Password | CREAMENO

Pages

Password

Yuhuuuuu, terima kasih untuk teman-teman yang sudah kirim pertanyaan via CONTACT, which is pertanyaan teman-teman sudah gue saring untuk kelak gue masukan dalam mini forum VIKING label 😍 Buat teman-teman yang belum tau, gue buka mini forum dimana gue dan teman-teman lain akan bantu teman-teman yang bertanya dengan menjawab pertanyaan via kolom komentar ~ Bisa apa saja selama layak dan nggak mengandung SARA (though pertanyaan akan tetap melalui proses penyaringan) 😁 Dan kali ini, pertanyaannya cukup sederhana, yaitu:

Memberi password handphone pada pasangan okay atau nggak?

Gue pribadi dan si kesayangan sama-sama tau password personal, namun biar begitu, gue nggak interest untuk utak-atik handphone dia dan dia pun jarang pegang handphone gue hahahahahaa. Mungkin karena kami saling percaya, dan kami sangat terbuka. On top of that, kami jarang pegang handphone kecuali ada urgent calls ðŸĪĢ Ditambah kami nggak main sosial media, jadi mostly buka handphone kalau nggak untuk terima call atau pesan, paling untuk gaming dan blogging saja 🙈 Bisa dibilang, kami pelukan lebih sering daripada pegang handphone ðŸĪŠ *becanda* hahaha.

Lha, si kesayangan kan punya group bestfriends yang aktif tukar pesan ~ Yes, tapi diantara lima orang itu si kesayangan paling sering silent alias baca dan ketawa-ketawa doang hahahahaha. Dia jarang menanggapi sohibal-sohibulnya, paling dalam 500 chat a day, dia hanya respon 10 - 20 lines (even sometimes nggak ditanggapi sama sekali) ðŸĪĢ Jadi memang lima orang itu karakternya beda, dan si kesayangan tipikal pemerhati meski kalau sudah nagging bisa sepanjang gerbong kereta api hihihi. Tapi dia jarang nagging di call, biasanya saat ketemuan baru deh tuh nggak berhenti 😁

So, dalam hubungan gue dan si kesayangan, memberi password handphone : OKAY
Kalau teman-teman bagaimana? Mungkin punya pengalaman berbeda 😍 Share, ya!

42 comments:

  1. Okay donx Mba. HP aku pake pattern dan fingerprint. Sedangkan Sih Koko pake password. Nah kami saling tahu password atau patternnya. Jadi kalo ada hal urgent, kami bisa saling back up dengan membuka HP tsb.

    Kadang aku juga bertugas untuk membalas chat yang masuk ke HP dia. Sebab dia termasuk yg males ngetik2. Bagi dia lebih enak ngomong langsung dg telfon gitu. Sedangkan, ada beberapa temennya yg lebih suka via chat ketimbang ngomong langsung.

    Jadilah beberapa kali aku suka buka aplikasi chat dia. Aku pun pernah membaca chat2 yg lain. Awalnya kepo aja dan dia tau aku lakuin itu. Dia ga marah karena emang ga ada hal yg di sembunyikan. Sedangkan dia jarang buka HP aku, karena termasuk malas baca chat atau bales chat. Paling dia buka HP aku kalo ada telfon yg masuk dan aku ga bisa jawab.

    Nah, aku termasuk jarang nerima telfon. HP aku selalu mode vibrate. Biasanya kalo uda getar ada telfon masuk, Si Koko yg lebih tahu dibanding aku. Jadi dia suka ngoceh kalo ada orang telfon jarang aku angkat. Karena emang aku ga sadar itu HP getar2 ðŸĪĢðŸĪĢ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah mba Devina sampai saling balas pesan dan terima telepon. Hehehehe, kalau saya nggak pernah balas pesannya si kesayangan, dia juga nggak pernah balas saya (seingat saya) karena kami pakai bahasa berbeda ðŸĪĢ Jadi keriting duluan otak saya kalau disuruh balas pesan dia hahahaha.

