Yesterday | CREAMENO

Pages

Yesterday

"Mba, ada kiriman paket di PO BOX." ucap mba gue saat gue sedang asik baca. "Dari siapa, mba?" dan mba gue langsung menunjukkan namanya. "Dari Rivai, mba." -- gue bergegas menoleh, "Hah? Rivai? Rivai siapa?" gue nggak merasa punya circle in real life bernama Rivai, kemudian saat gue lihat nama di bungkusnya, tertulis Rivai H. which is mengingatkan gue akan teman blogger yang akrab disapa mas Rivai. Dengan ragu gue minta mba gue buka sambil berkata, "Hati-hati bukanya mba, mana tau itu paket kesasar jadi bisa kita bungkus ulang." 😂 hahahaha.

Letter from mas Rivai 😍

Teh (taste gewd) 😆

Setelah dibuka, gue jadi yakin itu dari mas Rivai karena surat yang terselip di dalamnya. Huaaaaa! 😍 Ternyata mas Rivai kirimkan gue makanan khas Semarang, berisi Moaci, ikan bandeng tulang lunak dan teh organik siap seduh produksi teman baik mas Rivai yang wanginya enak. Gue sama si kesayangan buru-buru duduk manis hadap meja dimana makanan kiriman mas Rivai berada ~ Jam menunjukkan pukul tujuh malam, gue sama si kesayangan saling adu pandangan. "Hoon, this Moaci looks delicious." kata si kesayangan yang gue balas dengan anggukan 😆

Tapi saat itu, kami belum berani memegangnya, karena belum difoto hahaha. Gue biasanya setiap terima hadiah akan gue foto sebagai kenang-kenangan, tapi kalau hadiahnya baru sampai malam, maka akan disimpan untuk esok harinya. However, entah kenapa saat itu, Moaci hadiah mas Rivai terus memanggil kami dan si kesayangan yang sangat ingin makan langsung membuka kotaknya ~ Gue mendelik, "Hon, don't break it!" yang dijawab dengan, "Don't worry." ðŸĪĢ Dramak abiz!

Moaci (tengahnya doang) ðŸĪĢ

Si kesayangan bilang, "Bagaimana kalau kita makan sisi kiri dan kanan? Yang tengah jangan, jadi besok saat difoto, yang tengah kelihatan." 😂😂 Wk. IDE CEMERLANG! Gue langsung mengangguk keras, tanda setuju dengan idenya dan pelan-pelan, kami ambil Moaci yang berada di sisi kiri dan kanan, lalu kami makan penuh semangat. Beuuh rasanya enak, mirip onde-onde tapi isinya bukan kacang ijo melainkan entah apa, selai kacang kali, ya *nanti tanya mas Rivai, gue nggak paham* 🙈

Long story short, dalam hitungan menit, kami sukses habiskan sisi kiri dan kanan Moaci dari mas Rivai, nggak lupa berdecak kagum karena enak ðŸĪĪ While mba gue langsung simpan ikan bandeng agar bisa dinikmati keesokan harinya. By the way, dalam satu kotak ikan bandeng yang mas Rivai kirimkan, terdapat empat ikan berukuran besaaaaarrrrrrr! Jadi ikan tersebut gue bagi-bagi ke para mba gue, dan bahkan masih berlebih sehingga sama mba gue dibagi lagi ke nenek tua yang tinggal di samping rumah temannya, karena nenek tua itu sebatang kara. Nenek senang menerima ikan bandeng kiriman dari mas Rivai, dan kami semua ikut senang dibuatnya 😍

Ikan bandeng tulang lunak 😋

Untuk rasa ikan bandengnya juarak, karena gue jaraaang makan ikan bandeng (apa ikan bandeng tulang lunak adalah oleh-oleh khas Semarang?), jadi gue cukup kaget dengan rasanya. Hahahaa. Si kesayangan doyan banget, dia monster ikan soalnya, sebelas dua belas sama gue si monster ayam ðŸĪĢ Ikan yang mas Rivai kirimkan ini sudah satu set dengan sambal cocolan, again gue nggak tau sambal apa tapi rasanya mantap! 🙈 Ohya, si kesayangan bertugas pisah ikan jadi potongan kecil karena dia jago makan ikan pakai sumpit, sedangkan gue bagian makan dengan lahap ðŸĪŠ

