kali ini nonton lagi sampai selesai karena habis baca review mbak Rey. Kemarin nonton film Spell baru 20 menit sudah berhenti karena sudah ngantuk.😅

      Delete
    4. wkwkwkw mau komen buat Mas Agus dulu, nantinya dicicil lagi wakakkaka, udah ngantoekkk uiii 🤣

      Hahahaha, bisa jadi ya B aja.
      Karena yang nonton mantannya Gerard, jadinya penilaiannya berdasarkan kebucinannya wakakakakak.

      Kalau menurut saya, akting di istrinya itu, keluar ketika pertengahan, di awal memang agak datar.
      Tapi ketutup ama Gerard yang memang udah terbiasa kan akting film menegangkan.

      Nah ceritanya sendiri sebenarnya datar, karena biar kata adegannya kayak kiamat, tapi genrenya lebih ke drama.
      Hanya orang-orang pecinta drama yang bisa tahan nontonnya wakakakak.

      Kalau yang lebih suka action, pasti ngantuk.

      Ini mirip dengan filmnya kekasih saya (teteuuppp) si Tom Cruise.
      Pernah nonton nggak filmnya War of the Worlds ya kalau ga salah judulnya?
      Itu kan dinobatkan sebagai film terburuk hahaha.

      Tapi bagi saya itu bagus banget sih.
      Yeee kaaann ada si ganteng kesayangan Tom Cruise hahahaha.

      Dan meski di situ dia berakting menyebalkan, tapi dia tetap ganteng, dan saya suka banget kombinasi aktingnya dengan si cantik imut Dakota Fanning.

      Ah begitulah kalau yang nonton mamak-mamak bucin, biar kata sedunia bilang jelek, ya si mamak Rey mah tetep bilang cinta ama pacar-pacarnya *lah? 🤣🤣🤣🤣🤣

      Btw, dulu kalau ga salah pertama kali kenal Mas Agus, paling sering baca blog review movie nya loh, mana nih blog itu?
      Mas Agus kan juga pecinta film barat ya? :D

      Saya ama film barat itu nggak bisa dijelaskan kebucinannya.

      Dulu, sebelum nikah dan punya anak, saya bahkan bisa tahan nonton dari jam 4 sore di hari Sabtu, sampai jam 5 pagi di hari Minggu.

      Setiap kali pulang kerja, dan tau kalau si pacar lembur, saya nggak langsung pulang ke kos, tapi mampir pinjem DVD dulu (dulu mah masih belom kenal streaming atau donlot, hahaha).
      Nah semua yang saya pinjam itu film barat, seringnya action, atau drama komedi.

      Saking seringnya, saya bahkan merasa sudah menonton semua film yang tayang di TV, meski kadang saya pikun gitu, lupa, tapi ada beberapa adegan yang mengingatkan saya kalau udah pernah nonton :D

      Ah kaaann jadi kangen mau nonton kayak dulu, tapi sekarang enggak bisa.
      Kalau dipaksain, nak anak kelaperan hahahaha

      Delete
  12. Seandainya ga pandemi, aku pasti udh nonton film iniiii dari bioskop hahahaha. Kangeeen ih Ama si kakang butler :p.
    .
    Gpp spoiler Rey. Soalnya aku tipe yg suka cari tau spoiler. Buatku penting, jd aku bisa tahu ini buku/film/drama bakal ending sedih ato ga. Kalo sedih, BHAAAAY, g akan aku tonton :p.

    Buatku yaa, walopun udh tau spoiler ya gimana, tp kan alur utk bisa bisa jd begitu ga tau.. at least blm liat sendiri. Jd keseruannya msh dapet :).

    ReplyDelete
  13. Sepertinya aku harus berterima kasih kepada mba Rey yang sudah membuat ulasan segini niatnya. Saluttt, tulisannya mba Rey emang selalu bikin aku ketawa sendiri, entah tulisannya seperti ada obat untuk menghibur diri wkwkwk. Aku jadi penasaran sama Greenland, termasuk ke dalam genre film kesukaanku. dan juga, terima kasih kak Eno atas segmen barunya yang sekaligus membuka kesempatan unjuk kemampuan kepada para blogger diluar sana, kak Eno sangat kreatif! :''))

    ReplyDelete