      Tapi kalau saling buka, kadang-kadang dilakukan, biasanya dia buka hape saya untuk main game, while saya buka hape dia untuk dengar musik soalnya subscribe imusic cuma ada di hape dia (biar hemat maksudnya) ðŸĪŠ Wk. Oh dan lihat-lihat foto, ini lumayan sering, soalnya di hape saya penuh foto perjalanan kami berdua, kalau di hape dia penuh foto screen capture coding entah apa 😅

      By the way, itu teman mba Dev nggak kaget waktu telepon yang jawab Koko? Hahahahaha. Kalau teman saya telepon yang angkat si kesayangan mungkin langsung dimatikan teleponnya 😂

      Delete
    2. Iyaa Mba, aku biasanya jadi sekretaris dia yg ketikin balesan pesan. Jadi dia ngomong, aku ketik sesuai omongan dia. Cuma sesekali ajaa ga tiap waktu ðŸĪĢ biasanya kalo chat itu bales ke saudara ato teman.

      Biasanya dia angkat telfon kalo pas keluarga yg nelpon aku. Awal2 dia sebut namanya jadi biar ga kaget. Kalo temen yg nelfon, biasanya HP tsb langsung di kasih ke aku hhha..

      Delete
    3. Enak banget Kokonya mba Devina, hahahaha, tinggal berkata-kata dan mba yang ketikan ðŸĪĢ Saya kebetulan sama kayak Koko malas chat apalagi panjang. Lebih suka call biar bisa to the point bicara. Too bad, si kesayangan nggak bisa diminta ketik chat saya, mba 🙈

      That's sweet mba! Kompak selalu ya 😍💕

      Delete
  2. Saya sih berpendapat yang sama...
    Sebenarnya nggak papa buat ngasih tau password hape ke pasangan. Apalagi kalau udah jadi pasutri... biar kalau ada apa-apa enak :) Intinya saling percaya aja sih.. kan udh berkomitmen buat jadi pasangan jadi kenapa harus khawatir... :)) heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe, iya mas, biasanya kalau sudah saling percaya, mau dikasih password juga nggak minat utak-atik dan buka-buka handphone pasangan ðŸĪĢ

      Sebetulnya, meski nggak saling tukar password pun nggak masalah, tinggal kesepakatan bersama. Sebab ada satu sohibul saya yang nggak saling tukar password, dan memang nggak saling tanya atau meminta. Jadi yasudah dari awal pacaran sampai menikah dan punya anak, nggak pernah bahas persoalan password pasangan 😁

      Delete
  3. Smartphone, Password = Privasi, Kepercayaan

    Pertanyaan yang pelik Eno. Masing-masing pasangan akan memiliki landasan sendiri-sendiri untuk membenarkan keputusan yang mereka ambil, baik untuk memberi atau tidak memberi.

    Yang seperti ini tergantung sampai level mana tingkat privasi dan kepercayaan terhadap pasangannya.

    Seorang staf negara yang berurusan dengan rahasia kenegaraan, tidak seharusnya memberikan password ponselnya kepada istrinya. Hal itu bisa membuatnya gagal menjalankan tugas yang diembannya. Apalagi kalau istrinya orang yang tidak bisa menjaga rahasia, gemar bergosip. Seberapapun tingkat kepercayaan pasutri dalam hal ini, password menjadi sesuatu yang luar biasa istimewa dan tidak boleh diberikan kepada suami atau istrinya dengan segala resiko.

    Ponsel juga sangat berkaitan dengan cara pandang tentang "privasi". Banyak sekali pasutri yang memandang bahwa mereka harus tetap memiliki wilayah privasi yang terpisah, meski sudah hidup bersama. Penggunaan password adalah cara melindungi wilayah privasi tersebut.

    Tingkat kepercayaan terhadap istri atau suami pun sangat menentukan. Bagaimana kalau seorang suami tahu istrinya gemar bergosip kesana kemari? Ia tentu saja tidak ingin "rahasia" apapun yang ada di dalam ponselnya tersebar. Meskipun ia sangat menyayangi istrinya, pemberian password adalah justru cara yang baik untuk meredam kemungkinan "bahaya" bagi dirinya dan keluarga yang mungkin terjadi kalau apa yang tersimpan dalam ponselnya tersebar.