🐰🐰🐰

To mas Rivai, terima kasih hadiahnya. Me and my man serta para mba dan nenek samping rumah temannya mba really happy~! ðŸĨģ Terima kasih sudah memikirkan saya, hadiah ini membuat saya terharu because I realize, I have so many good friends around me 💕 Semoga rizki mas Rivai bisa mengalir lancar dan semoga mas Rivai selalu diberkahi sehat dan bahagia 😆 Once again, terima kasih mas Rivai, tertanda saya yang menulis post ini sambil menyeruput teh organik 😍

Teman-teman ada yang suka Moaci dan ikan bandeng tulang lunak?

56 comments:

  1. Aku yang di semarang kepikiran bakal sampai di bali dengan baik-baik saja ga yaa. Hampir tiap hari tracing kiriman, memastikan semuanya bisa sampai tepat waktu...hahahhaa
    Syukurnya bisa sampai dengan baik-baik saja. Dan mbak eno dan keluarga juga suka dengan kirimannya. hahhahaha :D

    Isi kue moaci itu kacang, dan diluarnya itu wijen. Keluarga saya juga sangat suka kue moaci mbak eno. Apalagi bandengnya. ikan Bandeng duri lunak dan moaci memang jadi oleh-oleh khas semarang. Tentu saja selain lumpia. Aku belum tahu lumpia bisa kuat seberapa lama dalam pengiriman, apalagi pengiriman ke bali..hehhehehe
    kapan-kapan kalau mau titip beliin bandeng boleh banget mbak eno...hahahhaa

    Duh, aku jadi malu tulisan tanganku dipajang di blognya mbak eno. Ketahuan kalimat-kalimat yang aku tulis di surat...hahhahaha
    Jadi awalnya bingung mau nulis apa. eh, ternyata tulisan itu yang keluar...hahhahaa

    Terima kasih mbak eno.
    Kapan-kapan lagi yaa mbak eno...hahhaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank God, kiriman mas Rivai sampai dalam keadaan baik-baik saja, nggak ada yang rusak even packagingnya semua masih aman 😂

      Oalah, betul feeling saya, isinya kalau nggak kacang ya selai kacang, pokoknya ada material kacangnya, which is so gewwwwd mas 😍 hehehe. Kalau Lumpia kayaknya susah, kecuali masih dalam bentuk frozen kali, ya? Macam risoles frozen 😆

      Once again thank you mas, for the gifts and the sweet letter 😍

      Delete
  2. Ttd mas rivai bagus banget.... astetik.. 😃
    Duh moaci sama bandeng juwana Semarang emnk juara sih mba.. makanan wajib tiap saya pergi semarang plus lumpia semarang gang lombok...
    Endesss buuuaanget.. 😋

    Harusnya mereka buka cabang di luar Kota.. hahaha
    Biar orang yg udh terlanjur jatuh cinta sama Kota Semarang kaya saya bisa ngerasain tiap hari.. hahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mas pikirannya dengan saya saat lihat tanda tangan mas Rivai langsung salfok, hahahaha. Estetis abiz 😂 By the way, mas Bayu sempat stay di Semarang, ya? Saya lupa, tapi kayaknya iya, kemarin yang cerita naik gunung itu dari Semarang, kan? 🙈 *mencoba ingat*

      Sama mas, berharap banget Lumpia, Moaci dan ikan Bandeng ada dijual di luar kota . Tapi kalau begitu nanti nggak jadi oleh-oleh khas Semarang lagi dong, mas ðŸĪĢ

      Delete
  3. Aku! Aku! Aku! Suka mochiiii 😍
    Meskipun aku belum pernah makan mochi asli yang dari Jepang, tapi mochi-mochi yang pernah aku makan selalu aku suka ❤️ . Mochi pertama yang aku suka adalah mochi yang biasa dijual di jalanan Puncak yang packagingnya anyaman itu 😍 rasanya kalau ke Puncak tapi nggak beli mochi tuh kurang lengkap rssanya wkwkwk.

    That's why aku suka Klepon karena teksturnya mirip mochii 😍😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaha kakak ugha suka Mochi Liii, tapi yang ini namanya Moaci (awalnya kakak sama kayak Lia, mengira itu Mochi) 😂 Dan Moaci ini lebih mirip Onde-onde yang bulat bertabur wijen dengan isi kacang ijo, Liiiii. Pernah coba nggak? 😍

      Eniho, betuuuul bingits, Mochi agak mirip sama Klepon, rasanya kenyal-kenyal endeuuus ðŸĪĪ Haduuuh jadi ingin makan Klepon sekarang. Wk. Liaaaa siiih bawa-bawa Klepon ðŸĪŠ

      Delete
    2. Percayalah Lia, Mochi khas Subang masih lebih endul dibanding mochi Jepang...Hahaha Eh tapi ichigo daifuku sih juarak juga siiih...Mungkin uenak karena harga satunya 500 yen which is mehooong buatku hehehe

      Moaci mirip kue bola Onde yak...Tapi aku ga gitu suka 😆 Mungkin karena aku ga suka kacang kali yakkk.. Jadi ya biasa aja gituu buatku

      Delete
    3. Astaagaa, aku pikir Moaci dan Mochi ini sama ðŸĪĢðŸĪĢ. Aku belum pernah makan onde-onde utuh dan termasuk jarang makan, tapi kalau makan onde-onde selalu kulitnya aja ðŸĪĢðŸĪĢ. Kurang lebih aku bisa kebayang rasanya sih ðŸĪ­

      HAHAHAHA maaf ya, Kak ðŸĪĢ. Tadi aku juga jadi ngidam klepon dong tapi abangnya nggak buka hari ini 😭😭😭


      @Ci Frisca: aku penasaran lho dengan daifukuuu! Belum pernah makan 😂😂😂

      Delete
    4. Iya mba Frisca, mirip Onde 😆

      Delete
    5. Awalnya kakak berpikir kayak Lia, hahaha, namun ternyata beda 😂 Kakak pun jarang makan Onde, apalagi di Bali susah cari yang jual ðŸĪŠ

      Wah sayang banget abangnya nggak jual *puk puk Lia* -- Untung kakak ada mba di rumah yang bisa masak Klepon, jadi bisa makan hahaha 😜 *Lia kualat sudah buat kakak mau makan Klepon kemarin malam* Wk.

      Delete
  4. Akuuu juga suka banget ituuu ikan bandeng tulang lunak, dulu pernah beberapa kali dikirim sama sepupu yang di Semarang. Ikannya besar-besar dan enaaak dan tentunya enggak perlu ribet makannya karena durinya udah lunak hehehe...

    Moaci itu apakah sejenis sama Mochi? Aku belum pernah makan moaci khas Semarang, tapi kalau mochi khas Puncak yang dibeli pas lagi terjebak macet sering 😂😂 *lirik komenan Lia di atas wkwkwk*

    Btw ngakak banget itu cara makan Moaci biar tetap masih bisa difoto wkwkwk... Kebayang Mba Eno mendelik galak pas Mas Kesayangan mau buka bungkusnya 😂😂😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seriously, enak banget makan ikan tanpa harus ribet sama tulangnya ya, mba 😂 Dan iyaaa mba, kaget lihat size ikannya, besar-besar bangettt 😆

      Moaci rasanya lebih mirip Onde-onde mba, yang bulat bertabur wijen dengan isian kacang ijo 😁 Agak beda jauh dari Klepon, tapi namanya miriiiip, sempat saya baca Mochi awalnya hahahaha 😂

      Dilema banget kemarin itu, antara mau langsung makan atau tunggu foto besokannya, sampai akhirnya diakali agar tetap bisa makan, mba ðŸĪĢ Si kesayangan berusaha hati-hati saat ambil sisi kiri kanannya, which is not that hard. Thankfully, kami jadi bisa makan langsung malam itu juga 😝

      Delete
    2. Kak Eya! Toss dulu atuh 😝

      Delete
    3. ðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢ

      Delete
  5. #salfok... ðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢ

    Bukan liatin mochi dan ikan bandeng.