    Banyak sekali kemungkinannya Eno.

    Saya sendiri dan si Yayang di rumah bahkan tidak memberi password pada ponsel masing-masing. Kami bahkan sering saling melihat isi ponsel masing-masing. Tidak jarang dia yang mewakili saya menjawab pesan WA yang masuk, begitupun sebaliknya.

    Kami memutuskan untuk "terbuka" secara total dalam berbagai hal dan menggabungkan wilayah privasi kami menjadi satu, bukan dua. Bagi kami itulah kompromi ternyaman bagi kami berdua. Bagi kami, privasi pribadi "tidak ada" dalam suami istri, yang ada adalah privasi pasangan.

    Tapi.. apa yang kami lakukan sangat mungkin tidak bisa diterapkan pada orang lain karena perbedaan dalam banyak hal.

    Dalam hal Eno dan Kesayangan (sudah memutuskan OKAY kan?)

    Saya sendiri tidak begitu paham secara mendalam tentang bagaimana Eno dan si Kesayangan berinteraksi. Memang, dari berbagai tulisan yang pernah terbit, saya mendapatkan kesan ada kedekatan dan keterbukaan, tetapi itu hanya kesan. Tetapi, saya pikir, saya tidak punya data yang cukup tentang bagaimana Eno dan Kesayangan memandang privasi, kompromi tentang hal itu, data apa saja yang ada di ponsel (mengingat Eno juga business lady).

    Jadi, saya hanya akan bisa bilang , kalau ENO/Kesayangan bilang "OKAY", ya OKAY, kalau TIDAK, saya ikut TIDAK.

    Saya tidak bisa memberi saran. Begitu juga kepada pasangan yang lain, mereka lah yang harus menentukan sendiri apakah merasa memberitahukan password kepada pasangannya adalah jalan yang membawa kebaikan atau tidak.

    Setiap pasangan akan memiliki kebutuhan dan pola interaksi yang berbeda. Jadi, tidak bisa dipandang sama dan tidak cukup disimpulkan dengan "karena sudah suami istri, nggak masalah dong memberitahu password ponsel". Ada banyak faktor lain yang harus dipertimbangkan sebelum menentukan langkah.

    Hal itu harus diputuskan oleh pasangan yang bersangkutan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi pasangan itu sendiri.

    Itulah mengapa saya sebut pelik. Meski saya paham sekali tentang pandangan umum bahwa suami istri itu harus "terbuka" dalam segala hal, tetapi saya paham juga bahwa setiap pasangan tidak sama dengan pasangan lain.

    Jadi, saya tidak bisa memberikan jawaban apapun dalam hal ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wadaw lebih panjang komentarnya daripada tulisan post-nya ðŸĪĢ

      Hehehehehe, iya mas, semua balik lagi pada kesepakatan masing-masing pasangan 😁 That's why saya bilang okay dalam hubungan saya, belum tentu okay dengan hubungan teman-teman lainnya 😂 Karena in fact, ada kok yang nggak saling berbagi password, dan alasannya karena memang nggak penting dan nggak pernah ditanyakan atau dibahas, dan di luar sana, pasti ada pula yang beralasan seperti contoh yang mas Anton berikan 😆

      Saya pribadi nggak ada masalah keterbukaan soal password dan privacy lain termasuk pin ATM, kartu-kartu dan SDB ~ hihihi, sepertinya nggak ada privacy di antara kami berdua as far as I remember. Mungkin kalau jarang bahas iya, mostly related to pekerjaan karena dunia saya dan dia beda ðŸĪĢ Karena itu dia nggak pernah utak atik urusan business saya, and vice versa, saya nggak utak-atik urusan pekerjaan dia 😁

      Nonetheless, saya setuju, pada akhirnya pasangan itu sendiri yang bisa menentukan apa yang terbaik untuk mereka, dan mengambil kesepakatan bersama, sesuai keadaan personal. Yang penting jika dirasa perlu untuk dibahas ya dibahas jangan ditahan terus jadi penyakit pikiran 🙈 Wk. Eniho, thank you for the insight, mas 😍