    Merhatiin backgroundnya. Monstera dan kalau diperhatikan, banyak foto yang Eno buat memakai latar belakang si Monstera.

    Tonenya seperti biasa memakai dark tone..

    Tangan yang dipakai ada beberapa kayaknya..hahaha ada cowok ada cewek..

    Tangan yang pegang bandeng, mungkin tangan si mbak yah?

    Foto kedua kayaknya "shadow"nya agak over Eno..😂😂 telapak tangan jadi merah..

    Sepertinya mas Vay orang yang rapih, halus, tapi tegas kalau lihat dari tulisannya ðŸĪ”ðŸĪ”

    🏃🏃🏃 😂😂😂

    Maaf salfok sayah...

    Supaya nggak terlalu out of topic, mochinya kelihatannya enak ðŸĪ­ðŸĪ­ðŸĪ­

    🏃🏃🏃🏃

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya foto apapun cuma di sekitaran Monstera alias si Janda Bolong itu mas hahahaha. Nggak pernah di area lain, soalnya perjanjian sama si kesayangan untuk nggak tunjukkan rumah sebab masuk ranah privacy. Makanya semua yang mau difoto akan digotong ke sana ðŸĪĢ

      Kalau tone, sama semua mas, soalnya malas edit jadi cuma pakai filter yang sudah saya setting dan save biar tinggal sekali klik, hahaha ðŸĪŠ Kalau nggak begitu, nggak update update nanti karena terlalu malas 🙈 Wk.

      Dong denggg, tebakan mas Anton salah 😜 Itu semua tangan si kesayangan, nggak ada tangan mba, cuma memang pengaruh tone jadi beda warnanya. Hahahaha. Biasa kalau yang difoto packagingnya cerah entah kenapa background sekitarnya jadi gelap mas 😆 Berhubung saya nggak jago setting kamera, jadi jepret auto dan hasilnya demikian 😂

      Mas Anton bisa baca gaya tulisan? 😍 Cool! Hahaha, sepertinya iya, mas Rivai dilihat dari komentarnya pun terkesan halus orangnya 😁 Pssst, Moacinya betulan enak, mas 😋💕

      Delete
    2. Hahahahah.. itu tangan kesayangan semua? Berarti tangannya halus.. wakakakaka

      Ga bisa baca Eno, cuma malem memang lagi iseng maen tebak-tebakan ajah.. makanya salfok coba nebak-nebak...:-D :-D belajar jadi paranormal, biar bisa nanti alih profesi.. wakakakaka

      Delete
    3. Iya itu tangan dia semua, tangannya memang halus banget, pengaruh gen negeri gingseng kayaknya, mas ðŸĪĢ

      Oalah saya kira bisa baca betulan, kan ada tuh mas profesi baca gaya tulisan. Lupa nama profesinya apa 🙈 Wk.

      Delete
    4. Janda Bolong memang lagi populer. Mama saya sampai nyari juga tuh 😅

      Delete
    5. Mahal kalau belinya sekarang mas, better tunggu nggak musimnya ðŸĪĢ

      Delete
  6. itu ikan bandeng terkenal kak Eno di Semarang. Tiap ke Semarang, aku ga lupa buat beli tu ikan bandeng. Selaen tulangnya sudah super lunak jadi kaga capek misahin tulangnya yang tipis-tipis ituu kek bulu, rasanya juga uenaaaak tenan!!!

    BTW ttd kak Rivai bagus banget!!! Aku suka minder sama tandatanganku sendiri 😅 Maklum pas bikin TTD kan masih SMA, ababil (abege labil) gituuu... Terus mao ganti ttd ga bisa karena uda ada di ijazah...Jadilah hingga kini ttdnya...ya gitu deeh hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbaaa, rasanya enakkk banget, dan betul, tulangnya kayak bulu, nggak berasa sama sekali waktu dimakan. Biasa saya paling takut sama tulang soalnya ðŸĪĢ

      Lha kita sama mba, tanda tangan saya pun nggak secantik mas Rivai hahahaha, punya mas Rivai terlalu estetis. Kalau saya minimalis 😂

      Delete
    2. iya kalo makan bandeng ini, ga takut lagi sama tulang tipisnya.. Soalnya empuukk dan ga bikin nyangkut di tenggorokan hehee

      Kalo kak Eno minimalis, ttdku alay kak 😅 Makanya suka malu kalo disuruh ttd dokumen legal gituuuu... Uda mana kerjaanku nyangkut2 legal gitu kan yang butuh ttd. 😖 Jadi suka gimanaaaa gitu tiap ttd haha

      Delete
    3. Mba Frisca pernah ketulangan, ya? Saya pernah soalnya, traumatis abis makanya nggak berani makan ikan bertulang kecuali sudah difillet ikannya. That's why suka dengan Bandeng ini hahahaha ðŸĪĢ Mantap!

      Walaaah~ sama kita mba, sering berurusan sama tanda tangan. Tapi saya sudah kebal sekarang, nggak malu lagi lihat tanda tangan saya. Mungkin sudah masuk fase menerima kenyataan ðŸĪŠ Semoga mba Frisca juga, hahahahahaha 😂

      Delete
    4. Pernah kak!! 😰 Rasanya kaga enak bangeettt
      Tulang nancep di gusi juga pernah hahaha
      Tapi ga trauma sih... Cuma jadi lebih hati-hati aja kalo makan ikan hehe

      iya mungkin nanti akan ada fase saat aku menerima ttdku hehehe

      Delete
    5. Di gusiiii nggak enak bangetttt, duh pernah sekali, rasanya nyut-nyutan sepanjang hari, sampai berdarah hahahahaha ðŸĪĢ KZL fyuuuh ~

      Amiiiin, semangat tebar tanda tangan, mba 😂

      Delete
  7. Aku aku aku, aku suka banget bandeng juwana, Mbak Eno. Rasanya emang juwaraakkk. Duh jadi kangen Semarang deh, kangen kulinerannya :)

    btw salfok sama tanda tangannya Mas Rivai, tjakep betul. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya ketinggalan bangettt kayaknya, baru ini coba bandeng Juwana. Dulu pernah sih makan ikan bandeng tulang lunak, tapi nggak ingat brandnya, mba ðŸĪĢ

      Tanda tangannya sudah cocok buat ditaruh di uang 😆

      Delete
  8. Kadang emang suka bingung ketika nama pengirimnya kurang kita kenal, apalagi kan enggak habis pesan barang, kok tiba-tiba ada yang kirim. Eh, ternyata salah seorang kawan bloger. Asyik sekali. XD

    Saya paling malas makan ikan bandeng tentu karena banyak durinya. Tapi kalau yang udah dipresto, saya mah masih mau. Ahaha. Tulang lunak tuh sejenis presto juga kan, ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas Yoga, perasaan nggak pesan barang, kok tiba-tiba ada kiriman 😂 Mana namanya serasa kenal nggak kenal. Untungnya ingat ada teman blogger namanya sama, meski ragu jadinya nekat dibuka 🙈 Happy ternyata sesuai dugaan hihihihi 💕

      Betul mas, tulang lunak sejenis presto, jadi tulangnya selembut bulu dan bisa dimakan 😍 Nggak pusing lagi harus memisahkan satu persatu tulangnya ðŸĪĢ

      Delete
  9. Kalau bukan circle yang kita temui langsung emang gitu g sih Kak, jadi lupa-lupa ingat. Btw, aku pun suka linglung sama namaku sendiri. Karena panggilanku Pipit, jadi pas ada yang manggil Ira, nggak nggeh. Kalau temen-temen yang baru kenal aku terus g tau nama lengkapku, kebanyakan bingung juga XD