      Delete
  4. *langsung minder ingin jawab setelah baca tulisan Kak Anton* wkwkwk ðŸĪĢðŸĪĢ

    Tapi kalau jawaban dariku, aku sama Si Prikitiew juga saling tahu password hp masing-masing dan jarang otak-atik hp pasangan soalnya isi hp kami ya cuma gitu-gitu aja, sama kayak Kak Eno dan Si Kesayangan deh 😂😂😂 mostly untuk gaming atau ngeblog jadi nggak ada juga yang perlu ditutupi kecuali kalau lagi mau ngasih surprise untuk doi, baru deh hpku sering aku umpetin biar nggak ketahuan kalau lagi rencanain sesuatu sama teman-teman ðŸĪĢ. Selain daripada itu, kami berdua juga okay aja hahahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahaha, jangan minder Lia, kan setiap pasangan punya kesepakatan berbeda. Mas Anton hanya kemukakan POV-nya 😁

      Nah, Lia tipenya sama kayak kakak berarti, mau dikasih password juga yasudah, jarang utak atik hape pasangan ðŸĪĢ Isi hape juga minimalis banget soalnya, hahahaha sampai kakak sendiri bosan lihatnya. Untung masih ada game untuk dimainkan dan blog list untuk dibaca 😍

      Ohiya, betul banget Li, kalau lagi buat surprise jangan sampai ketahuan. Nanti kejadian seperti mba Jane yang gagal mau kasih kejutan karena taruh hape sembarangan hahahaha *dijitak mba Jane* ðŸĪĢ

      Delete
  5. Kak Eno, aku baru sadar page translate ke bahasa lainnya udah nggak ada ya? Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak ada Li, yang Korea sudah dipindah ke server Naver Korea. Jadi khusus pembaca Korean nantinya. While yang English ditutup, soalnya kalau mau fokus urus blog ini, harus give up persoalan bahasa. Kecuali one day punya pegawai khusus untuk tulis versi Inggrisnya ðŸĪŠ

      Kakak sudah mulai keteteran sekarang jika harus kerjakan semua bahasa, sebab mulai banyak pekerjaan in real life, jadi agar blogging tetap balance, kakak putuskan fokus di pembaca Indonesia 😂

      Delete

  6. Saya setuju dengan pendapat mbak Eno untuk saling terbuka akan hal password selama sudah sah jadi suami istri karena agar tak ada rasa curiga diantara keduanya. Namun, kalau hubungan masih berstatus pacar sih ??? Saya rasa , tak penting dan harus ditolak jangan sampai password itu disalahgunakan olehnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe, iya mba Tari, tapi beberapa pasangan meski baru pacaran tetap ada yang saling tukar password phone, jadi memang kembali pada kesepakatan bersama. Yang terpenting mba Tari ikuti apa yang mba yakini terbaik untuk mba, dan dibicarakan baik-baik juga bersama pasangan 😁

      Delete
  7. Awalnya saya dan suami gak berbagi password handphone Mba. Karena kami juga sama gak terlalu berminat mengotak atik handphone pasangan, apalagi suami gak main medsos, hanya buat nelpon dan wa. Dan juga kalo pas lagi ada yg nelpon biasanya gak perlu password pas ngejawab telpon kayaknya, karena biasanya kalo ada yg telpn ke handphone saya, suami yg sering jawab, saya lagi di dapur. Begitu juga sebaliknya. Karena kami juga lebih suka ngobrol langsung dari pada di chat atau telpon.

    Tapiiiiiii.. karena pernah ada hal penting saya terpaksa membuka handphonenya, dan sekali tebak saya langsung tau passowordnya,
    😂😅

    Dan lalu ketika handphone saya dipake buat tugas sekolah Si Kakak dan maen game adik2nya, dimana pas saya lagi riweuh2nya di dapur dan suami yang terpaksa menghandle handphone, akhirnya saya dan suami saling memberi password.