    Mochi yang dikirimin Mas Rivai itu enaak!!
    Pas ke Semarang iseng beli itu Kak, soalnya yang aku tau, mochi yang bungkusnya warna merah. Nah pas sampai rumah, aku buru-buru coba, uenaaakke puol!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya biasanya hapal nama-nama teman, sohibul, partners sampai clients dan keluarga 🙈 Cuma memang in real life, nggak ada yang namanya Rivai. Makanya kaget waktu dapat paketan dengan nama pengirim Rivai, which is langsung mengingatkan saya ke mas Rivai teman blogger dan ternyata dugaan saya benar ðŸĪĢ

      Iya mba, biasanya kalau punya nama panggilan banyak, seperti mba Pipit yang panggilan kecil sama panggilan sekolahnya beda, kadang bisa jadi oleng dan nggak ingat 😆 Tapi seruuu lho, karena namanya jadi spesial untuk teman-teman yang memanggil mba 😍

      Eniho, Moaci itu memang sering disebut Mochi ya mba kalau di Semarang? Saya awalnya mengira Mochi ugha, hahahaha, dan saya baru sadar namanya Moaci setelah lihat ulang foto bungkusnya ðŸĪĢ Wk.

      Delete
  10. Bandengnya keliatan enak. Jauh banget ya kirimnya..😀

    Ilmu baca tulisan grafologi mba Eno..ahlinya namanya grafolog.

    Seorang grafolog, spt halnya psikolog jarang melakukan penilaian terbuka thd tulisan/karya seseorg kecuali kondisi khusus..ada kaitannya dg etika.

    So mas Rivai santai saja kyknya disini nggak ada yg beneran grafolog...😂😁😁 kita plg cuma nebak2 manggis...


    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi iya mba Phebie, enak bingits. Lumayan jauh melewati selat *eh selat atau laut ya itu pemisah Bali dan Jawa* *ketauan pas belajar Geografi sering skip di sekolah* ðŸĪĢ Wk.

      Nah itu maksud saya, Grafolog ternyata namanya. Hehehehe. Iya no worries mas Rivai, yang komen semua tebak-tebak buah manggis, untung tebakannya yang manis-manis ðŸĪĢ💕

      Delete
  11. wkwkwk aku ngakak banget pas bagian kalian makan bagian pinggir moaci dan nyisain tengahnya untuk difoto besok ðŸĪĢ aku tuh juga suka begitu, Mba Enoo. Tiap kali ada yang ngirimin makanan pasti kufoto dulu untuk kenang-kenangan. Suami sampai hafal kebiasaan ini. Pokoknya dia nggak berani sentuh makanan kalau belum difoto istrinya 😂

    Kebetulan iparku asal Semarang, Mbaa, jadi familiar sekali dengan ikan bandeng 😁 Cuma karena aku bukan penggemar ikan, biasanya selalu ludes sama suami juga. Berarti sama yaa, kesayangan Mba Eno dan doi sebelas dua belas kalo urusan makan ikan wkwkwk

    Mas Rivai semoga dilimpahi berkat selalu yaa, udah bikin bahagia banyak orang 😝

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss mba hahahaha, rasanya nggak afdol kalau nggak difoto buat kenang-kenangan plus stay thank you ke yang kirim ya, mba ðŸĪĢ Makanya kemarin galau banget, mau makan tapi belum difoto, akhirnya diakali dengan makan sisi pinggirnya doang ðŸĪŠ

      Iya mba, dia suka banget ikan. Setipe sama saya yang suka banget ayam. Hihihihi. Dan dia suka yang mentah-mentah macam sashimi, sushi, etc, while saya nggak suka 🙈 That's why kami lebih sering pilih resto yang jual keduanya atau yang saya suka alias dia mengalah ðŸĪĢ Wk.

      Amiiiin, terberkati mas Rivai, sudah buat semua senang 😝💕

      Delete
  12. Makanannyaa enaak enaaak tuuh 😍 aku belom pernah makan moachi. Pertama tadi baca aku pikir mochi. Tapi pas liat fotonya kok ga begitu keliatan kaya mochi yaa ðŸĪ­

    Ikan bandeng pernah makan tapi bukan yg dari Semarang. Btw itu ikannya gede juga yaa. Bisa makan untuk beberapa orang sampai kenyang deh hhha..