    Tapi yang terpentingnya adalah, karena suami yang bertipe "mendem", kalo ada apa-apa suka disimpen sendiri, dan suka gak mau nyusahin bininya, akhirnya password handphonenya pun diberdayakan. Kalo gak gitu, saya gak bakal tau lebih cepat, masalah apa yang sedang dihadapin suami, biar saya gak suudzon dan tau bagaimana harus bertindak sebagai pasangan. (dan itu bukan hal yang illegal juga kan yah). 😅

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti passwordnya gampang banget ya mba, sekali tebak langsung kebuka ðŸĪĢ Password saya dan si kesayangan a bit complicated, bahkan butuh beberapa kali salah untuk akhirnya bisa ingat 😂

      Memang paling nyaman saling tukaran password dalam hubungan mba Rini dan pasangan sepertinya, apalagi hape mba untuk sekolah anak-anak dan main game, daripada setiap butuh buka hape, mba yang lagi di dapur dipanggil terus-terusan 🙈

      Iya dong mba, itu bukan hal ilegal, selama pasangan mba Rini nggak mempermasalahkannya, dan tujuannya untuk kebaikan bersama, why not, kan? 😁 Eniho, thanks for sharing your insight, mba 😍

      Delete
  8. Aku juga termasuk yang okay okay aja untuk saling tau password satu sama lain. Toh memang gak ada yang disembunyikan juga kan. Tapi tetap menghargai privasi pasangan aja, gak harus cek-cek pesan atau apapun juga karena ya itu kan udah ranah pribadi.

    Buatku share password itu mungkin untuk alasan emergency aja sih. Supaya kalo ada apa2 bisa buka hp nya dengan cepat tanpa harus tunggu2 tanya password lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasanya kalau sudah tau, jadi malas mau cek-cek ya mba 😂 Dan setuju, saling menghargai privasi satu sama lain, meski pasangan sah sekalipun 😁

      Nah, persoalan emergency ini juga penting menurut saya mba 😆

      Delete
  9. kalo aku, segala macam proteksi kupasang. password di ponsel plus buka kunci sidik jari. tentu saja istri tahu password ponsel dan beberapa akun penting. sementara istri, ponselnya ngga dikasih password. alasannya: kalo dia kenapa-kenapa dan orang akan menolongnya akan sulit untuk menghubungi kerabat jika ponselnya terkunci. di satu sisi benar juga argumennya, tapi di sisi lain terlalu naif juga percaya gitu aja.

    untungnya di ponsel, tetap bisa memasukkan kontak kerabat sebagai nomor panggilan darurat, yang bisa diakses tanpa harus membuka kunci, dan akses hanya terbatas ke nomor yang terpasang di situ. cuma lag-lagi istri ngga pake karena "repot harus buka-buka kunci".. 😔

    kami juga meski punya akses ke masing-masing ponsel, ngga pernah untuk mengintip atau membuka dalamannya karena tau ada ranah privasi. kalo pun mau membuka atau pinjam, selalu bilang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuaaah, justru nggak dikunci sama sekali ya? ðŸ˜ē Saya pribadi sebetulnya ingin banget nggak kunci handphone, tapi entah kenapa handphone saya kalau nggak dikunci suka kebuka sendiri entah karena kegesek barang di tas atau apa hahahahaha. Jadi pernah dulu awal-awal nggak pakai kunci, handphone saya suka kadang nggak sengaja call teman 😂

      Since then, meski agak repot, saya tetap pakai kunci biar meski kegesek barang di dalam tas, atau nggak sengaja kepencet, kedudukan, etc, nggak bakal sampai call orang lain hahahaha, bahaya soalnya 🙈

      Setuju mas, kalau mau pinjam yang penting bilang 😆

      Delete
  10. Saling tahu password? smartphone kami sendiri security-nya cuma pattern aja, jd saling tahu aja, tapi mirip kak Eno, jarang juga ngoprek hape-nya doi, begitupun sebaliknya, tahu pattern masing-masing hape biar bisa buka jikalau suatu saat ada kedaruratan buka hape pasangan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe, yang penting tau sama tau ya, Dy 😁 Biar kalau ada apa-apa jadi mudah, incase terjadi hal yang nggak diinginkan, biar gampang connectnya 😆

      Thanks for sharing, Ady 😍

      Delete
  11. 500 chat a day... Alangkah banyak sekali itu hahaha

    Isi nya ngobrolin apa aja emang mbak hahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Isinya pernah saya tulis di post bestfriends, mas 😂 By the way, 500 nggak banyak, hahahahaha, karena ada 5 orang, anggap saja average-nya 100 / orang jadi masih terhitung normal ðŸĪŠ

      Delete
  12. Kalau baca dari komentar manteman, kebanyakan sama-sama tahu password pasangan dan nggak sengaja kepoin isi hape pasangannya yaa 😆

    Aku juga sama dengan Mba Eno. Malah password hape suami dan aku tuh sama lho bahahaha tapi kami nggak pernah sengaja minjem hape satu dan lainnya untuk kebutuhan pribadi. Suami malah kadang-kadang suka minta aku balesin chat-nya ke orang lain, sama seperti Mas Anton gitu. Jadi so far kami berdua kami nggak pernah punya masalah privasi dengan hape pribadi, karena emang nggak punya rahasia apa-apa sih. Kecuali kalau aku lagi browsing fanpage idol, nah itu kalau buka di depan suami, bisa ngoceh-ngoceh dia ðŸĪĢ katanya, "apaan sih kamu? liat foto cowok lain pas lagi nggak ada aku aja" AHAHAHA ðŸĪĢ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ada yang nggak sengaja, mba 😆 Wk.

      Memang paling asik kalau saling terbuka, dan nggak saling merahasiakan sesuatu kecuali persoalan surprise ya, mba 😍 Beuuuh ternyata pasangan mba Jane masih panasan padahal mba Jane sudah fangirling sejak bertahun-tahun lamanya ðŸĪĢ

      Pasti pasangan mba Jane hanya bisa geleng-geleng kepala setiap kali mba Jane lihat video BTS di rumah hahahahaha, kocak membayangkannya 😂

      Delete
  13. Waduh aku bingung menjawab pertanyaan ini karena udah lama banget kayaknya sejak terakhir punya pacar 😂

    Tapi aku sendiri tipe orang yang ga suka hapeku diotak-atik orang lain. Dulu pernah berantem sama teman karena dia buka2 chat aku, dan dia marah karena menurutnya aku lebay karena katanya "apaan emangnya yang harus dirahasiakan" wkwkwk.. Tapi jujur aja walaupun ga ada rahasia apa-apa aku tetap sangat ga nyaman kalau hapeku diotak-atik orang lain 😂

    Tapi ga tau sih gimana nantinya kalau sama pasangan wkwk dulu cowok terakhir yang dekat sama aku juga setipe ga suka otak-atik hape orang lain, mungkin aku butuh yang begini lagi 😂

    Tapi ku setuju dengan yang Mas Anton bilang, hal ini tergantung ke setiap pasangan itu masing-masing. Mungkin tiap orang beda-beda dalam menghadapi pertukaran password hape ini hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wew, kalau teman memang sangat nggak nyaman mba, saya pun paling nggak mau kalau hape saya diotak-atik teman even sohibul atau bahkan orang tua hahahahahaha. Jadi hanya ke pasangan saja okenya ðŸĪĢ

      Malas banget kalau sampai teman kita utak-atik hape kita, nggak kebayang betenya saya jika hal itu terjadi pada saya, mungkin saya akan hilang respect ke teman saya. Thankfully, kami belum pernah saling iseng buka-buka hape each other hehehehe 😁

      Iya mba, semua balik lagi ke kesepakatan bersama, semisal mba Eya lebih nyaman nggak share dan kebetulan pasangan mba Eya kelak juga nggak masalah, then go for it 😍 Yang terpenting semua dibicarakan hihihi. Eniho, thanks for sharing your insight, mba 💕

      Delete
  14. Saya ngga begitu tau jika dengan pasangan, tapi password hape saya ada dua macam. Password utama dan password untuk beberapa aplikasi yang sifatnya privasi dan personal.

    Saya juga ngga gitu gitu tau fungsi password utama pada lockscreen, karena saat menemukan fitur password app saya malas ngutak-ngatik untuk set password utama. Lagian, ini sudah jadi kebiasaan juga. Kalau malas isi password, sudah ada fitur fingerprint.