    Mau komen aja, itu tanda tangan Mas Rivai unik bangeeet.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, banyak yang sebut Mochi mba, tapi memang rasanya beda, nggak kayak Mochi meski kenyal 😍 Dan iya, ikan bandengnya besarrrrrrrr, untuk satu ikan bisa dimakan berempat hahahahaha ðŸĪĢ Mantap, kan?

      Thank you mba, nanti saya sampaikan ke mas Rivai 😆

      Delete
  13. Selalu kagum sama isi kepala kesayangan. Biarpun terdengar receh, tapi ide makan diujung kiri dan kanan itu brilian 😅

    Ikan dan Ayam memang ngga ada obat. Dua-duanya saya suka juga. Mau itu ikan kecil macam lure atau ikan besar macam cakalang dan ikan putih. Kak Eno pernah makan baronang? Saya tidak tau di tempat kak Eno disebutnya apa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Brilian banget mas Rahul, tetap bisa makan as soon as possible while besok foto makanannya. Wk ðŸĪĢ Jago banget dia untuk urusan ide-ide aneh yang nggak saya pikirkan ðŸĪŠ

      Wah Baronang seperti apa, ya? Saya belum pernah dengar 🙈 Ikan yang pernah saya makan biasanya Nila, Gurame, Dori, begitu begitu saja mas, nggak banyak pilihan dan pengetahuan ðŸĪĢ Kalau si kesayangan mungkin pernah, sebab dia tau jenis ikan lebih banyak 😆

      Delete
    2. Iya, out of the box sekali. Ini mah Dilan versi Korea 😅

      Baronang itu ikan pancing. Mungkin di tempat kak Eno namanya beda lagi. Tapi ikan ini punya duri yang buat pembeli ikan biasanya lebih pilih minta dikerjakan daripada kerja sendiri 😅

      Kalau kak Eno coba ikan ini, mungkin akan ketagihan. Dagingnya punya rasa yang khas. Ada manis-manisnya. Bisa dibakar, bisa digoreng. Kalau dipasaran, harganya cukup mahal dari jenis ikan lainnya. Tapi soal worth it tidaknya untuk dicoba, saya jamin sangat worth it. Mungkin kak Eno bisa tanya ke kesayangan. Kalau tau, mungkin bisa sounding untuk cobain. Kalau tidak tahu, mungkin kesayangan bisa dapat referensi ikan baru untuk dicoba 😅

      Delete
    3. Barusan searching soal Baronang, ternyata saya nggak pernah lihat dan dengar nama lainnya hahahaha, ada yang disebut Kae-kae, etc, tapi nggak pernah dengar semua nama. Kayaknya di Bali jarang ada yang jual 🙈

      Nanti pankapan kalau ada kesempatan ke Sulawesi, mungkin akan coba ikan rekomendasi mas Rahul ini, apalagi jika dibakar, mungkin rasanya akan sangat enak ðŸĪĪ

      Delete
    4. Iya kak Eno, kalau ke Sulawesi, wajib coba ragam jenis makanan ikan. Disini banyak. Malah keluarga yang ada di Jawa sering iri kalo kita lagi vidcall saat bakar ikan. Katanya, ikan sulit dan mahal di tempat mereka. Jadi kalau main ke Kendari, mereka ngga cari apa-apa selain ikan 😆

      Delete
    5. Berarti agak mirip-mirip Jimbaran ya, mas 😍 Di Bali pun begitu, setiap keluarga datang, maunya diajak makan ikan karena lebih fresh katanya ðŸĪĢ Jadi penasaran seperti apa rasa ikan di Sulawesi, pasti enaaaaak 🙈

      Delete
    6. Saya ngga tau Jimbaran seperti apa. Cuma dapat gambaran dari tulisan kak Jane beberapa waktu lalu. Ikan di Sulawesi enak-enak dan beragam. Soalnya, ikan Baronan saja tidak kak Eno tahu