    Saya hanya memberi password kepada beberapa teman dekat. Itupun karena keadaan terdesak juga 😅. Misalnya, kita lagi main kartu remi, teman saya selalu mau cari lagu untuk diputar lewat Spotify saya. Jadi kadang malas untuk bukain, saya kasih saja passwordnya 😅

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau saya password lockscreen itu membantu banget biar saat goyang handphone nggak mendadak kebuka dan call orang ðŸĪĢ hahaha. Ini pernah kejadian soalnya. Bahaya banget kalau sedang bahas suatu hal namun ternyata tanpa sadar telepon orang dan orang itu dengar 🙈

      Nah iya, bisa pakai fingerprint atau face scan hahahahaha, tapi password tetap important untuk saya. Menjaga hal yang nggak diinginkan 😂

      Delete
    2. Akhirnya, saya punya jawaban kalau ditanya,"kenapa hapemu pake dikunci?" 😅

      Iya juga yah, saya pernah iseng buka password teman pake sidik jarinya pas tidur. Karena orangnya kalo tidur susah dibangunin, jadi dia ngga tau kalo hapenya pernah diam-diam kami buka pake jarinya. Ha ha ha. Jahat juga sebenarnya.

      Delete
    3. Hahahaha, itu salah satu yang dikawatirkan, ada yang iseng doing something saat saya sedang tidur, bisa bahaya, kan ðŸĪĢ That's why password dibutuhkan, karena password ini levelnya sudah paling susah 😂

      Delete
    4. Saya pernah liat salah satu video, beberapa orang teman membuka hape seorang teman yang lagi tidur kemudian sama mereka dijadikan live IG dengan muka teman mereka sendiri yang lagi tidur. Jadi seakan-akan, yang punya IG ini pura-pura tidur sambil live 😂

      Delete
    5. OMG jahat bangettt, tega deh temannya. Kalau mengigo bagaimana ðŸĪĢ

      Delete
  15. tadi sebelum baca, scroll cepet kebawah, aku kira tulisan pak anton adalah artikelnya hahaha. ternyata salah
    aku selama ini nggak pernah nanya password, hapeku sendiri nggak ada passwordnya.
    kalau menurut aku sendiri, selama percaya sama pasangan, nggak ada salahnya untuk beberapa pasangan untuk terbuka soal password. Orang jaman sekarang pinter pinter mbak, ini aku ambil contoh dilingkunganku aja hehehe, si cowok biasalah hobi gombal kesana kemari via chat, sebelum sampe rumah, dia hapusin dulu jejak jejak di hapenya.
    ada lagi temen cowok, dia hapusin tuh chat chat, ehhh temenku cowok ini ga mahir, medianya ga dihapusin, istrinya lebih pinter cara buka history, ketauanlah xixixixi

    sebenernya hape pribadi pengen aku kasih password, karena aku termasuk ceroboh naruh hape juga, takutnya pas ilang, data data yang penting jadi ketahuan orang asing. bahaya juga. tapi sampe sekarang malah belum di password

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya tulisan mas Anton lebih panjang daripada tulisan saya, mba ðŸĪĢ

      Nah, tuh contoh sesuai fakta, memang banyak yang begitu sepertinya 🙈 hehehehe. Tapi keterlaluan sih kalau sampai seniat itu menyakiti pasangan. Semoga segera berhenti atau minimal break dulu sebelum tebar pesona ke yang lainnya 😅

      Kalau mas Ainun malas pakai password, bisa pasang fingerprint mba 😍

      Delete
  16. Tooos, aku n suami juga okay ðŸĪĢðŸĪĢ
    Dari dulu pas masih pacaran password sosmed dan pin atm, skrng pas udah nikah semuanya juga saling tahu. Hehehe.. sebenernya juga suami biar praktis juga, jd saat butuh bisa minta tolong satu sama lain krna udah saling tahu password. 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe toss mba ðŸĪĢ

      Benar, jadi lebih praktis kalau butuh bantuan, dan kalau ada apa-apa biar nggak bingung duluan 🙈 Sebenarnya, selama saling percaya dan tentunya saling jaga kepercayaan, nggak akan ada masalah 😁

      Delete
  17. OMG ini mirip dengan topik tulisan saya yang bakal tayang Jumat besok di Marriage, udah ada sejak minggu lalu di schedulle hahahaha.