      Delete
    7. Saya memang kurang tau banyak soal ikan, mas ðŸĪĢ

      Delete
  14. moachi baru denger kayaknya, malah tadi aku pikir mochi hehehe
    oleh oleh ikan bandeng yang dipresto, ini presto bukan ya, #manggilMasVai, pernah tau waktu masih kecil dulu. dagingnya ga ada durinya yang aku tau sekilas.
    sekarang malah lupa kalau ada oleh oleh bandeng yang siap santap begini, praktis juga.
    noted dulu ahh, sapa tau besok besok ke semarang hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba kayaknya dipresto, hehehe soalnya tulang lunak identik dengan presto, kan? *asal tebak* ðŸĪĢ Dan betuuul, praktis banget, tinggal santap, cocok buat jadi oleh-oleh 😍

      Jangan lupa beli kalau ke Semarang, mba 😆

      Delete
  15. waaah jadi kangen semaraanggg kueh moacinya emang enaakk ðŸĪĪ
    dulu pas pertama kali coba beli buat oleh-oleh, cuma beli dikit
    karena orang rumah nggak begitu suka makan (selalu aku yg bagian habisin makanan di rumah haha), dan aku pribadi belum nyobain pas beli
    begitu udah di kereta balik sby, iseng deh nyobain, eh ternyata enak!
    nyesel banget beli dikit 🙃

    ReplyDelete
    Replies
    1. Parah enaknya, doyan saya, mba ðŸĪĢ Wahaha, pasti mba Dea menyesal banget setelah coba. Saya pribadi suka snack yang mirip Onde, dengan isian kacang (ijo, merah, dan lainnya) 😍

      Jadi ketika dikasih Moaci, dan rasanya enak, langsung ketagihan mau habiskan. Untung ingat harus stop agar besok bisa difoto makanannya 😂

      Delete
  16. Kocak dan kreatif banget kalian berdua Mba ðŸĪĢ sampe bikin saya penasaran rasanya gimana hihihi.. maklum Mba belum pernah nyicip ikan bandeng tulang lunak, apalagi moachi kue mochi pun blon pernah, biasa makan makanan jadul saya mah 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihihi rasa Moacinya mirip Onde mba, mungkin kalau mba tau Onde, nah rasanya nggak jauh beda 😆 Nah, kalau bandeng tulang lunak rasanya susah dideskripsikan hahahaha. Yang pasti enak karena tulangnya nggak berasa, mba ðŸĪĢ

      Delete
  17. Tulisan Mas Rivai baguus yaa..

    Btw itu kirimannya keliatan endeus semuaa.. yg pernah aku coba baru yg bandeng tulang lunaknya, dan bener kaya kata Mba Eno, sambelnyaa yummy bgd aku juga sukaa.. hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Thessa, baguuuus 😍

      Nah kaaan, sambalnya enak buat dicocol, jadi klop sama ikannya. Semacam berjodoh 😂

      Delete
  18. Bandeng Juwana itu juaraaaaaaak memang :D. Aku kalo ke Semarang, biasanya mampir beli ituu, ato paling sering dibawain Ama temen mba.

    Bandeng bukan ikan favoritku, karena durinya sunggguuuuuuuuuuh merepotkan hahahaha. Tapiii lain cerita kalo di presto gini. Lgs doyan :D. Ga usah kuatir ketelan duri kan yeeee :p.

    Kalo mochinya aku blm prnh rasa yg itu. Biasanya beli yg Gemini. Mungkin Krn aku Gemini, jd pas liat ada mochi Gemini, lgs beli hahahahaha. Tapi memang kayaknya mochi di Semarang isiannya kacang sih yaaa :). Rata2 gitu, aku blm nemu yg isian lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enak banget ya mba, pantas mba Fanny suka ðŸĪĢ Dan iya, karena sudah dipresto, jadi no more worries sama tulang belulanggg 😆 Wk.

      Oh begitu, saya pikir kacang ini hanya salah satu varian saja, ternyata justru semua Moaci isinya kacang. Unik ugha, mba 😂 Thankfully rasanya enak 😍

      Delete