    Kalau saya iyes dong.
    Suami istri seharusnya nggak masalah berbagi password.
    Bahkan pin ATM saya sekalipun, baik paksu bahkan si kakak tahu *lah kok malah bahas pin ATM hahahaha.

    Enggak, maksud saya, bukan masalah sih kasih password ke pasangan, karena saya merasa nggak pernah nyimpan sebuah rahasia di medsos atau apapun itu.

    Akan tetapi, paksu yang sering gonta ganti pasword, awalnya saya berpikiran positif, mungkin dia lupa.
    Tapi lama-lama kok ya jadi something happen.
    Dan lama-lama lagi, saya akhirnya memang menyadari, tak mengapa tahu password, tapi sebaiknya jangan suka kepoin privasi pasangan.

    Bukannya apa-apa, kadang bahkan sering, hal yang menurut kita it's OK, ternyata nggak OK banget buat pasangan.

    Kayak saya yang pede banget bilang nggak masalah pasangan tahu pasword saya bahkan ngecek privasi saya, tapi baru aja sekali ngecek, seorang sahabat saya sukses kena semprot paksu, wakakakakakaka.

    Padahal ya menurut saya, sahabat saya itu nggak ngapa-ngapain, tapi beda lagi perasaan pasangan :D

    Jadi kesimpulannya, it's OK tau password pasangan, tapi jangan kepo deh, biar aman :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah nggak sabar baca tulisan mba Rey soal password yang pastinya akan lebih deep bahasannya 😍 Hehehehehe. Iya betul mba Rey, nggak apa-apa banget kalau kita ingin saling tau password satu sama lain, tapi sebisa mungkin tetap hormati privacy masing-masing 😁

      Kasihan banget sahabat mba Rey jadi kena semprot pasangan mba Rey ðŸĪĢ Padahal sahabatnya mba nggak melakukan apa-apa, tapi memang kita nggak pernah tau apa yang pasangan kita pikirkan, jadi sudah sebaiknya kita selalu jaga sikap, agar nggak menyakiti satu sama lainnya 😆

      Thank you for the insight, mba 😍

      Delete
  18. Sama mba, aku dan pasangan saling tau pasword masing2. Even saling masukin finger print supaya LBH gampang :D. Aku sih percaya Ama dia, dan dia harusnya juga percaya, mengingat aku di rumah Mulu cuma membaca dan menulis hahahahahaha. Tujuan kami saling ksh tau pasword , bahkan save masing2 fingerprint, sbnrnya LBH untuk jaga2, misalnyaaaa amit2 ada kejadian di aku ato suami, kami gampang tuh ngurus semuanya. Misalnya soal rekening. Tinggal pindahin ajalah ke rek pasangan . Krn sebagai bekas orang bank, jika si nasabah meninggal, urusan klaim rekeningnya bakal ribet dan banyaaaaaaak stepnya :p. Pake urusan ke notaris segala. Jd drpd ribet, udah kita permudah aja dari awal :D. Terlalu jauh memang aku berfikir hihihi... Krn aku tipe yg males urusin masalah legal begini. Suami juga tau , lah wong dia org bank juga, makanya dia bikin exception untuk kami berdua :D.

    Kalo ttg isi hp mah, halaaah aku aja males baca wa si suamik, isinya kerjaan semua :p.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihihi, betul banget mba, salah satu poin positif dari saling tau password dan bahkan saling tukar fingerprint atau face scan itu agar jika terjadi sesuatu diantara kita dan pasangan, bisa langsung diantisipasi, termasuk persoalan bank *ini benar banget* 😂

      Karena itu, saya dan pasangan saling tau pin rekening sampai password ibanking masing-masing, jadi nggak perlu repot nantinya 😁 hehehehe. Semoga bisa jadi pertimbangan teman kita yang bertanya. Terima kasih sudah berbagi pendapat, mba 😍

      Delete